Oleh-oleh Prima Rasa Bandung, 1 Yang Sedap

primarasa

Oleh-oleh Prima Rasa Bandung yang sedap kini semakin jadi klangenan bagi mereka yang melakukan perjalanan ke Bandung, Jawa Barat. Selain sejumlah kue keringnya, kue-kue basahnya banyak diburu para pecinta kuliner.

Oleh-oleh Prima Rasa Bandung

Bakery & Pastry Prima Rasa adalah toko makanan roti dan kue yang berada di sekitar kota Bandung, seperti di kawasan Buah Batu, Pasir Kaliki, Antapani dan lain lain. Toko ini terkenal dengan brownies kukus dan panggangnya, serta beberapa penganan lain seperti bollen pisang, banana roll, picnic roll, chiffon cake dan lain sebagainya. Dengan semakin terkenalnya makanan-makanan yang dijajakan, memjadikan toko ini kemudian sebagai salah satu pusat oleh-oleh terpopuler di Bandung saat ini.

Pada awalnya, segala jenis oleh-oleh penganan di toko ini hanya dijajakan lewat mulut ke mulut serta dititipkan ke sejumlah toko makanan lain di Bandung sejak tahun 1984 silam. Namun kemudian makanan-makanan ini mulai laris dan dicari banyak konsumen, sehingga pada tahun 1992 toko Prima Rasa resmi berdiri. Kini toko ini telah memiliki 5 cabang, yang termasuk salah satunya dapur produksi semua makanan yang dijual di cabang-cabang tersebut, demi menjaga kualitas makanan yang dijual.

Makanan yang dijajakan pun beragam dengan berbagai jenis varian. Brownies kukus misalnya, memiliki varian seperti rasa coklat, keju coklat, ketan pandan atau cappuccino. Lalu ada juga brownies panggang dengan varian rasa almond, tiramisu, keju, mocca, choco chip, blueberry atau rum raisin. Harga brownies ini berkisar antara Rp. 50.000,00 hingga Rp. 75.000,00. Kemudian ada pula ragam jenis bollen, mulai dari pisang keju, pisang coklat, pisang coklat keju, tape, apel hingga durian, dengan harga mulai dari Rp. 45.000,00. Dan yang juga menarik untuk dicoba adalah Picnic Roll yang dihargai Rp. 55.000,00 untuk yang kecil serta Rp. 70.000,00 untuk yang besar.

Prima Rasa buka setiap hari dari jam 7 pagi hingga jam 8 malam. Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi (022) 7206468 atau lewat email di infoprimarasabandung@gmail.com.

 

Toko pusat: Jl. Kemuning no. 20, Telp. (022) 7206468

Cabang:

Jl. Pasir Kaliki no. 163, Telp. (022) 6120177

Jl. Buah Batu no. 167A, Telp. (022) 7311537

Ruko Kopo Plaza Blok C-6, Jl.Peta Lingkar Selatan

Jl. Purwakarta no. 95

Bakpia Pathok 25, Tradisi Oleh-oleh

bakpia pathok 25

Bakpia Pathok 25, adalah tradisi oleh-oleh khas Yogyakarta. Dia adalah toko oleh-oleh bakpia Yogyakarta terkenal yang memiliki beberapa cabang di sekitar kota pelajar itu.

Bakpia Pathok 25

Bakpia Pathok 25, adalah tradisi oleh-oleh khas Yogyakarta. Dia adalah toko oleh-oleh bakpia Yogyakarta terkenal yang memiliki beberapa cabang di sekitar kota pelajar itu. Cabang-cabangnya ada di  di Pasar Pathok, Ongkojoyo, dan beberapa tempat lainnya. Dinamai bakpia Pathok karena awalnya makanan ini dibuat oleh orang-orang di sekitar kawasan Pathok sejak tahun 1940an, yang terinspirasi kue pia kacang hijau dari Tiongkok.

Meski awalnya tidak terlalu populer, namun lambat laun bisnis bakpia berkembang pesat dan menjadi salah satu ikon oleh-oleh khas Yogyakarta. Dimulai dari penamaan produk sebagai merek dagang yang disesuaikan dengan nomor rumah masing-masing produsen dan penjual.

Kemudian kemasan yang tadinya hanya menggunakan besek tanpa label kemudian menjadi kemasan kertas karton dengan label nama masing-masing produk. Bakpia yang awalnya dibuat menggunakan bahan bakar arang kemudian berubah menggunakan oven gas demi memenuhi permintaan konsumen yang terus meningkat.

Dan pada tahun 1990an bakpia mulai populer, hingga kini terus dikenal sebagai salah satu oleh-oleh khas Yogyakarta paling dicari. Bakpia Pathok 25 sendiri kemudian membuka beberapa cabang, saat ini ada 1 toko di Pasar Pathok, 2 toko di area Jl. AIP II KS Tubun serta 2 toko lainnya di Jl. Laksda Adisucipto. Ada beberapa varian bakpia yang dijajakan, mulai dari bakpia kumbu, keju, kacang hijau, coklat, nanas, durian atau yang dicampur dalam 1 kemasan. Selain itu, kini toko ini juga menjual aneka penganan oleh-oleh lainnya seperti ampyang, yangko, getuk, angleng, madu mongso dan lain lain.

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi (0274) 513904/566122, dan dapat mengunjungi website resmi https://bakpia25.com.

 

Toko pusat & pabrik: Jl. AIP II KS Tubun NG I/504
Telp. (0274) 513904/566122

Toko Ongko Joyo: Jl. AIP II KS Tubun 65
Telp. (0274) 512219/583237

Toko Pasar Pathok: Kios Pasar Pathok 14-18
Telp. (0274) 561551

Toko Bandara Jaya: Jl. Laksda Adisucipto
Telp (0274) 489059

Toko Kembang Jaya: Jl. Laksda Adisucipto Km. 9
Telp. (0274) 484458

Pusat Oleh-Oleh Djoe Semarang

Singgah Semarang di antaranya ke pusat oleh oleh djoe

Pusat Oleh-Oleh Djoe Semarang adalah tempat oleh-oleh penganan khas Jawa Tengah yang berada di kawasan Pandanaran, Semarang. berada di kawasan wisata oleh-oleh utama di ibukota Jawa Tengah, Djoe bisa menjadi alternatif belanja penganan khas Semarang.

Pusat Oleh-oleh Djoe Semarang

Toko Djoe ini telah berjualan sejak tahun 1960an dan pada tahun 1980 sempat membuka cabang di kawasan Simpang Lima. Pada awalnya hanya merupakan toko buah-buahan, bisnis toko ini berkembang pesat dan akhirnya beralih menjadi toko oleh-oleh khas Semarang, serta membuka cabang di area Pandanaran yang kemudian menjadi pusat aktivitas toko ini hingga sekarang.

Kini toko ini populer dengan menjajakan penganan oleh-oleh seperti bandeng presto, wingko, lumpia, moaci, serta makanan khas daerah Jawa Tengah lainnya seperti getuk, wajik, jenang dan lain lain. Harganya pun cukup terjangkau, dengan bandeng presto seharga Rp. 107.000,00, wingko yang berkisar dari Rp. 39.000,00 hingga Rp. 73.000,00, atau lumpia isi 5 yang berkisar dari Rp. 75.000,00 hingga Rp. 85.000,00.

Untuk mengembangkan bisnisnya kini toko ini juga telah memiliki cabang di Yogyakarta, tepatnya di Jalan Laksda Adisucipto. Selain itu, toko ini juga menyediakan layanan untuk acara pesta atau event-event tertentu, baik acara komunitas maupun korporat.

Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi (024) 831 8663 atau melalui email info@oleholehdjoe.com, serta bisa mengunjungi website resmi www.oleholehdjoe.com.

 

Pusat Oleh-oleh Djoe Semarang

Jl. Pandanaran no. 51, Semarang

Telp. (024) 8318663

 

Pusat Oleh-oleh Djoe Yogyakarta

Jl. Laksda Adisucipto Km. 9, Yogyakarta

Telp. (0274) 485 899

Trisakti Tourism Award 2021 Diikuti 242 Desa

Trisakti Tourism Award 2021 digelar dan diikuti 242 Desa.

Trisakti Tourism Award 2021 yang mengusung tema Desa Wisata diikuti 242 Desa Wisata Maju dan Desa Wisata Mandiri diumumkan 26 Agustus 2021 lalu. Penghargaan ini dilaksanakan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong pemerintah daerah mampu memajukan pengembangan desa wisata.

Trisakti Tourism Award 2021

Ketua DPP PDIP Wiryanti Sukmadani mengatakan pihaknya ingin mengapresisiasi pemerintah dalam pembangunan kepariwisataan. Mereka juga ingin mendorong pemerintah daerah mengoptimalkandana desa pada desa yang memiliki potensi alam, budaya, dan ekonomi kreatif untuk dijadikan tujuan wisata.

Yanti menjelaskan, penghargaan tahun ini ditetapkan pada empat kategori, yakni desa wisata berbasis alam, desa wisata berbasis budaya, desa wisata berbasis kreatif, dan desa wisata berbasis kuliner. Selain itu, ada dua penghargaan baru, yakni Special Recognition Desa Wisata dan Special Recognition Kepedulian Terhadap Sektor Pariwisata.

Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, memborong sejumlah penghargaan bergengsi dalam Trisakti Tourism Award 2021 yang acara puncaknya digelar di Jakarta. Dalam acara yang di gelar Kamis malam tersebut, Banyuwangi meraih empat piala dari enam kategori penghargaan yang diberikan.

Penghargaan pertama yang diterima Banyuwangi adalah “Special Recognition” sebagai daerah berkomitmen tinggi untuk mengembangkan pariwisata. Dalam kategori ini, Cagar Biosfer Blambangan mendapat penilaian penting para dewan juri.

“Penghargaan ini menjadi kado bagi teman-teman pegiat pariwisata di Banyuwangi. Khususnya bagi pengelola desa wisata. Semoga ini bisa menjadi penyemangat untuk bisa bangkit di tengah pandemi,” ungkap Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dalam rilis yang dikirim ke media massa itu.

Selain penghargaan Special Recognition, Banyuwangi juga meraih juara pertama untuk kategori Desa Wisata Alam. Desa Tamansari, Kecamatan Licin, menjadi andalan bumi Blambangan. Indahnya Kawah Ijen dan perkampungan di lereng pegunungan menjadi suguhan utamanya.

Banyuwangi juga meraih juara II untuk dua kategori sekaligus. Yakni, Desa Wisata Budaya yang diraih Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, dengan berbagai kekayaan budaya Suku Osing; dan Desa Wisata Kreatif untuk Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo dengan Bangsring Underwater-nya.

Ketua Dewan Juri Prof. Sapta Niswandar menyebutkan, penghargaan ini melalui proses penjurian yang ketat dengan jajaran dewan juri yang terdiri atas para praktisi dan akademisi lintas bidang.

“Ada tiga hal yang menjadi unsur penilaian. Mulai aksesibilitas, sumber daya manusianya hingga bagaimana budaya digerakkan,” ungkap Ketua Tourism Forum yang juga Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2011-2014 itu.

Para peserta juga harus mengikuti seleksi dari ratusan nominator dari seluruh Indonesia. “Tidak kurang dari 242 peserta yang mendaftar dalam Trisakti Tourism Award tahun ini. Meningkat 400 persen lebih dari penyelenggaraan sebelumnya,” kata Ketua Panitia Trisakti Tourism Award, Wiryanti Sukamdani.

Trisakti Tourism Award ini sebagai bagian dari upaya membumikan ajaran Trisakti Bung Karno dalam berbagai bidang. “Implementasi Trisakti ini sama halnya dengan Pancasila. Bagaimana kita bisa berdaulat di dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan,” ungkap Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri.

Lebih lanjut Megawati juga mengungkapkan pentingnya peranan desa dalam mentransformasikan nilai-nilai Trisakti tersebut. “Desa harus menjadi sejahtera. Untuk bisa mewujudkan kesejahteraan itu, semuanya harus bergotong royong. Pemimpin harus mengetahui permasalahan di desa. Turun langsung. Tanya kenapa ada masalah di desa. Lalu, selesaikan,” terang Presiden Indonesia keempat itu.

Megawati mencontohkan langkah yang dilakukan oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. Menurutnya, langkah Ipuk dalam program bupati berkantor di desa adalah bagian dari upaya mengembangkan desa.

“Begitu jadi (dilantik), langsung mencurahkan perhatiannya pada desa. Penanganan masalah langsung ke desa. Dia berkantor di situ. Ini bisa ditiru,” pungkasnya.

Trisakti Tourism Award 2021 digelar dan dikuti 242 desa.
Salah satu spot wisata di Desa Mangunan, Dlingo, Bantul, Togyakarta. Foto: Dok. unsplash

Sementara itu, empat desa wisata di Kabupaten bantul, Daerah istimewa Yogyakarta, juga berhasil meraih penghargaan dalam Trisakti Tourism Award 2021.

Wakil Bupati Bantul, Joko Budi Purnomo menyampaikan, empat desa wisata itu adalah Desa Wisata Kaki Langit Mangunan, Dlingo; Desa Wisata Jagalan, Banguntapan; Desa Wisata Wukirsari, Imogiri; dan sentra batik kayu di Krebet, Kasihan. Sejatinya ada lima desa wisata yang mengikuti lomba tersebut.

“Ada satu desa wisata yang tidak menang yaitu sentra jamu Kiringan di Kapanewon Jetis,” ujar Joko di Yogyakarta.

Ada empat kategori yang dilombakan dalam Trisakti Tourism Award tersebut.  Yaitu kategori wisata alam, desa kreatif, wisata kuliner, dan wisata budaya.

agendaIndonesia

****

Bandeng dan Oleh-Oleh Juwana Semarang

bandeng juwana

Bandeng dan oleh-oleh Juwana Semarang adalah toko oleh-oleh khas Jawa Tengah yang berpusat di kawasan Pandanaran, Semarang. Selain itu, terdapat juga beberapa cabang di sekitar ibu kota Jawa Tengah tersebut.

Bandeng dan Oleh-oleh Juwana Semarang

Bandeng dan oleh-oleh Juwana Semarang adalah toko oleh-oleh khas Jawa Tengah yang berpusat di kawasan Pandanaran, Semarang. Selain itu, terdapat juga beberapa cabang di sekitar kota Semarang seperti di Pamularsih, atau di Ngaliyan.

Telah beroperasi sejak tahun 1981, Bandeng Juwana mempunyai spesialisasi pada bandeng tulang lunak khas Semarang, yang kemudian juga diracik menjadi berbagai jenis penganan seperti bandeng otak-otak, pepes bandeng, bandeng tauco, bandeng goreng telur dan lain lain. Harga berbagai jenis bandeng olahan ini beragam, mulai dari Rp 117 ribu hingga hingga Rp 163 ribu  untuk bandeng tulang lunak biasa, Rp 185 ribu untuk bandeng otak-otak atau Rp 187 ribu untuk bandeng dalam sangkar.

Namun selain menjajakan aneka jenis bandeng tulang lunak, tempat ini juga menjual beragam penganan oleh-oleh lainnya seperti enting-enting gepuk, wingko dan sebagainya. Selain itu, kini mereka juga memiliki restoran Elrina yang menyajikan ragam hidangan bandeng dan sajian lokal lain jika ingin menyantap langsung. Di restoran ini tersedia pula beberapa olahan bandeng yang terbilang unik seperti bandeng teriyaki, tongseng bandeng, sate bandeng dan lain lainnya.

Toko ini buka setiap hari dari jam 7 pagi hingga jam 11 malam (Pandanaran) atau jam 9 malam (Pamularsih dan Ngaliyan).

Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi (024) 76435702 atau melalui email info@bandengjuwana.com, serta bisa mengunjungi website resmi www.bandengjuwana.com.

 

Pandanaran: Jl. Pandanaran no. 57, Semarang,

Telp. (024) 8311488

Pamularsih: Jl. Pamularsih no. 70, Semarang

Telp. (024) 76630433

Ngaliyan: Jl. Prof. Dr. Hamka no. 41, Semarang

Telp. (024) 76435700

Pulau Kelor Labuan Bajo, Bukan Sekadar Persinggahan

Tarian Komodo, Pulau Kelor di labuan Bajo

Pulau Kelor Labuan Bajo punya banyak keindahan, hanya saja selama ini tidak banyak yang langsung mengunjunginya. Ia hanya “kadang-kadang” ikut dikunjungi jika ada wisatawan yang datang ke Pulau Komodo atau kawasan di sekitar itu.

Pulau Kelor Labuan Bajo

 Pernah mendengar gaung Pulau Kelor di Nusa Tenggara Timur? Tentu namanya tak sekondang Pulau Padar atau Pulau Komodo. Julukannya adalah tempat mampir. Citranya sebagai “pulau persinggahan” melekat dalam daftar trip berlayar atau sailing.

Biasanya, pulau ini disinggahi pelancong sebelum mereka kembali mendarat di kota Labuan Bajo. Atau, malah jadi tempat “pemanasan” sebelum berlayar menuju tujuan utama, yakni Pulau Komodo atau Pulau Padar. “Biasanya, para tamu latihan tracking dulu di Pulau Kelor. Baru setelahnya melanjutkan sailing,” kata Lulang, nakhoda kapal, yang mengantar penulisawal Januari lalu di Labuan Bajo.

Padahal, keindahan Kelor patut bersanding dengan pulau-pulau lainnya. Di pulau itu, terdapat sebuah bukit kecil. Pengunjung bisa mendaki. Tak tinggi-tinggi amat, tapi cukup terjal. Kemiringannya hampir 60 derajat.

Cukup sulit untuk pendaki pemula. Bukitnya licin lantaran ditumbuhi rerumputan. Juga tak ada penampangnya di kanan dan kiri. Namun, kalau sudah sampai puncak, hamparan laut bergradasi jadi obat letih.

Puncak Kelor menghadapkan pendakinya pada gugusan Pulau Menjaga. Bentuknya mirip jajaran kerucut yang berbaris dan berlapis-lapis. Pemandangan kapal yang mendarat di bibir pantai juga tak pelak menyempurnakan eksotisme Pulau Kelor.

Pengunjung tak cuma disajikan keindahan dari puncak bukit. Dengan aktivitas snorkeling pun, penampakan biota laut yang sehat turut menjadi “menu” utama. Ratusan jenis ikan berseliweran dan terumbu karang yang berwarna-warni terlihat seperti lukisan bawah laut yang hidup.

Pulau Kelor 02
Pantai Pulau Kelor tempat mendarat

Untuk menikmati Pulau Kelor lebih lama, pengunjung bisa berkemah semalaman dan menggelar tenda dom. Namun, perlu membawa logistik yang lengkap. Sebab, tak ada warung atau rumah penduduk di sini. Pastikan pula membawa kembali sampah-sampah bekas makanan atau minuman, supaya pulau tak ternoda oleh limbah.

Pulau Kelor letaknya cukup dekat dengan Kota Labuan Bajo. Kalau berlayar, waktu tempuhnya tak sampai 30 menit. Bahkan, bisa naik kapal nelayan kecil. Biaya sewa kapal untuk menuju pulau ini berkisar Rp 600 ribu pergi-pulang. Satu kapal muat untuk enam hingga tujuh orang.

 

Rosana

Melihat Komodo di Pulau Rinca yang Asyik

Kunjungan ke Labuan Bajo anjlok karena pandemi.

Melihat Komodo di Pulau Rinca mungkin belum banyak orang yang tahu. Biasanya untuk melihat hewan melata ini, wistawan langsung ke pulau Komodo, di Nusa Tenggara Timur.

Melihat Komodo di Pulau Rinca

 Pulau Rinca adalah pulau terbesar kedua setelah Pulau Komodo di gugusan Kepulauan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Pulau yang hanya bisa ditempuh menggunakan kapal nelayan atau speed boat dari Kota Labuan Bajo ini merupakan habitat hidup komodo.

Sekitar 1.300 ekor komodo hidup bebas di pulau yang tercatat sebagai wilayah penangkaran tersebut. Pada bulan-bulan tertentu, seperti Juni hingga Agustus, spesies kadal terbesar ini akan memasuki masa kawin. Kalau beruntung, wisatawan yang datang ke Pulau Rinca pada bulan-bulan tersebut bakal menyaksikan cara komodo bereproduksi.

Proses reproduksi per pasang komodo tergolong lama, yakni mencapai 7 hingga 8 jam. Maka, dalam sehari, kira-kira sebelas rombongan wisatawan yang datang ke pulau tersebut bakal menyaksikan pertunjukan langka itu.

Dalam prosesnya, komodo betina, yang jumlahnya tercatat lebih sedikit daripada komodo jantan, akan menjadi “rebutan”. Komodo jantan tak pelak berperang untuk mengawini komodo betina. Komodo betina juga tak menutup kemungkinan akan dikawini oleh lebih dari satu komodo jantan.

Setelah musim kawin, komodo menetaskan 15-30 telur dengan masa inkubasi kurang lebih sembilan bulan. Saat penulisdatang ke Pulau Rinca pada 9 Januari 2018, beberapa komodo betina tengah mengerami telurnya. Tak seperti hewan lain yang melindungi telur di bawah perutnya, komodo akan membuat lubang dan menanam telur di bawah tanah.

Fidel Hardi, ranger asal Manggarai Barat, yang ditemui di Pulau Rinca, mengatakan, masing-masing komodo betina akan memilih satu titik lokasi untuk dijadikan sarang. “Di titik itu, akan dibuat banyak lubang. Tapi lubang yang berisi telur hanya satu,” tutur Fidel. Lubang yang lain dipakai untuk mengelabuhi musuh dan menjauhkan telur dari serangan siapa pun, baik komodo maupun hewan lain. “Karena mungkin saja telur itu dimakan komodo lain. Sebab, pada dasarnya, mereka adalah hewan kanibal,” kata Fidel.

Komodo betina juga tidak setiap hari menunggui sarang atau mengeraminya. Mereka bakal pergi untuk mencari makan. Hanya sesekali komodo betina datang ke sarang tersebut. Setelah enam bulan, komodo betina benar-benar akan meninggalkan telur-telur yang masih tertanam di bawah tanah.

Saat menetas, bayi komodo tidak akan melihat induknya. “Jadi mungkin saja kalau besar nanti, anak komodo itu akan mengawini atau makan ibunya sendiri,” ucap Fidel. Dari 15-30 butir telur, hanya kira-kira 2-3 komodo yang menetas. Komodo bayi akan mengorek-korek tanah dan mencari makan berupa hewan-hewan kecil, seperti serangga melata dan cicak.

Pulau Rinca Komodao
Melihat Komodo di Pulau Rinca.

Untuk menyaksikan komodo di Pulau Rinca, wisatawan perlu menyewa kapal dari Labuan Bajo. Biaya sewanya berkisar mulai Rp 1 juta per kapal. Kapal muat diisi hingga sepuluh orang, termasuk awak kapal. Bila low season, seperti bulan Januari itu, kapal menuju Pulau Rinca bisa disewa dengan biaya lebih murah, yakni sekitar Rp 750 ribu per kapal.

 

 

Rosana

Kereta Bandara Internasional Yogyakarta Beroperasi 27 Agustus

Kereta Bandara Internasional Yogyakarta beroperasi 27 Agustus 2021

Kereta Bandara Internasional Yogyakarta mulai beroperasi 27 Agustus 2021. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Pandjaitan, bersama Gubernur DI Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, meresmikan kereta bandara dari Stasiun Tugu Yogyakarta ke Yogyakarta International Airport atau YIA di Kabupaten Kulon Progo, Jumat 27 Agustus 2021.

Kereta Bandara Internasional Yogyakarta

“Dengan adanya kereta api bandara ini, jarak tempuh dari Yogyakarta ke Bandara YIA yang sebelumnya sekitar 1,5 jam bisa dipangkas menjadi 40 menit saja,” kata Luhut didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo di Stasiun Tugu Yogyakarta.

Menteri Luhut Pandjaitan mengatakan, kereta api bandara ini termasuk salah satu proyek strategis nasional dengan nilai anggarannya sekitar Rp 1,1 triliun. Proyek ini mulai dikerjakan sejak 2015. “Operasional kereta bandara ini melengkapi sarana pendukung Bandara YIA selain moda transportasi darat lain, seperti taksi dan Bus Damri yang sebelumnya sudah beroperasi,” kata Luhut.

Menurut Luhut, pembenahan sektor perkeretaapian membutuhkan investasi tinggi. Meski begitu, transportasi berbasis rel ini penting karena mampu memangkas waktu perjalanan secara signifikan. Dengan begitu, wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta bisa puas karena hemat waktu. “Bagaimanapun Yogyakarta adalah kota pelajar, destinasi wisata, sehingga kereta bandara ini disiapkan untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisata ke daerah ini,” kata dia.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, meski pandemi Covid-19 belum berlalu, pengerjaan kereta bandara tak berhenti supaya selesai tepat waktu. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Gubernur DI Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, yang membantu menyelesaikan urusan pembebasan tanah dan lainnya, sehingga pengerjaan kereta bandara ini tepat waktu,” kata dia.

Secara terpisah, PT Kereta Api Indonesia (Persero) memberikan dukungan penuh terhadap pengoperasian Kereta Api Bandara Yogyakarta International Airport (YIA). Hal tersebut diwujudkan melalui berbagai persiapan terkait layanan KA bandara yang menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional ini.

Kereta Bandara Internasional Yogyakarta beroperasi 27 Agustus 2021.
Salah satu sudut Stasiun Kereta Bandara Internasional Yogyakarta. Foto: Dok. PT KAI

VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan bahwa sebelumnya pada Mei 2019 KA Bandara YIA beroperasi melalui Stasiun Wojo, nantinya layanan KA Bandara YIA dapat langsung masuk ke dalam Bandara YIA melalui Stasiun Bandara YIA untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat yang akan bepergian dari dan menuju Bandara YIA.

Dalam tahap persiapan ini, KAI sebagai operator memberikan dukungan dengan mempersiapkan area pelayanan pelanggan KA, baik yang berada di Stasiun Bandara YIA maupun di Stasiun Yogyakarta.

Di Stasiun Bandara YIA, telah dibangun ruang tunggu dan pelayanan penumpang yang representatif. Tersedia fasilitas pelayanan loket, Informasi Pelanggan (Customer Service), ruang tunggu yang nyaman, fasilitas ruang kesehatan serta laktasi, dan pos keamanan.

Untuk menuju ke area peron stasiun, nantinya hanya pelanggan KA Bandara yang sudah memiliki tiket yang dapat masuk melalui e-gate yang tersedia ketika KA yang akan dinaiki sudah tersedia.

“Ruang pelayanan penumpang KA di Stasiun Bandara YIA ini memiliki pernik-pernik khas Yogyakarta dan tersedia pelayanan yang representatif, tujuannya untuk memberikan kenyamanan kepada para pelanggan KA Bandara. Sedangkan untuk di Stasiun Yogyakarta, KAI juga sudah menyiapkan ruang tunggu khusus pelanggan KA Bandara,” ungkap Joni.

KAI juga telah mempersiapkan SDM perusahaan yang nantinya akan bertugas untuk melayani pera pelanggan kereta api dan menjalankan operasional KA Bandara yang saat ini masih dalam tahap proses persiapan oleh berbagai pihak.

Joni menjelaskan, terkait detail pengoperasian perjalanan KA Bandara rute Stasiun Yogyakarta – Stasiun Bandara YIA , KAI masih menunggu arahan resmi dari pemerintah.

“Kami klarifikasi bahwa info terkait detail pengoperasian KA Bandara rute Stasiun Yogyakarta-Stasiun Bandara YIA pp sampai dengan saat ini masih belum ditetapkan. Saat ini kami menunggu arahan dan keputusan resmi dari pemerintah. Secara intensif KAI terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait rencana pengoperasian KA tersebut,” tegas Joni.

Nantinya, kehadiran KA Bandara YIA ini diharapkan mampu membantu pemulihan perekonomian masyarakat dan mendukung konektivitas ke berbagai destinasi wisata yang ada di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Hadirnya KA Bandara ini juga melengkapi layanan Kereta Api terintegrasi dengan layanan pesawat di bandara.

“KAI siap mendukung penuh berbagai program pemerintah dalam hal meningkatkan konektivitas masyarakat dalam hal bertransportasi. Hadirnya integrasi antarmoda antara Kereta Api dan Pesawat Terbang ini akan memberikan kemudahan kepada pelanggan melalui moda transportasi yang nyaman dan tepat waktu,” ujar Joni.

agendaIndonesia

*****

Buah Tangan Semarang, 5 Alternatif Pilihan

Buah tangan Semarang ada banyak pilihan, kami pilhkan 5 sebagai alternatif.

Buah tangan Semarang, Jawa Tengah, bisa disebut punya segudang oleh-oleh bagi mereka yang berkunjung ke sana. Bahkan sebagian sudah menjadi andalan pariwisata daerah ini, sebab banyak yang dicari oleh mereka yang sekadar melewati kota ini.

Buah Tangan Semarang

Di Semarang ada begitu banyak pilihan untuk sahabat maupun kerabat yang mungkin punya memori atas kota ini. Berikut ada lima pilihan oleh-oleh, mulai wingko, bandeng, dan moaci yang sudah terkenal sampai dengan batik dan kopi Semarang. Silakan dipilih.

Landmark-Naturalis

BATIK Indonesia tak hanya dari Solo dan Yogyakarta. Kota-kota lain di Tanah Air ini juga punya batik yang khas. Semarang, misalnya. Motif batiknya identik dengan landmark dan naturalis. Motif naturalis tersebut terinspirasi dari buah asem arang dan burung blekok. Konon nama Semarang diambil dari pohon asem yang tumbuhnya saling berjauhan tersebut. Sementara itu, motif burung blekok dicuplik dari keberadaan habitat blekok liar yang dulu banyak nangkring di kawasan Srondol, Semarang.

Sedangkan landmark menunjukkan tempat-tempat yang menjadi ikon Kota Semarang, seperti Gedung Lawang Sewu dan Tugu Muda. Belakangan, batik semarangan mengalami perkembangan yang pesat, baik

motif maupun warnanya. Di sentra batik Semarang, selembar kain batik dijual dengan harga bervariasi atau tergantung tingkat kesulitan, bahan, dan teknik yang digunakan. Batik tulis, misalnya, dihargai mulai Rp 175-950 ribu.

Batik Temawon; Kampung Batik Gedong No. 239, Semarang

Aneka Bandeng

RASANYA kurang afdal jika berkunjung ke Semarang tak membeli bandeng. Kota ini memang terkenal dengan bandengnya sejak dulu. Selain bandeng presto yang sudah terkenal, kini olahan bandeng lebih beraneka, seperti bandeng presto rasa teriyaki, sate bandeng boneless, bandeng dalam sangkar, bandeng otak-otak, bandeng duri lunak, bandeng asap duri lunak, hingga bandeng vakum.

Penggemar olahan bandeng dapat mampir wajib mampir ke pusat oleh- oleh, seperti Bandeng Juwana di Jalan Pandanaran 57 dan Jalan Pamularsih 70, Semarang. Di tempat ini, wisatawan seakan masuk ke ”surga” aneka olahan ikan bandeng yang menggoda selera. Harganya dari Rp 45-145 ribu per kilogram. Jika pembeli tak ingin repot membawanya sendiri, tersedia pula layanan pengiriman antarkota se- Indonesia.

Bandeng Juwana; Jalan Pandanaran No 57-59, Semarang

buah tangan Semarang sangat beragam, kadang harus keluar kota sedikit, misalnya ke Banaran, untuk mencicipi kopi khas daerah ini.
Kopi Banaran di Kabupaten Semarang. Foto: Nita/Dok TL

Kopi Banaran

DI KABUPATEN Semarang terdapat perkebunan kopi Banaran dengan
luas sekitar 45 hektare. Perkebunan kopi milik PT Perkebunan Nusantara IX itu kini juga dijadikan agrowisata bagi wisatawan, lengkap dengan penginapan. Setelah melepaskan penat dan menambah pengetahuan soal kopi di perkebunan ini, pengunjung dapat pula membeli bubuk kopi di tempat tersebut sebagai buah tangan.

Bubuk kopi dikemas dalam berbagai jenis dan harga. Jenis robusta dengan aroma moka hanya dibanderol Rp 18.500 untuk kemasan 250 gram. Sementara itu, Banaran Gold Classic Blend yang terdiri dari arabika dan robusta dengan komposisi masing- masing 50 persen dijual Rp 19.500 untuk kemasan seberat 230 gram. Yang paling mahal adalah kopi luwak. Dalam kemasan 80 gram, kopi luwak Banaran dibanderol Rp 528 ribu.

Kampoeng Kopi Banaran; Jalan Raya Bawen-Solo Km 1,5 Kabupaten Semarang

Wingko Kereta

MAKANAN yang terbuat dari ketan, gula pasir, kelapa, garam, dan air ini memang sudah dikenal sebagai ikon kulinernya Semarang. Kini wingko babad yang mulai diperkenalkan pada 1946 ini dengan mudah ditemui hampir di semua toko penjual oleh-oleh khas Semarang.

Tak hanya rasa original, penganan khas Semarang itu kini menyediakan berbagai varian rasa, seperti wingko rasa nangka, wingko rasa cokelat, wingko rasa durian, dan wingko rasa pisang. Harganya dari Rp 2.400 per buah. Selain dijual per buah, wingko itu biasanya dijual pula dalam dua paket kemasan, yaitu dus kecil seharga Rp 37 ribu dan dus besar seharga Rp 56 ribu.

Wingko Babad Kereta Api; Jalan Cenderawasih 14, Semarang

Bulat Renyah

BENTUKNYa bulat dan lembut. Saat dimakan, ada kejutan gurih, renyah, dan legit. Sekilas mirip dengan moci asal Sukabumi. Tapi moci khas Semarang ini berisikan lebih banyak kacang tanah. Kalau dulu hanya ada rasa original yang bertaburkan bubuk tepung, moci kini tersedia dalam beberapa rasa baru. Ada rasa talas, stroberi, durian, cokelat, dan pandan. Selain itu, untuk taburan luarnya, ada yang menggunakan wijen.

Pembuatannya yang tanpa menggunakan bahan pengawet ini hanya mampu membuat kue ini bertahan selama satu minggu saja. Tapi kalau disimpan di dalam lemari pendingin bisa bertahan hingga 2 minggu. Per dusnya dihargai dari Rp 16 ribu (isi 10 buah), Rp 25 ribu (isi 16 buah), dan Rp 32 ribu (isi 25 buah).n

Moaci Gemini; Jalan Kentangan Barat No 101 Semarang

agendaIndonesia

*****

Desa Sungai Batang Masuk 50 Besar ADWI 2021

Desa Sungai Batang masuk 50 Besar ADWI 2021.

Desa Sungai Batang masuk 50 Besar ADWI 2021. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno optimistis Desa Wisata Sungai Batang di Kabupaten Agam, Sumatra Barat, mampu menjadi daya ungkit kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di wilayah itu seiring ditetapkannya desa wisata tersebut masuk dalam 50 besar ADWI 2021.

Desa Sungai Batang Masuk 50 Besar ADWI 2021

Ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 merupakan ajang pemberian penghargaan kepada desa-desa wisata yang memiliki prestasi dengan kriteria-kriteria penilaian dari Kemenparekraf/Baparekraf. Event ini bertujuan menjadikan desa wisata Indonesia sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia dan berdaya saing tinggi. Dengan masuknya Wisata Sungai Batang di Kabupaten Agam ke dalam daftar 50 besar ADWI 2021 diharapkan akan memberikan dampak pada pengembangan ekonomi masyarakat yang berkeadilan.

Hal tersebut disampaikan Menparekraf Sandiaga Uno saat melakukan visitasi Desa Wisata Sungai Tanjung. “Ini adalah penghargaan bagi Kabupaten Agam dan juga Desa Wisata Sungai Batang karena tembus dari total 75 ribu desa lebih desa di Indonesia, menjadi 50 desa wisata terbaik. Sungai Batang menjadi bagian dari desa wisata Indonesia Bangkit,” kata Menparekraf Sandiaga Uno, Jumat 27 Agustus 2021.

Desa sungai Batang masuk 50 besar ADWI 2021 dan mulai menjalani masa visitasi.
Menteri Sandiaga Uno saat mengunjungi Museum Tempat Tinggal Buya Hamka di Agam, Sumatera Barat. Foto: Dok. Kemenparekraf

Desa wisata Sungai Batang adalah desa wisata yang terletak di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Terletak di sekitar Danau Maninjau, desa ini memiliki konsep wisata alam dan budaya. Sebagai tempat kelahiran dari tokoh agama, Buya Hamka, Desa Wisata Sungai Batang terasa kental dengan wisata sejarah dan religi.

Situs makam Syekh Muhammad Amrullah, ulama besar sekaligus kakek dari Buya Hamka, menjadi tempat wisata religi yang ditawarkan. Selain itu museum Buya Hamka juga menjadi daya tarik wisata yang sering dikunjungi oleh turis asing.

Desa Sungai Batang juga memiliki potensi alam dengan panorama Danau Maninjau yang begitu memanjakan mata. Berada di dekat persawahan, dengan air yang tenang dan di sana wisatawan juga dapat melihat burung bangau beterbangan. Selain tempat wisata, terdapat homestay dengan desain bangunan khas Minang.

Tidak ketinggalan dari segi kuliner, Desa Sungai Batang berlimpah dengan hasil komoditas ikan kecil berwarna putih kekuningan, yang biasa disebut Rinuak. Ikan ini merupakan hewan endemik Danau Maninjau, ikan ini bisa diolah menjadi berbagai macam makanan dan menjadi salah satu suvenir kuliner khas dari desa Sungai Batang.

“Kami ingin memberikan apresiasi kepada semua yang ada di sini yang sudah menjadikan tempat ini tempat yang berkah dan mudah-mudahan pascapandemi menjadi tujuan wisata tujuan nusantara maupun mancanegara,” kata Sandiaga Uno yang menyempatkan diri singgah di Museum Buya Hamka.

“Saya titip pesan agar protokol kesehatan yang ketat dan disiplin benar-benar diterapkan sehingga kita bisa berharap pada pariwisata dan ekonomi kreatif, juga UMKM di sini segera bangkit,” kata Sandiaga.

Sungai Desa Batang masuk 50 besar ADWI 2021 dan diharapkan bisa mendorong pariwisata di Agam.
Menteri Pariwisata Sandiaga Uno mencoba membatik saat mengunjungi Agam di Sumatera Barat. Foto: Dok. Kemenparekraf

Revitalisasi Danau Maninjau

Dalam kesempatan itu, Menparekraf Sandiaga Uno mengatakan pihaknya bersama pihak terkait juga akan melakukan revitalisasi Danau Maninjau agar bisa menjadi destinasi pariwisata berkelanjutan dan berkualitas. Kawasan Danau Maninjau dinilai sangat penting karena sudah masuk dalam kawasan strategis pariwisata nasional sehingga dapat menunjang potensi pariwisata wilayah sekitar.

Salah satu persoalan yang sedang dihadapi Danau Maninjau adalah sedimentasi yang tinggi akibat banyaknya Keramba Jaring Apung (KJA) yang belum tertata sesuai dengan daya dukung dan daya tampung danau.

“Kami dapat tugas dari Kemenkomarves untuk menata Danau Maninjau seperti kita menata Danau Toba. Berangkat dari pengalaman itu, kita tentunya harus mengutamakan kearifan lokal, kita ajak tokoh-tokoh daerah, tokoh agama, Ketua DPRD, bupati dan wakil bupati, tokoh ulama besar, juga UMKM,” kata Sandiaga.

Ia mengatakan pihaknya akan melakukan pendekatan yang sesuai dengan kearifan lokal, dengan menghadirkan program yang berpihak berkeadilan kepada masyarakat.

“Ini yang akan kami lakukan dengan melakukan diskusi dan melibatkan masyarakat dengan memperhatikan kearifan lokal. Mudah-mudahan bisa segera menemukan solusi,” kata Sandiaga.

Wakil Bupati Agam, Irwan Fikri, menyambut baik kehadiran Menparekraf dan rencana yang akan dilakukan ke depan dalam upaya pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Sumatra Barat, dan Kabupaten Agam pada khususnya.

“Kami berbahagia dengan kunjungan menteri bersama seluruh rombongan, ini jadi penyemangat bagi kami dan mudah-mudahan pariwisata kita akan bangkit ke depan,” kata Irwan Fikri.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kadispar Sumatra Barat, Novrial; Kadisparpora Agam, Syatria; serta Direktur Tata Kelola Destinasi Kemenparekraf/Baparekraf, Indra Ni Tua.

agendaIndonesia

*****