Infrastruktur 324 Hektare KEK belitung akan terus dikembangkan

Infrastruktur 324 Hektare KEK Belitung, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, harus didukung pengembangannya. KEK yang dimaksudnya adalah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang, yang terletak di di Pulau Belitung, Provinsi Bangka Belitung.

Infrastruktur 324 Hektare KEK Belitung

Pengembangan KEK Tanjung Kelayang bertujuan untuk mempercepat perkembangan daerah sebagai model terobosan pengembangan kawasan untuk pertumbuhan ekonomi, antara lain industri, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Sehingga nantinya dapat menciptakan daya tarik wisata dan lapangan kerja seluas-luasnya.

Belitung, kata Sandiaga, sudah menjadi ikon pariwisata yang sangat strategis. Untuk itu, ia ingin mendorong terus pengembangan KEK Tanjung Kelayang di Belitung secara menyeluruh dalam rangka memperbaiki destinasi, produk wisata, dan produk ekonomi kreatifnya. “Sebagaimana arahan Presiden agar kita segera menyiapkan daerah wisata yang memiliki potensi peningkatan terhadap ekonomi kreatif,” ujar Menparekraf Sandiaga, dalam keterangannya, di Belitung, Sabtu 6 Februari 2021.

Sebelumnya, KEK Tanjung Kelayang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 14 Maret 2019. Kawasan ini termasuk ke dalam 10 destinasi pariwisata prioritas yang sudah memiliki peningkatan di beberapa aspek pariwisata, mulai dari amenitas, akses, atraksi wisata, hingga produk ekonomi kreatif.

“Di beberapa tahun terakhir perkembangan KEK ini sudah meningkat. Belitung sendiri sudah memiliki fasilitas hotel bintang lima dengan 108 kamar yang sudah jadi, serta memperoleh investasi dari investor yang prospektif. Ini merupakan salah satu progress dari pengembangan KEK yang perlu kita apresiasi. Selain itu, dari segi amenitas, akses, atraksi wisata, dan produk ekonomi kreatifnya juga sudah meningkat,” katanya.

Salah satu investor misalnya PT Setra Gita Nusantara yang menanamkan modalnya pada Sheraton Belitung Resort dan diharapkan segera disusulkan oleh investor prospektif lainnya.

Infrastruktur 324 hektare KEK Belitung perlu dikembangkan karena daerah ini termasuk 10 destinasi pariwisata prioritas..
Tanjung Kelayang, Belitung, sebagai salah satu tujuan wisata. Foto: Anggit Tizkianti-unsplash

Dengan total luas wilayah sebesar 324,4 hektare, KEK Tanjung Kelayang memiliki konsep pengembangan pariwisata Socially and Environmentally Responsible Development and Cultural Preservation.  Konsep KEK Tanjung Kelayang ini sangat sesuai dengan strategi pariwisata Kemenparekraf /Baparekraf yang mengedepankan quality tourism and sustainable tourism. Oleh karena itu, pengembangan KEK Tanjung Kelayang ini perlu didukung dan dilaksanakan, agar masyarakat juga merasakan manfaatnya, khususnya lapangan pekerjaan.

“Selain KEK Tanjung Kelayang, ternyata ada pula KEK Sungai Liat dan KEK Tanjung Gunung yang perlu kita kembangkan,” ujarnya.

Dalam pengembangan KEK Tanjung Kelayang ada beberapa kendala yang dihadapi, diantaranya tax holiday terkait peraturan mengenai insentif perpajakan di KEK dan penerapan protokol kesehatan yang diharapkan dapat berjalan dengan baik.

“Kami akan membantu untuk berkoordinasi dengan K/L terkait perihal tax holiday ini. Kemudian untuk protokol kesehatan kita akan coba tingkatkan terus, serta melakukan monitoring dan evaluasi,” ujarnya.

Karena menurut Menparekraf Sandiaga, bagian dari kebangkitan pariwisata adalah bukan lagi pada persoalan menentukan pergi atau tidak ke destinasi pariwisata, tapi bagaimana caranya pergi ke destinasi dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin.

Negeri Laskar Pelangi yang terletak di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memang menawarkan sensi wisata yang menawan. Tidak hanya memiliki pantai yang elok, tetapi ada pula berbagai macam kuliner yang dapat memanjakan lidah wisatawan seperti nasi gemuk dan nasi tim ayam, hingga hewan malam unik yaitu tarsius.

Dengan daya tarik wisata yang beragam, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengajak wisatawan nusantara untuk berkunjung dan berwisata ke destinasi-destinasi yang ada di Belitung.

“Saya ingin mengajak wisatawan domestik untuk datang ke Belitung. Karena begitu banyak atraksi wisata yang ditawarkan di Negeri Laskar Pelangi ini. Kita harus bangga berwisata di Indonesia. Sehingga, tahun 2021 ini kita bisa bangkit dan kita bisa pulihkan pariwisata dan ekonomi kreatif bangsa kita,” kata Menparekraf Sandiaga di sela-sela acara sarapan nasi gemuk, di Waroeng Kopi Ake, Tanjung Pandan, Belitung, Jumat.

Infrastruktur 324 hektare di KEK Belitung perlu dikembangkan untuk mendukung wilayah ini sebagai destinasi prioritas.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menikmati kopi dari Waroeng Ake di Belitung. Foto: Dok. Kemenparekraf

Waroeng Kopi Ake ini lokasinya tidak jauh dari simpang lima, Tanjung Pandan. Warung ini sudah berdiri sejak tahun 1922. Setidaknya sudah empat generasi yang mengelola kedai kopi legendaris itu. Bukti dari kelegendarisan warung kopi ini terlihat dari ornamen dinding hingga alat dapur yang klasik. Dari ketel, alat penyulingan air, hingga gentong tempat menaruh air yang terbuat dari tembaga.

Untuk menu yang ditawarkan ada kopi hitam, kopi susu, teh manis, teh tarik, dan jeruk kunci. Selain itu ada juga makanan khasnya, yakni nasi gemuk yang dilengkapi dengan kuah bersantan, serta lauk ikan bebulus dan sambal, serta nasi tim ayam yang lezat, disajikan dengan kuah membuat perpaduan rasa manis dan asinnya terasa pas dan nikmat.

agendaIndonesia

*****

Yuk bagikan...

Rekomendasi