Masyarakat Baduy Minta Pembatasan Kunjungan

Suasana Kampung Baduy

Masyarakat Baduy minta pembatasan kunjungan ke perkampungan mereka. Para tetua adat masyarakat suku ini meminta pemerintah membantu pembatasan sementara kunjungan masyarakat ke perkampungan Baduy di Desa Kenekes, Kabupaten Lebak, Banten. Selain karena situasi saat ini memang tidak kondusif, secara umum masyarakat Baduy juga ingin kondisi perkampungan mereka tetap lestari dan seimbang.

Masyarakat Baduy Minta Pembatasan, Pemerintah Setuju

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Keatif mendukung permintaan masyarakat Suku Baduy tersebut. Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, Hari Santosa Sungkari, dalam kunjungannya ke Desa Kanekes, Sabtu 18 Juli 2020, mengatakan, pengunjung yang hendak berkunjung ke Desa Kanekes atau yang ingin berkunjung ke perkampungan Suku Baduy dalam harus menghormati dan mematuhi aturan adat yang sudah ada.

Indonesia, kata hari, menganut Sustainable Tourism. Pariwisata yang lestari dan berkelanjutan. Artinya semua pihak menjaga agar wisatawan tidak berjibun-jibun yang datang. “Dan tetap menjaga keseimbangan lingkungan fisik dan budaya sehingga budaya itu tetap eksis, fisiknya tetap lestari,” kata Hari.

Dalam kesempatan tersebut, Perwakilan Suku Baduy, Uday Suhada, mengungkapkan keinginan Suku Baduy untuk mengganti istilah “Wisata Budaya Baduy” menjadi “Saba Budaya Baduy”. Istilah ini sebenarnya telah dicetuskan dan ditulis dalam Peraturan Desa (Perdes) Saba Budaya pada 2007. Namun, hingga kini tampaknya belum sepenuhnya dipahami masyarakat umum.

Saba, kata Uday, ini bermakna silaturahmi, saling menghargai dan menghormati antar adat istiadat masing-masing. Di atas itu semua, bersilaturahmi ini mengandung makna saling menjaga dan melindungi nilai-nilai yang berkembang dan hidup di masyarakat setempat dan masyarakat yang datang berkunjung. “Saling menghormati,” ungkap Uday.

Hal senada juga ditambahkan oleh salah seorang tetua adat Suku Baduy Dalam, Ayah Mursid. Ia meminta agar aturan Saba Budaya Baduy lebih diperjelas dan disosialisasikan dengan optimal. Ia menilai banyak pihak, terutama dari kalangan masyarakat umum yang masih awam dengan adat dan tradisi Baduy. Mereka dinilainya masih menilai perkampungan Baduy seperti layaknya perkampungan lainnya.

“Kami berharap saba budaya diperjelas aturannya. Mana saja rute yang boleh dan tidak boleh dilewati menuju Kampung Baduy, dan apa saja yang boleh dan tidak boleh dikerjakan,” ujar Mursid.

Mursid juga memberikan masukan agar didirikan pusat informasi mengenai Suku Baduy di luar perkampungan adat. Sehingga, calon pengunjung yang ingin mendatangi Kawasan Adat Baduy bisa mempelajari terlebih dahulu apa saja adat istiadat yang ada serta menjelaskan tujuan kedatangannya.

Hal ini disambut baik oleh Hari. Ia mengatakan pihaknya akan menampung segala aspirasi yang telah disampaikan oleh para perwakilan tetua adat Suku Baduy.

Hari juga mempertimbangkan rencana pembuatan aplikasi sebagai pusat informasi dan sarana pendaftaran bagi wisatawan yang hendak berkunjung ke Kawasan Adat Suku Baduy.

Pusat inofrmasi itu nantinya bisa berbentuk aplikasi. Jadi siapa yang mau berkunjung, kapan waktu kedatangan, kalau sudah melebih batas pengunjung ini akan ada pemberitahuan atau notifikasi bahwa kapasitasnya sudah berlebih. “Sehingga tidak terulang lagi ada peristiwa ribuan orang berkunjung ke perkampungan Baduy, yang belum tentu mendatangkan manfaat,” tutur Hari.

Masyarakat Baduy
Masyarakat Baduy minta pembatasan kunjungan. Doc. Kemenparekraf

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya, menyampaikan dukungan terhadap segala upaya pelestarian budaya Suku Baduy sebagai destinasi pariwisata berkelanjutan. Pemerintah Daerah Lebak selama ini terus berkonsolidasi dengan masyarakat Suku Baduy dalam upaya Saba Budaya Baduy.

Saat ini, menurut Bupati Iti, pihaknya sedang dalam proses penyedian lahan di dekat perkampungan Baduy untuk dijadikan sebagai Information Center agar wisatawan lebih mengetahui bagaimana budaya Baduy pada umumnya dan informasi kegiatan Saba Baduy pada khususnya. “Sebelum mereka masuk ke Perkampungan Baduy,” katanya.

Acara ini juga dihadiri oleh Direktur Pengembangan Destinasi Regional I Kemenparekraf/Baparekraf Oni Yulfian; Kapolres Lebak Ajun Komisaris Besar Polisi Firman Andreanto; Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lebak Imam Rismahayadin; Kepala Desa Kanekes Jaro Saija, serta sejumlah tetua adat Suku Baduy Luar dan Baduy Dalam. Acara ini diakhiri dengan penyerahan bantuan secara simbolis berupa masker dan hand sanitizer bagi Suku Baduy sebagai simbol keikutsertaan masyarakat Baduy dalam program perlawanan pada pandemi Covid-19.

****

Prambanan Jazz Online 2020, Inovasi Industri Kreatif

Prambanan Jazz Online 2020

Prambanan Jazz Online 2020 digelar Rajawali Indonesia Sabtu 18 Juli 2020. Acara ini sejatinya merupakan pengembangan dari Prambanan Jazz Festival yang sudah diselenggarakan sejak 2015.

Prambanan Jazz Online 2020

Anas Syahrul Alimi, selaku Founder Prambanan Jazz Festival sekaligus CEO Rajawali Indonesia, mengatakan bahwa Prambanan Jazz Festival merupakan acara tahunan yang berlangsung sejak 2015. Tahun ini karena terdampak pandemi COVID-19 pelaksanaannya harus diundur.

Event ini, yang semula direncanakan pada 3 hingga 5 Juli 2020, terpaksa dijadwalkan ulang ke tanggal 30, 31 Oktober, dan 1 November 2020. Namun, agar gaungnya tetap ada, acaranya dikembangkan ke bentuk daring terlebih dahulu.

Pandemi merupakan tantangan baru bagi dunia khususnya di industri hiburan, sehingga semua dituntut untuk belajar dan berinovasi. “Prambanan Jazz Online ini sebagai salah satu jawaban dari tantangan itu kemudian mengemas konser secara online,” kata Anas. 

Meskipun menggunakan nama Prambanan jazz Online 2020, pelaksanaannya tetap dilakukan secara offline. Artinya acara dan penampil tetap tampil di venue, dalam hal ini di kawasan Candi Prambanan, Yogyakarta.

Prambanan Jazz Online Rio
Rio Febrian dalam Prambanan Jazz Online 2020. Doc. Kemenparekraf

Menurut Anas, berjarak bukan berarti jauh tetapi memberi ruang untuk mempersiapkan diri kembali. Ia berjanji untuk melakukan perbaikan demi bisa menyuguhkan konser yang tidak hanya menghibur tetapi juga membekas di hati penikmat musik jazz. 

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengapresiasi penyelenggaraan konser Prambanan Jazz Online sebagai wujud inovasi dari pelaku industri kreatif untuk tetap berkarya di tengah keterbatasan akibat pandemi COVID-19. 

Prambanan Jazz Online yang berlangsung pada Sabtu lalu menjadi konser musik virtual pertama di Indonesia yang disiarkan secara langsung dari Candi Prambanan. Acara ini digelar sengan menghadirkan penampilan dari sejumlah musisi, di antaranya Rio Febrian, Frau, dan Langit Sore.

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenparekraf/Baparekraf Rizki Handayani menyambut baik pelaksanaan kegiatan Prambanan Jazz Online. Hal ini menunjukkan semangat dari pelaku industri kreatif untuk tetap berkarya dan menciptakan kreativitas tanpa batas di masa pandemi ini. Yakni dengan memadukan kreativitas dengan teknologi sebagai solusi. 

“Apresiasi kepada penyelenggara atas upaya dan kerja kerasnya untuk tetap melaksanakan kegiatan ini secara online sebagai cara membangkitkan antusiasme audiens bahwa konser tetap bisa dinikmati di situasi pandemi melalui daring. Dengan pelaksanaan kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kesempatan bekerja kembali para pelaku event yang sebelumnya terhenti akibat pandemi COVID-19,” kata Rizki Handayani.

Rizki Handayani menjelaskan, konser musik virtual tetap diselenggarakan dengan selalu memperhatikan protokol keselamatan dan kesehatan kepada seluruh tim produksi dan penampil. Suguhan dari para penampil itu kemudian disiarkan secara live streaming sehingga dapat dinikmati penonton dari rumah. 

Tercatat, Prambanan Jazz Online yang berlangsung sekitar 120 menit ini diikuti kurang lebih 20 ribu penonton dari rumah.

Rizki berharap pandemi COVID-19 ini segera berakhir, sehingga keadaan bisa kembali normal. Dan pada saat yang sulit seperti saat ini Kementrian mengajak seluruh pihak terdampak pandemi untuk bergotong royong dan saling menguatkan. “Ini agar kita semua tetap dapat menjalankan kreativitas di masa yang akan datang,” kata Rizki.

Dalam kaitan itu, Anas lantas menambahkan, dalam acara Prambanan Jazz Online ini pihaknya juga mengadakan donasi untuk pekerja event dan seni terdampak pandemi COVID-19. “Khususnya di wilayah Yogyakarta,” kata Anas. 

****

3 Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko Masuki Normal Baru

Candi Borobudur

Tiga kawasan Candi: Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko mulai dibuka untuk umum dengan menjalankan protokol kesehatan era normal baru.

PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero) (PT TWC)  selaku pengelola kawasan Candi Borobudur, Candi Prambanan dan Candi Ratu Boko menjalankan protokol kesehatan untuk memasuki era normal baru. Pengelola 3 candi ini sudah melakukan simulasi penerapan protokol kesehatan sejak 1 Juli 2020.

Berdasar informasi dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, para wisatawan yang akan berkunjung diatur mulai dari tempat kedatangan hingga pintu keluar Kawasan Candi Borobudur dan Ratu Boko. Papan-papan informasi tentang tata cara pencegahan COVID-19 juga terpasang diberbagai sudut kawasan. Mulai dari penggunaan masker, cuci tangan, juga pemberlakuan social distancing (penjarakan sosial) maupun physical distancing (penjagaan jarak antarorang). 

Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan kawasan Ratu Boko senantiasa menjadi saksi bisu tentang zaman yang terus-menenus berganti. Bahkan betapa pandemi telah mengubah cara manusia dalam memandangnya sebagai sebuah destinasi wisata.

Ke tiga kawasan wisata ini telah melewati beragam zaman, ribuan generasi, berabad lamanya menyaksikan perubahan yang tak pernah berhenti. Hingga lahir era normal baru sebagai adaptasi atas pandemi.

Protokol Kesehatan Candi Borobudur

Pintu Masuk Candi Borobudur
Pemeriksaan suhu di pintu masuk Candi Borobudur

Normal baru yang mengharuskan semua pihak untuk wajib memperhatikan protokol kesehatan, termasuk bagi yang ingin berkunjung ke dalamnya. Protokol kesehatan yang mengutamakan kebersihan, kesehatan dan keamanan juga diterapkan secara ketat di Kawasan Candi Borobudur yang berada di Jawa Tengah, Candi Prambanan yang berada di Jawa tengah dan Daerah istimewa Yogyakarta (DIY),  dan kawasan Candi Ratu Boko di DI Yogyakarta.

Sejumlah protokol kesehata yang dijalankan, misalnya saat hendak masuk kawasan, wisatawan akan dicek suhu tubuhnya terlebih dahulu. Bagi wisatawan dengan suhu di bawah 37,5 derajat diberi stiker warna hijau, kemudian pengunjung dengan suhu di atas 37,5 sampai 37,8 derajat diberi stiker warna kuning. Untuk pengunjung dengan suhu di atas 37,8 akan diberi stiker warna merah.

Sebelum sampai lokasi pembelian tiket, wisatawan dianjurkan untuk cuci tangan dan melewati ruang atau bilik suci hama (disinfection chamber) yang aman bagi pengunjung. Loket-loket tiket masuk masih dibuka, hanya saja wisatwan yang hendak membeli tiket melakukannya dengan antrian sesuai protokol jaga jarak.

Untuk pembelian tiket, wisatawan juga dianjurkan untuk menggunakan metode nontunai. Begitupun, pengelola juga masih melayani bagi para wisatawan yang akan membeli tiket dengan cara tunai. Selain pembelian secara langsung, calon pengunjung juga bisa membeli tiket secara online melalui situs ticket.borobudurpark.com.

Setelah mendapatkan tiket, pengunjung bisa memasuki kawasan candi yang dibuka dari pukul 08.00–16.00 WIB, sedangkan Ratu Boko beroperasi dari pukul 09.00–16.00 WIB. Dalam kurun waktu tersebut ada jeda istirahat selama satu jam untuk membersihkan semua peralatan protokol kesehatan yang telah digunakan oleh wisatawan.

PT TWC memberlakukan pembatasan jumlah pengunjung maksimal 1500 pengunjung setiap harinya. Ini adalah 25 persen dari kapasitas kunjungan setiap harinya. Sedangkan untuk wisatawan yang ingin melihat lebih dekat Candi Borobudur hanya diperbolehkan sampai plataran candi atau Zona 1 yang dibatasi sebanyak 140 pengunjung per jam.  

Wisatawan juga bisa mengeksplorasi keindahan kawasan candi dengan berjalan kaki, menggunakan sepeda yang disewakan pihak pengelola atau berkeliling yang lebih dikenal dengan sebutan “Tayo” dan dibandrol seharga Rp15 ribu perorang.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengajak seluruh pihak, termasuk masyarakat dan industri pariwisata dan ekonomi kreatif untuk turut serta dalam kampanye “Indonesia Care” dengan melaksanakan pengelolaan tempat usaha dan wisata yang memastikan sanitasi, higienitas, dan pelayanan tanpa kontak langsung. 

Pelaksanaan protokol sangat penting dan strategis untuk dilaksanakan sebaik-baiknya dengan melibatkan pengusaha, konsumen, dan masyarakat. 

Dengan upaya ini diharapkan sektor yang sudah dibuka dan yang akan dibuka siap melaksanakan protokol kesehatan dengan baik. Sektor pariwisata dan ekonomi kreatif bisa kembali bergerak dan produktif, namun tetap aman dari COVID-19. 

“Sehingga saat nantinya sudah ada keputusan untuk kembali dibukanya satu destinasi, kegiatan di dalamnya dapat berlangsung dengan baik namun tetap aman dari COVID-19,” kata Wishnutama. 

****

Pulau Untung Jawa Mutiara di Kepulauan 1000

Pulau Untung Jawa di Kepulauan 1000 adalah mutiara yang masih terpendam

Pulau Untung Jawa di Kepulauan Seribu adalah mutiara terpendam di Kepulauan Seribu. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mendorong potensi ekonomi kreatif berupa kuliner, fesyen, dan kriya selain potensi wisata berbasis alam dan budaya di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Pulau Untung Jawa

Hal itu diungkapkan Menparekraf Sandiaga Uno saat melakukan visitasi 50 desa wisata terbaik Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Sabtu 4 September 2021. Ia tidak menyangka, potensi pariwisata dan ekonomi kreatif di pulau yang jumlah penduduknya sekitar 2 ribu jiwa itu mampu bersaing dengan desa wisata kelas dunia seperti Desa Wisata Penglipuran (Bali), Jatiluwih (Bali), Nglanggeran (DIY), Pujon Kidul (Jawa Timur), hingga Penting Sari (DIY).

“ADWI ini ajang untuk desa-desa wisata di nusantara. Awalnya saya tidak terpikir DKI Jakarta bisa bersaing dengan desa-desa wisata yang sudah berkelas dunia seperti Penglipuran, Jatiluwih, Nglanggeran, Pujon Kidul, dan Penting Sari itu desa wisata kelas dunia. Ternyata DKI Jakarta memasukan 2, pertama Setu Babakan dan Untung Jawa yang keduanya menyimpan potensi yang luar biasa. Ini yang membuat saya haru. Seribu pulau, seribu pesona,” kata Menparekraf Sandiaga Uno.

Menparekraf Sandiaga Uno mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran, baik pemerintah daerah, hingga pelaku pariwisata di Pulau Untung Jawa yang berhasil masuk 50 besar ADWI 2021. Ia berharap kedepan wilayah yang berbatasan dengan Kabupaten Tangerang itu mampu meningkatkan daya saing yang lebih baik, membuka lapangan kerja, dan menyejahterakan masyarakat melalui potensi pariwisata dan ekonomi kreatif. 

“Saya tidak akan pernah lupa dengan Untung Jawa. Karena saya pernah tugas di sini. Saya doakan pariwisata segera pulih, lapangan kerja terbuka sehingga memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. Salah satu potensi ekonomi kreatif di Untung Jawa yaitu kuliner sukunnya yang merupakan pohon endemik di sini. Sehingga bisa menjadi produk unggulan,” katanya.

Saat berkunjung ke pulau yang terkenal dengan jembatan pengantin yang ikonik itu, Menparekraf Sandiaga sempat membeli dan menggunakan produk UMKM yang dijual masyarakat di sana. Ia membeli baju berwarna hijau dan bermotif bunga-bunga yang memang cocok digunakan saat berwisata ke pantai. 

“Selian kuliner ada juga, suvenir berbasis kriya dan fesyen. Saya pakai baju model Hawai ini, sangat cocok digunakan saat di pantai. Seperti ini tidak gerah dan sangat fashionable. Sebetulnya ini bisa dibuat baju khas Untung Jawa, seperti tadi model batiknya. Tinggal diubah modelnya sehingga ini bisa jadi baju khas Untung Jawa,” ujarnya.

Pulau Untung Jawa adalah mutiara dengan potensi ekonomi kreatif di Kepulauan Seribu.
Potensi ekonomi kreatif yang ada di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu. Foto: Dok. Kemenparekraf

Seperti diketahui, Pulau Untung Jawa sendiri dikenal sebagai destinasi wisata dekat dengan daratan Jakarta dan Tangerang yang menawarkan pemandangan pasir berwarna putih lembut dipadukan dengan air laut berwarna hijau. Untuk amenitas, Pulau Untung Jawa memiliki 220 kamar homestay yang dimiliki 51 pemilik yang dibangun masyarakat. 

Pulau Untung Jawa juga menyuguhkan permainan air seperti banana boat, donat boat atau snorkeling, namun semenjak PKKM permainan air tersebut berhenti sementara. Ada pula 12 unit toilet yang dibangun oleh swadaya masyarakat dan pemerintah yang juga diperuntukan sebagai kamar bilas.

Tidak hanya itu, Pulau Untung Jawa juga memiliki hutan mangrove cantik, dilengkapi keunikan Kampung Jepang yang ada di Pantai Sakura. Ada juga wisata konservasi yang ada di Pulau Rambut, wisata sejarah di Pulau Onrust, Pulau Cipir dan Pulau Kelor, serta Pulau Resort di Pulau Bidadari dan Pulau Ayer.

Berenang ke Pulau

Saat hendak tiba di Pulau Untung Jawa, Menparekaf Sandiaga Uno berenang kurang lebih 100 meter dari kapal menuju tepian pulau sambil melihat taman nemo yang berada di dekat Pantai Sakura. Tak lupa dia juga menyapa anak-anak yang juga sedang berenang dan bermain air di sana.

“Saya semenjak di Kemenparekraf bertambah berat badan saya. Tadi pas saya berenang di Pulau Sakura melihat nemo, anak-anak memanggil saya Pak Anies Baswedan, dulu bisa membedakan Anies Sandi, “oh ini Sandi karena lebih kurus”. Sekarang terlihat lebih gemukan,” ujarnya.

Pulau Untung Jawa memiliki segudang potensi sebagai destinas wisata.i
Berkeliling pulau Untung Jawa dengan sepeda ontel. Foto: Dok. Kemenparekraf

Setelah bilas badan dan bersih-bersih, Mantan Wagub DKI Jakarta itu berkeliling pulau dengan sepeda ontel sambil menyapa masyarakat dan pemilik homestay. Para pemilik homestay banyak yang mengungkapkan keinginan agar pariwisata di Kepulauan Seribu khususnya di Pulau Untung Jawa segera dibuka. Lantaran semenjak penerapan PPKM, jumlah wisatawan menurun drastis sehingga mengganggu perekonomian masyarakat di sana.

“Homestay Baronang nanya kapan di buka? narasinya tunggal, setelah vaksin dan penerapan protokol kesehatan yang disiplin kemudian saya siapkan panduan, kemudian nanti tinggal Pak Bupati yang menentukan kapan dibuka, namun perlu dikoordinasikan ke Gubernur,” katanya.

agendaIndonesia

*****

Desa Wisata Budaya Betawi Dikembangkan di 2 Wilayah Jakarta

Desa Wisata Budaya Betawi dikembangkan di dua wilayah Jakarta

Desa wisata budaya Betawi dikembangkan di dua wilayah Jakarta. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mengapresiasi potensi pariwisata dan ekonomi kreatif yang sedang dikembangkan pengelola Desa Wisata Perkampungan Budaya Betawi, Jakarta Selatan, yaitu Bank Sampah Pemuda Mandiri.

Desa Wisata Budaya Betawi

Hal ini dikarenakan Bank Sampah Pemuda Mandiri sesuai dengan konsep pariwisata ke depan yaitu sustainable tourism atau pariwisata berkelanjutan. Dalam program ini, pengelola Bank Sampah Pemuda Mandiri mengumpulkan sampah yang masih layak pakai untuk diolah menjadi produk ekonomi kreatif.

“Tadi kita melihat ada Bank Sampah yang sedang dikembangkan, ini merupakan bagian dari pariwisata berkelanjutan dan juga membuka peluang usaha bagi pelaku ekonomi kreatif masyarakat Betawi. Untuk itu, saya imbau kepada seluruh masyarakat untuk menabung sampah dan menyetornya ke Bank Sampah,” kata Menparekraf Sandiaa Uno, saat visitasi ke Desa Wisata Perkampungan Budaya Betawi, Jakarta Selatan, Jumat 3 September 2021.

Desa Wisata Perkampungan Budaya Betawi ini menjadi salah desa wisata yang masuk ke dalam 50 besar ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021. Dikatakan Menparekraf Sandiaga, ADWI merupakan salah satu upaya yang dilakukan Kemenparekraf/Baparekraf untuk mewujudkan desa wisata sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia, berdaya saing, dan berkelanjutan. “Jadi bukan lagi kita yang membangun desa, tapi justru desa wisata yang membangun Indonesia,” ujarnya.

Desa Wisata Perkampungan Budaya Betawi terletak di Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Kota Administratif Jakarta Selatan. Sesuai dengan namanya, desa wisata ini merupakan kawasan yang difungsikan sebagai tempat pelestarian budaya Betawi, sehingga keseharian serta adat istiadat masyarakat Betawi dapat dijumpai disini. Seperti latihan pencak silat, palang pintu, aqiqah, injak tanah, hingga ngarak penganten sunat.

Desa Wisata Budaya Betawi dikembangkan di sejumlah wilayah Jakarta.
Boneka mini ondel-ondel bisa menjadi salah satu buah tangan khas dari Jakarta. Foto: Dok. Kemenparekraf

Desa seluas 289 hektare ini juga memiliki dua setu, yaitu Setu Babakan dan Setu Mangga Bolong yang dimanfaatkan untuk wisata air, seperti sepeda air, olahraga kano, dan memancing. Suasananya pun asri dan sejuk karena dikelilingi rindangnya pepohonan khas Betawi seperti kecapi, rambutan, sawo, nangka, melinjo dan pisang.

Selain adat istiadat yang masih kental, ada pula kuliner khas dari Betawi yang sangat menggugah selera dan memanjakan lidah diantaranya kerak telor, laksa, es selendang mayang, toge goreng dan juga bir pletok. Menparekraf pun berkesempatan untuk belajar meracik es selendang mayang, mulai dari menuangkan es batu, kemudian selendang mayang, mutiara, lalu santan, dan gula aren.

Produk ekonomi kreatif seperti batik Betawi juga menjadi produk yang diunggulkan, karena memiliki ciri khas warna tersendiri yaitu warna yang mencolok dan motifnya menggambarkan tentang kebudayaan Betawi.

Desa ini juga menghadirkan wisata agro yang mampu menjadi daya tarik wisata, yaitu kampung alpukat, di mana para pengunjung mendapatkan pengalaman untuk memetik buah alpukat.

Selain itu, desa wisata ini memiliki Museum Betawi yang sudah tersertifikasi “Indonesia Care” berbasis CHSE. Tidak hanya itu saja, penerapan protokol kesehatan di kawasan ini pun sudah sangat baik, terlihat dari tersedianya tempat cuci tangan serta hand sanitizer, sign untuk jaga jarak, dan dilakukannya disinfektan secara berkala.

Hal tersebut yang kemudian menjadikan Desa Wisata Perkampungan Budaya Betawi sebagai salah satu desa wisata yang paling lengkap, menarik serta menjadi pilihan bagi para wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

“Ini adalah satu kawasan yang dapat menggerakkan ekonomi dan membuka peluang kerja seluas luasnya. Tentu harapannya, dampak dari pada desa ini bisa dirasakan oleh masyarakat secara langsung,” ujarnya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Direktur Tata Kelola Destinasi Kemenparekraf/Baparekraf, Indra Ni Tua; Walikota Jakarta Selatan, Marullah Matali; Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Iwan Henry Wardhana; Kepala Desa Wisata Perkampungan Budaya Betawi, Imron; serta para anggota Pokdarwis Desa Wisata Perkampungan Budaya Betawi.

Selain Jakarta Selatan, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, juga meyakini kalau subsektor kuliner yang ada di Kota Administrasi Jakarta Utara mampu meningkatkan perekonomian masyarakat dan juga membuka lapangan kerja seluas-luasnya.

Desa Wisata Budaya Betawi dikembangkan di wilayah-wilayah Jakarta
Menteri Pariwisata Sandiaga Uno meracil Es Selendang Mayang. Foto: Dok. Kemenparekraf

Hal ini dikarenakan di tengah pandemi dan tantangan ekonomi para pelaku ekonomi kretif Jakata Utara mampu menghasilkan berbagai macam produk kuliner yang bervariatif, semisal cilok keju, baby crab crispy, kunyit asem dan beras kencur, mie days, jamu gendong, susu kedelai gnv lezatos, bir pletok, kolang kaling, dapur roka sambel nusantara, hingga kebab hunter.

“Boleh dikatakan pelaku ekonomi kreatif di Jakarta Utara ini sanggup survive atau bertahan di tengah pandemi, karena produk yang dihasilkan sangat inovatif,” kata Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno saat menghadiri Workshop Pengembangan Kabupaten/Kota (KaTa) Kreatif, di Pendopo Hutan Mangrove, Jakarta Utara, Sabtu 4 September 2021.

Dalam kesempatan itu, Menparekraf pun turut mencicipi salah satu produk kuliner yaitu Kebab Hunter, yang diracik sendiri oleh Ibu Istiqomah. Kebab Hunter ini memiliki saos spesial sehingga menghasilkan cita rasa yang unik dan khas ala Timur Tengah.

“Sebelumnya saya sudah pernah makan kebab di Timur Tengah, dan ini jauh lebih enak karena terasa gurih dan pedasnya pas. Not to hot, but not to soft. Ini kalau dihangatkan lagi pasti jauh lebih enak,” tuturnya.

Dengan adanya potensi subsektor kuliner di Jakarta Utara, Kemenparekraf/Baparekraf berupaya untuk menjadikan Kota Administrasi Jakarta Utara sebagai salah satu kota kreatif Indonesia. Oleh karenanya, kehadiran workshop ini sebagai pemantik untuk mendorong pelaku ekraf dalam menggali dan menumbuhkembangkan potensi daerah lokalnya dengan pemanfaatan teknologi digital. “Kita harapkan kebangkitan khususnya di subsektor kuliner ini bisa membuka peluang kerja bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Selain potensi kuliner, Jakarta Utara yang terletak di pesisir utara memiliki Hutan Mangrove yang mampu menjadi daya tarik wisata dan perlu dilestarikan. Karena semakin banyak hutan mangrove di daerah Jakarta, jumlah oksigen akan semakin meningkat.

agendaIndonesia

*****

Banjarmasin Didorong Kembangkan Wisata 1000 Sungai

Banjarmasin didorong kembangkan wisata 1000 sungai

Banjarmasin didorong kembangkan wisata 1000 sungai karena dinilai memiliki potensi itu. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mendorong pengembangan potensi wisata sungai yang ada di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Banjarmasin Didorong Kembangkan Wisata 1000 Sungai

Hal ini disampaikan Sandiaga saat berolahraga pagi di tepian Sungai Martapura, Kamis 2 September 2021. Sandiaga mengatakan, Banjarmasin yang dijuluki “Kota Seribu Sungai” memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan wisata sungai dengan konsep waterfront seperti di Istanbul, Turki dan Bangkok, Thailand.”Banjarmasin ini adalah Kota Seribu Sungai. Jadi sungai ini harus kita gunakan sebagai beranda kita,” kata Sandiaga.

Banjarmasin didorong kembangkan wisata 1000 sungai sebagai kekuatan pariwisata.
Pedagang Sayuran dan buah di Pasar Apung Banjarmasin. Foto: Dok. Kemenparekraf

Dalam upaya pengembangan potensi wisata sungai di Banjarmasin, lanjut Sandiaga, pihaknya memberikan dukungan terhadap program Martapura Bungas. Program yang diinisiasi oleh Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Selatan ini merupakan program revitalisasi dan meningkatkan kualitas air sungai dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2021.

“Ini kita dukung, karena tidak terlalu banyak kota di Indonesia yang mempromosikan sungai sebagai daya tarik utamanya. Jadi untuk wisata sungai ini yang akan kita kedepankan,” katanya.

Sandiaga menuturkan, dari segi atraksi, Banjarmasin memiliki pasar terapung yang menarik untuk dikunjungi oleh para wisatawan. Sehingga, ia pun akan mendorong pola perjalanan menggunakan perahu di sepanjang Sungai Martapura dan Sungai Barito yang melintasi Banjarmasin.

“Saya nanti mendorong travel pattern di Banjarmasin menggunakan perahu-perahu. Agar memberikan kenangan dan pengalaman yang membekas bagi wisatawan karena itulah pariwisata masa depan,” ujar Sandiaga.

Sandiaga juga mengimbau agar masyarakat Banjarmasin tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat dan disiplin serta melakukan vaksinasi di sentra-sentra vaksinasi yang sudah ada. “Kebangkitan pariwisata dan ekonomi kreatif ini harus sejalan dengan pemulihan kesehatan karena yang utama adalah kita tekan penularan COVID-19 dan peningkatan vaksinasi,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini Sandiaga didampingi oleh Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina; Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ariffin Noor; Ketua DPRD Kalimantan Selatan, Sufian HK; Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan, Syariffudin; serta Kepala Dinas Lingkungan Provinsi Kalimantan Selatan, Hanifah Dwi Nirwana. Selain berolahraga, Menparekraf Sandiaga juga menyempatkan diri bercengkrama dengan para pedagang di Pasar Terapung Konoko dan mengunjungi Pusat Riset Bekantan menggunakan perahu cepat.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, optimis kain sasirangan khas masyarakat Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mampu membangkitkan perekonomian di Kalimantan Selatan.

Sasirangan merupakan kain adat Indonesia yang berasal dari Suku Banjar, Kalimantan Selatan. Nama sasirangan diambil dari kata menyirang. Hal ini merujuk pada cara membuat kain sasirangan yang melalui proses menjelujur menggunakan perintangan dan pewarnaan.

Banjarmasin didorong kembangkan wisata 1000 sungai dan dipadu dengan produk-produk kreatif seperti kain sasirangan.
Kain Sasirangan khas Banjarmasin. Foto: Dok. Kemenparekraf

Menparekraf Sandiaga saat kunjungan ke Permodalan Nasional Madani (PNM) cabang Mekaar, Banjarmasin, Kamis 2 September 2021, meninjau sentra inkubasi produk ekonomi kreatif di wilayah itu. Ia menyampaikan bahwa kain sasirangan memiliki potensi yang besar membangkitkan perekonomian Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

“Kalau kita lihat buat sasirangan ini susah buatnya. Jadi kalau lihat sasirangan ini kita harus jadi rombongan yang enggak boleh boleh nawar-nawar dan langsung beli,” ujar Sandiaga.

Menurut cerita adat, kain nusantara ini berasal dari abad ke-12. Kain sasirangan dipercaya memiliki kekuatan magis untuk pengobatan dan perlindungan roh-roh jahat. Hal inilah yang memengaruhi pewarnaan kain sasirangan.

Seperti jika akan digunakan untuk mengobati penyakit kuning, maka warna kain juga dibuat kuning. Dan meski punya warna-warna cantik nan mencolok, semua bahan pewarna kain sasirangan diambil dari alam, seperti kunyit, jahe, biji buah gandaria, dan kulit rambutan.

Sandiaga mengatakan, produk sasirangan memiliki keunikan yang berdaya saing tinggi. Ia mengapresiasi ibu-ibu Mekar yang juga merupakan perajin kain sasirangan.

“Kita harus fokus, saya yakin produk ekonomi kreatif di Kalimantan ini adalah sasirangan. Kita lihat Kalimantan Selatan ingat sasirangan, ingat Banjarmasin Selatan ingat sasirangan. Seperti ibu-ibu di Mekar ini yang dalam waktu 5 tahun mendapatkan 10 juta akses permodalan,” ujar Sandiaga.

Sandiaga menjelaskan, hadirnya Permodalan Nasional Madani dengan layanan permodalan dapat membantu pelaku ekonomi kreatif dalam mengembangkan usahanya. Sehingga turut membangkitkan perekonomian nasional.

“PNM sudah hadir dengan permodalan, saya yakin ini akan menggerakkan ekonomi dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya. Total di Mekar ini sudah 10 juta dalam 5 tahun, ini merupakan suatu prestasi yang luar biasa. Dan di 17 Agustus lalu tembus 10 juta. Jadi kita semua mendukung. Setuju ya ibu-ibu, mudah-mudahan ini tambah sukses ke depan,” ujar Sandiaga.

agendaIndonesia

*****

Trisakti Tourism Award 2021 Diikuti 242 Desa

Trisakti Tourism Award 2021 digelar dan diikuti 242 Desa.

Trisakti Tourism Award 2021 yang mengusung tema Desa Wisata diikuti 242 Desa Wisata Maju dan Desa Wisata Mandiri diumumkan 26 Agustus 2021 lalu. Penghargaan ini dilaksanakan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong pemerintah daerah mampu memajukan pengembangan desa wisata.

Trisakti Tourism Award 2021

Ketua DPP PDIP Wiryanti Sukmadani mengatakan pihaknya ingin mengapresisiasi pemerintah dalam pembangunan kepariwisataan. Mereka juga ingin mendorong pemerintah daerah mengoptimalkandana desa pada desa yang memiliki potensi alam, budaya, dan ekonomi kreatif untuk dijadikan tujuan wisata.

Yanti menjelaskan, penghargaan tahun ini ditetapkan pada empat kategori, yakni desa wisata berbasis alam, desa wisata berbasis budaya, desa wisata berbasis kreatif, dan desa wisata berbasis kuliner. Selain itu, ada dua penghargaan baru, yakni Special Recognition Desa Wisata dan Special Recognition Kepedulian Terhadap Sektor Pariwisata.

Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, memborong sejumlah penghargaan bergengsi dalam Trisakti Tourism Award 2021 yang acara puncaknya digelar di Jakarta. Dalam acara yang di gelar Kamis malam tersebut, Banyuwangi meraih empat piala dari enam kategori penghargaan yang diberikan.

Penghargaan pertama yang diterima Banyuwangi adalah “Special Recognition” sebagai daerah berkomitmen tinggi untuk mengembangkan pariwisata. Dalam kategori ini, Cagar Biosfer Blambangan mendapat penilaian penting para dewan juri.

“Penghargaan ini menjadi kado bagi teman-teman pegiat pariwisata di Banyuwangi. Khususnya bagi pengelola desa wisata. Semoga ini bisa menjadi penyemangat untuk bisa bangkit di tengah pandemi,” ungkap Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dalam rilis yang dikirim ke media massa itu.

Selain penghargaan Special Recognition, Banyuwangi juga meraih juara pertama untuk kategori Desa Wisata Alam. Desa Tamansari, Kecamatan Licin, menjadi andalan bumi Blambangan. Indahnya Kawah Ijen dan perkampungan di lereng pegunungan menjadi suguhan utamanya.

Banyuwangi juga meraih juara II untuk dua kategori sekaligus. Yakni, Desa Wisata Budaya yang diraih Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, dengan berbagai kekayaan budaya Suku Osing; dan Desa Wisata Kreatif untuk Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo dengan Bangsring Underwater-nya.

Ketua Dewan Juri Prof. Sapta Niswandar menyebutkan, penghargaan ini melalui proses penjurian yang ketat dengan jajaran dewan juri yang terdiri atas para praktisi dan akademisi lintas bidang.

“Ada tiga hal yang menjadi unsur penilaian. Mulai aksesibilitas, sumber daya manusianya hingga bagaimana budaya digerakkan,” ungkap Ketua Tourism Forum yang juga Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2011-2014 itu.

Para peserta juga harus mengikuti seleksi dari ratusan nominator dari seluruh Indonesia. “Tidak kurang dari 242 peserta yang mendaftar dalam Trisakti Tourism Award tahun ini. Meningkat 400 persen lebih dari penyelenggaraan sebelumnya,” kata Ketua Panitia Trisakti Tourism Award, Wiryanti Sukamdani.

Trisakti Tourism Award ini sebagai bagian dari upaya membumikan ajaran Trisakti Bung Karno dalam berbagai bidang. “Implementasi Trisakti ini sama halnya dengan Pancasila. Bagaimana kita bisa berdaulat di dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan,” ungkap Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri.

Lebih lanjut Megawati juga mengungkapkan pentingnya peranan desa dalam mentransformasikan nilai-nilai Trisakti tersebut. “Desa harus menjadi sejahtera. Untuk bisa mewujudkan kesejahteraan itu, semuanya harus bergotong royong. Pemimpin harus mengetahui permasalahan di desa. Turun langsung. Tanya kenapa ada masalah di desa. Lalu, selesaikan,” terang Presiden Indonesia keempat itu.

Megawati mencontohkan langkah yang dilakukan oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. Menurutnya, langkah Ipuk dalam program bupati berkantor di desa adalah bagian dari upaya mengembangkan desa.

“Begitu jadi (dilantik), langsung mencurahkan perhatiannya pada desa. Penanganan masalah langsung ke desa. Dia berkantor di situ. Ini bisa ditiru,” pungkasnya.

Trisakti Tourism Award 2021 digelar dan dikuti 242 desa.
Salah satu spot wisata di Desa Mangunan, Dlingo, Bantul, Togyakarta. Foto: Dok. unsplash

Sementara itu, empat desa wisata di Kabupaten bantul, Daerah istimewa Yogyakarta, juga berhasil meraih penghargaan dalam Trisakti Tourism Award 2021.

Wakil Bupati Bantul, Joko Budi Purnomo menyampaikan, empat desa wisata itu adalah Desa Wisata Kaki Langit Mangunan, Dlingo; Desa Wisata Jagalan, Banguntapan; Desa Wisata Wukirsari, Imogiri; dan sentra batik kayu di Krebet, Kasihan. Sejatinya ada lima desa wisata yang mengikuti lomba tersebut.

“Ada satu desa wisata yang tidak menang yaitu sentra jamu Kiringan di Kapanewon Jetis,” ujar Joko di Yogyakarta.

Ada empat kategori yang dilombakan dalam Trisakti Tourism Award tersebut.  Yaitu kategori wisata alam, desa kreatif, wisata kuliner, dan wisata budaya.

agendaIndonesia

****

Kereta Bandara Internasional Yogyakarta Beroperasi 27 Agustus

Kereta Bandara Internasional Yogyakarta beroperasi 27 Agustus 2021

Kereta Bandara Internasional Yogyakarta mulai beroperasi 27 Agustus 2021. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Pandjaitan, bersama Gubernur DI Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, meresmikan kereta bandara dari Stasiun Tugu Yogyakarta ke Yogyakarta International Airport atau YIA di Kabupaten Kulon Progo, Jumat 27 Agustus 2021.

Kereta Bandara Internasional Yogyakarta

“Dengan adanya kereta api bandara ini, jarak tempuh dari Yogyakarta ke Bandara YIA yang sebelumnya sekitar 1,5 jam bisa dipangkas menjadi 40 menit saja,” kata Luhut didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo di Stasiun Tugu Yogyakarta.

Menteri Luhut Pandjaitan mengatakan, kereta api bandara ini termasuk salah satu proyek strategis nasional dengan nilai anggarannya sekitar Rp 1,1 triliun. Proyek ini mulai dikerjakan sejak 2015. “Operasional kereta bandara ini melengkapi sarana pendukung Bandara YIA selain moda transportasi darat lain, seperti taksi dan Bus Damri yang sebelumnya sudah beroperasi,” kata Luhut.

Menurut Luhut, pembenahan sektor perkeretaapian membutuhkan investasi tinggi. Meski begitu, transportasi berbasis rel ini penting karena mampu memangkas waktu perjalanan secara signifikan. Dengan begitu, wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta bisa puas karena hemat waktu. “Bagaimanapun Yogyakarta adalah kota pelajar, destinasi wisata, sehingga kereta bandara ini disiapkan untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisata ke daerah ini,” kata dia.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, meski pandemi Covid-19 belum berlalu, pengerjaan kereta bandara tak berhenti supaya selesai tepat waktu. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Gubernur DI Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, yang membantu menyelesaikan urusan pembebasan tanah dan lainnya, sehingga pengerjaan kereta bandara ini tepat waktu,” kata dia.

Secara terpisah, PT Kereta Api Indonesia (Persero) memberikan dukungan penuh terhadap pengoperasian Kereta Api Bandara Yogyakarta International Airport (YIA). Hal tersebut diwujudkan melalui berbagai persiapan terkait layanan KA bandara yang menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional ini.

Kereta Bandara Internasional Yogyakarta beroperasi 27 Agustus 2021.
Salah satu sudut Stasiun Kereta Bandara Internasional Yogyakarta. Foto: Dok. PT KAI

VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan bahwa sebelumnya pada Mei 2019 KA Bandara YIA beroperasi melalui Stasiun Wojo, nantinya layanan KA Bandara YIA dapat langsung masuk ke dalam Bandara YIA melalui Stasiun Bandara YIA untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat yang akan bepergian dari dan menuju Bandara YIA.

Dalam tahap persiapan ini, KAI sebagai operator memberikan dukungan dengan mempersiapkan area pelayanan pelanggan KA, baik yang berada di Stasiun Bandara YIA maupun di Stasiun Yogyakarta.

Di Stasiun Bandara YIA, telah dibangun ruang tunggu dan pelayanan penumpang yang representatif. Tersedia fasilitas pelayanan loket, Informasi Pelanggan (Customer Service), ruang tunggu yang nyaman, fasilitas ruang kesehatan serta laktasi, dan pos keamanan.

Untuk menuju ke area peron stasiun, nantinya hanya pelanggan KA Bandara yang sudah memiliki tiket yang dapat masuk melalui e-gate yang tersedia ketika KA yang akan dinaiki sudah tersedia.

“Ruang pelayanan penumpang KA di Stasiun Bandara YIA ini memiliki pernik-pernik khas Yogyakarta dan tersedia pelayanan yang representatif, tujuannya untuk memberikan kenyamanan kepada para pelanggan KA Bandara. Sedangkan untuk di Stasiun Yogyakarta, KAI juga sudah menyiapkan ruang tunggu khusus pelanggan KA Bandara,” ungkap Joni.

KAI juga telah mempersiapkan SDM perusahaan yang nantinya akan bertugas untuk melayani pera pelanggan kereta api dan menjalankan operasional KA Bandara yang saat ini masih dalam tahap proses persiapan oleh berbagai pihak.

Joni menjelaskan, terkait detail pengoperasian perjalanan KA Bandara rute Stasiun Yogyakarta – Stasiun Bandara YIA , KAI masih menunggu arahan resmi dari pemerintah.

“Kami klarifikasi bahwa info terkait detail pengoperasian KA Bandara rute Stasiun Yogyakarta-Stasiun Bandara YIA pp sampai dengan saat ini masih belum ditetapkan. Saat ini kami menunggu arahan dan keputusan resmi dari pemerintah. Secara intensif KAI terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait rencana pengoperasian KA tersebut,” tegas Joni.

Nantinya, kehadiran KA Bandara YIA ini diharapkan mampu membantu pemulihan perekonomian masyarakat dan mendukung konektivitas ke berbagai destinasi wisata yang ada di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Hadirnya KA Bandara ini juga melengkapi layanan Kereta Api terintegrasi dengan layanan pesawat di bandara.

“KAI siap mendukung penuh berbagai program pemerintah dalam hal meningkatkan konektivitas masyarakat dalam hal bertransportasi. Hadirnya integrasi antarmoda antara Kereta Api dan Pesawat Terbang ini akan memberikan kemudahan kepada pelanggan melalui moda transportasi yang nyaman dan tepat waktu,” ujar Joni.

agendaIndonesia

*****

Desa Sungai Batang Masuk 50 Besar ADWI 2021

Desa Sungai Batang masuk 50 Besar ADWI 2021.

Desa Sungai Batang masuk 50 Besar ADWI 2021. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno optimistis Desa Wisata Sungai Batang di Kabupaten Agam, Sumatra Barat, mampu menjadi daya ungkit kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di wilayah itu seiring ditetapkannya desa wisata tersebut masuk dalam 50 besar ADWI 2021.

Desa Sungai Batang Masuk 50 Besar ADWI 2021

Ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 merupakan ajang pemberian penghargaan kepada desa-desa wisata yang memiliki prestasi dengan kriteria-kriteria penilaian dari Kemenparekraf/Baparekraf. Event ini bertujuan menjadikan desa wisata Indonesia sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia dan berdaya saing tinggi. Dengan masuknya Wisata Sungai Batang di Kabupaten Agam ke dalam daftar 50 besar ADWI 2021 diharapkan akan memberikan dampak pada pengembangan ekonomi masyarakat yang berkeadilan.

Hal tersebut disampaikan Menparekraf Sandiaga Uno saat melakukan visitasi Desa Wisata Sungai Tanjung. “Ini adalah penghargaan bagi Kabupaten Agam dan juga Desa Wisata Sungai Batang karena tembus dari total 75 ribu desa lebih desa di Indonesia, menjadi 50 desa wisata terbaik. Sungai Batang menjadi bagian dari desa wisata Indonesia Bangkit,” kata Menparekraf Sandiaga Uno, Jumat 27 Agustus 2021.

Desa sungai Batang masuk 50 besar ADWI 2021 dan mulai menjalani masa visitasi.
Menteri Sandiaga Uno saat mengunjungi Museum Tempat Tinggal Buya Hamka di Agam, Sumatera Barat. Foto: Dok. Kemenparekraf

Desa wisata Sungai Batang adalah desa wisata yang terletak di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Terletak di sekitar Danau Maninjau, desa ini memiliki konsep wisata alam dan budaya. Sebagai tempat kelahiran dari tokoh agama, Buya Hamka, Desa Wisata Sungai Batang terasa kental dengan wisata sejarah dan religi.

Situs makam Syekh Muhammad Amrullah, ulama besar sekaligus kakek dari Buya Hamka, menjadi tempat wisata religi yang ditawarkan. Selain itu museum Buya Hamka juga menjadi daya tarik wisata yang sering dikunjungi oleh turis asing.

Desa Sungai Batang juga memiliki potensi alam dengan panorama Danau Maninjau yang begitu memanjakan mata. Berada di dekat persawahan, dengan air yang tenang dan di sana wisatawan juga dapat melihat burung bangau beterbangan. Selain tempat wisata, terdapat homestay dengan desain bangunan khas Minang.

Tidak ketinggalan dari segi kuliner, Desa Sungai Batang berlimpah dengan hasil komoditas ikan kecil berwarna putih kekuningan, yang biasa disebut Rinuak. Ikan ini merupakan hewan endemik Danau Maninjau, ikan ini bisa diolah menjadi berbagai macam makanan dan menjadi salah satu suvenir kuliner khas dari desa Sungai Batang.

“Kami ingin memberikan apresiasi kepada semua yang ada di sini yang sudah menjadikan tempat ini tempat yang berkah dan mudah-mudahan pascapandemi menjadi tujuan wisata tujuan nusantara maupun mancanegara,” kata Sandiaga Uno yang menyempatkan diri singgah di Museum Buya Hamka.

“Saya titip pesan agar protokol kesehatan yang ketat dan disiplin benar-benar diterapkan sehingga kita bisa berharap pada pariwisata dan ekonomi kreatif, juga UMKM di sini segera bangkit,” kata Sandiaga.

Sungai Desa Batang masuk 50 besar ADWI 2021 dan diharapkan bisa mendorong pariwisata di Agam.
Menteri Pariwisata Sandiaga Uno mencoba membatik saat mengunjungi Agam di Sumatera Barat. Foto: Dok. Kemenparekraf

Revitalisasi Danau Maninjau

Dalam kesempatan itu, Menparekraf Sandiaga Uno mengatakan pihaknya bersama pihak terkait juga akan melakukan revitalisasi Danau Maninjau agar bisa menjadi destinasi pariwisata berkelanjutan dan berkualitas. Kawasan Danau Maninjau dinilai sangat penting karena sudah masuk dalam kawasan strategis pariwisata nasional sehingga dapat menunjang potensi pariwisata wilayah sekitar.

Salah satu persoalan yang sedang dihadapi Danau Maninjau adalah sedimentasi yang tinggi akibat banyaknya Keramba Jaring Apung (KJA) yang belum tertata sesuai dengan daya dukung dan daya tampung danau.

“Kami dapat tugas dari Kemenkomarves untuk menata Danau Maninjau seperti kita menata Danau Toba. Berangkat dari pengalaman itu, kita tentunya harus mengutamakan kearifan lokal, kita ajak tokoh-tokoh daerah, tokoh agama, Ketua DPRD, bupati dan wakil bupati, tokoh ulama besar, juga UMKM,” kata Sandiaga.

Ia mengatakan pihaknya akan melakukan pendekatan yang sesuai dengan kearifan lokal, dengan menghadirkan program yang berpihak berkeadilan kepada masyarakat.

“Ini yang akan kami lakukan dengan melakukan diskusi dan melibatkan masyarakat dengan memperhatikan kearifan lokal. Mudah-mudahan bisa segera menemukan solusi,” kata Sandiaga.

Wakil Bupati Agam, Irwan Fikri, menyambut baik kehadiran Menparekraf dan rencana yang akan dilakukan ke depan dalam upaya pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Sumatra Barat, dan Kabupaten Agam pada khususnya.

“Kami berbahagia dengan kunjungan menteri bersama seluruh rombongan, ini jadi penyemangat bagi kami dan mudah-mudahan pariwisata kita akan bangkit ke depan,” kata Irwan Fikri.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kadispar Sumatra Barat, Novrial; Kadisparpora Agam, Syatria; serta Direktur Tata Kelola Destinasi Kemenparekraf/Baparekraf, Indra Ni Tua.

agendaIndonesia

*****

50 Besar ADWI 2021, Desa Wisata Apar Pariaman

50 Besar ADWI 2021, mulai memasuki visitisasi. Dimuali dari Desa Apar Pariaman

50 Besar ADWI 2021 (Ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021) memasuki tahapan desa wisata terbaik. Di tahapan ini, dewan juri melakukan visitasi dan penilaian langsung kepada 50 besar desa wisata yang didasarkan pada tujuh kategori lomba serta klasifikasi desa wisata.

50 Besar ADWI 2021

Desa Wisata Apar di Kota Pariaman, Sumatera Barat, menjadi desa wisata pertama yang divitasi dan dinilai. Visitasi dilakukan langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno bersama dewan juri, Jumat 27 Agustus 2021.

Menparekraf Sandiaga Uno, menjelaskan bahwa ADWI merupakan salah satu upaya yang dilakukan Kemenparekraf dalam mewujudkan desa wisata sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia, berdaya saing, dan berkelanjutan. Desa wisata merupakan simbol kebangkitan ekonomi nasional dan desa wisata merupakan tren terbaru pariwisata pascapandemi yang berbasis nature and culture. Yaitu fokus pada alam terbuka dan budaya.

“Kita bisa lihat Desa Wisata Apar Kota Pariaman, betapa besarnya potensi pariwisata dan ekonomi kreatif. Mulai dari pantainya yang indah dan bersih, track mangrove, konservasi penyu, juga yang tidak kalah menarik adalah STIB (Sekolah Tinggi Ilmu Baruak),” kata Menparekraf Sandiaga Uno.

50 besar ADWI 2021, Menteri Pariwisata melakukan visitasi dan melakukan penanaman pohon.
Menteri Pariwisata Sandiaga uno sedang menanam pohon. Foto: Dok. Kemenparekraf

Desa Wisata Apar memang memiliki berbagai potensi pariwisata dan ekonomi kreatif yang bisa menjadi keunggulan untuk dapat menarik wisatawan sehingga memberikan manfaat ekonomi dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat.

Seperti STIB, yakni di mana masyarakat setempat melatih beruk untuk dapat memetik buah kelapa dan memilihkan yang terbaik dan kemudian diberikan kepada wisatawan. Selain itu, wisatawan juga dapat menikmati rindangnya hutan mangrove yang dilengkapi dengan tracking mangrove, gazebo insta spot, menelusuri hutan mangrove dengan perahu kano, menara pandang, hingga hewan-hewan yang ada di dalam kawasan wisata Apar.

Desa Wisata Apar juga memiliki hamparan pantai yang biru nan bersih, memiliki sunset yang indah dan konservasi penyu. Kuliner yang menjadi ciri khas Desa Wisata Apar adalah mengolah buah mangrove menjadi minuman dan makanan. Untuk kriya atau kerajinan tangan ekonomi kreatif dengan kearifan lokal ada pada menyulam dengan benang emas dan kerajinan batang pisang.

“Jadi kita bisa lihat di desa wisata Apar hari ini, bahwa ini adalah satu program yang sangat menyentuh masyarakat. Desa wisata ini programnya tidak mengawang, tapi konkret serta tepat manfaat, tepat sasaran, dan tepat waktu. Memberikan sentuhan kepada masyarakat yang membutuhkan. Jadi kita sekarang fokus ke desa wisata yang jadi program unggulan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif,” kata Sandiaga.

Desa Wisata Apar diharapkan dapat menjadi daya ungkit bagi ekonomi desa dan sebagai wahana promosi untuk menunjukkan potensi desa-desa wisata di Indonesia kepada wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara. Serta mendorong daerah untuk dapat menciptakan desa wisata-desa wisata baru di wilayahnya yang dapat membangkitkan ekonomi desa.

“Ini adalah simbol kebangkitan kita, dan saya yakin kita akan mampu menghasilkan desa wisata yang memiliki potensi untuk menjadi keunggulan kita ke depan,” kata Sandiaga.

50 Besar ADWI 2021 mulai memasuki masa visitasi, dimulai dari Sumatera Barat.
Menteri Sandiaga menyerahkan piagam penghargaan kepada Wakil Gubernur Sumatera Barat Audy Joinaldy. Foto: Dok. Kemenparekraf

Wakil Gubernur Sumatra Barat, Audy Joinaldy, mengatakan, Sumatra Barat menjadi provinsi yang terbanyak mendaftarkan desa wisatanya di ajang ADWI 2021. Tercatat ada 231 desa wisata yang mendaftar di ajang ADWI 2021.

“Melalui seleksi ini kita berharap Desa Wisata Apar menjadi desa wisata nomor satu di Indonesia. Dan kehadiran Pak Menteri akan membantu mengekspos pariwisata Sumatra Barat secara nasional,” kata Audy Joinaldy.

Sementara Wali Kota Pariaman, Genius Umar, mengatakan, pariwisata menjadi salah satu penunjang yang turut mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Pariaman tumbuh positif sebesar 3 persen di semester I tahun 2021. Hal itu menunjukkan masyarakat Pariaman siap dalam menunjang kebangkitan ekonomi melalui pariwisata.

“Kami harapkan desa wisata ini Apar ini menjadi percontohan. Tidak hanya di Sumatra Barat tapi juga di Indonesia karena di Pariaman ini masyarakatnya memiliki mental juara, juga aktif menjaga lingkungan,” kata Genius Umar.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Pariaman, Madison Mahyuddin;  Kadispar Sumatra Barat, Novrial; Kadisparbud Kota Pariaman, Dwi Marhen Yono; Ketua Dewan Juri ADWI 2021 Azril Azahari; serta Direktur Tata Kelola Destinasi Kemenparekraf/Baparekraf, Indra Ni Tua.

agendaIndonesia

*****