5 Yang Manis Gurih Khas Balikpapan

IMG 2987

5 yang manis gurih khas Balikpapan sebagai buah tangan dari kunjungan ke kota minyak di Kalimantan Timur itu.

Lazimnya, oleh-oleh dari Balikpapan, Kalimantan Timur, berupa olahan ikan laut. Umumnya, bisa dikategorikan kerupuk, tapi dengan bentuk yang berbeda-beda, semisal amplang dan kuku macan. Belum lagi olahan penghuni laut yang lain, seperti peyek kepiting atau abon. Sebenarnya, ada pilihan lain tanpa bahan dari laut, di antaranya bolu gulung, mantau, emping, dodol, dan lempo. Tentu rasanya berbeda. Cenderung manis dan ada juga yang gurih. Yang pasti, tetap menggoda sebagai oleh-oleh untuk sanak saudara.

5 Yang Manis Gurih Khas Balikpapan

5 yang manis gurih khas balikpapan
5 yang manis gurih khas Balikpapan salah satunya bingka bakar. doc. TL

Bingka Bakar

Bagi Anda penggemar bingka bakar yang juga bisa ditemukan di beberapa daerah lain, seperti Banjarmasin dan Batam, di Balikpapan pun bisa ditemukan olahan yang sama. Memang kue ini khas kuliner masyarakat Melayu. Terbuat dari kentang yang dibubuhi daun pandan, bingka bakar terasa lebih lembut dan tetap aroma pandannya membuat orang berselera untuk mencicipinya. Dengan bentuk seperti bunga dengan pinggirnya yang berlekuk-lekuk, kue ini tampak tampil cantik. Namun ada juga beberapa orang yang membuatnya dalam bentuk yang lain.

Per buah bingka bakar pandan ini dipatok Rp 27 ribu,. Bisa dibeli sebelum berangkat ke Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Balikpapan. Salah satunya di Gulung Jenebora, yang juga menyediakan beragam oleh-oleh termasuk bolu gulung.

Gulung Jenebora

Jalan Jenderal Sudirman Nomor 429

Balikpapan

Gulung Pelangi

Seperti di kota lain, pengusaha kuliner di Balikpapan pun melakukan modifikasi olahan dan membuatnya menjadi oleh-oleh khas, selain makanan tradisional yang sudah dikenal luas. Salah satunya bolu gulung Jenebora. Dari tampilannya, bolu dibikin menarik karena dibuat warna-warni.

Bolu gulung dalam warna pelangi–merah biru kuning hijau—itu, nama sebenarnya ialah Bolu Gulung Rainbow Naga. Di bagian tengahnya bisa ditemukan selai. Selain itu, ada bolu gulung berwarna hijau, namanya Jenebora Gulung Green Tea. Pilihan lain berupa rasa durian dan nanas. Bolu bisa diperoleh dengan harga Rp 40-55 ribu. Gerainya berada di pusat kota. Karenanya, dengan mudah, bangunan yang dipulas merah di beberapa bagiannya itu ditemukan. Tertera pula labelnya dalam huruf berukuran besar. Selain bolu gulung, beragam olahan khas lokal bisa ditemukan di sini.

Gulung Jenebora

Jalan Jenderal Sudirman Nomor 429

Balikpapan 

Dodol Rasa Buah

Balikpapan memiliki jenis buah yang unik. Tampilannya mirip durian, tapi rasanya berbeda. Buah lai namanya. Namun untuk olahannya yang bisa dibawa pulang, tetap durian yang diproses. Tentu untuk membuang penasaran, tak ada salahnya mencicipi buah lai yang harum dengan warna kuningnya yang menggoda. Soal rasa, ternyata durian yang menjadi juara. Nah, untuk dibawa pulang, ada dodol atau lempok durian dengan rasa durian yang lebih kuat.

Bagi yang gandrung dengan buah beraroma keras ini, saatnya untuk memborong  lempok. Tapi bila tak kuat dengan aroma buah berduri ini, ada pilihan dodol dari salak. Adonan berupa santan kelapa, tepung ketan, gula pasir, gula merah, dan garam ini diberi tambahan berupa daging buah salak  matang yang sudah dihancurkan. Rasa manis bercampur rasa asam buah salak membuat dodol memiliki rasa yang khas. Tentu berbeda dengan dodol dari buah durian. Dijual dalam kemasan yang bermacam-macam, dodol dibanderol mulai Rp 20 ribu.

Bisa ditemukan di berbagai gerai oleh-oleh, termasuk pusat oleh-oleh Pasar Inpres Kebun Sayur.

Pasar Inpres Kebun Sayur

Jalan Letjen Suprapto

Balikpapan

Mantau Asin dan Manis

Roti mantau tak lain dari roti sepan atau roti kukus. Roti ini memiliki kekhasan berupa tekstur yang lembut.  Roti bisa disantap untuk sarapan, makan siang, atau makan malam. Roti yang satu ini termasuk sajian khas Balikpapan. Biasanya, roti kukus ini digoreng terlebih dulu sehingga terasa gurih dan dipadu dengan olahan sapi atau kepiting lada hitam.

Untuk dibawa sebagai oleh-oleh, mantau dikemas dalam satu kotak dengan isi sebanyak 10 buah. Sedangkan lada hitam dikemas dalam wadah terpisah. Hanya memang saat membawanya sebagai oleh-oleh, Anda sebaiknya membeli tepat di hari penerbangan ke kota asal karena roti kukus ini hanya bertahan 2 hari di udara terbuka. Bila disimpan di lemari es, bisa tahan hingga 7 hari. Tapi untuk daya tahan lebih tinggi, bisa disimpan di freezer hingga mantau pun tahan 30 hari. Satu paket mantau dan sapi lada hitam dijual Rp 60 ribu.

Pusat Pondok Mantau

Jalan Jenderal A Yani Nomor 28 RT 49

(Gang GAMA/Masjid Nurul Ihsan)

Balikpapan

Emping Pedas-Manis

Emping biasanya menjadi teman menyantap nasi plus soto atau hidangan lain. Emping memang tak melulu berasa asin dan berbentuk lebar. Adapula emping dalam ukuran lebih kecil dan lebih tebal dengan rasa manis. Nah, bila ke Balikpapan, Anda akan menemukan rasa baru dari olahan emping ini, yakni pedas. Jadilah emping pedas-manis. Olahan dari Kampoeng Timoer, yang dikenal membuat peyek dari kepiting, ini tak ada salahnya jadi oleh-oleh.

Dibuat dalam kemasan 100 gram, emping pedas-manis yang membuat mengemil sulit dihentikan ini dibanderol Rp 12 ribu. Bisa ditemukan di berbagai gerai oleh-oleh saat Anda meluncur ke bandara dari pusat kota Balikpapan atau di tempat pembuatannya langsung.

Peyek Kepiting Kampoeng Timoer

Jalan Strat 2 Nomor 30 RT 017

Balikpapan

Rita N.

5 Makanan Khas Garut yang Unik

jajanan khas garut

Petualangan ke Talaga Bodas atau wisata sejarah ke Candi Cangkuang di Kabupaten Garut tak lengkap jika belum mencicipi makanan khas Garut ini. Aneka makanan ini umumnya manis, kecil, dan tahan lama sehingga sangat pas dijadikan buah tangan bagi kerabat di kota lain. Kebanyakan orang hanya mengenal dodol Garut. Padahal ada banyak pilihan lain yang tak kalah lezat.

Rekomendasi Makanan Khas Garut

makanan khas garut dodol

Dodol Garut

Garut telah begitu identik dengan dodolnya, seperti Semarang dengan lumpia dan Yogyakarta dengan bakpianya. Jenisnya sangat beragam, seperti dodol wijen, dodol kacang, dodol nanas, dodol nangka, dodol tomat, dodol durian, dan buah-buahan lainnya. Ada pula gabungan cokelat dan dodol yang populer dengan nama Chocodot.

Burayot Garut

Burayot adalah makanan dari campuran gula merah, tepung beras, dan kacang tanah, lalu diolah dengan minyak kelapa. Proses penggorengannya memunculkan aroma khas dari makanan tersebut. Seiring semakin banyaknya penggemar, kini tersedia varian rasa, dari rasa durian, cokelat, kacang hijau, dan masih banyak lagi.

makanan khas garut dorokdok

Dorokdok Garut

Jika dilihat sekilas, dorokdok tak ubahnya seperti kerupuk kulit pada umumnya, padahal bahan bakunya berbeda. Kerupuk kulit terbuat dari kulit kerbau, sedangkan dorokdok terbuat dari kulit sapi. Dorokdok diolah menggunakan rempah-rempah dan tanpa bahan pengawet. Pengolahannya memerlukan waktu lima sampai tujuh hari karena harus direbus dan dijemur dulu sebelum digoreng. Dorokdok tersedia dalam dua versi, original dan pedas.

makanan khas garut emplod

Emplod Garut

Emplod dikenal juga dengan sebutan endog lewo. Artinya, telur yang terbuat dari Kampung Lewo. Bahan dasarnya singkong yang telah digiling dan diperas, kemudian didiamkan selama 24 jam. Selanjutnya, singkong dicampur dengan parutan kelapa dan aneka bumbu. Adonan emplod dibentuk menjadi bulatan kecil sebesar kelereng, baru kemudian digoreng. 

makanan khas garut ladu

Ladu Garut

Tekstur ladu atau disebut juga dengan malangbong ini mirip dodol, tetapi sedikit lebih kasar dan keras. Ladu terbuat dari bahan dasar tepung ketan yang diolah bersama campuran gula aren dan parutan kelapa. Rasa manis yang tidak terlalu dominan memberikan perbedaan dengan dodol. Sementara teksturnya yang cenderung renyah memberi sensasi yang unik ketika digigit dari makanan khas Garut yang satu ini.

Demikian ulasan 5 makanan khas Garut, sebuah kabupaten di provinsi Jawa Barat yang layak Anda coba bila berkunjung ke kota yang terkenal dengan julukan ‘Garut Swiss van Java’ atau Swissnya Jawa ini.

Dowa Bag Yogyakarta, Tas Rajut Premium Asli

dowa bag

Dewasa ini, produk tas rajut buatan tangan sudah menjadi salah satu fashion item yang trendy dan terkenal, bahkan hingga ke mancanegara. Beberapa pengrajin dan pebisnis produk semacam ini di Indonesia pun ikut terangkat popularitasnya, dengan salah satu merk yang paling populer saat ini adalah Dowa Bag Yogyakarta.

Buat wisatawan manca negara maupun wisatawan lokal, Dowa Bag sudah menjadi salah satu alternatif pilihan oleh-oleh jika berkuncung ke kota pelajar ini. Harganya memang tidak masuk kategori murah, namun cukup layak untuk kualitas produknya. Jika beruntung, konsumen yang berkunjung ke gerai produk ini bisa mendapatkan produk desainnya mirip namun kualitasnya sama dengan merek berbeda.

Jangan salah. Ini bukan produk tiruan atau KW. Ini justru produk kualitas ekspor. Biasanya sisa ekspor ke Italia yang masih ada. Tentu, kadang pengunjung tidak bisa memilih warna atau desain. Namanya juga sisa ekspor. Tapi untuk koleksi tas, rasanya warna bukan satu-satunya pertimbangan bukan?

Awal Mula Dowa Bag Yogyakarta

Bermula dari Delia Murwihartini, seorang ibu rumah tangga yang memulai usaha kecil-kecilan untuk mengisi waktu luangnya dengan membuat tas rajut dan menjualnya kepada tetangga sekitar sejak tahun 1989. Mulai laku dan diminati, para tetangga pun ikut tertarik untuk membantu membuat tas-tas ini dan tak lama kemudian bisnis semakin berkembang. Produk tas ini kemudian dinamakan Dowa, yang dalam bahasa Sansekerta berarti doa.

Awalnya, tas-tas ini dijajakan di area penginapan turis di kawasan Prawirotaman, dimana target konsumen yang disasar merupakan turis baik domestik maupun luar negeri yang mencari barang-barang kerajinan tangan sebagai oleh-oleh. Ternyata kemudian tas-tas Dowa banyak diminati oleh berbagai turis, bahkan pada perkembangannya ada beberapa turis asing yang memborong tas dalam jumlah tertentu untuk kemudian diedarkan dan dijual di negara asalnya. Sontak popularitas Dowa meningkat drastis dan permintaan dari dalam maupun luar negeri terus bertambah. Pada prosesnya, Dowa kemudian bekerja sama dengan beberapa brand luar negeri seperti The Sak dan The Read’s untuk distribusi produk ke pasar Eropa dan Amerika.

Kemudian untuk memenuhi permintaan di area domestik yang juga meningkat, dibukalah showroom dan workshop pusat di kawasan Godean, dimana selain melayani pembelian tempat ini juga menjadi pusat pembuatan produk-produk Dowa. Konsumen bisa melihat langsung bagaimana proses tas dan fashion item lainnya dibuat secara handmade oleh para pengrajin asli Yogyakarta. Lalu belakangan, untuk bisa menjangkau lebih banyak lagi konsumen, beberapa cabang outlet turut dibuka seperti di kawasan Mangkubumi yang dekat dengan Tugu Yogyakarta, serta di beberapa hotel seperti hotel Inna Garuda, hotel Novotel Yogyakarta dan Solo.

Selain lokasi bisnis yang berkembang, produk-produk pun ikut dikembangkan dengan beragam varian. Selain tas wanita yang menjadi produk unggulan, kini Dowa juga memproduksi dompet, clutch, scarf, aksesoris seperti pouch, gantungan kunci, bahkan produk tas untuk pria. Tak hanya itu, Dowa kini tidak cuma berfokus pada tas rajut saja, tapi Dowa juga mulai memasarkan tas-tas berbahan kulit, kanvas dan rotan dengan kualitas yang sama-sama premium serta desain yang tak kalah unik.

Harga sendiri beragam, bergantung dari bahan yang digunakan, serta motif dan desain. Tas rajut misalnya, berkisar antara Rp. 650.000,00 hingga Rp. 1.200.000,00. Kemudian untuk dompet, clutch serta pouch dihargai dari Rp. 125.000,00 sampai Rp. 650.000,00. Adapun produk lain seperti tas kanvas dijual mulai Rp. 700.000 hingga Rp. 1.100.000,00 serta tas kulit berkisar dari Rp. 550.000,00 sampai Rp. 1.400.000,00. Harga yang tergolong premium, namun sesuai dengan target pasar yang premium pula dengan desain yang unik dan kualitas handmade yang apik.

Showroom pusat dan cabang outlet Dowa Bag buka setiap hari dari jam 08.00 pagi hingga jam 17.00 sore. Untuk info lebih lanjut bisa menghubungi (0274) 6497555, via email di dowa@dowabag.co.id atau mengunjungi situs resmi di dowabag.co.id.

Dowa Bag

Showroom & factory: Jl. Godean km. 7, telp. (0274) 6497555

Outlet Mangkubumi: Jl. Mangkubumi no. 125, telp. (0274) 6429681

Outlet Inna Garuda: Jl. Malioboro no. 60, telp. (0274) 566322

Outlet Novotel Yogyakarta: Jl. Jend. Sudirman no. 89, telp. (0274) 521169

Outlet Novotel Solo: Jl. Slamet Riyadi no. 272, telp. (0271) 740242

Pusat Oleh-oleh Kampoeng Semarang: One Stop Shopping & Leisure

kampoeng semarang

Saat ini, Pusat oleh-oleh Kampoeng Semarang telah menjadi salah satu pilihan destinasi wisata jika wisatwan berkunjung ke ibukota Jawa Tengah itu. Semarang sendiri sudah sejak lama menjadi tujuan wisata utama jika orang berkunjung ke kawasan Jawa Tengah dan sekitarnya.

Salah satu ciri khas serta daya tarik utama Semarang yang paling dikenal secara luas adalah kuliner. Ini hal yang kerap diburu oleh para pelancong yang memang sengaja berkunjung maupun yang kebetulan lewat dan mampir. Melihat antusiasme dan semakin ramainya pengunjung ke kota Semarang, pemerintah daerah setempat kemudian berinisiatif mendirikan pusat perbelanjaan oleh-oleh.

Pusat Oleh-oleh Kampoeng Semarang

Selain melayani kebutuhan para wisatawan, tempat seperti ini sekaligus memberi wadah bagi para pelaku usaha mikro yang ingin menjajakan barang-barang kerajinan buatannya. Tidak kalah penting, ikut serta menggalakkan potensi wisata kota Semarang. Pada 2012, diresmikan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, pusat oleh-oleh Kampoeng Semarang pun resmi dibuka untuk publik.

Dengan konsep “one stop shopping & leisure“, Kampoeng Semarang menjadi pusat oleh-oleh terbesar di Semarang. Dengan luas lahan mencapai 4.000 meter persegi, ini meliputi berbagai booth oleh-oleh, restoran, tempat pertemuan serta rest area. Lokasinya pun tidak jauh dari Bandar Udara Ahmad Yani, membuatnya terhitung strategis bagi para pendatang yang ingin mampir dan mencari oleh-oleh. Barang-barang yang dijajakan di sini merupakan hasil kreasi dari para pengrajin UMKM setempat, yang menyajikan berbagai kerajinan tangan seperti perlengkapan rumah tangga, batik, tas, kaos, beragam jenis souvenir dan lain lain.

Salah satu produk unggulan di Kampoeng Semarang adalah handmade fashion product lokal WeBe. Telah memulai usahanya sejak tahun 1998, WeBe sudah berkembang dari industri rumahan menjadi perusahaan resmi. Selain menjalankan bisnisnya di dalam negeri, perusahaan ini juga telah mengekspor beberapa produknya ke pasar internasional. Dengan beberapa produk-produk seperti tas tangan, tas jinjing, dompet dan lainnya, WeBe menawarkan produk handmade. Selain berkualitas tinggi, produk-produk perusahaan ini juga memiliki desain yang unik dan fashionable. Belakangan, kini WeBe juga merambah segmen dunia anak-anak dengan menjajakan beberapa produk perlengkapan anak, perlengkapan sekolah dan lain sebagainya.

Kemudian ada pula Omah Asem Homeware yang menawarkan beragam produk rumah tangga yang dibuat dari vinyl dengan desain yang unik dan artistik. Produk-produk seperti piring, nampan, tempat lilin, kotak perhiasan dan lain lain bisa ditemukan di outlet bernuansa galeri ini. Harganya pun beragam, mulai dari belasan ribu hingga ratusan ribu rupiah.

Ada pula galeri Asem Arang, yang memiliki beragam produk batik tulis khas Semarangan, mulai dari kain, baju, tas, sarung, selendang serta aksesoris batik untuk wanita. Tak hanya itu, pengunjung juga bisa merasakan pengalaman belajar membatik di sini.

Bagi yang ingin sekadar mencari souvenir tersedia pula Kembang Asem Souvenir Center yang menyediakan berbagai pernik. Ini seperti ragam kerajinan batik, kalung, gelang, gantungan kunci, dan lainnya. Ada pula Galeri Kaos Semarangan yang menjajajkan kaos-kaos berdesain unik dengan tema desain berciri khas ala Semarang.

Rentang harga barang-barang tersebut dari puluhan ribu sampai ratusan ribu rupiah. Rasa-rasanya harganya cukup terjangkau kantong pengunjung. Tidak hanya barang oleh-oleh berupa barang, Kampoeng Semarang juga menjajakan beberapa oleh-oleh penganan khas Semarang. Jenisnya seperti bandeng presto, lumpia, wingko babad, roti ganjel rel dan lain sebagainya. Selain bisa dibeli secara satuan, tersedia juga paket oleh oleh yang lebih praktis dan ekonomis.

Selain sentra oleh-oleh, Kampoeng Semarang juga memiliki fasilitas rest area dan restoran Asem Jawa yang berkonsep fusion tradisional dan modern, dengan beragam masakan yang disajikan dari ala Indonesia hingga Western. Tidak hanya itu, Kampoeng Semarang juga menyediakan fasilitas playground bagi anak-anak serta ruang pertemuan baik meeting maupun acara seperti pesta ulang tahun, seminar dan lain lain. Ini senada dengan konsepnya sebagai “one stop shopping & leisure“, dimana Kampoeng Semarang bukan hanya menjadi pusat belanja oleh-oleh, tetapi juga sebagai tempat berkumpul dan menikmati liburan atau akhir pekan.

Kampoeng Semarang

Jl. Kaligawe Raya no. 96, Semarang

Telp: (024) 6580015

Email: info@kampoengsemarang.com

Website: https://www.kampoengsemarang.com

Roti Mandarijn Oleh-oleh Legendaris Solo Dari Arion

toko roti orion

Roti Mandarijn oleh-oleh legendaris Solo, mungkinsudah diketahui banyak orang. Bagi para turis dan pengunjung kota Solo, salah satu pusat oleh-oleh yang selalu menjadi buruan adalah toko oleh-oleh Orion yang terletak di kawasan jalan Urip Sumoharjo.

Roti Mandarijn Oleh-oleh Legendaris Solo

Toko roti ini memiliki beberapa produk unggulan buatan sendiri seperti roti lapis mandarijn, roti bolu roll, roti semir dan lain lain di samping beberapa penganan oleh-oleh lainnya.

Toko roti Orion didirikan oleh sepasang suami istri di tahun 1932, tidak jauh dari Pasar Gede Solo. Bangunan yang terkesan kuno ala jaman pendudukan Belanda pun masih tetap dipertahankan hingga saat ini, dengan kanopi berwarna kuning yang kemudian menjadi ciri khas dari toko ini. Satu produk yang kemudian menjadi paling ikonik dan populer adalah roti lapis mandarijn, dinamakan mandarijn karena melambangkan roti kaum priyayi Tionghoa. Roti ini berwujud dua lapis kuning dan coklat bertekstur lembut dipadu dengan selai nanas yang bercita rasa legit.

Ada beberapa jenis roti mandarijn, yaitu roti mandarijn biasa, roti mandarijn kismis serta roti mandarijn spesial, dimana roti juga ditambah rum butter yang lebih banyak. Selain itu pilihan juga dibedakan dari ukuran yang kecil maupun yang besar, dengan harga yang kecil berada di kisaran Rp. 100.000,00-an dan yang besar sekitar Rp. 200.000,00-an. Bagi yang ingin membawa roti ini sebagai oleh-oleh juga tidak perlu khawatir karena walaupun roti ini dibuat tanpa bahan pengawet, roti ini tetap awet hingga sekitar satu minggu.

Selain itu, Orion juga dikenal dengan produk roti bolu roll bernama Roll-O yang dilengkapi selai rasa vanilla, mocca atau campuran dari keduanya, serta roti semir alias roti dua tangkup dengan isi selai krim yang dibedakan dengan roti biasa dengan roti coklat. Harganya berkisar dari Rp. 90.000,00-an untuk Roll-O, sedangkan roti semir sekitar Rp. 50.000,00-an, dengan daya tahan kurang lebih antara 3 sampai 5 hari.

Di luar produk-produk buatan sendiri, Orion juga menjual berbagai jenis penganan lainnya, seperti kue-kue basah, beragam keripik dan kerupuk, dan lain sebagainya. Ini yang menyebabkan Orion hingga kini selalu ramai dan menjadi salah satu pilihan utama sentra oleh-oleh bagi para turis dan pendatang di kota Solo, terutama pada akhir pekan dan hari libur.

Orion buka setiap hari dari jam 7.30 pagi hingga jam 8 malam, untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi (0271) 645214.

Toko Roti Orion

Jl, Jend. Urip Sumoharjo no. 80

Telp. (0271) 645214

Lumpia Otentik Mbak Lien 1 Khas Semarang

lumpia mbak lien

Lumpia otentik Mbak Lien adalah salah satu jajanan kha semarang. Salah satu penganan khas Semarang yang paling populer dan dicari oleh tiap pendatang dan turis yang berkunjung ke ibukota Jawa Tengah ini. Baik lumpia goreng maupun lumpia basah.

Makanan hasil perpaduan budaya kuliner Jawa dan Tionghoa ini selalu menjadi sebuah ikon kuliner kota Semarang. Orang sering menyebut lumpia, tapi jika kita ke kota ini, sering kali penyebutannya adalah loenpia. Adakah bedanya? orang Semarang cuma bilang, itu cara penyebutannya saja.

Lumpia Otentik Mbak Lien

Dari beberapa gerai penjual lumpia asli yang sudah berjualan turun temurun di Semarang, salah satu yang paling populer adalah Lumpia mbak Lien. Gerainya ada yang terletak di kawasan Jalan Pemuda, tepatnya di sebuah gang kecil bernama gang Grajen. Posisinya berada di dekat bekas pusat perbelanjaan Sri Ratu Pemuda. Tepatnya di seberangnya. Atau, ancer-ancer lain, gang ini berdekatan dengan Resto Oen yang juga legendaris itu. Di gang ini terdapat kios pemesanan bagi yang ingin membeli untuk dibawa pulang, serta sebuah rumah makan bagi yang ingin menikmati lumpia di tempat.

Mbak Lien sendiri merupakan generasi keempat dari para penjual sekaligus penemu resep lumpia khas Semarang. Bapak dan ibunya juga telah menjadi penjual lumpia sebelum mereka bertemu dan menikah. Setelah menikah dan menggabungkan bisnis mereka, bisnis ini kemudian dilanjutkan dan dibesarkan oleh mbak Lien. Hingga kemudian saat ini bisnis tersebut dikelola oleh anak-anaknya, dengan toko pusat terletak di gang Grajen Pemuda serta ada cabang lainnya dibuka di kawasan pusat oleh-oleh Pandanaran. Tepatnya depan toko oleh-oleh Bandeng Presto Juwana.

Lumpia yang dijual di kios mbak Lien ini terdiri dari 3 jenis rasa original, yaitu isi ayam, udang serta spesial yang merupakan perpaduan dari keduanya. Ada pula beberapa rasa baru yang dijajakan seperti isi kepiting, jamur, kepiting jamur, smoked beef serta mozzarella bagi yang ingin mencoba sensasi bersantap lumpia yang berbeda. Selain itu, lumpia juga dibedakan dengan caranya disajikan, yakni lumpia goreng dan lumpia basah, dimana kulitnya tidak digoreng namun isiannya sudah dimasak.

Biasanya isian lumpia ini terdiri dari telur ayam kampung, rebung yang sudah dicuci dan diproses hingga tidak berbau dan terasa gurih, bumbu-bumbu lain serta ayam dan/atau udang. Kulitnya juga diolah sendiri secara khusus sehingga tetap nikmat baik saat tidak digoreng sebagai lumpia basah maupun sebagai lumpia goreng yang terasa renyah. Lumpia kemudian disajikan dengan acar bawang, mustard, atau saus widjo yang merupakan campuran dari bawang putih, kecap serta tepung pati. Selain itu ada juga daun bawang, acar timun dan cabe sebagai pelengkap teman makan.

Harga per biji dari Lumpia mbak Lien ini beragam tergantung dari jenisnya, mulai dari isi udang yang paling murah Rp. 11.000,00, isi ayam Rp. 12.000,00, hingga yang spesial dihargai Rp. 13.000,00. Lain daripada itu rasa-rasa lainnya seperti isi jamur, kepiting dan lain lain berkisar antara Rp. 18.000,00 hingga Rp. 23.000,00. Bagi yang ingin menikmati lumpia di tempat disediakan rumah makan yang juga menyediakan ragam jenis minuman teh, kopi dan lain sebagainya. Untuk yang ingin membawa pulang sebagai oleh-oleh, Lumpia mbak Lien diklaim bisa bertahan 2 hari, dan bisa tahan lebih lama lagi hingga 5 hari jika disimpan di kulkas. Lumpia kemudian bisa disajikan kembali dengan digoreng atau dikukus.

Kios Lumpia mbak Lien selalu ramai dan biasanya bisa menjual sampai 1000 buah lumpia pada akhir pekan atau hari libur, pada hari biasa pun paling tidak bisa menjual hingga separuhnya, sehingga bagi yang berkunjung untuk siap mengantri atau memesan lewat telpon terlebih dulu. Untuk yang ingin menghindari antrian panjang, tersedia juga cabang di Jalan Pandanaran yang terletak tepat di depan toko oleh-oleh Bandeng Juwana, dimana sesuai dengan filosofi mbak Lien kios tetap berformat sebagai toko kaki lima yang sederhana.

Lumpia mbak Lien buka setiap hari dari jam 8.30 pagi hingga jam 9.30 malam. Untuk info dan pemesanan bisa menghubungi kios pusat di telpon (024) 3580734.

2 Hari Menyusuri Badung sampai Tabanan (Hari 1)

Pantai Finns Bali 1

2 hari menyusuri Badung sampai Tabanan adalah jalan-jalan yang senantiasa menyenangkan. Kuta dan Mengwi—berlokasi di Kabupaten Badung, dan Kediri di Kabupaten Tabanan—disatukan oleh garis pantai yang merentang.

Kedekatan secara geografis ini membikin tipikal pantai-pantai di sana memiliki kemiripan, seperti konturnya yang landai dan ruang “bermain pasir” yang cukup luas. Cukup dengan berkendara dari Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Denpasar, Bali, kira-kira 30 menit. Bila ingin menyisir pantai, lebih baik kala pagi, sebelum matahari tampil terlalu terik. 

2 Hari Menyusuri Badung Sampai Tabanan: Hari Pertama

Pantai Petitenget

Di pantai ini, orang bisa menikmati pagi dengan menyaksikan orang bersembahyang di Pura Petitenget, pura besar yang terletak di muka gerbang pantai. Atau jogingberkuda,dan mengajak anjingnya jalan-jalan santai dari ujung ke ujung. Lokasinya di Desa Seminyak, Kuta Utara, Badung. Hanya 15 menit bila berkendara dari Jalan Raya Seminyak. Di kawasan pantai, berkumpul hotel dengan varian harga dan kelas yang berbeda, mulai melati hingga bintang lima. 

Pantai Batu Belig 

Lokasinya di Jalan Batu Belig, Seminyak, Kuta Utara. Dari Pantai Petitenget, bisa dicapai dalam 18 menit. Pasirnya luas membentang. Sayangnya, kontur pantai ini tak selandai Pantai Petitenget. Pasirnya juga lebih hitam. Itulah yang membikin wisatawan jarang datang. Lantaran sepi, orang bisa leluasa berjemur, juga menikmati suara debur ombak, tanpa takut terusik pengunjung lain. Banyak lazy chair dan bean bag yang disewakan penduduk lokal. Umumnya yang menyewa adalah turis asing. 

Pantai Berawa (Finns Beach)

Berada di area Finns Beach Club, Canggu, Kuta Utara, pantai ini ditempuh dengan waktu 20 menit dari Batu Belig itu. Di sini anak-anak muda yang doyan party di klub berdatangan. Pantai Barawa memang berada di area eksklusif. Namun orang tak harus masuk ke klub bila tak ingin membayar mahal. Ada jalan setapak masuk menuju pantai yang terbuka untuk umum. Namun pantainya tak lapang. Jadi tidak memungkinkan untuk berlama-lama berjemur atau bermain pasir di sini. 

Umumnya, turis datang untuk berselancar. Tersedia paket bimbingan berselancar bagi pemula. Per paket dibanderol Rp 350 ribu per 2 jam untuk membayar instruktur. Untuk sewa papan selancar berkisar Rp 50 ribu per jam. 

Warung Mina 

Matahari mulai bergerak ke barat. Petang lalu mendarat. Saatnya mengisi perut. Melipir ke arah timur, menuju pusat Kota Denpasar, tepatnya di Jalan Tukad Gangga Nomor 1, Renon, Panjer, Denpasar Selatan, terdapat sebuah restoran keluarga dengan menu laut khas Bali. Menu favorit pengunjung adalah gurami dengan beragam bumbu (seperti asam pedas, menyatnyat, santan kemangi, serta bumbu kuning), sate lilit, dan plecing kangkung. Plus sambal matah khas Pulau Dewata. Karena datang beramai-ramai, diputuskan untuk memilih menu paket dengan harga yang lebih ekonomis, yakni hanya Rp 252 ribu untuk empat orang. 

F. Rosana & A. Prasetyo

*****

Rumah Oleh-Oleh Gudeg Kaleng Bu Lies Sejak 1990

gudeg bu lies

Rumah oleh-oleh gudeg kaleng Bu Lies adalah rumah makan sekaligus toko oleh-oleh gudeg kaleng yang terletak di kawasan Jalan Wijilan, sebelah timur Alun-alun Utara, kota Yogyakarta. Area ini kerap dikenal sebagai kampung Wijilan, atau sering juga disebut Sentra Gudeg Wijilan.

Rumah Oleh-oleh Gudeg Kaleng

Sentra Gudeg Wijilan adalah di mana banyak penjual gudeg yang telah menjajakan makanannya di sepanjang jalan ini sejak tahun 1940-an. Gudeg Bu Lies sendiri sudah eksis sejak tahun 1990-an dan kini menjadi salah satu restoran gudeg terpopuler di area ini.

Namun salah satu yang membuat restoran gudeg ini unik adalah salah satu produk yang mereka tawarkan, yakni gudeg kaleng. Ide gudeg kaleng ini adalah gudeg yang mampu awet dan tahan lama, karena banyaknya konsumen yang membeli gudeg bukan hanya untuk disantap langsung tetapi juga untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh.

Gudeg kering seperti yang biasa dijual di sini biasanya hanya bertahan sekitar 1 hari, membuatnya agak sulit untuk dijadikan oleh-oleh. Oleh karenanya, Gudeg Bu Lies berinovasi dengan gudeg kaleng, dimana gudeg yang dikemas di dalam kaleng ini mampu awet hingga 1 tahun. Inovasi ini pertama dilakukan pada tahun 2011, lewat pengetesan yang juga dilakukan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Setelah menemukan metode yang sesuai, pada tahun 2012 produk ini resmi dijual secara umum.

Gudeg sendiri merupakan masakan yang menggunakan nangka muda atau yang dalam istilah Jawa lazim disebut gori. Setelah diramu dengan bumbu-bumbu dan dimasak di atas tungku bakar, gudeg ini dimasukkan ke dalam kaleng yang sebelumnya telah disterilisasi terlebih dulu. Kemudian dilakukan proses pasteurisasi saat kaleng masih terbuka dan setelah ditutup, untuk memastikan bakteri-bakteri yang membuat makanan basi telah dinetralisir. Setelah dikarantina selama 10 hari, produk akhirnya siap untuk dijual kepada konsumen. Proses panjang ini juga memastikan bahwa gudeg kaleng tidak menggunakan bahan pengawet apapun, agar tetap layak dikonsumsi dan juga tidak mengurangi kualitas serta rasa asli dari gudeg. Tak lupa, gudeg kaleng ini pun juga telah bersertifikat halal dari MUI.

Tersedia beberapa jenis varian dari gudeg kaleng, seperti gudeg kaleng tahu telur, ayam, ayam telur, sambal krecek, vegetarian dan mercon bagi yang menyukai sensasi pedas. Harganya berkisar dari Rp. 30.000,00 hingga Rp. 40.000,00, dan dikemas dalam kaleng yang kecil dan mudah untuk dibawa. Gudeg Bu Lies buka setiap hari dari jam 5 pagi hingga jam 10 malam.

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi (0274) 450164, serta bisa mengunjungi website resmi www.gudegbulies.com.

 

Cabang-cabang:

– Jl. Wijilan no. 5, telp. (0274) 450164

– Jl. Wijilan no. 5b, telp. (0274) 412294

– Jl. Gamelan no. 26, telp. (0274) 417444

Istana Brillian Toko Oleh-Oleh Semarang

istana brilian

Istana Brillian toko oleh-oleh yang berada di kawasan Simpang Lima, Semarang. Toko ini menjajakan beragam jenis kue lapis mandarin yang dinamakan Brillian Super Cake.

Istana Brillian Toko Oleh-oleh

Istana Brillian toko oleh-oleh yang berada di kawasan Simpang Lima, Semarang. Toko ini menjajakan beragam jenis kue lapis mandarin yang dinamakan Brillian Super Cake.

Dinamakan demikian karena dengan kue ini dibungkus vacuum berlapis dan tanpa pengawet, ternyata mampu bertahan serta masih layak dikonsumsi hingga 60 hari, dan ini telah tercatat pula oleh MURI. Karena toko ini tidak membuka cabang dimana pun, kue-kue ini lantas menjadi salah satu oleh-oleh khas Semarang yang hanya bisa didapatkan di toko ini.

Awalnya toko ini bernama Luciana Cake Shop yang didirikan pada tahun 1980-an oleh sepasang suami istri. Pada saat itu toko ini hanya membuatkan kue tart berdasarkan pesanan, sekaligus menjadi bisnis sampingan supplier bahan-bahan roti. Sempat mengalami kesulitan dan stagnansi, mereka kemudian berfokus pada bisnis supplier margarin dan selai coklat di tahun 1990an.

Setelah bisnis mulai bangkit kembali, mereka mulai mencoba bereksperimen lagi dengan resep-resep kue dan akhirnya memutuskan untuk kembali membuka toko kue, yang kini dikenal sebagai Istana Brillian. Sempat berencana untuk membuka cabang, akhirnya rencana tersebut diurungkan karena mereka memilih untuk mempertahankan keunikan dan orisinalitas, serta keinginan agar kue ini menjadi salah satu ikon oleh-oleh khas Semarang.

Ada beberapa varian rasa yang tersedia, yaitu coklat, almond, keju, kismis, cappuccino, ovomaltine serta brauneo, sebuah varian yang dikembangkan dengan menggabungkan rasa coklat dengan rasa krim ala biskuit Oreo. Harganya sendiri berkisar antara Rp. 100.000,00 hingga Rp. 110.000,00. Toko ini buka setiap hari dari jam 7.30 pagi hingga jam 9 malam, hari libur pun tetap buka. Selain kue-kue, kini toko ini juga menjajakan beberapa penganan oleh-oleh lainnya.

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi (024) 8456456.

Alamat: Jl, Simpang Lima no. 2, Semarang

Oleh-Oleh Bakpia Kurnia Sari Yogyakarta

Bakpia Kurnia Sari

Oleh-oleh Bakpia Kurnia Sari adalah toko yang menjajakan bakpia khas Yogyakarta. Berbeda dengan banyak pendahulunya di kota pelajar ini, toko bakpia tidak menggunakan angka sebagai merek dagangannya.

Oleh-oleh Bakpia Kurnia Sari

Oleh-oleh Bakpia Kurnia Sari adalah toko yang menjajakan bakpia khas Yogyakarta. Ada  berbagai pilihan rasa seperti keju, kacang hijau, susu, coklat, kumbu hitam, tiramisu, kopi, ubi ungu, durian susu dan green tea. Bakpia Kurnia Sari  Yogyakarta pun kini memiliki  beberapa cabang seperti di kawasan Gelagahsari, Kaliurang, Godean, Pogung dan lain lainnya.

Bakpia Kurnia Sari bermula pada tahun 1996, ketika bisnis bakpia mulai populer dan menjadi penganan oleh-oleh yang paling diburu para wisatawan dan pelancong ke kota Yogyakarta. Awalnya bakpia yang dijual hanya 5 buah dalam sebungkus kemasan dan dititipkan pada sejumlah toko oleh-oleh Yogyakarta dan pasar serta dijajakan lewat metode door to door. Lama kelamaan produk ini semakin laku dan populer sejak tahun 2000-an dan akhirnya menjadi salah satu merek bakpia terpopuler di Yogyakarta.

Salah satu alasan mengapa Bakpia Kurnia Sari menjadi salah satu bakpia terpopuler adalah bentuknya yang lebih besar dari bakpia kebanyakan. Ini yang kemudian menjadi keunikan dan ciri khas bakpia ini.

Selain itu teksturnya yang lebih lembut dan tipis memberikan kenikmatan yang berbeda dari bakpia lain, yang biasanya cenderung lebih renyah dan berkulit tebal. Dan dengan metode khusus yang mereka aplikasikan pada proses pembuatannya membuat bakpia ini awet hingga 10 hari di luar kulkas dan sekitar 2-3 minggu jika dimasukkan ke dalam kulkas.

Harga Bakpia Kurnia Sari berkisar dari Rp 52 ribu hingga Rp  65 ribu dengan isi bakpia 15 buah per kemasan. Selain jenis-jenis rasa yang disebut di awal, tersedia juga varian mix 3 rasa seperti rasa keju, coklat dan kacang hijau. Keju dan kacang hijau sendiri biasanya merupakan varian yang paling laku dan dicari oleh konsumen. Lain daripada bakpia, toko ini sekarang juga menjual produk lain seperti ampyang, gula jawa dan produk-produk UKM lainnya.

Toko-toko mereka biasa buka dari jam 9 pagi hingga jam 8.30 malam, dengan toko pusat/pabrik di Gelagahsari tutup lebih awal di jam 5.30 sore. Karena ramainya konsumen, demi mencegah kehabisan direkomendasikan untuk memesan terlebih dulu.

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi (0274) 625279 atau via email: support@kurniasari.co.id

 

Cabang-cabang:

– Jl. Gelagahsari no. 91C (toko pusat), telp. (0274) 380502

– Jl. Gelagahsari no. 112, telp. (0274) 375030

– Ruko Permai, Pogung Lor no. 6-7, Jl. Ring Road Utara, telp. (0274) 625279

– Jl. Godean no. 23 Km. 5, telp. (0274) 5014587

– Jl.Kaliurang Km. 14,5, telp. (0274) 2861433

– Jl.Kusumanegara no. 5, telp. (0274) 2924224