4 Makanan Kenangan Indah Malang

Ronde Titoni 02

4 makanan kenangan indah Malang. Menu otentik dari kota ini yang bertahan lebih dari setengah abad. 

Malang, Jawa Timur, memang penuh hal-hal yang berbau kenangan, termasuk olahan dapurnya. Ada sejumlah penjaja makanan yang bertahan lebih dari setengah abaddan tetap menyuguhkan rasa otentik sejak hadir puluhan tahun lalu. Dalam penjelajahan satu hari pun, berbagai makanannya yang unik itu menjadi suguhan yang tak terlupakan di kota yang berhawa sejuk ini. 

4 Makanan Kenangan Indah Malang

Bagi yang pernah tinggal di kota Malang, Jawa Timur, mungkin punya beberapa makanan yang menjadi kenangan. Dan terus menjadi klangenan. Berikut 4 menu makanan yang mungkin kenangan tersebut.

Sate Komoh di Warung Lama

Warung Lama Haji Ridwan menjadi persinggahan pertama menjelajahi kuliner Malang. Letaknya di dalam Pasar Besar Malang.Mencarinyapun tidak susah. Bila pertama kali datang, orang-orang di dalam pasar akan membantu Anda menunjukkan arah menuju warung makan yang telah berdiri sejak 1925 ini. Sebelumnya, sang pemilik, Haji Ridwan,telah berjualan makanan menggunakan pikulan sejak 1919. Kini, warung tersebut dikelola generasi ketiga, Pak Yusuf, dibantu tiga karyawan.

Pada daftar menu, ada yang unik, namanya Sate Komoh. Bahan dasar sate ini adalah daging sapi. Bila sate pada umumnya berbentuk pipih dan antara satu daging dandaging lain terpisah, tidak demikian halnya dengan Sate Komoh yang bentuknya terlihat bulat sertadagingnya menyatu. Sate ini berlimpah bumbu rempah sehingga “komoh-komoh” atau dalam bahasa Jawa, komoh berarti basah dan melimpah.Mungkin penamaan sate ini berasal dari arti tersebut. Rasa sate yang dijual per tusuk Rp 5.000 ini pun sungguh lezat. Selain Sate Komoh, warung makan ini menyajikan menu rawon, gule daging sapi, ayam bumbu rujak, dan masih banyak lagi. Harga per porsi antara Rp 15-20 ribu. 

Warung Lama Haji Ridwan

Pasar Besar Malang

Jalan Pasar Besar Nomor 1 A, Sukoharjo, Klojen, Kota Malang

Buka pukul 08.00-16.00.

Orem-orem Gurih

Siang hari, sepiring orem-orem di Rumah Makan Orem-oremArema sudah menunggu untuk disantap. Ini salah satu makanan khas Malang yang terdiri atas irisan ketupat diberi taoge, tempe, dan disiram dengan kuah gurih yang hangat serta diberi taburan bawang goreng. Rasanya sedap jugagurih. Kuahnya sendiri seperti kuah opor,tapi lebih kental. Anda bisa menambahkan telur asin atau ayam sebagai lauk. Harga per porsi antara Rp 7.000 sampai Rp 15 ribu,tergantung tambahan lauk yang Anda pilih.

Orem-orem Arema

Jalan Blitar Nomor14, Sumbersari, Lowokwaru, Kota Malang

Buka pukul 09.00-16.00

Es Krim Kompeni 

Menjelang sore hari, menikmati es krim di Toko Oen rasanya waktu yang tepat. Begitu memasuki tempat ini, Anda akan disambut ucapan selamat datang dalam bahasa Belanda yang tertera pada sebuah spanduk: Welkom in Malang, Toko Oen Die Sinds 1930 Aan De Gasten Gezelligheid Geeft , yang kira-kiraberarti Selamat Datang di Malang, Toko Oen Berdiri Sejak 1930-an. 

Toko Oen merupakansalah satu bangunan peninggalan kompeni Belanda yang masih berdiri kokoh sampai saat ini. Dulu merupakan tempat kumpul favorit noni-noniBelanda. Tidak mengherankan bila pengelolanya mencoba menghadirkan kembali nuansa Belanda kala itu. Dari aksen berupa mejadan kursi yang konon masih asli dari zaman Belanda, seragam pegawainya yang putih-putih, sampai menunya. Sebut saja,belegde broodjesatau sandwichhuzarensaladeatau beef salad, dan sebagainya.Menu lain yang tidak boleh dilewatkan, apalagi kalau bukan es krimnya. Anda bisa memesan es krim Oen’s Spesial, misalnya, atau banana split. Keduanya memiliki rasa yang legit di lidah. Harga per mangkuk es krim tersebut Rp 55 ribu. 

Toko Oen

Jalan Jenderal Basuki Rahmat Nomor 5, Kauman, Klojen, Kota Malang 

Buka pukul 08.00-21.00

Kehangatan Titoni 

Pada malam hari, saatnya beranjak ke Ronde Titoni untuk menikmati wedang ronde dan angsle yang hangat. Ada tiga jenis ronde yang disajikan di warung yang telah berdiri sejak 1948 ini, yaitu ronde basah, ronde kering, juga ronde campur. Ronde basah adalah ronde yang berisi bola-bola tepung ketan diisi kacang tanah yang disiram dengan kuah jahe hangat. Sedangkan ronde kering, kuah diganti dengan bubuk kacang itu sendiri. Danronde campur adalah ronde kering yang kemudian disajikan dengan kuah jahe. 

Adapun angsle terdiri atas putu mayang, mutiara, potongan roti, sertakacang ijo yang diguyur kuah santan. Harga ronde dan angsle,yaitu Rp 7.000, sedangkan ronde kering Rp 8.000. Melengkapi dua menu tersebut, ada roti goreng dan cakwe dengan harga masing-masing Rp 3.000. 

Ronde Titoni

Jalan Zainul Arifin Nomor 17, Sukoharjo, Klojen, Kota Malang

Buka pukul 18.00-00.00

ARIS DARMAWAN 

Bakwan Malang, 1 Nama Berasosiasi ke 2 Jenis Makanan

Bakwan Malang, makanan khas Malang

Bakwan Malang menjadi salah satu makanan yang dicari wisatawan ketika mengunjungi kota terbesar ke dua di Jawa Timur ini. Begitupun, kadang nama ini menimbulkan kebingungan: adakah yang dicari itu makanan sejenis bakso, ataukah sejenis gorengan?

Bakwan Malang

Orang luar Malang sering menyebut bakso Malang dengan panggilan Bakwan Malang. Bagi warga Malang sendiri makanan ini tetap disebut bakso. Sebab, buat mereka bakwan adalah jenis gorengan berbahan dasar tepung ditambah beberapa sayuran, seperti kubis, kecambah, dan wortel yang dipotong kecil-kecil. DI sejumlah daerah lain kudapan ini memiliki sebutan khas, di Jawa Barat misalnya, disebut bala-bala. Sementara Di sebagian Jawa Tengah dinamai pia-pia. Sebagian daerah di Jawa Timur lainnya, termasuk Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Blitar, dan Mojokerto mengenalnya dengan nama ote-ote.

Jika ditelisik lebih luas, makanan gorengan yang disebut sebagai bakwan ada di lebih banyak daerah. Dengan penyebutan yang beragam. Di Lumajang dan Madiun disebut weci. Di luar Jawa, sebagian warga Sulawesi Selatan menyebut bakwan sebagai kandoang, sedangkan di sebagian Sulawesi Utara dan Nusa Tenggara Timur (NTT) makanan ini populer dengan nama makao.

Lalu bagaimana hubungan bakwan yang gorengan dengan bakso di Malang? Apa boleh buat, orang dari luar Malang kadung menyebut bakso Malang ini dengan sebutan bakwan Malang. Mereka punya dalih. Meskipun sepintas terliha sama, ada beberapa perbedaan antara bakso umumnya dan bakso Malang.

Menurut pecintanya, bakso yang umumnya disebut Bakso Solo, Jawa Tengah, isinya biasanya terdiri dari campuran bakso halus atau bakso urat dan mi kuning atau mi putih. Kuah bakso Solo terlihat lebih kental karena merupakan kaldu daging sapi, yang umumnya merupakan kaldu hasil rebusan tulang-tulang iga dan sum-sum sapi yang membuatnya betul-betul gurih dan berlemak. Pada kuahnya, kadang juga disertakan kondimen seperti lemak atau tetelan daging.

Sementara itu, Bakwan Malang memiliki kuah yang lebih ringan dan bening. Ia memiliki pilihan jenis bakso yang lebih bervariasi, seperti bakso halus, bakso urat, bakso goreng, bakwan rebus, pangsit goreng, dan tahu rebus. Kadang juga menawarkan sejumput mi kuning.

Pada perkembangannya kondimen Bakwan Malang semakin bertambah variasinya. Ada kedai-kedai yang, misalnya, menambahkan adonan daging yang dibungkus dengan kulit pangsit yang kemudian digoreng seperti risoles. Pilihan daging di dalam pangsitnya juga bervariasi: sapi, ayam, udang, atau campuran di antaranya. Baksonya pun ada yang digoreng. Kondimen bakwan Malang tergantung selera dan pilihan pembelinya. 

Manapun pilihan orang, bakso Solo atau bakso Malang, ataupun bakwan dalam arti gorengan berbahan tepung, sejatinya ke dua makanan itu berakar dari tradisi kuliner Tionghoa. Nama bakso berasal dari kata ‘Bak-So’ dalam bahasa Hokkien yang secara harfiah berarti ‘daging giling’.

Sedangkan kata bakwan juga berasal dari bahasa Hokkien yang berarti “bak” yang artinya daging dan “wan” yang bermakna bola. Jadi, secara harfiah, bakwan dalam bahasa Cina berarti daging berbentuk bola. Sesungguhnya bakwan dalam istilah Cina lebih merujuk pada bakso yang dibuat dari campuran daging dan tepung.

Bakso atau bakwan sendiri di negeri asalnya, dimulai pada akhir Dinasti Ming, di sekitar awal abad ke-17 di Fuzhou. Ceritanya ada seorang pria bernama Meng Bo, tinggal di sebuah desa kecil. Ia tinggal bersama Ibunya. Saat Ibunya makin menua dan mulai tak bisa lagi mengkonsumsi daging karena terlalu liat.

Meng Bo mencari cara agar Ibunya bisa makan daging lagi. Konon, pada suatu saat ia melihat kue mochi. Dari sana lah Meng Bo mengolah daging yang biasanya keras dan a lot ditumbuk kemudian dibentuk bulat. Agar lebih mudah dinikmati, daging bulat-bulat tadi disantap bersama kuah kaldu hangat. Sejak saat itu sang ibu bisa menikmati daging lagi dengan rasa yang tidak kalah nikmatnya dengan daging biasa.

Lantas, kenapa ada nama bakwan di Indonesia yang berbeda dengan di negara asalnya? Bisa jadi, hal ini disebabkan karena bakwan yang kita kenal merupakan campuran dari berbagai macam budaya yang masuk Indonesia. Bakwan yang dikenal di Indonesia sekarang merupakan hasil adaptasi dan kreasi dari warga lokal. Tepung tetap dipertahankan, namun daging yang harganya relatif mahal, diganti dengan sayur.

Banyak sekali variasi bakso atau bakwan yang dapat Anda nikmati di Malang, mulai dari bakso yang di gerobak sampai yang ada di restoran. Untuk yang di restoran di antaranya ada: Bakso President, Bakso Cak Man, Bakso Horeg, Bakso Damas, Bakso Dong, Bakso Bakar Pahlawan Trip, Bakso Cak Kar dan masih banyak tempat makan bakso lainnya. Mungkin jika ada waktu saat main ke Malang,  bisa Anda coba satu persatu karena setiap tempat memiliki cita rasa yang berbeda-beda. Berikut sejumlah pilihan.

BAKSO PRESIDENT MALANG; Jl. Batanghari No.5, Rampal Celaket, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65111

BAKSO KOTA CAK MAN; Jl. Letjend S. Parman No.56A, Purwantoro, Kec. Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur 65122

BAKSO GUN; Jalan Kawi Atas No.41 A, Bareng, Klojen, Kauman, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116

BAKSO DAMAS; Jl. Soekarno – Hatta No.75-74, Mojolangu, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65142

BAKSO BAKAR PAHLAWAN TRIP; Jl. Pahlawan Trip No.3A, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65145

AgendaIndonesia

*****