Orem-orem Malang, Ini 5 Yang Gurihnya Nyos

Orem-orem Malang lahir dari situasi sulit pangan zaman penjajahan Jepang.

Orem-orem Malang masih banyak belum diketahui orang di luar kota ini atau di luar Jawa Timur. Jika baru pertama melihat, banyak yang bertanya apakah makanan ini sejenis soto?

Orem-orem Malang

Makanan Malang yang disebut orem-orem ini memang menggunakan kuah santan berwarna kuning. Lalu isiannya ada tempe yang diiris tipis segi empat, toge, dan biasanya disantap dengan ketupat. Kuah kuning itu yang kadang membuat orang luar Malang mengira ini sejenis soto.

Pedagang sekarang ini biasanya menyediakan lauk  lain untuk menemani pembeli bersantap, yakni tempe goreng dan mendol. Penyajiannya dengan potongan ketupat atau lontong.

Hampir mirip banyak masakan di daerah-daerah Indonesia, asal-usul orem-orem Malang erat kaitannya dengan masa sulit zaman penjajahan. Belanda atau Jepang. Saat itu bahan makanan relatif mahal dan sulit didapatkan. Akibatnya banyak rumah tangga berkreasi menyiapkan masakan untuk keluarga.

Orem-orem Malang  mungkih kalah popular dengan bakwan Malang.
Salah satu kawasan perkampungan di Malang dengan atap warna-warninya. Foto: KAI

Saat zaman pendudukan Jepang, untuk menikmati semangkok soto ayam atau daging terasa sangat mahal dan mewah. Untuk mengobati rasa kangen pada soto, para ibu rumah tangga saat itu menampilkan irisan tempe tipis dan kecil. Jadilah orem-orem Malang yang disajikan dengan kuah kuning tanpa kaldu.

Seperti disebut di muka, sepintas orem-orem ini seperti soto. Sebagian lain mengatakan mirip lodeh yang berkuah kuning. Tampilan orem-orem Malang yang sangat menyiratkan rasa kesederhanaan.

Tambahan tauge sebagai tambahan agar terdapat unsur sayur dalam makanan. Sebelumnya, ketika masa sulit akses perpindahan barang di Malang,Jawa Timur, menimbulkan kesulitan mendapatkan sayur segar. Untuk penggantinya, orang kemudian membuat kacang-kacangan dikecambahkan untuk menjadi sayur pengganti.

Malang juga dikenal dengan kuliner khas tempe beserta olahannya. Sebut saja, keripik tempe, tempe menjes, tempe penyet, dan tempe kacang atau mendol. Tempe mendol inilah yang menjadi bahan dasar orem-orem. Tempe mendol merupakan olahan dari tempe kacang yang sudah mulai menghitam.

Saat ini harga orem-orem Malang bervariasi mulai dari Rp 7 ribu hingga Rp 15 ribu. Harganya bisa lebih mahal bila menambah lauk lain seperti telur asin, ayam goreng, krupuk ataupun tempe mendol.

Orm-orem Malang dengan kuah kuning  mirip dengan soto
Tempe mendol atau tempe yang dibusukan sebagai bahan orem-orem. Foto: dok. sajiansedap.id

Bila tengah dolan ke Malang, tak ada salahnya mencoba mencicipi kuliner ini karena ringan di kantong dan bisa bernostalgia. Wisatawan bisa membeli orem-orem ini di daerah pasar Comboran, jalan Gatot Subroto, maupun sepanjang jalan Juanda sisi barat di Kota Malang.

Orem-orem Khas Arema

Warung makan ini telah berdiri sejak tahun 1995 dan terus mempertahankan rasa yang konsisten enaknya. Pecinta kuliner khas dapat mencobanya setiap hari mulai dari jam 8 hingga 4 sore. Bukan hanya orem-orem Malang original yang bisa dinikmati di sini, ada banyak lauk tambahan seperti telur asin dan potongan ayam.

Orem Khas Arema ini berkuah santan yang ringan namun tetap gurih, sehingga tidak akan mudah bosan saat menyantapnya. Sangat pas disantap dengan ketupat yang empuk dan pulen dengan irisan tempe yang cukup banyak. Di sini  bisa sekalian memesan minuman spesial seperti teh tarik untuk penetral rasa orem.

Warung Makan Orem orem Khas Arema,  Jalan Blitar Nomor 14, Sumbersar, Lowokwaru, Malang.

Warung Pak Tikmanan

Warung orem selanjutnya yang tidak kalah rame dibanding Warung Khas Arema, yakni Warung Orem Pak Tikmanan yang berdiri sejak 1967.  Buka mulai dari jam 9 pagi hingga jam 4 sore. Telat sedikit pengunjung hapir pasti tidak akan kebagian.

Di warung ini pengunjung dapat menikmati orem-orem tempe dengan aneka gorengan. Gorengannya juga berbahan tempe sehingga menambah nikmat orem-oremnya, selain tempe goreng ada juga mendol.

Warung Pak Tikmanan, Jalan Irian Jaya Nomor 1, Comboran, Malang.

Orem orem Telor Tempe Malang shutterstock
Orem-orem masa kini sudah dengan variasi isi dan lauk. Foto: shutterstock

Orem Pak Syahkri

Pengunjung bisa  menikmati orem nikmat khas Malang ini mulai pada pukul 9 pagi hingga 5 sore. Saat ini cukup menyediakan uang Rp 8 ribu untuk menikmati kelezatan orem-orem tempe di warung ini.

Warung yang berdiri sejak 1989 ini selalu konsisten memberikan rasa masakan yang akan menggoyang lidah. Isi orem-orem di sini antara lain potongan ketupat, irisan tempe dan toge rebus. Diguyur dengan kuah santan gurih yang encer. Orem disini bisa kamu nikmati dengan perkedel kentang, mendol, kerupuk dan tempe goreng,

Jika kalian menyukai rasa orem orem yang otentik, ini adalah pilihan tempat makan yang tepat. Warung Pak Syahri  masih sangat setia dengan memasak orem-orem  menggunakan tungku arang.

Orem Pak Syahri, di Jalan Gatot Subroto Nomor 72, Jodipan, Blimbing, Malang.

Warung Orem-orem Marem

Warung yang satu ini buka mulai  jam 7 pagi dan tutup pada jam 9 malam. Harga satu porsi orem-orem mulai dari Rp 8 ribu. Komposisi orem-orem Malang di sini adalah tauge rebus, ketupat, dan bawang goreng serta disiram dengan tempe dan kuah santan hangat yang menggugah selera.

Pengnjung juga bisa memesan orem dengan tahu telur. Tahu yang digoreng dengan telur dan disajikan bersama bumbu kacang yang gurih. Rasa yang sangat cocok disajikan dengan tauge rebus dan potongan lontong.

Warung Marem, Jalan K.H. Ahmad Dahlan Nomor 15, Sukoharjo, Klojen, Malang.

Warung Orem-orem Kulon Kali

Warung yang sederhana namun memiliki cita rasa orem-orem yang akan menggugah selera makan. Buka mulai dari pukul 9 pagi hingga 5 sore. Orem di sini cukup istimewa karena disajikan dengan lauk lele goreng.

Satu porsi orem-orem di sini Rp10 ribu. Pengunjung  bisa memesan menu lain di warung ini, seperti lalapan lele, lalapan ayam, gado-gado, dan lainnya. Lalapan di warung ini bisa dicolek ke sambal tomat, sambal ijo atau sambal bawang.

Warung Orem Kulon Kali, Jalan Kedawung 1, Lowokwaru, Malang.

agendaIndonesia

*****