Empat Mutiara Jawa Barat (Bagian 2)

ujung genteng shutterstock 1069249550

Empat mutiara Jawa Barat menawarkan barisan panjang pantai-pantai memukau di kawasan selatan provinsi ini. Dari perairan landai sampai dalam, baik yang berombak besar maupun yang mengalun tenang, tak henti mengundang orang untuk menyusurinya. Cerita kawasan selatan Jawa Barat ini diturunkan dalam tiga tulisan. Ceritanya pernah diturunkan di Javalane.

Empat Mutiara Jawa Barat

Pengetahuan masyarakat tentang kawasan selatan provinsi Jawa Barat, terutama pantai-pantainya, mungkin didominasi dengan Pangandaran. Daerah di ujung tenggara provinsi ini. Dulu, saat Banten masih menjadi bagian dari Jawa Barat, masih ada pantai Anyer, pantai Carita, atau Tanjung Lesung untuk menunjuk kekayaan alam pantai di sini.

Seiring perjalanan waktu, Banten dimekarkan menjadi provinsi tersendiri, Pangandaran seolah menjadi satu-satunya ingatan publik tentang wisata pantai di Jawa Barat. Betulkah demikian? Tunggu dulu. Daerah pinggiran daratan di selatan provinsi ini ternyata menyimpan banyak mutiara. Setidaknya ada empat mutiara Jawa Barat yang layak dikunjungi.

Ujung Genteng adalah salah satu desa di Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi. Beragam pantainya memiliki nama-nama sendiri, tetapi biasanya wisatawan menyebut semuanya dengan nama Ujung Genteng. Pantai-pantai di sini memang tampak serupa, yakni masih alami, bersih, dan berhadapan langsung dengan ombak samudera yang cukup besar.

Meski mirip, ada pula sejumlah karakteristik pantai yang menjadikannya spesial. Semisal di Pantai Minajaya, biasanya ada warga yang mencari lobster dan jukut hejo (rumput hijau) di tepi laut. Pengunjung bisa membeli dan memakannya di saung-saung di sekitar pantai. Sementara di Pantai Tenda Biru, terdapat kawasan hutan lindung yang dijaga pasukan TNI AU.

Menyambangi Ujung Genteng tak lengkap tanpa bertemu penghuni khasnya, yakni penyu hijau. Di Pantai Pangumbahan, Anda bisa menyaksikan penyu-penyu naik ke daratan untuk bertelur. Lalu dengan latar belakang tenggelamnya mentari di ufuk barat, petugas konservasi akan melepaskantukik-tukik ke laut.Dengan keempat kaki yang kelak berfungsi sebagai sirip, mereka berlari-lari kecil menuju samudera, meninggalkan para pelancong yang menyemangatinya dari kejauhan.

Jika menggunakan angkutan umum, dari Terminal Sukabumi, naik angkutan ke Lembur Situ, lalu ke Surade, baru ada angkot menuju Ujung Genteng. Jika menyewa atau membawa kendaraan pribadi, tentu lebih banyak tempat yang bisa dijelajahi, misalnya Curug Cikaso dan Curug Luhur. Tersedia pulacottage dan bungalow bagi turis yang ingin menginap.

SelainUjung Genteng, Jawa Barat juga punya Desa Cipatujahyang berada sekitar 74 kilometerke arah selatan dari pusat kota Tasikmalaya. Namun perjalanan panjang ini akan terbayarkan ketika Anda sampai di kawasan pantainya. Hamparan pasirnya sangat lebar dan panjang, cocok untuk aktivitasberjemur dan melakukan rekreasi pantai lainnya.

Pantai seluas 115 hektareini merupakan pantai berkarang. Karena itulah banyak terumbu di mana ikan-ikan berkembang biak.Sementara di daratan, terdapat perkebunan kelapa yang subur dan hamparan rumput yang luas. Harmoni alam ini membuat Cipatujah sebagai paket lengkap antara keelokan alam dan kearifan budaya masyarakatnya.

Sebagai contoh, pada masa tertentu, penduduk setempat mengadakan ritual larung sesaji alias hajat laut sebagai wujud syukur atas karunia Tuhan dan doa agar nelayan selalu diberi keselamatan. Di samping itu, sehari-harinya, para peternak yang tinggal di sekitar situ kerap menggembalakan kerbaunya di padang rumput dekat pantai. Sesekali mereka melakukan atraksi balap kerbau yang diiringi tabuhan pencak, rampak kendang, dan alunanirama angklung yang banyak mengundang orang untuk menontonnya. 

…(Mutiara…. Bagian 3)

Mutiara Tersembunyi di Jawa Barat (Bagian 1)

pantai madasari shutterstock 741165235
pangandaran shutterstock 775689541
Salah satu pantai di Jawa Barat, yakni Pantai Pangandaran dari udara (shutterstock)

Mutiara tersembunyi di Jawa Barat, tepatnya di kawasan selatan provinsi ini menawarkan barisan panjang pantai-pantai memukau. Dari perairan landai sampai dalam, baik yang berombak besar maupun yang mengalun tenang, tak henti mengundang orang untuk menyusurinya. Cerita kawasan selatan Jawa Barat ini diturunkan dalam tiga tulisan. Ceritanya pernah diturunkan di Javalane.

Mutiara Tersembunyi di Jawa Barat

Siapa berani menantang ombak Samudera Hindia? Jika sedang ganas-ganasnya, derunya memekakkan telinga, juga arusnya akan mengempaskan setiap kapal yang lewat. Namun di pesisir Pangandaran, sebuah tanjung mampu meredam amarah sang samudera. Nelayan Sunda pun beramai-ramai berlindung di balik naungannya, menjadikannya rumah dan sumber pangan.

Kata Pangandaran sendiri diyakini berasal dari kata pangan yang bermakna makanan dan daran yang berarti pendatang. Berkat kehadiran tanjung tersebut, orang bisa mencari ikan, bahkan bermukim dan berladang dengan tenang. Tanjung ini pula yang mendasari penamaan salah satu desa di situ, yakni Desa Pananjung.

Karena memiliki keanekaragaman satwa dan tanaman langka, pada 1934 Pananjung dijadikan suaka alam dan margasatwa dengan luas 530 hektare. Lalu pada 1961, setelah ditemukannya bunga Raflesia padma,status berubah menjadi cagar alam.Jika berkunjung ke sana, mampirlah ke cagar alamnya untuk menjelajahi hutan lindung, gua-gua, dan keanekaragaman hayatinya.

Namun daya tarik utama Kabupaten Pangandaran pastilah eksotisme pantainya. Pantai Pangandaran. Dari sini, wisatawan dapat menikmati panorama matahari terbit, sekaligus terbenam. Hal ini karena adanya bentukpantainya yang menjorok ke laut, sehingga tinggal bergeser sedikit,bisa berada disisi barat ataupuntimur.

Di pantai barat Pangandaran, bentangan pasirnya sangat luas. Keluarga, terutama anak-anaknya, dapat puas bermain beralaskan pasir pantai, dikelilingi perairan Samudera Hindia. Sementara di pantai timur, kondisinya sedikit berbeda. Areal pasirnya tidak terlalu luas, tapi airnya lebih tenang. Di sini suasananya lebih tenang, dengan titik-titik foto yang menarik.

Berjalan sekitar tiga kilometer ke arah tanjung, Anda akan menemui Pantai Pasir Putih. Sesuai namanya, hamparan pasir di sini memang tampak berwarna putih bersih, memberikan perbandingan yang kontras dengan warna hijau pepohonan dan biru laut di sekelilingnya.

Bergeser sedikit lebih jauh, masih banyak pantai lain di sekitarnya yang menjadi favorit wisatawan. Ada Pantai Batu Hiu yang berada kurang lebih 14 kilometer dari Pangandaran. Pantai ini didominasitebing-tebing batu karangyang salah satunya berbentuk mirip ikan hiu.Dengan sedikit mendaki tebing, wisatawan dapat menikmati lanskap birunya Samudera Hindia dengan ombak putih yang bergulung mendekat.

Sementara sekitar 39 kilometer ke arah barat, ada Pantai Madasari yang dihiasi pulau-pulau kecil di sekitarnya. Namanya memang masih asing, tetapi pesona yang ditawarkan tak kalah dari pantai lainnya. Apalagi Madasari memiliki area perkemahan yang cukup luas. Bayangkan berkemah di pesisir dengan iringan bunyi ombak menghantam bukit-bukit karang. 

Paling tidak ada 21 pantai di Kabupaten Pangandaran. Ada Pantai Bojong Salawe, Karang Nini, Karang Tirta, Cikaracak, Karang Senggeul, dan masih banyak lagi. Masing-masing memiliki daya pikatnya tersendiri yang membuat Anda segan beranjak dari keelokan pesisir yang tak ada habisnya.

…….. (Mutiara … bagian 2)