Pusat Oleh-oleh Kampoeng Semarang: One Stop Shopping & Leisure

Ayam goreng Pak Supar bisa jadi kulner, tapi alau oleh-oleh bisa ke kampoeng semarang

Saat ini, Pusat oleh-oleh Kampoeng Semarang telah menjadi salah satu pilihan destinasi wisata jika wisatwan berkunjung ke ibukota Jawa Tengah itu. Semarang sendiri sudah sejak lama menjadi tujuan wisata utama jika orang berkunjung ke kawasan Jawa Tengah dan sekitarnya.

Salah satu ciri khas serta daya tarik utama Semarang yang paling dikenal secara luas adalah kuliner. Ini hal yang kerap diburu oleh para pelancong yang memang sengaja berkunjung maupun yang kebetulan lewat dan mampir. Melihat antusiasme dan semakin ramainya pengunjung ke kota Semarang, pemerintah daerah setempat kemudian berinisiatif mendirikan pusat perbelanjaan oleh-oleh.

Pusat Oleh-oleh Kampoeng Semarang

Selain melayani kebutuhan para wisatawan, tempat seperti ini sekaligus memberi wadah bagi para pelaku usaha mikro yang ingin menjajakan barang-barang kerajinan buatannya. Tidak kalah penting, ikut serta menggalakkan potensi wisata kota Semarang. Pada 2012, diresmikan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, pusat oleh-oleh Kampoeng Semarang pun resmi dibuka untuk publik.

Dengan konsep “one stop shopping & leisure“, Kampoeng Semarang menjadi pusat oleh-oleh terbesar di Semarang. Dengan luas lahan mencapai 4.000 meter persegi, ini meliputi berbagai booth oleh-oleh, restoran, tempat pertemuan serta rest area. Lokasinya pun tidak jauh dari Bandar Udara Ahmad Yani, membuatnya terhitung strategis bagi para pendatang yang ingin mampir dan mencari oleh-oleh. Barang-barang yang dijajakan di sini merupakan hasil kreasi dari para pengrajin UMKM setempat, yang menyajikan berbagai kerajinan tangan seperti perlengkapan rumah tangga, batik, tas, kaos, beragam jenis souvenir dan lain lain.

Salah satu produk unggulan di Kampoeng Semarang adalah handmade fashion product lokal WeBe. Telah memulai usahanya sejak tahun 1998, WeBe sudah berkembang dari industri rumahan menjadi perusahaan resmi. Selain menjalankan bisnisnya di dalam negeri, perusahaan ini juga telah mengekspor beberapa produknya ke pasar internasional. Dengan beberapa produk-produk seperti tas tangan, tas jinjing, dompet dan lainnya, WeBe menawarkan produk handmade. Selain berkualitas tinggi, produk-produk perusahaan ini juga memiliki desain yang unik dan fashionable. Belakangan, kini WeBe juga merambah segmen dunia anak-anak dengan menjajakan beberapa produk perlengkapan anak, perlengkapan sekolah dan lain sebagainya.

Kemudian ada pula Omah Asem Homeware yang menawarkan beragam produk rumah tangga yang dibuat dari vinyl dengan desain yang unik dan artistik. Produk-produk seperti piring, nampan, tempat lilin, kotak perhiasan dan lain lain bisa ditemukan di outlet bernuansa galeri ini. Harganya pun beragam, mulai dari belasan ribu hingga ratusan ribu rupiah.

Ada pula galeri Asem Arang, yang memiliki beragam produk batik tulis khas Semarangan, mulai dari kain, baju, tas, sarung, selendang serta aksesoris batik untuk wanita. Tak hanya itu, pengunjung juga bisa merasakan pengalaman belajar membatik di sini.

Bagi yang ingin sekadar mencari souvenir tersedia pula Kembang Asem Souvenir Center yang menyediakan berbagai pernik. Ini seperti ragam kerajinan batik, kalung, gelang, gantungan kunci, dan lainnya. Ada pula Galeri Kaos Semarangan yang menjajajkan kaos-kaos berdesain unik dengan tema desain berciri khas ala Semarang.

Rentang harga barang-barang tersebut dari puluhan ribu sampai ratusan ribu rupiah. Rasa-rasanya harganya cukup terjangkau kantong pengunjung. Tidak hanya barang oleh-oleh berupa barang, Kampoeng Semarang juga menjajakan beberapa oleh-oleh penganan khas Semarang. Jenisnya seperti bandeng presto, lumpia, wingko babad, roti ganjel rel dan lain sebagainya. Selain bisa dibeli secara satuan, tersedia juga paket oleh oleh yang lebih praktis dan ekonomis.

Selain sentra oleh-oleh, Kampoeng Semarang juga memiliki fasilitas rest area dan restoran Asem Jawa yang berkonsep fusion tradisional dan modern, dengan beragam masakan yang disajikan dari ala Indonesia hingga Western. Tidak hanya itu, Kampoeng Semarang juga menyediakan fasilitas playground bagi anak-anak serta ruang pertemuan baik meeting maupun acara seperti pesta ulang tahun, seminar dan lain lain. Ini senada dengan konsepnya sebagai “one stop shopping & leisure“, dimana Kampoeng Semarang bukan hanya menjadi pusat belanja oleh-oleh, tetapi juga sebagai tempat berkumpul dan menikmati liburan atau akhir pekan.

Kampoeng Semarang

Jl. Kaligawe Raya no. 96, Semarang

Telp: (024) 6580015

Email: info@kampoengsemarang.com

Website: https://www.kampoengsemarang.com

Lunpia Cik Meme, Lunpia Enak 5 Rasa

Lunpia Cik Meme menjadi alternatig oleh-oleh dari Semarang.

Lunpia Cik Meme menjadi alternatif oleh-oleh makanan tradisional saat berkunjung ke kota Semarang, Jawa Tengah. Ya, tentu saja tidak sah jika berkunjung ke Semarang tapi tak mencicipi kelezatan lunpia.

Lunpia Cik Meme

Makanan berisi adonan rebung atau batang bambu muda ini memang menjadi kuliner andalan di ibu kota provinsi Jawa Tengah. Ada yang menyebutnya sebagai lunpia atau loenpia, ada pula yang melafalkannya sebagai lumpia.

Jajanan khas Semarang yang dibuat dari campuran rebung, telur, sayuran, hingga daging dan dibungkus dengan kulit dari tepung. Tak lekang oleh waktu, lunpia menjadi jajanan favorit hingga saat ini bagi masyarakat lokal maupun wisatawan saat berkunjung ke Semarang. Salah satunya ada Lunpia Cik Meme yang menerobos bahkan mendobrak sejumlah nama atau merek lunpia yang sudah melegenda.

Suasana dapur Lunpia Cik Meme, Semarang.

Disebut mendobrak atau menerobos, karena Lunpia Cik Meme memiliki kelebihan lain dari lunpia tradisional, yakni memiliki berbagai varian rasa. Jika biasanya lunpia hanya berisi campuran rebung, telur, dan potongan daging ayam, di kedai Cik Meme ada lima varian unik yang layak dicoba.

Kedai Lunpia Cik Meme berlokasi di Jalan Gajah Mada Nomor 107, Semarang. Tidak terlalu jauh dari Simpang Lima, pusat kota Semarang. Aksesnya pun mudah, tinggal mengambil jalur yang lurus menuju Pasar Johar, kedai lumpia ini ada di kiri jalan setelah perempatan pertama.

Selain itu, Lunpia Cik Meme juga membuka dua konter di Bandara Internasional Ahmad Yani untuk memudahkan pelanggan. Ada juga layanan antar menuju stasiun untuk pelanggan yang akan menempuh perjalanan menggunakan kereta.

Kedai utama yang berada di Jalan Gajah Mada memiliki area parkir yang cukup luas. Bangunannya terdiri dari dua lantai dan tersedia cukup banyak meja di dalamnya untuk pengunjung yang ingin mencicipi langsung rasa otentik lunpianya.

Cita rasa lunpia Cik Meme ini bisa dibilang cukup otentik, dan untuk varian origialnya punya kemiripan rasa dengan lunpia legenda kota ini. Meliani Sugiarto, sang pemilik, memang adalah generasi ke lima lunpia Semarang yang dipelopori oleh Tjoa Thay Joe dan istrinya yang akrab disapa Mbok Wasi pada 1870.

Lunpia otentik dari Semarang
Lunpia adalah makanan hasil akulturasi budaya. Foto: shutterstock

Lunpia Cik Meme berdiri sejak 2014 dan konon menjadi kedai lunpia pertama yang mendapatkan sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia. Ini menjadi penting karena lunpia sendiri merupakan makanan khas Semarang sebagai hasil dari akulturasi budaya. Dan makanan hasil campuran budaya ini kadang dipertanyakan soal kehalalannya.

Seperti disebut di muka, berbeda dengan kedai lunpia lainnya di Semarang, Cik Meme mempunyai lima varian unik yang bikin penikmat kuliner penasaran dan tertarik mencoba.

Selain varian original yang berisi campuran rebung, telur, dan potongan daging ayam, di kedai Cik Meme ini ada varian Raja Nusantara yang berisi jamur dan kacang mede; Kajamu yang menggunakan campuran daging kambing jantan muda; lunpia crab dengan daging kepiting; lunpia isi ikan kakap, hingga keripik lunpia.

Menariknya, ada varian khusus vegetarian yang diberi nama lumpia plain. Ini sepertinya cocok bagi yang sedang diet. Adonan isinya hanya terdiri dari rebung dan bumbu rempah rahasia.

Atas kreativitasnya dalam mengolah lumpia ini, pada 2016 Cik Meme diganjar penghargaan oleh Lembaga Prestasi Indonesia Dunia, sebagai pemegang rekor menu lumpia terbanyak.

Meliani, dari mana nama Cik Meme lahir, mengatakan bahwa resep Lunpia Cik Meme adalah sebuah ide yang dijabarkan dalam bentuk riset yang kemudian menghasilkan kualitas cita rasa yang sempurna.

Lunpia Cik Meme Basah dan Kering IG
Lunpia basah dan kering. Foto IG Lunpia Cik Meme

Berbeda dari yang lain, lunpia kedainya menghasilkan varian rasa yang beragam hingga melakukan inovasi produk yang menjadi produk unggulan. Menu LCM di antaranya LCM Plain, LCM Original, LCM Fish Kakap, LCM Crab, LCM Kajamu (Kambing Jantan Muda), LCM Raja Nusantara (Rasa Jamur Nusantara) serta Keripik Lunpia. Menu yang menjadi unggulan adalah kreasi Keripik Lunpia Cik Meme.

Keripik lunpia ini memang varian unik yang bikin Cik Meme lain dari yang lain. Camilan ini bukan sekadar keripik gandum biasa yang ditaburi bumbu dengan cita rasa lunpia. Namun benar-benar dibuat dari adonan lunpia asli melalui proses pengolahan panjang.

Adonan kulit dan isi lumpia dihaluskan bersama hingga tercampur rata. Setelah itu dicetak pipih dan dipotong kotak-kotak kecil. Adonan keripik yang sudah dipotong kemudian digoreng, lalu dioven, dan tahap akhir di-spinner untuk menghilangkan kadar minyak.

Bumbu taburnya pun diolah dari adonan lunpia asli. Ini melewati proses pengeringan selama 24 jam pada temperatur tertentu. Rasa rebung dan bumbu khas isian lunpia sangat terasa di setiap keping keripiknya. 

Kapan terakhir ke Semarang? Kalau main ke ibu kota Jawa Tengah ini, jangan lupa agendakan untuk mencicipi lunpia khas ini. Bisa juga untuk oleh-oleh kerabat ketika kembali ke rumah.

agendaIndonesia

*****

Roti Mandarijn Solo Oleh-oleh Legendaris

toko roti orion

Roti Mandarijn Solo oleh-oleh legendaris Solo, mungkin sudah diketahui banyak orang. Bagi para turis dan pengunjung kota Solo, salah satu pusat oleh-oleh yang selalu menjadi buruan adalah toko oleh-oleh Orion yang terletak di kawasan jalan Urip Sumoharjo.

Roti Mandarijn Solo Oleh-oleh Legendaris

Toko roti ini memiliki beberapa produk unggulan buatan sendiri seperti roti lapis mandarijn, roti bolu roll, roti semir dan lain lain di samping beberapa penganan oleh-oleh lainnya.

Toko Roti Orion Mandarijn menjadi salah satu toko kue paling tua di Kota Solo. Toko kue legendaris yang menjadi salah satu pusat oleh-oleh populer di kota di Jawa Tengah ini sudah berdiri sejak 1932. Pilihan roti yang ditawarkan toko roti ini cukup bervariatif. Ada roti gambang, roti kasur, roti kering, hingga aneka kue kering.

Roti Mandarijn SOlo jadi pilihan oleh-oleh dari kota ini.

Toko roti Orion didirikan oleh sepasang suami istri di tahun 1932, tidak jauh dari Pasar Gede Solo. Bangunan yang terkesan kuno ala jaman pendudukan Belanda pun masih tetap dipertahankan hingga saat ini, dengan kanopi berwarna kuning yang kemudian menjadi ciri khas dari toko ini.

Satu produk yang kemudian menjadi paling ikonik dan populer adalah roti mandarijn Solo, dinamakan mandarijn karena melambangkan roti kaum priyayi Tionghoa. Roti ini berwujud dua lapis kuning dan coklat bertekstur lembut dipadu dengan selai nanas yang bercita rasa legit. Namun yang menjadi andalan Toko Roti Orion adalah roti Mandarin Solo yang lembut halus teksturnya, nyaris tak berubah. Aneka roti di sini dibanderol mulai dari Rp 120 ribuan hingga Rp 250 ribuan.

Ada beberapa jenis roti mandarijn Solo, yaitu roti mandarijn biasa, roti mandarijn kismis serta roti mandarijn spesial, dimana roti juga ditambah rum butter yang lebih banyak. Selain itu pilihan juga dibedakan dari ukuran yang kecil maupun yang besar, dengan harga yang kecil berada di kisaran Rp. 100.000,00-an dan yang besar sekitar Rp. 200.000,00-an. Bagi yang ingin membawa roti ini sebagai oleh-oleh juga tidak perlu khawatir karena walaupun roti ini dibuat tanpa bahan pengawet, roti ini tetap awet hingga sekitar satu minggu.

Selain itu, Orion juga dikenal dengan produk roti bolu roll bernama Roll-O yang dilengkapi selai rasa vanilla, mocca atau campuran dari keduanya, serta roti semir alias roti dua tangkup dengan isi selai krim yang dibedakan dengan roti biasa dengan roti coklat. Harganya berkisar dari Rp. 90.000,00-an untuk Roll-O, sedangkan roti semir sekitar Rp. 50.000,00-an, dengan daya tahan kurang lebih antara 3 sampai 5 hari.

Di luar produk-produk buatan sendiri, Orion juga menjual berbagai jenis penganan lainnya, seperti kue-kue basah, beragam keripik dan kerupuk, dan lain sebagainya. Ini yang menyebabkan Orion hingga kini selalu ramai dan menjadi salah satu pilihan utama sentra oleh-oleh bagi para turis dan pendatang di kota Solo, terutama pada akhir pekan dan hari libur.

Orion buka setiap hari dari jam 7.30 pagi hingga jam 8 malam, untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi (0271) 645214.

Toko Roti Orion

Jl, Jend. Urip Sumoharjo no. 80

Telp. (0271) 645214

Lumpia Otentik Mbak Lien 1 Khas Semarang

lumpia mbak lien

Lumpia otentik Mbak Lien adalah salah satu jajanan kha semarang. Salah satu penganan khas Semarang yang paling populer dan dicari oleh tiap pendatang dan turis yang berkunjung ke ibukota Jawa Tengah ini. Baik lumpia goreng maupun lumpia basah.

Makanan hasil perpaduan budaya kuliner Jawa dan Tionghoa ini selalu menjadi sebuah ikon kuliner kota Semarang. Orang sering menyebut lumpia, tapi jika kita ke kota ini, sering kali penyebutannya adalah loenpia. Adakah bedanya? orang Semarang cuma bilang, itu cara penyebutannya saja.

Lumpia Otentik Mbak Lien

Dari beberapa gerai penjual lumpia asli yang sudah berjualan turun temurun di Semarang, salah satu yang paling populer adalah Lumpia mbak Lien. Gerainya ada yang terletak di kawasan Jalan Pemuda, tepatnya di sebuah gang kecil bernama gang Grajen. Posisinya berada di dekat bekas pusat perbelanjaan Sri Ratu Pemuda. Tepatnya di seberangnya. Atau, ancer-ancer lain, gang ini berdekatan dengan Resto Oen yang juga legendaris itu. Di gang ini terdapat kios pemesanan bagi yang ingin membeli untuk dibawa pulang, serta sebuah rumah makan bagi yang ingin menikmati lumpia di tempat.

Mbak Lien sendiri merupakan generasi keempat dari para penjual sekaligus penemu resep lumpia khas Semarang. Bapak dan ibunya juga telah menjadi penjual lumpia sebelum mereka bertemu dan menikah. Setelah menikah dan menggabungkan bisnis mereka, bisnis ini kemudian dilanjutkan dan dibesarkan oleh mbak Lien. Hingga kemudian saat ini bisnis tersebut dikelola oleh anak-anaknya, dengan toko pusat terletak di gang Grajen Pemuda serta ada cabang lainnya dibuka di kawasan pusat oleh-oleh Pandanaran. Tepatnya depan toko oleh-oleh Bandeng Presto Juwana.

lumpia otentik mbak Lien dari Semarang
Lumpia otentik mbak Lien atau Loenpia, makanan tradisional dari Semarang, Foto: shutterstock.

Lumpia otentik mbak Lien yang dijual di kios mbak Lien ini terdiri dari 3 jenis rasa original, yaitu isi ayam, udang serta spesial yang merupakan perpaduan dari keduanya. Ada pula beberapa rasa baru yang dijajakan seperti isi kepiting, jamur, kepiting jamur, smoked beef serta mozzarella bagi yang ingin mencoba sensasi bersantap lumpia yang berbeda. Selain itu, lumpia juga dibedakan dengan caranya disajikan, yakni lumpia goreng dan lumpia basah, dimana kulitnya tidak digoreng namun isiannya sudah dimasak.

Biasanya isian lumpia ini terdiri dari telur ayam kampung, rebung yang sudah dicuci dan diproses hingga tidak berbau dan terasa gurih, bumbu-bumbu lain serta ayam dan/atau udang. Kulitnya juga diolah sendiri secara khusus sehingga tetap nikmat baik saat tidak digoreng sebagai lumpia basah maupun sebagai lumpia goreng yang terasa renyah. Lumpia otentik mbak Lien kemudian disajikan dengan acar bawang, mustard, atau saus widjo yang merupakan campuran dari bawang putih, kecap serta tepung pati. Selain itu ada juga daun bawang, acar timun dan cabe sebagai pelengkap teman makan.

Harga per biji dari Lumpia otentik mbak Lien ini beragam tergantung dari jenisnya, mulai dari isi udang yang paling murah Rp. 11.000,00, isi ayam Rp. 12.000,00, hingga yang spesial dihargai Rp. 13.000,00. Lain daripada itu rasa-rasa lainnya seperti isi jamur, kepiting dan lain lain berkisar antara Rp. 18.000,00 hingga Rp. 23.000,00. Bagi yang ingin menikmati lumpia di tempat disediakan rumah makan yang juga menyediakan ragam jenis minuman teh, kopi dan lain sebagainya. Untuk yang ingin membawa pulang sebagai oleh-oleh, Lumpia mbak Lien diklaim bisa bertahan 2 hari, dan bisa tahan lebih lama lagi hingga 5 hari jika disimpan di kulkas. Lumpia kemudian bisa disajikan kembali dengan digoreng atau dikukus.

jajanan khas Semarang ada tahu isi juga lumpia otentik mbak Lien
Kuliner khas Semarang Lunpia Mataram di Jalan M.T Haryono 481, Semarang, 26 April 2015. TEMPO/ Nita Dian

Kios Lumpia mbak Lien selalu ramai dan biasanya bisa menjual sampai 1000 buah lumpia pada akhir pekan atau hari libur, pada hari biasa pun paling tidak bisa menjual hingga separuhnya, sehingga bagi yang berkunjung untuk siap mengantri atau memesan lewat telpon terlebih dulu. Untuk yang ingin menghindari antrian panjang, tersedia juga cabang di Jalan Pandanaran yang terletak tepat di depan toko oleh-oleh Bandeng Juwana, dimana sesuai dengan filosofi mbak Lien kios tetap berformat sebagai toko kaki lima yang sederhana.

Lumpia otentik mbak Lien buka setiap hari dari jam 8.30 pagi hingga jam 9.30 malam. Untuk info dan pemesanan bisa menghubungi kios pusat di telpon (024) 3580734.

2 Hari Menyusuri Badung sampai Tabanan (Hari 1)

Pantai Finns Bali 1

2 hari menyusuri Badung sampai Tabanan adalah jalan-jalan yang senantiasa menyenangkan. Kuta dan Mengwi—berlokasi di Kabupaten Badung, dan Kediri di Kabupaten Tabanan—disatukan oleh garis pantai yang merentang.

Kedekatan secara geografis ini membikin tipikal pantai-pantai di sana memiliki kemiripan, seperti konturnya yang landai dan ruang “bermain pasir” yang cukup luas. Cukup dengan berkendara dari Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Denpasar, Bali, kira-kira 30 menit. Bila ingin menyisir pantai, lebih baik kala pagi, sebelum matahari tampil terlalu terik. 

2 Hari Menyusuri Badung Sampai Tabanan: Hari Pertama

Pantai Petitenget

Di pantai ini, orang bisa menikmati pagi dengan menyaksikan orang bersembahyang di Pura Petitenget, pura besar yang terletak di muka gerbang pantai. Atau jogingberkuda,dan mengajak anjingnya jalan-jalan santai dari ujung ke ujung. Lokasinya di Desa Seminyak, Kuta Utara, Badung. Hanya 15 menit bila berkendara dari Jalan Raya Seminyak. Di kawasan pantai, berkumpul hotel dengan varian harga dan kelas yang berbeda, mulai melati hingga bintang lima. 

Pantai Batu Belig 

Lokasinya di Jalan Batu Belig, Seminyak, Kuta Utara. Dari Pantai Petitenget, bisa dicapai dalam 18 menit. Pasirnya luas membentang. Sayangnya, kontur pantai ini tak selandai Pantai Petitenget. Pasirnya juga lebih hitam. Itulah yang membikin wisatawan jarang datang. Lantaran sepi, orang bisa leluasa berjemur, juga menikmati suara debur ombak, tanpa takut terusik pengunjung lain. Banyak lazy chair dan bean bag yang disewakan penduduk lokal. Umumnya yang menyewa adalah turis asing. 

Pantai Berawa (Finns Beach)

Berada di area Finns Beach Club, Canggu, Kuta Utara, pantai ini ditempuh dengan waktu 20 menit dari Batu Belig itu. Di sini anak-anak muda yang doyan party di klub berdatangan. Pantai Barawa memang berada di area eksklusif. Namun orang tak harus masuk ke klub bila tak ingin membayar mahal. Ada jalan setapak masuk menuju pantai yang terbuka untuk umum. Namun pantainya tak lapang. Jadi tidak memungkinkan untuk berlama-lama berjemur atau bermain pasir di sini. 

Umumnya, turis datang untuk berselancar. Tersedia paket bimbingan berselancar bagi pemula. Per paket dibanderol Rp 350 ribu per 2 jam untuk membayar instruktur. Untuk sewa papan selancar berkisar Rp 50 ribu per jam. 

Warung Mina 

Matahari mulai bergerak ke barat. Petang lalu mendarat. Saatnya mengisi perut. Melipir ke arah timur, menuju pusat Kota Denpasar, tepatnya di Jalan Tukad Gangga Nomor 1, Renon, Panjer, Denpasar Selatan, terdapat sebuah restoran keluarga dengan menu laut khas Bali. Menu favorit pengunjung adalah gurami dengan beragam bumbu (seperti asam pedas, menyatnyat, santan kemangi, serta bumbu kuning), sate lilit, dan plecing kangkung. Plus sambal matah khas Pulau Dewata. Karena datang beramai-ramai, diputuskan untuk memilih menu paket dengan harga yang lebih ekonomis, yakni hanya Rp 252 ribu untuk empat orang. 

F. Rosana & A. Prasetyo

*****

Rumah Oleh-Oleh Gudeg Kaleng Bu Lies Sejak 1990

Sentra Gudeg Wijilan juga tempat untuk mencari oleh-oleh, di antaranya gudeg dalam kaleng.

Rumah oleh-oleh gudeg kaleng Bu Lies adalah rumah makan sekaligus toko oleh-oleh gudeg kaleng yang terletak di kawasan Jalan Wijilan, sebelah timur Alun-alun Utara, kota Yogyakarta. Area ini kerap dikenal sebagai kampung Wijilan, atau sering juga disebut Sentra Gudeg Wijilan.

Rumah Oleh-oleh Gudeg Kaleng

Sentra Gudeg Wijilan adalah di mana banyak penjual gudeg yang telah menjajakan makanannya di sepanjang jalan ini sejak tahun 1940-an. Gudeg Bu Lies sendiri sudah eksis sejak tahun 1990-an dan kini menjadi salah satu restoran gudeg terpopuler di area ini.

Namun salah satu yang membuat restoran gudeg ini unik adalah salah satu produk yang mereka tawarkan, yakni gudeg kaleng. Ide gudeg kaleng ini adalah gudeg yang mampu awet dan tahan lama, karena banyaknya konsumen yang membeli gudeg bukan hanya untuk disantap langsung tetapi juga untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh.

Gudeg kering seperti yang biasa dijual di sini biasanya hanya bertahan sekitar 1 hari, membuatnya agak sulit untuk dijadikan oleh-oleh. Oleh karenanya, Gudeg Bu Lies berinovasi dengan gudeg kaleng, dimana gudeg yang dikemas di dalam kaleng ini mampu awet hingga 1 tahun. Inovasi ini pertama dilakukan pada tahun 2011, lewat pengetesan yang juga dilakukan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Setelah menemukan metode yang sesuai, pada tahun 2012 produk ini resmi dijual secara umum.

Gudeg sendiri merupakan masakan yang menggunakan nangka muda atau yang dalam istilah Jawa lazim disebut gori. Setelah diramu dengan bumbu-bumbu dan dimasak di atas tungku bakar, gudeg ini dimasukkan ke dalam kaleng yang sebelumnya telah disterilisasi terlebih dulu. Kemudian dilakukan proses pasteurisasi saat kaleng masih terbuka dan setelah ditutup, untuk memastikan bakteri-bakteri yang membuat makanan basi telah dinetralisir. Setelah dikarantina selama 10 hari, produk akhirnya siap untuk dijual kepada konsumen. Proses panjang ini juga memastikan bahwa gudeg kaleng tidak menggunakan bahan pengawet apapun, agar tetap layak dikonsumsi dan juga tidak mengurangi kualitas serta rasa asli dari gudeg. Tak lupa, gudeg kaleng ini pun juga telah bersertifikat halal dari MUI.

Tersedia beberapa jenis varian dari gudeg kaleng, seperti gudeg kaleng tahu telur, ayam, ayam telur, sambal krecek, vegetarian dan mercon bagi yang menyukai sensasi pedas. Harganya berkisar dari Rp. 30.000,00 hingga Rp. 40.000,00, dan dikemas dalam kaleng yang kecil dan mudah untuk dibawa. Gudeg Bu Lies buka setiap hari dari jam 5 pagi hingga jam 10 malam.

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi (0274) 450164, serta bisa mengunjungi website resmi www.gudegbulies.com.

 

Cabang-cabang:

– Jl. Wijilan no. 5, telp. (0274) 450164

– Jl. Wijilan no. 5b, telp. (0274) 412294

– Jl. Gamelan no. 26, telp. (0274) 417444

Istana Brillian Toko Oleh-Oleh Semarang

istana brilian

Istana Brillian toko oleh-oleh yang berada di kawasan Simpang Lima, Semarang. Toko ini menjajakan beragam jenis kue lapis mandarin yang dinamakan Brillian Super Cake.

Istana Brillian Toko Oleh-oleh

Istana Brillian toko oleh-oleh yang berada di kawasan Simpang Lima, Semarang. Toko ini menjajakan beragam jenis kue lapis mandarin yang dinamakan Brillian Super Cake.

Dinamakan demikian karena dengan kue ini dibungkus vacuum berlapis dan tanpa pengawet, ternyata mampu bertahan serta masih layak dikonsumsi hingga 60 hari, dan ini telah tercatat pula oleh MURI. Karena toko ini tidak membuka cabang dimana pun, kue-kue ini lantas menjadi salah satu oleh-oleh khas Semarang yang hanya bisa didapatkan di toko ini.

Awalnya toko ini bernama Luciana Cake Shop yang didirikan pada tahun 1980-an oleh sepasang suami istri. Pada saat itu toko ini hanya membuatkan kue tart berdasarkan pesanan, sekaligus menjadi bisnis sampingan supplier bahan-bahan roti. Sempat mengalami kesulitan dan stagnansi, mereka kemudian berfokus pada bisnis supplier margarin dan selai coklat di tahun 1990an.

Setelah bisnis mulai bangkit kembali, mereka mulai mencoba bereksperimen lagi dengan resep-resep kue dan akhirnya memutuskan untuk kembali membuka toko kue, yang kini dikenal sebagai Istana Brillian. Sempat berencana untuk membuka cabang, akhirnya rencana tersebut diurungkan karena mereka memilih untuk mempertahankan keunikan dan orisinalitas, serta keinginan agar kue ini menjadi salah satu ikon oleh-oleh khas Semarang.

Ada beberapa varian rasa yang tersedia, yaitu coklat, almond, keju, kismis, cappuccino, ovomaltine serta brauneo, sebuah varian yang dikembangkan dengan menggabungkan rasa coklat dengan rasa krim ala biskuit Oreo. Harganya sendiri berkisar antara Rp. 100.000,00 hingga Rp. 110.000,00. Toko ini buka setiap hari dari jam 7.30 pagi hingga jam 9 malam, hari libur pun tetap buka. Selain kue-kue, kini toko ini juga menjajakan beberapa penganan oleh-oleh lainnya.

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi (024) 8456456.

Alamat: Jl, Simpang Lima no. 2, Semarang

Wingko Babat, Panganan Oleh-oleh Sejak 1898

Wingko babat, oleh-oleh khas Semarang.

Wingko babat menjadi salah satu keunikan masa lalu ketika orang bepergian antarkota dengan menumpang kereta api. Biasanya, jika melewati wilayah Jawa Tengah, khususnya ketika lewat jalur utara Jawa, di stasiun-stasiun pemberhentian di dekat kota Semarang penumpang akan mendapat tawaran pedagang asongan. “Wingko, wingko … babat, yang babat.”

Wingko Babat

Pada masa lalu, ada dua kerancuan akibat situasi tersebut. Pertama, ada yang mengira itu adalah sejenis panganan yang berbahan jerohan sapi. Dan, ke dua, wingko babat seakan menjadi oleh-oleh khas Semarang, ibukota Jawa Tengah. Ia seakan seperti lunpia.

Yang pertama sudah pasti salah, sebab makanan ini tak ada kaitannya dengan jerohan sapi sama sekali. Ia bahkan sejenis makanan yang berasa manis. Yang ke dua, sejatinya wingko babat juga bukan berasal dari Semarang.

wingko babat oleh-oleh khas Semarang ternyata dari Lamongan
Wingko babat, oleh-oleh khas dari Semarang. Foto: Milik oleholehsemarang.id

.Sebenarnya oleh-oleh makanan ini malah berasal dari luar Jawa Tengah. Ia berasal dari Lamongan, Jawa Timur. Nama Babat diambil dari Kecamatan Babat yang terdapat di Kabupaten Lamongan.

Wingko babat sudah mulai diproduksi jauh sebelum kemerdekaan Indonesia. Panganan ini pertama kali dibuat pada 1898 oleh Loe Soe Siang, warga Tionghoa yang menetap di Kecapatan Babat. Ia memulai mencari nafkah dengan membuat jajanan wingko yang terbuat dari kelapa dengan proses yang sangat tradisional.

Wingko, yang kemudian dikenal dengan sebutan wingko babat, sendiri terbuat dari bahan dasar kelapa, beras ketan dan gula. Komponen bahan tersebut yang membuat cita rasa manis dan gurih yang khas.

Makanan ini sebenarnya merupakan kudapan khas masyarakat Babat, Lamongan. Warga Babat biasanya menyebut kudapan berbahan baku utama tepung ketan dan kelapa muda itu dengan nama kue wingko.

Tak sekadar panganan, di daerah Babat kue wingko tidak pula digunakan sebagai oleh-oleh. Makanan ini menjadi bagian dari seserahan seorang lelaki kepada perempuan yang akan dinikahinya. Kue wingko merupakan simbol keseriusan lelaki untuk meminang seorang perempuan.

Lalu kenapa wingko babat justru dikenal sebagai oleh-oleh khas Semarang? Ini ada ceritanya. Ada dua versi kisah makanan ini kemudian menempel dengan ibukota Jawa Tengah itu.

Versi pertama, makanan ini selain menjadi penganan tradisi, ia juga mulai dipasarkan ke warga lain daerah. Salah satunya dipasarkan melalui jalur kereta api sepanjang Babat, Bojonegoro, Cepu, hingga Semarang. Sebagai kota terbesar dari rangkaian jalur tersebut, makanan ini menjadi populer di sekitar stasiun Tawang Semarang.

Versi ke dua dari citra wingko sebagai makanan Semarang adalah kisah tentang wingko babat yang pertama kali dibawa ke Semarang oleh seorang perempuan asal Babat bernama Loe Lan Hwa. Menilik Namanya, bisa jadi ia adalah anak turun Loe Soe Siang.

Saat itu, Lan Hwa bersama suaminya, The Ek Tjong (D Mulyono) dan kedua anaknya, mengungsi dari Babat ke Semarang menjelang kemerdekaan Indonesia.

Mereka beserta kedua anaknya yang masih kecil-kecil, The Giok Kwie (6 tahun) dan The Gwat Kwie (4 tahun), mengungsi dari Babad di Lamongan di Jawa Timur ke Semarang sekitar 1944. Di tengah suasana panas Perang Dunia II, dari Babad yang dilanda huru-hara, mereka datang ke Semarang untuk mencari kehidupan yang lebih aman.

Pada tahun-tahun itu, Indonesia ada di bawah cengkeraman Jepang. Mereka mengungsi untuk mencari kehidupan yang lebih aman. Dampak kekalahan Jepang di Perang Dunia II rupanya juga ikut dirasakan warga Babat. Waktu itu, banyak terjadi kerusuhan di daerah-daerah.

Sekitar 1946 Loe Lan Hwa dan suaminya mulai memasarkan wingko di Semarang dengan nama atau merek Millens. Pada saat makanan ini mulai dijajakan keluarga itu, belum ada orang atau warga Semarang yang mengenal panganan ini.

Kue wingko tersebut dijajakan dari rumah ke rumah, di samping dititip-jual di sebuah kios sederhana yang menjual makanan di stasiun kereta api Tawang Semarang. Setiap kereta berhenti, petugas kios menjajakan kue wingko beserta makanan lainnya kepada penumpang di dalam kereta api.

Juga kepada para calon penumpang yang akan berangkat ke luar kota dengan label “oleh-oleh” dari Semarang. Dibandingkan dengan lunpia, wingko umumnya memang lebih awet rasa dan kesegarannya. Jadi seakan cocok sebagai buah tangan.

Kue wingko buatan Loe Lan Hwa ini banyak disenangi orang Semarang. Banyak di antara mereka yang menanyakan nama kue tersebut kepada Loe Lan Hwa. Untuk memenuhi keingintahuan pembelinya dan sekaligus sebagai kenang-kenangan terhadap kota Babat tempat dia dibesarkan, Loe Lan Hwa menyebut kue buatannya itu sebagai wingko babat.

Saat ini, wingko babat sudah beredar lebih luas. Tak hanya ada di stasiun dan toko oleh-oleh di Semarang. Bahkan toko-toko oleh-oleh di Yogyakarta atau Solo menjualnya.

Di Semarang, makanan ini banyak dijual oleh masyarakat umum di toko oleh-oleh. Merek dan produsennya pun sudah bukan dari keluargaLoe Lan Hwa, tapi sudah puluhan merek.

Wingko Babat kini sudah diproduksi oleh berbagai produsen dan dibuat dengan pelbagai rasa.
Wingko Babat kini memiliki anega rasa. Foto: Dok. Tokopedia

Beragam merek wingko yang populer antara lain : Wingko Babad Cap Kereta Api, Wingko Babat NN Meniko, Wingko Babat Dyriana, dan Wingko Babat cap Tiga Kelapa Muda.

Sudah pernah mencicipi wingko babat? Atau sudah pernah membawa wingko untuk oleh-oleh?Jika belum, cobalah agendakan sekali-kali.

agendaIndonesia

*****

Oleh-Oleh Bakpia Kurnia Sari Yogyakarta

Toko Nusa Indah juga mnyediakan Bakpia Kurnia Sari dari Yogakarta

Oleh-oleh Bakpia Kurnia Sari adalah toko yang menjajakan bakpia khas Yogyakarta. Berbeda dengan banyak pendahulunya di kota pelajar ini, toko bakpia tidak menggunakan angka sebagai merek dagangannya.

Oleh-oleh Bakpia Kurnia Sari

Oleh-oleh Bakpia Kurnia Sari adalah toko yang menjajakan bakpia khas Yogyakarta. Ada  berbagai pilihan rasa seperti keju, kacang hijau, susu, coklat, kumbu hitam, tiramisu, kopi, ubi ungu, durian susu dan green tea. Bakpia Kurnia Sari  Yogyakarta pun kini memiliki  beberapa cabang seperti di kawasan Gelagahsari, Kaliurang, Godean, Pogung dan lain lainnya.

Bakpia Kurnia Sari bermula pada tahun 1996, ketika bisnis bakpia mulai populer dan menjadi penganan oleh-oleh yang paling diburu para wisatawan dan pelancong ke kota Yogyakarta. Awalnya bakpia yang dijual hanya 5 buah dalam sebungkus kemasan dan dititipkan pada sejumlah toko oleh-oleh Yogyakarta dan pasar serta dijajakan lewat metode door to door. Lama kelamaan produk ini semakin laku dan populer sejak tahun 2000-an dan akhirnya menjadi salah satu merek bakpia terpopuler di Yogyakarta.

Salah satu alasan mengapa Bakpia Kurnia Sari menjadi salah satu bakpia terpopuler adalah bentuknya yang lebih besar dari bakpia kebanyakan. Ini yang kemudian menjadi keunikan dan ciri khas bakpia ini.

Selain itu teksturnya yang lebih lembut dan tipis memberikan kenikmatan yang berbeda dari bakpia lain, yang biasanya cenderung lebih renyah dan berkulit tebal. Dan dengan metode khusus yang mereka aplikasikan pada proses pembuatannya membuat bakpia ini awet hingga 10 hari di luar kulkas dan sekitar 2-3 minggu jika dimasukkan ke dalam kulkas.

Harga Bakpia Kurnia Sari berkisar dari Rp 52 ribu hingga Rp  65 ribu dengan isi bakpia 15 buah per kemasan. Selain jenis-jenis rasa yang disebut di awal, tersedia juga varian mix 3 rasa seperti rasa keju, coklat dan kacang hijau. Keju dan kacang hijau sendiri biasanya merupakan varian yang paling laku dan dicari oleh konsumen. Lain daripada bakpia, toko ini sekarang juga menjual produk lain seperti ampyang, gula jawa dan produk-produk UKM lainnya.

Toko-toko mereka biasa buka dari jam 9 pagi hingga jam 8.30 malam, dengan toko pusat/pabrik di Gelagahsari tutup lebih awal di jam 5.30 sore. Karena ramainya konsumen, demi mencegah kehabisan direkomendasikan untuk memesan terlebih dulu.

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi (0274) 625279 atau via email: support@kurniasari.co.id

 

Cabang-cabang:

– Jl. Gelagahsari no. 91C (toko pusat), telp. (0274) 380502

– Jl. Gelagahsari no. 112, telp. (0274) 375030

– Ruko Permai, Pogung Lor no. 6-7, Jl. Ring Road Utara, telp. (0274) 625279

– Jl. Godean no. 23 Km. 5, telp. (0274) 5014587

– Jl.Kaliurang Km. 14,5, telp. (0274) 2861433

– Jl.Kusumanegara no. 5, telp. (0274) 2924224

Bakpia Kukus Tugu Jogja, 1 Oleh-oleh Unik

bakpia yogya di antaranya bakpia kukus tugu jogja

Bakpia Kukus Tugu Jogja adalah toko oleh-oleh dari Yogyakarta yang menjajakan bakpia dengan gaya yang baru dan berbeda. Kalau biasanya bakpia pada umumnya dibuat dengan cara dipanggang atau dioven.

Bakpia Kukus Tugu Jogja

Bakpia Kukus Tugu Jogja adalah toko oleh-oleh dari Yogyakarta yang menjajakan bakpia dengan gaya yang baru dan berbeda. Kalau biasanya bakpia pada umumnya dibuat dengan cara dipanggang atau dioven, toko ini menjual bakpia yang dibuat dengan cara dikukus dan menggunakan isian berbahan pasta lembut. Alhasil bakpia ini memiliki cita rasa yang unik, dengan tekstur yang lebih lembut dan halus, sesuatu yang belum pernah ada dan berbeda dari bakpia umumnya.

Bakpia kukus sendiri memiliki beberapa varian. Untuk jenis kulit atau bagian luar dari bakpia tersedia varian original dan coklat, sedangkan untuk pilihan rasanya tersedia varian rasa keju, coklat, kacang hijau dan kacang merah. Semuanya dikemas dalam 1 kotak yang masing-masing berisi 10 buah bakpia, dengan banderol harga Rp. 33.000,00.

Bakpia Kukus Tugu Jogja awalnya membuka tokonya di kawasan jalan Kaliurang, namun perlahan kemudian membuka cabang-cabang lainnya seperti di kawasan Lempuyangan, Tugu, jalan Solo serta sebuah gerai di area Malioboro Mall. Tokonya sendiri berusaha menampilkan suasana dan tema tradisional ala Yogyakarta, lengkap dengan pernak pernik seperti angkringan, sepeda onthel, becak serta miniatur Tugu Jogja.

Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi call center di 1500625 dan via WhatsApp di nomor 08111500625, serta bisa mengunjungi website resmi di http://bakpiakukustugu.co.id.

Cabang-cabang Toko:

– Jl. Kaliurang Km. 5,5 no. 10A

– Jl. Solo Km. 9 no. 3

– Malioboro Mall, Jl. Malioboro no. 52-58

– Stasiun Lempuyangan

– Stasiun Tugu