Betutu 1 Kuliner Khas Bali

ayam betutu Bali

Betutu 1 kuliner khas Bali, ini pasti tak ada yang membantahnya. Bisa jadi, banyak orang mengaitkannya dengan nama masakan Ayam Betutu atau Bebek Betutu. Itu tak salah. Sebab, betutu sejatinya memang menunjuk pada masakan yang terdiri dari ayam atau bebek, biasanya utuh, yang diberi bumbu dan kemudian dibakar.

Betutu 1 Kuliner Khas Bali

Dari sejarahnya, betutu berasal dari kata ‘tutu’ yang artinya dibakar, dan awalan ‘be’ yang berarti daging. Jadilah ia satu kuliner khas Bali berupa daging ayam atau bebek utuh yang dibakar dengan bumbu khususnya.

Di Bali, awalnya sajian betutu berasal dari daerah Gianyar dan Gilimanuk. Jika Anda main ke Bali dan sedang berada di kawasan Gianyar cobalah perhatikan, di sepanjang jalan utama yang menghubungkan Kabupaten Gianyar dan wilayah-wilayah sekitarnya, bertebaran warung-warung tradisional yang memasang papan “nasi campur betutu”.

Di sini, kita bisa memesan ayam betutu seperti umumnya, namun kebanyakan memang penampakannya lebih mirip nasi campur. Sebab, dalam piring, tersaji beragam lauk. Ada lawar—bisa juga diganti dengan urap Bali, sate lilit, telur rebus, dan potongan ayam betutu.

Pada masa lampau, masakan tradisional ini, dihidangkan khusus untuk upacara keagamaan. Cara mengolahnya pun tak sembarangan. Ayam atau bebek, sebagai komponen utama dalam sajian betutu, harus ditanam dalam lubang tanah, ditutup degan bara api, dan dimasak dalam sekam selama belasan jam.

Namun, kita tahu, waktu berjalan dan perubahan pun terjadi. Masakan betutu makin tak kaku dan tak terlampau mengikuti pakem. Variannya makin berkembang, cara memasaknya juga semakin modern. Pun, tak harus dihidangkan ketika ada upacara. Siapa pun, kapan pun bisa menikmati. Masakan ini juga gampang ditemukan di warung-warung di Bali, bahkan sudah banyak kota lain di Indonesia yang mempunyai tempat-tempat makan yang menyajikan ayam dan bebek betutu.

Begitu pun, jika ada wisatawan mau berkunjung ke Bali dan hendak mencoba mencicipi masakan Betutu, berikut ada tiga rumah makan yang bisa menjadi alternatif pilihan.

Betutu Halal Warung Rahayu Wayan Rupa

Setelah berputar melewati Patung Kebo Iwa di dekat Kantor DPRD Kota Gianyar, tepatnya di Jalan Mahendradata, jalur menuju Kecamatan Payangan, sebuah warung sederhana berdiri di kiri jalan. Warung ini direkomendasikan oleh Putu, warga asli Gianyar, yang saya temui di sentra pembuatan kaus barong. “Kalau mau makan ayam betutu yang halal dan paling enak di Gianyar, lagi murah, ada namanya Warung Rahayu Wayan Rupa,” tuturnya.

Warung sederhana ini telah berdiri sejak awal 2000. Setiap hari orang ramai datang untuk mengambil pesanan. Ternyata pemiliknya lebih sering menerima order dalam jumlah besar daripada menerima tamu yang makan di tempat. Pantas saja kursi dan meja yang disediakan tak terlalu banyak. “Untung datang cepat. Ini tinggal lima piring lagi,” kata si pemilik kepada saya. Padahal hari masih siang. Memang, harus bergelut dengan pengunjung lain untuk sekadar menikmati sepiring nasi betutu Rahayu.

Tak heran. Sebab, masakan perempuan separuh baya itu punya rasa yang khas. Aromanya sangat nikmat, bahkan tercium dari halaman depan. Rempah-rempahnya kuat melekat di daging yang disuwir besar-besar. Daging yang bertemu beragam bumbu di atas pembakaran menghadirkan sensasi panggangan yang nikmat. Tak ada satu bagian daging pun terasa hambar. Meski menggunakan ayam potong, dagingnya juga tak alot sewaktu dikunyah. Cara mengolah, kata dia, sangat berpengaruh terhadap tekstur daging. Alat masak yang masih menggunakan tungku tradisional juga menambah nikmat olahan.

Selain ayam betutu, telur rebus, serundeng kacang, dan urap kacang panjang turut dihidangkan. Komponen pendamping ini membuat piring jadi kelihatan tak sepi.

Warung Rahayu Wayan Rupa

Jalan Mahendradata, Bitera, Gianyar

Buka pukul 08.00-17.00 (biasanya pukul 14.00 sudah habis)

Betutu Kukus Kedewatan Ibu Mangku

Rasanya hampir semua travel blogger merekomendasikan wisatawan yang datang ke Bali untuk jajan ayam betutu di Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku. Kabarnya, olahan si empunya warung membikin orang ketagihan.

Warung cabang yang berlokasi di Seminyak menjadi pilihan. Selain dekat dengan lokasi wisata, tempatnya luas dan cukup asyik untuk nongkrong serta ngobrol bersama kerabat. Dulu, nasi ayam yang kesohor itu memang hanya buka di Kedewatan, Ubud. Namun, beberapa tahun belakangan, si pemilik melebarkan usahanya di Badung dan Denpasar.

Soal menu tentu tak berbeda. Sebab, Ibu Mangku hanya menyediakan dua varian: nasi campur dan nasi pisah. Lauknya sama, yakni ayam betutu dengan potongan cukup besar (boleh memilih paha atau dada), ayam suwir bumbu pedas, jeroan goreng, sate lilit, urap, telur rebus, kacang goreng, dan pepes ayam. Yang membikin nampol adalah sambal matahnya.

Soal cara memasak, ayam betutu di sini berbeda dengan Warung Rahayu. Secara tampilan, daging ayam di restoran ini berwarna lebih cokelat. Tak ada bekas panggangan juga di sisi-sisi dagingnya. Cara memasaknya dikukus lama sampai daging matang. Tentu dimasak bersama bumbu-bumbu rahasia dalam waktu cukup lama. Alhasil, daging ayam terasa empuk dengan bumbu yang meresap sampai ke tulang.

Bila lauk di piring kurang, tamu bisa menikmatinya dengan jajanan ringan, semacam kacang Bali, keripik, atau camilan lain yang tersedia di samping mesin kasir.

Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku

Jalan Kayu Jati No. 12, Patitenget, Seminyak, Kuta, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Badung

Buka pukul 09.00-21.00

Betutu Berkuah Bu Ina

Kalau ingin memilih masakan betutu dengan aliran yang berkuah, mengembaralah seputar Mengwi. Di sana, banyak sekali warung rumahan yang menjual olahan betutu ala Gilimanuk. Salah satunya ialah warung milik keluarga Ina. Tempat makan yang bisa ditempuh dalam jangka waktu kurang dari 30 menit dari Tanah Lot ini adalah cabang kedua.

Berbeda dengan dua warung sebelumnya, ayam betutu di sini disajikan dengan bumbu kuah kuning. Bumbu kuning dihasilkan dari campuran kunyit dan rempah-rempah lainnya, seperti sereh, cabai, bawang putih, bawang merah, jahe, laos, dan ketumbar. Komplemen itu membikin rasa jadi kaya. Namun, asin dan pedas paling mendominasi. Masakan ini cocok bagi pengunjung yang suka dengan masakan berbumbu bold.

Selain cara masak, penyajiannya pun berlainan. Ayam betutu tersebut dihidangkan berdampingan dengan ca kangkung, kacang goreng, dan sambal matah. Jadi bukan disantap dengan lawar atau urap, seperti yang umum disajikan di warung-warung nasi Bali. Ca kangkung dimasak polos, tanpa bumbu macam-macam. Berkebalikan dengan ayam betutu.

Ayam Betutu Bu Ina 2

Jalan Raya Mengwitani Nomor 22A, Mengwi, Badung

Buka pukul 09.00-21.00

F. Rosana