Taman Nasional Baluran, 1 Lanskap Afrika

Taman Nasional Baluran di Situbondo, Jawa Timur, sering disebut Africa van Java. Foto: shutterstock

Taman Nasional Baluran di Jawa Timur menjadi alternatif wisata alam dan konservasi flora dan fauna Indonesia. Tempat ini kerap dijuluki Africa van Java karena bentang alamnya yang mirip dengan padang sabana Afrika dan terletak di kawasan desa Wonorejo, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.

Taman Nasional Baluran

Nama Baluran karena kawasan taman nasional tersebut juga merupakan lokasi Gunung Baluran. Meski berada di wilayah kabupaten Situbondo, tetapi lingkup wilayahnya yang begitu luas membuatnya berbatasan langsung dengan Kabupaten Banyuwangi.

Diresmikan pada 6 Maret 1980, Taman Nasional Baluran memiliki luas sekitar 25 ribu helktare, yang mayoritas merupakan padang sabana seluas 10 ribu hektare. Ini merupakan padang sabana terluas di Pulau Jawa.

Taman Nasional Baluran selain masuk Kabupaten Situbondo, sebagain juga masuk Kabupaten Banyuwangi.
Kawanan Fauna di Taman Nasional Baluran. Foto: Dok. shutterstock

Awalnya tempat ini ditetapkan sebagai area suaka margasatwa pada jaman pendudukan Belanda di tahun 1937. Sebelum akhirnya pada 6 Maret 1980, bertepatan dengan Hari Strategi Pelestarian Sedunia dan Kongres Taman Nasional Sedunia di Bali, pemerintah menetapkan statusnya sebagai taman nasional.

Wilayah Taman Nasional Baluran terdiri dari padang sabana, hutan bakau, pantai dan pegunungan, yang menjadi habitat berbagai macam flora dan fauna di dalamnya. Sekitar 40 persen atau lebih dari sepertiga lahannya merupakan padang sabana.

Tercatat sekitar 444 jenis flora yang dapat ditemukan di sini, yang meliputi 265 tumbuhan obat, 24 tumbuhan eksotik dan 37 jenis tumbuhan mangrove. Contohnya seperti Pilang, Mimba, Asam Jawa, Kemiri, Salam, Kepuh, Api-api dan lain sebagainya.

Sedangkan jenis-jenis fauna yang ada meliputi 28 jenis mamalia, 155 jenis burung, serta beberapa jenis serangga, reptil dan ikan lainnya. Dari jenis-jenis fauna tersebut, sekitar 47 di antaranya termasuk spesies langka yang dilindungi.

Beberapa fauna yang dapat ditemui semisal kijang, kancil, banteng, kera abu-abu ekor panjang, macan tutul Jawa, kucing bakau, burung merak, burung rangkong, burung bangau tongtong, ayam hutan dan lain lain. Banteng sendiri menjadi maskot dari Taman Nasional Baluran.

Selain berfungsi sebagai tempat konservasi flora dan fauna, serta tempat penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan alam, Taman Nasional Baluran juga menjadi spot ekspedisi dan wisata alam. Ada beberapa titik-titik lokasi yang bisa anda kunjungi di sini.

Taman Nasional Baluran menjadi tempat untuk mempelajari ratusan flora dan fauna yang khas pulau Jawa.
Dabana Bekol sebagai landmark Baluran. Foto: Dok. shutterstock

Salah satunya adalah Gua Jepang, yang berada di dekat pintu masuk Taman Nasional ini. Dinamai demikian karena dulunya gua ini digunakan sebagai gudang amunisi dan benteng pertahanan tentara Jepang pada masa pendudukan Jepang.

Gua seluas 12 meter persegi ini kini sering menjadi tempat burung merak untuk kawin, biasanya pada sekitar Oktober hingga November. Selain itu, tempat ini juga kerap menjadi lokasi untuk berkemah.

Masuk lebih ke dalam, wisatawan akan menemukan hutan Evergreen. Sesuai namanya, hutan ini selalu terlihat hijau dan rimbun sepanjang tahun karena tanahnya yang subur dan dialiri air. Melewati hutan ini dengan mobil, pengunjung bisa menemui beberapa satwa liar di dalamnya seperti kijang, burung merak, macan tutul Jawa, dan ayam hutan.

Selepas melewati hutan Evergreen, maka pengunjung akan tiba di Padang Sabana Bekol. Ini adalah salah satu bagian utama dari Taman Nasional Baluran. Pemandangan padang rumput yang begitu luas, dengan beberapa pohon besar dan latar belakang pegunungan, menjadi daya tarik utama area ini.

Tersedia menara pandang setinggi 30 meter untuk bisa melihat sekitar Padang Sabana Bekol dengan daya pandang lebih baik. Kawanan kijang, banteng dan lain-lain bisa terlihat di sini. Ada juga area wisma penginapan bagi pengunjung yang ingin merasakan pengalaman menginap di alam liar.

Taman Nasional Baluran menjadi tempat wisata keluarga termasuk untuk menginap, berkemah atau treking.
Sabana Bekol dengan latar belakang pegunungan layaknya Afrika. Foto: shutterstock

Satu yang perlu dicatat, di Padang Sabana Bekol ini juga terkadang bisa terlihat ular yang melintas. Maka setiap pengunjung diharapkan agar tetap berhati-hati dan menjaga jarak agar tidak mengganggu.

Tidak jauh dari Padang Sabana Bekol, berjarak sekitar tiga kilometer pengunjung bisa menemukan pantai Bama dan Balanan. Pantai-pantai ini dikenal dengan pemandangan pasir putih dan hutan mangrove yang indah. Selain itu, pantai ini juga jadi habitat kucing bakau, burung rangkong dan kera abu-abu berekor panjang.

Tak hanya itu, di pantai-pantai tersebut wisatawan juga bisa melakukan aktivitas seperti memancing dan snorkeling sambil melihat hamparan terumbu karang dan beragam biota laut yang cantik. Tersedia pula penginapan bagi yang ingin menikmati suasana pantai yang masih alami dan berombak tenang.

Selain tempat-tempat tersebut, masih ada spot wisata lainnya seperti Air Kacip dan Manting, yaitu sumber air alami yang tak pernah habis sepanjang tahunnya. Ada juga Curah Tangis, area khusus bagi yang ingin berolahraga panjat tebing, dengan tebing setinggi 10-30 meter.

Jika berminat untuk datang, ada beberapa hal yang perlu diingat. Misalnya, jangan membawa makanan untuk diberikan kepada satwa liar. Pengunjung juga disarankan membawa topi dan payung, agar lebih terlindung dari terik panas dan hujan. Yang membawa mobil juga perlu berhati-hati dan tidak ngebut sembarangan.

Harga tiket masuknya dibedakan bagi wisatawan domestik dan manca negara. Untuk wisatawan domestik tiket masuk pada hari biasa seharga Rp 16,5 ribu, sementara hari libur Rp 18,5 ribu. Adapun turis asing perlu membayar ekstra, pada hari biasa dikenai Rp 150 ribu dan hari libur Rp 225 ribu.

Bagi yang membawa kendaraan bermotor, tarif parkir juga dibedakan. Untuk hari biasa pengendara motor membayar Rp 5 ribu, mobil Rp 10 ribu dan bus Rp 50 ribu. Sedang pada hari libur pengendara motor bertarif Rp 7,5 ribu, mobil Rp 15 ribu dan bus Rp 75 ribu.

Taman Nasional Baluran buka untuk umum setiap hari dari jam 07.30 sampai jam 16.30. Untuk info lebih lanjut dapat menghubungi (0333) 461650, via email di balurannationalpark@gmail.com atau kunjungi situs resmi balurannationalpark.id dan laman resmi Instagram @btn_baluran.

Taman Nasional Baluran

Jl. Raya Banyuwangi-Situbondo km 35, Desa Wonorejo, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur

Telp. (0333) 461650

Email balurannationalpark@gmail.com

agendaIndonesia/Audha Alief P.

*****