50 Besar ADWI 2021, Desa Wisata Apar Pariaman

50 Besar ADWI 2021, mulai memasuki visitisasi. Dimuali dari Desa Apar Pariaman

50 Besar ADWI 2021 (Ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021) memasuki tahapan desa wisata terbaik. Di tahapan ini, dewan juri melakukan visitasi dan penilaian langsung kepada 50 besar desa wisata yang didasarkan pada tujuh kategori lomba serta klasifikasi desa wisata.

50 Besar ADWI 2021

Desa Wisata Apar di Kota Pariaman, Sumatera Barat, menjadi desa wisata pertama yang divitasi dan dinilai. Visitasi dilakukan langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno bersama dewan juri, Jumat 27 Agustus 2021.

Menparekraf Sandiaga Uno, menjelaskan bahwa ADWI merupakan salah satu upaya yang dilakukan Kemenparekraf dalam mewujudkan desa wisata sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia, berdaya saing, dan berkelanjutan. Desa wisata merupakan simbol kebangkitan ekonomi nasional dan desa wisata merupakan tren terbaru pariwisata pascapandemi yang berbasis nature and culture. Yaitu fokus pada alam terbuka dan budaya.

“Kita bisa lihat Desa Wisata Apar Kota Pariaman, betapa besarnya potensi pariwisata dan ekonomi kreatif. Mulai dari pantainya yang indah dan bersih, track mangrove, konservasi penyu, juga yang tidak kalah menarik adalah STIB (Sekolah Tinggi Ilmu Baruak),” kata Menparekraf Sandiaga Uno.

50 besar ADWI 2021, Menteri Pariwisata melakukan visitasi dan melakukan penanaman pohon.
Menteri Pariwisata Sandiaga uno sedang menanam pohon. Foto: Dok. Kemenparekraf

Desa Wisata Apar memang memiliki berbagai potensi pariwisata dan ekonomi kreatif yang bisa menjadi keunggulan untuk dapat menarik wisatawan sehingga memberikan manfaat ekonomi dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat.

Seperti STIB, yakni di mana masyarakat setempat melatih beruk untuk dapat memetik buah kelapa dan memilihkan yang terbaik dan kemudian diberikan kepada wisatawan. Selain itu, wisatawan juga dapat menikmati rindangnya hutan mangrove yang dilengkapi dengan tracking mangrove, gazebo insta spot, menelusuri hutan mangrove dengan perahu kano, menara pandang, hingga hewan-hewan yang ada di dalam kawasan wisata Apar.

Desa Wisata Apar juga memiliki hamparan pantai yang biru nan bersih, memiliki sunset yang indah dan konservasi penyu. Kuliner yang menjadi ciri khas Desa Wisata Apar adalah mengolah buah mangrove menjadi minuman dan makanan. Untuk kriya atau kerajinan tangan ekonomi kreatif dengan kearifan lokal ada pada menyulam dengan benang emas dan kerajinan batang pisang.

“Jadi kita bisa lihat di desa wisata Apar hari ini, bahwa ini adalah satu program yang sangat menyentuh masyarakat. Desa wisata ini programnya tidak mengawang, tapi konkret serta tepat manfaat, tepat sasaran, dan tepat waktu. Memberikan sentuhan kepada masyarakat yang membutuhkan. Jadi kita sekarang fokus ke desa wisata yang jadi program unggulan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif,” kata Sandiaga.

Desa Wisata Apar diharapkan dapat menjadi daya ungkit bagi ekonomi desa dan sebagai wahana promosi untuk menunjukkan potensi desa-desa wisata di Indonesia kepada wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara. Serta mendorong daerah untuk dapat menciptakan desa wisata-desa wisata baru di wilayahnya yang dapat membangkitkan ekonomi desa.

“Ini adalah simbol kebangkitan kita, dan saya yakin kita akan mampu menghasilkan desa wisata yang memiliki potensi untuk menjadi keunggulan kita ke depan,” kata Sandiaga.

50 Besar ADWI 2021 mulai memasuki masa visitasi, dimulai dari Sumatera Barat.
Menteri Sandiaga menyerahkan piagam penghargaan kepada Wakil Gubernur Sumatera Barat Audy Joinaldy. Foto: Dok. Kemenparekraf

Wakil Gubernur Sumatra Barat, Audy Joinaldy, mengatakan, Sumatra Barat menjadi provinsi yang terbanyak mendaftarkan desa wisatanya di ajang ADWI 2021. Tercatat ada 231 desa wisata yang mendaftar di ajang ADWI 2021.

“Melalui seleksi ini kita berharap Desa Wisata Apar menjadi desa wisata nomor satu di Indonesia. Dan kehadiran Pak Menteri akan membantu mengekspos pariwisata Sumatra Barat secara nasional,” kata Audy Joinaldy.

Sementara Wali Kota Pariaman, Genius Umar, mengatakan, pariwisata menjadi salah satu penunjang yang turut mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Pariaman tumbuh positif sebesar 3 persen di semester I tahun 2021. Hal itu menunjukkan masyarakat Pariaman siap dalam menunjang kebangkitan ekonomi melalui pariwisata.

“Kami harapkan desa wisata ini Apar ini menjadi percontohan. Tidak hanya di Sumatra Barat tapi juga di Indonesia karena di Pariaman ini masyarakatnya memiliki mental juara, juga aktif menjaga lingkungan,” kata Genius Umar.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Pariaman, Madison Mahyuddin;  Kadispar Sumatra Barat, Novrial; Kadisparbud Kota Pariaman, Dwi Marhen Yono; Ketua Dewan Juri ADWI 2021 Azril Azahari; serta Direktur Tata Kelola Destinasi Kemenparekraf/Baparekraf, Indra Ni Tua.

agendaIndonesia

*****

Trail of Civilization 1 Upaya Kembangkan Borobudur

Kupat Tahu Pojok Magelang bisa menjadi alternatif wisata kuliner jika dola ke Candi Borobudur.

Trail of Civilization Candi Borobudur diluncurkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif akhir pekan lalu. Program yang menghadirkan “Trail of Civillization” ini adalah sebagai salah satu upaya untuk mengembangkan travel pattern (pola perjalanan) di kawasan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, yang merupakan salah satu destinasi super prioritas.

Trail of Civilization

“Borobudur Trail of Civilization” merupakan uji coba pelaksanaan pola-pola perjalanan di sekitar kawasan Candi Borobudur yang disusun berdasarkan relief yang terdapat di dinding candi. Di mana pada relief-relief ini menggambarkan peradaban kehidupan masyarakat sejak zaman kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di tanah Jawa maupun Sumatera.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno dalam acara peluncuran “Borobudur Trail of Civilization” di Omah Mbudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Senin 21 Juni 2021 malam, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan uji coba dari pengembangan pola perjalanan di sekitar kawasan Borobudur. Tujuan pelaksanaan program ini nantinya , wisatawan dapat memperoleh pengalaman yang sangat berkesan dalam kunjungannya ke kawasan Candi Borobudur.

trail of civilization diluncurkan Kemenparekraf untuk mengembangkan wisata di Borobudur yang mengadopsi pola-pola perjalanan dari kehidupan di masa lampau.
Relief di Candi Borobudur yang menggambarkan kehidupan di masa lampau. Foto: Dok. Kemenparekraf

“Dalam kunjungan ke Borobudur yang merupakan destinasi super prioritas ini kita harus menghadirkan suatu pengalaman unik,” kata Sandiaga. Harapannya, tentu saja nantinya pengunjung tidak hanya menikmati kemegahan candi terbesar di dunia ini. Namun juga belajar pada kehidupan masa lampau.

Sandiaga menuturkan, uji coba ini merupakan bagian dari langkah mempersiapkan Borobudur sebagai salah satu dari lima destinasi super prioritas dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin.

“Harapannya wisata yang localized, customized, and smaller in size ini bisa kita hadirkan melalui Borobudur Trail of Civilization,” katanya.

Sebagai langkah awal uji coba, acara ini dilaksanakan pada 21-23 Juni dan diisi dengan sejumlah kegiatan dengan peserta berskala kecil. Kegiatan-kegiatan itu  seperti olahraga yoga, bertani, dan membuat kerajinan tangan gerabah.

“Kegiatan ini diharapkan akan memperkaya kunjungan wisatawan, meningkatkan kualitas kunjungan, memperlama durasi tinggal dan juga meningkatkan kualitas belanja wisatawan. Sehingga kita bisa bangkit, menebar semangat dan pelaku-pelaku ekonomi kreatif bisa menggeliat lagi serta membuka lapangan kerja,” ungkap Sandiaga.

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenparekraf/Baparekraf, Rizki Handayani, menjelaskan, dalam kegiatan ini ada lima pola perjalanan yang diujicobakan. Yaitu Ancient Kingdom Trail, Joglosemar Historic Trail, Buddhist Pilgrimage, Edu Trail, dan The Classical Indonesia Batik Route.

Selain itu, uji coba ini juga bertujuan untuk meningkatkan angka kunjungan wisatawan di masa yang akan datang dan menyiapkan atraksi wisata di sekitar kawasan Borobudur. “Jalur wisata tematik heritage ini disusun berdasarkan relief yang ada di Candi Borobudur,” kata Rizki.

Trail of civilization diperkenalkan Kemenparekraf dengan mengembangkan sejumlah pola perjalanan dari masa lampau.
Pembuatan gerabah di sekitar Candi Borobudur. Foto: Dok. Kemenparekraf

Pelaksanan program ini di hari pertama adalah para peserta uji coba diajak merasakan sensasi bercocok tanam di area persawahan yang ada di dekat Balai Ekonomi Desa (Balkondes) Karangrejo. “Jadi peserta diajak merasakan bagaimana kehidupan perekonomian orang-orang zaman dahulu yang berbasis agraria dan besok kita akan merasakan sensasi membuat kerajinan tangan,” jelas Rizki.

Acara ini diikuti oleh sejumlah pejabat eselon I dan II dari Kemenparekraf/Baparekraf serta kementerian dan lembaga lainnya. Di antaranya Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf/Baparekraf, R. Kurleni Ukar; Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf, Vinsensius Jemadu; Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf, Nia Niscaya; serta Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Sekretaris Utama Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ni Wayan Giri Adnyani.

Kemudian ada Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Odo Manuhutu; Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah, Sinoeng Noegroho Rachmadi; Direktur Wisata Alam, Budaya, dan Buatan Kemenparekraf/Baparekraf, Alexander Reyaan; Direktur Pengembangan Destinasi Regional 1 Kemenparekraf/Baparekraf, Harwan Ekon Cahyo; serta Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Kemenparekraf/Baparekraf, Dyah Septiana Isnayarti.

Selain itu, kegiatan olah raga, bertani dan membuat gerabah, para peserta juga menyaksikan penampilan seni tari dan mencoba memainkan alat musik gamelan. Di kawasan Borobudur sendiri selama ini memang dikembangkan desa wisata yang memiliki kegiatan-kegiatan bersama masyarakat setempat. Di antaranya belajar menari dan memainkan gamelan.

agendaIndonesia

*****

244 Desa Wisata Bisa Jadi Lokomotif Ekonomi

Kampanye sadar wisata dikampanyekan juga agar masyarakat desa mendapat manfaat secara ekonomi.

244 Desa wisata bisa  jadi lokomotif perkembangan ekonomi di Indonesia, khususnya saat berusaha bangkit dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengikuti webinar Desa Wisata – Desa Kreatif Sumatera Selatan, secara daring, di Jakarta, Minggu, 20 Juni 2021 malam.

244 Desa Wisata

Dalam webinar tersebut, Menparekraf menuturkan pengembangan desa wisata di Indonesia ini menggunakan tiga platform utama Kemenparekraf yaitu inovasi, adaptasi, dan kolaborasi. Inovasi diantaranya dengan pendekatan 360 derajat dan big data. Adaptasi melalui penerapan protokol CHSE. Dan kolaborasi dengan seluruh stakeholder. Sehingga, desa wisata nantinya dapat menjadi destinasi yang berkelas dunia, berdaya saing, dan berkelanjutan, serta menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya.

“Harapan saya, desa-desa wisata ini mampu menjadi lokomotif dalam meningkatkan perekonomian dan menyejahterakan masyarakat sekitar. Karena, tidak hanya kita berfikir mengenai profit atau keuntungan saja, tetapi juga ekonomi, lingkungan, sosial, dan budaya,” katanya.

Turut hadir Wakil Menteri Desa PDTT Budi Arie Setiadi, Direktur Tata Kelola Kemenparekraf/Baparekraf Indra Ni Tua, Direktur Kuliner, Kriya, Desain, dan Fesyen Kemenparekraf/Baparekraf Yuke Sri Rahayu, Ketua Asosiasi Desa Kreatif Indonesia Fikri El Aziz, Kepala Desa Burai Ogan Ilir Erik Asrillah, dan seluruh jajaran pemerintah di Sumatera Selatan.

Menparekraf menjelaskan untuk mendukung pencapaian RPJMN 2020 – 2024 dalam rangka pembangunan 244 desa wisata, Kemenparekraf/Baparekraf memberikan pelatihan dan peningkatan sumber daya manusia. Selain itu juga peningkatan kompetensi dari aspek wirausaha melalui Gerakan Bangga Buatan Indonesia, serta Bantuan Insentif Pemerintah (BIP) 2021 yang dianggarkan kurang lebih Rp60 miliar.

244 desa wisata bisa menjadi lokomotif perkembangan perekonomian pasca-pandemi covis-19.
Kondisi desa-desa wisata bisa menjadi daya tarik wisatawan dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Foto: Dok. Kemenparekraf

Kemudian, ia juga mendorong pemerintah Sumatera Selatan untuk dapat berpartisipasi secara aktif dalam ajang Anugerah Desa Wisata (ADWI) 2021. Karena ajang bergengsi tersebut dapat membangun motivasi bagi para pengelola desa.

“Mohon sekiranya desa wisata di Sumatera Selatan bisa mendaftarkan diri dalam Anugerah Desa Wisata. Sampai saat ini yang mendaftar sudah di atas 300 lebih. Kita harapkan jumlahnya akan terus meningkat dan dapat menjangkau lebih banyak desa wisata lainnya,” ujar Sandiaga.

“Konsep pengembangan desa wisata yang kami dorong secara holistik yakni berbasis budaya, berbasis alam, berbasis buatan. Kuncinya 3A atraksi, aksesibilitas, dan amenitas, serta branding, advertising, dan selling. Jadi saya suka mengajak beberapa influencer nasional maupun lokal, sehingga desa desa wisata tersebut juga bisa menciptakan konten-konten kreatif,” lanjutnya.

Untuk ajang ADWI 2021 memiliki tujuh kategori penilaian, yang terdiri dari kategori CHSE, konten kreatif, homestay, toilet, desa digital, suvenir, dan daya tarik wisata. Bagi desa wisata yang ingin mendaftar bisa langsung akses melalui www.jadesta.com/adwi2021 dengan waktu pendaftaran hingga 26 Juni 2021.

Dalam kesempatan itu, Direktur Kuliner, Kriya, Desain, dan Fesyen Kemenparekraf/Baparekraf Yuke Sri Rahayu, menambahkan saat ini Kemenparekraf/Baparekraf tengah mengembangkan dua ragam desa, yaitu desa wisata dan desa kreatif. Tujuannya sama untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat melalui pariwisata dan ekonomi kreatif di wilayah desa.  

Kemenparekraf saat ini juga sedang menyusun panduan pengembangan desa kreatif dengan desa percontohan di dua desa di kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM). Kedua desa tersebut yakni Desa Mustika dan Desa Sumber Baru.                                                                         . 
“Untuk desa kreatif sendiri akan difokuskan pada dua hal, yang pertama adalah mendorong transformasi desa berbasis komoditas menjadi desa kreatif, melalui penciptaan nilai tambah produk komoditas tersebut, dengan sentuhan kreativitas. Kemudian yang kedua yaitu mendorong pengembangan desa kreatif unggulan, yang mampu menciptakan produk dan karya kreatif unggulan, berkualitas tinggi,” jelas Yuke.

Wakil Menteri Desa PDTT, Budi Arie Setiadi, mengungkapkan menurut data yang diperoleh Kemendes PDTT jumlah desa yang ada di Indonesia yaitu sebanyak 74.961 desa dan sampai saat ini masih ada sekitar 20 ribu lebih desa dengan status sangat tertinggal dan tertinggal.

“Hal ini merupakan tantangan kita dalam tiga tahun ke depan. Kita mengharapkan di tahun 2024 setidaknya setengah dari desa-desa yang sangat tertinggal dan tertinggal bisa naik kelas,” kata Budi Arie.

Sehari sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menutup rangkaian kunjungan kerjanya di Sulawesi Selatan (Sulsel) dengan mengunjungi Kabupaten Sinjai. Tepatnya ke Kampung Galung, Desa Barania, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai.

244 desa wisata dengan segala mcam produk kreatifnya bisa ikut mendorong tumbuhnya perekonomian.
Produk-produk karya pelaku perekonomian kreatif di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Foto: Dok. Kemanperakraf

Desa Barania merupakan satu dari 11 desa wisata yang tengah dikembangkan Pemerintah Kabupaten setempat yang diharapkan menjadi salah satu potensi pengembangan desa. Desa Barania sendiri dikenal dengan potensi pariwisata berupa panorama sumber daya alam yang memanjakan mata. Mulai dari hamparan sawah yang luas, udara segar, hingga air terjun.

“Di Barania, di Kampung Galung, saya melihat satu harapan, motivasi dan optimisme baru, dan kita mendorong wisata berbasis kelestarian lingkungan, wisata berbasis ekoturisme dan kita lihat hamparan sawahnya yang merupakan daya tarik yang luar biasa,” kata Menparekraf Sandiaga Uno.

Kampung Galung dikatakan Menparekraf memiliki potensi dan daya tarik alam yang indah. Selain itu, produk ekonomi kreatif seperti kuliner khas lokal, juga produk fesyen, serta kegiatan budaya juga menambah potensi Kampung Galung sebagai desa wisata.

Kemenparekraf dikatakannya berkomitmen untuk mendukung pengembangan Desa Wisata Barania untuk masuk ke level nasional. Begitu juga dengan desa-desa wisata lainnya di Kabupaten Sinjai.

Ia berharap kolaborasi Kemenparekraf dengan Pemkab Sinjai ke depan dapat terus membangkitkan harapan dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya dengan menghadirkan kebijakan yang tepat untuk masyarakat yang membutuhkan dan berpihak pada ekonomi yang berkeadilan.

agendaIndonesia

*****

Garuda Indonesia dan Bluebird Group Jalin 1 Kerjasama

Garuda Indonesia dan Bluebird Group secara resmi meluncurkan fitur baru pada aplikasi “Fly Garuda”. Maskapai penerbangan nasional dan perusahaan taksi itu menghadirkan kemudahan layanan transportasi terintegrasi khususnya bagi masyarakat yang memerlukan layanan transportasi dari dan menuju bandara. Melalui fitur baru tersebut, pelanggan Garuda Indonesia dapat melakukan pemesanan taksi Bluebird dan Silverbird pada aplikasi “Fly Garuda”.

Garuda Indonesia dan Bluebird Group

Saat ini, fitur baru pada aplikasi “Fly Garuda” tersebut telah dapat diakses para pengguna jasa yang berada di wilayah jangkauan operasional Bluebird Group dan akan diimplementasikan secara bertahap di kota-kota lainnya.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengungkapkan bahwa pengembangan layanan ini merupakan upaya Garuda Indonesia sebagai national flag carrier untuk terus bergerak adaptif dengan berinovasi memaksimalkan layanan penerbangan yang aman dan nyaman, baik melalui pengembangan transformasi digital berkelanjutan hingga kerja sama dengan para mitra strategis.

“Sejalan dengan peningkatan potensi pasar digital, Garuda Indonesia terus mengoptimalkan layanan digital melalui platform “Fly Garuda” untuk meningkatkan pengalaman terbang bagi pengguna jasa kami – khususnya di masa new normal saat ini. Sejak diperkenalkan kembali pada bulan Maret lalu, aplikasi Fly Garuda terus mengembangkan fitur-fitur yang dapat mendukung kemudahan perjalanan bagi para penumpang.”, tambah Irfan.

“Pengembangan fitur-fitur baru merupakan upaya kami untuk memberikan nilai tambah bagi penumpang, khususnya dalam menghadirkan kemudahan dalam merencanakan perjalanan ke berbagai destinasi Garuda Indonesia dan memberikan pilihan layanan transportasi secara terintegrasi, di mana para pengguna jasa Garuda Indonesia dapat leluasa mengatur sarana transportasi lanjutan setelah melaksanakan penerbangan maupun melanjutkan perjalanan menuju tempat tujuan, dengan menggunakan salah satu transportasi darat terbaik di Indonesia,” jelas Irfan.

“Dengan didukung oleh layanan penerbangan Garuda Indonesia yang menjembatani koneksi antarpulau di Indonesia dan ketersediaan layanan Bluebird yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia, serta dengan penerapan protokol kesehatan yang menyeluruh dan secara konsisten dijalankan oleh Garuda Indonesia dan Bluebird, kami optimistis bahwa kerja sama ini akan dapat memenuhi harapan dan kepercayaan masyarakat akan penyediaan transportasi terintegrasi di Tanah Air yang berkualitas, yang menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat pada era kenormalan baru ini,” papar Irfan.

Garuda Indonesia dan Bluebird Group menjalin kerjasama usaha dalam layanan intermoda transportasi.
Direksi Garuda Indonesia dan Direksi Bluebird seusai penandatanganan kerja sama. Foto: Dok. Bluebird

Untuk menikmati fitur baru tersebut, pengguna jasa dapat menggunakan layanan tersebut melalui aplikasi Fly Garuda pada kategori produk “taxi” dengan mengisi informasi pemesanan secara lengkap seperti data diri (nama, nomor telepon, dan jadwal penjemputan), lokasi penjemputan, dan alamat tujuan. Adapun estimasi harga akan secara otomatis muncul ketika informasi pemesanan telah diisi secara lengkap. Selain itu, layanan ini dapat dipesan paling lambat 15 menit sebelum jadwal penjemputan.

Sementara itu, Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Noni Purnomo menyambut baik kerja sama yang dilakukan bersama Garuda Indonesia. “Bluebird dan Garuda Indonesia memiliki visi dan misi yang sama dalam terus menjadi layanan transportasi terdepan serta kebanggaan dari masyarakat Indonesia. Kami yakin kolaborasi ini akan semakin memperkuat posisi Bluebird sebagai layanan transportasi yang mampu menawarkan solusi mobilitas secara menyeluruh melalui pilar transformasi 3M; multi-channel, multi-payment dan multi-product,” ujar Noni.

“Layanan prima dan kepercayaan masyarakat terhadap Bluebird Group menjadikan kerja sama ini akan menghadirkan keseluruhan pengalaman bepergian yang semakin prima. Selain kemudahan dalam melakukan pemesanan, integrasi kedua layanan juga akan memberikan peace of mind bagi para konsumen melalui transisi penggunaan moda transportasi yang seamless. Oleh karena itu, kami menghadirkan fitur Fixed Price sehingga masyarakat dapat melakukan pembayaran dengan harga pasti, di mana tarif perjalanan yang dibayarkan akan sama dengan nominal yang tertera pada aplikasi Fly Garuda,” terang Noni.

Noni juga menambahkan bahwa aksesibilitas layanan Bluebird Group di aplikasi Fly Garuda adalah langkah awal dari kerja sama dan nantinya para penumpang Bluebird juga akan dapat memesan tiket Garuda Indonesia melalui aplikasi MyBluebird. Ke depannya Garuda Indonesia dan Bluebird akan terus mengembangkan kerja samanya hingga lini bisnis lainnya khususnya kargo melalui anak usaha Garuda Indonesia – Aero Jasa Cargo – sebagai salah satu strategi menangkap opportunity bisnis logistik yang sedang tumbuh pesat di Indonesia saat ini. Selain itu, dari Garuda Indonesia dan Bluebird Group juga bekerja sama secara korporasi untuk pembelian tiket dengan benefit fleksibilitas serta diskon hingga 20% (untuk rute internasional) yang dapat dipergunakan bagi seluruh karyawan Bluebird Group.

agendaIndonesia

*****

Wisata Sumbawa dan Bima Berkembang Dengan 3 Syarat

Wisata Sumbawa dan Bima bisa berkembang dengan baik dengan memperhatikan tiga hal. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, menekankan tiga hal penting untuk mengembangkan potensi wisata di Sumbawa-Bima Raya yaitu peningkatan SDM, mendorong program unggulan tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu, serta pemulihan sektor ekonomi dan pariwisata melalui digitalisasi.

Wisata Sumbawa dan Bima

Dalam acara KolaborAksi dengan Bupati/Walikota Sumbawa-Bima Raya, Nusa Tenggara Barat di Pantai Lawata Kota Bima, Minggu 13 Juni 2021, Sandiaga Uno menjelaskan pihaknya mendorong beberapa program unggulan tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu seperti melakukan pendampingan beberapa event daerah dan program revitalisasi sarana dan prasarana dalam upaya membangkitkan dan memulihkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak pandemi COVID-19.

“Event daerah prinsipnya akan kita dampingi, agar bisa ditingkatkan, event bisa berkembang di tingkat regional, regional bisa nasional, dan seterusnya. Kegiatan event atau revitalisasi dilakukan maka bisa meningkatkan dampak ekonomi masyarakat. Maka setiap kepala daerah diharapkan dapat membuat narasi yang positif dan menunjukkan nilai-nilai optimisme bahwa sektor pariwisata akan bangkit kembali,” ujarnya.

Selain itu, peningkatan SDM di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif melalui peningkatan skill (upskilling dan reskilling) menjadi salah satu upaya untuk memberikan solusi dan mengarahkan sekaligus memberikan pendampingan dalam menguasai keterampilan yang dibutuhkan dimasa pandemi. Ketiga adalah memulihkan sektor ekonomi dan pariwisata sesuai dengan tren yang terbaru, fokus pada wisatawan nusantara.

“Saya mengajak youtuber Atta Halilintar bersama Aurel, mudah-mudahan memberi dampaknya yang luar biasa karena ada puluhan juta mata yang melihat melalui digitalisasi. Dengan keterbatasan yang kita miliki bagaimana desa wisata ini bisa menjadi unggulan karena keindahan alam, produk ekonomi kita akan kita dorong, pariwisata akan sedikit menurun namun potensi ekonomi kreatif harus kita kembangkan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Menparekraf Sandiaga didampingi Direktur Event Daerah Kemenparekraf/Baparekraf Reza Fahlevi, Direktur Tata Kelola Destinasi dan Pariwisata Berkelanjutan Kemenparekraf/Baparekraf Indra Ni Tua, Walikota Bima, Muhammad Lutfi, Bupati Bima, Indah Dhamayanti Putri, Bupati Dompu, Kader Jaelani, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Yusron Hadi, dan Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, Olahraga Kabupaten Sumbawa Barat, Gusti Bagus Sumbawanto.

Menparekraf Sandiaga Uno juga kerap mengungkapkan kekaguman dengan keindahan alam dan budaya yang ada di Bima. Setelah satu hari melakukan kunjungan kerja ke beberapa titik destinasi wisata di Bima Raya, ia mengaku memiliki kesan tersendiri.

“Luar biasa sekali, saya sempat berada di Desa Wisata Maria terpukau bukan hanya alamnya tapi juga budayanya. Terkait kebersihan harus dikelola dengan baik terlebih kalau ingin menjadi perpanjangan Destinasi Super Prioritas,” katanya.

Wisata Sumbawa dan Bima bisa dikembangkan dengan mempertimbangkan 3 hal.
Menteri Pariwisata Sandiaga Uno dan Youtuber Atta Halilintar. Foto: Dok. Kemenparekraf

Selanjutnya terkait produk ekonomi kreatif, Sandiaga berpendapat di Kampung Tenun di Kelurahan Ntobo ada tenun yang memiliki kualitas sangat unik dan bagus. Potensi tersebut dapat dikembangkan sebagai bagian dari ekonomi kreatif lokal yang akan mendukung sektor pariwisata agar lebih mudah berkembang.

“Di Lawata saat malam hari, saya menemukan suatu sensasi tersendiri, acara KolaborAksi yang biasa digelar di Balairung Soesilo Soedarman Jakarta, kini diselenggarakan di tempat terbuka dengan keindahan alam yang luar biasa di Bima ini menjadi daya tarik sendiri,” katanya.

Sebelumnya,Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menggelar Gerakan BISA (Bersih, Indah, Sehat, Aman) dan penerapan protokol kesehatan berbasis CHSE di Taman Renungan Bung Karno, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sebanyak 25 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Diantaranya pengelola Taman Renungan Bung Karno, pengelola Museum Tenun Ikat, pengelola Ende Kreatif Galeri, dan pengelola Pantai Ria.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas daya tarik wisata dan penerapan protokol kesehatan yang berbasis CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability). Sehingga dapat menghadirkan destinasi wisata yang aman dan berkualitas.

Dukungan yang diberikan berupa alat kebersihan, alat kesehatan, dan alat keamanan. Fasilitas kebersihan yang diberikan seperti wastafel, tempat sampah terpilah, dan papan sapta pesona.

Direktur Pengembangan Destinasi II, Kemenparekraf/Baparekraf Wawan Gunawan menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk KolaborAksi Kemenparekraf dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur.

“Saya berharap melalui kegiatan ini dapat meluaskan jejaring stakeholder pariwisata dan ekonomi kreatif, agar kolaborasi ini tidak hanya menjadi symbolic word, sehingga yang paling dinanti oleh para stakeholder adalah peran aktif dari pemerintah pusat maupun daerah,” ujarnya.

Taman Renungan Bung Karno menjadi saksi sejarah lahirnya Pancasila pada 1 Juni 1945. Karena di taman inilah pertama kali Bung Karno merenungkan gagasannya dan melahirkan Pancasila. Ini menjadi keunikan tersendiri dari daya tarik wisata di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur.

Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ende, Martinus Satban, mengatakan dalam menghadapi kenormalan baru banyak penyesuaian-penyesuaian terutama dalam penerapan protokol CHSE. Untuk itu, ia sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas dukungan Kemenparekraf untuk membangkitkan sektor pariwisata di Ende.

agendaIndonesia

*****

Adian Nalambok Diresmikan, 1 dari 34 Titik Danau Toba

Adian Nalambok diresmikan sebagai salah satu tujuan destinasi di Sumatera Utara. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno melakukan peresmian destinasi wisata Adian Nalambok di kawasan Balige, Kabupaten Toba.

Adian Nalambok Diresmikan

Dalam peresmian yang dilaksanakan pada Kamis 10 Juni 2021 ini, Sandiaga mengungkapkan, destinasi ini direnovasi hasil bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) pada Februari 2021. Dengan peresmian ini, Adian Nalombok diharapkan dapat menjadi salah satu titik dari travel pattern yang akan disusun untuk mengembangkan kawasan Danau Toba sebagai salah satu destinasi super prioritas. “Adian Nalambok ini merupakan salah satu dari 34 titik pemandangan yang nantinya akan menjadi travel pattern dalam berwisata di Danau Toba,” ungkap Sandiaga.

Adian Nalambok terletak di punggungan bukit di antara Parapat menuju Balige. Sehingga, Adian Nalambok menjadi salah satu spot terbaik untuk menikmati keindahan Danau Toba.

Sandiaga mengatakan, untuk membangun 33 titik pemandangan lainnya, ia akan merangkul para perantau-perantau yang berasal dari kawasan sekitar Danau Toba untuk ikut serta berkontribusi dalam pembangunan tersebut. “Dalam pembangunan ini kita perlu merangkul seluruh pihak, mungkin polanya dapat berupa kerja sama ataupun CSR (Corporate Social Responsibility),” katanya.

Selain itu, Sandiaga berharap dengan diresmikannya destinasi Adian Nalambok ini dapat membantu menggerakkan perekonomian para pelaku wisata dan ekonomi kreatif yang ada di kawasan tersebut.

Sandiaga juga berpesan agar pengelola dan pengunjung dari Adian Nalambok selalu menerapkan protokol kesehatan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental sustainability) dengan ketat dan disiplin. “Karena proyek ini digagas oleh Kemenparekraf, berarti lokasi ini juga harus menjadi salah satu percontohan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin,” kata Sandiaga.

Adian Nalambok diresmikan sebagai salah satu pusat destinasi untuk menikmati keindahan Danau Toba.
Menteri Pariwisata Sandiaga Uno menandatangani prasasti peresmian Adian Nalambok. Foto: Dok. Kemenparekraf

Turut hadir dalam acara ini Direktur Tata Kelola Destinasi dan Pariwisata Berkelanjutan Kemenparekraf/Baparekraf, Indra Ni Tua; Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Pariwisata Danau Toba (BPOPDT), Jimmy Bernando Panjaitan; Bupati Toba; Poltak Sitorus; dan Sekretaris Daerah Kabupaten Toba, Audy Murphy Sitorus.

Sandiaga juga menyempatkan diri membeli sejumlah produk-produk kuliner olahan dari pelaku UMKM yang berjualan di lokasi Adian Nalambok.

Sehari sebelumnya,Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mendorong pengembangan potensi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang ada di Desa Wisata Denai Lama, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara lewat ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021.

Adian Nalambok diresmikan untuk terus manarik wisatawan datang ke Danau Toba dan sekitarnya. Termasuk ke Desa Denai Lama.
Perajin produk kreatif di Desa Wisata Denai Lama, Sumatera Utara. Foto: Dok. Kemenparekraf,

Dalam kunjungannya ke Desa Denai Lama, Rabu (9/6/2021) Sandiaga mengatakan desa ini memiliki potensi dari segi keindahan alam dan kekayaan tradisi. “Yang paling menarik dari desa wisata Denai Lama ini adalah fokus di wisata edukasi, tadi kita melihat ada kafe baca dan kearifan-kearifan lokal lainnya,” kata Sandiaga.

Sandiaga menyebutkan Desa Denai Lama terkenal dengan literasi adat budayanya, seperti budaya Jawa, Melayu, dan Batak yang juga menghasilkan kerajinan yang beragam. Seperti kain tenun khas Desa Denai Lama, batik jumputan, kopi, dan kerajinan dari batok kelapa.

Selain itu, di desa ini juga terdapat lokasi agrowisata Paloh Naga. Di mana wisatawan dapat menikmati keindahan lahan persawahan dan pertanian.

Sehingga, ia mendorong agar desa wisata Denai Lama berpartisipasi dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 untuk mengembangkan potensi-potensi yang ada di desa tersebut serta menggerakkan perekonomian masyarakat. Hal ini terbukti dengan raihan pendapatan sekitar Rp120 juta-Rp140 juta perminggu dari sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Desa wisata seperti Denai Lama ini harus meningkatkan keterampilan masyarakat untuk menghadapi pariwisata era baru, pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan,” katanya.

Selain itu, Sandiaga juga mendorong agar pengelola desa wisata Denai Lama meningkatkan penerapan protokol kesehatan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability) yang ketat dan disiplin. “Saya mengingatkan untuk keluar dari pandemi kita harus patuh dengan protokol kesehatan dan itu menjadi salah satu kriteria penilaian kami dalam ajang ini,” ujar Sandiaga.

Dalam kunjungan ini Sandiaga hadir bersama Gubernur Sumatra Utara, Edy Rahmayadi; Bupati Deli Serdang, Ashari Tambunan; Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatra Utara, Avon Syafrullah; Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Deli Serdang, Khoirum Rizal.

agendaIndonesia

*****

Hidup Sehat Seri Ke-2 Bangkitkan Wisata Borobudur

Hidup Sehat Seri ke-2 yang diselenggarakan dari Yogya ke kawasan Candi Borobudur diharapkan mampu membangkitkan gairah pariwisata ke Borobudur. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan sport tourism “Hidup Sehat #BarengCitilink #DiIndonesiaAja” series Borobudur.

Hidup Sehat Seri Ke-2

Menteri Sandiaga mengatakan harapannya agar event tersebut tidak hanya sebagai bentuk kegiatan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin. Ia juga berharap kegiatan itu mampu mengangkat kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Destinasi Super Prioritas (DSP) Borobudur. Dengan inovasi, adaptasi, dan kolaborasi yang menghadirkan semangat dan peluang kerja baru hingga dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.

Menparekraf Sandiaga Uno mengikuti kegiatan “Hidup Sehat #BarengCitilink #DiIndonesiaAja” series Borobudur berupa kegiatan bersepeda sejauh 54,83 kilometer, Sabtu 5 Juni 2021. Kegiatan dimulai dari titik start di Hotel Hyatt Yogyakarta, lantas menuju ke Borobudur menyusuri jalan-jalan desa dengan pemandangan indah yang didominasi hijaunya sawah serta keramahan masyarakat setempat.

Jalur yang dilewati juga meliputi berbagai destinasi wisata di sekitar Yogyakarta dan Magelang seperti Candi Borobudur, Bibis serta tiga Balai Ekonomi Desa (Balkondes) yaitu Desa Wisata Candirejo, Desa Wisata Karangrejo, Desa Wisata Tuksongo, dan finish di Manohara Borobudur.

Semua rangkaian kegiatan yang diikuti 100 peserta dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin. Mulai dari tes antigen, penggunaan masker, mencuci tangan, pelepasan peleton sepeda yang dilakukan secara bertahap, serta disinfeksi di seluruh lokasi acara.

“Hari ini kita luncurkan seri kedua dari kegiatan Hidup Sehat #DiIndonesiaAja #BersamaCitilink yang tentunya ini menjadi bagian dari kita melakukan kegiatan yang memadukan wisata dan olahraga (sport tourism), gaya hidup sehat dan juga rekreasional sport,” kata Menparekraf Sandiaga Uno seusai perjalanan dan tiba di garis finish.

Hidup Sehat seri ke-2 yang diselenggarakan Citilink Indonesia bersama Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif diharapkan mendorong bangkitnya pariwisata.
Menteri Pariwisata Sandiaga Uno dalam kegiatan Hidup Sehat seri ke-2 di Borobudur, Jawa Tengah. Foto: Dok. Kemenparekraf

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Direktur Utama PT Citilink Indonesia Juliandra; Direktur Niaga PT Citilink Indonesia Benny Rustanto, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, serta Direktur Event Nasional dan Internasional Kemenparekraf/Baparekraf Dessy Ruhati.

“Hidup Sehat #BarengCitilink #DiIndonesiaAja” series Borobudur merupakan seri kedua dari rangkaian kegiatan yang akan berlangsung di 5 destinasi super prioritas. Setelah Borobudur, kegiatan akan berlangsung di Danau Toba di Sumatera Utara; Likupang di Sulawesi Utara; dan Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur.

“Ini tren baru pariwisata kita yang alam terbuka dan juga berolahraga. Kegiatan ini menjadi bagian utama dari pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif. Bukan hanya kita berolahraga, berwisata, tapi juga mengangkat produk ekonomi kreatif khususnya UMKM seperti medali (finisher) yang merupakan karya pelaku ekonomi kreatif yang akan membangkitkan semangat kita,” kata Sandiaga.

Menurutnya, kegiatan ini sebagai sebuah bentuk inovasi yang menghadirkan travel pattern baru bagi wisatawan dengan menyiapkan paket kegiatan olahraga dan pariwisata. Dilakukan dengan penuh adaptasi dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin, serta kolaborasi yang melibatkan banyak pihak.

“Jadi event ini sangat bermanfaat tidak hanya dari segi kesehatan tapi juga menghidupkan perekonomian. Kalau ada 12 UMKM yang terlibat dan masing-masing ada 10 orang yang bekerja, berarti ada 120 lapangan kerja yang mendapatkan manfaat dari event ini,” kata Sandiaga.

Hidup Sehat Seri ke-2 berupa bersepeda dari Yogya ke kawasan Candi Borobudur.
Peserta kegiatan Hidup Sehat Seri Ke-2 di kawasan Candi Borobudur. Foto: Dok. Kemenparekraf

Direktur Utama PT Citilink Indonesia Juliandra, mengatakan, kegiatan ini secara khusus juga sebagai bagian dalam mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) dengan menggandeng 12 pelaku UMKM ekonomi kreatif lokal Yogyakarta dan sekitarnya. Juga mengangkat dan mempromosikan desa wisata.

Sebanyak 12 pelaku UMKM itu diantaranya menawarkan produk lokal dan kerajinan khas Yogyakarta. Diantaranya kerajinan kulit, logam, batik, aksesoris, serta kuliner seperti bakpia dan wingko.

“Dengan kolaborasi antar sektor antara transportasi udara, pariwisata, dan juga usaha kecil menengah diharapkan mampu berkontribusi dalam menggerakkan kembali perekonomian daerah yang terdampak pandemi COVID-19,” kata Juliandra.

Citilink dikatakannya berkomitmen untuk mendukung penuh program pemerintah termasuk dalam meningkatkan kembali geliat ekonomi masyarakat di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Selain di 5 Destinasi Super Prioritas, kegiatan ini juga akan berlangsung di Bali pada akhir tahun dengan terus melibatkan UMKM.

agendaIndonesia

*****

Food Festival Nusantara Dirancang di Selandia Baru di 2022

Food Festival Nusantara diusulkan digelar di Selandia baru pada 2022. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengajak pelaku ekonomi kreatif subsektor kuliner Indonesia yang tinggal di Selandia baru berkolaborasi memajukan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia. Salah satunya dengan mempromosikan masakan khas nusantara.

Food Festival Nusantara

Gagasan ini mengemuka dalam virtual meeting dengan Dubes RI untuk Selandia Baru Tantowi Yahya dan para pelaku kuliner Selandia Baru, Kamis 3 Juni 2021, bersama pejabat Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia. Menparekraf Sandiaga menjelaskan bahwa kuliner nusantara menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Indonesia. Oleh karenanya, Sandiaga mengajak para pelaku kuliner di Selandia Baru berkolaborasi untuk membuat suatu program yang dapat memperkenalkan wisata dan kuliner Indonesia di Selandia Baru.

“Saya berharap kita semua berkolaborasi, dalam sebuah kolaborasi yang bisa achievable. Jadi, jangan sampai nanti kita bertemu seperti ini namun tidak ditindaklanjuti, nggak ada follow up,” ujar Menparekraf Sandiaga.

Sandiaga mengusulkan agar setelah pertemuan dapat disusun suatu event seperti food festival di Selandia Baru ketika pandemi berakhir sebagai bentuk promosi memperkenalkan wisata dan kuliner Indonesia di sana. Selain itu, Sandiaga juga mengusulkan untuk membuat event secara hybrid dalam waktu dekat agar dapat membangkitkan semangat pelaku usaha kuliner Indonesia di Selandia Baru.

“Namun, dalam jangka waktu dekat ini sambil menunggu tahun 2022 yang mungkin event substansial kita bisa konsepkan event seperti food festival secara hybrid, virtual. Saya dengan Pak Dubes hadir mencicipi makanan di depan kita. Yang dari sana kirim ke sini, yang dari kita kirim ke sana. Kita undang 3.000 orang, universitas-universitas, baik yang di sana atau di Indonesia. Jadi pentahelixnya dapat, dan bisa membangkitkan semangat,” ujarnya.

Turut mendampingi Menparekraf Sandiaga, Direktur Kuliner, Kriya, Desain dan Fesyen Kemenparekraf Yuke Sri Rahayu, Direktur Pemasaran Ekonomi Kreatif Yuana Rochma Astuti, Direktur Event Nasional dan Internasional Dessy Ruhati, Direktur Pemasaran Regional I Sigit Witjaksono. Selain itu hadir juga Dubes RI untuk Selandia Baru Tantowi Yahya, dan 14 pelaku usaha subsektor kuliner di Selandia Baru.

Direktur Kuliner, Kriya, Desain dan Fesyen Kemenparekraf Yuke Sri Rahayu, mengatakan akan mengkolaborasikan pelaku kuliner Indonesia di Selandia Baru dalam program MASAMO (Masak Bersama Master Secara Online), dan juga kegiatan BEDAKAN  (Bedah Desain Kemasan Kuliner Nusantara).

“Kita bisa kaitkan dengan program MASAMO masak bersama master yang selama ini kita mengawal di daerah destinasi pariwisata super prioritas, kita akan go master chef Indonesia ke sana. Lalu, juga bisa coba kegiatan BEDAKAN, dan meminta para desainer dari Asosiasi Desain Indonesia untuk membuatkan desain kemasan yang ada informasi wisata Indonesia untuk pelaku kuliner di Selandia Baru,” ujar Yuke. 

Dubes RI untuk Selandia Baru Tantowi Yahya, menjelaskan bahwa kuliner Indonesia di Selandia cukup berkembang dengan baik, yakni yang semula pada 2017 hanya ada sekitar 3 restoran Indonesia di Selandia Baru, kini pada 2021 ada sebanyak 14 restoran.

“Waktu saya awal bertugas pada April 2017, baru ada 2 atau 3 restoran Indonesia, sekarang berkembang menjadi 14 restoran. Ada yang bentuknya permanen restoran fine dining, ada yang sifatnya cafetaria, food truck, ada yang bentuknya warung. Sebagian besar hasilnya baik, bukan hanya komunitas kita tapi juga orang masyarakat lokal, orang-orang asing pada dasarnya menggemari masakan Indonesia,” ujar Tantowi Yahya.

Lebih lanjut, Tantowi menginginkan pelaku kuliner Indonesia di Selandia Baru dapat berkolaborasi dengan Kemenparekraf sebab semua memiliki misi yang sama yaitu memperkenalkan kuliner dan wisata Indonesia.

“Ini harus ada kolaborasi, harus menjadi sinergi antara kemenparekraf dengan mereka karena lokasi mereka ini bagus-bagus, ada yang di tengah kota, di daerah elit, ada yang food truck yang didatangi ratusan hingga ribuan orang setiap minggunya, sayang kalau tidak dimanfaatkan,” ujarnya.

Food Festival Nusantara dirancang diadakan di Selandia Baru pada 2022 sebagai bagian promosi pariwisata Indonesia.
Menteri Pariwisata Sandiaga Uno dalam sebuah acara pameran kuliner nusantara. Foto: DOk. kemenparekraf

Sementara itu, Pemilik Restoran Garuda di Selandia Baru, Burhan, bercerita usaha kulinernya yang menyajikan menu nasi goreng dan mi goreng dengan cita rasa Indonesia sangat diminati warga Selandia Baru. Oleh karenanya, ia sangat antusias untuk berkolaborasi dengan Kemenparekraf untuk memperkenalkan kuliner dan wisata Indonesia.

“Memang saya sudah lama saya berpikir untuk berkolaborasi karena kita pelaku kuliner ini garda terdepan yang langsung bertemu dengan masyarakat di Selandia Baru, ini bisa menjadi media untuk lebih mengembangkan wisata kuliner Indonesia. Jadi mobile food truck saya saat ini ada tiga dan restoran satu, ini bisa menjadi sebuah media untuk memperkenalkan Indonesia secara gratis,” ujar Burhan.

Burhan berharap Kemenparekraf juga dapat membantunya untuk membuatkan materi promosi wisata Indonesia berupa buku flyer yang menginformasikan dengan lengkap soal destinasi wisata Indonesia.

“Sebab sering sekali banyak yang bertanya kepada kita ketika datang ke restoran atau food truck bagusnya pergi ke mana. Hanya saja saya sulit sekali mengarahkan karena tidak ada bahan seperti ke daerah ini enaknya ke wisata apa ya, naik apa, dan harus mencoba kuliner apa. Jika ada materi promosi akan lebih mudah, kita tinggal berikan dan mempersilakan mereka mempelajarinya,” ujarnya.

agendaIndonesia

*****

Pengembangan Desa Wisata Cibuntu Lewat ADWI 2021

Pengembangan DEsa Wisata Cibuntu bisa dilakukan melalui ADWI 2021

Pengembangan Desa Wisata Cibuntu salah satunya dapat dilakukan dengan mengikuti Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mendukung pengembangan potensi desa wisata Cibuntu, Kuningan, Jawa Barat, melalui Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 sebagai upaya untuk menggerakkan ekonomi masyarakat di masa pandemi COVID-19.

Pengembangan Desa Wisata Cibuntu

Menparekraf saat melakukan kunjungan ke Desa Wisata Cibuntu, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Senin 31 Mei 2021, menjelaskan keberadaan wisata dapat menjadi simbol kebangkitan ekonomi nasional di tengah pandemi COVID-19. Lantaran desa wisata mampu menggerakkan ekonomi masyarakat secara langsung.

“Untuk itu, kami harapkan masyarakat bisa mendukung dan berpartisipasi pada Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional khususnya di bidang kepariwisataan dan ekonomi kreatif,” katanya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, selebritas dan content creator Cinta Laura, Direktur Tata Kelola dan Destinasi Pariwisata Berkelanjutan Kemenparekraf Indra Ni Tua, Bupati Kuningan Acep Purnama, Kadisporapar Kabupaten Kuningan Toto Tohharuddin, dan Kepala Desa Wisata Cibuntu Awam.

Desa wisata Cibuntu yang berjarak 17 kilometer dari Kota Kuningan, Jawa Barat ini terletak di kaki gunung Ciremai yang menyajikan pesona alam hamparan hijau persawahan dan hutan bambu serta daya tarik alam lainnya.

Pengembangan desa wisata Cibuntu didorong melalui keikutsertaan dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021.
Pengembangan Desa Wisata Cibuntu, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, bisa didorong melalui ADWI 2021. Foto: Dok. Kemenparekraf

Potensi desa wisata yang diresmikan pada 2012 itu dikenal dengan keindahan alamnya, mulai dari Air Terjun Gongseng hingga camping ground yang dilengkapi dengan fasilitas toilet bersih yang ramah bagi wisatawan.

Bagi yang menyukai sejarah, Desa Wisata Cibuntu juga terkenal dengan situs Saurip Kidul, Bujal Dayeuh, dan Hulu Dayeuh yang di dalamnya terdapat peninggalan berupa arca pada masa Kerajaan Hindu-Budha.

Yang uniknya lagi, tampak dari kejauhan deretan rumah yang beratap genteng mirip sekali dengan permukiman warga, namun ternyata di sana adalah kandang domba, ternak warga yang dulunya berada di dekat rumah mereka, dipindahkan lantaran terdapat aturan dari pemerintah, masyarakat pun sepakat untuk memindahkan ternaknya ke sana. Alhasil saat ini menjadi daya tarik wisatawan yang datang ke Desa Wisata Cibuntu dengan nama Kampung Domba.

Tidak hanya itu, pada 2016, Desa Wisata Cibuntu meraih penghargaan sebagai salah satu dari 5 Desa Terbaik dalam bidang homestay di tingkat ASEAN, sehingga sampai saat ini masyarakat desa berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan dan penyediaan akomodasi yang tetap menerapkan protokol kesehatan CHSE (Cleanliness, Health, Safety and Environment).

Pada kesempatan yang sama, Bupati Kuningan Acep Purnama mengatakan Desa Wisata yang berhasil meraih penghargaan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagai Desa Wisata yang menerapkan konsep Community Based Tourism (CBT) ke-2 di Indonesia itu merupakan salah satu dari 25 desa wisata yang ditargetkan Pemda Kuningan untuk dikembangkan.

“Kami memiliki target mengembangkan 25 desa wisata. Tapi saat ini sudah melebihi target menjadi 47 desa wisata. Sesuai dengan visi Jawa Barat juara dan bermuara kepada Indonesia maju,” katanya.

Selain itu Acep juga menceritakan, kondisi desa dahulunya adalah tempat eksplorasi atau galian. Lantaran masyarakat sadar dan didukung oleh berbagai pihak maka Desa Wisata Cibuntu bisa menjadi seperti saat ini.

“Walaupun dulu tempat ini menjadi tempat eksplorasi atau galian, tetapi Allah masih memberi keberkahan. Alhamdulillah ditunjang dengan fasilitas yang memadai, ditambah tahun ini akan ada pembangunan fasilitas lainnya, seperti aula, joglo, mushola, dan fasilitas sarana dan prasarana lainnya,”ujarnya.

Anugerah Desa Wisata Indonesia tahun 2021 mengangkat tema Indonesia Bangkit yang diharapkan dapat mendorong semua pelaku wisata dan industri kreatif mampu meningkatkan perekonomian dan kapasitas masyarakat lokal.

ADWI 2021 merupakan sebuah ajang pemberian penghargaan kepada desa-desa wisata di seluruh Indonesia yang memiliki prestasi dengan 7 kategori penilaian yaitu: Kategori Home,stay, Toilet, Suvenir, Desa Digital, CHSE, Konten Kreatif, dan Daya Tarik Wisata.

Pengembangan Desa Wisata Cibuntu selain menggali semua potensi yang ada, juga dapat dilakukan melalui keikutsertaan dalam ADWI 2021.
Produk ekonomi kreatif Jawa Barat, salah satunya berupa batik Cirebon. Foto: Dok. kemenparekraf

Sebelumnya, dalam kesempatan terpisahMenteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menyatakan akan mendorong terus para pelaku ekonomi kreatif di Cirebon, Jawa Barat, untuk meningkatkan kapasitas keterampilan guna mengangkat kembali potensi, semangat, dan pendapatan pelaku ekonomi kreatif (ekraf) yang terdampak pandemi COVID-19.

Menparekraf Sandiaga Uno saat bertemu para pelaku ekraf di Restoran Klapa Manis, Cirebon, Jawa Barat, menjelaskan, pandemi COVID-19 memaksa para pelaku ekraf untuk meningkatkan keterampilan dan beradaptasi dalam mengembangkan usaha. Salah satunya lewat peningkatan keterampilan dengan memanfaatkan marketplace sebagai sarana berjualan, tetapi juga media sosial sebagai wadah pemasaran.

“Keterampilan memasarkan dan menjual barang-barang melalui online sudah menjadi hal yang mutlak bagi para pelaku ekraf saat ini. Tapi tidak hanya itu saja, keterampilan membuat konten-konten produk sekreatif mungkin juga harus ditingkatkan agar minat konsumen semakin tinggi. Untuk itu, Cirebon yang sudah menjadi ikon sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dengan batik dan produk-produk kulinernya harus kita tingkatkan khususnya di tengah pandemi dan kesulitan ekonomi,” katanya.

Sandiaga Uno berharap pelaku ekraf di Kabupaten Cirebon dapat meningkatkan kualitas produknya melalui pelatihan dan pendampingan usaha yang segera digelar di wilayah tersebut.

“Kita harus melakukan inovasi, adaptasi, dan kolaborasi. Kita juga harus lakukan 3G, Gercep, Geber, Gaspol (gerak cepat, gerak bersama, dan garap semua potensi). Dan para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif memiliki satu kebutuhan yang sama yaitu pelatihan, pendampingan, dan akses permodalan. Ini yang akan kita bantu melalui program-program Kemenparekraf untuk membuka lapangan kerja seluas-luasnya,” ujarnya.

agendaIndonesia

*****

AKI 2021 Diharap Angkat Lagi Potensi Ekraf

AKI 2021 diharap angkat lagi potensi ekraf di Indonesia pasca-pandemi Covid-19. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno berharap Apresiasi Kreasi Indonesia 2021 atau AKI 2021 dapat membantu mengangkat kembali potensi, semangat, dan pendapatan pelaku di industri ekonomi kreatif (ekraf) yang terdampak pandemi COVID-19.

AKI 2021

Apresiasi Kreasi Indonesia atau AKI merupakan program Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Baparekraf yang akan memberikan pendampingan kepada pelaku ekonomi kreatif di subsektor kuliner, kriya, fesyen, musik, film, animasi, aplikasi, dan permainan di 20 kota serta kabupaten di Indonesia melalui peningkatan kapasitas pelaku ekonomi kreatif tentang ekosistem ekonomi kreatif serta pameran.

Pelatihan kewirausahaan dan mentoring nantinya akan meliputi materi bisnis model, hak kekayaan intelektual, digital promotion, perencanaan keuangan dan investasi, serta kreativitas.

“Melalui Apresiasi Kreasi Indonesia 2021 diharapkan mampu memberi kesempatan bagi masyarakat untuk bisa mengangkat kembali potensi, semangat, dan pendapatan pelaku di industri kreatif khususnya di subsektor kuliner, kriya, fesyen, musik, aplikasi, permainan, film, dan animasi yang jatuh karena efek pandemi COVID-19 sehingga nantinya dapat meningkatkan daya saing, menghasilkan produk yang siap berkompetisi di pasar produk kreatif baik skala nasional maupun internasional,” kata Menparekraf Sandiaga Uno, saat acara peluncuran program Apresiasi Kreasi Indonesia 2021 di Balairung Soesilo Soedarman, kantor Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Jakarta, Jumat 28 Mei 2021 malam.

Presiden Joko Widodo telah menyampaikan bahwa ekonomi kreatif diharapkan dapat menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia di masa depan. Hal itu mengingat potensi ekonomi kreatif sebagai salah satu alternatif sumber ekonomi baru untuk meningkatkan PDB (produk domestik bruto) dan peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya di era industri 4.0.

“Melalui Apresiasi Kreasi Indonesia 2021 diharapkan muncul sosok dan produk baru penggerak ekonomi kreatif yang bisa membanggakan Indonesia di mata dunia dengan menstimulasi ide, gagasan, kreasi, perluasan jejaring kerja,” kata Mentri Sandiaga.

AKI 2021 diharap angkat lagi potensi ekraf di Indonesia pasca-pandemi Covid-19/
Salah satu pengisi acara saat peluncuran program AKI 2021. Foto: Dok. Kemenparekraf

Saat peluncuran Apresiasi Kreasi Indonesia 2021 tersebut turut hadir Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo, Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Ekonomi Kreatif Muhammad Neil El Himam, Staf Ahli Bidang Reformasi Birokrasi dan Regulasi Ari Juliano Gema, serta beberapa perwakilan dari pelaku ekraf Tanah Air seperti Magdalena Fridawati, Lola Amaria, Keanu AGL, Ivan Nestorman dan Perwakilan Asosiasi di Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif lainnya.

Rangkaian acara Apresiasi Kreasi Indonesia 2021 dimulai dengan kegiatan peluncuran programnya, kemudian dilanjutkan dengan proses registrasi melalui website resmi www.apresiasikreasiindonesia.com. Peserta yang memenuhi syarat akan dikurasi menjadi 20 peserta per masing-masing kota untuk mengikuti pameran dan bootcamp.

Adapun ke 20 kabupaten dan kota yang ikut AKI tersebut yakni Bogor, Tasikmalaya, Bandung, Semarang, Surakarta, Wonosobo, Jepara, Banyumas, Pekalongan, Banyuwangi, Blitar, Surabaya, Malang, Denpasar, Lombok, Medan, Palembang, Lampung, Makassar, dan Balikpapan

“Nantinya acara akan dikemas dalam talkshow kreatif dan workshop dimana peserta dapat hadir secara luring dan daring melalui platform digital, festival film, music live performance dan acara puncaknya yaitu Pekan Apresiasi Kreasi Indonesia 2021 yang akan dilaksanakan pada bulan Desember 2021,” ujar Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf Muhammad Neil El Himam.  

Salah satu perwakilan ekraf dari subsektor film, Lola Amaria menilai potensi yang tinggi dari sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia yang sangat selaras untuk diangkat secara bersama. Ia menceritakan pada tahun 2016 pernah membuat film di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur dengan judul “Labuan Hati” yang mampu mengangkat keindahan wisata yang terkenal dengan Taman Nasional Komodo tersebut.

“Pariwisata, film dan ekonomi kreatif itu adalah tiga hal yang sangat berkaitan. Film ‘Labuan Hati’ tersebut saya bawa ke beberapa negara di Eropa sekaligus untuk mempromosikan pariwisata di Indonesia, agar tidak hanya Bali saja yang terkenal di sana. Saya belajar dari film-film Amerika yang selalu mencantumkan nama kotanya sebagai salah satu upaya promosi seperti ‘Leaving Las Vegas’, ‘New York, I Love You’. Saya harap dengan mencantumkan nama kota di Indonesia juga sebagai upaya promosi wisata di Tanah Air,” katanya.

agendaIndonesia

*****