Kereta Api Indonesia dan 50 Railfans

Kereta Api Indonesia atau KAI ternyata punya penggemar atau railfans.

Kereta Api Indonesia ternyata memiliki penggemar fanatik. Setiap orang pasti memiliki sesuatu yang disukai, terutama jika hal tersebut sudah menjadi suatu hobi. Hobi dengan bidang transportasi tentunya hal yang biasa di dengar misalnya mobil dan motor. Hal tidak biasa yang muncul adalah hobi dengan alat transportasi umum seperti bis, pesawat, kapal laut bahkan kereta api . yang dikelola Kereta Api Indonesia

Kereta Api Indonesia

Di kereta api para penggemarnya biasa disebut dengan railfans atau komunitas pecinta kereta api. Masyarakat yang tempat tinggalnya terkoneksi dengan jalur kereta api tentunya tidak asing dengan orang-orang yang tiba-tiba muncul membawa sejumlah kamera dan alat perekam digital. Ini terutama di daerah yang memiliki spot menarik bagi seorang railfans untuk mengabadikan kereta api yang lewat.

Mereka umumnya tahu bahwa jalur kereta api bukan tempat untuk bermain. Sehingga hal yang di utamakan adalah keselamatan yang harus selalu di patuhi saat hunting foto-foto atau video kereta api. 

Kereta Api Indonesia memiliki penggemar yang disebut sebagai railfans.
Salah satu rangkaian kereta api Indonesia yang sedang melakukan perjalanan. Foto: Dok. PT KAI

Railfans tidak hanya senang fotografi atau videografi saja, namun kehadiran mereka juga membantu PT Kereta Api Indonesia (Persero) dalam melayani para pelanggan. Seperti pada masa angkutan Lebaran tahun 2022 lalu, para railfans dari berbagai daerah secara sukarela terlibat dalam memberikan pelayanan yang prima kepada para pelanggan perjalanan kereta di stasiun-stasiun.

Mereka kebanyakan berasal dari pelajar yang merelakan waktu liburan sekolah untuk menjadi relawan dengan membantu pelanggan atau masyarakat yang hendak menggunakan kereta api. Terkadang untuk membantu masyarakat yang sekadar bertanya terkait jadwal perjalanan kereta api di stasiun.

Jumlah railfans ini tak cukup besar. Di wilayah operasional KAI Jawa dan Sumatera saja terdapat setidaknya 50 komunitas railfans binaan KAI yang sering berkolaborasi dengan manajemen KAI melakukan kegiatan sosialisasi dan berkontribusi dengan cara mereka sendiri untuk kemajuan perkeretaapian Indonesia.

Dari 50 komunitas railfans tersebut 23 di antaranya membantu KAI dalam posko angkutan Lebaran tahun 2022 ini, yakni Jejak Railfans, Train Photograph Railfans Indonesia, Edan Sepur Wilayah Jakarta, Bandung, serta Cirebon, GM-MarKA, RD One, National Railfans, Sedulur Sepur, Forum Railfans Area 1, Victory Railfans.

Kemudian ada Sahabat Kereta Api Daop 2 bandung dan Daop 8 surabaya, Railfans Cianjur, KRDE Daop 4 semarang dan Daop 9 jember, Spoorlimo, Railfans Jombang +43, Railfans Enam Delapan Kediri, Pecel +64 Madiun, Si Puong, RF+444 Malang, dan terakhir Osing Train Community.

Masing-masing Railfans ini memiliki anggota yang bervariasi jumlahnya, yakni di kisaran 20 hingga 400 orang dan rata-rata masih berstatus pelajar.  Selama posko, terdapat sejumlah kegiatan yang dikerjakan oleh para anggota railfans tersebut secara sukarela. Di antaranya, mengantarkan pelanggan agar tak salah nomor kursi dan masuk kereta.

Kereta Api Indonesia terbantu dengan adanya railfans, terutama di saat peak season.
Railfans KAI membantu melayani secara sukarela masyarakat yang membutuhkan informasi kereta api. Foto: Dok. PT KAI

Selain itu mereka juga membantu melakukan pengawasan protokol kesehatan, membantu memberikan informasi aturan perjalanan kereta, membawakan tas milik pelanggan, membantu pelanggan yang kebingungan saat melakukan boarding atau check in, dan memberitahukan informasi jadwal keberangkatan maupun kedatangan kereta. Mereka juga tidak segan untuk membantu lansia dan pelanggan yang memiliki kebutuhan khusus.

Vice President Public Relations PT KAI Joni Martinus mengaku senang dan bangga bisa berkolaborasi dengan railfans yang selalu mendukung KAI dalam segala hal. KAI memberikan apresiasi yang tinggi kepada komunitas pecinta KA atau railfans atas kontribusi pada angkutan Lebaran tahun 2022.

“Di balik kelancaran angkutan Lebaran ini tentunya ada peranan railfans yang membantu. Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada teman-teman railfans karena telah bahu membahu menyukseskan angkutan Lebaran tahun 2022 dengan memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan dan mewujudkan perjalanan kereta api yang aman, nyaman, sehat, dan selamat,” ucap Joni.

Kehadiran railfans di stasiun, selain membantu pelayanan juga memberikan semangat kepada para pekerja KAI lainnya dalam melaksanakan tugas selama posko. 

Keterlibatan mereka dalam kegiatan-kegiatan di KAI tidak terbatas hanya pada posko angkutan Lebaran saja, namun juga pada posko Nataru (Natal dan Tahun Baru), kerja bakti membersihkan stasiun, serta melakukan edukasi dan sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang.  Kegiatan ini pun di pandang positif oleh masyarakat bahkan oleh dinas terkait.

Joni mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh beberapa railfans khususnya dalam mengedukasi keselamatan perjalanan kereta api kepada masyarakat. Bahkan, beberapa aksi tersebut adalah inisiatif railfans itu sendiri. Hal ini merupakan bentuk kecintaan pada perkeretaapian secara nyata.

Bagi KAI, peran railfans sangat strategis dalam upaya mendukung kemajuan perkeretaapian, dimana masing-masing dari mereka mempunyai tujuan yang sama guna memajukan perkeretaapian di Indonesia.

“Railfans memiliki peran penting dalam mendukung kemajuan perkeretaapian yang terus dilakukan oleh KAI. Dari kegiatan-kegiatan positif tersebut diharapkan mampu menambah kualitas pelayanan dan memberikan citra positif untuk KAI maupun bagi railfans itu sendiri,” tutup Joni.

agendaIndonesia

*****

Paramotor, Terbang Dengan Angin 7 Knot

Paramotor kegiatan dirgantara dengan mengandalkan angin, parasut dan motor

Paramotor mungkin belum seakrab paralayang atau gantole, atau pesawat ultra ringan bagi banyak pecinta kegiatan dirgantara di Indonesia. Olahraga ini memang lebih muda dari ketiganya. Bagi pecintanya, kegiatan ini tak kalah mengasyikan. Ini kisah sebelum masa pandemi terjadi.

Paramotor

Pukul 07.00, lapangan terbang perintis di atas pegunungan Mamberamo, Papua, masih dipenuhi kabut. Pada ketinggian sekitar 3.000 meter di atas permukaan laut, udara terasa sangat menusuk tulang. Mendengar akan ada atraksi terbang paramotor, warga sudah berkerumun memenuhi lapangan udara sejak pagi. Angin stabil searah jalur landasan dengan kecepatan sekitar 7 knot, setara 13 kilometer per jam, sangat ideal untuk terbang menggunakan paramotor.

Dengan 12 liter bensin di tangki, pagi itu, Didit Majalolo menggelar parasut, memanaskan mesin, dan bersiap-siap mengudara. Dibantu temannya yang mengosongkan area, ia pun beraksi. Saat mesin baling-baling menyala, ia menarik tali parasut melawan arah angin, menaikkan posisi parasut hingga di atas kepala. Dalam hitungan detik, ia berlari beberapa meter untuk menguatkan tarikan parasut, menggeber gas motor, dan hup…meloncat terbang.

paramotor adalah olahraga yang bisa dilakukan di mana-mana, sepanjang ada tempat terbuka untuk take off dan landing.
Seorang pegiat paramotor tengah bersiap untuk take off. Foto: Dok. Unsplash

Mula-mula ia memang hanya terbang beberapa meter di atas tanah. Namun setelah posisi nyaman, ia langsung menggeber gas motor hingga mencapai ketinggian 60 meter di atas tanah. Semua proses take off ini hanya membutuhkan waktu sekitar 30 detik. “Hmm, rasanya plong dan senang begitu sampai atas. Melihat pemandangan bawah yang hijau, bukit-bukit, dan aliran Sungai Mamberamo yang meliuk-liuk,” ujarnya, menceritakan pengalaman terbangnya.

Di atas, ia segera mengeluarkan kamera SLR, memotret keindahan lembah dan bukit Mamberamo dari ketinggian 60-100 meter di atas permukaan tanah. Didit gandrung melancong dengan menggunakan paramotor. Selama dua jam, ia mampu terbang hingga radius 60 kilometer di kawasan pegunungan Mamberamo. Memotret dari ketinggian menjadi sensasi yang ia cari. “Rasanya lain sekali antara memotret dari darat dan dari udara. Jauh lebih indah, dan terasa penuh adrenalin,” ujar petualang udara dan fotografer ini. Beberapa tahun terakhir, ia memang tergila-gila terbang dengan paramotor, setelah sebelumnya menekuni paralayang.

Bertualang di udara dengan paramotor lebih gampang dilakukan daripada menggunakan paralayang atau gantole, yang membutuhkan tempat tinggi untuk meloncat terbang. Aksi paramotor bisa dilakukan di mana saja, asalkan ada tempat terbuka seluas lapangan sepak bola sebagai landasan take-off dan landing. Didit bahkan lebih suka terbang di pantai. “Tempat ideal pantai, yang anginnya stabil dan pantainya luas. Saya setiap akhir pekan terbang di Pantai Parangtritis, Yogyakarta,” ia mengungkapkan.

Ia menambahkan, pantai tersebut sangat indah kalau dilihat dari ketinggian. “Pemandangan ombak besar, tebing-tebing karang, gumuk-gumuk pasir di Parangkusumo, hingga kerumunan wisatawan di sepanjang pantai,” ucap pria yang kemudian sering diminta oleh satuan penjaga keselamatan Pantai Parangtritis untuk memantau para turis dari atas ini.

Didit biasanya terbang pada ketinggian 100-300 meter di atas permukaan tanah, meski paramotor memiliki daya maksimum terbang hingga ketinggian 2.000 meter. Paramotor belum masuk dalam kategori pesawat udara ringan, sehingga tak banyak regulasi dan belum dibutuhkan lisensi sekolah pilot untuk bisa menerbangkannya. Siapa saja boleh menjajal paramotor, asalkan telah mengikuti pendidikan yang diketahui oleh asosiasi penghobi paramotor.

Didit kini membuka usaha jasa pendidikan, wisata, dan penjualan peralatan paramotor melalui Majalolo Paramotors Corp. Dia menawarkan program pendidikan selama tujuh hari dengan biaya Rp 12 Juta buat orang Indonesia, dan Rp 15 juta bagi warga asing, untuk dapat menjadi penerbang paramotor. “Syaratnya, sehat fisik dan tidak mempunyai penyakit jantung, itu saja. Kalau fobia ketinggian, itu bisa dilatih hingga hilang. Peralatan latihan juga harus milik sendiri,” ujarnya.

Ia juga menyediakan jasa wisata tandem terbang dengan paramotor di sekitar Pantai Parangtritis, Yogyakarta, dengan biaya Rp 400 ribu untuk sekali terbang selama 15 menit. “Tapi seringnya saya malah diundang bupati, wali kota, atau tim SAR untuk terbang tandem melihat wilayah tugas mereka,” katanya sembari tertawa. Terbang dengan paramotor memang cocok untuk mengamati kawasan tertentu karena, pada ketinggian 100-200 meter, obyek di bawah kelihatan lebih dekat.

Paramotor dulu sering dipergunakan untuk memotret dari udara dengan ketinggian tak terlalu ekstrim.
Dua pegiat paramotor sedang mengudara. Foto: Dok. unsplash

Selain itu, laju paramotor lebih gampang diatur daripada pesawat udara. Radius terbang paramotor pun cukup luas, hingga 100 kilometer lebih, tergantung bahan bakar bensin yang ada. “Rekor saya terbang cross country menyusuri pantai selatan Jawa dari Pantai Parangtritis hingga Pantai Cilacap. Kini sedang mempersiapkan diri membuat rekor baru dari Parangtritis hingga Kuta, Bali,” tuturnya.

Harga peralatan yang mahal, sekitar Rp 100 juta untuk satu set lengkap parasut dan mesin, membuat peminat paramotor masih sedikit. Diperkirakan, belum sampai 50 orang di Indonesia yang menggeluti hobi ini. Di luar negeri paramotor sudah berkembang, sehingga Didit sering kebanjiran undangan untuk mewakili Indonesia dalam berbagai kegiatan festival paramotor mancanegara.

“Indonesia, yang luas, sangat ideal untuk terbang paramotor. Banyak yang mengusulkan agar ada kegiatan di Indonesia, tapi karena baru saya sendiri yang main, ya, berat sendirian kompetisi di sini. Makanya, saya senang jika ada yang berminat belajar paramotor,” ujar Didit, yang juga memegang lisensi sebagai juri perlombaan. Ia sudah sering main paramotor di Malaysia, Thailand, dan Filipina.

Melalui Majalolo Paramotors Corp, Didit bahkan telah berhasil mengembangkan usaha karoseri paramotor, yang tidak hanya bisa merakit perlengkapan paramotor, tetapi juga sudah membuat baling-baling sendiri. “Bikinan tukang las di Yogyakarta, kualitasnya sangat bagus. Untuk mesin dan parasut masih impor,” ucapnya. Ia belakangan juga diminta melatih tim SAR (search and rescue) berbagai daerah untuk terbang dengan paramotor.

Lantas apa proyek Didit Majalolo ke depan? “Saya ingin terbang dengan paramotor ke seluruh wilayah Indonesia, ingin memotret keindahan Indonesia dari udara.” Selama ini, ia terbang dengan paramotor, selain Mamberamo dan Jayawijaya, di Morotai, Maluku Utara; Pulau Panjang, Kepulauan Seribu; Pulau Merah, Banyuwangi; Parangtritis-Cilacap, Jawa Tengah; Timbis, Bali; dan wilayah selatan Lampung. Ia mempunyai empat set paramotor, baik untuk terbang cross country sendiri, pelatihan, maupun terbang tandem. Ayo, kamu mau mencoba? Seru lo!

Wahyuana/TL/agendaIndonesia

*****

Menikmati Kemacetan Jakarta Dari Lantai 14

Skyloft Jakarta

Menikmati Kemacetan Jakarta? Bagaimana caranya bisa melakukan itu sambil ngobrol santai dengan teman dan makan camilan yang enak? Dari Lantai 14 sebuah hotel, sore hari dengan suguhan pemandangan khas Jakarta dengan menu lokal yang berlimpah.

Menikmati Kemacetan Jakarta

Menikmati Jakarta yang macet di sore hari? Kenapa tidak? Masalah Ibu Kota yang satu ini sesekali bisa dijadikan “teman” menghabiskan sore atau malam hari. Ada banyak pilihan, tapi kali ini saya dan rekan-rekan memilih All Seasons Thamrin, hotel bintang tiga yang berada di Jalan Teluk Betung Nomor 2, Jakarta. Di lantai 14, lantai tertinggi bangunan ini, terdapat Skyloft, resto dan bar dengan pemandangan gedung-gedung tinggi khas kota besar di sekelilingnya. Di depannya ialah Jalan Sudirman-Thamrin yang kental dengan deretan kendaraan setiap harinya. Kala mentari menuju peraduan, tetamu pun mendapat suguhan khas. Mempersembahkan sebuah sore atau malam yang cukup menggoda tentunya!

Rooftop resto & bar ini terbagi menjadi dua bagian, sebagian besar berupa ruang tertutup tapi dengan dinding-dinding kaca, sehingga para tamu pun leluasa memandang langit dan gedung-gedung di sekitar. Bila ingin merasakan kenyamanan khas ruangan dengan mesin pendingin ruangan, tentunya pilih ruang yang tertutup. Suasana luar tetap bertangkap, sedangkan kehangatan dari ruangan dengan dominasi warna cokelat itu tetap bisa diresapi. Saya dan rekan-rekan, karena ingin menikmati sore, memilih di luar.

Bagian luar belum lama ditata ulang. Semula sofa panjang berbentuk L memenuhi tepian ruangan dan di pojok lain ada model kursi bar yang tinggi dengan meja yang mungil. Kini sofa berwarna terang itu tak terlihat lagi, berganti dengan furnitur kayu yang memunculkan kesan rustic. Kursi bar diganti dengan kursi kayu yang simpel dan di langit-langit pun berhiaskan potongan kayu yang dirangkai bak sebuah karya seni.

“Tema desain baru ini back to nature, jadi lebih banyak menggunakan material kayu,” papar Nicodemus Deissen, Digital Marketing Coordinator All Seasons Thamrin. Ia menambahkan, untuk bagian ruang luar tersebut, pihak all seasons menggunakan jasa Larc Studio Bandung dengan desainer Ogi. Lewat konsep kembali ke alam, ruang luar pun terasa lebih hangat.

Menunya pun tak kalah menghangatkan perut di malam hari. Semisal sop buntut dan soto Lamongan. Selain itu, ada bebek lombok ijo dan nasi goreng Skyloft. Atau boleh juga nasi kuning plus udang rendang dengan buncis dan keripik ubi ungu. Menu Indonesia banyak menjadi favorit, bisa jadi karena pihak lembaga pemerintahan kerap menggelar rapat di sini. Acara kumpul-kumpul di sini pun tak kalah sering, termasuk arisan—kegiatan khas kaum perempuan. Paket menu tersebut umumnya dipatok dengan kisaran Rp 125-200 ribu.

Deissen menyebutkan, sebanyak 60 persen tamu Skyloft bukanlah tamu hotel. Pada Jumat malam, tempat duduk banyak dipenuhi kaum muda yang ingin kongko, melepas penat setelah berkutat lima hari kerja. Selain itu, di sini beberapa kali diadakan acara spesial. “Bisa berupa romantic dinner, kadang baby shower, atau wedding shower,” ia memaparkan. Kapasitas Skyloft nyaman sekitar 100 orang, tapi maksimal bisa juga hingga 120 orang.

Buat yang kongko, tentunya ada pula hidangan ringan berupa sandwich. Seperti Rouben sandwich, roti panggang dengan kol, daging sapi, dan keju yang dipadu dengan saus thousand island. Atau bisa juga pilih roti burger ala Hawaii yang dipadu dengan kentang goreng. Selain itu, ada ragam pasta dan piza yang bisa dimakan beramai-ramai. Yang unik di antaranya berupa piza bebek yang dibubuhi keju mozarella. Sedangkan untuk penyuka hidangan internasional, ada beef tenderloin, char grilled granted Australian rib eye. Mau olahan dari ikan? Coba cicipi red snapper pesmol, alias pesmol kakap merah, yang dipadu unik dengan perkedel kental. Hidangan dalam mangkuk besar ini dipatok Rp 165 ribu.

Bila ingin mencicipi buffet, tersedia tema khusus pada hari tertentu, semisal untuk Selasa dan Kamis, giliran suguhan ala Mediterania yang dimunculkan. Tentunya menu tersedia mulai sarapan, karena sebagian tamu adalah yang menginap di hotel. Namun, karena terdapat bar, Skyloft pun beroperasi hingga lewat tengah malam. Jadi tersedia pilihan, bisa menikmatinya di pagi, siang, atau sore hari menjelang malam seperti saya dan kawan-kawan.

  • Liputan sebelum masa Pandemi Covid-19

Rita N./Rully K./Dok. TL

Cosplay, Merayakan Kostum Sejak 1960

cosplay adalah permainan kostum yang terus membesar komunitasnya di dunia.

Cosplay menjadi salah satu budaya pop yang menyebar ke banyak belahan dunia. Termasuk di Indonesia. Utamanya digemari oleh orang-orang muda. Begitupun, tak sedikit mereka yang sudah tak lagi terhitung muda yang menggandrunginya. Bisa jadi mereka memang bagian dari budaya pop ini sejak masih belia.

Cosplay, Merayakan Kostum

Istilah itu sendiri adalah penyebutan untuk menggambarkan seseorang yang berdandan atau berkostum menyerupai karakter tokoh dari buku komik, anime, manga, dan film. Dari akar katanya, ada yang menyebut istilah ini merupakan singkatan dari costume dan play, secara harafiah bisa diebut sebagai bermain kostum.

Merayakan kostum sejak 1960, kini banyak anak muda di dunia semakin menikmatinya.
Para penggemar permainan kostum di Jepang. Foto: dok shuterstock

Mengutip Epic Cosplay, meski sesungguhnya tidak ada definisi baku, istilah ini biasanya mengacu tindakan memakai kostum untuk membuat kembali penampilan karakter dari karya fiksi. Orang yang melakukan itu disebut cosplayer atau biasa disingkat coser.

Berdasarkan sejarahnya, berbagai penggunaan kostum sudah ada cukup lama. Di Amerika Serikat diyakini mulai muncul sekitar tahun 1960-an. Dulunya populer dengan acara-acara yang mengenakan kostum tertentu, termasuk topeng-topeng berbagai karakter film fiksi. Hal ini mirip seperti perayaan Haloween yang juga mengenakan kostum unik.

Namun permainan kostum ini menjadi mendunia ketika mulai memasuki Jepang pada 1970-an. Mengutip Who Magazine, ada berbagai pandangan terkait mula praktik permainan kostum. Praktik ini dimulai di Jepang pada 1970-an ketika mahasiswa berpakaian seperti karakter manga dan anime favorit mereka di konvensi fiksi ilmiah.

Istilah ini pertama kali digunakan dalam artikel di edisi Juni 1983 oleh Nobuyuki Takahashi dalam majalah My Anime. Dan semakin populer setelah penyelenggaraan costume show yang pertama kali dilaksanakan 1978 di Ashinoko. Pada akhirnya costume show tersebut jadi acara tetap sejak 1980 diselenggarakan oleh Nihon SF Taikai.

Seiring berkembangnya komunitas, kegembiraan ini pun mulai hadir di event pameran, games hingga kompetisi atau kontes tersendiri bagi para penggemarnya. Penggemarnya telah tersebar di seluruh penjuru dunia Amerika, RRC, Eropa, Filipina hingga Indonesia.

Kini istilah ini justru digunakan secara umum untuk berbagai jenis permainan kostum. Dari tahun ke tahun, ia semakin populer dan berkembang pesat tak hanya di Jepang melainkan juga di sejumlah negara.

Di Indonesia istilah ini mulai populer sejak ada sejumlah anak muda yang mengenakan fashion atau style Harajuku. Dan semakin diminati dan muncul dalam berbagai acara dengan kegiatan-kegiatan yang menerapkan permainan kostum.

Secara umum di kalangan pecintanya, ada beberapa pengkategorian kegiatan penggemarnya. Ini juga kadang kemudian merembet pada pembentukan komunitasnya. Pertama adalah Anime atau Manga. Ini berarti berbagai kostum dan aksesoris yang dikenakan adalah ala karakter anime ataupun manga. Ke dua, Game berarti kostum ataupun aksesoris yang dikenakan menyerupai karakter di sebuah games tertentu.

‘Kategori’ ke tiga adalah Dongeng berarti kostum ataupun aksesoris yang dikenakan menyerupai karakter yang ada di dongeng, baik itu film, kartun, ataupun tokoh fiksi lainnya. Lalu ke empat adalah Harajuku Style, yang berarti kostum ataupun aksesoris yang dikenakan ala anak-anak muda yang senang nongkrong di kawasan Harajuku, Tokyo. Dan terakhir Original yang berarti kostum atau aksesoris yang dikenakan seperti karakter tokoh game kerajaan yang lebih modern. Artinya tanpa dipengaruhi karakter anime, tokusastu dan seterusnya.

Di Indonesia sendiri ada sejumlah event yang menjadi ajang berkumpulnya para coser. Berikut lima event yang sukup besar diselenggarakan di Indonesia:

Indonesia Comic Con

Merupakan acara POP Culture dan salah satu event permainan kostum terbesar di Indonesia. Acara ini diselenggarakan untuk merayakan cinta dan semangat para penggemar kostum, Comic dan Pop Culture. Indonesia Comic Con pertama dihelat pada 2015 dan dihadiri dari berbagai komunitas, di antaranya Pop Culture, Comic Artist, Cosplayer dan Youtuber. Acara ini sering mengundang bintang tamu ternama Internasional.

Showtime
Media yang menaungi para komunitas permainan kostum dan mengadakan event di Indonesia secara daring dengan hadiah yang menggiurkan. Para coser juga dapat berinteraksi secara langsung dengan para idolanya. Tidak hanya, itu pada portal ini terdapat juga berita-berita terkini tentang perkembangan mereka di Indonesia.

Ennichisai
Merupakan Festival Seni, Kuliner dan salah satu event Terbesar di Indonesia. Ennichisai atau juga dikenal dengan Festival Little Tokyo diadakan setiap tahun rutin di kawasan Blok M, Jakarta Selatan.

Gelar Jepang UI
Gelar Jepang UI atau yang sering dikenal dengan GJUI, merupakan event Jejepangan dengan mata acara kebudayaan. Event GJUI diadakan setiap tahun di kampus Universitas Indonesia – Depok, tepatnya di Pusat Studi Jepang.

Clas:H
Clash merupakan salah satu event kostum Indonesia yang diadakan di kota-kota regional. Dengan misi menyebarkan budaya coser dan memberi kesempatan para coser daerah untuk mengambil bagian dalam komunitas di Indonesia dan bahkan dunia.

Ada banyak komunitas penggemar permainan kostum sejak mulai berkembang di Indonesia pada era 2000-an. Salah satunya adalah Cosplay Jakarta yang dibentuk dari berbagai pecinta animasi, manga, video game, dan permainan kostum. Mereka terbentuk sejak 2008 silam dan hingga kini memiliki anggota hingga ribuan. Komunitas ini termasuk yang aktif berkumpul.


Di kota kembang, ada Komunitas Cosplay Bandung adalah salah satu komunitas permainan kostum di kota ini. Sejak berdiri pada 2008, komunitas ini masih aktif hingga kini. Jumlah anggotanya telah mencapai lebih dari 2.000 orang.

Bali juga memiliki beberapa komunitas. Tak hanya itu, terdapat forum yang menggabungkan berbagai komunitas di Bali menjadi satu, yaitu Happy Cosplay. Forum ini didirikan pada tahun 2013 dan masih aktif di dalam dunia permainan kostum sampai sekarang.

Begitun di Yogyakarta ada Albatros Force, atau di Surabaya ada Cosura. Di ibukota Jawa Timur ini juga cukup sering menghelat acara komunitas.

agendaIndonesia                                              

*****

Bono Surfing Ombak Sungai Setinggi 4 Meter

Boo surfing menjadi daya tarik pariwisata Riau. Foto:dok Dinas Pariwisata Riau

Bono surfing ini cerita khas yang dimiliki Indonesia. Mungkin belum banyak yang paham, kecuali untuk para peselancar. Sepintas kegiatan ini seperti layaknya berselancar atau surfing: kegiatan mengikuti ombak dengan papan selancar. Tapi bono surfing?

Bono Surfing

Umumnya olahraga selancar orang dilakukan di atas ombak laut, Tapi tak rupanya tak selamanya demikian. Ada yang unik di wilayah Riau. Di salah satu provinsi di Sumatera ini, para peselancar tidak melakukan surfing di laut, melainkan di sungai.

Bagi masyarakat Riau, surfing jenis ini dinamakan bono surfing. Lokasinya berada di Sungai Kampar yang terletak di Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau.

Bono Surfing di Sungai Kampar menjadi atraksi yang mendunia.
Sungai Kampar di Provinsi Riau, selain keindahannya, ia juga punya atraksi. Foto: shutterstock

Istilah “Bono” ditujukan bagi ombak besar yang ada di sugai Kampar. Fenomena ombak bergulung-gulung di Sungai Kampar ini bukanlah hal baru. Bono dalam bahasa masyarakat setempat berarti berani.

Masyarakat Teluk Meranti dan seitarnya sudah terbiasa melihat ombak besar tersebut sejak zaman nenek moyang mereka. Bahkan, menurut kisah setempat, Ombak Bono merupakan perwujudan dari tujuh hantu yang sering menghancurkan kapal. 

Menurut kisah Sentadu Gunung Laut, yang merupakan cerita masyarakat Melayu lama, ombak bono terjadi karena perwujudan tujuh hantu yang sering menghancurkan sampan maupun kapal yang melintasi Sungai Kampar.

Tujuh hantu itu diwujudkan dalam bentuk tujuh jenis gulungan ombak mulai dari gulungan ombak terbesar di bagian depan diikuti enam gulungan ombak di belakangnya dengan tinggi ombak lebih kecil.
Ombak besar ini ditakuti masyarakat sehingga untuk melewatinya harus diadakan semah, semacam upacara di waktu pagi atau siang hari dipimpin tetua adat setempat dengan maksud agar selamat saat berhadapan dengan ombak bono.

Masih dari cerita yang sama, konon ombak Bono ini dahulunya dijadikan ajang uji ketangkasan bertarung bagi setiap pendekar Melayu Pesisir. Ombak Bono di Sungai Kampar dapat dikatakan cukup tinggi. Dalam waktu-waktu tertentu ketinggian ombak di Sungai Kampar bisa mencapai 4-5 meter. Jelas tak kalah menantang dari ombak di lautan lepas.

Peselancar Ombak Bono Sungai Kampar Kesbangpol riau go id
Para peselancar bono di Kampar, Riau. Foto: dok. Kesbangpol.riau.go.id

Bono memenag termasuk peristiwa langka ombak di Sungai,  meskipun bukan satu-satunya. Sungai Kampar termasuk sebagai sungai nomor lima terpanjang di pulau Sumatera. Panjangnya mencapai 413 kilometer, di mana hulunya berada di Kabupaten Lima Puluh Kota di Sumatera Barat dan bermuara di Selat Malaka.

Fenomena alam langka di Sungai Kampar ini terjadi akibat pertemuan arus pasang laut dengan arus sungai. Dikutip dari kompas.com, umumnya puncak Bono atau gelombang tertinggi dapat diprediksi sesuai kalender bulan purnama, atau berdasarkan kalender tarikh qomariyah.

Arus ombak ini bergerak dari muara di wilayah Desa Pulau Muda menuju Desa Teluk Meranti dan Tanjung Metangor. Tidak main-main, jarak yang ditempuh ombak Bono bisa sejauh 50-60 km, dengan kecepatan 40-50 km/jam.

Keunikan Bono Surfing adalah ombaknya yang berlawanan dengan arah arus sungai, sehingga tekanannya cukup deras. Tak seperti ombak besar di laut, ombak bono bisa mencapai panjang sekitar 200 meter hingga dua kilometer mengikuti lebar sungai.

Hal yag kemudian menaik perhatian adalah adanya Festival Bekudo Bono. Ini pesta selancar bono di sungai Kampar. Tak main-main ia menjadi incaran peselancar internasional

Ya betul. Menjajal bono surfing bukan hanya tantangan peselancar lokal, namun juga peselancar mancanegara. Pemerintah daerah setempat melirik hal tersebut sebagai sebuah potensi pariwisata. Hingga tercetuslah event tahunan bertajuk: International Bono Surfing Festival dan Bekudo Bono. Kedua festival ini jadi sasaran pemecahan rekor dunia oleh para peselancar lokal maupun internasional.

Bono Surfing Dok Kemenparekraf
Tak kalah menantang dengan ombak laut, Bono surfing punya pecintanya. Foto: dok. kompas-kemenparekraf

Pada 2013, misalnya, peselancar asal Inggris, Steve King bersama dua rekannya berlomba adu ketangkasan dalam Bono Surfing. Mereka berhasil memecahkan rekor setelah berselancar sejauh 12,3 kilometer selama 1 jam 13 menit. Rekor ini kemudian dipatahkan oleh James Cotton yang berhasil melakukan bono surfing sejauh 17,2 kilometer, dan sukses mencatatkan namanya dalam Guinness Book of The World Record. 

Selain adu ketangkasan melalui Bono Surfing, pemerintah juga mengemas event selancar tahunan ini dengan sangat apik. Salah satunya adanya tambahan agenda Bono Jazz Festival dan camping ground pada Festival Bekudo Bono 2019. Harapannya upaya kreatif pemerintah ini menarik minat lebih banyak peselancar lokal dan internasional untuk melakukan Bono Surfing di Sungai Kampar.

agendaIndonesia/Kemanparekraf

*****

4 Acara Malam Seru di Yogyakarta

Kunjungan wisatawan ke Yogyakarta salah satunya ke Pasar Malam Yogyakarta turun sepanjang pelaksanaan PPKM.

4 acara malam seru di Yogyakarta, selain nongkrong di angkringan, atau menikmati Malioboro dengan ribuan dagangan asongan, ini bisa jadi alternatif saat harus menghabiskan malam-malam di kota ini.

4 Acara Malam Seru di Yogyakarta

Namun, keseruan malam di Kota Pelajar itu tak habis di sana. Bila Anda sedang liburan di Jogja dan mencari keasyikan di petang hari selain nongkrong di angkringan, empat aktivitas ini bisa dijajal dilakukan.

Titik 0 Yogyakarta naufal hilmiaji unsplash
Wisata Yogyakarta pada malam hari.

Photo by Naufal Hilmiaji on Unsplash

Menyaksikan Milkyway Sambil Berkemah

Milkyway atau Bima Sakti bisa disaksikan dengan jelas di tempat yang gelap tanpa lampu. Salah satu lokasinya adalah di pantai. Anda bisa menikmati milkyway di pantai selatan Yogyakarta sambil berkemah bersama kerabat. Pantai yang seru untuk menggelar tenda adalah Pantai Pok Tunggal di Kabupaten Gunungkidul.

Waktu tempuhnya 2 jam dari Kota Yogyakarta dengan berkendara. Di sana tersedia penyewaan tenda dengan tarif berkisar Rp 50 ribuan untuk kapasitas empat orang.

Menikmati Lampu Taman Pelangi

Taman Pelangi di kawasan Monumen Jogja Kembali (Monjali), Jalan Ring Road Utara, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta, bisa menjadi salah satu alternatif menikmati malam yang berbeda di Jogja. Apalagi, taman tersebut buka sampai malam, yakni mulai pukul 16.30 hingga 23.00.

Ada sekitar seratusan lampion dengan beragam jenis bisa menjadi latar berfoto. Di antaranya menggambarkan karakter tooh-tokoh kartun dan bebungaan. Harga tiket masuk untuk semua wisatawan, baik mancanegara maupun domestik, ialah Rp 20 ribu.

Wedang Ronde di Alun-alun Kidul

Alun-alun Kidul menjadi salah satu tempat pelancongan favorit kala malam hari di Jogja. Selain bisa mengayuh sepeda warna-warni yang sudah populer itu, kegiatan yang menyenangkan ialah menyeruput wedang ronde.

Sejumlah penjaja wedang ronde dapat dengan mudah dijumpai di kawasan Alkid—singkatan Alun-alun Kidul. Di tepi lapangan, bila petang, pedagang sudah bersiap menggelar lapak kaki lima di sana. Harga wedang ronde pun bermacam-macam. Rata-rata berkisar Rp 10 ribu.

Antre di Dapur Gudeg Pawon

Kuliner gudeg tengah malam memang sudah menjadi budaya yang melekat di Jogja. Salah satu yang banyak diburu ialah gudeg Jogja. Anda dapat menikmati makan nasi gudeg langsung di pawon atau dapur pemilik warung.

Gudeg Pawon beralamat di Jalan Janturan Nomor 36, Warungboto, Umbulharjo, Yogyakarta. Warung sederhana ini buka mulai pukul 22.00 hingga dinihari. Bila enggan mengantre, sebaiknya Anda datang lebih awal. Sebab, menjelang tengah malam, pengunjung biasanya akan membeludak.

F. ROSANA

Ber-Vespa, Tetap Anggun dengan 250 Cc

Ber-vespa semakin digemari para pecinta roda dua.

Ber-Vespa kini semakin popular di kalangan para pecinta roda dua. Terlebih pada 9 hingga 12 Juni 2022 lalu, penggemar skuter asal Italia ini berkumpul di Bali untuk merayakan Vespa World Days 2022. Sepeda motor ini semakin diincar penikmatnya. Tapi apa istimewanya kendaraan ini?

Ber-Vespa

Tidak cocok buat kebut-kebutan, tidak mengeluarkan suara bising berlebihan di jalanan, penuh gaya, irit, dan tangguh buat menempuh perjalanan jauh, ber-Vespa kini menjadi pilihan favorit buat jalan-jalan jarak jauh.

“Dengan Vespa, gua sudah jalan Jakarta–Lombok selama 3 hari, Jakarta–Medan selama 4 hari, Jakarta–Bali selama 3 hari, dan Jakarta–Bromo selama 2 hari. Seruu, seru sekali. Selain gampang dikendarai, Vespa juga gampang perawatannya. Buat touring lebih simple, tidak gampang capek seperti mengendarai motor gede yang berat,” ujar Anton Bramana, seorang eksekutif muda di sebuah perusahaan impor daging di Jakarta, yang juga Ketua Umum Piaggio Club Indonesia, klub para penggemar motor Vespa modern merek Piaggio.

Ber-Vespa semakin nge-trend seiring makin popularnya kendaraan buatan Italia ini.
Deretan kendaraan peserta Vespa World Vespa Days 2022 di Bali.Foto: Dok. vespaworlddays2002.id

Pada waktu ke Lombok, Bramana jalan-jalan bersama 27 penggemar Vespa lain dari Jakarta, menempuh jarak sekitar 2.000 kilometer.  Mereka jalan mulai malam. Pertama menempuh rute Jakarta–Solo, terus istirahat di Solo sekitar 2 jam. Dilanjutkan Solo–Jember; Jember–Bali; dan Bal –Lombok.

Mereka jalan santai dengan kecepatan 80km/jam pada rute jalan berkelok, atau sekitar 100 km/jam pada jalan lurus. Selama di Lombok, kami keliling pulau, ke Rinjani, dan mampir  Gili Trawangan.

Alhamdulilah, tidak ada masalah apapun, tidak ada yang mesinnya rewel atau ngadat. Semua lancar. Vespaan (mengendarai Vespa) tiga hari, badan rasanya remuk redam. “Pulangnya, Vespa kami kirim pakai kargo ke Jakarta, Orangnya ganti naik pesawat haha,” ujar Bramana yang mengoleksi beberapa Vespa matic; sehari-hari ia suka menggunakan Vespa Piaggio jenis Lx V, sedang kalau touring menggunakan Vespa Piaggio X9 250 cc.

Touring dengan Ber-Vespa harus lebih hati-hati. Karena knalpot tidak mengeluarkan suara keras dan bising seperti motor besar, sehingga sering diabaikan di jalanan. “Makanya kalau mau jalan jauh, sebaiknya dilakukan berombongan,” ujar Ichsan Yanuar, seorang wiraswasta muda yang mengaku jatuh cinta pada Vespa karena bentuk dan karakternya yang keren. “Karakternya tampak romantis, cocok buat jalan-jalan jauh sama pacar,” ujarnya tertawa.

Yanuar mengaku masih pendatang baru di dunia para kolektor Vespa, menyukai sejak 2007, setelah membeli Vespa Piaggio Lx 150 ie seharga Rp 30 juta saat itu. Sejak itu ia sering ikut dalam berbagai kegiatan touring Vespa ke berbagai pelosok di tanah air. Di antaranya, touring Vespa Jakarta–Medan (2012) selama empat hari yang menempuh jarak hingga 1.500 kilometer. 

Tujuannya ke Danau Toba. Ya sebenarnya jalan-jalan wisata saja, ditempuh dengan Ber-Vespa agar lebih seru dan murah. Empathari Jakarta–Medan cuma habis Rp 3 juta, murah banget dibanding wisata biasa dengan naik pesawat ke Medan. “Dengan naik vespa kami juga bisa mengunjungi banyak obyek wisata di setiap kota yang dilewati. Foto-fotonya juga lebih keren,” ujar Yanuar.

Harga Vespa yang tidak pernah jatuh, bahkan cenderung semakin tua semakin mahal, juga membuat alasan Yanuar mengoleksi sejumlah motor Vespa di garasi rumahnya. Dulu klub Vespa kesannya seperti klub penggemar motor skuter jadul keluaran tahun 40-60an yang telah direkondisi aneh-aneh. “Ini beda, kami klub Vespa modern yang kebanyakan adalah motor-motor Vespa matic keluaran di atas tahun 2000an. Jadi ya keren-keren bentuknya,” ujar Yanuar yang juga aktif di Piaggio Club Indonesia.

Piaggio Club Indonesia sendiri, kini adalah klub motor Vespa modern terbesar di Indonesia. Dulu para penggemar Vespa tersebar dalam berbagai komunitas-komunitas kecil yang berkumpul berdasarkan bertemanan terbatas.

Sejak Juli 2005, setelah kehadiran Agen Tunggal Pemegang Merek Piaggio, sejumlah komunitas Vespa modern di Jakarta, seperti ; Campur Sari Vespa Jakarta, Piaggio Lovers, Modern Vespa Club, Piaggio Owner Club, Zip Owner Club, dan lain-lain, sepakat menggabungkan diri dalam komunitas Vespa induk yakni Piaggio Club Indonesia yang rutin menggelar berbagai aktivitas touring bersama, kegiatan amal sosial, dan menjadi penghubung persahabatan antar penggemar Vespa.

Ber-Vespa cocok untuk pria maupun wanita berkeliling kota maupun touring ke luar kolta.
Vespa-vespa masa kini yang semakin trendy seraya tetap anggun. Foto: Dok. TL

“Harga Vespa yang relatif terjangkau bagi kebanyakan orang, antara 30 jutaan untuk kategori 150 cc, atau 40 – 75 juta untuk kategori 200 – 250 cc, membuat klub Vespa modern cepat berkembang dibanding klub motor gede,” ujar Hatma Nugraha, yang memiliki Vespa Piaggio Lx 150 warna merah.  “Latar belakang anggota di Piaggio Club Indonesia juga beragam, dari anak muda hingga orang tua. Dari pengusaha swasta hingga PNS,” ujar Anto Bramana.

Koleksi vespa para anggota Piaggio Club Indonesia pun beragam, dari Piaggio MP 3 atau skuter beroda tiga dengan kapasitas mesin 250-400cc, Piaggio XEvo kapasitas mesin 250 cc, Piaggio X9 kapasitas mesin 180-250 cc; dan Piaggio seri Vespa 125 cc. Yang paling banyak Piaggio seri 125 – 150 cc yang harganya  relatif paling terjangkau. Secara rutin, mereka tampak sering berkumpul di akhir pekan di tempat-tempat keramaian, dan melakukan touring bersama ke jarak-jarak pendek seperti Jakarta Bandung atau Jakarta – Bogor. “Untuk persaudaraan, kami punya etik, kalau antar Vespa bertemu di jalan untuk saling klakson, saling menyalakan lampu, atau minimal saling melambaikan tangan,” ujar Anton Bramana.

Keren Dengan Vespa

Masih ingat film Roman Holiday (1953) yang dibintangi Gregory Peck dan Audrey Hepburn. Film ini tidak hanya berhasil mempopulerkan Roma sebagai kota wisata, tetapi juga melambungkan Vespa sebagai kendaraan paling romantis buat pacaran keliling kota.  Sejak itu Vespa semakin terkenal di seluruh dunia, tidak semata sebagai kendaraan transportasi, tapi juga sebagai ekspresi gaya hidup. Di Indonesia pun, sejumlah nama populer juga menggemari Vespa sebagai ekspresi diri. David Bayu misalnya, vokalis band Naif ini, sejak lama telah berhasil memformulasikan dirinya sebagai anak muda urban yang keren, gaya, dan modern, dengan pergi kemana-mana Ber-Vespa.

Untuk kegemarannya itu, bahkan ia pernah ditunjuk jadi duta merek Vespa. “Ia memang aktif di berbagai kegiatan komunitas Vespa. Selain dia juga ada banyak artis penggemar Vespa seperti Tora Sudiro, Winky Wiryawan, Slank, dan lain-lain,” ujar Ichsan Yanuar

Tingkat kecelakaan pengguna Vespa juga paling kecil dibandingkan dengan jenis motor lain. Bentuknya yang kecil dan sederhana, membuatnya lebih aman dan nyaman buat dikendarai jauh. “Jaket, helm, sepatu touring, dan kaos tangan, menjadi standar safety kalau untuk berkendaraan Vespa jarak jauh. Jangan lupa dengan managemen touring yang baik, selalu dengan captain, marshal, tim swipper, dan back up car, setiap touring jauh yang melibatkan banyak peserta,” ujar Anton Bramana.

agendaIndonesia/TL

*****

Kayak Arus Deras, Olahraga Sejak 2000 Tahun Lalu

Kayak Arus Deras dari kegiatan masyarakat menjadi olah raga

Kayak arus deras tidak sepopular olah raga air lainnya. Kegiatan ini bahkan tidak sepopuler arung jeram di sungai. Medan yang cukup sulit dan risiko tinggi, seperti tenggelam, mungkin menyebabkan olahraga ini tidak punya banyak penggemar.

Kayak Arus Deras

Arus Sungai Cipunagara, , Jawa Barat, mengalir sangat deras. Seakan tak rela dilintasi benda apa pun. Siapa saja yang melintas niscaya diempas kuat-kuat. Bagi kayaker, arus yang memicu adrenalin ini justru menggoda untuk dinikmati. Berbekal teknik dan kegigihan, seorang kayaker mencoba melintas. Yup, bukan main, ia berhasil melewati derasnya arus sungai dengan tingkat jeram tinggi tersebut. Luar biasa!

Sejarah kayak bermula dari kawasan Siberia, orang-orang yang tinggal di sana membuat perahu dari kerangka kayu terbuka yang diikat bersama-sama dengan tali atau tali tanaman, dan ditutup dengan kulit anjing laut yang dijahit menyatu. Cikal bakal kayak ini disebut dengan umiak. Perahu ini terus dipakai oleh orang-orang yang menetap di Kutub Utara yang kemudian dikenal sebagai orang Inuit. 

Untuk masyarakat Inuit, kayak telah menjadi cara hidup sekaligus alat transportasi dan berburu selama lebih dari 2000 tahun. Mereka membangun kayak dengan bekal pengetahuan yang diwariskan secara lisan dari generasi ke generasi. Kemampuan mengendarai kayak menjadi salah satu ukuran kesuksesan individu dan bagaimana mereka terhubung dengan komunitasnya. 

Tak jelas kapan kayak sebagai sebuah cabang kegiatan luar ruang masuk di Indonesia. Namun, mendayung adalah salah satu kegiatan masyarakat di banyak daerah yang memiliki aliran sungai yang kemudian menjadi jalur transportasi. Yang jelas pula, banyak tempat di Indonesia yang memiliki spot untuk berkayak. Termasuk untuk kayak arus deras seperti di Sungai Cipunagara tadi.

kayak arus deras menjadi salah satu pilihan berkegiatan di air.
Kayak menjadi kegiatan air yang menyenangkan, terutama di Indonesia. Foto: Dok. shutterstock

Atas dasar itulah Muhammad Ihsan, Tedy Bugiana, dan Ira Shintia, dibantu Toto Triwidarto, Puji Jaya, Agus Hermansyah, serta Sigit Setianto dari Sekolah Kayak Tirtaseta, mendirikan Bandung Kayak Community (BKC). “Keberadaan BKC ini sebenarnya hanya untuk mencoba menghimpun penggemar dan peminat serta berupaya memasyarakatkan olahraga kayak arus deras,” kata kang Ihsan suatu kali.

Komunitas yang didirikan Januari 2012 itu biasanya memanfaatkan liburan akhir pekan dengan mendatangi sungai-sungai yang berada di sekitar Bandung. Di antaranya Sungai Cipunagara dan Ciherang di Subang, Sungai Cimanuk di Garut, dan Sungai Ciwulan di Tasikmalaya.

Jika menyambangi lokasi yang relatif jauh dari Bandung, para anggota komunitas biasanya berkoordinasi terlebih dulu untuk mendiskusikan segala hal yang berhubungan dengan pengarungan, transportasi, dan urusan teknis lainnya. Sedangkan untuk latihan rutin, BKC melakukannya di Sungai Cikapundung, yang masih berada di Kota Bandung.

Hingga saat ini komunitas yang bermarkas di Jalan Dago Hegar, Bandung, itu memiliki puluhan anggota. Yang paling muda berusia 8 tahun, sementara yang paling tua 50-an tahun. Profesi anggotanya beragam. Dari pelajar sekolah dasar dan sekolah menengah pertama, mahasiswa, hingga pekerja profesional. Ada juga perempuan.

Kayak Arus Deras merupakan kegiatan yang bisa dilakukan oleh siapa saja, laki-laki maupun perempuan.
Kayak cocok dilakukan oleh berbagai kalangan, termasuk untuk perempuan. Foto: Dok. shutterstock

Untuk bergabung dalam komunitas ini, tentu ada persyaratannya. Yang pasti, tidak wajib memiliki peralatan kayak sendiri. Maklum, peralatan kayak belum diproduksi di dalam negeri. BKC biasanya menyediakan peralatan kayak yang dimiliki anggota lainnya untuk digunakan bersama-sama saat latihan dan pengarungan. Sejatinya siapa pun boleh bergabung dengan BKC—sebagai organisasi berbasis komunitas. Begitupun, calon anggota diharapkan pernah mengikuti kursus kayak bersertifikat atau alumnus sekolah kayak.

Namun bagi calon anggota yang belum pernah kursus kayak, tak usah khawatir. BKC juga mendirikan sekolah khusus kayak. Sekolah Kayak BKC namanya. Di sekolah yang didirikan lewat kerja sama dengan Sekolah Kayak Tirtaseta dari Purbalingga ini, ada pelajaran soal teknik kayak, seperti membalikkan kayak sendiri ketika terbalik (rolling), menyelamatkan diri (self-rescue), dan mendayung maju-mundur (eddies-in and eddies-out).

Pelatihan kayak tingkat dasar dilakukan selama tiga hari dan terdiri atas beberapa sesi. Sesi pertama, biasanya diadakan di kolam renang untuk membiasakan diri dengan air.

Namun sesi-sesi berikutnya dilakukan di sungai. Dalam pelatihan tersebut, para peserta diharapkan menguasai setidaknya 95 persen kurikulum pelatihan. Untuk dapat mengikuti pelatihan tersebut, setiap peserta hanya dikenai biaya, tentu saja. Khusus pelatihan di sungai, para peserta akan dibawa ke Sungai Cipunagara, Subang.

Hingga saat ini Sekolah Kayak BKC sudah menghasilkan sejumlah angkatan. Mayoritas lulusannya langsung bergabung dengan BKC. Tak mengherankan jika BKC selalu diidentikkan dengan Sekolah Kayak BKC. Padahal, siapa pun bisa menjadi anggota BKC. “Cuma kebetulan, BKC mayoritas diisi lulusan dari Sekolah Kayak BKC.”

Di usianya yang relatif masih muda, BKC terus menata organisasi. “Insya Allah, ke depan akan disusun lebih baik lagi. Mengingat jumlah anggota yang sudah semakin banyak,” ujar Ihsan. Yang terpenting, ia menambahkan, olahraga kayak arus deras mendapat tempat di hati warga Bandung, sehingga bisa dikembangkan bersama-sama. Ayo, dayung terus!

Andry T./TL/agendaIndonesia

*****

Komunitas Drone, 1 Pesawat Sejuta Angle

Komunitas drone semakin banyak di Indonesia, selain belajar menerbangkan pesawat, mereka juga belajar fotografi dan videografi

Komunitas drone adalah satu kelompok kegiatan dengan mengejar sejumlah kompetensi. Bukan sekadar menerbangkan pesawat nirawak, namun juga menumbuhkan kemampuan fotografi, videografi. Bahkan memberikan manfaat lain seperti dokumentasi. Jadi ini bukan sekadar hobi semata.

Komunitas Drone

Matahari siang bolong pada awal Maret lalu benar-benar perkasa. Teriknya memanggang siapa dan apa pun yang ada di bawahnya. Beberapa gumpalan tipis awan putih berarak menghindari keperkasaannya.

Entah dari mana munculnya, sebuah pesawat mungil melintas di udara. Sesekali terbang merendah dan kembali meninggi meski tidak menembus awan. UFO (unidentified flying object) kah? Rupanya bukan. Karena benda itu tak lain dari drone alias unmanned aerial vehicle (UAV) yang sedang dicoba seorang pembeli.

Dalam beberapa tahun terakhir ini, drone kian populer. Di kalangan militer dikenal sebagai ”mesin pembunuh” karena memiliki serangan yang mematikan dan daya jelajah yang sangat luas.

Beberapa tahun lalu chief executive officer  raksasa retail online Amazon, Jeff Bezos, mengenalkan konsep layanan Amazon Prime Air. Yang memungkinkan barang yang dipesan konsumen di Amazon.com akan diantar menggunakan drone dalam waktu 30 menit setelah mereka menekan tombol “beli”.

Menurut Asha Wadya, anggota DJI Phantom Indonesia, pemanfaatan pesawat nirawak itu pun kini berkembang luas hingga menyentuh penghobi. Selain hobi juga dapat digunakan untuk menunjang pekerjaan sebagai fotografer ataupun videografer. ”Bisa dibilang drone ini menggabungkan tiga hobi sekaligus: radio control, videografi, dan fotografi,” kata dia. Bahkan, ia menambahkan, beberapa media massa sudah memanfaatkan drone ini.

Komunitas drone tumbuh untuk meningkatkan apresiasi dan kompetensi memanfaatkan pesawat nirawak.
Drone jenis Phantom. Foto: Dok. Unsplash

Pemanfaatan drone, kata Asha, tak lepas dari kemampuan yang dimilikinya. Drone lebih stabil, sehingga memungkinkan untuk mengabadikan gambar atau video. Pesawat yang dikendalikan melalui remote control dengan frekuensi 2,4 dan 5,8 Ghz juga mampu terbang setinggi 400 meter dan sejauh lebih dari 1,5 kilometer.

”DJI Phantom II bisa terbang selama 15-20 menit sekali terbang,” ia mengungkapkan sambil menyebut seri terbaru bisa terbang lebih tinggi dan durasi yang lebih lama.

Selain itu, drone dilengkapi dengan fasilitas GPS. Jika kehilangan jejak, fitur ini memungkinkan pesawat akan kembali ke titik keberangkatan semula. ”Tinggal diatur dan dikunci saja GPS-nya,” ujar Asha.

Tak jarang pesawat tersebut dijual sepaket dengan mounting (dudukan) action camera seperti GoPro yang didesain ringan, kompak, dan memiliki lensa lebar. Walhasil, tidak repot merakit perangkat tambahan lain.

Komunitas drone mengembangkan minat dan hobi sekaligus menjadi profesi yang menjanjikan.
Drone sedang mengudara. Foto: Dok. unsplash

Hasil foto ataupun video dengan drone ini mengagumkan. Sudut pandang aerial dengan perspektif menghadap ke bawah membuat foto ataupun video menjadi dramatis dan menakjubkan.

Lantas, berapa harga sebuah drone yang dinilai cocok buat pemula? Asha menyebut sekitar belasan juta untuk sebuah drone DJI Phantom 2. Itu belum termasuk action camera. Jika ingin sudah lengkap dengan kamera bisa mencapai Rp 20 juta lebih. Asha memperkirakan perkembangan drone akan semakin pesat di Tanah Air. ”Tahun 2015 mungkin dapat dibilang sebagai awal tahunnya drone,” ucapnya.

Aman dan Bertanggung Jawab

Kendati Phantom keluaran DJI Innovations termasuk paling mudah dikendalikan di kelasnya, namun Asha menyarankan pemula yang baru mencoba drone untuk berlatih di lapangan terbuka, bermain rendah, dan berlatih orientasi sesering mungkin sebelum terbang lebih tinggi.

”Jika terjadi crash, selain bisa merusak drone, bisa membahayakan orang lain di sekitarnya,” katanya. Oleh karena itu, komunitas drone DJI Phantom Indonesia menjunjung semboyan flysafe & fly responsible.

Komunitas drone yang didirikan pada 11 Mei 2014 itu merupakan wadah berkumpulnya pengguna drone buatan Da-Jiang Innovations Science and Technology Co, Ltd (DJI) Phantom asal Cina. Perusahaan ini didirikan Frank Wang pada 2006 di Shenzhen, Tiongkok.

Meski usia DJI Phantom Indonesia kurang dari setahun, anggotanya kian bertambah. Sampai tulisan ini diturunkan, setidaknya ada 600 anggota yang terdaftar dalam media sosial DJI Phantom Indonesia. “Anggota kami datang dari berbagai profesi. Mulai dari siswa SMP, kalangan media, penghobi, videografer, fotografer, dosen, DJ, hingga musikus,” katanya.

Asha mempersilakan siapa saja yang tertarik bergabung dengan DJI Phantom Indonesia. ”Silakan saja bergabung lewat media sosial Facebookkami. Tak perlu harus punya drone terlebih dulu,” kata dia.

Hal itu diakui oleh Agung Setiawan. Pria berusia 37 tahun yang berprofesi sebagai DJ ini mengaku awalnya mengenal drone berawal dari kebiasaan mendokumentasikan kegiatannya saat ia beraksi di luar kota. ”Namun setelah mempelajari lebih jauh, ternyata kamera yang saya gunakan bisa dipasangkan dengan drone. Sejak saat itu, saya langsung tertarik dengan drone. Hitung-hitung sekalian belajar jadi videografer,” ujarnya merendah.

agendaIndonesia/TL/Andry T.

*****

4 Tempat Kongkow Keren di Bandung

Pillow Talk Coffee and Comfy2

4 tempat kongkow keren di Bandung ini bisa jadi alternatif menghabiskan malam-malam saat berada di kota kembang. Terutama bagi mereka yang berjiwa muda.

4 Tempat Kongkow Keren

Bumi Priangan makin berwarna dengan kehadiran kafe-kafe modern. Nongkrong barang sebentar di sana akan membuat pikiran kembali segar. Bila butuh rehat sejenak, beberapa tempat di bawah ini, rasanya bakal cocok. 

 

1. Pillow Talk Coffee and Comfy

Di tengah hiruk-pikuk Kota Kembang Bandung, Pillow Talk, sebuah kafe berkonsep klasik dengan dominasi interior putih, menjadi tempat yang tepat untuk menepi. Kafe yang konon milik pengusaha Rina Herkiamto bersama kawan bisnisnya, yang juga aktor, Rizki The Titans, ini menawarkan suasana yang adem. 

Seperti namanya, Pillow, yang artinya bantal, tempat ngopi di bilangan Coblong ini nyaman disinggahi untuk sekadar nongkrong. Si empunya kafe mengajak pengunjung menyesap kopi seperti di rumah sendiri. 

Hampir seluruh bagian ruangan didesain artistik. Ada kursi-kursi kayu yang berhadapan dengan sang barista. Hampir semua tempat terkoneksi sehingga suasana hangat bakal menyergap saat tamu ramai berdatangan. 

Bagian luar kafe ini tediri atas taman dengan rumput hijau dan lampu-lampu tumblr. Saat malam menjelang, lampu-lampu itu akan berpendar. Suasana tak pelak bakal dramatis. Karena konsepnya seperti garden party, tak jarang kafe tersebut menjadi spot untuk momen spesial, seperti pernikahan, lamaran, tunangan, atau ulang tahun. 

Soal menu, di sini tersedia beragam jenis sajian. Mulai penganan ringan hingga berat. Ada makanan ala western seperti pasta dan toast bread. Tapi juga tersedia menu Nusantara, layaknya soto, sop buntut, sop iga, dan lain-lain. Harga tiap-tiap menu dibanderol mulai Rp 25 ribu. 

Alamat: Jalan Haji Hasan no 12, (Taman Panatayuda, Dipatiukur), Lebakgede, Coblong, Kota Bandung

Buka: 09.00 – 23.00 (weekend), 09.00 – 22.00 (weekdays) 

Web: instagram.com/pillowtalkcafe/?hl=id

 

2. Please Please Please Bandung 

Terdengar unik dan cukup mudah untuk diucapkan: please please please. Rasanya seperti orang minta tolong. Namun barangkali tak bakal diartikan secara harfiah. Kafe ini belakangan kesohor lataran memiliki ikon berupa logo unicorn atau kuda poni di salah satu sisinya. Ikon itu menyala dengan lampu berwarna neon. 

Kafe yang berlokasi di Jalan Progo nomor 37, Citarum, Bandung, tersebut mulai hits sejak tahun lalu. Pengunjung menjadikannya tempat nongkrong baru di Kota Kembang. Bagian-bagian ruangan dalam kafe itu mengangkat konsep kafe ala Mexico era 1950-an yang membuat interior terasa berkelas ketika dipandang. 

Biasanya, anak muda yang suka konsep gemerlap dan glamor akan menyukai tempat semacam Please, Please, Please. Kafe ini menarik dipotret dari sisi mana pun karena menyajikan latar yang classy dan fabolous.

Untuk dapat nongkrong di sini, pengunjung kudu mengeluarkan bujet minimal Rp 25 ribu untuk minum, belum termasuk pajak. Adapun menu yang bisa disantap di antaranya terdiri atas menu Nusantara. Menu-menu itu ialah nasi ayam kremes, soto ayam, nasi jeruk, nasi begana, nasi ayam penyet, dan lain-lain. Harga masing-masing menu dibanderol mulai Rp 30 ribu. 

Alamat: Jalan Progo Nomor37, Citarum, Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat 40115

Jam buka: 10.00-23.00 (weekdays), 10.00-00.00 (weekend)

Telepon: (022) 20512715

Google Maps: https://goo.gl/GPQ4Xi 

Please Please Please Bandung3
Salah satu sajian di Please Please Please Bandung (ist.)

 

3. Pinisi Resto Ciwidey

Berbentuk kapal pinisi, restoran ini benar-benar menyita perhatian. Keberadaannya eksis di tepi Danau Situ Patenggang, Ciwidey, Kabupaten Bandung. Restoran Pinisi bukan sekadar tempat makan, namun kini telah menjadi alternatif wisata bagi turis. Musababnya, selain menghadap ke danau, restoran itu berada di tengah hamparan kebun teh. 

Berhektare-hektare pohon teh menjadi sajian menarik bila wisatawan makan di restoran. Tak khayal, restorn ini menjadi lokasi baru untuk pre-wedding dan perayaan momen-momen khusus. 

Di sekitar restoran terdapat tempat menginap dengan konsep glamping. Glamping dikenal sebagai hotel bergaya kemping, namun memiliki fasilitas yang lengkap. Tempat itu cocok untuk menepi, mencari ketenangan diri dengan bersatu dengan alam. Namun dengan cara yang tak repot. 

Alamat: Patengan, Rancabali, Bandung, Jawa Barat 40973

Jam buka: 24 jam

Web: pinisicamprancabali.com

Telepon: (022) 85924493

 

Pinisi Resto Ciwidey
Phinisi Resto di Ciwidey (Ist.)

4. One Eighty Coffee

Pernah menyaksikan orang-orang menongkrong di kafe sambil berendam di kolam renang? Di sinilah tempatnya, yakni one eighty coffee. Kafe di kawasan Coblong, Kota Bandung, ini lain dari kafe pada umumnya. Kafe tersebut berada di tengah-tengah kolam renang. Pengunjung akan rela basah-basahan saat menyantap makan atau minum di One Eighty Coffee. Namun justru di sinilah sensasinya. Maka itu, tak heran bila kafe tersebut belakangan hits di kalangan anak muda. Mereka bukan hanya ingin menikmati mengudap sajian yang nikmat sambil bersantai, tapi juga kepingin berfoto. Tak cuma menyajikan kafe dengan nuansa air, tempat itu menawarkan konsep lokas nongkrong yang asri. Pasalnya, hampir semua meja dan kursi terbikin dari kayu. Juga terdapat tanaman-tanaman hijau yang tumbuh di sekitarnya. Suasana alami pun makin kentara dan terasa. 

Alamat: Jalan Ganeca Nomor3, Lb. Siliwangi, Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat 40132

Jam buka: 08.00-23.00 (weekdays), 08.00-00.00 (weekend)

Telepon: 0822 1800 0155

Google Maps: https://goo.gl/aCUWKZ 

 

One Eighty Coffee
Suasana One Night Coffee (Ist.)