Kereta bandara yogya akan beroperasi Juni 2021

Kereta Bandara Yogya direncanakan akan mulai beroperasi pada Juni 2021. Pekerjaan ini terkait dengan program pengembangan Stasiun Kereta Api Tugu, Yogyakarta. Stasiun Tugu akan terhubung langsung dengan Yogyakarta International Airport (YIA), Kulonprogo, lewat jalur kereta api yang saat ini sudah masuk tahap finalisasi pembangunan. Pembangunan rel bandara sendiri ditargetkan rampung dan beroperasi pada Juni 2021.

Kereta Bandara Yogya

PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus berusaha mengutamakan kebutuhan pelanggan dan memberikan pelayanan terbaik akan kebutuhan transportasi publik. Salah satu langkah yang dilakukan perusahaan antra lain membangun kerjasama dengan berbagai pemangku kepentingan. KAI sadar tidak dapat berdiri sendiri mewujudkan visinya menjadi solusi ekosistem transportasi terbaik untuk Indonesia.

KAI kini telah menjalin kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo menyambangi Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X di Kepatihan Pemda DIY. Tujuan KAI adalah untuk membahas pengembangan Stasiun Tugu Yogyakarta.

“Pertemuan ini dalam rangka membahas pengembangan Stasiun Tugu. Ini sudah digagas cukup lama dan mudah-mudahan segera terealisasi. Arahan dari Ngarso Dalem yaitu beliau sepakat dan sudah menyetujui pengembangan ini,” kata Didiek.

Harapannya pengembangan Stasiun Tugu dapat selesai sebelum Desember 2023. Ia memperjelas bahwa kolaborasi ini yakni terkait pengembangan integrasi moda transportasi kereta api. Stasiun Tugu diharapkan dapat menjadi ekosistem transportasi yang terintegrasi dengan moda transportasi massal lainnya. Integrasi akan memudahkan pelanggan kereta api mendapatkan moda transportasi lain begitu sampai atau hendak menuju Stasiun Tugu.

Lebih lanjut, Didiek mengatakan tidak menutup kemungkinan ke depan akan dikembangkan commuter berbasis Autonomous Rail Rapid Transit (ART). Namun sejauh ini hal tersebut masih dalam kajian. “Transportasi ke depan di Yogyakarta akan dikembangkan commuter berbasis ART ini sedang dalam kajian juga,” kata Didiek.

Di masa depan stasiun ini juga diproyeksikan menjadi Transit-Oriented Development (TOD), yakni penggabungan area residensi dan komersial dalam satu area yang didesain untuk memaksimalkan akses ke transportasi publik.

Sekretaris Daerah (DIY) Kadarmanta Baskara Aji mengatakan Pemda DIY mendukung penuh rencana pengembangan Stasiun Tugu. Dukungan itu berupa percepatan proses perizinan dan pemanfaatan lahan untuk pengembangan tersebut.

Aji mengatakan pelaksanaan proyek pengembangan ini akan dilakukan sesegera mungkin. “Ya kalau tadi Sultan minta segera saja, di daerah [DIY] nanti akan memfasilitasi dari sisi perizinan dan pemanfaatan lahan, sementara untuk pendanaan oleh PT. KAI, nanti dua-duanya saling sinergi,” ucap Aji.

KAI memastikan pengembangan Stasiun Tugu ini tetap memperhatikan simbol-simbol budaya di Jogja. “Kami bersama keraton [Yogyakarta] tetap memperhatikan kearifan lokal, budaya dan falsafah-falsafah. Sumbu filosofis Jogja juga diperhatikan. Sehingga apa yang menyangkut kebudayaan tata kehidupan itu menjadi suatu keharusan di sini tetap akan dipertahankan. Hal tersebut kami lakukan untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Yogyakarta,” pungkas Didiek.

Kereta Bandara Yogya akan beroperasi pada Juni 2021.
Direksi dan Komisaris PT Kereta Api Indonesia meninjau perkembangan LRT. Foto: Dok. KAI

Secara terpisah, di Jakarta seusai ditunjuk menjadi Komisaris Utama merangkap sebagai Komisaris Independen PT Kereta Api Indonesia (Persero) awal bulan ini, Said Aqil Siroj, turun langsung ke lapangan meninjau progres pengerjaan LRT Jabodebek di Stasiun LRT Harjamukti, Cibubur, Jakarta Timur, Rabu 10 Maret 2021. Said Aqil Siroj hadir untuk memastikan Proyek Strategis Nasional ini selesai tepat waktu meski di tengah pandemi Covid-19.

Selain Said Aqil Siroj, turut hadir dalam kegiatan tersebut dewan Komisaris KAI, Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo beserta jajaran direksi, PPK Pembangunan Prasarana LRT Jabodebek Ditjenka Kemenhub Ferdian Suryo Adhi, Direktur Operasi PT Inka I gede Agus prayatna, dan Deputy Project Manager Adhi Karya Sudaryono.

“Alhamdulillah, sampai saat ini saya tidak melihat ada kekurangan pada pengerjaan LRT Jabodebek ini, semua berjalan dengan baik. Seluruh pihak terus bekerja keras baik dari Kemenhub, KAI, Adhi Karya, Inka, dan LEN. Saya harapkan proyek ini dapat dioperasikan tepat waktu di bulan Juli 2022,” ujar Komisaris Utama KAI Said Aqil Siroj.

Said Aqil Siroj yakin bahwa hadirnya LRT Jabodebek ini akan mempunyai dampak yang sangat signifikan bagi masyarakat. LRT Jabodebek akan mengurangi kemacetan lalu lintas dan meningkatkan ekonomi masyarakat.

Said Aqil Siroj melihat pelayanan yang diberikan KAI sudah bagus. Ia mengatakan di masa pandemi, KAI secara konsisten menerapkan protokol kesehatan yang ketat di lingkungan perkeretaapian. Ia mengapresiasi kinerja KAI yang mempu bertahan di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang sangat berat ini.

“Kami terus bekerja keras agar seluruh proyek yang sedang berlangsung termasuk LRT Jabodebek selesai pada target yang telah ditentukan. Kami juga akan terus berkoordinasi dengan jajaran Direksi untuk menjadikan KAI sebagai BUMN yang lebih baik lagi dan dapat memberikan nilai tambah kepada masyarakat,” kata Said Aqil Siroj.

Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo mengatakan proyek LRT Jabodebek merupakan Proyek Strategis Nasional yang menjadi salah satu tugas penyelesaian kepada KAI. Ia melanjutkan LRT Jabodebek merupakan proyek kerja sama sinergi BUMN yang dikoordinir oleh Satker LRT Jabodebek di Kementerian Perhubungan.

“Mari kita sama-sama berdoa dan berniat untuk menyelesaikan proyek ini. Harapannya proyek ini dapat selesai dengan tepat waktu dan dapat bermanfaat bagi masyarakat yang ada di Jabodebek untuk mengurai kemacetan dan meningkatkan kualitas hidup dengan transportasi massal yang lebih baik dari waktu ke waktu,” kata Didiek.

Dalam rangkaian tinjauannya tersebut, Said Aqil Siroj bersama rombongan mengecek stasiun LRT, ruang kendali uji coba sistem persinyalan atau backup operating control center (BOCC), serta memastikan keandalan sarana LRT Jabodebek dengan menaiki transportasi baru ini dari Stasiun Harjamukti ke Stasiun TMII.

Per 5 Maret 2021, progres pembangunan fase 1 LRT Jabodebek telah mencapai 83,37% dengan rincian Lintas Pelayanan I Cawang-Cibubur sebesar 93,67%, Lintas Pelayanan II Cawang-Kuningan-Dukuh Atas sebesar 82,44%, serta Lintas Pelayanan III Cawang-Bekasi Timur sebesar 76,94%.

Fase 1 LRT Jabodebek ditargetkan untuk dapat dioperasikan di bulan Juli 2022 dengan 18 stasiun pemberhentian. Adapun pengoperasiannya akan dilakukan secara otomatis tanpa masinis dengan sistem persinyalan CBTC grade of automation level 3.

Saat ini, KAI masih melakukan uji coba dinamis dengan menjalankan kereta LRT di jalurnya. Adapun sebagian kereta yang telah lulus uji selanjutnya akan dilakukan pengujian komunikasi dengan sistem persinyalan.

agendaIndonesia

*****

Yuk bagikan...

Rekomendasi