MotoGP Mandalika akan menjadi salah satu andalan Pemerintah Provinisi Nusa tenggara Barat (NTB ) dalam program pariwisata daerah ini pada 2021. Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tengara Barat Lalu Gita Ariadi mengatakan persiapan sarana dan prasarana gelaran MotoGP di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah terus dilakukan.

MotoGP Mandalika

“Calender of event pariwisata 2021 dapat dijadikan referensi kegiatan bagi calon wisatawan,” kata Gita saat peluncuran kalender pariwisata NTB 2021 sebagaimana dikutip Antara, di Mataram.

Menurut Gita, dalam menyambut ajang MotoGP Mandalika selain memastikan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat dalam situasi kondusif, hal yang tak kalah pentingnya adalah tentang pengendalian pandemi COVID-19. Sosialisasi, persiapan lokasi dan penerapan sertifikat CHSE (Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment (Ramah lingkungan); akan mempengaruhi minat wisatawan datang ke MotoGP dan berwisata di NTB.

MotoGP Mandalika, kata Gita, menjadi unggulan pariwisata NTB bersama kegiatan lainnya dari 12 kalender kegiatan pariwisata selama 2021. Ia me ngatakan bahwainformasi tentang jadwal pementasan budaya dan atraksi budaya dapat memiliki dampak signifikan untuk meningkatkan angka lama tinggal dan angka kunjungan wisatawan. Hal ini akan berkontribusi pada pendapatan NTB dan negara.

Gita menyebutkan, saat ini Kabupaten Lombok Tengah dan Lombok Barat masih dalam zona risiko rendah (zona kuning) COVID-19. Harapannya semuanya dapat menjadi hijau sebelum gelaran MotoGP sehingga tidak ada lagi yang membatasi pergerakan orang.

Deputi Bidang Pemasaran Regional 1 Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Taufik Hidayat mengatakan pihaknya memberikan apresiasi atas berbagai hal yang dilakukan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat yang berusaha membangkitkan pariwisata. Ia juga berharap agar dilaksanakan promosi road to MotoGP hingga menjelang gelarannya, serta pemberdayaan UKM lokal yang dimasukkan dalam beragam paket wisata.

Ajang balap sepeda motor dunia Grandprix MotoGP rencananya akan berlangsung di Mandalika, Nusa Tenggara Barat, pada Oktober 2021. Balapan ini akan menggunakan sirkuit jalanan yang saat ini tengah dibangun pemerintah. Ini merupakan sirkuit pertama di dalam sebuah kawasan wisata.

Penyelenggara MotoGP, Dorna Sport, telah memberikan kontak penyelenggaraannya selama 10 tahun kepada MotoGP Indonesia.

Operation Head The Mandalika, I Made Pari Wijaya, menjelaskan saat ini proses pembangunan sirkuit jalanan untuk MotoGP Mandalika terus dikerjakan . “‘Pengembangan kawasan pariwisata ini membutuhkan dukungan yang luar biasa besar,” kata Pari Wijaya di Kuta Mandalika, Rabu 16 Desember 2020.

Pari meyakini pembangunan sirkuit jalanan MotoGP Mandalika di atas lahan seluas 130 hektare itu akan rampung pada Juli 2021. Sementara untuk persipan keseluruhan penyelenggaraan MotoGP Mandalka  tersisa waktu sembilan bulan.

Di tempat yang sama, Construction Enhancement Head The Mandalika, Aris Joko Santoso menjelaskan, Indonesia Tourism Development Corporation atau ITDC membangun sirkuit jalanan sepanjang 4,3 kilometer. Sirkuit ini akan meliputi 17 tikungan di antara beberapa bukit dalam kawasan. Sirkuit balap sepeda motor yang terletak di dalam Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Mandalika ini juga akan terhubung ke enam pantai dengan garis pantai sepanjang 16 kilometer.

MotoGP Mandalika direncanakan akan terhubung dengan 6 pantai di sekitarnya, salah satunya adalah pantai Mandalika.
Pantai Mandalika di Lombok Tengah yang akan menjadi salah satu andalan wisata NTB. Ilustrasi-unsplash

Enam pantai yang dimaksudkan Aris adalah Pantai Kuta Mandalika, Pantai Seger, Pantai Serenting, Pantai Tanjung Aan, Pantai Kliu, dan Pantai Gerupuk. Di pantai-pantai tersebut, menurutnya, terdapat laguna yang dilengkapi fasilitas olahraga air. Tercatat ada 13 investasi senilai Rp 2,885 triliun untuk The Mandalika guna membangun 11 akomodasi dan dua fasilitas pendukung berupa Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) atau pengolahan air bersih dan pompa bensin.

Akomodasi berupa hotel yang akan dikelola oleh Pullman, Royal Tulip, Paramount, Golden Tulip, Marriot, Aloft, Mandalika Beach Club, Marta. Ada pula Grand Aston, Cocomart, Laza. Semua akomodasi di The Mandalika itu memiliki 1.268 kamar hotel dengan tambahan 698 kamar hotel yang masih dalam tahap perancangan.

Sirkuit MotoGP Mandalika, kata Aris, akan mampu menampung sebanyak 185.700 penonton. Titik menonton terdiri dari Hospitality Suites berkapasitas 7.700 orang, empat titik lokasi Grand Stand Seating yang satu di antaranya merupakan lokasi utama dan General Admission yang tanpa tempat duduk untuk 138 ribu orang. “Area paddock bisa diisi oleh 40 tim,” katanya.

Direktur Utama Indonesia Tourism Development Corporation atau ITDC, Abdulbar M. Mansoer merinci sejumlah sarana pendukung untuk perhelatan MotoGP Mandalika. Ada pembangunan akses jalan langsun atau bypass sepanjang 17,39 kilometer dengan Right of Way jalan selebar 50 meter dari Bandara Internasional Lombok ke The Mandalika oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Untuk bandar Udara Internasional Lombok, katanya, saat ini ada sejumlah pekerjaan yang sedang dikerjakan. Pekerjaan-pekerjaan itu misalnya, penambahan panjang landasan, peningkatan kapasitas dan aksesibilitas kargo, perluasan apron, pelebaran taxiway, hingga kegiatan promosi oleh Angkasa Pura I.

Pekerjaan lain yang dilakukan juga meliputi pembukaan rute-rute baru menuju Lombok dan Mandalika. Misalnya saja, Pelindo III dan PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) tengah mengembangkan fasilitas kargo dan dermaga untuk kepal pesiar.

Di kawasan wisata Mandalika, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) membangun proyek Pink Mandalika. Mereka menanam 500 ribu batang bunga bougenville berwarna pink di atas lahan seluas 26,5 hektare sejak Mei 2020.

agendaIndonesia

*****

Yuk bagikan...

Rekomendasi