Pantai di Badung banjir sampah kiriman akibat arus air laut pada musim angin barat. Diperkirakan setiap harinya ada sekitar 150 hingga 200 ton sampah ‘berlabuh’ di pantai-pantai seperti Petitenget dan lainnya. Pemerintah daerah setempat menyebut ini sebagai kedaruratan sampah.

Pantai di Badung Banjir Sampah

Aksi bersih-bersih di Pantai Petitenget, Kelurahan Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara, Provinsi Bali, dilakukan sejumlah komponen masyarakat, civitas akademika dan mahasiswa Universitas Dwijendra (Undwi). Kegiatan tersebut dipimpin langsung Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa. Turut hadir dalam aksi bersih-bersih di Pantai Petitenget, Kadis Lingkungan Hidup dan Kebersihan (LHK) Badung I Wayan Puja, Camat Kuta Utara Putu Eka Permana, Lurah Kerobokan Kelod Made Wistawan, dan Bendesa Adat Kerobokan AA Putu Sutarja.

Pemerintah Kabupaten Badung, Bali, mengapresiasi berbagai komponen masyarakat yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan bersih-bersih sampah di sejumlah titik kawasan pantai di wilayah itu. Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa di pantai Petitenget, Badung, Minggu, 24 Januari 2021, menyatakan pihaknya mengapresiasi dan berterima kasih kepada masyarakat yang turut berpartisipasi secara bersama-sama melaksanakan kegiatan bersih-bersih lingkungan di sepanjang kawasan pantai.

Suiasa menjelaskan fenomena sampah kiriman yang terbawa arus dan terdampar di pantai memang terjadi setiap tahun di wilayah Badung, pada periode sekitar bulan Oktober hingga Februari. “Fenomena tersebut kami sebut kedaruratan sampah, karena setiap harinya hampir sebanyak 150-200 ton sampah terdampar di sepanjang pantai ini yang terus dibersihkan,” kata Suiasa, sebagaimana dikutip kantor berita Antara.

Dalam kesempatan tersebut, aksi bersih sampah dilakukan oleh Civitas Akademika Universitas Dwijendra Bali. Pada waktu yang bersamaan, Organisasi Amatir Radio Indonesia (Orari), RAPI dan komunitas hotel di Bali juga melakukan aksi bersih sampah di pantai Dreamland Pecatu.

Menanggapi hal ini, Suiasa menyampaikan bahwa selama ini juga hal itu sudah menjadi perhatian serius dari seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Badung, dalam upaya menjaga citra Bali dan Badung khususnya sebagai daerah tujuan wisata. Menurut Suiasa, penanganan sampah sangat perlu dilakukan mengingat kebersihan disamping kesehatan, merupakan isu yang sangat strategis dalam mendukung kenyamanan wisatawan dan menjadi tantangan pemerintah tiap tahun.

“Namun untuk mengatasinya tidak bisa dilakukan pemerintah saja dan diperlukan dukungan dan partisipasi semua komponen masyarakat untuk dalam mengatasi fenomena sampah kiriman ini,” kata Suiasa. Maka untuk kembali memberikan citra positif di lingkungan tersebut, pihaknya mengajak partisipasi dari semua elemen masyarakat ikut mengatasi masalah sampah di sepanjang pantai wilayah Badung.

Sebelumnya pun melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa dalam keterangan media yang dikeluarkan oleh Humas Kabupaten Badung yang diterima di Mangupura, Kamis, 21 Januari 2021 lalu, disampaikan bahwa sampah kiriman ini yang terdampar di berbagai kawasan pantai di wilayah Badung, Bali.

Adi juga mengatakan, pihaknya terus memberikan perhatian dan mengerahkan seluruh sumber daya yang ada untuk menangani fenomena angin barat. Pasalnya fenomena tersebut yang membawa sampah kiriman, ke berbagai titik pantai di sepanjang wilayah Badung.

Sementara itu, Rektor Universitas Dwijendra, Gede Sedana, menjelaskan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat seperti dengan aksi bersih sampah tersebut, ini merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi selain pendidikan dan penelitian.

“Kami akan selalu bersama-sama bersinergi dengan pemerintah, khususnya Pemerintah Kabupaten Badung. Tidak hanya sebatas kegiatan bersih pantai, tapi kegiatan lain khususnya dalam mendukung berbagai program dari pemerintah,” ujar Sedana seusai kegiatan bersih-bersih sampah tersebut.

Pantai di Badung banjir sampah akibat arus air laut di musim angin barat. Sampah kadang mencapai 200 ton sehari.
Pantai di Badung kebanjiran sampah akibat arus air laut di musim angin barat. Foto: ilustrasi-unsplash

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung, Bali, terus melakukan penanganan terhadap sampah kiriman yang dibawa arus gelombang laut ke tepi pantai. Sampah kiriman terdampar di berbagai kawasan pantai di wilayah itu.

“Kegiatan bersih-bersih pantai ini terus dilakukan karena sekarang ini musimnya sampah-sampah kiriman dengan volume yang banyak dan membutuhkan penanganan yang serius dan profesional,” ujar Sekretaris Daerah Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa dalam keterangan Humas Badung yang diterima di Mangupura, Kamis 21 Januari.

Ia mengatakan, DLHK Badung memberikan perhatian dan mengerahkan seluruh sumber daya yang ada untuk menangani fenomena angin barat yang membawa sampah kiriman ke berbagai titik pantai di sepanjang wilayah Badung.

agendaIndonesia

*****

Yuk bagikan...

Rekomendasi