Trisakti Tourism Award 2021 digelar dan diikuti 242 Desa.

Trisakti Tourism Award 2021 yang mengusung tema Desa Wisata diikuti 242 Desa Wisata Maju dan Desa Wisata Mandiri diumumkan 26 Agustus 2021 lalu. Penghargaan ini dilaksanakan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong pemerintah daerah mampu memajukan pengembangan desa wisata.

Trisakti Tourism Award 2021

Ketua DPP PDIP Wiryanti Sukmadani mengatakan pihaknya ingin mengapresisiasi pemerintah dalam pembangunan kepariwisataan. Mereka juga ingin mendorong pemerintah daerah mengoptimalkandana desa pada desa yang memiliki potensi alam, budaya, dan ekonomi kreatif untuk dijadikan tujuan wisata.

Yanti menjelaskan, penghargaan tahun ini ditetapkan pada empat kategori, yakni desa wisata berbasis alam, desa wisata berbasis budaya, desa wisata berbasis kreatif, dan desa wisata berbasis kuliner. Selain itu, ada dua penghargaan baru, yakni Special Recognition Desa Wisata dan Special Recognition Kepedulian Terhadap Sektor Pariwisata.

Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, memborong sejumlah penghargaan bergengsi dalam Trisakti Tourism Award 2021 yang acara puncaknya digelar di Jakarta. Dalam acara yang di gelar Kamis malam tersebut, Banyuwangi meraih empat piala dari enam kategori penghargaan yang diberikan.

Penghargaan pertama yang diterima Banyuwangi adalah “Special Recognition” sebagai daerah berkomitmen tinggi untuk mengembangkan pariwisata. Dalam kategori ini, Cagar Biosfer Blambangan mendapat penilaian penting para dewan juri.

“Penghargaan ini menjadi kado bagi teman-teman pegiat pariwisata di Banyuwangi. Khususnya bagi pengelola desa wisata. Semoga ini bisa menjadi penyemangat untuk bisa bangkit di tengah pandemi,” ungkap Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dalam rilis yang dikirim ke media massa itu.

Selain penghargaan Special Recognition, Banyuwangi juga meraih juara pertama untuk kategori Desa Wisata Alam. Desa Tamansari, Kecamatan Licin, menjadi andalan bumi Blambangan. Indahnya Kawah Ijen dan perkampungan di lereng pegunungan menjadi suguhan utamanya.

Banyuwangi juga meraih juara II untuk dua kategori sekaligus. Yakni, Desa Wisata Budaya yang diraih Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, dengan berbagai kekayaan budaya Suku Osing; dan Desa Wisata Kreatif untuk Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo dengan Bangsring Underwater-nya.

Ketua Dewan Juri Prof. Sapta Niswandar menyebutkan, penghargaan ini melalui proses penjurian yang ketat dengan jajaran dewan juri yang terdiri atas para praktisi dan akademisi lintas bidang.

“Ada tiga hal yang menjadi unsur penilaian. Mulai aksesibilitas, sumber daya manusianya hingga bagaimana budaya digerakkan,” ungkap Ketua Tourism Forum yang juga Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2011-2014 itu.

Para peserta juga harus mengikuti seleksi dari ratusan nominator dari seluruh Indonesia. “Tidak kurang dari 242 peserta yang mendaftar dalam Trisakti Tourism Award tahun ini. Meningkat 400 persen lebih dari penyelenggaraan sebelumnya,” kata Ketua Panitia Trisakti Tourism Award, Wiryanti Sukamdani.

Trisakti Tourism Award ini sebagai bagian dari upaya membumikan ajaran Trisakti Bung Karno dalam berbagai bidang. “Implementasi Trisakti ini sama halnya dengan Pancasila. Bagaimana kita bisa berdaulat di dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan,” ungkap Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri.

Lebih lanjut Megawati juga mengungkapkan pentingnya peranan desa dalam mentransformasikan nilai-nilai Trisakti tersebut. “Desa harus menjadi sejahtera. Untuk bisa mewujudkan kesejahteraan itu, semuanya harus bergotong royong. Pemimpin harus mengetahui permasalahan di desa. Turun langsung. Tanya kenapa ada masalah di desa. Lalu, selesaikan,” terang Presiden Indonesia keempat itu.

Megawati mencontohkan langkah yang dilakukan oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. Menurutnya, langkah Ipuk dalam program bupati berkantor di desa adalah bagian dari upaya mengembangkan desa.

“Begitu jadi (dilantik), langsung mencurahkan perhatiannya pada desa. Penanganan masalah langsung ke desa. Dia berkantor di situ. Ini bisa ditiru,” pungkasnya.

Trisakti Tourism Award 2021 digelar dan dikuti 242 desa.
Salah satu spot wisata di Desa Mangunan, Dlingo, Bantul, Togyakarta. Foto: Dok. unsplash

Sementara itu, empat desa wisata di Kabupaten bantul, Daerah istimewa Yogyakarta, juga berhasil meraih penghargaan dalam Trisakti Tourism Award 2021.

Wakil Bupati Bantul, Joko Budi Purnomo menyampaikan, empat desa wisata itu adalah Desa Wisata Kaki Langit Mangunan, Dlingo; Desa Wisata Jagalan, Banguntapan; Desa Wisata Wukirsari, Imogiri; dan sentra batik kayu di Krebet, Kasihan. Sejatinya ada lima desa wisata yang mengikuti lomba tersebut.

“Ada satu desa wisata yang tidak menang yaitu sentra jamu Kiringan di Kapanewon Jetis,” ujar Joko di Yogyakarta.

Ada empat kategori yang dilombakan dalam Trisakti Tourism Award tersebut.  Yaitu kategori wisata alam, desa kreatif, wisata kuliner, dan wisata budaya.

agendaIndonesia

****

Yuk bagikan...

Rekomendasi