wall of Fades 2021 digelar secara daring atau online.

Wall of Fades 2021 digelar secara daring atau online. Wall of Fades merupakan kegiatan tahunan buat brand lokal Indonesia yang diselenggarakan oleh Darahkubiru. Kali ini diadakan secara daring buat kedua kalinya akibat pandemi COVID-19 yang masih berlangsung.

Wall of Fades 2021

“Semasa pandemi COVID-19 ini kita konsisten buat mendukung pelaku industri kreatif Indonesia buat terus bangkit dengan melaksanakan Wall of Fades secara online,” ujar Ketua Panitia “Wall Online Fades 2021” Ahmad Romero dalam keterangannya, di Jakarta Selasa 18 Mei 2021.

Pada tahun ini, kata Romero melanjutkan, kegiatan yang diselenggarakan tidak hanya berupa bazar saja namun penyelenggara juga membuat serangkaian acara yang bermanfaat bagi pelaku industri kreatif dan untuk masyarakat yang memiliki perhatian pada produk dan merek lokal. Ini akn dilaksanakan langsung dari para ahlinya. Harapan mereka buat seluruh masyarakat Indonesia untuk nantinya bisa bersikap 3B, yakni Bangga, Bantu dan Beli produk kreatif lokal Indonesia di Wall Online Fades 2021.

Acara dikemas dalam sebuah gelaran “Wall Online Fades” yang merupakan sebuah transformasi digital dari ajang Wall of Fades (WoF) yang secara konsisten diselenggarakan oleh Darahkubiru selama 12 tahun terakhir. Wall Online Fades akan memperkenalkan produk–produk kreatif asli Indonesia yang berkualitas dan mempunyai pasar yang baik. Pilihan produk-produk dan merek mereka lakukan via kurasi yang ketat oleh sebuah team gabungan dari Darahkubiru dan TEAMUP.

Ketatnya kurasi ini bertujuan agar masyarakat Indonesia bisa bangga akan hasil karya anak bangsa, ini diharapkan berlanjut dengan membeli dan membantu produk kreatif Indonesia buat berjaya di negeri sendiri. Dengan demikian, pelaku industri kreatif bersama dengan masyarakat dapat menaikkan standar kualitas produk lokal biar dapat bersaing dengan standar global.

Acara itu akan diselenggarakan mulai 19-31 Mei 2021 dan berkolaborasi dengan partner e-commerce resmi adalah Shopee. “Wall Online Fades” tidak hanya fokus kepada pecinta denim saja namun juga para pelaku industri kreatif yang tengah bangkit membangun bisnisnya dengan mental optimis namun juga realistis. Dengan konten-konten yang disajikan, diharapkan para pelaku bisnis tetap percaya diri dan memiliki keyakinan buat berhasil sewaktu masa pandemi ini. Dan nantinya berpengaruh juga di masa depan setelah pandemi berakhir.

Ada pun beberapa kegiatan yang dilakukan selain bazar di antaranya bincang santai lewat talkshowworkshop, serta penampilan band atau kelompok musik yang ditayangkan lewat situs walloffades.id.

“Tahun ini ada 130-an merek lokal yang ikut di ‘Wall Online Fades 2021’, hal ini menunjukkan bahwa minat pelaku industri kreatif masih tinggi walau di masa pandemi. Semoga dengan dilaksanakannya acara ini, ‘Wall Online Fades 2021’ sanggup membantu para pelaku industri kreatif di Indonesia untuk terus berkembang,” ujar perwakilan Darahkubiru Jean Tora Thosan pada kesempatan yang sama.

Ajang tersebut menjadi tahun kedua Wall of Fades digelar secara daring. Wall Of Fades merupakan pameran sekaligus market place bagi brand-brand atau merek lokal, baik untuk brand besar maupun brand yang baru merintis yang sudah diselenggarakan selama 12 tahun terakhir. Ajang tersebut  bertujuan untuk mengedukasi sekaligus memperkenalkan industri kreatif lokal kepada masyarakat luas.

“Indonesia itu punya banyak tangan dan pikiran kreatif untuk menjalankan bisnis, jadi miris kalau kita lihat beberapa industri kreatif Indonesia yang harus gulung tikar hanya karena kurang peminat atau tidak mampu bertahan di tengah pandemi,” kata Ahmad Romero, Ketua Panitia Wall Online Fades 2021, dalam Konferensi Pers Wall Online Fades pada Selasa, 18 Mei 2021.

Wall of Fades 2021 digelar secara daring atau online. Tahun ini merupakan penyelanggarakan tahun ke 12.
Salah satu contoh produk Wall of Fades. Foto: Dok. Shopee

Produk-produk kreatif asli Indonesia yang akan ikut serta dalam Wall Online Fades melalui kurasi ketat oleh tim Darahkubiru dan TEAMUP. Pada tahun ini, pameran tersebut akan menggandeng sekitar 130 brand lokal. Jumlah itu jauh lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya lantaran tingginya minat brand lokal untuk semakin dikenal masyarakat.

“Kita bisa jamin bahwa merek-merek yang bergabung dengan kami tahun ini adalah brand terbaik di Indonesia, karena sebelum bergabung kita sudah adakan seleksi terlebih dahulu,” ucap Jean Tora Thosan selaku perwakilan Darahkubiru.

Ia menyatakan tahap kurasi menjadi penting agar brand-brand lokal bersaing menciptakan produk-produk unggulan. Dengan kualitas yang bersaing, ia meyakini brand tersebut akan semakin dikenal publik.

agendaIndonesia

*****

Yuk bagikan...

Rekomendasi