Tembok Bukittinggi, Tembok 1,5 Kilometer

Tembok Bukittinggi disebut sebagai Tembok Besar berukuran mini.

Tembok Bukittinggi atau orang juga menyebutnya Jajang Koto Gadang adalah wisata trekking yang layak dicoba jika mengunjungi Sumatera Barat. Meskipun rutenya tak terlalu Panjang, tapi tetap perlu stamina yang prima jika ingin menjajalnya

Tembok Bukittinggi

Jadi ceritanya, di kota Bukittinggi, Sumatera Barat, sekitar 10 tahun terakhir ada obyek wisata mirip great wall di Cina, tapi berskala mini. Diresmikan Januari 2013, setiap akhir pekan tembok tersebut selalu dipadati turis domestik maupun asing.

Disebut Tembok Besar Mini karena panjangnya “hanya” 1,5 kilometer, tinggi 2 meter, dan lebar 2 meter, dengan sekitar 1.000 anak tangga. Bentuk bangunannya melingkar-lingkar mirip Tembok Besar Cina. Trek ini menghubungkan dua tebing yang telah dikenal dengan obyek wisata Ngarai Sianok dan Goa Jepang.

Kedua ujung tembok itu menghubungkan wilayah Panorama dengan Koto Gadang, sehingga sering juga disebut Jajang Koto Gadang (Tembok Koto Gadang). Lokasinya sekitar 5 kilometer dari jam gadang dan terletak satu kompleks dengan Goa Jepang dan Ngarai Sianok, yang berpanorama indah. Warga setempat menyebut lokasi ini dengan nama Panorama.

Meskipun baru diresmikan pada 2013, sejatinya lintasan tembok Bukittinggi ini sudah ada dari zaman kolonial yang berfungsi sebagai penghubung dua Nagari, yaitu Nagari Koto Gadang dan Nagari Ngarai. Dahulunya masyarakat memanfaatkan sebagai jalur pengantaran logistik. Pengunjung bisa membayangkan perjuangan masyarakat dahulu untuk saling membantu.

Janjang Koto Gadang menghubungkan kawasan Bukittinggi dan Agam. Dilongok dari situs resmi Pemerintah Sumatera Barat, objek baru ini menambah ikon bagi pariwisata di Sumatera Barat. Tembok Bukittinggi atau Great Wall ala Sumatera Barat ini, karena menghubungkan dua tempat, maka ada dua pintu masuk bagi wisatawan yang ingin menapakkan kaki di tembok raksasa kecil ini.

Tembok Bukittinggi merupakan trek yang cukup panjang, sekitar 1,5 kilometer, dan menghubungkan dua spot wisata di Sumatera Barat.
Jalur mendaki dari Tembok Bukittinggi. Foto: Dok. TLTembok Bukittinggi

Dari Bukittinggi, wisatawan bisa masuk lewat pintu yang letaknya tak jauh dari Lobang Jepang. Dari sana, wisatawan akan melalui jalan yang menurun. Sebaliknya, jika memilih memulai perjalanan dari sisi Ngarai Sihanok, maka jalanan cenderung agak mendaki. Begitupun, trek ini tetap berkontur naik turun. Sesuai kontur daerah tersebut.

Jalur trekking yang dilewati jelas tidaklah landai, melainkan berkontur naik dan turun dengan ribuan anak tangga. Walau begitu terdapat dua pilihan trek yaitu trek menurun yang dimulai dari pintu Goa Jepang, dan trek berkelok dan sempit jika ditempuh dari Ngarai Sianok.

Untuk menikmati wisata Great Wall of Bukittinggi, wisatawan tidak dikenai tiket masuk. Namun jika membawa kendaraan pribadi, ada biaya parkir.

Wisatawan memulai perjalanan dari mulut Goa Jepang, keluar dari gua, dan berjalan sepanjang 300 meter menuju tangga pertama Tembok Besar Bukittinggi. Terbuat dari batako, sepanjang kanan-kiri tembok dipenuhi pemandangan indah lembah Ngarai Sianok.

Siap-siap terpana dengan pemandangan yang disuguhkan. Mata pengunjung akan segera dihadapkan dengan kemegahan Ngarai Sianok, persawahan dan tebing-tebing gahar. Jangan sia-siakan kesempatan untuk mengabadikan momen lewat jepretan lensa kamera. Berposelah layaknya berada di Tembok Besar Cina. Cari spot yang mirip-mirip. Pengambilan jarak jauh perlu dipertimbangkan dengan latar belakang tembok yang meliuk-liuk.

adli hadiyan munif IRT hol0XUA unsplash
Tembok Bukittinggi juga memberi spot untuk melihat jam Gadang di Kota Bukittinggi. Foto: Dok. unspalash

Sepanjang lintasan pengunjung disuguhkan hijaunya pemandangan alam. Penampakan Jam Gadang akan terlihat saat pengunjung berada di puncak lintasan. Pengunjung juga dapat melihat Taman Panorama di bukit seberang. Di akhir lintasan, pengunjung akan berdiri di tengah lembah tempat mengalirnya Batang Sianok.

Selain treking, di sana juga ada jembatan gantung dan anak tangga yang tinggi. Beberapa titik pun disiapkan pos-pos pemberhentian. Selain untuk tempat beristirahat, pos-pos ini juga bisa dipakai menikmati pemandangan sungai, sawah, dan tebing.

Wisatawan perlu memiliki stamina kuat untuk menjelajahi tempat ini. Jika ingin menuntaskan perjalanan Janjang Koto Gadang ini, sebaiknya pengunjung menyiapkan air minum. Jarak tempuh sejauh 1,5 kilometer ini akan membuat tenggorokan kering kehausan. Dan ingat, tak ada orang berjualan di dalam trek.

Menariknya, objek wisata ini dikelilingi tebing terkenal yaitu Ngarai Sianok dengan pemandangan alam yang indah. Selain itu udara di kawasan ini juga cukup segar sehingga cocok untuk melepas penat dan berjalan-jalan.

Keasrian dan kesan alami masih terjaga di sekitar kawasan wisata. Tidak jarang satwa liar menghampiri pengunjung. Para kera ekor panjang sering beratraksi dan mencuri perhatian pengunjung. Kera-kera ini kerap berlari dan bergelantungan ke pohon jika didekati para pengunjung. Begitupun pengunjung tetap harus hati-hati.

agendaIndonesia

*****

Menoreh Restaurant, 1 Kuliner di Kawasan Borobudur

Interior Menoreh Restaurant

Plataran Heritage Borobudur, Hotel & Convention Hall, memang seperti dikepung bukit dan persawahan. Selain perbukitan Tidar di sekitar Magelang, jauh di depannya, terlihat Bukit Menoreh. Mungkin karena itu, tempat makan di hotel tersebut menggunakan nama Menoreh Restaurant. Lokasinya tidak jauh dari kawasan Candi Borobudur.

Interior Menoreh Restaurant

Sesuai dengan tema hotel yang bergaya kolonial, restoran ini pun berhias pernak-pernik jadul alias jaman dulu. Timbangan lawas salah satunya. Kemudian juga keramik-keramik tinggi, yang biasanya sebagai tempat minum, menjadi hiasan di antara wadah-wadah dari tanah liat pada tatanan menu prasmanan. Pada salah satu keramik, tertulis Bacterievrij Akiz-Filter, sementara yang lain ada yang berlukiskan pohon nyiur dan beberapa polos tanpa tulisan ataupun gambar. Piring keramik kuno pun menghiasi salah satu dinding. 

Seluruh tatanan dan dekorasi ini memberi kesan kuat nuansa masa lalu. Terutama kaitannya dengan jaman Belanda. Tak cuma dekorasi, interiornya pun memperkuat kesan masa lalu itu.

Tak ketinggalan, di bagian bawah pun dipasangi ciri khas jadul berupa ubin warna-warni model lama. Dari putih-hitam sampai yang penuh ornamen dalam beberapa warna. Semua hiasan klasik itu terlihat harmonis dan membuahkan kenyamanan. 

Kursi-kursi makan dipilih berbentuk simpel dalam warna cokelat tua. Tentunya tak memberi kesan terlalu formal. Di sanalah saya duduk dan langsung memesan teh jahe yang hangat untuk memulihkan tubuh setelah perjalanan panjang dari Jakarta, sembari menunggu hidangan utama dari resto yang menyuguhkan menu Indonesia dan Asia ini. Untuk yang memilih menu prasmanan, ada minuman lokal yang tidak boleh terlewatkan, yakni kunyit asam yang rasanya menyegarkan. Selain itu, tersedia beras kencur. Restoran bisa disambangi saat sarapan, makan siang, dan malam. Jam operasional memang cukup panjang, yakni pukul 06.00-23.00. 

Siang itu, pilihan menu Saya adalah gurame asam manis. Ikan gurame yang dibalut tepung terasa gurih tanpa rasa amis. Dan tentunya guyuran saus asam manis yang menyegarkan. Pilihan yang tepat untuk makan siang. Gurame asam manis memang salah satu menu unggulan meski bukan satu-satunyaandalan. Masih ada pilihan lain, seperti nasi uduk komplet. Nasi yang gurih ini dipadu dengan ayam goreng, potongan telur dadar, sambal kacang, irisan mentimun, dan yang mengejutkan ada beberapa keping jengkol. 

Bila tak ingin icip-icip hidangan lokal, Menoreh juga menawarkan olahan Asia. Penggemar nasi briyani, misalnya, bisa memilih prawn sauteed brochette, yang tak lain adalah paduan nasi briyani dengan udang bakar, mango chutney, dan yogurt tanpa rasa. Soal yogurt ini, Menoreh memproduksinya sendiri. Rasanya lembut. Untuk penutup hidangan, bisa juga ditemukan yogurt dengan berbagai rasa di menu prasmanan. 

Bila singgah saat makan malam, pilihan bisa dijatuhkan pada Duo of Australian Lamb, dua potong daging kambing yang penampilannya terlihat cantik karena ditemani eggplant-ratatouille involitinidan pommes gratin. Untuk bagian akhir, ada yang manis, yang membuat acara bersantap menjadi berkesan. Chef Iqbal Batubara, sang maestro di dapur hotel ini, menawarkan baked pear surprise, buah pear panggang yang dipadu dengan saus berry, juga coffee trio, paduan tiga sajian coffee panna coltacoffee and chocolate tart, dan mocha parfait. Lengkap sudah! 

Rita N

Tanjungpinang, Antara Kesultanan Melayu dan Wisata Religi

Vihara Avalokitesvara

Terdapat sekitar 2.408 pulau besar dan kecil di Provinsi Kepulauan Riau. Hanya saja, yang paling dikenal adalah Pulau Batam dan Pulau Bintan. Adapun Pulau Bintan adalah tempat Kota Tanjungpinang berada. Dengan budaya Melayunya yang kental, di sini wisatawan bisa mengenal lebih dekat kesultanan Melayu, mengunjungi vihara unik, dan tentunya menikmati keindahan pantai Pulau Bintan. 

Tanjungpinang dan kesultanan Melayu

Sejarah Kesultanan Melayu bisa didapat bila pelancong singgah ke Pulau Penyengat yang bisa dicapai hanya 15 menit perjalanan dengan perahu dari Pelabuhan Sri Bintan Pura di Tanjungpinang. Di pulau berukuran 3,2 kilometer persegi ini, wisatawan bisa menelusuri sejarah Kesultanan Melayu karena pada abad ke-18 merupakan pusat Kesultanan Johor-Riau. Salah satu peninggalannya adalah Masjid Raya Sultan Riau. Selain itu, ada beberapa peninggalan lain, seperti tempat pemandian Perigi Puteri, gudang mesiu, makam raja, rumah-rumah asli, dan meriam di Bukit Kursi. 

Ketika kembali ke Tanjung Pinang, terdapat tempat ibadah umat Budha yang menarik untuk dikunjungi, yaitu Vihara Avalokitesvara Graha yang berada di jalur Tanjung Pinang-Uban. Vihara itu disebut-sebut sebagai vihara terbesar se-Asia Tenggara. Di bagian dalamnya, ada patung Dewi Kuan Yin dengan tinggi 16,8 meter yang berlapis emas 22 karat. Selain itu, ada sejumlah wihara lain yang unik. Misalnya, Vihara Patung Seribu yang memiliki 1.000 patung Budha dengan ekspresi dan gaya yang berbeda-beda.

Saat perut keroncongan, ada beragam sajian khas kota ini, seperti gonggong, sup ikan, ikan asam pedas, nasi lemak, hingga mi lendir, mi kuning basah yang diguyur dengan kuah kacang encer. Adapun bila ingin bersantai, ada deretan kedai kopi yang biasa dijadikan tempat nongkrong oleh warga. 

Malam hari, bisa Anda habiskan untuk menikmati pantai dan hembusan angin laut. Tanjungpinang memiliki garis pantai yang cukup panjang, dan yang menarik adalah pesisir timurnya. Dari mulai Pantai Trikora, pantai yang berpasir putih dengan hiasan batu-batu granit. Selain itu, ada sejumlah akomodasi bagi wisatawan yang ingin mencecap suasana lebih lama dan nyaman.Melangkah lebih jauh lagi atau sekitar 65 kilometer dari Tanjung Pinang, ada Pantai Lagoi yang dipenuhi resor dan hotel berbintang. Akomodasi dan sarananya lengkap, bahkan terdapat lapangan golf. Kawasan wisata di Kabupaten Bintan ini digandrungi turis Korea, Cina, Jepang, dan Singapura. Bagi warga dari Negeri Jiran, Malaysia, dapat mencapainya lebih cepat dengan kapal feri khusus dari Tanah Merah, Singapura, dengan jumlah keberangkatan empat kali dalam sehari. l

F. Rossana

Indahnya 1.000 Batuan di Pantai Ranai

Batuan di Pantai Ranai, Natuna

Menjelajahi Natuna, di Provinsi Kepulauan Riau, mungkin banyak yang belum tertarik. Pilihan terbangnya pun harus dari Jakarta ke Batam atau ke Tanjungpinang, baru lanjut ke Natuna. Jika mengunjunginya, sempatkan mampir ke Pantai Ranai.

Pantai Ranai di Pulau Bunguran

Kabupaten merupakan daerah yang berbatasan langsung dengan sejumlah negara dan mempunyai potensi wisata berlimpah, selain potensi perikanan dan migasnya. 

Terdiri atas 272 pulau dan merupakan bagian dari gugusan Kepulauan Tujuh, Natuna memiliki pilihan beragam untuk wisata bahari. Namun bila cuaca sedang tidak bersahabat atau Anda hanya memiliki waktu pendek, berkeliling di Pulau Bunguran, tempat Ibu Kota Kabupaten Natuna berada, pun tetap menyenangkan. Di sana ada beberapa titik di seputar Ranai yang menarik untuk disinggahi. 

Batu-batu kecil dan besar yang bertaburan di tepian pantai menjadi ciri dari pantai-pantai seputar Ranai. Salah satu lokasi yang tidak jauh dari pusat Kota Ranai adalah Batu Sindu. Untuk bisa melihat bebatuan yang berserakan di bagian bawah atau di dekat tebing, Anda harus menaiki Bukit Senubing. Di sana Anda akan melihat bebatuan dengan ukuran dan bentukyang berbeda-beda, serta terlihat unik. Selain itu, batuan tidak hanya berada di bagian bawah, tapi juga bertebaran di perbukitannya. 

Tidak jauh dari Batu Sindu, masih ada keindahan bebatuan lain yang lebih tertata dan diberi label Alif Stone Park. Bahkan, ada juga homestay bagi Anda yang ingin menginap di sini. Lokasinya di Desa Sepempang, Kecamatan Bunguran Timur, dari Ranai sekitar 7 kilometer atau bisa dicapai dalam 10 menit. Di lokasi favorit untuk selfie atau wefie bagi kebanyakan wisatawan ini, Anda bisa menikmati laut dan bebatuan yang bertebaran. 

Setelah Alif Stone Park, sekitar 4 kilometer bisa ditemukan objek wisata lain, yakni Pantai Tanjung. Pantai ini menjadi tujuan favorit penduduk Ranai menghabiskan akhir pekan. Pantai panjang berpasir putih itu biasanya memang hanya ramai pada Sabtu dan Minggu. Namun di hari biasa pun, sebagian kedai yang berada di sepanjang pantai tetap buka. Jadi, wisatawan bisa mampir, duduk, dan bersantap, sembari menatap Pulau Senoa dari kejauhan. Pulau Senoa dikenal yang dengan bentuknya seperti ibu hamil itu, bisa dicapai dengan perahu cepat sekitar 15 menit. Pulau tersebut memiliki pasir putih dan spot untuk snorkeling maupun menyelam.

Saat duduk-duduk di Pantai Tanjung ini, jangan lupa mencicipi camilan khas lokal yang bernama kernas. Kernas terbuat dari ikan tongkol dengan sagu dan ada benjolan putih dari bahan sagu. Sehingga sekilas terlihat mirip onde-onde, hanya saja bentuknya gepeng dan berwarna cokelat tua. Kernas yang dicocol sambel rasanya gurih dan pedas. Apalagi kalau masih panas, sedap rasanya. 

Sore atau pagi hari, ada pilihan pantai juga di tengah kota. Pantai Kencana dengan taman di depannya, bisa menjadi pilihan saat duduk-duduk di sore hari atau jalan di pagi hari sembari menghirup udara segar. Selain ini, tentunya masih banyak pilihan objek wisata meski lokasinya lebih jauh dari pusat kota. 

Dolan Ke Natuna, 272 Pulau Eksotis

Dolan ke Natuna bia menjadi alternatif liburan bagi pecinta wisata bahari.

Dolan ke Natuna hampir pasti masih jauh dari bayangan para pelancong Indonesia. Persepsi kebanyakan orang Indonesia, kawasan Natuna adalah kepulauan nun jauh di Utara negri ini. Persepsi yang tak terlalu meleset, meskipun sesungguhnya kawasan ini memiliki banyak spot wisata menarik.

Dolan Ke Natuna

Sampai saat ini, Pulau Natuna masih menjadi salah satu destinasi pulau terluar Indonesia. Banyak orang tahu soal keindahan alamnya. Sebagai bagian dari Provinsi Kepulauan Riau yang berhadapan langsung dengan Laut Cina Selatan, Pulau Natuna memiliki destinasi wisata yang eksotis. 

Jika ingin menikmati wisata pantai, wisatawan mungkin mulai bisa mengagendakan waktunya untuk bisa dolan ke Natuna dan mengunjungi Pantai Teluk Buton atau Pantai Sahi di Pulau Natuna.

Pantai Camaga di Kepulauan Natuna menjadi salah satu dari 272 pulau eksotis Natuna.

Masih seputar menikmati wisata bahari, saat dolan ke Natuna pelancong juga bisa melakukan island hopping, dari pulau ke pulau. Mereka bisa mengunjungi Pulau Senua yang terkenal dengan pusat konservasi penyu dan wisata edukasi.

Selain menikmati pemandangan pantai yang indah, di pulau ini pelancong juga berkesempatan snorkeling melihat ratusan terumbu karang yang masih terjaga dengan baik.

Kabupaten Natuna memangterkenal dengan sejumlah tempat wisata yang mempesona dan menakjubkan, lengkap dengan sumber daya alam melimpah. Wisatawan yang ingin liburan, bisa masukan Natuna sebagai salah satu pilihan dalam daftar rencana. Di sana, wisatawan bisa menikmati bukit kapur hingga pantai yang indah.

Natuna sering dibayangkan seperti pulau tersendiri yang terpencil jauh dari pulau-pulau lain. Letaknya di antara Kalimantan dan Sumatera, tetapi memang jauh di utara. Berbagai cerita tentang pulau ini melintas di berbagai zaman.

Cerita itu mulai dari kisah diakuinya pulau ini sebagai wilayah Indonesia, lalu soal minyak dan gas alam yang berlimpah, hingga kisah sejumlah negara asing untuk mengambil alih pulau ini. Natuna sendiri sesungguhnya adalah sebuah kepulauan. Jumlah pulaunya ada 272. Bayangkan, ada berapa pantai eksotis di tengah Laut China Selatan ini.

Tanjung Datuk di Natuna bisa dukunjungi saat dolan ke Natuna.


Untuk dolan ke Natuna, pelancong bisa berangkat dari Jakarta dengan penerbangan. Sayangnya, tidak ada penerbangan komersial yang langsung, semua harus transit di Bandara Hang Nadiem di Batam sehingga total penerbangan bisa 4-6 jam. Dari Batam baru terbang menuju Bandara Ranai di Natuna.


Kebanyakan warga Natuna adalah masyarakat Melayu. Salah satu makanan yang khas adalah kerang yang dimakan dengan sambal calok—cabai dan irisan udang yang superpedas. Uniknya, ada beberapa angkringan ala Jawa di Ranai, ibu kota Kabupaten Natuna. Malam-malam, orang-orang banyak berkumpul di warung dan disko dangdut.

Kabupaten Natuna yang memiliki pusat kota di Ranai yang terletak di Pulau Natuna Besar memiliki keunikan dan menjadi daya tarik pariwisata, yaitu wisata bahari. Tentunya kegiatan wisata seperti snorkeling, diving hingga berenang sangat dinantikan wisatawan jika berkunjung ke Natuna.

Kendati pun demikian, ada baiknya wisatawan tahu kapan waktu terbaik untuk berkunjung ke Natuna. Pemerintah Kabupaten Natuna merekomendasikan bulan Maret sampai Oktober sebagai waktu yang tepat untuk dolan ke Natuna. Saat-saat bulan seperti ini, cuaca lagi bagus-bagusnya di Natuna.


Jika waktu liburannya pendek, dan tak memungkinkan island hoping, wisatawan bisa mengunjungi sejumlah tempat di sekitar Ranai. Misalnya, Tanjung Senubing dan Bukit Kapur.

Seperti kota-kota di pinggir pantai, tepi jalan di luar Kota Ranai diwarnai dengan pohon-pohon kelapa. Bayangan pasir putih yang indah dengan pantai yang bersih, namun ada yang unik.

Batu-batu andesit di sepanjang jalan dan pantai di Natuna.

Sepanjang jalan banyak batu-batu andesit superbesar. Beberapa bahkan lebih tinggi dari empat meter. Mobil lalu berbelok ke arah pantai. Pasir pantai itu memang putih, tetapi yang menarik adalah batu-batunya.

Tanjung Senubing memiliki pemandangan yang asyik. Lokasinya terletak di pantai timur Ranai, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna. Tempat ini menawarkan pemandangan batu-batu purba berukuran besar, dan goa yang terbentuk dari susunan bebatuan, serta dipadu dengan bentangan laut biru.

Dengan hamparan batu yang unik dan menarik, Tanjung Senubing cocok untuk dijadikan tempat berfoto yang instagramable. Salah satu spotnya adalah Batu Sindu yang melegenda di kalangan masyarakat.


Pilihan lainnya adalah Bukit Kapur yang terletak di bawah kaki Gunung Ranai tepatnya di Desa Ceruk, Kecamatan Bunguran Timur Laut, Kabupaten Natuna. Berada di ketinggian sekitar 400 meter di atas permukaan laut (mdpl), Bukit Kapur menawarkan keindahan hutan yang hijau dan memandangi wilayah Natuna dari ketinggian.

Bukit Kapur memiliki pemandangan indah dan pepohonan pinus. Di sana tersedia balkon dan jembatan kayu yang sangat cocok dijadikan sebagai latar foto. Medan trek di Bukit Kapur cukup menantang dan sangat cocok untuk aktivitas outdoor seperti bersepeda. Di sini juga tersedia warung-warung makan, sehingga pengunjung dapat mengisi perut ketika lapar.


Masih ada banyak spot wisata di Natuna, jadi rasanya sekali-kali agendakan liburan dengan dolan ke Natuna.

agendaIndonesia

****






Glamping, Wisata Kemah Cantik

glam 4 IMG 20190803 WA0003

Kini orang menikmati glamping. Kemah cantik yang tidak perlu membawa perlengkapan berkemah bahkan tidur pun di kasur empuk.

Malam sudah larut saat Rufaida, berangkat berkemah. Ia meluncur menuju Gadog, Bogor. Perjalanan kemahnya kali ini berbeda. Wanita yang akrab dipanggil Cobi ini pernah menginjakkan kaki di beberapa gunung atau membuka kemah di dataran tinggi di Indonesia. Biasanya ia membawa ransel besar berisi segala perlengkapan. Kali ini, ia cukup membawa ransel daypack-nya. Rupanya ia ingin “camping cantik”. 

 “Maksudnya aku pengin refreshingdi alam, menginap di tenda, tapi enggak mau susah. Enggak perlu bawa tenda, logistik, makanan, dan lain-lain. Pokoknya bawa badan saja. Dan satu lagi, nyaman selama camping,” ujarnya. 

Glamping di Gunung Geulis

Bogor hanya 45 menit dari Jakarta. Ditambah sekitar setengah jam perjalanan, ia dan tiga temannya sudah tiba di Gunung Geulis Campsite. Di sebuah tenda terpal, telah terpasang empat tempat tidur. Di atasnya, ada kasur empuk beserta bantal dan selimut. Kamar mandi bersih pun tersedia. Ia pun tidak perlu menyiapkan senter untuk penerangan. Ada lampu listrik yang membuat tenda terang-benderang. Malam itu, ia langsung rebah tanpa perlu susah payah mendirikan tenda seperti yang biasa ia lakukan. “Ha-ha-ha…ini asyiknya glamping,” katanya. 

glmap 2 IMG 20190803 WA0195

Istilahglamping atau glamorous campingpertama kali dikenal pada 2005 di Inggris. Namun konsep kemah mewah seperti ini bukan hal yang benar-benar baru. Sebab, hal itu telah dilakukan raja-raja dan bangsawan pada zaman dahulu. Pada abad ke-16, Duke of Atholl dari Skotlandia melakukan perjalanan glampingdi Highland untuk mengunjungi Raja James V dan ibunya. Rombongan Duke mengangkut tenda-tenda mewah dan mengisinya dengan segala keperluan seperti di istana. Pada periode yang sama, Kesultanan Ottoman juga memiliki tenda mewah dan megah yang dibawa dari satu misi militer ke misi berikutnya. Sultan memiliki tim yang bepergian bersama tentara untuk mendirikan serta memelihara tenda-tenda ini. 

Kini konsep akomodasi glamping sudah menyebar ke seluruh dunia. Di Indonesia, lokasi-lokasi yang selama ini terkenal dengan daerah wisata alamnya juga terdapat fasilitas ini, seperti Bali, Lombok, Bogor, juga Sukabumi. Dengan glamping, orang bisa berkemah dengan nyaman. Alas tidur bukan lagi selembar alas berlapis kantong tidur, tapi kasur empuk. Untuk keperluan mandi, cuci, dan kakus, tersedia kamar mandi yang bersih dengan pilihan air hangat. Bayangkan, betapa sulitnya mencari keberadaan air atau tempat buang air dan hajat ketika tengah berkemah. Bahkan tak jarang membutuhkan perjuangan karena lokasinya yang jauh dari kemah serta cuaca dan air yang dingin. Belum lagi, orang kerap harus mencari semak atau menggali lubang untuk buang air. Uggghh…!

IMG 20190803 WA0042
Gambaran kamar mandi dalam tenda.

Untuk makan, peserta glampingtidak perlu repot membeli bahan makanan serta memasaknya. Pengelola akan menyiapkan makanan sehingga tamu lebih leluasa menikmati alam dan pemandangan sekitarnya. Bahkan di beberapa tempat glamping, tamu dapat memesan menu tertentu. 

Selain itu, pihak operator menawarkan beragam aktivitas. Ada harga, ada rupa. Biaya glamping bervariasi, mulai Rp 800 ribu hingga Rp 5 juta per tenda. Harga itu bisa bertambah jika tamu ingin menambah fasilitas atau kegiatan. Rasanya biaya itu sebanding dengan kenyamanan menikmati alam bebas tanpa perlu repot. Kemah yes, repot no….! l Ika Candra

Di Mana Bisa Glamping?

  1. Legok Kondang Lodge

Dikelilingi hutan pinus, lokasi Legok Kondang Lodge berada di Ciwidey, Bandung. Tersedia tenda berkapasitas 2-8 orang dengan fasilitas kamar mandi di dalam, air hangat, juga TV kabel. Biaya mulai Rp 1,2 juta untuk kapasitas empat orang hingga Rp 2,2 juta untuk delapan orang. Ada juga tenda untuk dua orang bertarif Rp 1,9 juta. Biaya tersebut sudah termasuk sarapan serta kopi atau teh gratis selama 24 jam. Selain itu, tersedia aktivitas tambahan, seperti barbequepaintballtrekking, tur Kawah Putih, dan arung jeram.

  • Sandat Glamping Tents

Berlokasi tiga kilometer dari Ubud, Bali, tenda mewah Sandat dilengkapi dengan kolam renang pribadi dan fasilitas lain, seperti bar serta restoran. Harga per kamar mulai Rp 3,6 juta per malam. Selain itu, tersedia fasilitas yoga, relaksasi, serta meditasi. 

  • Tanakita

Tanakita Camping Groud terletak di depan Taman Nasional Gede Pangrango, Kadudampit, Cisaat, Sukabumi, dengan ketinggian 1.100 meter di atas permukaan laut. Tenda dilengkapi fasilitas kamar mandi dengan air panas, alas lantai, kasur dan bantal, sleeping bags, serta stop kontak untuk charger. Biayanya sekitar Rp 550 ribu per orang untuk satu malam. Harga itu sudah termasuk makan. Selain bermain flying foxdan berwisata ke danau, pengunjung bisa melakukan river tubing.

  • Gunung Geulis Campsite (GGC)

Lokasinya di ketinggian sekitar 600 meter di atas permukaan laut di wilayah Gunung Geulis, Gadog, Bogor, dengan luas sekitar dua hektare. Pemandangan Gunung Salak menjadi daya tarik, selain kehadiran kolam renang yang tersedia di tempat ini. Tenda Halimun memiliki empat kasur dan kamar mandi di dalam. Untuk menikmati tenda ini, Anda perlu merogoh kocek Rp 500 ribu per malam. Pihak operator juga menawarkan berbagai kegiatan outbound.

  • Glamping Gunung Pancar

Lokasi dengan suasana hutan pinus ini tidak jauh dari Jakarta, yaitu di Sentul, Bogor. Tenda dilengkapi dengan alas lantai, kasur dan bantal, serta stop kontak. Pengelola juga menawarkan berbagai kegiatan luar ruang dan wisata ke curug. Glamping di Gunung Pancar dibanderol mulai Rp 385 per orang untuk satu malam dan sudah termasuk makan.  

Ika Candra 

*****

Wisata Perut Bumi, Ini 10 Yang Keren

Wisata perut bumi atau menjelajah gua bisa menjadi pilihan wisata.

Wisata perut bumi atau juga dikenal sebagai caving atau jelajah gua layak menjadi pilihan bagi pelancong yang punya jiwa petualang. Pesona alam Indonesia memang tak diragukan lagi. Tak hanya di permukaan tanah, keindahan alam nusantara juga tampak hingga “perut bumi”, alias ke dalam gua-gua.

Wisata Perut Bumi

Di Indonesia terdapat banyak gua yang terbentuk secara alami, bahkan menyimpan banyak sejarah di dalamnya. Karena itu, wisata perut bumi atau jelajah gua bisa menjadi alternatif liburan seru. Khususnya bagi para pelancong yang hobi memacu adrenalin.

Ada beberapa gua di Indonesia yang bisa dimasuki dengan cara trekking melalui tangga dan batuan terjal, menyusuri sungai di dalam gua, hingga menggunakan bantuan tali untuk masuk ke dalam mulut gua. Semua asyik buat wisata perut bumi. Bahkan mungkin untuk yang tak terlalu suka berpetualang.

Berikut ini ada 10 gua di Indonesia yang bisa dicoba untuk wisata perut bumi dan mencoba sensasi liburan berbeda.

Gua Jomblang, Gunug Kidul, Yogyakarta

Wisata gua yang pertama berada di Gunungkidul, Yogyakarta, yakni Gua Jomblang. Daya tarik utama dari gua ini adalah Cahaya Surga, yakni sorot cahaya matahari yang masuk ke dalam gua melalui lubang besar setinggi 90 meter. 

Untuk menyaksikan langsung keindahan tersebut, wisatan harus turun ke mulut gua dari ketinggian 15-20 meter dengan bantuan tali, lalu menyusuri gua menuju titik Cahaya Surga. Para pelancong akan dipandu ahli untuk memastikan keamanan saat masuk ke dalam Gua Jomblang.

Wisata pertu bumi e gua Beloyot
Gua Beloyot di kawasan Dusun Merabu village Kalimantan Utara. Foto: shutterstock

Gua Pindul, Gunung Kidul, Yogya

Masih berada di daerah Gunung Kidul, destinasi wisata gua di Indonesia lainnya yang menarik untuk disusuri adalah Gua Pindul. Aktivitas seru yang bisa wisatwan lakukan di gua ini adalah susur sungai atau river tubing, yakni menggunakan ban dalam truk. Pasalnya, di Gua Pindul terdapat aliran sungai bawah tanah sepanjang 350 meter. Untuk menyusuri gua wisatan harus bersabar masuk satu per satu, atau mengikuti arahan dari pemandu wisata. 

Gua Cokro, Gunung Kidul, Yogya

Satu lagi hidden gem di Gunung Kidul, yakni wisata Gua Cokro. Daya tarik dari gua ini adalah ornamen yang terdapat pada dinding gua yang terbentuk secara alami. Uniknya, ornamen tersebut seakan membentuk tirai dan menyerupai keris. Stalaktit dan stalakmit yang indah juga bisa kita lihat saat menyusuri gua dengan kedalaman 18 meter ini. 

Gua Gong, Pacitan

Bergeser ke Timur, wisata perut bumi selanjutnya adalah Gua Gong, di Pacitan, Jawa Timur. Nama gua tersebut tercipta bukan tanpa alasan. Nama ini muncul karena ada suara seperti gong saat stalakmit dan stalagmit di gua dipukul. Saat melakukan susur gua, wisatawan juga bisa menikmati cahaya warna-warni yang berpendar di dalam gua.

Gua Beloyot, Berau

Terletak di Kampung Merabu, Berau, Kalimantan Timur, Gua Beloyot konon sudah ada sejak 10 ribu tahun silam. Di dalam gua ini, wisatawan bisa menemukan beberapa peninggalan prasejarah berupa lukisan manusia purba yang menceritakan aktivitas berburu, dan jiplakan tangan manusia purba. Untuk mencapai Gua Beloyot pengunjung harus menyusuri hutan rimbun yang masih asri sejauh 5,5 kilometer dari Kampung Merabu. 

Gua Pangkep, Maros

Berbeda halnya dengan wisata perut bumi pada umumnya, Gua Pangkep menawarkan sekumpulan gua yang berdekatan. Wisata gua ini membentang dari Kabupaten Maros hingga Pangkep, tepatnya di kawasan Karst, Sulawesi Selatan. Dengan luas keseluruhan sekitar 43 hektare, yang terdiri dari 268 gua di dalamnya. Menariknya, 50 gua di antaranya termasuk gua prasejarah. Karena ditemukan bekas makanan manusia purba hingga lukisan kuno. 

Gua Cermin Kemenparekraf
Gua Cermin di Labuan Bajo, NTT. Foto: Kemenparekraf

Gua Batu Cermin, Labuhan Bajo 

Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur juga memiliki wisata gua yang menyimpan sejuta pesona, yakni Gua Batu Cermin. Gua ini seperti kolam yang terbentuk secara alami, akibat permukaan air laut yang surut. Tak heran kalau di dalam gua tersimpan beberapa fosil koral. Mulai dari penyu, kura-kura, dan berbagai jenis ikan. Saat menjelajahi gua, wisatawan akan menemukan stalaktit dan stalakmit yang masih sangat alami dan terjaga keindahannya.

Gua Londa, Toraja Utara

Wisata susur gua di Indonesia yang cukup unik bisa wisatawan dapati di Gua Londa, Toraja Utara, Sulawesi Selatan. Di dalam gua kita bisa menyaksikan langsung peti-peti jenazah dan tulang belulang para leluhur yang dimakamkan di dinding gua. Untuk memasuki gua, Sobat Parekraf harus dipandu warga lokal atau guide. Karena gua ini mempunyai lorong sempit, batuan terjal, dan cukup licin. 

Gua Ergendang, Deli Serdang

Tidak boleh ketinggalan, destinasi wisata gua selanjutnya adalah Gua Ergendang. Gua ini berada di Kecamatan Sinembah Tanjung Muda Hilir, Deli Serdang, Sumatera Utara. Di tengah gua terdapat kolam pemandian air panas yang bisa digunakan wisatawan untuk berendam maupun berenang, sambil melihat stalaktit dan stalakmit yang menghiasi langit gua. Keindahan makin bertambah, berkat adanya pantulan sinar matahari yang masuk ke dalam gua. 

Gua Lokale, Lembah Baliem

Di Tanah Papua juga memiliki wisata gua yang patut ditelusuri, salah satu Gua Lokale di Lembah Baliem, Jayawijaya. Gua ini disebut sebagai gua tak berujung, karena arkeolog baru mencapai kedalaman gua sejauh 3 kilometer, sehingga mungkin saja panjangnya lebih dalam lagi. Di dalam gua ada beberapa dinding berongga, ketika kita ketuk maka akan mengeluarkan suara cukup unik. Berada di kawasan hutan pinus, udara di Gua Lokale dikenal sangat sejuk dan asri.

agendaIndonesia/kemenparekraf

*****

Pantai Bebatuan di Belitung yang Elok

belitung 1 original FN2015050802

Pantai bebatuan di Belitung memang elok. Kumpulan bebatuan di pantai-pantai yang berada di seputar Pulau Belitung tampaknya sudah tak asing lagi bagi kebanyakan penyuka wisata negeri ini.

Pantai Bebatuan di Belitung

Pulau yang berada di Provinsi Bangka Belitung ini memang memiliki ciri khas batuan granit dengan bentuk yang berbeda-beda dan memberi keindahan tersendiri di daerah pesisir.

Hal itu tak hanya membuat turis menatap hamparan laut dan pasir putihnya, tapi juga menemukan bebatuan eksotis yang membuat foto perjalanan makin terlihat keren.Tentunya, tak hanya satu atau dua pantai yang bisa dijejaki setelah wisatawan mendarat di Bandar Udara (Bandara) Internasional H.A.S. Hanandjoeddin, Tanjung Pandan. Pilihan begitu beragam dari ujung utara, selatan, sampai ke barat.

Di sekitar Tanjung Pandan memang menjadi pilihan paling melimpah dan Pantai Tanjung Tinggi yang berada di sisi utara menjadi yang banyak diburu. Objek tersebut naik daun karena menjadi lokasi pengambilan film Laskar Pelangi. Berciri batu granit superbesar di pantai berpasir putihnyadengan ombak yang tak terlalu besar. Ada pula Pantai Tanjung Kelayang dengankomposisi bebatuan yang unik, di sinilah tempat bagi yang ingin menyelam, snorkeling, memancing, atau sekadar menikmati laut.

belitung 2 original FN2015050805
Pantai bebatuan di Belitung, tepatnya di Pulau lengkuas, nyaman direnangi wisatawan Frannoto/Travelounge

Tentu tak ketinggalan Pulau Lengkuas dengan ciri mercusuarnya. Menara tersebut dibuat pada 1882, bagian atasnya bisa digunakan untukmemandang pulau-pulau di sekitar Belitung dari ketinggian. Satu lagi, bagi yang ingin menikmati keindahan mentari tenggelam di atas pasir putih adalah Pantai Bukit Berahu. Berada di balik bukit, untuk mencapainya harus menuruni 97 tangga, tak jauh di dekatnya ada resto dan bungalow.

Di pusat kota sensasi mentari tenggelampun bisa dirasakan saat berada di Pantai Tanjung Pendam, pantai berpasir hitam dengan sejumlah restoran di sekitarnya. Jadi, setelah menikmati langit bergurat kemerahan, bisa dilanjutkan mencicipi menu berbahan ikan laut. Tentunya, diiringi musik yang menghangatkan suasana.

Hari berikutnya setelah menikmati secangkir kopi dan rekannya, Anda bisa menyusuri wilayah timur jika masih ingin berburu daerah pesisir. Belitung Timur, bisa dicapai dengan perjalanan sekitar satu jam dengan kendaraan roda empat. Pilihannya berupa Pantai Burung Mandi dengan garis pantai hingga 1,5 kilometer. Kemudian Pantai Bukit Batu, Pantai Nyiur Melambai, serta Pantai Serdang di Kecamatan Mangar. Rata-rata pantai ini sepi, tak seperti pantai-pantai yang berada di Tanjung Pandan.

Melipir ke wilayah selatan, ada juga Pantai Punai di Kecamatan Simpang Sesak dan Pantai Penyabong di Kecamatan Membalong. Jadi, pilihan menikmati pantai itu tak hanya di seputar Tanjung Pandan. Selain pantai, tentu jangan lewatkan juga seduhan kopinya, baik kopi hitam maupun kopi susu.

*****

PENERBANGAN (Jadwal bisa berubah sesuai maskapai)

Garuda Indonesia. Memiliki jadwal penerbangan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta per hari sebanyak dua kali, yakni pukul 06.45 dan 13.50. Penerbangan berlangsung selama 70 menit. Sementara dari Bandara Internasional H.A.S.Hanandjoeddin, Tanjung Pandan, dalam frekuensi yang sama, dengan jadwal pukul 08.50 dan 16.30. 

Citilink. Dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, jadwal penerbangan Citilink ke Tanjung Pandan hanya sekali yakni pukul 05.55. Jadwal pagi ini cocok bagi turis yang langsung memulai eksplorasi di Belitung dari pagi hari. Sementara penerbangan ke Cengkareng, Tangerang, Banten, dijadwalkan pukul 07.30. 

Sriwijaya Air. Pilihan waktu penerbanganmaskapai Sriwijaya Air dari bandara di Cengkareng ini cukup banyak, yakni pukul 06.20, 07.20,11.35, 14.50,dan 15.10. Demikian juga untuk arah sebaliknya. Lama penerbangan berlangsung satu jam.

Kuliner Sarinah Baru, 7 Yang Legendaris

Kuliner Sarinah baru menjadi pilihan menikmati kuloner legendaris

Kuliner Sarinah baru sedang popular di Jakarta April  2022, selain di pusat jajan Pantjoran di Pantai Indah Kapuk (PIK) 2. Setelah proses renovasi sejak 2020, Mall Sarinah akhirnya resmi dibuka untuk umum pada Senin 21 Maret 2022 pukul 10.00 WIB.

Kuliner Sarinah Baru

Saat ini, terutama sejak pelonggaran pembatasan pergerakan penduduk, Sarinah beroperasi setiap hari hingga pukul 21.00 WIB. Karena itu, bagi yang ingin melihat wajah baru mal ini bisa segera menyambanginya. Ada banyak gerai produk-produk UMKM, cocok untuk melihat sisi lain pusat perbelanjaan modern di Jakarta.

Kuliner Sarinah baru menyompan sejumlah gerai makanan yang legendaris.
Gedung Mal Sarinah di kawasan Tamrin, Jakarta. Foto: Dok. shnutterstock

Selain area sekeliling mal yang lebih asri, Sarinah merupakan salah satu tongkrongan favorit masyarakat Jakarta saat ini karena bisa dijangkau menggunakan transportasi umum seperti TransJakarta dan MRT. Pasca-renovasi gedung Sarinah pun memiliki banyak perbedaan dibandingkan bentuk lamanya karena lebih fresh dan modern.

Area terbaru yang buka sejak 1 April lalu adalah Sarinah melengkapi fasilitas dengan menghadirkan sederet restoran serta kafe. Tempat makan tersebut menyajikan kuliner tradisional hingga modern. Terdapat lebih dari 40 tenant di Pasar Nusantara yang menjajakan berbagai makanan dan minuman. Menariknya, Pasar Nusantara yang ada di lantai basement ini juga menjadi surganya kuliner legendaris.

Lalu kuliner Sarinah baru apa saja yang legendaris?

Gudeg Yu Djum

Salah satu kuliner Sarinah baru adalah gudeg Yogyakata. Yang ini sudah lama ditunggu untuk membuka cabang di Jakarta, ia adalah salah satu gedeg terkenal, yang awalnya, ada di jalan Wijilan adalah Gudeg Yu Jum. Nama Yu Djum berasal dari Djuwariah. Yu Djum mulai membuka kedainya di jalan Wijilan sejak 1950. Jenis gudegnya adalah gudeg kering. Salah satu rahasia kegurihan gudeg Yu Djum adalah gudegnya dimasak di kompor model lama yang apinya dari kayu bakar.

Kuliner Sarinah baru di antaranya ada cabang pertama Gudeg Yu Djum di Jakarta.

DI Yogya gudeg Yu Djum masih beroperasi sampai saat ini dan memiliki banyak cabang. Sama dengan yang di Yogya, di Sarinah pun macam-macam menu gudeg yang dihidangkan; misalnya nasi gudeg, gudeg kendil, dan gudeg besek. Telur yang digunakan dalam gudeg adalah telur bebek asli. Seperti biasa, gudeg ini dilengkapi juga dengan krecek, potongan ayam kampung, dan areh.

Lontong Balap Ria Surabaya

Lontong balap merupakan makanan khas Surabaya. Makanannya terdiri dari lontong, tauge, tahu goreng, lentho, bawang goreng, kecap, dan sambal. Lontong yang telah diiris lalu ditumpangi irisan tahu dan beberapa lento, kemudian ditumpangi kecambah/tauge setengah matang, setelah itu disiram kuah secukupnya, sambal dan kecap sesuai selera. Makanan ini dihidangkan berikut beberapa tusuk sate kerang.
Salah satu yang terkenal adalah lontong balap Ria, ini bukan nama pemiliknya tapi berasal dari lokasinya. Dulu gerainya ada di Bioskop Ria. Saking terkenalnya, bahkan ketika bioskopnya sudah tak ada, nama warungnya masih saja bertahan.

Konon gerai kuliner ini mulai buka sejak 1958 di area Bioskop Ria, Surabaya. Lontong Balap Bioskop Ria Surabaya ini sangat terkenal di ibukota Jawa Timur itu, meskipun di berbagai sudut Kota Surabaya kita dengan mudah dapat menemukan gerai kuliner yang menyajikan lontong balap. Kini pecintanya di Jakarta bisa memanjakan lidah di kuliner Sarinah baru.

Sate Padang Mak Syukur

Sate Padang merupakan salah satu makanan khas Sumatera Barat yang paling popular. Tentu tak hanya bisa ditemui di daerah asalnya tetapi bisa juga didapatkan di tempat–tempat lain. Sate Padang Mak Syukur adalah salah satu warung sate yang paling populer, dibuktikan dengan ramainya tempat ini dipenuhi para pengunjung yang selalu tak sabar menyantapnya.

Kuliner Sarinah baru tak lengkap jika tak menyediakan sate Padang.

Hidangan sate ini sudah ada sejak 1941 dan sangat terkenal di Sumatera Barat. Sate Mak Syukur menghidangkan sate daging sapi yang diternak di Padang Panjang. Tak lupa dilengkapi kuah kental gurih nan kaya rempah dan potongan ketupat.

Mungkin gerai sate Padang Mak Syukur di Jakarta sudah lama ada dan ada di sejumlah lokasi. Namun, jika sedang menikmati kuliner Sarinah Baru, tak ada salahnya menjadikannya pilihan.

Gado-gado Betawi Boplo

Ada banyak gado-gado di Jakarta yang terkenal, namun yang pasti salah satunya adalah Gado-gado Boplo. Gado gado legendaris Boplo sudah menjadi andalan para warga Jakarta sejak lama. Makanan betawi ini dilengkapi dengan sayuran rebus, yang disiram bumbu kacang gurih nan kental. Terdapat pula tambahan telur rebus dan lontong yang bikin kenyang.

Kisah awalnya, Gado-gado Boplo hanya berupa warung kecil yang buka di gang sempit di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat pada tahun 70-an. Namun lambat laun, Ibu Juliana Hartono mengembangkan bisnisnya bersama putranya, Celvin Hartono, mengantar hidangan gado-gado mereka ke restoran. Kini cabangnya ada di sejumlah lokasi, termasuk kini di kuliner Sarinah baru.

Soto Betawi H. Mamad

Hidangan soto ala Betawi sepertinya cocok untuk makan siang maupun malam. Soto Betawi H. Mamad ini yang sudah berdiri sejak tahun 60-an, ia menjadi khas karena memiliki cita rasa kuah gurih santan, segar, dan isian melimpah. Menu legendarisnya adalah soto oseng-oseng, yang kuahnya bisa kamu pilih mau santan atau bening.

Nasi Goreng Kambing Kebun Sirih

Nasi goreng jadul ini masih populer kenikmatannya hingga sekarang, walaupun sudah turun ke generasi ketiga. Makanan legendaris yang khas dengan bumbu nasi goreng kaya rempah dan harum bak kari ini juga dilengkapi potongan daging kambing empuk, acar asinan, dan emping.

Banyak bloger makanan yang jatuh hati kepada masakan yang sekali masak bisa untuk puluhan porsi. Ia bisa menjadi pilihan makan malam di Pasar Nusantara di kuliner Sarinah baru.

Sari Ratu

Sari Ratu adalah salah satu restoran Padang yang terkenal enak. Ia bisa dibilang ratunya masakan Padang di Jakarta sebelum era Sederhana, Pagi Sore dan lainnya. Hidangan-hidangannya yang selalu segar sampai dan autentik. Cocok untuk menu makan siang. Aahh.. ia cocok untuk makan kapan saja.

Ayo agendakan kulinermu di Pasar Nusantara Sarinah.

agendaIndonesia

*****

Olahan Dapur Banten, 5 Yang Bikin Ngiler

Olahan dapur banten banyak yang nikmat, sayang masih belum cukup dikenal secara luas.

Olahan dapur Banten belum banyak beredar di banyak daerah. Yang paling terkenal tentu saja sate bandeng. Begitupun, sesungguhnya ada cukup banyak masakan khas Banten yang layak menjadi makanan untuk diburu para pecinta kuliner. Tentu saja karena nikmat rasanya. Mungkin perlu kampanye terus menerus agar masakan Banten selain nikmat juga sepopular masakan dari daerah lain.

Olahan Dapur Banten

Keunikan rasa dari rempah pilihan yang ada disekitar menjadikannya terasa istimewa. Kuliner khas banten juga bisa manjadi pilihan oleh oleh. Dari sate lilit kerbau yang empuk, sampai hidangan para sultan. Kadang lokasinya tak jauh dari Jakarta.

Tidak terlalu jauh dari Bandara International Soekarno-Hatta, sejumlah kawasan dari provinsi Banten sejatinya bisa jadi alternatif tujuan wisata yang menarik. Ada wisata pantai, spiritual, budaya, sampai konservasi fauna langka. Kulinernya pun tak kalah beragam. Dari olahan ikan laut, daging sapi dan kambing hingga hidangan para Sultan Banten pada masa kejayaan dulu.

Rabeg, Olahan Kambing

Yang satu ini biasanya hanya disajikan saat pesta pernikahan, akikah, dan sunatan. Konon dulu merupakan kesukaan para Sultan Banten. Kini, rabeg menjadi menu khas masyarakat, terutama Serang dan Cilegon. Bedanya, rabeg khas Serang memakai bumbu yang sudah dihaluskan, sedangkan rabeg khas Cilegon bumbunya dirajang.

Dilihat sekilas, mirip semur daging khas Betawi. Tapi kuah rabeg lebih kental. Bahan baku utamanya daging dan jeroan kambing. Disajikan dalam piring mungil, dengan bumbu rempah yang begitu terasa. Sayang, hanya ada beberapa rumah makan khusus rabeg di Serang. Jadi Anda harus jeli jika ingin mencoba mencicipinya.

Pondok Makan Endah Sari; Jalan Jenderal Sudirman Nomor 17, Panacangan, Serang

Olahan dapur Banten, selain dari ikan ada juga yang berbahan sapi dan kambing.
Angeun Lada, masakan khas Banten yang mengunakan jerohan dan iga sapi. Foto: Dok. shutterstock

Angeun Lada Dengan Jerohan Sapi

Dalam Bahasa Indonesia, sajian yang satu ini berarti sayur pedas. Namun, aslinya, masakan ini setelah dicicipi, rasanya tidak pedas, meskipun kuahnya berwarna merah. Tentu ada sensasi rasa lada. Pada masakan yang kekinian, ada tempat makan yang menambahkan irisan cabe rawit agar rasanya memang pedas.

Tidak ditemukan juga sayuran di dalam mangkuknya. Yang ada hanya jeroan daging sapi yang dibubuhi bumbu. Kadang ada pula yang menggunakan iga sapi. Sajian ini banyak ditemui di rumah makan khas Pandeglang. Konon, olahan yang satu ini memiliki khasiat meningkatkan vitalitas kaum pria.

Rumah Makan Emak Yayah; Jalan Raya Serang, Pandeglang; Dekat SPBU Cadasari

Otak-otak Ikan Tenggiri

Daerah Labuan memiliki kuliner yang khas, yakni otak-otak. Teksturnya lembut karena terbuat dari ikan tenggiri yang diaduk merata dengan tepung tapioka, santan, bawang putih, merica, gula pasir, dan garam. Dibungkus dengan daun pisang, kemudian dibakar di atas arang, menimbulkan aroma yang menggugah selera. Bisa dipadu bumbu kacang yang telah diberi perasan air jeruk limau. Ehm… pedas tapi segar rasanya.

Rumah Makan Ibu Entin; Jalan Jenderal Sudirman; Depan Pegadaian Labuan, Banten

Olahan dapur Banten punya banyak variasi, ada sop ikan gurameh selain sate bandeng.
Sop ikan gurameh khas Banten. Foto: dok. shutterstock

Sop Ikan

Spanduk berukuran cukup besar bertuliskan Sop Ikan Rumah Makan Taman Taktakan beberapa kali sempat saya temui selama berpelesir ke beberapa kabupaten di Provinsi Banten. Bagi penggemar makanan laut, sop ikan ini kiranya patut dicoba. Yang unik, sajian ini dibuat jika ada yang memesannya saja. Jadi benar-benar baru dimasak dan ikannya masih segar.

Dalam satu porsi terdapat delapan potong ikan kuwe dan bisa dinikmati untuk empat orang. Tambahan potongan cabe rawit, bawang bombay, tomat hijau, dan daun kemangi memberi rasa segar dan pedas pada olahan ini. Jika ingin dibawa pulang, pengelola rumah makan juga menyediakan termos agar kehangatan sop ikan tetap terjaga.

Rumah Makan Taman Taktakan; Jalan Syeh Nawawi Al-Bantani; Depan KP3B Provinsi Banten

Sate Lilit

Jika kita memesan satu porsi sate biasanya berisikan 10 tusuk. Namun sate lilit Emak Yayah ini berbeda. Satu porsinya hanya berisikan satu tusuk! Maklum saja, potongan dagingnya lumayan besar: kira-kira seukuran jempol dewasa. Sementara panjang tusuk satenya diperkirakan sekitar 30 sentimeter. Daging kerbau itu sangat empuk. Menurut Emak Yayah, makanan yang biasanya disajikan saat Hari Raya Idul Fitri itu sebelumnya direndam rempah-rempah selama empat jam. Oh, pantas saja!

RM Emak Yayah; Jalan Raya Serang, Pandeglang; Dekat SPBU Cadasari

Andry T./TL/agendaIndonesia

****