Glamping, Wisata Kemah Cantik

glam 4 IMG 20190803 WA0003

Kini orang menikmati glamping. Kemah cantik yang tidak perlu membawa perlengkapan berkemah bahkan tidur pun di kasur empuk.

Malam sudah larut saat Rufaida, berangkat berkemah. Ia meluncur menuju Gadog, Bogor. Perjalanan kemahnya kali ini berbeda. Wanita yang akrab dipanggil Cobi ini pernah menginjakkan kaki di beberapa gunung atau membuka kemah di dataran tinggi di Indonesia. Biasanya ia membawa ransel besar berisi segala perlengkapan. Kali ini, ia cukup membawa ransel daypack-nya. Rupanya ia ingin “camping cantik”. 

 “Maksudnya aku pengin refreshingdi alam, menginap di tenda, tapi enggak mau susah. Enggak perlu bawa tenda, logistik, makanan, dan lain-lain. Pokoknya bawa badan saja. Dan satu lagi, nyaman selama camping,” ujarnya. 

Glamping di Gunung Geulis

Bogor hanya 45 menit dari Jakarta. Ditambah sekitar setengah jam perjalanan, ia dan tiga temannya sudah tiba di Gunung Geulis Campsite. Di sebuah tenda terpal, telah terpasang empat tempat tidur. Di atasnya, ada kasur empuk beserta bantal dan selimut. Kamar mandi bersih pun tersedia. Ia pun tidak perlu menyiapkan senter untuk penerangan. Ada lampu listrik yang membuat tenda terang-benderang. Malam itu, ia langsung rebah tanpa perlu susah payah mendirikan tenda seperti yang biasa ia lakukan. “Ha-ha-ha…ini asyiknya glamping,” katanya. 

glmap 2 IMG 20190803 WA0195

Istilahglamping atau glamorous campingpertama kali dikenal pada 2005 di Inggris. Namun konsep kemah mewah seperti ini bukan hal yang benar-benar baru. Sebab, hal itu telah dilakukan raja-raja dan bangsawan pada zaman dahulu. Pada abad ke-16, Duke of Atholl dari Skotlandia melakukan perjalanan glampingdi Highland untuk mengunjungi Raja James V dan ibunya. Rombongan Duke mengangkut tenda-tenda mewah dan mengisinya dengan segala keperluan seperti di istana. Pada periode yang sama, Kesultanan Ottoman juga memiliki tenda mewah dan megah yang dibawa dari satu misi militer ke misi berikutnya. Sultan memiliki tim yang bepergian bersama tentara untuk mendirikan serta memelihara tenda-tenda ini. 

Kini konsep akomodasi glamping sudah menyebar ke seluruh dunia. Di Indonesia, lokasi-lokasi yang selama ini terkenal dengan daerah wisata alamnya juga terdapat fasilitas ini, seperti Bali, Lombok, Bogor, juga Sukabumi. Dengan glamping, orang bisa berkemah dengan nyaman. Alas tidur bukan lagi selembar alas berlapis kantong tidur, tapi kasur empuk. Untuk keperluan mandi, cuci, dan kakus, tersedia kamar mandi yang bersih dengan pilihan air hangat. Bayangkan, betapa sulitnya mencari keberadaan air atau tempat buang air dan hajat ketika tengah berkemah. Bahkan tak jarang membutuhkan perjuangan karena lokasinya yang jauh dari kemah serta cuaca dan air yang dingin. Belum lagi, orang kerap harus mencari semak atau menggali lubang untuk buang air. Uggghh…!

IMG 20190803 WA0042
Gambaran kamar mandi dalam tenda.

Untuk makan, peserta glampingtidak perlu repot membeli bahan makanan serta memasaknya. Pengelola akan menyiapkan makanan sehingga tamu lebih leluasa menikmati alam dan pemandangan sekitarnya. Bahkan di beberapa tempat glamping, tamu dapat memesan menu tertentu. 

Selain itu, pihak operator menawarkan beragam aktivitas. Ada harga, ada rupa. Biaya glamping bervariasi, mulai Rp 800 ribu hingga Rp 5 juta per tenda. Harga itu bisa bertambah jika tamu ingin menambah fasilitas atau kegiatan. Rasanya biaya itu sebanding dengan kenyamanan menikmati alam bebas tanpa perlu repot. Kemah yes, repot no….! l Ika Candra

Di Mana Bisa Glamping?

  1. Legok Kondang Lodge

Dikelilingi hutan pinus, lokasi Legok Kondang Lodge berada di Ciwidey, Bandung. Tersedia tenda berkapasitas 2-8 orang dengan fasilitas kamar mandi di dalam, air hangat, juga TV kabel. Biaya mulai Rp 1,2 juta untuk kapasitas empat orang hingga Rp 2,2 juta untuk delapan orang. Ada juga tenda untuk dua orang bertarif Rp 1,9 juta. Biaya tersebut sudah termasuk sarapan serta kopi atau teh gratis selama 24 jam. Selain itu, tersedia aktivitas tambahan, seperti barbequepaintballtrekking, tur Kawah Putih, dan arung jeram.

  • Sandat Glamping Tents

Berlokasi tiga kilometer dari Ubud, Bali, tenda mewah Sandat dilengkapi dengan kolam renang pribadi dan fasilitas lain, seperti bar serta restoran. Harga per kamar mulai Rp 3,6 juta per malam. Selain itu, tersedia fasilitas yoga, relaksasi, serta meditasi. 

  • Tanakita

Tanakita Camping Groud terletak di depan Taman Nasional Gede Pangrango, Kadudampit, Cisaat, Sukabumi, dengan ketinggian 1.100 meter di atas permukaan laut. Tenda dilengkapi fasilitas kamar mandi dengan air panas, alas lantai, kasur dan bantal, sleeping bags, serta stop kontak untuk charger. Biayanya sekitar Rp 550 ribu per orang untuk satu malam. Harga itu sudah termasuk makan. Selain bermain flying foxdan berwisata ke danau, pengunjung bisa melakukan river tubing.

  • Gunung Geulis Campsite (GGC)

Lokasinya di ketinggian sekitar 600 meter di atas permukaan laut di wilayah Gunung Geulis, Gadog, Bogor, dengan luas sekitar dua hektare. Pemandangan Gunung Salak menjadi daya tarik, selain kehadiran kolam renang yang tersedia di tempat ini. Tenda Halimun memiliki empat kasur dan kamar mandi di dalam. Untuk menikmati tenda ini, Anda perlu merogoh kocek Rp 500 ribu per malam. Pihak operator juga menawarkan berbagai kegiatan outbound.

  • Glamping Gunung Pancar

Lokasi dengan suasana hutan pinus ini tidak jauh dari Jakarta, yaitu di Sentul, Bogor. Tenda dilengkapi dengan alas lantai, kasur dan bantal, serta stop kontak. Pengelola juga menawarkan berbagai kegiatan luar ruang dan wisata ke curug. Glamping di Gunung Pancar dibanderol mulai Rp 385 per orang untuk satu malam dan sudah termasuk makan.  

Ika Candra 

*****

Wisata Perut Bumi, Ini 10 Yang Keren

Wisata perut bumi atau menjelajah gua bisa menjadi pilihan wisata.

Wisata perut bumi atau juga dikenal sebagai caving atau jelajah gua layak menjadi pilihan bagi pelancong yang punya jiwa petualang. Pesona alam Indonesia memang tak diragukan lagi. Tak hanya di permukaan tanah, keindahan alam nusantara juga tampak hingga “perut bumi”, alias ke dalam gua-gua.

Wisata Perut Bumi

Di Indonesia terdapat banyak gua yang terbentuk secara alami, bahkan menyimpan banyak sejarah di dalamnya. Karena itu, wisata perut bumi atau jelajah gua bisa menjadi alternatif liburan seru. Khususnya bagi para pelancong yang hobi memacu adrenalin.

Ada beberapa gua di Indonesia yang bisa dimasuki dengan cara trekking melalui tangga dan batuan terjal, menyusuri sungai di dalam gua, hingga menggunakan bantuan tali untuk masuk ke dalam mulut gua. Semua asyik buat wisata perut bumi. Bahkan mungkin untuk yang tak terlalu suka berpetualang.

Berikut ini ada 10 gua di Indonesia yang bisa dicoba untuk wisata perut bumi dan mencoba sensasi liburan berbeda.

Gua Jomblang, Gunug Kidul, Yogyakarta

Wisata gua yang pertama berada di Gunungkidul, Yogyakarta, yakni Gua Jomblang. Daya tarik utama dari gua ini adalah Cahaya Surga, yakni sorot cahaya matahari yang masuk ke dalam gua melalui lubang besar setinggi 90 meter. 

Untuk menyaksikan langsung keindahan tersebut, wisatan harus turun ke mulut gua dari ketinggian 15-20 meter dengan bantuan tali, lalu menyusuri gua menuju titik Cahaya Surga. Para pelancong akan dipandu ahli untuk memastikan keamanan saat masuk ke dalam Gua Jomblang.

Wisata pertu bumi e gua Beloyot
Gua Beloyot di kawasan Dusun Merabu village Kalimantan Utara. Foto: shutterstock

Gua Pindul, Gunung Kidul, Yogya

Masih berada di daerah Gunung Kidul, destinasi wisata gua di Indonesia lainnya yang menarik untuk disusuri adalah Gua Pindul. Aktivitas seru yang bisa wisatwan lakukan di gua ini adalah susur sungai atau river tubing, yakni menggunakan ban dalam truk. Pasalnya, di Gua Pindul terdapat aliran sungai bawah tanah sepanjang 350 meter. Untuk menyusuri gua wisatan harus bersabar masuk satu per satu, atau mengikuti arahan dari pemandu wisata. 

Gua Cokro, Gunung Kidul, Yogya

Satu lagi hidden gem di Gunung Kidul, yakni wisata Gua Cokro. Daya tarik dari gua ini adalah ornamen yang terdapat pada dinding gua yang terbentuk secara alami. Uniknya, ornamen tersebut seakan membentuk tirai dan menyerupai keris. Stalaktit dan stalakmit yang indah juga bisa kita lihat saat menyusuri gua dengan kedalaman 18 meter ini. 

Gua Gong, Pacitan

Bergeser ke Timur, wisata perut bumi selanjutnya adalah Gua Gong, di Pacitan, Jawa Timur. Nama gua tersebut tercipta bukan tanpa alasan. Nama ini muncul karena ada suara seperti gong saat stalakmit dan stalagmit di gua dipukul. Saat melakukan susur gua, wisatawan juga bisa menikmati cahaya warna-warni yang berpendar di dalam gua.

Gua Beloyot, Berau

Terletak di Kampung Merabu, Berau, Kalimantan Timur, Gua Beloyot konon sudah ada sejak 10 ribu tahun silam. Di dalam gua ini, wisatawan bisa menemukan beberapa peninggalan prasejarah berupa lukisan manusia purba yang menceritakan aktivitas berburu, dan jiplakan tangan manusia purba. Untuk mencapai Gua Beloyot pengunjung harus menyusuri hutan rimbun yang masih asri sejauh 5,5 kilometer dari Kampung Merabu. 

Gua Pangkep, Maros

Berbeda halnya dengan wisata perut bumi pada umumnya, Gua Pangkep menawarkan sekumpulan gua yang berdekatan. Wisata gua ini membentang dari Kabupaten Maros hingga Pangkep, tepatnya di kawasan Karst, Sulawesi Selatan. Dengan luas keseluruhan sekitar 43 hektare, yang terdiri dari 268 gua di dalamnya. Menariknya, 50 gua di antaranya termasuk gua prasejarah. Karena ditemukan bekas makanan manusia purba hingga lukisan kuno. 

Gua Cermin Kemenparekraf
Gua Cermin di Labuan Bajo, NTT. Foto: Kemenparekraf

Gua Batu Cermin, Labuhan Bajo 

Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur juga memiliki wisata gua yang menyimpan sejuta pesona, yakni Gua Batu Cermin. Gua ini seperti kolam yang terbentuk secara alami, akibat permukaan air laut yang surut. Tak heran kalau di dalam gua tersimpan beberapa fosil koral. Mulai dari penyu, kura-kura, dan berbagai jenis ikan. Saat menjelajahi gua, wisatawan akan menemukan stalaktit dan stalakmit yang masih sangat alami dan terjaga keindahannya.

Gua Londa, Toraja Utara

Wisata susur gua di Indonesia yang cukup unik bisa wisatawan dapati di Gua Londa, Toraja Utara, Sulawesi Selatan. Di dalam gua kita bisa menyaksikan langsung peti-peti jenazah dan tulang belulang para leluhur yang dimakamkan di dinding gua. Untuk memasuki gua, Sobat Parekraf harus dipandu warga lokal atau guide. Karena gua ini mempunyai lorong sempit, batuan terjal, dan cukup licin. 

Gua Ergendang, Deli Serdang

Tidak boleh ketinggalan, destinasi wisata gua selanjutnya adalah Gua Ergendang. Gua ini berada di Kecamatan Sinembah Tanjung Muda Hilir, Deli Serdang, Sumatera Utara. Di tengah gua terdapat kolam pemandian air panas yang bisa digunakan wisatawan untuk berendam maupun berenang, sambil melihat stalaktit dan stalakmit yang menghiasi langit gua. Keindahan makin bertambah, berkat adanya pantulan sinar matahari yang masuk ke dalam gua. 

Gua Lokale, Lembah Baliem

Di Tanah Papua juga memiliki wisata gua yang patut ditelusuri, salah satu Gua Lokale di Lembah Baliem, Jayawijaya. Gua ini disebut sebagai gua tak berujung, karena arkeolog baru mencapai kedalaman gua sejauh 3 kilometer, sehingga mungkin saja panjangnya lebih dalam lagi. Di dalam gua ada beberapa dinding berongga, ketika kita ketuk maka akan mengeluarkan suara cukup unik. Berada di kawasan hutan pinus, udara di Gua Lokale dikenal sangat sejuk dan asri.

agendaIndonesia/kemenparekraf

*****

Pantai Bebatuan di Belitung yang Elok

belitung 1 original FN2015050802

Pantai bebatuan di Belitung memang elok. Kumpulan bebatuan di pantai-pantai yang berada di seputar Pulau Belitung tampaknya sudah tak asing lagi bagi kebanyakan penyuka wisata negeri ini.

Pantai Bebatuan di Belitung

Pulau yang berada di Provinsi Bangka Belitung ini memang memiliki ciri khas batuan granit dengan bentuk yang berbeda-beda dan memberi keindahan tersendiri di daerah pesisir.

Hal itu tak hanya membuat turis menatap hamparan laut dan pasir putihnya, tapi juga menemukan bebatuan eksotis yang membuat foto perjalanan makin terlihat keren.Tentunya, tak hanya satu atau dua pantai yang bisa dijejaki setelah wisatawan mendarat di Bandar Udara (Bandara) Internasional H.A.S. Hanandjoeddin, Tanjung Pandan. Pilihan begitu beragam dari ujung utara, selatan, sampai ke barat.

Di sekitar Tanjung Pandan memang menjadi pilihan paling melimpah dan Pantai Tanjung Tinggi yang berada di sisi utara menjadi yang banyak diburu. Objek tersebut naik daun karena menjadi lokasi pengambilan film Laskar Pelangi. Berciri batu granit superbesar di pantai berpasir putihnyadengan ombak yang tak terlalu besar. Ada pula Pantai Tanjung Kelayang dengankomposisi bebatuan yang unik, di sinilah tempat bagi yang ingin menyelam, snorkeling, memancing, atau sekadar menikmati laut.

belitung 2 original FN2015050805
Pantai bebatuan di Belitung, tepatnya di Pulau lengkuas, nyaman direnangi wisatawan Frannoto/Travelounge

Tentu tak ketinggalan Pulau Lengkuas dengan ciri mercusuarnya. Menara tersebut dibuat pada 1882, bagian atasnya bisa digunakan untukmemandang pulau-pulau di sekitar Belitung dari ketinggian. Satu lagi, bagi yang ingin menikmati keindahan mentari tenggelam di atas pasir putih adalah Pantai Bukit Berahu. Berada di balik bukit, untuk mencapainya harus menuruni 97 tangga, tak jauh di dekatnya ada resto dan bungalow.

Di pusat kota sensasi mentari tenggelampun bisa dirasakan saat berada di Pantai Tanjung Pendam, pantai berpasir hitam dengan sejumlah restoran di sekitarnya. Jadi, setelah menikmati langit bergurat kemerahan, bisa dilanjutkan mencicipi menu berbahan ikan laut. Tentunya, diiringi musik yang menghangatkan suasana.

Hari berikutnya setelah menikmati secangkir kopi dan rekannya, Anda bisa menyusuri wilayah timur jika masih ingin berburu daerah pesisir. Belitung Timur, bisa dicapai dengan perjalanan sekitar satu jam dengan kendaraan roda empat. Pilihannya berupa Pantai Burung Mandi dengan garis pantai hingga 1,5 kilometer. Kemudian Pantai Bukit Batu, Pantai Nyiur Melambai, serta Pantai Serdang di Kecamatan Mangar. Rata-rata pantai ini sepi, tak seperti pantai-pantai yang berada di Tanjung Pandan.

Melipir ke wilayah selatan, ada juga Pantai Punai di Kecamatan Simpang Sesak dan Pantai Penyabong di Kecamatan Membalong. Jadi, pilihan menikmati pantai itu tak hanya di seputar Tanjung Pandan. Selain pantai, tentu jangan lewatkan juga seduhan kopinya, baik kopi hitam maupun kopi susu.

*****

PENERBANGAN (Jadwal bisa berubah sesuai maskapai)

Garuda Indonesia. Memiliki jadwal penerbangan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta per hari sebanyak dua kali, yakni pukul 06.45 dan 13.50. Penerbangan berlangsung selama 70 menit. Sementara dari Bandara Internasional H.A.S.Hanandjoeddin, Tanjung Pandan, dalam frekuensi yang sama, dengan jadwal pukul 08.50 dan 16.30. 

Citilink. Dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, jadwal penerbangan Citilink ke Tanjung Pandan hanya sekali yakni pukul 05.55. Jadwal pagi ini cocok bagi turis yang langsung memulai eksplorasi di Belitung dari pagi hari. Sementara penerbangan ke Cengkareng, Tangerang, Banten, dijadwalkan pukul 07.30. 

Sriwijaya Air. Pilihan waktu penerbanganmaskapai Sriwijaya Air dari bandara di Cengkareng ini cukup banyak, yakni pukul 06.20, 07.20,11.35, 14.50,dan 15.10. Demikian juga untuk arah sebaliknya. Lama penerbangan berlangsung satu jam.

Kuliner Sarinah Baru, 7 Yang Legendaris

Kuliner Sarinah baru menjadi pilihan menikmati kuloner legendaris

Kuliner Sarinah baru sedang popular di Jakarta April  2022, selain di pusat jajan Pantjoran di Pantai Indah Kapuk (PIK) 2. Setelah proses renovasi sejak 2020, Mall Sarinah akhirnya resmi dibuka untuk umum pada Senin 21 Maret 2022 pukul 10.00 WIB.

Kuliner Sarinah Baru

Saat ini, terutama sejak pelonggaran pembatasan pergerakan penduduk, Sarinah beroperasi setiap hari hingga pukul 21.00 WIB. Karena itu, bagi yang ingin melihat wajah baru mal ini bisa segera menyambanginya. Ada banyak gerai produk-produk UMKM, cocok untuk melihat sisi lain pusat perbelanjaan modern di Jakarta.

Kuliner Sarinah baru menyompan sejumlah gerai makanan yang legendaris.
Gedung Mal Sarinah di kawasan Tamrin, Jakarta. Foto: Dok. shnutterstock

Selain area sekeliling mal yang lebih asri, Sarinah merupakan salah satu tongkrongan favorit masyarakat Jakarta saat ini karena bisa dijangkau menggunakan transportasi umum seperti TransJakarta dan MRT. Pasca-renovasi gedung Sarinah pun memiliki banyak perbedaan dibandingkan bentuk lamanya karena lebih fresh dan modern.

Area terbaru yang buka sejak 1 April lalu adalah Sarinah melengkapi fasilitas dengan menghadirkan sederet restoran serta kafe. Tempat makan tersebut menyajikan kuliner tradisional hingga modern. Terdapat lebih dari 40 tenant di Pasar Nusantara yang menjajakan berbagai makanan dan minuman. Menariknya, Pasar Nusantara yang ada di lantai basement ini juga menjadi surganya kuliner legendaris.

Lalu kuliner Sarinah baru apa saja yang legendaris?

Gudeg Yu Djum

Salah satu kuliner Sarinah baru adalah gudeg Yogyakata. Yang ini sudah lama ditunggu untuk membuka cabang di Jakarta, ia adalah salah satu gedeg terkenal, yang awalnya, ada di jalan Wijilan adalah Gudeg Yu Jum. Nama Yu Djum berasal dari Djuwariah. Yu Djum mulai membuka kedainya di jalan Wijilan sejak 1950. Jenis gudegnya adalah gudeg kering. Salah satu rahasia kegurihan gudeg Yu Djum adalah gudegnya dimasak di kompor model lama yang apinya dari kayu bakar.

Kuliner Sarinah baru di antaranya ada cabang pertama Gudeg Yu Djum di Jakarta.

DI Yogya gudeg Yu Djum masih beroperasi sampai saat ini dan memiliki banyak cabang. Sama dengan yang di Yogya, di Sarinah pun macam-macam menu gudeg yang dihidangkan; misalnya nasi gudeg, gudeg kendil, dan gudeg besek. Telur yang digunakan dalam gudeg adalah telur bebek asli. Seperti biasa, gudeg ini dilengkapi juga dengan krecek, potongan ayam kampung, dan areh.

Lontong Balap Ria Surabaya

Lontong balap merupakan makanan khas Surabaya. Makanannya terdiri dari lontong, tauge, tahu goreng, lentho, bawang goreng, kecap, dan sambal. Lontong yang telah diiris lalu ditumpangi irisan tahu dan beberapa lento, kemudian ditumpangi kecambah/tauge setengah matang, setelah itu disiram kuah secukupnya, sambal dan kecap sesuai selera. Makanan ini dihidangkan berikut beberapa tusuk sate kerang.
Salah satu yang terkenal adalah lontong balap Ria, ini bukan nama pemiliknya tapi berasal dari lokasinya. Dulu gerainya ada di Bioskop Ria. Saking terkenalnya, bahkan ketika bioskopnya sudah tak ada, nama warungnya masih saja bertahan.

Konon gerai kuliner ini mulai buka sejak 1958 di area Bioskop Ria, Surabaya. Lontong Balap Bioskop Ria Surabaya ini sangat terkenal di ibukota Jawa Timur itu, meskipun di berbagai sudut Kota Surabaya kita dengan mudah dapat menemukan gerai kuliner yang menyajikan lontong balap. Kini pecintanya di Jakarta bisa memanjakan lidah di kuliner Sarinah baru.

Sate Padang Mak Syukur

Sate Padang merupakan salah satu makanan khas Sumatera Barat yang paling popular. Tentu tak hanya bisa ditemui di daerah asalnya tetapi bisa juga didapatkan di tempat–tempat lain. Sate Padang Mak Syukur adalah salah satu warung sate yang paling populer, dibuktikan dengan ramainya tempat ini dipenuhi para pengunjung yang selalu tak sabar menyantapnya.

Kuliner Sarinah baru tak lengkap jika tak menyediakan sate Padang.

Hidangan sate ini sudah ada sejak 1941 dan sangat terkenal di Sumatera Barat. Sate Mak Syukur menghidangkan sate daging sapi yang diternak di Padang Panjang. Tak lupa dilengkapi kuah kental gurih nan kaya rempah dan potongan ketupat.

Mungkin gerai sate Padang Mak Syukur di Jakarta sudah lama ada dan ada di sejumlah lokasi. Namun, jika sedang menikmati kuliner Sarinah Baru, tak ada salahnya menjadikannya pilihan.

Gado-gado Betawi Boplo

Ada banyak gado-gado di Jakarta yang terkenal, namun yang pasti salah satunya adalah Gado-gado Boplo. Gado gado legendaris Boplo sudah menjadi andalan para warga Jakarta sejak lama. Makanan betawi ini dilengkapi dengan sayuran rebus, yang disiram bumbu kacang gurih nan kental. Terdapat pula tambahan telur rebus dan lontong yang bikin kenyang.

Kisah awalnya, Gado-gado Boplo hanya berupa warung kecil yang buka di gang sempit di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat pada tahun 70-an. Namun lambat laun, Ibu Juliana Hartono mengembangkan bisnisnya bersama putranya, Celvin Hartono, mengantar hidangan gado-gado mereka ke restoran. Kini cabangnya ada di sejumlah lokasi, termasuk kini di kuliner Sarinah baru.

Soto Betawi H. Mamad

Hidangan soto ala Betawi sepertinya cocok untuk makan siang maupun malam. Soto Betawi H. Mamad ini yang sudah berdiri sejak tahun 60-an, ia menjadi khas karena memiliki cita rasa kuah gurih santan, segar, dan isian melimpah. Menu legendarisnya adalah soto oseng-oseng, yang kuahnya bisa kamu pilih mau santan atau bening.

Nasi Goreng Kambing Kebun Sirih

Nasi goreng jadul ini masih populer kenikmatannya hingga sekarang, walaupun sudah turun ke generasi ketiga. Makanan legendaris yang khas dengan bumbu nasi goreng kaya rempah dan harum bak kari ini juga dilengkapi potongan daging kambing empuk, acar asinan, dan emping.

Banyak bloger makanan yang jatuh hati kepada masakan yang sekali masak bisa untuk puluhan porsi. Ia bisa menjadi pilihan makan malam di Pasar Nusantara di kuliner Sarinah baru.

Sari Ratu

Sari Ratu adalah salah satu restoran Padang yang terkenal enak. Ia bisa dibilang ratunya masakan Padang di Jakarta sebelum era Sederhana, Pagi Sore dan lainnya. Hidangan-hidangannya yang selalu segar sampai dan autentik. Cocok untuk menu makan siang. Aahh.. ia cocok untuk makan kapan saja.

Ayo agendakan kulinermu di Pasar Nusantara Sarinah.

agendaIndonesia

*****

Olahan Dapur Banten, 5 Yang Bikin Ngiler

Olahan dapur banten banyak yang nikmat, sayang masih belum cukup dikenal secara luas.

Olahan dapur Banten belum banyak beredar di banyak daerah. Yang paling terkenal tentu saja sate bandeng. Begitupun, sesungguhnya ada cukup banyak masakan khas Banten yang layak menjadi makanan untuk diburu para pecinta kuliner. Tentu saja karena nikmat rasanya. Mungkin perlu kampanye terus menerus agar masakan Banten selain nikmat juga sepopular masakan dari daerah lain.

Olahan Dapur Banten

Keunikan rasa dari rempah pilihan yang ada disekitar menjadikannya terasa istimewa. Kuliner khas banten juga bisa manjadi pilihan oleh oleh. Dari sate lilit kerbau yang empuk, sampai hidangan para sultan. Kadang lokasinya tak jauh dari Jakarta.

Tidak terlalu jauh dari Bandara International Soekarno-Hatta, sejumlah kawasan dari provinsi Banten sejatinya bisa jadi alternatif tujuan wisata yang menarik. Ada wisata pantai, spiritual, budaya, sampai konservasi fauna langka. Kulinernya pun tak kalah beragam. Dari olahan ikan laut, daging sapi dan kambing hingga hidangan para Sultan Banten pada masa kejayaan dulu.

Rabeg, Olahan Kambing

Yang satu ini biasanya hanya disajikan saat pesta pernikahan, akikah, dan sunatan. Konon dulu merupakan kesukaan para Sultan Banten. Kini, rabeg menjadi menu khas masyarakat, terutama Serang dan Cilegon. Bedanya, rabeg khas Serang memakai bumbu yang sudah dihaluskan, sedangkan rabeg khas Cilegon bumbunya dirajang.

Dilihat sekilas, mirip semur daging khas Betawi. Tapi kuah rabeg lebih kental. Bahan baku utamanya daging dan jeroan kambing. Disajikan dalam piring mungil, dengan bumbu rempah yang begitu terasa. Sayang, hanya ada beberapa rumah makan khusus rabeg di Serang. Jadi Anda harus jeli jika ingin mencoba mencicipinya.

Pondok Makan Endah Sari; Jalan Jenderal Sudirman Nomor 17, Panacangan, Serang

Olahan dapur Banten, selain dari ikan ada juga yang berbahan sapi dan kambing.
Angeun Lada, masakan khas Banten yang mengunakan jerohan dan iga sapi. Foto: Dok. shutterstock

Angeun Lada Dengan Jerohan Sapi

Dalam Bahasa Indonesia, sajian yang satu ini berarti sayur pedas. Namun, aslinya, masakan ini setelah dicicipi, rasanya tidak pedas, meskipun kuahnya berwarna merah. Tentu ada sensasi rasa lada. Pada masakan yang kekinian, ada tempat makan yang menambahkan irisan cabe rawit agar rasanya memang pedas.

Tidak ditemukan juga sayuran di dalam mangkuknya. Yang ada hanya jeroan daging sapi yang dibubuhi bumbu. Kadang ada pula yang menggunakan iga sapi. Sajian ini banyak ditemui di rumah makan khas Pandeglang. Konon, olahan yang satu ini memiliki khasiat meningkatkan vitalitas kaum pria.

Rumah Makan Emak Yayah; Jalan Raya Serang, Pandeglang; Dekat SPBU Cadasari

Otak-otak Ikan Tenggiri

Daerah Labuan memiliki kuliner yang khas, yakni otak-otak. Teksturnya lembut karena terbuat dari ikan tenggiri yang diaduk merata dengan tepung tapioka, santan, bawang putih, merica, gula pasir, dan garam. Dibungkus dengan daun pisang, kemudian dibakar di atas arang, menimbulkan aroma yang menggugah selera. Bisa dipadu bumbu kacang yang telah diberi perasan air jeruk limau. Ehm… pedas tapi segar rasanya.

Rumah Makan Ibu Entin; Jalan Jenderal Sudirman; Depan Pegadaian Labuan, Banten

Olahan dapur Banten punya banyak variasi, ada sop ikan gurameh selain sate bandeng.
Sop ikan gurameh khas Banten. Foto: dok. shutterstock

Sop Ikan

Spanduk berukuran cukup besar bertuliskan Sop Ikan Rumah Makan Taman Taktakan beberapa kali sempat saya temui selama berpelesir ke beberapa kabupaten di Provinsi Banten. Bagi penggemar makanan laut, sop ikan ini kiranya patut dicoba. Yang unik, sajian ini dibuat jika ada yang memesannya saja. Jadi benar-benar baru dimasak dan ikannya masih segar.

Dalam satu porsi terdapat delapan potong ikan kuwe dan bisa dinikmati untuk empat orang. Tambahan potongan cabe rawit, bawang bombay, tomat hijau, dan daun kemangi memberi rasa segar dan pedas pada olahan ini. Jika ingin dibawa pulang, pengelola rumah makan juga menyediakan termos agar kehangatan sop ikan tetap terjaga.

Rumah Makan Taman Taktakan; Jalan Syeh Nawawi Al-Bantani; Depan KP3B Provinsi Banten

Sate Lilit

Jika kita memesan satu porsi sate biasanya berisikan 10 tusuk. Namun sate lilit Emak Yayah ini berbeda. Satu porsinya hanya berisikan satu tusuk! Maklum saja, potongan dagingnya lumayan besar: kira-kira seukuran jempol dewasa. Sementara panjang tusuk satenya diperkirakan sekitar 30 sentimeter. Daging kerbau itu sangat empuk. Menurut Emak Yayah, makanan yang biasanya disajikan saat Hari Raya Idul Fitri itu sebelumnya direndam rempah-rempah selama empat jam. Oh, pantas saja!

RM Emak Yayah; Jalan Raya Serang, Pandeglang; Dekat SPBU Cadasari

Andry T./TL/agendaIndonesia

****

Soto Banjar dan Ketupat Kandangan, 2 Khas Banjarmasin

Pasar Apung Lok Baintan

Soto Banjar dan ketupat Kandangan rasanya dua menu yang harus dicicipi jika wisatawan berkunjung ke Banjarmasin. Tentu saja jika ke ibukota provinsi Kalimantan Selatan ini, tak sah jika tidak datang ke Pasar Terapung Lok Baintan yang sudah terkenal di kalangan wisatawan. 

Keberadaan pasar di atas sungai ini memang unik dan khas di kota yang dikelilingi sungai-sungai tersebut. Namun, seperti disebut di muka, tentu masih ada pilihan lain yang tak kalah menarik, terutama kulinari untuk lidah para pelancong. 

Soto Banjar dan Ketupat Kandangan

Olahan khas lokal yang bisa membuat perut terasa kenyang pun banyak diburu turis, lokal maupun mancanegara. Bisa dimulai dengan sarapan. Pilihannya yang biasa-biasa saja, sesuai kebiasaan masyarakat setempat adakah nasi kuning yang memang menjadi menu favorit pada pagi hari.

Ciri khas nasi kuning Banjar berupa ikan haruan atau secara umum dikenal sebagai ikan gabus yang diolah dengan bumbu habang (merah) khas dapur setempat. Menu lain berupa telur dan ayam. Biasanya,menu pagi ini bisa ditemukan di warung-warung. Ada pula di restoran-restoran yang ingin memberi compliment pengalaman kuliner bagi pengunjung yang tak sempat keluyuran ke wilayah perbelanjaan.

Ada juga menu lain, soto Banjar. Siapa tak kenal dengan soto Banjar? Soto berbahan ayam, telur, dengan kuah berbumbu rempah ini pun bisa dijadikan menu untuk memulai hari Anda di Banjarmasin. Biasanya,yang menjadi pelengkapnya adalah perkedel dan jeruk nipis, yang membuat kuah soto yang berbahan susu itu menjadi lebih segar.

Nah, soto ini bikin perut benar-benar terisi penuh karena dipadu dengan lontong. Tentu tak harus dengan lontong. Jika hanya ingin mencicipi sotonya, perkedel kentang sebagai pelengkapnya sudah cukup mengisi perut.

Bagi yang ingin menikmatinya, ada beberapa warung atau resto yang cukup terkenal. Yang pertama adalah Soto Banjar H. Anam Ayam Bakupah di kawasan Sungai Baru. Pilihan lainnya adalah Depot Soto bang Mamat atau Soto Bawah Jembatan di kawasan Banua Anyar.

Satu lagi menu yang tergolong top adalah ketupat Kandangan. Dari nama, jelas makanan itu berbahan ketupat. Sedangkan Kandangan tak lain adalah nama daerah di Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan.

Ciri khas menu ini juga pada padanannya berupa ikan haruan atau gabus. Jenis ikan ini diolah dengan cara dipanggang lebih dulu,baru dimasak dengan kuah santan dengan bumbu rempah,seperti lada, cengkeh, pala,dan kapulaga. Tak hanya menjadi pilihan di pagi hari, sajian ini juga bisa menghilangkan rasa lapar pada siang dan malam hari. 

Setelah sarapan dengan menu berat tersebut, Anda bisa memulai perjalanan keliling Banjarmasin dengan penuh semangat. Setelah menengok pasar terapung, mungkin bisa melihat Masjid Sultan Suriansyah, Masjid Sabilah Muhtadin, Pantai Angsana, Menara Pandang Banjarmasin, Museum Wasaka dan lain-lain. 

Untuk melihat obyek wisata alam, selain ke Bukit Meratus, Anda bisa menuju ke arah luar kota. Seperti ke Kabupaten Hulu Sungai Selatan untuk menjajal arung jeram dengan rakit bambu di Sungai Loksado serta aktivitas luar ruang lain. Selain itu, bisa keliling kota terdekat, seperti Banjarbaru, sembari melihat dari dekat sasaringan yang merupakan kerajinan khas provinsi ini.

Ada cukup banyak penerbangan dari Bandar Udara International Soekarno Hatta yang menuju ke Banjarmasin. Wisatawan bisa memilih sesuai keinginan. l

PENERBANGAN  (Jadwal bisa berubah sesuai kebijakan maskapai)

Garuda Indonesia. Dari BandarUdara Internasional Soekarno-Hatta, untuk rute ke Banjarmasin tersedia enamwaktu penerbangan mulai pukul 05.45 hingga yang terakhir pukul 19.30. Untuk rute sebaliknya, penerbangan pertama dari Bandara Sjamsudin Noor Banjarmasin dimulai pukul 06.20 dan yang terakhir pukul 20.00. Lama penerbangan sekitar 1 jam 50 menit. 

Citilink. Maskapai dengan logo warna hijau ini setiap hari memiliki frekuensi duakali untuk penerbangan ke ibukota Kalimantan Selatan tersebut dari Bandara Soekarno-Hatta,yakni setiap pukul 07.20 dan 12.40.Sedangkan dari Banjarmasin pukul 10.50 dan 15.50. Lama penerbangan sekitar 1 jam 40 menit. 

Batik Air. Untuk penerbangan langsung, Batik Air memiliki jadwal dari Bandara Soekarno-Hattake Banjarmasin hanya satu kali penerbangan setiap hari pukul 09.30 dengan lama penerbangan 1 jam 45 menit. Untuk rute sebaliknya dijadwalkan pukul 12.55 setiap hari. 

Lion Air. Maskapai ini menyediakan enam jadwal penerbangan ke Banjarmasin dari Bandara Soekarno-Hatta. Dengan jadwal penerbangan paling awal pukul 05.00 dan yang terakhir pukul 19.55. Lama penerbangan 1 jam 45 menit. Untuk rute sebaliknya, dimulai pukul 06.05 dan terakhir pukul 20.05.

Rosana

Raja Ampat 1 Rute Menuju Waisai

Raja Ampat shutterstock 586062845 1

Raja Ampat 1 rute menuju Waisai. Itu guyonan para pecinta diving yang menuju ke Raja Amat. Tentu saja aslinya, Waisai adalah ibukota dari Kabupaten Taja Ampat, Papua Barat. Terutama jika pengunjung menggunakan layanan transportasi udara saat menuju Raja Ampat.

Dengan penerbangan, wisatawan bisa terbang dari Jakarta, Denpasar di Bali, atau dari Makassar menuju Sorong, ibukota Papua Barat. Dari sana dengan penerbangan perintis ke Waisai, sebelum menggunakan kapal menuju spot selam Raja Ampat.

Raja Ampat 1 Rute Menuju Waisai

Kumpulan pulau-pulau kecil Raja Ampat, Papua Barat, sudah tenar seantero dunia. Kawasan yang indah dipandang mata ditambah keindahan bawah laut pun diburu para wisatawan, baik lokal maupun luar negeri. Bagaimana tidak, dari hasil penelitian, sekitar 75 persen dari spesies laut dunia tinggal di perairan kabupaten ini. Raja Ampat merupakan rumah bagi 540 jenis karang dan 1.511 spesies ikan. Jelas semuanya menggoda para penyelam atau pencinta dunia laut. 

Sejumlah jalur pun dibuka demi mencapai destinasi ini serta menarik minat turis untuk datang. Sebelumnya, turis hanya mempunyai pilihan untuk terbang ke Sorong, ibu kota provinsi Papua Barat, baru melanjutkan perjalanan laut ke Raja Ampat. Ada sejumlah maskapai yang melayani rute dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta menuju Bandar Udara Domine Eduard Osok di Sorong, yakni Sriwijaya Air, NAM Air, Express Air, Lion Air, Batik Air, juga Garuda Indonesia. 

Kemudian perjalanan dilanjutkan dengan berlayar dari Pelabuhan Sorong menuju Waisai, ibu kota Kabupaten Raja Ampat, yang berada di Pulau Waigeo Selatan. Ada empat pulau besar yang berada di daerah administratif Raja Ampat, yaitu Waigeo, Batanta, Salawati, dan Misool. 

Pilihan transportasi laut berupa kapal cepat atau feri ekspres yang dijadwalkan dua kali dalam sehari setiap Senin, Rabu, serta Jumat. Waktu keberangkatannya pukul 09.00 dan 14.00. Di luar tiga hari tersebut, hanya ada satu waktu perjalanan, yakni pukul 14.00. Waktu tempuh sekitar dua jam, sedangkan tarifnya Rp 130-220 ribu. Pilihan lain adalah kapal lambat yang pelayarannya mencapai empat jam. Jadwalnya setiap hari sekali dengan tarif Rp 140 ribu. 

Raja Ampat 1 rute menuju Waisai
Raja Ampat salah satu destinasi selam terbaik di dunia.

Dari Sorong pun, sebenarnya bisa juga melanjutkan perjalanan lewat udara menuju Bandar Udara Marinda, Waisai, Raja Ampat. Tak hanya didarati pesawat yang terbang dari beberapa kota di Pulau Papua, bandara ini juga kini sudah memiliki rute ke kota lain di luar pulau, yakni rute dari dan ke Manado mulai Desember lalu. Jadi, setelah menikmati pulau-pulau di sekitar Manado, wisatawan bisa melanjutkan menikmati keindahan bawah laut Raja Ampat dengan sebuah penerbangan langsung. Rute ini dilayani oleh Wings Air. 

Kehadiran Wings Air menambah daftar maskapai yang mendarat di bandara yang memiliki panjang 1.400 meter dengan lebar 30 meter, taxiway80 meter x 18 meter, dan apron. Ditambah satu gedung terminalnya seluas 420 meter persegi. Setelah sebelumnya, Susi Air lebih dulu melayani rute Sorong-Waisai dua kali seminggu.

Di kabupaten ini, turis pun bisa menjelajah Selat Dampir, Pulau Pensil, Gua Karang—tempat ditemukan tengkorak makam leluhur Raja Ampat, atau langsung ke Kepulauan Wayag.  Kepulauan Wayag merupakan ikon Raja Ampat yang terdiri atas beberapa pulau kecil yang terlihat indah. Setiap akhir tahun, di tempat ini, turis dapat melihat fenomena alam unik di bagian timur Pulau Waigeo, tepatnya di depan Desa Urbinasopen dan Yesner. Berupa sinar yang muncul dari laut serta mengitari permukaannya selama 10-18 menit. Penduduk setempat menyebutnya sebagai “hantu laut”. Untuk menikmati keindahan di wilayah timur ini, buatlah perencanaan untuk terbang dari Jakarta melalui Sorong atau menikmati Manado lebih dulu baru terbang langsung ke Waisai! 

*****

JADWAL PENERBANGAN (Bisa berubah karena kebijakan maskapai

Raja Ampat 

Wings Air. Melayani penerbangan dari Manado ke Bandar Udara Marinda, Waisai, Raja Ampat. 

Susi Air. Rute yang ditawarkan dari Sorong menuju Waisai. 

Sorong

Garuda Indonesia. Maskapai ini memiliki frekuensi hingga 10 kali untuk penerbangan dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta menuju Bandar Udara Domine Edward Osok di Sorong. Rata-rata dengan satu pemberhentian, yakni di Makassar. Lama penerbangan antara 7-12 jam, tergantung waktu transit. 

F. Rosana

Senja di Banda Neira, Menikmati 6 Pulau indah

Senja di banda Neira, Maluku Tengah, menikmati sejarah Indonesia.

Senja di Banda Neira sungguh sebuah perjalanan wisata yang sangat menyenangkan. Setidaknya buat kami. Pulau-pulau yang indah, hawa laut yang hangat, gunung-gunung yang sejuk, perkebunan pala, juga masyarakatnya yang ramah.

Senja di Banda Neira

Banda Neira di Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Malauku, adalah salah satu tujuan perjalanan yang diangankan banyak orang, terutama mereka yang menikmati perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Selain alamnya yang indah, banyak pemimpin bangsa ini yang pernah dikucilkan di kawasan ini. Termasuk para bapak bangsa Indonesia. Banyak sejarah panjang zaman kolonial dan kemerdekaan Indonesia bermula dari kepulauan ini.

Karena itu, ketika bunyi peluit kapal Express Bahari berbunyi keras menandakan mereka akan sandar di pelabuhan Neira, kami bergegas menuju ke dek kapal. Dan Banda Neira ada di muka kami. Mendadak kelelahan perjalanan laut selama hampir tujuh jam dari Ambon seakan sirna.

Hari hampir menjempur sore, sekitar jam 4, matahari masih bersinar hangat meski sudah conding ke barat. Ada rinai hujan dan gunung api di sisi kanan. Kapal segera bersandar di pelabuhan. Rasanya terbayang saat bapak bangsa seperti M. Hatta dan Sutan Sjahrir dalam pengasingannya di pulau ini.

Kami segera bergegas turun dari kapal menemui seorang kenalan yang akan memandu selama beberapa hari di sini. Malam itu, kami memang merencanakan menginap di Pulau Banda Besar. Di sebuah penginapan kecil, agar bisa bercakap-cakap dengan pemilik penginapan atau masyarakat sekitar. Selain tentu saja lebih hemat.

Malam itu kami hanya duduk mengobrol di penginapan, mengobrol sekaligus melepas penat perjalanan. Keesokan harinya kami baru berencana berkeliling.

Senja di Banda Neira dan menikmati banyak peninggalan masa lalu.
Barang-barang kuno peninggalan masa lalu di Banda Neira. Foto: Dok.shutterstock

Dan betul, pagi harinya setelah mandi dan sarapan, kami ditemani seorang teman, memulai napak tilas sejarah di Pulau Neira. Kami berkunjung ke museum lokal yang disebut Rumah Budaya, rumah ini milik almarhum Des Alwi. Des pada masa mudanya adalah saksi kedatangan para bapak bangsa ketika diasingkan ke pulau ini. Pada Des muda inilah, Hatta atau Sjahrir kadang berbagi informasi tentang Indonesia sebagai sebuah cita-cita kebangsaan.

Lukisan, dokumen, dan beberapa benda kuno yang ada di pulau ini dipamerkan di sana. Penataannya memang tak terlalu indah, juga berdebu dan gelap. Namun cukuplah untuk mendapatkan gambaran awal dalam perjalanan kali ini. Tentang salah satu keping bangunan bernama Indonesia.

Bersebelahan dengan Rumah Budaya, ada rumah pengasingan Sutan Sjahrir. Tidak cukup banyak yang bisa dilihat di rumah ini, hanya ada mesin tik tua dan foto-foto milik Sjahrir. Kami memilih duduk di teras dan menikmati hari di lorong jalan yang padat bangunan tua itu.  

Puas duduk merenung tentang Indonesia masa lalu, kami bergeser lokasi. Sekitar 10 menit berjalan kaki dari tempat tinggal Sjahrir, kami melintasi Benteng Belgica dan tiba di rumah pengasingan Bung Hatta. Rumah ini cukup luas, di sisi belakang terdapat beberapa kelas tempat Bung Hatta mengajar anak-anak setempat.

Jalan kaki memang cara terbaik menikmati pulau Banda Besar ini, karena situs sejarah bertebaran hampir setiap “jengkal” tanah. Termasuk di Pulau Run, pulau hasil tukar guling Belanda-Inggris dengan Manhattan dalam Perjanjian Breda pada 1667. Napak tilas ini menjadi pembuktian dari buku-buku yang pernah diterbitkan tentang gugusan Kepulauan Banda Neira dan sejarahnya.

Sepanjang perjalanan ke Kepulauan Banda Neira itu, kami mengunjungi enam pulau, yaitu Neira, Hatta, Banda Besar, Run, Ayi, dan Gunung Api. Termasuk wisata menikmati kekayaan bawah laut, kecantikan gunung berapi, eksotisme perkebunan pala
dan tentu saja sejarah Banda Neira.

Perjalanan ini rasanya seperti sedang menikmati Indonesia masa lalu. Indonesia yang hangat dan ramah. Keramahan warga lokal terhadap pendatang bukan sekadar basa-basi. Mereka tidak segan mengajak pendatang masuk ke rumah, lalu menghidangkan minuman dan camilan, yang tentu saja gratis.

Ini terjadi kepaa kami saat turun dari Gunung Api. Perjalanan turun dari ketinggian 600 meter yang cukup curam memaksa kami berjalan cepat, bahkan setengah berlari. Ini membuat nafas kami ‘ngos-ngosan’. Tiba di kaki gunung, seorang ibu yang sedang menyapu halaman rumahnya dan melihat kondisi kami, spontan  mengajak kami singgah dan menyuguhkan air minum.

Senja di Banda Neira dan menikmati hawa laut yang hangat dan air laut yang jernih.
Kora-kora, perahu tradisional dari Banda Neira. Foto: Dok. Shutterstock

 Keramahan penduduk setempat juga terasa ketika pada keesokannya kami hndak bersnorkeling di Pulau Hatta tapi lupa membawa peralatan. Dalam 10 menit, kami mendapat pinjaman perlengkapan. Tanpa dipungut bayaran. Bahkan, hari terakhir di Neira, kami mendapat tiga undangan makan bersama. Pemilik penginapan menghidangkan ikan berkuah untuk makan siang. Malam harinya, ibu teman yang memandu selama di Banda Neira mengundang makan di rumahnya dengan menu telur ikan tuna.

Saya akhirnya memberanikan diri bertanya kepada seorang teman, “Kenapa orang Banda itu baik-baik?” Jawabannya, “Alam. Hidup kami memang keras, tapi alam selalu membuat kami bahagia.”

Pilihan hiburan bagi warga terbatas. Untuk memeriahkan hari, mereka membuat hiburan sendiri. Pada senja hari, misalnya, sayup-sayup terdengar suara gitar dan nyanyian para pria yang duduk di dermaga. Kami menikmatinya sambil memandang laut dan matahari yang turun ke peraduan.

agendaIndonesia

****

4 Makanan Kenangan Indah Malang

Ronde Titoni 02

4 makanan kenangan indah Malang. Menu otentik dari kota ini yang bertahan lebih dari setengah abad. 

Malang, Jawa Timur, memang penuh hal-hal yang berbau kenangan, termasuk olahan dapurnya. Ada sejumlah penjaja makanan yang bertahan lebih dari setengah abaddan tetap menyuguhkan rasa otentik sejak hadir puluhan tahun lalu. Dalam penjelajahan satu hari pun, berbagai makanannya yang unik itu menjadi suguhan yang tak terlupakan di kota yang berhawa sejuk ini. 

4 Makanan Kenangan Indah Malang

Bagi yang pernah tinggal di kota Malang, Jawa Timur, mungkin punya beberapa makanan yang menjadi kenangan. Dan terus menjadi klangenan. Berikut 4 menu makanan yang mungkin kenangan tersebut.

Sate Komoh di Warung Lama

Warung Lama Haji Ridwan menjadi persinggahan pertama menjelajahi kuliner Malang. Letaknya di dalam Pasar Besar Malang.Mencarinyapun tidak susah. Bila pertama kali datang, orang-orang di dalam pasar akan membantu Anda menunjukkan arah menuju warung makan yang telah berdiri sejak 1925 ini. Sebelumnya, sang pemilik, Haji Ridwan,telah berjualan makanan menggunakan pikulan sejak 1919. Kini, warung tersebut dikelola generasi ketiga, Pak Yusuf, dibantu tiga karyawan.

Pada daftar menu, ada yang unik, namanya Sate Komoh. Bahan dasar sate ini adalah daging sapi. Bila sate pada umumnya berbentuk pipih dan antara satu daging dandaging lain terpisah, tidak demikian halnya dengan Sate Komoh yang bentuknya terlihat bulat sertadagingnya menyatu. Sate ini berlimpah bumbu rempah sehingga “komoh-komoh” atau dalam bahasa Jawa, komoh berarti basah dan melimpah.Mungkin penamaan sate ini berasal dari arti tersebut. Rasa sate yang dijual per tusuk Rp 5.000 ini pun sungguh lezat. Selain Sate Komoh, warung makan ini menyajikan menu rawon, gule daging sapi, ayam bumbu rujak, dan masih banyak lagi. Harga per porsi antara Rp 15-20 ribu. 

Warung Lama Haji Ridwan

Pasar Besar Malang

Jalan Pasar Besar Nomor 1 A, Sukoharjo, Klojen, Kota Malang

Buka pukul 08.00-16.00.

Orem-orem Gurih

Siang hari, sepiring orem-orem di Rumah Makan Orem-oremArema sudah menunggu untuk disantap. Ini salah satu makanan khas Malang yang terdiri atas irisan ketupat diberi taoge, tempe, dan disiram dengan kuah gurih yang hangat serta diberi taburan bawang goreng. Rasanya sedap jugagurih. Kuahnya sendiri seperti kuah opor,tapi lebih kental. Anda bisa menambahkan telur asin atau ayam sebagai lauk. Harga per porsi antara Rp 7.000 sampai Rp 15 ribu,tergantung tambahan lauk yang Anda pilih.

Orem-orem Arema

Jalan Blitar Nomor14, Sumbersari, Lowokwaru, Kota Malang

Buka pukul 09.00-16.00

Es Krim Kompeni 

Menjelang sore hari, menikmati es krim di Toko Oen rasanya waktu yang tepat. Begitu memasuki tempat ini, Anda akan disambut ucapan selamat datang dalam bahasa Belanda yang tertera pada sebuah spanduk: Welkom in Malang, Toko Oen Die Sinds 1930 Aan De Gasten Gezelligheid Geeft , yang kira-kiraberarti Selamat Datang di Malang, Toko Oen Berdiri Sejak 1930-an. 

Toko Oen merupakansalah satu bangunan peninggalan kompeni Belanda yang masih berdiri kokoh sampai saat ini. Dulu merupakan tempat kumpul favorit noni-noniBelanda. Tidak mengherankan bila pengelolanya mencoba menghadirkan kembali nuansa Belanda kala itu. Dari aksen berupa mejadan kursi yang konon masih asli dari zaman Belanda, seragam pegawainya yang putih-putih, sampai menunya. Sebut saja,belegde broodjesatau sandwichhuzarensaladeatau beef salad, dan sebagainya.Menu lain yang tidak boleh dilewatkan, apalagi kalau bukan es krimnya. Anda bisa memesan es krim Oen’s Spesial, misalnya, atau banana split. Keduanya memiliki rasa yang legit di lidah. Harga per mangkuk es krim tersebut Rp 55 ribu. 

Toko Oen

Jalan Jenderal Basuki Rahmat Nomor 5, Kauman, Klojen, Kota Malang 

Buka pukul 08.00-21.00

Kehangatan Titoni 

Pada malam hari, saatnya beranjak ke Ronde Titoni untuk menikmati wedang ronde dan angsle yang hangat. Ada tiga jenis ronde yang disajikan di warung yang telah berdiri sejak 1948 ini, yaitu ronde basah, ronde kering, juga ronde campur. Ronde basah adalah ronde yang berisi bola-bola tepung ketan diisi kacang tanah yang disiram dengan kuah jahe hangat. Sedangkan ronde kering, kuah diganti dengan bubuk kacang itu sendiri. Danronde campur adalah ronde kering yang kemudian disajikan dengan kuah jahe. 

Adapun angsle terdiri atas putu mayang, mutiara, potongan roti, sertakacang ijo yang diguyur kuah santan. Harga ronde dan angsle,yaitu Rp 7.000, sedangkan ronde kering Rp 8.000. Melengkapi dua menu tersebut, ada roti goreng dan cakwe dengan harga masing-masing Rp 3.000. 

Ronde Titoni

Jalan Zainul Arifin Nomor 17, Sukoharjo, Klojen, Kota Malang

Buka pukul 18.00-00.00

ARIS DARMAWAN 

Keindahan 3 Danau di Luwu Timur

Keindahan 3 danau di Luwu Timur, salah satunya danau Matano.

Keindahan 3 danau di Luwu Timur, Sulawesi Selatan, rasanya masih banyak yang belum mengetahuinya. Apalagi menyambangi tempat ini. Luwu Timur memang cukup jauh untuk ditempuh dari Makassar. Sekitar 13 jam, namun rasanya perjalanan panjang itu terbayarkan dengan keindahan 3 danau yang alami.

Keindahan 3 Danau

Salah satu yang sering dituju pengunjung di Luwu Timur tentu saja adalah Danau Matano. Danau ini terletak di Kecamatan Nuha. Desa Soroako, yang terletak di sisi barat danau. Kecamatan itu sendiri telah berkembang menjadi kota yang rapi. Pendorong utamanya karena sebagian besar daerah ini dikelola PT Vale Indonesia (dulu PT Inco), perusahaan tambang nikel yang beroperasi sejak 1968.

Keindahan 3 danau di Luwu Timur masih jarang dikunjungi wisatawan
Sungai yang menghubungkan tiga danau. Foto: DOk. TL

Danaunya memang tak sebesar Toba di Sumatera Utara, namun kecantikannya, sebagai bagian dari keindahan 3 danau, tidaklah kalah. Yang pasti, ini adalah danau terdalam di Indonesia. Begitupun di sini anak-anak remaja tak sungkan bermain air.

Biasanya, dari dermaga kayu kecil yang menjorok sekitar 20 meter ke tengah danau anak-anak muda terjun menukik. Mereka melesat ke dalam air yang jernih dan tenang. Dari pingiran terlihat pula serombongan opudi, ikan kecil endemis di danau ini, berenang lamat-lamat di sela tiang penyangga kade. Sementara di kejauhan terlihat jajaran bukit Torukuno Lela.

Keindahan 3 danau di sini bisa dinikmati sejak fajar. Matahari perlahan muncul dari celah-celah bukit tersebut. Danau Matano, pada fajar itu, sungguh pemandangan yang layak diperjuangkan.

Air danaunya sungguh dingin. Dasar danau dipenuhi tumbuhan air berwarna cokelat. Juga ikan-ikan yang berkeliaran. Penduduk Soroako, ibukota Luwu Timur, menyebut kawasan ini Pantai Ide, meski tak ada laut di sini. Satu kilometer ke arah barat laut, ada Pantai Salonsa, tanpa dermaga dengan tepian dangkal yang lebih luas. Kedua kawasan wisata ini terawat baik dan terbilang bersih.

Dengan kedalaman sekitar 590 meter, Matano menjadi danau terdalam di Asia Tenggara, juga terdalam kedelapan di dunia. Danau ini tersambung oleh sungai dengan Danau Mahalona dan Danau Towuti di bagian selatan. Sungguh keindahan 3 danau.

DanauTowuti, yang luasnya 561 kilometer persegi, merupakan danau terluas kedua di Indonesia. Ketiga danau ini, menurut riwayatnya, terbentuk akibat kegiatan tektonik jutaan tahun silam.

Soroako dapat ditempuh dengan angkutan udara dan darat dari Makassar. Ada penerbangan khusus dari ibukota Sulawesi Selatan it uke bandara Soroako.

Tak ada angkutan umum di desa ini. Ojeklah yang bisa membawa wisatawan ke hotel yang menghadap ke Danau Matano. Jika tiba lepas tengah hari, habiskan sisa hari untuk menikmati Pantai Ide dan Pantai Salonsa. Pantai tanpa dermaga dengan air tak dalam.

Tujuan utama menikmati Matano adalah mengunjungi dua desa di seberang danau. Melaluinya dari Dermaga Soroako, yang merupakan gerbang utama menuju dua desa di seberang danau: Desa Matano dan Desa Nuha, Kecamatan Nuha. Wisatawan bisa menyewa ketinting, sejenis perahu bermotor, yang disewa untuk menyusuri danau.

 Biasanya perahu bercadik itu bergerak tak jauh dari tepi danau, sehingga pengunjung bisa menikmati Pantai Ide dan Salonsa serta perumahan milik Vale, yang semuanya dari kayu dan tanpa pagar.

Tak jauhh dari dermaga, sekitar seperempat jam, perahu merapat ke tebing karang. Persis di bawah tebing itu, tampak sebuah lubang yang sebagian tenggelam dalam air. “Ini gua bawah air. Anda bisa menyelam dan muncul di dalam gua sana atau melompat dari lubang di atas,” cerita pemilik perahu.

Dari daratan, pemandangan ke bawah lubang tampak air yang tenang dan hijau berkilauan. Tinggi lubang ini 10-15 meter. Gua di bawah air luasnya kira-kira separuh lapangan badminton. Airnya jernih. Kolam itu hijau ditimpa cahaya matahari dari lubang tadi dan lubang kecil yang menghadap ke danau. Betul-betul gua rahasia. Kecantikannya hanya bisa dinikmati dengan memasukinya.

Banyak gua di sepanjang tepian danau. Hanya beberapa menit dari gua bawah air, pengunjung bisa tiba di gua lain. Gua umumnya, kering dan berbatu. Tak seberapa luas, tapi ada tulang berserakan. Penduduk menyebutnya Gua Tengkorak. Tulang-belulang manusia konon sudah ada di sini sejak masa pra-Islam.

Selain itu, ada obyek wisata menarik lain, seperti Pulau Kucing, gugusan karang kecil dengan dua pohon mangga besar, dan Kali Dingin, yang airnya tetap dingin hingga bertemu dengan air danau yang hangat.

Air Danau Matano mengalir ke Danau Mahalona melalui Sungai Petea hingga Danau Towuti. Towuti merupakan danau terluas kedua di Indonesia. Danau ini dipenuhi rumah penduduk dan hutan.

Sementara untuk menuju Danau Mahalona bisa dicapai dengan menuju Towuti terlebih dulu, sekitar satu jam dari Soroako. Dari sana pengunjung bisa berkendara ke Desa Timampu. Jalanannya menanjak dengan hutan di kiri-kanan. Selama satu jam kendaraan pengunjung menyusuri jalan itu. Hingga akhirnya bertemu dengan jembatan beton dan desa di seberangnya.

Keindahan 3 danau di Sulawesi Selatan.
Keindahan 3 danau di Sulawesi Selatan. Foto: Dok. shuterstock

Desa Tolu menjadi desa pertama dari deretan lima desa, sementara Desa Mahalona sebagai desa induk di paling ujung. Penduduknya kebanyakan berkebun merica.

Dari sana kita bisa menggunakan perahu menyusuri Sungai Tominanga menuju Danau Mahalona. Danau terkecil dari tiga danau di Luwu Timur ini. Perahu berlabuh di daratan yang agak luas dengan lantai dari batu yang nyaris rata.

Air danau itu jernih dan biru. Tepiannya banyak ditumbuhi semak dan bakau. Permukaan airnya tenang. Warga desa sering piknik ke sana bila air sedang surut. Ketiga danau di Luwu Timur ini memang sulit dicapai. Namun keindahan 3 danau tersembunyi itu tentu menggoda untuk dikunjungi.

agendaIndonesia/TL

*****