Tes GeNose di bandara mulai diberlakukan mulai 1 april

Menteri Wishnutama Kusubandio mengatakan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyiapkan sejumlah program pemulihan pariwisara Indonesia pasca pandemi Covid-10. Yang terbaru adalah program Book Now Travel Later.

Menteri Wishnutama

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama menerangkan bahwa penyiapan program bertajuk Book Now Travel Later itu sebagai upaya mendorong pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia. “Program Book Now Travel Later sebagai recovery plan bagi pelaku usaha pariwisata di Indonesia,” kata Wishnutama dalam keterangan persnya di Jakarta, Senin 21 Desember 2020.

Menteri Wishnu menambahkan bahwa melalui program ini diharapkan pelaku industri pariwisata bisa mendapatkan bantuan pembiayaan yang akan membantu cashflow mereka di berbagai usaha pariwisata. Untuk mendukung program tersebut, Wishnu mengajak masyarakat untuk mulai merencanakan liburan dan wisatanya pada masa datang dengan tetap berpedoman dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Wishnutama secara khusus menyadari bahwa pergerakan masyarakat diyakini akan meningkat signifikan selama libur Natal 2020 dan tahun Baru 2021. Baik untuk liburan ataupun arus mudik dan juga arus balik.

Oleh karena itu, diperlukan kedisiplinan tinggi seluruh pihak dalam menjalankan protokol kesehatan dengan ketat agar masyarakat dapat beraktivitas namun tetap aman dari COVID-19.

Ia mengakui bahwa pemberlakukan protokol kesehatan secara ketat memiliki dampak, pertama kepada pariwisata lalu menimbulkan multiplier effect ke industri pendukung. Begitupun, Menteri Wishnu mengingatkan masyarakat dan pelaku usaha wisata harus betul-betul disiplin menerapkan protokol kesehatan. “Ini wujud rasa kepedulian dan tanggung jawab yang tinggi,” katanya.

Wishnutama berharap wisatawan menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19. Begitu juga dengan pelaku parekraf untuk menjalankan protokol Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment (Ramah lingkungan) atau CHSE dengan sungguh-sungguh.

“Untuk para pelaku usaha pariwisata, jalankan protokol kesehatan CHSE dengan sungguh-sungguh, demi mencegah risiko penyebaran COVID-19. Untuk yang akan berlibur lakukanlah perjalanan yang bertanggung jawab. Tes mandiri terlebih dahulu, baik melalui rapid antigen ataupun PCR SWAB, demi melindungi diri kita, dan juga orang lain,” imbau Wishnutama.

Sebelumnya, Gugus Tugas COVID-19 dalam surat edarannya meminta masyarakat untuk patuh dan disiplin menjalankan protokol kesehatan selama libur natal dan tahun baru. Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, mengatakan, ketentuan itu berdasar Surat Edaran (SE) Nomor 3 Tahun 2020 yang berlaku sejak 19 Desember hingga 8 Januari 2021.

Menteri Wishnutama mengumumkan rencana pemerintah membuat program book now travel later untuk membantu pelaku indstri pariwisata.
Suasana di kolam renang di sebuah hotel di Bali. Foto: Ilustrasi-unsplash

Dalam SE tersebut terdapat beberapa poin utama yang wajib dilakukan oleh wisatawan yang hendak bepergian selama Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 yakni sebagai berikut:

Pertama, Setiap individu wajib menerapkan dan mematuhi aturan memakai masker, menjaga jarak dan hindari kerumunan, serta mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer.

Ke dua, Pengetatan protokol kesehatan sepanjang perjalanan yang perlu dilakukan adalah penggunaan masker yang benar yakni menutupi hidung dan mulut. Jika tidak menggunakan masker medis, masker kain dapat digunakan sebanyak tiga lapis

Ke tiga, Tidak diperkenankan untuk makan dan minum sepanjang penerbangan bagi yang perjalanannya kurang dari dua jam, kecuali bagi individu yang wajib mengonsumsi obat untuk keselamatan dan kesehatannya

Dan, ke empat, Pelaku perjalanan dalam negeri harus mengikuti sejumlah ketentuan. Misalnya di Bali, wisatawan dengan pesawat wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR paling lama 7×24 jam sebelum keberangkatan, serta mengisi e-HAC Indonesia

Atas dasar itu, Wishnutama meminta, wisatawan untuk menerapkan protokol kesehatan Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability (CHSE) secara ketat. Bahkan, jika harus melakukan liburan, wisatawan diminta melakukan tes mandiri COVID-19.

Ia mendapat laporan animo masyarakat untuk libur akhir tahun cukup tinggi. Ia juga mendapat laporan, tingkat pemesanan pesawat dan hotel di beberapa daerah wisata mulai meningkat. “Tentu hal ini seharusnya menggembirakan, namun saya berharap kita semua bisa menjaga protokol kesehatan, jangan sampai lengah,” katanya.

Menurut Wishnutama, untuk pelaku wisata, diharapkan dapat menerapkan protokol kesehatan, jalankan CHSE dengan sungguh-sungguh untuk mencegah penyebaran COVID-19. Sedangkan untuk yang akan berlibur, lakukan perjalanan yang bertanggung jawab, tes mandiri terlebih dahulu, baik melalui rapid antigen atau PCR test, demi melindungi diri dan juga orang lain.

“Penting sekali untuk memastikan diri kita sehat dan tidak membawa COVID-19 bagi yang lain, selalu gunakan masker di manapun, jaga jarak, jauhi kerumunan, dan cuci tangan dengan sabun sesering mungkin,” kata Wishnutama.

agendaIndonesia

*****

Yuk bagikan...

Rekomendasi