Nepal van Java di Dusun Butuh, Kaliangkrik Magelang menjadi salah satu pilihan wisata. Foto: shutterstock

Nepal van Java setahun belakangan ini sedang ramai dibicarakan di ranah industri pariwisata Indonesia. Ini karena keindahannya yang identik dengan pedesaan di Nepal, sehingga Dusun Butuh yang terletak di lereng Gunung Sumbing, Kabupaten Magelang, menjadi omongan wisatawan domestik dan mancanegara.

Nepal Van Java

Dsun Butuh di Kaliangrik ini dikembangkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menjadi desa wisata. Pertimbangannya ada ribuan desa yang tersebar di seluruh Indonesia, sebagian besar memiliki potensi wisata dan ekonomi kreatif yang dapat dikembangkan.

Nepal van Java berlokasi di Dusun Butuh, Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Dusun Butuh merupakan dusun tertinggi di Kabupaten Magelang, yaitu dengan ketinggian 1.600 meter di atas permukaan laut (mdpl). Oleh karena itu, saat wisatawa berkunjung akan merasakan udara yang bersih, asri, dan sejuk.

Pertanyaannya kemudian, mengapa dikenal dengan sebutan Nepal van Java? Julukan tersebut diberikan karena letak desa wisata ini yang berada di lereng Gunung Sumbing, dan rumah-rumah penduduknya terlihat bertumpuk khas perumahan di Nepal. Bahkan, saat cuaca sedang cerah kita bisa melihat langsung keindahan Gunung Sumbing yang menjadi latar belakang Dusun Butuh. Karena itu ia disebut Nepal van Java.

Nepal van Java disebut demikian karena suasananya layaknya pedesaan di Nepal.
DUsun Butuh di Kaliangkrik, Magelang, mendapat julukan Nepal van Java. Foto: shutterstock

Ada yang berpendapat, Dusun Butuh mengandalkan pemandangan yang instagramable saja. Betulkah demikian? Tunggu dulu, banyak hal bisa dilakukan saat berkunjung ke Dusun Butuh, atau ke Kaliangkrik dan sekitarnya.

Yang paling utama adalah jelajah kampung. Kita dapat berkeliling desa dan merasakan suasana Dusun Butuh yang asri dan ramah. Tak ada salahnya pula mengikuti aktivitas sehari-hari warga Dusun Butuh, yaitu bertani. Bercocok tanam atau memetik sayur sendiri di Dusun Butuh.

Nepal van Java juga memang dilengkapi berbagai spot yang Instagramable yang dapat kita gunakan untuk berfoto dan membagikannya di media sosial. Beberapa tempat tersebut ada di Gapura Dusun, Teras Nepal, Taman Depok, Teras Masjid, hingga Gapura Pendakian.

Setelah lelah melakukan jelajah kampung, tersedia pula kedai-kedai kopi menawarkan pemandangan indah 360 derajat. Termasuk jika mau menikmati sun rise yang indah, desa wisata Dusun Butuh terdapat beberapa homestay yang nyaman untuk jadi tempat beristirahat, sambil menunggu waktu matahari mulai menyingsing.

Beberapa homestay di antaranya adalah Bintang Homestay, ada pula Wanto Murah, Omah Biru, Shakyla, dan Amanah Homestay. Tarifnya aman di kantong, mulai dari Rp 130 ribu per malam. DI sekitarnya juga banyak tempat makan dan warung kopi.

Nepal Vam Java di Kaki Gunung Sumbing shutterstock
Suasana Dusun Butuh di Kaliangkrik. Foto: shutterstock

Untuk menuju ke Nepal van Java terdapat dua rute yang bisa kita pilih, yaitu melalui Yogyakarta dan Semarang. Bedanya, jika dari Yogyakarta kita membutuhkan waktu tempuh sekitar dua jam. Sedangkan jika dari Semarang dan menggunakan jalan tol, kita memerlukan waktu sekitar 2,5 jam perjalanan.

Apabila sudah mulai memasuki Kota Magelang, ikuti jalur menuju Pasar Kaliangkrik, yang jaraknya sekitar 12 kilometer. Dari pasar tersebut wisatawan bisa mengikuti jalan hingga tiba di Sekolah Dasar Negeri Desa Temanggung.

Kemudian ambil kanan, dan naik sekitar 6 kilometer ke arah basecamp Sumbing melalui Dusun Butuh, Kaliangkrik. Nantinya kita bisa menemukan lokasi Nepal van Java, sekitar 400-500 meter sebelum basecamp Gunung Sumbing via Butuh Kaliangkrik.

Selain atraksi tersebut, wisatawan juga mengunjungi sejumlah tempat yang masih berada di Kecamatan Kaliangkrik. Misalnya saja main ke Silancur Highland.


Silancur Highland berlokasi di Desa Mangli, Kecamatan Kaliangkrik. Tepatnya di tenggara kaki Gunung Sumbing dan berada di ketinggian sekitar 1.300 meter di atas permukaan laut (mdpl). Melalui tempat wisata tersebut, wisatawan bisa melihat deretan pegunungan indah yang membentang di sisi timur saat cuaca sedang cerah, mulai dari Gunung Merapi hingga Ungaran.

Mangli Sky View Di Sekiar Kaliangrik Pemda Kabupaten Magelang
Mangli Sky View di kawasan Kaliangkrik. Foto: DOk. Kabupaten Magelang


Di sisi barat, pengunjung akan disuguhi pemandangan Gunung Sumbing yang berdiri dengan megah di ketinggian 3.371 mdpl. Pemandangan matahari terbit saat pagi atau gemerlapnya lampu Kota Magelang ketika senja menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan Silancur Highland.

Wisatawan bisa pula berkemah di kawasan ini jika ingin menikmati pemandangan tersebut. Ada juga taman yang dipenuhi oleh bunga warna-warni yang bisa dijadikan sebagai spot yang Instagramable berlatar belakang pegunungan.


Masih di Desa Mangli, pengungnjung juga bisa berwisata menembus awan dengan berkunjung ke Mangli Sky View. Tempat ini berada di ketinggian 1.570 mdpl di sebelah timur Gunung Sumbing.

Hamparan awan di langit cerah merupakan panorama yang disajikan Mangli Sky View. Selama berada di sana, wisatawan bisa berkemah sambil menikmati pemandangan gunung Merapi, Merbabu, Andong, Telomoyo, Tidar, Giyanti, Ungaran, dan Sumbing.


Spot lain yang bisa dikunjungi saat di seputaran Kaliangkrik adalah Curug Silawe di Dusun Kopeng, Desa Sutopati. Letaknya yang berada di kaki Gunung Sumbing tidak hanya membuat air curugnya dingin, udara di sekitarnya juga sangat sejuk. Air terjun ini memiliki ketinggian hingga 60 meter. Pepohonan yang mengelilinginya membuat suasan menjadi lebih asri dan tenang.

Sudah pernah main ke Nepal van Java? Jika belum ayo agendakan liburanmu ke tempat ini.

agendaIndonesia

*****


Yuk bagikan...

Rekomendasi