wisata virtual menjadi alternatif jalan-jalan melihat keindahan spot wisata tanpa khawatir kemungkinan tertular Covid-19

Wisata virtual setengah tahun terakhir banyak dibicarakan di media massa selama pandemi Covid-19 ini. Memang berbeda jika wisatawan berkunjung langsung ke spot wisata yang dikehendakinya, namun di tengah kondisi yang tidak terlalu kondusif seperti saat ini, wisata virtual bisa menjadi alternatif.

Wisata Virtual

Ketika menghadapi pembatasan bepergian akibat wabah virus corona, orang-orang memutar otak untuk bisa bepergian tanpa menjejakkan kaki ke luar rumah, menghindari risiko tertular Covid-19. Untunglah kita saat ini hidup dalam zaman kemajuan teknologi.

Tur atau wisata virtual menjadi alternatif jalan-jalan yang aman, melepas rindu melancong yang belum sepenuhnya tuntas. Inovasi ini diadaptasi oleh tempat-tempat wisata, museum, juga pemandu wisata yang sepi tawaran kerja karena tidak ada turis yang datang ke tempat mereka.

Selama pandemi, banyak terselenggara wisata virtual, baik gratis maupun berbayar, untuk orang-orang yang sudah tak sabar ingin jalan-jalan. Berbeda dengan mencari-cari informasi atau video secara mandiri, ada pemandu yang bisa menjelaskan informasi menarik seputar tempat yang dikunjungi.

Tur virtual memang tak bisa menggantikan sensasi jalan-jalan langsung, tapi setidaknya bisa jadi icip-icip sambil menunggu situasi kembali aman untuk bepergian. Ini juga mempersiapkan wisatawan membuat rencana perjalanan kelak. Lalu apa saja yang bisa dikunjungi dengan wisata virtual ini?

Candi Borobudur

Ribuan turis Jepang “mampir” ke Candi Borobudur lewat tur virtual yang digelar PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (Persero), Balai Konservasi Borobudur bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia Tokyo.

Para wisatawan menyaksikan keindahan candi yang megah melalui akun media sosial Instagram KBRI Tokyo. Meski tak datang langsung, wisatawan bisa menuntaskan rasa penasaran berkat informasi yang disediakan oleh pemandu wisata yang interaktif.

Pulau Bali

Pulau Dewata yang masyhur juga memberikan tur wisata virtual untuk turis asal Negeri Sakura selama pandemi. Desa Pejeng Kangin, Tampaksiring, Kabupaten Gianyar memperlihatkan aktivitas warga di pedesaan untuk wisatawan Jepang.

Bersama pemandu wisata berbahasa Jepang, turis diajak jalan-jalan dari rumah warga, melintasi hamparan sawah, lalu melihat aktivitas para penenun kain tradisional.

wisata virtual dapat menjadi alternatif jalan-jalan ke sebuah spot wisata tanpa khawatir ketularan penyakit.
Candi Prambanan bisa dinikmati secara virtual dari rumah. Foto:ilustrasi-unsplash

Yogyakarta

Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta membuat virtual tour 360 yang bisa diakses melalui kanal Youtube Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta. Wisatawan bisa mengetahui gambaran terkini kondisi Yogyakarta khususnya fasilitas pendukung pariwisata seperti bandara, stasiun kereta api, akomodasi hotel, dan homestay.

Selain itu juga disajikan video yang menampilkan sejumlah destinasi wisata dan kuliner khas Yogyakarta, termasuk penerapan protokol kesehatan yang wajib diikuti wisatawan saat berkunjung.

Museum-museum

Museum di dalam negeri maupun mancanegara tidak berdiam diri ketika harus menutup akses pengunjung dalam rangka mengurangi risiko penyebaran virus corona. Di Indonesia, beberapa museum menyediakan layanan jalan-jalan virtual. Pusat Penguatan Karakter Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sempat mengajak warganet mempelajari sejarah lewat tur virtual ke beberapa museum, seperti Museum Kebangkitan Bangsa, Museum Sumpah Pemuda, dan Museum Perumusan Naskah Proklamasi.

Luar Angkasa

Tak puas hanya ke pelosok Nusantara atau luar negeri, Wisata Kreatif Jakarta membuat jalan-jalan virtual ke antariksa. para pelancong bersiap ke luar angkasa dan “berkumpul” lewat aplikasi Zoom, mendengarkan penjelasan pemandu mengenai serba-serbi perjalanan luar angkasa.

Mereka diajak ke tempat peluncuran roket Badan Antariksa Amerika Serikat sampai isi pesawat yang dipakai para turis ke antariksa hingga mengenal astronaut perempuan Indonesia Pratiwi Sudarmono yang nyaris berangkat bila pesawat ulang-alik Challenger tidak mengalami kecelakaan.

Selain beberapa di atas, berikut sejumlah tempat yang bisa diakses untuk menikmati wisata virtual. Tempat-tempat seperti museum, konser musik klasik, hingga aktivitas satwa secara langsung bisa disaksikan dari rumah.

Indonesia Monumen Nasional (Monas)

https://artsandculture.google.com/entity/national-monument/m03q7hs

Museum Kepresidenan Balai Kirti

Museum Nasional Indonesia

https://artsandculture.google.com/partner/museum-nasional-indonesia

Museum Sumpah Pemuda

https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/msp/

Museum Kebangkitan Nasional

http://muskitnas.net/

Museum Perumusan Naskah Proklamasi

https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/mpnp/

Museum Basuki Abdullah

http://museumbasoekiabdullah.or.id/

Museum Benteng Vredeburg

http://vredeburg.id/

Galeri Nasional

http://galeri-nasional.or.id/

Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran

https://artsandculture.google.com/partner/sangiran-early-man-museum?hl=id

Balai Konservasi Borobudur

https://artsandculture.google.com/entity/borobudur-temple-compounds/m0805zhg

http://borobudurvirtual.id/

Galeri Batik YBI

https://artsandculture.google.com/partner/galeri-batik-ybi

Yayasan Biennale Yogyakarta

https://artsandculture.google.com/partner/yayasan-biennale-yogyakarta

Agung Rai Museum of Art

https://artsandculture.google.com/partner/arma-museum

Museum Tekstil

https://artsandculture.google.com/streetview/museum-tekstil/fQHU6rG60eHGGw

Jogja Istimewa Unduh aplikasi “Jogja Istimewa” di Play Store atau App Store

Yuk bagikan...

Rekomendasi