Air Terjun Anenderat yang Memukau

9. Bukit Teletubies d

Air terjun Anendarat yang memukau mungkin belum banyak diketahui publik. Berada di Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat, wilayah ini memiliki banyak potensi pariwisata.

Kabupaten Tambrauw, Papua Barat, memiliki potensi alam yang belum terkespose. Padahal, tak kalah dengan Raja Ampat, wilayah yang 80 persennya merupakan daerah konservasi ini mempunyai bentang lanskap yang tak nanggung-nanggung. Salah satunya air terjun tujuh tingkat.

Air terjun tujuh tingkat itu adalah Air Terjun Anenderat.  Lokasinya di Distrik Miyah. Distrik ini berada di bagian perut Kabupaten Tambrauw, 3 jam ditempuh dari Fef, ibu kota kabupaten.

Lantaran belum tereksepose, perjalanan mencari air terjun harus melalui medan menantang, yakni berkelok-kelok, berlumpur, berlubang, dan kudu membelah hutan. Air terjun ini tersembunyi di balik perkampungan di Distrik Miyah. Tak ada petunjuk arah. Hanya ada penanda plang semi-permanen yang dibuat warga. Plang itu bertuliskan “Selamat Datang di Air Terjun Anenderat”.

Selamat Datang Air Terjun

Pintu masuk air terjun tepat berada di samping kantor Distrik, Jalan Weku Nomor 1 Kampung Siakwa. Wisatawan bisa memarkirkan kendaraannya di sana, lantas melanjutkan perjalalanan dengan hikkingmelintasi rumah-rumah penduduk lebih-kurang 300 meter.

Di punggung kampung membentang sungai selebar kira-kira 50 meter, yakni Sungai Kamundan. Untuk menuju air terjun, wisatawan harus melewati sungai. Lantaran belum tersedia jembatan peghubung, cara satu-satunya menuju ke sana adalah dengan menyebrangi sungai.

Tinggi rata-rata air Sungai Kamundan pada kondisi normal ialah sebetis orang dewasa. Sedangkan saat hujan turun, debit air naik dan sungai akan meluap. Pengunjung harus menunggu surut untuk menyeberang lantaran arus cukup deras.

Selepas menyebrang, hiking diteruskan dengan memasuki kawasan hutan dengan jalur yang cukup terjal dan licin. Banyak akar pepohonan melintang. Namun, dari situ, suara gerojogan limpahan air terjun sudah jelas terdengar. Suaranya tegas memantik semangat. Semu-semu, limpahan air terjun pun mulai keihatan.

Makin masuk hutan, makin jelas penampakan air terjun tujuh tingkat itu. Tinggi luncuran airnya kira-kira mencapai 200 meter. masing-masing tingkat itu dipisahkan oleh kolam. Kepala Distrik Miyah Sofi, mengatakan di kolam ini penduduk lokal biasa memancing.

“Ada ikan gabus di sana,” ujarnya. Masyarakat sekitar akan memancing dengan cara tradisional menggunakan akar melinjo yang dipilin menjadi benang. Benang inilah yang digunakan untuk memantik sasaran. Fungsinya sama seperti umpan.

 

Air Terjun Miyah
Air Terjun Anenderat di Distrik Miyah. (Rosana)

Air terjun ini oleh masyarakat sekitar dipercaya sebagai sumber kehidupan warisan leluhur yang harus dijaga. Maka itu, masyakarat sangat menjaganya. Tak heran, air terjun dan aliran sungainya bersih dari sampah.

Waktu terbaik mengunjungi Air Terjun Anenderat adalah saat musim kemarau. Pada waktu curah hujan rendah, air sangat jernih. Tidak ada lumpur yang terbawa arus sehingga membuat air keruh seperti saat musim hujan.

Untuk menuju Air Terjun Anenderat, pelancong harus menuju Distrik Miyah. Miyah bisa ditempuh melalui dua pintu masuk, yakni dari Manokwari dan Sorong. Dari Sorong, waktu tempuh ke Miyah berkisar lebih-kurang 10 jam dengan rincian. Sorong – Sausapor (Ibu Kota Sementara Tambrauw) 3-4 jam, Sausapor – Fef (Ibu Kota Tambrauw) 3 jam, dan Fef – Miyah 3 jam.

Sedangkan dari Manokwari, Miyah bisa ditempuh dalam waktu lebih-kurang 5 jam. Adapun ritenya adalah Manokwari – Kebar 3-4 jam dan Kebar – Miyah 1 jam.

 

 

 

Rosana

*****

 

Bakpia Kukus Tugu Jogja, 1 Oleh-oleh Unik

bakpia yogya di antaranya bakpia kukus tugu jogja

Bakpia Kukus Tugu Jogja adalah toko oleh-oleh dari Yogyakarta yang menjajakan bakpia dengan gaya yang baru dan berbeda. Kalau biasanya bakpia pada umumnya dibuat dengan cara dipanggang atau dioven.

Bakpia Kukus Tugu Jogja

Bakpia Kukus Tugu Jogja adalah toko oleh-oleh dari Yogyakarta yang menjajakan bakpia dengan gaya yang baru dan berbeda. Kalau biasanya bakpia pada umumnya dibuat dengan cara dipanggang atau dioven, toko ini menjual bakpia yang dibuat dengan cara dikukus dan menggunakan isian berbahan pasta lembut. Alhasil bakpia ini memiliki cita rasa yang unik, dengan tekstur yang lebih lembut dan halus, sesuatu yang belum pernah ada dan berbeda dari bakpia umumnya.

Bakpia kukus sendiri memiliki beberapa varian. Untuk jenis kulit atau bagian luar dari bakpia tersedia varian original dan coklat, sedangkan untuk pilihan rasanya tersedia varian rasa keju, coklat, kacang hijau dan kacang merah. Semuanya dikemas dalam 1 kotak yang masing-masing berisi 10 buah bakpia, dengan banderol harga Rp. 33.000,00.

Bakpia Kukus Tugu Jogja awalnya membuka tokonya di kawasan jalan Kaliurang, namun perlahan kemudian membuka cabang-cabang lainnya seperti di kawasan Lempuyangan, Tugu, jalan Solo serta sebuah gerai di area Malioboro Mall. Tokonya sendiri berusaha menampilkan suasana dan tema tradisional ala Yogyakarta, lengkap dengan pernak pernik seperti angkringan, sepeda onthel, becak serta miniatur Tugu Jogja.

Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi call center di 1500625 dan via WhatsApp di nomor 08111500625, serta bisa mengunjungi website resmi di http://bakpiakukustugu.co.id.

Cabang-cabang Toko:

– Jl. Kaliurang Km. 5,5 no. 10A

– Jl. Solo Km. 9 no. 3

– Malioboro Mall, Jl. Malioboro no. 52-58

– Stasiun Lempuyangan

– Stasiun Tugu

Pindang Ala Palembang, 4 Pilihan Sedap

Pindang ala Palembang, kulinari yang mampu membangkitkan selera makan

Pindang ala Palembang, ibu kota Provinsi Sumatera Selatan ini, menyodorkan sejumlah sajian yang menggugah selera. Tidak hanya pempek dan sejenisnya. Ada pula hidangan menyegarkan yang pas dipadu dengan nasi, yakni aneka pindang.

Pindang Ala Palembang

Bahan bakunya bermacam-macam ikan. Namun bumbunya sama: bawang merah, bawang putih, lengkuas, salam, serai, jahe, tomat, cabai, kunyit, dan asam. Tidak mengherankan jika kemudian namanya berbeda-beda. Umumnya, menggunakan ikan patin, gabus, dan baung, yang biasa ditemukan di Sungai Musi. Namun ada pula yang berbahan tulang iga.

Selain itu, hidangan ini diberi nama sesuai dengan daerah asalnya. Namun semuanya bisa ditemukan di Palembang. Nama-nama menu yang cukup dikenal adalah Pindang Musi Rawas, Pindang Kuyung (khas Sekayu, Muba), Pindang Meranjat (khas Ogan Ilir), dan Pindang Sophia (spesial pindang udang satang). Tambahannya bisa berupa nanas, terasi, kemangi, dan irisan cabai.

Pindang Patin dan Ayam

Dari namanya, sudah jelas memang rumah makan ini menyediakan sajian istimewa serba pindang. RM Makan Pindang Tirta Anugerah terletak di Jalan Soekarno-Hatta, Talang Kelapa. Sebelum masuk ke menu pindang, ada menu pembuka berupa ikan seluang. Merupakan ikan air tawar yang banyak terdapat di Sungai Musi. Bentuknya kecil-kecil. Di Jawa, biasa disebut ikan wader. Ikan ini disajikan dengan cara digoreng kering dan ditemani sambal petai, sambal buah bacang, juga sambal tempoyak.

Sambal buah bacang tak lain sambal mentah dengan irisan bacang (sejenis mangga), yang baunya harum. Sensasi rasa pedas dan asam bertemu dengan aroma bacang yang kuat. Sedangkan sambal tempoyak berbahan dasar durian matang yang telah difermentasi dengan campuran garam. Mula-mula bahan itu diaduk dan disimpan di wadah tertutup rapat. Biasanya, dalam stoples kaca. Setelah sekitar sepekan, tutup wadah dibuka, adonan diaduk kembali agar rata, lalu siap disantap. Biasanya, disajikan terpisah dengan

sambal cabai mentah. Namun bisa disesuaikan pula dengan selera kon- sumen. Sebab, biasanya ada pula yang meminta disajikan dengan dicampur sambal mentah.

Pindang disajikan sebagai menu utama dengan harga rata-rata per porsi Rp 40 ribuan. Sebenarnya, menu pindang satu sama lain memiliki kuah yang mirip, hanya berbeda bahan ikannya. Kuah pindang berwarna merah segar. Benar-benar menggoda selera! Pindang patin tentu berbahan dasar ikan patin, yang berdaging lembut. Rasanya segar

pedas. Apalagi dibumbui semerbak daun kemangi dan buah nanas di atasnya. Benar-benar membuat keringat saya bercucuran di tengah cuaca Palembang yang panas akhir Oktober lalu. Di Palembang, ada beberap tempat lain untuk mencicipi pindang ikan patin, yakni:

Rumah Makan Pindang Musi Rawas; Jalan Angkatan 45 Nomor 18;

Rumah Makan Sri Melayu; Jalan Demang Lebar Daun;

Pindang Meranjat Bu Ucha, Jalan Demang Lebar Daun Nomor 14.

Pindang ala palembang ada yang unik karena berbahan dari tulang iga.
Pindang ala Palembang tak semua berbahan ikan, ada pula yang dari iga sapi. Foto: Dok. Shutterstock

Pindang Tulang

Mungkin yang mengundang tanya bagi orang yang tidak kenal jenis-jenis pindang adalah pindang tulang. Benar- benar sesuai dengan namanya, bahan utama sajian ini adalah tulang iga sapi yang dimasak hingga empuk. Mirip dengan sop iga sebenarnya, hanya berbeda kuahnya. Begitu pula pindang udang. Berisi udang sungai sebesar ibu jari kaki dicampur dengan kuah pindang, yang manis, pedas, dan segar.

RM Makan Pindang Tirta Anugerah, Jalan Soekarno-Hatta Kilometer 10. Kelurahan Talang Kelapa, Keca- matan Sukarame, Palembang

Rumah Makan Pindang Musi Rawas; Jalan Angkatan 45 Nomor 18, Palembang


Rumah Makan Sri Melayu; Jalan Demang Lebar Daun, Palembang.

Pindang Meranjat Bu Ucha; Jalan Demang Lebar Daun Nomor 14, Palembang

Pindang ala Palembang tak selamanya berbahan ikan, ada pula yang dari ayam.
Salah satu pilihan Pindang ala Palembang adalah pindang ayam. Foto: dok. shutterstock

Pindang Kepala Patin

ASYIK rasanya menikmati Sungai Musi sambil mencicipi menu spesial Palembang. Pilihan resto di tepi sungai yang membelah ibu kota Sumatera selatan itu adalah River Side Restaurant. Arena bersantap yang terapung di pinggir sungai ini menyuguhkan pemandangan spektakuler jika kita bersantap makan di malam hari. Deretan lampu LED yang membingkai Jembatan Ampera menjadi pesona tersendiri. Dipadu dengan embusan angin basah Sungai Musi yang mengalir gagah. Sungguh menawan.

Menu utama restoran ini di antaranya Tenggiri Bakar, Udang Mayones, Kepiting Lada Hitam, Sayuran Dua Rasa, dan Pindang Kepala Patin. Yang membedakan pindang tersebut dari jenis pindang lainnya tentu kepala ikan patin sebagai bahan utama. Kepala ikan patin yang diolah cukup besar. Disajikan dalam kondisi dibelah menjadi dua. Dapat dinikmati dengan kuah pindang asam, manis, dan pedas; daun kemangi, yang wangi; serta potongan nanas segar.

Pindang Kepala Patin dapat dipadu dengan menu lain, seperti Tenggiri Bakar seharga Rp 18 ribu per ons dan Udang Mayones Rp 55 ribu per porsi. Ada juga Kepiting Lada Hitam serta Sayuran Dua Rasa yang dipatok Rp
50 ribu per porsi. Ini menu yang unik. Berisi campuran telur hitam, telur bebek asin, dan daging kepiting. Baunya memang agak amis, tapi rasanya cukup menggugah selera.

River Side Restaurant; Kawasan Wisata Sungai Musi. Jalan Rumah Bari, Kompleks Benteng Kuto Besak, Palembang

Pindang Kepala Baung

SATU lagi rumah makan yang menyajikan menu pindang unik adalah RM Pindang Begagan H. Abdul Halim. Pindang kepala ikan baung selalu tersedia di sini. Padahal, ikan penghuni Sungai Musi itu saat ini cukup sulit diperoleh di Palembang karena populasinya mulai berkurang. Tak mengherankan jika harga pindang kepala baung cukup mahal, per porsi dipatok Rp 75 ribu. Terdiri atas kepala ikan baung besar yang dibelah dua. Disajikan dengan kuah pindang kemerahan, segar, asam, manis, dan pedas serta daun kemangi. Tak lupa ada potongan kecil nanas.

RM Pindang Begagan H. Abdul Halim; Jalan Jenderal Sudirman Kilometer 3,5, Palembang

Nugroho A/TL/agendaIndonesia

*****

4 Restoran Asyik di Kota Hujan

Maracca

4 restoran asyik di kota hujan ini bisa menemani malam-malam sambil menikmati rintik-rintik gerimis kota Bogor, Jawa Barat.

Akhir pekan di Kota Hujan, Bogor, Jawa barat, tak melulu harus mengunjungi curug, puncak, atau kebun raya. Aktivitas berkembara lidah pun bisa menjadi opsi yang menarik. Sebab, kota ini menyempurnakan diri sebagai wilayah layak kunjung dengan membangun sejumlah restoran nyaman. Tentu nyaman untuk bersantap dan bersantai.

 

  1. Maraca Books and Coffee

Menyenangkan bagi penggemarnya: kopi dan buku, dipadu jadi satu. Kafe ini menyediakan ruang dengan konsep yang unik, yakni menyajikan pengalaman bagi penikmat kopi dan pembaca buku sekaligus. Seperti perpustakaan, Maraca Books and Coffee memajang sejumlah koleksi buku yang bisa dibaca sambil menyeruput kopi.

Kopi yang tersedia ialah kopi-kopi lokal khas Nusantara. Semisal kopi Aceh Gayo. Sebagai teman minumnya, tersedia penganan ringan. Di antaranya spicy wings, cheese cake, little kebab, dan makanan bergaya Eropa, yakni lasagna. Bila pengunjung emohmemesan kopi, kafe ini juga menyediakan aneka the, susu, dan cokelat.

Maraca Books and Coffee cocok dikunjungi saat Anda ingin mencari kesunyian. Cukup datang seorang diri, pilih tempat yang sunyi, pesan kopi, lalu baca buku. Tempatnya yang nyaman akan membuat Anda betah berlama-lama di sini. Harga kopi di kafe ini dibanderol mulai Rp 30 ribuan.

Alamat: Jalan Jalak Harupat Nomor 9A, Bogor Tengah, Bogor

Jam buka: 09.00–22.00

Telepon: 0812 8024 6380

 

  1. Death By Chocolate & Spaghetti

Terdengar seram namanya: death by chocolate. Kafenya pun berarsitektur semi-gothic yang menorehkan kesan misterius. Kafe ini memiliki ornamen yang dekat dengan hal-hal mistis. Lampunya pun remang-remang. Dijamin bulu kuduk bakal berkuduk ketika masuk kafe ini. Namun justru inilah yang membuat kafe Death By Chocolate & Spaghetti populer dan dikenal banyak orang.

Rata-rata pengunjung penasaran dengan sensasi misterius yang diangkat pada kafe populer itu. Guna menambah seram suasana, pramusaji biasanya akan melayani tamu dengan pakaian ala monster atau setan interlokal. Mereka akan berekting mengeilingi tamu saat mereka sedang makan, bak setan mencari mangsa.

Anda berani datang dan mencicipi cokelat dengan suasana yang lain? Biasanya tempat ini menarik perhatian anak-anak muda. Menunya pun dibuat bernada seram, seperti dibentuk dalam cetakan kuburan dan sebagainya. Tertarik datang?

Alamat: Jalan Ceremai Ujung Nomor 23, Bantarjati, Bogor Tengah, Bogor
Jam Buka: 07.00–22.00
Telepon: 0251-837-777-25

 

Death By Chocolate amp Spaghetti

  1. Anthology Coffee and Tea

Kafe ini belum lama dibuka, yakni sejak awal tahun 2018. Adanya di kawasan Sentul. Lokasinya tak jauh dari gerbang jalan tol Sentul Selatan. Tempatnya cukup mudah dijangkau, baik dari Kota Bogor maupun Jakarta.

Kafe tersebut mulai viral dari media sosial. Netizen mengunggah kafe yang letaknya persis di tepi Danau Teratai. Tampak asyik untuk kongko dan berfoto. Ada beberapa ruang favorit pengunjung di sana. Kafe itu terdiri atas dua lantai. Ruang favoritnya ialah yang menghadap langsung ke danau. Suasana ini memang nyaman dan asri.

Interiornya rata-rata terbuat dari kayu. Ada juga hiasan tanaman yang digantung di pot-pot. Back to nature. Begitulah kalimat singkat untuk menggambarkan suasana kafe.

Pengunjung biasanya datang saat pagi hari sebelum matahari terik. Sebab, suasananya masih segar dan belum terlalu padat dikunjungi pengunjung.

Soal menu, kafe ini menyajikan kopi dan teh dengan pilihan lengkap. Ada kopi lokal yang diseduh manual atau blend atau campuran. Sedangkan menu teh terdiri atas teh tradisional dan yang sudah dicampur bergaya western. Menu-menu ini enak disantap bersama beragam cemilan. Semisal beef teriyaki, cinnamon roll, spiced carrot cake, sampai potato balls.

Alamat: Jalan M.H. Thamrin, Sentul, Bogor

Jam buka: 08.00-22.00

Telepon: 0812-1970-0478

Anthology Coffee and Tea

 

  1. Cimory Resto

Minum susu sambil menyasikan pemandangan alam yang asri, mau? Cobalah Anda menyambangi Cimory Resto. Restoran ini berlokasi di Jalan Raya Puncak. Ada dua pilihan restoran, yakni Cimory River Side dan Cimory Mountain Side. Keduanya hanya dibedakan oleh pemandangan. Tentu saja pemandangan yang disajikan keduanya adalah sungai dan gunung.

Cimory kesohor lantaran memiliki produk susu dan yoghurtyang diklaim alami. Produknya pun sejatinya sudah didistribusikan ke seluruh Indonesia melalui mini market.

Bila berkunjung langsung ke restoran tersebut, Anda akan merasakan sensasi yang berbeda. Suasana restoran bergaya Indonesia-Eropa lekat dirasakan. Selain itu, pemandangannya cukup sejuk menyapu mata. Sepanjang amatan hujau dan segar. Restoran ini menjadi favorit keluarga untuk bersantai, menepi dari hiruk-pikuk.

Alamat: Jalan Raya Puncak Km 76 Cipayung Puncak, Bogor.

Jam buka: 08.00-22.00

Telepon: 021 – 587 4630

Cimory Resto

Kereta Api Wisata, Keseruan Di Akhir 2022

Kereta Api wisata untuk liburan akhir tahun.

Kereta Api Wisata bisa menjadi pilihan keseruan liburan akhir tahun ini. Tahun 2022 akan segera berakhir. Akhir tahun nanti akan ada libur Natal dan Tahun Baru yang biasanya dibarengi dengan cuti bersama.

Kereta Api Wisata

Apakah traveler sudah menyiapkan rencana untuk mengisi liburan akhir tahun ini? Bagaimana kalau jalan-jalan saja bersama keluarga atau teman-teman terdekatmu? Kalau itu menjadi pilihan, mungkin jalan-jalan keluar kota naik kereta bisa seru banget.

Sekarang ini kereta api tak cuma jadi alat transportasi. Ada yang berbeda dari salah satu anak usaha PT Kereta Api Indonesua (KAI), yakni KAI Wisata. Mereka punya kereta wisata yang siap membawa wisatawan liburan di berbagai objek wisata di Indonesia. Kerennya lagi, kereta ini dilengkapi berbagai fasilitas yang bikin wisatawan tak akan mati gaya di sepanjang perjalanan. 

Kereta Api Wisata memiliki pilihan ikut pada rangkaian kereta reguler, atau yang KAI Istimewa bisa memilih rute dan jadwal sendiri.
Interior KAI Wisata Bali yang cozy. Foto: DOk. KAI Wisata

Pengen tahu lebih banyak tentang kereta wisata? Yuk cek informasi berikut ini.

Jenis Kereta Wisata

Bicara soal kereta perjalanan khusus ini, apakah wisatawan sudah tahu apa bedanya dengan kereta pada umumnya? Sesuai dengan namanya, kereta ini didesain sebagai alat transportasi sekaligus sarana rekreasi.

Kereta ini sangat cocok untuk wisata secara kelompok karena konsepnya berupa sewa kereta oleh rombongan wisatawan. Saat ini sudah tersedia beberapa jenis kereta khusus ini, seperti Kereta Wisata Nusantara, Kereta Wisata Bali, Kereta Wisata Sumatera, Kereta Wisata Jawa, Kereta Wisata Imperial, Kereta Wisata Priority, Kereta Wisata Toraja, dan Kereta Wisata Retro. Kereta-kereta ini nantinya akan dirangkaikan dengan kereta regular sesuai rute dan waktu perjalanan yang diminta oleh wisatawan. 

Kereta Api Wisata KAI Wisata
Interior lain KAI Wisata. Foto: Dok. KAI Wisata

Selain kereta pariwisata, juga ada kereta istimewa. Kereta ini sedikit berbeda dengan kereta wisata karena tidak dirangkaikan dengan kereta regular dalam perjalanannya. Jadi wisatawan lebih bebas mengatur destinasi dan waktu perjalanan.

Di kereta ini, para wisatwan juga bisa melihat langsung pemandangan dari depan kabin masinis. Wow. Pasti ini akan menjadi pengalaman yang menyenangkan sekali. Melihat rute di depan.

Karena sifat perjalanannya yang fleksibel, pihak KAI-Wisata juga menawarkan beberapa paket wisata untuk berkunjung ke objek-objek yang dilalui selama perjalanan dari titik keberangkatan ke titik tujuan. Hhmm, asyik banget kan? Perjalanan akan lebih mengesankan karena banyak sekali objek wisata yang dapat dikunjungi sepanjang jalur kereta.

Memiliki Fasilitas Lengkap

Wisatawan pengguna kereta ini rasanya tidak akan bosan di sepanjang perjalanan. Ada berbagai aktivitas seru yang bisa dilakukan. Selain memiliki kursi yang lebar dan empuk, buat yang suka nyanyi, penumpang bisa karaoke sepuasnya di ruangan yang sudah tersedia.

Ingin santai sambil nonton film kesayangan? Bisa banget, karena ada juga TV layar lebar dengan audio yang mumpuni yang disediakan khusus buat para penumpang. Prama dan prami, semavam pramugari, di kereta ini juga akan selalu siaga memenuhi kebutuhan kamu selama perjalanan. Semua gerbongnya dilengkapi dengan toilet ekslusif. 

Selain itu, ada beberapa fasilitas tambahan yang membedakan antara satu jenis kereta dengan yang lain. Contohnya, Kereta Retro yang memiliki kapasitas 20 tempat duduk didesain dengan nuansa klasik dan furniture yang sangat retro sehingga memberikan pengalaman perjalanan yang berbeda.

Kereta ini cocok untuk wisatawan yang suka swafoto selama perjalanan karena interiornya sangat instagramable. Kalau mau merasakan nuansa Pulau Sumatera, kamu bisa pilih KW Sumatera yang memiliki interior serta pernak-pernik yang menonjolkan seni dan keindahan budaya Sumatera. Memiliki kapasitas 22 tempat duduk dan dilengkapi dengan ruang serbaguna untuk rapat maupun menjadi meja makan keluarga, seru ya?

Paket Wisata Yang Tersedia

Selain menyediakan keretanya, KAI Wisata juga menyediakan beberapa paket perjalanan ke berbagai destinasi menarik di Indonesia, seperti Lawang Sewu dan Museum Ambarawa. Kedua destinasi tersebut masih menjadi favorit masyarakat untuk menghabiskan liburan akhir tahun bersama keluarga. 

KAI Wisata juga melayani permintaan paket tur khusus sesuai dengan keinginan wisatwan. Jadwal perjalanan dan destinasi wisata serta akomodasinya dapat ditentukan sendiri oleh wisatawan.

Paket perjalanan yang disediakan juga bukan hanya untuk rombongan, bisa juga untuk individual. Untuk ini bisa cek informasi lengkapnya dengan mengunjungi website resmi KAI Wisata di kaiwisata.id.

Perjalanan kereta wisata atau kereta istimewa tentu akan memberikan kesan dan pengalaman yang berbeda dengan kereta regular. Ini dapat menjadi salah satu cara menghabiskan liburan akhir tahun yang unik dan luar biasa yang ditawarkan oleh KAI Grup.

“Kami senantiasa melakukan berbagai inovasi untuk memberikan layanan terbaik bagi para pelanggan dengan adaptif mengakomodasi keinginan masyarakat untuk bertranspotasi terutama di masa liburan Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 nanti.” tutup VP Public Relations KAI, Joni Martinus.

Jadi, sudah siapkah kamu menghabiskan liburan akhir tahunmu dengan cara berbeda bersama kereta api khusus? Rasanya akan menyenangkan karena fasilitas dan pelayanannya yang istimewa.

agendaIndonesia

*****

Keliling Sumba Timur Dalam 3 Hari

Keliling Sumba Timur dalam 3 hari.

Keliling Sumba Timur di Nusa Tenggara Timur bisa menjadi pilihan menikmati liburan. Menikmati terpaan sinar matahari, bermain air laut, dan mata air silih berganti. Semuanya bisa dilakukan dalam keliling Sumba Timur dalam 3 hari.

Keliling Sumba Timur bisa dilakukan selama 3 hari di seputar Waingapu, ibukota Kabupaten Sumba Timur.
Salah satu pantai di Sumba Timur. Foto: Dok. unsplash

Keliling Sumba Timur

Dari Jakarta wisatawan bisa menuju Waingapu melalui Denpasar Bali atau Lombok. Namun beberapa penerbangan memiliki rute langsung ke ibu kota Sumba Timur ini.

Melalui perjalanan udara, pengunjung bisa mendarat di di Bandar Udara Umbu Mehang Kunda, Waingapu. Waktu yang tepat untuk berjalan-jalan ke Sumba Timur ini adalah menjelang musim kemarau, yakni sekitar April-Mei. Soalnya, pelesiran Anda tak akan terhambat oleh hujan dan masih dapat menyaksikan bukit-bukit dengan padang rumput yang menghijau subur sebelum berubah menjadi padang yang kering.

Lalu untuk perjalanan keliling Sumba Timur di Nusa Tenggara Timur ini dalam tiga hari apa saja yang bisa kita lakukan?

Hari Pertama: Bukit Mauhau dan Dermaga Waingapu

Setelah check-in di hotel dan beristirahat sejenak, saatnya memulai perjalanan. Lantaran minimnya angkutan dalam kota, direkomendasikan menyewa jasa ojek atau kendaraan beroda empat yang bisa didapatkan informasinya lewat hotel tempat menginap.

Destinasi pertama untuk menghabiskan sore adalah Bukit Mauhau. Sebelum berangkat, belilah camilan plus minuman segar untuk bekal piknik. Bukit yang juga dikenal dengan sebutan Bukit Persaudaraan ini tak jauh dari bandara. Bisa dicapai dengan kendaraan bermotor model apa pun karena akses jalan yang tak terlalu terjal. Dari pusat kota hanya perlu waktu 15 menit.

Di lokasi ini, pengunjung bisa menggelar tikar sembari menikmati pemandangan Kota Waingapu dari atas bukit. Tak jarang lewat gerombolan kambing, sapi, dan kuda beserta para penggembala.

Menjelang senja, lanjutkan perjalanan menuju Dermaga Waingapu. Tak kurang dari 20 menit, Anda sudah bisa mencium aroma laut di pinggir dermaga. Penduduk Waingapu gemar bersantai di tempat ini. Sore terasa cukup meriah di sini.

Saat matahari sudah benar-benar tenggelam dan perut mulai keroncongan, tak perlu jauh-jauh mencari kudapan. Pada malam hari, Dermaga Waingapu  diramaikan oleh warung-warung ikan bakar.

Ikan-ikan ini datang langsung dari nelayan setempat. Jadi, tak perlu diragukan kesegarannya. Selain ikan, mereka menyajikan olahan cumi-cumi. Seporsi ikan bakar ukuran sedang, lalapan, serta dua macam sambal ditambah nasi dengan segelas es jeruk rasanya cukup untuk menemani malam.

Hari Ke Dua: Pantai dan Mata Air

Pagi ini cocok untuk menyusuri pantai. Ada dua pantai yang bisa dikunjungi di sini, yakni Puru Kambera dan Walakiri. Pantai Puru Kambera adalah yang pertama bisa dikunjungi.

Pantai berpasir panjang ini bisa dicapai sekitar 60 menit dengan kendaraan bermotor dari Waingapu. Jalan yang dilalui berpoleskan aspal cukup halus, sehingga kendaraan melaju tanpa hambatan. Sebelum memasuki kawasan pantai, Anda akan disuguhi pemandangan padang perdu yang begitu luas.

Dari titik tersebut, pengunjung bisa melihat garis Pantai Puru Kambera. Saking sepinya pantai tersebut, orang bisa bebas berenang atau sekadar bersantai di atas hammock sampai puas.

Saat sinar mentari mulai terik, saatnya kembali ke kota dan melanjutkan perjalanan ke Mata Air Mbatakapidu. Berlokasi di kilometer 8, obyek ini cukup populer di Waingapu.

Melihat air yang dingin dan jernih serta pepohonan yang rindang di kanan kiri. Maka, Anda tak usah sungkan untuk berendam di aliran mata air ini. Sering anak-anak kecil juga bermain air di sini sekadar mendinginkan badan dari sengatan matahari Waingapu.

Tujuan berikutnya adalah Pantai Walakiri. Dari pusat Kota Waingapu, hanya membutuhkan waktu 40 menit berkendara. Paling pas bersantai di pantai ini saat hari mulai sore untuk menyaksikan matahari tenggelam.

Di bibir pantai terdapat satu lokasi tempat pohon-pohon bakau sedang tumbuh, sehingga menciptakan pemandangan unik tersendiri. Biasanya penduduk lokal menjual kelapa muda. Nah, bisa bersantai di pantai Sambil menyeruput kelapa muda.

Hari Ke Tiga: Bukit Padadita dan Kampung Raja Prailiu

Bukit Padadita menjadi tujuan pertama pada hari terakhir berada di Waingapu. Berangkatlah saat subuh agar tidak tertinggal melihat matahari terbit dari atas bukit. Hanya membutuhkan 15 menit berkendara menuju bukit ini. Dapat juga terlihat runway bandara dan aliran Sungai Kambaniru dari sana.

Sebelum meninggalkan Waingapu, tidak lengkap jika tidak menenteng oleh-oleh khas berupa kain tenun. Harganya mulai Rp 100 ribuan hingga jutaan rupiah selembar dan Anda bisa menemukannya di Prailiu.

Di sini pengunjung pun bisa menikmati wisata budaya dan sejarah. Dulu kala, Pulau Sumba memang dihuni oleh beberapa kerajaan laiknya pulau-pulau Nusantara lain. Prailiu adalah salah satu yang masih eksis dan terletak di pusat kota Waingapu.

Keliling Sumba Timur di Nusa Tenggara Timur dilakukan dengan mengunjungi bukit, pantai, mata air dan budaya.
Kuburan Raja Prailiu. Foto: Dok. TL

Sumba dikenal sebagai tanah Marapu—kepercayaan yang meyakini dan memuja roh leluhur. Banyak benda-benda yang dikeramatkan oleh masyarakat Marapu. Perlahan kepercayaan ini mulai berkurang seiring masuknya agama lain di Sumba. Di Prailiu, Anda bisa melihat kubur batu seorang raja yang beratnya mencapai 40 ton.

agendaIndonesia/TL

*****

Bakar Tongkang Bagansiapi-api

Bakar Tongkang1

Bakar tongkang Bagansiapi-api sebuah tradisi yang makin dilirik sebagai atraksi pariwisata Indonesia. Awalnya tradisi ini hanya menjadi atraksi masyarakat Bagansiapi-api. Namun, beberepa tahun terakhir ia menjadi wisata bakar tongkang yang makin banyak diminati untuk disaksikan. Bahkan pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia, juga wisatawan manca negara.

Bakar Tongkang Bagansiapi-api

Masyarakat Bagasiapiapi, Provinsi Riau, memiliki tradisi unik yang diselenggarakan setiap tahun dan selama beberapa tahun terakhir menjadi atraksi menarik bagi wisatawan. Umumnya agenda ini diselenggarakan pada bulan Juni, dan untuk 2019 ini digelar pada 17 hingga 19 Juni lalu. Ritual turun-temurun dari nenek moyang ini memang dilaksanakan selama tiga hari.

Bakar tongkang Bagansiapi-api sebuah tradisi yang makin dilirik sebagai atraksi pariwisata Indonesia. Awalnya tradisi ini hanya menjadi atraksi masyarakat Bagansiapi-api. Namun, beberepa tahun terakhir ia menjadi wisata bakar tongkang yang makin banyak diminati untuk disaksikan. Bahkan pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia, juga wisatawan manca negara.

Menurut Kepala Dinas Provinsi Riau Fahmizal, puluhan ribu paket wisata yang terkait Bakar Tongkang terjual setiap tahunnya. “Tahun lalu 52 ribu kunjungan,” kata Fahmizal di kantor Kementerian Pariwisata, Jakarta Pusat.

Bakar Tongkang2 1
Ornamen pada tongkang dalam Festival Bakar Tongkang Bagansiapi api. (Rosana)

Bakar Tongkang memang berhasil menarik minat kunjungan wisatawan dari tahun ke tahun. Pada 2017, dari 52 ribu kunjungan, 20 ribu di antaranya merupakan kunjungan wisatawan asing atau wisman. “Kebanyakan dari Singapura, Malaysia, Cina,” katanya.

Adapun wisatawan Nusantara yang masuk ke Bagan—sebutan pendek Bagansiapapi—tercatat mencapai 32 ribu. Masuknya wisatawan ke kota bekas persinggahan Cina ini membuat kuota hunian sejumlah homestay dan hotel di kawasan kota Bagan penuh.

Animo turis terhadap agenda budaya pun memacu pemerintah setempat bekerja keras untuk menyiapkan akomodasi. Tak jarang, rumah-rumah warga di sekitar lokasi perayaan dibuka untuk menampung para wisatawan.

Tahun-tahun berikutnya, untuk menyiasati tingginya permintaan terhadap jumlah kamar, pemerintah setempat tengah merancang konsep nomadic tourism. “Bisa dengan konsep nomadic, yaitu dengan tenda atau glamcamp seperti yang tengah dicanangkan Kementerian Pariwisata,” kata Fahmizal.

Bakar tongkang secara turun-temurun diyakini sebagai ritual untuk memperingati hari ulang tahun Dewa Kie Ong Ya, yakni dewa pelindung masyarakat setempat. Perayaannya jatuh pada penanggalan lunar di hari ke-16 bulan kelima, dihitung pasca-Imlek. Secara historis, upacara itu merupakan sebuah penanda untuk memperingati hikayat asal-muasal Kota Bagansiapiapi.

Agenda ini tahun lalu dinobatkan sebagai atraksi budaya terpopuler dalam Anugerah Pesona Indonesia (API). Bakar Tongkang juga berkontribusi mendorong Riau meraih juara umum penghargaan pariwisata berstandar nasional tersebut.

Puncak Festival  Bakar Tongkang merupakan saat yang selalu dinanti warga setempat dan juga wisatawan. Saat itu dilakukan pembakaran replika tongkang, yang diiringi dengan perasaan penasaran warga. Mereka harap-harap cemas, ke mana tiang utama akan jatuh. Warga percaya bahwa arah jatuhnya tiang akan menentukan nasib mereka di tahun mendatang. Jika tiang jatuh ke laut, mereka percaya keberuntungan sebagian besar akan datang dari laut. Tetapi ketika jatuh di darat, maka keberuntungan untuk tahun itu sebagian besar akan datang dari darat.

Festival bakar tongkang selalu digelar secara meriah. Replika kapal dapat berukuran hingga 8,5 meter, lebar 1,7 meter dan berat mencapai 400 kg. Kapal akan disimpan selama satu malam di Kuil Eng Hok King, diberkati, dan kemudian dibawa dalam prosesi melalui kota ke lokasi tempat pembakaran.

Prosesi Tongkang juga melibatkan atraksi Tan Ki. Sejumlah orang menunjukkan kemampuan fisik mereka dengan menusuk diri dengan pisau atau tombak. Namun, aksi tersebut tidak melukai meskipun senjata yang digunakan tajam. Aksi ini agak mirip dengan tradisi Tatung di Singkawang, Kalimantan Barat.

 

 

 

*****

 

Sandboarding, Meluncur di Gumuk Pasir Setinggi 10 Meter

Sandboarding, meluncur di atas gumuk pasir pantai Parangkusumo Yogyakarta.

Sandboarding, ini istilah yang mungkin baru 10-12 tahun terakhir popular di kalangan pecinta aktifitas luar ruang. Meluncur dengan papan tak harus dilakukan di atas ombak ataupun salju. Meluncur di atas gumuk pasir juga bisa memberikan sensasi tersendiri. Ini salah satunya bisa dilakukan di pantai Parangkusumo, Yogyakarta.

Sandboarding

Sebelum membahas lebih jauh soal ‘permainan meluncur’ di Gumuk Pasir Parangkusumo, ada baiknya kita mengetahui dahulu definisi “gumuk pasir”. Istilah gumuk pasir sesungguhnya adalah salah satu bentang alam yang proses pembentukannya dipengaruhi angin. ‘Bukit’ atau gundukan terbentuk karena pasir yang menumpuk karena terbawa atau terdorong angin jumlahnya besar.


Gumuk Pasir Parangkusumo di Kabupaten Bantul, Yogyakarta, merupakan salah satu pusat aktivitas sandboarding terbaik di Indonesia. Ada tulisan besar di gerbang masuknya “Gumuk Pasir Barchan”. Istilah barchan atau aeolian merujuk pada jenis proses pembentukan gumuk pasir tersebut.  Jenis gumuk pasir tipe ini memiliki ketinggian 5-15 meter.

Gundukan pasir di pantai Parangkusumo ini disebutkan berasal dari hasil erupsi Gunung Merapi di utara Yogyakarta. Endapannya dibawa oleh sungai-sungai di sekitar kota pelajar ini dan bermuara di Pantai Selatan, antara lain Sungai Opak dan Sungai Progo.
Sulitkah menikmati sandboarding atau selancar pasir ini? Ternyata tidak terlalu sulit. Anda cukup berpijak pada papan seluncur yang ditaruh di atas bukit pasir setinggi sekitar 10-12 meter. Lalu, posisikan badan sedikit membungkuk dan condong ke depan dengan pandangan tertuju ke bawah. Siagakan kaki Anda, dengan lengan di samping badan dalam posisi sedikit terbuka. Jika merasa sudah seimbang, majukan tubuh ke depan dan meluncurlah. Asyiiik!

sandborading, meluncur di gumuk pasir setinggi 10 meter di pantai Parangkusumo, Yogyakarta.
Sandboarding, meluncur di atas gumuk pasir pantai Parangkusumo, Yogyakarta. Foto: Dok. shutterstock

Adrenalin mengalir deras dan jantung berdegup kencang ketika papan membawa tubuh meluncur dengan cepat. Tanpa sadar, niscaya mulut Anda terbuka dan berteriak. Sungguh mendebarkan. Namun ketika papan terhenti di tengah gundukan pasir dan tubuh oleng, lalu terjatuh, bisa jadi Anda tidak sabar untuk segera naik ke puncak gumuk dan mengulangi aksi itu lagi.

Itulah segelintir pengalaman berseluncur di atas pasir alias sandboarding, yang dilakoni Komunitas Sandboarding Indonesia. Digawangi oleh Sidik Hutomo, sang pendiri, sejumlah anak muda yang tergabung dalam komunitas ini hampir setiap Minggu datang ke Parangkusumo, Yogyakarta, untuk berseluncur di atas pasir. Mereka berkumpul pagi hari sebelum mentari meninggi atau sore setelah matahari terbenam.

Sidik mengungkapkan, awalnya, ia dan teman-teman mencari permainan yang bisa memuaskan keinginan untuk bermain snowboarding tanpa harus pergi ke negara bersalju. Mereka lantas menemukan sandboarding. “Yang membuat saya senang karena bisa memulai sesuatu yang baru dengan memanfaatkan potensi yang ada di negeri sendiri. Ini kan awalnya iseng-iseng aja, tapi ternyata bisa berkembang hingga saat ini,” ujarnya.

Permainan ini memang terbilang baru di Indonesia meskipun komunitasnya telah eksis sejak 2007. Awalnya, anggota komunitas terdiri atas mahasiswa Mapagama (Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Gadjah Mada). Namun setelah aktif dan banyak diliput media, keanggotaannya berkembang untuk umum. Pusat aktivitas komunitas ini di Yogyakarta. Sebab, Sidik menilai Parangkusumo merupakan lokasi dengan gumuk pasir terbaik di Indonesia untuk bermain sandboarding.

“Itu karena pembentukan gumuk pasir yang dinamakan aeolian,” ujarnya. Aeolian adalah proses pembentukan gumuk pasir yang dibantu angin. Adanya aeolian menandakan pasir yang terbawa dan terbentuk menjadi gumuk tersebut sangat ringan, sehingga cocok untuk berseluncur. Di lokasi lain, seperti di Gunung Bromo, Krakatau, dan Merapi, serta Ngarai Sianok, pasirnya kasar dan terkadang berkerikil. Jadi, lebih sulit untuk sandboarding dan risiko cedera lebih besar jika terjatuh.

Meski memiliki lahan bagus, Sidik menilai, jumlah lintasan gumuk pasir Parangkusumo masih kurang banyak. Ia berharap bisa mendapatkan dukungan pemerintah daerah untuk membuat lintasan yang lebih memadai dan dilengkapi sarana wisata pendukung. Tentunya agar semakin banyak turis tertarik mencoba kegiatan ini.

Sandboarding di Gumuk Paris Parangkusumo, Bantul, Yogyakarta.
Sandboarding asyik dilakukan di Gumuk Pasir Yogyakarta saat sore hingga matahari terbenam. Foto: Dok. shutterstock

Komunitas Sandboarding Indonesia terkadang menggabungkan permainan ini dengan ATV, jip, atau bahkan layang-layang. Jip atau ATV mereka gunakan untuk menarik papan sandboarding di permukaan datar agar bisa melun- cur dengan cepat. Ide ini mereka gunakan pula saat terlibat dalam pembuatan iklan rokok. Sedangkan dengan layang-layang, mereka pernah menciptakan permainan sandboarding dipadukan dengan kite surfing di landasan pasir datar.

Tertarik mencobanya? Agendakan liburanmu ke Parangkusumo di Yogyakarta saat pandemi Covid-19 sudah berakhir atau mereda dan nikmati sensasinya.

agendaIndonesia

*****

Kartika Sari Toko Oleh-Oleh Khas Bandung

Jajanan legendaris Bandung tak bisa melupakan Bollen Pisang khas Kartika Sari.

Kartika Sari toko oleh-oleh khas Bandung. Di sini dijual kue dan penganan oleh-oleh khas. Toko pusatnya berada di kawasan Kebon Kawung, dengan tersedia pula beberapa cabang lainnya di sekitar kota Bandung.

Kartika Sari Toko Oleh-oleh Khas

Kartika Sari toko oleh-oleh khas Bandung. Di sini dijual kue dan penganan oleh-oleh khas. Toko pusatnya berada di kawasan Kebon Kawung, dengan tersedia pula beberapa cabang lainnya di sekitar kota Bandung. Makanan yang dijajakan berupa ragam jenis brownies, pisang dan peuyeum bollen, dan lain sebagainya.

Kartika Sari bermula dari bisnis kue-kue rumahan pada tahun 1970an, dimana pada awalnya usaha ini sekedar menjual kue-kue rumahan sederhana dari resep keluarga seperti bolu kukus, pisang bollen, kue lapis dan lain lain.

Melalui promosi mulut ke mulut, usaha kue-kue ini mulai digemari dan dicari lebih banyak orang. Dengan bisnis yang terus berkembang pesat, akhirnya pada tahun 1984 tercetuslah nama Kartika Sari sebagai merk dagang toko ini. Kartika Sari pun kemudian terus tumbuh besar dan menjadi ikon oleh-oleh khas Bandung.

Salah satu produk andalan Kartika Sari adalah pisang bollen. Tersedia beragam jenis bollen seperti peuyeum/tape, coklat keju, durian keju, dan apel. Harganya sendiri berkisar dari Rp. 50.000,00 sampai Rp. 65.000,00. Kemudian ada juga beragam jenis brownies, baik yang panggang maupun kukus. Masing-masing pun memiliki beberapa pilihan rasa, seperti brownies kukus yang tersedia dalam rasa coklat, kacang, keju, pandan, tiramisu atau pandan hitam.

Adapun yang panggang juga tersedia dalam rasa original, tiramisu, mocca, raisin, choco chips, almond serta keju. Untuk brownies kukus harga berkisar Rp. 37.500,00 hingga Rp. 55.o00,00, sedangkan untuk yang panggang sekitar Rp. 60.000,00 hingga Rp. 70.000,00. Lain daripada itu tersedia pula penganan lain seperti banana roll cake (sekitar Rp. 40.000,00), serta ragam jenis lapis legit dan lapis malang (Rp. 125.000,00 sampai Rp. 245.000,00).

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi toko pusat di (022) 4231355, serta bisa mengunjungi website resmi di https://kartikasari.com.

 

Toko pusat:

Jl. H. Akbar no. 4, Kebon Kawung, Telp. (022) 4231355

Toko cabang:

Jl. Terusan Jakarta no. 77 E, Antapani, Telp. (022) 7101280

Jl. Buah Batu no. 165 A, Telp. (022) 7319385

Jl. Kopo Sayati no. 111 A, Telp. (022) 5414340

Jl. Kebon Jukut no. 3 C, Telp. (022) 4230397

Jl. Ir. H. Djuanda no. 85‐87, Dago, Telp. (022) 2509500

Jl. Raya Timur no. 518, Cimahi, Telp. (022) 6656280

Café D’Pakar Dago 1 Cangkir Kopi dari Bibir Hutan

andi prasetyo cafe dpakar bandung 4

Cafe D’Pakar Dago 1 cangkir kopi dari bibir hutan Dago Pakar, Bandung, Jawa Barat. Hawa dingin Bandung sebelah utara ini cocok untuk menikmati cecapan hangat kopi dan kudapan lezat.

Cafe D’Pakar Dago

Sepanjang jalan menuju kafe yang sedang naik daun di Dago Pakar itu, tak ada pemandangan lain selain hutan dan pepohonan yang rimbun di sekitarnya. Medan dengan jalur yang rusak, aspal-aspal retak, dan lubang yang menganga lebar mengharuskan roda mobil berbelok-belok tak tentu. Plus, monyet yang seliweran menandai kalau hutan yang cuma berjarak 12 kilometer dari Kota Bandung ini benar-benar merupakan alam liar.

Sekilas, saya merasa sedang berada dalam bingkai film kanak-kanak Petualangan Sherina yang mengambil lokasi shooting di Bandung.. Tiga ratus meter sebelum sampai di kafe, beberapa monyet mejeng mengamati kendaraan yang lewat.

Kawanan anggota primata itu barangkali berharap, kalau-kalau ada penduduk dari kota yang membawa bekal buah-buahan dan berkenan merelakan satu-dua biji pisang, apel, atau jeruk miliknya, untuk diberikan. Sayangnya, para penunggu hutan ini kudu menelan kecewa tatkala orang—begitu juga kami—melaju kencang, dan langsung berbelok di pekarangan kafe yang dari muka tampak bergaya rustic itu.

shutterstock 524061637andi prasetyo cafe dpakar bandung 12shutterstock 524061637

“Dihadang monyet ya tadi?” Tutur Maryati Santoso, pemilik D’Pakar, ketika kami—saya dan teman-teman—tiba di kafe itu. “Kawasan di sini memang masih cukup liar. Tempat ini saja dulu bekas kebun, lalu saya bangun jadi kafe karena tanamannya banyak dirusak monyet,” katanya.

Saya mengangguk paham. Tak kepingin diikuti monyet, saya lantas bergegas masuk melewati pintu loket yang bercokol tepat di samping gerbang. “Rp 25 ribu untuk tiket masuk. Anggap saja minimal order,” ujarnya. Tiket ini nantinya bisa ditukarkan dengan makanan atau minuman.

Lalu kami dituntun masuk menuju kebun hijau yang ditanami rumput teki seluas 3.000 meter persegi. Perempuan separuh baya asal Bogor ini meneruskan ceritanya tentang awal mula ia membuka kafe. Yang dulu, kata dia, tempat tersebut cuma dibangun kecil-kecilan. Orang-orang bilang, warung di tengah hutan. Begitulah citra awalnya kafe ini. “Semacam warung biasa yang melayani petani sekitar atau para atlet sepeda,” ujarnya. Dago Pakar memang dulu cuma jadi jalur pesepeda atau pelari, selain tentunya areal perkebunan. “Mulainya dari Kota Bandung, finis di Tebing Kraton,” ucapnya, melanjutkan.

Suara Maryati yang terus berkisah sekonyong-konyong terdengar lamat-lamat di kuping. Sebab, saya mendadak mengalihkan fokus pada hamparan hutan yang jaraknya hanya beberapa jengkal dari tempat berdiri. Mata juga seketika dibikin terperangah dengan konsep kafe kebun yang diusung, dengan membiarkan beberapa bangku kayu tersebar tak tentu di lahan luas.

Beberapa bunga begonia dibiarkan tumbuh, memberi warna yang padu tatkala disandingkan dengan rona hijau dari pepohonan dan rupa cokelat dari bangku dan meja-meja kayu. Di sisi depan, terdapat rumah joglo sederhana berkapasitas tak lebih dari 50 orang menghadap ke kebun. Pengunjung bisa memilih hendak makan di area indoor atauoutdoor. Yang jelas, keduanya menawarkan konsep serupa: menghadap langsung ke taman hutan rakyat.

Dari pintu sampai beranda belakang, bentuk D’Pakar berundak-undak tak rata. Pemiliknya mengatakan bahwa ia tengah mempertahankan kontur asli. Dibikin begini, ujar Maryati, supaya ia tak kehilangan bentuk asal dari kebun yang merentang seluas 1 hektare, yang sudah ia miliki selama 20 tahun lalu itu.

Hari hampir sore kala kami tiba di sana, dan sialnya, bangku sudah hampir seluruhnya penuh dipesan. Kami sempat berputar, menemukan beberapa titik yang seru. Ada bangku dengan model replika kapal kayu, yang dibikin menghadap ke hutan, ada juga kursi panjang yang jaraknya hanya beberapa meter dari jurang. Atau, bangku-bangku bulat yang berjajar manis di samping pagar ilalang. Cantik untuk dipotret kosong atau berfoto diri dengan latar demikian. Sayang, seluruhnya sudah berpenghuni alias ditempati tetamu.

Kami duduk di dek paling atas, dekat dengan joglo. Hanya itu satu-satunya bangku tersisa. Namun tak sial-sial benar lantaran kami justru bisa memandang luas semua lanskap yang ditawarkan di kafe itu. Di tengah desau embusan ilalang dan suara derik serangga hutan, kami meramu obrolan, sembari memilih menu apa saja yang cocok di santap di tempat sedingin itu. “Kopi Aroma, kopi khas tanah Pasundan,” kata Maryati. “Harus dicoba. Menyantapnya ditemani roti bakar green tea dan martabak Nutella,” katanya.

Saya mengangguk setuju tanpa berpikir lagi. Tak lama, kopi hitam yang masih mengepul itu mendarat bersama kawan minumnya. Wanginya mendaraskan kisah masa lalu: secangkir robusta yang sudah ditemukan sejak 1930. Kopi ini tak pelaknya sebuah legenda yang menandai tumbuhnya kawasan pecinan di Bandung sejak era kolonial. Kopi itu saya minum tanpa pemanis. Saya ingin tahu rasa aslinya. Dan benar, ada rasa yang menimbulkan kegirangan kala dua-tiga teguk melewati kerongkongan.

Kopi yang sempurna, diminum di tempat yang tepat. Seperti itulah saya mendeskripsikan kopi aroma kala diseruput di Kafe D’Pakar. Plus, jajanan manis yang melengkapinya memberikan taste yang komplet.

Tak cuma makanan ringan. Maryati juga menyediakan penganan berat, seperti nasi goreng, pempek, ramen, dan jenis-jenis mi lainnya. Menariknya, seluruh menu aman di kantong mahasiswa. Makanan berat dibanderol Rp 20 hingga 40 ribuan, dan minuman dibanderol tak lebih dari Rp 30 ribu. Pantas saja pengunjung rata-rata merupakan mojang Bandung, yang datang sekadar ingin mengobrol dengan teman-teman atau orang terkasih. Tentu di tengah hutan dengan suasana yang syahdu.

Waktu yang tepat untuk bersantai di kafe ini berkisar antara pukul empat sore hingga setengah enam petang. Pada jam tersebut, kemilau surya meronakan cahaya keemasan, memberi semburat yang molek. Pun, cahaya yang merasuk di antara pepohonan menimbulkan lanskap yang hampir boleh dikatakan dramatis. Lagu-lagu alam paling merdu, seperti suara angin sore bercampur kicau burung-burung hutan yang akan kembali ke rumah-rumahnya turut menyumbangkan harmonisasi yang laras.

Tentang D’Pakar:

  • Alamat: Jalan Dago Pakar Utara, Sekejolang, Ciburial, Cimenyan, Bandung
  • Harga: Rp 10-43 ribu
  • Buka pukul 11.00 – 18.00
  • Tutup setiap Senin
  • Rekomendasi menu: kopi aroma, roti bakar green tea, martabak Nutella, nasi tutug oncom gepuk penyet