3 Jajanan Pagi Bali di Pasar Ubud

BR2016042714

Ubud, Gianyar, Bali memang mempunyai segudang pesona, bahkan jika Anda menyusuri pasar tradisionalnya. Meski sekarang terlihat lebih padat karena belum renovasi setelah terbakar pada 2016. Rencananya, tahun ini Pemerintah Daerah Gianyar akan melakukan revitalisasi. Namun, dalam kondisi padat sekalipun, mencicipi jajanan pagi Bali di pasar saat sarapan tentunya tetap menarik untuk dinikmati. Pilihannya kali ini ke pasar tradisional Ubud.

Pilihan Jajanan Pagi Bali

Bagi yang tidak biasa jalan atau melanglang ke pasar-pasar tradisional, mungkin tawaran sarapan di tempat seperti ini kurang menarik. Bayangan pasar yang sumpek dan mungkin becek bikin tidak nyaman memilihnya. Tapi bagaimana jika tak perlu masuk-masuk?

Di pasar tradisional Ubud, pengunjung tak perlu masuk ke bagian dalam, karena para penjual sarapan ini berada di bagian luar, atau emperan toko di bagian depan. Turun dari kendaraan umum, atau parkiran kendaraan pribadi, pengunjung sudah dapat melihat pedagang jajanan menggelar dagangannya.

Sedikitnya ada tiga pilihan yang khas, yakni bubur Bali, nasi campur, dan jajanan yang manis. Umumnya berdagang dari pukul 04.00-10.00, meski ada juga yang bertahan hingga siang hari. 

Bubur Rasa Pedas 

Ini bukan bubur biasa. Tampilannya memang berbeda dengan bubur yang biasa ditemui di Jakarta atau Pulau Jawa pada umumnya. Di pasar ini, ditempatkan dalam selembar daun pisang dengan cara dipincuk, bubur dari beras putih itu nyaris tak terlihat karena di bagian atas bertumpuk macam-macam olahan. Di antaranya sambal Bali, bawang goreng, serundeng, urap yang terdiri atas tauge, daun singkong, rumput laut, dan telur pindang. Rasa pedasnya tentu menonjol. 

Saya bertemu dengan Gusti Biang Ayu dari Taman Unud. Ia mengaku sudah berjualan bubur Bali sejak kelas 6 SD. Saat itu yang membuat olahan buburnya adalah ibunya sendiri. Kini tentunya ia membuat sendiri, mengikuti jejak ibunya. Ia duduk berjajar dengan ibu-ibu penjual sajian lain sejak pagi hingga pukul 10.00. Per porsi dipatoknya pada kisaran Rp 5.000.

Nasi Campur Plus Ayam Suwir 

Nasi rames khas Bali ini pun bisa ditemukan di sini. Dalam porsi yang ringan bisa ditemukan di bagian depan, tapi di bagian dalam pun ada warung-warung yang menjajakan dengan menu lengkap. Nah, untuk sarapan yang tidak berat tentunya lebih baik yang simpel, yang dijual para ibu yang berdagang di emperan.

Mirip gambaran nasi campur atau nasi rames di tempat lain. Satu porsinya terdiri atas ayam suwir bumbu Bali yang rasanya pedas, orek tempe, mi goreng, serundeng, dan telur pindang. Untuk memulai hari, rasanya cukup mengenyangkan. Soal harga, satu porsinya cukup merogoh kantong sebesar Rp 5.000. Murah bukan?

Ingin nasi campur dengan pilihan lauk berlimpah? Coba masuk ke bagian dalam, ada deretan warung dengan tawaran nasi campur, dengan lauk berpiring-piring. Cuma hati-hati bagi yang Muslim, kadang ada makanan-makanan yang tidak halal. Seperti yang dijajakan Bu Ketut dari Tegalalang, ada telur pindang, sosis babi, jeroan ayam yang digoreng dengan mi telur, ikan asin, sayur nangka, dan ayam merah. Berjualan dari pukul 04.00 hingga pukul 13.00, per hari ia mengolah 10 ekor ayam. Per porsi dijual Rp 10-20 ribu. 

Jaje Bali yang manis 

Ingin memulai hari dengan hidangan manis? Ada beragam pilihan juga di Pasar Ubud. Dikenal sebagai jaje atau jajanan Bali. Dalam satu wadah, seperti yang dijual Made Musti, 56 tahun, ada beberapa olahan. Perempuan asal Gianyar itu menyebutkan satu per satu dagangannya, seperti batun bedil yang mirip seperti kolak biji salak. Selain itu, ada jajan ketan—olahan ketan yang dibubuhi kelapa muda,laklak alias serabi hijau berukuran kecil, dan bubur injin yang terbuat dari ketan hitam. 

Setiap pedagang yang menjajakan olahan manis ini memang mempunyai satu wadah khusus untuk bermacam-macam bubur. Tak hanya bubur ketan hitam, ada juga bubur sumsum yang berwarna hijau karena dibubuhi air daun pandan. Hingga aromanya pun tercium khas. Ibu Mudri dari Klungkung mengaku menjual per hari hingga 100 bungkus aneka bubur rasa manis buatannya sendiri tersebut.

Rita N.

Menoreh Restaurant, 1 Kuliner di Kawasan Borobudur

Interior Menoreh Restaurant

Plataran Heritage Borobudur, Hotel & Convention Hall, memang seperti dikepung bukit dan persawahan. Selain perbukitan Tidar di sekitar Magelang, jauh di depannya, terlihat Bukit Menoreh. Mungkin karena itu, tempat makan di hotel tersebut menggunakan nama Menoreh Restaurant. Lokasinya tidak jauh dari kawasan Candi Borobudur.

Interior Menoreh Restaurant

Sesuai dengan tema hotel yang bergaya kolonial, restoran ini pun berhias pernak-pernik jadul alias jaman dulu. Timbangan lawas salah satunya. Kemudian juga keramik-keramik tinggi, yang biasanya sebagai tempat minum, menjadi hiasan di antara wadah-wadah dari tanah liat pada tatanan menu prasmanan. Pada salah satu keramik, tertulis Bacterievrij Akiz-Filter, sementara yang lain ada yang berlukiskan pohon nyiur dan beberapa polos tanpa tulisan ataupun gambar. Piring keramik kuno pun menghiasi salah satu dinding. 

Seluruh tatanan dan dekorasi ini memberi kesan kuat nuansa masa lalu. Terutama kaitannya dengan jaman Belanda. Tak cuma dekorasi, interiornya pun memperkuat kesan masa lalu itu.

Tak ketinggalan, di bagian bawah pun dipasangi ciri khas jadul berupa ubin warna-warni model lama. Dari putih-hitam sampai yang penuh ornamen dalam beberapa warna. Semua hiasan klasik itu terlihat harmonis dan membuahkan kenyamanan. 

Kursi-kursi makan dipilih berbentuk simpel dalam warna cokelat tua. Tentunya tak memberi kesan terlalu formal. Di sanalah saya duduk dan langsung memesan teh jahe yang hangat untuk memulihkan tubuh setelah perjalanan panjang dari Jakarta, sembari menunggu hidangan utama dari resto yang menyuguhkan menu Indonesia dan Asia ini. Untuk yang memilih menu prasmanan, ada minuman lokal yang tidak boleh terlewatkan, yakni kunyit asam yang rasanya menyegarkan. Selain itu, tersedia beras kencur. Restoran bisa disambangi saat sarapan, makan siang, dan malam. Jam operasional memang cukup panjang, yakni pukul 06.00-23.00. 

Siang itu, pilihan menu Saya adalah gurame asam manis. Ikan gurame yang dibalut tepung terasa gurih tanpa rasa amis. Dan tentunya guyuran saus asam manis yang menyegarkan. Pilihan yang tepat untuk makan siang. Gurame asam manis memang salah satu menu unggulan meski bukan satu-satunyaandalan. Masih ada pilihan lain, seperti nasi uduk komplet. Nasi yang gurih ini dipadu dengan ayam goreng, potongan telur dadar, sambal kacang, irisan mentimun, dan yang mengejutkan ada beberapa keping jengkol. 

Bila tak ingin icip-icip hidangan lokal, Menoreh juga menawarkan olahan Asia. Penggemar nasi briyani, misalnya, bisa memilih prawn sauteed brochette, yang tak lain adalah paduan nasi briyani dengan udang bakar, mango chutney, dan yogurt tanpa rasa. Soal yogurt ini, Menoreh memproduksinya sendiri. Rasanya lembut. Untuk penutup hidangan, bisa juga ditemukan yogurt dengan berbagai rasa di menu prasmanan. 

Bila singgah saat makan malam, pilihan bisa dijatuhkan pada Duo of Australian Lamb, dua potong daging kambing yang penampilannya terlihat cantik karena ditemani eggplant-ratatouille involitinidan pommes gratin. Untuk bagian akhir, ada yang manis, yang membuat acara bersantap menjadi berkesan. Chef Iqbal Batubara, sang maestro di dapur hotel ini, menawarkan baked pear surprise, buah pear panggang yang dipadu dengan saus berry, juga coffee trio, paduan tiga sajian coffee panna coltacoffee and chocolate tart, dan mocha parfait. Lengkap sudah! 

Rita N

Kuliner Sarinah Baru, 7 Yang Legendaris

Kuliner Sarinah baru menjadi pilihan menikmati kuloner legendaris

Kuliner Sarinah baru sedang popular di Jakarta April  2022, selain di pusat jajan Pantjoran di Pantai Indah Kapuk (PIK) 2. Setelah proses renovasi sejak 2020, Mall Sarinah akhirnya resmi dibuka untuk umum pada Senin 21 Maret 2022 pukul 10.00 WIB.

Kuliner Sarinah Baru

Saat ini, terutama sejak pelonggaran pembatasan pergerakan penduduk, Sarinah beroperasi setiap hari hingga pukul 21.00 WIB. Karena itu, bagi yang ingin melihat wajah baru mal ini bisa segera menyambanginya. Ada banyak gerai produk-produk UMKM, cocok untuk melihat sisi lain pusat perbelanjaan modern di Jakarta.

Kuliner Sarinah baru menyompan sejumlah gerai makanan yang legendaris.
Gedung Mal Sarinah di kawasan Tamrin, Jakarta. Foto: Dok. shnutterstock

Selain area sekeliling mal yang lebih asri, Sarinah merupakan salah satu tongkrongan favorit masyarakat Jakarta saat ini karena bisa dijangkau menggunakan transportasi umum seperti TransJakarta dan MRT. Pasca-renovasi gedung Sarinah pun memiliki banyak perbedaan dibandingkan bentuk lamanya karena lebih fresh dan modern.

Area terbaru yang buka sejak 1 April lalu adalah Sarinah melengkapi fasilitas dengan menghadirkan sederet restoran serta kafe. Tempat makan tersebut menyajikan kuliner tradisional hingga modern. Terdapat lebih dari 40 tenant di Pasar Nusantara yang menjajakan berbagai makanan dan minuman. Menariknya, Pasar Nusantara yang ada di lantai basement ini juga menjadi surganya kuliner legendaris.

Lalu kuliner Sarinah baru apa saja yang legendaris?

Gudeg Yu Djum

Salah satu kuliner Sarinah baru adalah gudeg Yogyakata. Yang ini sudah lama ditunggu untuk membuka cabang di Jakarta, ia adalah salah satu gedeg terkenal, yang awalnya, ada di jalan Wijilan adalah Gudeg Yu Jum. Nama Yu Djum berasal dari Djuwariah. Yu Djum mulai membuka kedainya di jalan Wijilan sejak 1950. Jenis gudegnya adalah gudeg kering. Salah satu rahasia kegurihan gudeg Yu Djum adalah gudegnya dimasak di kompor model lama yang apinya dari kayu bakar.

Kuliner Sarinah baru di antaranya ada cabang pertama Gudeg Yu Djum di Jakarta.

DI Yogya gudeg Yu Djum masih beroperasi sampai saat ini dan memiliki banyak cabang. Sama dengan yang di Yogya, di Sarinah pun macam-macam menu gudeg yang dihidangkan; misalnya nasi gudeg, gudeg kendil, dan gudeg besek. Telur yang digunakan dalam gudeg adalah telur bebek asli. Seperti biasa, gudeg ini dilengkapi juga dengan krecek, potongan ayam kampung, dan areh.

Lontong Balap Ria Surabaya

Lontong balap merupakan makanan khas Surabaya. Makanannya terdiri dari lontong, tauge, tahu goreng, lentho, bawang goreng, kecap, dan sambal. Lontong yang telah diiris lalu ditumpangi irisan tahu dan beberapa lento, kemudian ditumpangi kecambah/tauge setengah matang, setelah itu disiram kuah secukupnya, sambal dan kecap sesuai selera. Makanan ini dihidangkan berikut beberapa tusuk sate kerang.
Salah satu yang terkenal adalah lontong balap Ria, ini bukan nama pemiliknya tapi berasal dari lokasinya. Dulu gerainya ada di Bioskop Ria. Saking terkenalnya, bahkan ketika bioskopnya sudah tak ada, nama warungnya masih saja bertahan.

Konon gerai kuliner ini mulai buka sejak 1958 di area Bioskop Ria, Surabaya. Lontong Balap Bioskop Ria Surabaya ini sangat terkenal di ibukota Jawa Timur itu, meskipun di berbagai sudut Kota Surabaya kita dengan mudah dapat menemukan gerai kuliner yang menyajikan lontong balap. Kini pecintanya di Jakarta bisa memanjakan lidah di kuliner Sarinah baru.

Sate Padang Mak Syukur

Sate Padang merupakan salah satu makanan khas Sumatera Barat yang paling popular. Tentu tak hanya bisa ditemui di daerah asalnya tetapi bisa juga didapatkan di tempat–tempat lain. Sate Padang Mak Syukur adalah salah satu warung sate yang paling populer, dibuktikan dengan ramainya tempat ini dipenuhi para pengunjung yang selalu tak sabar menyantapnya.

Kuliner Sarinah baru tak lengkap jika tak menyediakan sate Padang.

Hidangan sate ini sudah ada sejak 1941 dan sangat terkenal di Sumatera Barat. Sate Mak Syukur menghidangkan sate daging sapi yang diternak di Padang Panjang. Tak lupa dilengkapi kuah kental gurih nan kaya rempah dan potongan ketupat.

Mungkin gerai sate Padang Mak Syukur di Jakarta sudah lama ada dan ada di sejumlah lokasi. Namun, jika sedang menikmati kuliner Sarinah Baru, tak ada salahnya menjadikannya pilihan.

Gado-gado Betawi Boplo

Ada banyak gado-gado di Jakarta yang terkenal, namun yang pasti salah satunya adalah Gado-gado Boplo. Gado gado legendaris Boplo sudah menjadi andalan para warga Jakarta sejak lama. Makanan betawi ini dilengkapi dengan sayuran rebus, yang disiram bumbu kacang gurih nan kental. Terdapat pula tambahan telur rebus dan lontong yang bikin kenyang.

Kisah awalnya, Gado-gado Boplo hanya berupa warung kecil yang buka di gang sempit di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat pada tahun 70-an. Namun lambat laun, Ibu Juliana Hartono mengembangkan bisnisnya bersama putranya, Celvin Hartono, mengantar hidangan gado-gado mereka ke restoran. Kini cabangnya ada di sejumlah lokasi, termasuk kini di kuliner Sarinah baru.

Soto Betawi H. Mamad

Hidangan soto ala Betawi sepertinya cocok untuk makan siang maupun malam. Soto Betawi H. Mamad ini yang sudah berdiri sejak tahun 60-an, ia menjadi khas karena memiliki cita rasa kuah gurih santan, segar, dan isian melimpah. Menu legendarisnya adalah soto oseng-oseng, yang kuahnya bisa kamu pilih mau santan atau bening.

Nasi Goreng Kambing Kebun Sirih

Nasi goreng jadul ini masih populer kenikmatannya hingga sekarang, walaupun sudah turun ke generasi ketiga. Makanan legendaris yang khas dengan bumbu nasi goreng kaya rempah dan harum bak kari ini juga dilengkapi potongan daging kambing empuk, acar asinan, dan emping.

Banyak bloger makanan yang jatuh hati kepada masakan yang sekali masak bisa untuk puluhan porsi. Ia bisa menjadi pilihan makan malam di Pasar Nusantara di kuliner Sarinah baru.

Sari Ratu

Sari Ratu adalah salah satu restoran Padang yang terkenal enak. Ia bisa dibilang ratunya masakan Padang di Jakarta sebelum era Sederhana, Pagi Sore dan lainnya. Hidangan-hidangannya yang selalu segar sampai dan autentik. Cocok untuk menu makan siang. Aahh.. ia cocok untuk makan kapan saja.

Ayo agendakan kulinermu di Pasar Nusantara Sarinah.

agendaIndonesia

*****

Olahan Dapur Banten, 5 Yang Bikin Ngiler

Olahan dapur banten banyak yang nikmat, sayang masih belum cukup dikenal secara luas.

Olahan dapur Banten belum banyak beredar di banyak daerah. Yang paling terkenal tentu saja sate bandeng. Begitupun, sesungguhnya ada cukup banyak masakan khas Banten yang layak menjadi makanan untuk diburu para pecinta kuliner. Tentu saja karena nikmat rasanya. Mungkin perlu kampanye terus menerus agar masakan Banten selain nikmat juga sepopular masakan dari daerah lain.

Olahan Dapur Banten

Keunikan rasa dari rempah pilihan yang ada disekitar menjadikannya terasa istimewa. Kuliner khas banten juga bisa manjadi pilihan oleh oleh. Dari sate lilit kerbau yang empuk, sampai hidangan para sultan. Kadang lokasinya tak jauh dari Jakarta.

Tidak terlalu jauh dari Bandara International Soekarno-Hatta, sejumlah kawasan dari provinsi Banten sejatinya bisa jadi alternatif tujuan wisata yang menarik. Ada wisata pantai, spiritual, budaya, sampai konservasi fauna langka. Kulinernya pun tak kalah beragam. Dari olahan ikan laut, daging sapi dan kambing hingga hidangan para Sultan Banten pada masa kejayaan dulu.

Rabeg, Olahan Kambing

Yang satu ini biasanya hanya disajikan saat pesta pernikahan, akikah, dan sunatan. Konon dulu merupakan kesukaan para Sultan Banten. Kini, rabeg menjadi menu khas masyarakat, terutama Serang dan Cilegon. Bedanya, rabeg khas Serang memakai bumbu yang sudah dihaluskan, sedangkan rabeg khas Cilegon bumbunya dirajang.

Dilihat sekilas, mirip semur daging khas Betawi. Tapi kuah rabeg lebih kental. Bahan baku utamanya daging dan jeroan kambing. Disajikan dalam piring mungil, dengan bumbu rempah yang begitu terasa. Sayang, hanya ada beberapa rumah makan khusus rabeg di Serang. Jadi Anda harus jeli jika ingin mencoba mencicipinya.

Pondok Makan Endah Sari; Jalan Jenderal Sudirman Nomor 17, Panacangan, Serang

Olahan dapur Banten, selain dari ikan ada juga yang berbahan sapi dan kambing.
Angeun Lada, masakan khas Banten yang mengunakan jerohan dan iga sapi. Foto: Dok. shutterstock

Angeun Lada Dengan Jerohan Sapi

Dalam Bahasa Indonesia, sajian yang satu ini berarti sayur pedas. Namun, aslinya, masakan ini setelah dicicipi, rasanya tidak pedas, meskipun kuahnya berwarna merah. Tentu ada sensasi rasa lada. Pada masakan yang kekinian, ada tempat makan yang menambahkan irisan cabe rawit agar rasanya memang pedas.

Tidak ditemukan juga sayuran di dalam mangkuknya. Yang ada hanya jeroan daging sapi yang dibubuhi bumbu. Kadang ada pula yang menggunakan iga sapi. Sajian ini banyak ditemui di rumah makan khas Pandeglang. Konon, olahan yang satu ini memiliki khasiat meningkatkan vitalitas kaum pria.

Rumah Makan Emak Yayah; Jalan Raya Serang, Pandeglang; Dekat SPBU Cadasari

Otak-otak Ikan Tenggiri

Daerah Labuan memiliki kuliner yang khas, yakni otak-otak. Teksturnya lembut karena terbuat dari ikan tenggiri yang diaduk merata dengan tepung tapioka, santan, bawang putih, merica, gula pasir, dan garam. Dibungkus dengan daun pisang, kemudian dibakar di atas arang, menimbulkan aroma yang menggugah selera. Bisa dipadu bumbu kacang yang telah diberi perasan air jeruk limau. Ehm… pedas tapi segar rasanya.

Rumah Makan Ibu Entin; Jalan Jenderal Sudirman; Depan Pegadaian Labuan, Banten

Olahan dapur Banten punya banyak variasi, ada sop ikan gurameh selain sate bandeng.
Sop ikan gurameh khas Banten. Foto: dok. shutterstock

Sop Ikan

Spanduk berukuran cukup besar bertuliskan Sop Ikan Rumah Makan Taman Taktakan beberapa kali sempat saya temui selama berpelesir ke beberapa kabupaten di Provinsi Banten. Bagi penggemar makanan laut, sop ikan ini kiranya patut dicoba. Yang unik, sajian ini dibuat jika ada yang memesannya saja. Jadi benar-benar baru dimasak dan ikannya masih segar.

Dalam satu porsi terdapat delapan potong ikan kuwe dan bisa dinikmati untuk empat orang. Tambahan potongan cabe rawit, bawang bombay, tomat hijau, dan daun kemangi memberi rasa segar dan pedas pada olahan ini. Jika ingin dibawa pulang, pengelola rumah makan juga menyediakan termos agar kehangatan sop ikan tetap terjaga.

Rumah Makan Taman Taktakan; Jalan Syeh Nawawi Al-Bantani; Depan KP3B Provinsi Banten

Sate Lilit

Jika kita memesan satu porsi sate biasanya berisikan 10 tusuk. Namun sate lilit Emak Yayah ini berbeda. Satu porsinya hanya berisikan satu tusuk! Maklum saja, potongan dagingnya lumayan besar: kira-kira seukuran jempol dewasa. Sementara panjang tusuk satenya diperkirakan sekitar 30 sentimeter. Daging kerbau itu sangat empuk. Menurut Emak Yayah, makanan yang biasanya disajikan saat Hari Raya Idul Fitri itu sebelumnya direndam rempah-rempah selama empat jam. Oh, pantas saja!

RM Emak Yayah; Jalan Raya Serang, Pandeglang; Dekat SPBU Cadasari

Andry T./TL/agendaIndonesia

****

Soto Banjar dan Ketupat Kandangan, 2 Khas Banjarmasin

Pasar Apung Lok Baintan

Soto Banjar dan ketupat Kandangan rasanya dua menu yang harus dicicipi jika wisatawan berkunjung ke Banjarmasin. Tentu saja jika ke ibukota provinsi Kalimantan Selatan ini, tak sah jika tidak datang ke Pasar Terapung Lok Baintan yang sudah terkenal di kalangan wisatawan. 

Keberadaan pasar di atas sungai ini memang unik dan khas di kota yang dikelilingi sungai-sungai tersebut. Namun, seperti disebut di muka, tentu masih ada pilihan lain yang tak kalah menarik, terutama kulinari untuk lidah para pelancong. 

Soto Banjar dan Ketupat Kandangan

Olahan khas lokal yang bisa membuat perut terasa kenyang pun banyak diburu turis, lokal maupun mancanegara. Bisa dimulai dengan sarapan. Pilihannya yang biasa-biasa saja, sesuai kebiasaan masyarakat setempat adakah nasi kuning yang memang menjadi menu favorit pada pagi hari.

Ciri khas nasi kuning Banjar berupa ikan haruan atau secara umum dikenal sebagai ikan gabus yang diolah dengan bumbu habang (merah) khas dapur setempat. Menu lain berupa telur dan ayam. Biasanya,menu pagi ini bisa ditemukan di warung-warung. Ada pula di restoran-restoran yang ingin memberi compliment pengalaman kuliner bagi pengunjung yang tak sempat keluyuran ke wilayah perbelanjaan.

Ada juga menu lain, soto Banjar. Siapa tak kenal dengan soto Banjar? Soto berbahan ayam, telur, dengan kuah berbumbu rempah ini pun bisa dijadikan menu untuk memulai hari Anda di Banjarmasin. Biasanya,yang menjadi pelengkapnya adalah perkedel dan jeruk nipis, yang membuat kuah soto yang berbahan susu itu menjadi lebih segar.

Nah, soto ini bikin perut benar-benar terisi penuh karena dipadu dengan lontong. Tentu tak harus dengan lontong. Jika hanya ingin mencicipi sotonya, perkedel kentang sebagai pelengkapnya sudah cukup mengisi perut.

Bagi yang ingin menikmatinya, ada beberapa warung atau resto yang cukup terkenal. Yang pertama adalah Soto Banjar H. Anam Ayam Bakupah di kawasan Sungai Baru. Pilihan lainnya adalah Depot Soto bang Mamat atau Soto Bawah Jembatan di kawasan Banua Anyar.

Satu lagi menu yang tergolong top adalah ketupat Kandangan. Dari nama, jelas makanan itu berbahan ketupat. Sedangkan Kandangan tak lain adalah nama daerah di Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan.

Ciri khas menu ini juga pada padanannya berupa ikan haruan atau gabus. Jenis ikan ini diolah dengan cara dipanggang lebih dulu,baru dimasak dengan kuah santan dengan bumbu rempah,seperti lada, cengkeh, pala,dan kapulaga. Tak hanya menjadi pilihan di pagi hari, sajian ini juga bisa menghilangkan rasa lapar pada siang dan malam hari. 

Setelah sarapan dengan menu berat tersebut, Anda bisa memulai perjalanan keliling Banjarmasin dengan penuh semangat. Setelah menengok pasar terapung, mungkin bisa melihat Masjid Sultan Suriansyah, Masjid Sabilah Muhtadin, Pantai Angsana, Menara Pandang Banjarmasin, Museum Wasaka dan lain-lain. 

Untuk melihat obyek wisata alam, selain ke Bukit Meratus, Anda bisa menuju ke arah luar kota. Seperti ke Kabupaten Hulu Sungai Selatan untuk menjajal arung jeram dengan rakit bambu di Sungai Loksado serta aktivitas luar ruang lain. Selain itu, bisa keliling kota terdekat, seperti Banjarbaru, sembari melihat dari dekat sasaringan yang merupakan kerajinan khas provinsi ini.

Ada cukup banyak penerbangan dari Bandar Udara International Soekarno Hatta yang menuju ke Banjarmasin. Wisatawan bisa memilih sesuai keinginan. l

PENERBANGAN  (Jadwal bisa berubah sesuai kebijakan maskapai)

Garuda Indonesia. Dari BandarUdara Internasional Soekarno-Hatta, untuk rute ke Banjarmasin tersedia enamwaktu penerbangan mulai pukul 05.45 hingga yang terakhir pukul 19.30. Untuk rute sebaliknya, penerbangan pertama dari Bandara Sjamsudin Noor Banjarmasin dimulai pukul 06.20 dan yang terakhir pukul 20.00. Lama penerbangan sekitar 1 jam 50 menit. 

Citilink. Maskapai dengan logo warna hijau ini setiap hari memiliki frekuensi duakali untuk penerbangan ke ibukota Kalimantan Selatan tersebut dari Bandara Soekarno-Hatta,yakni setiap pukul 07.20 dan 12.40.Sedangkan dari Banjarmasin pukul 10.50 dan 15.50. Lama penerbangan sekitar 1 jam 40 menit. 

Batik Air. Untuk penerbangan langsung, Batik Air memiliki jadwal dari Bandara Soekarno-Hattake Banjarmasin hanya satu kali penerbangan setiap hari pukul 09.30 dengan lama penerbangan 1 jam 45 menit. Untuk rute sebaliknya dijadwalkan pukul 12.55 setiap hari. 

Lion Air. Maskapai ini menyediakan enam jadwal penerbangan ke Banjarmasin dari Bandara Soekarno-Hatta. Dengan jadwal penerbangan paling awal pukul 05.00 dan yang terakhir pukul 19.55. Lama penerbangan 1 jam 45 menit. Untuk rute sebaliknya, dimulai pukul 06.05 dan terakhir pukul 20.05.

Rosana

4 Makanan Kenangan Indah Malang

Ronde Titoni 02

4 makanan kenangan indah Malang. Menu otentik dari kota ini yang bertahan lebih dari setengah abad. 

Malang, Jawa Timur, memang penuh hal-hal yang berbau kenangan, termasuk olahan dapurnya. Ada sejumlah penjaja makanan yang bertahan lebih dari setengah abaddan tetap menyuguhkan rasa otentik sejak hadir puluhan tahun lalu. Dalam penjelajahan satu hari pun, berbagai makanannya yang unik itu menjadi suguhan yang tak terlupakan di kota yang berhawa sejuk ini. 

4 Makanan Kenangan Indah Malang

Bagi yang pernah tinggal di kota Malang, Jawa Timur, mungkin punya beberapa makanan yang menjadi kenangan. Dan terus menjadi klangenan. Berikut 4 menu makanan yang mungkin kenangan tersebut.

Sate Komoh di Warung Lama

Warung Lama Haji Ridwan menjadi persinggahan pertama menjelajahi kuliner Malang. Letaknya di dalam Pasar Besar Malang.Mencarinyapun tidak susah. Bila pertama kali datang, orang-orang di dalam pasar akan membantu Anda menunjukkan arah menuju warung makan yang telah berdiri sejak 1925 ini. Sebelumnya, sang pemilik, Haji Ridwan,telah berjualan makanan menggunakan pikulan sejak 1919. Kini, warung tersebut dikelola generasi ketiga, Pak Yusuf, dibantu tiga karyawan.

Pada daftar menu, ada yang unik, namanya Sate Komoh. Bahan dasar sate ini adalah daging sapi. Bila sate pada umumnya berbentuk pipih dan antara satu daging dandaging lain terpisah, tidak demikian halnya dengan Sate Komoh yang bentuknya terlihat bulat sertadagingnya menyatu. Sate ini berlimpah bumbu rempah sehingga “komoh-komoh” atau dalam bahasa Jawa, komoh berarti basah dan melimpah.Mungkin penamaan sate ini berasal dari arti tersebut. Rasa sate yang dijual per tusuk Rp 5.000 ini pun sungguh lezat. Selain Sate Komoh, warung makan ini menyajikan menu rawon, gule daging sapi, ayam bumbu rujak, dan masih banyak lagi. Harga per porsi antara Rp 15-20 ribu. 

Warung Lama Haji Ridwan

Pasar Besar Malang

Jalan Pasar Besar Nomor 1 A, Sukoharjo, Klojen, Kota Malang

Buka pukul 08.00-16.00.

Orem-orem Gurih

Siang hari, sepiring orem-orem di Rumah Makan Orem-oremArema sudah menunggu untuk disantap. Ini salah satu makanan khas Malang yang terdiri atas irisan ketupat diberi taoge, tempe, dan disiram dengan kuah gurih yang hangat serta diberi taburan bawang goreng. Rasanya sedap jugagurih. Kuahnya sendiri seperti kuah opor,tapi lebih kental. Anda bisa menambahkan telur asin atau ayam sebagai lauk. Harga per porsi antara Rp 7.000 sampai Rp 15 ribu,tergantung tambahan lauk yang Anda pilih.

Orem-orem Arema

Jalan Blitar Nomor14, Sumbersari, Lowokwaru, Kota Malang

Buka pukul 09.00-16.00

Es Krim Kompeni 

Menjelang sore hari, menikmati es krim di Toko Oen rasanya waktu yang tepat. Begitu memasuki tempat ini, Anda akan disambut ucapan selamat datang dalam bahasa Belanda yang tertera pada sebuah spanduk: Welkom in Malang, Toko Oen Die Sinds 1930 Aan De Gasten Gezelligheid Geeft , yang kira-kiraberarti Selamat Datang di Malang, Toko Oen Berdiri Sejak 1930-an. 

Toko Oen merupakansalah satu bangunan peninggalan kompeni Belanda yang masih berdiri kokoh sampai saat ini. Dulu merupakan tempat kumpul favorit noni-noniBelanda. Tidak mengherankan bila pengelolanya mencoba menghadirkan kembali nuansa Belanda kala itu. Dari aksen berupa mejadan kursi yang konon masih asli dari zaman Belanda, seragam pegawainya yang putih-putih, sampai menunya. Sebut saja,belegde broodjesatau sandwichhuzarensaladeatau beef salad, dan sebagainya.Menu lain yang tidak boleh dilewatkan, apalagi kalau bukan es krimnya. Anda bisa memesan es krim Oen’s Spesial, misalnya, atau banana split. Keduanya memiliki rasa yang legit di lidah. Harga per mangkuk es krim tersebut Rp 55 ribu. 

Toko Oen

Jalan Jenderal Basuki Rahmat Nomor 5, Kauman, Klojen, Kota Malang 

Buka pukul 08.00-21.00

Kehangatan Titoni 

Pada malam hari, saatnya beranjak ke Ronde Titoni untuk menikmati wedang ronde dan angsle yang hangat. Ada tiga jenis ronde yang disajikan di warung yang telah berdiri sejak 1948 ini, yaitu ronde basah, ronde kering, juga ronde campur. Ronde basah adalah ronde yang berisi bola-bola tepung ketan diisi kacang tanah yang disiram dengan kuah jahe hangat. Sedangkan ronde kering, kuah diganti dengan bubuk kacang itu sendiri. Danronde campur adalah ronde kering yang kemudian disajikan dengan kuah jahe. 

Adapun angsle terdiri atas putu mayang, mutiara, potongan roti, sertakacang ijo yang diguyur kuah santan. Harga ronde dan angsle,yaitu Rp 7.000, sedangkan ronde kering Rp 8.000. Melengkapi dua menu tersebut, ada roti goreng dan cakwe dengan harga masing-masing Rp 3.000. 

Ronde Titoni

Jalan Zainul Arifin Nomor 17, Sukoharjo, Klojen, Kota Malang

Buka pukul 18.00-00.00

ARIS DARMAWAN 

Kuliner Khas Betawi, 5 Ada Di Jakarta Fair

Kuliner khas Betawi, ada 5 yang diajajakan di Jakarta Fair 2022.

Kuliner khas Betawi saat ini ada yang mudah dicari di banyak tempat di Jakarta, namun tak sedikit yang hanya muncul saat berlangsung peristiwa-peristiwa khusus. Misalnya di pameran dagang atau saat perkawinan dalam masyarakat Betawi.

Kuliner Khas Betawi

Pekan Raya Jakarta (PRJ) 2022 atau yang dikenal juga dengan sebutan Jakarta Fair 2022 tahun ini kembali hadir setelah absen selama dua tahun akibat pandemik Covid-19. Ada beragam kegiatan seru yang dapat dilakukan saat berkunjung ke acara ini. Salah satu aktivitas yang tak boleh ketinggalan saat mengunjungi Jakarta Fair 2022 adalah wisata kuliner.

Kuliner khas Betawi salah satunya adalah kerak telor yang dari ceritanya bermula dari omelet.
Penjaja kerak telor sedang memasaknya. Foto: Dok. shutterstock

Ini menjadi catatan khusus karena di tempat ini banyak ditawarkan makanan-makanan enak Betawi. Seperti disebut di atas, banyak yang mudah dijumpai, namun tak sedikit yang semakin jarang. Apa saja yang bisa dicicipi?

Kerak Telor, Omelet van Batavia

Makanan ini rasanya bisa disebut sebagai ciri kuliner khas Betawi. Sebagai tradisi, ia mungkin sejajar dengan tanjidor, Ia tak sekadar tradisional, namun pada mulanya merupakan makanan yang diinspirasi sejak zaman colonial.

Karena itu, tak lengkap rasanya jika berkunjung ke Jakarta Fair tanpa mencicipi kerak telor. Salah satu tempat yang menyajikan kuliner khas Betawi di Jakarta Fair adalah Kampung Betawi.


Jajanan berbahan dasar telur ini merupakan salah satu ikon makanan khas Betawi. Dikutip dari artikel di aganedaIndonesia.com, kerak telor mempunyai tekstur yang mirip telur dadar. Namun, cita rasanya sangat berbeda.
Adapun keunikan cita rasa sajian tersebut berasa utari penggunaan bahan baku yang beragam. Mulai dari ketan, ebi, kelapa parut sangrai, dan tak lupa bahan utamanya yaitu telur ayam atau telur bebek. Sebelum disajikan, kerak telor diberi bumbu halus yang terbuat dari campuran kelapa parut sangrai, cabai merah, kencur, merica, jahe, dan gula pasir.
Nyang Manis Dari Betawi

Penganan manis ini praktis lebih jarang dijumpai dibanding kerak telor. Alasannya sederhana, pembuatannya yang lama. Pembuatan dodol Betawi memerlukan waktu 8-10 jam, bergantung kondisi api. Volume api dapat berpengaruh pada kualitas dodol. Jika api terlalu besar, maka dodol bisa menjadi gosong.

Kuliner khas Betawi ada juga yang manis seperti dodol, yang membuatnya butuh 8-10 jam.
Dodol Betawi penganan tradisional khas Jakarta. Foto: Dok. Shoope

Alasan lainnya barangkali kalah promosi dengan produk sejenis dari daerah lain. Jenang atau dodol dari kota lain juga cukup progresif melakukan perbaikan dalam tampilannya, terutama kemasannya. Dodol Betawi pun bukan tak melakukan, hanya mungkin masih berproses.

Dodol Betawi sebagai kuliner khas Betawi dibuat menggunakan tiga bahan utama, yakni ketan, gula merah, dan santan. Selain rasa original tersebut, biasanya penjual juga menyajikan dodol rasa durian, ketan hitam, dan lainnya. Cara memasaknya cukup mudah, yakni dengan mencampurkan semua bahan tersebut kemudian diaduk. Pembuatan dodol Betawi terbilang melelahkan lantaran membutuhkan waktu memasak yang cukup panjang.


Gurih Sedap yang Terus Populer
Soto gurih dengan kuah santan yang berisi daging sapi, paru, organ sapi, hingga jeroan ini adalah kuliner khas Betawi yang masih moncer hingga saat ini. Masih banyak yang menjajakannya, dan umumnya sangat digemari karena rasanya yang memang maknyus.

Khuliner khas Betawi yang paling populer saat ini adalah soto Betawi. Ia nyaris dapat dijumpai di banyak sudut Jakarta.
Soto Betawi yang disukai oleh banyak kalangan. Foto: Dok. shutterstock

Saat disajikan, soto ini biasanya ditambahkan dengan tomat, seledri, bawang goreng, dan emping. Bersama dengan nasi hangat, sambal, jeruk nipis dan acar, soto ini pun semakin nikmat disantap. Soto Betawi memiliki rasa yang cenderung berbeda dari soto-soto dari daerah lain.

Soto ini cepat menjadi favorit banyak orang lantaran memiliki rasa yang gurih khas yang berbeda dengan soto lainnya. Campuran santan dan susu memberikan perpaduan rasa gurih santan dengan sensasi creamy dari susu. Kini, para penggemar soto Betawi mungkin punya tempat favorit masing-masing dalam menikmati sajian soto gurih ini.

Desert yang Bikin Kenyang

Makan kerak telor akan lebih nikmat bila didampingi minum, atau lebih tepat makan, es selendang mayang. Ya, ini memang desert atau kuliner pencuci mulut yang cukup padat.

Kuliner khas Betawi ada pula yang berupa desert, yak ni es selendang mayang yang terbuat dari tepung beras seperti puding.

Kamu mungkin belum cukup familiar dengan es selendang mayang. Minuman segar khas masyarakat Betawi ini memang kurang popular karena makin jarang yang menjajakannya. Padahal  rasanya legit dan unik.

Es selendang mayang terbuat dari isian mirip seperti puding atau kue lapis yang terbuat dari tepung sagu aren serta kuah santan yang gurih. Kue lapisnya biasanya berwarna putih-hijau-merah muda. Minuman ini dulu sering dijajakan pedagang kala menjelang tengah hari sampai sore hari. Selendang mayang ramai dijual saat Batavia memasuki musim panas.


Sayur Yang Digoreng

Tauge ata toge goreng adalah kuliner khas zaman dulu. Ini bisa ditemui di Jakarta dan Bogor. Uniknya, meskipun namanya toge goreng, namun cara memasaknya cenderung direbus. Biasanya memasaknya memang di atas nampan, sehingga kesannya seperti menggoreng.

Selain memasaknya yang masih tradisional, cara pengemasan makanan juga masih menggunakan daun patat dan diikat dengan tali dari bambu. Makanan khas Jakarta dan Bogor ini biasanya dijajakan kaki lima dengan menggunakan pikulan. 

Seporsi makanan ini biasanya terdiri dari rebusan tauge, daun kucai, mie kuning, ketupat, dan tahu kemudian disiram dengan kuah tauco. Ini adalah hasil fermentasi dari kedelai.

Lahirnya masakan ini, seperti juga kerak telor, diduga pergaulan orang Tionghoa dengan masyarakat Eropa di Batavia, yaitu melalui spaghetti dengan pasta tomat yang masam. Kemudian Tionghoa peranakan mengubah pasta tomat dengan tauco yang merupakan fermentasi kedelai. Hasil dari modifikasi spaghetti yang menyesuaikan dengan lidah lokal lahirlah toge mie, yang di dalamnya terdapat mi seperti mie spaghetti, tahu pengganti daging, taoco, dan diberi tomat masam khas Tionghoa. Taburan akhir di atas kuah taoco diberi gula aren yang dicairkan. Di beberapa penjual, terutama yang di luar Jakarta, banyak yang mengganti gula aren dengan kecap.

Nah sudah pernahkah mencicipi makanan-makanan itu? Kalau belum ayo agendakan mencicipi kuliner khas Betawi ini.

agendaIndonesia

*****

Soto Kadipiro, Sruputan Nikmat Sejak 1921

Soto Kadipiro Yogyakarta adalah kuliner legendaris kota pelajar ini. Foto: gudegnet

Soto Kadipiro selama puluhan tahun sudah menjadi salah satu ikon khasanah kuliner Yogyakarta. Boleh dibilang, warung soto ini adalah salah satu yang tertua dan paling legendaris di kota pelajar ini.

Soto Kadipiro Yogyakarta

Soto tentu sudah menjadi makanan yang tidak asing lagi di lidah orang Indonesia. Meskipun terbagi menjadi beragam jenis pada tiap daerah di seluruh penjuru negeri, pada dasarnya soto merupakan kuliner berkuah yang dibuat dari rebusan daging bahannya.

Daging bahan baku soto bisa bermacam-macam, dari daging ayam, sapi, kambing, hingga kuda. Daging tersebut kemudian direbus dengan racikan bumbu hingga menjadi kaldu yang gurih. Soto kemudian disajikan dengan potongan dagingnya plus sayuran, seperti taoge dan kubis.

Konon, makanan ini dinamakan soto karena berasal dari istilah dialek Hokkian ‘shao du’, yang secara harafiah kurang lebih artinya ‘jeroan berempah‘. Ini merujuk kepada cara memasak daging atau jeroan dengan bumbu rempah hingga menjadi kaldu harum dan gurih.

Sato Kadipiro Yogyakarta awalnya dijual pikulan.
Soto, termasuk soto kadipiro, dipercaya mendapat pengaruh dari kuliner Tionghoa. Foto: shutterstock

Soto sendiri dipercaya merupakan makanan yang dibawa oleh para pendatang dari Tiongkok pada sekitar abad ke-19. Awalnya soto populer di kawasan pulau Jawa, khususnya Jawa Tengah, sebelum menyebar ke daerah lain dan berkembang dengan ciri khasnya masing-masing.

Salah satu soto yang sudah eksis sejak lama, bahkan dari era pra-kemerdekaan adalah soto Kadipiro. Soto ini populer dengan nama demikian karena mengambil nama daerah warung soto ini pertama kali berdiri.

Awal kemunculan soto ini berasal dari seorang penjual soto keliling bernama Karto Wijoyo. Sejak 1921, ia sudah berjualan soto keliling dengan pikulan. Barulah pada 1928 ia mampu mendirikan warung soto yang kini dikenal luas sebagai soto Kadipiro.

Hingga kini, sudah sekitar 100 tahun lebih warung soto ini melayani pembeli dan pecintanya. Setelah Karto berpulang pada 1972, operasional warung soto ini terus dilanjutkan oleh anak-anaknya dan cucu-cucunya. Hingga kini sudah generasi ke tiga bahkan ke empat soto ini menjadi dari bisnis keluarga tersebut.

Beberapa kerabat keluarga mereka pun turut mendirikan warung-warung lain bertajuk soto Kadipiro, dengan resep yang kurang lebih sama. Maka jangan heran, bila terdapat cukup banyak warung soto Kadipiro lainnya yang bertebaran di Yogyakarta.

Mungkin agak sulit bagi orang awam bisa memahami mengapa soto ini bisa begitu legendaris. Secara bahan dan pembuatannya, soto Kadipiro terlihat cukup mirip seperti soto ayam lainnya.

Warung Soto Kadipiro Yogya
Warung soto di jalan Wates ini masih mirip saat pertama berdiri. Foto: Istimewa

Warungnya yang asli pun juga cenderung tua dan sederhana, dengan papan tulisan penanda warung soto Kadipiro di bagian depan warung yang masih dipertahankan hingga kini. Rumah berarsitektur tua dengan pintu dan tiang kayunya juga sejak dulu tak banyak berubah.

Di dalamnya terdapat jejeran kursi dan meja, namun yang cukup unik adalah meja serta kursi yang menghadap langsung ke tempat penyajian soto tersebut. Karyawan yang bertugas akan menyajikan soto dari gentongnya ke hadapan pengunjung yang duduk di situ.

Berbagai keunikan serta ciri khas itulah yang bisa jadi alasan mengapa warung soto ini terus eksis dan digandrungi hingga kini. Bagi mereka yang sudah berumur banyak, warung soto ini menjadi ajang nostalgia zaman dulu, baik bersama keluarga maupun teman.

Namun, ada lagi satu keunikan soto Kadipiro yang mampu membuat yang tua selalu datang kembali dan yang muda ikut penasaran untuk mencoba. Soto ayam di warung ini beda dengan kebanyakan karena hanya dibuat dari ayam kampung.

Disebutkan bahwa penggunaan ayam kampung ini menjadikan kuah kaldu soto tersebut menjadi begitu gurih dan unik. Bahkan konon semakin banyak daging ayam yang direbus untuk menjadi kaldu, maka semakin lezat pula hasil kuah kaldunya.

Tak hanya itu, ayam yang digunakan untuk bahan baku soto ini juga selalu disembelih dan dipotong setiap pagi untuk memastikan kualitas daging selalu fresh, serta cita rasa kuah kaldu yang selalu gurih dan nikmat.

Untuk memasaknya pun masih menggunakan kuali dari tanah liat dan kayu bakar. Metode tradisional ini masih terus dipertahankan hingga kini, demi menjaga aroma dan cita rasa khas dari soto ini.

Di dalam semangkok soto ini, dapat ditemukan isian berupa potongan daging ayam, taoge, kubis, seledri dan bawang goreng. Pengunjung kemudian bisa memesan sendiri soto yang sudah dicampur atau dipisah dengan nasinya.

Interior Warung Soto Kadipiro Bantulpedia
Warung Kadipiro milik generasi ke dua. Foto: Bantulpedia

Sebagai teman makan soto, biasanya disediakan lauk seperti perkedel kentang, tahu dan tempe bacem, ati ampela goreng, serta sate telur puyuh. Selain itu, bisa juga meminta suwiran ayam kampung goreng dengan bawang goreng serta kecap yang menambah unik cita rasa.

Harganya pun tergolong terjangkau. Satu mangkok soto ayam campur dihargai Rp 15 ribu, sedangkan yang pisah biasanya sedikit lebih mahal sekitar Rp 3-4 ribu. Lauk-lauknya juga hanya sekitar Rp 2 ribu hingga Rp 12 ribu.

Untuk yang ingin potongan ayam kampung, harganya mulai dari Rp 12 ribu sampai Rp 21 ribu, tergantung dari bagian ayam mana yang diinginkan. Tersedia pula ragam minuman seperti teh dan jeruk panas maupun dingin, soda gembira dan es tape hijau, dengan harga mulai dari Rp 3,5 ribu.

Pada hari biasa, warung soto ini bisa menghabiskan 75 hingga 80 ekor ayam. Tetapi di kala akhir pekan, warung tersebut bisa menggunakan 120 hingga 150 ekor ayam. Tak heran, pengunjung di akhir pekan biasanya memang begitu membludak.

Sehari-harinya saja, warung soto ini normalnya buka dari jam 08.00 hingga sekitar jam 14.30. Tetapi dari setelah jam makan siang pun – sekitar jam 13.00 – sering kali soto yang dijajakan sudah laris manis terjual.

Oleh karena minat pengunjung yang tak pernah surut, warung soto Kadipiro ini umumnya selalu buka setiap hari. Terkadang warung akan tutup pada hari besar seperti Idul Fitri, namun biasanya hanya akan tutup sekitar 2-3 hari, dan setelahnya akan buka kembali.

Memang, beberapa warung soto Kadipiro yang lain di sekitar daerah itu ada yang mungkin buka lebih lama dengan stok soto lebih banyak. Tapi kalau mau mencoba nuansa dan cita rasa warung soto Kadipiro yang asli, disarankan untuk datang lebih awal agar tak kehabisan. Jika sotonya habis, biasanya di muka warung ada papan tulis kecil dengan tulisan “Soto Habis”.

Soto Kadipiro (Asli)

Jl. Wates no. 33, Yogyakarta

agendaIndonesia/Audha Alief P.

*****

Pindang Ala Palembang, 4 Pilihan Sedap

Pindang ala Palembang, kulinari yang mampu membangkitkan selera makan

Pindang ala Palembang, ibu kota Provinsi Sumatera Selatan ini, menyodorkan sejumlah sajian yang menggugah selera. Tidak hanya pempek dan sejenisnya. Ada pula hidangan menyegarkan yang pas dipadu dengan nasi, yakni aneka pindang.

Pindang Ala Palembang

Bahan bakunya bermacam-macam ikan. Namun bumbunya sama: bawang merah, bawang putih, lengkuas, salam, serai, jahe, tomat, cabai, kunyit, dan asam. Tidak mengherankan jika kemudian namanya berbeda-beda. Umumnya, menggunakan ikan patin, gabus, dan baung, yang biasa ditemukan di Sungai Musi. Namun ada pula yang berbahan tulang iga.

Selain itu, hidangan ini diberi nama sesuai dengan daerah asalnya. Namun semuanya bisa ditemukan di Palembang. Nama-nama menu yang cukup dikenal adalah Pindang Musi Rawas, Pindang Kuyung (khas Sekayu, Muba), Pindang Meranjat (khas Ogan Ilir), dan Pindang Sophia (spesial pindang udang satang). Tambahannya bisa berupa nanas, terasi, kemangi, dan irisan cabai.

Pindang Patin dan Ayam

Dari namanya, sudah jelas memang rumah makan ini menyediakan sajian istimewa serba pindang. RM Makan Pindang Tirta Anugerah terletak di Jalan Soekarno-Hatta, Talang Kelapa. Sebelum masuk ke menu pindang, ada menu pembuka berupa ikan seluang. Merupakan ikan air tawar yang banyak terdapat di Sungai Musi. Bentuknya kecil-kecil. Di Jawa, biasa disebut ikan wader. Ikan ini disajikan dengan cara digoreng kering dan ditemani sambal petai, sambal buah bacang, juga sambal tempoyak.

Sambal buah bacang tak lain sambal mentah dengan irisan bacang (sejenis mangga), yang baunya harum. Sensasi rasa pedas dan asam bertemu dengan aroma bacang yang kuat. Sedangkan sambal tempoyak berbahan dasar durian matang yang telah difermentasi dengan campuran garam. Mula-mula bahan itu diaduk dan disimpan di wadah tertutup rapat. Biasanya, dalam stoples kaca. Setelah sekitar sepekan, tutup wadah dibuka, adonan diaduk kembali agar rata, lalu siap disantap. Biasanya, disajikan terpisah dengan

sambal cabai mentah. Namun bisa disesuaikan pula dengan selera kon- sumen. Sebab, biasanya ada pula yang meminta disajikan dengan dicampur sambal mentah.

Pindang disajikan sebagai menu utama dengan harga rata-rata per porsi Rp 40 ribuan. Sebenarnya, menu pindang satu sama lain memiliki kuah yang mirip, hanya berbeda bahan ikannya. Kuah pindang berwarna merah segar. Benar-benar menggoda selera! Pindang patin tentu berbahan dasar ikan patin, yang berdaging lembut. Rasanya segar

pedas. Apalagi dibumbui semerbak daun kemangi dan buah nanas di atasnya. Benar-benar membuat keringat saya bercucuran di tengah cuaca Palembang yang panas akhir Oktober lalu. Di Palembang, ada beberap tempat lain untuk mencicipi pindang ikan patin, yakni:

Rumah Makan Pindang Musi Rawas; Jalan Angkatan 45 Nomor 18;

Rumah Makan Sri Melayu; Jalan Demang Lebar Daun;

Pindang Meranjat Bu Ucha, Jalan Demang Lebar Daun Nomor 14.

Pindang ala palembang ada yang unik karena berbahan dari tulang iga.
Pindang ala Palembang tak semua berbahan ikan, ada pula yang dari iga sapi. Foto: Dok. Shutterstock

Pindang Tulang

Mungkin yang mengundang tanya bagi orang yang tidak kenal jenis-jenis pindang adalah pindang tulang. Benar- benar sesuai dengan namanya, bahan utama sajian ini adalah tulang iga sapi yang dimasak hingga empuk. Mirip dengan sop iga sebenarnya, hanya berbeda kuahnya. Begitu pula pindang udang. Berisi udang sungai sebesar ibu jari kaki dicampur dengan kuah pindang, yang manis, pedas, dan segar.

RM Makan Pindang Tirta Anugerah, Jalan Soekarno-Hatta Kilometer 10. Kelurahan Talang Kelapa, Keca- matan Sukarame, Palembang

Rumah Makan Pindang Musi Rawas; Jalan Angkatan 45 Nomor 18, Palembang


Rumah Makan Sri Melayu; Jalan Demang Lebar Daun, Palembang.

Pindang Meranjat Bu Ucha; Jalan Demang Lebar Daun Nomor 14, Palembang

Pindang ala Palembang tak selamanya berbahan ikan, ada pula yang dari ayam.
Salah satu pilihan Pindang ala Palembang adalah pindang ayam. Foto: dok. shutterstock

Pindang Kepala Patin

ASYIK rasanya menikmati Sungai Musi sambil mencicipi menu spesial Palembang. Pilihan resto di tepi sungai yang membelah ibu kota Sumatera selatan itu adalah River Side Restaurant. Arena bersantap yang terapung di pinggir sungai ini menyuguhkan pemandangan spektakuler jika kita bersantap makan di malam hari. Deretan lampu LED yang membingkai Jembatan Ampera menjadi pesona tersendiri. Dipadu dengan embusan angin basah Sungai Musi yang mengalir gagah. Sungguh menawan.

Menu utama restoran ini di antaranya Tenggiri Bakar, Udang Mayones, Kepiting Lada Hitam, Sayuran Dua Rasa, dan Pindang Kepala Patin. Yang membedakan pindang tersebut dari jenis pindang lainnya tentu kepala ikan patin sebagai bahan utama. Kepala ikan patin yang diolah cukup besar. Disajikan dalam kondisi dibelah menjadi dua. Dapat dinikmati dengan kuah pindang asam, manis, dan pedas; daun kemangi, yang wangi; serta potongan nanas segar.

Pindang Kepala Patin dapat dipadu dengan menu lain, seperti Tenggiri Bakar seharga Rp 18 ribu per ons dan Udang Mayones Rp 55 ribu per porsi. Ada juga Kepiting Lada Hitam serta Sayuran Dua Rasa yang dipatok Rp
50 ribu per porsi. Ini menu yang unik. Berisi campuran telur hitam, telur bebek asin, dan daging kepiting. Baunya memang agak amis, tapi rasanya cukup menggugah selera.

River Side Restaurant; Kawasan Wisata Sungai Musi. Jalan Rumah Bari, Kompleks Benteng Kuto Besak, Palembang

Pindang Kepala Baung

SATU lagi rumah makan yang menyajikan menu pindang unik adalah RM Pindang Begagan H. Abdul Halim. Pindang kepala ikan baung selalu tersedia di sini. Padahal, ikan penghuni Sungai Musi itu saat ini cukup sulit diperoleh di Palembang karena populasinya mulai berkurang. Tak mengherankan jika harga pindang kepala baung cukup mahal, per porsi dipatok Rp 75 ribu. Terdiri atas kepala ikan baung besar yang dibelah dua. Disajikan dengan kuah pindang kemerahan, segar, asam, manis, dan pedas serta daun kemangi. Tak lupa ada potongan kecil nanas.

RM Pindang Begagan H. Abdul Halim; Jalan Jenderal Sudirman Kilometer 3,5, Palembang

Nugroho A/TL/agendaIndonesia

*****

4 Restoran Asyik di Kota Hujan

Maracca

4 restoran asyik di kota hujan ini bisa menemani malam-malam sambil menikmati rintik-rintik gerimis kota Bogor, Jawa Barat.

Akhir pekan di Kota Hujan, Bogor, Jawa barat, tak melulu harus mengunjungi curug, puncak, atau kebun raya. Aktivitas berkembara lidah pun bisa menjadi opsi yang menarik. Sebab, kota ini menyempurnakan diri sebagai wilayah layak kunjung dengan membangun sejumlah restoran nyaman. Tentu nyaman untuk bersantap dan bersantai.

 

  1. Maraca Books and Coffee

Menyenangkan bagi penggemarnya: kopi dan buku, dipadu jadi satu. Kafe ini menyediakan ruang dengan konsep yang unik, yakni menyajikan pengalaman bagi penikmat kopi dan pembaca buku sekaligus. Seperti perpustakaan, Maraca Books and Coffee memajang sejumlah koleksi buku yang bisa dibaca sambil menyeruput kopi.

Kopi yang tersedia ialah kopi-kopi lokal khas Nusantara. Semisal kopi Aceh Gayo. Sebagai teman minumnya, tersedia penganan ringan. Di antaranya spicy wings, cheese cake, little kebab, dan makanan bergaya Eropa, yakni lasagna. Bila pengunjung emohmemesan kopi, kafe ini juga menyediakan aneka the, susu, dan cokelat.

Maraca Books and Coffee cocok dikunjungi saat Anda ingin mencari kesunyian. Cukup datang seorang diri, pilih tempat yang sunyi, pesan kopi, lalu baca buku. Tempatnya yang nyaman akan membuat Anda betah berlama-lama di sini. Harga kopi di kafe ini dibanderol mulai Rp 30 ribuan.

Alamat: Jalan Jalak Harupat Nomor 9A, Bogor Tengah, Bogor

Jam buka: 09.00–22.00

Telepon: 0812 8024 6380

 

  1. Death By Chocolate & Spaghetti

Terdengar seram namanya: death by chocolate. Kafenya pun berarsitektur semi-gothic yang menorehkan kesan misterius. Kafe ini memiliki ornamen yang dekat dengan hal-hal mistis. Lampunya pun remang-remang. Dijamin bulu kuduk bakal berkuduk ketika masuk kafe ini. Namun justru inilah yang membuat kafe Death By Chocolate & Spaghetti populer dan dikenal banyak orang.

Rata-rata pengunjung penasaran dengan sensasi misterius yang diangkat pada kafe populer itu. Guna menambah seram suasana, pramusaji biasanya akan melayani tamu dengan pakaian ala monster atau setan interlokal. Mereka akan berekting mengeilingi tamu saat mereka sedang makan, bak setan mencari mangsa.

Anda berani datang dan mencicipi cokelat dengan suasana yang lain? Biasanya tempat ini menarik perhatian anak-anak muda. Menunya pun dibuat bernada seram, seperti dibentuk dalam cetakan kuburan dan sebagainya. Tertarik datang?

Alamat: Jalan Ceremai Ujung Nomor 23, Bantarjati, Bogor Tengah, Bogor
Jam Buka: 07.00–22.00
Telepon: 0251-837-777-25

 

Death By Chocolate amp Spaghetti

  1. Anthology Coffee and Tea

Kafe ini belum lama dibuka, yakni sejak awal tahun 2018. Adanya di kawasan Sentul. Lokasinya tak jauh dari gerbang jalan tol Sentul Selatan. Tempatnya cukup mudah dijangkau, baik dari Kota Bogor maupun Jakarta.

Kafe tersebut mulai viral dari media sosial. Netizen mengunggah kafe yang letaknya persis di tepi Danau Teratai. Tampak asyik untuk kongko dan berfoto. Ada beberapa ruang favorit pengunjung di sana. Kafe itu terdiri atas dua lantai. Ruang favoritnya ialah yang menghadap langsung ke danau. Suasana ini memang nyaman dan asri.

Interiornya rata-rata terbuat dari kayu. Ada juga hiasan tanaman yang digantung di pot-pot. Back to nature. Begitulah kalimat singkat untuk menggambarkan suasana kafe.

Pengunjung biasanya datang saat pagi hari sebelum matahari terik. Sebab, suasananya masih segar dan belum terlalu padat dikunjungi pengunjung.

Soal menu, kafe ini menyajikan kopi dan teh dengan pilihan lengkap. Ada kopi lokal yang diseduh manual atau blend atau campuran. Sedangkan menu teh terdiri atas teh tradisional dan yang sudah dicampur bergaya western. Menu-menu ini enak disantap bersama beragam cemilan. Semisal beef teriyaki, cinnamon roll, spiced carrot cake, sampai potato balls.

Alamat: Jalan M.H. Thamrin, Sentul, Bogor

Jam buka: 08.00-22.00

Telepon: 0812-1970-0478

Anthology Coffee and Tea

 

  1. Cimory Resto

Minum susu sambil menyasikan pemandangan alam yang asri, mau? Cobalah Anda menyambangi Cimory Resto. Restoran ini berlokasi di Jalan Raya Puncak. Ada dua pilihan restoran, yakni Cimory River Side dan Cimory Mountain Side. Keduanya hanya dibedakan oleh pemandangan. Tentu saja pemandangan yang disajikan keduanya adalah sungai dan gunung.

Cimory kesohor lantaran memiliki produk susu dan yoghurtyang diklaim alami. Produknya pun sejatinya sudah didistribusikan ke seluruh Indonesia melalui mini market.

Bila berkunjung langsung ke restoran tersebut, Anda akan merasakan sensasi yang berbeda. Suasana restoran bergaya Indonesia-Eropa lekat dirasakan. Selain itu, pemandangannya cukup sejuk menyapu mata. Sepanjang amatan hujau dan segar. Restoran ini menjadi favorit keluarga untuk bersantai, menepi dari hiruk-pikuk.

Alamat: Jalan Raya Puncak Km 76 Cipayung Puncak, Bogor.

Jam buka: 08.00-22.00

Telepon: 021 – 587 4630

Cimory Resto