Staycation Di Ketinggian, 2 Pilihan Terbaik

Staycation di Ketinggian Bali menjadi pilihan berakhir pekan yang menyenangkan. Foto: Dok Padma Resort

Staycation di ketingggian perbukitan tentu sangat menyenangkan sebagai pilihan menghabiskan akhir pekan atau masa libur akhir tahun. Pemandangan berupa bukit, hutan, dan sungai saat berdiam diri di kamar, lobi penginapan, atau di lounge seraya membaca buku.

Staycation di Ketinggian

Ubud, nama kecamatan di Kabupaten Gianyar, Bali, tak asing lagi buat mereka yang ingin staycation di ketinggian. Udaranya sejuk karena daerahnya berupa perbukitan. Tentu, mudah menemukan sawah dan sungai di sana. Tapi kali ini pilihannya bukan Ubud, meski orang sering menganggapnya sebagai satu kesatuan wilayah.

Bersebelahan dengan Ubud, ada kecamatan bernama Payangan. Bisa jadi jarang terdengar. Namun, seperti daerah Bali lainnya, kecamatan ini mulai dipenuhi resor yang menyajikan pemandangan khas perbukitan. Tempat yang cocok untuk staycation di ketinggian.

Staycation di ketinggian Bali menjadi pilihan untuk sekadar bermalas-malsan atau aktif berolahraga.
Pedestrian yang bisa menjadi jogging track. Foto: dok Padma Resort

Dari Ubud, waktu tempuhnya 30-40 menit. Di sisi kiri dan kanan Jalan Raya Payangan, ada sejumlah resor. Dua di antaranya ialah Padma Resort Ubud dan Hanging Gardens of Bali, yang lokasinya berdekatan. Ke duanya bisa menjadi referensi untuk staycation di ketinggian Bali.

Dikelilingi Bukit, Hutan, dan Sungai

Dibuka pada Februari tujuh lalu, resor ini hingga kini masih tetap asyik untuk staycation di ketinggian Bali. Letaknya di antara resor-resor yang tersembunyi di perbukitan Payangan.

Bangunannya berarsitekur khas Bali dengan pemandangan hijau. Itu yang pertama kali dilihat pengunjung. Ada juga kolam yang terlihat tanpa batas dari jendela kamar. Sore hari menjadi pemandangan yang bisa dicecap habis.

Staycation di ketinggian Bali bisa tetap melakukan kegiatan-kegiatan yang produktif.
Bermaik air di kolam renang dengan pemandangan indah. Foto: Padma Resort

Berenang di pagi atau malam bukan masalah karena air hangat memenuhi kolam seluas 89 x 7,5 meter, dilengkapi pool bar dan kolam khusus anak-anak.

Pagi hari, sebelum sarapan, pengunjung bisa menyusuri jalan kecil menuju hutan bambu. Jalanan sudah tertata, mempermudah wisatawan yang ingin berlari pagi atau sekadar berjalan kaki menyegarkan tubuh.

Ada jembatan untuk menghubungkan dua hutan bambu yang dibelah sungai berair jernih. Hotel dengan 149 kamar ini berada di tanah seluas 11 hektare. Ada fasilitas spa, pusat kebugaran, dan restoran. Ditawarkan pula paket yang mengenalkan alam dan budaya masyarakat setempat kepada para pengunjung.

Yang senang gowes, resor menyediakan sepeda. Pilihan lainnya ialah meresapi alam sambil berolahraga dengan mengikuti kelas Yoga Sunrise atau Yoga Sunset. Selain itu, ada program mengunjungi desa untuk mengenal masyarakat lokal dan budaya, serta program membuat kerajinan, seperti canang sari yang dibuat untuk sesajen.

Kamar mulai Premiere Room berukuran 59 meter persegi menghadap ke hutan. Selanjutnya, Premiere Room Deluxe dengan ukuran sama, hanya menghadap infinity pool.  Kamar terluas, Two Bed Suites, seluar 117 meter persegi. Harga per kamar  mulai Rp 4,38 juta hingga 10 juta per malam.

Padma Resort Ubud; Banjar Carik, Desa Puhu; Kecamatan Payangan, Gianyar

Bangunan Tradisional di Lereng Bukit

Menginap di tengah hutan, berada di antara rerimbunan pohon, di The Hanging Gardens of Bali, membuahkan pengalaman menarik. Lokasinya juga di Payangan, utara Ubud.

Staycation di ketinggian Bali merupakan liburan yang menyenangkan sambil mengembalikan energi.
Dari kaca kamar hotel seraya menikmati pemandangan hijau. Foto Hanging Garden Bali

Bangunan berupa vila itu berada di lembah dengan kemiringan sekitar 45 derajat dengan pemandangan Sungai Ayung dan Pura Dalem Segara. Atapnya dari alang-alang.

Sebanyak 44 vila di resor ini dibangun sekitar 700 perajin. Vila pun menyatu dengan taman yang berisi pohon-pohon kopi,  kakao, bambu, dan bunga-bunga.

Resor yang dikenal menjadi tujuan pasangan berbulan madu ini memiliki kolam renang unik. Dua kolam renang tanpa batas dikelilingi pemandangan hijau.

Tamu disodori beberapa pilihan jenis vila, salah satunya Riverside Villa, yang dikelilingi hutan dan pemandangan sungai Ayung dan air terjun. Ada pula Club Residence yang cocok untuk keluarga besar. Harga vila mulai Rp 8 juta untuk yang berukuran 100 meter persegi.

Untuk makan malam atau santap siang yang mengesankan, tamu cukup memilih salah satu restoran dalam resor ini. Ada The Garden dengan pemandangan kolam renang tanpa batas dan pura tua. Bila ingin kongko, Anda bisa memilih The Garden Bar. Tersedia juga Spa Collection atau mencicipi afternoon tea di River Bale. Membaca buku sambil minum teh dan menyantap camilan atau makan berat bisa dilakoni di The Library. Pilihan terakhir adalah The Heart of Jungle, tempat menikmati secangkir teh dengan kue-kue khas Bali saat sore hari.  

Hanging Gardens of Bali; Desa Buahan, Payangan; Gianyar

Jadi? Kalau ingin staycation di ketinggian Bali yang asyik, dua itu bisa diagendakan.

agendaIndonesia

*****

Liburan di Musim Hujan, Perlu 6 Kiatnya

Liburan di musim hujan perlu strarategi khusus agar perjalanan tetap menyenangkan.

Liburan di musim hujan mungkinkah? Ya mungkin-mungkin saja. Kata orang, liburan tak berhenti karena cuaca. Semua bisa dilakukan selama paham cara mengatasinya. Hujan bukan halangan untuk  berlibur. Pilihan destinasi yang tepat menjadi kunci liburan tetap menyenangkan.

Liburan di Musim Hujan

Mulai September hingga Januari, negeri seperti Indonesia rasanya langganan diguyur hujan lebat. Padahal inilah saatnya berlibur bersama keluarga atau kawan. Jadi, akankah Anda langsung membatalkan niat melancong? Tentu tidak harus membuat keputusan seperti itu.

Liburan mestinya tetap bisa jalan, terlebih apabila telah direncanakan jauh-jauh hari. Tiket penerbangan sudah di-issued lebih awal karena taktik mendapatkan harga promo, misalnya. Hotel pun sudah direservasi karena khawatir musim hi-season dan penginapan penuh. Bali atau Yogyakarta, misalnya, pastilah diserbu pelancong.

Liburan di musim hujan harus pandai-pandai memilih destinasi, objek wisata dan atraksi yang hendak dilakoni,
Sedia payung sebelum hujan, sedia strategi jika ingin liburan di musim hujan.

Lalu perlukah ketika akhir tahun, sejak awal sudah direncanakan untuk memilih tujuan-tujuan yang curah hujannya tak terlalu tinggi. Atau justru pergi ke belahan bumi lain yang justru sedang musim panas?

Tak harus seperti itu. Ada berbagai cara untuk menikmati liburan di musim hujan, meski sesekali harus bersimbah air yang turun dari langit. Para pelancong bisa simak beberapa tips berikut.

Pilihan Destinasi.

Strategi pertama, memang mencari destinasi-destinasi dengan curah hujan terendah. Informasi ini bisa dilihat di situs-situs layanan prakiraan cuaca. Bisa dilihat trend curah hujan di suatu daerah.

Ada daerah yang tetap hujan, namun biasanya di daerah seperti ini hujan turun tidak sepanjang hari sehingga tinggal pintar-pintar memilih waktu untuk beraktivitas di luar ruang. Bila hujan cenderung pagi, bersantailah di pagi hari di hotel sembari menikmati alam di balik kaca. Jadi, pilihlah hotel dengan pemandangan yang menarik sehingga ketika berdiam di hotel, suasana tak membosankan.

Seusai hujan, bersiap-siap lah menelusuri berbagai obyek wisata. Pilih objek wisata yang di dalam ruang, atau tempat terbuka tapi ada fasilitas untuk berteduh.

Lebih Baik Pantai Daripada Gunung.

Selama liburan di musim hujan, sebaiknya hindari pegunungan. Curah hujan di daerah pegunungan lazimnya lebih tinggi di banding dataran rendah. Udara dingin pun lebih sering menyergap. Pakaian tebal dan jas hujan tentunya membuat kopor Anda menjadi lebih berat. 

Selain itu, kecil kemungkinan bagi Anda untuk beraktivitas di luar ruang di daerah pegunungan. Cuaca di dataran tinggi cenderung lebih cepat berubah.

Cek Ramalan Cuaca.

Untuk memastikan tanggal-tanggal liburan bebas dari hujan sepanjang hari, tidak ada salahnya mengecek ramalan cuaca yang bisa dilihat di berbagai situs. Kini banyak situs yang memberikan informasi semakin akurat karena langsung mengakses ke Lembaga resmi.

Tentu, informasi cuaca ini tidak bisa akurat 100 persen. Selalu saja ada kemungkinan meleset atau berubah. Karena itu, harus selalu melakukan update dan menyiapkan alternatif objek wisata jika kondisi berubah.

Obyek Wisata.

Kalau pun Anda berkeras berlibur ke daerah pegunungan, barangkali pilihan yang tepat adalah obyek wisata di sumber air panas. Kala hujan turun deras, Anda bisa asik berendam dan mendapat kehangatan.

Selain itu, cari daerah yang memang terlihat lebih indah di musim hujan, semisal air terjun. Debit air yang tinggi membuat keindahan air terjun makin mempesona. Ada pula daerah-daerah yang justru “menjual” hujan sebagai tambahan kenyamanan liburan. Misalnya karena tempat tersebut biasanya sangat panas. Hujan menyebabkan hawa menjadi lebih sejuk.

Wisata Sejarah.

Pilihan lain adalah kota dengan peninggalan sejarah dan museum yang menarik dikunjungi. Ada beberapa kota yang memiliki sejarah dan jejaknya bisa dilihat dari bangunan kuno dan benda-benda peninggalan yang ada di museum-museum.

Wisatwan tidak perlu repot kehujanan di obyek wisata karena berada di ruangan tertutup. Kadang di museum  pun ada kafe sehingga sembari menunggu hujan, Anda bisa menikmati suguhan lokal yang khas.

Wisata Kuliner.

Liburan di musim hujan saat nya menikmati kuliner khas yang lenih nikmat disanpat saat hujan turun.
Banyak wisata kuliner yang lebih maksnyus disantap saat hujan turun, misalnya soto. Foto: dok. shutterstock

Selain museum dan bangunan bersejarah, coba menjajal wisata kuliner di kota-kota yang terkenal dengan hidangan yang hangat. Terbayang asiknya di saat hujan turun kita bisa menyuruput kopi-kopi khas lokal atau hidangan berkuah, seperti soto, sop, dan lain-lain.

Liburan di musim hujam tetap asyik buat dilakukan. Seperti disebut di atas, kadang alam pun terlihat lebih indah ketika diguyur hujan, asal jangan Anda menjadi basah kuyup.

agendaIndonesia

*****

Rumah Jadi Hotel, Ini Dia 5 Pilihannya

Dolan ke Borobudur, selain menikmati kemegahan candi Budha terbesar juga ada sejumlah destinasi lain. Foto: dok shutterstock

Rumah jadi hotel sudah bukan hal yang aneh di zaman sekarang. Sejak merebaknya aplikasi-aplikasi berbasis internet yang menawarkan kamar dan penginapan, banyak rumah yang kemudian disulap menjadi hotel. Bahkan tak sedikit kamar-kamar nganggur, karena anak-anak sudah lulus dan bekerja di luar kota, ditawarkan untuk penginapan. Lumayan bukan?

Rumah Jadi Hotel

Tapi tak hanya kamar, banyak rumah-rumah dari masa lampau, yang karena sudah tidak ditempati, lantas diubah jadi penginapan. Rumah jadi hotel. Awalnya merupakan rumah tinggal, kemudian difungsikan sebagai penginapan yang khas.

Seringkali, pelancong ingin mendapatkan sensasi tersendiri saat berlibur ke kora-kota masa kecilnya. Padahal, rumah masa kecilnya sudah tidak ada. Atau, tak sedikit wisatawan yang ingin mendapatkan kesan berada di suatu tempat, dan bukan hotel yang serba modern.

Susahnya, kadang wisatawan model seperti itu tak mau bertindak sebagai backpacker. Menginap di hotel-hotel kecil. Maunya penginapan lengkap tapi dengan sensasi rumah masa kecilnya. Pilihannya jenis penginapan rumah jadi hotel.

Hotel Jawa Modern

Bagi wisatawan yang ingin menjelajahi pantai, pegunungan, Candi Prambanan, Keraton Yogyakarta, atau Candi Borobudur mungkin Rumah Mertua bisa menjadi alternatif tempat menginap. Eits, tunggu dulu. Ini bukanlah rumah mertua yang sesungguhnya. Ini nama sebuah penginapan.

Rumah jadi hotel membuat pelancong bisa menikmati sensasi rumah masa kecilnya.
Rumah Mertua.

Lokasinya tidak jauh dari pusat Kota Yogyakarta. Hanya sekitar 15 menit berkendara. Kamar-kamar di Rumah Mertua dirancang dengan suasana Jawa modern. Kamar hotel hanya berjumlah 11. Namun fasilitasnya cukup lengkap, mulai penyejuk udara, TV kabel, hingga air panas dan dingin. Tarif mulai Rp 500 ribu per malam. Namun bisa lebih murah atau malah lebih mahal, tergantung permintaan.

Rumah Mertua; Jalan Palagan Tentara Pelajar, Gang Padma Nomor 5; Yogyakarta

Rumah Arsitektur Tradisional

Rumah Sleman, ditilik berdasarkan namanya, sudah dapat ditebak penginapan ini lokasinya ada di Sleman, Yogyakarta. Kabarnya, bangunan ini bekas rumah seorang keluarga sultan yang kemudian dialihfungsikan menjadi hotel.

Rumah jadi hotel adalah upaya menjadi tempat tinggal yang sudah tidak terpakai menjadi penginapan yang layak.
Rumah Sleman Private Boutique Hotel

Seluruh bangunan didirikan dengan menerapkan filosofi budaya Jawa dan struktur asli kediaman masyarakat Jawa, misalnya penggunaan pendopo luas dengan pilar-pilar penyangga. Fasilitasnya tak kalah lengkap dibanding dengan hotel berbintang. Tarifnya dipatok Rp 1,5 juta per malam, tergantung persediaan dan permintaan.

Rumah Sleman Private Boutique Hotel; Jalan Purboyo Nomor 111 Warak Kidul, Mlati, Sleman, Yogyakarta


Nuansa Patriotisme

Lokasinya tak jauh dari Monumen Jogja Kembali, monument yang dibangun untuk mengenang perjuangan rakyat Indonesia di masa penjajahan dulu. Mungkin karena itu pula pengelolanya lantas mendekorasi interior hotel dengan mengusung nuansa patriotisme.

Rumah jadi hotel membuat penginapan memiliki kesan akrab dan hangat.
Rumah Palagan

Puluhan reproduksi foto-foto masa perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia dipajang di dinding hotel maupun di kamar. Selain menampilkan ornamen dekorasi khas Jawa, Rumah Palagan menyelipkan ornamen Bali di lobi hotel dan taman yang asri. Jika beruntung, pelancong bisa mendapat tarif mulai Rp 295 ribu per malam.

Rumah Palagan Guest House; Jalan Palagan Tentara Pelajar Kilometer 7,8, Mudal, Ngaglik; Sleman, Yogyakarta

Pesona Borobudur

Meskipun Candi Borobudur hanya sekitar satu jam perjalanan dari Yogyakarta, banyak pengunjung memilih menghabiskan malam di dekat kawasan candi  ini. Maklum, bermalam di dekat Candi Borobudur menjanjikan sensasi luar biasa dan keleluasaan untuk menjelajahi pesona mahakarya arsitektur ini.

Rumah Jadi Hotel A rumah Boedi
Rumah Boedi.

Pilihan akomodasi di sekitar Candi Borobudur cukup banyak. Salah satunya Rumah Boedi Private Residence. Jenis akomodasi yang ditawarkan berupa vila. Ada tiga tipe vila di sana: Studio Villa, Junior Villa, dan Royal Villa. Tarif mulai Rp 600 ribu per malam.

Rumah Boedi Private Residences Borobudur; Tingal Wetan, Wanurejo, Borobudur; Magelang, Jawa Tengah

Nostalgia Eyang

Ingin mencoba sensasi menginap yang unik saat berada di Yogyakarta? Roemah Eyang mungkin patut dicoba. Tempat tinggal Ibu Harno ini sering menjadi tempat persinggahan putra-putri dan cucu-cucunya saat berkunjung ke Yogya. Namun belakangan rumah ini juga diperuntukkan bagi wisatawan yang ingin menginap sembari bernostalgia dengan pelayanan serba kekeluargaan.

Wisatawan dianggap sebagai tamu keluarga yang bebas melakukan aktivitas layaknya di rumah eyang sendiri. Tapi dengan sopan santun serta tata krama seperti yang diterapkan di keluarga Jawa. Ruangannya dipenuhi mebel antik, kamar ditata seperti hotel berbintang dengan suasana nyaman dan pelayanan yang ramah. Tarif yang relatif murah membuat Roemah Eyang menjadi incaran para backpacker.

Roemah Eyang; Jalan Kemetiran Kidul GTII Nomor 726; Yogyakarta

agendaIndonesia

*****

The Singhasari Resort adalah sebuah hotel bintang 5 yang berada di kawasan Batu, Malang. Sesuai namanya, hotel ini memadukan desain kontemporer dengan nuansa tradisional yang..

Hotel Tugu Lombok adalah sebuah hotel bintang 5 yang terletak di kawasan pantai Sire, Lombok. Hotel yang berdesain antik dan berdekorasi kerajinan seni tradisional Indonesia..

Prama Sanur Beach Bali adalah sebuah hotel bintang 5 yang terletak di kawasan Sanur, Bali. Menawarkan pemandangan tepi pantai serta kebun, hotel ini juga menyediakan..

Amarsvati Luxury Resort Condotel & Villas adalah sebuah hotel bintang 5 yang terletak di kawasan Malimbu, Lombok. Nama hotel ini berasal dari kata sanskrit Amar..

Grand Hyatt Bali adalah sebuah hotel bintang 5 yang terletak di kawasan Nusa Dua, Bali. Hotel yang memiliki lagoon pool dan beberapa jenis kamar suites..

Jambuluwuk Batu Resort adalah sebuah hotel bintang 5 yang terletak di kawasan Batu. Hotel yang berada di ketinggian 1035 meter di atas permukaan laut ini..

Hotel Ramah Lingkungan, 4 Layak Dicontoh

Hotel ramah lingkungan bukan sekadar lahan yang hijau tanaman tapi juga sikap dalam operasional.

Hotel ramah lingkungan semakin menjadi tren bagi dunia hospitality. Tren telah berganti. Hotel kini tak cukup hanya memiliki pelayanan bagus, tempat strategis, serta fasilitas lengkap dan bersih. Mereka juga dituntut memenuhi standar sebagai hotel hijau.

Hotel Ramah Lingkungan

Beberapa biro perjalanan wisata berbasis online bahkan kini memiliki filter pada sistem pencariannya untuk hotel-hotel ramah lingkungan. Ini melengkapi filter untuk harga dan fasilitas yang biasanya memang sudah menjadi standar layanan.

Saat ini di banyak hotel sudah memberikan notifikasi di kamar-kamar mandinya, biasanya diletakkan di are watafel atau kadang di gantungan dekat tumpukan handuk, soal perlu tidaknya mengganti handuk. Ini terutama untuk tamu yang menginap lebih dari satu malam.

Hotel tidak akan pernah menolak jika ada tamu yang meminta pergantian handuk karena kotor, missal ternoda sabun atau shampoo, namun ada upaya edukasi. Dalam notofikasi atau edukasi yang diberikan, disebutkan bila handuk dirasa perlu diganti makan tamu dipersilakan meletakkan di lantai. Namun, jika masih menganggap bersih dan akan memakainya lagi, handuk bisa digantungkan di tempatnya.

Apa perlunya edukasi seperti itu? Sederhana, ini soal pemanfaatan air bersih untuk laundry. Dan ke dua, mengurangi detergen yang bisa mengganggu keseimbangan alam.

Saat ini ada pula ajang pemberian penghargaan untuk green hotel. Salah satu[1]nya ASEAN Green Hotel Award. Beberapa hotel dan resor dari Indonesia meraih penghargaan tersebut. Lalu hotel apa saja di Indonesia yang mempraktekkan standar hotel ramah lingkungan dan apa yang mereka lakukan?

Air Daur Ulang

BERADA di kawasan Lapangan Banteng, Jakarta, Hotel Borobudur Jakarta sejak dulu terkenal dengan menu sop buntutnya. Kini, hotel tersebut memiliki reputasi sebagai green hotel nomor wahid di Indonesia. Borobudur Hotel menerapkan sistem recycle water dan green cleaning.

Hotel ramah lingkungan salah satunya adalah dalam mengelola air limbah mereka.
Hotel Borobudur Jakarta salah satu yang terdepan mengelola lingkungan.

Recycle water atau daur ulang air adalah penggunaan kembali limbah air, baik untuk menyiram tanaman maupun flushing di toilet. Untuk green cleaning, hotel ini menggunakan lampu LED yang dinilai lebih hemat listrik.

Hotel bintang lima itu pun dinilai sudah efisien dalam pemakaian mesin penyejuk udara dan pengurangan limbah. Atas perhatian terhadap lingkungan, Hotel Borobu[1]dur Jakarta berturut-turut menyabet penghargaan di tingkat ASEAN.

Bersetifikasi Ramah

THE St. Regis Bali Resort terletak tak jauh dari Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali. Hanya butuh waktu tempuh sekitar 20 menit. Lokasinya tepat di depan Pantai Nusa Dua, yang menawarkan pemandangan laut nan indah digabungkan dengan taman yang tenang.

Hotel ramah lingkungan dimulai dari sejak awal perencanaan bangunannya,

Penginapan yang memiliki 72 resor dan 42 vila ini memiliki fasilitas relatif komplet. Dari swimming lagoon and pool, Bali golf and country club, the beach, remedy spa, the library, business center, gym, hingga concierge service. Namun yang tak kalah penting, Regis telah tersertifikasi dalam Earth Check Silver Certified.

Bangunan nya dinilai ramah lingkungan karena memperhatikan alam, warisan bu[1]daya, dan perekonomian masyarakat setempat.

Green Globe

DIBANGUN di dataran tinggi di tepi pantai, Alila Villas Uluwatu memiliki 50 kamar hotel dan 35 vila keluarga. Juga memiliki kolam infinity atau tak bertepi karena berhadapan dengan laut.

Hotel ramah lingkungan menggabungkan asitektur, pemandangan desa, dan sentuhan ruang terbuka.

Menghabiskan sore di sana menjadi kegiatan paling sempurna. Semakin sempurna karena Alila menggabungkan arsitektur paviliun Bali dan pemandangan desa dengan sentuhan ruangan terbuka yang modern. Bahan-bahan yang digunakan berasal dari Bali atau Jawa. Alila Villas Uluwatu merupakan hotel pertama di Bali yang menerima sertifikat environmentally sustainable design (ESD) dan melampaui persyaratan green globe. Konsep ramah lingkungan terlihat jelas dalam desain arsitekturnya.

Tadah Hujan

THE Dharmawangsa Jakarta juga memiliki reputasi sebagai hotel ramah lingkungan. Rumah tropis bergaya kolonial di tengah taman ini tampak megah dan luas dengan langit-langit tinggi serta pintu dan jendela lebar.

Hotel ramah lingkungan bermakna menyelasakan bangunan, manusia dan lingkungan alam sekitar.
The Dharmawangsa Jakarta

Udara atau sinar matahari leluasa mengalir. Sejak awal, Dharmawangsa memang dirancang agar selaras dengan alam sekitar dan menerapkan prinsip ramah lingkungan. Keselarasan dengan alam amat ber[1]makna. Hotel ini mampu menghemat biaya operasional 20-50 persen tanpa mengurangi estetika dan kualitas layanan standar internasional.

The Dharmawangsa memperoleh sertifikat internasional untuk penghematan air dan energi, pengelolaan limbah cair dan padat, penggunaan bahan ramah lingkungan, serta kerja sama dengan masyarakat dan organi[1]sasi setempat. Selain mengandalkan Perusahaan Daerah Air Minum, kebutuhan air dipenuhi dari tadah hujan dan pengolahan kembali air limbah layak pakai untuk menyiram taman, mengisi kolam, dan mencuci mobil.

agendaIndonesia

*****

The Singhasari Resort adalah sebuah hotel bintang 5 yang berada di kawasan Batu, Malang. Sesuai namanya, hotel ini memadukan desain kontemporer dengan nuansa tradisional yang..

Hotel Tugu Lombok adalah sebuah hotel bintang 5 yang terletak di kawasan pantai Sire, Lombok. Hotel yang berdesain antik dan berdekorasi kerajinan seni tradisional Indonesia..

Prama Sanur Beach Bali adalah sebuah hotel bintang 5 yang terletak di kawasan Sanur, Bali. Menawarkan pemandangan tepi pantai serta kebun, hotel ini juga menyediakan..

Amarsvati Luxury Resort Condotel & Villas adalah sebuah hotel bintang 5 yang terletak di kawasan Malimbu, Lombok. Nama hotel ini berasal dari kata sanskrit Amar..

Grand Hyatt Bali adalah sebuah hotel bintang 5 yang terletak di kawasan Nusa Dua, Bali. Hotel yang memiliki lagoon pool dan beberapa jenis kamar suites..

Jambuluwuk Batu Resort adalah sebuah hotel bintang 5 yang terletak di kawasan Batu. Hotel yang berada di ketinggian 1035 meter di atas permukaan laut ini..

Memilih Gedung Pertemuan, 6 Strateginya

Memilih Gedung pertemuan seakan sederhana saja. Tapi sesungguhnya ada sejumlah hal mesti dipertimbangkan. Foto: dok unsplash

Memilih gedung pertemuan, untuk berbagai keperluan, memerlukan pelbagai pertimbangan yang matang. Latar belakang pertemuan tentu menjadi pertimbangan pertama untuk memilih tempat. Termasuk jumlah peserta pertemuan.

Memilih Gedung Pertemuan

Salah satu alternatif memilih Gedung pertemuan adalah gedung serbaguna. Ini biasanya memang dikhususkan bagi orang yang ingin menyewanya untuk mengadakan acara. Gedung ini pun didesain agar memudahkan tamu undangan yang datang tanpa perlu kebingungan mencari di mana letak tempat acaramu.

Ruang rapat juga bisa dipertimbangkan saat memilih gedung pertemuan, terutama jika jumlah pesertanya tidak terlalu banyak. Dan ruang rapat biasanya menjadi salah satu fasilitas penting yang dimiliki oleh sebuah kantor atau perusahaan. Penyediaan ruang pertemuan pun tidak utama, karena tempat inilah yang akan digunakan untuk rapat-rapat penting, rapat khusus dengan pekerja kantor, rapat khusus dengan kolega atau mitra kerja.

Memilih gedung pertemuan harus mempertimbangkan lokasi, akses, fasilitas gedung, termasuk internet, dan tentu saja tarif.
Hal untuk pameran. Foto: Dok. unsplash

Namun ada kalanya, kondisi ruang rapat di kantor tak cukup memadai untuk dipakai sebagai tempat pertemuan. Kadang ada pula kantor atau perusahaan yang memiliki function room cukup luas, biasanya perusahaan yang memiliki banyak karyawan.

Begitupun kadang kondisi ruang serbaguna yang dimiliki perusahaan tidak cukup. Baik dari segi luas, fasilitas pendukung, hingga layanan lain seperti konsumsi pendukung atau bahkan area parkir untuk tamu. Atau jika pertemuan dilakukan di luar kota. DI Yogyakarta, misalnya. Solusinya adalah menyewa atau memilih gedung pertemuan.

Gedung pertemuan yang baik memiliki fasilitas penunjang rapat yang mumpuni untuk menunjang acaranya. Bila tidak memiliki ruangan yang cukup memadai untuk tempat rapat, Anda tidak perlu salahnya Anda melakukan ruang pertemuan di luar gedung kantor. 

Kini untuk menemukan berbagai tempat yang menyediakan layanan sewa ruang pun cukup mudah karena pilihan ruang pertemuan yang bisa Anda sewa. Untuk memilih gedung pertemuan yang sesuai dengan kebutuhan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

Lokasi

Ini tampaknya sederhana, tapi untuk kota sebesar Jakarta lokasi menjadi pertimbangan penting. Aksesbilitasnya harus menjadi perhitungan utama. Terutama jika tamu yang hadir berasal dari pelbagai asal.

Jika peserta pertemuan adalah karyawan perusahaan sendiri, kedekatan dengan lokasi kantor perlu diperhatikan. Terutama jika ada karyawan yang mesti mondar-mandir karena urusan pekerjaan rutin.

Luas Ruangan

Besarnya ruangan harus diperhitungkan dengan jumlah undangan. Lalu model acara perlu dilihat, apakah pertemuannya model roundtable atau classroom.

Tidak kalah penting adalah area parkir. JIka banyak tamu akan menggunakan kendaraan pribadi, area parkir harus diperhitungkan dengan jumlah undangan.

Daya Listrik

Hal mendasar yang perlu Anda pertimbangkan untuk menentukan tempat sewa ruang adalah tentang perlengkapan listriknya. Sebaiknya memilih ruang pertemuan dengan perlengkapan listrik yang memadai. Hal ini penting untuk menjamin kenyamanan dan kelancaran rapat yang Anda selenggarakan. 

Ruang rapat dengan perlengkapan listrik yang memadai menghindarkan Anda dari yang tidak diharapkan. Misalnya, listrik yang tiba-tiba padam di tengah rapat. Kelistrikan yang memadai memungkinkan Anda mengadakan pertemuan dengan fasilitas terbaru yang membantu saat rapat dilaksanakan. Termasuk kesiapan cadangan daya.

Fasilitas Gedung

Apa yang harus Anda pilih saat memilih gedung pertemuan? Pastikan fasilitas furnitur yang memadai sesuai rencana konsep pertemuan. Anda perlu menginstal ruang pertemuan yang Anda pilih memiliki ruang rapat yang sesuai dengan kebutuhan Anda, tidak terlalu besar, pun juga tidak terlalu ketat. 

Ruang pertemuan yang ideal adalah yang memiliki kapasitas yang tepat, yang sesuai dengan kapasitas peserta, dan memiliki furnitur yang memadai seperti meja dan kursi pertemuan yang nyaman. Furnitur yang nyaman dan memadai memiliki peran yang cukup penting untuk meningkatkan kebutuhan pertemuan tetap kondusif. 

Koneksi Internet

Kebutuhan koneksi internet saat ini sudah tidak bisa ditawar. Terutama untuk kebutuhan saat menggelar pertemuan atau rapat. Saat memutuskan menggunakan layanan sewa ruang di luar gedung kantor, tidak ada salahnya saat Anda memasang dulu fasilitas yang disediakan ruangan tersebut, termasuk koneksi internet yang cepat. 

Di dunia yang kini serba digital, tentu saja penggunaan berbagai fasilitas berteknologi canggih membutuhkan koneksi internet yang stabil dan berkecepatan tinggi untuk proses pertemuan kelancaran. Rapat atau pertemuan yang menggunakan telekonferensi juga membutuhkan koneksi internet yang mumpuni. Selain itu internet juga memiliki banyak informasi yang dapat diakses dengan mudah yang mungkin Anda butuhkan selama rapat berlangsung.

Biaya Atau Tarif

Jika dibandingkan hotel, tentu saja harga sewa gedung serbaguna relatif lebih murah. Bahkan, kini sudah banyak gedung serbaguna yang disewakan untuk resepsi yang harganya sangat affordable. Jauh berbeda dengan hotel yang umumnya lebih mahal untuk sekali sewa.

Begitupun, tarif bukan segalanya. Harus dihitung seluruh anggaran dan kebutuhannya. Balai Sidang atau convention center seperti JCC atau Medan Convention Center, tentu tarif untuk ruanganya saja lebih mahal. Namun, jika diperhitungkan dengan akses, parkir, fasilitas dan lainnya, mungkin angkanya menjadi relative masuk akal.

agendaIndonesia

*****

Diabetes dan Melancong, 2 Hal Bisa Kompak

Diabets dan melancong bisa kompak asaL tahu cara mengaturnya. Foto: shutterstock

Diabetes dan melancong seperti dua hal yang tak bisa akur. Melancong yang identik dengan kegembiraan, termasuk makan-makan yang enak, dianggap ancaman untuk penderita diabetes. Adakah cara agar mereka yang gula darahnya tinggi tetap bisa menikmati liburan?

Diabetes dan Melancong

Menderita kadar gula darah tinggi bukanlah halangan untuk melakukan banyak kegiatan. Termasuk untuk melancong. Kuncinya, jaga asupan, perjalanan pun tetap aman.

Diabetes dan melancong sering dianggap dua hal yang bertentangan. PAdahal keduanya bisa akur.
Diabetes dan melancong, dan godaan makanan enak. Foto; Dok. shutterstock

Melakoni perjalanan, menyambangi tempat-tempat baru, dan menemui bentang alam yang tak pernah dijumpai sebelumnya memantik hasrat pelancong terus melangkah. Tak peduli seberapa jauh pengembaraan, kaki harus tetap bergerak menuju lokasi-lokasi yang ingin didatangi.

Pengalaman menjadi seorang wisatawan memang menarik. Banyak orang iri dan ingin menjajalnya. Bagi penderita diabetes, hasrat jalan-jalan itu tidak perlu disimpan hanya karena merasa tak sanggup melakukan perjalanan tersebut. Apalagi, selama perjalanan dibayangi pola hidup yang tak sehat. Diabetes dan melancong seolah sesuatu yang bertolak belakang dengan yang harus dijalaninya.

Bagi pelancong, seperti diungkapkan Mulyani Anny Suryani Gultom, spesialis penyakit dalam, ada banyak hal menjadi pemantik munculnya gangguan diabetes. “Kurang tidur menjadi penyebab pertama,” ucapnya.

Seorang wisatawan jelas memanfaatkan 24 jam waktunya untuk melakukan perjalanan. Hingga tak disadarinya, ia lena mengatur waktu istirahat dalam sehari.

Kurang tidur membikin metabolisme tubuh terganggu. Dalam sebuah riset, para ahli dari University of Chicago memaparkan kurang tidur selama tiga hari mengakibatkan kemampuan tubuh memproses glukosa menurun drastis. Hal ini tentu membikin risiko serangan diabetes meningkat.

Kedua, untuk mengatur stamina, pelancong kerap makan banyak dan mengkonsumsi gula dengan jumlah yang melewati batas. Kadang ini tanpa disadari. Terlebih jika pelancong lebih banyak staycation di hotel. Semua makanan siap disajikan dan diantar ke kamar. Hmmm…

Belum lagi, sepanjang jalan, turis juga kerap ngemil keripik dan biskuit. Pola ini membuat mereka lupa mengontrol diri. Asupan yang lalai diatur selama jalan-jalan menjadi momok yang mengerikan. Bayangkan jalan-jalan ke Bandung tanpa berhenti mengudap.

Kebanyakan ngemil makanan yang mengandung hidrat arang tinggi akan memantik kadar gula dalam tubuh makin melambung. Ini menyebabkan persepsi diabetes dan melancong bukan dua hal yang cocok.

Diabetes dan melancong bisa tetap menyenangkan. Kuncinya adalah disiplin diri.
Hati-hati dengan godaan minuman bersoda yang dingin. Foto: Dok. shutterstock

Ketiga, tergila-gila dengan soda. Ini memang hal yang paling sulit ditampik selama perjalanan. Berada di luar ruang dengan hawa panas, mendorong pelaku perjalanan menenggak air soda dingin untuk menyejukkan badan. Alih-alih segar, tubuh mendapat asupan kalori tinggi karena ada puluhan sendok gula yang terkandung dalam sekaleng soda. Bayangkan bila terus-menerus dikonsumsi.

Selain tiga hal itu, pemantik munculnya diabetes adalah konsumsi rokok dan stres. Deretan pemicunya tersebut harus diwaspadai para penderita diabetes. Jika menjauh dari semua hal itu, gangguan kesehatan selama di perjalanan bisa ditekan serendah mungkin.

Penyakit diabetes di Indonesia menduduki peringkat pertama pemantik kematian, melampaui serangan virus. Mulyani mengungkapkan, pada 2014, sebanyak 9,51 juta orang Indonesia menderita diabetes. Penyakit ini menyerang siapa saja.

Diabetes terbagi dalam dua tipe, yakni tipe 1 dan 2. Perbedaannya macam-macam. Biasanya, diabetes tipe 1 menyerang orang berusia kurang dari 20 tahun (atau usia yang masih muda). Penyebabnya, lantaran kerusakan pankreas sehingga produksi insulin berkurang, dan sering menyerang orang berperawakan kurus.

Sedangkan diabetes tipe 2 kerap menyerang orang berusia di atas 35 tahun. Diabetes tipe ini menyerang mereka yang memiliki ukuran tubuh besar. Bisa dibilang penderitanya ialah orang yang menderita obesitas. Diabetes ini disebabkan resistensi insulin. Jumlahnya cukup, tapi tidak bekerja dengan baik untuk mengontrol kadar gula dalam tubuh.

Langkah Pencegahan

Membawa gula stevia ke mana pun. Stevia adalah daun yang banyak digunakan masyarakat di Paraguay dan Brasil untuk memasak. Bentuknya sekilas mirip dengan daun mint. Namun stevia memiliki karakter manis alami, berbeda dengan daun mint.

Stevia digadang-gadang aman dan bisa menjadi alternatif bagi orang yang kepingin menyantap minuman manis tanpa khawatir gula darahnya naik. Olahan stevia umumnya berbentuk bubuk halus bertekstur mirip dengan tepung. Kemasannya pun praktis, siap dibawa ke mana-mana. Konon selama jalan-jalan, dalam sehari, pelancong bisa mengkonsumsinya hingga 13 sachet.

Jangan abai dengan sarapan. Sebelum menempuh perjalanan juga sebelum check out dari hotel, manfaatkan fasilitas sarapannya lebih dulu. Menurut penelitian, orang yang sering sarapan dengan makanan sehat akan memiliki kandungan kadar gula yang lebih rendah daripada yang tidak.

Banyak berjalan kaki. Sambangi tempat-tempat yang jaraknya tak terlampau jauh dari hotel dengan berjalan kaki. Pilih kendaraan umum jika mencapai obyek wisata yang lokasinya jauh. Dengan pilihan ini, Anda harus berjalan kaki menuju terminal bus, kereta api, dan jenis transportasi lain. Dengan berjalan kaki, jumlah kalori yang terbakar lebih tinggi.

agendaIndonesia

*****

The Singhasari Resort adalah sebuah hotel bintang 5 yang berada di kawasan Batu, Malang. Sesuai namanya, hotel ini memadukan desain kontemporer dengan nuansa tradisional yang..

Hotel Tugu Lombok adalah sebuah hotel bintang 5 yang terletak di kawasan pantai Sire, Lombok. Hotel yang berdesain antik dan berdekorasi kerajinan seni tradisional Indonesia..

Prama Sanur Beach Bali adalah sebuah hotel bintang 5 yang terletak di kawasan Sanur, Bali. Menawarkan pemandangan tepi pantai serta kebun, hotel ini juga menyediakan..

Amarsvati Luxury Resort Condotel & Villas adalah sebuah hotel bintang 5 yang terletak di kawasan Malimbu, Lombok. Nama hotel ini berasal dari kata sanskrit Amar..

Grand Hyatt Bali adalah sebuah hotel bintang 5 yang terletak di kawasan Nusa Dua, Bali. Hotel yang memiliki lagoon pool dan beberapa jenis kamar suites..

Jambuluwuk Batu Resort adalah sebuah hotel bintang 5 yang terletak di kawasan Batu. Hotel yang berada di ketinggian 1035 meter di atas permukaan laut ini..

Tas Kamera, 5 Yang Tetap Bergaya

Tas Kamera menjadi salah satu pernik bagi traveler ketika melakukan perjalanan.

Tas kamera menjadi salah satu pernik yang kadang penting bagi sebagian traveler. Ia menjadi salah satu pelengkap fashion mereka. Karena itu, buat sebagian wisatawan, tak kamera punya sejumlah pertimbangan. Ada yang bergaya urban, simpel, ataupun vintage. Yang pasti, berbeda dari tas kamera pada umumnya.

Tas Kamera

Di zaman sekarang, mungkin sudah banyak orang yang cukup mengandalkan telpon pintar mereka untuk mengabadikan setiap momen selama liburan. Selain praktis, telepon pintar juga sangat fungsional menghubungkan wisatawan saat mengabadikan momen liburan mereka dengan dunia media sosial masing-masing.

Tapi tak semua orang hanya bersandar pada telpon pintar. Buat para pecinta fashion, telpon genggam kurang memberikan gaya pada penampilan mereka. Kamera D-SLR atau mirror camera rasanya lebih memberikan kesan stylist. Baik saat jalan di pantai di Lombok, atau berada di lounge bandar udara modern seperti Terminal 3 Soekarno Hatta. Tapi dengan kamera seperti itu, tentu gadget tersebut butuh tas kamera.kamera

Kamera menjadi benda yang digunakan oleh banyak orang. Kegemaran akan fotografi plus kehadiran teknologi baru yang sangat memudahkan, membikin banyak orang menggandrungi alat potret ini.

Tentu, untuk membawanya dengan nyaman dan aman, diperlukan tas khusus. Tapi Anda tidak harus tampil ala fotografer profesional. Sebab, tas kamera yang bergaya urban atau simpel pun tetap menarik. Terlebih tak kala liburan, tempat-tempat yang dilewati dianggap layaknya catwalk. Berikut ini ada beberapa pilihannya.

Grafea Leather Camera Bag 

Model tas ini sedikit berbeda dari tas kamera pada umumnya. Terbuat dari kulit bergaya vintage, tas kamera ini dibuat khusus untuk para fotografer yang senang tampil modis. Atau, mereka yang ingin tampil bak model meski saat liburan.

l Grafea Leather
Grafea Leather Camera Bag.

Gesper model lawas di bagian depan menjadi ciri khas Grafea Leather Camera Bag. Secara keseluruhan, tas yang dibawa dengan diselempangkan seperti messenger bag lainnya ini memang jadul. Dijual dengan harga US$ 258, tersedia dalam warna cokelat, kopi, dan merah muda. Ragam model tas ini bisa dilihat di grafea.co.uk.

JW Anderson for Nikon 

Dirancang oleh J.W. Anderson, ide pembuatan tas ini dicomot dari model tas pada 1940-an. Tas tersebut kemudian dirancang ulang, sehingga pas untuk kamera Nikon 1. Tas yang satu ini meraih penghargaan GQ dan Grazia serta disebut sebagai “front-row essential”. Harganya dipatok sekitar US$129.

Gambar detail tas bisa disimak di store.nikon.co.uk. JW Anderson for Nikon dibuat khusus bagi mereka yang ingin membawa tas kamera yang simple tapi tetap modis. Tersedia dalam pilihan warna hitam, putih, biru, dan oranye.

Private Surprise Photos 

Tas ini hadir dengan gaya anak muda: cukup modis tapi simpel, seperti kebanyakan model tas yang dikeluarkan Crumpler. Desainnya cenderung bergaya urban, dengan ukuran yang cukup lebar dan lapisan yang lembut.

L private surprise
Private Surprise

Karena dibuat untuk anak muda, Private Surprise Photos tersedia dalam enam warna cerah sebagai pilihan. Tas ini bisa dibawa dengan cara diselempangkan, harganya sekitar US$ 60. Aneka modelnya dapat ditelisik di www.crumpler.eu.

Domke F-5XB

Terdiri atas lima kompartemen dan kantong yang memadai untuk kamera SLR, sepasang lensa favorit, filter, dan perlengkapan lainnya. Bentuk tas ini cukup sederhana, malahan sekilas tidak terlihat seperti tas kamera, tapi sangat nyaman dan fungsional.

L Domke F 5XB
Domke

Domke F-5XB tersedia dalam warna cokelat muda dan tua, juga hijau, abu-abu, serta hitam. Harganya dipatok US$ 132. Silakan buka domkebags.co.uk untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

The Chromonaut Camera Bag

Model tas ini sekilas juga tampak jadul. Diproduksi di Jepang, bagian dalam tas itu tahan air. Jadi, barang-barang yang tersimpan di dalamnya relatif aman dari guyuran hujan.

Ada banyak detail yang membuat tampilan The Chromonaut Camera Bag semakin menarik, apalagi dengan perpaduan dua warna yang menyegarkan: biru dan kuning. Tas ini dirancang dengan sejumlah saku, termasuk di bagian luar, untuk menyimpan perlengkapan kamera berukuran mini. Selain berfungsi sebagai wadah kamera, tas ini bisa dimanfaatkan untuk keperluan sehari-hari. Dibanderol seharga US$ 215.

agendaIndonesia

*****

no results found

Direktori Tidak Ada

Jalan-jalan Tanpa Bagasi, Ini 6 Triknya

Jalan-jalan tanpa bagasi pasti membuat liburan jadi ringan.

Jalan-jalan tanpa bagasi pasti banyak orang berpikir adalah hal yang mustahil. Bagaimana dengan pakaian ganti, personal care, buku atau lainnya harus ditenteng ke destinasi liburan rasanya sulit tanpa membawa koper dan tas bagasi. Tapi coba bayangkan hal ini.

Jalan-jalan Tanpa Bagasi

Pernah melihat pelancong yang menurunkan beberapa koper miliknya di bandara? Bahkan ketika di dalam kabin pesawat? Repotnya! Belum lagi saat tiba di bandara tujuan. Harus antri di baggage conveyor belt untuk mengambil bagasi. Sementara ada yang langsung keluar dan naik taksi atau bus bandara.

Kebanyakan orang tentu tidak ingin mengalami kerepotan di bandara. Jika pandai menyiasatinya, bukan tak mungkin kita tidak memerlukan bagasi pesawat. Naik dan turun pesawat tinggal melenggang. Asyik, bukan?

Namun memang ada catatannya: perginya tidak lebih dari tiga hari. Coba baca sejumlah trik berikut di bawah ini. Mungkin bisa membantu Anda saat mengemas pakaian dan barang lain yang akan dibawa. Dan meninggalkan yang tidak perlu di rumah. Jadi deh jalan-jalan tanpa bagasi.

Sesuaikan Pakaian

Hal yang paling sulit saat mengemas bawaan adalah memilih pakaian. Maaf, terutama jika yang melakukan perjalanan ibu-ibu. Kadang merasa semua jenis pakaian perlu atau mau dibawa. Tentu tak semua ibu-ibu seperti itu.

Perhatikan destinasi wisata. Cari tahu juga dulu soal cuaca di destinasi saat kedatangan, sehingga wisatawan bisa lebih tepat memilih busana. Jika lebih banyak staycation di hotel, tentu jumlah dan jenis pakaian bisa lebih ringkas.

Selain itu, perhitungkan jumlah hari liburan untuk menentukan pakaian yang dibutuhkan. Pilih yang tipis dan gelap jika berlibur ke daerah tropis, sehingga tidak cepat tampak kotor dan tidak perlu ruang banyak di koper ataupun di ransel.

Sejumlah pelancong bahkan memutuskan menggunakan pakaian dalam disposal atau sekali pakai. Selesai, yang dibuang.

Sepatu yang Pas

Sepatu juga yang sering kali membuat wisatawan harus menggunakan koper. Terlebih jika ada jadwal acara resmi. Untuk alas kaki, perhatikan betul tujuan wisata. Jika ada acara khusus, dan bisa menggunakan pakaian yang smart casual, sepatu bisa diirit.

Selain yang dikenakan atau ingin membawa cadangan, sebaiknya pilih yang model sandal atau flat shoes, sehingga tidak membutuhkan ruang banyak.

Bila liburannya lebih banyak ke pantai, misal, di Bali atau Lombok, jika dibutuhkan beli sandal jepit atau sepatu sandal gunung yang harganya tidak mahal. Sehingga nantinya bisa ditinggal ketika pulang ke tempat asal.

jalan-jalan tanpa bagasi menjadikan perjalanan lebih ringkas dan praktis.
Backpack atau tas punggung praktis ketika liburan. Foto: Dok shuterstock

Pelajari Lokasi

Cari tahu apakah tempat Anda menginap menyediakan pengering rambut, sabun, sampo, ataupun handuk. Jika tersedia, Anda tentu tidak perlu membawa personal care pribadi. Kecuali jika rambut atau kulit Anda sensitif dan harus menggunakan produk keluaran merek tertentu.

Lain halnya jika wisatawan hendak menginap di wisma, asrama, atau hotel tanpa fasilitas tersebut. Memang harus membawa personal care sendiri. Tapi ingat: tak perlu yang ukuran family. Cari ukuran kecil. Atau, jika perlu,  beli wadah kecil untuk menempatkan sampo dan sabun cair. Demikian juga dengan kosmetik khusus yang biasa Anda gunakan.

Sesuaikan Tas

Anda memerlukan tas yang mudah dibawa dan bisa diletakkan di dalam kabin pesawat. Pilih tas dengan bentuk kotak yang berbahan lembut. Anda juga bisa memilih koper mini dengan roda atau koper yang bisa dijadikan tas punggung agar lebih mudah dibawa ke mana-mana.

Backpack ukuran sedang bisa dipertimbangkan, terutama jika pakaian yang dibawa bukan dari bahan mudah kusut. Tas tenteng dengan banyak kantong juga sangat membantu untuk memisahkan pernik.

Compress Bag

Tas ini sangat membantu para perlancong. Anda hanya perlu memasukkan barang-barang di dalam tas. Lipat atau keluarkan udara dengan alat vakum. Tas ini akan memberi banyak ruang dalam tas, meski konsekuensinya pakaian Anda bisa saja kusut.

Manfaat Teknologi

Teknologi sekarang semakin modern. Jadi, untuk apa Anda masih membawa buku atau majalah edisi cetak jika Anda bisa membawa edisi online dengan tablet atau ponsel pintar. Manfaatkan teknologi ini, sehingga Anda memiliki ruang kosong yang lebih banyak. Tas pun akan lebih ringan.

Jalan-jalan tanpa bagasi bisa kita lakukan jika memahami trik dan kiatnya.
Bayangkan liburan dengan kapal dan masih harus menyeret koper. Foto: dok. shutterstock

Semua selalu ada solusinya. Jalan-jalan tanpa bagasi, perjalanan menyenangkan, liburan pun jadi menyenangkan. Selamat berlibur.

agendaIndonesiaBayangkan

no results found

Direktori Tidak Ada

Berjemur di Pantai, Cukupkah Dengan SPF30?

Berjemur di pantai saat liburan tentu menjadi keinginan banyak orang. Tapi bagaimana dengan perlindungan kulit?

Berjemur di pantai sudah pasti menjadi pilihan wisatawan ketika berlibur. Itu sebabnya banyak yang memilih berlibur dan menginap di hotel atau resor yang memiliki fasilitas lokasi berada di tepi pantai.

Berjemur di Pantai

Berjemur di pantai dan mendapatkan kulit berwarna kecokelatan tak lagi semata jadi keinginan perempuan berkulit putih. Yakin akan keindahan kulit gelap nan manis, aktris Adinia Wirasti pun rajin berjemur.

Berjemur di pantai tentu mengasyikkan, tapi harus tetap ingat kesehatan kulit.
Berjemur di pantai saat liburan adalah pilihan banyak pelancong. Foto: dok. shutterstock

Kulit hitam, menurut bintang Laura dan Marsha ini, tidak kalah menarik dibanding dengan kulit putih, yang dianggap kebanyakan kaum Hawa sebagai modal kecantikan. “Tetap perlu perawatan dan dibikin warnanya merata,” ujarnya.

Perempuan yang biasa disapa Asti itu pernah mencoba beberapa cara untuk menjaga kulitnya tetap cokelat merata dan indah. Berjemur di pantai atau di pinggir kolam renang di bawah sinar mentari menjadi kegemarannya. Meski harus meluangkan waktu seharian, ia bisa melakoninya sembari melakukan banyak kegiatan. Dan tempat favoritnya di tepian kolam renang di rumah. “Bisa seharian itu, sambil baca, telepon, berenang, makan,” ucapnya. Bila berlibur ke Bali, ia pun akan meluangkan waktu untuk berjemur.

Agar warna cokelat pada kulit benar-benar merata, Asti menggunakan produk perawatan khusus. “Kalau enggak, kulit bisa kering juga sampai pecah-pecah begitu,” ujarnya.

Sinar mentari memang punya dua sisi, menjadi sahabat sekaligus penjahat bagi kulit. Tanpa perlindungan khusus, yang didapat dari berjemur bukanlah kulit cokelat cantik dan terawat, melainkan sebaliknya.

Perlindungan terutama harus dicermati oleh orang yang berkulit pucat; berambut pirang, merah, atau cokelat muda; serta memiliki riwayat kanker kulit dan keluarga yang pernah menderita penyakit kulit.

Sinar mentari mempunyai dua tipe radiasi ultraviolet untuk kulit, yakni UVA dan UVB. Radiasi UVB terjadi pada lapisan atas kulit atau epidermis, sehingga membikin kulit terbakar. Sedangkan radiasi UVA membuat kulit menjadi lebih cokelat. Sinar UVA melakukan penetrasi di lapisan bawah epidermis dan memicu sel-sel melanocytes memproduksi melanin. Melanin inilah pigmen yang membuat kulit kecokelatan. Melanin juga melindungi kulit agar tidak terbakar.

Warna kulit gelap pada orang yang terkena radiasi sinar mentari lebih pekat dibanding dengan orang yang berkulit gelap biasa. Hal ini disebabkan oleh produksi melanin yang lebih banyak. Tapi karena bisa menembus lapisan dalam, justru radiasi UVA membahayakan kesehatan.

Para ahli medis menyebutkan sinar UVA bisa menyebabkan gangguan sistem kekebalan tubuh, bahkan berujung pada melanoma atau kanker kulit. Namun bukan berarti sinar UVB tidak memicu gangguan serius.

Ada dua jenis kanker kulit yang dapat dipicu sinar UVB, yakni basal dan squamous cell carcinoma. Pada orang tua, kelebihan sinar ini juga dapat memicu katarak. Toh, Anda tidak perlu takut bermain di bawah sinar matahari.

Berjemur di pantai, bermain pasir, atau berenang di pantai tentu tak bisa dilewatkan saat liburan. Cukup lindungi diri dengan krim khusus. Di gerai obat atau apotek bisa ditemukan krim atau cairan tabir surya dengan kadar sun protection factor (SPF) tertentu. Hanya, “Angka SPF tersebut tidak ramah bagi konsumen,” ujar James M. Spencer MD, dermatologis dari Florida, Amerika Serikat, seperti dikutip dari webmd.com.

James menyatakan orang-orang menganggap SPF 30 dua kali lebih baik dibanding dengan SPF 15, begitu juga angka-angka yang lebih tinggi. Padahal angka tersebut tidak menunjukkan tingkatan semacam itu. “SPF 15 menahan sekitar 94 persen sinar UVB, SPF 30 menahan 97 persen sinar UVB, sedangkan SPF 45 memiliki kemampuan sebesar 98 persen,” ujarnya. Ia tidak menyarankan penggunaan SPF 45 ke atas karena hal tersebut tidak begitu penting.

“Hanya ada perbedaan sedikit antara satu dengan yang lain, tapi tidak ada satu pun yang melindungi hingga 100 persen,” ujarnya. James biasanya menyarankan produk dengan SPF 30 bagi para pasiennya. Jadi, silakan mandi sinar mentari, tapi lindungi diri sebelumnya!

Perlindungan

1. Kebanyakan dermatologis menyarankan SPF 30. Dianjurkan pula untuk memilih produk perlindungan dari sinar UVA maupun UVB yang tahan terhadap air jika digunakan saat berada di pantai atau sedang berenang.

2. Oleskan krim pada seluruh bagian tubuh yang akan terkena sengatan sinar mentari.

3. Jangan lupa mengulanginya lagi setelah dua jam atau setelah berenang.

4. Selain menggunakan krim tabir surya, perlindungan bisa dilakukan dengan memakai topi dan kacamata hitam yang bisa menahan sinar ultraviolet.

5. Sejumlah dermatologis tidak menyarankan penggunaan tanning bed serta pil dan akseleratornya untuk membuat kulit cokelat merata dan cantik. Lebih baik gunakan krim atau cairan tanning.

Antara Sinar UVA dan UVB

UVA

Bisa menembus kaca jendela.

Tidak terpengaruh oleh perubahan ketinggian atau cuaca.

Tersedia sepanjang hari sepanjang tahun.

Menerobos hingga lapisan kulit terdalam.

Dua puluh kali lebih melimpah dibanding dengan sinar UVB.

Memicu kerusakan kulit dalam jangka panjang.

UVB

Tidak dapat menembus kaca jendela.

Membikin kulit terbakar.

Menyebabkan kulit berwarna kecokelatan.

Membantu tubuh membuat vitamin D.

Lebih intensif pada tengah hari, terutama di ketinggian dan dekat dengan ekuator.

Bisa menjadi penyebab kanker kulit dan katarak.

agendaIndonesia

*****

The Singhasari Resort adalah sebuah hotel bintang 5 yang berada di kawasan Batu, Malang. Sesuai namanya, hotel ini memadukan desain kontemporer dengan nuansa tradisional yang..

Hotel Tugu Lombok adalah sebuah hotel bintang 5 yang terletak di kawasan pantai Sire, Lombok. Hotel yang berdesain antik dan berdekorasi kerajinan seni tradisional Indonesia..

Prama Sanur Beach Bali adalah sebuah hotel bintang 5 yang terletak di kawasan Sanur, Bali. Menawarkan pemandangan tepi pantai serta kebun, hotel ini juga menyediakan..

Amarsvati Luxury Resort Condotel & Villas adalah sebuah hotel bintang 5 yang terletak di kawasan Malimbu, Lombok. Nama hotel ini berasal dari kata sanskrit Amar..

Grand Hyatt Bali adalah sebuah hotel bintang 5 yang terletak di kawasan Nusa Dua, Bali. Hotel yang memiliki lagoon pool dan beberapa jenis kamar suites..

Jambuluwuk Batu Resort adalah sebuah hotel bintang 5 yang terletak di kawasan Batu. Hotel yang berada di ketinggian 1035 meter di atas permukaan laut ini..

Menyiasati Kabin Ekonomi, 5 Pilihannya

Menyiasati kabin ekonomi agar perjalanan jarak jauh tetap nyaman.

Menyiasati kabin ekonomi dalam pesawat mungkin dianggap aneh atau tidak biasa. Namun sejak maraknya jenis penerbangan low cost carrier (LCC), maskapai yang memilih strategi ini tetap membuka sejumlah peluang calon penumpang untuk memilih kursi yang diinginkannya. Tentu dengan tambahan flight fare untuk seat booking (pemesanan kursi).

Menyiasati Kabin Ekonomi

Untuk penerbangan-penerbangan jarak pendek, semisal Jakarta-Yogyakarta atau Surabaya-Yogya yang waktu terbangnya tak sampai satu jam, pilihan tiket di kelas ekonomi adalah hal biasa. Bahkan pilihan duduk di kursi bisnis atau utama nyaris tak dipertimbangkan. Umumnya karena alasan beda tarif yang lumayan.

Menyiasati kabin ekonomi perlu dilakukan agar perjalanan jarak jauh bisa tetap relatif nyaman.
Kabin pesawat kelas ekonomi. Foto: DOk. unsplash

Namun kadang orang harus melakukan penerbangan yang cukup panjang. Baik karena tugas maupun liburan. Rute Jakarta-Jayapura, atau rute Jakarta-Sorong bagi yang ingin menyambangi Raja Ampat di Papua Barat.

Sesungguhnya jika terbang langsung, rute-rute tersebut bisa ditempuh dalam waktu 4,5-5,5 jam. Tapi biasanya rute ini dicapai dengan transit di Makassar dan atau Biak, sehingga waktu perjalanan lebih lama. Belum lagi umumnya penerbangannya dijadwalkan malam hari, sehingga posisi duduk di kabin kelas ekonomi harus dipertimbangkan sejak awal.

Penerbangan antarnegara, misalnya ke Eropa atau bahkan ke daratan Amerika, waktu perjalanan malah bisa mencapai lebih dari 18 jam. Bagaimana jika itu harus dilakukan dengan duduk di kabin ekonomi?

Meski berada di kelas ekonomi, dalam per[1]jalanan jauh, kenya[1]manan tetap menjadi incaran para penum[1]pang. Berdasarkan survei Skytrax, Air Travel Rating & Review, ada beberapa lokasi kursi dalam pesawat terbang yang kerap dipilih penumpang. Tentu dengan alasan khusus. Bisa jadi pilihan Anda berbeda, tergantung kebiasaan selama perjalanan. Pilihan kursi untuk menyiasati kabin ekonomi itu sebagai berikut.

Deret Bagian Depan

Bagian inilah yang paling tenang. Umumnya, ruang untuk kaki di sini lebih luas dibanding dengan deret kursi bagian belakang, yang sering kali sempit. Di bagian ini juga agak jauh dari sisi mesin pesawat sehingga agak berkurang dari kebisingannya.

Bagian depan ini kadang juga mendapat keuntungan soal penyajian makanan. Jika menggunakan pesawat yang memiliki galley, atau dapur saji, di paiban muka, maka penumpang di kursi bagian depan akan dilayani terlebih dahulu. Cepat makan, bisa cepat tidur atau istirahat.

Namun setiap maskapai penerbangan terkadang memakai jenis pesawat berbeda. Ada pula yang galley-nya di bagian tengah atau belakangg. Jenis pesawat ini bisa ditanyakan saat check-in.

Bagian Tengah

Untuk pesawat-pesawat berbadan lebar, pengaturan kursi biasanya 2-4-2 atau 3-4-3. Untuk perjalanan jauh, banyak orang menyukai duduk di baris tengah atau deret empat kursi. Pertimbangannya, bila berada di tengah, penumpang mempunyai dua pilihan untuk keluar dari tempat duduk. Terutama jika penumpang seperjalanan yang duduk di sisi aisle atau dekat gang sedang tertidur dan memenuhi ruang. Anda tinggal melihat mana yang memungkinkan, sisi kiri atau kanan.

Bagian Pinggir Gang Atau Aisle

Selain memilih baris tengah, untuk menyiasati kabin ekonomi kebanyakan orang duduk pada bagian pinggir gang di kiri maupun kanan, sehingga mudah pergi ke kamar mandi atau sekadar bergerak agar badan tidak terlalu kaku. Kekurangan bagian ini adalah jika penumpang di sisi dalam ingin ke kamar mandi atau berdiri, Anda yang sedang tidur pun harus bangun dan memberikan jalan.

Bila Anda lebih banyak tidur selama per[1]jalanan, hindari kursi aisle. Lebih baik duduk di dekat jendela, baris paling kiri ataupun kanan. Yang jelas, bukan di baris tengah.

Dekat Jendela Darurat

Menyiasati kabin ekonomi lainnya adalah deret kursi di dekat jendela darurat. Pilihan kursi dengan ruang kaki yang luas selain di bagian depan adalah dekat pintu darurat. Sejumlah perusahaan bahkan meminta biaya tambahan terhadap penumpang yang memilih kursi di bagian ini.

Ada juga maskapai yang menyediakannya bagi penumpang bertubuh tinggi dan kondisinya terlihat sehat dan lincah. Pertimbangannya, dalam kondisi darurat merekalah yang akan dimintai bantuan untuk membuka jendela darurat dan menolong penumpang lain keluar dari pesawat.

Dekat Dinding Pemisah

Dalam penerbangan jarak jauh, selain pada kelas bisnis, dinding pemisah dibuat di antara kelas ekonomi. Kursi di depan dinding pemisah banyak juga diincar penumpang. Sebab, sama seperti halnya di bagian depan, pada bagian ini ruang untuk kaki cukup luas. Maklum, lebar kursi dan ruang kaki menentukan kenyamanan selama dalam penerbangan panjang atau di atas lima jam

Sudah siap dengan pilihan kursi Anda? Ayo tuntaskan pembelian tiket penerbangan Anda.

agendaIndonesia

*****