Kuliner khas Aceh cukup banyak yang dikenal masyarakat Indonesia dari daerah lain. Yang paling terkenal, tentu saja, bakmi Aceh dan ayam goreng tangkap. Jangan lupa ada pula kopi dan teh tarik. Tapi kali ini kita tak membahas soal minuman, cukup makanan yang serba menggoda.

Kuliner Khas Aceh

Masakan Aceh memiliki perbedaan pengaruh dari luar dibandingkan daerah lain di Indonesia. Dari sejarahnya, jika daerah lain –terutama Jawa—mendapat pengaruh dari Tiongkok, kedatangan pedagang-pedagang dari Arab, persia dan India ke Aceh dan Sumatera membawa pengaruh pada kulinarinya. Rempah-rempah dalam masakan Aceh cukup banyak ditemui juga dalam masakan India dan Arab, seperti jahe, lada, ketumbar, jinten, cengkeh, kayu manis, kapulaga, dan adas. Juga santan dan kuah kari.

Satu hal lagi yang mungkin juga merupakan jejak pengaruh dari Asia selatan dan Timur tengah dalam masakan Aceh adalah umumnya menggunakan daging seperti kerbau, sapi, kambing, atau ayam dan bebek atau itik.

Masakan berbahan ikan ada, namun tak cukup banyak yang menonjol. Kali ini kita memilih membahas kari sie itek, kuah kambing, ayam tangkap, sate Matang, dan kuah pliek u. Semua ini bisa menjadi pilihan Anda ketika berkunjung ke Banda Aceh.

Kuliner khas Aceh mendapat pengaruh dari Arab, Persia dan India. Ini terlihat dari rempat-rempat yang dipakai sebagai bumbu.
Ayam Tangkap, salah satu masakan Aceh yang paling dikenal masyarakat Indonesia. Foto: Dok. shutterstock

Ayam Goreng Tangkap

Beberapa tahun terakhir masakan ini digandrungi masyarakat di luar Nanggroe Aceh Darussalam. Mungkin karena bentuknya yang mirip dengan ayam goreng dari daerah lain. Dibuat dengan resep para leluhur, sajian yang satu ini memang terlihat sederhana saja. Daging ayam dibersihkan, lalu dipotong-potong kecil dan direndam sebentar dengan air jeruk nipis, air kelapa muda, jahe, ketumbar, dan kunyit. Lalu, ayam digoreng bersama daun temurui, yang menjadi bumbu khas kuliner ayam tangkap. Selain itu, digunakan daun pandan, cabai hijau, dan kecap pedas.

Aromanya amat menggoda, benar-benar menggugah selera, apalagi dengan taburan bawang goreng. “Kalau ada yang berkunjung ke Aceh, menu ini jarang dilewatkan,” kata Didi, pramusaji di Rumah Makan Cut Dek, Banda Aceh.

Rumah Makan Cuk Dek; Jalan Panglima Nyak Makam, Lampineng, Banda Aceh

Rumah Makan Hasan; Desa Krueng Cut, Aceh Besar

Kuah Kambing Beulangong

Kuah beulangong, begitu orang Aceh kerap menyebut kari kambing, sebuah masakan yang sangat digemari masyarakat di sini. Penamaannya demikian karena wadah memasaknya memakai belanggong atau belanga yang besar. Lebarnya kadang sekitar 1 meter. Kuliner ini dikenal sejak zaman Kesultanan Aceh. Rata-rata warung makan besar menawarkan masakan ini, meski ada juga yang khusus menjual kari kambing. Hidangan ini selalu disajikan pada perayaan Maulid dan acara kenduri.

Untuk membuat masakan ini, daging kambing atau sapi dipotong dadu dan dicampur nangka muda. Kemudian, diberi cabai merah, bawang merah dan putih, serai, cengkeh, daun pandan, salam, kunyit, kemiri, serta daun temurui (daun kari/murraya koenigi). Selain itu, bisa ditambahkan santan. Sejumlah warung hanya mengolah daging kambing karena lebih disukai pemburu kuliner ketimbang sapi. Untuk mengimbangi sajian kambing, setiap warung selalu menawarkan jus mentimun dan pepaya. Menu ini biasanya hanya tersedia siang hari.

Rumah Makan Lem Bakri; Jalan Panglima Nyak Makam Baru, Lamteh, Banda Aceh

Rumah Makan Hasan; Desa Krueng Cut, Aceh Besar

kuliner khas Aceh banyak yang berbahan daging, baik sapi, kambing maupun ayam dan itik. Misalnya sate matang.
Sate Matang Aceh dari daging sapi dan dinamakan demikian karena awalnya dikenal dari daerah Matang. Foto: Dok. shuterstock

Sate Matang Dengan Soto

Sate ini diberi nama sesuai dengan daerah asalnya, yakni Matang Glumpang Dua, wilayah kecil di Kabupaten Bireuen, 220 kilometer dari Banda Aceh. Di tempat asalnya, sate ini dijual di warung kopi yang buka 24 jam. Maklum, banyak penumpang bus dan truk, yang melintas dari Banda Aceh ke Medan atau sebaliknya, singgah untuk menikmati sate ini. Pada 2011 UNESCO menobatkan sate Matang sebagai kuliner warisan dunia dari Aceh.

Di Banda Aceh, tak sulit mencari warung yang menjajakan sate Matang, di antaranya Peunayong, Beurawe, dan Lueng Bata. Biasanya, hidangan ini dijual untuk menu makan malam. Sate Matang berbahan utama daging kambing. Sebelum dibakar, daging kambing direndam dulu dalam tumisan bawang putih, merah, kunyit, jahe, dan garam. Sate dihidangkan dengan bumbu kacang campur cabe yang diolah sedemikian rupa sebagai ciri khas. Sangat cocok dipadukan dengan soto, yang membuat nasi lebih mudah dikunyah sambil menggigit sate kambing. Benar-benar maknyus

Warung Siang Malam; Jalan Banda Aceh-Medan Kilometer 220;Matang Glumpang Dua, Kabupaten Bireun

Warung Sate Matang; Lueng Bata, Banda Aceh

Buka sore-malam

Makan Pagi Dengan Kari Sie Itek

Untuk sarapan, nasi gurih dengan lauk kari sie itek (daging bebek) adalah pilihan cerdas. Tak sulit menemukan hidangan ini. Salah satunya di Warung Pak Rasyid, depan Masjid Raya Baiturrahman. Kari sie itek berisi daging bebek dengan bumbu yang dihaluskan, berupa cabe merah, merica, lada, jahe, dan bawang, ditambah daun salam serta serai. Selain itu, digunakan kelapa parut yang digoreng tanpa minyak dan digiling.  Orang Aceh menyebutnya “u neulhei”, inilah yang membuat kari sie itek terasa sedap. Tak suka bebek? Tenang saja, ada menu daging ayam.

Hidangan ini bisa disantap siang-malam. Saat malam, Anda dapat menuju Pusat Jajanan Rex Peunayong, Banda Aceh, untuk menyantapnya. Ada juga rak jajanan nasi sie itek di depan Masjid Setui, Banda Aceh.

Di Kampung Ateuk, Aceh Besar, hidangan berbahan dasar bebek kampung ini dijual tanpa nasi. Sebab, orang umumnya membeli untuk dibawa pulang sebagai tambahan menu di rumah.

Warung Pak Rasyid; Depan Masjid Raya Banda Aceh

Pusat Jajanan Rex; Peunayong, Banda aceh

Sie Itek Bireuen; Depan Masjid Setui, Banda Aceh

Sayur Pliek U

Hidangan yang satu ini berbahan aneka sayur yang dimasak bersama pliek u dengan mengandalkan resep warisan nenek moyang. Pliek u dikenal pula sebagai patarana, terbuat dari kopra yang dibusukkan terlebih dulu. Kopra lalu ditekan-tekan untuk menghilangkan semua minyak, sehingga mirip ampas, dan keringkan.

Kuah pliek u kaya akan sayuran dan rempah-rempah. Puluhan jenis sayur bisa dimasak bersama, seperti daun dan buah melinjo, nangka muda, kacang panjang, terung, serta kangkung. Bumbunya berupa cabe merah, cabe hijau, ketumbar, kelapa gongseng, bawang merah, bawang putih, merica, dan kunyit. Proses awal memasaknya adalah menggongseng pliek u dengan api kecil sampai harum. Lalu, pliek u dihancurkan dalam air hingga halus dan ditambahkan sayuran serta bumbu-bumbu. Saat mendidih, masukkan santan dan aduk merata. Tambahkan juga daun jeruk purut agar semakin harum.

Rumah Makan Khas Aceh Rayeuk; Lueng Bata, Banda Aceh

Rumah Makan Tringgadeng; Jalan Daud Beureueh, Banda Aceh

TL/agendaIndonesia

*****

Yuk bagikan...

Rekomendasi