Lapis Bogor Sangkuriang, Lembut Mulai 2011

Lapis Bogor Sangkuriang menjadi ikon oleh-oleh dari Bogor.

Lapis Bogor Sangkuriang membawa keunikan tersendiri dalam khasanah kue lapis di Indonesia. Kalau biasanya lapis dibuat menggunakan bahan tepung terigu, lapis yang satu ini dibuat dari tepung talas yang membuat tekstur, rasa serta aromanya berbeda dari lapis kebanyakan.

Lapis Bogor Sangkuriang

Mungkin itulah alasan mengapa lapis talas yang kini akrab disebut lapis Bogor itu menjadi salah satu oleh-oleh populer dari kota hujan tersebut. Ia menjadi alternatif yang menarik bagi para wisatawan, disamping buah tangan lainnya seperti roti unyil, asinan dan sebagainya.

Talas sendiri memang cukup identik dengan kota Bogor. Tumbuhan berjenis umbi-umbian tersebut merupakan salah satu hasil bumi yang lazim ditemukan di sini, dan kerap digunakan sebagai bahan dalam membuat beragam jenis makanan.

Salah satu contoh makanan olahan talas yang umum ditemukan adalah talas kukus, yang juga cukup populer di Bogor sebagai cemilan hangat di kala hujan. Talas juga sering dijumpai di beberapa jenis masakan sayur-sayuran seperti sayur asem, sayur lodeh, dan sayur lompong.

Lapis Bogor Sangkuriang melengkapi khasanah pariwisata Bogor, seperti Istana Bogor dan Kebun Raya Bogor
Kijang di pekarangan Istana Bogor. Foto: unsplash

Seiring berjalan waktu, orang-orang kemudian mulai bereksperimen dan membuat beragam jenis olahan kuliner dari talas yang baru. Muncullah penganan-penganan seperti puding talas, talas goreng tepung, es krim talas, dan lain lainnya.

Tak terkecuali Lapis Bogor Sangkuriang, yang dipelopori oleh pasangan suami istri Anggara Kasih Nugroho Jati dan Rizka Wahyu Romadhona. Kebetulan, mereka sudah pernah memiliki pengalaman usaha di bidang kuliner, kendati beberapa kali gagal.

Bahkan, mereka pernah sekedar berjualan bakso gerobak dengan modal seadanya, kendati terhitung relatif sukses. Namun, mimpi mereka berdua sebagai warga Bogor asli adalah memiliki bisnis penganan oleh-oleh yang bisa menjadi ikon di kota sendiri.

Saat memulai usaha lapis talas ini pun, konon modal yang dikeluarkan hanya sekitar Rp 500 ribu. Dengan mengandalkan proses produksi rumahan, mereka pun mulai bereksperimen hingga menemukan resep lapis talas tersebut.

Pada 2011, mereka pun memberanikan diri membuka toko pertama lapis Bogor Sangkuriang di kawasan jalan Soleh Iskandar. Setelah awalnya memproduksi dari rumah, proses produksi produk-produk kue lapis mereka lantas dipusatkan di toko tersebut.

Toko itu semakin menarik perhatian khalayak luas, dan pembeli pun terus ramai berdatangan. Hanya sekitar satu tahun berselang, mereka mampu mendirikan dua toko cabang di kawasan jalan Padjajaran dan di area wisata Puncak, untuk menjangkau lebih banyak konsumen.

Dengan permintaan konsumen yang semakin besar, pusat produksi lapis Bogor Sangkuriang sempat berpindah beberapa kali ke lokasi yang lebih besar. Awalnya pada 2013 pusat produksi dipindah ke area Tanah Baru, sebelum pada 2017 ditempatkan di Kawasan Industri Sentul.

Lapis Bogor IG
Aneka pilihan produk Lapis Bogor. Foto: IG Lapis Bogor

Dengan kapasitas mega produksi dan sekurangnya sekitar 14 cabang toko, ditambah beberapa toko mitra, lapis Sangkuriang telah menjelma menjadi salah satu penganan oleh-oleh Bogor terpopuler. Pelanggannya berkisar dari kalangan pelancong hingga warga lokal.

Tak hanya itu, kini lewat payung usaha PT Agrinesia Raya, mereka mampu melebarkan usaha mereka ke kota lain dengan produk-produk tersendiri yang khas. Seperti contohnya Bakpia Kukus Tugu Jogja, yang turut meraih sukses sebagai buah tangan ikonik di kota pelajar tersebut.

Kesuksesan tersebut berasal dari keunikan produk mereka yang tak dimiliki produk lain. Seperti halnya lapis Bogor Sangkuriang yang dibuat dengan tepung talas, sehingga memiliki ciri seperti warna ungu yang mencolok, tekstur yang lembut di mulut serta aroma harum yang begitu khas.

Biasanya pada varian original, lapis talas ini ditambahkan dengan topping parutan keju. Pada perkembangannya, muncul pula beragam jenis varian lainnya, seperti cocopandan, custard susu, chocolate vanilla keju, chocolate vanilla oreo, blackforest, kopi susu dan durian keju.

Tak hanya ragam varian rasa, produk juga tersedia dalam dua jenis ukuran, yakni ukuran mini 250 gram dan ukuran reguler 500 gram. Lapis berukuran mini dibandrol Rp 19 ribu, sementara lapis ukuran reguler harganya Rp 37 ribu.

Seakan tiada henti berinovasi, kini muncul pula produk-produk baru hasil pengembangan dari lapis talas tersebut. Misalnya pada 2019 silam, ketika mereka merilis lapis bunder alias lapis talas berwujud serupa donat, dengan ukuran yang lebih kecil dan praktis.

Lapis bunder tersedia dalam pilihan rasa coklat, keju dan coklat blueberry, dengan harga Rp 25 ribu. Lain daripada itu, baru-baru ini diluncurkan pula produk cupcake talas rasa keju dan coklat, yang dihargai Rp 20 ribu.

Toko Lapis Bogor Sangkuriang Darmaga IG
Gerai Lapis Bogor Sangkuriang di kawasan Dramaga, Bogor. Foto: IG Lapis Bogor

Selain inovasi produk-produk baru tersebut, tentunya mereka juga terus berupaya mempertahankan reputasi yang telah tersohor dan pelanggan yang kian hari terus bertambah. Seperti misalnya standar bahan baku yang senantiasa dipertahankan demi kualitas rasa.

Upaya lainnya adalah tidak digunakannya bahan pengawet, agar rasa setiap produknya konsisten. Lapis Bogor Sangkuriang sendiri lazimnya mampu bertahan awet sekitar empat hari, atau tujuh hari bila diletakkan di dalam kulkas.

Satu hal yang menarik untuk diperhatikan adalah biasanya tiap toko mendapatkan hasil produksi terbaru pada jam 07.00, 15.00 dan 19.00. Sehingga disarankan untuk datang pada jam-jam tersebut, karena kerap kali stok cepat habis akibat tingginya permintaan.

Disarankan pula untuk mampir membeli pada hari biasa. Lantaran saat akhir pekan atau hari libur, tak jarang toko-toko sudah diserbu pengunjung sejak dibuka jam 06.00 hingga tutup jam 22.00. Bahkan banyak yang rela menunggu di antara antrean yang mengular.

Lapis Bogor Sangkuriang

Jl. Soleh Iskandar no. 18C, Bogor

Jl. Padjajaran no. 20i, Bogor

Jl. Raya Dramaga no. 21, Bogor

Jl. Cahaya Raya Blok L, Kawasan Industri Sentul

Instagram: @lapisbogor

agendaIndonesia/audha alief P.

*****

3 Nasi Campur Pamekasan Buat Sarapan

3 nasi campur buat sarapan di pamekasan

3 nasi campur Pamekasan buat sarapan rasanya menjadi menu yang banyak ditemukan di kota penghasil garam di Madura ini. Nasi pulen itu dipadu dengan beragam lauk yang kebanyakan berbahan dari sapi. Meski ada juga yang menawarkan sajian dari ayam.

3 Nasi Campur Pamekasan

Nah, bila ingin sarapan khas, setidaknya bisa pilih dari tiga jenis nasi campur yang banyak diburu di Pamekasan, Madura, Jawa Timur ini. Uniknya, meski sama-sama nasi campur, nama dan rasanya berbeda-beda.

Nase Jhejhen Dendeng Ragi

Sembari menelusuri Jalan Jokotole, saya sudah membayangkan nase jhejhen atau nasi jajan. Untung pencarian tak perlu waktu lama. Saya temukan juga gang di sebelah gedung ruang pamer Toyota , Pamekasan. Dari mulut gang, setelah bertanya kepada kaum ibu yang sedang mengerubungi tukang sayur, saya diarahkan ke sebuah warung sederhana. Saya langsung menuju dapur, menemui Ibu Hamiyah, 75 tahun. Ia telah menjalankan usaha yang diwariskan mertuanya ini selama 50 tahun. “Dulu buka restoran di depan, jualannya macam-macam, nasi rawon, kaldu, dan lain-lain,” tuturnya.

Sejak mertuanya tidak tinggal di kota ini, atau pada 1985, ia memilih berjualan di dalam gang dan hanya berjualan nase jhejhen dengan lauk dendeng ragi, semur daging, telur petis ola, sambal goreng kentang, dan sambal. Per porsi dipatok Rp 10 ribu. “Tapi mau beli berapa juga bisa, anak-anak kadang cuma Rp 5.000 atau Rp 8.000,” ujarnya. Dalam menjalankan usahanya, ia dibantu anaknya, Emi. Yang menjadi ciri khas adalah dendeng ragi yang ditaburi serundeng. Ia mengolah dendeng dan parutan kelapa dipanggang di oven hingga kering, jadi tidak tergantung sinar matahari. Rasanya yang garing dan gurih bikin banyak orang yang pesan. Ia patok Rp 300 ribu per kilogram. Uniknya, karena berjualan di rumah, setiap kali habis, ia membuat lagi menu untuk nase jhejhen. Padahal, sebagai menu sarapan, orang sudah berdatangan sejak pukul 05.30.

Nase Jhejhen

Jalan Jokotole

Kawasan Parteker

Pamekasan

Buka pukul 05.30-habis

Nase Jamila Lauk Meriah

Nasi campur yang satu ini memilih nama orang yang pertama kali menjualnya, yakni Jamila. Sekarang perempuan itu sudah tiada dan diteruskan oleh menantunya, Sutri. Jamila memulai usahanya pada 1953, sedangkan sang menantu menjalankan usaha ini sekitar 25 tahun. Ada beberapa wadah dari kaleng dengan olahan yang berbeda-beda di depan ibu dengan empat anak ini setiap paginya. Tentunya, membuat air liur tak tertahankan sekaligus bingung karena pilihan begitu beragam. Bayangkan otak goreng, limpa goreng, pepes tongkol, semur ati sapi, telur rebus, perkedel, paru dan hati goreng, juga sambal terasi. Harga tergantung pilihan menu, dengan tiga jenis lauk, harganya berkisar Rp 25 ribu. Bumbunya begitu kental, membuat sarapan lezat yang mengenyangkan untuk memulai hari. Setiap hari buka pukul 05.00-pukul 09.30, dan menurut Sutri, ia menghabiskan sekitar 10 kilogram beras.

Nase Jamila

Jalan Agus Salim Nomor 46

Pamekasan

Buka pukul 05.00-09.30

Nase Ramoy Usus Sapi

Nase Ramoy
3 nasi campur Pamekasan buat sarapan, salah satunya adalah nase ramoy.

Jenis nasi campur ini bisa ditemukan di beberapa tempat. Maklum, nase ramoy sudah membuka cabang. Cuma, jangan cari papan nama nase ramoy, karena olahan nasi campur yang buka hingga malam hari ini berada di sejenis warung tegal dengan nama Warung Barokah. Saya menemukannya di Jalan Pintu Gerbang, tak jauh dari Pasar Batik Tradisional Pamekasan atau Pasar 17 Agustus. Bangku panjang terisi penuh siang itu, saya pun menunggu sejenak, hingga dua orang beranjak.

Aroma khas menggoda tiba-tiba tercium. Ternyata berasal dari olahan usus yang menjadi menu khas di warung ini. Jeroan sapi itu diolah di atas tungku kayu, membuat masakan terasa nikmat. Pantas bila kebanyakan kaum pria di sekeliling saya begitu lahap menyuap nasi usus. Selain usus, ada pilihan menu lain, seperti otak goreng, ayam goreng, serta olahan dari sapi lainnya. Olahan ini dimasak oleh Hajah Aisyah, 60 tahun. Saya bertemu dengan menantunya Nabila, 35 tahun, yang bertugas di lini depan, melayani para pembeli. Nasi usus hanya dipatok Rp 5.000, sedangkan nasi usus plus otak goreng Rp 10 ribu. Harga tergantung lauk yang dipilih. Anda tak hanya bisa memilihnya untuk sarapan, tapi juga makan siang dan malam karena warung buka hingga malam. Uniknya, minuman yang disediakan berupa air putih hangat dengan rasa jahe, disiapkan dalam gelas kaleng jadul. Konon, jenis air ini untuk menghilangkan lemak yang menempel di bibir dan lidah.

Warung Barokah

Jalan Pintu Gerbang 130 A

Pamekasan

Buka pukul 05.30-20.00

Rita N./R. Kesuma/Dok. TL

Soto Betawi Enak, 5 Legenda Jakarta

Soto Betawi enak tersebar di seluruh sudut Jakarta. Foto: shutterstock

Soto Betawi enak banyak diemui di Jakarta. Hampir di banyak sudut ibukota Indonesia ini. Tapi yang enak banget dan legendaris sudah pasti tak terlalu banyak.

Soto Betawi Enak

Sebelum mengulik yang legendris, sesungguhnya apa sih Batasan soto Betawi enak itu? Dari begitu banyak pecintanya, ternyata semua mengatakan sama. Enaknya itu tak bisa dibedakan meskipun berbeda warung yang menjajakannya. Semua punya ciri khasnya.

Soto Betawi enak adalah salah satu kuliner kha Jakarta. Ada pilihan kuah bersantan, memakai susu, atau yang bening.
Soto Betawi. Foto: Dok. Shutterstock

Begitupun, tentu ada yang istimewa. Itu bisa dilihat dari warung-warung soto Betawi yang melegenda. Cirinya: dikenal banyak orang, sudah buka puluhan tahun, dan jika jam makan sering orang harus rela untuk mengirasnya. Soal rasa? Kan sudah dibilang sepertinya semua soto Betawi enak.

Padahal dari sejarahnya, soto Betawi ini dibuat masyarakatnya diracik oleh penduduk asli Betawi saat masa penjajahan Belanda. Ketika itu orang Betawi tak mampu membeli daging, karena harga yang mahal. Alhasil, mereka lantas memanfaatkan jeroan sapi seperti paru, digunakan kaum tuan kala itu.

Orang Betawi mengolah jeroan itu dengan memadukannya bersama santan disajikan bersama daun bawang, bawang goreng, dan emping. Ini merupakan isian wajib untuk soto Betawi. Selain itu, soto Betawi bisa ditambahkan dengan kentang atau perkedel dan tomat. 

Dalam perkembangannya, soto Betawi juga menambahkan pilihan daging sapi. Pembeli bisa memilih jenis isiannya sesuai selera. Sebab umumnya bahan sapi ini tidak dicampurkan ke dalam kuah, namun bahan sapi yang sudah matang disiapkan tersendiri. Ia baru diiris-iris ketika ada pesanan.

Selain tambahan pilihan daging, salah satu pelengkap masakan soto Betawi adalah pilihan kuahnya. Ada penjual yang menggunakan santan, ada juga yang menggantikan santan dengan susu. Begitupun ada pula yang tak menambahkan santan atau susu.

Kombinasi ain yang kadang disediakan adalah pilihan nasi sebagai pendamping. Ada nasi putih, ada pula nasi uduk. Yang pasti, semua enak atau enak banget.

Soto Betawi enak biasanya menggunakan jerohan sapi, meskipun di saat ini umumnya juga menyediakan daging sapi.
Soto Betawi awalnya hanya mengunakan jerohan sapi. Foto: shutterstock

Berikut sejumlah warung soto Betawi enak yang mejadi pilihan banyak orang.

Soto Betawi H Ma’ruf
Ini salah satu soto Betawi enak yang paling tua. Cikal bakal soto ini sudah ada sejak akhir masa penjajahan. Pada tahun 40-an Haji Ma’ruf yang merupakan orang Betawi asli Cikini bekerja serabutan. Ketika tak ada tawaran menjadi sopir atau kuli bangunan, ia memilih berjualan soto dengan cara dipikul dan berkeliling.


Barulah pada tahun 60-an, Ma’ruf mulai ‘ngetem’ di Pasar Kembang Cikini. Ia  mulai mendirikan tenda yang bertahan hingga tahun 80-an sebelum digusur dan pindah ke depan Kelurahan Cikini. Tak berlangsung lama di tempat itu, Soto H Ma’ruf kemudian menetap di Taman Ismail Marzuki (TIM) Cikini. Kini, selagi TIM tengah direvitalisasi, Soto Betawi Haji Ma’ruf dapat dinikmati di cabang di Pramuka, Gondangdia, dan sejumlah mal.

Hingga saat ini, soto di sini masih menjaga resep yang diturunkan pendahulunya. Muti, sebagai generasi ketiga, mendapatkan mandat tidak boleh mengganggu resep aslinya. Dia hanya diperkenankan untuk berkreasi dengan menambah menu lain di warung makan tersebut.
Paduan santan bersama jeroan dan daging yang diracik dengan rempah-rempah tanpa menggunakan MSG membuat soto ini memiliki rasa yang autentik. Soto ini juga tidak menggunakan tambahan lain seperti kentang dan tomat, hanya bawang goreng, daun bawang, dan emping.
Soto Haji Ma’ruf, Jalan Pramuka Nomor 64, Jakarta
Soto Betawi Haji Mamat

Ini juga soto Betawi enak yang legendaris dan berusia tua. Saat ini berpusat di Jalan Raya Rawabuntu, Serpong, Tangerang. Soto Betawi Haji Mamat berdiri menjelma menjadi gerai kuliner yang legendaris kelezatannya sejak pertengahan 1960.

Cita rasa sotonya yang lezat dan segar, mudah membuat siapa pun jatuh hati.

Tak heran, sebab rasanya memang nikmat, gerai soto ini dapat ditemukan dimana pun, dan nyaris tak pernah sepi pengunjung.

Saat ini kurang lebih terdapat sekitar 25 gerai resmi Soto Betawi Haji Mamat yang tersebar di seantero Jabodetabek dan Bandung. Salah satu menu andalan yang wajib dicicipi di gerai legendaris ini yakni soto oseng-oseng.

Kita pun dapat memilih varian tampilannya, baik kuah santan maupun bening

Salah satu menu andalan yang wajib dicicipi di gerai legendaris ini yakni soto oseng-oseng. Atau pengunjung dapat memilih varian tampilannya, baik kuah santan maupun bening

Soto Betawi Haji Mamat, Jl. Labak.Bulus Raya 1 No.5, Cilandak, Jakarta Selatan

Soto Betawi Haji Husein

Yang satu ini termasuk yang paling laris juga. Sotonya selalu ludes terjual dalam hitungan jam. Soto Betawi H. Husein masuk ke dalam jajaran tempat makan soto legendaris di Jakarta. Kalau mau makan di sini harus siap antri untuk dilayani.
Meskipun terhitung masih cukup muda, buka sejak 1988, racikan sotonya tidak pernah berubah. Kuah soto Betawi H. Husein ini termasuk tim kuah kuning, ini berbeda dengan umumnya soto Betawi yang berkuah putih. Menggunakan paduan santan dan susu.
Untuk pilihan menunya ada soto daging serta soto campur, yang terdiri dari jeroan, babat hingga paru. Kisaran harga satu porsinya sekitar Rp 32 ribu.


Penikmat soto sudah ramai berdatangan silih berganti sejak pagi ke warung kecil Soto Betawi Haji Husen yang sederhana tapi legendaris di Jalan Padang Panjang, Manggarai. Di warung depan warung terdapat spanduk besar bergambar Haji Husen yang menutupi sebagian warung.
Para pelanggan seolah tak ingin kehabisan soto Betawi berkuah kental kekuningan ini. Maklum, soto yang dibuka mulai pukul 7 pagi dan selalu habis setelah makan siang. Paling lama, porsi terakhir soto ini bertahan hingga pukul 14.00 WIB. Sebanyak 1 kwintal campuran daging sapi dan jeroan ludes terjual setiap harinya.


Soto Betawi H. Husein, Jl. Padang Panjang No. 6B-6C, Manggarai, Jakarta Selatan
Soto Betawi Sambung Nikmat

Soto enak ini masih di sekitaran Jakarta Selatan, tepatnya di daerah Kebayoran Lama. Enak dan legendaris juga, sayang untuk dilewatkan. Namanya Soto Betawi Sambung Nikmat, yang sudah buka sejak 1972.


Sama seperti tempat makan soto Betawi lainnya. Di sini masih menggunakan konsep rumah makan yang sederhana. Ciri khas sotonya terletak pada penggunaan kuah santan tanpa susu, dengan tekstur kental sedikit merah.


Potongan dagingnya juga royal dengan pilihan paru, babat hingga kikil untuk pelengkapnya. Untuk kisaran harga menu nasi dan soto Betawinya sekitar Rp 75 ribu.
Soto Betawi Sambung Nikmat, Jl. Ciputat Raya No. 2, Jakarta Selatan


Soto Jakarta Bang Madun
Soto yang satu ini meskipun memilih memakai nama soto Jakarta ketimbang soto Betawi, namun tetap masuk dalam ‘keluarga’ soto Betawi. Yang membuatnya unik dan berbeda adalah tambahan bumbu kacang yang berminyak dan dibuat tanpa garam.


Meja dan kursi di warung ini di susun berdempetan mengelilingi area tempat meracik soto. Lokasi yang kecil membuat warung ini hanya cukup menampung 20-25 pembeli. Alhasil, jika sedang ramai terutama saat makan siang, pengunjung mesti bersabar antri.  


Paduan kuah santan dan kacang memberikan rasa sedap dan gurih yang dominan dari kacang. Pedas juga terasa dari bumbu kacang.
Aneka jeroan seperti babat, ampela, dan paru terasa lembut dan tidak amis maupun menggumpal. Rasa daging dan jeroan menyatu dengan racikan kuah santan dan bumbu kacang.


Resep yang kini ada di tangan generasi ketiga ini diciptakan keluarga Bang Madun yang merupakan orang Betawi asli dari Cakung yang pindah ke Gandaria. Usaha soto ini dimulai dengan berjualan dengan dipikul, lalu menggunakan gerobak, dan membuka warung pertama kali di Mayestik di sekitaran Taman Puring pada 1975. Sebelum menetap di Jalan Barito.
Warung Soto Jakarta Bang Madun, Jalan Barito No. 1, Jakarta Selatan

Soto Betawi enak  bertambah lezat dengan tambahan irisan tomat, kentang, daun bawang, juga emping goreng.
Soto Betawi semuanya enak, jangan lupa tambahan irisan tomat, kentang dan empingnya. Foto: Dok. shutterstock

Seperti disebut di muka, manapun pilihannya, jika ingin menyantap soto Betawi, semuanya pasti enak.

agendaIndonesia

*****

Pie Susu Bali, Legit Dalam 7 Sentimeter

Pie susu Bali oleh-oleh yang cocok untuk kapan saja.

Pie susu Bali pernah menjadi salah satu pilihan mudah untuk membawa buah tangan saat liburan ke Bali. “Pernah mudah”, sebab kudapan ini cukup banyak diperoleh di kota-kota besar di Indonesia. Orang terpaksa berpikir membawa oleh-oleh apa lagi dari Bali. Tentu membawa pie susu juga boleh.

Pie Susu Bali

Pie Susu Bali seakan memang identik sebagai cemilan khas Pulau Dewata. Jajanan ini memiliki citarasa manis dan gurih khas susu dengan pinggiran kue yang renyah.

Sejatinya pie susu Bali bukanlah kuliner asli Indonesia. Kudapan ini adalah salah satu kuliner peranakan  dari negara lain. Pie susu Bali adalah kue peranakan yang melebur dengan budaya Indonesia. Menurut kisahnya, pie susu Bali merupakan perpaduan antara pie susu Hong Kong dan pie Portugis.

Pie susu termasuk ke dalam jenis pastry yang sangat populer di Portugal. Di negara asalnya, pie dicetak bundar dengan diameter 4-5 centimeter, lalu diisi dengan egg custard yang terdiri dari campuran susu,telur, dan juga gula. 

Pie susu Bali dapat diperoleh di banyak toko-toko oleh-olh seperti Krisna Bali.
Toko oleh-oleh Krisna Bali.

Dari sejumlah sumber informasi, awalnya pie susu diperkenalkan oleh Tengs Cha Chaan pada tahun 1940-an di Hong Kong. Pertama kalinya, pie susu dibuat untuk menyaingi restoran dim sum yang sangat terkenal. Tak lama kemudian, pie susu dijual di kafe dan toko-toko roti Barat dan Eropa.

Begitupun, pie susu Hong Kong ternyata juga bukanlah kuli Fner khas negara pulau milik RRC itu. Kudapan ini hasil adaptasi makanan tart custard dari negara penjajah mereka, yakni Inggris.

Sebuah teori menyatakan bahwa kue pie susu Hong Kong sebenarnya mengadaptasi tart custard yang berasal dari Inggris. Canton yang memiliki kontak dengan Inggris disebut-sebut sebagai awal mula proses adaptasi ini.

Apalagi sebagai bekas koloni Inggris, Hong Kong juga mengadopsi beberapa makanan Inggris, sehingga makin memperkuat teori pie susu yang berasal dari Inggris.

Sementara itu teori lain menyatakan bahwa pie susu sangat mirip dengan salah penganan yang berasal dari Portugis. Makanan itu namanya past de nata. Kue ini dianggap dibawa oleh koloni Portugis saat berada di Macau.

Jadi jika pun ada hubungannya dengan pie Portugis, kemungkinan ada kaitannya dengan posisi geografis Hong Kong yang berhadapan langsung dengan Macau, 45 menit menyeberang lewat selat yang menghubungkan ke duanya.

Begitupun, ada perbedaan yang mendasar antara pie susu Hongkong dan pie susu Portugis. Perbedaannya terletak pada pinggiran pie susunya. Hong Kong lebih memilih menggunakan pinggiran puff pastry, sedangkan Portugis berupa shortcrus pastry.

Dalam masakan Hong Kong modern, pie susu hadir dalam berbagai varian seperti pie madu telur, pie putih telur, pie coklat, pie green tea, dan juga pie jahe. Semua jenis pie ini merupakan variasi dari pie susu tradisional yang telah disajikan Tengs cha Chaan.

Pinggiran dari pie susu Hongkong ini secara keseluruhan ada dua jenis, yakni shortcrust pastry atau puff pastry. Kebanyakan pembuatan pie susu Hongkong menggunakan lemak babi daripada shortening atau mentega. Jadi mungkin lebih hati-hati jika mengkonsumsi ini di Hong Kong.

Pie Susu Bali shutterstock
Pie susu Bali cocok sebagai kudpan teman minum kopi. Foto: shutterstock

Lalu bagaimana dengan pie susu Bali? Bila diamati terksturnya, bentuk pie susu Bali lebih mirip dengan shortcrust pastry Portugis. Namun, isiannya yang berupa eggs custard lebih condong menyerupai pie susu dari Hong Kong.

Perbedaan lain pie susu  Bali dan pie susu dari negara barat terletak pada kulit pie yang dicetak bundar dengan diameter tujuh centimeter. Kulit pie khas Bali dicetak sangat tipis dan renyah, selain itu egg custard-nya tak terlalu tebal sehingga tak membuat mual saat dimakan.

Satu lagi yang kadang rancu bagi wisatawan dari luar Bali ketika hendak membeli pie susu. Ada saja wisatawan yang menganggap pie susu sama dengan pia. Terutama ketika hendak mencari “pie susu merek Legong”. Padahal yang ini adalah jenis pia.

Banyak yang beranggapan bahwa pie susu dengan pia adalah satu makanan yang sama. Ke dua kue ini memiliki cita rasa serta bentuk yang berbeda.

Pia berbentuk bulat dengan dibalut empat hingga lima lapis kulit yang renyah. Ini lebih mirip bakpia di Yogya. Sedangkan pie hanya memiliki satu lapis kulit renyah yang hanya ada di pinggiran kue.

Begitupun ke dua camilan itu sangat cocok untuk memanjakan lidah ataupun untuk oleh-oleh khas dari Pulau Bali. Perpaduan rasa manis dan gurih dari pie susu bisa dengan cepat memulihkan mood untuk tetap produktif setiap harinya.

Pie Susu Bali Dhian Dok. Pie Dhian
Pie susu merek Dhian. Foto: dok. Pie susu Dhian

Pie susu Bali selalu membuat penggemarnya tak bisa berhenti makan, karena pie ini selalu berhasil membuat ketagihan. Jajanan Pie Susu khas Bali memiliki rasa yang enak sehingga tak perlu khawatir merasa eneg jika mengkonsumsi makanan ini dalam jumlah yang banyak.

Pie susu Bali mudah ditemukan di toko-toko oleh-oleh di banyak tempat di Bali. Mereknya pun bermacam-macam. Semuanya enak.

agendaIndonesia

*****

Cendrawasih dan Penyu Blimbing, 2 Keunikan Tambrauw

Cendrawasih Jantan

Cendrawasih dan Penyu Blimbing, 2 Keunikan Tambrauw rasanya masih sedikit orang yang tahu. Padahal kabupaten ini sejak lama sudah menjadi semacam endemik kedua fauna. Untuk Cendrawasih bahkan bisa dikatakan 80 persen wilayah Tambrauw adalah kawasan konservasi.

Cendrawasih dan Penyu Blimbing

Kabupaten Tambrauw di Provinsi Papua Barat disebut banyak kalangan sebagai salah satu spot pemantauan burung terbaik di Papua. Utamanya tentu di papua Barat. Seperti disebut di muka, 80 persen daerahnya mencakup area konservasi yang memungkinkan burung maskot Papua ini hidup bebas di hutan yang masih rapat. Apalagi secara geografis kabupaten ini berada di antara dataran tinggi dan dataran rendah. Itu memungkinkan cenderawasih dari dua area bisa hidup di sini.

Untuk menuju Kabupaten Tambrauw, wisatawan bisa memilih dua pintu masuk lewat jalur udara. Yang pertama melalui Bandar Udara Dominique Eduard Osok di kota Sorong. Dari sini, perjalanan dilanjutkan menggunakan kendaraan double cabin melalui jalur darat dengan waktu tempuh sekitar empat jam menuju Sausapor.

Pintu masuk kedua yakni melalui Bandar Udara Rendani di Manokwari. Dari bandara, perjalanan dilanjutkan menggunakan kendaraan double cabin menuju Kebar dengan waktu tempuh lebih-kurang empat jam. Bisa juga melalui jalur laut dari Sorong menuju Sausapor dengan waktu tempuh 2,5 jam.

Tambrauw mungkin belum sepopuler Desa Saporkren di Kabupaten Raja Ampat sebagai tempat pemantauan cendrawasih. Namun, kian hari makin banyak wisatawan manca negara yang mengunjungi Tambrauw melalui Manokwari dan Sorong.

Lokasi istimewa untuk memantau cendrawasih di Tambrauw adalah Distrik Miyah. Distrik itu dapat ditempuh dalam waktu lebih-kurang 4 jam dari Ibu Kota Sementara Sausapor. Keistimewaan pemantauan di Miyah adalah seringnya ditemui enam jenis cendrawasih.

Sesuai buku Birds of New Guniea karangan Thane K. Pratt dan Bruce M. Beehler, keenam spesies cenderawasih yang sering dijumpai di Tambrauw adalah Lesser bird of paradise; Magnificent bird of paradise; Cendrawasih raja, Magnificent rifflebird; Western parotia; dan Superb bird of paradise.

Jenis Lesser bird of paradise biasanya juga disebut cenderawasih kuning-kecil. Burung ini memiliki panjang sekitar 32 sentimeter. Bisa dijuluki kecil-kecil cabai rawit. Sebab, burung berjenis lesser bird of paradise ini jago berdansa. Kemampuannya menari melebihi burung-burung lain sekelasnya. Lesser bird of paradise memiliki warna otentik kuning dan cokelat. Paruhnya abu-abu kebiruan. Sedangkan iris matanya berwarna kuning. Pada ekornya terdapat antena hitam.

Jenis ke dua yang disebut Magnificent bird of paradise atau sering disebut juga cendrawasih belah rotan. Subspesies cedrawasih belah ritan yang ditemukan di Papua Barat, khususnya di Tambrauw, adalah Cicinnurus magnificus magnuficus. Burung ini memiliki bulu berwarna campuran hitam, putih, dan merah. Ia mempunyai antena berbentuk spiral berwarna biru muda menyala.

Lalu, mungkin, yang paling dikenal banyak orang adalah Cendrawasih raja. Keunikannya mereka memiliki warna yang berbeda antara betina dan jantan. Burung betina memiliki warna cokelat dengan tubuh bagian bawah berpola garis-garis. Sedangkan jantan mempunyai wara merah tua terang dan putih. Kakinya biru terang. Bulu ekornya panjang dan terdapat hiasan uliran hijau. Burung cendrawasih jantan ini memiliki panjang lebih-kurang 16 sentimeter.

Jenis ke empat cendrawasih di tambrauw adalah Magnificent rifflebird atau sering disebut burung dari surga. Yang jantan memiliki bulu warna hitam beludru. Ketika dikatupkan, sayapnya akan membentuk seperti jubah. Kepalanya berwarna biru-hijau. Sayap itu bisa direntangkan melengkung. Sedangkan betina mempunyai warna bulu kecokelatan dengan bintink-binting gelap. Burung ini memiliki panjang lebih-kurang 34 sentimeter.

Jenis ke lima cendrawasih di sini dari spesies Western parotia. Burung ini memiliki panjang sekitar 33 sentimeter. Ekornya tak panjang-panjang amat. Western parotia secara seksual dimorfik. Spesies burung ini memiliki perisai payudara berwarna hijau keemasan. Sedangkan mahkotanya berwarna abu-abu perak. Sayap Western parotia bisa membentuk segitiga, mirip kerucut. Burung ini memiliki kelabihan dapat menari seperti balerina.

Jenis terakhir yang sering muncul adalah Superb bird of paradise atau cendrawasih kerah. Cendrawasih ini memiliki mahkota berwarna hitam dan mahkota hijau warna-warni. Bila ia menutup sayap, bulunya tampak berwarna biru. Sedangkan betina memiliki warna kecokelatan dan kemerahan. Burung jantan ini konon memilii sifat poligami. Ia akan menari-nari lincah untuk sampai menarik perhatian lawan jenisnya.

Jika ingin melihat ke semuanya, ambil waktu yang cukup jika berlibur ke Tambrauw. Mengamati cendrawasih di habitat aslinya yang masih berupa hutan, punya syarat mutlak mesti sabar. Kadang orang harus menunggu beberapa jam sampai burung sorga itu menampakkan diri. Namun, sering pula ia langsung terlihat.

Selain cendrawasih, Tambrauw punya keunikan lain: penyu belimbing.  Di kabupaten ini, Taman Pesisir Jeen Womom, yang meliputi wilayah Pantai Jamursba Medi (Jeen Yessa) dan Pantai Warmon (Jeen Syuab), di Distrik Abun, menjadi satu-satunya tempat bertelur rutin penyu belimbing di Indonesia.

Tukik Penyu Belimbing
Keunikan Tambrauw berupa penyu blimbing. Dok. unsplash

Ada dua daerah di Indonesia yang memiliki jejak penyu belimbing bertelur. Misalnya di Aceh dan di Sukamade, Jember, Jawa Timur. Namun tidak terprediksi dan tidak rutin. Bisa jadi mereka hanya terbawa arus.

Pantai Jeen Womom, yang meliputi Pantai Jamursba Medi (Jeen Yessa) dan Pantai Warmon (Jeen Syuab), berada di pesisir pantai utara Tambrauw. Word Wide Fund for Nature (WWF) mencatat, pada 2017 ada 1.240 sarang penyu belimbing ditemukan di kawasan pesisir Tambrauw.

Banyak turis, utamanya turis asing, tertarik menyaksikan penyu yang konon telah langka di dunia itu. Penyu ini bertelur sepanjang tahun. Pada Januari sampai Juni, penyu akan bertelur di Pantai Jamursba Medi. Sedangkan pada Juli sampai Desember, penyu akan bertelur di Pantai Warmon.

Penyu Belimbing yang ditemukan di pesisir Jeen Womom hanya yang berjenis kelamin betina dan berusia 15-30 tahun. Setelah makan dan bereproduksi, penyu belimbing akan berenang kembali mengikuti arus menuju Pantai Jeen Womom. Mereka berenang kira-kira 6 bulan untuk sampai ke perairan Papua Barat.

Keistimewaan utama penyu belimbing adalah tubuhnya yang sangat besar. Ia adalah penyu berukuran paling besar di dunia. Panjang lengkung punggungnya bisa mencapai sekitar 1,2 hingga 2,4 meter. Disebut penyu belimbing karena bentuk punggungnya menyerupai belimbing dengan uliran tajam.

Dinas Perikanan Kabupaten Tambrauw menerapkan aturan khusus jika ada wisatawan yang ingin mengamati penyu belimbing bertelur. Pertama, pengama wajib menggunakan senter atau lampu berwarna merah. Lampu itu hanya dinyalakan seperlunya. Adapun cahaya lampu tak boleh langsung ditembakkan ke wajah penyu. Bila terkena cahaya, penyu akan kehilangan orientasi arah.

Jika bisa bertemu penyu di pantai atau penyu yang sedang bertelur, wisatawan harus mendekatinya dari belakang, yakni dengan mengikuti bekas jejaknya. Usahakan merunduk dekat pasir. Anda harus menjauh apabila penyu menunjukkan tanda-tanda terganggu. Waktu untuk berada di dekat penyu pun terbatas hanya maksimal 30 menit. Selama mengamati itu pula, pengunjung tidak boleh bersuara dan harus bergerak sangat pelan.

Para wistawan atau pengamat tidak diperkenankan memotret penyu yang sedang mengeluarkan telur. Pemotretan hanya boleh dilakukan ketika penyu telah selesai bertelur. Tukik yang baru menetas pun harus terhidar dari lampu senter dan blitz kamera. Maka itu, wisatawan tidak dibolehkan menyalakan lampu selama tukik berjalan di pantai hingga masuk ke laut.

Satu lagi, sering kali wisatawan yang hendak mengamati penyu bertelur adalah dengan berkemah atau bermalam di pantai tempat fauna ini bertelur. Jika ini yang Anda lakukan, jangan berkemah dengan menyalakan api unggun. Itu akan membuat penyu tak jadi mendarat dan bertelur.

F. Rosana/A. Prasetyo/Max gotts-unsplash

Betutu 1 Kuliner Khas Bali

ayam betutu Bali

Betutu 1 kuliner khas Bali, ini pasti tak ada yang membantahnya. Bisa jadi, banyak orang mengaitkannya dengan nama masakan Ayam Betutu atau Bebek Betutu. Itu tak salah. Sebab, betutu sejatinya memang menunjuk pada masakan yang terdiri dari ayam atau bebek, biasanya utuh, yang diberi bumbu dan kemudian dibakar.

Betutu 1 Kuliner Khas Bali

Dari sejarahnya, betutu berasal dari kata ‘tutu’ yang artinya dibakar, dan awalan ‘be’ yang berarti daging. Jadilah ia satu kuliner khas Bali berupa daging ayam atau bebek utuh yang dibakar dengan bumbu khususnya.

Di Bali, awalnya sajian betutu berasal dari daerah Gianyar dan Gilimanuk. Jika Anda main ke Bali dan sedang berada di kawasan Gianyar cobalah perhatikan, di sepanjang jalan utama yang menghubungkan Kabupaten Gianyar dan wilayah-wilayah sekitarnya, bertebaran warung-warung tradisional yang memasang papan “nasi campur betutu”.

Di sini, kita bisa memesan ayam betutu seperti umumnya, namun kebanyakan memang penampakannya lebih mirip nasi campur. Sebab, dalam piring, tersaji beragam lauk. Ada lawar—bisa juga diganti dengan urap Bali, sate lilit, telur rebus, dan potongan ayam betutu.

Pada masa lampau, masakan tradisional ini, dihidangkan khusus untuk upacara keagamaan. Cara mengolahnya pun tak sembarangan. Ayam atau bebek, sebagai komponen utama dalam sajian betutu, harus ditanam dalam lubang tanah, ditutup degan bara api, dan dimasak dalam sekam selama belasan jam.

Namun, kita tahu, waktu berjalan dan perubahan pun terjadi. Masakan betutu makin tak kaku dan tak terlampau mengikuti pakem. Variannya makin berkembang, cara memasaknya juga semakin modern. Pun, tak harus dihidangkan ketika ada upacara. Siapa pun, kapan pun bisa menikmati. Masakan ini juga gampang ditemukan di warung-warung di Bali, bahkan sudah banyak kota lain di Indonesia yang mempunyai tempat-tempat makan yang menyajikan ayam dan bebek betutu.

Begitu pun, jika ada wisatawan mau berkunjung ke Bali dan hendak mencoba mencicipi masakan Betutu, berikut ada tiga rumah makan yang bisa menjadi alternatif pilihan.

Betutu Halal Warung Rahayu Wayan Rupa

Setelah berputar melewati Patung Kebo Iwa di dekat Kantor DPRD Kota Gianyar, tepatnya di Jalan Mahendradata, jalur menuju Kecamatan Payangan, sebuah warung sederhana berdiri di kiri jalan. Warung ini direkomendasikan oleh Putu, warga asli Gianyar, yang saya temui di sentra pembuatan kaus barong. “Kalau mau makan ayam betutu yang halal dan paling enak di Gianyar, lagi murah, ada namanya Warung Rahayu Wayan Rupa,” tuturnya.

Warung sederhana ini telah berdiri sejak awal 2000. Setiap hari orang ramai datang untuk mengambil pesanan. Ternyata pemiliknya lebih sering menerima order dalam jumlah besar daripada menerima tamu yang makan di tempat. Pantas saja kursi dan meja yang disediakan tak terlalu banyak. “Untung datang cepat. Ini tinggal lima piring lagi,” kata si pemilik kepada saya. Padahal hari masih siang. Memang, harus bergelut dengan pengunjung lain untuk sekadar menikmati sepiring nasi betutu Rahayu.

Tak heran. Sebab, masakan perempuan separuh baya itu punya rasa yang khas. Aromanya sangat nikmat, bahkan tercium dari halaman depan. Rempah-rempahnya kuat melekat di daging yang disuwir besar-besar. Daging yang bertemu beragam bumbu di atas pembakaran menghadirkan sensasi panggangan yang nikmat. Tak ada satu bagian daging pun terasa hambar. Meski menggunakan ayam potong, dagingnya juga tak alot sewaktu dikunyah. Cara mengolah, kata dia, sangat berpengaruh terhadap tekstur daging. Alat masak yang masih menggunakan tungku tradisional juga menambah nikmat olahan.

Selain ayam betutu, telur rebus, serundeng kacang, dan urap kacang panjang turut dihidangkan. Komponen pendamping ini membuat piring jadi kelihatan tak sepi.

Warung Rahayu Wayan Rupa

Jalan Mahendradata, Bitera, Gianyar

Buka pukul 08.00-17.00 (biasanya pukul 14.00 sudah habis)

Betutu Kukus Kedewatan Ibu Mangku

Rasanya hampir semua travel blogger merekomendasikan wisatawan yang datang ke Bali untuk jajan ayam betutu di Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku. Kabarnya, olahan si empunya warung membikin orang ketagihan.

Warung cabang yang berlokasi di Seminyak menjadi pilihan. Selain dekat dengan lokasi wisata, tempatnya luas dan cukup asyik untuk nongkrong serta ngobrol bersama kerabat. Dulu, nasi ayam yang kesohor itu memang hanya buka di Kedewatan, Ubud. Namun, beberapa tahun belakangan, si pemilik melebarkan usahanya di Badung dan Denpasar.

Soal menu tentu tak berbeda. Sebab, Ibu Mangku hanya menyediakan dua varian: nasi campur dan nasi pisah. Lauknya sama, yakni ayam betutu dengan potongan cukup besar (boleh memilih paha atau dada), ayam suwir bumbu pedas, jeroan goreng, sate lilit, urap, telur rebus, kacang goreng, dan pepes ayam. Yang membikin nampol adalah sambal matahnya.

Soal cara memasak, ayam betutu di sini berbeda dengan Warung Rahayu. Secara tampilan, daging ayam di restoran ini berwarna lebih cokelat. Tak ada bekas panggangan juga di sisi-sisi dagingnya. Cara memasaknya dikukus lama sampai daging matang. Tentu dimasak bersama bumbu-bumbu rahasia dalam waktu cukup lama. Alhasil, daging ayam terasa empuk dengan bumbu yang meresap sampai ke tulang.

Bila lauk di piring kurang, tamu bisa menikmatinya dengan jajanan ringan, semacam kacang Bali, keripik, atau camilan lain yang tersedia di samping mesin kasir.

Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku

Jalan Kayu Jati No. 12, Patitenget, Seminyak, Kuta, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Badung

Buka pukul 09.00-21.00

Betutu Berkuah Bu Ina

Kalau ingin memilih masakan betutu dengan aliran yang berkuah, mengembaralah seputar Mengwi. Di sana, banyak sekali warung rumahan yang menjual olahan betutu ala Gilimanuk. Salah satunya ialah warung milik keluarga Ina. Tempat makan yang bisa ditempuh dalam jangka waktu kurang dari 30 menit dari Tanah Lot ini adalah cabang kedua.

Berbeda dengan dua warung sebelumnya, ayam betutu di sini disajikan dengan bumbu kuah kuning. Bumbu kuning dihasilkan dari campuran kunyit dan rempah-rempah lainnya, seperti sereh, cabai, bawang putih, bawang merah, jahe, laos, dan ketumbar. Komplemen itu membikin rasa jadi kaya. Namun, asin dan pedas paling mendominasi. Masakan ini cocok bagi pengunjung yang suka dengan masakan berbumbu bold.

Selain cara masak, penyajiannya pun berlainan. Ayam betutu tersebut dihidangkan berdampingan dengan ca kangkung, kacang goreng, dan sambal matah. Jadi bukan disantap dengan lawar atau urap, seperti yang umum disajikan di warung-warung nasi Bali. Ca kangkung dimasak polos, tanpa bumbu macam-macam. Berkebalikan dengan ayam betutu.

Ayam Betutu Bu Ina 2

Jalan Raya Mengwitani Nomor 22A, Mengwi, Badung

Buka pukul 09.00-21.00

F. Rosana

Nasi Pindang Kudus, Lezatnya Mulai 1400

Nasi Pindang Kudus menggunakan daging kerbau.

Nasi pindang Kudus adalah salah satu masakan tradisional yang memanfaatkan bumbu kluwak atau kluwek, selain rawon di Jawa Timur dan brongkos di Yogya dan Solo. Nasi pindang ini sesuai namanya berasal dari Kudus, Jawa Tengah.

Nasi Pindang Kudus

Tidak jelas betul kapan masakan ini mulai dikenal oleh masyarakat Kudus, namun diperkirakan masakan ini sudah ada sejak tahun 1400-an. Ini mengingat masakan ini sering dikaitkan dengan ajaran Sunan Kudus, salah satu dari Wali Sanga.

Nasi pindang Kudus bukan sekadar makanan biasa bagi masyarakat kota ini, tetapi juga menyimpan sejarah yang menarik. Sunan Kudus dikenal sebagai tokoh yang toleran dan bijaksana dalam berdakwah. Ia menghormati kepercayaan dan budaya masyarakat setempat

Ketika mulai mengajarkan Islam di utara Jawa, di mana masih banyak pemeluk agama Hindu yang ia paham sangat menghormati sapi. Oleh karena itu, ia mengajarkan kepada murid dan masyarakat setempat untuk menggunakan daging kerbau dalam masakan mereka. Ia tak ingin melukai perasaan umat Hindu di sana yang meyakini sapi adalah hewan suci.

Nasi pindang Kudus merupakan salah satu peninggalan Sunan Kudus, seperti Menara Masjid Kudus
Menara Kudus. Foto: shutterstock


Hal yang mungkin sering membingungkan adalah nama “pindang” pada masakan ini. Orang sering mengira ada kaitannya dengan pindang bandeng yang sentra produksinya tak jauh dari Kudus. Padahal ke duanya tak ada hubungannya.

Meskipun belum ada informasi yang pasti, masyarakat setempat menduga karena menggunakan daging kerbau yang lebih liat dibandingkan daging sapi. Karena itu, ketika memasak pindang kerbau, dagingnya direbus terlebih dahulu hingga menjadi lebih empuk.  
Secara tampilan, nasi pindang Kudus mirip dengan rawon, karena kuahnya sama-sama berwarna hitam akibat pemakaian kluwek. Namun tentu ada bedanya. Pindang Kudus menggunakan santan dan daun mlinjo.

Secara masakan mungkin lebih dekat ke brongkos, hanya saja santannya lebih tipis. Pindang kerbau juga tidak memakai kacang tholo.

Penyajian masakan ini biasanya terdiri dari nasi putih yang disajikan dengan lauk pindang daging kerbau. Disajikan di piring yang diberi alas daun pisang. Kadang juga daun jati. Lalu disiram kuah pindang. Daging pindang ini memiliki rasa yang gurih, pedas, dan sedikit manis serta dilengkapi dengan sambal kacang, lalapan, dan kerupuk.

Seiring berjalannya waktu, beberapa penjual nasi pindang di kota kretek ini sudah ada yang menggunakan daging sapi dan ayam sebagai bahan utamanya. Begitupun penjual nasi pindang berdaging sapi ini tak sebanyak nasi pindang kerbau.

Nasi Pindang Kudus shutterstock
Foto: shutterstock

Kini pun nasi pindang Kudus ini dijual mulai dari di pinggir jalan hingga restoran mewah dengan harga yang bervariasi. Berikut ada beberapa warung yang sudah terkenal. Bisa dicicipi jika kebetulan dolan ke Kudus.

Pindang Kudus Haji Sulichan

Lokasi warungnya terdapat di sentra makanan Taman Bojana di seberang Simpang 7. Ini tipikal warung makan soto da nasi pindang yang menggunakan bangku panjang serta menggunakan display aneka lauk pelengkap. Sajian seperti satai paru; perkedel; telur, atau tempe goreng; juga kerupuk tersaji di meja.

Warung ini buka sepanjang minggu mulai pukul 7 pagi hingga 9 malam. Selain nasi pindang kerbau, mereka juga menyediakan pindang ayam, juga soto Kudus. Baik yang menggunakan daging kerbau maupun daging ayam.

Warung ini termasuk yang paling terkenal. Selain makanannya enak, harganya tidak bikin kantong kebol. Semangkok soto Kudus daging kerbau, misalnya, dipatok harga Rp 15 ribu. Jika tambah lauk tentu harganya akan bertambah.

Pindang Kudus Haji Sulichan, Pusat Kuliner Bojana, Kudus

Kluwek shutterstock

Nasi Pindang Kerbau Sidodadi

Tempat makan nasi pindang dan soto khas kudus yang mulai buka sore hari. Di warungnya tertulis Pindang Kerbau, namun ada pilihan daging kerbau atau daging ayam. Tersedia aneka lauk baceman, seperti tahu dan telur bacem. Lauk bacemannya bisa minta dipotong-potong dan bumbunya enak sebagai pelengkap lauk

Selain nasi pindang, warung ini juga menyediakan soto Kudus yang kuahnya bening. Ini tipe soto yang segar. Mereka buka Senin sampai Minggu, kecuali hari Kamis yang tutup.

Pindang Kerbau & Soto Kerbau Sidodadi, Wegu Kulon, Kecamatan Kota, Kudus

Nasi Pindang Mapan 58

Warung ini baru buka sore hari, sekitar pukul 17. Jadi cocoknya memang untuk makan malam. Tempat duduknya tidak terlalu besar, sehingga pada saat jam makan malam situasinya cukup padat.

Ini termasuk pindang kerbau yang paling enak. Meskipun tidak biasa, daging pindangnya bisa diminta dipisah dari nasinya. Lauknya juga tersedia dan bisa dipilih.

Nasi Pindang Mapan 58; Jalan Johar, Nganguk, Kramat, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus 

agendaIndonesia

*****

Nasi Bali, 4 Yang Khas Dan Bikin Kangen

Nasi Bali selalu menarik untuk sarapan hingga makan malam.

Nasi Bali, siapa yang tak meneteskan air liur jika mengingatnya. Setiap kali ada tawaran liburan lagi ke Bali? Ehmmm… pikiran rasanya langsung berpikir, saatnya memanjakan perut. Bisa menikmatinya sambal tetap sembari leyeh-leyeh di tepi pantai atau di tengah kesejukan. Bisa ketika blusukan ke pasar.

Nasi Bali

Banyak pilihan yang halal sehingga siapa pun bisa menjajal. Bila tiba di Bali masih pagi atau sebelum pukul 12.00 waktu setempat, dari Bandara Ngurah Rai wisatawan bisa langsung menuju kawasan wisata Sanur.

Ada dua pilihan, tapi di jalan yang berbeda. Salah satunya ialah tidak jauh dari titik keberangkatan speedboat menuju Nusa Lembongan, Ceningan atau Penida. Tepatnya di Jalan Hang Tuah.

Plang Rumah Makan Mak Beng tampak jelas. Buka pukul 08.00 hingga pukul 21.00, tapi keramaian terjadi saat makan siang. Jadi sebaiknya pilih di luar waktu tersebut. Hanya dua menu yang disodorkan oleh Mak Beng yang memulai usahanya pada 1941. Ikan goreng dengan sambal dan sup ikan.

Hanya dua, tapi tidak pernah membosankan. Buktinya, antrian selalu terlihat, apalagi pada musim liburan. Satu paket sup ikan yang cukup bening dan segar serta ikan goreng plus nasi dan sambal dipatok Rp 55 ribu. Supnya saja sekitar Rp 35 ribu. Demikian juga ikan gorengnya. Belum termasuk minuman.

Pesanan biasanya akan datang dengan cepat: sup ikan, ikan goreng, nasi, dan sambal plus es jeruk. Beberapa kali terdengar teriakan orang meminta tambahan ikan goreng dan nasi. Saya melihat para pria dengan keringat bercucuran.

Dengan penuh semangat mereka menyuap ikan goreng yang garing plus sambal dan disusul menyeruput sup ikannya. Ehmmm… kenikmatan luar biasa yang mereka rasakan tentunya! Bayangkan ikan segar hasil tangkapan teranyar para nelayan ditambah sambal yang pedas.

Kawasan Sanur yang terkenal dengan keindahan mentari terbitnya tak hanya menawarkan olahan ikan ala Mak Beng. Di Jalan Segara Ayu ada warung sederhana lain yang juga diburu turis.

Nasi Bali bisa ditemui di Men (Ibu) Weti di sekitaran Sanur.

Berlokasi tak jauh dari pantai, warung Men (Ibu) Weti hanya terdiri atas satu meja yang penuh dengan beberapa baskom besar. Isinya tak lain ialah sayuran, telur, sambal, ayam suwir, dan lain-lain yang merupakan perpaduan sajian nasi campur Bali.

Hati-hati jika saat mampir ke sana terlalu siang. Biasanya sebagian baskom sudah kosong. “Tapi masih ada sambalnya, jadi masih enak lah,” ucap seorang bapak yang rupanya juga harus menerima nasib hanya kebagian sisa sajian hari itu.

Padahal, sejatinya, menunya berlimpah, seperti ayam betutu, ayam goreng, urap, sate lilit, kerupuk kulit ayam, ikan laut, dan telur. Tentunya semua jenis menu itu ditambahkan sambal khas Bali. Satu porsi cukup ditebus dengan kisaran Rp 15 ribu. Harga juga bergantung pada pilihan lauknya.

Meski Men Weti dengan usia 60-70- an tahun masih hadir di warungnya, ia tak lagi melayani pembeli karena sudah digantikan anaknya. Namun ia tetap membuat olahannya sendiri.

Sebaiknya datang sebelum pukul 12 karena banyak diburu untuk menu sarapan. Lagi pula warung dibuka mulai pukul 6 pagi. Jadi, sebaiknya, bila berada di Sanur, pilih sarapan di warung Men Wati, kemudian makan siang nasi Bali di Mak Beng.

Setelah bersantai, saat mulai gelap, terbit keinginan melaju ke Denpasar. Terbayang pada nasi jinggo. Awalnya disebut “jenggo” karena harganya Rp 1.500. Dalam bahasa Hokkien memang “jeng go” berarti 1.500. Kini harganya dua kali lipat alias pada kisaran Rp 3 sampai 5 ribu. Bungkusannya kecil, karena isinya sekepal nasi ditemani mi, suwiran ayam, dan sambal.

Nasi Bali ada yang dijual model bungkusan seperti sego kucing di Yogya, namanya sego Jenggo.

Paling tidak begitulah yang ditemukan di Jalan Gajah Mada. Pengunjung bisa bersua dengan sang penjaja, Lengkong. “Ibu saya mulai berjualan pada 1980-an,” ucap pria berumur 30-an. Lokasi dagangnya tidak berpindah, yakni di ujung Gang VI/BEJ. Yang ditawarkan sebenarnya merupakan hasil olahan orang lain.

Awalnya, sang ibu hanya menjual 25 bungkus hingga masa puncaknya 250 bungkus. Pria kurus itu menyebutkan buka mulai pukul 19 hingga pagi. Bermodal meja dan dua wadah besar dari bambu untuk memisahkan yang pedas dan yang tidak pedas.

Dua porsi nasi campur super sederhana akhirnya membuat perut saya terasa penuh. Kebanyakan pelanggan membawanya pulang. Namun tidak jauh dari ujung gang tempat Lengkong berdiri ada pula nasi jinggo dengan gaya lesehan bagi para pembeli yang ingin makan di tempat.

Hari berikutnya petualangan mencicipi sajian kuliner masih berlanjut. Berniat menikmati kesejukan, pilihan berikutnya adalah Ubud. Sengaja berangkat sedari pagi, memang berniat sarapan nasi kadewatan Ibu Mangku.

Berada tepat di depan Pura Kadewatan, di Jalan Raya Kadewatan, pengunjung akan  disambut dengan gamelan khas Bali. Ada pilihan sajian berderet di balik kaca. Cobalah memilih nasi campur seharga Rp 20 ribu dan makan lesehan di balai-balai di tengah taman.

Sambil menunggu hidangan, pengunjung bisa menelusuri taman hingga menemukan dapur terbuka dengan kuali superbesar dengan aroma cabai yang benar-benar menggoda. Dua wanita sibuk membuat olahan sambal dan ayam suwir.

Pada awal usaha pak Mengku berjualan berkeliling bersama dengan istrinya pada masa penjajahan. Ia tetap mempertahankan rasa dan tidak berniat menjual tambahan di luar yang berbahan ayam dan sayuran. Hanya karena banyak wisatawan asing yang tak terlalu suka masakan pedas, tingkat kepedasannya yang diturunkan.

Nah, kapan ke Bali lagi? Ayo agendakan buat sarapan nasi Bali yang enak.

agendaIndonesia

*****

Bandung Utara Dalam 2 Hari

Lembang Bandung.niko budi mulyono unsplash

Bandung Utara dalam 2 hari, apa saja yang bisa dinikmati? Bagi masyarakat Jakarta, ibukota Jawa Barat itu masih menjadi salah satu andalan melepas penat di akhir pekan. Tapi jika bosan dengan atraksi di dalam kota, terlebih jika akhir pekan, lalu lintas ibukota Parahyangan ini seperti Jakarta hari-hari biasa. Bahkan sejak mau keluar tol di Terusan Pasteur.

Bandung Utara Dalam 2 Hari

Daripada berkutat dengan kendaraan-kendaraan yang mengular panjang dan kemacetan yang tak ada habisnya di jantung kota Bandung saat akhir pekan, cobalah sesekali memilih bertandang wisata Lembang dan Dago Pakar yang posisinya di utara kota tersebut.

Mengunjungi dataran tinggi dengan hawa dingin yang memeluk sepanjang hari bisa membikin pikiran kembali segar dan kepenatan hilang seketika. Paling tidak, dua hari di puncak lumayan bisa mengembalikan atmosfer positif yang berantakan lantaran hiruk-pikuk yang kudu dijumpai tiap hari di kota.

Strategi awal: pilihkah hotel yang lokasinya di kawasan utara Bandung. Misalnya di Lembang, atau di kawasan Setiabudi, Bandung. Lalu dari Jakarta berangkatlah pagi-pagi dan langsung menuju spot pertama. Berikut jadwal yang mungkin bisa jadi inspirasi.

HARI PERTAMA

Farm House Lembang
Wisata Lembang ke Farm House. Dok TL. A. Prasetyo

Farm House Susu Lembang

Belakangan, tempat wisata ini jadi tujuan utama para pelancong tatkala bertandang ke Bandung bagian utara. Ada sebuah ikon yang diburu di sana, yakni rumah hobbit. Rumah mungil yang dibikin mirip dengan tempat tinggal kurcaci dalam film Snow White itu menampung sejumlah hewan bertubuh kecil, seperti tupai dan marmut. Ada pula sebuah bangunan berbentuk botol susu yang mencerminkan ciri khas tempat perah.

Secara langsung, pengunjung juga dapat menemukan peternakan sapi mini, sekaligus dapat merasakan sensasi memberinya makan dan minum. Tidak hanya ada sapi, di dalam terdapat domba-domba yang menggemaskan. Untuk masuk ke tempat ini, pelancong perlu membayar tiket Rp 25 ribu, sudah termasuk mendapatkan segelas susu sapi segar dengan tiga varian rasa: cokelat, stroberi, dam vanila.

Farm House Susu Lembang bisa pula ditempuh dari Stasiun Kereta Api Bandung dengan waktu 48 menit.

Floating Market Lembang

Floating Market Lembang
Wisata Lembang ke Floating Market. Dok. JL-A. Prasetyo

Seusai menikmati sensasi beternak sapi, minum susu murni, dan berfoto diri di depan rumah hobbit di Farm House Susu Lembang, mengunjungi floating market adalah pilihan menarik. Lokasinya tak jauh dari peternakan mini itu, yakni di Jalan Grand Hotel, Lembang. Kalau naik kendaraan, bisa ditempuh dalam waktu kurang lebih 12 menit.

Tempat ini dulunya merupakan sebuah situ bernama Situ Umar. Lataran memiliki potensi visual yang tak main-main lantaran dilingkupi kawasan perdesaan dan pegunungan yang asri, tempat tersebut lantas disulap menjadi sebuah lokasi wisata dengan konsep warung apung. Sejumlah saung khas Sunda berjajar mengelilingi danau, menjajakan beragam penganan dan suvenir. Ada pula restoran dengan nuansa Jepang kental yang terletak di dekat gerbang masuk.

Menariknya, saat mendekatkan diri di danau, ratusan ikan koi akan menghampiri. Tentu menyenangkan buat anak-anak. Apalagi, terdapat berbagai wahana bermain yang seru di bagian belakang kawasan wisata. Tiket masuk per-orang dibanderol Rp 20 ribu.

Warung Hejo

Siang hampir sore, mengisi perut dengan makanan khas Sunda sepertinya menjadi ide yang menarik. Salah satu yang paling direkomendasikan adalah nasi timbel. Nasi timbel merupakan nasi pulen yang dibungkus dengan daun pisang. Beras yang digunakan ini umumnya khusus, yakni beras bagolo. Orang Sunda biasa menyandingkan nasi timbel dengan lalapan, sambal cabai hijau, teri, dan ayam atau daging sapi goreng. Tak lupa, sayur asam.

Tak sulit menjumpai penjaja nasi timbel di Lembang. Sebab, di warung-warung pinggir jalan, penjual umumnya menyediakan menu tersebut. Namun yang paling terkenal belakangan adalah Warung Hejo. Warung yang berlokasi di Jalan Kayu Ambon, Nomor 102, Kayu Ambon, Kayuambon, Lembang, ini, selain punya menu utama nasi timbel, juga menyajikan sensasi makan dengan atmosfer lokal yang kuat. Pengunjung bisa memilih makan di saung, di joglo. atau lesehan di balai-balai kayu yang disediakan di warung itu. Harga nasi timbel dibanderol mulai Rp 45 ribu.

Tahu Susu Lembang

Sebelum petang, mencari camilan untuk disantap bersama teh hangat malam nanti tentu menjadi hal yang wajib dilakukan pelancong kalau hendak menghabiskan hari di Lembang. Tahu susu yang kesohor itu menjadi pilihannya. Ada sebuah pabrik tahu susu yang terkenal, tepatnya di Jalan Raya Lembang Nomor 177, Jayagiri, Lembang. Di sana, pengunjung bisa memilih hendak membeli tahu susu yang mentah atau matang. Selain itu, bisa melihat proses produksinya.

Kalau tak ingin repot masuk pabrik, pelancong bisa membeli tahu susu di tempat wisata, seperti Floating Market. Ada beragam penjaja tahu susu yang membuka lapak di sana. Satu kotak berisi sepuluh tahu dihargai mulai Rp 20 ribu.

HARI KE DUA

Kebun Bunga Begonia

Memulai pagi dengan mengunjungi kebun bunga rasanya bisa membuat mood meningkat. Tempat ini bisa ditempuh hanya 13 menit dari Floating Market. Lokasi tepatnya berada di Jalan Maribaya nomor 120A. Dari luar, Begonia tak tampak seperti kebun yang menyimpan seratusan jenis bunga. Sebab, hanya terlihat bangunan kayu yang lebih mirip desain sebuah café. Namun, begitu masuk, pengunjung akan di bawa ke gerbang mungil yang langsung membawa mereka ke kebun dengan panorama bunga yang terhampar luas. Pengunjung langsung seperti berada di kotak miniatur Keukenhof yang berada di Lisse, Belanda. Warna-warni kembang yang tumbuh segar cocok untuk menjadi tempat melepaskan penat, juga berswafoto.

Bunga yang jadi “menu” utama di sini ialah begonia, sama seperti nama tempatnya. Bunga dengan kelopak yang memiliki warna-warna menyala itu umum tumbuh di Amerika Selatan, Amerika Tengah, dan Asia Selatan. Selain begonia, ada puluhan jenis bunga lain, seperti balinea, celosia, cosmos, dianthus, gloxinia, geranium, dan gomphrena. Selain itu, terdapat kebun sayuran di belakang taman bunga. Di sana, pengunjung dapat memberikan makan kelinci. Tiket masuknya tergolong murah lantaran hanya dibanderol Rp 10 ribu. Namun, jika membawa kamera DSLR, dikenai biaya tiket tambahan, yakni Rp 50 ribu.

Wot Batu

Sebuah art space milik seniman kawakan Sunaryo ini terlihat sangat artistik. Dari bibir jalan Bukit Pakar Timur, Ciburial, Cimenyan, tampak bangunan dengan dominasi unsur batu asimetris berdiri. Di dalamnya terdapat koleksi bebatuan yang ditata dan diukir macam-macam, dipajang di sebuah taman berbentuk persegi yang berbatasan langsung dengan view Kota Bandung. Tenang dan rileks adalah dua hal yang didapat ketika masuk ke galeri ini.

Wot Batu memiliki arti jembatan batu. Si empunya galeri menyebut tempat ini merupakan jembatan spiritual manusia. Tampak di bagian tengah taman itu terdapat sebuah gerbang atau pintu yang dibangun dari batu. Bangunan itu memiliki maksud perbatasan antara dunia kelahiran dan kematian. Di atasnya terdapat finger print Sunaryo yang diperbesar.

Wot Batu cocok menjadi tempat untuk menepi, merefleksikan diri, atau mencari ketenangan. Kalau mau berfoto diri juga bisa, tapi tak disarankan membuat kegaduhan dengan kelakar yang berlebihan. Pengunjung juga harus memperhatikan aturan yang berlaku. Di tempat itu, bila tamu ingin menginjak-injak area taman yang ditumbuhi rumput, mereka harus melepas alas kaki. Tiket masuk Wot Batu dibanderol Rp 50 ribu. Khusus mahasiswa atau seniman, hanya perlu membayar Rp 30 ribu.

Ardi/N. Adhi/ A. Pras/Niko Budi M-Unsplash

*****

Orem-orem Malang, Ini 5 Yang Gurihnya Nyos

Orem-orem Malang satu dari 8 kuliner tradisional khas Malang

Orem-orem Malang masih banyak belum diketahui orang di luar kota ini atau di luar Jawa Timur. Jika baru pertama melihat, banyak yang bertanya apakah makanan ini sejenis soto?

Orem-orem Malang

Makanan Malang yang disebut orem-orem ini memang menggunakan kuah santan berwarna kuning. Lalu isiannya ada tempe yang diiris tipis segi empat, toge, dan biasanya disantap dengan ketupat. Kuah kuning itu yang kadang membuat orang luar Malang mengira ini sejenis soto.

Pedagang sekarang ini biasanya menyediakan lauk  lain untuk menemani pembeli bersantap, yakni tempe goreng dan mendol. Penyajiannya dengan potongan ketupat atau lontong.

Hampir mirip banyak masakan di daerah-daerah Indonesia, asal-usul orem-orem Malang erat kaitannya dengan masa sulit zaman penjajahan. Belanda atau Jepang. Saat itu bahan makanan relatif mahal dan sulit didapatkan. Akibatnya banyak rumah tangga berkreasi menyiapkan masakan untuk keluarga.

Orem-orem Malang  mungkih kalah popular dengan bakwan Malang.
Salah satu kawasan perkampungan di Malang dengan atap warna-warninya. Foto: KAI

Saat zaman pendudukan Jepang, untuk menikmati semangkok soto ayam atau daging terasa sangat mahal dan mewah. Untuk mengobati rasa kangen pada soto, para ibu rumah tangga saat itu menampilkan irisan tempe tipis dan kecil. Jadilah orem-orem Malang yang disajikan dengan kuah kuning tanpa kaldu.

Seperti disebut di muka, sepintas orem-orem ini seperti soto. Sebagian lain mengatakan mirip lodeh yang berkuah kuning. Tampilan orem-orem Malang yang sangat menyiratkan rasa kesederhanaan.

Tambahan tauge sebagai tambahan agar terdapat unsur sayur dalam makanan. Sebelumnya, ketika masa sulit akses perpindahan barang di Malang,Jawa Timur, menimbulkan kesulitan mendapatkan sayur segar. Untuk penggantinya, orang kemudian membuat kacang-kacangan dikecambahkan untuk menjadi sayur pengganti.

Malang juga dikenal dengan kuliner khas tempe beserta olahannya. Sebut saja, keripik tempe, tempe menjes, tempe penyet, dan tempe kacang atau mendol. Tempe mendol inilah yang menjadi bahan dasar orem-orem. Tempe mendol merupakan olahan dari tempe kacang yang sudah mulai menghitam.

Saat ini harga orem-orem Malang bervariasi mulai dari Rp 7 ribu hingga Rp 15 ribu. Harganya bisa lebih mahal bila menambah lauk lain seperti telur asin, ayam goreng, krupuk ataupun tempe mendol.

Orm-orem Malang dengan kuah kuning  mirip dengan soto
Tempe mendol atau tempe yang dibusukan sebagai bahan orem-orem. Foto: dok. sajiansedap.id

Bila tengah dolan ke Malang, tak ada salahnya mencoba mencicipi kuliner ini karena ringan di kantong dan bisa bernostalgia. Wisatawan bisa membeli orem-orem ini di daerah pasar Comboran, jalan Gatot Subroto, maupun sepanjang jalan Juanda sisi barat di Kota Malang.

Orem-orem Khas Arema

Warung makan ini telah berdiri sejak tahun 1995 dan terus mempertahankan rasa yang konsisten enaknya. Pecinta kuliner khas dapat mencobanya setiap hari mulai dari jam 8 hingga 4 sore. Bukan hanya orem-orem Malang original yang bisa dinikmati di sini, ada banyak lauk tambahan seperti telur asin dan potongan ayam.

Orem Khas Arema ini berkuah santan yang ringan namun tetap gurih, sehingga tidak akan mudah bosan saat menyantapnya. Sangat pas disantap dengan ketupat yang empuk dan pulen dengan irisan tempe yang cukup banyak. Di sini  bisa sekalian memesan minuman spesial seperti teh tarik untuk penetral rasa orem.

Warung Makan Orem orem Khas Arema,  Jalan Blitar Nomor 14, Sumbersar, Lowokwaru, Malang.

Warung Pak Tikmanan

Warung orem selanjutnya yang tidak kalah rame dibanding Warung Khas Arema, yakni Warung Orem Pak Tikmanan yang berdiri sejak 1967.  Buka mulai dari jam 9 pagi hingga jam 4 sore. Telat sedikit pengunjung hapir pasti tidak akan kebagian.

Di warung ini pengunjung dapat menikmati orem-orem tempe dengan aneka gorengan. Gorengannya juga berbahan tempe sehingga menambah nikmat orem-oremnya, selain tempe goreng ada juga mendol.

Warung Pak Tikmanan, Jalan Irian Jaya Nomor 1, Comboran, Malang.

Orem orem Telor Tempe Malang shutterstock
Orem-orem masa kini sudah dengan variasi isi dan lauk. Foto: shutterstock

Orem Pak Syahkri

Pengunjung bisa  menikmati orem nikmat khas Malang ini mulai pada pukul 9 pagi hingga 5 sore. Saat ini cukup menyediakan uang Rp 8 ribu untuk menikmati kelezatan orem-orem tempe di warung ini.

Warung yang berdiri sejak 1989 ini selalu konsisten memberikan rasa masakan yang akan menggoyang lidah. Isi orem-orem di sini antara lain potongan ketupat, irisan tempe dan toge rebus. Diguyur dengan kuah santan gurih yang encer. Orem disini bisa kamu nikmati dengan perkedel kentang, mendol, kerupuk dan tempe goreng,

Jika kalian menyukai rasa orem orem yang otentik, ini adalah pilihan tempat makan yang tepat. Warung Pak Syahri  masih sangat setia dengan memasak orem-orem  menggunakan tungku arang.

Orem Pak Syahri, di Jalan Gatot Subroto Nomor 72, Jodipan, Blimbing, Malang.

Warung Orem-orem Marem

Warung yang satu ini buka mulai  jam 7 pagi dan tutup pada jam 9 malam. Harga satu porsi orem-orem mulai dari Rp 8 ribu. Komposisi orem-orem Malang di sini adalah tauge rebus, ketupat, dan bawang goreng serta disiram dengan tempe dan kuah santan hangat yang menggugah selera.

Pengnjung juga bisa memesan orem dengan tahu telur. Tahu yang digoreng dengan telur dan disajikan bersama bumbu kacang yang gurih. Rasa yang sangat cocok disajikan dengan tauge rebus dan potongan lontong.

Warung Marem, Jalan K.H. Ahmad Dahlan Nomor 15, Sukoharjo, Klojen, Malang.

Warung Orem-orem Kulon Kali

Warung yang sederhana namun memiliki cita rasa orem-orem yang akan menggugah selera makan. Buka mulai dari pukul 9 pagi hingga 5 sore. Orem di sini cukup istimewa karena disajikan dengan lauk lele goreng.

Satu porsi orem-orem di sini Rp10 ribu. Pengunjung  bisa memesan menu lain di warung ini, seperti lalapan lele, lalapan ayam, gado-gado, dan lainnya. Lalapan di warung ini bisa dicolek ke sambal tomat, sambal ijo atau sambal bawang.

Warung Orem Kulon Kali, Jalan Kedawung 1, Lowokwaru, Malang.

agendaIndonesia

*****