Wisata Perut Bumi, Ini 10 Yang Keren

Wisata perut bumi atau menjelajah gua bisa menjadi pilihan wisata.

Wisata perut bumi atau juga dikenal sebagai caving atau jelajah gua layak menjadi pilihan bagi pelancong yang punya jiwa petualang. Pesona alam Indonesia memang tak diragukan lagi. Tak hanya di permukaan tanah, keindahan alam nusantara juga tampak hingga “perut bumi”, alias ke dalam gua-gua.

Wisata Perut Bumi

Di Indonesia terdapat banyak gua yang terbentuk secara alami, bahkan menyimpan banyak sejarah di dalamnya. Karena itu, wisata perut bumi atau jelajah gua bisa menjadi alternatif liburan seru. Khususnya bagi para pelancong yang hobi memacu adrenalin.

Ada beberapa gua di Indonesia yang bisa dimasuki dengan cara trekking melalui tangga dan batuan terjal, menyusuri sungai di dalam gua, hingga menggunakan bantuan tali untuk masuk ke dalam mulut gua. Semua asyik buat wisata perut bumi. Bahkan mungkin untuk yang tak terlalu suka berpetualang.

Berikut ini ada 10 gua di Indonesia yang bisa dicoba untuk wisata perut bumi dan mencoba sensasi liburan berbeda.

Gua Jomblang, Gunug Kidul, Yogyakarta

Wisata gua yang pertama berada di Gunungkidul, Yogyakarta, yakni Gua Jomblang. Daya tarik utama dari gua ini adalah Cahaya Surga, yakni sorot cahaya matahari yang masuk ke dalam gua melalui lubang besar setinggi 90 meter. 

Untuk menyaksikan langsung keindahan tersebut, wisatan harus turun ke mulut gua dari ketinggian 15-20 meter dengan bantuan tali, lalu menyusuri gua menuju titik Cahaya Surga. Para pelancong akan dipandu ahli untuk memastikan keamanan saat masuk ke dalam Gua Jomblang.

Wisata pertu bumi e gua Beloyot
Gua Beloyot di kawasan Dusun Merabu village Kalimantan Utara. Foto: shutterstock

Gua Pindul, Gunung Kidul, Yogya

Masih berada di daerah Gunung Kidul, destinasi wisata gua di Indonesia lainnya yang menarik untuk disusuri adalah Gua Pindul. Aktivitas seru yang bisa wisatwan lakukan di gua ini adalah susur sungai atau river tubing, yakni menggunakan ban dalam truk. Pasalnya, di Gua Pindul terdapat aliran sungai bawah tanah sepanjang 350 meter. Untuk menyusuri gua wisatan harus bersabar masuk satu per satu, atau mengikuti arahan dari pemandu wisata. 

Gua Cokro, Gunung Kidul, Yogya

Satu lagi hidden gem di Gunung Kidul, yakni wisata Gua Cokro. Daya tarik dari gua ini adalah ornamen yang terdapat pada dinding gua yang terbentuk secara alami. Uniknya, ornamen tersebut seakan membentuk tirai dan menyerupai keris. Stalaktit dan stalakmit yang indah juga bisa kita lihat saat menyusuri gua dengan kedalaman 18 meter ini. 

Gua Gong, Pacitan

Bergeser ke Timur, wisata perut bumi selanjutnya adalah Gua Gong, di Pacitan, Jawa Timur. Nama gua tersebut tercipta bukan tanpa alasan. Nama ini muncul karena ada suara seperti gong saat stalakmit dan stalagmit di gua dipukul. Saat melakukan susur gua, wisatawan juga bisa menikmati cahaya warna-warni yang berpendar di dalam gua.

Gua Beloyot, Berau

Terletak di Kampung Merabu, Berau, Kalimantan Timur, Gua Beloyot konon sudah ada sejak 10 ribu tahun silam. Di dalam gua ini, wisatawan bisa menemukan beberapa peninggalan prasejarah berupa lukisan manusia purba yang menceritakan aktivitas berburu, dan jiplakan tangan manusia purba. Untuk mencapai Gua Beloyot pengunjung harus menyusuri hutan rimbun yang masih asri sejauh 5,5 kilometer dari Kampung Merabu. 

Gua Pangkep, Maros

Berbeda halnya dengan wisata perut bumi pada umumnya, Gua Pangkep menawarkan sekumpulan gua yang berdekatan. Wisata gua ini membentang dari Kabupaten Maros hingga Pangkep, tepatnya di kawasan Karst, Sulawesi Selatan. Dengan luas keseluruhan sekitar 43 hektare, yang terdiri dari 268 gua di dalamnya. Menariknya, 50 gua di antaranya termasuk gua prasejarah. Karena ditemukan bekas makanan manusia purba hingga lukisan kuno. 

Gua Cermin Kemenparekraf
Gua Cermin di Labuan Bajo, NTT. Foto: Kemenparekraf

Gua Batu Cermin, Labuhan Bajo 

Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur juga memiliki wisata gua yang menyimpan sejuta pesona, yakni Gua Batu Cermin. Gua ini seperti kolam yang terbentuk secara alami, akibat permukaan air laut yang surut. Tak heran kalau di dalam gua tersimpan beberapa fosil koral. Mulai dari penyu, kura-kura, dan berbagai jenis ikan. Saat menjelajahi gua, wisatawan akan menemukan stalaktit dan stalakmit yang masih sangat alami dan terjaga keindahannya.

Gua Londa, Toraja Utara

Wisata susur gua di Indonesia yang cukup unik bisa wisatawan dapati di Gua Londa, Toraja Utara, Sulawesi Selatan. Di dalam gua kita bisa menyaksikan langsung peti-peti jenazah dan tulang belulang para leluhur yang dimakamkan di dinding gua. Untuk memasuki gua, Sobat Parekraf harus dipandu warga lokal atau guide. Karena gua ini mempunyai lorong sempit, batuan terjal, dan cukup licin. 

Gua Ergendang, Deli Serdang

Tidak boleh ketinggalan, destinasi wisata gua selanjutnya adalah Gua Ergendang. Gua ini berada di Kecamatan Sinembah Tanjung Muda Hilir, Deli Serdang, Sumatera Utara. Di tengah gua terdapat kolam pemandian air panas yang bisa digunakan wisatawan untuk berendam maupun berenang, sambil melihat stalaktit dan stalakmit yang menghiasi langit gua. Keindahan makin bertambah, berkat adanya pantulan sinar matahari yang masuk ke dalam gua. 

Gua Lokale, Lembah Baliem

Di Tanah Papua juga memiliki wisata gua yang patut ditelusuri, salah satu Gua Lokale di Lembah Baliem, Jayawijaya. Gua ini disebut sebagai gua tak berujung, karena arkeolog baru mencapai kedalaman gua sejauh 3 kilometer, sehingga mungkin saja panjangnya lebih dalam lagi. Di dalam gua ada beberapa dinding berongga, ketika kita ketuk maka akan mengeluarkan suara cukup unik. Berada di kawasan hutan pinus, udara di Gua Lokale dikenal sangat sejuk dan asri.

agendaIndonesia/kemenparekraf

*****

Taman Margasatwa Ragunan, Jejak Sejak 1864

Taman Margasatwa Ragunan menjadi jejak peninggalan Kolonial Hindia Belanda.

Taman Margasatwa Ragunan atau kadang masih sering disebut sebagai Kebun Binatang Ragunan adalah salah satu jejak pemerintahan kolonial Hindia Belanda.Taman Margasatwa Ragunan ini didirikan pada 19 September tahun 1864 di Batavia dengan nama “Planten en Dierentuin”.

Taman Margasatwa Ragunan

Ini adalah salah satu tempat wisata paling popular di DKI Jakarta. Setiap libur panjang, salah satunya saat libur Lebaran, taman ini dipenuhi warga masyarakat yang ingin sekadar piknik atau liburan sambil memberi edukasi pada anak-anak.

Tempat ini pertama kali di kelola oleh perhimpunan penyayang Flora dan Fauna Batavia atau Culture Vereniging Planten en Dierentuin at Batavia. Taman ini awalnya berdiri di atas lahan seluas 10 hektare di Jalan Cikini Raya No 73 yang di hibahkan oleh Raden Saleh, seorang pelukis ternama di Indonesia.

Kebun Binatang Ragunan merupakan kebun binatang tertua dan terbesar di Indonesia. Meski berdiri pada 1864, kebun ini baru dibuka untuk umum pada 22 Juni1966.

Taman Margasatwa Ragunan masih menjadi pilihan utama warga Jakarta berlibur.
Pengunjung memadati Taman Masgasatwa Ragunan. Foto: milik antara Foto

Sejarah kebun binatang ini, atau sekarang lebih dipopularkan sebagai taman margasatwa, mencerminkan bagaimana Indonesia pernah menjadi salah satu tujuan pariwisata paling populer di Asia pada masa kolonial Belanda.

Pada awalnya, taman ini didirikan sebagai tempat penelitian dan pemeliharaan hewan oleh pemerintah kolonial Belanda. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, kebun binatang ini mulai menarik perhatian masyarakat dan menjadi tempat wisata yang populer. Kebun binatang ini berlokasi di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan, dengan luas sekitar 147 hektar.

Selain sebagai tempat wisata, Kebun Binatang Ragunan juga berfungsi sebagai pusat penelitian dan konservasi hewan. Beberapa program konservasi yang dilakukan di kebun binatang ini meliputi penyelamatan satwa-satwa yang terancam punah, serta peningkatan populasi hewan-hewan tertentu. Kebun Binatang Ragunan juga aktif melakukan kegiatan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, termasuk kegiatan pelatihan dan pengenalan satwa.

Setelah Indonesia merdeka, pada 1949 namanya diubah menjadi Kebun Binatang Cikini. Begitupun, dengan perkembangan Jakarta, Cikini kemudian juga menjadi tidak cocok lagi untuk peragaan satwa.

Pada 1964. Pada masa Gubernur DKI Jakarta dijabat Dr. Soemarno dibentuk Badan Persiapan Pelaksanaan Pembangunan Kebun Binatang untuk memindahkan dari Jl. Cikini Raya Nomor 73 ke kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Pemerintah DKI Jakarta menghibahkan lahan seluas 30 hektare di Ragunan, Pasar Minggu. Jaraknya kira-kira 20 kilomter dari pusat kota. Kepindahan dari Kebun Binatang Cikini ke Ragunan membawa lebih dari 450 ekor satwa yang merupakan sisa koleksi terakhir dari Kebun Binatang Cikini.

Saat ini Taman Margasatwa Ragunan luasnya sudah mencapai 147 hektare. Koleksinya juga semakin lengkap, ada sekitar 295 spesies dengan jumlah satwa mencapai sekitar empat ribu.

Terdapat berbagai jenis hewan yang dapat ditemukan di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta, seperti gajah, harimau, singa, zebra, jerapah, kuda nil, beruang, monyet, burung-burung, reptil, dan masih banyak lagi. Banyak yang termasuk satwa langka, seperti Orang utan.

Bahkan sejak 1998 dibangun Pusat Primata Schmutzer. Ini adalah salah satu pusat primata berkelas internasional yang mempunyai peranan dalam konservasi primata Indonesia dan sekaligus sebagai Jendela Informasi Primata.

Pusat Primata Ragunan shutterstock
Pusat Primata Schmutzer di Ragunan. Foto: shutterstock

Berbagai jenis primata Indonesia terwakili di sini dengan beberapa primata eksotisnya, antara lain orang utan, gorilla, simpanse, dan jenis-jenis primata langka dari dalam dan luar negeri lainnya. Kompleks seluas 13 hektare ini dirancang dengan konsep open zoo di mana satwa yang tinggal di dalamnya seolah-olah berada di habitat aslinya.

Memasuki area pusat Primata Schmutzer pengunjun akan melihat sebuah enklosur yang tertata secara menarik dan artistik. Koleksi satwa yang menjadi andalan adalah dari jenis primata dengan icon orangutan dan gorilla. Pintu gerbangnya berbentuk setengah lingkaran menyerupai kubah raksasa dengan tangga menuju ke jembatan yang merupakan salah satu cara melihat gorilla dataran rendah dari atas jembatan tersebut.

Tiket masuk ke Pusat Primata berbeda dengan tiket masuk Taman Masrgasatwa Ragunan Jakarta. Yang terakhir dapat dibeli di loket yang terdapat di pintu masuk dengan harga yang terjangkau. Untuk informasi lebih lanjut, bisa mengunjungi situs resmi atau menghubungi pihak kebun binatang.

Taman Maragsatwa Ragunan Jakarta menyediakan berbagai kegiatan edukatif, seperti pengenalan jenis-jenis hewan, penjelasan tentang kehidupan satwa, dan kegiatan berkunjung untuk sekolah atau kelompok tertentu.

Kebun Binatang Ragunan Jakarta memiliki koleksi hewan yang sangat lengkap dan merupakan kebun binatang terbesar di Indonesia. Selain itu, kebun binatang ini juga aktif mengadakan kegiatan edukatif dan konservasi. Ya, Kebun Binatang Ragunan Jakarta menyediakan layanan pemandu wisata yang dapat membantu pengunjung untuk mengetahui lebih banyak tentang hewan-hewan yang ada di dalam kebun binatang.

Waktu yang tepat untuk mengunjungi Kebun Binatang Ragunan Jakarta adalah di pagi hari, saat cuaca masih sejuk dan hewan-hewan sedang aktif bergerak.

Kereta Keliling Ragunan TM Ragunan

Hingga saat ini, Kebun Binatang Ragunan masih menjadi salah satu objek wisata yang populer di Jakarta. Kebun binatang ini menjadi tujuan utama bagi wisatawan yang ingin melihat berbagai jenis hewan, dan juga menjadi tempat belajar bagi anak-anak dan pelajar.

Dengan sejarah yang panjang dan prestasi yang gemilang, Kebun Binatang Ragunan menjadi bagian penting dari warisan budaya Jakarta dan Indonesia secara keseluruhan.

Tidak ada batasan umur atau ketentuan khusus saat berkunjung ke Kebun Binatang Ragunan Jakarta. Namun, pengunjung diharapkan untuk mengikuti aturan yang ada dan tidak merusak lingkungan atau mengganggu hewan-hewan yang ada di dalam kebun binatang.

agendaIndonesia

*****

Dari Sabang Hingga Takengon Selama 5 Hari

Dari Sabang hingga Takengon rasanya butuh waktu lebih dari 5 hari

Dari Sabang hingga Takengon sesungguhnya jarak dan ruang yang cukup jauh. Begitu banyak hal bisa dilakukan untuk menikmati negeri Serambi Mekah ini, tak adil rasanya jika harus “dikunyah” cepat-cepat.

Dari Sabang Hingga Takengon

Apa boleh buat kadang untuk pekerja, waktu adalah barang yang sangat mewah. Maka ketika cuma memiliki waktu lima hari dan ingin merambah begitu banyak tempat di Nangroe Aceh Darusalam, pilihan perjalanan dari Sabang hingga ke Takengon ini bisa dicoba diagendakan. Jika terasa berat dan melelahkan, bisa dipilih yang lebih tenang menikmatinya.

Hari Pertama: Tiba di Banda Aceh

Sudah pasti mengelilingi kota Banda Aceh setelah menapakkan kaki di Bandar Udara Sultan Iskandar Muda adalah agenda yang masuk akal. Bagi teman-teman muslim, jika datang saat sekitar waktu sholat, rasanya wajib mengunjungi Masjid Raya Baiturrahman yang terletak di Jalan Moh. Jam.

Bahkan jika tak pas waktu sholat pun, rasanya mengunjungi masjid ini wajib. Ini adalah bangunan yang sangat ikonik dan bersejarah. Terlebih jika mengingat tragedi tsunami 2004 lalu, di mana bangunan masjid ini kokoh berdiri meski diterjang bah.

Dari Masjid Baiturrahman, sempatkan mengunjungi Museum Tsunami di tengah kota, menaiki kapal PLTD apung di Punge Blang Cut. Kapal itu merupakan pengingat akan kuatnya gelombang air laut yang menghantam Aceh pada 2004.

Namun keliling kota perlu dipersingkat. Ada tempat yang juga layak dikunjungi, Kilometer 0 di Pulau Weh.Jadi, setelah mengelilingi Banda Aceh, pengunjung bisa menuju Pelabuhan Ulee Lheu. Desau angin dan empasan ombak seakan memanggil untuk menyeberang.

Dari Sabang hingga Takengon bisa dilakukan dalam waktu 5 hari.
Tugu Kilometer 0 di Pulau Weh, Aceh, . Foto: Dok. shutterstock

Kapal membuang jangkar sore hari di Pelabuhan Balohan, setelah menyeberang dengan feri dari Ulee Lheu. Dermaga Pulau Weh rasanya cukup sesak oleh pedagang. Jika tak terlalu terlalu sore, segeralah menuju ke bukit yang berjarak 29 kilometer dan bisa dicapai sekitar 1,5 jam berkendara. Di sanalah Tugu 0 Kilometer berada.

Hari ke dua: Keliling Sabang, Kembali ke Banda Aceh

Pagi hari, cobalah berkeliling dari pantai ke pantai, berperahu di Danau Aneuklaot yang sejuk dan sepi, kemudian duduk minum kopi di depan Gedung Kesenian Kota Sabang. Jalanan di Kota Sabang sangat sejuk. Orang di sini menaruh hormat pada pohon. Saat membuat jalan pun pepohonan tidak ditebang. Tak mengherankan, di tengah jalan kota, ada pohon menghunjam agak ke tengah jalan. Sore, kembali menyebarang ke Banda Aceh. Waktu memang mepet untuk menikmati Aceh dari Sabang hingga Takengon.

Hari Ke Tiga: Mencari Kopi ke Takengon

Dari Banda Aceh terentang jarak 400 kilometer menuju dataran tinggi Gayo—daerah pusat kopi arabika di provinsi ini. Tiga kabupaten di Tanah Gayo dipenuhi tumbuhan penghasil kafein itu, salah satunya Takengon. Ini adalah bagian ke dua perjalanan dari Sabang hingga Takengon.

Kota kecil peninggalan pemerintah kolonial yang dibangun abad ke-20 ini terletak pada ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut. Dataran tinggi di tengah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam itu merupakan salah satu penyuplai kopi arabika terbesar dunia.

Perlu tujuh jam menuju daerah ini. Umumnya pengunjung sampai Takengon sudah sore. Atau, jika berangkat skitar pukul 21.00, saat subuh mini bus dari Banda Aceh tiba di sana setelah membelah hutan dan memanjati lika-liku jalan yang mulus menuju pedalaman.

Di Takengon, pengunjung bisa dengan mudah menjangkau sentra perkebunan kopi. Hanya perlu waktu 30 menit berkendara dari pusat kota. Untuk menikmati secangkir kopi arabika, silakan mampir di warung-warung yang tersebar di kota ini.

Bila ingin cita rasa berbeda, Anda dapat mencicipi kopi khas penduduk Gayo: kopi robusta dataran tinggi. Sembari menyeruput kopi, Anda bisa menikmati embusan angin yang dingin.

Hari Ke Empat: Kopi Gayo Dan Danau Laut Tawar

Di pagi dan senja, kabut tipis turun di sekeliling bukit-bukit hijau perkebunan kopi. Ada sebagian kebun yang agak tandus berwarna abu-abu kecokelatan. Perpaduan warna cerah dan suram itu tampak menawan jika dipandang dari kejauhan.

Dari Sabang hingga Takengon perlu perjuangan panjang, namun sangat layak diperjuangkan dan dinikmati.
Kawasan di sekitar Danau Laut Tawar, Aceh Tengah. Foto: Dok. Unsplash

Gayo punya tradisi berkuda. Penghormatan atas kuda masih terasa di sini. Kenangan akan kuda yang dipacu mengingatkan orang-orang pada sejarah. Kuda adalah mesin perang mereka yang tangkas, di samping sebagai pengangkut karung-karung kopi.

Bila tertarik berkuda, pemilik kuda akan mengantar berkeliling memasuki perkebunan kopi. Bayaran untuk naik kuda ini terserah para wisatawan. Jika ingin menonton pacuan kuda, datanglah pada bulan tertentu, misalnya Agustus. Pada Mei setiap tahun, pemerintah mengadakan Festival Danau Laut Tawar dengan berbagai perlombaan.

Danau ini dikelilingi gundukan tanah yang ditanami kopi. Ke mana mata diarahkan, pohon-pohon kopilah yang tampak. Hanya sebagian kecil dataran yang ditanami padi. Pengunjung bisa juga mengelilingi Danau Laut Tawar dengan menyewa perahu sembari, lagi-lagi, menikmati kopi. Pemandangan hijau terhampar berkelok-kelok di sekeliling.

Dari Sabang hingga Takengon sungguh perjalanan mimpi bagi para pecinta kopi.
Menyeduh kopi. Foto: Dok. unsplash

Hari Ke Lima: Kembali ke Banda Aceh dan Jakarta

Hari ini saatnya kembali ke Banda Aceh dengan menumpang bus.Jika tiba cepat dan masih ada waktu. Di Banda, sebelum terbang kembali ke Jakarta, sempatkan membeli oleh-oleh khas Aceh. Kalau kopi, tentu saja sudah dibawa dari Gayo.

Nikmati pulau Taman-taman kota yang sejuk, jalanan, dan perumahan telah dibuat teratur. Warung-warung kopi mengeluarkan aroma sedap yang memanjakan hidung. Aroma martabak daging dan mi Aceh, dengan bawang putih plus minyak dan merica, berebut masuk ke hidung saya. Aah… lima hari sungguh waktu yang kejam buat menikmati Aceh dari Sabang hingga Takengon.

agendaIndonesia

*****

6 Kampung Adat Jawa Barat Tradisi Yang Perlu Dilestarikan

Program Bangun Desa termasuk di dalamnya kampung adat di Jawa Barat

Kampung adat Jawa Barat, seperti juga sejumlah kampung adat di banyak daerah di Indonesia makin hari keberadaannya makin terpinggirkan. Perkembangan peradaban mendorong bergesernya fungsi kebutuhan primer. Bahan makanan menjadi komoditas dan rumah menjadi instrumen investasi. Di tengah laju modernitas, sejumlah daerah di Jawa Barat masih mempertahankan pola kehidupan tradisional.

Kampung Adat Jawa Barat, Warisan dan Zaman

Masyarakat adat ini teguh memegang warisan leluhur untuk senantiasa hidup selaras dengan alam. Masing-masing kampung adat memiliki nilai yang berbeda satu sama lain. Ada yang sama sekali menolak alat elektronik, tetapi ada pula yang terbuka terhadap kemajuan teknologi. Ada yang tinggal secara permanen dan ada yang berpindah-pindah tempat. Meski demikian, kampung adat Jawa Barat lekat dengan pola dan ciri masyarakat agraris. 

Sebagian besar menggantungkan mata pencaharian sebagai petani. Mereka menjaga kelestarian lingkungannya dengan menghindari produk-produk sintetis, seperti pupuk, plastik, obat, dan sabun dari bahan kimia. Dengan keunikan karakteristik ini, kampung adat justru menjadi magnet bagi orang-orang yang jenuh dengan aktivitas serba instan dan udara kota yang polutif.

Maka, melambatlah sejenak dan rasakan ketenteraman hidup di tengah alam yang masih murni. Masyarakat adat akan dengan senang hati menyambut wisatawan yang ingin bersilaturahmi dan mengenal budaya setempat. Budaya Kampung adat Jawa Barat.

  • KAMPUNG NAGA

Naga pada nama kampung ini bukan melambangkan hewan mitos, melainkan berasal dari bahasa Sunda nagawir, yang berarti dikelilingi tebing atau jurang (gawir). Masyarakat Desa Neglasari, Kabupaten Tasikmalaya tersebut masih memegang erat adat istiadat dari leluhurnya. Mereka hidup dalam kesahajaan, tanpa alat elektronik dan kendaraan. Inilah satu dari 6 adat Jawa Barat.

Seluruh bangunan di kampung ini pun sama persis, yakni rumah panggung yang terbuat dari kayu. Atapnya berupa daun nipah, ijuk, atau alang-alang. Rumah di sini memiliki dua pintu yang sejajar. Pasalnya, masyarakat meyakini adanya pintu belakang akan membuat rezeki yang masuk dari pintu depan bisa keluar lewat belakang. 

Jumlah rumah di Kampung Naga juga tidak pernah berubah, yakni 112 unit. Jika ada penduduk yang ingin membangun rumah baru, harus berada di luar kampung. Mereka kemudian akan menyandang predikat warga adat luar. 

Jika ingin menginap, dapat membuat janji terlebih dulu dengan pemandu setempat. Namun pelancong hanya boleh menginap maksimal satu hari. Jangan lupa pelajari aturan tinggal di sini. Salah satunya, tidak boleh memasuki kawasan hutan larangan, apalagi memetik buahnya. Ini bukan karena alasan mistis, melainkan agar alamnya tetap lestari. Bahkan penduduk yang membutuhkan kayu bakar pun hanya boleh mengambil ranting yang sudah jatuh di sungai atau tanah sekitar hutan.

Berkunjung ke sini belum lengkap jika tidak mencoba sajian kulinernya. Ada pipis, kue singkong yang diisi gula. Menyantap makanan ini lebih nikmat jika ditemani bajigur yang hangat dan manis. Selain kuliner, sempatkan pula membeli kerajinan tangan dari penduduk Kampung Naga.

  • KAMPUNG ADAT CIPTAGELAR

Pagi menjelang, tetapi suhu di Kampung Ciptagelar tak beranjak dari 20 derajat celsius. Pasalnya, kampung adat Jawa Barat ini berada pada ketinggian 1.050 meter di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak dan dikelilingi banyak gunung lain, seperti Gunung Kendeng, Karancang, dan Surandil. 

Ciptagelar juga kerap disebut sebuah kasepuhan karena mengusung model kepemimpinan adat dari orang tua atau sesepuh. Kasepuhan ini telah beberapa kali memindahkan pusat pemerintahan desa yang disebut Kampung Gede. Penduduknya memang masih menjalankan tradisi berpindah tempat berdasarkan perintah leluhur (wangsit). Saat ini, Kampung Gede Kasepuhan Ciptagelar berada di Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.

kampung adat
Kampung Ciptagelar di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Karena itulah rumah warga berupa bangunan tidak permanen. Rangkanya terbuat dari kayu dengan anyaman bambu dan beratapkan pelepah aren yang dikeringkan. Mayoritas penduduk bekerja sebagai petani. Sementara sisanya berdagang, beternak, menjadi buruh, dan pegawai.

Setahun sekali, mereka menanam padi secara serentak dengan memperhatikangejalaastronomi. Karena masih terikat pada tradisi, petani tidak menggunakan pupuk kimia, pestisida, traktor, dan mesin giling. Semua hasil panen tidak boleh dijual, melainkan hanya dikonsumsi sendiri. Ini membuatKasepuhan Ciptagelar mampu berswasembada pangan hingga beberapa tahun kedepan.

Jika berminat merasakan tinggal di tengah hamparan sawah dan sungai yang jernih, wisatawan bisa menginap di permukiman warga. Empunya rumah tidak mematok tarif dan menyerahkannya pada tamu yang menginap. Warga Ciptagelar juga terbuka pada kemajuan teknologi. Sudah ada listrik, sehingga wisatawan tak perlu ragu untuk berfoto atau mengecas ponsel.

  • KAMPUNG ADAT CIRENDEU

Kampung Cirendeu berada di kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi. Berbeda dari kampung adat lainnya, tanaman pertaniannya bukan padi, melainkan singkong. Maka, masyarakat tidak mengonsumsi beras sebagai makanan pokok, tetapirasi, singkatan dari beras singkong.

Demi kelestarian alam, penduduk membagi hutan menjadi tiga bagian, yaitu leuweung larangan (hutan larangan), leuweung tutupan(hutan reboisasi), dan leuweung baladahan (hutan pertanian). Hutan larangan tidak boleh ditebang agar ketersediaan air tetap terjaga. Pohon hutan reboisasi boleh ditebang untuk pembangunan tetapi harus ditanami lagi. Sementara hutan pertanian boleh dibuka untuk bercocok tanam ketela, jagung, atau umbi-umbian.

Salah satuprinsip hidupnya adalah “Ngindungka waktu, mibapa ka jaman.” Artinya, senantiasa melestarikan cara, ciri, dan keyakinan masing-masing, tetapi tetap beradaptasi pada perubahan zaman. Misalnya, mengikuti perkembangan teknologi berupa listrik, televisi, atau ponsel. 

Jika berkunjung pada malam tahun baru Saka Sunda yang biasanya jatuh pada Oktober,wisatawan akan berkesempatan menyaksikan Upacara Syura-an yang dirayakan sebagai rasa syukur atas rahmat Tuhan. Para pemuka adat, warga, dan pemerintah kota akan datang dan turut meramaikan acara adat tersebut.

  • KAMPUNG ADAT KUTA

Kerap dijuluki sebagai kampung seribu pantangan, kampung adat Kuta memang memiliki banyak peraturan. Tujuannya, tak lain untuk menjaga agar alam sekitar dan tradisi leluhur tetap lestari. Salah satunya adalah pantangan membangun rumah dari tembok dan genting. Semuanya harus terbuat dari bambu atau kayu, dengan atap rumbia atau ijuk. Masyarakat meyakini jika ada warga yang membangun rumah dari tembok, seluruh kampung akan mendapat musibah. 

Warga juga dilarang membuat kamar mandi atau jamban di masing-masing rumah. Sebagai gantinya, mereka menggunakan kamar mandi umum yang biasanya menyatu dengan kolam ikan. Bentuknya berupa bilik bambu setengah terbuka. Sementara airnya berasal dari mata air yang mengalir melalui pancuran. Ketiadaan tangki septik diyakini dapat mencegah pertumbuhan bakteri dan nyamuk penular demam berdarah di sekitar rumah.

Selain itu, warga tidak boleh menguburkan jenazah di kawasan kampung agar air tanah tidak tercemar. Sumur bor pun tidak boleh dibangun karena tanah di di Desa Karangpaninggal, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis ini tergolong labil.

Pantangan juga hadir di beberapa situs bersejarah bekas peninggalan Kerajaan Galuh. Ada hutan keramat Leuweung Gede, Gunung Barang yang diyakini sebagai tempat penyimpanan barang kerajaan, dan tempat pemandian Ciasihan.

Di sini, masyarakat sering mementaskan kesenian calung, reog, sandiwara, tagoni, jaipongan, kasidah, ronggeng, dan dangdut. Berwisata ke Kampung Kuta akan menambah pengalaman sekaligus mengasah kearifan pemikiran sesuai tradisi nenek moyang.

  • KAMPUNG ADAT PULO

Di dalam kompleks Candi Cangkuang, terdapat perkampungan adat yang didirikan oleh Embah Dalem Arif Muhammad pada abad ke-17. Ia merupakan seorang pejuang Mataram yang kemudian singgah dan menyebarkan agama Islam di Desa Cangkuang, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut.

Ia memiliki tujuh anak, yakni enam perempuan dan satu laki-laki. Karenanya, terdapat enam rumah dan satu musala di Kampung Pulo. Dari masa ke masa, tidak boleh ada penambahan rumah, harus tetap berjumlah tujuh pokok bangunan. Anak yang menikah harus meninggalkan kampung. Baru kalau orang tuanya meninggal, keluarga anak perempuan boleh masuk kembali untuk menggantikannya.

Masyarakat adat Kampung Pulo juga tidak boleh beternak binatang besar berkaki empat, seperti kambing, sapi, atau kerbau. Kehadiran hewan besar tersebut dikhawatirkan dapat merusak sawah, kebun, dan makam yang tersebar di berbagai area kampung.

Selain pola hidup sehari-hari, penduduk Kampung Pulo juga masih melestarikan tradisi Hindu. Misalnya dengan memandikan benda pusaka, syukuran, serta ritual lainnya. Terkait kejadian-kejadian pada masa silam, warga tidak boleh memukul gong besar dan dilarang berziarah pada hari Rabu.

Berkunjung ke kawasan ini akan memberikan beragam pengalaman sekaligus, dari wisata budaya, sejarah, hingga pesona magis Kampung Pulo yang seolah-olah terisolasi oleh Situ Cangkuang.

  • KAMPUNG ADAT URUG

Menurut penuturan masyarakat setempat, pernah ada penelitian mengenai kontruksi bangunan Kampung Urug. Hasilnya, terdapat kesamaan sambungan kayu dengan bangunan peninggalan Kerajaan Pajajaran di Cirebon. Karenanya, warga adat meyakini mereka masih memiliki garis keturunan Prabu Siliwangi. 

Sama dengan kampung adat lain, rumah di Desa Kiara Pandak, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor ini juga terbuat dari bambu dan kayu. Mayoritas penduduknya bertani padi. Hasil panennya harus disimpan di leuit(lumbung) dan tak boleh diambil sembarangan. 

Setiap tahun, masyarakat rutin mengadakan seren taun, yakni ritual adat sebagai wujud syukur sekaligus doa untuk kemakmuran di bidang pertanian. Selain seren taun, terdapat salametan ngabuli untuk memperingati tutup tahun dan salametan Mauluduntuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW).

Berbagai masalah adat dan sosial diselesaikan melalu musyawarah di bangunan bernama Gedong Ageung. Bangunan ini juga sering kali berfungsi sebagai tempat menerima tamu. Di depan Gedong Ageung terdapat rumah panggung yang tinggi bernama Gedong Luhur atau Gedong Paniisan. Tempat ini digunakan sebagai tempat bersemedi tetua adat yang disebut Abah Kolot.

Rosana

Pantai Bebatuan di Belitung yang Elok

belitung 1 original FN2015050802

Pantai bebatuan di Belitung memang elok. Kumpulan bebatuan di pantai-pantai yang berada di seputar Pulau Belitung tampaknya sudah tak asing lagi bagi kebanyakan penyuka wisata negeri ini.

Pantai Bebatuan di Belitung

Pulau yang berada di Provinsi Bangka Belitung ini memang memiliki ciri khas batuan granit dengan bentuk yang berbeda-beda dan memberi keindahan tersendiri di daerah pesisir.

Hal itu tak hanya membuat turis menatap hamparan laut dan pasir putihnya, tapi juga menemukan bebatuan eksotis yang membuat foto perjalanan makin terlihat keren.Tentunya, tak hanya satu atau dua pantai yang bisa dijejaki setelah wisatawan mendarat di Bandar Udara (Bandara) Internasional H.A.S. Hanandjoeddin, Tanjung Pandan. Pilihan begitu beragam dari ujung utara, selatan, sampai ke barat.

Di sekitar Tanjung Pandan memang menjadi pilihan paling melimpah dan Pantai Tanjung Tinggi yang berada di sisi utara menjadi yang banyak diburu. Objek tersebut naik daun karena menjadi lokasi pengambilan film Laskar Pelangi. Berciri batu granit superbesar di pantai berpasir putihnyadengan ombak yang tak terlalu besar. Ada pula Pantai Tanjung Kelayang dengankomposisi bebatuan yang unik, di sinilah tempat bagi yang ingin menyelam, snorkeling, memancing, atau sekadar menikmati laut.

belitung 2 original FN2015050805
Pantai bebatuan di Belitung, tepatnya di Pulau lengkuas, nyaman direnangi wisatawan Frannoto/Travelounge

Tentu tak ketinggalan Pulau Lengkuas dengan ciri mercusuarnya. Menara tersebut dibuat pada 1882, bagian atasnya bisa digunakan untukmemandang pulau-pulau di sekitar Belitung dari ketinggian. Satu lagi, bagi yang ingin menikmati keindahan mentari tenggelam di atas pasir putih adalah Pantai Bukit Berahu. Berada di balik bukit, untuk mencapainya harus menuruni 97 tangga, tak jauh di dekatnya ada resto dan bungalow.

Di pusat kota sensasi mentari tenggelampun bisa dirasakan saat berada di Pantai Tanjung Pendam, pantai berpasir hitam dengan sejumlah restoran di sekitarnya. Jadi, setelah menikmati langit bergurat kemerahan, bisa dilanjutkan mencicipi menu berbahan ikan laut. Tentunya, diiringi musik yang menghangatkan suasana.

Hari berikutnya setelah menikmati secangkir kopi dan rekannya, Anda bisa menyusuri wilayah timur jika masih ingin berburu daerah pesisir. Belitung Timur, bisa dicapai dengan perjalanan sekitar satu jam dengan kendaraan roda empat. Pilihannya berupa Pantai Burung Mandi dengan garis pantai hingga 1,5 kilometer. Kemudian Pantai Bukit Batu, Pantai Nyiur Melambai, serta Pantai Serdang di Kecamatan Mangar. Rata-rata pantai ini sepi, tak seperti pantai-pantai yang berada di Tanjung Pandan.

Melipir ke wilayah selatan, ada juga Pantai Punai di Kecamatan Simpang Sesak dan Pantai Penyabong di Kecamatan Membalong. Jadi, pilihan menikmati pantai itu tak hanya di seputar Tanjung Pandan. Selain pantai, tentu jangan lewatkan juga seduhan kopinya, baik kopi hitam maupun kopi susu.

*****

PENERBANGAN (Jadwal bisa berubah sesuai maskapai)

Garuda Indonesia. Memiliki jadwal penerbangan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta per hari sebanyak dua kali, yakni pukul 06.45 dan 13.50. Penerbangan berlangsung selama 70 menit. Sementara dari Bandara Internasional H.A.S.Hanandjoeddin, Tanjung Pandan, dalam frekuensi yang sama, dengan jadwal pukul 08.50 dan 16.30. 

Citilink. Dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, jadwal penerbangan Citilink ke Tanjung Pandan hanya sekali yakni pukul 05.55. Jadwal pagi ini cocok bagi turis yang langsung memulai eksplorasi di Belitung dari pagi hari. Sementara penerbangan ke Cengkareng, Tangerang, Banten, dijadwalkan pukul 07.30. 

Sriwijaya Air. Pilihan waktu penerbanganmaskapai Sriwijaya Air dari bandara di Cengkareng ini cukup banyak, yakni pukul 06.20, 07.20,11.35, 14.50,dan 15.10. Demikian juga untuk arah sebaliknya. Lama penerbangan berlangsung satu jam.

Kuliner Sarinah Baru, 7 Yang Legendaris

Kuliner Sarinah baru menjadi pilihan menikmati kuloner legendaris

Kuliner Sarinah baru sedang popular di Jakarta April  2022, selain di pusat jajan Pantjoran di Pantai Indah Kapuk (PIK) 2. Setelah proses renovasi sejak 2020, Mall Sarinah akhirnya resmi dibuka untuk umum pada Senin 21 Maret 2022 pukul 10.00 WIB.

Kuliner Sarinah Baru

Saat ini, terutama sejak pelonggaran pembatasan pergerakan penduduk, Sarinah beroperasi setiap hari hingga pukul 21.00 WIB. Karena itu, bagi yang ingin melihat wajah baru mal ini bisa segera menyambanginya. Ada banyak gerai produk-produk UMKM, cocok untuk melihat sisi lain pusat perbelanjaan modern di Jakarta.

Kuliner Sarinah baru menyompan sejumlah gerai makanan yang legendaris.
Gedung Mal Sarinah di kawasan Tamrin, Jakarta. Foto: Dok. shnutterstock

Selain area sekeliling mal yang lebih asri, Sarinah merupakan salah satu tongkrongan favorit masyarakat Jakarta saat ini karena bisa dijangkau menggunakan transportasi umum seperti TransJakarta dan MRT. Pasca-renovasi gedung Sarinah pun memiliki banyak perbedaan dibandingkan bentuk lamanya karena lebih fresh dan modern.

Area terbaru yang buka sejak 1 April lalu adalah Sarinah melengkapi fasilitas dengan menghadirkan sederet restoran serta kafe. Tempat makan tersebut menyajikan kuliner tradisional hingga modern. Terdapat lebih dari 40 tenant di Pasar Nusantara yang menjajakan berbagai makanan dan minuman. Menariknya, Pasar Nusantara yang ada di lantai basement ini juga menjadi surganya kuliner legendaris.

Lalu kuliner Sarinah baru apa saja yang legendaris?

Gudeg Yu Djum

Salah satu kuliner Sarinah baru adalah gudeg Yogyakata. Yang ini sudah lama ditunggu untuk membuka cabang di Jakarta, ia adalah salah satu gedeg terkenal, yang awalnya, ada di jalan Wijilan adalah Gudeg Yu Jum. Nama Yu Djum berasal dari Djuwariah. Yu Djum mulai membuka kedainya di jalan Wijilan sejak 1950. Jenis gudegnya adalah gudeg kering. Salah satu rahasia kegurihan gudeg Yu Djum adalah gudegnya dimasak di kompor model lama yang apinya dari kayu bakar.

Kuliner Sarinah baru di antaranya ada cabang pertama Gudeg Yu Djum di Jakarta.

DI Yogya gudeg Yu Djum masih beroperasi sampai saat ini dan memiliki banyak cabang. Sama dengan yang di Yogya, di Sarinah pun macam-macam menu gudeg yang dihidangkan; misalnya nasi gudeg, gudeg kendil, dan gudeg besek. Telur yang digunakan dalam gudeg adalah telur bebek asli. Seperti biasa, gudeg ini dilengkapi juga dengan krecek, potongan ayam kampung, dan areh.

Lontong Balap Ria Surabaya

Lontong balap merupakan makanan khas Surabaya. Makanannya terdiri dari lontong, tauge, tahu goreng, lentho, bawang goreng, kecap, dan sambal. Lontong yang telah diiris lalu ditumpangi irisan tahu dan beberapa lento, kemudian ditumpangi kecambah/tauge setengah matang, setelah itu disiram kuah secukupnya, sambal dan kecap sesuai selera. Makanan ini dihidangkan berikut beberapa tusuk sate kerang.
Salah satu yang terkenal adalah lontong balap Ria, ini bukan nama pemiliknya tapi berasal dari lokasinya. Dulu gerainya ada di Bioskop Ria. Saking terkenalnya, bahkan ketika bioskopnya sudah tak ada, nama warungnya masih saja bertahan.

Konon gerai kuliner ini mulai buka sejak 1958 di area Bioskop Ria, Surabaya. Lontong Balap Bioskop Ria Surabaya ini sangat terkenal di ibukota Jawa Timur itu, meskipun di berbagai sudut Kota Surabaya kita dengan mudah dapat menemukan gerai kuliner yang menyajikan lontong balap. Kini pecintanya di Jakarta bisa memanjakan lidah di kuliner Sarinah baru.

Sate Padang Mak Syukur

Sate Padang merupakan salah satu makanan khas Sumatera Barat yang paling popular. Tentu tak hanya bisa ditemui di daerah asalnya tetapi bisa juga didapatkan di tempat–tempat lain. Sate Padang Mak Syukur adalah salah satu warung sate yang paling populer, dibuktikan dengan ramainya tempat ini dipenuhi para pengunjung yang selalu tak sabar menyantapnya.

Kuliner Sarinah baru tak lengkap jika tak menyediakan sate Padang.

Hidangan sate ini sudah ada sejak 1941 dan sangat terkenal di Sumatera Barat. Sate Mak Syukur menghidangkan sate daging sapi yang diternak di Padang Panjang. Tak lupa dilengkapi kuah kental gurih nan kaya rempah dan potongan ketupat.

Mungkin gerai sate Padang Mak Syukur di Jakarta sudah lama ada dan ada di sejumlah lokasi. Namun, jika sedang menikmati kuliner Sarinah Baru, tak ada salahnya menjadikannya pilihan.

Gado-gado Betawi Boplo

Ada banyak gado-gado di Jakarta yang terkenal, namun yang pasti salah satunya adalah Gado-gado Boplo. Gado gado legendaris Boplo sudah menjadi andalan para warga Jakarta sejak lama. Makanan betawi ini dilengkapi dengan sayuran rebus, yang disiram bumbu kacang gurih nan kental. Terdapat pula tambahan telur rebus dan lontong yang bikin kenyang.

Kisah awalnya, Gado-gado Boplo hanya berupa warung kecil yang buka di gang sempit di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat pada tahun 70-an. Namun lambat laun, Ibu Juliana Hartono mengembangkan bisnisnya bersama putranya, Celvin Hartono, mengantar hidangan gado-gado mereka ke restoran. Kini cabangnya ada di sejumlah lokasi, termasuk kini di kuliner Sarinah baru.

Soto Betawi H. Mamad

Hidangan soto ala Betawi sepertinya cocok untuk makan siang maupun malam. Soto Betawi H. Mamad ini yang sudah berdiri sejak tahun 60-an, ia menjadi khas karena memiliki cita rasa kuah gurih santan, segar, dan isian melimpah. Menu legendarisnya adalah soto oseng-oseng, yang kuahnya bisa kamu pilih mau santan atau bening.

Nasi Goreng Kambing Kebun Sirih

Nasi goreng jadul ini masih populer kenikmatannya hingga sekarang, walaupun sudah turun ke generasi ketiga. Makanan legendaris yang khas dengan bumbu nasi goreng kaya rempah dan harum bak kari ini juga dilengkapi potongan daging kambing empuk, acar asinan, dan emping.

Banyak bloger makanan yang jatuh hati kepada masakan yang sekali masak bisa untuk puluhan porsi. Ia bisa menjadi pilihan makan malam di Pasar Nusantara di kuliner Sarinah baru.

Sari Ratu

Sari Ratu adalah salah satu restoran Padang yang terkenal enak. Ia bisa dibilang ratunya masakan Padang di Jakarta sebelum era Sederhana, Pagi Sore dan lainnya. Hidangan-hidangannya yang selalu segar sampai dan autentik. Cocok untuk menu makan siang. Aahh.. ia cocok untuk makan kapan saja.

Ayo agendakan kulinermu di Pasar Nusantara Sarinah.

agendaIndonesia

*****

Olahan Dapur Banten, 5 Yang Bikin Ngiler

Olahan dapur banten banyak yang nikmat, sayang masih belum cukup dikenal secara luas.

Olahan dapur Banten belum banyak beredar di banyak daerah. Yang paling terkenal tentu saja sate bandeng. Begitupun, sesungguhnya ada cukup banyak masakan khas Banten yang layak menjadi makanan untuk diburu para pecinta kuliner. Tentu saja karena nikmat rasanya. Mungkin perlu kampanye terus menerus agar masakan Banten selain nikmat juga sepopular masakan dari daerah lain.

Olahan Dapur Banten

Keunikan rasa dari rempah pilihan yang ada disekitar menjadikannya terasa istimewa. Kuliner khas banten juga bisa manjadi pilihan oleh oleh. Dari sate lilit kerbau yang empuk, sampai hidangan para sultan. Kadang lokasinya tak jauh dari Jakarta.

Tidak terlalu jauh dari Bandara International Soekarno-Hatta, sejumlah kawasan dari provinsi Banten sejatinya bisa jadi alternatif tujuan wisata yang menarik. Ada wisata pantai, spiritual, budaya, sampai konservasi fauna langka. Kulinernya pun tak kalah beragam. Dari olahan ikan laut, daging sapi dan kambing hingga hidangan para Sultan Banten pada masa kejayaan dulu.

Rabeg, Olahan Kambing

Yang satu ini biasanya hanya disajikan saat pesta pernikahan, akikah, dan sunatan. Konon dulu merupakan kesukaan para Sultan Banten. Kini, rabeg menjadi menu khas masyarakat, terutama Serang dan Cilegon. Bedanya, rabeg khas Serang memakai bumbu yang sudah dihaluskan, sedangkan rabeg khas Cilegon bumbunya dirajang.

Dilihat sekilas, mirip semur daging khas Betawi. Tapi kuah rabeg lebih kental. Bahan baku utamanya daging dan jeroan kambing. Disajikan dalam piring mungil, dengan bumbu rempah yang begitu terasa. Sayang, hanya ada beberapa rumah makan khusus rabeg di Serang. Jadi Anda harus jeli jika ingin mencoba mencicipinya.

Pondok Makan Endah Sari; Jalan Jenderal Sudirman Nomor 17, Panacangan, Serang

Olahan dapur Banten, selain dari ikan ada juga yang berbahan sapi dan kambing.
Angeun Lada, masakan khas Banten yang mengunakan jerohan dan iga sapi. Foto: Dok. shutterstock

Angeun Lada Dengan Jerohan Sapi

Dalam Bahasa Indonesia, sajian yang satu ini berarti sayur pedas. Namun, aslinya, masakan ini setelah dicicipi, rasanya tidak pedas, meskipun kuahnya berwarna merah. Tentu ada sensasi rasa lada. Pada masakan yang kekinian, ada tempat makan yang menambahkan irisan cabe rawit agar rasanya memang pedas.

Tidak ditemukan juga sayuran di dalam mangkuknya. Yang ada hanya jeroan daging sapi yang dibubuhi bumbu. Kadang ada pula yang menggunakan iga sapi. Sajian ini banyak ditemui di rumah makan khas Pandeglang. Konon, olahan yang satu ini memiliki khasiat meningkatkan vitalitas kaum pria.

Rumah Makan Emak Yayah; Jalan Raya Serang, Pandeglang; Dekat SPBU Cadasari

Otak-otak Ikan Tenggiri

Daerah Labuan memiliki kuliner yang khas, yakni otak-otak. Teksturnya lembut karena terbuat dari ikan tenggiri yang diaduk merata dengan tepung tapioka, santan, bawang putih, merica, gula pasir, dan garam. Dibungkus dengan daun pisang, kemudian dibakar di atas arang, menimbulkan aroma yang menggugah selera. Bisa dipadu bumbu kacang yang telah diberi perasan air jeruk limau. Ehm… pedas tapi segar rasanya.

Rumah Makan Ibu Entin; Jalan Jenderal Sudirman; Depan Pegadaian Labuan, Banten

Olahan dapur Banten punya banyak variasi, ada sop ikan gurameh selain sate bandeng.
Sop ikan gurameh khas Banten. Foto: dok. shutterstock

Sop Ikan

Spanduk berukuran cukup besar bertuliskan Sop Ikan Rumah Makan Taman Taktakan beberapa kali sempat saya temui selama berpelesir ke beberapa kabupaten di Provinsi Banten. Bagi penggemar makanan laut, sop ikan ini kiranya patut dicoba. Yang unik, sajian ini dibuat jika ada yang memesannya saja. Jadi benar-benar baru dimasak dan ikannya masih segar.

Dalam satu porsi terdapat delapan potong ikan kuwe dan bisa dinikmati untuk empat orang. Tambahan potongan cabe rawit, bawang bombay, tomat hijau, dan daun kemangi memberi rasa segar dan pedas pada olahan ini. Jika ingin dibawa pulang, pengelola rumah makan juga menyediakan termos agar kehangatan sop ikan tetap terjaga.

Rumah Makan Taman Taktakan; Jalan Syeh Nawawi Al-Bantani; Depan KP3B Provinsi Banten

Sate Lilit

Jika kita memesan satu porsi sate biasanya berisikan 10 tusuk. Namun sate lilit Emak Yayah ini berbeda. Satu porsinya hanya berisikan satu tusuk! Maklum saja, potongan dagingnya lumayan besar: kira-kira seukuran jempol dewasa. Sementara panjang tusuk satenya diperkirakan sekitar 30 sentimeter. Daging kerbau itu sangat empuk. Menurut Emak Yayah, makanan yang biasanya disajikan saat Hari Raya Idul Fitri itu sebelumnya direndam rempah-rempah selama empat jam. Oh, pantas saja!

RM Emak Yayah; Jalan Raya Serang, Pandeglang; Dekat SPBU Cadasari

Andry T./TL/agendaIndonesia

****

Soto Banjar dan Ketupat Kandangan, 2 Khas Banjarmasin

Pasar Apung Lok Baintan

Soto Banjar dan ketupat Kandangan rasanya dua menu yang harus dicicipi jika wisatawan berkunjung ke Banjarmasin. Tentu saja jika ke ibukota provinsi Kalimantan Selatan ini, tak sah jika tidak datang ke Pasar Terapung Lok Baintan yang sudah terkenal di kalangan wisatawan. 

Keberadaan pasar di atas sungai ini memang unik dan khas di kota yang dikelilingi sungai-sungai tersebut. Namun, seperti disebut di muka, tentu masih ada pilihan lain yang tak kalah menarik, terutama kulinari untuk lidah para pelancong. 

Soto Banjar dan Ketupat Kandangan

Olahan khas lokal yang bisa membuat perut terasa kenyang pun banyak diburu turis, lokal maupun mancanegara. Bisa dimulai dengan sarapan. Pilihannya yang biasa-biasa saja, sesuai kebiasaan masyarakat setempat adakah nasi kuning yang memang menjadi menu favorit pada pagi hari.

Ciri khas nasi kuning Banjar berupa ikan haruan atau secara umum dikenal sebagai ikan gabus yang diolah dengan bumbu habang (merah) khas dapur setempat. Menu lain berupa telur dan ayam. Biasanya,menu pagi ini bisa ditemukan di warung-warung. Ada pula di restoran-restoran yang ingin memberi compliment pengalaman kuliner bagi pengunjung yang tak sempat keluyuran ke wilayah perbelanjaan.

Ada juga menu lain, soto Banjar. Siapa tak kenal dengan soto Banjar? Soto berbahan ayam, telur, dengan kuah berbumbu rempah ini pun bisa dijadikan menu untuk memulai hari Anda di Banjarmasin. Biasanya,yang menjadi pelengkapnya adalah perkedel dan jeruk nipis, yang membuat kuah soto yang berbahan susu itu menjadi lebih segar.

Nah, soto ini bikin perut benar-benar terisi penuh karena dipadu dengan lontong. Tentu tak harus dengan lontong. Jika hanya ingin mencicipi sotonya, perkedel kentang sebagai pelengkapnya sudah cukup mengisi perut.

Bagi yang ingin menikmatinya, ada beberapa warung atau resto yang cukup terkenal. Yang pertama adalah Soto Banjar H. Anam Ayam Bakupah di kawasan Sungai Baru. Pilihan lainnya adalah Depot Soto bang Mamat atau Soto Bawah Jembatan di kawasan Banua Anyar.

Satu lagi menu yang tergolong top adalah ketupat Kandangan. Dari nama, jelas makanan itu berbahan ketupat. Sedangkan Kandangan tak lain adalah nama daerah di Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan.

Ciri khas menu ini juga pada padanannya berupa ikan haruan atau gabus. Jenis ikan ini diolah dengan cara dipanggang lebih dulu,baru dimasak dengan kuah santan dengan bumbu rempah,seperti lada, cengkeh, pala,dan kapulaga. Tak hanya menjadi pilihan di pagi hari, sajian ini juga bisa menghilangkan rasa lapar pada siang dan malam hari. 

Setelah sarapan dengan menu berat tersebut, Anda bisa memulai perjalanan keliling Banjarmasin dengan penuh semangat. Setelah menengok pasar terapung, mungkin bisa melihat Masjid Sultan Suriansyah, Masjid Sabilah Muhtadin, Pantai Angsana, Menara Pandang Banjarmasin, Museum Wasaka dan lain-lain. 

Untuk melihat obyek wisata alam, selain ke Bukit Meratus, Anda bisa menuju ke arah luar kota. Seperti ke Kabupaten Hulu Sungai Selatan untuk menjajal arung jeram dengan rakit bambu di Sungai Loksado serta aktivitas luar ruang lain. Selain itu, bisa keliling kota terdekat, seperti Banjarbaru, sembari melihat dari dekat sasaringan yang merupakan kerajinan khas provinsi ini.

Ada cukup banyak penerbangan dari Bandar Udara International Soekarno Hatta yang menuju ke Banjarmasin. Wisatawan bisa memilih sesuai keinginan. l

PENERBANGAN  (Jadwal bisa berubah sesuai kebijakan maskapai)

Garuda Indonesia. Dari BandarUdara Internasional Soekarno-Hatta, untuk rute ke Banjarmasin tersedia enamwaktu penerbangan mulai pukul 05.45 hingga yang terakhir pukul 19.30. Untuk rute sebaliknya, penerbangan pertama dari Bandara Sjamsudin Noor Banjarmasin dimulai pukul 06.20 dan yang terakhir pukul 20.00. Lama penerbangan sekitar 1 jam 50 menit. 

Citilink. Maskapai dengan logo warna hijau ini setiap hari memiliki frekuensi duakali untuk penerbangan ke ibukota Kalimantan Selatan tersebut dari Bandara Soekarno-Hatta,yakni setiap pukul 07.20 dan 12.40.Sedangkan dari Banjarmasin pukul 10.50 dan 15.50. Lama penerbangan sekitar 1 jam 40 menit. 

Batik Air. Untuk penerbangan langsung, Batik Air memiliki jadwal dari Bandara Soekarno-Hattake Banjarmasin hanya satu kali penerbangan setiap hari pukul 09.30 dengan lama penerbangan 1 jam 45 menit. Untuk rute sebaliknya dijadwalkan pukul 12.55 setiap hari. 

Lion Air. Maskapai ini menyediakan enam jadwal penerbangan ke Banjarmasin dari Bandara Soekarno-Hatta. Dengan jadwal penerbangan paling awal pukul 05.00 dan yang terakhir pukul 19.55. Lama penerbangan 1 jam 45 menit. Untuk rute sebaliknya, dimulai pukul 06.05 dan terakhir pukul 20.05.

Rosana

Raja Ampat 1 Rute Menuju Waisai

Raja Ampat shutterstock 586062845 1

Raja Ampat 1 rute menuju Waisai. Itu guyonan para pecinta diving yang menuju ke Raja Amat. Tentu saja aslinya, Waisai adalah ibukota dari Kabupaten Taja Ampat, Papua Barat. Terutama jika pengunjung menggunakan layanan transportasi udara saat menuju Raja Ampat.

Dengan penerbangan, wisatawan bisa terbang dari Jakarta, Denpasar di Bali, atau dari Makassar menuju Sorong, ibukota Papua Barat. Dari sana dengan penerbangan perintis ke Waisai, sebelum menggunakan kapal menuju spot selam Raja Ampat.

Raja Ampat 1 Rute Menuju Waisai

Kumpulan pulau-pulau kecil Raja Ampat, Papua Barat, sudah tenar seantero dunia. Kawasan yang indah dipandang mata ditambah keindahan bawah laut pun diburu para wisatawan, baik lokal maupun luar negeri. Bagaimana tidak, dari hasil penelitian, sekitar 75 persen dari spesies laut dunia tinggal di perairan kabupaten ini. Raja Ampat merupakan rumah bagi 540 jenis karang dan 1.511 spesies ikan. Jelas semuanya menggoda para penyelam atau pencinta dunia laut. 

Sejumlah jalur pun dibuka demi mencapai destinasi ini serta menarik minat turis untuk datang. Sebelumnya, turis hanya mempunyai pilihan untuk terbang ke Sorong, ibu kota provinsi Papua Barat, baru melanjutkan perjalanan laut ke Raja Ampat. Ada sejumlah maskapai yang melayani rute dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta menuju Bandar Udara Domine Eduard Osok di Sorong, yakni Sriwijaya Air, NAM Air, Express Air, Lion Air, Batik Air, juga Garuda Indonesia. 

Kemudian perjalanan dilanjutkan dengan berlayar dari Pelabuhan Sorong menuju Waisai, ibu kota Kabupaten Raja Ampat, yang berada di Pulau Waigeo Selatan. Ada empat pulau besar yang berada di daerah administratif Raja Ampat, yaitu Waigeo, Batanta, Salawati, dan Misool. 

Pilihan transportasi laut berupa kapal cepat atau feri ekspres yang dijadwalkan dua kali dalam sehari setiap Senin, Rabu, serta Jumat. Waktu keberangkatannya pukul 09.00 dan 14.00. Di luar tiga hari tersebut, hanya ada satu waktu perjalanan, yakni pukul 14.00. Waktu tempuh sekitar dua jam, sedangkan tarifnya Rp 130-220 ribu. Pilihan lain adalah kapal lambat yang pelayarannya mencapai empat jam. Jadwalnya setiap hari sekali dengan tarif Rp 140 ribu. 

Raja Ampat 1 rute menuju Waisai
Raja Ampat salah satu destinasi selam terbaik di dunia.

Dari Sorong pun, sebenarnya bisa juga melanjutkan perjalanan lewat udara menuju Bandar Udara Marinda, Waisai, Raja Ampat. Tak hanya didarati pesawat yang terbang dari beberapa kota di Pulau Papua, bandara ini juga kini sudah memiliki rute ke kota lain di luar pulau, yakni rute dari dan ke Manado mulai Desember lalu. Jadi, setelah menikmati pulau-pulau di sekitar Manado, wisatawan bisa melanjutkan menikmati keindahan bawah laut Raja Ampat dengan sebuah penerbangan langsung. Rute ini dilayani oleh Wings Air. 

Kehadiran Wings Air menambah daftar maskapai yang mendarat di bandara yang memiliki panjang 1.400 meter dengan lebar 30 meter, taxiway80 meter x 18 meter, dan apron. Ditambah satu gedung terminalnya seluas 420 meter persegi. Setelah sebelumnya, Susi Air lebih dulu melayani rute Sorong-Waisai dua kali seminggu.

Di kabupaten ini, turis pun bisa menjelajah Selat Dampir, Pulau Pensil, Gua Karang—tempat ditemukan tengkorak makam leluhur Raja Ampat, atau langsung ke Kepulauan Wayag.  Kepulauan Wayag merupakan ikon Raja Ampat yang terdiri atas beberapa pulau kecil yang terlihat indah. Setiap akhir tahun, di tempat ini, turis dapat melihat fenomena alam unik di bagian timur Pulau Waigeo, tepatnya di depan Desa Urbinasopen dan Yesner. Berupa sinar yang muncul dari laut serta mengitari permukaannya selama 10-18 menit. Penduduk setempat menyebutnya sebagai “hantu laut”. Untuk menikmati keindahan di wilayah timur ini, buatlah perencanaan untuk terbang dari Jakarta melalui Sorong atau menikmati Manado lebih dulu baru terbang langsung ke Waisai! 

*****

JADWAL PENERBANGAN (Bisa berubah karena kebijakan maskapai

Raja Ampat 

Wings Air. Melayani penerbangan dari Manado ke Bandar Udara Marinda, Waisai, Raja Ampat. 

Susi Air. Rute yang ditawarkan dari Sorong menuju Waisai. 

Sorong

Garuda Indonesia. Maskapai ini memiliki frekuensi hingga 10 kali untuk penerbangan dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta menuju Bandar Udara Domine Edward Osok di Sorong. Rata-rata dengan satu pemberhentian, yakni di Makassar. Lama penerbangan antara 7-12 jam, tergantung waktu transit. 

F. Rosana

Kayak Arus Deras, Olahraga Sejak 2000 Tahun Lalu

Kayak Arus Deras dari kegiatan masyarakat menjadi olah raga

Kayak arus deras tidak sepopular olah raga air lainnya. Kegiatan ini bahkan tidak sepopuler arung jeram di sungai. Medan yang cukup sulit dan risiko tinggi, seperti tenggelam, mungkin menyebabkan olahraga ini tidak punya banyak penggemar.

Kayak Arus Deras

Arus Sungai Cipunagara, , Jawa Barat, mengalir sangat deras. Seakan tak rela dilintasi benda apa pun. Siapa saja yang melintas niscaya diempas kuat-kuat. Bagi kayaker, arus yang memicu adrenalin ini justru menggoda untuk dinikmati. Berbekal teknik dan kegigihan, seorang kayaker mencoba melintas. Yup, bukan main, ia berhasil melewati derasnya arus sungai dengan tingkat jeram tinggi tersebut. Luar biasa!

Sejarah kayak bermula dari kawasan Siberia, orang-orang yang tinggal di sana membuat perahu dari kerangka kayu terbuka yang diikat bersama-sama dengan tali atau tali tanaman, dan ditutup dengan kulit anjing laut yang dijahit menyatu. Cikal bakal kayak ini disebut dengan umiak. Perahu ini terus dipakai oleh orang-orang yang menetap di Kutub Utara yang kemudian dikenal sebagai orang Inuit. 

Untuk masyarakat Inuit, kayak telah menjadi cara hidup sekaligus alat transportasi dan berburu selama lebih dari 2000 tahun. Mereka membangun kayak dengan bekal pengetahuan yang diwariskan secara lisan dari generasi ke generasi. Kemampuan mengendarai kayak menjadi salah satu ukuran kesuksesan individu dan bagaimana mereka terhubung dengan komunitasnya. 

Tak jelas kapan kayak sebagai sebuah cabang kegiatan luar ruang masuk di Indonesia. Namun, mendayung adalah salah satu kegiatan masyarakat di banyak daerah yang memiliki aliran sungai yang kemudian menjadi jalur transportasi. Yang jelas pula, banyak tempat di Indonesia yang memiliki spot untuk berkayak. Termasuk untuk kayak arus deras seperti di Sungai Cipunagara tadi.

kayak arus deras menjadi salah satu pilihan berkegiatan di air.
Kayak menjadi kegiatan air yang menyenangkan, terutama di Indonesia. Foto: Dok. shutterstock

Atas dasar itulah Muhammad Ihsan, Tedy Bugiana, dan Ira Shintia, dibantu Toto Triwidarto, Puji Jaya, Agus Hermansyah, serta Sigit Setianto dari Sekolah Kayak Tirtaseta, mendirikan Bandung Kayak Community (BKC). “Keberadaan BKC ini sebenarnya hanya untuk mencoba menghimpun penggemar dan peminat serta berupaya memasyarakatkan olahraga kayak arus deras,” kata kang Ihsan suatu kali.

Komunitas yang didirikan Januari 2012 itu biasanya memanfaatkan liburan akhir pekan dengan mendatangi sungai-sungai yang berada di sekitar Bandung. Di antaranya Sungai Cipunagara dan Ciherang di Subang, Sungai Cimanuk di Garut, dan Sungai Ciwulan di Tasikmalaya.

Jika menyambangi lokasi yang relatif jauh dari Bandung, para anggota komunitas biasanya berkoordinasi terlebih dulu untuk mendiskusikan segala hal yang berhubungan dengan pengarungan, transportasi, dan urusan teknis lainnya. Sedangkan untuk latihan rutin, BKC melakukannya di Sungai Cikapundung, yang masih berada di Kota Bandung.

Hingga saat ini komunitas yang bermarkas di Jalan Dago Hegar, Bandung, itu memiliki puluhan anggota. Yang paling muda berusia 8 tahun, sementara yang paling tua 50-an tahun. Profesi anggotanya beragam. Dari pelajar sekolah dasar dan sekolah menengah pertama, mahasiswa, hingga pekerja profesional. Ada juga perempuan.

Kayak Arus Deras merupakan kegiatan yang bisa dilakukan oleh siapa saja, laki-laki maupun perempuan.
Kayak cocok dilakukan oleh berbagai kalangan, termasuk untuk perempuan. Foto: Dok. shutterstock

Untuk bergabung dalam komunitas ini, tentu ada persyaratannya. Yang pasti, tidak wajib memiliki peralatan kayak sendiri. Maklum, peralatan kayak belum diproduksi di dalam negeri. BKC biasanya menyediakan peralatan kayak yang dimiliki anggota lainnya untuk digunakan bersama-sama saat latihan dan pengarungan. Sejatinya siapa pun boleh bergabung dengan BKC—sebagai organisasi berbasis komunitas. Begitupun, calon anggota diharapkan pernah mengikuti kursus kayak bersertifikat atau alumnus sekolah kayak.

Namun bagi calon anggota yang belum pernah kursus kayak, tak usah khawatir. BKC juga mendirikan sekolah khusus kayak. Sekolah Kayak BKC namanya. Di sekolah yang didirikan lewat kerja sama dengan Sekolah Kayak Tirtaseta dari Purbalingga ini, ada pelajaran soal teknik kayak, seperti membalikkan kayak sendiri ketika terbalik (rolling), menyelamatkan diri (self-rescue), dan mendayung maju-mundur (eddies-in and eddies-out).

Pelatihan kayak tingkat dasar dilakukan selama tiga hari dan terdiri atas beberapa sesi. Sesi pertama, biasanya diadakan di kolam renang untuk membiasakan diri dengan air.

Namun sesi-sesi berikutnya dilakukan di sungai. Dalam pelatihan tersebut, para peserta diharapkan menguasai setidaknya 95 persen kurikulum pelatihan. Untuk dapat mengikuti pelatihan tersebut, setiap peserta hanya dikenai biaya, tentu saja. Khusus pelatihan di sungai, para peserta akan dibawa ke Sungai Cipunagara, Subang.

Hingga saat ini Sekolah Kayak BKC sudah menghasilkan sejumlah angkatan. Mayoritas lulusannya langsung bergabung dengan BKC. Tak mengherankan jika BKC selalu diidentikkan dengan Sekolah Kayak BKC. Padahal, siapa pun bisa menjadi anggota BKC. “Cuma kebetulan, BKC mayoritas diisi lulusan dari Sekolah Kayak BKC.”

Di usianya yang relatif masih muda, BKC terus menata organisasi. “Insya Allah, ke depan akan disusun lebih baik lagi. Mengingat jumlah anggota yang sudah semakin banyak,” ujar Ihsan. Yang terpenting, ia menambahkan, olahraga kayak arus deras mendapat tempat di hati warga Bandung, sehingga bisa dikembangkan bersama-sama. Ayo, dayung terus!

Andry T./TL/agendaIndonesia

*****