Pantai di Badung Banjir Sampah 200 Ton

Pantai di Badung banjir sampah kiriman akibat arus air laut pada musim angin barat. Diperkirakan setiap harinya ada sekitar 150 hingga 200 ton sampah ‘berlabuh’ di pantai-pantai seperti Petitenget dan lainnya. Pemerintah daerah setempat menyebut ini sebagai kedaruratan sampah.

Pantai di Badung Banjir Sampah

Aksi bersih-bersih di Pantai Petitenget, Kelurahan Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara, Provinsi Bali, dilakukan sejumlah komponen masyarakat, civitas akademika dan mahasiswa Universitas Dwijendra (Undwi). Kegiatan tersebut dipimpin langsung Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa. Turut hadir dalam aksi bersih-bersih di Pantai Petitenget, Kadis Lingkungan Hidup dan Kebersihan (LHK) Badung I Wayan Puja, Camat Kuta Utara Putu Eka Permana, Lurah Kerobokan Kelod Made Wistawan, dan Bendesa Adat Kerobokan AA Putu Sutarja.

Pemerintah Kabupaten Badung, Bali, mengapresiasi berbagai komponen masyarakat yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan bersih-bersih sampah di sejumlah titik kawasan pantai di wilayah itu. Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa di pantai Petitenget, Badung, Minggu, 24 Januari 2021, menyatakan pihaknya mengapresiasi dan berterima kasih kepada masyarakat yang turut berpartisipasi secara bersama-sama melaksanakan kegiatan bersih-bersih lingkungan di sepanjang kawasan pantai.

Suiasa menjelaskan fenomena sampah kiriman yang terbawa arus dan terdampar di pantai memang terjadi setiap tahun di wilayah Badung, pada periode sekitar bulan Oktober hingga Februari. “Fenomena tersebut kami sebut kedaruratan sampah, karena setiap harinya hampir sebanyak 150-200 ton sampah terdampar di sepanjang pantai ini yang terus dibersihkan,” kata Suiasa, sebagaimana dikutip kantor berita Antara.

Dalam kesempatan tersebut, aksi bersih sampah dilakukan oleh Civitas Akademika Universitas Dwijendra Bali. Pada waktu yang bersamaan, Organisasi Amatir Radio Indonesia (Orari), RAPI dan komunitas hotel di Bali juga melakukan aksi bersih sampah di pantai Dreamland Pecatu.

Menanggapi hal ini, Suiasa menyampaikan bahwa selama ini juga hal itu sudah menjadi perhatian serius dari seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Badung, dalam upaya menjaga citra Bali dan Badung khususnya sebagai daerah tujuan wisata. Menurut Suiasa, penanganan sampah sangat perlu dilakukan mengingat kebersihan disamping kesehatan, merupakan isu yang sangat strategis dalam mendukung kenyamanan wisatawan dan menjadi tantangan pemerintah tiap tahun.

“Namun untuk mengatasinya tidak bisa dilakukan pemerintah saja dan diperlukan dukungan dan partisipasi semua komponen masyarakat untuk dalam mengatasi fenomena sampah kiriman ini,” kata Suiasa. Maka untuk kembali memberikan citra positif di lingkungan tersebut, pihaknya mengajak partisipasi dari semua elemen masyarakat ikut mengatasi masalah sampah di sepanjang pantai wilayah Badung.

Sebelumnya pun melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa dalam keterangan media yang dikeluarkan oleh Humas Kabupaten Badung yang diterima di Mangupura, Kamis, 21 Januari 2021 lalu, disampaikan bahwa sampah kiriman ini yang terdampar di berbagai kawasan pantai di wilayah Badung, Bali.

Adi juga mengatakan, pihaknya terus memberikan perhatian dan mengerahkan seluruh sumber daya yang ada untuk menangani fenomena angin barat. Pasalnya fenomena tersebut yang membawa sampah kiriman, ke berbagai titik pantai di sepanjang wilayah Badung.

Sementara itu, Rektor Universitas Dwijendra, Gede Sedana, menjelaskan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat seperti dengan aksi bersih sampah tersebut, ini merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi selain pendidikan dan penelitian.

“Kami akan selalu bersama-sama bersinergi dengan pemerintah, khususnya Pemerintah Kabupaten Badung. Tidak hanya sebatas kegiatan bersih pantai, tapi kegiatan lain khususnya dalam mendukung berbagai program dari pemerintah,” ujar Sedana seusai kegiatan bersih-bersih sampah tersebut.

Pantai di Badung banjir sampah akibat arus air laut di musim angin barat. Sampah kadang mencapai 200 ton sehari.
Pantai di Badung kebanjiran sampah akibat arus air laut di musim angin barat. Foto: ilustrasi-unsplash

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung, Bali, terus melakukan penanganan terhadap sampah kiriman yang dibawa arus gelombang laut ke tepi pantai. Sampah kiriman terdampar di berbagai kawasan pantai di wilayah itu.

“Kegiatan bersih-bersih pantai ini terus dilakukan karena sekarang ini musimnya sampah-sampah kiriman dengan volume yang banyak dan membutuhkan penanganan yang serius dan profesional,” ujar Sekretaris Daerah Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa dalam keterangan Humas Badung yang diterima di Mangupura, Kamis 21 Januari.

Ia mengatakan, DLHK Badung memberikan perhatian dan mengerahkan seluruh sumber daya yang ada untuk menangani fenomena angin barat yang membawa sampah kiriman ke berbagai titik pantai di sepanjang wilayah Badung.

agendaIndonesia

*****

Menparekraf Luncurkan Batam Golf Series 2021

Menparekraf Luncurkan Batam Golf Series 2021

Menparekraf Luncurkan Batam Golf Series 2021 sebagai salah satu upaya memulihkan pariwisata di kawasan ini. “International Batam Golf Championship Series 2021″‘ rencananya akan berlangsung pada 20-21 Maret 2021 untuk Series 1 dan 20-21 November 2021 untuk Series 2.

Menparekraf Luncurkan Batam Golf Series 2021

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, meluncurkan ajang “International Batam Golf Championship Series 2021” yang diharapkan mampu menggeliatkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kota Batam. Sandiaga saat peluncuran “International Batam Golf Championship Series 2021” di Padang Golf Sukajadi, Jumat 22 Januari 2021, mengapresiasi penyelenggaraan event wisata olahraga yang diinisiasi Persatuan Golf Indonesia (PGI) Kota Batam dan Kadin Batam.

“Saya sangat mengapresiasi, ini menunjukkan semangat yang luar biasa dari masyarakat Kota Batam dalam upaya membangkitkan kembali sektor ekonomi melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, khususnya wisata olahraga golf,” kata Sandiaga.

Ia mengatakan, pengembangan pariwisata Indonesia ke depan akan mengedepankan pariwisata berbasis kualitas dan berkelanjutan. Sport tourism seperti olahraga golf dikatakannya merupakan salah satu contoh dari pariwisata berkualitas itu sendiri, yang diharapkan berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat.

Spending rata-rata wisatawan mancanegara yang bermain golf di Indonesia perkunjungan sebesar 5.000 hingga 6.000 dolar AS. Selain itu, wisata golf juga terkait erat dengan gaya hidup sehat. “Dengan potensi sebesar ini tentu kita harus bisa menangkap peluang,” kata Sandiaga.

Ia berharap saat turnamen digelar pada Maret 2021, vaksinasi tahap pertama sudah selesai dilakukan sehingga diperkirakan dapat membuka kesempatan pegolf mancanegara untuk ikut serta.

“Kalau kita lihat potensinya mungkin selain dari negara ASEAN ada beberapa negara lain yang bisa berpartisipasi. Bulan Maret ini kita harapkan tahapan pertama vaksin sudah selesai dan kondisi sudah memungkinkan bisa ada penambahan jumlah kegiatan sehingga mendorong terbukanya peluang usaha dan lapangan pekerjaan,” kata Sandiaga.

Ketua Kadin Kota Batam, Jadi Rajagukguk, mengatakan, wisata golf menjadi salah satu andalan sektor pariwisata di Kota Batam. Dalam sepekan, biasanya terdapat 1.000 sampai 3.000 pegolf yang bermain golf di berbagai tempat golf di Kota Batam. “Dengan event ini kami berharap dapat menumbuhkan kembali geliat perekonomian Kota Batam, kita harus gerak bersama termasuk dalam menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” kata Jadi Rajagukguk.

Menparekraf Luncurkan Batam Golf Series 2021 sebagai salah satu upaya menggairahkan kembali pariwisata di kawasan ini.
Menparekraf Luncurkan Batam Golf Series 2021 lalu melanjutkan kunjungan ke Bintan di Kepulauan Riau. Foto: ilustrasi-unsplash

Dari Batam, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno juga berkunjung ke Bintan di Kepulauan Riau. Di sana ia mengapresiasi penerapan protokol kesehatan yang ketat di destinasi wisata Bintan, Kepri, sehingga dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan penurunan kasus aktif COVID-19.

Dalam kunjungan kerja ke Bintan, Kepulauan Riau, Sabtu 23 Januari 2021, Sandiaga Uno mengatakan penurunan jumlah kasus COVID-19 di wilayah Bintan menjadi kabar baik bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. “Kita melihat protokol kesehatan yang diterapkan dengan sangat ketat dan sangat disiplin dari kita merapat di pelabuhan dan beberapa area yang sudah kita kunjungi. Jadi ini menjadi sinyal yang baik bagi kebangkitan pariwisata dan ekonomi kreatif,” kata Sandiaga di Natra Bintan Resort.

Meski demikian, Lanjut Sandiaga, perlu terus ditekankan komitmen dan konsistensi dari seluruh pelaku parekraf dan masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan. Karena, perlu ada pemantauan lebih lanjut dari sisi angka penyebaran COVID-19 di wilayah tersebut. “Mudah-mudahan kasus COVID-19 di Bintan bisa terjaga dan kondusif karena kita harus utamakan kesehatan warga masyarakat di Bintan dan itu menjadi panduan kita,” katanya.

Selain itu, Sandiaga juga menilai Kepulauan Riau, khususnya Bintan memiliki infrastruktur penunjang yang siap menampung kedatangan wisatawan nusantara maupun wisman. Berdasarkan informasi yang ia peroleh, ada 2.000 kamar hotel yang tengah dibangun di Bintan.

“Ditambah 2.100 kamar yang sudah beroperasi jadi total akan ada 4.100 kamar hotel. Ini merupakan suatu kawasan yang sudah siap untuk beberapa event seperti sport tourism, adventure tourism, maupun MICE. Jadi kami nanti akan bekerja sama dengan stakeholder, Forkominda agar Bintan terutama Lagoi Resorts menjadi venue kelas dunia,” ucap Sandiaga.

Dalam kunjungan ini, Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno didampingi oleh Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf, Hari Santosa Sungkari; Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf/Baparekraf, Fadjar Hutomo; Asisten II Gubernur Kepulauan Riau, Syamsul Bahrum; dan Bupati Bintan, Apri Sujadi. Sandiaga tiba di Bintan menggunakan kapal cepat dari Batam menuju Pelabuhan Bandar Bintan Telani.

Setibanya di Pelabuhan Bandar Bintan Telani, Sandiaga juga menyempatkan diri mengunjungi kapal pesiar MV Doulos Phos yang kini dialihfungsikan menjadi hotel.

agendaIndonesia

*****

KRL Yogya-Solo Beroperasi 10 Februari 2021

KRL Yogya-Solo akan mulai beroperasi pada 10 februari 2021.

KRL Yogya-Solo akan beroperasi normal mulai 10 Februari 2021 setelah selesainya uji coba. Kereta rel listrik atau KRL Jogja-Solo ( KRL Yogyakarta-Solo) diuji coba hingga 7 Februari 2021.

KRL Yogya-Solo

“Insya Allah tanggal 10 Februari sudah melakukan perjalanan untuk umum. Untuk tarif normal, flat Rp 8.000, sama dengan tarif KA Prameks, waktu tempuh lebih cepat dan kereta baru,” kata Direktur Operasi dan Pemasaran PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Wawan Ariyanto dilansir Antara, Jumat 22 januari 2021.

Wawan mengatakan untuk jumlah kereta yang akan dioperasikan nantinya sebanyak 10 rangkaian. Saat ini, sudah siap enam rangkaian kereta. “Masing-masing rangkaian KA ada empat gerbong, tetapi bisa saja dijalankan delapan gerbong,” jelas dia.

Ia mengatakan mengingat saat ini masih ada protokol kesehatan yang harus diterapkan, untuk kapasitas masing-masing gerbong hanya dibatasi maksimum 74 penumpang. “Itu sudah menerapkan jaga jarak, kalau normalnya sebanyak 200 penumpang. Untuk jadwalnya sementara kami menggunakan seperti KA Prameks dulu,” kata Wawan.

Ia mengatakan nantinya untuk Solo-Yogyakarta akan dilakukan perjalanan sebanyak 20 perjalanan atau 10 perjalanan pulang-pergi (PP). Menurut dia, waktu tempuh KRL Solo-Yogyakarta 68 menit atau lebih cepat 20 menit dibandingkan KA Prameks yang mencapai 88 menit.

KRL Yogya-Solo mulai dioperasikan pada 10 Februari 2021. Tiket diberlakukan flat Rp 8 ribu untuk satu kali jalan per orang.
KRL Yogya-Solo mulai beroperasi 10 Februari 2021, dengan tetap melakukan protokol kesehatan dengan melakukan pembatasan jumlah penumpang. Foto: Ist. antara.

“KRL Yogyakarta-Solo ini berhenti di 11 stasiun, sedangkan Prameks hanya berhenti di enam stasiun,” tutur Wawan. Sementara itu, pada uji coba yang sudah dimulai sejak Rabu (20/1/2021), pihaknya sekaligus memberikan edukasi terkait cara menumpang KRL Jogja-Solo.  “Perlu edukasi, biasanya pakai tiket KAI Access sekarang tap in dan out, seperti di jalan tol harus sepasang, baik tap in maupun out. Semua penumpang yang berangkat dari Solo, tap in, sampai di Jogja, harus keluar gate dulu untuk tap out. Kalau mau ke Solo lagi harus tap in dan tap out saat tiba di Solo,” kata Wawan.

Sementara itu, Direktur Utama PT KCI Wiwik Widayanti menjelaskan, untuk panjang yang dilintasi jaringan KRL Solo-Yogyakarta sendiri lebih kurang 60 kilometer. Sedangkan untuk total perjalanan rencananya sebanyak 20 perjalanan per hari dengan waktu tempuh masing-masing sekitar 58 menit.

Untuk stasiun operasional, lanjutnya, pada rute tersebut ada sebanyak 11 stasiun, yaitu Stasiun Yogyakarta, Lempuyangan, Maguwo, Prambanan, Srowot, Klaten, Ceper, Delanggu, Gawok, Purwosari, dan Solobalapan (stasiun KRL Jogja-Solo). Untuk melengkapi pelayanan KRL, kata dia, PT KAI kembali membuka sejumlah stasiun yang sebelumnya tidak melayani pengguna. “Ini diharapkan mampu mendorong perekonomian di wilayah stasiun di tengah upaya pulih dari pandemi,” kata Wiwik.

Dengan beroperasinya KRL dari Jogja hingga Solo, praktis kereta berbasis listrik ini akan menggantikan operasional KA Prambanan Ekspres atau KA Prameks. Rangkaian KA Prameks rencananya direlokasi ke daerah lain sebagai moda transportasi kereta lokal. Nantinya, dengan menggunakan KRL Jogja-Solo (KRL Yogyakarta-Solo), mobilitas warga sepanjang Jogja-Solo akan lebih meningkat dan meningkatkan roda perekonomian di Yogyakarta dan Solo Raya. KRL memiliki beberapa keunggulan di antaranya kapasitas angkut yang lebih banyak dan efisiensi operasional karena listrik yang dianggap lebih murah. Headway kedatangan kereta juga bisa ditingkatkan.

Untuk mengoperasikan KRL ini, disebutkan ada investasi elektrifikasi Kereta Rel Listrik (KRL) Yogyakarta-Solo mencapai Rp1,2 triliun. KRL ditargatkan akan beroperasi pada Februari ini. “Anggaran pembangunan elektrifikasi Rp1,2 triliun dengan kontrak tahun jamak sejak 2019,” ujar Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Jawa Tengah Putu Sumarjaya dalam diskusi virtual yang bertajuk “Hadirnya KRL Yogya-Solo” di Jakarta, Selasa 19 Januari 2021.

Anggaran tersebut untuk pekerjaan yang meliputi pengadaan peralatan dan scada, pengadaan bangunan sipil gardu, serta pekerjaan instalasi. Adapun untuk pekerjaan Listrik Aliran Atas (LAA) yakni material peralatan, instalasi, serta uji coba KRL

Selanjutnya, pekerjaan modifikasi sinyal elektrik Yogyakarta – Lempuyangan dan penggantian persinyalan elektrik di Stasiun Solo Balapan yang elektrifikasi dilakukan sepanjang 60 kilometer jalur Yogyakarta – Solo meliputi 11 stasiun. Secara keseluruhan mulai 2019, dan bisa dioperasikan pada 2021.”Dengan progres fisik mencapai 91 persen menyisakan pekerjaan finishing fasilitas pendukung operasi,” katanya.

KRL Yogyakarta – Solo akan menggantikan operasi kereta api Prambanan Ekspress atau Prameks yang bergerak dengan mesin diesel sejak 1994. Pembangunannya juga menjadi rencana induk kereta api dengan penggunaan energi listrik sebagai penggerak yang efektif, efisien, dan ramah lingkungan. Dengan hadirnya 11 stasiun, diharapkan dapat menambah aksesibilitas dan memudahkan masyarakat sebab pada lintas KA Prameks hanya ada enam stasiun.

agendaIndonesia/antara

*****

Pusat Kebudayaan Bali Berbiaya Rp 2,5 Triliun

Pusat Kebudayaan Bali akan dibangun pemerintah sebagai sebuah mahakarya monumental. Pembangunannya diperkirakan akan menelan biaya Rp 2,5 triliun.

Pusat Kebudayaan Bali

Gubernur Bali Wayan Koster berpandangan pembangunan Pusat Kebudayaan Bali di kawasan eks galian C Gunaksa, Kabupaten Klungkung merupakan sebuah mahakarya monumental pada era terkini. Pembangunan ini hanya akan terjadi dalam satu kali perjalanan hidup, generasi berikutnya hanya perlu memelihara dan memanfaatkan secara bijak.

“Mungkin dalam perjalanan sejarahnya, hanya 500 tahun sekali akan ada pembangunan monumental seperti ini lagi,” kata Koster di Semarapura, Klungkung, Bali, Kamis 21 Januari 2021.

Di hadapan ratusan warga pemilik lahan dalam acara sosialisasi inventarisasi dan identifikasi data penguasaan lahan Pusat Kebudayaan Bali itu, Koster mengatakan layaknya Candi Prambanan atau Borobudur, pembangunan sebuah karya monumental hanya bisa berjalan dengan restu dari alam melalui tangan orang-orang yang punya niat tulus dan lurus.

Menurut dia, sejak dulu lokasi ini akan digunakan untuk berbagai proyek, namun tidak pernah jadi karena niat yang tidak baik dan alam tidak merestui. Tanah eks galian C Gunaksa sudah terhitung terlantar sejak 1963. “Sekarang ini saya ambil langkah, ngayah (mengabdi) total sekala niskala (jasmani dan rohani) dengan niat baik dan konsep yang baik, agar kawasan ini lebih bermanfaat tak hanya bagi Bali, tetapi nasional dan bahkan dunia. Astungkara berjalan dengan mulus,” ujarnya.

Pusat Kebudayaan Bali akan dibangun sebagai mahakarya monumental di era masa kini.
Pusat Kebudayaan Bali akan dibangun pemerintah sebagai sebuah fasilitas seni dan kebudayaan. Gubernur Bali Wayan Koster saat sosialisasi. Foto:. ist. antara.

Sejak awal kepemimpinannya, bahkan sebelum dilantik sebagai gubernur, ia telah meniatkan membangun sebuah fasilitas seni dan budaya yang memadai untuk Bali, dan dalam perjalanan panjangnya, ternyata menemui banyak kemudahan.

“Desainnya dibuat oleh arsitek terkenal, orang Bali. Ngayah tanpa biaya. Demikian pula dengan bantuan normalisasi Tukad Unda oleh Kementerian PU yang menelan dana Rp 270 miliar dilanjutkan dengan pembangunan waduk muara. Jadi nantinya kawasan ini dirancang agar tidak terjadi longsor, banjir aliran lahar, dan lainnya,” ucapnya. Sedangkan untuk biaya pembangunan akan disokong pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp2,5 triliun.

Kawasan Pusat Kebudayaan Bali yang akan berdiri di atas lahan seluas 320 hektare tersebut akan mengandung penjabaran dari visi pembangunan Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.

Pengaplikasian di antaranya melalui hutan buatan, taman, fasilitas seni, pameran, kuliner UMKM hingga waduk dan pelabuhan hingga menjadikan kawasan ini merupakan kawasan lengkap yang mengimplementasikan filosofi dari visi pembangunan Bali tersebut.

Untuk itu pula, Gubernur Koster mengharapkan para warga pemilik lahan yang berasal dari Desa Tangkas, Desa Jumpai, Desa Sampalan Kelod dan Desa Gunaksa turut mendukung pembangunan Pusat kebudayaan Bali melalui peraturan yang berlaku lewat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah untuk Pembangunan Kepentingan Umum.

“Tolong patuh pada aturan, dan saya minta kepada BPN Klungkung untuk bekerja keras dan melengkapi persyaratan dokumen ini sehingga nanti bisa langsung dibayarkan. BPN harus kerja keras karena pemilik lahan ini adalah prioritas,” ujarnya.

Tetapi ditegaskan, jangan ada yang coba-coba bermain, jadi calo, nakal dan berniat buruk lain karena akan berhadapan dengan dirinya dan penegak hukum.

Warga pemilik lahan pun dipastikan tidak hanya mendapat manfaat yang diterima hari ini saja alias hanya sebatas ganti rugi tanah, namun juga manfaat-manfaat lain yang juga akan didapatkan lewat pembangunan fasilitas seni budaya yang diperkirakan menyerap lebih dari 10 ribu tenaga kerja tersebut.

“Untuk tenaga kerjanya diprioritaskan untuk masyarakat sekitar. Belum lagi kesempatan untuk menjual produk kerajinan lokal dan UMKM,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, ratusan warga yang hadir nampak bertepuk tangan dan menyerukan persetujuannya secara serempak. Warga pun secara bulat mendukung program pembangunan ini dan akan menjalankan proses ganti rugi lahan sesuai aturan yang berlaku.

Sementara itu, kepala BPN Klungkung Cok Gede Agung Astawa mengharapkan pemilik tanah mendukung secara proaktif proses inventarisasi yang dilaksanakan BPN Klungkung guna mempercepat proses ganti rugi.

“Kita sudah membentuk satgas dan diarahkan langsung ke lapangan menyasar warga pemilik lahan,” ujarnya.

Hadir pula dalam acara tersebut, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, jajaran pimpinan OPD terkait tingkat provinsi dan kabupaten serta tokoh masyarakat Kabupaten Klungkung.

agendaIndonesia/antara

Program Bangun Desa Wisata Disinergikan 2 Kementrian

Program Bangun Desa termasuk di dalamnya kampung adat di Jawa Barat

Program Bangun Desa Wisata akan Disinergikan dua Kementrian, yakni Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (KemendesPDTT).

Program Bangun Desa Wisata

Ke dua kementrian akan memperkuat kolaborasi dengan bersinergi program dalam upaya mengembangkan desa wisata di Indonesia sehingga dapat membuka lapangan kerja seluas-luasnya dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. Sesuai RPJMN 2020 – 2024, Kemenparekraf/Baparekraf menargetkan sebanyak 244 desa wisata tersertifikasi menjadi desa wisata mandiri hingga 2024.

Dari 244 desa wisata, sebanyak 150 desa wisata berada di 5 Destinasi Super Prioritas dan akan kita perlebar. “Sesuai arahan Presiden, desa wisata ini jadi platform yang akan kita gas pol di tahun 2021,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno

Menteri Sandiaga mengatakan itu saat audiensi dengan Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Budi Arie Setiadi, di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Senin 18 Jnauari 2021. Ia menegaskan, kolaborasi bersama Kemendes PDTT tentu menjadi sangat penting, dan diharapkan adanya kesepakatan terkait daftar 244 desa wisata untuk program pendampingan desa wisata.

Program pembangunan desa wisata program pengembangannya disinergikan dua kementrian.
Program bangun desa wisata disinergikan programnya oleh dua kementrian. Foto: Dok. Kemenparekraf

Mendampingi Menparekraf dalam audiensi tersebut, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Angela Tanoesoedibjo, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur, Hari Santosa Sungkari, Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan, Wisnu Bawa Tarunajaya, dan Deputi Bidang Kebijakan Strategis, Kurleni Ukar.

Menparekraf menjelaskan, Kemenparekraf dan KemendesPDTT sebelumnya telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman di tahun 2016. Sehingga perlu dikaji kembali untuk diperbaharui mengingat situasi saat ini yang sangat dinamis, ataupun melihat mana saja yang memungkinkan untuk ditingkatkan menjadi perjanjian kerja sama.

Desa wisata atau rural tourism, dikatakan Sandiaga, telah menjadi tren pariwisata dunia. Pengalaman liburan otentik di tengah lingkungan yang santai dan sehat, menarik semakin banyak wisatawan.

Di eropa, 15 persen dari total kapasitas amenitas berada di desa-desa wisata yang berkelanjutan berupa homestay. Begitu juga dengan serapan tenaga kerja, desa wisata memiliki potensi yang besar. Di Inggris, desa wisata menyumbang 12 persen lapangan kerja.

Indonesia dengan jumlah desa yang mencapai lebih dari 74 ribu, ditambah dengan kekayaan budaya serta ekonomi kreatif, tentu memiliki peluang besar dalam menghadirkan desa wisata. “Kita ingin program-program bersinergi untuk desa wisata, membuka lapangan kerja seluas-luasnya dan memajukan kesejahteraan umum. Kita mulai Indonesia Maju dari desa wisata,” kata Menparekraf.

Sementara Wamenparekraf Angela Tanosoedibjo, mengatakan, Kemenparekraf/Baparekraf secara umum mengklasifikasikan desa wisata menjadi tiga kategori. Pertama adalah rintisan, yakni desa wisata yang memiliki potensi namun masih terdapat keterbatasan terhadap sarana dan prasarana sehingga belum atau masih sedikit wisatawan yang berkunjung. Sangat diperlukan pendampingan dari pihak-pihak terkait.

Kemudian desa wisata maju dan berkembang, yakni desa wisata yang sudah ada kunjungan wisatawan dari luar daerah maupun wisatawan mancanegara dan memiliki sarana prasarana dan fasilitas pariwisata yang sudah berkembang. Masyarakatnya pun sudah memiliki kesadaran akan wisata dan mampu mengelola usaha pariwisata melalui pokdarwis/kelompok kerja lokal.

Kemudian mandiri, yakni desa wisata yang sudah mampu melakukan inovasi masyarakat dalam pengembangan potensi desa menjadi unit kewirausahaan mandiri. Desa wisata tersebut juga sudah dikenal mancanegara dan menerapkan konsep keberlanjutan yang diakui dunia.

“Dalam pendampingan dan pengembangannya dibutuhkan kerja sama program. Seperti Kemendes yang bisa mendorong infrastruktur, dan Kemenparekraf dalam hal pengembangan sumber daya manusia dan sarana prasarana. Membantu fasilitasi untuk masuk ke platform digital/marketplace sehingga mendorong mereka dalam memperbesar akses terhadap masyarakat dan potensi customer,” kata Angela.

Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Budi Arie Setiadi, menyambut baik sinergi yang akan diperkuat dengan Kemenparekraf/Baparekraf. Desa wisata menjadi salah satu program unggulan KemendesPDTT bersama dengan Desa Digital.

KemendesPDTT saat ini sedang melakukan penyusunan rencana kerja, dimana desa wisata menjadi hal yang utama untuk dikembangkan. Tidak hanya desa wisata di 5 destinasi super prioritas, namun juga di daerah-daerah lain.

“Pembangunan pariwisata juga jangan hanya menjadikan warga desa atau masyarakat sebagai penonton, namun harus dapat melibatkan masyarakat. Sinergi dan kolaborasi sangat penting, karena kita percaya pariwisata akan menjadi leading sector yang bisa membawa Indonesia lebih gemilang dan maju. Pariwisata harus menghadirkan kemakmuran untuk warga desa,” kata Budi Arie Setiadi.

agendaIndonesia

*****

Restorasi Terumbu Karang di Bali Di 5 Lokasi

restorasi terumbu karang di Bali sudah dimulai, termasuk keikutsertaan masyarakat.

Restorasi terumbu karang di Bali mulai dilakukan, dimulai dari inisisasi program Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), dilanjutkan oleh masyarakat Bali.

Restorasi Terumbu Karang di Bali

KKP menyatakan usai pelaksanaan program padat karya Indonesia Coral Reef Garden (ICRG) atau restorasi terumbu karang di Bali, masyarakat mulai merawat dan menyulam kebun karang tersebut. “Selain membersihkan sampah, masyarakat juga melakukan penyulaman bibit karang yang ditanam di struktur,” ujar Direktur Jasa Kelautan KKP Miftahul Huda dalam siaran media di Jakarta, Minggu 17 Januari 2021.

Di salah satu lokasi ICRG yang berada di Buleleng, Pokmaswas Penimbangan Lestari Desa Baktiseraga terpantau sedang melakukan pemeliharaan struktur kebun karang pada Kamis (7/1). Pemeliharaan struktur dilakukan dengan melakukan pembersihan sampah yang tersangkut di struktur heksagonal.

Huda mengungkapkan, sejak awal program ini adalah ditujukan untuk masyarakat di Bali, dikerjakan oleh masyarakat Bali dan akan kembali manfaatnya secara jangka panjang untuk Bali. “Harapannya tentu saja masyarakat bisa menjaga dan merawat kebun karang ICRG yang telah dibangun dan dapat menuai manfaat baik secara langsung maupun tidak langsung,” ucapnya.

Program padat karya yang bergulir sejak Oktober 2020 ini dilakukan di lima lokasi di Bali, yakni Pulau Nusa Dua, Pandawa, Serangan, Sanur, dan Buleleng. Total dana yang digelontorkan untuk menyukseskan ICRG lebih dari Rp 111 miliar, bersumber dari pemerintah pusat dan daerah. Data yang dihimpun menunjukkan tenaga kerja yang terserap dalam kegiatan ICRG ini lebih dari 10.171 orang.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut KKP TB Haeru Rahayu juga menyatakan bahwa sepanjang tahun 2020, pihaknya telah menanam 2.975.129 batang mangrove dengan luas area mencapai 448.18 hektare (ha) di berbagai daerah. “Luasan ini melampaui target yang ditetapkan sebesar 200 ha,” katanya.

Restorasi terumbu karang di Bali dilakukan di 5 lokasi, dimulai oleh KKP dan dilanjutkan oleh masyarakat.
Restorasi terumbu karang di Bali dilakukan di lima lokasi. Foto: Dok. KKP

Penanaman mangrove dilakukan di 18 kabupaten/kota di Indonesia, yaitu Aceh Jaya, Aceh Selatan, Pesisir Selatan, Lampung Timur, Pesawaran, Indramayu, Brebes, Cirebon, Karawang, Sidoarjo, Sampang, Probolinggo, Pasuruan, Rembang, Sambas, Singkawang, Mempawah, dan Penajam Pesisir Utara.

Dirjen Pengelolaan Ruang Laut KKP memaparkan bahwa kegiatan penanaman mangrove di 18 lokasi dilakukan secara padat karya dengan jumlah tenaga kerja yang terserap mencapai 2.645 orang. “Selain bertujuan untuk pemulihan ekosistem pesisir, pada tahun 2020 kegiatan penanaman mangrove disandingkan dengan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Padat Karya,” ujarnya.

Hal itu, ujar dia, bertujuan antara lain untuk membantu masyarakat pesisir yang terdampak pandemi, khususnya masyarakat sekitar hutan mangrove. TB Haeru Rahayu menjelaskan mangrove merupakan salah satu ekosistem pesisir yang memiliki peranan sangat penting bagi kehidupan manusia. Untuk itu, lanjutnya, program penanaman mangrove akan dilanjutkan pada tahun 2021.

Pekan sebelumnya, ribuan struktur karang yang digarap Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam program Restorasi Terumbu Karang Indonesia Coral Reef Garden (ICRG), mulai menghiasi bawah laut Pulau Bali.

Dikutip kantor berita dari Antara Bali, Minggu (3/1), Plt Dirjen PRL, TB Haeru Rahayu dalam sebuah keterangan yang diterima di Kabupaten Badung, Bali, mengatakan pelaksanaan program tersebut telah memasuki tahap akhir, dimana ribuan struktur karang berbagai jenis telah selesai digarap.

Ribuan struktur karang berbagai jenis tersebut juga mulai ditenggelamkan, termasuk sebuah struktur berbentuk burung garuda juga sudah ditenggelamkan. Struktur diharapkan memperkaya ekosistem mahkluk hidup bawah laut serta diharapkan mampu menjadi daya tarik wisata. “Hingga 20 Desember 2020, struktur yang telah ditenggelamkan pada lima lokasi ICRG sebanyak 63.964 unit, terdiri dari Nusa Dua 26.350 unit, Pandawa 10.177 unit, Sanur 7.270 unit, Serangan 7.475 unit dan di Buleleng terdapat 12.692 struktur,” ujar Haeru.

Ia juga mengatakan, setelah kegiatan padat karya membuat struktur karang dan menenggelamkannya ke laut, pekerjaan tak kalah penting yang harus dilakukan bersama adalah pemeliharaan dan pengelolaan struktur.

“Kami berharap pemerintah daerah dan masyarakat Bali dapat memanfaatkan kebun atau taman karang hasil dari restorasi ICRG tersebut. Tentunya KKP juga akan tetap mengawal pengembangannya dalam bentuk kegiatan yang diintegrasikan dengan desa wisata bahari,” kata Haeru.

Deputi Bidang Koordinasi Sumberdaya Maritim, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Safri Burhanuddin mengatakan, pihaknya menaruh harapan besar pada program ICRG bisa menjadi pembangkit ekonomi masyarakat Bali yang terdampak pandemi COVID-19.

“Saya berharap masyarakat Bali yang telah terlibat dalam proses pembuatan kebun atau taman karang ini punya kebanggaan bahwa hasil kerja mereka dapat disaksikan oleh orang banyak. Tentunya semua berharap pariwisata di Bali dapat pulih kembali dengan cepat, dan restorasi ini menjadi salah satu yang mendongkrak percepatan tersebut,” ujar Safri.

Safri Burhanuddin juga menanggapi adanya kekhawatiran kegiatan restorasi ini akan berdampak negatif terhadap ekosistem di bawah laut, pihaknya telah bekerja sama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) selaku otoritas keilmuan atau scientific authority, dalam pelaksanaan Program ICRG dan telah memperhatikan rekomendasi yang diberikan.

“Saya percaya rekomendasi dari scientific authority dan masukan akademisi di Bali ketika menentukan lokasi restorasi terumbu karang ICRG menjadi rel bagi kami untuk melaksanakan program ini,” kata Safri.

Program restorasi terumbu karang ICRG ditujukan untuk masyarakat di Bali, dikerjakan oleh masyarakat Bali, dan diharapkan manfaatnya akan kembali untuk Pulau Bali, secara jangka panjang.

agendaIndonesia

*****

Kunjungan Wisatawan Ke Yogya Tinggal 20 Persen

Kunjungan wisatawan ke Yogyakarta selama pemberlakukan Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) selama 11 hingga 25 Januari 2021 turun hingga tinggal 20 persen. Penurunan itu sudah terasa sejak hari ke dua PPKM.

Kunjungan Wisatawan ke Yogya

Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mencatat jumlah kunjungan wisatawan ke destinasi wisata yang ada di wilayah setempat pada hari kedua Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Selasa, 12 Januari 2021 menurun drastis dan hanya mencapai seperlima dibanding hari biasa.

“Pada hari kedua PPKM  dalam Rangka Pengendalian Penyebaran Covid-19 di wilayah Sleman, cukup berdampak signifikan pada kunjungan wisatawan pada destinasi pariwisata yang kami pantau,” kata Plt Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Suci Iriani Sinuraya, seperti dikutip kantor berita Antara di Yogyakarta, Rabu 13 Januari 2021. Menurutnya, destinasi pariwisata rata-rata hanya dikunjungi oleh seperlima sampai seperempat dari jumlah tamu pada hari-hari sebelumnya.

“Taman Tebing Breksi Prambanan yang selama Januari tiap tahun sebelumnya rata-rata dikunjungi 500-an pengunjung per hari, pada Selasa ini sampai pukul 15.00 WIB hanya dikunjungi tidak lebih dari 150 pengunjung. Demikian juga dengan Studio Alam Gamplong, Moyudan, yang rata-rata sebelumnya kisaran seperti halnya Breksi, saat ini tercatat tamu yang berkunjung 182 orang,” tuturnya.

Kunjungan wisatawan ke Yogyakarta salah satunya ke Pasar Malam Yogyakarta turun sepanjang pelaksanaan PPKM.
Kunjungan wisatawan ke Yogyakarta turun drastis sepanjang pelaksanaan PPKM 11-25 Januari 2021. Foto: Ilustrasi-Unsplash

Ia menambahkan, wisata alam lain seperti Kaliurang juga sepi dengan jumlah pengunjung tidak lebih dari 175 pengunjung. “Demikian juga dengan Watu Purbo yang sebelumnya dikunjungi rata-rata 400-an pengunjung, pada hari kedua PPKM ini dikunjungi oleh tidak lebih dari 50 wisatawan,” katanya.

Suci menjelaskan, Dinas Pariwisata Sleman mengeluarkan SE Nomor 836/029 tertanggal 8 Januari 2021 untuk menindaklanjuti Instruksi Bupati Sleman No. 01/INSTR/2021 tanggal 8 Januari 2021 tentang Kebijakan Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat dalam Rangka Pengendalian Penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sleman.

“Surat Edaran tersebut lebih spesifik mengatur terkait operasional tempat usaha jasa pariwisata, destinasi pariwisata, dan juga kuliner agar jam buka operasionalnya hanya sampai pukul 19.00 WIB. Sedangkan untuk layanan antar/dibawa pulang sesuai dengan jam operasional,” katanya

Suci menambahkan, untuk mencegah penyebaran Covid-19 selama masa PPKM dari 11 sampai dengan 25 Januari 2021 tempat kuliner pelayanan makan di tempat dibatasi kapasitasnya hanya 25 persen dari daya tampung. “Sedangkan untuk tempat wisata alam agar lebih konsisten untuk pembatasan pengunjungnya maksimal 50 persen dari daya tampungnya serta tidak menyelenggarakan kegiatan yang berpotensi menciptakan kerumunan pada destinasi wisata,” katanya.

Beberapa destinasi lainnya di Sleman seperti Candi Ijo, Candi Sambisari, dan Taman Pelangi Monjali, tutup pada masa penerapan PPKM. “Sedangkan Museum Gunung Merapi hanya pada masa PPKM ini mengubah hari pelayanan kunjungannya, melayani kunjungan hari Selasa sampai dengan Jumat, dan pada hari Sabtu, Minggu, dan Senin, tutup,” kata Suci.

Sementara itu, jumlah pembatalan reservasi hotel di Daerah Istimewa Yogyakarta selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), 11–25 Januari 2021 telah mencapai angka 45 persen. Hal tersebut disampaikan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Cabang DIY Deddy Pranowo Ernowo di Yogyakarta, Kamis 14 Januari 2021.

 “Pembatalan mulai muncul ketika ada isu PSBB lagi. Kira-kira mulai tanggal 2 Januari 2021 pembatalan mulai muncul,” kata Deddy. Kemudian setelah pemerintah mengumumkan kebijakan PPKM, pembatalan reservasi hotel pun makin banyak.
Hingga kini, rata-rata okupansi hotel di seluruh wilayah DIY hanya mencapai angka 15 persen. Kondisi reservasi pun, kata Deddy, masih sulit. Tidak banyak reservasi terjadi di hotel DIY akibat adanya PPKM ini. “Pembatalan karena mereka takut dari daerahnya enggak bisa keluar dan begitu sampai tujuan tidak diterima,” ujar Deddy.


Deddy menyebut, rata-rata okupansi hotel di DIY selama masa libur Nataru 2020/2021 hanya mencapai 18,5 persen. Sementara target okupansi yang mereka tetapkan adalah 70 persen. Hingga kini, PHRI Cabang DIY belum menetapkan rencana atau strategi yang akan dilakukan ke depannya setelah PPKM berakhir. Pasalnya, setiap kali pihaknya merencanakan strategi baru yang sudah dipersiapkan dengan matang, seringkali muncul kebijakan baru dari pemerintah yang pada akhirnya mengganggu jalannya strategi tersebut. “Contoh Desember kemarin. Tiga bulan sebelum itu strategi kita sudah kita rancang. Tapi tiba-tiba ya sudah selesai saja karena kebijakan yang mendadak. Kita bingung perencanaannya apa lagi,” sambung Deddy.


Walaupun begitu, Deddy mengaku tetap mendukung kebijakan pemerintah terkait PPKM tersebut. Menurut dia, saat ini sektor pariwisata, termasuk hotel sedang mengalah agar sektor kesehatan bisa kembali membaik. Nantinya, ia berharap sektor kesehatan dan ekonomi bisa kembali berjalan beriringan

agendaIndonesia

*****

20 Kekayaan Intelektual Indonesia Ikuti HKILS 2021

20 kekayaan intelektual Indonesia lolos untuk ikut Hong Kong Licensing Show 2021

20 kekayaan intelektual Indonesia mengikuti Hong Kong International Licensing Show 2021 (HKILS 2021). Ke-20 kekayaan intelektual itu melewati seleksi ketat untuk bisa ikut di ajang ini.

20 Kekayaan Intelektual Indonesia

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengapresiasi 20 pemilik kekayaan intelektual (KI) asal Indonesia yang dapat mengikuti ajang Hong Kong International Licensing Show 2021 (HKILS 2021).

Dalam keterangannya, Selasa 12 Januari 2021, Sandiaga mengatakan, 20 pemilik KI ini telah mengikuti seleksi ketat melalui proses kurasi yang dilaksanakan oleh Kemenparekraf/Baparekraf dan sejumlah kurator profesional dalam program Katapel. Melalui program ini, ke-20 pemilik KI tersebut juga difasilitasi untuk ikut serta dalam Hong Kong International Licensing Show 2021 yang dilaksanakan pada 11-15 Januari 2021. “Melalui program ini, kita ingin mempromosikan kekayaan-kekayaan intelektual asli Indonesia ke dunia internasional,” kata Sandiaga.

Selain itu, Sandiaga mengungkapkan partisipasi ke-20 pemilik KI Tanah Air dalam HKILS 2021 ini merupakan bentuk inovasi dan kolaborasi antara Kemenparekraf/Baparekraf dengan pelaku industri kreatif lokal. “Dengan kolaborasi yang terjalin antara pelaku ekonomi kreatif dan pemerintah serta dengan menciptakan inovasi-inovasi baru dalam berkarya, kita bisa membangkitkan kembali sektor ekonomi kreatif di Indonesia,” katanya.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf, Nia Niscaya, menambahkan selain melakukan seleksi pemilik kekayaan intelektual, program Katapel yang dilaksanakan oleh Kemenparekraf/Baparekraf juga memperkenalkan karya dari para pemilik kekayaan intelektual Indonesia dengan para calon pembeli yang berasal dari berbagai belahan dunia. Nia mengatakan fasilitasi ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah dari kekayaan intelektual lokal yang diharapkan bisa menjadi salah satu alternatif ekspor Indonesia.

“Basis industri kreatif sangat mengandalkan kekuatan kapitalisasi kekayaan intelektual untuk mendapat nilai tambah ekonomi. Saat situasi pandemi seperti ini, ekonomi kreatif khususnya dalam aspek komersialiasi kekayaan intelektual bisa menjadi alternatif bagi kita untuk meningkatkan nilai ekspor,” kata Nia.

Sementara itu, Direktur Pemasaran Ekonomi Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf, Yuana Rochma Astuti, menuturkan Hong Kong merupakan salah satu hub ekonomi penting di Asia karena letak geografisnya yang strategis. Selain itu, Hong Kong juga salah satu pasar komersialisasi kekayaan intelektual terbesar di dunia.

“Kami berharap melalui program ini ekonomi kreatif nasional berbasis kapitalisasi kekayaan intelektual atau penjualan lisensi karya bisa bersaing di pentas global sehingga bisa mendorong peningkatan ekspor dan produk domestik bruto ekonomi kreatif,” ujar Yuana.

Adapun ke-20 pemilik KI yang terpilih mengikuti HKILS 2021 ini adalah Tahilalats, Garudayana, Komik Ga Jelas, Emak Matic, Manguni Squad, Gugug!, Ghosty’s, dan Mintchan. Serta Si Juki, Bumilangit, Dudu, Kareem & Khaleel, Damn! I Love Indonesia, Maple Haven, Fun Cican, Ghost Parade, Where is My Cat?, Warganet Life, Meng, dan Niion.

20 Kekayaan intelektual Indonesia mengikuti Hong Kong intelectual licensing show 2021.
20 Kekayaan intelektual Indonesia mengikuti Hong Kong Intelektual Licensing Show 2021. Foto: Dok. Kemenparekraf

Sehari sebelumnya, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyatakan siap mendukung pengelolaan ekosistem mangrove untuk dapat dikembangkan menjadi pariwisata berbasis ekowisata. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, dalam keterangan medianya, mengatakan bahwa ekosistem mangrove ini memiliki potensi wisata yang diminati oleh generasi milenial.

“Pada prinsipnya kami sangat mendukung. Kebetulan kami memiliki pengalaman mengembangkan wisata menanam bibit mangrove di Kepulauan Seribu dan di Jakarta Utara. Pengelolaan ekosistem mangrove ini bakal jadi salah satu destinasi wisata dengan minat khusus yang diminati oleh para milenial,” ujar Sandiaga dalam Rapat Video Conference yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

Pengelolaan ekosistem Mangrove lahir sesuai arahan Presiden Joko Widodo untuk kelestarian lingkungan yang diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik di berbagai sektor termasuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Gerakan tersebut kemudian dijalankan dengan sinergi aktif berbagai Kementerian/Lembaga di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi termasuk Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata Ekonomi Kreatif.

Lebih lanjut, Sandiaga menjelaskan bahwa ekosistem mangrove tidak hanya dapat dimanfaatkan untuk sektor pariwisata namun juga dimanfaatkan dari sisi sektor ekonomi kreatif, yakni dengan pembuatan makanan khas daerah seperti dodol, sirup, keripik, dan sebagainya.

Sandiaga pun siap mengemas wisata mangrove dengan kekinian, yakni membuat spot instagramable dan menarik untuk dijadikan konten media sosial milenial seperti Tik Tok. Hal ini bertujuan agar menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.

agendaIndonesia

*****

Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia 2021

Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia 2021 Diluncurkan

Gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia 2021 kembali diluncurkan tahun ini, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) siap mendukungnya. Gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) yang kembali diluncurkan tahun ini dimaksudkan agar masyarakat semakin mencintai dan menggunakan produk ekonomi kreatif karya anak bangsa, khususnya usaha menengah, kecil dan mikro (UMKM). Diharapkan dengan adanya gerakan ini, produktivitas UMKM kembali meningkat dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat.

Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia 2021

Peluncuran Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia 2021 (Gernas BBI 2021) diselenggarakan secara hybrid dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Senin 11 Januari 2021. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno, dalam keterangan medianya, Senin 11 januari 2021, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam “Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia 2021”.

Kegiatan ini, kata Menteri Uno, merupakan wujud nyata sinergi yang baik antara pemerintah dengan pihak swasta dalam upaya membantu meningkatkan kesejahteraan para pelaku UMKM.

“Gerakan ini sebagai bentuk kampanye nasional dalam mendorong pelaku UMKM untuk go digital, serta lebih meningkatkan kehadiran produk-produk lokal yang inovatif dan memiliki daya saing tinggi dengan memaksimalkan kearifan lokal sebagai ciri khas. Selain itu, Gernas BBI juga mendorong kita untuk untuk saling gotong-royong, gerak bersama dalam membangun pelaku usaha sektor ini dengan mencintai dan membeli produk-produk hasil UMKM,” ujar Menparekraf Sandiaga.

Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia lahir sesuai arahan Presiden Joko Widodo untuk kebangkitan industri ekonomi kreatif tanah air agar menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Gerakan tersebut kemudian dijalankan dengan sinergi aktif dari 13 Kementerian/Lembaga di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi termasuk Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata Ekonomi Kreatif.

Pada program BBI 2020, sebanyak 3,4 juta UMKM tergabung dalam ekosistem digital. Sandiaga berharap di tahun ini semakin banyak pelaku UMKM yang go digital. “Untuk masyarakat Indonesia, kita harus lebih mencintai, membeli, dan menggunakan produk-produk lokal yang dihasilkan oleh pelaku UMKM Indonesia,” kata Sandiaga.

Dalam upaya mendukung program Gernas BBI, tahun lalu Kemenparekraf juga menginisiasi program Beli Kreatif Lokal. Selain kampanye untuk mendorong masyarakat lebih mencintai produk lokal, program tersebut juga memberikan berbagai pendampingan bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan kompetensi diri dan memberikan keterampilan dalam memanfaatkan teknologi digital.

Dampak yang dirasakan pelaku UMKM dari program tersebut adalah meningkatnya kapasitas dan daya saing, sehingga karya yang dihasilkan mampu memiliki nilai jual yang tinggi dan berkualitas.

Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia 2021 Diluncurkan.
Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia 2021 diluncurkan untuk mendorong peningkatan produk-produk dalam negeri, khususnya karya UMKM. Foto:Dok. Kemenparekraf

Data dari belikreatiflokal.id menyebutkan, tahun lalu program tersebut terbukti memberikan dampak yang sangat besar. Dimana total revenue keseluruhan pelaku yang bergabung mencapai Rp 22,272,199,667 dan menyerap banyak tenaga kerja. “Program pendampingan ini akan terus kita lakukan dan diperluas,” kata Menparekraf Sandiaga.  

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Pandjaitan, dalam peluncuran Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia 2021 mengatakan bahwa gerakan ini merupakan bentuk semangat dan gotong royong yang dilakukan oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan kalangan swasta dalam upaya mendorong pelaku UMKM (Artisan Indonesia) untuk menghadirkan produk berkualitas.

“Kita melihat kemajuan dari setahun yang lalu, produk UMKM kita semakin baik. Ragam produk pilihan UMKM mengubah mindset kita terhadap produk Indonesia yang nyatanya memiliki kualitas premium dan membanggakan. Bangga menggunakan produk lokal adalah bentuk perjuangan bangsa kita pada saat ini,” kata Luhut.

Menteri Luhut mengungkapkan rasa senangnya karena banyak masyarakat Indonesia yang betul-betul membeli dan menggunakan produk-produk karya anak bangsa. “Saat ini, pembelanjaan produk artisan Indonesia juga sudah dipermudah melalui sistem pembayaran berbasis digital, yaitu QRIS, yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia,” ujar Luhut.

Luhut juga berpesan agar masyarakat Indonesia bisa bahu-membahu membantu pelaku UMKM agar bisa menghasilkan produk yang berkualitas. “Mari kita bersatu untuk meningkatkan kualitas dan penjualan produk lokal Indonesia. Kami yakin bahwa partisipasi dari semua pemangku kepentingan akan mampu menjaga momentum pemulihan perekonomian nasional,” ungkap Luhut.

agendaIndonesia

*****

Musisi Indra Lesmana Bikin 1 Lagu Wisata

Musisi Indra Lesmana membuat lagu Citra Nusantara untuk mendukung pariwisata

Musisi Indra Lesmana digandeng Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk mengangkat keindahan alam Indonesia. Khususnya 5 destinasi super prioritas melalui lagu yang berjudul ‘Citra Nusantara’.

Musisi Indra Lesmana

Lagu ‘Citra Nusantara’ adalah karya musik ciptaan Indra Lesmana, yang liriknya ditulis oleh Hon Lesmana pada Desember 2020. Karya ini kemudian dikembangkan menjadi sarana perekat hubungan sosial budaya, jejak karya kriya, perdamaian, persatuan, yang mana sesuai dengan program Kemenparekraf.

Musisi Indra Lesmana mengatakan bahwa melalui lagu ini dirinya ingin mengangkat keindahan alam dan ragam budaya Indonesia, khususnya di 5 destinasi super prioritas. Karya ini, katanya, ingin menampilkan kolaborasi musik dan suara dari berbagai seniman musik Indonesia. “Gambaran tentang pemandangan keindahan lima destinasi super prioritas dan beberapa lokasi lainnya di Indonesia bersama kekayaan alam, keragaman budaya, kerukunan dan semangat kreativitas masyarakat dalam berkarya,” ujar Indra.

Musisi Indra Lesmana menciptakan lagu Citra Nusantara untuk mendukung pariwisata Indonesia.
Musisi Indra Lesmana membuat lagu Citra Nusantara untuk mendukung pariwisata Indonesia. Foto:Istimewa-Dok.Kemenparekraf

Lebih lanjut, Indra berharap bahwa lagu Citra Nusantara dapat menjadi semangat bagi para pendengar dalam berbagai situasi. Dirinya ingin lagu ini bukan hanya bicara soal keadaan pandemi saat ini, tapi ia berharap lagu ini bisa membuat semangat kembali semuanya sebagai bangsa yang besar. Bahwa kita ini bisa hidup seperti sekarang karena kebesaran bangsa ini. “Kebersamaan, gotong royong, kedamaian, yang kita sampaikan lewat lagu ini. Kemudian ini bisa menjadi kekuatan baru, terutama generasi milenial yang saya kira saat ini sudah lama enggak dapat lagu seperti ini,” ujar Indra Lesmana.

Selain lagu untuk penyemangat, sebelumnya Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, melakukan diskusi untuk membahas berbagai potensi kolaborasi dengan Grab Indonesia. Terutama yang akan difokuskan pada lima destinasi super prioritas.

“Sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo bahwa satu tahun ini akan cukup berat. Jadi, kita fokus pada penyiapan lima destinasi super prioritas. Penyiapan ini bukan hanya infrastrukturnya atau transportasinya saja, tetapi juga pengalaman yang akan kita siapkan untuk para wisatawan,” kata Sandiaga saat berdialog siang dengan Grab Indonesia secara daring, di Jakarta, Minggu 10 Januari 2021.

Oleh karena itu, Menparekraf berinisiasi meningkatkan kerja sama dengan Grab, untuk menyiapkan platform pariwisata digital agar wisatawan bisa memperoleh experience baru dalam berwisata.

President of Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata, menjabarkan potensi kerja sama yang ia sesuaikan dengan pilar yang dicanangkan oleh Menparekraf Sandiaga untuk mengembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif, yaitu inovasi, adaptasi, dan kolaborasi.

Ia menjelaskan inovasi yang akan dilakukan oleh Grab yakni pariwisata digital dengan layanan Grab Travel Pass yang dapat diimplementasikan di tiap destinasi super prioritas, yaitu Labuan Bajo, Mandalika, Likupang, Borobudur, dan Danau toba.

“Jadi dengan aplikasi tersebut wisatawan tidak hanya bisa order untuk mobilitasnya saja, tapi juga makanan, dan bahkan bisa untuk booking hotel, pesen tiket atraksi wisata, serta ada juga telemedicine. Kita sediakan layanan digital satu paket yang mencakup hal-hal tersebut,” ujar Ridzki.

Lebih lanjut, Ridzki menjelaskan pihak Grab juga telah menyiapkan 5,000 unit EV Tourism, yaitu kendaraan listrik yang disiapkan untuk mendukung aktivitas pariwisata yang ramah lingkungan. Ada EV roda empat, roda dua, dan juga scooter.

“Untuk EV roda empat telah disiapkan di Bandara Soekarno Hatta, sedangkan e-scooter sangat cocok untuk diimplementasikan pada kawasan wisata, seperti Taman Wisata Candi Borobudur,” kata Ridzki.

Sementara, terkait dengan adaptasi, pihak Grab Indonesia mendukung sepenuhnya protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environment Susntainability). Dengan standar terbaru yang dirumuskan oleh pemerintah, Grab meluncurkan GrabCar Protect dan GrabBike Protect yang dilengkapi dengan partisi dan perlengkapan kebersihan, serta sertifikasi protokol CHSE untuk merchants GrabFoods. Hal ini dilakukan untuk mendorong kepercayaan, kenyamanan, dan keamanan wisatawan di destinasi super prioritas.

Terakhir, kolaborasi melalui akselerasi digitalisasi UMKM ekonomi kreatif dan membuka kesempatan kerja. Grab Indonesia juga mendukung gerakan #BeliKreatifLokal yang merupakan program kampanye #BanggaBuatanIndonesia yang diinisiasi pemerintah untuk mendukung pertumbuhan UMKM ekraf di tengah pandemi COVID-19.

“Kolaborasi antarlembaga ini sangat dibutuhkan, karena tidak hanya untuk menumbuhkan pariwisata, tapi juga untuk menumbukan ekonomi kreatifnya, menumbuhkan UMKM yang berpernah besar sebagai pahlawan nasional Indonesia ,” ungkap Ridzki.

agendaIndonesia

*****