Tenun Sekomandi, Persaudaraan 480 Tahun

Tenun sekomandi berusia sekitar 480 tahun, ternasuk tenun tertua di dunia.

Tenun sekomandi adalah warisan leluhur masyarakat Kalumpang-Mamuju di Sulawesi Barat. Tenun ini  dipercayai sebagai salah satu tenun tertua di dunia dengan rentang usia lebih dari 480 tahun.

Tenun Sekomandi

Nama tenun ini terdiri dari dua kata, yaitu “seko” yang artinya persaudaraan atau kekeluargaan, serta “mandi” yang artinya kuat atau erat. Secara garis besar, tenun sekomandi bermakna ikatan persaudaraan yang kuat. Setiap corak dan warna benang dari tenun sekomandi mengandung makna spiritual. 


Meski sudah berusia ratusan tahun, masih cukup banyak masyarakat yang belum mengenalnya. Padahal, tempat perajin kain tenun sekomandi di Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju, sudah menjadi salah satu destinasi wisata yang sering dikunjungi wisatawan. Di sana, para pelancong dapat menyaksikan langsung proses pewarnaan dan pemintalan benang yang kemudian dijalin menjadi kain tenun sekomandi.

Sesungguhnya ada tiga jenis kain tenun yang dimiliki oleh Provinsi Sulawesi Barat. Ke tiganya masing-masing adalah kain tenun sekomandi yang merupakan warisan masyarakat Kalumpang, Kabupaten Mamuju. Kemudian ada kain tenun Sutera Suku Mandar, dan ke tiga adalah kain tenun Sambu (sarung) dari Kabupaten Mamasa. Ketiganya cukup popular, namun memang masih jarang yang membahas tenun ini.

Tenun sekomandi dari masa ke masa memiliki 11 macam motif.  Namun, motif tenun Mamuju ini yang paling popular ialah motif Ulu Karua. Ada pula motif Baba Deata, atau motif Ulu karua lepo, dan motif lelen sepu.

Motif Ulu Karua bermakna delapan ketua adat atau delapan pemangku adat. Menurut sejarah atau mitosnya, penamaan “Ulu Kalua” berasal dari sejak zaman dahulu, saat nenek moyang mereka pergi berburu dengan anjingnya, lalu masuk ke dalam gua. Ketika keluar gua, anjing itu menggigit daun bermotif. Itulah asal mula motif pertama tenun sekomandi, Ulu Karua.

Proses pembuatannya pun cukup unik. Tenun ini berasal dari kulit kayu yang diproses dengan cara ditumbuk, lalu diolah untuk dipintal. Selanjutnya, bahan tersebut diberi pewarna alami, seperti tanaman cabai yang terlebih dahulu diracik kemudian dicampurkan dengan pewarna lainnya untuk memperindah kain tenun masyarakat Mamuju ini.

Tenun Sukomandi sudah berusia sekitar 480 tahun dan merupakan salah satu tenun tertua di dunia.
Tenun ikat Sukomandi khas Mamuju, Sulawesi Barat. Foto: Dok. Kemanparekraf

Selanjutnya, proses pembuatan kain sekomandi dimulai dengan pemintalan benang yang berasal dari biji pohon kapas yang kadang juga menggunakan kapuk. Benang-benang yang sudah terpintal tersebut kemudian diberi warna sesuai pesanan. Dahulu pemberian warna pada benang sekomandi menggunakan pewarna alami yang berasal dari alam.

Untuk warnanya sendiri, kain tenun Sekomandi didominasi oleh warna coklat, merah dan krem, dengan warna dasar hitam. Pembuatan sehelai kain tenun Sekomandi bisa memakan waktu berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan.

Tenun ikat Sekomandi diperkirakan mulai diproduksi oleh masyarakat adat di wilayah kalumpang yang kini tersebar di kecamatan Bonehau dan Kecamatan Kalumpang Kabupaten Mamuju. Sekomandi oleh masyarakatnya dahulu dipakai untuk acara adat seperti ritual, pesta pernikahan, alat tukar/barter, seserahan mempelai pengantin dan lain sebagainya.

Seiring dengan perkembangan zaman, kain tenun ini kemudian dibuat ke dalam berbagai model fashion, salah satunya jaket bomber yang akan dipakai Menparekraf Sandiaga dalam acara Manakarra Fair 2022 Kamis malam, 14 Juli 2022. Ini adalah berkat inovasi dan kolaborasi yang dilakukan oleh para perajin di Rumah Tenun Sekomandi. Dengan demikian penghasilan para penenun bisa lebih meningkat.

Harga kain tenun sekomandi saat ini semakin tinggi seiring dengan meningkatnya minat masyarakat. Kain tenun sekomandi dengan motif sambo tanete, misalnya, untuk yang ujuran panjang 12 meter bisa dihargai hingga Rp 12 juta.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno berharap dengan bantuan semua pihak, termasuk perbankan dan Kemenparekraf, masyarakat bisa memasukkan Rumah Tenun Ikat Sekomandi ini dalam Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia. “Jadi nanti ke depan baju hari Kamis-nya Pak Gubernur ini mungkin diselipkan ada ornamen Sekomandi. Ini sebagai bagian dari penghargaan kita kepada produk produk tenun lokal kita,” kata Menparekraf Sandiaga.

Buat para pecinta kain tenun tentu bisa langsung datang ke tempat pembuatan kain tenun ini di Kalumpang. Desa itu merupakan salah satu pusat tenun Sekomandi khas Mamuju. Bagi Wisatawan yang ingin berkunjung ke tempat tersebut, dapat menempuh perjalanan sekitar 12 Km dari pusat Kota Mamuju, dengan waktu tempuh kurang lebih 15 menit menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat.

agendaIndonesia

*****

Kapal Phinisi Komodo, Asyik 3 Hari 2 Malam

Kapal phinisi komodo, liburan menikmati Labuan Bajo dengan kapal pribadi.

Kapal phinisi Komodo atau orang juga suka menyebutnya kapal Phinisi Labuan Bajo dua tahun terakhir semakin popular untuk menikmati tur di kawasan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Pilihan tripnya bisa disesuaikan keinginan wisatawan.

Kapal Phinisi Komodo

Ada sejumlah operator kapal phinisi Komodo yang umumnya kesemuanya bisa dikontak di Labuan Bajo. Bisa juga menghubungi melalui tur operator, baik di Labuan Bajo atau di Denpasar.

Kapal phinisi Komodo ini adalah pelayaran pribadi, jadi perjalanan dilakukan dengan cara mencarter satu kapal untuk satu grup pelancong. Kapalnya mulai dari yang berkapasitas enam orang, hingga yang bisa dipakai untuk 40 orang. Tentu harganya bervariasi.

Kapal yang untuk enam orang, misalnya, tarif untuk carter dua hari satu malam mulai dari Rp 12 juta. Sementara untuk yang berkapasitas 40 orang atau biasa disebut 40 pax, harganya mulai dari Rp 90 jutaan. Tapi itu bukan harga yang termahal, sebab ada juga yang tarifnya Rp 90 juta untuk 10 pax.

Kapal Phinisi Komodo bisa dipilih jika ingin mengunjungi kawasan Labuan Bajo

Perbedaan harga tersebut bukan sekadar jumlah kapasitas kapalnya, namun juga terkait jumlah kamar di dalam kapal, kemewahan interior, jenis fasilitas dan menu makan yang dipesan. Juga aktifitas yang dilakukan selama tur.

Jadi tarif tersebut termasuk, kapal Live on Board selama paket waktu yang dipesan dengan kapal Phinisi, kamar termasuk kamar mandi di dalam kamar, makan selama perjalanan, welcome drink, snack sore, air mineral, teh dan kopi. Termasuk pula pemandu wisata, life jacket, asuransi, alat snorkeling, penjemputan di bandara atau hotel. Yang asyik, termasuk dokementasi penuh sepanjang tur, foto dan aerial video (drone).

Perjalanan dengan kapal phinisi komodo ini wisatawan berkesempatan menjelajahi keindahan Labuan Bajo dengan mengunjungi 12 destinasi wisata di sepanjang perjalanan. Snorkeling sambil menjelajahi ekosistem laut yang indah seperti Manta Ray.

Atau trekking mengelilingi bukit-bukit asri sambil ditemani hewan endemik warisan dunia, Komodo. Mengunjungi berbagai destinasi pantai dengan keindahan yang unik, seperti Pink Beach.

Tak kalah menariknya adalah mengamati sunrise dan sunset di atas geladak kapal sambil menikmati hidangan lokal yang ditemani keindahan pantai. Dan yang pasti menikmati indahnya panorama eksklusif sepanjang perjalanan di kapal Phinisi.

Lalu apa saja yang bisa dilakukan sepanjang liburan dengan kapal phinisi Komodo tersebut. Berikut agendaIndonesia pilihkan tur tiga hari dua malam.

HARI PERTAMA

Meeting Point di bandara atau hotel di Labuan Bajo. Biasanya sekitar jam 9 pagi setelah sarapan. Rutenya hari pertama itu adalah Labuan Bajo–Manjarite–Pulau Kelor-Pulau Kalong.

Kapal Phinisi Pelita Arunika Pelni
Kapal phinisi Pelita Arunika milik Pelni ikut berlayar di kawasan Labuan Bajo. Foto: dok Pelni

Dari dermaga perjalanan dimulai menuju Pulau Kelor. Di pulai ini aktifitas yang dilakukan adalah trekking ke puncak bukit dan menikmati pemandangan dari puncak bukit.

Dari Pulau Kelor perjalanan dilanjutkan menuju Manjarite untuk snorkeling menikmati pemandangan bawah laut dan terumbu karang. Dari Manjarite perjalanan dilanjutkan menuju Pulau Kalong untuk menikmati sunset dengan view jutaan kelelawar yang terbang menutupi langit. Makan malam lalu istirahat.

HARI KE DUA 

Setelah sarapan pagi yang asyik dengan pemandangan laut, perjalanan hari ke dua dimulai ke Pulau Padar. Dari sana dilanjutkan menuju ke Pulau Komodo untuk bertemu dengan komodo, trekking sesuai dengan pilihan rute.

Puas kangen-kangenan dengan komodo, dilanjutkan  menuju Pink Beach untuk foto-foto dan bersnorkeling ria di pantai cantik ini. Sebelum malam singgah di Manta Point untuk bertemu dengan ikan pari manta yang besar. Setelah itu makan malam dan istirahat atau santai di kapal.

Kapal phinisi komodo bisa hop in-hop off, salah satunya ke Pulau Kenawa
Pulau Kenawa. Foto: shutterstock

HARI KE TIGA

Setelah sarapan ur dilanjutkan langsung menuju Taka Makassar, dan foto-foto di pulau pasir kecil di tengah laut ini. Puas foto-foto, perjalanan dilanjutkan menuju Pulau Kenawa untuk snorkeling dan menikmati keindahan pulau yang memiliki satu resort ini.

Setelah puas bermain air dan foto-foto di Pulau Kanawa kita siap untuk kembali ke Labuan Bajo. Jika waktu masih memungkinkan kita bisa singgah di Pulau Bidadari untuk santai di pantai dan snorkeling lagi.

Tiba di Labuan Bajo petugas akan mengantarkan tamunya menuju bandara atau hotel tempat menginap masing-masing.

Seluruh pejalanan dengan kapal phinisi Komodo adalah pelayaran pribadi , sehingga bisa saja wisatawan mengajukan opsi lain untuk mengunjungi seluruh destinasi wisata di Labuan Bajo. Semua bisa dilakukan sesuai keinginan perjalanan pelancong.

Bisa saja ada hari yang sepenuhnya berada di Taman Nasional Komodo. Terkenal sebagai warisan dunia, Taman Nasional Komodo menjadi daya tarik yang tidak boleh terlewatkan jika wisatawan berada di kawasan Labuan Bajo.

Wisata dengan kapal phinisi komodo umumnya bersifat  fleksibel sehingga wisatawan dapat menyesuaikan waktu, durasi trip, anggaran, jenis kapal phinisi, jumlah peserta, dan destinasi wisata sesuai keinginan.

agendaIndonesia

*****

Wisata Gunung Berapi, Pesona 4 Kawah

Wisata gunung berapi tak cuma dengan mendaki, tapi juga bisa menikmati kawahnya Kawah Ijen-Foto mario la pergola-unsplash.

Wisata gunung berapi rasanya sudah biasa untuk para penikmat wisata alam. Banyak orang yang tak menyukai pendakian gunungnya, namun sangat bisa menikmati bagian dari gunung. Ya, letusan gunung berapi ternyata menyisakan kawah yang indah.

Wisata Gunung Berapi

Sudah sejak lama kawah Tangkuban Perahu di Jawa Barat menjadi salah satu objek yang menarik bagi wisatawan. Hampir setiap karya wisata yang melibatkan anak-anak sekolah yang berkunjung ke Bandung, dapat dipastikan akan memasukkan spot ini ke dalam jadwalnya.

Di negeri yang kaya dengan gunung berapi seperti Indonesia, salah satu obyek wisata gunung berapi yang unik adalah kawah. Sejatinya, kawah terbentuk dari letusan gunung berapi. Seiring dengan berjalannya waktu, kawah yang terbentuk itu menebarkan pesona keindahan dan keunikan tersendiri.

Ada puluhan kawah yang menjadi tujuan wisata, berikut ini kami pilihkan empat kawah yang menyedot banyak perhatian wisatawan.

Suara Burung di Kamojang

Kawah Kamojang yang terletak di Garut, Jawa Barat, ini memiliki beberapa titik kawah yang diberi nama berdasarkan suaranya yang unik. Ada Kawah Manuk yang jika berada di dekatnya Anda akan mendengar suara seperti burung.

Ada juga Kawah Kereta Api yang memiliki suara seperti kereta api. Bahkan ada juga yang terdengar seperti peluit. Kawah Sakarat merupakan kawah yang suaranya mirip dengan orang sekarat. Selain itu, ada pula Kawah Hujan yang unik. Di kawah ini terasa seperti sedang hujan. Jika berada di dekatnya, Anda akan sedikit basah seperti terkena gerimis.

Selain menikmati keunikan kawahnya, di sini pengunjung juga bisa datang untuk berendam air panas. Lokasi Kawah Kamojang berada di area geothermal PLTU Kamojang, Garut. Tepat berada di area perbatasan kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung.

Berbahaya tapi Elok

Kawah Ijen merupakan pusat danau kawah terbesar di Dunia terletak di Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.

Wisata gunung berapi salah satunya dengan mengunjungi Gunung Ijen di Jawa Timur untuk menikmati pesona kawah Ijen.
Wisata gunung berapi untuk menikmati pesona kawahnya. Foto: Dok. unsplash

. Kawah ini bisa memproduksi 36 juta meter kubik belerang dan hidrogen klorida dengan luas sekitar 5.466 hektare. Meski berbahaya, kawah ini memiliki keindahan yang luar biasa.

Danau Ijen memiliki derajat keasaman nol dan kedalaman 200 meter. Keasamannya yang sangat kuat dapat melarutkan pakaian dan jari manusia.

Saat berada di kawasan Kawah Ijen, pelancong bisa menyaksikan para penambang yang sibuk membawa tumpukan belerang di punggung mereka. Selain itu, menyusuri jalan yang curam dan dipenuhi oleh gas beracun yang berbahaya.

Untuk mencapai Kawah Ijen ada dua jalur yang bisa dilalui. Pertama melalui Banyuwangi. Namun rute praktis lebih sulit dilalui karena kondisi jalan yang tidak terlalu bagus. Jalur ini biasanya digunakan para pendaki untuk rute pendakian wisata gunung berapi Ijen.

Rute kedua melalui Kota Bondowoso. Berangkat dari Bondowoso, lalu menuju Wonosari, dan dilanjutkan ke Sempol dan akhirnya ke Patulding. Dari Patulding tinggal berjalan kaki melewati jalan setapak dan tebing kaldera sejauh 2 kilometer menuju Kawah Ijen. Jalur dari Bondowoso ini lebih baik dari Banyuwangi karena kondisi jalan yang bagus dan relatif mulus. Jarak tempuh jalur Bondowoso ini mencapai 70 kilometer dengan pemandangan pohon kopi dan hutan pinus yang indah.

Danau Kawah

Kawah Putih adalah sebuah danau kawah dari Gunung Patuha yang terletak di daerah selatan Bandung, Jawa Barat. Dulu, sebelum Kawah Putih dibuka untuk umum, masyarakat setempat percaya bahwa Kawah Putih menyimpan misteri dan angker karena banyak burung yang mati saat melintasi Kawah Putih. Namun anggapan itu ternyata salah.

Wisata gunung berapi di selatan Bandung bisa dilakukan dengan mengunjungi Kawah Putih.
Pesona Kawah Putih di Ciwidey, Jawa Barat. Foto: unsplash

Pada 1987, kawasan Kawah Putih dijadikan sebagai obyek wisata gunung berapi. Keindahan danau Kawah Putih memang sangat mempesona. Danau Kawah Putih memiliki ciri khas dan keunikan, yaitu air di danau kawahnya bisa berubah warna, seperti hijau apel, kebiru-biruan bila cuaca terang terkena pantulan matahari, atau cokelat susu.

Namun paling sering terlihat airnya berwarna putih disertai kabut tebal di atasnya. Kawasan ini tidak jarang dijadikan sebagai obyek untuk foto prewedding lantaran pemandangannya yang eksotis.

Kawah Putih Ciwidey Bandung berada di lokasi yang sangat strategis, yakni di tengah kawasan wisata Ciwidey, tepatnya di Jalan Raya Ciwidey Patengan Kilometer 11 Bandung, Jawa Barat.

Berbeda Warna

Kawah lain yang tak kalah indah sekaligus unik adalah Danau Kelimutu yang terletak di dekat Desa Moni, di Pulau Flores. Danau yang menempati kawah ini terdiri atas tiga danau yang masing-masing memiliki warna berbeda. Danau Orang Tua atau Tiwu Ata Mbupu memiliki warna biru.

Wisata gunung berapi yang terkenal adalah ke Gunung Kelimutu untuk menikmati kawahnya yang menjadi danau Kelimutu.
Danau/kawah Tiwu Nua Mori Koo Fai dan Tiwu Ata Polo, di Taman Nasional Kelimutu, Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur. Foto: DOk. TL/Rully

Sedangkan dua danau lain, yakni Muri Koo Fai (Danau Anak Muda dan Perawan) berwarna hijau dan Tiwu Ata Polo (Danau Pikat), berwarna kemerahan. Warna-warni yang terlihat di kawasan Kawah Kelimutu ini ternyata bisa berubah-ubah tanpa bisa diprediksi sebelumnya.

Dari ke empat kawah yang disampaikan di sini, Kelimutu tentu yang cukup sulit dicapai karena berada di Gunung Kelimutu. Perjalanan ke Kelimutu bisa dilakukan melalui kota Ende, bisa pula dicapai melalui Labuan Bajo.

agendaIndonesia

*****

4 Acara Malam Seru di Yogyakarta

Kunjungan wisatawan ke Yogyakarta salah satunya ke Pasar Malam Yogyakarta turun sepanjang pelaksanaan PPKM.

4 acara malam seru di Yogyakarta, selain nongkrong di angkringan, atau menikmati Malioboro dengan ribuan dagangan asongan, ini bisa jadi alternatif saat harus menghabiskan malam-malam di kota ini.

4 Acara Malam Seru di Yogyakarta

Namun, keseruan malam di Kota Pelajar itu tak habis di sana. Bila Anda sedang liburan di Jogja dan mencari keasyikan di petang hari selain nongkrong di angkringan, empat aktivitas ini bisa dijajal dilakukan.

Titik 0 Yogyakarta naufal hilmiaji unsplash
Wisata Yogyakarta pada malam hari.

Photo by Naufal Hilmiaji on Unsplash

Menyaksikan Milkyway Sambil Berkemah

Milkyway atau Bima Sakti bisa disaksikan dengan jelas di tempat yang gelap tanpa lampu. Salah satu lokasinya adalah di pantai. Anda bisa menikmati milkyway di pantai selatan Yogyakarta sambil berkemah bersama kerabat. Pantai yang seru untuk menggelar tenda adalah Pantai Pok Tunggal di Kabupaten Gunungkidul.

Waktu tempuhnya 2 jam dari Kota Yogyakarta dengan berkendara. Di sana tersedia penyewaan tenda dengan tarif berkisar Rp 50 ribuan untuk kapasitas empat orang.

Menikmati Lampu Taman Pelangi

Taman Pelangi di kawasan Monumen Jogja Kembali (Monjali), Jalan Ring Road Utara, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta, bisa menjadi salah satu alternatif menikmati malam yang berbeda di Jogja. Apalagi, taman tersebut buka sampai malam, yakni mulai pukul 16.30 hingga 23.00.

Ada sekitar seratusan lampion dengan beragam jenis bisa menjadi latar berfoto. Di antaranya menggambarkan karakter tooh-tokoh kartun dan bebungaan. Harga tiket masuk untuk semua wisatawan, baik mancanegara maupun domestik, ialah Rp 20 ribu.

Wedang Ronde di Alun-alun Kidul

Alun-alun Kidul menjadi salah satu tempat pelancongan favorit kala malam hari di Jogja. Selain bisa mengayuh sepeda warna-warni yang sudah populer itu, kegiatan yang menyenangkan ialah menyeruput wedang ronde.

Sejumlah penjaja wedang ronde dapat dengan mudah dijumpai di kawasan Alkid—singkatan Alun-alun Kidul. Di tepi lapangan, bila petang, pedagang sudah bersiap menggelar lapak kaki lima di sana. Harga wedang ronde pun bermacam-macam. Rata-rata berkisar Rp 10 ribu.

Antre di Dapur Gudeg Pawon

Kuliner gudeg tengah malam memang sudah menjadi budaya yang melekat di Jogja. Salah satu yang banyak diburu ialah gudeg Jogja. Anda dapat menikmati makan nasi gudeg langsung di pawon atau dapur pemilik warung.

Gudeg Pawon beralamat di Jalan Janturan Nomor 36, Warungboto, Umbulharjo, Yogyakarta. Warung sederhana ini buka mulai pukul 22.00 hingga dinihari. Bila enggan mengantre, sebaiknya Anda datang lebih awal. Sebab, menjelang tengah malam, pengunjung biasanya akan membeludak.

F. ROSANA

Amplang Samarinda, Kriuk Sejak 1970

Amplang Samarinda menjadi oleh-oleh khas dari ibukota Kalimantan Timur.

Amplang Samarinda menjadi oleh-oleh wajib jika ada kerabat atau kawan yang habis liburan dari Samarinda atau Balikpapan, Kalimantan Timur. Meskipun kini amplang atau kadang juga disebut sebagai kuku macan bisa diperoleh di mana saja, namun buatan Samarinda tetap istimewa.

Amplang Samarinda

Amplang sendiri sebenarnya adalah makanan ringan tradisional yang juga dapat disamakan dengan kue kering ataupun juga sejenis kerupuk. Bisa pula disamakan dengan jenis cracker tradisional lainnya seperti rengginang.

Sejatinya, amplang Samarinda adalah makanan yang terbuat dari campuran tepung tapioka, bumbu rempah, dan ikan air tawar sebagai bahan utamanya. Disebut amplang Samarinda karena awalnya makanan ini memang merupakan makanan khas yang berasal dari Samarinda, dan juga Balikpapan, Kalimantan Timur.

akargurita 8 FzCty5W3U unsplash 2
Jembatan Mahakam di Samarinda. Foto: unsplash

Bahan utama amplang Samarinda yang juga biasa populer disebut sebagai kerupuk kuku macan ini adalah ikan tenggiri. Ikan ini merupakan ikan khas yang hidup di perairan sungai Mahakam ataupun juga sungai Karang Mumus di Samarinda.

Jenis ikan yang dianggap terbaik untuk bahan amplang Samarida adalah ikan belida atau dalam bahasa lokal disebut sebagai ikan pipih, karena rasa gurihnya yang lebih enak dan tekstur daging yang lembut saat dihaluskan. Rasa amplang yang gurih dan bertekstur renyah itu Ini merupakan perpaduan rasa dari ikan dan rempah-rempah pilihan tadi.

Secara tradisi, sebenarnya amplang Samarinda memang dibuat menggunakan bahan utama ikan pipih atau ikan belida, namun karena jenis ikan tersebut sudah semakin jarang. Untuk mengatasinya maka bahan ikan tersebut diganti menjadi ikan tenggiri atau juga bisa ikan gabus atau dalam bahasa lokal disebut ikan haruan.

Tidak ada informasi yang cukup sahih kapan amplang Samarinda ini mulai diproduksi oleh masyarakat setempat. Tidak ada pula catatan mengenai siapa pembuat awalnya.

Begitupun, menurut berbagai sumber referensi, secara historinya, amplang memang lebih kuat sejarahnya berasal dari Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Ini terkait dengan bahan utama ikannya tadi. Sementara soal waktunya, dari mulut ke mulut amplang ini sudah dibuat dan sudah ada sejak tahun 1970-an.

Amplang Samarinda aslinya menggunakan ikan pipih atau belida.

Sejak tahun 70-an itu, masyarakat setempat hanya mengetahui saat itu amplang telah menjadi usaha industri rumahan yang sudah berkembang. Usaha produksi amplang ini kemudian diwarisi secara turun-temurun hingga hari ini.

Saat ini, amplang atau kuku macan sudah diproduksi di banyak daerah. Setelah menjadi terkenal dan popular sebagai oleh-oleh khas  Samarinda, produksi pembuatan amplang semakin menyebar hingga ke beberapa daerah.

Di pula Kalimantan sendiri makanan ini gampang ditemui di Balikpapan, Banjarmasin di Kalimantan Selatan, Pontianak di Kalimantan Barat, bahkan bisa ditemui sebagai oleh-oleh dari Pangkalan Bun di Kalimantan Tengah.

Meski rasanya agak berbeda, kuku macan atau amplang juga bisa ditemui di Belitung, Provinsi Bangka Belitung. Juga karena secara geografis masih satu pulau, amplang sampai pula ke negara tetangga, yaitu Sabah dan Sarawak di Malaysia.

Saat ini siapa yang tidak mengeenal amplang? Makanan ringan ini telah menjadi makanan ikonik khas Kalimantan Timur, dan toko yang menjual amplang Samarinda sebagai oleh-oleh  pun sudah menjamur di kota-kota di Kalimantan Timur. Utamanya tentu di Samarinda.

Makanan ringan ini sangat cocok untuk dijadikan camilan saat bersantai, ataupun dijadikan oleh-oleh saat akan bepergian keluar kota. Jika ada wisatawan mempunyai kesempatan untuk jalan-jalan ke Samarinda, maka akan melihat banyak sekali penjual amplang yang ada di berbagai sudut kota ini.

Begitupun bagi para pelancong bila akan membeli untuk oleh-oleh, lebih gampang menemui camilan ini pada saat melintas di Jalan Slamet Riyadi di Kelurahan Karang Asam. Hal ini dikarenakan, di sepanjang pinggiran jalan ini memang terdapat berbagai outlet yang menjual amplang serta berbagai camilan lain yang menjadi ciri khas kota Samarinda.

Toko Oleg oleh Penjual Amplang Pemprovkaltim.jpg
Gerai oleh-oleh amplang Samarinda di Jalan Slamet Riyadi, Samarinda. Foto: Dok. pemprovkaltim.go.id

Di Samarinda ataupun Balikpapan, sebenarnya gampang sekali untuk menemukan camilan renyah amplang kuku macan, entah itu di kios-kios, toko, juga outlet-outlet karena amplang memang menjadi oleh-oleh khas kota ini. Amplang Samarinda atau kuku macan biasanya dijual di dalam bentuk kemasan dengan berat yang beraneka dimulai dari 200 gram, satu kilogram bahka sampai yang lima kilogram.



agendaIndonesia/audha alief P

*****

3 Sarapan Maknyus di Gang Gloria Glodok

ketuoat Lam Gang Gloria

3 sarapan maknyus di gang Gloria Glodok ini bisa menjadi pilihan menikmati kulinari di Jakarta. Gang dekat pasar Glodok, Jakarta Barat, tersebut penuh penjaja makanan, termasuk jenis kari, soto, dan ketupat sayur. Tertarik mencobanya untuk sarapan?

3 Sarapan Maknyus di Gang Gloria

Kari Lam

Akiong buru-buru berganti kemeja ketika pelanggan mulai berdatangan. “Sebentar ya, saya baru datang,” ujarnya kepada dua tamu yang duduk di ruangan berukuran sekitar 100 meter persegi itu. Lantas ia pun sibuk menyuwir daging ayam kampung sembari menyisir bihun. Jam belum genap menunjukkan pukul 09.00, waktu buka warung kari ayam dan sapi Kari Lam. Kemudian, ia membuka tutup kuali kuah kari. Asap pun membubung tinggi, bau harum santan bercampur daging ayam langsung tercium.

Sambil membubuhkan bawang goreng ke mangkuk kari, ia pun berkisah. “Warung ini sudah ada sejak 1973 di Gloria, Jakarta. Mulanya di Medan. Bapak saya yang bikin,” katanya. Nama Lam diambil dari sapaan ayah Akiong, Alam. “Jadi Kari Lam berarti Kari si Alam,” ujarnya.

Sudah tiga kali warung ini berpindah tempat, tapi selalu di Gang Gloria, dekat dengan Pasar Glodok. Terakhir 1990-an, dan saat itu pula warung itu dipegang penuh oleh Akiong. Selama tiga dekade terakhir ia melihat penurunan jumlah pengunjung, terutama setelah 1990-an. Pemicunya, warga etnis Tionghoa yang bermukim di wilayah Glodok dan sekitarnya mulai pindah ke perumahan Kelapa Gading, Serpong, dan Pantai Indah Kapuk. Belum lagi adanya krisis moneter.

Meski begitu, sampai sekarang masih ada pelanggan setia yang datang. Mereka biasanya yang kangen rasa kuah santan racikan keluarga Cina-Medan yang sangat khas: mlekoh, tapi tidak medok dan tak bikin enek. Selain itu, tekstur spesial daging ayam kampung yang empuk. Bila tak terlampau doyan ayam, Akiong juga menjual kari sapi.

Kari Lam

Ujung Gang Gloria, Jalan Pancoran, Glodok, Jakarta Barat

Buka: Pukul 09.00-15.30

Harga: Rp 40-45 ribu

Soto Betawi Afung

Soto Betawi Afung
Soto Betawi Afung di Gang Gloria, Glodok, Jakarta. Dok. TL/Frann

Bukan sekali-dua kali Siti Maemunah, pramusaji di warung milik Ho Tjiang Fung, mendengar pertanyaan para pengunjung ihwal kedai milik majikannya. “Cina kan biasanya identik jual mi, kok ini jual soto? Soto Betawi pula,” begitulah perempuan separuh baya tersebut menirukan ujaran para tamunya. Pertanyaan itu juga yang sempat terbersit kala TL menyusuri Gang Gloria dan membaca plakat berwarna kuning yang menggantung di pintu masuk warung.

“Soto ini memang yang punya asnawi, asli Cina-Betawi,” tutur Siti berseloroh. Mulanya, si empu warung membuka bisnis buah impor. Sayangnya, pada masa pemerintahan Soeharto, ujar Siti, importir sulit masuk ke Tanah Air. Karena itu, ia beralih jalur bisnis. Tepatnya pada 1982, Afung, yang dikenal memiliki keterampilan meracik masakan berkuah santan, membuka warung soto Betawi. Tak dinyana, warungnya eksis hingga kini.

Soto Betawi Afung memiliki rasa yang beda karena kuah santan yang dicampur dengan sumsum. Sementara dari penampilannya pun enak dipandang mata: semangkuk soto tersaji lengkap dengan isian daging sapi beserta urat, babat, plus paru yang digoreng garing. Bisa juga tambahan sumsum bila pelanggan kurang puas. “Tapi kalau kolesterolnya tinggi, sebaiknya jangan (menambah sumsum),” ujar Siti.

Soto Betawi Afung

Gang Gloria, Jalan Pancoran, Glodok, Jakarta Barat

Buka: Pukul 06.00-16.00

Harga: Rp 42 ribu

Ketupat Sayur Gloria Kartika Chandra

Lapaknya menyempil, hampir tak terlihat dari jalan setapak di gang pecinan. Jadi Anda harus bertanya untuk menemukan warung yang berdiri sejak 1960 tersebut. “Ya, dari dulu gini-gini saja. Hanya menggelar meja di depan toko orang, tapi syukurlah pelanggan sudah tahu (lokasinya),” tutur Sujono Chandra, si empunya dagangan.

Di lapak sederhana itu, 150 ketupat habis terjual dalam sehari. Generasi kedua pemegang warisan warung sayur asli Betawi itu malah bingung mengapa orang-orang dari berbagai daerah rela datang demi mencicipi masakannya. “Saya rasa olahannya sama dengan lainnya. Santannya sama, isinya sama. Mungkin sambal ebinya yang bikin nikmat,” katanya. Penampilan ketupat sayur yang kondang tersebut memang biasa. Hanya, porsinya sangat besar, cukup untuk dua orang. Namun ada sambal ebi yang disiram di atas racikan ketupat sayur.

Benar seperti yang dikatakan Sujono. Santan dan ketupat memang rasanya standar. Tapi yang membikin spesial adalah sambalnya. Gurih pedas yang muncul dari racikan sambal ebi, diperkuat oleh aroma legit santan. “Ini nikmatnya tiada tara, lho,” tutur seorang pengunjung berusia separuh baya yang saya temui. Sujono menggelar dagangannya dari pagi. Namun siang hari ia berpindah ke mulut gang. “Soalnya gentian sama pedagang lain. Ya begitulah nasibnya, pindah-pindah,” tuturnya.

Ketupat Sayur Gloria

Gang Gloria, Jalan Pancoran, Glodok, Jakarta Barat

Buka: 08.00-16.00

Harga: Rp 52 ribu (ketupat sayur plus ayam kampung), Rp 20 ribu (ketupat sayur saja)

F. Rosana/Frann

Bakmi Halal di Kelapa Gading, 6 Yang Lezat

Bakmi halal di Kelapa Gading menjadi pilihan bagi mereka yang senang mie tapi menyaratkan kehalalan. Foto: milik instagram penggila_bakmi

Bakmi halal di Kelapa Gading, Jakarta Utara, mungkin banyak yang mencari. Maklum daerah ini termasuk kawasan yang lebih banyak dihuni masyarakat Tionghoa, sehingga bagi mereka yang muslim yang menduga kuliner di sini lebih banyak yang non-halal.

Bakmi Halal di Kelapa Gading

Betulkah begitu? Ternyata tidak. Bahwa lebih banyak makanan yang non-halal karena menggunakan bahan dari daging babi memang betul. Namun ternyata bakmi halal di Kelapa Gading banyak juga pilihannya. ali ini agendaIndonesia mencoba mendata bakmi halal apa saja yang ada di Kelapa Gading. Selain halal, tentu saja mereka terkenal lezat dan layak dikunjungi. Beberapa bahkan termasuk legendaris. Berikut pilihannya.

Bakmi Ayam Kampung Atjuan

Melihat namanya, sudah pasti milik orang Tionghoa, namun ini adalah satu kedai bakmi halal di Kelapa Gading. Buat yang muslim pastinya aman makan di sini. Spesialnya Bakmi Atjuan, topping daging ayamnya melimpah.

Daging ayam yang digunakan adalah ayam kampung. Tak heran jika cita rasanya gurih dan tekstur nikmatnya khas. Selain ayam, topping lainnya ada swekiau, bakso sapi, dan pangsit rebus. Khusus ayamnya, karena ayam kampung, cenderung agak kering. Buat mereka yang senang daging yang lebih moist, bisa minta tambahan minyak sayur.

Pilihan bakmienya ada mie halus, lebar, bihun, hingga mie alot. Tekstur mie alotnya tebal, padat dan kenyal.

Kedai ini buka dari hari Selasa hingga Minggu mulai pukul 7-14.00 WIB. Setiap Senin bakmi Atjuan tutup, jadi jangan salah hari.

Bakmi Atjuan; Jl. Summagung I Blok A4 Nomor 2, Kelapa Gading, Jakarta Utara

Acong Pelopor Bakmi Halal

Ini boleh disebut pelopor bakmi halal di Jakarta Utara. Awalnya Bakmi Acong memulai usahanya di Pulomas pada 1977, sebelum memindahkan gerainya ke Kelapa Gading. Kedai bakmi sederhana ini termasuk yang legendaris. Hingga saat ini Bakmi Acong masih eksis. Pelanggan setianya daatang dari lintas generasi. Bagi penikmat bakmi ayam yang tinggal di kawasan Kelapa Gading tentu sudah tak asing lagi dengan warung Bakmi Acong yang nikmatnya oke banget ini.

Bakmi halal di kelapa Gading menjadi pilihan penyuka bakmi namun mensyaratkan kuliner halal. Ternyata ada pilihan yang cukup banyak, berikut 6 bakmi yang halal dan lezat,
Bakmi ayam Acong. Foto: milik Gadingeat

Jenis mie yang dipakai di kedai ini adalah mie keriting dengan topping ayam yang sudah diberi bumbu manis dan jamur. Rasa mienya khas berpadu dengan siraman kuah kaldu ayam yang gurih. Pangsit goreng dan baksonya juga enak. Warungnya buka setiap hari pukul 06.30-15.00 WIB.

Warung Bakmi Acong, Jl. Kelapa Kopyor Raya Blok M1 Nomor 12A, Kelapa Gading, Jakarta Utara

Bakmi Kepiting Tanjung Pura

Ini adalah buat mereka yang pernah mencicipi bakmi kepiting di Pontianak. Untuk mengobati rasa kangen bisa datang ke sini. Ini termasuk bakmi halal di Kawasan Kelapa Gading. Mereka buka sejak jam 8 pagi dan tutup jam 21.30 malam. Rentang waktu yang cukup fleksibel untuk dikunjungi.

Bakmi halal di Kelapa Gading salah satunya adalah Bakmi Kepiting Tanjung Pura khas Pontianak.
Bakmi halal di Kelapa Gading pilihannya bisa mie kepiting Tanjung Pura khas Pontianak. Foto: milik full_tummy-yummy

Keistiewaannya tentu saja pada toppingnya berupa capit kepiting yang umumnya besar. Kepiting yang dipakai adalah dari Papua.

Awalnya kedai ini buka di ITC Mangga Dua dan sudah terkenal di Kawasan perdagangan itu. Bakmi ini rasanya masuk ke dalam kelompok bakmi terlezat di Jakarta dan wajib dicoba.

Keistimewaan bakmi ini terletak pada topping capit kepitingnya yang besar. Porsinya juga mengenyangkan. Jenis mienya keriting dengan kekenyalan yang pas. Rasanya pun gurih. Dan jika bakmi tak cukup mengenyangkan, bisa memilih nasi goreng kepiting yang tak kalah lezatnya.

Bakmi Kepiting Tanjung Pura, Jl. Boulevard Raya Blok WA2 Nomor 25, Kelapa Gading, Jakarta Utara

Bakmi Ayam Honey Yang Warna-warni

Yang ini selain sebagai pilihan bakmi halal, juga buat yang senang dengan kegembiraan. Sebab yang spesial dari mie di sini adalah menu bakmi ayam pelangi yang berwarna-warni. Nggak perlu takut karena pewarna bakmienya menggunakan bahan organik. Potongan daging ayamnya juga diberi berlimpah.

Jika ingin menambah kerenyahan bisa memesan pangsit gorengnya. Kedai ini buka dari pagi dan tutup pada pukul 10 malam.

Bakmi Honey, Jl. Boulevard Bar. Raya, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara

Bakmi Pedas Ala Mie Zhou

Ada yang berbeda bakmi halal di kedai ini, yakni pilihan bakmi pedasnya. Tentu ini bagi mereka yang menyenangi rasa makanan yang mengigit. Tambahan bakso goreng udangnya juga enak dan layak dicoba.

Bakmi Halal di Kelapa Gading bisa menjadi pilihan bagi masyarakat muslim ke tika wisata kuliner di daerah itu.
Mie Zhou adalah pilihan bakmi halal di Kelapa Gading. Foto: Mie Zhou

Mienya juga terasa fresh karena tampaknya dibuat setiap hari. Dibuat dan ‘harus’ habis pada hari yang sama. Pemiliknya adalah dari Medan, jadi rasanya dekat dengan mie-mie dari ibukota Sumatera Utara itu.

Spesialisasinya dari kedai bakmi yang buka dari pagi dan tutup pukul 8.30 malam ini adalah mie Dan Dan. Ada dua pilihan, mie dan dan kering atau mi dan dan celup yang basah. Dua-duanya enak dan layak dicoba.

Mie Zhou, Jl. Boulevard Raya Blok RA1 No.12, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara

Mie Garing Bethanie

Pilihan bakmi halal lainnya di Kelapa Gading adalah Mie Garing Bethanie. Jenis bakminya keriting yang disajikan garing dengan kuah yang cenderung gurih asin.  

Yang perlu dicoba jika mampir ke kedai yang buka pagi hingga pukul 2 siang ini adalah suikiaw-nya yang cocok dimakan dengan bakmi dan kuahnya. 

Jika ingin mencoba menu lain, bisa dicicipi bubur saponya.

Mie Garing Bethanie, Blok EA 1 No 1 Kelapa Gading, Jl. KLP. Cengkir Timur I,  Kelapa Gading Timur, Jakarta Utara

Manapun pilihannya, buat pecinta bakmi, terutama mereka yang mensyaratkan soal kehalalan, semua bakmi di atas layak diagendakan.

agendaIndonesia

*****

Serabi Solo Notosuman, Legitnya Sejak 1923

Serabi Solo Notosuman menjadi penganan khas dari kota di Jawa Tengah itu.

Serabi Solo Notosuman sudah pasti menjadi salah satu kuliner pilihan ketika berkunjung ke kota di pusat Jawa Tengah ini. Ia sudah seperti lunpia bagi kota Semarang.

Serabi Solo Notosuman

Serabi Solo sendiri adalah jajanan tradisional yang  diperkirakan sudah ada atau dikenal sejak zaman Kerajaan Mataram Islam. Dikutip dari sejumlah sumber, makanan ini beberapa kali disebut dalam Serat Centhini yang ditulis para pujangga Keraton Surakarta pada 1814 hingga 1823 atas perintah Sri Sunan Pakubuwana V.


Penganan serabi Solo ini adalah makanan khas Solo yang aslinya bentuknya bulat seperti piring dengan sedikit kerak di sekelilingnya. Tekstur serabi Solo ini kenyal namun di tengahnya tetap lembut, dan memiliki rasa yang sangat legit.

Serabi Solo Notosuman berbeda dengan surabi dari Bandung, meskipun bentuknya mirip.
Serabi Solo disebut-sebut dalam Serat Centini dari abad 19. Foto: shutterstock


Serabi Solo memiliki perbedaan dengan kue surabi Bandung. Jika penganan dari ibukota Jawa Barat itu menggunakan bahan dasar tepung terigu dan disiram dengan kuah gula kelapa cair, serabi dari Solo terbuat dari tepung beras yang dicampur dengan santan  dan gula. 

Ini membuat yang dari Solo sudah memiliki rasa manis dan gurih. Karena itu serabi Solo ini dihidangkan tanpa dressing kuah manis.
Tiap daerah tentu memiliki kekhasan masing-masing. Ada serabi kering ada serabi basah dengan memakai kuah. Ada pula yang menambahkan topping dengan beragam rasa dan aroma.

Serabi Solo diolah dari bahan-bahan yang terdiri dari tepung beras, pandan, vanilla, gula, santan kelapa, dan garam. Biasanya dimasak menggunakan semacam tembikar kecil terbuat dari tanah liat dan dipanggang di atas arang.

Pemasakan serabi Solo umumnya dilakukan sekaligus dalam beberapa tembikar yang dipanaskan di atas tungku arang. Proses pemasakan biasanya selama kurang lebih tiga menit. Jadi setelah adonan dituang ke tembikar, ia ditutup. Sesekali tutupnya diintip untuk melihat kematangannya.


Proses penyajian atau menyantapnya pun berbeda dengan surabi Bandung. Di kota Paris van Java itu, surabi biasanya disajikan dalam piring. Bentuknya pun tetap bulat. Di atasnya diberi topping pilihan konsumen.

Serabi Solo Notosuman digulung dan  dibungkus daun pisang.
Serabi Solo Notosuman dibungkus dengan daun pisang. Foto: shutterstock


Sementara itu, saudaranya di Solo, setelah matang serabi digulung dengan daun pisang agar mudah ketika dimakan. Serabi Solo tersedia dalam beberapa varian rasa, seperti rasa original, cokelat, dan nangka. Saat ini ada pula varian lain.

Setelah melewati sejulah masa, serabi Solo yang paling terkenal adalah Serabi Solo Notosuman. Serabi Notosuman ini pada awalnya dirintis oleh pasangan suami istri, Hoo Geng Hok dan Tan Giok Lan pada 1923.

Serabi Solo Notosuman lahir dari ketidaksengajaan. Menurut Hoo Khik Nio, anak dari Ny. Hoo Ging Hok dan Tan Giok Lan, pada  mulanya, orang tuanya tidaklah bermaksud membuat serabi, tapi apem. Penganan Jawa lainnya yang bentuknya mirip serabi. Biasanya bentuknya lebih padat.

Pembuatan itu terjadi tanpa disengaja, karena ada tetangga yang minta bantuan dibuatkan apem untuk selamatan. Pada saat itu sang tetangga meminta agar apem pesanannya bentuknya lebih pipih atau tipis.

Ternyata “apem” buatan Ny. Hoo Ging Hok enak karena teksturnya yang lembut. Sang tetangga pun tak menyebutnya sebagai apem karena bentuknya yang berbeda. Ia lebih memilih menamainya sebagai serabi. Sejak itulah makanan apem pipih itu dikenal dengan nama serabi. 

Serabi Dari Solo shutterstock
Serabi Solo Notosuman lebih lembut dari kue apem. Foto: shutterstock

Nama Serabi Solo Notosuman atau sering disebut sebagai Serabi Notosuman ini diambil dari nama Jalan Notosuman di Solo, lokasi toko milik pasangan suami istri berada. Jalan Notosuman sendiri kini sudah berganti nama menjadi Jalan Muhammad  Yamin.

Sejak dirintis oleh Hoo Geng Hok dan Tan Giok Lan, saat ini kedai Serabi Notosuman sudah diteruskan oleh generasi keempat. Di Jalan Muh, Yamin itu ada beberapa kedai penjual serabi Solo Notosuman. Mereka umumnya masih kerabat atau tetangga.
Kualitas rasa dan bahan baku tetap diutamakan agar rasa serabinya sama seperti resep turun temurun yang diwariskan. Salah satu rahasia kelezatan serabi Notosuman adalah penggunaan beras cendani yang berkualitas dan sengaja ditumbuk sendiri untuk menjaga kualitas rasa, tekstur, dan kebersihannya.
Bahan-bahan lain yang digunakan dalam pembuatan Serabi Notosuman Solo sebenarnya biasa saja. Serabi Notosuman hanya menggunakan tepung beras, pandan, gula, santan, garam, dan vanila. Karena menggunakan bahan-bahan alami tanpa pengawet, Serabi Notosuman ini hanya dapat bertahan selama 24 jam saja.

agendaIndonesia

*****

Lurik Motif 3-4, Lurik Khas Abdi Dalem

Motif kain lurik

Lurik motif 3-4, lurik khas abdi dalem Kraton Yogyakarta. Mungkin ini jarang ada yang tahu. Motif 3-4, dalam narasi aslinya disebut motif telu pat, ini artinya tiga-empat.

Lurik Motif 3-4

Kain lurik, sejak lama seakan diidentik sebagai bahan pakaian yang dipakai oleh para bangsawan dan abdi dalem di kalangan kraton Yogyakarta. Motif telu pat yang disebut di muka adalah yang biasa dipergunakan oleh para abdi dalem. Biasanya menggunakan pewarnaan biru dengan kombinasi hitam atau putih.

Motif telu pat, yang berarti tiga-empat, itu disebut demikian karena merujuk pada jalinan tenunan benang. Tiga garis benang berjejeran dengan empat garis benang warna lainnya.

Ini tak sembarangan jejeran benang. Ada filosofinya. Pola jejeran benang itu konon menandakan kedekatan antara sinuhun atau raja dan rakyatnya. Seperti layaknya motif kain-kain tradisional yang berasal dari dalam kraton-kraton di Jawa, motif lurik juga diciptakan para sultan melalui proses perenungan yang dalam. Ada harapan dan cita-cita dari sang sultan dalam setiap tarikan benangnya.

Lurik konon berasal dari kata dalam bahasa Jawa lorek yang berartigaris atau garis-garis. Bentuknya sederhana seperti pagar. Harapannya supaya para pemakai lurik selalu terlindungi hidupnya dalam kesederhanaan.

Saat ini boleh dikata hanya dalam hitungan jari industri rumahan di Yogyakarta yang menghasilkan kain lurik secara tradisional menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM). Selebihnya sudah dikelola perusahaan kain dengan mesin tekstil. Yang memprihatinkan, para penenun kain lurik ini rata-rata mereka yang sudah berumur. Jarang sekali terjadi regenerasi penenun kain lurik di Yogyakarta.

Saat ini, usia penenun kain lurik paling muda sekitar 40 tahunan. Cukup banyak yang berusia 50-60. Dari generasi sebelumnya, masih ada yang berumur 80 tahunan, tapi mereka biasanya menenun dari rumah. Pemilik pekerjaan yang datang ke rumah mereka memberikan order dan petunjuk. Jika ada yang baru. Namun biasanya mereka menenun motif-motif yang sudah lama mereka kerjakan.

Awal tahun 60-an adalah masa-masa kejayaan penenun kain lurik. Di desa Krapyak Wetan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, cukup banyak penenun yang mengerjakan kain lurik di rumah. Di desa itu, di daerah Sewon Bantul, saat ini masih dapat ditemui sejumlah perajin kain lurik. Tapi jumlahnya sangat sedikit.

Hingga akhirnya tiba masanya kain lurik bisa dihasilkan mesin tekstil. Selain efisiensi dari rantai produksi dan waktu pengerjaan, kain lurik hasil mesin harus diakui hasilnya lebih halus. Proses produksinya pun sangat cepat. Akibatnya bisa diduga, jumlah perajin lurik tradisional di kampung-kampung di Bantul pun anjlok. Kalah melawan kerasnya persaingan dengan mesin.

Tentu, ada yang masih mencoba bertahan dengan menghasilkan lurik-lurik dari ATBM. Mereka menggunakan bagian depan rumahnya menjadi ruang pamer kain-kain lurik siap jual buatan pekerjanya. Sedangkan produksi mengunakan bagian belakang rumah.

Tenun lurik hasil ATBM umumnya memiliki dua lebar yang berbeda, yaitu 70 dan 100 sentimeter. Ini tergantung panjang alat tenun. Panjang satu gulungan motif bisa mencapai 100 hingga 150 meter. Keseluruhan proses penenunannya bisa mencapai waktu satu bulan. Semua tergantung tenaga penenun. Ada juga yang sanggup mengerjakan10 meter dalam waktu sehari saja. Kain-kain lurik yang sudah jadi siap dijual dalam kisaran harga Rp 30-50 ribu per meter.

Seiring dengan perkembangan zaman, para penenun kain lurik kini tidak hanya menggarap motif-motif tradisional milik kraton. Banyak desain dan motif baru. Upaya pemerintah melestarikan jenis kain ini, memunculkan kreasi desain-desain baru. Terlebih saat ini, banyak sekolah dan kantor yang menggunakan kain lurik sebagai seragam pada hari-hari tertentu. Tiap lembaga kadang menginginkan desain sendiri.

Di Yogyakarta sendiri kain lurik kalah populer cengan batik. Para penenun luriknya pun tak sebanyak pemegang canting batik. Meski banyak sumber sejarah menyebutkan bahwa kain lurik usianya lebih tua dari batik dan bahkan dikenal masyarakat Jawa sejak zaman

Salah satu relief di Candi Borobudur pun ada yang menggambarkan perempuan sedang menenun. Ada pula prasasti Raja Erlangga yang pernah menyebutkan salah satu motif kain lurik sebagai Tuluh Watu. Dari berbagai penemuan sejarah itu, diketahui bahwa lurik tidak hanya dikenal masyarakat Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Jika memiliki kesempatan berkunjung ke perajin tenun lurik, Anda akan tertarik melihat proses skir, yaitu proses penyusunan motif untuk selembar kain lurik. Benang-benang yang akan digunakan, disusun menyerupai bentuk rak. Melihat proses skir layaknya tarian ribuan benang warna-warni.

Biasanya para penenun menggunakan benang katun putih yang kemudian diberi pewarna sintetis. Setelah motif disusun dalam proses skir, benang-benang tersebut akan ditenun melalui ATBM.

Selain didesak modernisasi teknologi tekstil, jumlah perajin kain lurik ATBM yang jumlahnya tidak banyak, juga semakin berkurang. Ini terjadi di saat tiba musim tanam dan panen di sawah. Para perajin lurik beralih menjadi buruh tanam di sawah-sawah yang penghasilannya lebih cepat.

Jumlah penenun lurik memang semakin sedikit, meski kain lurik pamornya masih lumayan moncer seiring kampanye pelestarian jenis kain ini. Namun, jika melihat dari perajinnya, kini hanya hitungan jari. Jika berkunjung ke sentra perajin lurik, kini ruangan produksinya praktis sepu. Suara alat tenun yang beradu pun nyaris seperti gending monggang. Gending kematian.

Dari Liputan TL.

Kurnia Lurik

Krapyak Wetan RT 05 Nomor 133 Panggungharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta

Tak jauh dari cagar budaya Panggung Krapyak

Produk-produknya sudah bisa dipesan lewat media online di Instagram @kurnialurik_jogja

Sari Puspa Lurik

Desa Wisata Kerajinan Sangubanyu, Sumberrahayu, Moyudan, Sleman

Sekitar 15 kilometer dari pusat kota Yogyakarta

Bisa dicapai melalui Jalan Godean ke arah Selatan atau dari Jalan Wates ke arah Utara

Seruit Dan 3 Jenis Sambal Lampung

Seruit dan 3 sambal

Seruit dan 3 jenis sambal Lampung adalah acara makan bersama dengan sajian ikan dan sambal yang khas.

Mencari makanan khas Lampung tergolong sulit. Ketika menyusuri rumah makan atau restoran yang berada di Bandar Lampung atau Teluk Betung, kebanyakan yang ada ialah hidangan dari daerah lain, bisa khas Jawa atau Padang. Hingga saya menemukan kata yang mungkin terbilang cukup asing dan bikin penasaran; seruit.

Seruit dan 3 Jenis Sambal

Inilah rupanya hidangan asli di Provinsi Lampung dan disantap secara turun-temurun. Beruntung masih ada restoran yang menyajikannya, meski mencarinya memang tergolong jarang.

Sajian seruit lazimnya dimakan bersama-sama. Kenikmatan dan kebersamaan memberi warna pada nyeruit atau makan seruit.  Terdiri atas tiga sajian, yakni ikan, sambal, dan lalapan, selain tentunya nasi hangat. Tapi yang tersaji tampak begitu berlimpah karena pilihan ikannya beragam. Demikian juga sambal dan lalapannya.

Ragam Ikan

Untuk prosesnya, terdiri atas dua pilihan; digoreng atau dibakar. Untuk rasa yang gurih, tentu lebih baik digoreng. Ikan bakar pun memiliki aroma khas yang menggundang selera. Jenis ikan umumnya ikan besar penghuni sungai yang banyak ditemukan di provinsi ini, semisal ikan belida, baung, layis, dan ikan mas yang lebih mudah ditemukan saat ini. Saya pertama kali mencicipi sajian seruit dengan ikan mas. Beruntung kemudian mencicipi ikan baung yang memang khas daerah ini.

Proses pembuatannya, setelah dibersihkan, ikan diberi bumbu yang dihaluskan. Bumbu terdiri atas bawang putih, garam, kunyit, dan jahe. Setelah itu, ikan dibakar selama 10 menit. Saat sudah setengah matang, ikan diolesi kecap manis dan campuran bawang putih, garam, serta ketumbar.

Tiga Jenis Sambal

Terasi, Mangga, dan Tempoyak. Tiga jenis sambal ini bikin bersantap seruit menjadi meriah. Ketiganya menggoda. Sambal terasi ialah campuran dari cabe merah, cabe rawit, garam, dan terasi bakar. Aroma terasinya menggoda. Apalagi rasa pedas membuat nafsu makan meningkat. Warna merahnya pun cukup menggoda.

Sambal tempoyak tak kalah soal aroma. Aromanya khas durian. Tempoyak memang hidangan khas di meja makan penduduk Pulau Sumatera, tidak terkecuali di Lampung. Sambal ini terbuat dari buah durian yang sudah difermentasi. Daging durian matang yang telah diberi garam dan cabe disimpan dalam stoples tertutup kurang lebih selama 4 hari. Lebih baik menyimpannya di dalam ruangan dengan suhu stabil, bukan di lemari es.

Tempoyak berumur 4-5 hari cocok dijadikan sambal karena sudah terasa asam, tapi juga masih ada manisnya. Membuat sambal tempoyak cukup mudah. Siapkan irisan bawah merah dan bawang putih serta cabe merah, kemudian digoreng dan tambahkan tempoyak. Bisa ditambahkan sedikit gula, tergantung selera.

Sambal mangga, terlihat dengan irisan mangga yang kelihatannya begitu segar. Sambal ini menggunakan kuini muda sehingga rasa asamnya benar-benar terasa. Bahannya seperti pada umumnya sambal, yakni cabe merah, bawang merah, terasi bakar, sedikit garam dan gula, serta buah kuini yang dicincang kasar. Cabe dan bawang merah diulek kasar, baru diberi bumbu lain dan campurkan dengan kuini.

Pelengkap lain selain ikan dan sambal serta nasi hangat adalah lalapan. Selain berupa sayuran umum, seperti daun kemangi, jengkol, selada air, dan daun jambu monyet, ada yang unik, yakni terong bakar.

Kebanyakan rumah makan menyajikan ikan dengan sambal secara terpisah. Namun sesungguhnya tradisi menyantap seruit ialah mencampurkan ikan dengan sambal. Setelah digoreng atau dibakar, ikan dipilih dagingnya, lalu dicampurkan ke dalam sambal.

Pilihan Rumah Makan

1. Rumah Makan Rusdi Gendut

Jalan Pangeran Tirtayasa Sukabumi, Bandar Lampung.

Karena di Lampung sangat jarang rumah makan yang menjual makanan khas Lampung, Rusdi pun berusaha untuk memulainya. Ia ingin melestarikan tradisi makan seruit. 

2. Dapoer Tatu

Jalan Putri Balau no 24, Kedamaian

Bandar Lampung

Rumah makan dijalankan oleh sebuah keluarga, pasangan Sunda-Lampung, dengan bentuk bangunan berupa saung-saung yang nyaman.

Kisaran Harga

Seruit kerap dijual dalam bentuk paket sehingga Anda tidak perlu repot-repot memilih menu. Paket seruit meliputi nasi, ikan, beberapa jenis sambal, dan lalapan yang dipatok pada kisaran Rp 45 ribu.

Rita N/A. Probel