7 Puncak Indonesia, Indah Dan Menantang

7 puncak indonesia dcngan titik tertinggi di Puncak Jaya Wijaya di Papua. (shutterstock)

7 Puncak Indonesia bagi para pendaki gunung di negeri ini merupakan impian untuk menggapainya. Semuanya merupakan titik tertinggi dari Sabang sampai Merauke, dengan keindahan dan tantangannya masing-masing.

7 Puncak Indonesia

Indonesia tidak hanya dikenal sebagai jalur cincin api (ring of fire) atau rangkaian gunung-gunung berapi, ia juga dikenal karena memiliki banyak gunung tertinggi. Daftar puncak tertinggi di Indonesia ini membawa nama Indonesia menjadi tujuan destinasi sport tourism, khususnya bagi wisatawan yang menikmati tantangan alam.

Sport tourism merupakan wisata yang mengkombinasikan antara olahraga dan pariwisata. Kegiatan ini banyak disukai baik wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara.

7 puncak Indonesia dengan puncak tertinggi di Sumatera adalah Gunung Kerinci.
Gunung Kerinci merupakan gunung berapi tertinggi di Asia Tenggara. Foto: shutterstock

Salah satu sport tourism yang punya banyak penggemar adalah mendaki gunung danjuga treking. Di dunia para pendaki memiliki daftar gunung yang termasuk dalam World Seven Summits atau tujuh puncak benua yang diidam-idamkan untuk didaki.

Dalam konteks yang lebih kecil, para pendaki gunung di dalam negeri juga memiliki daftar “Seven Summit Indonesia” atau 7 puncak Indonesia. Selain karena ketinggiannya, 7 puncak Indonesia itu juga seakan mewakili pulau-pulau di di Indonesia. Mulai dari Sumatera, Kalimantan, hingga di tanah  Papua.

Carstensz Pyramid atau Puncak Jaya di Papua

Puncak Jaya atau yang juga dikenal dengan Carstensz Pyramid di Papua, merupakan gunung dengan puncak tertinggi di Indonesia. Gunung yang menjadi lokasi sport tourism ini memiliki ketinggian 4.884 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Puncak tertinggi di Indonesia ini merupakan sebuah gunung karang (limestone) dengan salju abadi. Selain menjadi 7 puncak Indonesia, Carstensz Pyramid juga dinobatkan sebagai salah satu dari World Seven Summits.

Untuk mencapai puncak Seven Summit Indonesia ini, pendaki harus memiliki keahlian panjat tebing yang mumpuni. Jalur pendakian untuk mencapai puncak Carstensz Pyramid ada dua, yakni dari melalui Ilaga dan lewat Sugapa.

Gunung Kerinci di Sumatera

Menjadi gunung tertinggi di pulau Sumatera, Gunung Kerinci layak dinobatkan sebagai salah satu 7 puncak Indonesia. Gunung Kerinci memiliki ketinggian 3.805 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Lokasi Gunung Kerinci berada di perbatasan antara Sumatera Barat dan Jambi. Gunung Kerinci terletak di Taman Nasional Kerinci Seblat yang juga menjadi taman nasional terbesar di Indonesia.

Salah satu 7 puncak Indonesia ini telah ditetapkan sebagai World Heritage Site dengan kategori Tropical Rainforest Heritage of Sumatra. Selain itu, Gunung Kerinci juga menyandang status sebagai gunung berapi tertinggi di Asia Tenggara.

Gunung Semeru Atap Jawa

Pegunungan Semeru dengan latar depan Gunung  Bromo. Foto husniati salma unsplash
Pegunungan Semeru dengan Puncak Mahameru sebagai Atap Pulau Jawa. Foto: unsplash

Terletak di perbatasan Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, Gunung Semeru masuk dalam jajaran puncak tertinggi di Indonesia. Gunung Semeru memiliki ketinggian 3.676 mdpl.

Gunung Semeru merupakan salah satu gunung aktif di Indonesia, sehingga kurang lebih 20 menit sekali kawahnya mengeluarkan abu vulkanik. Seven Summit Indonesia ini berada di bawah pengawasan administrasi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Daya tarik utama Gunung Semeru adalah karakteristik medannya yang bervariasi. Kita dapat menemukan lanskap padang sabana, hutan cemara, danau gunung, hingga hutan montana dalam perjalanan menuju puncak Gunung Semeru. Jalur ke Semeru merupakan salah satu yang terindah.

Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat

Masuk dalam salah satu dari 7 puncak Indonesia, Gunung Rinjani merupakan gunung tertinggi di gugusan kepulauan Sunda Kecil. Gunung Rinjani memiliki ketinggian 3.726 mdpl.

PARIWISATA WISATA ALAM shutterstock 755563108 Chanwit Ohm d167fb33a1
Gunung Rinjani di Lombok. Foto: dok. shutterstock

Gunung Rinjani menjadi gunung berapi aktif kedua tertinggi di Indonesia. Salah satu puncak tertinggi di Indonesia ini berada di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Salah satu daya tarik Gunung Rinjani adalah danau kaldera yang berada di puncaknya.

Untuk mencapai puncak tertinggi di Indonesia ini kita bisa melewati dua jalur pendakian, yakni dari Sembalun dan Senaru.

Gunung Bukit Raya di Kalimantan

Pulau Kalimantan juga menjadi salah satu lokasi sport tourism yang masuk dalam Seven Summit Indonesia. Gunung Bukit Raya memiliki ketinggian 2.278 mdpl dan masuk dalam jajaran puncak tertinggi di Indonesia.

Gunung Bukit Raya berada di perbatasan Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Secara administratif puncak tertinggi di Indonesia ini berada di bawah pengawasan Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya. Gunung Bukit Raya bukan termasuk dalam gunung berapi.

Gunung Latimojong Atap Sulawesi

Seven Summit Indonesia juga terdapat di Pulau Sulawesi, tepatnya di Sulawesi Selatan yakni Gunung Latimojong yang memiliki ketinggian 3.430 mdpl. Puncak tertinggi Gunung Latimojong berada di puncak Rantemario.

Salah satu daya tarik dari Gunung Latimojong adalah ragam jenis satwa yang menghuni lokasi ini. Jika beruntung, kita dapat menjumpai anoa dan babi rusa selama pendakian. Jalur pendakian yang umum dipakai untuk mencapai puncak Rantemario adalah jalur Kecamatan Baraka.

Gunung Binaiya di Maluku

Gunung Binaiya merupakan salah satu puncak tertinggi di Indonesia yang terletak di Kepulauan Maluku. Puncak Binaiya memiliki ketinggian 3.027 mdpl dan berada di pulau Seram, Maluku.

Gunung Binaiya termasuk dalam pegunungan karst dan tidak aktif. Keunikan dari gunung ini adalah medannya yang bervariasi. Gunung Binaiya memiliki hutan dengan ekosistem pantai, hutan rawa, hutan hujan dataran rendah, hutan hujan pegunungan, hingga hutan subalpin.

agendaIndonesia/kemenparekraf

*****

UNESCO Global Geopark 4 Baru di Indonesia

UNESCO Global Geopark kini ada 10 yang terletak di Indonesia. Salah satunya Toba.

UNESCO Global Geopark menetapkan empat geopark baru di Indonesia. Berdasarkan putusan Sidang Dewan Eksekutif UNESCO ke-216 di Paris, ada empat geopark Indonesia yang telah ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark (UGG). Penetapan empat geopark Indonesia dalam jaringan UNESCO Global Geopark untuk memperkuat pengembangan pariwisata Indonesia.

UNESCO Global Geopark

Sebelumnya, sudah ada enam geopark di Indonesia yang masuk dalam jaringan UNESCO Global Geopark: Geopark Batur (2012), Geopark Gunung Sewu (2015), Gunung Rinjani (2018), Geopark Ciletuh (2018), Geopark Belitung (2020), dan Kaldera Danau Toba (2020).  

Hingga saat ini, ada 10 geopark di Indonesia yang masuk dalam jaringan UNESCO Global Geopark. Pencapaian ini diharapkan bisa menjadi kekuatan untuk mendorong promosi pariwisata Indonesia, agar semakin dikenal dan menarik minat kunjungan wisatawan.

Lantas, apa saja empat geopark di Indonesia yang berhasil masuk tersebut?

Kawah Biru Ijen Geopark shutterstock
Kawah Biru Ijen. Foto: shutterstock

Ijen Geopark

Terletak di Jawa Timur, Ijen menjadi salah satu geopark di Indonesia yang masuk dalam daftar UNESCO Global Geopark. Daya tarik geopark Ijen adalah keunikan pada geologi, biologi, budaya, serta fenomena alam blue fire di kawasan Gunung Ijen yang telah mendunia. 

Geopark yang secara administratif terletak di dua wilayah, yaitu Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso ini memiliki danau paling asam di dunia. Ditambah lagi, geopark Ijen memiliki 14 jenis flora, 27 jenis fauna, serta 6 jenis mamalia. 

Maros Pangkep Geopark

Selanjutnya adalah geopark Maros Pangkep di Sulawesi Selatan. Geopark Maros Pangkep memiliki lanskap kelas dunia dengan tipe tower karst, yang menjulang tinggi dan tersusun dari bebatuan gamping yang khas.

Keunikan Geopark Maros Pangkep bukan sekadar memiliki lanskap karst kelas dunia. Geopark yang juga dikenal sebagai kawasan karst terbesar ke-2 di dunia, setelah Cina Selatan, memiliki flora dan fauna serta nilai-nilai ilmiah dan sosial budaya yang tinggi. 

Keunikan lain dari UNESCO Global Geopark Maros Pangkep ini adalah ratusan gua yang pernah menjadi tempat tinggal manusia prasejarah. Bahkan, gua-gua yang menjadi “rumah” bagi jutaan spesies kupu-kupu.

Merangin Jambi Geopark

Geopark di Indonesia yang masuk dalam jaringan UNESCO Global Geopark lainnya adalah Geopark Merangin. Salah satu keunikan dari Geopark Merangin adalah terdapat fosil flora Jambi. Hal ini dibuktikan dari adanya fosil tanaman yang ditemukan pada sebagian formasi batuan yang diperkirakan sudah ada sejak 296 juta tahun silam. 

Jenis fosil flora yang ditemukan di Geopark Merangin Jambi bermacam-macam. Mulai dari lumut, tumbuhan runjung primitif, dan pakis yang bereproduksi melalui penyebaran biji. Selain itu, situs purbakala ini juga dinobatkan sebagai salah satu spot rafting terbaik. Pasalnya, wisatawan berkesempatan untuk mengarungi Sungai Batang Merangin sambil melihat fosil di beberapa tempat pemberhentian. 

Raja Ampat Geopark

Satu lagi UNESCO Global Geopark terbaru di Indonesia, yakni Raja Ampat. Geopark Raja Ampat memiliki gugusan kepulauan karst yang diperkirakan sudah berusia sekitar 439 juta tahun, yang terletak di Pulau Misool. 

Beragam ekosistem laut turut menjadi salah satu alasan mengapa Raja Ampat layak ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark. Pasalnya, sampai saat ini Geopark Raja Ampat menjadi habitat bagi berbagai jenis satwa dan tumbuhan endemik yang tidak bisa ditemukan di belahan Bumi manapun. 

Pengembangan geopark sama halnya dengan mengembangkan aspek ilmu pengetahuan di Indonesia. Pasalnya geopark sering kali menjadi lokasi untuk penelitian geologi hingga flora dan fauna. Sejauh ini ada beragam geopark di Indonesia yang telah dinobatkan sebagai UNESCO Global Geoparks.

Geopark Batur

Geopark pertama di Indonesia yang ditetapkan oleh UNESCO pada 2012. Geopark Batur memamerkan keindahan alam berkat letusan besar gunung berapi yang membentuk kaldera ganda dan danau purba.

Bahkan sampai saat ini Gunung Batur masih aktif dan menghasilkan beragam batuan yang dapat dimanfaatkan warga untuk membangun rumah. Total ada 21 situs warisan alam yang tersebar di kawasan Geopark Batur, tepatnya di Kecamatan Kintamani dan Kabupaten Batur.

Saat berkunjung ke Geopark Batur kita juga dapat melihat-lihat peninggalan bersejarah hebatnya letusan Gunung Batur di Museum Geopark Batur.

Gunung Sewu

Geopark Gunung Sewu telah diakui oleh UNESCO sejak 2015. Letaknya membentang di antara tiga kabupaten, yakni Gunungkidul, Wonogiri, dan Pacitan. Geopark Gunung Sewu menyimpan kekayaan arkeologis warisan budaya manusia masa lalu.

Ada berbagai peninggalan budaya paleolitikum-neolitikum di geopark ini. Jika ditotal Geopark Gunung Sewu memiliki 33 situs warisan alam yang tersebar di Gunung Kidul (13 geosite), Wonogiri (7 geosite), dan Pacitan (13 geosite).

Kawasan karst di Pegunungan Sewu ini juga menyuguhkan panorama keindahan alam dari gugusan bebatuan nan indah. Memiliki sekitar 40 ribu bukit karst membuat Geopark Gunung Sewu menjadi kawasan karst terpanjang di Jawa.

Ciletuh geopark salah satunya di air terjun Tengah shutterstock
Geopark Ciletuh

Geopark Ciletuh

Geopark di Indonesia selanjutnya adalah Geopark Ciletuh. Geopark ini ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO pada 2018, sekaligus menjadi penopang ekonomi masyarakat setempat.

Geopark Ciletuh dikelilingi oleh hamparan aluvial dengan bebatuan unik dan pemandangan yang indah. Tidak hanya perbukitan batu, Geopark Ciletuh juga memiliki pantai dengan ombak yang disukai para peselancar dunia.

Kawasan ini memiliki luas 126.000 hektare yang mencakup delapan kecamatan. Ada beberapa objek wisata eksotis yang terdapat di kawasan Geopark Ciletuh, yakni Air Terjun Awang, Taman Purba, Bukit Panenjoan, dan masih banyak lagi.

Geopark Gunung Rinjani

Geopark Rinjani masuk sebagai Global Geoparks setelah dinobatkan oleh UNESCO pada 2018. Memenuhi separuh Pulau Lombok bagian utara, geopark membentang di Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Utara, dan Kabupaten Lombok Timur.

Geopark ini memiliki kombinasi keanekaragaman hayati, fenomena kegunungapian, dan keragaman budaya masyarakat di dalamnya. Geopark Gunung Rinjani memiliki keragaman flora dan fauna yang sebagian besar merupakan endemik.

Geopark Danau Toba

Kawasan Danau Toba menyusul kawasan geopark lainnya sebagai UNESCO Global Geoparks. Prestasi Kaldera Danau Toba ini tidak bisa dilepaskan dari keragaman hayati dan budaya di kawasan ini.

Geopark Belitung

Kawasan Pulau Belitung dengan pantai-pantai berbatuan ditetapkan pula sebagai geopark global oleh UNESCO.

agendaIndonesia/kemenparekraf

*****

Kerajinan Kulit Manding, Besar Sejak 1958

Kerajinan kulit Manding, Bantul, Yogyakarta, dengan ikon patungnya. Foto: Kemenparekraf

Kerajinan kulit Manding di Kabupaten Bantul, Yogyakarta, adalah salah satu yang legendaris serta sarat sejarah. Di seluruh desa ini penduduknya bekerja dalam industry kreatif kerajinan kulit. Lokasinya tepatnya di Dusun Manding, Desa Sabdodadi, Bantul.

Kerajinan Kulit Manding

Di jalan Parangtritis sebuah gerbang menyambut wisatawan yang hendak berkunjung ke dusun ini. Sepajang jalan sejak gerbang di kanan kiri terhampar gerai-gerai yang menawarkan produk kulit.

Kerajinan kulit Manding di Bantul, menjadi sentra kerajinan kulit terbesar di Yogyakarta.
Gerbang masuk ke Sentra Kerjainan Kulit Manding di Bantul. Foto: Dok. Kabupaten Bantul

Sentra kerajinan kulit Manding ini disebut sarat sejarah karena industri kulit ini sudah eksis sejak tahun 1950-an. Semua bermula dari tiga orang pemuda dusun Manding bernama Prapto Sudarmo, Ratno Suharjo dan Wardi Utomo yang pada tahun 1947 pergi ke pusat kota Yogyakarta. Mereka melihat perajin yang membuat pelana dari kulit di kawasan Rotowijayan, yang kini menjadi Museum Kereta Keraton.

Merasa tertarik dengan seni kerajinan kulit tersebut, mereka lantas melamar bekerja di tempat itu. Setelah 11 tahun lamanya mereka bekerja di sana, akhirnya dengan pengetahuan dan pengalaman yang didapatkan, mereka kemudian memberanikan diri untuk membuka usaha kerajinan kulit sendiri di dusun mereka pada 1958.

Berbekal bahan kain bekas, mereka mulai membuat sendiri produk kerajinan kulit seperti sepatu, tas, ikat pinggang, dompet, jaket dan lain-lainnya. Dari tiga serangkai tersebut, semakin banyak warga dusun Manding yang ikut tertarik dengan usaha kerajinan kulit ini. Puncaknya, pada 1970-an bisnis ini mulai mengemuka dan karya kerajinan kulit Manding mulai dikenal banyak orang.

Barang-barang hasil produksi warga dusun Manding tersebut awalnya diperjualbelikan di Pasar Ngasem, tetapi karena semakin diminatinya produk-produk ini oleh wisatawan dalam dan luar negeri, serta terus bertambahnya perajin dari dusun tersebut yang membuka usahanya, akhirnya pada tahun 1980-an mereka mulai membuka toko-toko sendiri di dusun Manding.

Pada perkembangannya, industri rumahan ini bukannya tanpa tantangan zaman. Seiring maraknya barang-barang sejenis dengan bahan serupa atau berbeda-beda seperti kain, plastik dan sebagainya yang menyerbu pasaran, tentu tidak mudah menarik perhatian lebih banyak konsumen.

Begitupun mereka menjawabnya dengan menyajikan produk yang punya kualitas dan keunikan tersendiri dibanding pesaingnya, misalnya dengan penggunaan kulit sapi, kambing dan domba yang berkualitas, untuk menjamin keawetan produk.

Salah satu karakteristik lain yang dimiliki produk kulit Manding yaitu penggunaan teknik ‘tatah timbul’ yang memberikan efek timbul pada bagian kulit yang diukir para perajinnya. Ini kemudian menjadi salah satu ciri khas produk kerajinan kulit Manding.

Ditambah lagi dengan jahitannya yang menggunakan tangan, serta bagaimana mereka memadukan kulit dengan bahan-bahan lainnya seperti serat pandan, lidi, eceng gondok dan lain-lain. Alhasil, dengan kualitas dan kreatifitas produk yang dapat bersaing dengan produk lain, namun dijajakan dengan harga yang relatif miring, membuat produk kerajinan kulit Manding mempunyai daya tarik sendiri.

Perjalanan mereka tak selamanya mulur. Industri kerajinan kulit Manding juga sempat dilanda musibah ketika gempa bumi menggoyang keras Yogyakarta pada 2006 silam. Utamanya bagian selatan Yogya, termasuk kawasan Bantul, yang membuat dusun Manding turut porak poranda.

Namun berkat banyaknya bantuan donatur, terutama Bank Indonesia yang menjadikan dusun Manding sebagai desa binaan, serta maraknya lahan-lahan yang disewakan di sekitar dusun Manding, tak butuh waktu lama bagi industri ini untuk kembali bangkit. Bahkan dari sebelumnya yang hanya terdapat sekitar 10 toko, kini setidaknya terdapat 40 toko yang menjamur di sepanjang Jalan Dr. Wahidin Sudiro Husodo tersebut.

Kini, selain menjadi sentra produksi dan penjualan kerajinan kulit Manding di Yogyakarta, dusun Manding ini juga sudah didesain menjadi desa wisata yang tidak hanya menjajakan barang-barang hasil produksinya saja kepada para pelancong. Kini dusun ini juga menawarkan kesempatan untuk ikut merasakan pengalaman membuat kerajinan kulit sendiri, termasuk belajar menggunakan teknik khusus seperti ‘tatah timbul’ yang unik itu.

Harga barang-barang produk kerajinan kulit Manding relatif terjangkau. Misalnya sepatu yang harganya berkisar Rp 150 ribu, dompet yang dihargai mulai Rp 90 ribu atau tas yang dijual sekitar Rp 200 ribu, tergantung dari bentuk dan modelnya.

Jika menimbang kualitas produk yang dikenal tahan lama, maka harga tersebut termasuk bersahabat di kantong. Tak heran, produk kerajinan kulit ini pun terus populer hingga ke negara-negara luar seperti Australia, India dan sebagainya.

Tak sulit menemukan lokasi dusun Manding. Seperti disebut di muka, di bagian depan sebelum masuk anda akan menemukan gapura bertuliskan ‘Sentra Industri Kerajinan Kulit Manding’. Dari situ, terlihat deretan toko-toko yang siap menawarkan produk berkualitas dengan harga reasonable. Cocok bagi anda yang sedang mencari oleh-oleh atau yang ingin mencoba pengalaman baru membuat kerajinan tangan secara tradisional, yang kini telah diwariskan dan dilestarikan turun-temurun sejak 65 tahun lalu.

Sentra Industri Kerajinan Kulit Manding

Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo, dusun Manding, desa Sabdodadi, kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta

agendaIndonesia/Audha Alief P.

*****

Iket Kepala Pria, 1 Tradisi Unik Nusantara

Iket kepala pria seperti sudah menjadi tradisi bagi laki-laki di Indonesia.

Iket kepala pria seperti menjadi ciri khas yang unik bagi pria di Indonesia. Ini terlihat hampir merata di banyak daerah. Dikembangkan dari iket, misalnya, blangkonbagi laki-laki Jawa terus melekat dalam keseharian masyarakatnya.

Iket Kepala Pria

Penutup kepala yang merupakan paduan busana tradisional untuk lelaki Jawa ini memang unik. Bahkan antara Yogyakarta dan Solo saja, yang bersebelahan, terdapat perbedaan model. Blangkon Yogya dikenal dengan benjolan di bagian belakang. Pada dasarnya blangkon adalah iket, kain batik persegi yang diikatkan di kepala dengan teknik tertentu. Nah, agar lebih efisien dan praktis, para seniman mengembangkannya menjadi blangkon. Hanya dibutuhkan separuh bahan kain iket untuk menghasilkan blangkon. Kini, para pria tinggal memasang blangkon di kepala tanpa perlu repot menyimpulkan ujung-ujung kainnya. Tidak jauh berbeda dengan mengenakan topi.

Jenis penutup kepala tradisional ini memang beragam. Blangkon Yogya dilengkapi mondholan, yakni tonjolan di belakang. Sebenarnya tonjolan tersebut menunjukkan rambut pria pada masa silam yang umumnya panjang. Jadi, ketika mereka menggunakan iket, muncul tonjolan di bagian belakang sebesar telur ayam. Para perajin di Yogyakarta, seperti yang bisa ditemukan di pabrik blangkon Santi, Kampung Bugisan, Kecamatan Wirobrajan, mengisi bagian belakang blangkon dengan serbuk kayu sisa gergajian.

iket kepala pria menjadi ciri khas yang unik bagi pria di Indonesia.
Blangkon dikembangkan dari iket kepala dan menjadi khas iket pria di Jawa. Foto: Dok. shutterstock

Blangkon buatan pabrik yang beroperasi sejak 1975 ini tidak hanya khas Yogya, tapi juga Solo, yang dikenal dengan model trepes. Ini adalah modifikasi dari model Yogya. Dibikin seperti itu karena para pria kemudian lebih banyak berambut pendek. Di perusahaan keluarga tersebut, setiap hari diproduksi sekitar 140 blangkon yang dijual ke berbagai daerah di dalam maupun luar Pulau Jawa.

Kampung Bugisan RT 32 RW 06, Kecamatan Wirobrajan, sejak 1974 memang dikenal sebagai kampung blangkon. Dulu, hampir semua warga di sini berprofesi sebagai pembuat blangkon. Kebanyakan produknya dijual di Pasar Beringharjo dan Jalan Malioboro, Yogyakarta. Kini hanya beberapa yang bertahan, salah satunya pabrik blangkon Santi.

Tidak ada yang memastikan kapan blangkon mulai hadir di Pulau Jawa. Hanya, penutup kepala ini disebut sebagai hasil pengaruh budaya para pendatang, seperti pedagang Gujarat yang umumnya keturunan Arab. Serban penutup kepala khas para pedagang Gujarat menginspirasi orang Yogya mengenakan iket, yang kemudian dikembangkan menjadi blangkon.

Tidak hanya Yogyakarta dan Jawa Tengah yang memiliki penutup kepala khas. Di Jawa Timur dan Jawa Barat pun bisa ditemukan hal serupa. Di Parahyangan aksesori ini dikenal dengan nama bendo atau iket, yang tertutup hingga bagian belakang dan biasa dipadukan dengan busana tradisional. Bentuknya kurang-lebih mirip dengan blangkon Solo. Saat ini, bendo hanya dipakai dalam upacara pernikahan atau pementasan tari tradisional. Tidak seperti di Yogya dan Solo, di mana masyarakatnya, apalagi di lingkungan Keraton, masih lekat dengan penutup kepala yang satu ini.

iket kepala pria memiliki berbagai model, tergantung kebiasaan daerah di mana masyarakat itu tinggal.
Iket kepala pria menjadi ciri khas saat menjalankan kegiatan-kegiatan tradisional masyarakat di daerah. Foto: Dok. shutterstock

Iket Sunda hingga Lombok

Blangkon ataupun bendo terbuat dari iket atau kain persegi yang digunakan untuk menutup kepala. Berbagai model blangkon tersebar di Jawa, Bali, hingga Lombok. Di setiap daerah, penutup kepala ini disebut dengan nama berbeda. Masyarakat Jawa Barat mengenalnya dalam tiga nama, yakni iket, totopong,sertaudeng, sementara orang Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur menyebutnya iket. Adapun di Pulau Dewata dikenal sebagai udeng dan di Pulau Lombok disebut sapuk.

Di Jawa Barat, tradisi mengenakan penutup kepala ini dilestarikan dengan membentuk kelompok khusus, yakni Komunitas Iket Sunda (KIS), yang pernah menggelar perhelatan Jambore Iket Sunda internasional di Pangandaran, Ciamis. Di tataran Sunda, totopong dulu dikenal terdiri atas beberapa jenis: barangbang semplak, julang ngapak, kuda ngencar, parekos nangka, parengkos jengkol, maung heuay, porteng, dan kekeongan, yang di daerah Banten disebut borongkos keong.

Iket tetap memiliki model baru karena masyarakat terus berkreasi. Yang tergolong anyar adalah candra sumirat, maung leumpang, dan hanjuang nantung. Penutup kepala ini dikenal masyarakat Jawa Barat pada 1450 atau masa Kerajaan Padjadjaran. Selain dikenakan untuk melindungi kepala dari terik mentari, pada masa kolonial iket muncul sebagai identitas pejuang atau simbol perlawanan terhadap penjajah.

Bentuk iket terbilang unik. Sebab, kain persegi ini tidak sepenuhnya bercorak batik. Sebagian kain yang dipotong secara diagonal berwarna polos, sisanya bercorak. Corak batik yang digunakan biasanya sida mukti, kumeli, katuncar mawur, eurih, kalangkang ayakan, kangkung, kawung ece, dan lain-lain. Jenis ikatannya juga menunjukkan kelas masyarakat, dari bangsawan hingga rakyat biasa. Berarti, di masa lalu totopong menggambarkan status sosial. Dan satu lagi, setiap bentuk ikatan mengandung filosofi sendiri-sendiri.

Ikat kepala pun melekat dalam kehidupan masyarakat Bali. Para pria di pulau ini menggunakan udeng dalam kegiatan sehari-hari, termasuk saat beribadah. Tidak perlu repot untuk mengenakan udeng karena sudah siap pakai. Tersedia dalam beragam ukuran, baik untuk anak-anak maupun orang dewasa. Perajin ikat kepala ini bisa ditemukan di Karangasem, salah satunya Desa Sidemen, yang memang warganya dikenal sebagai perajin kain. Udeng tersedia dalam model polos atau bercorak, seperti batik dan metalik. Sisi kanan udeng lebih tinggi daripada yang kiri. Sengaja dibuat asimetris untuk mengingatkan bahwa kita harus melakukan kebajikan, yang biasanya disimbolkan dengan sisi kanan.

Mungkin karena dipengaruhi tradisi Bali, warga Lombok turut mengenakan ikat kepala, yang dikenal dengan nama sapuk. Modelnya hampir serupa dengan di Bali, yang sangat berbeda dari jenis ikat kepala di Pulau Jawa.

Masyarakat Yogya pun tidak lepas dari kreasi dalam soal iket. Agustus tahun lalu, mahasiswa dan dosen Universitas Negeri Yogyakarta membuat jenis iket berbeda. Dibikin lebih praktis, tapi masih mempertahankan gaya khas Yogya. Iket ini fleksibel karena ukurannya bisa disesuaikan dengan sang pemakai, selain terlihat lebih modis dan bisa dipadu dengan beragam busana. Iket hasil modifikasi tersebut menggabungkan corak lurik dan batik. Lurik digunakan di bagian bawah dan pengikat, sedangkan batik di atas serta samping. Sungguh modis.

Rita N./TL/agendaIndonesia

*****

Liburan Glamping, Layaknya Hotel Berbintang 5

liburan glamping, kemah dengan fasilitas hotel bintang 5

Liburan glamping, atau glamorous camping, bisa menjadi pilihan yang berbeda untuk liburan. Ia tak sekadar tenda besar, tapi benar-benar menginap lebih dekat ke alam dengan fasilitas seperti hotel bintang lima.

Liburan Glamping

Biasanya banyak di antara kita yang berlibur akhir tahun bersama keluarga ataupun pasangan dengan menginap di hotel. Namun, karena rutin, bisa jadi liburan itu terasa membosankan. Tidak ada salahnya jika sekali-kali Anda mencoba menginap di hotel ala camping. Sejumlah hotel di Indonesia kini telah menawarkan konsep camping dengan sejuta kenyamanan. Istilahnya dikenal dengan glamping alias glamorous camping. Penasaran?  Pilihannya bisa disimak empat glamping berikut ini.

Resor Tenda

Terletak di utara Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Pulau Moyo memang sudah sangat dikenal sebagai salah satu destinasi bulan madu karena suasananya yang romantis. Di pulau ini terdapat Amanwana Resort yang merupakan satu-satunya resor tenda. Resort ini menyediakan 20 tenda mewah yang bisa ditempati untuk menikmati liburan romantis dan eksklusif bersama pasangan.

Para tamu dapat memilih tenda dengan pemandangan laut atau hutan sesuai keinginan. Semua tenda mewah ini punya fasilitas dan kenyamanan yang sama: lantai kayu yang hangat, atap kanvas, perabotan lengkap, pendingin udara, dan seprai linen yang lembut.Selama di Pulau Moyo, pelancong dapat pula menikmati berbagai aktivitas seperti trekking dan hiking karena pulau ini memiliki taman nasional untuk konservasi hewan seperti babi hutan, biawak, rusa liar maupun kera pemakan kepiting. Selain itu, Amanwana Resort juga menyediakan pilihan aktivitas lain, seperti scuba diving, snorkeling, kayak hingga windsurfing. Tarif kamarnya dari Rp 8 juta per malam.

Amanwana Resort, Pulau Moyo, Nusa Tenggara Barat

liburan glamping, bergaya hotel bintang lima di Amanwana Resort
Amanwana Resort di Pulau Mojo, Nusa Tenggara Barat

Suasana Mongol

Hanya sekitar dua jam perjalanan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, para pelancong sudah dapat menikmati kenyamanan tenda bintang lima bernuansa Mongolia di Highland Park Resort-Hotel. Dengan latar belakang pemandangan Gunung Salak yang indah berdiri 35 tenda mewah berlantai marmer dan ditutup atap vinyl.

Suasana khas Mongolia terasa ketika memasuki tenda bertirai yang ditata menyerupai tenda ala Raja Mongol. Tak perlu khawatir kehilangan fasilitas modern selama menginap di tempat yang berdiri di atas lahan seluas 12 hektare ini. Setiap tenda dilengkapi dengan TV LCD 32 inci, tempat tidur besar serta kamar mandi. Tertarik mengunjungi perkemahan mewah ini? Siapkan saja dana Rp 2 juta untuk tenda standar atau Rp 2,5 juta per malam untuk tenda deluxe.

Highland Park Resort, Bogor, Jawa Barat

Bergaya Rustic

Nama Jeeva Beloam Beach Camp semakin familiar di telinga para pelancong lokal maupun mancanegara. Betapa tidak, Jeeva Beloam menyajikan panorama pantai spektakuler di Tanjung Ringgit, Lombok Timur, dengan nuansa rustic menawan serta perabotan dari kayu. Berdiri di atas lahan seluas 55 hektare, Jeeva Beloam memiliki 11 beach camp atau disebut “Beruga”. Awalnya, Jeeva hanya memiliki 5 bungalow. Namun seiring meningkatnya  popularitasnya, pihak pengelola kemudian membangun 6 bungalow baru.

Jangan berharap dapat menikmati TV ataupun Wi-Fi untuk mengakses dunia maya. Bahkan, Jeeva Beloam harus mengandalkan generator untuk pasokan listriknya, karena daerah ini belum dialiri listrik. Listrik pun hanya digunakan malam hari. Untuk menginap di Jeeva Beloam, tamu harus merogoh kocek sekitar Rp 3,5 juta per malam. Tarif tersebut sudah termasuk sarapan, makan siang, dan makan malam untuk dua orang.

Jeeva Beloam Beach Camp, Tanjung Ringgit, Lombok

Suasana Pedesaan

Sandat Glamping, namanya. Terletak di Ubud, Bali. Penginapan ini menyediakan tenda-tenda mewah yang menjanjikan suasana pedesaan dengan hamparan sawah hijau yang tenang dan indah. Hanya berjarak 10 menit dari Ubud Central, Sandat Glamping menawarkan lima tenda mewah dan juga tiga vila berbentuk lumbung tradisional Bali yang dipadukan dengan fasilitas modern.

Seluruh tenda dan vila didekorasi dengan warna-warna netral dan mengadopsi desain rustic chic ala safari Afrika. Tidak perlu khawatir soal kenyamanan karena setiap vila dan tenda dilengkapi dengan kolam renang pribadi, lantai kayu, fasilitas air panas serta perabotan mewah, dan anggun ala Eropa. Tarif menginap di tenda mewah ini dari Rp 2,5 juta per malam.

Sandat Glamping; Ubud; Bali

Andry T./Dok. TL

Canting Batik, Ini 5 Jenis dan Fungsinya

Canting batik bukan sekadar alat menulis motif, ada sejarah di belakangnya.

Canting batik dikenal luas di kalangan masyarakat Jawa, khususnya di daerah-daerah yang menghasilkan komoditas kain batik. Canting sendiri diyakini berasal dari bahasa Jawa yang artinya alat untuk menulis atau melukis motif batik.

Canting Batik

Secara umum ini adalah alat pokok dalam membatik secara tradisional yang menentukan apakah hasil pekerjaan tersebut disebut batik tulis atau bukan. Atau bahkan menentukan sebuah kain disebut batik atau bukan batik.

Alat ini memang dipergunakan untuk menulis, atau mungkin lebih tepatnya melukis dengan cairan malam, untuk membuat motif yang diinginkan. Membatik dapat dikatakan sebagai penerapan teknologi, karena proses melekatnya lilin pada kain harus menggunakan canting.

Batik juga dikatakan seni karena gambar motifnya merupakan ekspresi perasaan, keinginan, atau suasana hati seorang pembatik

Pemilihan canting batik dalam membatik sangat menentukan baik dan tidaknya motif yang dihasilkan. Hal ini karena setiap titik dan garis pada batik memiliki ukuran (canting) yang telah ditentukan.

Aneka Batik dari Jawa shutterstock
Aneka motif dan jenis batik dari Jawa. Foto: shutterstock



Sesungguhnya dari mana teknik menciptakan motif kain dengan menggunakan cairan malam ini? Ternyata ceritanya sangat panjang.

Pada awalnya teknik tersebut dikenal di Mesir, yakni sejak abad sebelum masehi. Perkiraan ini muncul karena ditemukannya kain pembungkus mumi yang dilapisi dengan (cairan) malam yang membentuk pola.

Namun Mesir bukan satu-satunya tempat dikenalnya teknik “membatik”. Di Asia, teknik ini digunakan pula oleh bangsa Tiongkok di masa Dinasti Tang (618-907). Ini juga ditemukan di India serta di  Jepang pada periode Nara (645-794). Sedangkan di Afrika sendiri teknik yang menyerupai batik ini dikenal oleh suku Yoruba di Negeria, suku Soninke, dan Wolof di Sinegal.

Sementara itu, di Indonesia seni membatik dikenal sejak zaman Majapahit.  Senin ini semakin populer pada akhir abad XVIII atau awal abd XIX. Pada zaman ini hingga awal abad XX semua jenis batik yang dihasilkan adalah batik tulis. Sedangkan sekitar 1920-an atau setelah Perang Dunia I produk batik dengan teknik cap baru dikenal.

Sejarah awal mulanya batik memang belum memiliki keterangan yang cukup jelas, karena beberapa pakar dan peneliti memiliki pandangan yang berbeda dalam hal ini. Dikutip dari kompas.com, GP Roufaer dalam bukunya De Batik- Kunst, menerangkan bahwa kehadiran batik Jawa sendiri tidak tercatat, namun dimungkinkan bahwa teknik batik diperkenalkan dari India dan Sri Lanka pada abad ke-6 atau ke-7.

Sementara J. L. A. Brandes, seorang arkeolog dari Belanda dan F. A. Sutjipto, sejarawan Indonesia menyimpulkan bahwa tradisi batik merupakan tradisi asli dari daerah Toraja, Flores, Halmahera, dan Papua. Daerah-daerah tersebut tidak dipengaruhi oleh Hidhuisme, namun memiliki tradisi kuna membuat batik.

Canting Kecil Cucuk Cecek blibli
Macam-macam jenis canting. Foto: shutterstock

Lalu bagaimana dengan canting batik? Sejak kapan ia dipergunakan untuk membuat motif batik. Soal ini belum ada catatan yang jelas. Belum pula ditemukan dokumentasi soal originalitas canting batik sebagai alat khas batik Indonesia.

Begitupun, dari banyak narasi yang ada, semuanya sama menyebutkan bahwa canting batik adalah alat yang terdiri dari tiga bagian, yaitu cucuk, nyemplung, dan pegangan.

Pertama, cucuk atau carat, berfungsi seperti mata pena sebagai ujung keluarnya cairan malam (lilin). Cucuk terbuat dari tembaga yang merupakan material yang baik untuk mengantarkan panas.

Bagian ke dua disebut nyamplung, ini berfungsi sebagai tempat untuk memasukkan malam atau lilin panas. Seperti halnya cucuk, nyemplung juga terbuat dari tembaga. Sedangkan bagian ke tiga adalah pegangan canting batik yang terbuat dari bambu atau kayu.

Meskipun bentuknya sama atau mirip, canting batik memiliki jenis yang terkait dengan fungsinya ketika membatik. Berikut jenis-jenis canting:

Canting Reng-rengan

Canting Reng-rengan dipergunakan sebagai awal proses membatik, yaitu proses membuat pola. Namun, awalnya pola dibuat terlebih dahulu baru kemudian dilanjutkan dengan menggunakan canting reng-rengan.

Canting Isen. 

Canting Isen merupakan canting yang berfungsi untuk mewarnai atau mengisi pola dari kerangka dasar yang sudah jadi. Canting isen memiliki cucuk tunggal dengan diameter 0,5 mm – 1,5 mm serta digunakan untuk detail yang lebih kecil.

Canting Cecek.

Canting berukuran kecil yang fungsinya untuk memberikan isen-isen pada motif batik.

Canting Klowong. 

Canting ini digunakan untuk membuat pola utama batik dimana membutuhkan detail yang lebih besar. Motif yang dibuat biasanya akan mendominasi batik secara keseluruhan.

Canting Tembok.

Canting ini memiliki cucug yang lebih lebar. Cucuk ini berfungsi agar mempermudah proses membatik untuk mengeblok motif secara keseluruhan. Canting ini biasanya digunakan untuk menutup motif secara keseluruahan.

agendaIndonesia/dari berbagai sumber

*****

Dolan Ke Kalimantan, Ini 6 Desa Yang Keren

Dolan ke Kalimantan ternyata banyak pilihan menarik yang bisa dikunjungi selain tempat-tempat wisata yang sudah dikenal umum. Kali ini main ke desa-desa wisata di provinsi-provinsi di Kalimantan.

Dolan Ke Kalimantan

Kalimantan adalah surga tempat wisata tersembunyi. Pulau terbesar di Indonesia ini tidak hanya dikelilingi berbagai macam pantai dan perbukitan yang menawan, tapi Kalimantan juga banyak memilikit desa-desa wisata keren yang menarik untuk dikunjungi saat liburan.

Dolan ke Kalimatan dan main ke desa wisata di beberapa daerah di pulau ini boleh dibilang akan menjadi momen yang unik dan baru bagi siapa saja. Pasalnya, wisatwan akan mendapatkan sekaligus mengenal berbagai kearifan lokal yang ada di setiap desa wisata dengan ciri khas dan daya tariknya masing-masing.

Berikut ini ada 6 desa wisata yang bisa dipilih saat dolan ke Kalimantan. Dimulai dari Provinsi Kalimantan Selatan.

Desa Wisata Loksado di Kalimantan Selatan

Nama desa wisata ini memang belum banyak dikenal wisatawan, namun Desa Wisata Loksado menyimpan harta terpendam yang sangat indah dan sayang dilewatkan saat dolan ke Kalimantan. Salah satunya adalah Air Terjun Haratai yang menjadi primadona pariwisata di Loksado, Kabupten Hulu Sungai Selatan. 

Selain air terjun, atraksi wisata di Loksado yang tidak kalah populer adalah Balanting Paring, yakni susur sungai menggunakan rakit bambu. Tergolong cukup ekstrem dan menantang, mengingat arus sungai yang cukup deras. Namun, rakit bambu ini merupakan salah satu transportasi tradisional masyarakat Loksado. Mereka sudah sangat piawai mengnahkodai rakit.

Desa Wisata Mandikapau di Kalimantan Selatan

Desa wisata di Provinsi Kalimantan Selatan ini tidak kalah menarik dibandingkan Desa Loksado. Adalah Desa Wisata Mandikapau, yang berlokasi di Danau Tamiyang, Kalimantan Selatan. Keunggulan Danau Tamiyang terletak pada air yang berwarna biru jernih, dengan latar belakang perbukitan hijau yang indah nan eksotis.

Saat pertama dolan ke Kalimantan dan tiba di Desa Wisata Mandikapau, para wisatawan akan disambut dengan jembatan warna-warni sepanjang 130 meter yang membelah danau. Wisatawan juga bisa duduk bersantai di gazebo pinggir danau dan menikmati berbagai kuliner, sambil melihat pemandangan danau yang luas.

Dolan ke Kalimantan jangan lewatkan main ke desa-desa wisata di daerah ini.
Desa wisata Tiwingan Lama di Kaliantan Selatan. Foto: shutterstock

Desa Wisata Tiwingan Lama

Masih di Kalimantan Selatan, kali ini tepatnya di Kabupaten Banjar. Di sini terdapat Desa Wisata Tiwingan Lama dengan potensi luar biasa yang menjadi magnet bagi seluruh wisatawan.

Puncak Matang Kaladan menjadi salah satu potensi dan destinasi wisata andalan dari Desa Wisata Tiwingan Lama. Sebab, Puncak Matang Kaladan digadang-gadang memiliki keindahan alam yang menyerupai Raja Ampat. Menarik untuk dikunjungi wisatawan.

Desa Wisata Pampang di Kalimantan Timur

Berbeda dengan desa wisata lainnya, Desa Wisata Pampang yang terletak di Kecamatan Samarinda Utara, Kalimantan Timur, ini menjadi rumah bagi suku Dayak Apo Kayan dan Dayak Kenyah. 

Dolan ke Kalimantan dan berkunjung ke Desa Pampang untuk mengenal budaya masyarakat Dayak.
Perempuan Dayak di Desa Pampang. Foto: dok Shutterstock

Menjadi salah satu aset budaya di Kalimantan, Desa Wisata Pampang menjadi destinasi liburan yang tepat untuk mengenal Suku Dayak dari dekat. Wisatawan bisa melihat langsung rumah adat megah yang dipenuhi ukiran khas Dayak, serta berbagai pertunjukan tarian di Desa Wisata Pampang, seperti Bangen Tawai, Kanjet Anyam Tali, dan banyak lagi.

Desa Wisata Miau Baru

Masih di Provinsi Kalimantan Timur, wisatawan bisa datang ke Desa Wisata Miau Baru yang tak kalah menarik untuk dikunjungi karena masih menjaga budaya asli dengan sangat baik. 

Sebut saja salah satunya kompleks pemakaman yang dikelilingi oleh ukiran motif Dayak Kayan yang khas, dan hanya ditemukan di Desa Wisata Miau Baru, Kecamatan Kombeng, Kalimantan Timur. Di sini juga sering diadakan pertunjukan seni tari Suku Dayak Kayan yang masih dilestarikan hingga sekarang.

Desa Wisata Sungai Kupah di Kalimantan Barat

Berlokasi di Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Desa Wisata Sungai Kupah merupakan desa wisata yang dikelilingi keindahan alam bahari dan budaya lokal yang kental. 

Kerajinan Desa SUngai Kupah Kemenparekraf
Kerajinan Desa Sungai Kupah di Kalimantan Barat. Foto: dok. Kemenparekraf

Daya tarik desa wisata di Kalimantan ini adalah menjadi tempat pengembangan wisata mangrove. Wisatawan bisa menyusuri hutan mangrove, susur sungai dan jika beruntung dapat melihat spesies monyet langka, hingga berkunjung ke kampung nelayan setempat.

Pengunjung juga bisa melihat langsung seni budaya yang khas di Desa Wisata Sungai Kupah, seperti tari Mangrove yang menggambarkan kondisi lingkungan mangrove saat ini. Lalu, ada juga seni budaya Tundang atau pantun dendang, yaitu penampilan pantun yang diiringi dengan gendang.

Dengan mengunjungi desa-desa wisata yang ada di Pulau Kalimantan tersebut, wisatawan dapat merasakan langsung budaya lokal yang masih terjaga kelestariannya hingga sekarang. Tentu perjalanan tersebut juga bisa dikombinasikan ke spot-spot wisata yang lain.

Ketika dolan ke Kalimantan Selatan, misalnya, pengunjung bisa bermain ke Pasar Terapung. Atau, main juga ke Taman Nasional Tanjung Putting di Kalimantan Tengah untuk menyambangi habitat Oran Utan.

agendaIndonesia/kemenparekraf

*****

Batagor Kingsley, Jajanan Sedap Sejak 1982

batagor kingsley sudah berjualan sejak 1982 di Bandung.

Batagor Kingsley, enah kenapa, hampir selalu menjadi pilihan pertama saya kalau sedang mampir ke Bandung. Padahal ada banyak pilihan gerai makanan yang menawarkan batagor di kota kembang ini.

Batagor Kingsley

Berbicara soal penganan dan oleh-oleh dari Bandung, tentu tak lengkap jika tidak membicarakan bakso tahu goreng alias batagor. Jajanan satu ini memang ikonik Paris van Java tersebut. Siapapun akan begitu mudah menemukan batagor di Bandung, mulai dari warung pinggir jalan hingga restoran besar.

batagor Kingsley menjadi salah satu ikon kuliner kota Bandung sejak 1982.
Gerai Batagor Kingsley di Bandung. Foto: Dok. Batagor Kingsley

Seperti disebut di muka, dari berbagai penjual batagor yang tersebar di Bandung, bisa dikatakan salah satu yang paling legendaris dan dikenal banyak orang adalah Batagor Kingsley. Gerai utamanya terletak di kawasan Jalan Veteran.

Kingsley tentu bukan yang pertama yang “menemukan” jajanan ini. Kita tahu, dari cerita sejarahnya, konon makanan ini tercipta secara tidak sengaja oleh seorang pedagang siomay yang akrab dipanggil kang Isan di Bandung pada 1970-an.

Pada saat itu, ia mencoba menggoreng sisa-sisa siomay yang tidak laku terjual. Tak disangka-sangka, ternyata hasil kreasinya tersebut justru amat disukai orang, bahkan banyak pula orang yang kemudian meniru dan menjajakan resep tersebut.

Lambat laun batagor pun berkembang menjadi salah satu kuliner populer khas Bandung hingga saat ini. Tak heran jika pada 2021 Google Trends mendaulat batagor sebagai salah satu kuliner yang paling dicari konsumen.

Batagor sendiri secara umum adalah penganan berbahan baku tahu dan adonan ikan tenggiri serta tepung, kurang lebih mirip seperti siomay. Keduanya lalu digabungkan dan digoreng, kemudian disajikan dengan bumbu kacang dan kecap manis, sambal dan/atau perasan jeruk nipis.

Lantas bagaimana dengan Batagor Kingsley? Apa yang kemudian membuatnya begitu terkenal dan disukai?

Mulai berdiri dan berjualan sejak 1982, Batagor Kingsley perlahan membangun reputasi sebagai salah satu penjaja batagor paling tersohor di Bandung. Ini berkat kualitas dan cita rasanya yang spesial.

Beberapa alasan yang membuatnya begitu digandrungi orang-orang adalah penggunaan bahan baku berkualitas tinggi. Misalnya seperti tahu yang digunakan. Mereka menggunakan tahu Yun Yi yang dikenal memiliki tekstur dan kelembutan lebih baik dari kebanyakan tahu-tahu lainnya.

Selain itu, kualitas adonan ikan tenggiri serta tepungnya pun dibuat pas, kenyal dan tidak amis. Ukurannya pun relatif agak lebih besar dari rata-rata, sehingga satu porsinya akan cukup mengenyangkan bagi kebanyakan orang.

Dalam satu porsi, biasanya mereka juga menawarkan batagor dengan tambahan variasi siomay goreng, yaitu adonan tepung, ikan tenggiri dan tahu yang dibalut kulit pangsit yang digoreng layaknya siomay pada umumnya. Setelah digoreng, ia akan menambah tekstur renyah saat disantap.

Kesemuanya lantas dipadu dengan bumbu kacang yang diracik kental serta pas rasa gurih dan pedasnya. Ini biasanya ditambah kecap serta sambal atau perasan jeruk nipis sesuai selera.

Kombinasi menggiurkan inilah yang membuat Kingsley bertahun-tahun menjadi favorit banyak kalangan. Ia kerap menjadi rekomendasi bagi setiap orang yang hendak mencari kuliner khas kota kembang ini, baik para pelancong maupun warga lokal.

Yang tak kalah unik, Batagor Kingsley juga menjajakan satu jenis batagor yang mungkin berbeda dari kebanyakan, yakni batagor basah atau batagor kuah. Batagor jenis ini disajikan dengan kuah yang hangat dan gurih. Ini memberikan sensasi yang berbeda dan cocok disantap saat cuaca hujan Bandung yang dingin.

Seiring waktu, Batagor Kingsley pun tak hanya menyajikan batagor, kini menu makanan lain yang dapat ditemui di Batagor Kingsley meliputi mi kocok –salah satu jajanan khas Bandung lainnya, serta mi/yamin ayam; tahu Yun Yi goreng; siomay goreng; cilok; martabak dan otak-otak ikan tenggiri.

Dengan ketenarannya, tentu menjadi wajar bila Batagor Kingsley selalu ramai dikunjungi konsumen, terlebih karena mereka tak membuka cabang di lokasi lainnya. Maka tak jarang jika pengunjung harus mengantri cukup panjang, terlebih bila ingin bersantap di tempat; walaupun makanan disajikan relatif cepat, sekitar 10-15 menit.

Selain pilihan makan di tempat, batagor juga bisa dibawa pulang secara mentah sebagai oleh-oleh. Batagor Kingsley mengklaim batagor mereka dapat disimpan dan awet selama sekitar 15 jam di suhu ruangan atau empat hingga lima hari jika disimpan di lemari pendingin.

Dari sisi harga, menu makanan di Batagor Kingsley berkisar antara Rp 20 ribu hingga Rp 45 ribu ke atas. Untuk beberapa kalangan mungkin tidak terbilang murah, tetapi jika mempertimbangkan rasa serta kualitas yang ditawarkan, harga yang dipatok masih cukup wajar. Terlebih melihat animo konsumen yang tak pernah surut, sepertinya harga tidak menjadi soal yang signifikan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan, Batagor Kingsley biasa buka setiap harinya dari jam 08.30 hingga malam, tetapi terkadang menjelang petang sudah tutup karena sudah habis. Terlebih pada hari-hari libur di mana pengunjung lebih padat dari biasanya. Selain itu, dalam seminggu Batagor Kingsley juga biasa tutup pada hari Kamis.

Batagor Kingsley; Jl. Veteran no. 25, Kebon Pisang, Bandung

Atau kunjungi akun Instagram @batagorkingsley.id.

agendaIndonesia/Audha Alief P.

*****

Danau Sentarum, Perjalanan 700 Kilo dari Pontianak

Danau Sentarum shutterstock

Danau Sentarum adalah perjalanan 700 kilometer dari Pontianak via jalur darat. Pernah mendengar tentang danau ini? Delapan dari 10 orang teman yang saya tanya mengatakan tidak.

Danau Sentarum di Kalimantan Barat

Cobalah meng-googling di internet soal danau-danau di Indonesia, percayalah yang muncul di layar adalah nama-nama seperti Danau Toba di Sumatera Utara, Sagara Anak di Lombok, Maninjau dan Singkarak di Padang, Kelimutu di Flores, Sentani di Papua, Batur di Bali, atau bahkan Rawa Pening di Jawa Tengah. Nama-nama yang sudah menjadi daerah tujuan wisata.

Danau Sentarum memang tidak sepopuler nama-nama di atas. Mungkin karena jarang dipublikasikan. Mungkin juga karena memang belum tersentuh industri pariwisata. Atau, mungkin karena jaraknya yang cukup jauh, yakni di perbatasan Indonesia-Malaysia. Ini membuatnya luput dari perhatian wisatawan lokal, internasional, bahkan pemerintah. Padahal danau seluas 80 ribu hektare ini terhitung istimewa karena bentuknya berupa cekungan datar atau Lebak Lebung  (Floodplain) yang merupakan daerah ekosistem hamparan banjir yang dikelilingi jajaran pegunungan.

Danau Sentarum berada di Taman Nasional Danau Sentarum yang berada di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, kira-kira 700 kilometer arah Timur Laut kota Pontianak, ibukota provinsi tersebut. Membentang di garis khatulistiwa, taman nasional seluas 1.320 kilometer persegi ini di wilayah perbatasan Indonesia dan Serawak, Malaysia.

Kawasan Danau Sentarum merupakan kumpulan tidak kurang dari 83 danau-danau besar dan kecil yang saling terhubung oleh sungai sungai besar dan kecil sehingga menjadikan kawasan ini lahan basah paling luas di Asia Tenggara setelah Danau Tonle Sap di Kamboja.

Perjalanan menuju Sentarum memang petualangan tersediri. Jika wisatawan memutuskan menggunakan jalur darat, itu artinya harus siap dengan perjalanan sepanjang 10-14 jam. Rute yang dilalui dari kota Khatulistiwa itu adalah menuju kota Sintang, lalu kota kecil Semitau. “Dari Semitau disambung perahu motor jurusan Desa Lanjak,” kata Uke, seorang teman di Pontianak.

Sentarum juga bisa dicapai melaui jalur udara, yakni dengan penerbangan dari Bandara Supadio di Pontianak menuju Bandara Pangsuma di Putusibau. Jarak tempuhnya terpangkas jauh dibanding lewat darat. “Penerbangan cuma sekitar 45 menit,” kata Uke lagi sambil bercerita, dari kota itu perjalanan dilanjutkan via darat menuju Lanjak selama 2-3 jam untuk jarak sekitar 120 kilometeran.

Ada pilihan petualangan lain, susur sungai. Seru juga mencapai taman nasional Sentarum dengan menyusuri Sungai Kapuas. Bisa dimulai dari Sintang. Rute Sintang-Semitau-Danau Sentarum dengan speedboad perlu waktu sekitar 4 jam. Untuk mencapai Sintang dari Pontianak bisa dengan pesawat terbang selama 40 menit atau via darat selama 8 jam.

Danau Sentarum merupakan kawasan konservasi. Ia berfungsi sebagai pengatur air bagi daerah aliran Sungai Kapuas yang panjangnya mencapai lebih dari seribu kilometer, sungai terpanjang di Indonesia. Berfungsi seperti sebuah tandon air raksasa, menampung air di kala musim hujan dan sebaliknya mengalirkan air ke Sungai Kapuas saat musim kemarau.

Sebagai objek wisata utama, danau ini sangat unik. Jika penghujan tiba, ia akan tergenang air sedalam 6 sampai 14 meter. Pemandangan kontras muncul saat kemarau, di mana 80 persen wilayah Danau Sentarum akan mengering. Pada saat inilah, masyarakat setempat dengan mudah memanen ikan-ikan di danau. Baik saat kemarau maupun penghujan, danau ini sama-sama menarik dan uniknya. Wisatawan akan menemukan flora dan fauna yang berbeda.

Ada banyak jenis hewan yang bisa ditemukan di taman nasional ini. Termasuk juga orangutan, meski dalam jumlah tidak sebanyak di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting di Kalimantan Tengah. Selain itu ada juga bekantan, kera ekor panjang, elang bondol, dan lain-lain. Tentunya jangan lewatkan mencermati aneka anggrek dan kantong semar.

Kawasan Danau Sentarum di musim hujan akan tergenang selama sekitar 10 bulan. Keadaan kontras, kering kerontang terlihat di musim kemarau yang hanya menyisakan alur-alur sungai kecil di tengah bentangan cekungan danau. Di lahan basah inilah dua kelompok masyarakat Dayak dan Melayu hidup berdampingan.

Masyarakat Dayak yang mayoritas terdiri dari suku Dayak Iban, Kantuk, Embaloh, Sebaruk, Sontas, Kenyah dan Punan adalah peladang dan pemburu yang tangguh tinggal di perbukitan. Salah satu atraksi yang menarik adalah menyaksikan panen madu lebah hutan (Apis dorsata) yang dikelola oleh masyarakat Dayak setempat.

Sedangkan masyarakat Melayu tinggal di kawasan danau  memiliki mata pencaharian sebagai nelayan yang terbiasa menjala, memukat, memasang sentaban (jebakan ikan), memelihara ikan dalam keramba serta mengumpulkan ikan-ikan hias. Masyarakat Melayu di kawasan dana Sentarum adalah sisa jejak Kerajaan Melayu Selimbau di Kalimantan Barat di masa silam. Sayangnya tidak cukup banyak jejak kerajaan di sini. Ada sebuah Masjid Jami berwarna kuning peninggalan kerajaan masih terawat dengan baik bisa di sini.

Untuk menikmati lanskap Danau Sentarum paling bagus adalah dengan mendaki Bukit Tekenang. Bukit yang satu ini menjadi tujuan wisata wajib saat ke Taman Nasional Daun Sentarum, karena dari ketinggiannya wisatawan bisa leluasa menyaksikan lanskap Sentarum. Selain mendaki bukit, bisa juga memancing di Danau Merebung yang menjadi habitat arwana, atau bersantai di Pantai Melayu atau Pantai Sepandan.


Ayo sekali-kali agendakan perjalanan ke Sentarum.

Rully K./Dok.TL

****

Pantai Sawarna Nan Cantik, 230 Kilometer Dari Jakarta

Pantai Sawarna nan cantik di Sukabumi, Jawa Barat, 230 kilometer dari Jakarta.

Pantai Sawarna nan cantik, pantai berpasir putih dengan hiasan karang-karang, masih cukup jarang menjadi pembicaraan wisatawan domestik. Padahal, pantai ini cukup lama menjadi perhatian wisatawan asing, khususnya para peselancar. Ini kisah dua peselancar tiga tahun lampau.

Pantai Sawarna nan Cantik

Demian dan Alex, dua pemuda Prancis, telah tiga bulan menghabiskan liburan di Asia Tenggara. Pertama, sasarannya Thailand, dilanjutkan ke Indonesia dengan persinggahan di Bali, Lombok, Flores, Bromo, dan Yogyakarta. Dari Indonesia, mereka terbang lagi ke Thailand, terus main ke Kamboja, Vietnam, dan Malaysia. Sepuluh hari sebelum waktu liburan berakhir, mereka memutuskan kembali ke Indonesia. “Kami sudah mengunjungi banyak kota dan tempat wisata di Asia Tenggara, kini saatnya mencari tempat menyepi sebelum pulang,” ujar Demian, yang ditemui sedang berselancar di Pantai Sawarna, Kabupaten Lebak, Banten.

Turis backpacker inimengaku, ketika di Bangkok, mencari informasi soal pantai di Asia Tenggara yang paling asyik untuk menyendiri. Beberapa orang pun merekomendasi Pantai Sawarna di Desa Sawarna, Bayah, Banten. Mereka lantas terbang dari Bangkok ke Bali, terus ke Yogyakarta, dan melanjutkan perjalanan lewat darat ke Pantai Sawarna melintasi Cilacap, Pangandaran, dan Pelabuhan Ratu. “Sepi sekali di sini, hanya ada suara angin dan ombak. Sudah seminggu di sini baru bertemu seorang Spanyol, dan hari ini ada dua Jerman berkunjung sebentar. Mereka menginap di Pelabuhan Ratu,” tutur Demian.

Selama di Pantai Sawarna, kegiatan pria ini hanya tidur, makan, jalan-jalan di sepanjang garis pantai, dan berselancar. “Kebanyakan turis ke Sawarna memang untuk mencari sepi. Belum ada bar, diskotek, kafe, atau restoran. Turis menginap di rumah warga,” ujar Bimbim, peselancar di Pantai Sawarna. Bimbim mempunyai warung kecil di bibir pantai. Ia juga menyewakan papan selancar dan memberikan kursus selancar bagi pemula. Setiap hari Demian dan Alex menghabiskan waktu di warung Bimbim, pria berkulit legam dengan rambut dicat pirang dan busana khas anak pantai.

Menurut Bimbim, ia orang pertama yang mempopulerkan Pantai Sawarna sebagai lokasi selancar. “Saya sudah main di sini lebih 10 tahun. Dulu sepi sekali, sekarang mulai ramai dengan wisatawan domestik, tapi masih sepi untuk turis asing. Pantai ini cocok untuk peselancar pemula,” ia mengungkapkan.

Pantai Sawarna nan Cantik merupakan pantai yang masih cukup tersembunyi meskipun sudah menjadi pilihan peselancar yang datang ke indonesia.
Tanjung Layar di kawasan Pantai Sawarna dengan batu-batu karang yang eksotis. Foto: Dok. shutterstock

Sekitar 20 tahun lalu, nama Pantai Sawarna tidak pernah terdengar. Berada di tengah persawahan luas dan tersembunyi di balik hutan lebat sepanjang dua kilometer dari jalan masuk, orang segan menempuh perjalanan ke pantai ini. Baru awal 2000-an, pantai ini populer setelah para wisatawan yang berkunjung mengunduh foto-foto hasil jepretan mereka ke sosial media. “Kini hampir 1.000 wisatawan domestik berkunjung setiap pekan. Ada sekitar 40-an tempat penginapan sederhana yang diusahakan oleh masyarakat. Semuanya masih sederhana, belum ada industri yang masuk. Kami memang berusaha mempertahankan kesederhanaan ini,” ujar Suhanda, Kepala Desa Sawarna.

Kecantikan Sawarna terletak pada pantai yang luas, panjang, dan berpasir putih. Pemandangan Pantai Sawarna paling cantik jika dilihat dari tanjakan Bukit Cariang, yang berada 1,5 kilometer dari pintu masuk pantai. Tidak hanya pantai berpasir putih, Sawarna juga menawarkan pemandangan keindahan lanskap gunung, hutan tropis dengan koleksi tanaman langka, sungai, persawahan, bukit karang terjal, gua, dan kehidupan masyarakat yang sederhana.

Jembatan Gantung Sawarna

Jembatan gantung di atas Sungai Sawarna menjadi pintu masuk ke pantai dan merupakan ikon wisata Sawarna. Dengan panjang 50 meter dan lebar 1 meter, jembatan ini menjadi urat nadi kawasan pantai menuju jalan utama Desa Sawarna. Jembatan tersebut dibuat dari kayu dan ditambatkan dengan besi yang dipulas merah. Ketika melewatinya, setiap wisatawan dikenai tiket masuk ke lokasi Pantai Sawarna Rp 3.000 per orang. Hati-hati, banyak penduduk yang lewat dengan sepeda motor maupun sepeda. l

Pantai Ciantir

Pantai Ciantir adalah pantai utama Sawarna yang menjadi tujuan wisata favorit. Setelah melewati Jembatan Gantung Sawarna, pengunjung akan langsung menuju Pantai Ciantir. Pasirnya putih bersih, enak buat nongkrong atau berlarian. Ombak cukup besar, sehingga mesti hati-hati jika ingin berenang. Satuan penjaga pantai selalu siap menjaga keselamatan pengunjung. Area berselancar berada di sisi paling kiri pantai ini, menawarkan ombak dengan ketinggian hingga 1,5 meter. Dipinggirnya, belasan perahu nelayan ditambatkan. Keindahan mentari tenggelam dapat dinikmati dari pantai ini.

Karang Tanjung Layar

Dua karang raksasa saling menempel membentuk formasi seperti layar kapal sedang mengembang. Keunikan formasi ini menjadi obyek fotografi paling populer di Pantai Sawarna. Ikon dengan lanskap karang dan ombak itu berada di sisi timur Pantai Sawarna. Untuk menempuhnya, pengunjung harus berjalan dulu melewati sawah dan hamparan karang dengan air selutut saat surut.

Pantai Legon Pari

Pantai yang satu ini tersembunyi di balik perbukitan Pantai Sawarna. Untuk mencapainya, wisatawan harus melewati jembatan gantung, persawahan, dan perbukitan terjal. Sebuah jalan alternatif bisa ditempuh menggunakan ojek dengan jarak yang cukup jauh. Pantai ini lebih sepi dibanding dengan Pantai Sawarna, banyak pengunjung memilih menyepi di sini.

Pantai Sawarna nan cantik di Lebak memiliki banyak potensi wisata, salah satunya Karang Taraje.
Karang Teraje di kawasan Sawarna, Lebak, Banten. Foto: Dok. shutterstock

Pantai Karang Taraje

Berada sekitar satu kilometer dari Pantai Legon Pari. Disebut Pantai Karang Taraje karena, untuk mencapainya, pengunjung harus melewati bukit karang terjal berbentuk tangga, yang dalam bahasa Sunda disebut taraje. Karang-karangnya menjulang, menghasilkan suara debur ombak yang keras ketika dihempas gelombang. Cocok buat penyendiri.

Wahyuana/TL/agendaIndonesia

*****