Resto di Lahan 2 Hektare, Congo di Dago Bandung

Resto di lahan 2 hektare pastilah dirancang tak main-main. Cobalah Congo Gallery & Café di kawasan Dago, Bandung, Jawa Barat. Tempatnya asyik, furniture dan aksen berbahan kayu solid menambah keasrian kafe ini. Lalu kenapa memilih nama yang erat hubungannya dengan Afrika?

Resto di Lahan 2 Hektare

Sebentar lagi surya akan tenggelam. Namun gerimis yang jatuh di kawasan Dago Pakar, Bandung, Jawa Barat, pengujung April lalu belum juga reda. Beruntung Congo Gallery and Café, yang akan saya kunjungi, sudah dekat. Benar saja. Setelah melintasi jalan berbelok dan menanjak, saya tiba di depan gerbang Congo. Di kedua sisi gerbang besarnya, menjulang batang pohon besar dengan tulisan Congo di tengah. Saya seakan memasuki dunia lain. Begitu nyaman, asri, dan sejuk. Congo Gallery and Café menempati lahan yang benar-benar lapang. Luasnya mencapai dua hektare.

Tak jauh dari gerbang, tampak Congo Café menghadap ke taman. Nuansa kayunya begitu kental. Penataan taman yang cantik dikombinasikan dengan bebatuan semakin menguatkan kesan alami tempat ini. “Kami menyebut kafe pada area ini dengan istilah outdoor,” kata Anne Muthia, General Manager Congo Gallery and Café.

Resto di lahan seluas 2 hektare di kawasan Dago Resort, Bandung, jawa Barat, Congo Gallery & Cafe.
Interior Congko Gallery & Cafe di kawasan Dago, Bandung, didominasi kayu. Foto: Prima M./Dok TL

Di sisi yang berseberangan dengan area outdoor, terdapat gedung berlantai dua. Di depan pintu masuk gedung, terpampang mesin pemotong kayu berukuran besar. Lantai pertama gedung ini disebut area sofa. Sesuai dengan namanya, kafe di ruangan ini dilengkapi sofa. Sedangkan lantai kedua disebut area VIP (very important person).

Berbeda dengan area lain, di area VIP pengunjung dikenai biaya minimum Rp 1 juta untuk satu meja yang dapat memuat 10-12 orang. Ruangan yang berdinding kaca ini memang paling mengesankan. Betapa tidak, kaca-kaca tinggi besar memungkinkan pengunjung menikmati pemandangan Bandung Timur dari ketinggian. Pada malam hari, pengunjung dapat melihat kerlap-kerlip lampu kota. Rasanya sangat tepat untuk makan malam yang romantis.

Meski terbagi atas berbagai area, Congo Café memiliki satu kesamaan, yakni sama-sama menggunakan meja yang terbuat dari kayu solid. Dalam ruangan VIP misalnya, terdapat meja makan berukuran 250 x 90 sentimeter dari kayu utuh.

Unsur kayu yang sangat mendominasi Congo rupanya tak terlepas dari bisnis utama sang pemilik. Menurut Anne, sang pemilik berbisnis kayu. Karena itu, ia menambahkan, Congo lebih mengedepankan galeri ketimbang kafenya. Kendati demikian, Congo Café justru lebih terkenal ketimbang galerinya.

Congo Gallery berada di gedung terpisah. Lokasinya di atas kedua kafé tadi. Seperti galeri pada umumnya, Congo Gallery menampilkan karya seni, meja, dan kursi yang terbuat dari kayu solid. Ada kayu trembesi, jati, sonokeling, eboni, dan sebagainya. Harganya pun beragam. Kabarnya, ada yang mencapai lebih dari Rp 1 miliar. Luar biasa!

Kembali ke kafe, sepertinya kita tak boleh melupakan menunya. Di tempat ini tersedia berbagai masakan, dari olahan tradisional hingga internasional. Sebagai pembuka, kebanyakan pengunjung Congo memesan Tahu Pletok. Kadang jika masih ingin nongkrong, makanan ini juga dipesan. Makanan khas Sunda ini berupa tahu yang diberi tepung tapioka dan digoreng garing. Sebagai teman makan, tersedia kecap manis dengan potongan cabe rawit hijau. Atau, ada singkong goreng yang sebelumnya dikukus, sehingga meskipun telah digoreng tetap renyah dikunyah. Untuk menu utama, lagi-lagi sajian tradisional menjadi andalan. Misalnya aneka varian berbahan buntur sapi. Ada Sop Buntut, Buntut Goreng, dan Buntut Bakar. Untuk menu internasional, Ebony Steak paling banyak dipesan.

Resto di lahan 2 hektare di Bandung dengan aneka menu yang menggoda.
Saint Berry dari Congo Gallery & Cafe Bandung. Foto: Prima M./Dok TL

Jika dilihat dari menu andalan tersebut, rasanya pilihan pengunjung sudah tepat. Sebab, makanan-makanan itu disajikan hangat dan memang paling pas disantap di kafe yang sejuk ini. Kemudian, sebagai hidangan penutup, Girl Best Friend paling banyak dipilih di antara deretan hidangan pencuci mulut lainnya. Hidangan ini berupa cake hangat dan diberi es krim. Di akhir pekan, pada saat kondisi normal, kafe yang buka mulai pukul 10.00 sampai 24.00 ini memberikan hiburan berupa light music. “Pilihan musik ini menyesuaikan dengan konsep kafe yang asri,” kata Anne.

Selesai menghabiskan kopi di cangkir, sempat terbersit pertanyaan di benak saya kenapa kafe di kawasan Dago ini diberi nama Congo. Mirip dengan nama negara di Afrika Tengah. Anne membenarkan bahwa nama Congo memang diambil dari negara tersebut. Sebab, menurut dia, di negara itu terdapat jenis kayu eboni yang sangat langka. “Dan kelangkaan itulah yang menginspirasi pemberian nama galeri dan kafe ini,” ucapnya.

Congo Gallery and Café; Jalan Rancakendal Luhur Nomor 8; Bandung

Menu Chicken ala Congo; Nasi Campur Bali; Sop Buntut Bakar/Goreng; Kakap Dabu-dabu; Ebony Steak

agendaIndonesia/Andry T./Prima M./Dok. TL

*****

Sarapan Enak di Locale 24 Diner & Bar

Sarapan enak di Locale 24 Diner & Bar, menjadi alternatif segar untuk menikmati sarapan ataupun kongko tengah malam. Terutama jika bosan dengan kedai-kedai makanan cepat saji.

Sarapan Enak

Bus  itu “diparkir” di deretan Rukan Garden House, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, tanpa pernah dipindahkan. Rukan tersebut berada di Blok B 10-11 sejak akhir 2013. Bus itu unik karena rodanya tidak pernah menggelinding. Di depannya pun tertata sejumlah kursi. Di pintu masuk, dipasang pula kanopi. Penasaran, saya pun memutuskan untuk singgah.

Seperti bagian luar yang dominan warna tosca, di dalam pun pulasan warna serupa mengisi beberapa bagian, selain putih dan abu-abu. Dining booth terdapat di setiap sudut ruangan. Papan tulis hitam memamerkan menu spesial di belakang bar. Sedangkan di depannya,  kursi bar berkaki aluminium menjadi tempat ideal untuk mereka yang tak memiliki banyak waktu bersantap. Inilah Locale 24 Diner & Bar, restoran yang dirancang menyerupai diner atau warung makan ala Amerika.

Seperti diner pada umumnya, restoran ini bernuansa retro. Sajiannya pun layaknya menu diner di Amerika Serikat, yang kebanyakan terdiri atas hidangan sarapan. Breakfast in the bus, salah satunya, terdiri atas telur mata sapi atau dadar, sosis, bacon, dan roti bakar. Rentang rasa pada menu sederhana seperti ini tentu tak jauh. Dengan kata lain, sajian seharga Rp 56 ribu tersebut tergolong standar. Appetizer platter senilaiRp 62 ribu pada menu pembuka malah lebih menggugah selera. Menyajikan pilihan chicken wings, tortilla, potato wedges, dan fish fingers yang terasa gurih.

Tak cuma menu sarapan ala Barat yang menjadi pilihannya. Ada  juga sajian ala Timur dan Indonesia, seperti singapore laksa with udon, tom yum seafood with rice, hainan chicken rice, nasi goreng locale, mi kangkung, dan ketoprak.  Harganya bervariasi, yakni Rp 38 ribu-106 ribu. Layaknya kebanyakan restoran modern di Jakarta, Locale 24 Diner & Bar juga menawarkan pilihan pasta, burger,dan steak.

sarapan enak di locale 24 diner & bar bisa menjadi alternatif segar jika bosen dengan kedai-kedai makanan capat saji,
Sarapan enak di Locale 24 Diner & Bar dengan pilihan aneka menu. Foto: Arcaya M./Dok TL

Melengkapi aneka hidangan, diner ini pun menawarkan berbagai jus buah, kopi dan teh. Mungkin karena melihat tren gaya hidup Ibu Kota, diner ini juga menyediakan beraneka ragam minuman beralkohol yang harganya tergolong miring. Satu sloki wiski Jameson, contohnya, dipatok dengan harga yang sedikit di bawah tempat lain. Semua menu ini dapat dinikmati kapan pun. Tidak ada alokasi menu untuk waktu tertentu—cocok untuk para foodie yang fleksibel dengan pilihan makanan mereka.

Sesuai dengan namanya, Locale 24 Diner & Bar awalnya memang buka 24 jam. Menyesuaikan dengan pasar dan pertimbangan berbagai hal, di waktu normal akhirnya dipilih waktu operasional pukul 10.00-04.00. Namun sejak pandemi, jam bukanya pun menyesuaikan. Di tengah pilihan sajian tengah malam yang didominasi restoran cepat saji, tampaknya Locale 24 Diner & Bar menjadi sebuah alternatif yang menyegarkan. Bahkan ketika banyak restoran lain tutup pada masa liburan, diner ini tetap membuka pintunya.

Berangkat dari konsep sarapan, diner ini menghadirkan sebuah paradoks. Semakin larut, Locale 24 Diner & Bar justru semakin ramai. Berkat konsep, hidangan serta harga yang ditawarkan, tempat makan ini menjadi magnet muda-mudi metropolitan. Mereka datang dari segala penjuru angin. Satu yang menjadi catatan, pemesanan kopi tidak dapat dilakukan lewat pukul 22.00 atau 23.00, apalagi ketika diner sangat sibuk. Alasannya, kopi diutamakan untuk pesanan saat sarapan. Masuk akal.

Locale 24 Diner & Bar memiliki beberapa bagian. Bagian depan diperuntukkan sebagai area bebas dari asap rokok, sedangkan di dalam sebagian besar area diner dengan bar yang merupakan area merokok. Ada juga area lantai dua yang diutamakan untuk acara privat. Karena alasan tersebut, tidak dianjurkan untuk mengunjungi Locale 24 Diner & Bar dengan keluarga lewat pukul 21.00.

Namun, saat buka pukul 10.00 hingga makan siang, Locale 24 Diner & Bar bisa menjadi tempat sarapan atau brunch yang tepat untuk keluarga. Inilah saat di mana diner tidak dipenuhi asap rokok dan celotehan riang anak muda. Dengan tenang, Anda bisa menghirup aroma kopi yang menggugah selera atau menikmati manisnya jus buah segar. l

Locale 24 Diner & Bar; Rukan Garden House Blok B 10-11; Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara

Menu

Singapore Laksa with Udon ; Tom Yum Seafood with Rice ; Hainan Chicken Rice; Nasi Goreng Locale; Country Steak with Milk Gravy; Mi kangkung; Ketoprak

agendaIndonesia/Fiz R./Arcaya Manikotama/Dol. TL

*****

7 Kuliner Halal di Medan (Bagian 1)

Ini 7 kuliner halal di Medan Sumatera Utara. Foto shutterstock

Ini dia 7 kuliner halal di Medan, Sumatera Utara. Medan dikenal sebagai kota dengan kemajemukan di antara warganya. Sebagai kota terbesar di pulau Sumatera dan di luar pulau Jawa secara keseluruhan, ia menjadi domisili dan melting pot berbagai jenis suku bangsa beserta adatnya, seperti Batak, Melayu, Tionghoa, Jawa, Minangkabau dan sebagainya.

7 Kuliner Halal di Medan

Oleh karenanya, tidak mengherankan bila begitu banyak budaya yang pada prosesnya saling berpadu satu sama lain, tak terkecuali kuliner. Dari percampuran tersebut, muncullah berbagai jenis kuliner unik yang lantas menjadi ikon di kota berjuluk Paris van Sumatera ini, serta senantiasa dicari dan disukai pecinta kuliner.

Ini dia 7 kuliner halal di Medan yang bisa dikunjungi setelah melawat ke Istana Maimun di kota ini.
Ini 7 kuliner halal di Medan. Istana Maimun di ibukota Sumatera Utara. Foto: shutterstock

Hanya saja, karena kemajemukannya itu pula, kadang kala tak semua hidangan khas tersebut tergolong halal bagi kaum muslim. Namun tak perlu khawatir, karena masih ada banyak pilihan kuliner nikmat dan halal yang bisa menjadi alternatif bagi wisatawan muslim kala berkunjung ke ibu kota Sumatera Utara ini. Berikut adalah 7 kuliner halal di Medan yang di antaranya direkomendasikan.

  1. Lontong Kak Lin

Lontong Medan termasuk satu dari 7 kuliner halal di Medan dan terfavorit di kota ini. Biasanya makanan ini jadi favorit warga setempat saat sarapan pagi. Kuah yang terbuat dari santan dan tauco, yang menghasilkan cita rasa gurih dan pedas, berpadu dengan lontong, sayur nangka, wortel, buncis, labu siam, bihun, tahu, tempe, kerupuk dan sebagainya sebagai pelengkap.

Maka tak heran jika banyak warung lontong Medan yang dapat ditemui, utamanya di kala pagi hari. Seperti misalnya Lontong Kak Lin, salah satu warung lontong Medan paling populer dan legendaris. Sudah berdiri sejak 1985, warung ini sejak lama telah menjadi salah satu tempat sarapan terfavorit di Medan.

Lontong Kota Medan shutterstock
Ini 7 kuliner halal di Medan, Sumatera Utara. Foto: shutterstock

Kuah yang kental, gurih dan menyegarkan menjadi ciri khas dari lontong Medan di warung yang terletak di jalan Teuku Cik Ditiro nomor 8m ini. Tak hanya itu, pengunjung juga dapat memilih lauk rendang, ayam, perkedel atau telur rebus. Porsinya pun cukup banyak, sehingga terhitung mengenyangkan untuk sarapan ataupun makan siang.

Selain lontong Medan, warung ini juga menyediakan beberapa menu lain seperti lontong pecal alias racikan lontong sayur dengan menggunakan bumbu pecal atau pecel, nasi gurih, mie sayur dan sebagainya. Harga menu-menu tersebut berkisar dari Rp 16 ribu sampai 70 ribu, tergantung dari kelengkapan dan jenis lauk yang dipilih.

Meski tak sepenuhnya terbilang murah, namun tidak mengurangi animo pengunjung yang tidak hanya berasal dari dalam negeri, tetapi tak jarang pula turis mancanegara. Sebagai catatan, warung yang berada di depan SMA Negeri 1 Medan ini biasanya tutup lebih awal saat weekend, yakni jam 14.00 di hari Sabtu dan jam 12.00 pada hari Minggu.

  • Rumah Makan Tabona

Menu halal khas Medan lainnya yang jadi rekomendasi adalah kari ayam dan sapi. Disinyalir terpengaruh dari budaya India, makanan ini tadinya beredar di beberapa daerah Sumatera Utara, seperti Pematang Siantar. Namun, pada perkembangannya muncul pula penjaja makanan ini di sekitar kota Medan.

Seperti contohnya Rumah Makan Tabona, yang sudah berjualan kari di Pematang Siantar sejak 1972, dan akhirnya 10 tahun kemudian pindah ke Medan. Rumah makan yang berlokasi di jalan Mangkubumi nomor 17 itu lantas terus melayani pelanggan hingga kini dan menjadi salah satu ikon kuliner Medan.

Meski hanya menawarkan menu kari ayam dan sapi, namun cita rasa dan keunikannya masih senantiasa digemari dan diburu pecinta kuliner. Dalam semangkok kari, akan berisikan potongan kentang dan daging sapi atau ayam kampung. Kuahnya cenderung encer, dengan paduan cita rasa asin, gurih dan pedas.

Kari kemudian disantap dengan nasi atau bihun. Pengunjung juga bisa memilih pilihan daging yang dipakai, misalnya memilih kari ayam suwir biasa, atau khusus bagian paha saja. Atau jika memesan kari sapi, bisa meminta tambahan bagian jeroan. Bisa juga memesan kari dengan daging ayam dan sapi. Pilihan porsinya pun ada yang standar, maupun yang jumbo.

Sebagai pelengkap, pengunjung akan disediakan acar bawang merah, acar cabe potong, emping dan opak. Kalau masih kurang, bisa juga menambah topping telur bebek. Last but not least, rumah makan ini juga menyediakan dessert puding pandan yang terasa pas sebagai hidangan pencuci mulut.

Memang, harus diakui harga menunya cukup premium. Untuk kari porsi standar harganya Rp 60 ribu, sementara untuk porsi jumbo dibandrol Rp 90 ribu. Namun, cita rasa nikmat yang otentik tetap menjadi alasan mengapa rumah makan yang buka setiap hari dari jam 06.30 hingga 16.30 ini selalu ramai pengunjung, khususnya jam makan siang.

Bihun kari Dok The Sultan Hotel Jakarta
Ini salah satu dari 7 kuliner halal di Medan, salah satunya kari bihun. Foto: dok. The Sultan Hotel Jakarta
  • Sate Memeng

Seperti halnya berbagai daerah lainnya di Tanah Air, Medan juga memiliki kultur kuliner malam yang tak kalah menarik. Salah satu destinasi kuliner malam legendaris di kota ini adalah sate Memeng, yang berlokasi di jalan Irian Barat nomor 2. Sang pendiri warung, H. Muhammad Saimin atau yang akrab dipanggil Memeng, sudah berjualan sate sejak 1945.

Buka setiap hari dari jam 17.00 hingga 23.00, warung sate ini dikenal dengan beberapa keunikan tersendiri. Semisal dari pilihan daging yang disajikan, dimana pengunjung dapat memilih sate dengan potongan daging sapi, kambing atau ayam. Potongan daging yang besar menjadi salah satu ciri khas warung sate ini.

Selain itu, pengunjung juga dapat meminta bagian potongan khusus seperti hati, usus, paru atau dicampur semua. Dan yang tak kalah menarik, pengunjung juga dapat memilih bumbu sate yang dipakai. Ada bumbu kecap, bumbu kacang, serta bumbu khas sate Memeng yang menyerupai bumbu sate Padang.

Keunikan-keunikan tersebut, ditambah dengan cita rasa bumbu yang meresap nikmat, menjadikannya spot kuliner malam Medan yang senantiasa ramai oleh pengunjung. Apalagi dengan harga seporsinya yang terhitung cukup moderat, sekitar Rp 24 ribu. Sebagai catatan, menu mie rebus yang tersedia, dengan topping kentang, taoge dan kerupuk, juga menjadi salah satu favorit pengunjung dengan harga Rp 14 ribu saja.

  • Mie Balap Wahidin

Kuliner unik nan ikonik lainnya di Medan adalah mie balap. Dinamakan demikian karena cara penyajiannya yang unik, dimana sang juru masak akan menumis mie, telur, sayuran dan pilihan daging ayam, sapi atau seafood secara cepat. Bahkan, cara memasaknya terkadang terlihat seperti terburu-buru, seperti sedang ‘balapan’ atau dikejar sesuatu.

Tak terbilang sulit untuk menemukan warung penjual mie balap yang enak di sini, seperti misalnya mie balap Wahidin yang berada di jalan Bambu Runcing nomor 25. Warung mie balap yang sudah eksis berjualan sejak 1990-an ini dikenal dengan gaya memasaknya yang tradisional, dengan menggunakan kayu bakar, agar aromanya lebih terasa khas.

Selain itu, cita rasanya cenderung lebih pedas dengan kuah yang lebih kental. Pengunjung juga dapat memilih jenis mie yang digunakan, baik itu mie kuning, miehun atau bihun, atau mietiaw alias kwetiau. Sebagai topping, pengunjung bisa memesan racikan daging ayam cincang atau ragam lauk seafood. Masakan kemudian disajikan di atas daun pisang.

Sepiring porsi mie balap di warung ini dihargai Rp 19 ribu, untuk semua jenis mie dan lauknya. Harga yang tergolong moderat, ditambah dengan jam buka warung ini dari jam 07.00 hingga 13.00, menandakan bahwa mie balap ini umumnya cukup populer di kalangan warga setempat sebagai opsi sarapan pagi atau santap siang.

agendaIndonesia/audha alief praditra

—–

Nasi Goreng di Jakarta Selatan, 5 Pilihan Yang Maknyus

Nasi goreng di Jakarta Selatan mungkin ada ratusan, bahkan mungkin ribuan. Tapi selalu saja ada yang menonjol. Sama-sama nasi goreng, tapi campuran dan bumbunya berbeda-beda.

Nasi Goreng di Jakarta Selatan

Nasi goreng sejatinya memang bukan milik Indonesia. Konon, olahan ini sudah disajikan bangsa Tionghoa sejak 4.000 SM. Dalam catatan sejarah, nasi goreng rupanya juga menjadi menu alternatif bagi orang Belanda yang tidak begitu menyukai nasi putih. Kini, di banyak tempat di dunia hidangan ini tersebar di berbagai negara. Baik di restoran Tionghoa, Vietnam, atau Indonesia.

Yang unik dari nasi goreng, meski namanya sama, bumbu dan rasanya bisa berbeda. Bahkan diberi label daerah asal, sehingga menambah kekhasannya. Berikut ini lima pilihan nasi goreng di Jakarta Selatan.

Nasi Goreng di Jakarta Selatan banyak ragamnya, dari yang kambing hingga yang seafood.
Nasi goreng kambing Kebon Sirih. Foto: Dok TL

Rasa Rempah dari Kebon Sirih

Jika melihat namanya sudah bisa ditebak kedai ini pasti ada hubunganya dengan Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih. Betul, kedai nasi goreng ini memang pertama kali buka di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Kemudian buka cabang di beberapa lokasi, salah satunya di Jalan Karang Tengah, Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Ciri khasnya, aroma minyak samin yang harum sudah tercium saat kita memasuki kedai ini.

Satu kuali nasi goreng yang sudah siap saji tampak dalam wajan yang dipanaskan dengan kompor gas. Model menglahnya sama dengan yang di Kebon Sirih, satu kali masak bisa untuk puluhan porsi. Saat dihidangkan, yang pertama kali tercium adalah aroma rempah-rempah khas Timur Tengah. Rasanya memang kaya rempah. Bumbunya antara lain kapulaga, kunyit, sereh, dan lada. Cara memasaknya serupa dengan nasi kebuli, sehingga memunculkan rasa gurih di setiap suapan.

Nasi Goreng Kebon Sirih; Jalan Karang Tengah Nomor 1C, Lebak Bulus, Jakarta Selatan

nasi goreng di Jakarta Selatan ada ratusan, bahkan ribuan, tapi ada beberapa yang menonjol.
Nasi Goreng Kambing di sekitar Kuningan, Jakarta Selatan. Foto: Dok. TL

Ramuan Kambing di Pedurenan

Untuk menuju kedai ini, dari gedung Dharma Wanita, kita cukup berjalan lurus dan mengamati sisi kanan jalan, temukan spanduk bergambar siluet kambing. Di kedai nasi goreng NGK, daging kambing dimasak terlebih dulu secara terpisah dengan cara direbus bersama bumbu-bumbu. Jadi, dagingnya terasa lebih empuk. Daging kambing itu kemudian diolah menjadi sajian nasi goreng yang gurih. Tidak mengherankan kalau NGK masih tetap diminati sejak berdiri pada 1986. Tersedia pilihan rasa pedas dan sedang, sesuai dengan selera.

Nasi Goreng Kambing NGK Dharma Wanita; Jalan Pedurenan Masjid; Belakang Gedung Dharma Wanita Kuningan, Jakarta Selatan

Seafood di Blok S

Di ujung Jalan Bhakti, Blok S, Kebayoran, tampak spanduk putih bertulisan “Nasi Goreng Betawi 99”. Warungnya buka mulai pukul 16.00, dari Senin sampai Minggu. Di kedai ini, nasi goreng seafood menjadi pesanan yang paling sering ditulis pramusaji. Seafood sebelumnya diolah dengan bumbu tersendiri. Kemudian, sebagian diolah menjadi nasi goreng. Sedangkan sebagian lagi dimasak dengan api kecil dan diberi bumbu lain. Hidangan laut yang dimasak terpisah itu pun ditata di atas nasi goreng.

Pilihan lainnya, nasi goreng dengan daging kambing yang direbus terlebih dulu dalam ramuan jahe, asam, kunyit, dan sereh sebelum dicampur dengan nasi. Sebagai penutup, cobalah minuman primadona kedai ini: jus alpukat. Terasa legit dengan campuran susu kental, sirup, dan es serut.

Nasi Goreng Betawi 99; Jalan Bhakti 1 Blok S, Senopati, Jakarta Selatan

Sedap dengan Aroma Arang

Rumah Makan Bumen Jaya di Pejompongan, Jakarta Selatan, termasuk yang sudah lama mengibarkan olahan nasi goreng. Hidangan andalan Bumen adalah Nasi Goreng Ayam dan Mi Godog. Usia rumah makan ini sudah sekitar 49 tahun. Dimasak menggunakan anglo dengan bahan bakar arang membuat aroma nasi goreng ayamnya terasa khas. Pada setiap gigitan nasi goreng terselip rasa kaldu sapi yang sebelumnya dicampur dengan beras. Walhasil, selain pulen, nasi goreng menjadi legit.

Karena tidak begitu banyak menggunakan minyak, tekstur nasinya kering legit. Yang menjadi idaman adalah suwiran ayam di Bumen Jaya, yang ditabur begitu banyak di atas nasi dan kemudian ditambahkan telur mata sapi. Porsi nasi goreng Jawa ini cukup besar, sehingga benar-benar klop untuk memadamkan rasa lapar. Jika ingin variasi lain, di sini juga ada nasi goreng kambing.

Nasi Goreng Bumen Jaya; Jalan Pejompongan 1; Jakarta Selatan

Sajian Ala Pekalongan

Bila Anda ingin merasakan nasi goreng yang komplet, coba singgah ke Nasi Goreng Pekalongan. Campurannya berupa daging, ayam, udang, cumi-cumi, dan ati ampela untuk nasi goreng spesial.

Didirikan pada 1986, Nasi Goreng Pekalongan masih mempertahankan rasa pedas yang khas. Bumbu merah terlihat dominan ketika nasi goreng ini dihidangkan. Campuran rempah-rempah dan sedikit kecap membuat tampilan nasi begitu padat.

Kehadiran daging di dalam sepiring nasi goreng juga tak kalah enak. Selain itu, ada cumi-cumi yang kenyal, udang yang matang, serta ayam yang dagingnya terasa manis. Benar-benar memperkaya rasa nasi goreng. Bagi penggemar rasa pedas, Nasi Goreng Pekalongan bisa jadi salah satu pilihan karena pedasnya tidak merusak cita rasa aslinya.

Nasi Goreng Pekalongan; Jalan Rumah Sakit Fatmawati 1; Pondok Labu, Jakarta Selatan

agendaIndonesia

*****

Jajanan Enak ala Pontianak, 5 Yang Wajib Icip

Jajanan enak ala Pontianak ada banyak macamnya, selain kwetiau atau mitiau yang sudah dikenal banyak orang. Ada pilihan lain jika kebetulan main ke ibu kota Kalimantan Barat ini, Dari sajian hidangan laut, es krim, hingga kopi.

Jajanan Enak ala Pontianak

Sajian kuliner Nusantara begitu beragam. Ada makanan yang selintas terlihat sama, namun begitu diicipi, ternyata rasanya berbeda. Hal serupa juga ditemukan di Kota Khatulistiwa ini. Menu sajian kuliner di Pontianak ada juga yang terlihat sama dengan jenis makanan atau masakan di Jawa ataupun daerah lainnya, tapi ternyata isinya berbeda. Di antaranya pengkang. Jika mendengar penjelasannya yang berbahan ketan, rasanya ini mengingatkan kita dengan lemper. Tampilannya saja yang berbeda karena dijapit bambu. Ada pula olahan kepiting serta sajian pedas khas Melayu. Berikut 5 jajanan Pontianak yang bisa dicoba karena beda dan pasti enak.

Es Krim Petrus

Karena tokonya tepat berada di depan sekolah Santo Petrus, warga Pontianak lebih mengenal Toko Es Krim Angi ini dengan nama es krim Petrus. Berbeda dengan es krim pada umumnya, es krim tersebut menggunakan wadah dari kelapa muda. Dengan begitu, selain dapat menikmati segarnya es krim, pengunjung dapat sekalian menikmati daging kelapa mudanya.

Es krimnya lumayan lembut. Kabarnya, resep es krim itu dibuat secara turun-menurun lebih dari 60 tahun. Pilihan rasanya juga beragam, mulai  cokelat, vanila, stroberi, durian, nangka, ketan, cempedak, hingga alpukat. Satu porsi es krim ukuran kecil Rp 12,500, sedangkan ukuran besar dengan batok kelapa Rp 23 ribu.

Es Krim Angi; Jalan KS Tubun No 8; Pontianak

Jajanan enak ala Pontianak di antaranya adalah pengkang yang mirip dengan lemper. Hanya saja pengkang berisi udang ebi.
Pengkang, makanan khas Pontianak, Kalimantan Barat. Foto: Dok. TL

Pengkang, Lemper Isi Udang

Namanya Pengkang. Sekilas menu ini mirip lemper. Sama-sama terbuat dari ketan yang dibungkus daun pisang dan dibakar. Cuma bedanya, pengkang berisi udang kering alias ebi. Bedanya lagi, saat dibakar, pengkang dijepit dengan bambu yang diikat tali yang terbuat dari alang-alang. Warga sekitar menyebutnya tali pundung.

Pengkang disajikan dengan sambal kerang. Harga per buah rekannya lemper ini hanya Rp 9.000. Sedangkan sambal kerang yang benar-benar membuat lidah bergoyang dipatok Rp 25 ribu per porsi. Es lidah buaya atau es biji selasih seharga Rp 15 ribu bisa menjadi minuman pilihan yang menyegarkan.

Pondok Pengkang Peniti; Jalan Raya Peniti Luar Km 30; Pontianak

Jajanan enak ala Pontianak bisa dipilih dari yang seafood atau sekadar ngopi.
Kepiting asap yang bisa dicicipi di Pontianak, Kalimantan Barat. Foto: Dok. TL

Kepiting Asap

Sajian dari ikan laut sepertinya jadi ikon sajian kuliner tak resmi Kota Pontianak. Betapa tidak, rumah makan yang populer di Kota Bumi Khatulistiwa itu kebanyakan adalah rumah makan yang menyajikan hidangan laut. Salah satu yang terkenal adalah menu kepiting asap di restoran yang pernah dikunjungi Presiden RI ke-7, Joko Widodo, yakni Pondok Kakap Seafood Restaurant.

Cara memasaknya terbilang tak lazim. Dua ekor kepiting kira-kira berukuran 8 ons yang sudah diberi rempah-rempah dibungkus dengan aluminium foil lalu dibakar. Rasanya lumayan pedas, tapi memang pas di lidah. Dalam penyajiannya disertakan pula dua pilihan sambal: cabai rawit yang diblender dan sambal terasi yang diberi jeruk nipis. Satu porsi untuk dua ekor kepiting berukuran 8 ons dihargai Rp 150 ribu.

Pondok Kakap Seafood; Jalan Ismail Marzuki No 33; Pontianak

Pedas Menyegarkan

Rumah makan Pondok Ale-Ale di Jalan Putri Candramidi ini menyediakan menu khas Melayu Kalimantan Barat. Yang jadi menu andalannya adalah asam pedas Ketapang. Sesuai dengan nama menunya, makanan ini memang terasa pedas dan menyegarkan. Rasa asamnya muncul dari penggunaan asam Jawa, nanas, dan terong asam dalam masakan.

Tingkat kepedasannya dapat diatur sesuai dengan selera, dari level I sampai level III untuk yang paling pedas. Perbedaan tingkat kepedasannya mirip dengan keripik pedas terkenal asal Jawa Barat. Untuk pilihan lauknya dapat berupa ikan atau kerang. Harga per porsinya mulai Rp 35 ribu. Menu tersebut cocok bagi penggemar masakan pedas.

Pondok Ale-Ale; Jalan Putri Candramidi No 10; Pontianak

Kopi Malam

Jika ingin menikmati kopi pada malam hari, berkunjunglah ke Jalan Gajah Mada, Pontianak. Di jalan ini boleh dibilang sentranya warung kopi. Di sepanjang jalan hampir dipenuhi deretan warung kopi yang selalu dipenuhi para penikmat kopi setiap malamnya. Saya sempat mampir di salah satu warung kopi yang berada di seberang hotel berbintang.

Rasa kopinya tidak terlalu heboh. Tapi suasana untuk bercengkerama amatlah mendukung. Kopi yang disediakan juga beragam, mulai kopi saring, kopi bubuk, hingga kopi susu. Sebagai pendamping minuman disediakan pisang goreng, martabak, dan kue. Harga per cangkir kopi mulai Rp 10 ribu.

Warung Kopi Winny; Jalan Gajah Mada No 159; Pontianak

agendaIndonesia/Andry T./Aditya N./TL

*****

Sop Buntut Ibu Samino, Enak Sejak 1973

Sop Buntur Ibu Samino adalah masakan legendaris di Jakarta.

Sop Buntut Ibu Samino di Jakarta rasanya hampir sama legendarisnya dengan sop buntut Borobudur. Secara racikan ke duanya berbeda. Sop buntut Borobudur kuahnya lebih kental dan berwarna merah karena tomat. Sementara di tempat ibu Samino lebih bening, meski gurihnya sangat terasa.

Sop Buntut Ibu Samino

Hal lain yang membedakan ke duanya adalah lokasi. Yang pertama di hotel berbintang lima, sedangkan Ibu Samino ada di warung kecil. Harganya tentu menjadi berbeda pula.

Buat yang sudah lama tinggal di Jakarta, Ibu Samino sudah berjualan menu sopnya sejak lama. Dulu sekali ia membuka warungnya di bagian belakang kantor Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, dulu Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Adalah suami istri Samino yang melihat peluang berjualan menu sop buntut di Jakarta. Pada 1973 itu masih sangat jarang ada restoran atau warung makan yang berjualan menu tersebut. Karenanya, mulailah mereka berjualan sop buntut, menu yang merupakan peninggalan orang-orang Belanda di masa colonial.

Sop Buntur Ibu Samino buka mulai 1973 di belakang kantor Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Jakarta.
Gerai Ibu Samino di Rasuna Said, Jakarta. Foto: IG Sop Buntut Ibu Samino

Dulu di awal-awal warung Sop Buntut Ibu Samino buka, orang suka menyebut warung ini sebagai “sop buntut nopo malih?” (Sop buntut apa lagi?). Ini karena pemesanan dilakukan dengan kertas seadanya atau kadang cuma secara lisan. Ketika mau membayar, ibu Samino sang juru hitung akan bertanya, “nopo malih?” Dan ia berhitung dengan cepat, seolah ada kalkulator di kepalanya.

Waktu berlalu, warung Sop Buntut Ibu Samino berpindah lokasi. Yang terlama ada di Jalan Arteri Permata Hijau atau Jalan Tentara Pelajar di seputar Patal Senayan. Ada pula beberapa gerai cabang lainnya. Dan tak ada lagi ibu Samino yang akan bertanya, nopo malih? Semua sudah dilakukan karyawannya.

Warung ini menjadi legendaris karena utamanya menyajikan menu spesialis sop buntut dengan varian yang rasanya paling komplit. Mulai dari sop buntut biasa, goreng, bakar, cabe ijo, atau balado. Semua disajikan dengan kuah sop buntutnya yang khas.

Masih di seputar buntut sapi, Sop Buntut Ibu Samino juga menyediakan masakan non-sop namun dengan bahan buntut sapi. Misalnya saja ada soto Betawi buntut. Yang ini kuahnya berbeda dengan sop buntut. Masakannya berkuah dengan santan namun dengan buntut sapi yang empuk. Masih di sop Betawi, ada pula pilihan dagingnya berupa iga sapi. Kuahnya sama dengan sop Betawi buntut. Yang tak disertai kuah hanyalah nasi goreng buntut.

Sop Buntut Ibu Samino
Sop Buntut Ibu Samino reguler. Foto: IG Ibu Samino

Rahasia kelezatan sop buntut di sini ada pada bumbu khas yang diracik sendiri oleh ibu Samino. Cita rasa yang disajikan terasa sangat kuat dan membuat lidah bergoyang. Terutama ketika menyeruput kuahnya.

Selain varian pengolahan atas buntutnya, ada pula varian berdasar porsinya. Porsi biasa umumnya terdiri dari tiga potong buntut yang dagingnya sangat empuk dan hamper lepas dari tulang buntutnya. Ada pula porsi spesial yang isinya dua kali lipat porsi biasa.

Warung Sob Buntut Ibu Samino tak cuma melayani pesanan sop buntut. Masih di soal sop, di rumah makan ini ada juga punya menu sop iga sapi yang tak kalah gurihnya. Selain itu ada pula menu-menu lain, umumnya masakan Jawa Tengah.

Bagi yang tak suka masakan olahan sapi, ada pula yang serba ayam. Ada ayam goreng biasa, ayam goreng kremes, ayam bakar, juga ayam balado. Mereka juga menyediakan menu bebek, variannya sama dengan masakan ayam. Ada yang goreng, bakar atau balado.

Sop Buntut Balado Ibu Samino
Sop Buntut Balado. Foto IG Ibu Samino

Sebelum pandemi restoran ini juga menyediakan masakan Yogya seperti gudeg. Namun tampaknya menu ini cukup rumit dan penggemarnya tak banyak di sini, sehingga kemudian dihilangkan dan kembali fokus ke menu andalan sop buntut.

Untuk minuman di restoran Sop Buntut Ibu Samino tersedia menu yang cukup variative. Mulai dari aneka juice buah segar hingga aneka kopi yang kekinian, misalnya Kopi Jack (Jakarta With Love) dan Kopi Tubruk Hitam. Ada pula minuman tradisional seperti beras kencur. Ini tampaknya sesuai dengan citra tempat makan ini menjual menu-menu Jawa.

Sop Buntut Ibu Samino

Jalan Tentara Pelajar (Arteri Permata Hijau-Patal Senayan) Nomor 22, Kelurahan Grogol Utara, Jakarta Selatan

Jalan Pakubuwono VI No.11E Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

agendaIndonesia

*****

Lontong Cap Go Meh, Kuliner Khusus di Hari Ke15

Lontong Cap Go Meh hari-hari ini banyak disajikan di resto-resto tanpa mengenal waktu. Padahal, pada mulanya, ini adalah sajian khas penutupan perayaan tahun baru Imlek. Khususnya di hari ke 15, cap go meh.

Lontong Cap Go Meh

Dari namanya, orang bisa langsung mahfum jika lontong cap go meh berkaitan erat dengan budaya dan tradisi masyarakat Tionghoa. Persepsi itu tidak keliru, meski harus hati-hati melihatnya. Masakan ini sebenarnya hanya masuk khasanah khusus Peranakan-Jawa. Sedangkan kaum peranakan di Kalimantan dan Sumatera tidak mengenal hidangan ini. Oleh karena itu, hidangan ini hanya ada pada perayaan Imlek di kalangan masyarakat Tionghoa di Jawa, khususnya Semarang, Jawa Timur, dan  Betawi.

Dari cerita mulut ke mulut, lontong Cap Go Meh ini disebut-sebut sebagai adaptasi masyarakat Tionghoa terhadap masakan lokal Indonesia, khususnya di Jawa. Dahulu pendatang Tionghoa pertama kali bermukim di kota-kota pelabuhan di pesisir utara Jawa, seperti Semarang, Pekalongan, Lasem dan Surabaya. Masakan ini dipercaya sebagai lambang asimilasi budaya antara kaum peranakan dan masyarakat Jawa.

Lontong Cap Go Meh sendiri sebenarnya tidak berbeda dari lontong sayur biasa. Kondimennya pun mirip, yaitu lontong yang sudah terpotong-potong disajikan dengan opor ayam, sayur lodeh atau sayur labu siam, sambal goreng hati, acar, telur pindang, bubuk koya, abon sapi, sambal, serta tidak lupa kerupuk.

Lalu di mana percampuran budayanya? Apa bagian dari masakan ini yang dibawa masyarakat Tionghoa?

Sebelum masuk Indonesia, masyarakat Tionghoa mempunyai masakan sejenis lontong, yakni yuanxiao. Ini adalah bola-bola tepung beras yang padat kuliner khas Ca Go Meh di Tionghoa. Ada anggapan tradisional Tionghoa yang menyatakan bahwa Yuanxiao yang padat melambangkan keberuntungan.

Masakan yang padat ini penting sebagai kebalikan dari bubur yang “diharamkan” saat perayaan Imlek. Bubur yang encer diangap membawa sial jika disajikan saat Imlek hingga hari ke 15.

Pada saat Laksamana Cheng Ho pada Dinasti Ming, sekitar tahun 1368-1644, masuk ke wilayah pesisir Jawa, terutama di sisi Semarang, banyak angota pasukannya yang berinteraksi dengan masyarakat setempat. Dari pertemuan ini  terjadi perkawinan dengan perempuan-perempuan Jawa.


Dalam kehidupan sehari-hari, mereka lantas melihat ada lontong yang mirip Yuanxiao, hanya bentuknya panjang. Ini dianggap semakin melengkapi dengan falsafah saat perayaan Imlek yang biasanya identik dengan doa panjang umur. Bentuk lontong yang panjang juga dianggap melambangkan umur yang panjang.

Bagi masyarakat peranakan di Jawa, lontong Cap Go Meh dipercaya sebagai makanan yang membawa keberuntungan. Selain bentuk lontong yang melambangkan umur yang panjang, telur ayam dalam berbagai budaya juga dipercaya sebagai simbol keberuntungan, sedangkan kuah santan serta bumbu dengan kunyit dipercaya sebagai lambang emas dan kemakmuran.

Nama Cap Go Meh sendiri diambil dari dialek Hokkian yang berarti ‘malam ke 15’ alias malam bulan purnama menurut penanggalan Imlek. Dan Cap Go Meh adalah penutup dari perayaan tahun baru Imlek.

Rupanya kemudian berkembang, masyarakat peranakan melihat tradisi kuliner ketupat lebaran dan opor ayam. Mereka melihat bagaimana para santrai yang tersebar di banyak kota di pesisir utara Jawa merayakan Lebaran dengan menyantap ketupat atau lontong opor. Ini yang kemudian diadopsi dan dikawinkan dengan tradisi Imlek.

Lontong Cap Go Meh ada di banyak kota di pesisir pulau Jawa.
Lontong Cap Go Meh memiliki berbagai variasi, sesuai karakter masyarakat setempat. Foto: Unsplash

Dalam perjalanannya, lontong Cap Go Meh bisa berbeda di sejulah daerah. Di kawasan pecinan di Jakarta, Semarang, maupun Surabaya paduan kondimen lontong Cap Go Meh bisa tidak sama. Di Jakarta, misalnya, lontong Cap Go Meh biasanya menggunakan sayur lodeh. Sedangkan di kawasan lain bisa. Yang wajib adalah harus ada lontong dan opor ayam, sambel goreng jeroan, sama kerupuk udang.
Lalu, di mana orang bisa mendapatkan lontong Cap Go Meh yang enak? Rasa tentu saja selera, tapi berikut ada beberapa tempat yang menyajikannya.

Gado-gado Bonbin; Jl. Cikini IV No. 1, Jakarta Pusat

Gado Gado Bon Bin memang terkenal banget nih sama gado-gadonya yang melegenda. Tapi Selain gado-gado, lontong cap go meh di sini tidak kalah enak.

Lontong Cap Go Meh & Rujak Cingur Surabaya; Summarecon Mall Lt2

Lokasi Serpong yang jauh nggak akan terasa kalau dibalas dengan kelezatan lontong cap gomeh yang satu ini. Dengan sentuhan resep khas Surabaya

Sate Khas Senayan

Di resto ini menu lontong Cap Go Meh tersedia hampir sepanjang waktu dan dengan kondimen yang lengkap. Gerainya yang banyak memudahkan orang mendapatkan menu ini.

agendaIndonesia

*****

Kuliner Bulevar PIK, 5 Pembangkit Selera

Kuliner Bulevar PIK semakin menjadi pilihan untuk bersantap dan berkumpul handai taulan.

Kuliner Bulevar PIK kian hari kian menjadi pilihan untuk bersantap atau sekadar nongkrong dan bersosialisasi. Bersenang-senang. PIK atau Pantai Indah Kapuk pernah tidak dianggap sebagai pilihan untuk wisata kuliner, beberapa tahun terakhir sinarnya makin mencorong. Apa lagi setelah kini hadir PIK 2.

Kuliner Bulevar PIK

Pantai Indah Kapuk makin menjadi salah satu destinasi kuliner populer. Ada sebuah bulevar dengan deretan kafe yang menggoda, dari makanan hingga interiornya. Mulai steak, pasta, hingga bubble tea dan es parut. Sulit juga jika sekali waktu harus memilih rumah makan terbaik di sini. Hingga beberapa tempat yang sama populernya tidak ditulis di sini. Pilihan di bawah ini pastinya dapat memuaskan lidah nusantara dan internasional serta bagi pencari menu yang mencari rasa autentik.

Bulevar Crown Golf merepukan kawasan ruko yang berlokasi di PIK 1, ada banyak pilihan makanan. Jika belum pernah menyambanginya, ada baiknya melakukan riset kecil-kecilan agar waktu tak habis hanya untuk menimbang-nimbang mana yang dipilih.

Buat Yang Seneng Nongkrong

Namanya Eighteen Pies, dari namanya sudah ketahuan apa sajian andalan mereka, meski menu lainnya juga banyak. Menu makanan beratnya juga ada. Cafe ini menyajikan beragam pastry yang bikin kita betah nongkrong, terutama untuk kaum hawa. Buka apa-apa, desain interiornya mengusung tema modern klasik dengan sentuhan feminin yang kuat.

Menu yang ditawarkan ada ragam kuliner Indonesia dan Chinnese. Jika cuma ingin santai dan menantap yang ringan, ada kue-kue yang enak. Ragam pastry juga banyak. Misalnya, bisa cobainspecialty cake-nya: nastar crumble, yang dikombinasikan dengan teh panas. Ada berbagai pilihan teh. Bila ingin yang agak berat, karena waktunya nanggung untuk makan besar, bisa memilih sandwich. Misalnya saja croissant dengan isian chicken katsu, sunny side egg alias telur ceplok, mayo dan disajikan dengan salad. 

Eighteen Pies; Ruko Crown Golf, Blok D No. 16, Bukit Golf Mediterania; Jl. Marina Indah Raya, Pantai Indah Kapuk, Jakarta

Bebek Nomor 1

Bihun Bebek A Eng, restoran dari Medan, memiliki sejarah yang panjang. Kisahnya dimulai sejak Perang Dunia II. Yakni ketika satu keluarga dari Guang Dong, Cina, bermigrasi ke ibu kota Sumatera Utara. Untuk bertahan hidup, mereka membuka kedai bakmi sederhana di Jalan Semarang, Medan, dengan berbekal resep keluarga dari Tiongkok. Rupanya, rasanya cocok dengan lidah setempat, sehingga sajian itu pun dengan cepat dikenal luas. Kini tak perlu ke Medan untuk bisa mencicipinya, karena telah ada cabangnya di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara.

Seperti halnya bakmi ayam, sajiannya merupakan paduan antara bakmi dan irisan daging bebek rebus. Bakminya lembut, tapi tidak lembek dan daging bebeknya sangat empuk. Yang membikin kian lezat adalah kuahnya. Bakmi ini disajikan dalam sebuah mangkuk besar.

Bihun Bebek A Eng; Ruko Crown Golf Block A 36; Bukit Golf Mediterania; Pantai Indah Kapuk, Jakarta

Kehangatan ala Jepang

Demam Jepang tampaknya tak pernah hilang di Jakarta. Yang paling populer tentu ramen. Ada banyak restoran ramen di kota ini. Tapi beberapa penggemar ramen mengklaim bahwa Ikkudo Ichi di Pantai Indah Kapuk merupakan salah satu yang terbaik.

IKKUDO ICHI

Ketika saya singgah ke resto ini, sang pelayan menyebutkan pilihan favorit tamu adalah ikkudo tori kara. Merupakan paduan irisan daging ayam, telur setengah matang, daun bawang, dan biji wijen, ramen ini dicampur dengan saus kara spesial sehingga menambah rasa pedas. Untuk temannya, bisa pesan age tori gyoza alias bakpau ayam. Tentu juga dengan secangkir ocha atau teh Jepang.

Ikkudo Ichi; Rukan Crown Golf Block D No. 2-3; Bukit Golf Mediterania; Pantai Indah Kapuk, Jakarta

Alternatif untuk Keluarga

Kebanyakan tempat makan berlomba memberikan rasa dan tempat terbaik. Shao Kao, restoran sate barbeku Cina, dihadirkan dengan penataan sederhana. Bisa ditemukan di sebelah Sate Khas Senayan. Benar-benar sebuah rumah makan yang bersahaja. Hal ini menjadikan Shao Kao pilihan yang tepat untuk makan dan bersantai bersama keluarga dan teman.

SHAO KAO 2

Pilihan hidangannya bermacam-macam, antara lain, bakmi, nasi, sayuran, dan sate—daging sapi, kambing, ayam, dan babi. Selain itu, ada kulit ayam dan beragam jamur. Plus, otak-otak dan pao. Tamu bisa meminta untuk dibuatkan sajian pedas sesuai selera.

Shao Kao; Ruko Cordoba Block F No. 6; Bukit Golf Mediterania; Pantai Indah Kapuk, Jakarta

Pilihan Sechuan Hot Pot

Untuk yang senang shabu-shabu atau pangang-memanggang sendiri, ada pilihan Shu Guo Yin Xiang,  Chinese restaurant dengan specialisasi Sechuan hot pot. Penggemarnya cukup banyak, sehingga karena lokasinya di ruko yang tidak terlalu besar, jika pas jam makan siap-siap antri saja.

Suasananya sangat oriental jadi sangat pas jika ingin merayakan Imlek atau Cap Go Meh di sini. Dari luar terlihat biasa saja, namun ketika kita masuk ke dalamnya ternyata daftar tunggunya cukup panjang. Rata-rata meja di sini di siapkan untuk 4 orang.

Utamanya makan di sini tentu saja shabu-shabu, tapi yang istimewa pilihan saus atau sambel atau bumbu celupnya sangat banyak. Yang tidak biasa mungkin bisa bingung, jangan ragu untuk bertanya ke waiter. Termasuk jika ingin mencampur atau antara satu bumbu dan saos yang lain.
Shu Guo Yin Xiang; Ruko Crown Golf, Blok D No. 62-63, Bukit Golf Mediterania; Jl. Marina Indah Raya, Pantai Indah Kapuk, Jakarta

agendaIndonesia/Fiz R./Arcaya M.

******

Jajanan Enak Kelapa Gading, 5 Jadi Pilihan

Jajanan enak Kelapa Gading, dari yang tradisional sampai yang legendaris.

Jajanan enak Kelapa Gading pilihannya bisa berlimpah. Mulai dari yang tradisional hingga yang melegenda.

Jajanan Enak Kelapa Gading

Jarum jam menunjukkan pukul 12.20. Matahari semestinya sedang gagah memperlihatkan kekuatannya. Namun siang itu awan kelabu menutupi keperkasaan matahari. Di tengah suasana mendung, di sepanjang Jalan Boulevard Raya, Kelapa Gading Permai, Jakarta Utara, orang-orang mampir dengan penuh semangat. Kendaraan beroda empat menyesaki pelataran parkir di deretan rumah makan di kawasan tersebut. Hampir tak ada rumah makan yang sepi pengunjung di lingkungan 1001 kuliner. Ada beragam menu dan setiap orang punya pilihan sesuai dengan selera masing-masing. Namun ada beberapa menu yang diburu sebagian besar penggemar kuliner. Empat di antaranya diulas di bawah ini.

Iga Penantang

Daging iga sapi bakar dengan siraman bumbu kacang di atasnya benar-benar menantang untuk disantap. Saat dipotong dengan sendok, dagingnya relatif mudah dipisahkan dari tulang. Maklum saja, sebelum dibakar, daging iga sapi yang masih dilengkapi tulang itu direbus dengan bumbu-bumbu selama tiga jam. Alhasil, selain empuk, bumbu meresap ke dalam daging iga.

Menu seharga Rp 50 ribuan ini dilengkapi kuah sop konro secara terpisah. Kuahnya terlihat lebih encer ketimbang coto Makassar. Menurut sang pemilik, menu ini paling banyak dipesan. Padahal, menu masakan Makassar lainnya juga tersedia. Ia mengaku dalam sehari dapat menghabiskan 500 kilogram iga sapi.

Sop Konro Karebosi;Jalan Boulevard Raya TA II/38;Kelapa Gading Permai; Jakarta Utara

Jajanan enak Kelapa gading kita bisa mencicipi kwetiau goreng Pontianak yang legendaris di kawasan ini.
Kwetiau goreng Pontianak di Kelapa Gading. Foto: Dok. TL

Jagoan Nila

Lain lagi dengan rumah makan Ikan Nila Pak Ugi. Sesuai dengan namanya, rumah makan ini memang mengandalkan ikan nila sebagai menu utama. Tersedia beragam menu, mulai nila bakar, nila goreng, nilai saus Padang, hingga nila telur asin. Dari semua olahan tersebut, yang paling banyak dipesan nila bakar. Saya pun mencoba pilihan terbanyak itu.

Saat ikan dibakar, aroma harum langsung tercium dan menggoda selera. Setelah setengah matang, ikan nila yang telah dipotong dan dibersihkan itu diberi bumbu racikan Pak Ugi. Saat bumbu meresap, ikan dibakar sampai matang dengan siraman kecap. Rupanya, di situlah letak rahasia kenikmatannya. Pantas saja nila bakar itu sanggup membuat lidah bergoyang.

Ikan Nila Pak Ugi; Jalan Boulevard Raya FX I/1;Kelapa Gading Permai; Jakarta Utara

Dim Sum

Sajian dim sum lengkap biasanya hanya ditemui di restoran-restoran besar. Tapi di Kelapa Gading, olahan khas dari Negeri Tirai Bambu ini dapat ditemukan di warung rumahan. Sang pemilik warung memanfaatkan teras rumah sebagai area makan. Ia menyodorkan menu pilihan dim sum yang mayoritas banyak disukai, seperti siomay, chicken pou, hakau, lumpia udang, pangsit udang, dan ceker ayam.

Meski dijual ala rumahan, rasa sajian yang biasa disantap saat sarapan ini boleh diadu. Daging ayam atau udang dicincang setengah halus. Tak mengherankan jika setiap gigitan menimbulkan sensasi tersendiri. Harganya dihitung per porsi dan tidak terlalu mahal. Sebagai pendamping makanan, Anda bisa memesan secangkir kopi Sumatera asal Sidikalang. Kenikmatan kopi bisa diteguk dengan membayar Rp 5.000 per cangkir.

Jajanan enak Kelapa Gading kita bisa mencoba sop konro atau konro bakar Karebosi Makassar di daerah Kelapa Gading Boulevard.
Sop Konro from Makassar Indonesia. Foto: shutterstock

Kwetiau Kawakan

Bicara kwetiau, mungkin, Anda tidak boleh melupakan kwetiau khas Pontianak yang satu ini. Sejak 1991 hingga sekarang, rumah makan ini konsisten menyajikan kwetiau saja. Jadi, jangan harap menemukan menu lain di tempat ini. Mungkin karena itu pula banyak yang sudah mengenalnya.

Sekadar menyegarkan ingatan, rumah makan ini hanya menyediakan tiga pilihan olahan kwetiau: kwetiau goreng, kwetiau siram, dan kwetiau kuah. Setiap sajian itu dipatok dengan harga yang sama, yaitu Rp 32 ribu per porsi. Kokinya juga dari dulu belum berganti. Masih orang yang sama dan dengan teknik memasak yang sama pula. Ia memasukkan telur ayam saat masakan sudah setengah matang.

Kwetiau Sapi Hayam Wuruk 61; Jalan Boulevard Raya TN II/30-31; Kelapa Gading Permai; Jakarta Utara

Bubur Sapo

Tak usah khawatir bila tengah malam perut Anda keroncongan. Jika kebetulan berada di Kelapa Gading Permai, Anda dapat mengunjungi rumah makan yang buka 24 jam ini. Ada beberapa menu ala Singapura yang dapat dijadikan pilihan. Namun menu bubur tetaplah menjadi pilihan favorit pengunjung.

Memiliki keunikan tersendiri. Bubur tidak dihidangkan di mangkuk biasa. Tetapi disajikan dalam sapo, yaitu mangkuk yang terbuat dari tanah liat. Mungkin karena itu sajian ini kemudian disebut bubur sapo. Penggunaan sapo menjadikan bubur tetap hangat hingga suapan terakhir. Harga bubur ayam dipatok Rp 30 ribu per porsi.

Bubur Sapo Bun Ong; Jalan Boulevard Raya WB I/30; Kelapa Gading Permai; Jakarta Utara

agendaIndonesia/Andry T./TL/shutterstock

*****

Semarang Kota Soto, Ini 5 Soto Yang Maknyus

Liburan di musim hujan saat nya menikmati kuliner khas yang lenih nikmat disanpat saat hujan turun.

Semarang Kota Soto rasanya tidak ada yang akan protes. Penjual soto bertebaran di segala penjuru ibukota Jawa Tengah ini. Semua enak dan semua mempunyai pelanggan yang fanatik.

Semarang Kota Soto

Soto termasuk jenis makanan yang mudah ditemukan di Semarang. Pedagang soto bertebaran. Anda tinggal pilih. Sepertinya tak berlebihan jika Semarang kita juluki sebagai Kota Soto, selain Kota Lumpia.

Mayoritas penjajanya menggunakan tambahan embel-embel nama penjualnya, seperti Soto Pak Man, Soto Pak No, Soto Mbak Lin, Soto Bangkong, dan sebagainya. Ciri lain dari soto di Semarang ialah dalam satu mangkuknya sudah tercampur nasi dan daging ayam sebagai bahan baku utamanya. Harganya yang relatif murah menjadikan soto sebagai pilihan untuk sarapan, makan siang, atau makan malam. Pada Ramadan ini cocok juga untuk berbuka puasa karena menghangatkan sekaligus mengenyangkan.

Soto Tanpa Santan

Soto Pak Man tampaknya paling ramai dikunjungi para pembeli di Semarang. Bahkan mulai pukul 10.00 hampir semua kursi sudah penuh terisi. Entahlah, mereka makan pagi atau makan siang. Tak penting juga bukan, yang penting makan soto. Soto disajikan dalam sebuah mangkuk yang berisi potongan daging ayam, soun, seledri, daun bawang, taoge, dan bawang goreng. Tak ketinggalan nasi  di dalamnya.

Harga per porsi ialah Rp 15 ribu. Sebagai temannya bisa pilih tempe goreng, perkedel, berbagai jenis sate, dari harga Rp 2.000 per buah. Ciri khas soto Pak Man ini tidak menggunakan santan dalam kuahnya.

Soto Pak Man; Jalan Pamularsih No. 32; Semarang

Soto Legendaris

Rumah makan soto ini memang didominasi warna hijau tua. Namun bukan karena catnya yang menyebabkan rumah makan ini dinamakan “soto idjo”. Atau bukan pula karena sotonya yang berwarna hijau. Menurut Purwadi, sang pemilik, rumah makan miliknya itu mengalami masa kejayaan pada era 1980-an dan banyak pembeli yang berasal dari kalangan tentara. Karena itulah, banyak yang menjulukinya sebagai soto idjo.

Rasa sotonya juga tak kalah enak dengan soto-soto yang lain. Isinya juga masih sama. Ada potongan daging ayam, soun, seledri, daun bawang, taoge, dan bawang goreng. Bahkan soto idjo menyediakan peyek udang, selain tahu goreng, tempe goreng, perkedel, dan satai. Harga per porsinya juga relatif murah.

Soto Idjo; Jalan Dr. Cipto No. 102; Semarang

Soto Buka 24 Jam

Saat berkeliling di Kota Semarang, beberapa kali saya menemukan rumah makan soto yang menggunakan nama dagang “Soto Pak No”. Beruntung, sopir yang mengantar saya selama di Semarang tahu keberadaan Soto Pak No yang asli. Pak Fauzi, nama sang pengemudi, memang sudah lama tinggal di Semarang. Dia tahu seluk-beluk soal kota ini. Setibanya di rumah makan yang dituju, terpampang spanduk yang bertuliskan Soto Ayam Asli RM Pak No.

Menurut seorang pelayan, kata RM bisa berarti rumah makan atau bisa juga inisial dari nama anak Pak No, yaitu Rokhmat dan Maryamah. Soto yang disajikan dalam mangkuk mungil ini juga tak berbeda dengan soto yang lain. Ada taoge, soun, daging ayam, seledri, bawang goreng, dan nasi putih. Harga per porsi terbilang murah. Yang membedakan dari rumah makan ini, yakni jam bukanya hingga 24 jam.

Soto Pak No; Jalan M.H. Thamrin No 28; Semarang

Semarang kota Soto ditandai dengan banyaknya warung soto yang legendaris di kota ini. Semuanya enak dan punya pelanggan yang fanatik.
Rumah makan Soto Mbak Lin di Jalan Kimangun Sarkoro, Semarang. Foto: Nita D./TL

Soto Rasa Kudus

Jika penjual soto yang lain di Semarang mayoritas kaum pria, lain halnya dengan rumah makan soto yang satu ini. Penjual soto ini justru pemiliknya perempuan. Tengok saja namanya, Soto Mbak Lin. Yang juga tak kalah laris dan punya pelanggan tersendiri.

Meski berjualan di Semarang, Soto Mbak Lin ini justru berasal dari Kudus. Seperti soto khas Kudus lain, kaldu kuahnya terasa lebih kental dan gurih. Soal isi tak jauh berbeda. Ada taoge, soun, daging ayam, seledri, bawang goreng, dan nasi putih. Harga per porsinya mirip dengan tempat lain. Sate kerang seharga Rp 3.500 per tusuk boleh dicoba.

Soto Mbak Lin; Jalan Kimangun Sarkoro; Semarang

Semarang kota soto karena kota ini memiliki begitu banyak warung soto legendaris dengan masakan yang enak.
Soto Bangkong, salah satu legenda soto di Semarang. Foto: shutterstock

Soto Bersantan

Soto yang terletak di ujung Jalan Brigjen Katamso, Semarang, ini porsinya tak berbeda dengan soto-soto lain. Mulai soun, taoge, seledri, bawang goreng, daging ayam, dan nasi putih tercampur dalam setiap mangkuknya. Bedanya hanya kuah santannya.

Selain itu, perbedaannya lagi, gorengan seperti tempe dan perkedel disajikan dengan cara ditusuk. Walhasil, dinamakan satai tempe dan satai perkedel. Satai kerang dan satai telur juga tak luput disajikan. Harganya mulai Rp 1.500 per tusuk. Harga soto di tempat ini relatif lebih tinggi dibanding yang lain, yakni Rp 15 ribu per porsi. Soal rasa tak jauh berbeda dengan yang lain.

Soto Bangkong; Jalan Brigjen Katamso No I; Semarang

agendaIndonesia/Andry T./Nita D./TL/shutterstock

*****