Wisata Sekitar Jalur Kereta, 6 Pilihannya

wisata sekitar jalur kereta belum popular di Indonesia, saatnya mengenalkan ke publik.

Wisata sekitar jalur kereta api belum popular di Indonesia. Umumnya wisatawan baru menikmati moda kereta api untuk menuju ke satu destinasi, baru dari sana mereka menyebar ke spot wisata lain. Di sisi lain, saat ini operator kereta api belum memiliki paket perjalanan yang memberi kesempatan penumpang hop in-hop off di satu spot dari sebuah rute perjalanan tanpa tambahan biaya.

Wisata Sekitar Jalur Kereta

Jadi, misalnya, seorang penumpang membeli tiket rute Jakarta-Surabaya, lalu ia bisa turun di Cirebon untuk menikmati wisata di kota ini satu malam sebelum besoknya melanjutkan perjalanan dengan kereta api yang sama tanpa dikenai charge baru. Tentu ia ketika turun di Cirebon perlu lapor dulu ke sistem KAI. Mudah-mudahan di masa datang ini bisa dilakukan.

Namun liburan ke berbagai kota kini memang semakin mudah dengan beragam pilihan moda transportasi. Salah satu opsi transportasi yang menyenangkan untuk dipilih adalah kereta api.

Wisata sekitar jalur kereta api bisa dinikmati sesaat menjalang perjalanan dengan kereta.
Rangkaian kereta melewati Kampung Jodipan, Malang. Foto: Dok KAI

Ada banyak kota dengan segudang pilihan wisata seru dan menarik yang bisa kamu kunjungi untuk liburan. Kamu bisa menggunakan kereta api yang cepat dan nyaman untuk mengunjungi berbagai tempat wisata tersebut.

Bahkan, ada juga tempat wisata keren yang jaraknya sangat dekat dari stasiun. Jadi, kamu hanya perlu jalan kaki sebentar untuk menikmati liburan seru, baik sendirian maupun ramai-ramai. Ini ada enam rekomendasi tempat wisata dekat stasiun kereta yang bisa kamu kunjungi. Ke enamnya bisa dicoba dinikmati menjelang keberangkatan dengan kereta.

Galeri Nasional Indonesia, Jakarta

Buat mereka yang menyukai dunia seni, tempat wisata sekitar jalur kereta ini bisa jadi pilihan untuk dikunjungi. Wisatawan hanya tinggal naik kereta dengan destinasi Stasiun Gambir, Jakarta. Tepat di seberang Stasiun Gambir ada Museum Galeri Nasional Indonesia. Tempat wisata yang satu ini menjadi sarana pameran seni dan kebudayaan, dari yang antik, kontemporer, sampai modern. Tak cuma pameran saja, kamu pun bisa menikmati seminar, fasilitas perpustakaan, dan laboratorium yang ada di dalamnya.

Kampoeng Plered Purwakarta

Berkunjung dan berjalan-jalan ke Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, sempatkan untuk mampir sejenak ke tempat yang satu ini. Adalah Kampung Maranggi, tempat makan khusus yang menyediakan Sate Maranggi, sebagai makanan khas dari Purwakarta.

Sate Maranggi di Purwakarta bisa jadi wisata sekitar jalur kereta.
Sate Maranggi khas Purwakarta.

Surga wisata kuliner yang berlokasi di alun-alun Kecamatan Plered tepatnya di samping halaman Stasiun Plered bisa jadi tempat menjawab rasa lapar selama perjalanan wisata ke Purwakarta. Untuk menuju Stasiun Plered, kamu bisa menggunakan kereta api Serayu, Garut Cibatuan, dan Bandung Raya Ekonomi.

Benteng Pendem Cilacap

Terletak di Dusun Kebonjati, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Benteng Pendem merupakan peninggalan Belanda di pesisir Pantai Teluk Penyu. Benteng ini dibangun pada 1861 dan dulunya menjadi markas pertahanan tentara Hindia Belanda.

Wisata sekitar jalur kereta salah satunya bisa menikmati spot wisata di sekitar Cilacap
Benteng Pendem Cilacap (Dutch : Kustbatterij op de Landtong te Cilacap ), is a Dutch fortress on the coast of Teluk Penyu in the district of Cilacap , Central Java, which was built in 1861

Di dalamnya terdapat gudang senjata, benteng pengintai, benteng pertahanan, gudang mesiu, penjara, ruang perwira, hingga dapur.
Benteng Pendem Cilacap berjarak kurang lebih tiga kilometer dari Stasiun Cilacap dan dapat ditempuh dalam waktu sekitar 10 menit. Kamu bisa menggunakan kereta api Kamandaka, Wijayakusuma, dan Joglosemarkerto untuk menuju Stasiun Cilacap. Ini bisa menjadi pilihan wisata sekitar jalur kereta.

Pantai Grand Watu Dodol Banyuwangi

Bila kamu memutuskan turun ke stasiun terakhir di Banyuwangi, yakni Stasiun Ketapang bisa coba berkunjung ke Pantai Grand Watu Dodol (GWD). Jarak yang harus ditempuh dari stasiun ke Pantai Grand Watu Dodol (GWD) kurang lebih 6,8 kilometer atau perjalanan sekitar 11 menit. Nah ini pilihan lain wisata sekitar jalur kereta.

Pantai GWD menyajikan wisata snorkeling, diving dan trip naik perahu ke Pulau Tabuhan. Bagi kamu yang dari Semarang ingin menuju Stasiun Ketapang, kamu bisa menggunakan kereta yang baru dijalankan pada momen libur Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 yaitu Blambangan Ekspres relasi Semarang Tawang – Ketapang (Banyuwangi) pp. Selain itu, masih tersedia banyak kereta api dari berbagai daerah yang bisa kamu gunakan menuju ke Stasiun Ketapang.

Wisata Kampung Warna-warni Jodipan Malang

Kampung warna-warni yang ada di Kelurahan Jodipan juga merupakan salah satu tempat wisata Malang yang dekat dengan Stasiun Malang. Buat kamu yang suka foto selfie, di sana ada ratusan rumah yang dicat warna-warni sehingga kampung ini menjadi tampak Instagramable untuk latar belakang berfoto. Lokasinya ada di Jalan Ir. H. Juanda 6, Jodipan, Kota Malang, Jawa Timur. Jaraknya dari Stasiun Malang sekitar 1,5 kilometer. Kamu bisa berkendara selama sekitar 5 menit atau jalan kaki kurang lebih 17 menit. 

Kampung Kuliner Binjai

Tempat wisata di Binjai dekat stasiun adalah Kampung Kuliner. Tempat wisata populer ini hanya berjarak sekitar 100 meter dari Stasiun Binjai. Kamu bisa mencoba berbagai kuliner khas Binjai hingga hidangan khas Sumatera Utara lain di tempat ini.

Tempat ini menawarkan konsep yang unik semacam food court dengan pilihan indoor maupun outdoor. Disini kamu bisa memilih untuk menikmati makanan di luar ruangan (outdoor) di mana tersedia banyak tenda dengan kursi-kursi dengan konsep yang keren. Bagi kamu yang ingin lebih private kamu bisa memlih makan di dalam ruangan (indoor) agar tidak terganggu dengan suasana keramaian.

Itu tadi enam rekomendasi tempat wisata dekat stasiun yang bisa dijangkau dengan kereta. Tak perlu jauh-jauh, kamu bisa hanya berjalan kaki sekitar 5-17 menit untuk mendapatkan pengalaman seru selama liburan.

Selain enam lokasi wisata tersebut, sebenarnya masih banyak lagi tempat-tempat wisata, baik wisata sejarah, seni, alam, hingga wisata kuliner di sekitaran stasiun-stasiun kereta api di berbagai daerah.

“Stasiun kereta api terletak di tempat-tempat strategis, sehingga masyarakat bisa langsung jalan-jalan tanpa menempuh perjalanan panjang lagi. KAI juga menyediakan berbagai tipe kereta yang dapat digunakan. Mulai dari kelas Ekonomi, Bisnis, Eksekutif, dan Luxury,” kata Joni dari PT Kereta Api Indonesia.

agendaIndonesia (sumber PT KAI)

*****

Nasi Goreng Babat Pak Karmin, Lezat 5 Dekade

Nasi Goreng Babat Pak Karmin Semarang jadi salah satu kuliner legendaris

Nasi goreng babat Pak Karmin sudah selayaknya disebut sebagai salah satu ikon kuliner kota Semarang. Maklum, usaha kuliner ini sudah eksis di ibukota provinsi Jawa Tengah tersebut sejak lima dekade lalu. Dan, ini yang perlu dicatat, masih kondang diburu penggemar kuliner hingga kini.

Nasi Goreng Babat Pak Karmin

Berbicara budaya kuliner di tanah air, nasi goreng rasanya sudah erat menjadi bagian hidup masyarakat Indonesia. Nasi goreng telah menjadi ikon kuliner nasional yang dianggap begitu identik dengan Indonesia, bahkan di kalangan masyarakat dunia.

Dengan budaya orang Indonesia yang suka makan nasi sehari-hari, maka menyantap nasi goreng dianggap sudah menjadi hal biasa. Baik itu memasak sendiri, maupun membeli dari penjaja nasi goreng yang menjamur dan mudah ditemukan.

Nasi Goreng Babat Pak Karmin menjadi salah satu ikonik Semarang, selain Tugu Muda dan Lawang Sewu.
Tugu Muda salah satu ikon kota Semarang. Foto shutterstock

Seiring berjalannya waktu, nasi goreng kemudian berevolusi dengan jenis-jenis yang berbeda dan beragam kreasi baru yang unik. Ada yang menambahkan nasi goreng dengan sosis, petai, daging buntut sapi, racikan ikan asin, dan sebagainya.

Dari bermacam-macam kreasi unik tersebut, salah satu yang cukup tersohor adalah nasi goreng babat, yang populer di kota lumpia itu. Sukarmin, atau yang akrab dipanggil pak Karmin, adalah yang turut berandil mempopulerkan resep nasi goreng babat tersebut.

Usaha nasi goreng Pak Karmin sudah berdiri sejak 1971. Kala itu, dirinya masih berusia 22 tahun, baru saja menikah dan punya anak. Berbekal resep turun temurun keluarganya, ia memutuskan untuk membuka warung nasi goreng yang terletak di dekat jembatan Mberok. Di dekat kota lama Semarang.

Awalnya, usaha tersebut tak mendatangkan keuntungan yang banyak, lantaran tak begitu ramai diminati dan minim pelanggan. Tak mau menyerah, Sukarmin lantas mencoba berinovasi dengan nasi goreng buatannya. Kali ini ia menambahkan racikan babat.

Dalam khasanah kuliner Indonesia, babat merupakan salah satu bagian tubuh sapi yang cukup sering dijadikan bahan makanan. Salah satu masakan babat yang cukup populer adalah babat gongso, yang kebetulan juga termasuk kuliner klangenan di Semarang.

Sejatinya, gongso dalam bahasa Jawa adalah sebuah istilah untuk masakan tumis, nyemek atau setengah kering. Sehingga babat gongso pada dasarnya adalah babat yang dimasak dengan cara menumisnya dengan bumbu seperti bawang putih, bawang merah, cabe merah dan kecap.

Membuat babat gongso tak terlalu sulit, karena racikan bumbunya cukup mudah untuk dibuat. Tetapi untuk membuat babat nikmat untuk disantap, perlu dipersiapkan terlebih dulu dengan cara merebusnya. Semakin lama direbus, babat akan semakin halus dan empuk.

Babat gongs Semarang merupakan kuliner kota ini yang wajib dicoba.
Babat gongso di Semarang menjadi sejoli dengan nasi goreng babat. Foto: shutterstock

Hal yang sama juga dilakukan oleh Sukarmin. Sebelum dimasak, babat dicuci dulu hingga berulang kali, agar terasa halus dan bersih. Setelahnya, bagian babat kemudian dipisahkan antara yang sudah halus dengan bagian yang dirasa masih agak kasar.

Bagian babat yang halus lantas direbus dulu dalam kurun waktu setidaknya tiga jam. Adapun untuk beberapa bagian babat yang lebih kasar akan direbus sampai sekitar delapan jam, agar benar-benar menjadi empuk.

Potongan babat tersebut kemudian diracik dengan bumbu-bumbu yang digunakan untuk membuat babat gongso. Namun, alih-alih menumisnya untuk menjadi babat gongso, ia kemudian menyampurkannya ke dalam nasi goreng.

Tak ayal, cita rasa nasi goreng tersebut semakin bertambah dengan sensasi pedas dan manis yang berpadu nikmat. Dari sinilah, nasi goreng babat pak Karmi mulai mendapat perhatian lebih, dan perlahan pelanggan dan pelancong yang penasaran mulai berdatangan.

Ia bahkan kemudian turut menjajakan babat gongso buatannya sebagai menu lauk yang terpisah. Belakangan, menu babat gongso tersebut turut menjadi populer dan kian menambah ramai warungnya.

Nasi goreng babat, ketika babat gongso dikolaborasika dengan nasi goreng.
Nasi goreng babat tengah dimasak. Foto: dok. Paxels

Kini, Suhari sang generasi kedua dari usaha ini yang terus melanjutkan aktivitas bisnis warung Nasi Goreng Babat Pak Karmin tersebut. Dalam sehari, mereka bisa menjual setidaknya sebanyak 600 piring. Oleh karenanya, kemudian dibukalah cabang di jalan M.H. Thamrin, Semarang, untuk dapat mengakomodasi ramainya pengunjung.

Harga satu porsi nasi goreng babat pak Karmin pun terbilang masuk akal. Seporsi nasi goreng babat dihargai Rp 25 ribu, atau Rp 28 ribu kalau pakai tambahan telur dadar maupun ceplok. Pengunjung juga bisa meminta tambahan seperti petai, serta mengatur level rasa pedas sesuai selera.

Sementara kalau ingin mencoba babat gongso, disarankan untuk membeli satu porsi dengan nasi putih hangat dan telur dadar atau ceplok sebagai teman makannya. Harga seporsinya dibandrol Rp 33 ribu.

Bagi yang mungkin tidak begitu menyukai babat, tersedia pula menu-menu seperti nasi goreng ayam, nasi goreng telur, serta racikan ayam atau telur yang digongso. Harganya berkisar dari Rp 18 ribu hingga Rp 28 ribu.

Warung nasi goreng babat pak Karmin sehari-harinya buka dari jam 08.00 hingga jam 22.00, tetapi disarankan untuk datang lebih awal saat waktu makan siang dan malam. Membludaknya pengunjung, terutama saat hari libur, berpotensi sulit mendapat tempat duduk dan kehabisan.

Nasi Goreng Babat Pak Karmin

Jl. Pemuda no. 2, Semarang

Jl. MH. Thamrin no. 84, Semarang

agendaIndonesia/audha alief P.

*****

Solo dan 4 Pilihan Kulinernya

Penjaja makanan di Pasar christian siallagan unsplash

Solo dan 4 pilihan kulinernya. Mulai dari sarapan, makan siang, hingga nglaras sambil makan malam. Orang Solo, seperti juga orang Yogya, senang memanjakan lidahnya. Aksi goyang lidah ini dimulai dari usai subuh, hingga tengah malam menjalang.

Solo dan 4 Pilihan Kulinernya

Solo dan 4 pilihan kulinernya. Mulai dari sarapan, makan siang, hingga nglaras sambil makan malam. Kali ini bukan tengkleng dan sate buntel yang sudah terkenal itu. Ini ada 4 pilihan kuliner yang segar dan sedap, seperti pecel, soto, dan selat. Tentu masih ada pilihan nasi liwet untuk malam hari.

Soto Gading

Jika Anda mengunjungi Solo dan sampai masih dini hari, sementara acara utama masih dua-tiga jam lagi, ini kesempatan menikmati sarapan di kota Batik ini. Pilihan pertamanya adalah soto Gading. Kuah panasnya bisa menghangatkan pagi Anda.

Harganya, seperti juga banyak makanan kota ini, tak sampai puluhan ribu. Namun ia sudah kadung menjadi klangenan para petinggi negeri hingga pesohor. Sederet nama presiden Republik Indonesia dikabarkan gemar menyantap soto gading kala berdinas ke Solo.

Soto berkuah bening ini berisi nasi putih, lembaran sohun, dan suwiran ayam. Tampak sederhana, tapi kuah soto terasa segar dan ringan di lidah. Warung soto ini juga menyediakan berbagai sate sebagai tambahan lauk, seperti sate paru, babat, kikil, usus, dan sebagainya. Walaupun selalu ramai dikunjungi saat jam makan siang, Anda tak perlu khawatir, warung ini memiliki ruangan yang cukup besar.

Soto Gading
Jalan Brigjen Sudiarto Nomor 75, Pasar Kliwon

Solo

Buka mulai pukul 06.00-15.30

Pecel Solo 1
Solo dan 4 pilihan kulinernya. dok TL

Pecel Ndeso

Jika soto masih terlalu berat, wisatawan bisa memulai paginya di Solo dengan sepiring pecel dan segelas teh hangat. Pilihannya adalah Pecel nDeso. Pecel ini dihidangkan dengan nasi merah di atas selembar daun pisang. Sayuran seperti kenikir, taoge, kacang panjang, dan jantung pisang menjadi bahan utamanya.Di Warung Tempoe Doeloe, ada pula lauk sebagai temannya, seperti tempe bacem, berbagai olahan telur, juga sambal goreng ati.

Yang menjadi ciri khas adalah bumbu yang biasanya berbahan dasar kacang digantikan wijen hitam. Jadi jangan kaget bila penampakan nasi pecel lebih legam. Namun soal rasa tak perlu diragukan lagi. Sepiring pecel ndesotanpa lauk dihargai belasan ribu saja.

Waroeng Tempo Doeloe

Jalan Dr Soepomo Nomor 55, Pasar Beling

Solo

Buka pukul 07.30-16.00 dan pukul 18.00-24.00

Selat Bestik

Sore hari ingin menyantap makanan yang tak terlalu berat di perut? Cobalah mampir ke Warung Mbak Lies. Di sini ada sederet hidangan selat, sup, dan bestik yang cukup ringan dikudap sebagai selingan. Pertama kali datang ke Warung Mbak Lies, sudah pasti Anda akan ternganga dengan interiornya yang penuh keramik pecah belah. Tak perlu khawatir takut menyenggol barang-barang unik tersebut, karena keramik sudah ditempel kuat di lantai dan di dinding.

Uniknya lagi, seragam para pramusaji di sini sangat khas Eropa. Kuliner andalan Mbak Lies adalah selat bestik dan galantin. Kata selat sendiri konon merupakan pelesetan dari salad. Sepiring selat bestik berisi sepotong daging sapi empuk, disertai wortel, buncis, kentang, daun selada, acar bawang merah, plus acar mentimun. Kemudian, diguyur kuah berwarna kecokelatan bercita rasa manis dan asam yang menyegarkan. Untuk minumannya, Mbak Lies juga menyediakan beragam es.

Warung Selat Mbak Lies

Jalan Veteran Gang II Nomor 42, Serengan

Buka pukul 09.00-17.00

Nasi Liwet

Kuliner legendaris lain yang bisa dijadikan menu makan malam di Solo adalah nasi liwet Wongso Lemu. Warung nasi ini usianya sudah lebih dari setengah abad. Konon, nasi liwet memang banyak dijajakan secara berkeliling di jalanan di Solo. Itulah penyebab banyak sekali warung nasi liwet bertebaran di kota ini. Nasi liwet bercita rasa gurih karena disiram kuah areh,atau santan kental. Biasa dihidangkan di dalam sepucuk daun pisang, dilengkapi tumis labu siam, suwiran ayam, dan telur rebus.

Dengan komposisi seperti itu, nasi liwet di Warung Wongso Lemu dibanderol Rp 19 ribu. Anda juga bisa meminta lauk tambahan, seperti ati ampela ataupun potongan ayam kampung. Walaupun harganya lebih tinggi dibanding warung nasi liwet lain, setiap malam warung Bu Wongso ini tak pernah sepi dari pengunjung. Sambil melahap nasi liwet, jangan lupa memesan segelas es puter tradisional yang biasa dijual di depan warung. Nikmati juga alunan lagu tradisional dari sepasang penyanyi yang biasa menghibur pengunjung secara live.

Warung Wongso Lemu

Jalan Teuku Umar, Keprabon

Solo

Buka pukul 16.00-01.00

Wisata Gunung Berapi, Pesona 4 Kawah

Wisata gunung berapi tak cuma dengan mendaki, tapi juga bisa menikmati kawahnya Kawah Ijen-Foto mario la pergola-unsplash.

Wisata gunung berapi rasanya sudah biasa untuk para penikmat wisata alam. Banyak orang yang tak menyukai pendakian gunungnya, namun sangat bisa menikmati bagian dari gunung. Ya, letusan gunung berapi ternyata menyisakan kawah yang indah.

Wisata Gunung Berapi

Sudah sejak lama kawah Tangkuban Perahu di Jawa Barat menjadi salah satu objek yang menarik bagi wisatawan. Hampir setiap karya wisata yang melibatkan anak-anak sekolah yang berkunjung ke Bandung, dapat dipastikan akan memasukkan spot ini ke dalam jadwalnya.

Di negeri yang kaya dengan gunung berapi seperti Indonesia, salah satu obyek wisata gunung berapi yang unik adalah kawah. Sejatinya, kawah terbentuk dari letusan gunung berapi. Seiring dengan berjalannya waktu, kawah yang terbentuk itu menebarkan pesona keindahan dan keunikan tersendiri.

Ada puluhan kawah yang menjadi tujuan wisata, berikut ini kami pilihkan empat kawah yang menyedot banyak perhatian wisatawan.

Suara Burung di Kamojang

Kawah Kamojang yang terletak di Garut, Jawa Barat, ini memiliki beberapa titik kawah yang diberi nama berdasarkan suaranya yang unik. Ada Kawah Manuk yang jika berada di dekatnya Anda akan mendengar suara seperti burung.

Ada juga Kawah Kereta Api yang memiliki suara seperti kereta api. Bahkan ada juga yang terdengar seperti peluit. Kawah Sakarat merupakan kawah yang suaranya mirip dengan orang sekarat. Selain itu, ada pula Kawah Hujan yang unik. Di kawah ini terasa seperti sedang hujan. Jika berada di dekatnya, Anda akan sedikit basah seperti terkena gerimis.

Selain menikmati keunikan kawahnya, di sini pengunjung juga bisa datang untuk berendam air panas. Lokasi Kawah Kamojang berada di area geothermal PLTU Kamojang, Garut. Tepat berada di area perbatasan kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung.

Berbahaya tapi Elok

Kawah Ijen merupakan pusat danau kawah terbesar di Dunia terletak di Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.

Wisata gunung berapi salah satunya dengan mengunjungi Gunung Ijen di Jawa Timur untuk menikmati pesona kawah Ijen.
Wisata gunung berapi untuk menikmati pesona kawahnya. Foto: Dok. unsplash

. Kawah ini bisa memproduksi 36 juta meter kubik belerang dan hidrogen klorida dengan luas sekitar 5.466 hektare. Meski berbahaya, kawah ini memiliki keindahan yang luar biasa.

Danau Ijen memiliki derajat keasaman nol dan kedalaman 200 meter. Keasamannya yang sangat kuat dapat melarutkan pakaian dan jari manusia.

Saat berada di kawasan Kawah Ijen, pelancong bisa menyaksikan para penambang yang sibuk membawa tumpukan belerang di punggung mereka. Selain itu, menyusuri jalan yang curam dan dipenuhi oleh gas beracun yang berbahaya.

Untuk mencapai Kawah Ijen ada dua jalur yang bisa dilalui. Pertama melalui Banyuwangi. Namun rute praktis lebih sulit dilalui karena kondisi jalan yang tidak terlalu bagus. Jalur ini biasanya digunakan para pendaki untuk rute pendakian wisata gunung berapi Ijen.

Rute kedua melalui Kota Bondowoso. Berangkat dari Bondowoso, lalu menuju Wonosari, dan dilanjutkan ke Sempol dan akhirnya ke Patulding. Dari Patulding tinggal berjalan kaki melewati jalan setapak dan tebing kaldera sejauh 2 kilometer menuju Kawah Ijen. Jalur dari Bondowoso ini lebih baik dari Banyuwangi karena kondisi jalan yang bagus dan relatif mulus. Jarak tempuh jalur Bondowoso ini mencapai 70 kilometer dengan pemandangan pohon kopi dan hutan pinus yang indah.

Danau Kawah

Kawah Putih adalah sebuah danau kawah dari Gunung Patuha yang terletak di daerah selatan Bandung, Jawa Barat. Dulu, sebelum Kawah Putih dibuka untuk umum, masyarakat setempat percaya bahwa Kawah Putih menyimpan misteri dan angker karena banyak burung yang mati saat melintasi Kawah Putih. Namun anggapan itu ternyata salah.

Wisata gunung berapi di selatan Bandung bisa dilakukan dengan mengunjungi Kawah Putih.
Pesona Kawah Putih di Ciwidey, Jawa Barat. Foto: unsplash

Pada 1987, kawasan Kawah Putih dijadikan sebagai obyek wisata gunung berapi. Keindahan danau Kawah Putih memang sangat mempesona. Danau Kawah Putih memiliki ciri khas dan keunikan, yaitu air di danau kawahnya bisa berubah warna, seperti hijau apel, kebiru-biruan bila cuaca terang terkena pantulan matahari, atau cokelat susu.

Namun paling sering terlihat airnya berwarna putih disertai kabut tebal di atasnya. Kawasan ini tidak jarang dijadikan sebagai obyek untuk foto prewedding lantaran pemandangannya yang eksotis.

Kawah Putih Ciwidey Bandung berada di lokasi yang sangat strategis, yakni di tengah kawasan wisata Ciwidey, tepatnya di Jalan Raya Ciwidey Patengan Kilometer 11 Bandung, Jawa Barat.

Berbeda Warna

Kawah lain yang tak kalah indah sekaligus unik adalah Danau Kelimutu yang terletak di dekat Desa Moni, di Pulau Flores. Danau yang menempati kawah ini terdiri atas tiga danau yang masing-masing memiliki warna berbeda. Danau Orang Tua atau Tiwu Ata Mbupu memiliki warna biru.

Wisata gunung berapi yang terkenal adalah ke Gunung Kelimutu untuk menikmati kawahnya yang menjadi danau Kelimutu.
Danau/kawah Tiwu Nua Mori Koo Fai dan Tiwu Ata Polo, di Taman Nasional Kelimutu, Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur. Foto: DOk. TL/Rully

Sedangkan dua danau lain, yakni Muri Koo Fai (Danau Anak Muda dan Perawan) berwarna hijau dan Tiwu Ata Polo (Danau Pikat), berwarna kemerahan. Warna-warni yang terlihat di kawasan Kawah Kelimutu ini ternyata bisa berubah-ubah tanpa bisa diprediksi sebelumnya.

Dari ke empat kawah yang disampaikan di sini, Kelimutu tentu yang cukup sulit dicapai karena berada di Gunung Kelimutu. Perjalanan ke Kelimutu bisa dilakukan melalui kota Ende, bisa pula dicapai melalui Labuan Bajo.

agendaIndonesia

*****

3 Sarapan Maknyus di Gang Gloria Glodok

ketuoat Lam Gang Gloria

3 sarapan maknyus di gang Gloria Glodok ini bisa menjadi pilihan menikmati kulinari di Jakarta. Gang dekat pasar Glodok, Jakarta Barat, tersebut penuh penjaja makanan, termasuk jenis kari, soto, dan ketupat sayur. Tertarik mencobanya untuk sarapan?

3 Sarapan Maknyus di Gang Gloria

Kari Lam

Akiong buru-buru berganti kemeja ketika pelanggan mulai berdatangan. “Sebentar ya, saya baru datang,” ujarnya kepada dua tamu yang duduk di ruangan berukuran sekitar 100 meter persegi itu. Lantas ia pun sibuk menyuwir daging ayam kampung sembari menyisir bihun. Jam belum genap menunjukkan pukul 09.00, waktu buka warung kari ayam dan sapi Kari Lam. Kemudian, ia membuka tutup kuali kuah kari. Asap pun membubung tinggi, bau harum santan bercampur daging ayam langsung tercium.

Sambil membubuhkan bawang goreng ke mangkuk kari, ia pun berkisah. “Warung ini sudah ada sejak 1973 di Gloria, Jakarta. Mulanya di Medan. Bapak saya yang bikin,” katanya. Nama Lam diambil dari sapaan ayah Akiong, Alam. “Jadi Kari Lam berarti Kari si Alam,” ujarnya.

Sudah tiga kali warung ini berpindah tempat, tapi selalu di Gang Gloria, dekat dengan Pasar Glodok. Terakhir 1990-an, dan saat itu pula warung itu dipegang penuh oleh Akiong. Selama tiga dekade terakhir ia melihat penurunan jumlah pengunjung, terutama setelah 1990-an. Pemicunya, warga etnis Tionghoa yang bermukim di wilayah Glodok dan sekitarnya mulai pindah ke perumahan Kelapa Gading, Serpong, dan Pantai Indah Kapuk. Belum lagi adanya krisis moneter.

Meski begitu, sampai sekarang masih ada pelanggan setia yang datang. Mereka biasanya yang kangen rasa kuah santan racikan keluarga Cina-Medan yang sangat khas: mlekoh, tapi tidak medok dan tak bikin enek. Selain itu, tekstur spesial daging ayam kampung yang empuk. Bila tak terlampau doyan ayam, Akiong juga menjual kari sapi.

Kari Lam

Ujung Gang Gloria, Jalan Pancoran, Glodok, Jakarta Barat

Buka: Pukul 09.00-15.30

Harga: Rp 40-45 ribu

Soto Betawi Afung

Soto Betawi Afung
Soto Betawi Afung di Gang Gloria, Glodok, Jakarta. Dok. TL/Frann

Bukan sekali-dua kali Siti Maemunah, pramusaji di warung milik Ho Tjiang Fung, mendengar pertanyaan para pengunjung ihwal kedai milik majikannya. “Cina kan biasanya identik jual mi, kok ini jual soto? Soto Betawi pula,” begitulah perempuan separuh baya tersebut menirukan ujaran para tamunya. Pertanyaan itu juga yang sempat terbersit kala TL menyusuri Gang Gloria dan membaca plakat berwarna kuning yang menggantung di pintu masuk warung.

“Soto ini memang yang punya asnawi, asli Cina-Betawi,” tutur Siti berseloroh. Mulanya, si empu warung membuka bisnis buah impor. Sayangnya, pada masa pemerintahan Soeharto, ujar Siti, importir sulit masuk ke Tanah Air. Karena itu, ia beralih jalur bisnis. Tepatnya pada 1982, Afung, yang dikenal memiliki keterampilan meracik masakan berkuah santan, membuka warung soto Betawi. Tak dinyana, warungnya eksis hingga kini.

Soto Betawi Afung memiliki rasa yang beda karena kuah santan yang dicampur dengan sumsum. Sementara dari penampilannya pun enak dipandang mata: semangkuk soto tersaji lengkap dengan isian daging sapi beserta urat, babat, plus paru yang digoreng garing. Bisa juga tambahan sumsum bila pelanggan kurang puas. “Tapi kalau kolesterolnya tinggi, sebaiknya jangan (menambah sumsum),” ujar Siti.

Soto Betawi Afung

Gang Gloria, Jalan Pancoran, Glodok, Jakarta Barat

Buka: Pukul 06.00-16.00

Harga: Rp 42 ribu

Ketupat Sayur Gloria Kartika Chandra

Lapaknya menyempil, hampir tak terlihat dari jalan setapak di gang pecinan. Jadi Anda harus bertanya untuk menemukan warung yang berdiri sejak 1960 tersebut. “Ya, dari dulu gini-gini saja. Hanya menggelar meja di depan toko orang, tapi syukurlah pelanggan sudah tahu (lokasinya),” tutur Sujono Chandra, si empunya dagangan.

Di lapak sederhana itu, 150 ketupat habis terjual dalam sehari. Generasi kedua pemegang warisan warung sayur asli Betawi itu malah bingung mengapa orang-orang dari berbagai daerah rela datang demi mencicipi masakannya. “Saya rasa olahannya sama dengan lainnya. Santannya sama, isinya sama. Mungkin sambal ebinya yang bikin nikmat,” katanya. Penampilan ketupat sayur yang kondang tersebut memang biasa. Hanya, porsinya sangat besar, cukup untuk dua orang. Namun ada sambal ebi yang disiram di atas racikan ketupat sayur.

Benar seperti yang dikatakan Sujono. Santan dan ketupat memang rasanya standar. Tapi yang membikin spesial adalah sambalnya. Gurih pedas yang muncul dari racikan sambal ebi, diperkuat oleh aroma legit santan. “Ini nikmatnya tiada tara, lho,” tutur seorang pengunjung berusia separuh baya yang saya temui. Sujono menggelar dagangannya dari pagi. Namun siang hari ia berpindah ke mulut gang. “Soalnya gentian sama pedagang lain. Ya begitulah nasibnya, pindah-pindah,” tuturnya.

Ketupat Sayur Gloria

Gang Gloria, Jalan Pancoran, Glodok, Jakarta Barat

Buka: 08.00-16.00

Harga: Rp 52 ribu (ketupat sayur plus ayam kampung), Rp 20 ribu (ketupat sayur saja)

F. Rosana/Frann

Bakmi Halal di Kelapa Gading, 6 Yang Lezat

Bakmi halal di Kelapa Gading menjadi pilihan bagi mereka yang senang mie tapi menyaratkan kehalalan. Foto: milik instagram penggila_bakmi

Bakmi halal di Kelapa Gading, Jakarta Utara, mungkin banyak yang mencari. Maklum daerah ini termasuk kawasan yang lebih banyak dihuni masyarakat Tionghoa, sehingga bagi mereka yang muslim yang menduga kuliner di sini lebih banyak yang non-halal.

Bakmi Halal di Kelapa Gading

Betulkah begitu? Ternyata tidak. Bahwa lebih banyak makanan yang non-halal karena menggunakan bahan dari daging babi memang betul. Namun ternyata bakmi halal di Kelapa Gading banyak juga pilihannya. ali ini agendaIndonesia mencoba mendata bakmi halal apa saja yang ada di Kelapa Gading. Selain halal, tentu saja mereka terkenal lezat dan layak dikunjungi. Beberapa bahkan termasuk legendaris. Berikut pilihannya.

Bakmi Ayam Kampung Atjuan

Melihat namanya, sudah pasti milik orang Tionghoa, namun ini adalah satu kedai bakmi halal di Kelapa Gading. Buat yang muslim pastinya aman makan di sini. Spesialnya Bakmi Atjuan, topping daging ayamnya melimpah.

Daging ayam yang digunakan adalah ayam kampung. Tak heran jika cita rasanya gurih dan tekstur nikmatnya khas. Selain ayam, topping lainnya ada swekiau, bakso sapi, dan pangsit rebus. Khusus ayamnya, karena ayam kampung, cenderung agak kering. Buat mereka yang senang daging yang lebih moist, bisa minta tambahan minyak sayur.

Pilihan bakmienya ada mie halus, lebar, bihun, hingga mie alot. Tekstur mie alotnya tebal, padat dan kenyal.

Kedai ini buka dari hari Selasa hingga Minggu mulai pukul 7-14.00 WIB. Setiap Senin bakmi Atjuan tutup, jadi jangan salah hari.

Bakmi Atjuan; Jl. Summagung I Blok A4 Nomor 2, Kelapa Gading, Jakarta Utara

Acong Pelopor Bakmi Halal

Ini boleh disebut pelopor bakmi halal di Jakarta Utara. Awalnya Bakmi Acong memulai usahanya di Pulomas pada 1977, sebelum memindahkan gerainya ke Kelapa Gading. Kedai bakmi sederhana ini termasuk yang legendaris. Hingga saat ini Bakmi Acong masih eksis. Pelanggan setianya daatang dari lintas generasi. Bagi penikmat bakmi ayam yang tinggal di kawasan Kelapa Gading tentu sudah tak asing lagi dengan warung Bakmi Acong yang nikmatnya oke banget ini.

Bakmi halal di kelapa Gading menjadi pilihan penyuka bakmi namun mensyaratkan kuliner halal. Ternyata ada pilihan yang cukup banyak, berikut 6 bakmi yang halal dan lezat,
Bakmi ayam Acong. Foto: milik Gadingeat

Jenis mie yang dipakai di kedai ini adalah mie keriting dengan topping ayam yang sudah diberi bumbu manis dan jamur. Rasa mienya khas berpadu dengan siraman kuah kaldu ayam yang gurih. Pangsit goreng dan baksonya juga enak. Warungnya buka setiap hari pukul 06.30-15.00 WIB.

Warung Bakmi Acong, Jl. Kelapa Kopyor Raya Blok M1 Nomor 12A, Kelapa Gading, Jakarta Utara

Bakmi Kepiting Tanjung Pura

Ini adalah buat mereka yang pernah mencicipi bakmi kepiting di Pontianak. Untuk mengobati rasa kangen bisa datang ke sini. Ini termasuk bakmi halal di Kawasan Kelapa Gading. Mereka buka sejak jam 8 pagi dan tutup jam 21.30 malam. Rentang waktu yang cukup fleksibel untuk dikunjungi.

Bakmi halal di Kelapa Gading salah satunya adalah Bakmi Kepiting Tanjung Pura khas Pontianak.
Bakmi halal di Kelapa Gading pilihannya bisa mie kepiting Tanjung Pura khas Pontianak. Foto: milik full_tummy-yummy

Keistiewaannya tentu saja pada toppingnya berupa capit kepiting yang umumnya besar. Kepiting yang dipakai adalah dari Papua.

Awalnya kedai ini buka di ITC Mangga Dua dan sudah terkenal di Kawasan perdagangan itu. Bakmi ini rasanya masuk ke dalam kelompok bakmi terlezat di Jakarta dan wajib dicoba.

Keistimewaan bakmi ini terletak pada topping capit kepitingnya yang besar. Porsinya juga mengenyangkan. Jenis mienya keriting dengan kekenyalan yang pas. Rasanya pun gurih. Dan jika bakmi tak cukup mengenyangkan, bisa memilih nasi goreng kepiting yang tak kalah lezatnya.

Bakmi Kepiting Tanjung Pura, Jl. Boulevard Raya Blok WA2 Nomor 25, Kelapa Gading, Jakarta Utara

Bakmi Ayam Honey Yang Warna-warni

Yang ini selain sebagai pilihan bakmi halal, juga buat yang senang dengan kegembiraan. Sebab yang spesial dari mie di sini adalah menu bakmi ayam pelangi yang berwarna-warni. Nggak perlu takut karena pewarna bakmienya menggunakan bahan organik. Potongan daging ayamnya juga diberi berlimpah.

Jika ingin menambah kerenyahan bisa memesan pangsit gorengnya. Kedai ini buka dari pagi dan tutup pada pukul 10 malam.

Bakmi Honey, Jl. Boulevard Bar. Raya, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara

Bakmi Pedas Ala Mie Zhou

Ada yang berbeda bakmi halal di kedai ini, yakni pilihan bakmi pedasnya. Tentu ini bagi mereka yang menyenangi rasa makanan yang mengigit. Tambahan bakso goreng udangnya juga enak dan layak dicoba.

Bakmi Halal di Kelapa Gading bisa menjadi pilihan bagi masyarakat muslim ke tika wisata kuliner di daerah itu.
Mie Zhou adalah pilihan bakmi halal di Kelapa Gading. Foto: Mie Zhou

Mienya juga terasa fresh karena tampaknya dibuat setiap hari. Dibuat dan ‘harus’ habis pada hari yang sama. Pemiliknya adalah dari Medan, jadi rasanya dekat dengan mie-mie dari ibukota Sumatera Utara itu.

Spesialisasinya dari kedai bakmi yang buka dari pagi dan tutup pukul 8.30 malam ini adalah mie Dan Dan. Ada dua pilihan, mie dan dan kering atau mi dan dan celup yang basah. Dua-duanya enak dan layak dicoba.

Mie Zhou, Jl. Boulevard Raya Blok RA1 No.12, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara

Mie Garing Bethanie

Pilihan bakmi halal lainnya di Kelapa Gading adalah Mie Garing Bethanie. Jenis bakminya keriting yang disajikan garing dengan kuah yang cenderung gurih asin.  

Yang perlu dicoba jika mampir ke kedai yang buka pagi hingga pukul 2 siang ini adalah suikiaw-nya yang cocok dimakan dengan bakmi dan kuahnya. 

Jika ingin mencoba menu lain, bisa dicicipi bubur saponya.

Mie Garing Bethanie, Blok EA 1 No 1 Kelapa Gading, Jl. KLP. Cengkir Timur I,  Kelapa Gading Timur, Jakarta Utara

Manapun pilihannya, buat pecinta bakmi, terutama mereka yang mensyaratkan soal kehalalan, semua bakmi di atas layak diagendakan.

agendaIndonesia

*****

Serabi Solo Notosuman, Legitnya Sejak 1923

Serabi Solo Notosuman menjadi penganan khas dari kota di Jawa Tengah itu.

Serabi Solo Notosuman sudah pasti menjadi salah satu kuliner pilihan ketika berkunjung ke kota di pusat Jawa Tengah ini. Ia sudah seperti lunpia bagi kota Semarang.

Serabi Solo Notosuman

Serabi Solo sendiri adalah jajanan tradisional yang  diperkirakan sudah ada atau dikenal sejak zaman Kerajaan Mataram Islam. Dikutip dari sejumlah sumber, makanan ini beberapa kali disebut dalam Serat Centhini yang ditulis para pujangga Keraton Surakarta pada 1814 hingga 1823 atas perintah Sri Sunan Pakubuwana V.


Penganan serabi Solo ini adalah makanan khas Solo yang aslinya bentuknya bulat seperti piring dengan sedikit kerak di sekelilingnya. Tekstur serabi Solo ini kenyal namun di tengahnya tetap lembut, dan memiliki rasa yang sangat legit.

Serabi Solo Notosuman berbeda dengan surabi dari Bandung, meskipun bentuknya mirip.
Serabi Solo disebut-sebut dalam Serat Centini dari abad 19. Foto: shutterstock


Serabi Solo memiliki perbedaan dengan kue surabi Bandung. Jika penganan dari ibukota Jawa Barat itu menggunakan bahan dasar tepung terigu dan disiram dengan kuah gula kelapa cair, serabi dari Solo terbuat dari tepung beras yang dicampur dengan santan  dan gula. 

Ini membuat yang dari Solo sudah memiliki rasa manis dan gurih. Karena itu serabi Solo ini dihidangkan tanpa dressing kuah manis.
Tiap daerah tentu memiliki kekhasan masing-masing. Ada serabi kering ada serabi basah dengan memakai kuah. Ada pula yang menambahkan topping dengan beragam rasa dan aroma.

Serabi Solo diolah dari bahan-bahan yang terdiri dari tepung beras, pandan, vanilla, gula, santan kelapa, dan garam. Biasanya dimasak menggunakan semacam tembikar kecil terbuat dari tanah liat dan dipanggang di atas arang.

Pemasakan serabi Solo umumnya dilakukan sekaligus dalam beberapa tembikar yang dipanaskan di atas tungku arang. Proses pemasakan biasanya selama kurang lebih tiga menit. Jadi setelah adonan dituang ke tembikar, ia ditutup. Sesekali tutupnya diintip untuk melihat kematangannya.


Proses penyajian atau menyantapnya pun berbeda dengan surabi Bandung. Di kota Paris van Java itu, surabi biasanya disajikan dalam piring. Bentuknya pun tetap bulat. Di atasnya diberi topping pilihan konsumen.

Serabi Solo Notosuman digulung dan  dibungkus daun pisang.
Serabi Solo Notosuman dibungkus dengan daun pisang. Foto: shutterstock


Sementara itu, saudaranya di Solo, setelah matang serabi digulung dengan daun pisang agar mudah ketika dimakan. Serabi Solo tersedia dalam beberapa varian rasa, seperti rasa original, cokelat, dan nangka. Saat ini ada pula varian lain.

Setelah melewati sejulah masa, serabi Solo yang paling terkenal adalah Serabi Solo Notosuman. Serabi Notosuman ini pada awalnya dirintis oleh pasangan suami istri, Hoo Geng Hok dan Tan Giok Lan pada 1923.

Serabi Solo Notosuman lahir dari ketidaksengajaan. Menurut Hoo Khik Nio, anak dari Ny. Hoo Ging Hok dan Tan Giok Lan, pada  mulanya, orang tuanya tidaklah bermaksud membuat serabi, tapi apem. Penganan Jawa lainnya yang bentuknya mirip serabi. Biasanya bentuknya lebih padat.

Pembuatan itu terjadi tanpa disengaja, karena ada tetangga yang minta bantuan dibuatkan apem untuk selamatan. Pada saat itu sang tetangga meminta agar apem pesanannya bentuknya lebih pipih atau tipis.

Ternyata “apem” buatan Ny. Hoo Ging Hok enak karena teksturnya yang lembut. Sang tetangga pun tak menyebutnya sebagai apem karena bentuknya yang berbeda. Ia lebih memilih menamainya sebagai serabi. Sejak itulah makanan apem pipih itu dikenal dengan nama serabi. 

Serabi Dari Solo shutterstock
Serabi Solo Notosuman lebih lembut dari kue apem. Foto: shutterstock

Nama Serabi Solo Notosuman atau sering disebut sebagai Serabi Notosuman ini diambil dari nama Jalan Notosuman di Solo, lokasi toko milik pasangan suami istri berada. Jalan Notosuman sendiri kini sudah berganti nama menjadi Jalan Muhammad  Yamin.

Sejak dirintis oleh Hoo Geng Hok dan Tan Giok Lan, saat ini kedai Serabi Notosuman sudah diteruskan oleh generasi keempat. Di Jalan Muh, Yamin itu ada beberapa kedai penjual serabi Solo Notosuman. Mereka umumnya masih kerabat atau tetangga.
Kualitas rasa dan bahan baku tetap diutamakan agar rasa serabinya sama seperti resep turun temurun yang diwariskan. Salah satu rahasia kelezatan serabi Notosuman adalah penggunaan beras cendani yang berkualitas dan sengaja ditumbuk sendiri untuk menjaga kualitas rasa, tekstur, dan kebersihannya.
Bahan-bahan lain yang digunakan dalam pembuatan Serabi Notosuman Solo sebenarnya biasa saja. Serabi Notosuman hanya menggunakan tepung beras, pandan, gula, santan, garam, dan vanila. Karena menggunakan bahan-bahan alami tanpa pengawet, Serabi Notosuman ini hanya dapat bertahan selama 24 jam saja.

agendaIndonesia

*****

Seruit Dan 3 Jenis Sambal Lampung

Seruit dan 3 sambal

Seruit dan 3 jenis sambal Lampung adalah acara makan bersama dengan sajian ikan dan sambal yang khas.

Mencari makanan khas Lampung tergolong sulit. Ketika menyusuri rumah makan atau restoran yang berada di Bandar Lampung atau Teluk Betung, kebanyakan yang ada ialah hidangan dari daerah lain, bisa khas Jawa atau Padang. Hingga saya menemukan kata yang mungkin terbilang cukup asing dan bikin penasaran; seruit.

Seruit dan 3 Jenis Sambal

Inilah rupanya hidangan asli di Provinsi Lampung dan disantap secara turun-temurun. Beruntung masih ada restoran yang menyajikannya, meski mencarinya memang tergolong jarang.

Sajian seruit lazimnya dimakan bersama-sama. Kenikmatan dan kebersamaan memberi warna pada nyeruit atau makan seruit.  Terdiri atas tiga sajian, yakni ikan, sambal, dan lalapan, selain tentunya nasi hangat. Tapi yang tersaji tampak begitu berlimpah karena pilihan ikannya beragam. Demikian juga sambal dan lalapannya.

Ragam Ikan

Untuk prosesnya, terdiri atas dua pilihan; digoreng atau dibakar. Untuk rasa yang gurih, tentu lebih baik digoreng. Ikan bakar pun memiliki aroma khas yang menggundang selera. Jenis ikan umumnya ikan besar penghuni sungai yang banyak ditemukan di provinsi ini, semisal ikan belida, baung, layis, dan ikan mas yang lebih mudah ditemukan saat ini. Saya pertama kali mencicipi sajian seruit dengan ikan mas. Beruntung kemudian mencicipi ikan baung yang memang khas daerah ini.

Proses pembuatannya, setelah dibersihkan, ikan diberi bumbu yang dihaluskan. Bumbu terdiri atas bawang putih, garam, kunyit, dan jahe. Setelah itu, ikan dibakar selama 10 menit. Saat sudah setengah matang, ikan diolesi kecap manis dan campuran bawang putih, garam, serta ketumbar.

Tiga Jenis Sambal

Terasi, Mangga, dan Tempoyak. Tiga jenis sambal ini bikin bersantap seruit menjadi meriah. Ketiganya menggoda. Sambal terasi ialah campuran dari cabe merah, cabe rawit, garam, dan terasi bakar. Aroma terasinya menggoda. Apalagi rasa pedas membuat nafsu makan meningkat. Warna merahnya pun cukup menggoda.

Sambal tempoyak tak kalah soal aroma. Aromanya khas durian. Tempoyak memang hidangan khas di meja makan penduduk Pulau Sumatera, tidak terkecuali di Lampung. Sambal ini terbuat dari buah durian yang sudah difermentasi. Daging durian matang yang telah diberi garam dan cabe disimpan dalam stoples tertutup kurang lebih selama 4 hari. Lebih baik menyimpannya di dalam ruangan dengan suhu stabil, bukan di lemari es.

Tempoyak berumur 4-5 hari cocok dijadikan sambal karena sudah terasa asam, tapi juga masih ada manisnya. Membuat sambal tempoyak cukup mudah. Siapkan irisan bawah merah dan bawang putih serta cabe merah, kemudian digoreng dan tambahkan tempoyak. Bisa ditambahkan sedikit gula, tergantung selera.

Sambal mangga, terlihat dengan irisan mangga yang kelihatannya begitu segar. Sambal ini menggunakan kuini muda sehingga rasa asamnya benar-benar terasa. Bahannya seperti pada umumnya sambal, yakni cabe merah, bawang merah, terasi bakar, sedikit garam dan gula, serta buah kuini yang dicincang kasar. Cabe dan bawang merah diulek kasar, baru diberi bumbu lain dan campurkan dengan kuini.

Pelengkap lain selain ikan dan sambal serta nasi hangat adalah lalapan. Selain berupa sayuran umum, seperti daun kemangi, jengkol, selada air, dan daun jambu monyet, ada yang unik, yakni terong bakar.

Kebanyakan rumah makan menyajikan ikan dengan sambal secara terpisah. Namun sesungguhnya tradisi menyantap seruit ialah mencampurkan ikan dengan sambal. Setelah digoreng atau dibakar, ikan dipilih dagingnya, lalu dicampurkan ke dalam sambal.

Pilihan Rumah Makan

1. Rumah Makan Rusdi Gendut

Jalan Pangeran Tirtayasa Sukabumi, Bandar Lampung.

Karena di Lampung sangat jarang rumah makan yang menjual makanan khas Lampung, Rusdi pun berusaha untuk memulainya. Ia ingin melestarikan tradisi makan seruit. 

2. Dapoer Tatu

Jalan Putri Balau no 24, Kedamaian

Bandar Lampung

Rumah makan dijalankan oleh sebuah keluarga, pasangan Sunda-Lampung, dengan bentuk bangunan berupa saung-saung yang nyaman.

Kisaran Harga

Seruit kerap dijual dalam bentuk paket sehingga Anda tidak perlu repot-repot memilih menu. Paket seruit meliputi nasi, ikan, beberapa jenis sambal, dan lalapan yang dipatok pada kisaran Rp 45 ribu.

Rita N/A. Probel

Nasi Liwet Yu Sani, Gurihnya Sejak 1980

Nasi Liwet Yu Sani solo adalah salah satu legenda kuliner khas kota ini.

Nasi Liwet Yu Sani selama bertahun-tahun menjadi salah satu ikon kuliner tradisional Solo, Jawa Tengah. Dari sejak masih berjualan keliling hingga menjadi tenda kaki lima di tepi jalan, penggemarnya tak pernah surut dan kini selalu diburu wisatawan penggemar kuliner.

Nasi Liwet Yu Sani

Berbicara soal nasi liwet, sebenarnya ada dua jenis nasi liwet yang dikenal umum di Indonesia, yakni nasi liwet ala Sunda dan Jawa. Nasi liwet di Solo sendiri merupakan jenis nasi liwet Jawa, yang mirip dengan nasi uduk karena dimasak menggunakan santan.

Pertama, nasi dimasak dengan santan sehingga terasa lebih pulen dan harum. Selain itu, nasi juga dibumbui dengan beberapa rempah-rempah seperti pala, jahe, daun salam, daun serai dan kayu manis agar aroma dan cita rasanya semakin kuat.

Nasi Liwet Yu Sani cuma memiliki dua cabang. Dua-duanya selalu diserbu penggemarnya.
Ilustrasi nasi liwet Solo. Foto: dok. milik sajiansedap.id

Setelah jadi, nasi kemudian diguyur kuah dan sayur labu siam hangat yang memberikan sensasi gurih pedas. Dan sebagai pelengkap, nasi kemudian ditambahkan lauk pauk seperti ayam suwir dan telur pindang rebus.

Salah satu ciri khas nasi liwet Solo lainnya adalah cara penyajiannya. Secara tradisional, nasi liwet di Solo biasanya disajikan dengan menggunakan pincuk daun pisang, yang dibuat berbentuk kerucut.

Bagi warga Solo sendiri, nasi liwet sudah menjadi bagian dalam kehidupan mereka sehari-hari. Kuliner tradisional ini masih menjadi salah satu favorit warga kota batik ini untuk sarapan, santap siang maupun malam. Warung-warung penjaja nasi liwet pun mudah untuk ditemukan.

Bahkan, nasi liwet merupakan salah satu makanan yang banyak beredar kala gelaran Grebeg Maulud, perayaan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW yang sudah menjadi tradisi setiap tahunnya di Solo.

Disinyalir, salah satu alasan mengapa nasi liwet sangat populer pada perayaan tersebut adalah karena pada masa lalu, perayaan Grebeg Maulud diwarnai dengan pembuatan nasi samin, alias nasi yang dibuat menggunakan minyak samin.

Nasi samin disebut-sebut merupakan salah satu makanan favorit Rasulullah pada masanya. Namun, karena sulitnya mendapatkan minyak samin di Solo masa itu, akhirnya sebagai alternatif nasi dimasak dengan menggunakan santan yang lebih terjangkau.

Sayur Labu Siam shutterstock
Sayur labu siam menjadi pendamping wajib nasi liwet Solo. Foto: shutterstock

Menurut keterangan resmi pemerintah kota Solo, nasi liwet Solo pertama kali dibuat oleh warga Desa Menuran, Kabupaten Sukoharjo. Resep tersebut kemudian dijual kepada umum, termasuk warga Solo.

Ternyata, kuliner ini disukai banyak orang dan terus populer hingga kini. Bisa jadi, selera warga Solo yang cenderung menyukai kuliner dengan cita rasa gurih menjadi salah satu alasan mengapa nasi liwet begitu populer dan menjadi salah satu ikon kuliner kota Solo.

Di Solo mungkin banyak penggemar kuliner mengenal nasi liwet adanya di kawasan Keprabon. Penjualnya yang terkenal adalah Wongso Lemu. Belakangan, banyak penjual menempelkan kata “Wongso Lemu” pada gerainya. Ini membuat keraguan konsumen.

Tak heran penjual nasi liwet di Solo begitu menjamur. Jika sudah pernah mencoba di Keprabon, tak ada salahnya mencoba salah satu yang bisa dibilang juga legendaris, yakni nasi liwet Yu Sani. Yang kini berjualan di kawasan jalan Veteran, tak jauh dari Alun-alun Kidul/Selatan Solo.

Usut punya usut, Yu Sani termasuk sang perintis usaha ini. Dulunya ia berjualan nasi liwet dengan berkeliling kota Solo. Dari tempat tinggalnya di desa Baki, selatan kota Solo, ia berjalan keliling kota menjajakan nasi liwet buatannya sejak 1980.

Telur Pindang shutterstock
Telur pindang adalah lauk nasi liwet selain ayam suwir. Foto: shutterstock

Setelah semakin populer dan digemari, ia akhirnya membuka warung tenda kaki lima di jalan Veteran. Belakangan, terdapat pula satu cabang di area Solo Baru, tepatnya di jalan Ir. Soekarno, dusun II Langenharjo, Kabupaten Sukoharjo.

Yang cukup unik di nasi liwet Yu Sani adalah ketika disajikan, nasinya juga diguyur santan kental, yang tentunya semakin menambah cita rasa gurih. Tambahan lauk pauknya pun beragam, mulai dari telur pindang rebus, tahu dan tempe bacem, usus, ati ampela, dan lain lain.

Ayam yang digunakan pun berjenis ayam kampung, begitu pula telurnya. Pengunjung nantinya bisa memilih tambahan bagian tubuh dari ayam yang disuwir, mulai dari sayap, tepong/dada, paha, kepala, uritan, hingga jeroan, hingga brutu.

Masuk ke dalam warung tenda Nasi Liwet Yu Sani, pengunjung akan disambut dengan baskom-baskom pilihan lauk pelengkap nasi liwet. Untuk pilihan tempat duduk, disediakan area meja dengan kursi, atau area lesehan.

Yang tak kalah menarik, salah satu daya tarik utama nasi liwet Solo yang membuatnya populer adalah harganya yang ekonomis. Satu porsi nasi liwet dengan lauk ayam suwir saja harganya hanya Rp 9 ribu.

Kalau mau menambah ayam suwiran, harganya berkisar antara Rp 18 ribu hingga Rp 20 ribu. Sedangkan dengan menambah lauk seperti telur, usus, tahu dan tempe, harganya mulai dari Rp 11 ribu hingga Rp 14 ribu.

Maka jangan heran, kendati warung nasi liwet Yu Sani biasa buka dari jam 17.00 hingga jam 23.00, sering kali makanan sudah ludes terjual sebelum jam tutup. Maklum, sejak warung dibuka pun pengunjung kerap sudah mengantre, sehingga disarankan untuk datang lebih awal.

Nasi Liwet Yu Sani

Jl. Veteran, Solo

Jl. Ir. Soekarno no. 8, Solo Baru

agendaIndonesia/audha alief P

*****

Hangat-hangat ala Bandung, 4 Minuman Asyik

hangat-hangat ala bandung, minuman yang membuat badan tidak kedinghinan

Hangat-hangat ala bandung saat udara mulai terasa dingin ketika memasuki musim hujan, ada pilihan asik, yakni bandrek, bajigur, ronde, atau sekoteng. Keempatnya bisa menjadi teman nongkrong yang menyenangkan.

Hangat-hangat ala Bandung

Di saat musim hujan dan masa liburan di Bandung, rasanya ada yang bisa dilakukan selain diam . Tapi, ayo cari penghdi kamar hotel. Minuman hangat tersebar di beberapa titik di kota Kembang ini. Ada beberapa minuman khas Parahyangan yang sengaja disajikan untuk membuat tubuh tisa diserak lagi kedinginan. Sebut saja bandrek yang bisa diseruput sambil nongkrong berdua bersama teman.

hangat-hangat ala Bandung menjadi pilihan saat memasuki musim hujan.
Bandrek, minuman hangat khas masyarakat tanah Pasundan. Foto: dok. shutterstock

 Bandrek di Hutan Pinus

Sekelompok pengendara sepeda motor trail memacu tunggangannya melintasi jalan berkelok, melewati beberapa orang yang mengayuh sepeda perlahan. Mereka berada di antara pohon pinus dataran tinggi Bandung bagian utara Desa Ciburial, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung. Tujuan mereka sama, yakni menuju warung bandrek Ibu Ipah di sekitar hutan pinus Tahura Ir. H. Djuanda yang buka sejak 2004.

Minuman hangat ini merupakan campuran jahe, cabai Jawa (cabe areuy dalam bahasa Sunda), gula aren, kolang-kaling, dan serutan kelapa. Ada dua jenis bandrek yang disajikan. Pertama, bandrek orisinal dengan rasa jahe yang dominan seharga Rp 10 ribu per gelas. Bila tidak terlalu suka rasa jahe yang kuat, Anda bisa memilih jenis kedua. Jenis kedua merupakan bandrek spesial dengan tambahan susu kental manis seharga Rp 12 ribu per gelas. Kudapan yang paling pas berupa aneka gorengan (pisang, peuyeum, tahu isi) seharga Rp 2 ribuan, atau tape ketan hitam yang dibungkus daun jambu.

Warung Bandrek Ibu Ipah; Tahura Ir. H. Djuanda, Desa Ciburial, Kecamatan Cimenyan,

Bandung

Bandrek Sejak 1958

Bajigur adalah minuman hangat asli Tanah Pasundan, perpaduan antara santan, gula Jawa, dan kolang-kaling. Santan cukup dominan dengan rasa manis dan gurih. Harganya Rp 10 ribu per gelas. Teman untuk menikmatinya ialah gorengan. Berada di pusat kuliner Jalan Cilaki, Bandung, warung ini menyediakan gorengan tahu, pisang, nangka, dan nanas dengan harga satuan  Rp 2 ribuan.Warung bajigur Hj Siti Maemunah tergolong warung bajigur tertua yang masih bertahan di Bandung.

Dirintis oleh Maemunah sejak 1958, tak heran jika warung bajigur ini memiliki banyak pelanggan fanatik dari beberapa kota besar. Dulu, warung ini dikenal dengan nama Bajigur Supratman karena awalnya dibuka di Jalan Supratman. Setelah ada penataan kawasan, warung pindah ke Jalan Cilaki. Karenanya, kini terkenal dengan nama Warung Bajigur Hj. Siti Maemunah. Setelah Maemunah wafat, warung ini dikelola oleh anak-anaknya dan menjadi salah satu ikon kuliner malam Kota Bandung. Lokasi warung ini hanya sekitar 300 meter dari Gedung Sate.

Warung Bajigur Hj. Siti Maemunah; Jalan Cilaki, Bandung

hangat-hangat ala Bandung menjadi ciri kota yang ng berhawa dingin ini.cenderu
Sekoteng Bandung, bisa dipesan dingin, bisa pula dibuat yang hangat. Foto: Dok. shutterstock

Denting Tukang Sekoteng

Dentingan mangkok yang khas di malam hari kerap menjadi penanda penjaja sekoteng mulai berkeliling menyusuri jalanan, meski ada juga yang mangkal di tempat keramaian. Sekoteng terdiri atas air jahe dan campuran rempah lain, air gula, lalu diberi taburan potongan roti tawar berbentuk dadu, pacar cina, kacang tanah, dan kue simping manis. Menurut salah seorang pedagang sekoteng keliling yang sudah berjualan sejak 1975, jarang ada tukang sekoteng mangkal.

“Hampir semuanya keliling, tapi sekarang semakin jarang. Mungkin orang-orang sekarang tidak terlalu suka ya,” ujarnya. Dengan harga Rp 15 ribu per mangkok, pedagang sekoteng lain tetap setia menyusuri jalanan kota. Sesekali mereka berhenti di tempat-tempat ramai, seperti Gedung Sate atau taman-taman kota yang kerap dikunjungi warga.

Tukang Sekoteng Keliling; Sekitar Gedung Sate, Bandung

Ronde Jahe Alketeri

Nyempil di mulut gang dengan suasana warung kuno sederhana justru menjadi ciri khas dan daya tarik sendiri dari Warung Ronde Jahe Alketeri  di Jalan Alketeri, Bandung. Area warung sangat sempit dan memanjang sekitar 5 x 2 meter. Kondisinya masih sama seperti pertama kali buka pada 1984. Nyonya Guat, 83 tahun, masih tetap setia menyapa para pelanggannya. Ia juga meracik pesanan dengan sabar.

Ronde jahe atau wedang ronde buatannya berupa ronde dari tepung beras ketan yang dibentuk bulat tanpa isi. Ada pula yang bulat besar dengan isi kacang. Ronde disiram air jahe panas, air pandan, dan gula aren. Bagi yang tidak suka gula aren, bisa diganti dengan gula pasir cair. Rasanya enak dengan tekstur empuk kenyal dan air jahe yang manis, segar, sera harum. Harganya Rp 20 ribu per mangkok. Nyonya Guat tinggal di kawasan ini sejak 1940-an. Ia pernah berganti-ganti usaha, mulai warung nasi, warung sate, hingga akhirnya menemukan usahanya yang pas dan tetap bertahan hingga kini, yaitu ronde jahe.

Ronde jahe Alketeri kini dikenal sebagai salah satu warisan kuliner Bandung yang wajib dicicipi para pemburu kuliner. Hasil kerja keras Nyonya Guat kini berbuah 11 cabang yang tersebar di beberapa pusat perbelanjaan modern di Bandung dan satu cabang di Palembang.

Ronde Jahe Alketeri; Jalan Alkateri Bandung

TL/agendaIndonesia

*****