Wall of Fades 2021 Digelar Secara Daring

wall of Fades 2021 digelar secara daring atau online.

Wall of Fades 2021 digelar secara daring atau online. Wall of Fades merupakan kegiatan tahunan buat brand lokal Indonesia yang diselenggarakan oleh Darahkubiru. Kali ini diadakan secara daring buat kedua kalinya akibat pandemi COVID-19 yang masih berlangsung.

Wall of Fades 2021

“Semasa pandemi COVID-19 ini kita konsisten buat mendukung pelaku industri kreatif Indonesia buat terus bangkit dengan melaksanakan Wall of Fades secara online,” ujar Ketua Panitia “Wall Online Fades 2021” Ahmad Romero dalam keterangannya, di Jakarta Selasa 18 Mei 2021.

Pada tahun ini, kata Romero melanjutkan, kegiatan yang diselenggarakan tidak hanya berupa bazar saja namun penyelenggara juga membuat serangkaian acara yang bermanfaat bagi pelaku industri kreatif dan untuk masyarakat yang memiliki perhatian pada produk dan merek lokal. Ini akn dilaksanakan langsung dari para ahlinya. Harapan mereka buat seluruh masyarakat Indonesia untuk nantinya bisa bersikap 3B, yakni Bangga, Bantu dan Beli produk kreatif lokal Indonesia di Wall Online Fades 2021.

Acara dikemas dalam sebuah gelaran “Wall Online Fades” yang merupakan sebuah transformasi digital dari ajang Wall of Fades (WoF) yang secara konsisten diselenggarakan oleh Darahkubiru selama 12 tahun terakhir. Wall Online Fades akan memperkenalkan produk–produk kreatif asli Indonesia yang berkualitas dan mempunyai pasar yang baik. Pilihan produk-produk dan merek mereka lakukan via kurasi yang ketat oleh sebuah team gabungan dari Darahkubiru dan TEAMUP.

Ketatnya kurasi ini bertujuan agar masyarakat Indonesia bisa bangga akan hasil karya anak bangsa, ini diharapkan berlanjut dengan membeli dan membantu produk kreatif Indonesia buat berjaya di negeri sendiri. Dengan demikian, pelaku industri kreatif bersama dengan masyarakat dapat menaikkan standar kualitas produk lokal biar dapat bersaing dengan standar global.

Acara itu akan diselenggarakan mulai 19-31 Mei 2021 dan berkolaborasi dengan partner e-commerce resmi adalah Shopee. “Wall Online Fades” tidak hanya fokus kepada pecinta denim saja namun juga para pelaku industri kreatif yang tengah bangkit membangun bisnisnya dengan mental optimis namun juga realistis. Dengan konten-konten yang disajikan, diharapkan para pelaku bisnis tetap percaya diri dan memiliki keyakinan buat berhasil sewaktu masa pandemi ini. Dan nantinya berpengaruh juga di masa depan setelah pandemi berakhir.

Ada pun beberapa kegiatan yang dilakukan selain bazar di antaranya bincang santai lewat talkshowworkshop, serta penampilan band atau kelompok musik yang ditayangkan lewat situs walloffades.id.

“Tahun ini ada 130-an merek lokal yang ikut di ‘Wall Online Fades 2021’, hal ini menunjukkan bahwa minat pelaku industri kreatif masih tinggi walau di masa pandemi. Semoga dengan dilaksanakannya acara ini, ‘Wall Online Fades 2021’ sanggup membantu para pelaku industri kreatif di Indonesia untuk terus berkembang,” ujar perwakilan Darahkubiru Jean Tora Thosan pada kesempatan yang sama.

Ajang tersebut menjadi tahun kedua Wall of Fades digelar secara daring. Wall Of Fades merupakan pameran sekaligus market place bagi brand-brand atau merek lokal, baik untuk brand besar maupun brand yang baru merintis yang sudah diselenggarakan selama 12 tahun terakhir. Ajang tersebut  bertujuan untuk mengedukasi sekaligus memperkenalkan industri kreatif lokal kepada masyarakat luas.

“Indonesia itu punya banyak tangan dan pikiran kreatif untuk menjalankan bisnis, jadi miris kalau kita lihat beberapa industri kreatif Indonesia yang harus gulung tikar hanya karena kurang peminat atau tidak mampu bertahan di tengah pandemi,” kata Ahmad Romero, Ketua Panitia Wall Online Fades 2021, dalam Konferensi Pers Wall Online Fades pada Selasa, 18 Mei 2021.

Wall of Fades 2021 digelar secara daring atau online. Tahun ini merupakan penyelanggarakan tahun ke 12.
Salah satu contoh produk Wall of Fades. Foto: Dok. Shopee

Produk-produk kreatif asli Indonesia yang akan ikut serta dalam Wall Online Fades melalui kurasi ketat oleh tim Darahkubiru dan TEAMUP. Pada tahun ini, pameran tersebut akan menggandeng sekitar 130 brand lokal. Jumlah itu jauh lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya lantaran tingginya minat brand lokal untuk semakin dikenal masyarakat.

“Kita bisa jamin bahwa merek-merek yang bergabung dengan kami tahun ini adalah brand terbaik di Indonesia, karena sebelum bergabung kita sudah adakan seleksi terlebih dahulu,” ucap Jean Tora Thosan selaku perwakilan Darahkubiru.

Ia menyatakan tahap kurasi menjadi penting agar brand-brand lokal bersaing menciptakan produk-produk unggulan. Dengan kualitas yang bersaing, ia meyakini brand tersebut akan semakin dikenal publik.

agendaIndonesia

*****

KAI Angkut 81 Ribu Penumpang Selama Lebaran

KAI angkut 81 ribu penumpang selama lebaran 2021.

KAI angkut 81 ribu penumpang selama lebaran 2021, yakni selama periode larangan mudik Lebaran 2021, yaitu 6 Mei hingga 17 Mei 2021. PT Kereta Api Indonesia melayani penumpang sebanyak 81 ribu orang itu untuk kereta api jarak jauh (KAJJ). VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan rata-rata KAI melayani 6.000-an penumpang per hari dari berbagai stasiun.
“Jumlah tersebut turun 83 persen dibanding jumlah pelanggan KA Jarak Jauh pada masa pengetatan pra mudik, 22 April-5 Mei, di mana KAI melayani rata-rata 36 ribu pelanggan per hari,” kata Joni dalam keterangan tertulis, Senin 17 Mei 2021.

KAI Angkut 81 Ribu Penumpang

Joni mengatakan, masyarakat yang diberangkatkan menggunakan KAJJ bukan untuk kepentingan mudik, melainkan orang-orang yang dikecualikan sesuai aturan yang ditetapkan pemerintah. PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI terus mengingatkan bahwa perjalanan kereta api jarak jauh di masa peniadaan mudik tersebut bukan untuk mudik ataupun arus balik Lebaran.

Perjalanan kereta jarak jauh ini ditegaskan hanya untuk melayani orang-orang yang dikecualikan sesuai aturan yang ditetapkan pemerintah, bukan untuk kepentingan mudik ataupun arus balik lebaran. “Orang-orang yang dikecualikan tersebut adalah orang yang memiliki kepentingan untuk bekerja, perjalanan dinas, mengunjungi keluarga sakit, kunjungan duka dikarenakan anggota keluarga meninggal, perjalanan ibu hamil, dan kepentingan non mudik lainnya,” ujar Joni Martinus.

Adapun syarat untuk naik kereta api jarak jauh yaitu menyertakan Surat Izin Perjalanan dari atasan bagi pegawai atau Kepala Desa/Lurah bagi masyarakat umum serta surat bebas Covid-19 yang masih berlaku. Untuk syarat dan ketentuan selengkapnya dapat dilihat pada web kai.id dan aplikasi KAI Access.

Untuk melengkapi syarat surat bebas Covid-19 tersebut, PT KAI menyediakan layanan Rapid Test Antigen seharga Rp 85 ribu di 42 stasiun. Kedua puluh empat stasiun itu meliputi stasiun Gambir, Pasar Senen, Bandung, Kiaracondong, Tasikmalaya, Banjar, Cirebon, Cirebon Prujakan, Jatibarang, Semarang Poncol, Semarang Tawang, Tegal, Cepu dan Pekalongan.

Selain itu ada stasiun Purwokerto, Kutoarjo, Kroya, Yogyakarta, Lempuyangan, Solo Balapan, Madiun, Blitar, Jombang, Kediri, Kertosono, Tulungagung, Surabaya Gubeng, Surabaya Pasar Turi, Malang, Sidoarjo, Mojokerto, Jember, Ketapang, Kertapati, Lahat, Lubuk Linggau, Muara Enim, Prabumulih, Tebing Tinggi, Tanjungkarang, Kotabumi, dan Baturaja

Di samping itu, tersedia pula layanan pemeriksaan GeNose C19 seharga Rp 30 ribu di 54 stasiun. Adapun ke 54 stasiun yang dimaksud meliputi Gambir, Pasar Senen, Bekasi, Bandung, Kiaracondong, Tasikmalaya, Banjar, Cirebon, Cirebon Prujakan, Jatibarang, Semarang Tawang, Semarang Poncol, Tegal, Pekalongan, Cepu, Purwokerto, Kutoarjo, Kroya, Kebumen, Gombong, Sidareja, Yogyakarta, dan Solo Balapan.

Selain itu ada Stasiun Lempuyangan, Purwosari, Klaten, Wates, Madiun, Jombang, Blitar, Kediri, Tulungagung, Kertosono, Nganjuk, Surabaya Pasarturi, Surabaya Gubeng, Malang, Sidoarjo, Lamongan, Mojokerto, Jember, Ketapang, Probolinggo, Kalisetail, Kertapati, Prabumulih, Tebingtinggi, Lahat, Muara Enim, Lubuklinggau, Tanjungkarang, Kotabumi, Baturaja, dan Martapura.

KAI angkut 81 ribu penumpang selama masa Lebaran 2021, dari 6 Mei hingga 17 Mei 2021.
Rangkaian kereta api jarak jauh milik PT KAI. Foto: Dok. Shutterstock

Adapun orang-orang yang dikecualikan tersebut adalah orang yang memiliki kepentingan untuk bekerja, perjalanan dinas, mengunjungi keluarga sakit, kunjungan duka dikarenakan anggota keluarga meninggal, perjalanan ibu hamil, dan kepentingan non-mudik lainnya. “Seluruh pelanggan kami verifikasi berkas-berkasnya terlebih dahulu secara cermat dan teliti. Jika tidak lengkap maka tidak akan kami izinkan untuk berangkat,” ujar Joni. Selama periode 6 Mei hingga 17 Mei 2021 terdapat total 5.140 calon penumpang yang ditolak berangkat dikarenakan berkas-berkas persyaratannya tidak sesuai. Rinciannya adalah, 4.323 orang tidak membawa surat izin perjalanan yang sesuai dan 817 orang tidak membawa berkas surat bebas Covid-19 yang berlaku. “Pada masa peniadaan mudik KAI mengoperasikan 38 KAJJ per hari. Seluruh operasional kereta api berjalan dengan lancar dan pelayanan baik di stasiun maupun kereta api juga berjalan tertib,” ujar Joni.


“Selama 9 hari masa peniadaan mudik, KAI hanya melayani 48.810 pelanggan non mudik, atau rata-rata 5.423 pelanggan per hari,” ujar Joni. Ia menjelaskan, rata-rata harian volume pelanggan tersebut anjlok hingga 85 persen dibandingkan dengan rata-rata harian volume pelanggan saat masa pengetatan pra larangan mudik pada 22 April sampai dengan 5 Mei 2021 yaitu sebanyak 36.435 pelanggan per hari.

Penurunan volume pelanggan ini dikarenakan adanya kebijakan larangan mudik dari pemerintah, sehingga masyarakat yang hendak mudik menggunakan kereta api harus menunda perjalanannya.

“Pelanggan yang berangkat pada masa peniadaan mudik ini benar-benar memang memiliki kepentingan mendesak/non mudik dan telah kami verifikasi. Proses verifikasi berkas-berkas syarat perjalanan kami lakukan dengan teliti, cermat, dan tegas,” kata Joni.

agendaIndonesia

*****

Kriya 1 Unggulan Ekonomi Kreatif Lombok Tengah

Kriya 1 unggulan ekonomi kreatif Lombok Tengah, ini merupakan identifikasi yang dilakukan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf). Melalui Direktorat Infrastruktur Ekonomi Kreatif, kementrian melakukan pemetaan potensi dan mengidentifikasi subsektor ekonomi kreatif yang unggul di Lombok Tengah, melalui program Uji Petik Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I).

Kriya 1 Unggulan Ekonomi Kreatif Lombok Tengah

Program PMK31 sendiri telah dilakukan sejak tahun 2016 dan Kabupaten Lombok Tengah menjadi kabupaten/kota ke 61 yang telah mengikuti Uji Petik PMK3I. Direktur Infrastruktur Ekonomi Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf, Selliane Halia Ishak, saat memberikan sambutan dalam acara Penandatanganan Berita Acara Hasil Uji Petik PMK3I, di Kantor Bupati Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, mengatakan bahwa PMK3I ini bertujuan untuk mengetahui dan menetapkan subsektor ekraf yang dapat menjadi unggulan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Lombok Tengah, yang merupakan salah satu destinasi super prioritas (DSP) tanah air.

“Sehingga subsektor ekonomi kreatif unggulan tersebut dapat berkembang dan dapat berkolaborasi dengan subsektor potensial lainnya untuk menciptakan ekosistem ekraf yang kondusif,” katanya.

Adapun proses kegiatan tersebut melalui uji lapangan, dan forum group discussion (FGD) yang melibatkan empat stakeholders kreatif yang terdiri akademisi, pebisnis, komunitas kreatif, serta pemerintah daerah.

Hasil dari Uji Petik PMK3I yakni subsektor kriya terpilih sebagai subsektor unggulan dari Kabupaten Lombok Tengah, karena produk kreatif tenun ini tidak hanya terkenal di pasar nasional saja, bahkan di kancah internasional. Selain itu juga ada gerabah, batik, serta anyaman, perak, dan furniture. Kemudian, subsektor seni pertunjukkan dan kuliner menjadi subsektor potensial.

“Seluruh subsektor ini harus saling dukung, saling kompak, istilahnya guyub. Misalnya yang sekarang terpilih adalah kriya. Subsektor kriya ini tidak bisa jalan sendiri, tidak bisa berkembang sendiri. Untuk itu, perlu adanya kerja sama serta dukungan dari subsektor lain yang potensial. Karena fokus subsektor unggulan ini juga harus dibuat road mapnya, mau berapa tahun kriya ini menjadi subsektor unggulan. Setelah itu, subsektor mana lagi yang akan menjadi fokus pengembangannya. Sehingga nantinya, Lombok Tengah akan mampu menghadirkan kabupaten/kota kreatif,” ujarnya.

Selanjutnya, kesepakatan terkait subsektor unggulan tersebut dituangkan dalam bentuk Berita Acara Hasil Uji Petik PMK3I yang ditandatangani oleh para aktor Pentahelix di Kabupaten Lombok Tengah dan Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri sebagai pihak yang menyetujui komitmen-komitmen tersebut.

Penandatanganan tersebut disaksikan oleh Koordinator Bidang Pengembangan Sentra Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf Hendri Karnoza, Sekretaris Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat Lalu Hasbulwadi, Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Tengah Lendek Jayadi, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lombok Tengah Drs. H. Saman, serta sejumlah perwakilan pelaku ekonomi kreatif Kabupaten Lombok Tengah.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri, mengungkapkan terima kasih atas insiasi Kemenparekraf/Baprekraf yang telah melakukan pemetaan potensi terhadap subsektor ekraf di Lombok Tengah. Sehingga, dapat diketahui subsektor unggulan dan bisa menjadi fokus pengembangan subsektor ekraf kedepan.

“Semoga ini dapat menjadi motivasi serta cerminan bagi pelaku ekraf di Lombok Tengah untuk dapat menghasilkan produk kreatif yang berkualitas dan unggul. Sehingga tidak hanya berdampak positif bagi perkembangan ekonomi, tapi juga bermanfaat bagi masyarakat kita,” kata Lalu Pathul.

Kriya unggulan ekonomi kreatif Lombok Timur salah satunya melalui produk-produknya seperti tenun dan anyaman.
Kerajinan kriya menjadi unggulan ekonomi kreatif Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Foto: Dok. Kemenparekraf

Sementara Sekretaris Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Lalu Hasbulwadi, mengatakan penetapan subsektor ekraf kriya menjadi yang diunggulkan dapat menjadi benchmark, best practice bagi kabupaten/kota lainnya yang ada di Nusa Tenggara Barat khususnya.

“Tentu sebagai tindak lanjut dari penandatanganan berita acara hasil uji petik ini nantinya akan diproyeksikan membuat sebuah forum komunikasi ekonomi kreatif, sehingga bisa menjadi wadah interaktif antar pelaku ekonomi keatif di Nusa Tenggara Barat ini,” ungkapnya.

Salah seorang perwakilan pelaku ekonomi kreatif, Prima, mengucapkan terima kasih kepada Kemenparekraf/Baparekraf yang telah mengakomodir kegiatan PMK3I ini.

“Besar harapan kami, produk ekonomi kreatif di Lombok Tengah bisa menjadi penarik wisatawan yang datang serta menjadi produk penyangga untuk sektor kepariwisataan khususnya di Lombok Tengah dan Indonesia pada umumnya. Dan juga besar harapan kami, pemerintah tetap membina, melatih, serta mendampingi kami untuk mampu menghasilkan produk yang berkualitas,” katanya.

AgendaIndonesia

****

Tari Likurai di Festival Fulan Fehan 2019

media 1572312505 whatsapp image 2019 10 28 at 215328

Tari Likurai di Festival Fulan Fehan 2019 tampil dibawakan oleh 1.500 penari. Tarian ini tampil sebagai puncak Festival Fulan Fehan 2019 sendiri diharapkan dapat meningkatkan potensi wisata Nusa Tenggara Timur (NTT) di mata dunia. Koreografer Eko ‘Pece’ Supriyanto mengatakan kalau tari itu menyajikan kemegahan budaya dan pesona masyarakat NTT yang istimewa.

Tari Likurai di Festival Fulan Fehan 2019

Acara puncak Festival Fulan Fehan berlangsung di kaki Gunung Lakaan Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin 28 Oktober 2019. Dalam acara tersebut juga dihadirkan koreografi tarian yang menjadi cerminan ragam budaya yang ada di Indonesia.

Eko menjelaskan, persiapan pelaksanaan acara puncak Festival Fulan Fehan 2019 sudah dilakukan sejak Februari.

“Semua ini tidak akan berhasil tanpa dukungan dan kepercayaan Bupati, Wakil Bupati, Dinas Pendidikan Belu,” ujar Eko yang juga koreografer opening ceremony Asian Games 2018 itu.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Rizki Handayani, menjelaskan Tari Likurai bukanlah tarian biasa. Likurai adalah tarian perang khas dari masyarakat pulau Timor, yang menceritakan perjuangan masyarakat setempat mengusir penjajah.

“Tarian Likurai merupakan tarian yang tidak ada dimana pun di belahan dunia. Tarian ini tentu saja menjadi tarian khas yang merupakan warisan serta budaya leluhur dari masyarakat di daerah ini,” kata Rizki.

Ketua Tim Pelaksana Calendar of Event (CoE) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Esthy Reko Astuty sangat mengapresiasi event ini. Ke depannya, pihaknya akan meningkatkan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Belu untuk memperbanyak kegiatan di daerah perbatasan. Termasuk kegiatan di Bukit Fulan Fehan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan.

*****

KAI Tambah 21 Stasiun Layani GeNose C19

KAI tambah stasiun yang layani pemeriksaan GeNose C19

KAI Tambah 21 stasiun layani GeNose C19, setelah sebelumnya sudah ada 23 stasiun yang menyediakan layanan tersebut. PT Kereta Api Indonesia (Persero) menambah 21 stasiun yang melayani pemeriksaan GeNose C19 mulai 30 Maret 2021.

KAI Tambah 21 Stasiun

Ke-21 stasiun tersebut yaitu Stasiun Banjar, Tasikmalaya, Jatibarang, Pekalongan, Cepu, Gombong, Kebumen, Sidareja, Kroya, Wates, Klaten, Purwosari, Blitar, Kediri, Tulungagung, Kertosono, Nganjuk, Lamongan, Mojokerto, Kalisetail, dan Probolinggo. Penambahan tersebut merupakan Sinergi BUMN antara KAI dan Indofarma melalui anak usahanya Farmalab.

Dengan adanya penambahan ini, jumlah stasiun yang melayani pemeriksaan GeNose C19 menjadi 44 stasiun. Sebelumnya, terdapat 23 stasiun yang telah melayani pemeriksaan GeNose C19 yaitu Stasiun Gambir, Pasar Senen, Bekasi, Bandung, Kiaracondong, Cirebon, Cirebon Prujakan, Semarang Tawang, Semarang Poncol, Tegal, Purwokerto, Kutoarjo, Yogyakarta, Solo Balapan, Lempuyangan, Madiun, Jombang, Surabaya Pasarturi, Surabaya Gubeng, Malang, Sidoarjo, Jember, dan Ketapang.

“Penambahan secara bertahap dari 2 stasiun pada awal Februari hingga 44 stasiun pada akhir Maret ini merupakan komitmen KAI dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan untuk memenuhi syarat bepergian dengan Kereta Api pada masa pandemi Covid-19″ ujar VP Public Relations KAI Joni Martinus.

Kereta Api menjadi moda yang paling awal menerapkan pemeriksaan GeNose C19. Hingga 28 Maret 2021, KAI telah melayani 345.668 peserta pemeriksaan GeNose C19 di Stasiun.

“Masyarakat sangat antusias akan produk buatan Indonesia ini. Hal tersebut dikarenakan proses yang mudah, cepat, nyaman, dan harganya terjangkau hanya Rp30.000,” ujar Joni.

Untuk dapat melakukan pemeriksaan GeNose C19 di stasiun, calon penumpang harus memiliki tiket atau kode booking KA Jarak Jauh yang sudah lunas, serta tidak boleh merokok, makan, minum (kecuali air putih) selama 30 menit sebelum melaksanakan tes.

“Hasil pemeriksaan GeNose C19 di 44 stasiun tersebut dapat dipakai untuk keberangkatan di seluruh stasiun yang melayani perjalanan KA Jarak Jauh,” kata Joni.

KAI tambah 21 stasiun layani GeNose C19
Kereta Api.Lodaya kereta api dari arah Yogyakarta menuju Stasiun Bandung. Foto: shutterstock

Joni menambahkan khusus bagi pelanggan yang hendak berangkat dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen, dapat memesan layanan pemeriksaan GeNose C19 melalui aplikasi KAI Access. Caranya, pada saat melakukan pembelian tiket Kereta Api Jarak Jauh, pelanggan dapat menambahkan layanan pemeriksaan GeNose C19 langsung pada aplikasi KAI Access.

Info selengkapnya terkait pemeriksaan GeNose C19 di Stasiun, pelanggan dapat menghubungi Customer Service, Contact Center KAI melalui telepon di 021-121, WhatsApp KAI121 di 08111- 2111-121, email cs@kai.id, atau media sosial KAI121.

“Dengan semakin banyaknya stasiun yang melayani pemeriksaan GeNose C19 ini, diharapkan dapat mendukung kebutuhan masyarakat yang ingin bepergian dengan kereta api sesuai protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah,” tutup Joni.

Bagi calon penumpang kereta api, kini untuk pesan layanan GeNose C19 tak harus datang dulu ke stasiun. Pasalnya, sejak Sabtu, PT Kereta Api Indonesia (Persero) menghadirkan fitur baru pada aplikasi KAI Access yaitu pemesanan layanan pemeriksaan GeNose C19. Dengan begitu, calon penumpang kereta bisa pesan layanan tersebut di KAI Access. “Inovasi ini merupakan komitmen KAI untuk memberikan kemudahan kepada pelanggan dalam memenuhi salah satu syarat menggunakan KA Jarak Jauh di masa pandemi Covid-19,” ujar VP Public Relations KAI, Joni Martinus, dalam keterangan resminya, Senin (22/3/2021). Hanya saja, saat ini layanan pemesanan GeNose C19 melalui aplikasi KAI Access belum tersedia untuk semua stasiun keberangkatan calon penumpang.


KAI menjelaskan, layanan pemesanan GeNose C19 melalui aplikasi KAI Access baru bisa digunakan untuk pelanggan keberangkatan dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen. Kendati demikian, Joni menegaskan bahwa KAI secara bertahap akan terus menambah layanan ini untuk keberangkatan di stasiun-stasiun lainnya. “Inovasi ini membuat pelanggan lebih praktis dan aman, dimana pembayaran tiket KA dan Genose sudah dilakukan melalui aplikasi. Kontak fisik dengan petugas juga terhindarkan karena pembayaran sudah dilakukan secara cashless,” ujar Joni.


Lantas bagaimana cara pesan layanan GeNose C19 melalui aplikasi KAI Access? Langkah-langkah yang perlu dilakukan cukup mudah. Untuk dapat menggunakan fitur ini, pelanggan harus meng-update aplikasi KAI Access ke versi 4.4.5 di Android. Dengan begitu, akan segera tersedia pembaruan aplikasi tersebut di versi iOS.


Jika sudah merampungkan pembaruan, tinggal membuka dan masuk aplikasi KAI Access. Pada saat melakukan pembelian tiket Kereta Api Jarak Jauh, pelanggan dapat menambahkan layanan pemeriksaan GeNose C19 langsung pada aplikasi KAI Access. Jika memanfaatkan layanan ini, biaya GeNose C19 sebesar Rp 30.000 akan otomatis ditambahkan ke total pembayaran transaksi. Setelah itu, calon penumpang tinggal bergegas ke stasiun tanpa perlu mendaftar ulang dari awal. Saat tiba di stasiun, pelanggan cukup scan barcode e-tiket dari aplikasi KAI Access ke petugas pendaftaran dan akan mendapatkan kantung untuk melakukan pemeriksaan GeNose C19. “Setelah sampel dianalisa oleh petugas, hasil pemeriksaan GeNose C19 akan langsung masuk ke aplikasi KAI Access pelanggan,” ujar Joni.

agendaIndonesia

****

Travel Pattern Medan Jadi 1 The Kitchen of Asia

Travel pattern Medan diarapkan sebagai the kitchen of Asia.

Travel pattern Medan disiapkan agar ibu kota Sumatera Utara ini bisa menjadi The Kitchen of Asia. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mendukung upaya pemerintah kota Medan dalam pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Salah satunya dengan menyiapkan travel pattern (pola perjalanan) wisatawan dari destinasi super prioritas Danau Toba untuk kemudian singgah di kota Medan dan menikmati keragaman daya tarik, salah satunya kuliner.

Travel Pattern Medan

Menparekraf Sandiaga Uno dalam kunjungan kerjanya ke Sumatera Utara berkunjung ke kawasan heritage Kesawan di kota Medan, Sabtu 27 Maret 2021. Pemkot Medan rencananya akan membenahi kawasan kota tua itu dengan branding “The Kitchen of Asia” yang akan menghadirkan kuliner khas Medan dan Asia sebagai daya tarik utama.

“Magnet kota Medan adalah pengalaman kuliner, dan kita perlu lengkapi dengan cerita-cerita sejarah atau story telling yang baik,” ujar Menparekraf Sandiaga Uno saat berkunjung ke kawasan heritage Kesawan bersama Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution, Sabtu malam.

Story telling dikatakan Menparekraf Sandiaga akan menambah nilai juga daya tarik yang akan memberikan pengalaman lebih berkualitas bagi wisatawan. Ia mencontohkan cerita tentang rumah milik saudagar kenamaan Tjong A Fie.

“Seperti di Tjong A Fie ini, bagaimana ada seseorang pemimpin dan saudagar kaya keturunan etnis Tionghoa yang 100 tahun lalu meninggal namun memberi kenangan. Tempat ini memiliki makna dan sejarah besar karena peran beliau dalam menjaga kerukunan etnis dan umat beragama di Medan,” ujarnya.

Menparekraf menjelaskan, pihaknya tengah membuat travel pattern atau pola perjalanan bagi wisatawan dalam menjelajahi Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Danau Toba. Dengan berbagai infrastruktur yang tengah dikebut, wisatawan nantinya juga akan didorong berkunjung ke kota Medan.

“Kita sedang buat travel pattern bagaimana wisatawan ke Destinasi Super Prioritas Danau Toba bisa singgah di kota Medan lantaran magnet sejarah dan wisata kuliner. Saya harap pariwisata bisa membangkitkan perekonomian dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin,” kata Sandiaga.

“Terakhir harapan kami, bahwa dalam penataan “The Kitchen of Asia” ini, harus dapat diperkuat dengan adaptasi teknologi dan keberagamaan produk-produk ekonomi kreatif,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution menyadari jika Medan tidak memiliki kekayaan alam yang cukup untuk dikembangkan sebagai potensi di sektor pariwisata. Namun kuliner dapat menjadi satu kekuatan besar dalam menarik minat wisatawan.

“Kuliner ini menjadi jawaban dari semua permasalahan di kota Medan. Kita tahu Kota Medan mungkin tidak punya potensi alam yang cukup baik, untuk itu harus kita ciptakan dan kolaborasikan dengan para stakeholder,” ujarnya.

Travel Pattern Medan disiapkan agar kota ini nantinya dipersepsi sebagai salah satu pusat daya tarik kuliner di Asia.
Menteri Pariwisata Sandiaga Uno bersepeda di seputar Danau Toba. Foto: Dok. Kemenparekraf

Terkait kawasan Kesawan yang akan disulap menjadi “The Kitchen of Asia”, Bobby Nasution menjelaskan Kesawan sendiri merupakan salah satu kawasan kota tua di Medan. Banyak warisan cagar budaya dengan arsitektur indah masih berdiri. Pembenahannya dipadu dengan branding kuliner Medan yang sudah terkenal, bukan hanya kuliner asli Sumatera Utara dan Indonesia, juga Asia.

“Untuk itu di kawasan Kesawan harus betul-betul dikembangkan, bukan diubah. Kita kembalikan ke belakang yang artinya kita kembalikan bangunan-bangunan di sini yang memiliki cerita masing-masing sehingga menambah cita rasa sendiri,” ujarnya.

Dari Medan, Menteri Pariwisata Sandiaga Uni juga menyambangi Dabau Toba. Keindahan dana ini menjadi daya tarik yang kuat bagi wisatawan untuk datang ke salah satu Destinasi Super Prioritas itu. Cara untuk menikmatinya beragam, bersepeda keliling Pulau Samosir menjadi salah satu pilihan wisatawan untuk berolahraga (sport tourism) sambil menikmati keindahan alam Danau Toba.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, di sela kunjungan kerjanya ke Danau Toba, Sabtu (27/3/2021) menyempatkan diri bersepeda di Pulau Samosir sambil menikmati keindahan alam yang ada.

Pulau Samosir memang layak dijadikan lokasi sport tourism. Selain alamnya yang memukau, juga didukung jalan lingkar Samosir yang sudah mulus. Berbagai event balap sepeda nasional seperti Tour de Samosir juga pernah digelar di pulau seluas 63.000 hektare itu.

“Jalurnya asik, dibalut keindahan Pulau Samosir, namun saya tekankan untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan dan saya juga berpesan agar selalu mengutamakan keselamatan,” kata Menparekraf Sandiaga Uno usai bersepeda.

Sandiaga Uno bersama Samosir Bicycling Community melakukan serangkaian olahraga mulai dari bersepeda sejauh 10 kilometer dan berlari sejauh 2,5 kilometer. Rute yang dilalui Menparekraf merupakan spot-spot wisata terbaik di Pulau Samosir. Mulai dari panorama melewati dermaga Ambarita kemudian melintasi Garoga menuju ringroad hingga finish di Desa Tuk Tuk.

Travel pattern Medan direncanakan akan berfokus sebagai salah satu pusat kuliner di Asia.
Danau Toba di Sumatera Utara. Foto. Dok. kemenparekraf

Danau Toba sendiri merupakan danau yang populer di Sumatera Utara dengan pemandangan alam kawasannya yang mutlak tak bisa ditawar. Hamparan hijau perbukitan di sekitarnya, serta biru danau dengan Pulau Samosir yang berada di tengah adalah gambaran keindahan tempat ini.

Pemerintah terus menggenjot pengembangan infrastruktur yang ada di Danau Toba termasuk Pulau Samosir di dalamnya. Termasuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) juga harus berjalan beriringan.  

“Pengembangan infrastruktur tidak akan sukses jika SDM dan masyarakatnya juga tidak dibangun. Jadi bangun raganya, bangun jiwanya. Bukan hanya membangun infrastrukturnya saja tapi juga membangun manusianya,” kata Menparekraf Sandiaga Uno.

agendaIndonesia

*****

2 Konsep Wisata Jawa Barat, Kultural dan Ecotourism

2 konsep wisata jawa barat, yakni mengedapankan kultural dan ecotourism

2 konsep wisata Jawa Barat dalam pengembangannya akan bertumpu pada kultural dan ecotourism. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, menyatakan pihaknya akan mengembangkan sektor pariwisata di Jawa Barat dengan mengedepankan konsep kultural dan ecotourism atau wisata berbasis alam.

2 Konsep Wisata Jawa Barat

Dalam pembukaan Jabar Culture and Tourism Festival yang diselenggarakan secara daring, Minggu 21 Maret 2021, Sandiaga mengatakan Provinsi Jawa Barat memiliki potensi wisata kultural yang dapat dipadukan dengan keindahan alam yang ada di sana. Untuk itu, perlu ada perbaikan titik akses untuk wisata.

“Kami akan berkoordinasi dengan Pak Gubernur (Jawa Barat), Kementerian PUPR, Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, dan Kementerian BUMN. Karena banyak titik wisata yang ada di bawah penguasaan BUMN sebagai aset-aset milik negara,” kata Sandiaga.

Oleh karena itu, lanjut Sandiaga, pihaknya kini tengah menyelesaikan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kementerian BUMN. Dengan harapan agar potensi-potensi pariwisata yang ada tersebut bisa segera dikembangkan.

Sandiaga menuturkan pihaknya akan memulai pengembangan dan pembangunan destinasi-destinasi wisata di Jawa Barat yang terbengkalai. “Sehingga nantinya destinasi-destinasi ini akan menjadi destinasi yang bertaraf nasional dan internasional,” katanya.

2 konsep wisata jawa barat adalah kultural dan ecotourism.
Glamping, salah satu andalan industri pariwisata. Foto: Dok. Kemenparekraf

Selain itu, Sandiaga juga mengungkapkan pihaknya akan mengembangkan tiga Kawasan Ekonuomi Khusus (KEK) di Jawa Barat sebagai upaya memulihkan ekonomi nasional dan mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Jawa Barat. “Salah satu dari tiga KEK yang telah berhasil kita dorong dengan kemajuan yang signifikan yaitu Lido dan kami akan mengembangkan KEK di Cikidang, Sukabumi, serta Pangandaran,” ujar Sandiaga.

Selain itu, Menparekraf Sandiaga menyebutkan pengembangan desa wisata di Jawa Barat menjadi salah satu upaya yang ditempuh pihaknya untuk membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di sana. Hal ini berkaca dari tingkat kunjungan wisatawan ke Desa Wisata Batulayang di Kabupaten Bogor beberapa waktu lalu.

“Di Jawa Barat ada 10 desa wisata unggulan. Itu nanti akan kita kolaborasikan dengan pihak-pihak terkait untuk dikembangkan,” katanya.

Sandiaga mengingatkan, perlu ada adaptasi, inovasi, dan kolaborasi serta pentingnya menerapkan protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability) untuk memulihkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia, khususnya di Jawa Barat.

“Kunci dari pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif adalah penanggulangan angka penyebaran COVID-19. Oleh karena itu, mari kita terapkan protokol kesehatan dengan disiplin dan ketat,” ungkap Sandiaga Uno.

Acara ini turut dihadiri oleh Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki dan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Jawa Barat, Atalia Pratatya Kamil.

2 konsep wisata Jawa Barat adalah yang bertumpu pada budaya dan wisata yang ramah lingkungan.
Pariwisata yang ramah budaya dan lingkungan menjadi andalan Jawa Barat. Foto: Dok. Kemenparekraf

Sehari sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, menekankan peran penting generasi milenial dalam peningkatan dan pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Salah satunya adalah membantu program utama Kemenparekraf/Baparekraf dalam menghadirkan pariwisata berkelanjutan yang lebih berkualitas sehingga memberikan dampak yang besar bagi masyarakat.

Menparekraf Sandiaga Uno, dalam acara “Virtual Webinar Hipwee #TravellerMillenials” mengatakan, pandemi COVID-19 memberikan dampak yang besar bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Termasuk menghadirkan tren baru berwisata, dari pariwisata masif ke pariwisata yang lebih berkelanjutan.

“Peran generasi milenial besar sekali, mereka bisa membantu menyosialisasikan program pemerintah dimana ke depan kita menargetkan pariwisata berkelanjutan yang lebih berkualitas,” kata Sandiaga Uno, Jumat (19/3/2021).

Turut hadir dalam acara tersebut Direktur Konsumer BRI, Handayani.

Hal paling sederhana, kata Sandiaga, generasi milenial atau bahkan generasi Z dapat melakukannya dengan membuat konten-konten menarik di media sosial. Konten yang dapat mempromosikan destinasi pariwisata yang berkelanjutan serta bagaimana seorang wisatawan dapat melakukan kegiatan wisata yang bertanggung jawab.

“Milenial harus menjadi contoh dalam melakukan kegiatan wisata dengan kepatuhan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin dan ramah lingkungan. Mereka juga lebih memilih pariwisata yang berbasis alam, dan hal ini sejalan dengan tren pariwisata ke depan dari yang bersifat masif menjadi lebih customized, localize, personalize, dan smaller in size,” kata Menparekraf Sandiaga.

Pemerintah, dikatakan Sandi, tengah berusaha keras untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Pandemi COVID-19 berdampak besar pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, dimana lebih dari 30 juta masyarakat Indonesia yang menggantungkan hidupnya dari sektor ini.

Salah satunya adalah melanjutkan program bantuan sosial pemerintah, seperti dana hibah pariwisata untuk hotel dan restoran yang tahun ini akan dilanjutkan, ditingkatkan, dan diperluas penerimanya.

“Alhamdulillah program-program kita mendapatkan respons yang positif, vaksinasi sudah berjalan terutama di Bali, Bandung, Yogyakarta, dan Manado. Kita mulai melihat geliat dari dari kebangkitan pariwisata dan ekonomi kreatif, dan saya ingin memupuk harapan, saya ingin menebarkan motivasi dan semangat. Kuncinya adalah bagaimana kita berwisata dengan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin,” kata Sandiaga.

Sementara Direktur Konsumer BRI, Handayani, mengatakan, pihaknya juga memberikan perhatian yang besar bagi generasi milenial terutama dalam mendukung kegiatan mereka berwisata. Di mana saat ini banyak generasi milenial yang lebih memilih pembayaran nontunai (cashless payment).

agendaIndonesia

*****

9 Ribu Karyawan KAI Jalani Vaksinasi

9000 karyawan KAI Jalani Vaksinasi

9 ribu karyawan KAI jalani vaksinasi Covid-19. Sampai dengan 18 Maret 2021, sebanyak 9.316 pegawai, orang tua, dan pensiunan KAI Group telah melakukan vaksinasi Covid-19. Jumlah tersebut terdiri dari 7.295 orang tenaga kesehatan, pegawai operasional, frontliner, dan administrasi yang telah divaksin pada fasilitas kesehatan milik pemerintah maupun yang diselenggarakan di lingkungan KAI. Adapun 2.021 orang sisanya merupakan orang tua dan pensiunan pegawai yang telah divaksin melalui program Sentra Vaksinasi Bersama BUMN di Istora Senayan, Jakarta.

9 Ribu Karyawan KAI Jalani Vaksinasi

“KAI akan terus berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan setempat dan unit terkait lainnya untuk segera memberikan vaksinasi kepada seluruh insan KAI, diutamakan tenaga kesehatan, kemudian frontliner yang berhubungan dengan para penumpang dan masyarakat, baru nanti ke yang lain,” ujar Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo.

Saat ini, KAI telah mendaftarkan seluruh pegawai KAI Group yang berjumlah 42.853 orang untuk divaksin. Selain itu, KAI juga membantu mendaftarkan orang tua pegawai dan pensiunan pada program vaksinasi yang diadakan pemerintah. Hal ini dilakukan untuk memfasilitasi kelompok lansia yang masuk dalam sasaran prioritas vaksinasi Covid-19 tahap kedua.

Dengan komunikasi yang baik antara KAI dan Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan setempat, serta pihak-pihak terkait lainnya, jumlah pegawai yang telah divaksin telah mencapai 17% dari total pegawai KAI Group. Jumlah tersebut akan terus meningkat secara bertahap menyesuaikan dengan waktu vaksinasi yang ditetapkan pemerintah.

Selain itu KAI dipercaya untuk menyelenggarakan vaksinasi bagi para pegawainya di Klinik Mediska milik KAI dan stasiun pada beberapa kota seperti Jakarta, Karawang, Bandung, Cirebon, Cepu, Purwokerto, Jombang, Jember, Tanjung Balai, Padang, dan Solok.

“Mulai Selasa (23/3), KAI akan melakukan vaksinasi terhadap 5.246 pegawainya yang bertugas di Bandung,” tambah Didiek.

Yang terbaru, KAI bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan menyelenggarakan vaksinasi bagi pekerja transportasi publik yang dilaksanakan di Stasiun Gambir, Jumat (19/3). Pada kegiatan ini, KAI memberikan dukungan dengan menyediakan lokasi dan fasilitas pendukung vaksinasi bagi sekitar 1.000 pekerja transportasi publik dari berbagai moda transportasi seperti darat, laut, udara, dan kereta api. Khusus untuk peserta dari KAI Group yang akan divaksin pada kegiatan ini berjumlah 210 pegawai.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang hadir meninjau vaksinasi tersebut mengatakan sangat bahagia karena para pelayan publik transportasi yang kesehariannya berhubungan dengan banyak orang mendapatkan kesempatan vaksinasi.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Joko Widodo dan Menteri Kesehatan (Budi Gunadi Sadikin) yang mengalokasikan vaksin ini,” kata Budi Karya.

Menurutnya, di masa pandemi ini, pemberian vaksin dapat meningkatkan kepercayaan diri para pekerja transportasi publik saat melaksanakan tugasnya. “Saya berpesan kepada para pekerja yang sudah divaksin, agar tetap menjaga dan menjalankan protokol kesehatan,” kata Budi Karya.

Didiek Hartantyo mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Perhubungan atas kepercayaan yang diberikan kepada KAI untuk menyelenggarakan vaksinasi massal tersebut. “KAI berkomitmen mendukung program vaksinasi Covid-19 dalam rangka memutus penyebaran Covid-19 pada moda transportasi kereta api,” kata Didiek.

9 ribu karyawan KAI jalani vaksinasi Covid 19. Jumlah itu termsuk para pensiunan dan anggota keluarga.
Komisaris Utama KAI meninjau pelayanan di stasiun Senen, Jakarta. Foto: Dok. KAI

Sehari sebelumnya, Komisaris Utama merangkap sebagai Komisaris Independen PT Kereta Api Indonesia (Persero) Said Aqil Siroj meninjau Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Kamis 18 Maret 2021. Said Aqil Siroj hadir untuk melihat secara langsung serta memastikan pelayanan di stasiun tersebut sudah berjalan dengan baik. Dalam peninjauan tersebut Said Aqil Siroj didampingi oleh dewan komisaris KAI, Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo beserta jajaran direksi.

Pengecekan di stasiun mulai dari alur penumpang, ruang tunggu, tempat boarding, peron, kereta penumpang, hingga di kabin masinis. Ia mengatakan kondisi Stasiun Pasar Senen saat ini sangat nyaman dan bersih dibandingkan pada tahun 90-an.

“Saya melihat stasiun Pasar Senen kini begitu berbeda  dibandingkan ketika saya dulu naik kereta api di tahun 90-an. Dulu sangat kotor dan kumuh, sekarang kita lihat sudah membanggakan, bersih, nyaman, dan aman,” kata Komisaris Utama KAI Said Aqil Siroj.

Ia menilai dalam melayani pelanggan di masa pandemi Covid-19 ini, Stasiun Pasar Senen telah menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin yang ketat. Mulai dari pengecekan suhu tubuh, penyediaan hand sanitizer dan wastafel portabel di titik-titik strategis, pemberian marka untuk physical distancing, dan sebagainya.

Pada kunjungannya kali ini, Said Aqil Siroj menyempatkan untuk menyapa pelanggan KA Jayabaya relasi Pasar Senen – Malang. Dirinya meminta masukan langsung kepada pelanggan untuk perbaikan-perbaikan KAI ke depannya. Said Aqil Siroj juga memuji para pelanggan yang memiliki kesadaran tinggi untuk memenuhi protokol kesehatan saat menggunakan moda transportasi kereta api.

“Alhamdulillah saya melihat protokol kesehatan diterapkan dengan sangat baik. Semua penumpang menjaga physical distancing, memakai masker, dan disiplin mematuhi protokol kesehatan,” ujar Said Aqil Siroj.

Secara khusus Said Aqil Siroj juga meninjau layanan pemeriksaan GeNose C19. Ia mengatakan pelayanan screening Covid-19 ini berjalan dengan tertib dan lancar.

“Saya sangat mengapresiasi hadirnya layanan pemeriksaan GeNose C19 di stasiun sebagai salah satu syarat menggunakan KA Jarak Jauh yang nyaman, murah, dan cepat, serta tak kalah pentingnya  adalah mendukung gerakan Bangga Buatan Indonesia,” kata Said Aqil Siroj.

Ia mengapresiasi KAI dan pihak-pihak yang telah bekerja keras memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan khususnya di Stasiun Pasar Senen.

“Saya berharap pelayanan terbaik diaplikasikan di semua stasiun dan seluruh layanan KAI. Tujuannya agar pelanggan merasa nyaman dan menjadikan Kereta Api sebagai pilihan utama dalam bertransportasi,” tutup Said Aqil Siroj.

Sementara itu, Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo yang turut hadir dalam peninjauan tersebut mengatakan bahwa KAI terus berkomitmen untuk menjalankan transportasi dengan protokol kesehatan yang baik, sesuai dengan Surat Edaran Satgas Covid-19 dan Surat Edaran Kementerian Perhubungan.

“Pada saat ini juga KAI menyediakan layanan pemeriksaan GeNose C19 yang sekarang sudah ada di 14 stasiun dan akan bertambah 9 stasiun lagi di tanggal 20 Maret. Targetnya, sebelum April 2021 kita akan operasikan pemeriksaan GeNose C19 di 44 stasiun. Tujuannya untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat  guna melakukan transportasi dengan tetap melakukan protokol kesehatan,” tutup Didiek.

agendaIndonesia

*****

Program Revitalisasi Toilet di Bali dan 5 DSP Diluncurkan

Program Revitalisasi Toilet diluncurkan Kemenparekraf di bali dan 5 DSP.

Program Revitalisasi Tolilet di Bali dan lima destinasi super prioritas (DSP) diluncurkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno. Program ini merupakan upaya Kemenparekraf/Baparekraf dalam menghadirkan toilet yang nyaman bagi wisatawan sekaligus memenuhi unsur kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan keberlangsungan lingkungan yang menjadi perhatian utama wisatawan pascapandemi.

Program Revitalisasi Toilet

“Revitalisasi toilet destinasi wisata ini merupakan kegiatan kolosal yang melibatkan publik, institusi pendidikan, dan media. Revitalisasi ini agar destinasi wisata memiliki toilet yang bersih, Indah, sehat, dan aman. Kegiatan ini juga membuka banyak sekali peluang padat karya bagi masyarakat,” kata Menparekraf Sandiaga Uno di Pantai Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Rabu 17 Maret 2021.

Selain di Pantai Kuta, kegiatan ini juga berlangsung serentak di lima titik destinasi super prioritas. Yakni toilet di kawasan Wisata Sade Bawah, Mandalika, Nusa Tenggara Barat; toilet Desa Wisata Liang Ndara, Labuan Bajo; toilet di Pantai Pulisan, Likupang; toilet di Pusat Informasi Geopark Sigulatti, Pangururan Samosir, Danau Toba; serta toilet Desa Wisata Segajih, Borobudur.

Ia pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan dan partisipasi aktif dari masyarakat dalam mendukung program ini. Termasuk partisipasi masyarakat yang juga ikut berkolaborasi dalam pengelolaan sampah.

“Sekitar Desember 2020 kita dibanjiri video bagaimana sampah di Pantai Kuta yang menumpuk. Tapi saat ini kita lihat sendiri berkat peran aktif dari Pak Bupati dan jajaran, pemerintah provinsi juga masyarakat semuanya menghadirkan toilet juga pantai yang bersih,” kata Sandiaga Uno.

“Partisipasi aktif masyarakat untuk menjaga daerahnya, bukan hanya menjadi destinasi super prioritas tapi juga sangat berkualitas,” kata Sandiaga.

Turut hadir dalam acara tersebut, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta; Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf Hari Santosa Sungkari; Deputi Bidang Koordinasi pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kemenkomarves Nani Hendiarti; Plt Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Dan Nusa Tenggara, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Ni Nyoman Santi; serta Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali I Putu Astawa, Direktur Tata Kelola Pariwisata berkelanjutan, Indra Nitua, dan Direktur Pengembangan Destinasi Regional II, Wawan Gunawan.

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf, Hari Santosa Sungkari, mengemukakan, terdapat sembilan (9) toilet destinasi wisata di Bali yang telah dan akan direvitalisasi. Sementara di 5 destinasi super prioritas masing-masing masih ada di satu titik lokasi destinasi wisata.

“Ini merupakan pilot project, namun kita kita berharap hal ini dapat menjadi percontohan dan terjadi penularan bagi masyarakat lokal dan pemerintah daerah untuk dapat mewujudkan toilet yang bersih, indah, sehat, dan aman,” kata Hari Santosa Sungkari.

Hari mengungkapkan, dalam pelaksanaan program revitalisasi toilet pihaknya bekerja sama dengan Asosiasi Toilet Indonesia untuk menghadirkan toilet berstandar global. Tidak hanya yang sesuai dengan standardisasi kesehatan, tapi juga selaras dengan standar keamanan COVID-19. Mulai dari ventilasi, termasuk material bahan yang digunakan.

Program Revitalisasi Toilet di Bali dan 5 DSP diluncurkan Kementrian Pariwisata dan Perekonomian Kreatif.
Menteri Pariwisata Sandiaga Uno saat peluncuran Program Revitalisasi Toilet di Bali. Foto: Dok. Kemenparekraf

Hal ini diharapkan dapat mendongkrak tingkat daya saing pariwisata Indonesia. Berdasarkan data Travel & Tourism Competitiveness Index (TTCI) yang dikeluarkan World Economic Forum (WEF) pada 2019, dari 14 pilar yang menjadi penilaian daya saing pariwisata Indonesia, ada tiga pilar yang posisinya di atas 100 dari 141 negara dan harus jadi perhatian, yakni environmental sustainability, tourist service infrastructure, serta health and hygiene di mana kebersihan termasuk di dalamnya. 

“Apalagi setelah pandemi, orang pasti akan mempertimbangkan destinasi yang serius menangani itu termasuk toilet,” kata Hari.

Untuk itu, Hari mengatakan, pihaknya tidak hanya sekadar melakukan revitalisasi namun juga memberikan bimbingan teknis juga pendampingan kepada masyarakat dan komunitas setempat dalam mengelola serta menumbuhkan kesadaran kebersihan di masyarakat.

“Karena membangun toilet itu gampang, tapi memelihara dan mengelolanya membutuhkan skill. Di samping itu kita juga memberikan pendampingan dalam pengelolaan sampah, bagaimana mengurangi penggunaan plastik. Sementara di hilir bagaimana kita menyalurkan sampah-sampah itu tidak harus semua ke tempat pembuangan sampah, tapi bisa juga di-recycle menjadi pupuk atau lainnya,” kata Hari Sungkari, didampingi Direktur Pengembangan Destinasi Regional II Kemenparekraf/Baparekraf, Wawan Gunawan.

Dalam acara ini Kemenparekraf/Baparekraf menghadirkan program padat karya “Aksi Bersih Pantai” yang melibatkan lebih dari 50 masyarakat di sekitar pantai Kuta.

agendaIndonesia

*****

Menparekraf Dan Dubes India Bahas Wisata 2 Negara

Menparekraf Dan Dubes India berdiskusi membahas kemungkinan pengembangan pariwisata ke dua negara. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, melakukan pertemuan dengan Duta Besar India untuk Indonesia, Manoj Kumar Bharti. Dalam pertemuan itu keduanya membahas berbagai rencana program ke depan, terutama peluang peningkatan kerja sama di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif pascapandemi.

Menparekraf dan Dubes India

“Saya baru selesai berdiskusi tentang rencana pembukaan kembali Bali dengan penerbangan langsung dari India yang saat ini sedang kita siapkan dan dalam tahap finalisasi,” kata Menparekraf Sandiaga Uno usai bertemu Dubes India Manoj Kumar Bharti, Rabu 17 Maret 2021 di Inaya Putri Bali, Nusa Dua, Bali.

Pemerintah Provinsi Bali sebelumnya telah menetapkan tiga kawasan untuk menjadi zona hijau. Yakni Ubud di Kabupaten Gianyar, Sanur di Kota Denpasar, dan ITDC Nusa Dua di Kabupaten Badung. Ketiga kawasan itu akan menjadi prioritas lokasi vaksinasi bagi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif dan juga masyarakat.

“Dengan penguatan testing, tracing, and treatment, dan tahapan-tahapan yang sudah kami siapkan termasuk penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin, Pak Dubes menyatakan hal tersebut akan meningkatkan kepercayaan diri wisatawan India untuk memulai penerbangan langsung melalui konsep travel corridor arrangement,” kata Sandiaga.

Jumlah kunjungan wisatawan asal India ke Bali setiap tahunnya terus meningkat. Data BPS Bali menunjukkan, tahun 2017 sebesar 264.516 wisatawan, tahun 2018 sebesar 353.894 wisatawan, dan di tahun 2019 sebesar 374.043 wisatawan.

Menparekraf mengatakan, dalam pertemuan tersebut keduanya juga membahas tentang kerja sama investasi dan perdagangan dalam lingkup pariwisata dan ekonomi kreatif. Termasuk tentang adaptasi teknologi guna memperkuat dan menciptakan peluang dalam sektor parekraf tanah air, khususnya dalam penguatan desa wisata yang menjadi salah satu program andalan dari Kemenparekraf/Baparekraf.

“Hubungan antara India dan Indonesia harus diperkuat demi kemajuan kedua bangsa. Harapan kami peningkatan hubungan bilateral ini bisa membangkitkan semangat, menebar harapan, dan membuka peluang lagi bagi Bali untuk bangkit dan Indonesia dalam pemulihan ekonomi,” kata Sandiaga Uno.

Duta Besar India untuk Indonesia, Manoj Kumar Bharti, mengucapkan terima kasih dan apresiasinya atas pertemuan dan rencana kerja sama yang akan dilakukan Indonesia dan India ke depan. Khususnya dalam meningkatkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif antara kedua negara.

Manoj yang baru 1,5 bulan menjalankan tugasnya sebagai Dubes di Indonesia mengaku kagum dengan keindahan alam dan budaya yang ada di Indonesia, khususnya Bali. Dimana terdapat kemiripan seni budaya serta populasi agama Hindu yang besar di Bali.

“Bagaimana mereka (masyarakat Bali) mempraktikkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari yang dimana ini tidak terjadi di India. Tentu ini akan menjadi pengalaman yang menarik bagi wisatawan India untuk berkunjung ke Bali,” kata Dubes Manoj.

Ia optimistis target 2 juta masyarakat Bali yang mendapat vaksinasi hingga Juli mendatang akan meningkatkan kepercayaan diri bagi wisatawan India untuk berkunjung ke Bali nantinya.

“Kami berharap kerja sama nanti akan berjalan sukses dan membawa kembali ekonomi Bali yang bertumpu pada sektor pariwisata. Kami juga bicara tentang investasi di berbagai area seperti ekonomi digital dimana kami berharap dari sini bisa mendapatkan peran yang besar,” kata Dubes Manoj.

Menparekraf dan Dubes India bahas pengembangan pariwisata ke dua negara.
Presiden Joko Widodo didampingi Menparekraf Sandiaga Uno meninjau vaksinasi di Bali. Foto: Dok. Kemenparekraf

Sehari sebelumnya,Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mendampingi Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Bali untuk meninjau pelaksanaan vaksinasi massal bagi para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif.

Lokasi peninjauan pertama ada di Puri Saren Agung, Ubud, Gianyar, dimana dilakukan vaksinasi terhadap kurang lebih 680 pelaku industri pariwisata, pimpinan umat beragama, perwakilan budayawan, perwakilan pemuda, dan masyarakat setempat. Sementara di Kota Denpasar, tepatnya di Harris Hotel Sunset Road, vaksinasi diperuntukkan bagi 500 pekerja industri pariwisata di Bali.

Menparekraf Sandiaga Uno seusai mendampingi Presiden Joko Widodo, Selasa 16 Maret 2021, mengatakan, pelaksanaan vaksinasi merupakan salah satu prasyarat utama selain penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin dalam upaya membuka kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sekaligus memulihkan perekonomian di Bali.

“Dengan menurunnya angka COVID-19 kita memulai persiapan untuk membuka kembali pariwisata khususnya untuk wisatawan mancanegara. Tentunya ini harus dilakukan dengan sangat hati-hati, kita jangan sampai melakukan kesalahan sehingga penularan COVID-19 ini meningkat kembali. Dan vaksinasi ini adalah salah satu faktor utama yang harus dijalankan,” kata Sandiaga Uno.

Turut hadir Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo.

Kehadiran Presiden Joko Widodo, dikatakan Menparekraf, memberikan harapan sekaligus menunjukkan keseriusan pemerintah pusat kepada masyarakat yang ada di Bali, khususnya masyarakat pariwisata dan ekonomi kreatif. Pemerintah mendukung penuh kebangkitan pariwisata dan ekonomi kreatif Bali melalui peningkatan vaksinasi maupun program-program pemerintah yang akan digalakkan di tahun 2021.

agendaIndonesia

*****