Pulau Kenawa Sumbawa, 1 Savana dan 1 Bukit

Kapal phinisi komodo bisa hop in-hop off, salah satunya ke Pulau Kenawa

Pulau Kenawa Sumbawa, 1 savana, 1 bukit, dan nyaris tanpa penghuni. Bisakah dibayangkan mencoba petualangan di sebuah pulau tanpa penghuni? Kedengarannya asyik dan menantang. Bukan saja karena harus bertahan hidup tanpa listrik dan tinggal di tenda tanpa penerangan, tapi juga mesti menempuh perjalanan menyeberang lautan yang penuh tantangan.

Pulau Kenawa Sumbawa

Adalah pulau Kenawa di Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, sebuah pulau kecil yang masih tanpa penghuni. Pulau ini memang belum sepopuler pulau-pulau kecil lain di sekitar pulau Lombok seperti Gili Trawangan atau Gili Air. Namun sejatinya, ia punya lanskap alam yang tak kalah elok dibanding dua pulau tersebut.

Pulau ini luasnya hanya 13 hektare. Di sana nihil penerangan dan kehidupan manusia. Hanya ada padang savana dan sebuah bukit. Tempat ini rasanya cocok untuk menyepi. Sebuah liburan yang tenang. Biasanya untuk berkemah dan snorkeling.

Menuju ke Kenawa pengunjung, tentu, harus menggunakan moda perahu nelayan atau kapal-kapal kayu milik penduduk setempat. Kapal kayu banyak dijumpai di tepi Pelabuhan Poto Tano, Sumbawa Besar. Dari Lombok Timur, pertama kita menyebarang ke a pulau Sumbawa. Biaya per orang sekitar Rp 17 ribu. Dari dermaga feri Poto Pano di Sumbawa, kita tinggal menuju ke dermaga penduduk, di mana perahu-perahu mereka ditambatkan. Jaraknya sekitar 500 meter dari dermaga feri

Di dermaga penduduk, kita harus menemui pemilik kapal. Biasanya ada yang mau disewa utuh, namun jika beruntung kita bisa share sewa dengan pengunjung lain. Jadi lebih murah. Satu perahu cadik untuk sekitar 6 orang biasanya bisa disewa Rp 300-400 ribu untuk pulang pergi. Namun, jika kita hendak menginap atau berkemah dan minta dijemput keesokan harinya kita harus tawar-menawar lagi.

Untuk menuju Kenawa, pengunjung harus menyusuri laut di perairan Sumbawa ke arah barat laut pulau itu. Kapal penduduk yang kami pakai, milik Jaharudin,  seperti kapal kayu nelayan lainnya: kapal kayu dengan dua cadik di sisi kanan dan kiri.

Di lambung kapal terdapat tempat duduk kayu. Tempat duduk itu berhadap-hadapan. Penumpang biasanya diminta duduk berhadapan, supaya seimbang kanan dan kirinya. Cek juga soal ketersediaan pelampung. Maklum kapal penduduk yang rata-rata memang mahir berenang, tapi wisatawan?

Belakangan rata-rata pemilik kapal sudah menyediakan pelampung yang tersedia di dekat tempat duduk karena sering disewa pengunjung. Jumlah pelampung itu cukup banyak. Kira-kira lebih dari delapan. Jumlah yang melebihi kapasitas penumpang. Jika ingin aman, pengunjung bisa memakai pelampung sejak awal.

Kapal kayu umumnya tak melaju terlalu kencang, sebab cuma dengan satu mesin. Suara deru kapal langsung memekak. Badan kapal berjalan bergelombang, naik dan turun megikuti gelombang laut. Byar..byar… Suara cadik keras menabrak ombak.

Kapal itu tak berdinding. Kami bisa menyaksikan pemandangan sekeliling 360 derajat. Tangan kami juga bisa menyentuh laut. Cukup dijulurkan dan badan merunduk sedikit. Air laut berwarna biru agak tua, itu menandakan perairan tersebut agak dalam.

Makin ke tengah laut, warna air makin biru tua. Gelombang pun makin tinggi dan percikan air makin banyak masuk ke badan kapal. Tas penumpang tak ayal basah. Karena itu, sebaiknya tas dibalut rain cover supaya isinya tak ikut kuyup.

Perjalanan menyusuri laut lepas menuju pulau tak berpenghuni itu berlangsung 45 menit jika gelombang laut agak tinggi. Jika laut sedang tenang, perjalanan akan ditempuh sekitar 30 menitan. Meski menantang, pengalaman ini mahal harganya. Butuh keberanian dan kepercayaan terhadap nakhoda, juga kerendahan hati pada alam.

Tiba di Kenawa, ada satu dermaga untuk kapal merapat. Namun kadang, tak sedikit pengunjung yang memilih turun langsung ke air. Maklum airnya bening dan tak dalam, seakan memanggil untuk diterjuni.

Tak ada permukiman di Kenawa. Namun, saat ini ada sebuah warung yang dihuni penduduk lokal daratan bernama Ibu Nur. Ia tinggal di gubuk di pinggir pulau, kadang kembali ke daratan besar di Sumbawa. Bu Nur ini menyewakan tenda buat tamu-tamu yang ingin menginap. Tenda disewakannya dengan harga mulai Rp 30 ribu, sesuai ukuran besar dan kecilnya.

Bu Nur tentu saja juga menjual bermacam-macam makanan. Namun, tak ada salahnya, jika pengunjung membawa bekal yang cukup jika hendak main ke Kenawa. Terutama jika hendak menginap. Bawa bekal yang cukup, termasuk perlengkapan P3K. Dan jangan lupa minta nomor kontak di Poto Tano ketika lapor hendak menyebrang, untuk jaga-jaga jika ada kondisi tidak diinginkan.

Di Kenawa, pelancong akan langsung disuguhi komposisi alam yang harmonis, puluhan gradasi warna laut, karang-karang hidup, dan beragam jenis ikan yang menari-nari tak jauh dari sandaran kapal. Air yang jernih serupa kaca memudahkan pandangan wisatawan menemukan ikan-ikan nemo yang sembunyi di balik koral.

Di sisi barat, kalau langit cerah, pengunjung akan memperoleh pemandangan Gunung Rinjani. Di tengah-tengah pulau Kenawa sendiri, terdapat sebuah bukit cukup tinggi yang berbentuk seperti kerucut. Bukit ini menjadi ikon Kenawa.

Jika pengunjung mendakinya, dari puncak orang-orang dapat menyaksikan seluruh sisi Kenawa, mulai muka hingga punggungnya. Namun, meski tak terlampau tinggi, bukit tersebut cukup sulit didaki. Jalurnya yang terjal dan licin membuat kaki sulit berpijak.

Di kanan-kiri jalur pendakian menuju bukit, tak ada pepohonan. Memang, pulau ini tak ditumbuhi pepohonan tinggi. Hanya rerumputan dan beberapa tanaman bakau.

Bila angin berembus, suara rumput yang bergesekan satu sama lain terdengar seperti lagu alam yang membuat pikiran menjadi tenang. Bahkan suaranya lebih mirip dengan instrumen pengantar meditasi. Ditambah lagi dengan gemericit burung yang bertengger di ranting-ranting kering atau lalu-lalang di atas pulau.

Sewaktu matahari terbit dan terbenam, rerumputan di Pulau Kenawa akan berubah warna menjadi kemerahan oleh pantulan cahaya matahari. Pemandangan tersebut membuat pulau makin sempurna menjadi tempat untuk mendamaikan diri.

Tertarik? Ayo agendakan Indonesia-mu.

F. Rosana/shutterstock

Dolan Ke Borobudur, 5 Wajib Kunjung

Dolan ke Borobudur, selain menikmati kemegahan candi Budha terbesar juga ada sejumlah destinasi lain. Foto: dok shutterstock

Dolan ke Borobudur di kawasan Magelang, Jawa Tengah, tak hanya mengunjungi candi Budha terbesar di dunia itu, namun juga dapat berkeliling ke sejumlah tepat di sekitarannya. Ada soal wisata agro yang unik karena banyak dijumpai buah langka, ada tempat nongkrong kekinian, ada juga desa wisata yang keren.

Dolan ke Borobudur

Resmi dibentuk sejak 2018, Badan Otorita Borobudur (BOB) hadir sebagai realisasi dari Peraturan Presiden tentang Pembentukan Badan Otoritas Pariwisata Borobudur. Kehadiran Badan Otorita Borobudur bukan hanya untuk menggenjot pariwisata dan ekonomi kreatif di kawasan candi, melainkan juga menjaga kelestarian situs warisan dunia tersebut.

Belakangan Badan Otorita Borobudur mengembangkan Zona Otorita seluas 309 Hektare. Zona ini merupakan kawasan pariwisata eksklusif yang bernuansa alam, dan mengusung konsep kelestarian serta keramahan pada alam.

Dolan ke Borobudur juga bisa meniikmati sejumlah desa wisata, taman buah, juga tempat nongkrong.
Destinasi utama doan ke Borobudur tentu saja mengunjungi candinya. Foto: Dok. shutterstock

Area Badan Otorita Borobudur meliputi: Magelang, Yogyakarta, Surakarta, Salatiga, dan Semarang. Menariknya, di sekitar area Badan Otorita Borobudur terdapat beberapa destinasi wisata yang mengusung konsep sustainable tourism, atau pariwisata berkelanjutan yang layak dikunjungi. Berikut beberapa daftar destinasi kalau donal ke borobudur.

Kebun Buah Langka Sedayu

Dolan ke Borobudur bisa dimulai ke kota pelajar Yogyakarta. Di sini ada destinasi wisata perkebunan yang menjadi rumah bagi 350 tanaman buah langka. Kebun buah ini telah dikembangkan sejak 2012, namun baru dibuka untuk umum pada 2015.

Salah satu tanaman unik yang ada di Kebun Buah Sedayu adalah jambu stroberi. Dari namanya saja sudah terlihat keunikannya. Tanaman dari Amerika Selatan ini memiliki warna merah menyala dan punya rasa asam. Meski banyak buah unik, namun jangan coba-coba memetik buah ini di kebun tanpa pengawasan petugas. Karena ini termasuk buah langka.

Desa Wisata Nglanggeran

Masih berada di Yogyakarta, Dolan ke Borobudur juga dapat mengunjungi Desa Wisata Nglanggeran. Desa yang menerapkan konsep ekowisata ini memiliki beberapa destinasi unggulan, seperti Embung Nglanggeran dan Air Terjun Kedung Kandang.

Selain wisata alam, Desa Wisata Nglanggeran juga memiliki budaya khas yang menjadi daya tarik wisata, seperti seni musik karawitan dan reog mataraman. Terdapat juga peternakan kambing etawa di area ini yang menambah keunikan Desa Wisata Nglanggeran.

Perbukitan Menoreh

Berada di wilayah Kulon Progo (Yogyakarta) dan Purworejo (Jawa Tengah), dari Perbukitan Menoreh para wisatawan yang dolan ke Borobudur bisa menikmati pemandangan Kulon Progo dari ketinggian. Ada beberapa di area Perbukitan Menoreh antara lain Puncak Suroloyo, Gunung Kendil, Tumpeng Menoreh, dan Puncak Widosari. 

Tumpeng Menoreh menjadi salah satu acara jika dolan ke Borobudur.
Tumpeng Menoreh. Foto: DOk. Shuttterstock

Untuk menambahkan nilai jual Perbukitan Menoreh, pemerintah berencana menambahkan unsur budaya dan kuliner, seperti di Tumpeng Menoreh. Di lokasi ini ada beragam menu lokal yang dibuat langsung oleh penduduk sekitar, seperti ayam madu wijen hingga garang asem.

Geopark Sewu

Geopark Gunung Sewu sebenarnya masih ada kaitannya dengan Desa Wisata Nglanggeran. Namun di destinasi wisata ini lebih menekankan pada wisata alamnya. Secara keseluruhan, Geopark Gunung Sewu meliputi: gunung, sungai, lembah, air terjun, gua, hingga kawasan pantai. 

Jika Sobat Parekraf bosan mengunjungi wisata alam, di area ini terdapat gedung etalase. Di dalam gedung ini tersimpan ratusan bebatuan dan fosil yang berasal dari kawasan Geopark Gunung Sewu, serta daerah-daerah sekitar geopark, seperti Kebumen.

Dolan Deso ke Desa Karangrejo

Terakhir, bagi yang ingin menikmati dolan ke Borobudur bisa menikmati wisata berkelanjutan di kawasan Badan Otorita Borobudur. Cobalah bermain atau mengunjungi Desa Wisata Karangrejo. Desa wisata ini berhasil mendapatkan sertifikasi sebagai Desa Wisata Berkelanjutan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf). 

Salah satu daya tarik di desa seluas 174 hektare ini adalah Gereja Ayam atau Bukit Rhema, Kebun Buah Karangrejo, serta Bukit Barede. Menariknya lagi, pengelola Desa Wisata Karangrejo juga menyediakan paket-paket wisata, yang terdiri dari belajar bercocok tanam, menyusuri sungai dengan naik mobil jeep, dan berkeliling desa dengan sepeda onthel.

Itulah lima destinasi wisata berkelanjutan di kawasan Badan Otorita Borobudur. Sesuai dengan konsepnya, area-area ini saling berdekatan dengan Kompleks Candi Borobudur, sehingga mudah untuk dijangkau selepas mengunjungi Candi Buddha terbesar di dunia ini.

Ayo dolan ke Borobudur.

agendaIndonesia/Kemenprekraf

*****

Taman Buah Mekarsari, Wisata 264 Hektare

Taman Buah Mekarsari merupakan salah satu agrowisata terbesar di dunia.

Taman Buah Mekarsari bisa dibilang merupakan sentra pelestarian ragam buah-buahan tropis terbesar di dunia. Tak hanya eksis sebagai objek wisata saja, taman ini juga berfungsi sebagai pusat pembudidayaan serta penelitian berbagai varietas buah-buahan serta bibit-bibitnya.

Taman Buah Mekarsari

Tak kurang sekitar 100 ribu pohon yang terdiri dari 1.470 varietas buah-buahan yang kini dirawat dan dilestarikan di sini. Selain itu, beragam jenis sayuran, bunga dan tanaman hias lainnya juga dapat ditemukan di taman di kawasan Cileungsi, Jawa Barat ini.

Taman buah Mekarsari ini dibangun di atas lahan seluas kurang lebih 264 hektare. Dulunya, lahan ini merupakan bekas perkebunan karet. Oleh mendiang Tien Soeharto, istri mendiang Presiden Soeharto, lahan ini kemudian diubah menjadi tempat percontohan, penelitian dan pembudidayaan buah-buahan.

Taman Buah Mekarsari juga menyediakan spot untuk mengenal fauna.
Berinteraksi dengan hewan sebagai edukasi utuk anak. Foto: DOk Taman Buah Mekarsari

Harapannya, taman ini dapat meningkatkan kualitas buah-buahan Indonesia. Di sisi lain, taman juga mampu membuka lapangan kerja dan edukasi bagi mereka yang ingin atau sedang bekerja di bidang perkebunan buah-buahan pada khususnya, dan juga masyarakat luas pada umumnya.

Lalu, taman buah Mekarsari ini juga diperuntukkan sebagai objek wisata yang menarik dan mengedukasi. Dan yang tak kalah penting, taman ini dapat menjadi alat promosi bagi hasil budidaya buah-buahan Indonesia, tidak hanya dalam skala nasional tetapi juga secara internasional.

Setelah pembangunan dimulai sejak, akhirnya pada 14 Oktober 1995 taman tersebut rampung dan resmi dibuka. Peresmian taman ini dilakukan oleh mantan presiden Soeharto kala itu, bertepatan dengan perayaan hari pangan sedunia.

Pada dasarnya, mayoritas buah-buahan musiman yang umum ditemui di Indonesia seperti jeruk, pisang, nangka, nanas, melon, durian, jambu biji, jambu air, duku, lengkeng, salak, markisa, mangga, alpukat, belimbing dan buah naga dapat ditemui di taman ini.

Namun, taman buah Mekarsari ini juga menjadi tempat pembudidayaan beberapa jenis buah-buahan yang cukup langka dan tidak banyak beredar, seperti sawo kecik, maja, kepel, kesemek, mundar, menteng, rukam dan lain-lainnya.

Rumah Pohon untuk menginap di Taman Buah Mekarsari.

Selain usaha pelestarian, taman ini juga menjadi sentra penelitian untuk mengkaji dan menguji bibit-bibit unggul dari buah-buahan tersebut. Bahkan pengunjung juga dapat membeli bibit unggul tersebut untuk ditanam sendiri, mulai dari harga puluhan ribu hingga jutaan rupiah.

Tak hanya itu, beberapa kajian yang dilakukan di taman ini juga meliputi eksperimen persilangan antara beberapa varietas buah-buahan, misalnya ‘nangkadak’ yang merupakan hasil dari persilangan antara buah nangka dan cempedak.

Untuk dapat berkeliling menikmati pemandangan asri kebun buah-buahan ini, ada beberapa cara yang dapat ditempuh. Salah satunya adalah garden drive thru, yakni berkeliling taman dengan menggunakan mobil pribadi.

Dalam rute yang akan ditempuh, beberapa titik pemberhentian disesuaikan dengan musim panen beberapa jenis buah. Pengunjung dapat berhenti untuk melihat-lihat buah yang siap panen dari pohonnya, serta mencoba buahnya langsung.

Selain itu, akan ada spot-spot pemberhentian lainnya, seperti plaza air terjun yang disediakan bagi yang ingin berfoto. Pengunjung akan dikenakan tiket per orang seharga Rp 70 ribu, atau Rp 60 ribu bagi anak-anak usia di bawah sepuluh tahun.

Cara lainnya adalah dengan menggunakan kereta keliling yang disediakan pengelola taman. Ada beberapa tarif yang dikenakan bergantung pada paket tiket terusan wahana yang dipilih, mulai dari Rp 35 ribu hingga Rp 50 ribu.

Pengunjung juga dimungkinkan untuk berkeliling taman buah Mekarsari dengan menggunakan sepeda. Namun khusus untuk yang ingin menggunakan sepeda diminta untuk melakukan reservasi terlebih dulu, serta datang dalam jumlah rombongan tertentu.

Selain kebun buah-buahan, di area taman ini sendiri terdapat beragam jenis wahana rekreasi bagi pengunjung. Misalnya area piknik di sekitar danau dengan beberapa wahana air yang tersedia, seperti sepeda air dan perahu naga.

Ada pula area peternakan D’Farm yang menjadi rumah bagi berbagai hewan ternak seperti kelinci, kuda, domba, ikan dan lain-lainnya. Pengunjung dapat memberi makan kepada hewan-hewan tersebut, memancing ikan serta berkuda.

Pilihan wahana lainnya pun menyesuaikan berbagai usia pengunjung. Bagi anak-anak dengan usia 12 tahun ke bawah, tersedia wahana bermain seperti Istana Balon dan area kegiatan outbond KidsBound.

Adapun bagi yang dewasa dapat menikmati fasilitas seperti berkeliling area taman dengan all-terrain vehicle (ATV), fish therapy untuk kaki, serta area kegiatan outbond khusus untuk dewasa MaxBound dan area panahan.

Bagi yang ingin menginap, disediakan fasilitas penginapan Rumah Pohon, berupa cottage bernuansa kayu di area pepohonan rimbun. Tersedia kelengkapan seperti air conditioning (AC), televisi dan shower air hangat.

Tiap satu cottage dapat ditempati oleh empat orang. Untuk tarif sewa per malam dihargai Rp 990 ribu, sudah termasuk dengan sarapan yang disajikan dan dapat dinikmati di area teras tempat pengunjung dapat menikmati nuansa alam yang asri.

Pengelola juga menyediakan area camping yang dapat direservasi, dengan beberapa fasilitas penunjang seperti area barbecue dan tenda yang muat untuk lima orang. Sesekali juga akan ada event khusus saat musim panen, seperti musim panen salak atau durian.

Untuk tiket masuk masing-masing wahana dan fasilitas taman, rata-rata berkisar antara Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu. Khusus untuk area outbond KidsBound dan MaxBound, tiket masuknya seharga Rp 30 ribu dan Rp 35 ribu, sedangkan ATV dikenai tarif Rp 40 ribu.

Selain tiket masuk taman dan fasilitas tersebut, bagi yang membawa kendaraan bermotor juga membayar tiket masuk kendaraan. Untuk pengguna motor dikenakan Rp 10 ribu, mobil Rp 20 ribu, serta bus Rp 40 ribu.

Yang perlu diperhatikan, untuk saat ini Taman Buah Mekarsari hanya buka untuk umum pada akhir pekan dan hari libur nasional, dari jam 09.00 sampai jam 15.00. Untuk kedatangan pada hari biasa dikhususkan bagi rombongan dan perlu membuat reservasi lebih dulu.

Untuk info lebih lanjut dapat menghubungi 081250029779, 081280988009, atau via email di mekarsari@mekarsari.com, serta dapat mengunjungi akun resmi Instagram @mekarsari_fruitgarden dan Twitter @tamanmekarsari.

Taman Buah Mekarsari

Jl. Raya Cileungsi-Jonggol Km. 3, Bogor

agendaIndonesia/Audha Alief P./Berbagai Sumber

*****

Wisata Jayapura, 3 Wajah Keindahan

Pantai Jayapura Andi Aryadi

Wisata Jayapura di Papua kini tampaknya kalah moncer dibanding Raja Ampat, bahkan Tambrauw. Padahal dulunya, kota ini yang menjadi tujuan pertama jika ingin berkunjung ke tanah cendrawasih itu. Padahal Jayapura tak kalah menarik dan indahnya dibanding sejumlah tempat di Papua lainnya.

Wisata Jayapura

Jika ingin ke Jayapura dari Jakarta, merupakan sebuah perjalanan panjang. Dengan penerbangan langsung diperlukan waktu sekitar 5 jam 20 menit. Namun, bila transit hingga dua kali, pengunjung harus meluangkan waktu 9 jam hingga belasan jam. Biasanya penerbangan akan transit di Makassar, lalu di Biak atau Sorong, sebelum menuju Jayapura.

Bandar udaranya terletak di Sentani, ini sekitar 30-an kilometer dari pusat kotanya. Butuh waktu sekitar 50 menit hingga satu jam dari bandara ke Jayapura melewati kota kecil Abepura, di mana Universitas Cendrawasih berada.

Dulu mungkin orang pergi ke Jayapura, dan Papua, umumnya urusan pekerjaan. Saat ini rasanya lebih banyak orang yang berkunjung untuk urusan wisata. Perjalanan tamsya alam, kata orang. Dan sepertinya, setelah berkunjung ke beberapa lokasi di Papua, Jayapura masih yang terlengkap untuk urusan traveling. Dari atraksi budaya, obyek wisata danau, laut, bukit, hingga tentunya kuliner.

Wilayahnya yang berbukit-bukit tapi mempunyai lahan pesisir membuat Jayapura memiliki obyek wisata beragam. Bahkan, selepas Bandara Sentani pun, tur sejatinya sudah bisa dimulai. Keluar dari bandara, kita bisa langsung check ini di hotel di kawasan Danau Sentani. Dari yang bagian dari hotel chain hingga yang lokal. Yang lake side pun ada.

Dengan singgah di Danau Sentani, yang bisa dicapai dalam waktu 15 menit dari bandara. Di sini, pengunung bisa melepas lelah setelah perjalanan panjang sembari menikmati hidangan lokal di restoran yang berdiri di tepi danau. Dari papeda sampai ikan mujair Danau Sentani yang maknyus.

Danau Sentani memiliki sumber daya alam yang kaya juga indah. Ada berbagai spesies ikan air tawar yang hidup di dalam danau ini. Beberapa di antaranya menjadi spesies endemik Sentani.

Selain menyuguhkan keberagaman alam, danau yang secra adminstrasi berada di wilayah Kabupaten Jayapura ini juga memiliki bukit yang indah. Lucunya, orang setempat suka menyebutnya sebagai Bukit Teletubbies. Mungkin karena tanah berbukitnya yang landai seperti di dalam serial televisi Teletibbies. Mereka yang berkunjung ke bukit ini tak akan melewatkan keindahan matahari terbenam (sunset), momen yang banyak ditunggu-tunggu wisatawan.

Di Sentani jita juga bisa juga singgah ke Bukit MacArthur, menengok jejak Jenderal Douglas MacArthur dari militer Amerika Serikat pada 1944, sekaligus menikmati keindahan alam Papua dari ketinggian. Terletak di Ifar Gunung, melewati jalan menanjak yang penuh kehijauan kiri-kanan. Dari atas tampak juga hamparan Danau Sentani dan pegunungan Cyclops. Atau, bila ingin melihat Jayapura dari ketinggian, ada bukit lain yang bisa disinggahi, yakni Bukit Pemancar. Datang di sore hari, akan terlihat kerlip lampu-lampu di pusat kota.

Masyarakat Papua dalam Festival Danau Sentani
Wisata Jayapura dalam Festival Danau Sentani. Dok. TL

Paling strategis jika ingin berkunjung ke jayapura sesungguhnya saat berlangsung Festival Danau Sentani. Tahun ini, jika jadi diselenggarakan pada 20 Oktober hingga 2 November 2020, merupakan pelaksanaan ke 12.Beruntung bila Anda datang  berbarengan dengan Festival Danau Sentani. Kesempatan menyimak budaya dalam festival tersebut bisa membuat perjalanan dengan menu lengkap.

Puas menikmati Sentani, tujuan selanjutnya adalah Jayapura. Setelah danau dan bukit, saatnya daerah pantai yang disusuri. Ada beberapa pantai yang bisa dipilih dalam tur esok harinya. Pilihannya adalah Pantai Harlem, Pantai
Base G, Pantai Hamadi, Pantai Dok 2, Pantai Amai, Pantai Tablanusu, dan Pantai Holtekamp. Bila mampir ke Pantai Hamadi, bisa sekalian belanja pernak-pernik suvenir berupa kerajinan tangan khas Papua di sana.

Dari pantai-pantai itu, yang paling unik tentu Pantai Tablanusu. Sesungguhnya, pantai ini bisa dikunjungi saat menginap di Sentani, sebab jika hendak ke Desa Wisata Tablanusu, sebab posisinya lebih dekat dari sini.

Dari Sentani untuk menuju desa ini pengunjung bisa naik bus atau mobil menuju Dermaga Deppare dengan waktu tempuh sekitar 2 jam. Jalannanya menurun dan mendaki melalui hutan lebat. Tablanusu sendiri berarti batu menangis. Sebagian besar Desa Tablanusu diselimuti batu koral berwarna hitam. Di mana-mana hamparan batu alam mengkilap. Hampir mirip pantai di Belitung. Jadi jika pengunjung berjalan di pantai dengan menginjak batu koral akan menimbulkan suara seperti orang menangis.

Selain itu, jika ke Jayapura, sekarang wisatawan gandrung mengunjungi perbatasan Indonesia dan Papua Nugini. Dikenal sebagai Desa Skow, yang ditempuh dua jam dari Jayapura. Desa Skow berbatasan langsung dengan Desa Wutung
di Papua Nugini.

Kemudian, bagi pelancong yang doyan nongkrong dengan keindahan alam, ada tempat yang lagi naik daun, yakni Skyline yang berada di Entrop. Hanya 15 menit dari pusat Kota Jayapura. Pemandangannya berupa Teluk Youtefa dan jembatan Holtekamp yang panjangnya mencapai 1,8 kilometer.

Lalu ambil hari lain untuk mengunjungi Kali Genyem. Lokasinya ada di Berab, Nimbokrang, Jayapura. Kali ini sering disebut Kali Biru atau Kali Biru Genyem.

Jaraknya memang cukup jauh, lokasinya harus ditempuh oleh wisatawan dari kota Jayapura sekitar 3 jam. Medannya turun naik melalui perbukitan dan pegunungan.

Untuk masuk ke Kali Biru, wisatawan yang menggunakan kendaraan bermotor dikenakan tiket masuk sebesar Rp 10 ribu. Sedangkan yang menggunakan  mobil dikenakan tiket Rp 50 ribu.

Meskipun jarak tempuhnya cukup jauh dari kota Jayapura, tapi wisatawan akan disuguhi atraksi air kali yang sangat jernih dan berwarna biru. Rasa lelah dari jauhnya perjalanan yang ditempuh akan terbayarkan lunas di wisata Kali Biru Genyem ini. Bukan hanya pemandangan alamnya saja yang menarik dan menakjubkan untuk didatangi. Masyarakat atau penduduk setempat selalu bersikap ramah menyambut para wisatawan yang berlibur di Kali Biru.

Obyek wisata alam yang letaknya di kawasan perkampungan Genyem ini sangat dikenal para pecinta alam. Selain itu, ada atraksi lain yang tak kalah memikat melihat aktiviras burung cendrawasih. Mungkin belum sepopular Tambrauw, tapi Genyem termasuk habitat burung ini.

Nah, siapa bilang Jayapura kalah indah dengan daerah lain di Papua? Ayo agendakan Indonesia-mu sekarang.

F. Rosana

Pesona 3 Danau di Kaki Gunung Lemongan

Pesona 3 danau di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, bisa menjadi alternatif liburan dan mengunjungi alam pedesaan.

Pesona 3 danau di kaki Gunung Lemongan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, masih jarang ada yang meliriknya. Danau atau ranu dalam istilah setempat kalah popular dari Ranu Kumbolo di jalur pendakian Gunung Semeru, yang juga berada di kabupaten Lumajang.

Pesona 3 Danau

Asal tahu saja, tiga per empat wilayah Gunung Semeru berada di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Sisanya ada di Kabupaten Malang. Karenanya, Lumajang kerap dikenal sebagai salah satu wilayah yang memiliki pesona alam terbaik di Jawa Timur, selain Malang.

Pesona 3 danau di kawasan Gunung Lemongan, Lumajang tak kalah indah dengan Ranu Kumbolo yang juga berada di Kabupaten Lumajang.
Matahari terbit Ranu Pakis di Lumajang. Foto:: Dok shutterstocj

Itu tentu termasuk danau-danau alamnya. Ada pesona 3 danau di Kabupaten Lumajang di Gunung Lemongan, meskipun kalah popular dibandingkan gunung Semeru.

Gunung Lemongan adalah sebuah gunung berapi tipe maar, di Jawa Timur. Gunung ini merupakan bagian dari kelompok pegunungan Iyank, di mana puncaknya adalah disebut Puncak Tarub dengan ketinggian 1.651 meter. Gunung Lemongan termasuk dalam wilayah dua kabupaten, yaitu Lumajang dan Probolinggo.

Pesona 3 danau memiliki atraksi kemegahan matahari terbit. Tontonan ini bisa dinikmati dari tiga kawasan danau yang saling berdekatan, yaitu: Ranu Klakah, Ranu Bedali, dan Ranu Pakis.

Jarak tempuh antara Ranu Bedali ke Ranu Pakis berkisar 7 kilometer. Sedangkan jarak tempuh Ranu Bedali ke Ranu Klakah sekitar 6 Km dan semuanya bisa dijangkau dengan mudah. Seperti apa sih gambaran ketiga danau ini?

Ranu Klakah

Terletak di Desa Tegal Randu Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, sekitar 20 kilometer dari arah utara Kota Lumajang. Ranu klakah memiliki pesona yang sangat menarik untuk dikunjungi.

Pesona 3 danau merupakan atraksi menarik utujk menyaksikan matahari terbit di Lumajang,
Ranu Klakah dengan latar belakang Gunung Lemongan. Foto: milik Lumajang Satu.com

Danau yang terbentuk akibat aktivitas vulkanis ini membentang seluas 22 hektare. Sedangkan kedalamannya mencapai 28 meter. Dalam sekilas pengamatan, danau itu tampak tenang dan tak beriak. Tak terlihat ada aktivitas makhluk hidup apa pun di dalamnya.

Namun, diam-diam, ranu atau danau maar yang letaknya 10 kilometer di utara kota ini ternyata menjadi habitat hidup bagi ribuan ikan mujair. Tempat ini memang menjadi tempat budi daya ikan air tawar.

Ranu Klakah terpatri abadi, tepat di muka Gunung Lemongan. Seperti lukisan, pada pagi hari, cahaya matahari yang kemerahan akan mengantung di atas danau berlatar gunung itu. Pantulan sinarnya membikin danau kemilauan, bak cermin hidup yang menimbulkan refleksi. Gunung dan bayangannya di ekor Ranu Klakah pun seperti dua segitiga yang bertaut.

Ranu Pakis

Lokasi wisata Ranu Pakis berada di Desa Ranu Pakis, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang. Namun dari pusat kota butuh menempuh jarak sekitar 20 ,5 kilometer atau kurang lebih 45 menit perjalanan dengan kendaraan bermotor.

Rute menuju Ranu Pakis dari pusat kota Lumajang melewati jalur utama penghubung antara Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Probolinggo. Ketika memasuki pusat kecamatan Klakah, di sekitar pasar, belok ke arah timur atau ambil jalan ke arah Desa Tegal Randu menuju Ranu Klakah.

Dari Ranu Klakah perjalanan lanjut sekitar satu kilometer hingga menemui pintu masuk menuju Ranu Pakis. Akses jalan cukup baik dan bisa dilewati kendaraan roda dua ataupun empat. 

Ranu Pakis ini memiliki warna air biru kehijau-hijauan yang berbeda dengan Ranu Badeli. Di sini airnya terlihat berwarna hijau segar. Ranu Pakis memiliki ketinggian 600 meter di atas permukaan laut , dengan luas sekitar 50 hektare, dan kedalaman 26 meter.

Selain memiliki keindahan yang unik, di Ranu Pakis biasanya para penduduk juga membudidayakan ikan air tawar. Contoh ikan yang di budidayakan adalah mujahir dan nila. Kadang bila berkunjung ke Ranu Pakis, wisatwan disuguhi atraksi nelayan yang sedang menjaring ikan.

Ranu Bedali

Ranu Bedali adalah sebuah danau di Kecamatan Ranuyoso, Lumajang, dan merupakan salah satu tempat wisata alami yang ada di kabupaten ini. Letaknya sekitar kurang lebih 15 kilometer di sebelah utara kota Lumajang. Danau ini tempatnya mudah dijangkau dengan berbagai macam kendaraan pribadi, tidak terlalu ramai pemandangannya indah cocok untuk liburan keluarga.

Ranu Lumajang shutterstock edit
Air terjun di Ranu Bedali. Foto: Dok. shutterstock

Ranu Bedali merupakan rangkaian dari pesona 3 danau, yaitu Ranu Bedali, Ranu Klakah dan Ranu Pakis. Sebagai rangkaian kawasan Segitiga Ranu, dengan jarak 7 Km dari Ranu Pakis atau 6 kilometer dari Ranu Klakah. Objek wisata Ranu bedali ini mempunyai keinggian 700 meter di permukaan laut dengan luas danau 25 hektare dengan kedalaman 28 meter.

Di Ranu Bedali  terdapat air terjun yang memiliki debit air yang cukup besar dan jernih, sehingga menambah keindahan alam. Keindahan di Ranu Bedali yang masih asri beserta tambahan fasilitas yang menunjang lainnya bisa menarik banyak wisatawan.

agendaIndonesia

*****

Taman Safari Bali, Satwa di 40 Hektare

Taman Safari Bali wahana wisata dan edukasi di Bali.

Taman Safari Bali atau dikenal juga sebagai Bali Safari and Marine Park adalah tempat wisata yang berisi aneka satwa dari berbagai penjuru dunia yang habitatnya didesain mendekati aslinya. Kawasan ini merupakan objek wisata yang dibangun di atas lahan seluas 40 hektare.

Taman Safari Bali

Bali Safari & Marine Park ini seperti juga Taman Safari di Cisarua, Bogor, Jawa Barat, menyediakan tempat bagi satwa liar seperti di habitat aslinya. Di Bali ini taman safarinya  dibangun dengan perpaduan kebudayaan masyarakat Bali dan cocok untuk dikunjungi untuk segala usia. 

Bali Safari & Marine Park ini ada di Jalan Bypass Prof. Dr. Ida Bagus Mantra. Lokasinya menempati atau berada di tiga desa di Gianyar, yaitu Desa Lebih, Desa Serongga, dan Desa Medahan. Sama dengan yang di Bogor atau di Jawa Timur, Taman Safari Bali dimiliki dan dikelola oleh Taman Safari Indonesia. Taman Safari Indonesia, memang ahli dalam konservasi hewan dan terkenal dalam menyelenggarakan eksebisi serta pertunjukan binatang.

Taman Safari Bali petulangan kecil di habitan satwa.

Taman Safari Indonesia, memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun dalam hal penyediaan wahana taman safari. Pengalaman tersebut membuat Taman Safari Bali, menjadi salah satu taman safari terbaik di Indonesia dan menjadi tempat wisata untuk anak-anak ketika liburan di pulau dewata.

Bali Safari Marine Park juga dijadikan tempat pengembangbiakan bagi satwa yang terancam punah. Harimau Putih dari India yang sangat langka sedang dicoba dikembangbiakkan agar terjaga keberadaannya.

Tempatnya ada di Tigers of Ranthambore yang merupakan tiruan dari benteng kuno yang berada di India. Benteng ini menjadi tempat berdiamnya harimau putih yang sangat langka tadi.

Selain Harimau Putih, di sini ada berbagai jenis satwa langka yang berasal dari tiga negara yaitu Indonesia, India dan Afrika. Ini terdiri dari 60 species dan 400 ekor satwa langka yang berasal dari Indonesia, misalnya Jalak Putih, Burung Hantu, Tapir, Buaya, Babi Rusa dan Harimau Sumatra.

Dari India, selain Harimau Putih, ada lainnya yaitu Rusa Tutul, Beruang Himalaya, Nilgai dan Black Buck. Satwa langka dari Afrika juga tidak ketinggalan seperti Kuda Nil, Burung Unta, Singa, Babbon, Zebra dan Blue Wildebeest.

Taman Safari Bali juga memiliki petualangan berkeliling pada malam hari.
Night Safari, berkeliling dengan kendaraan khusus. Foto: dok. BSMP

Selain mempelajari hewan yang mulai langka dan upaya konservasinya, anak-anak ketika main ke Taman Safari Bali dapat menikmati beberapa pertunjukan. 

Atraksi utama tentu saja 4×4 Safari Package. Wisatawan dapat melihat satwa liar dari dekat menggunakan jeep  4×4. Kendaraan ini sudah dilengkapi perlengkapan khusus sehingga aman bagi pengunjung.  Melalui wahana ini, wisatawan bisa merasakan sensasi berinteraksi langsung dengan satwa di alam bebas. 

Selain itu ada Animal Education show di Hannuman Stage. Ini adalah Taman Hanuman dengan sebuah panggung yang terdapat pertunjukan satwa yang juga memberikan pengetahuan tentang satwa langka.

Atraksi yang juga menarik buat anak-anak, bahkan orang dewasa, adalah Elephant Conservation & Education Show di Kampung Gajah. Ini merupakan area dengan museum gajah, kandang gajah, tunggang gajah, souvenir, dan, warung gajah.

Elephant Bathing di Taman Ganesha di mana taman ini memiliki sebuah patung Ganesha setinggi sembilan meter yang merupakan pintu masuk menuju Bali Theater. Di taman ini pengunjung bisa berinteraksi secara dekat dengan gajah-gajah yang sedang mandi.

Pada malam hari pengunjung dapat melihat satwa liar yang berkeliaran di habitatnya. Ada harimau yang naik ke kendaraan kerangkeng khusus pengunjung. Lumayan memacu adrenalin.

Ada juga restoran yang menyediakan berbagai macam makanan dan minuman. Uniknya ada resto untuk sarapan yang berdekatan dengan kandang macan. Jangan khawatir, pengunjung restoran dipisahkan dengan panel kaca yang aman dari para raja hutan tersebut.

Sarapan dengan Singa di Safari Bali BSMP
Sarapan di depan singa. Foto: dok. BSMP

Untuk menikmati pengalaman sarapan unik ini, pengunjung harus menginap di Mara River Safari Lodge yang berada di kompleks Taman Safari Bali. 

Namun Taman Safari Bali tentu tak cuma interaksi dengan hewan. Ada atraksi lainnya. Kegiatan lainnya adalah Balinese Holy Water Procession di Tirta Sulasih. Tirta Sulasih adalah tempat pemandian suci dengan nuansa kebudayaan Bali. Pengunjung bisa menyaksikan kegiatan sehari-hari masyarakat Bali dengan budayanya.

Bagi yang ingin belanja oleh-oleh, berbagai barang kerajinan khas Bali dan aksesoris berbentuk binatang banyak dijual di areal pertokoan yang dikenal dengan nama Peken Bali. Atau ada pula kelas menari Bali dan memainkan alat musik gambelan Bali di Bale Banjar.

The Bali Agung Show Taman Safari Bali juga menyajikan pertunjukkan seni yakni The Bali Agung Show. Pertunjukan ini merupakan perpaduan seni teater tradisional dan modern yang menampilkan lebih dari 150 penari dan pemusik Bali.

Taman Safari Bali dilengkapi pula beberapa fasilitas antara lain, Kawasan Fun Zone yang disediakan khusus untuk anak-anak berusia maksimal 10 tahun. Ada berbagai permainan dengan tarif Rp 10 ribu untuk setiap permainan seperti, Mery Go Round, Clumbing Car dan Go Go Bouncer.

Di sini juga terdapat kuda poni maupun onta tunggangan dengan tarif Rp 20 ribu per orang sedangkan untuk berkeliling dengan menunggang gajah selama 30 menit dikenai tarif Rp 100 ribu. Seperti di taman safari lainnya juga, pengunjung bisa berfoto dengan beberapa binatang dengan tarif Rp 20 ribu.

Bali Safari & Marine Park buka mulai pukul 09:00 – 17:00. Untuk dapat memasuki Bali Safari & Marine Park, pengunjung dikenakan biaya tiket masuk. Harga tiket masuk Taman Safari Bali untuk wisatawan domestik: pengunjung dewasa (di atas 12 tahun), Rp 150 ribu/orang; anak-anak (umur 3 – 12 tahun) Rp 135 ribu/orang. Sedangkan untuk bayi di bawah 3 tahun dihitung gratis.

Dengan membayar tiket masuk sesuai dengan harga tiket tersebut pengunjung akan mendapatkan satu kali safari journey, menonton animal show; dan elephant show.

agendaIndonesia

*****

Taman Mini Indonesia Indah, Wajah 38 Daerah

Taman Mini Indoesia Indah menajdi wahana melestarikan kebudayaan Indonesia.

Taman Mini Indonesia Indah atau biasa disebut TMII adalah cara “mudah” mengenal Indonesia dan semua tradisi serta kebudayaannya. Ini adalah taman bagi wajah seluruh provinsi di Indonesia. Sayangnya, hingga Juli 2023 baru ada 33 anjungan dari 38 provinsi yang ada di Indonesia.

Taman Mini Indonesia Indah

Dari Sabang hingga Merauke, ribuan ragam corak adat dan budaya telah melengkapi berbagai aspek kehidupan di Indonesia. Masing-masing adat dan budaya Indonesia ini telah menjadi identitas setiap daerah di seluruh penjuru Nusantara.

Kekayaan Nusantara inilah yang menjadi gagasan pembangunan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) oleh Ibu Negara waktu itu, Siti Hartinah, atau yang lebih dikenal sebagai Tien Soeharto. Berdiri di atas area seluas 150 hektare, Taman Mini hadir sebagai rangkuman kebudayaan 27 provinsi (waktu itu, 1970-an) bangsa Indonesia dalam bentuk miniatur kepulauan.

Taman Mini Indonesia Indah terdiri dari anjungan-anjungan dari 38 daerah.
Rumah Gadang sebagai salah satu simbol budaya Minangkabau. Foto: dok. shutterstock

Taman ini dibangun lengkap dengan anjungan daerah, bangunan dan arsitektur tradisional, kesenian daerah, juga taman rekreasi. Tak luput pula berbagai macam wahana yang menawarkan sarana seni, rekreasi, dan edukasi bagi pengunjung.

Gagasan ini tercetus pada 13 Maret 1970 dan diresmikan pada 1975 dengan harapan agar budaya dan kekayaan Indonesia dapat terus dilestarikan dengan baik. Harapannya agar keunggulan unik masing-masing daerah Nusantara dapat selalu terjaga untuk generasi mendatang.

Semuanya ada yang diwakili oleh anjungan daerah. Ada pula yang hadur melalui sejumlah museum, misalnya Museum Fauna; Dunia Laut Tawar; Taman Burung, atau film yang diputar di Theater Keong Emas.

Anjungan daerah adalah bangunan-bangunan rumah adat yang bercirikan arsitektur tradisional khas daerah Indonesia. Hingga Juli 2023 sudah 33 Anjungan Daerah yang dibangun berderet mengelilingi danau Miniatur Arsipel Indonesia. Ini melambangkan satu kesatuan yang tak terpisahkan.

Tiap provinsi menampilkan sekurangnya tiga bentuk rumah adat khas daerah, berada di satu kawasan yang disediakan untuk provinsi bersangkutan. Ke depan seiring pemekaran provinsi-provinsi di Indonesi, akan dibangun anjungan lainnya.

Indonesia merupakan negara yang kaya akan sejarah dari banyaknya suku bangsa dan budaya yang menghiasi nusantara. Setiap corak peristiwa sejarah kita turut berperan dalam membangun Indonesia menjadi negara yang kini kita kenal. Hal ini menjadi salah satu dari segelintir alasan mengapa melestarikan sejarah Indonesia harus menjadi prioritas generasi sekarang maupun generasi yang akan datang.

Taman Burung TMII dok TMII
Taman Burung TMII menjadi wahana untuk mengamati dan mempelajari burungburung. Foto: dok TMII

Selaras dengan tema yang diusung TMII yaitu tempat wisata edukasi budaya Indonesia, Taman Mini Indonesia Indah menghadirkan 18 museum yang merangkum berbagai sejarah Indonesia melalui wisata edukasi. Setiap museum yang terdapat di Taman Mini Indonesia Indah dibangun untuk memenuhi pengetahuan masyarakat akan sejarah kehidupan, sosial, peradaban, budaya, teknologi Indonesia dan masih banyak lagi.

Mulai dari Museum Keprajuritan, Museum Hakka, Museum Listrik sampai Museum Fauna Indonesia Komodo dan Taman Reptil, setiap museum di TMII memiliki beragam tema dan pameran yang dapat membawa pengunjung merasakan pengalaman belajar sejarah yang unik.

Di sini, pengunjung bisa menambah pengetahuan sambil bermain dengan teknologi interaktif Virtual Reality (VR), menonton film, menyaksikan peragaan ketenagalistrikan, membuat batik, dan masih banyak lagi.

Museum fauna Indonesia “Komodo” memiliki tema dunia satwa Indonesia yang menghadirkan satwa-satwa yang hidup maupun yang telah diawetkan. Bangunan arsitektur dari museum ini berbentuk seperti Komodo, salah satu spesies reptil purba khas Nusa Tenggara Timur, dan menempati lahan seluas 10.120 meter persegi. 

Pameran keanekaragaman fauna nusantara yang terdapat di museum ini disajikan berdasarkan kelompok persebarannya, yakni dari barat ke timur. Ini menunjukkan persebaran hewan dari Sumatera sampai Papua.

Tidak hanya itu, museum ini juga memamerkan keanekaragaman berdasarkan persebaran dari pantai ke pegunungan, untuk menunjukkan habitat masing-masing satwa Indonesia.

Museum Fauna TMII dok TMII
Museum Faunsa TMII. Foto: dok TMII

Taman Reptilia yang menghadirkan koleksi reptil hidup memperbolehkan pengunjung untuk berinteraksi langsung dengan satwa-satwa unik yang terdapat di Taman Mini Indonesia Indah seperti ular sanca, ular berkaki, komodo, biawak, penyu, kura-kura buaya, iguana, dan masih banyak lagi reptil lainnya.

Selain itu, pengunjung anak-anak juga dapat menelusuri rasa ingin tahunya lebih lanjut dengan bermain bersama ular sanca di Taman Sentuh, yang tentunya lengkap dengan pengawasan para ahli dari spesies tersebut.

Sementara itu, mengambil tema Indonesia dan Dunia Air Tawar, taman ini memamerkan keanekaragaman hayati air tawar yang didominasi berbagai ekosistem akuarium untuk sarana rekreasi, pendidikan, penelitian, konservasi alam dan juga atraksi bagi pengunjung.

Menyimpan 6.000 ekor satwa dari 126 spesies yang berbeda, Dunia Air Tawar Taman Mini  merupakan taman biota air tawar terbesar dan terlengkap kedua di dunia serta terbesar di Asia.

Spesies-spesies di taman ini berasal dari berbagai perairan di Indonesia, seperti Arwana (Scleropages formosus), hiu gergaji (Pristis microdon), ikan buntal, dan lain-lain, maupun spesies yang berasal dari belahan dunia lain seperti ikan piranha, ikan kupu-kupu, dan masih banyak lagi.

Selain terdapat koleksi yang menakjubkan, taman ini dilengkapi museum, perpustakaan, auditorium, akuarium Nusantara, Pojok Reptilia, dan ruang karantina untuk pengembangbiakan koleksi dan penampungan hasil petani dan nelayan yang dapat diperjualbelikan kepada masyarakat. Taman ini juga membuka kesempatan bagi masyarakat dan mahasiswa untuk melakukan observasi dan penelitian yang berkaitan dengan edukasi dan peluang bisnis.

Yang tak kalah serunya tentu menonton keindahan Indonesia melalui layar IMEX di Teater Keong Emas. Teknologi ini membuat penontonnya serasa terbang dan menyelam di lokasinya.

Taman Mini Indonesia Indah

Jl Raya Taman Mini, Jakarta Timur. DKI Jakarta, Indonesia.

Senin Sampai Jumat: 6-17

Sabtu Minggu, & libur nasional : 5-17

agendaIndonesia

*****

Liburan Ke Likupang, 1 Destinasi Super

Liburan di Likupang, salah satu surga wisata bahari di Indonesia utara.

Liburan ke Likupang di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, yuk! Inilah salah satu destinasi super prioritas Indonesia yang perlu dilirik buat mereka yang senang dengan wisata bahari.

Liburan ke Likupang

Mungkin sebagian dari kita masih belum begitu familiar dengan surga tersembunyi di Kabupaten Minahasa Utara. Termasuk kenyataan kalau Likupang ini menyimpan banyak sekali tempat wisata alam yang dapat dieksplorasi.

Liburan ke Likupang, salah satu surga wisata bahari di sebelah utara Indonesia.
Wisata pantai di Likupang, Sulawesi Utara. Foto: Dok. shutterstock

Sejak masa kanak-kanan kita, bila menyebut destinasi favorit di Sulawesi Utara, maka nama yang muncul kalua bukan Manado, pastilah Bunaken. Yang terakhir ini bahkan lebih dahulu popular dibandingkan Raja Ampat dan Wakatobi.

Nama Likupang memang masih sangat jarang diketahui wisatawan. Sejatinya Likupang memiliki potensi wisata yang luar biasa indah, dan pastinya tak kalah dari Manado maupun Bunaken.

Bermodalkan keindahan alam yang dimiliki, membuat liburan ke Likupang kian mendapat sorotan dan berpotensi menjadi salah satu destinasi pariwisata unggulan Indonesia kelas dunia. Sebut saja di antaranya hamparan perbukitan hijau, pantai pasir putih yang indah, bawah laut yang masih terjaga, atau kuliner menggugah selera.

Jika berangkat dari Jakarta atau Makassar dengan penerbangan pagi, pengunjung bisa langsung menuju Likupang. Cobalah dulu mengunjungi Desa Bahoi, desa ekowisata yang berada di Kecamatan Likupang Barat. Butuh waktu sekitar 1,5 jam menggunakan mobil dari Bandara Sam Ratulangi di Manado menuju desa ini. Desa Bahoi punya beragam tempat wisata, mulai dari hutan bakau hingga keindahan alam bawah lautnya yang mempesona.

Liburan ke Likupang tak hanya pantai, ada pulau bukit dan danau. Seperti Danau Linau.
Danau Linau di Likupang, Sulawesi Utara. Foto: dok. shutterstock


Masyarakat desa pun sangat sadar akan prinsip-prinsip ekowisata. Ini tampak dari keberadaan ekosistem hutan bakau di Desa Bahoi yang dikelola sendiri oleh masyarakat. Kegiatan lain yang bisa dilakukan di Desa Bahoi adalah snorkeling dan diving.
Pilihan lain adalah ke desa wisata Pulisan di Likupang Timur. Berjarak sekitar 48 km dari Kota Manado, ada banyak hal yang bisa dieksplor di desa ini. Misalnya mengunjungi berbagai destinasi wisata perbukitan di Likupang. Mulai dari Bukit Pulisan hingga Bukit Larata.

Desa wisata Pulisan menawarkan paket wisata laut yang lengkap. Desa ini terletak di jantung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Likupang. Untuk bisa sampai di Pantai Pulisan, meski jaraknya ‘hanya’ sekitar 48 kilomater, wisatawan harus menempuh perjalanan darat selama sekitar dua jam dari kota Manado. Meski cukup jauh, semua terbayar oleh eksotisme pantai berpasir putih ini. Selain terumbu karang beraneka warna, Kamu bisa melihat pemandangan di dalam air dengan jelas. Tak hanya itu, adanya batu karang yang menyerupai gua,menjadi daya tarik tersendiri.

Di kawasan pantai Pulisan juga terdapat bukit padang sabana yang memiliki suasana menyejukkan. Dari bukit yang memperlihatkan hamparan padang rumput dengan pemandangan laut yang indah. Untuk menuju ke puncaknya, wisatawan harus melewati perjalanan yang agak menantang selama satu jam. Namun, saat mencapai puncak, perjuangannya bakal terbayar lunas.

Selain Bukit Pulisan, destinasi wisata perbukitan di Likupang yang bisa dikunjungi adalah Bukit Larata. Tidak kalah memesona, Bukit Larata juga menawarkan keindahan bukit savana dengan padang rumput yang berpadu dengan pemandangan laut.

Tentu saja liburan ke Likupang tetap menjadi surga bagi para pecinta wisata pantai dan bahari. Selain pantai Pulisan, wisata pantai di Likupang berikutnya adalah Pantai Paal. Berlokasi di Desa Marinsow, Kecamatan Likupang Timur, Pantai Paal dikenal dengan pemandangan eksotis dan air laut berwarna gradasi biru tosca yang cantik.

Keindahan pemandangan laut di pantai Pulisan dan Paal sangat cocok untuk snorkeling, berjemur, atau sekadar menikmati hembusan angin dan mendengarkan deburan ombak menenangkan. Jika tak puas dengan ke duanya masih ada Pantai Sampiran, dan Pantai Surabaya.

Jika pun masih tak puas dengan pantai-pantai tersebut, wisayawan bisa menciptakan pengalaman baru berlibur di Likupang dengan mengunjungi Pulau Lihaga, yang dikenal memiliki keindahan bawah laut tiada duanya.

Dari likupang pengunjung bisa naik kapal bermotor ke Pulau Lihaga. Ada dua jenis kapal bermotor yang disewakan. Tarif untuk menyewa kapal bermotor dengan kapasitas penumpang maksimal 15 orang, berkisar Rp100 ribu per orang. Namun bila berkunjung secara rombongan lebih dari 20 orang, bisa juga menyewa kapal dengan tarif sebesar Rp800 ribu hingga Rp1 juta.

Pulau seluas 8 hektare ini memiliki pasir putih lembut dan air laut berwarna biru yang sangat jernih. Air lautnya yang sangat tenang sangat cocok untuk snorkeling sambil menikmati keindahan bawah laut yang menakjubkan.

Setelah keliling ke berbagai destinasi wisata di Likupang, perut terasa lapar dan waktunya mencicipi makanan khas Likupang yang lezat. Bubur tinutuan merupakan makanan khas yang sangat identik dengan kuliner Sulawesi Utara.

Liburan ke Likupang jangan lupa mencicipi kulinernya. Salah satunya ada bubur tinutuan.
Bubur tinutuan atau bubur Manado. Foto: shutterstock

Masyarakat mengenalnya juga dengan sebutan bubur Manado. Namun, bubur ini tak hanyak ada di Manado, melainkan juga di Likupang. Bubur tinutuan sangat khas,di dalamnya ada beragam sayuran segar. Sebut saja kangkung, bayam, kemangi, pipilan jagung, ubi, dan labu kuning. Sebagai pelengkap, biasanya akan ada cakalang atau cacahan daging sapi yang ditaburkan di atas bubur.

Selain itu ada juga milu siram, sup jagung yang dibuat dengan udang atau daging ikan. Cita rasa asam dari jeruk nipis dan pedas dari cabai, jadi kombinasi rasa yang unik untuk melengkapi eksplorasi para wisatawan di Likupang.

Jika ingin yang lain, coba sarapan yang lebih ringan saja yaitu pisang goroho yang dicocol dengan sambal roa. Jenis pisang ini hanya tumbuh di Sulawesi Utara. Bentuknya panjang dan ramping.

Pisang ini diolah dengan cara diiris tipis lalu digoreng. Namun, ada juga yang digoreng dengan baluran tepung. teksturnya akan mirip dengan keripik pisang tetapi dimakan dengan sambal. Sebagai pendamping pisang goroho dan sambal roa, masyarakat lokal biasanya menyeduh secangkir kopi, teh, atau minuman hangat lainnya.

Satu lagi makanan khas Sulawesi Utara yang menggunakan ikan cakalang sebagai bahan untuk mengolahnya. Namanya lalampa. Makanan yang terbuat dari ketan yang diisi dengan ikan cakalang, dan dibungkus dengan daun pisang satu ini memiliki aroma harum dan rasa gurih yang dapat menggoyang lidah.

Lalampa ini mirip dengan lemper. Namun, ada beberapa hal yang membedakan. Pertama, isian lalampa berupa ikan cakalang. Kedua, selain dikukus, lalampa juga harus dibakar. Sebelum dibakar, lalampa diolesi dengan minyak sayur sehingga aromanya dan rasanya lebih kuat.

Ayo agendakan liburan ke Likupang. Nikmati alam dan kulinernya.

agendaIndonesia

*****

Mulang Pekelem 1 Ritual di Danau Segara Anak

Segara Anak Gunung Rinjani

Mulang Pekelem 1 ritual pemeluk agama Hindu di Segara Anak, Gunung Rinjani, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Mungkin belum banyak yang tahu, dan ini bisa dipahami. Sebab ritual ini digelar lima tahunan oleh umat Hindu dan dilakukan tepat di Segara Anak.

Mulang Pakelem 1 Ritual di Gunung Rinjani

Segara Anak adalah danau maar yang berada di ketinggian 2.008 mdpl. Pesona Segara Anak biasanya akan membuat pendaki terpukau lantaran airnya biru seperti laut. Namun tiap lima tahun sekali, Rinjani dan Segara Anak tak cuma pesona alamnya yang menarik. Ritual sakral umat Hindu yang sakral turut menjadi pemandangan yang menyita perhatian.

Umat Hindu, khususnya warga Lombok dan Nusa Tenggara Barat, yang menggelar ritual di Segara Anak membawa hantaran berupa benda berharga dan hewan peliharaan. Misalnya emas, ayam, kambing atau kepala kerbau. Benda dan hewan itu dilarutkan di danau Segara Anak setelah pemangku adat membawanya ke tengah menggunakan getek.

Uniknya, benda-benda berharga, khususnya emas, tak akan bisa dicari setelah dihanyutkan. Sebab, emas telah tenggelam di kedalaman 230 meter air danau.

Ritual pekelem dihelat untuk merefleksikan konsep Tri Hita Karana. Konsep tersebut menggambarkan harmonisasi antara makhluk hidup, alam, dan Sang Pencipta. Sejumlah umat Hindu, pada upacara tersebut, akan menggelar ritus di tempat tertentu yang diyakini merupakan tempat bersemayamnya para dewa, termasuk Segara Anak.

Sejatinya, ritual Mulang Pekelem adalah perjalanan panjang. Pasalnya, selama tiga hari umat Hindu akan mendaki Gunung Rinjani lalu turun ke Danau Segara Anak, yang diyakini sebagai pusat spiritual di Tanah Sasak. Di tempat-tempat yang sudah ditentukan umat akan menjalankan upacara keagamaan.

Gunung Rinjani adalah gunung tertinggi ketiga di Tanah Air dengan ketinggian mencapai 3.726 meter dari permukaan laut. Bagi umat Hindu, gunung ini mempunyai nilai spiritual yang tinggi. Seperti halnya Gunung Himalaya di India atau Gunung Semeru di Pulau Jawa, Rinjani menjadi sebuah tempat yang dianggap mempunyai getar kesucian yang tinggi. Tempat para Dewa kerap berkumpul untuk memberikan anugerah kehidupan.

Di kawasan ini, tumbuh-tumbuhan dan binatang hidup dengan penuh vitalitas. Itu semua dipercaya berkat dukungan energi dari Sang Gunung. Air dari Danau Segara Anak mengairi sebagian besar sawah di Pulau Lombok dan menjadi sumber kehidupan bagi orang Sasak. Tak heran, Gunung Rinjani kerap disebut sebagai gunung kehidupan.

Konon, kesucian Gunung Rinjani telah diyakini umat Hindu sejak abad XVI. Pada kurun waktu itulah Yadnya Mulang Pekelem dan Bumi Sudha pertama kali digelar. Sejak itulah, upacara tersebut hingga kini tetap diteruskan para penganut agama Hindu di Lombok. Kepatuhan dan kesetiaan mutlak atas adanya kehidupan yang lebih agung di luar kehidupan manusia membuat mereka mempertahankan tradisi ini.

Saat ini, setiap kali upacara Pekelem digelar, ada sekitar 5.000 umat Hindu naik melewati jalur pendakian. Mereka berjalan sembari memakai pakain upacara lengkap. Benda-benda hantarannya turut dibawa. “Bahkan kambing pun dituntun naik ke atas gunung,” ujarnya.

Di sepanjang jalan, ia akan mendengarkan gemerincing lonceng sembahyang. “Tepat tengah malam saat gelap gulita, orang-orang akan sembahyang,” katanya. Suasana sakral menderap sepanjang ritual itu berlangsung.

Meskipun upacara ini milik penganut agama Hindu, namun setiap kali ritual ini digelar, ratusan orang akan ikut naik ke Rinjani dan ikut menyaksikan jalannya upacara.

Tenda di Punggung Gunung Rinjani Lombok
Tenda-tenda pengunjung Gunung Rinjani selama upacara keagamaan. Dok. Unsplash

Perjalanan ke danau Segara Anak yang memakan waktu dua hari dari Mataram akan ditempuh. Jika ikut menyaksikan upacara, maka akan memakan waktu 4-5 hari. Umumnya mereka yang menyaksikan adalah para penikmat petualangan di alam bebas dan pecinta alam. Lelah perjalanan rasanya terbayarkan, danau Segara Anak yang begitu luas, cantiknya pemandangan Rinjani, serta pengalaman menjadi saksi ritual lima tahunan menjadi obat.

Beberapa hari sebelum upacara Pekelem berlangsung, biasanya di pinggiran danau Segara Anak sudah banyak berdiri tenda yang digunakan umat Hindu yang akan melaksanakan Mulang Pekelem. Ada ratusan tenda yang tersebar di berbagai tempat t di sekitar danau. Selain tenda untuk menginap, ada pula tenda-tenda yang menjual makanan dan minuman. Sementara itu, pengunjung yang hanya menyaksikan, biasanya membangun tendanya di punggung-punggung bukit.

Buat pengunjung, prosesi upacara adatnya sendiri mungkin biasa saja. Seperti jika mengikuti upacara Kesada di gunung Bromo, Jawa Timur. Begitupun kesakralan yang meruao dari lembah Segara Anak adalah sebuah pengalaman yang tak terlupakan.


Seperti disebut di muka, yang menarik adalah peristiwa keesokan harinya, ketika pemangku adat dan peserta upacara membawa begitu banyak ragam benda berharga seperti emas, perak, tembaga dan uang logam yang dikumpulkan umat Hindu yang akan ditenggelamkan ketengah danau Segara Anak. Ritual penenggelaman benda-benda berharga ini memiliki makna sebuah pengorbanan umat Hindu kepada Dewata.

Seusai upacara, orang-orang akan turun dari Rijani, tentu setelah mendaki dari lembah danau terlebih dahulu. Mereka kembali ke kehidupan dan kegiatan sehari-hari. Aktivitas pendaki pun kembali seperti semula. Yang unik, biasanya setelah upacara seperti itu, Danau Segara Anak bakal menjadi tempat mancing favorit lagi bagi para pendaki. Sebab di danau itu hidup ikan-ikan mujair. Kalau beruntung, konon, pendaki akan memperoleh mujair yang di dalam perutnya terdapat perhiasan emas.

Buat Anda, Rinjani bisa menjadi salah satu pilihan agenda perjalanan untuk menikmati indahnya pulau Lombok. Ayo agendakan Indonesia mu.

F. Rosana

Kebun Raya Cibodas, Konservasi Dari 1852

Kebun Raya Cibodas sudah berusia hampir 200 tahun

Kebun Raya Cibodas mungkin sering terlewatkan oleh banyak wisatawan. Terlebih untuk menuju ke tempat ini harus melalui jalur lalu lintas yang terkenal padat. Padahal di sini orang bisa mendapatkan pengetahuan sekaligus wisata.

Kebun Raya Cibodas

Didirikan pada 11 April 1852 oleh Johannes Ellias Teijsmann, seorang kurator Kebun Raya Bogor pada waktu itu. Namanya pun mulanya adalah Bergtuin te Tjibodas atai Kebun Pegunungan Cibodas.

Pada awalnya kebun ini dimaksudkan sebagai tempat aklimatisasi jenis-jenis tumbuhan asal luar negeri yang mempunyai nilai penting dan ekonomi yang tinggi. Salah satunya adalah pohon Kina (Cinchona calisaya).

Kebun Raya Cibodas memiliki konservatorium.

Tempat ini kemudian berkembang menjadi bagian dari Kebun Raya Bogor dengan nama Cabang Balai Kebun Raya Cibodas. Lalu mulai 2003 status Kebun Raya ini menjadi lebih mandiri sebagai Unit Pelaksana Teknis Balai Konservasi Tumbuhan KRCibodas. Ia berada di bawah Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor dalam kedeputian Ilmu Pengetahuan Hayati Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Lokasi Kebun Raya ini berada di kaki Gunung Gede dan Gunung Pangrango pada ketinggian kurang lebih 1.300 – 1.425 meter di atas permukaan laut. Luasnya mencapai 84,99 hektare.

Temperatur di sini rata-rata 20,06 °C, kelembaban 80,82 persen dan rata-rata curah hujan 2.950 mm per tahun. Kebun Raya Cibodas merupakan tempat yang nyaman untuk beristirahat sambil menikmati keindahan berbagai jenis tumbuhan yang berasal dari Indonesia dan negara-negara lain.

Kebun Raya ini berjarak kurang lebih 100 kilometer dari Jakarta dan sekitar 80 kilometer dari Bandung, Jawa Barat. Dikelilingi oleh pegunungan dan pohon di sekitarnya, kebun ini memiliki padang rumput, kolam besar, dan air terjun.

Area kolam besar Cibodas merupakan area padang rumput dengan kontur pegunungan yang luas. Kolam Besar didirikan pada 1901 oleh Dr. Melichior Treub yang difungsikan untuk menambah keanekaragaman koleksi tumbuhan air.

Taman Mawar Kebun Raya Cibodas KR Cibodas
Taman Mawar sebagai salah satu keragaman Kebun Raya ini. Foto: dok. KR Cibodas

Saat ini Kolam Besar menjadi salah satu daya tarik wisata yang menjadi favorit pengunjung. Di sekitar area ini juga terdapat guest house yang bisa digunakan untuk bermalam di Kebun Raya Cibodas.

Sementara itu, ada pula air terjun Cibogo. Lokasinya sangat mudah dijangkau, hanya 250 meter dari pintu masuk utama atau sekitar 10 menit perjalanan.

Air terjun Cibogo ini bertetangga dengan jalan air di Taman Sakura. Ukuran air terjun Cibogo tidak terlalu besar tapi debit airnya cukup deras. Tinggi air terjun Cibogo antara 15 sampai 18 meter, dan terdapat kolam kecil di bawah air terjun ini. Sehingga sangat aman untuk dikunjungi.

Taman Sakura adalah daya tarik lain dari Kebun Raya Cibodas. Mereka memiliki tujuh jenis Sakura, yaitu Prunus cerasoides, Prunus yedoensis, Prunus yamasakura, Prunus lannesiana, Prunus sp, Prunus arborea dan Prunus costata.

Namun di Sakura Garden ekarang ini baru terdapat 5 jenis Sakura yaitu Prunus cerasoides, Prunus yedoensis, Prunus yamasakura, Prunus lannesiana dan Prunus sp, sedangkan jenis yang dikoleksikan ada tiga jenis, yaitu Prunus arborea dari Java, Prunus costata dari Irian/ Papua dan Prunus cerasoides dari Himalaya.

Taman Rhododendron KR Cibodas KR Cibodas
Koleksi Rhondodendrom Kebun Raya ini. Foto: KR Cibodas

Sakura Garden sendiri dibuat pada Maret 2007 – Desember 2007 dengan luas 6.647 meter persegi dan dibuat untuk memperkaya taman tematik yang ada di Kebun Raya Cibodas. 

Sakura bisa berbunga 2 kali dalam satu tahun, yaitu sekitar bulan Januari-Februari dan Juli-Agustus, suatu hal yang sungguh menakjubkan. Bunga ini mekarnya bisa bertahan sekitar empat hari. Masa yang diperlukan sejak tumbuh kuncup hingga gugur bunga adalah sekitar satu minggu.

Hal lain yang juga menarik adalah jalan Araucaria. Ini adalah tumbuhan runjung yang unik, tidak biasa, dan selalu hijau sehingga terlihat tampak menarik. Karakteristik pohon ini memiliki batang tegak besar yang dapat mencapai ketinggian 30-80 m. Cabangnya menyebar secara horizontal dan ditutupi daun yang kasar terlihat mirip seperti jarum.

Tanaman ini dapat hidup hingga 1000 tahun, meskipun pada faktanya pertumbuhan tanaman ini tergolong lambat. Di habitat aslinya, di benua Amerika, tanaman ini terancam punah karena eksploitasi berlebihan dan seringnya kebakaran hutan. Namun keberadaan tanaman ini dapat ditemui di Kebun Raya Cibodas, yang berlokasi di depan Guest House, tumbuh dengan rapi berjajar membentuk lorong.

Taman tematik lain adalah Taman Liana yang merupakan taman yang dibangun di area seluas 1.200 meter persegi. Taman ini dipenuhi dengan koleksi tumbuhan liana, yakni tumbuhan yang tumbuh memanjat pada tumbuhan lain atau panjatan buatan manusia yang lebih besar atau lebih tinggi, dalam upaya mendapatkan cahaya matahari, tetapi akarnya tetap berada di dalam tanah sebagai sarana untuk mendapatkan makanan.

Koleksi tanaman liana merupakan hasil kegiatan eksplorasi dari kawasan Aceh, Bengkulu, Jambi, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sulawesi Tengah. Dari jenis koleksi tersebut 40-50 persen tanaman liana memiliki fungsi sebagai obat tradisional.

Kadsura menjadi salah satu koleksi menarik di Taman Liana karena sulit diidentifikasi di alam. Kadsura daunnya berbentuk hati, buahnya berwarna merah, berbiji banyak dan merambat di pohon. Taman yang ada di Jawa Barat ini kerap digunakan sebagai obat untuk wanita yang baru saja melahirkan.

Ada pula Taman Mawar di Kebun Raya Cibodas. Tanaman mawar termasuk dalam suku Rosaceae. Karakter tanaman ini memiliki batang berduri dan bunga cantik yang dapat memikat siapapun.

Tanaman ini biasanya diambil manfaatnya untuk dijadikan sebagai tanaman hias dan banyak dijadikan sebagai hadiah simbol kasih sayang. Keberadaan mawar di Kebun Raya Cibodas menampilkan sebanyak 302 pohon dari tujuh hibrid, mulai dari yang berukuran tinggi 50 centimeter sampai 250 centimeter.

Masih banyak lagi keindahan di kebun ini, jadi ayo agendakan perjalananmu ke sini.

Kebun Raya Cibodas

Jl. Kebun Raya Cibodas, Sindangjaya, Kec. Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat,

agendaIndonesia

*****