Pasar Apung Banjarmasin, Sensasi Belanja Sejak 1526

Pasar apung Banjarmasin menjadi salah satu ikon pariwisata kota ini, selain sebagai prasarana ekonomi.

Pasar apung Banjarmasin, atau kadang disebut pasar terapung, adalah ikon ibukota Kalimantan Selatan. Bukan sekedar ikon kota, ia bahkan tumbuh sebagai potensi pariwisata di daerah ini.

Pasar Apung Banjarmasin

Pasar apung Banjarmasin atau dikenal juga sebagai Pasar Apung Lokbang Intan ternyata sudah berusia lebih tua dari kotanya. Bahkan jauh lebih tua dari usia Indonesia. Ia ternyata sudah ada sejak tahun 1526. Jauh bahkan sebelum Kerajaan Banjar berdiri.

Di Banjarmasin sesungguhnya ada dua pasar terapung besar, di Muara Kuin dan Siring Pierre Tendean di sungai Martapura. Namun yang banyak dikenal memang yang di Muara Kuin. Ini pasar terapung tertua.

Tertua? Ya, ternyata sejarah pasar apung ini sangat panjang. Menurut catatan sejarah setempat keberadaan dan berkembangnya Pasar Apung Lokbang Intan tak lepas dengan berdirinya Kerajaan Banjar. Berdasar catatan, pasar tersebut bahkan lebih tua dari usia kerajaannya. Jika Kerajaan Banjar ada sekitar 1595, pasar ini sudah ada sejak abad ke-14. Berdirinya Kerajaan Banjar membuat pasar tersebut menjadi semakin hidup.

Kawasan pasar apung itu tadinya merupakan bagian dari pelabuhan sungai yang bernama Bandarmasih. Pelabuhan sungai ini meliputi aliran Sungai Barito, dari Sungai Kuin hingga Muara Sungai Kelayan, Banjarmasin Selatan. Berdasarkan catatan sejarahnya, Pasar Terapung merupakan pasar yang tumbuh secara alami karena posisinya yang berada di pertemuan beberapa anak sungai sehingga menjadikan kawasan ini sebagai tempat perdagangan.

Banjar atau Banjarmasin memang memiliki kondisi alam dengan banyaknya aliran sungai. Saking banyaknya aliran sungai yang melintas di kota atau kawasan ini, konon sampai mencapai 60 sungai besar dan kecil, mulai dari sungai Martapura, sungai Barito dan sungai Kuin serta puluhan sungai lainnya yang membelah wilayah Banjarmasin dan menjadikan kawasan ini sebagai delta atau kepulauan.

Banyaknya sungai juga membuat Banjarmasin dikenal dengan sebutan negeri beribu sungai. Itu sebabnya kawasan ini memiliki prasarana transportasi sungai. Demikian pula roda perekonomiannya. Dengan membuka lapak di sungai memudahkan para pedagang yang membawa barang dagangan berupa hasil bumi dari arah hulu untuk melakukan jual-beli.

Pada gilirannya, pasar apung ini tidak saja sebagai tempat untuk berdagang, tapi menjadi pusat segala macam kegiatan bagi warganya. Termasuk kemudian jadi tujuan wisata. Selain sungainya yang punya daya pikat tersendiri, masih banyak destinasi menarik yang sangat sayang jika hanya dilihat sambil lalu.

Pasar Apung Banjarmasin menjadi ikon wisata ibukota Kalimantan Selatan.
Patung Bekantan di Kota Banjarmasin ikon wisata kota ini selain Pasar Apung Banjarmasin. Foto: ilustrasi shutterstock

Jika punya kesempatan mengunjungi Banjarmasin, kota yang bisa ditempuh sekitar 1 jam dan 45 menit dari Jakarta ini, via penerbangan, rasanya wajib untuk mencoba menikmati sensasi belanja di atas sungai. Kabarnya proses jual-beli, kadang antarpedagang masih terjadi proses jual beli model barter, sudah berlangsung sejak pukul tiga pagi. Namun, ramainya perdagangan mulai pukul enam pagi.

Untuk bisa mendatangi pasar yang berada di desa Lok Baintan, Kabupaten Banjar, orang biasanya bangun subuh untuk menuju lokasi yang berjarak sekitar 50 menit perjalanan dari pusat kota Banjarmasin. Para pelancong harus sudah menyiapkan diri sejak usai shalat subuh atau sekitar pukul 5 Waktu setempat. Banjarmasin masuk wilayan waktu Indonesia bagian Tengah (WITA).

Cara bergegas ini, selain karena membutuhkan jarak tempuh yang cukup lama menuju lokasi dengan menggunakan perahu klotok, dari lokasi penyewaan kapal klotok di Warung Soto Banjar Bang Amat, pasar ini juga hanya beroperasi mulai pukul 6 hingga sekitar pukul 9 saja.

Satu kapal klotok bisa disewa dengan tarif Rp 350-400 ribu. Kapal jenis ini bisa ditumpangi 15 hingga 20 orang. Jadi jika kebetulan hanya bepergian sendirian atau berdua, jangan ragu berkenalan dengan orang dan sharing biaya. Jikapun mampu membayar sendiri biaya sebesar itu, perjalanan beramai-ramai sangat menyenangkan. Termasuk ketika harus sharing barang belanjaan. Sebab kadang ada pisang yang dijual satu tandan, padahal kita hanya menginginkan satu sisir saja.

Perjalanan dini hari di atas kapal pun menyenangkan. Sambil membelah sungai Martapura dengan kapal klotok, wisatawan akan disajikan pemandangan berupa aktifitas keseharian warga yang tinggal dipinggiran sungai tersebut. Mulai dari memancing ikan, masak, mandi juga berbagai kegiatan lainnya.

Begitu kapal klotok yang kita tumpangi tiba di pasar terapung Lok Baintan, para pedagang yang menggunakan perahu dayung langsung saling berlomba merapat ke perahu klotok agar bisa menjajakan barang dagangannya. Perahu pedagang yang sangat banyak inilah yang mampu menampilkan pemandangan unik dan menawan. Di sini juga para pelancong bisa menjajal naik ke perahu pedagang, pindah atau turun ke kapal mereka. Duduk di kapal mereka sambil menawar barang dagangan rasanya pemandangan yang cukup instagramable.

Rata-rata pedagangnya wanita berumur. Uniknya, di zaman seperti saat ini, sistem barter kadang masih berlaku. Biasanya memang sesama pedagang saja, namun, bisa saja jika memiliki barang yang cukup berharga untuk kebutuhan sehari-hari coba saja tawarkan.

Adapun barang yang dijual oleh para pedagang di pasar terapung Lok Baintan ini berupa beragam sayuran, buah-buahan, makanan tradisional, hingga suvenir. Bahkan sambil berbelanja kebutuhan atau barang oleh-oleh, dengan harga yang sangat terjangkau para pelancong juga bisa menikmati sajian kuliner seperti sate di atas perahu.

Menarik? Ayo kalau ada kesempatan main ke Banjarmasin dan mencoba belanja di pasar terapung.

agendaIndonesia

*****

Danau Kembar, Keindahan Di 1900 Meter

Danau kembar di Kabupaten Solok, menikmati matahari terbit di Danau Diateh.

Danau Kembar di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, mungkin masih kurang dikenal banyak pecinta traveling. Danau Kembar ini adalah Danau Di Atas, atau masyarakat Minang suka menyebutnya Danau Diateh, dan Danau Di Bawah.

Danau Kembar

Keindahan alam Solok tak hanya Danau Diateh dan Dibawah, tapi juga Danau Talang, dan terlihat pula Danau Singkarak. Pelengkap untuk menikmati keindahan itu tentu saja secangkir kopi arabika Solok.

Danau kembar terdiri dari Danau Diateh dan Danau Di bawah. Lokasinya berdekatan.
Keindahan Danau Diateh di Kabupaten Solok, Sumatera Utara. Foto: Dok. TL


Jika punya waktu, cobalah mampir menikmati keindahan Danau Kembar. Atau, sempatkan menginap di resor milik di tepi Danau Diateh. Ada satu dua resor, di antaranya milik Pemerintah Kabupaten Solok yang disewakan untuk para pengunjung. Bisa menikmati keindahan danau dari kamar, atau menanti matahari terbit dengan latar danau.

Seperti pagi itu. Di tengah hawa dingin dan desiran angin di sela-sela pohon pinus, kita bisa keluar dari vila dan menyusuri jalan setapak. Matahari muncul di balik bukit di ujung danau. Air danau tampak biru keperakan. Walau matahari belum muncul, langit sudah terang dengan warna biru muda. Bukit-bukit di seberang danau juga sudah bermandikan cahaya.

Pinggiran danau sebagian besar ditumbuhi tanaman air dan rumput. Inilah kelebihan Danau Diateh, banyak vegetasinya. Rumput di sekitarnya membuat danau begitu alami. Untaian embun yang menempel di rumput berkelip terkena cahaya. Ada pula rumput yang sedang berbunga. Seraya duduk di rerumputan, kita bisa menunggu saat-saat kemunculan sang mentari di balik bukit.

Perlahan cahaya jingga yang memanjang mulai ke luar. Panorama sekitar tiba-tiba merona jingga. Bahkan rumput yang seakan berbunga merah. Sepotong pagi yang sempurna.

Pagi itu bisa pengunjung habiskan dengan berkeliling resor, menuruni tangga batu ke tepi danau. Resor itu dikepung hutan pinus. Di ujung danau di sebelah barat daya terlihat Gunung Talang yang jika pagi seperti memantulkan cahaya, dengan latar langit biru di belakangnya.

Di pinggir danau, bebek-bebek berenang dengan damainya. Tempat ini paling indah di tepi danau. Kadang kita harus memutar sedikit ketika menyusuri pinggiran danau, karena jalan setapak dari beton dan batu kali kadang terhalang dengan rambatan rumput riang-riang yang tingginya hingga dua meter.

Seusai menikmati sunrise, pengunjung bisa melakukan perjalanan ke Bukit Cambai, jaraknya sekitar 3 kilometer dari resor.  Tempat ini menjanjikan pemandangan tiga danau dari atas bukit tertinggi di kawasan wisata Danau Kembar yang berada di ketinggian 1.900 meter dari atas permukaan laut (mdpl). Hanya beda 697 meter dari puncak Gunung Talang yang tingginya 2.597 mdpl.

Tiga rangkaian danau di kaki Gunung Talang ini adalah Danau Dibawah, Danau Diateh, dan Danau Talang. Danau Diateh dan Danau Dibawah adalah danau tektonik yang terbentuk dari pergeseran patahan Sumatera, sedangkan Danau Talang merupakan danau vulkanik yang dulunya salah satu kawah Gunung Talang yang meletus.

Danau Diateh dan Danau Dibawah sering dijuluki Danau Kembar karena letaknya berdampingan dengan jarak terdekat sekitar 500 meter. Ke duanya hanya dipisahkan ladang sayuran dan jalan raya.

Di Danau Diateh, pengunjung bisa berperahu dengan ikut kapal nelayan. Danau seluas 17,20 kilometer persegi ini permukaan airnya berada pada ketinggian 1.600 meter di atas permukaan laut dengan bagian terdalamnya sekitar 44 meter. Tidak banyak aktivitas wisata di danau yang indah ini. Hanya ada beberapa orang nelayan yang memukat ikan dari atas perahu.

Sementara Danau Di Bawah panoramanya indah, air danaunya biru tua dikelilingi punggungan bukit yang hijau dan dipenuhi sayuran. Permukaan airnya pada ketinggian 1.462 meter di atas permukaan laut lebih rendah daripada Danau Diateh. Karena itulah dinamakan Danau Di Bawah. Luasnya 16.90 kilometer persegi, tapi kedalamannya ada yang mencapai 86 meter.

Danau Talang jaraknya agak jauh dari dua danau ini. Dari Danau Di Bawah, sekitar 4,5 kilometer. Namun lebih dekat dengan Gunung Talang, karena terbentuk dari salah satu kawah gunung yang meletus pada masa lampau. Jalan menuju ke danau ini tidak mudah, melewati medan yang berat dan mendaki. Jika hujan turun, banyak kubangan lumpur dan batunya juga besar-besar. Mungkin karena itulah Danau Talang jarang dikunjungi.

Danaunya tidak terlalu luas, tapi tampak alami. Di pinggirnya masih banyak pohon dan tanaman perdu. Gunung Talang yang berada di belakangnya kelihatan lebih dekat. Danau Talang ini dikelilingi ladang sayuran yang sangat subur dengan tanah yang gembur dan hitam. Mungkin karena letusan Gunung Talang pada 11 April 2005.

Jalanan dari beton di Bukit Cambai sengaja dibangun untuk menjadikan kawasan itu destinasi wisata di kawasan Danau Kembar. Di atas bukit malah sudah dibangun menara untuk mengamati tiga danau. Bahkan, bukan tiga danau saja, melainkan Danau Singkarak juga kalau langit cerah akan kelihatan dari jauh. Jadi dari bukit itu pengunjung bisa menikmati empat danau.

Danau Kembar di Kabupaten Solok juga mempunyai keunggulan soal kopi arabika.
Salah satu keunggulan Kabupaten Solok adalah kopi arabikanya yang sudah mulai mendunia. Foto: Dok. TL

 Namun Solok tak hanya danau, ada suguhan lain: kopi arabika. Mungkin belum cukup dikenal secara umum, namun para pecinta kopi umumnya sudah mengenal meski masih jarang ditemukan di pasaran. Di daerah itu, ada Gabungan Kelompok Tanikopi di Surian, jaraknya sekitar 35 kilometer dari danau.

Kopi arabika Solok sedang naik daun. Ditanam petani di dataran tinggi Danau Kembar, Lembah Gumanti hingga ke Surian. Karena berada pada jajaran dataran tinggi yang sama, aromanya juga hampir mirip, beraroma rempah, ada aroma serai, kulit kayu manis, dan lemon. Pada Maret 2016, kopi honey dari Solok Radjo bahkan meraih penghargaan di ajang Melbourne International Coffee Expo 2016 dan meraih medali perak.

agendaIndonesia/Dok. TL

*****

Nusa Penida Bali, Ini 6 Tempat Wajib Dikunjungi

Tenun Rangrang adalah produk kerajinan dari masyarakat Nusa Penida, Bali,

Nusa Penida Bali semakin banyak dikunjungi wisatawan. Ikon berupa pantai dengan karang yang membentuk jari kelingking menjadi potret yang banyak diburu wisatawan.

Nusa Penida Bali

Nusa Penida sendiri adalah sebuah pulau yang terletak di sebelah tenggara pulau Bali yang dipisahkan oleh Selat Badung dan masuk ke dalam Kabupaten Klungkung. Di dekat pulau ini terdapat juga pulau-pulau kecil lainnya, yaitu Nusa Ceningan dan Nusa Lembongan. Dua pulau ini relatif lebih dulu dikenal oleh wisatawan. Perairan pulau Nusa Penida terkenal dengan kawasan selamnya di antaranya terdapat di Crystal Bay, Manta Point, Batu Meling, Batu Lumbung, Batu Abah, Toyapakeh, dan Malibu Point.

Pulau kecil tersebut saat ini praktis termasuk tempat wisata pantai atau laut yang masih alami di Bali. Untuk ke Nusa Penida saat ini makin mudah, karena semakin banyak paket tur ke sini dan adanya layanan fast boat ke pulau ini.

Cara paling umum ke Nusa Penida adalah dengan fastboat dari Pantai Sanur. Dari pantai ini ada fastboat yang berangkat tiap satu atau dua jam sekali. Tergantung perusahaan fastboat yang mengelola. Pantai Sanur bukan satu-satunya tempat memilih fastboat ke Nusa Penida, wisatawan juga bisa menumpang kapal cepat ini dari Tanjung Benoa.

Dari ke dua tempat di daratan pulau Bali, Wisatawan akan menyeberang menuju Pelabuhan Banjar Nyuh di Nusa Penida. Jika memilih jalan sendiri tanpa menggunakan jasa biro perjalanan, pengunjung bisa menyewa mobil atau sepeda motor di sekitar Banjar Nyuh. Ini perlu sebab di pulau ini tidak ada kendaraan umum yang bisa membawa ke sumlah spot wisata.

Lalu, apa saja yang paling menjadi primadona Nusa Penida? Berikut enam daerah wisata di Nusa Penida yang paling sering dikunjungi wisatawan.

Nusa Penida Bali, salah satu yang menjadi ikonnya adalah Pantai Kelingking, yang fotonya tersebar ke seluruh dunia.
Pantai Kelingking di Nusa Penida Bali, kini menjadi salah satu ikon wisata pulau Dewata. Foto: Unsplash

Pantai Kelingking

Pantai Kelingking atau Karang Dawa terletak di Desa Buga Mekar. Pantai ini bisa disebut ikonnya Nusa Penida. Hampir semua travel inflencer Indonesia pernah melakukan sesi pemotretan di sini. Lanskap utamanya berupa laut dan tebing karang. Salah satu tebing karang di Nusa Penida berbentuk seperti jari kelingking. Konon, sarat akan nilai historis. Untuk menuju Pantai Kelingking, wisatawan harus getol bertanya kepada warga sekitar. Sebab, lokasinya tak tertangkap baik oleh GPS. Wisatawan juga harus berhati-hati kalau membawa motor sendiri lantaran jalurnya rusak dan berkelok-kelok.

Broken Beach

Dari sejumlah pantai dengan karang bolong di Indonesia, Broken Beach atau Pantai Uug merupakan salah satu yang tereksotis. Potret pantai ini bila ditangkan menggunakan kamera udara tampak seperti sumur raksasa. Karang itu membentuk lingkaran yang besar dengan lubang menganga lebar di tengahnya. Di dalam lubang itu terdapat kolam air laut yang lebih mirip teluk. Broken Beach tak jauh-jauh amat dari Pantai Kelingking. Keduanya sama-sama berlokasi di Desa Bunga Mekar.

Nusa Penida Bali dengan salah satu ikonnya Angle's Billabong
Angel’s Billabong di Nusa Penida Bali. Foto: unsplash

Angel’s Billabong

Angel’s Billabong adalah pantai dengan karang yang membentuk koridor. Di tengah karang tersebut terdapat air laut dengan warna gradasi, yakni biru muda, biru tua, dan tosca. Berlokasi di Sakti, Nusa Penida, Angel’s Bilabong, 300 meter dari Brokeb Beach, pantai ini masuk daftar wajib kunjung. Apalagi buat penghobi renang. Airnya yang amat jernih membuat mereka ingin segeran menceburkan diri ke kolam alami itu.

Pantai Atuh

Pantai Atuh terdapat di Pejukutan, Nusa Penida. Pantai ini memiliki atmosfer yang sangat positif. Laut biru dengan gradasinya dapat langsung menyegarkan pikiran. Pantai Atuh hanya bisa dinikmati dari atas tebing. Dari sebrang tebing itu terdapat bukit-bukit kapur kecil yang wujudnya seperti lanskap di Raja Ampat.

Untuk menuju Pantai Atuh, wisatawan harus berjalan cukup jauh dari arah parkiran kendaraan. Jalurnya menurun dan cukup terjal. Namun perjalanannya tak akan terasa karena panorama sepanjang jalan cukup membikin berdecak kagum.

Pura Dalem Penataran

Nsua Penida tak cuma punya pantai. Tempat menarik lain yang bisa dikunjungi adalah pura. Salah satunya Pura Dalem Penataran. Pura tersebut berlokasi di Jalan Ped-Buyuk.

Suasana pura yang tergolong tertua itu kental dengan budaya Hindu-Bali yang khas. Bangunannya besar dan banyak memiliki ornamen. Pura Dalem cocok buat para turis yang doyan wisata kultur.

Nusa Penida Bali menjadi salah satu tujuan untuk diving dengan spotnya di Manta Point.
Manta Point sebagai salah satu tujuan diving di Nusa Penida Bali. Foto: Unsplash

Manta Point

Manta point sebenarnya merupakan titik untuk diving. Bisa ditempuh menggunakan spead boat dari dermaga Nusa Penida. Panorama bawah laut menjadi salah satu andalannya. Para penyelam di Manta Point dapat dengan jelas berenang dengan manta-manta atau pari raksasa. Bisa juga berenang bersama mereka.

Nah, kamu sudah mengepak koper atau ransel buat liburan ke Nusa Penida?

agendaIndonesia

*****

Ini 5 Tempat Wisata Asyik di Cilacap

Ini satu dari 5 tempat wisata asyik di Cilacap, Teluk Penyu. Shutterstock

Jika berkunjung ke Cilacap, Jawa Tengah, ini 5 tempat wisata asyik ketika berkunjung ke kota di pesisir selatan pulau Jawa yang dikenal karena berseberangan dengan pulau Nusakambangan dan menjadi lokasi kilang minyak Pertamina terbesar di Indonesia. Di samping itu, Cilacap juga memiliki beberapa lokasi wisata yang menarik, dan ini adalah beberapa di antaranya.

Benteng Pendem Cilacap wisata cilacapkab go id
Benteng Pendem yang merupakan salah satu dari 5 tempat wisata asyik di Cilacap, Jawa Tengah. Foto: Dok. wisata.cilacapkab.go.id

5 Tempat Wisata Asyik di Cilacap

  1. Pantai Teluk Penyu

Berada di area pesisir, Cilacap memiliki setidaknya 5 tempat wisata asyik di pantai yang menarik untuk dikunjungi wisatawan, dan salah satunya yang paling terkenal adalah Pantai Teluk Penyu. Lokasinya berseberangan langsung dengan pulau Nusakambangan, dan berdekatan dengan area penyimpanan minyak milik Pertamina.

Letaknya tidak jauh dari pusat kota, hanya sekitar dua sampai tiga kilometer. Hamparan pasir putih serta deburan ombak pantai yang tenang membuatnya cocok menjadi tempat untuk bersantai, sambil menikmati panorama sekitar. Biasanya, wisatawan bisa melihat pemandangan pulau Nusakambangan, serta perahu nelayan dan kapal tanker minyak yang hilir mudik di sekitarnya.

Seperti namanya, pantai ini juga menjadi salah satu area konservasi penyu, karena kerap menjadi lokasi penyu di sekitar perairan tersebut untuk bertelur. Wisatawan dapat menyaksikan proses tersebut pada musim bertelur penyu di area ini, yang berkisar dari bulan Mei sampai Agustus. Akan ada petugas konservasi penyu yang mengawasi proses tersebut.

Setelah proses bertelur dan penyu kembali ke laut, telur-telur tersebut kemudian diamankan untuk menghindari ancaman seperti predator dan lain lainnya. Telur lantas akan diawasi hingga menetas, sebelum akhirnya dikembalikan ke habitatnya. Ini merupakan bagian dari usaha menjaga populasi penyu, utamanya di perairan tersebut, yang tergolong hewan dilindungi.

Aktivitas lainnya yang dapat dilakukan di pantai ini meliputi memancing, berenang dan bermain di tepi pantai, serta disediakan pula layanan untuk yang ingin menyeberang ke pulau Nusakambangan. Biayanya sekitar Rp 30 ribu hingga 50 ribu untuk sekali antar jemput, dan maksimal beroperasi hingga jam 17.00.

Selain itu, di sekitar area pantai juga terdapat beberapa warung masakan seafood yang menyajikan ikan bakar dan ragam hasil laut lainnya yang fresh. Terdapat pula kios-kios yang menjajakan beragam jenis oleh-oleh, mulai dari ikan asin yang dikeringkan hingga kerajinan tangan yang terbuat dari kerang.

Untuk masuk ke area pantai, dikenakan tarif masuk Rp 8 ribu per orang, sementara tarif parkir untuk motor Rp 3 ribu dan mobil Rp 5 ribu. Sebagai catatan, pantai ini biasanya cenderung lebih ramai ketika pagi dan sore hari, karena banyak warga setempat yang juga pelesiran di area sekitar pantai tersebut, khususnya ketika akhir pekan atau hari libur.

  • Benteng Pendem

Tak jauh dari Pantai Teluk Penyu, terdapat satu dari 5 tempat wisata asyik yakni sebuah benteng peninggalan dari masa pendudukan Belanda, yang bernama Kustbatterij op de Landtong te Tjilatjap, atau yang biasa disebut Benteng Pendem. Benteng ini dibangun pada 1861, yang digunakan oleh pemerintah Hindia Belanda kala itu sebagai markas pertahanan di wilayah Cilacap.

Ini 5 tempat Wisata asyik di Cilacap yang ada di  jalur mudik selatan salah satunya bisa menikmati spot wisata di sekitar Cilacap
Benteng Pendem Cilacap (Dutch : Kustbatterij op de Landtong te Cilacap ), satu dari 5 tempat wisata asyik di kota ini. Foto: shutterstock

Benteng dengan luas wilayah 10,5 hektare ini didirikan karena kekhawatiran akan lokasi Cilacap yang dianggap strategis sebagai sebuah pelabuhan. Berfungsi sebagai tempat menyimpan senjata dan berlindung dari potensi serangan, benteng ini juga sempat digunakan oleh Jepang ketika mendarat dan menduduki tanah air pada 1942.

Setelah merdeka, benteng ini sempat diduduki pasukan Belanda dan sekutu semasa Agresi Militer. Setelah Belanda mengakui kedaulatan Indonesia pada 1949, benteng kemudian sempat difungsikan sebagai tempat latihan militer oleh Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD), atau yang kini dikenal sebagai Komando Pasukan Khusus (Kopassus) hingga 1965.

Adapun nama Benteng Pendem berasal dari wujudnya yang dulu sengaja dibangun terpendam oleh tanah agar tak mudah terlihat oleh musuh. Tanah setebal 3,5 meter menimbun benteng hingga hanya kelihatan beberapa bagian pintu dan jendelanya saja. Bahkan ketika Belanda meninggalkan Indonesia, benteng ini juga diisi dengan tanah untuk menghilangkan jejak.

Hingga akhirnya pada 1986, pemerintah daerah Cilacap menggali kembali dan merestorasi area di sekitar benteng, dan setahun setelahnya diresmikan sebagai cagar budaya yang dapat dikunjungi wisatawan. Dari beberapa bangunan yang telah berhasil digali, terdapat beberapa bagian seperti barak, gudang senjata, penjara dan sebagainya.

Pengunjung dapat berkeliling sambil melihat-lihat dan berfoto di sekitar area benteng. Tiket masuk area benteng seharga Rp 7,5 ribu per orang, dan kalau ingin menggunakan jasa pemandu wisata perlu menambah Rp 50 ribu. Kawasan Benteng Pendem buka setiap hari dari jam 08.00 hingga 18.00.

  • Gunung Selok

Obyek wisata satu ini yang merupakan bagian dari 5 tempat wisata asyik, bisa dikatakan adalah destinasi wisata spiritual, lantaran beberapa kepercayaan relijius warga setempat di dalamnya. Lokasinya berada dekat dengan tepi pantai Sodong, dan di dalamnya terdapat beberapa gua yang dianggap keramat oleh warga setempat, seperti gua Rahayu, gua Naga Raja, gua Pakuwaja, gua Sribolong dan lain lain.

Menurut kepercayaan warga, Gunung Selok yang berketinggian 150 mdpl ini dinamakan berdasarkan istilah Jawa ‘Junggring Seloko’ yang kurang lebih berarti tempat yang tinggi dimana para dewa tinggal dan bersemayam. Oleh karenanya, banyak hal-hal mistik yang diyakini oleh warga terdapat di area Gunung Selok.

Misalnya, air yang jatuh menetes dari atas gua dianggap berkhasiat karena berasal dari akar-akar pohon, dan jika diminum dipercaya dapat membantu menyembuhkan beragam penyakit. Atau sebuah batu besar di dalam gua Rahayu bernama Eyang Kencana Wati, yang menjadi tempat orang berziarah membawa sesajen dan bersemedi ketika memiliki sebuah niat atau rencana, agar dapat terpenuhi dan berjalan lancar.

Kemudian di area puncak gunung, terdapat beberapa petilasan untuk bersemedi seperti Jambe Lima, Jambe Pitu dan padepokan Sang Hyang Gunung Jati, yang biasa digunakan sebagai tempat beribadah bagi penganut agama Buddha. Selain itu, pengunjung juga dapat memandangi dan berfoto dengan panorama sawah, hutan pohon cemara dan pantai Sodong.

Untuk menuju ke Gunung Selok, harus berjalan kaki melewati jembatan yang mengarungi area sungai dan rawa. Adapun jam buka area wisata Gunung Selok dari jam 08.00 sampai 17.00. Meski bersifat destinasi wisata spiritual, jangan heran kalau bertemu dengan kalangan figur publik, terutama dari kalangan pemerintahan yang kerap datang ke sini.

  • Waduk Kubangkangkung

Destinasi wisata alam lainnya berada di kawasan Cilacap adalah Waduk Kubangkangkung, yang jaraknya sekitar 20-an km dari area pusat kota. Area ini dulunya merupakan tempat penyimpanan air bersih di masa pendudukan Belanda, dan dinamakan demikian karena banyaknya kangkung yang tumbuh di area ini.

Kini tempat ini menjelma menjadi obyek wisata yang asri dan cocok untuk dikunjungi bersama keluarga. Pengunjung dapat mengarungi area waduk dengan menggunakan perahu bebek, atau sambil mengitari jalan setapak yang dirindangi pohon jati, pohon karet dan pohon pinus yang menambah nuansa sejuk.

Terdapat pula jembatan setapak bernama Zazax Koebang yang mengapung dan menghubungkan dua sisi dari waduk tersebut. Di antara jembatan tersebut terdapat beberapa tempat duduk untuk berfoto dan bersantai menikmati suasana. Selain itu, tempat ini juga menyediakan berbagai fasilitas seperti ATV, flying fox, terapi ikan, serta area kolam renang di dekat waduk tersebut.

Area wisata Waduk Kubangkangkung buka setiap hari dari jam 08.00 hingga 17.00. Tiket masuknya seharga Rp 10 ribu per orang, sedangkan untuk mengakses berbagai fasilitas yang disediakan harga tiketnya bervariasi, mulai dari Rp 3 ribu sampai 20 ribu. Dan hampir setiap akhir pekannya akan ada event-event khusus yang diadakan oleh pengelola waduk untuk meramaikan suasana.

  • Havana Hills

Satu lagi obyek wisata di Cilacap yang pas untuk dikunjungi bersama keluarga adalah Havana Hills, yang berlokasi di jalan Lengkong, kabupaten CIlacap. Lokasinya berdekatan dengan Kawasan Industri Cilacap (KIC) dan berjarak sekitar 15 km dari pusat kota, dengan perjalanan menggunakan kendaraan pribadi kurang lebih ditempuh 30 menit.

Havana Hills Dok Havana Hills
Satu spot di Havana Hills, satu dari 5 tempat wisata asyik di Cilacap. Foto: Dok. Havana Hills

Meski baru dibuka pada 2022 lalu, namun tempat ini mampu mencuri perhatian dan menjadi salah satu obyek wisata paling ramai dikunjungi di Cilacap. Baik bagi mereka yang hanya sekedar bersantai menikmati pemandangan, yang ingin bermain di wahana-wahana permainan, maupun yang ingin camping.

Wahana yang tersedia meliputi bioskop VR (virtual reality), mobil RC (radio controlled), Mini Zoo, dan sebagainya. Tersedia pula kolam renang dan wahana air Water Playground, serta area outbond. Harga tiket masuk Rp 15 ribu per orang, sedangkan untuk bisa mengakses beragam wahana tersebut, harga tiketnya berkisar dari Rp 15 ribu hingga 20 ribu.

Sementara bagi yang senang camping, disediakan pula area khusus camping ground. Untuk reservasi tempat dikenakan biaya Rp 75 ribu per orang saat weekdays dan Rp 100 ribu kala weekend. Iklim di sekitar lokasi yang buka setiap hari dari jam 08.00 sampai 22.00 tersebut cenderung sejuk, ditambah pemandangan city view Cilacap baik saat siang maupun malam hari juga jadi daya tarik tersendiri.

agendaIndonesia/audha alief praditra

—–

Dusun Bambu Lembang, Ecopark Di 2050 MDPL

Dusun Bambu Lembang punya danau kecil yang ikonik, Danau Purbasari

Dusun Bambu Lembang bukan spot destinasi baru bagi pecinta jalan-jalan. Begitupun, sejak dibuka pada 2014 lalu, tempat ini masih merupakan salah satu opsi destinasi wisata ketika berlibur ke Lembang di utara Bandung. Spot wisata bertemakan ecopark ini menawarkan beragam daya tarik tersendiri bagi para pengunjungnya.

Dusun Bambu Lembang

Dusun Bambu pada dasarnya merupakan sebuah lahan seluas 15 hektare, didominasi area outdoor yang ditata secara unik dan asri. Lokasi tempat ini tepatnya berada di kawasan kaki gunung Burangrang, dengan ketinggian 2.050 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Dengan hawa yang sejuk dan pemandangan alam yang indah, akan terasa menyenangkan untuk mengeksplorasi area dataran tinggi sebelah utara kota Paris van Java ini. Untuk dapat mengelilingi tempat ini, disediakan fasilitas seperti scooter, shuttle car dan sepeda elektrik.

Dusun Bambu Lembang menjadi pilihan liburan keluarga.
Penunjuk arah di kawasan Dusun Bambu Ecopark. Foto: Dok. agendaIndonesia

Di Dusun Bambu Lembang pengunjung dapat menemukan banyak titik-titik rekreasi yang menarik, misalnya Danau Purbasari. Di sini wisatwan bisa duduk-duduk di tepi danau, atau berkeliling danau dengan menggunakan sampan. Tarif untuk menyewa sampan ini dihargai Rp 25 ribu.

Terdapat pula Taman Arimbi yang merupakan sebuah taman berisi ragam bunga-bunga cantik yang begitu luas. Sebuah jalan setapak sepanjang sekitar empat kilometer membelah taman ini. Anda bisa menikmati jalan-jalan santai, bersepeda, atau berolahraga jogging di sini.

Lalu, ada juga Galeri Flora Indonesia yang memamerkan serta memperjualbelikan beragam jenis-jenis tumbuhan hias yang berasal dari segala penjuru tanah air. Sambil duduk-duduk menikmati pemandangan tanaman hias, pelancong bisa sambil minum teh atau kopi di tempat ini.

Dusun Bambu Lembang menawarkan kegiatan dalam dam luar ruang.
Galery Flora Indonesia di Dusun Bambu Lembang tempat menikmati tanaman hias. Foto: Dok. agendaIndonesia

Bagi pengunjung yang mencari ragam aktifitas fisik, Dusun Bambu Lembang juga memiliki area playground yang menyediakan berbagai wahana permainan. Beberapa di antaranya meliputi trampolin, climbing tower, sliding, panahan, ayunan dan jungkat-jungkit.

Untuk bisa masuk ke area playground wisatawan akan dikenakan tarif sebesar Rp 50 ribu. Setelah membayar, mereka akan mendapatkan akses bermain di berbagai wahana tersebut selama seharian penuh.

Tak hanya itu, Dusun Bambu Lembang juga menyediakan area outdoor Tegal Pangulinan yang luasnya 3.200 meter persegi. Lahan dengan rumput sintetis ini diperuntukkan bagi mereka yang ingin mengadakan acara seperti pernikahan, pameran, outbond dan lain sebagainya.

Tetapi mungkin yang menjadi daya tarik utama Dusun Bambu adalah pilihan restoran-restoran yang tersedia. Bertajuk outdoor dining resort, tempat ini juga ingin menawarkan pengalaman santap siang atau malam yang unik dan spesial.

Salah satunya adalah Purbasari Resto. Restoran ini terletak di area danau Purbasari, berupa saung-saung yang mengelilingi danau tersebut. Menu yang ditawarkan berkisar pada masakan seafood dan Sunda, seperti Nasi Liwet, Gurame Abon Telur, Tahu Lada dan sebagainya.

Saung tersebut biasanya dapat diisi sampai sekitar 10 orang. Di bawah saung tersebut terdapat semacam dermaga kecil untuk anda yang ingin naik sampan mengelilingi danau. Harga menu di restoran sini berkisar dari Rp 15 ribu hingga Rp 120 ribu.

Dusun Bambu Lembang Resto Burangrang
Burangrang Dapur Indonesia di Dusun Bambu Lembang. Foto: dok. agendaIndonesia

Di sekitar danau juga terdapat restoran lainnya, yaitu Burangrang Dapur Indonesia. Lokasinya berada sedikit di ketinggian, dengan pemandangan danau di bawahnya. Gaya arsitektur terlihat modern, elegan dan eco-friendly yang berpadu apik dengan pemandangan alam sekitar.

Di sini terdapat campuran menu Indonesia, Asian dan Western, seperti Bebek Crispy Thai Sauce, Tenderloin Wagyu, Iga Garang Asam, dan lainnya. Harga menu di restoran ini berkisar dari Rp 35 ribu hingga Rp 130 ribu.

Serta yang tak kalah spesial adalah Lembur Urang. Restoran ini berada di bagian yang lebih tinggi dari tempat ini, berupa saung-saung yang menghadap ke sawah. Uniknya, mereka menawarkan kuliner Bali seperti Ayam Betutu, Bebek Sambal Matah, Lawar dan lain lain.

Yang tak kalah menarik dan menjadi catatan, tempat ini awalnya lebih berfokus sebagai tempat rekreasi. Namun sejak pandemi COVID-19 Dusun Bambu sedikit dialihfungsikan dengan bertumpu pada restoran-restoran, serta beberapa wahana dan pusat kegiatan dikurangi.

Selain itu, jika dulunya untuk masuk pengunjung harus membeli tiket terlebih dulu, sekarang setiap pengunjung bisa langsung masuk secara gratis. Hanya perlu membayar karcis parkir bagi pengunjung yang membawa kendaraan pribadi. Oya, parkir mobil terletak agak di bawah, dari tempat parkir ini ada kendaraan yang mondar-mandir mengantar ke venue yang diinginkan di Dusun Bambu Lembang itu.

Dusun Bambu Lembang Lutung Kasarung
Salah satu spot kecil di Dusun Bambu Lembang. Foto: agendaIndonesia

Meski demikian, Dusun Bambu tetap tak melupakan slogannya sebagai outdoor dining resort dengan menawarkan akomodasi penginapan Kampung Layung villa yang berkonsep pedesaan tradisional dan glamping alias glamour camping dengan fasilitas seperti listrik dan air pancuran.

Tarif sewa untuk villa pada hari biasa sekitar Rp 2,6 juta, sedangkan pada akhir pekan menjadi Rp 3,5 juta. Adapun harga sewa glamping pada hari biasa sekitar Rp 970 ribu, sedangkan pada akhir pekan menjadi Rp 1,15 juta.

Dusun Bambu Lembang buka setiap hari dari jam 10.00 hingga jam 18.00 untuk wahana permainannya dan jam 20.00 untuk restorannya. Untuk info lebih lanjut dapat menghubungi 082110006094 atau mengunjungi situs resmi dusunbambu.id serta akun Instagram resmi @dusun_bambu.

Dusun Bambu Family Leisure Park

Jl. Kolonel Masturi Km 11, Lembang, Bandung

agendaIndonesia/Audha Alief P.

*****

Wisata Virtual Jadi Alternatif Hindari Covid19

Dolan ke Borobudur juga bisa meniikmati sejumlah desa wisata, taman buah, juga tempat nongkrong.

Wisata virtual setengah tahun terakhir banyak dibicarakan di media massa selama pandemi Covid-19 ini. Memang berbeda jika wisatawan berkunjung langsung ke spot wisata yang dikehendakinya, namun di tengah kondisi yang tidak terlalu kondusif seperti saat ini, wisata virtual bisa menjadi alternatif.

Wisata Virtual

Ketika menghadapi pembatasan bepergian akibat wabah virus corona, orang-orang memutar otak untuk bisa bepergian tanpa menjejakkan kaki ke luar rumah, menghindari risiko tertular Covid-19. Untunglah kita saat ini hidup dalam zaman kemajuan teknologi.

Tur atau wisata virtual menjadi alternatif jalan-jalan yang aman, melepas rindu melancong yang belum sepenuhnya tuntas. Inovasi ini diadaptasi oleh tempat-tempat wisata, museum, juga pemandu wisata yang sepi tawaran kerja karena tidak ada turis yang datang ke tempat mereka.

Selama pandemi, banyak terselenggara wisata virtual, baik gratis maupun berbayar, untuk orang-orang yang sudah tak sabar ingin jalan-jalan. Berbeda dengan mencari-cari informasi atau video secara mandiri, ada pemandu yang bisa menjelaskan informasi menarik seputar tempat yang dikunjungi.

Tur virtual memang tak bisa menggantikan sensasi jalan-jalan langsung, tapi setidaknya bisa jadi icip-icip sambil menunggu situasi kembali aman untuk bepergian. Ini juga mempersiapkan wisatawan membuat rencana perjalanan kelak. Lalu apa saja yang bisa dikunjungi dengan wisata virtual ini?

Candi Borobudur

Ribuan turis Jepang “mampir” ke Candi Borobudur lewat tur virtual yang digelar PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (Persero), Balai Konservasi Borobudur bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia Tokyo.

Para wisatawan menyaksikan keindahan candi yang megah melalui akun media sosial Instagram KBRI Tokyo. Meski tak datang langsung, wisatawan bisa menuntaskan rasa penasaran berkat informasi yang disediakan oleh pemandu wisata yang interaktif.

Pulau Bali

Pulau Dewata yang masyhur juga memberikan tur wisata virtual untuk turis asal Negeri Sakura selama pandemi. Desa Pejeng Kangin, Tampaksiring, Kabupaten Gianyar memperlihatkan aktivitas warga di pedesaan untuk wisatawan Jepang.

Bersama pemandu wisata berbahasa Jepang, turis diajak jalan-jalan dari rumah warga, melintasi hamparan sawah, lalu melihat aktivitas para penenun kain tradisional.

wisata virtual dapat menjadi alternatif jalan-jalan ke sebuah spot wisata tanpa khawatir ketularan penyakit.
Candi Prambanan bisa dinikmati secara virtual dari rumah. Foto:ilustrasi-unsplash

Yogyakarta

Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta membuat virtual tour 360 yang bisa diakses melalui kanal Youtube Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta. Wisatawan bisa mengetahui gambaran terkini kondisi Yogyakarta khususnya fasilitas pendukung pariwisata seperti bandara, stasiun kereta api, akomodasi hotel, dan homestay.

Selain itu juga disajikan video yang menampilkan sejumlah destinasi wisata dan kuliner khas Yogyakarta, termasuk penerapan protokol kesehatan yang wajib diikuti wisatawan saat berkunjung.

Museum-museum

Museum di dalam negeri maupun mancanegara tidak berdiam diri ketika harus menutup akses pengunjung dalam rangka mengurangi risiko penyebaran virus corona. Di Indonesia, beberapa museum menyediakan layanan jalan-jalan virtual. Pusat Penguatan Karakter Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sempat mengajak warganet mempelajari sejarah lewat tur virtual ke beberapa museum, seperti Museum Kebangkitan Bangsa, Museum Sumpah Pemuda, dan Museum Perumusan Naskah Proklamasi.

Luar Angkasa

Tak puas hanya ke pelosok Nusantara atau luar negeri, Wisata Kreatif Jakarta membuat jalan-jalan virtual ke antariksa. para pelancong bersiap ke luar angkasa dan “berkumpul” lewat aplikasi Zoom, mendengarkan penjelasan pemandu mengenai serba-serbi perjalanan luar angkasa.

Mereka diajak ke tempat peluncuran roket Badan Antariksa Amerika Serikat sampai isi pesawat yang dipakai para turis ke antariksa hingga mengenal astronaut perempuan Indonesia Pratiwi Sudarmono yang nyaris berangkat bila pesawat ulang-alik Challenger tidak mengalami kecelakaan.

Selain beberapa di atas, berikut sejumlah tempat yang bisa diakses untuk menikmati wisata virtual. Tempat-tempat seperti museum, konser musik klasik, hingga aktivitas satwa secara langsung bisa disaksikan dari rumah.

Indonesia Monumen Nasional (Monas)

https://artsandculture.google.com/entity/national-monument/m03q7hs

Museum Kepresidenan Balai Kirti

Museum Nasional Indonesia

https://artsandculture.google.com/partner/museum-nasional-indonesia

Museum Sumpah Pemuda

https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/msp/

Museum Kebangkitan Nasional

http://muskitnas.net/

Museum Perumusan Naskah Proklamasi

https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/mpnp/

Museum Basuki Abdullah

http://museumbasoekiabdullah.or.id/

Museum Benteng Vredeburg

http://vredeburg.id/

Galeri Nasional

http://galeri-nasional.or.id/

Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran

https://artsandculture.google.com/partner/sangiran-early-man-museum?hl=id

Balai Konservasi Borobudur

https://artsandculture.google.com/entity/borobudur-temple-compounds/m0805zhg

http://borobudurvirtual.id/

Galeri Batik YBI

https://artsandculture.google.com/partner/galeri-batik-ybi

Yayasan Biennale Yogyakarta

https://artsandculture.google.com/partner/yayasan-biennale-yogyakarta

Agung Rai Museum of Art

https://artsandculture.google.com/partner/arma-museum

Museum Tekstil

https://artsandculture.google.com/streetview/museum-tekstil/fQHU6rG60eHGGw

Jogja Istimewa Unduh aplikasi “Jogja Istimewa” di Play Store atau App Store