Pilihan Makan Jelang Akhir Tahun, 4 Di Sekitar Jakarta

Pilihan makan jelang kahir tahun 2020 dan tak jauh dari Jakarta.

Pilihan makan jelang akhir tahun 2021 ada banyak pilihan. Namun karena situasi masih belum menentu dan banyak memilih liburan di dekat-dekat Jakarta, berikut alternatif yang bisa dipilih.

Pilihan Makan Jelang Akhir Tahun

Acara makan keluar bagi masyarakat urban sudah menjadi gaya hidup rutin. Sekadar demi relaksasi pikiran, atau untuk bercengkerama bersama kerabat dan relasi. Terlbih di saat menjelang akhir tahun. Semakin nyaman dan terasa seperti rumah sebuah tempat makan, biasanya semakin diburu. Seperti beberapa tempat berikut.

Welfed Bandung

Merenung di Bandung selalu terdengar sebagai pasangan kata impian para pelancong dan petualang kuliner. Kawasan Bandung yang identik punya banyak lokasi untuk merenungi hal yang lalu-lalu sembari bersantap lezat demi masa kini yang penuh semangat. Jika Anda lebih suka melakukan aktivitas santap santai di tengah terpaan udara segar yang meniupi wajah, Anda bisa melipir ke daerah Bandung Barat, tempat restoran bernuansa eklektik klasik ini berada.

Pojok paling favorit di restoran yang sebagian besar menyajikan hidangan ala barat ini adalah bagian teras terbukanya. Duduklah berlama-lama di situ, melemparkan pandangan ke arah rimbun pepohonan di sekitaran restoran, sambil mengiris stik daging empuk yang lembut digigit. Mengundang relasi untuk santap resmi juga bisa dilakukan di bagian dalam restoran yang punya kesan magis tersendiri. Restoran yang sayang untuk dilewatkan. 

Alamat: Villa Triniti, KM. 4,7 No. 88, Jalan Sersan Bajuri, Cihideung, Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Telepon: (022) 2785124

Lemongrass Bogor

Selain menjadi tempat berburu kuliner lezat, Bogor kini juga dikenal sebagai tempat kafe-kafe tematik bertebaran. Satu sama lain saling bersaing dekorasi dan konsep suasana. Salah satu yang populer beberapa waktu belakangan adalah Lemongrass. Anda bahkan harus reservasi jauh-jauh hari jika hendak mampir ke sana bersama keluarga besar atau reuni teman-teman lama.

Lemongrass punya area dalam dan luar yang bisa Anda pilih berdasarkan suasana hati saat datang ke sana. Jika ingin duduk menikmati hidangan sembari menghirup udara segar, area luar yang dihiasi kursi-kursi jalin berwarna-warni serta sepertinya cocok untuk Anda. Pohon-pohon rindang yang menaungi seolah-olah membuat Anda serasa makan di tengah kebun. Apalagi ada pilihan duduk di sofa rotan berbentuk telur yang membuat waktu seolah terhenti sejenak. Lampu-lampu yang ada di sekitar area luar akan bergemerlap terang saat malam tiba. Cocok jadi tempat makan malam romantis dengan seseorang yang spesial.

Area dalam restoran pun tak kalah nyaman, khususnya bagi Anda yang lebih suka suasana sejuk dari pendingin udara dan nuansa hangat dari interior kayu berpadu sentuhan ornamen modern. Pilihan makanannya juga cukup banyak, mulai dari hidangan Indonesia sampai hidangan alat barat dan peranakan. Makan di restoran ini tidak sekadar menjadi pengalaman kuliner, tetapi juga pengalaman bersantap dengan nyaman sambil memanjakan mata.

Alamat: Jalan Raya Pajajaran No.21, Bantarjati, Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat

Jam buka: Senin-Minggu pukul 10.00-23.00

Telepon: (0251) 8328800

Web: lemongrassresto.com

Tekko Grand Kota Bintang Bekasi

Bekasi kerap diidentikkan dengan wilayah yang perlu usaha keras untuk mencapainya. Padahal usaha keras itu bisa berujung manis jika berakhir di tempat makan yang menggugah selera sekaligus nyaman untuk lama-lama bersantap. Salah satunya adalah restoran ini, yang merupakan salah satu cabang dari jaringan restoran Tekko yang tersebar di berbagai kota di Indonesia.

Tekko yang ada di Bekasi Barat ini punya konsep yang cukup berbeda dnegan kebanyakan cabang Tekko lainnya yang biasanya ada di dalam mal. Keunggulan Tekko sebagai salah satu restoran keluarga semakin diperkuat dengan nuansa restoran yang hangat dan akrab. Nuansa ini tercipta sebagai hasil perpaduan furnitur kayu yang memberi kesan rumahan, dinding-dinding model batu bata tak bercat, serta lampu-lampu gantung besar yang klasik sekaligus berlimpah cahaya terang. Keramik lantai pun disesuaikan dengan nuansa klasik Jawa yang membuat pengunjung betah duduk lama menikmati hidangan dan obrolan santai bersama kerabat. Makanan yang tersedia sebagian besar adalah makanan tradisional Indonesia, tentu tetap dengan menu andalah mereka: daging iga sapi.

Karena bagian dalamnya yang cukup luas, dengan meja dan bangku panjang yang lega, restoran ini cocok bagi Anda yang ingin menikmati makan bersama seluruh anggota keluarga, atau kumpul-kumpul bareng teman-teman yang sudah lama tidak bersua.

Alamat: Komplek Grand Kota Bintang Unit W6, Jalan KH. Noer Ali, Jakasampurna, Bekasi Barat, Jawa Barat

Jam buka: 10.00-22.45

Telepon: (021) 22101025

Pilihan makan jelang akhir tahun buat mereka yang ada di sekitar Depok dan Jakarta
Pilihan makan menjelang akhir tahun ada banyak, ini pilihan buat yang sedang di sekitar Depok. Foto: Ilustrasi Bang Dev Cafe

Bang Dev Cafe & Resto Depok

Bosan dengan hidangan tradisional Sunda atau hidangan daging yang itu-itu saja? Sesekali mengubah menu bersantap dan mencicipi makanan dari unggas yang tidak biasa, barangkali akan menjadi selingan yang nikmat.

Jika Anda sedang melintas di daerah Cimanggis, Depok, Anda akan mendapati restoran yang dari luar terlihat bersahabat dan terasa seperti rumah. Unggas yang menjadi hidangan utama di restoran bergaya country ini adalah kalkun. Belum pernah mencoba gurihnya daging kalkun? Tak perlu jauh-jauh ke negara-negara lain yang punya tradisi makan kalkun panggang bersama keluarga, di Depok pun bisa.

Bagi Anda yang belum pernah makan unggas jenis ini, sebaiknya mengawali lewat kalkun panggang dengan kulit yang renyah kecokelatan yang dimakan bersama saus legit menggoda dan setumpuk sayuran rebus. Pilihan olahan kalkun yang dimakan dengan nasi pun tersedia di sini. Nuansa makan terasa lebih lengkap dengan interior restoran yang didominasi kayu serta perabot vintage.

Alamat: Jalan Cimanggis Boulevard No.11, Tapos, Depok, Kota Depok, Jawa Barat 16457

Jam buka: Senin – Minggu pukul 10.00-22.000

Telepon: (021) 83711088

Web: bangdevcaferesto.blogspot.co.id

agendaIndonesia

*****

Dusun Bambu Lembang, Ecopark Di 2050 MDPL

Dusun Bambu Lembang punya danau kecil yang ikonik, Danau Purbasari

Dusun Bambu Lembang bukan spot destinasi baru bagi pecinta jalan-jalan. Begitupun, sejak dibuka pada 2014 lalu, tempat ini masih merupakan salah satu opsi destinasi wisata ketika berlibur ke Lembang di utara Bandung. Spot wisata bertemakan ecopark ini menawarkan beragam daya tarik tersendiri bagi para pengunjungnya.

Dusun Bambu Lembang

Dusun Bambu pada dasarnya merupakan sebuah lahan seluas 15 hektare, didominasi area outdoor yang ditata secara unik dan asri. Lokasi tempat ini tepatnya berada di kawasan kaki gunung Burangrang, dengan ketinggian 2.050 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Dengan hawa yang sejuk dan pemandangan alam yang indah, akan terasa menyenangkan untuk mengeksplorasi area dataran tinggi sebelah utara kota Paris van Java ini. Untuk dapat mengelilingi tempat ini, disediakan fasilitas seperti scooter, shuttle car dan sepeda elektrik.

Dusun Bambu Lembang menjadi pilihan liburan keluarga.
Penunjuk arah di kawasan Dusun Bambu Ecopark. Foto: Dok. agendaIndonesia

Di Dusun Bambu Lembang pengunjung dapat menemukan banyak titik-titik rekreasi yang menarik, misalnya Danau Purbasari. Di sini wisatwan bisa duduk-duduk di tepi danau, atau berkeliling danau dengan menggunakan sampan. Tarif untuk menyewa sampan ini dihargai Rp 25 ribu.

Terdapat pula Taman Arimbi yang merupakan sebuah taman berisi ragam bunga-bunga cantik yang begitu luas. Sebuah jalan setapak sepanjang sekitar empat kilometer membelah taman ini. Anda bisa menikmati jalan-jalan santai, bersepeda, atau berolahraga jogging di sini.

Lalu, ada juga Galeri Flora Indonesia yang memamerkan serta memperjualbelikan beragam jenis-jenis tumbuhan hias yang berasal dari segala penjuru tanah air. Sambil duduk-duduk menikmati pemandangan tanaman hias, pelancong bisa sambil minum teh atau kopi di tempat ini.

Dusun Bambu Lembang menawarkan kegiatan dalam dam luar ruang.
Galery Flora Indonesia di Dusun Bambu Lembang tempat menikmati tanaman hias. Foto: Dok. agendaIndonesia

Bagi pengunjung yang mencari ragam aktifitas fisik, Dusun Bambu Lembang juga memiliki area playground yang menyediakan berbagai wahana permainan. Beberapa di antaranya meliputi trampolin, climbing tower, sliding, panahan, ayunan dan jungkat-jungkit.

Untuk bisa masuk ke area playground wisatawan akan dikenakan tarif sebesar Rp 50 ribu. Setelah membayar, mereka akan mendapatkan akses bermain di berbagai wahana tersebut selama seharian penuh.

Tak hanya itu, Dusun Bambu Lembang juga menyediakan area outdoor Tegal Pangulinan yang luasnya 3.200 meter persegi. Lahan dengan rumput sintetis ini diperuntukkan bagi mereka yang ingin mengadakan acara seperti pernikahan, pameran, outbond dan lain sebagainya.

Tetapi mungkin yang menjadi daya tarik utama Dusun Bambu adalah pilihan restoran-restoran yang tersedia. Bertajuk outdoor dining resort, tempat ini juga ingin menawarkan pengalaman santap siang atau malam yang unik dan spesial.

Salah satunya adalah Purbasari Resto. Restoran ini terletak di area danau Purbasari, berupa saung-saung yang mengelilingi danau tersebut. Menu yang ditawarkan berkisar pada masakan seafood dan Sunda, seperti Nasi Liwet, Gurame Abon Telur, Tahu Lada dan sebagainya.

Saung tersebut biasanya dapat diisi sampai sekitar 10 orang. Di bawah saung tersebut terdapat semacam dermaga kecil untuk anda yang ingin naik sampan mengelilingi danau. Harga menu di restoran sini berkisar dari Rp 15 ribu hingga Rp 120 ribu.

Dusun Bambu Lembang Resto Burangrang
Burangrang Dapur Indonesia di Dusun Bambu Lembang. Foto: dok. agendaIndonesia

Di sekitar danau juga terdapat restoran lainnya, yaitu Burangrang Dapur Indonesia. Lokasinya berada sedikit di ketinggian, dengan pemandangan danau di bawahnya. Gaya arsitektur terlihat modern, elegan dan eco-friendly yang berpadu apik dengan pemandangan alam sekitar.

Di sini terdapat campuran menu Indonesia, Asian dan Western, seperti Bebek Crispy Thai Sauce, Tenderloin Wagyu, Iga Garang Asam, dan lainnya. Harga menu di restoran ini berkisar dari Rp 35 ribu hingga Rp 130 ribu.

Serta yang tak kalah spesial adalah Lembur Urang. Restoran ini berada di bagian yang lebih tinggi dari tempat ini, berupa saung-saung yang menghadap ke sawah. Uniknya, mereka menawarkan kuliner Bali seperti Ayam Betutu, Bebek Sambal Matah, Lawar dan lain lain.

Yang tak kalah menarik dan menjadi catatan, tempat ini awalnya lebih berfokus sebagai tempat rekreasi. Namun sejak pandemi COVID-19 Dusun Bambu sedikit dialihfungsikan dengan bertumpu pada restoran-restoran, serta beberapa wahana dan pusat kegiatan dikurangi.

Selain itu, jika dulunya untuk masuk pengunjung harus membeli tiket terlebih dulu, sekarang setiap pengunjung bisa langsung masuk secara gratis. Hanya perlu membayar karcis parkir bagi pengunjung yang membawa kendaraan pribadi. Oya, parkir mobil terletak agak di bawah, dari tempat parkir ini ada kendaraan yang mondar-mandir mengantar ke venue yang diinginkan di Dusun Bambu Lembang itu.

Dusun Bambu Lembang Lutung Kasarung
Salah satu spot kecil di Dusun Bambu Lembang. Foto: agendaIndonesia

Meski demikian, Dusun Bambu tetap tak melupakan slogannya sebagai outdoor dining resort dengan menawarkan akomodasi penginapan Kampung Layung villa yang berkonsep pedesaan tradisional dan glamping alias glamour camping dengan fasilitas seperti listrik dan air pancuran.

Tarif sewa untuk villa pada hari biasa sekitar Rp 2,6 juta, sedangkan pada akhir pekan menjadi Rp 3,5 juta. Adapun harga sewa glamping pada hari biasa sekitar Rp 970 ribu, sedangkan pada akhir pekan menjadi Rp 1,15 juta.

Dusun Bambu Lembang buka setiap hari dari jam 10.00 hingga jam 18.00 untuk wahana permainannya dan jam 20.00 untuk restorannya. Untuk info lebih lanjut dapat menghubungi 082110006094 atau mengunjungi situs resmi dusunbambu.id serta akun Instagram resmi @dusun_bambu.

Dusun Bambu Family Leisure Park

Jl. Kolonel Masturi Km 11, Lembang, Bandung

agendaIndonesia/Audha Alief P.

*****

Wisata Virtual Jadi Alternatif Hindari Covid19

Dolan ke Borobudur juga bisa meniikmati sejumlah desa wisata, taman buah, juga tempat nongkrong.

Wisata virtual setengah tahun terakhir banyak dibicarakan di media massa selama pandemi Covid-19 ini. Memang berbeda jika wisatawan berkunjung langsung ke spot wisata yang dikehendakinya, namun di tengah kondisi yang tidak terlalu kondusif seperti saat ini, wisata virtual bisa menjadi alternatif.

Wisata Virtual

Ketika menghadapi pembatasan bepergian akibat wabah virus corona, orang-orang memutar otak untuk bisa bepergian tanpa menjejakkan kaki ke luar rumah, menghindari risiko tertular Covid-19. Untunglah kita saat ini hidup dalam zaman kemajuan teknologi.

Tur atau wisata virtual menjadi alternatif jalan-jalan yang aman, melepas rindu melancong yang belum sepenuhnya tuntas. Inovasi ini diadaptasi oleh tempat-tempat wisata, museum, juga pemandu wisata yang sepi tawaran kerja karena tidak ada turis yang datang ke tempat mereka.

Selama pandemi, banyak terselenggara wisata virtual, baik gratis maupun berbayar, untuk orang-orang yang sudah tak sabar ingin jalan-jalan. Berbeda dengan mencari-cari informasi atau video secara mandiri, ada pemandu yang bisa menjelaskan informasi menarik seputar tempat yang dikunjungi.

Tur virtual memang tak bisa menggantikan sensasi jalan-jalan langsung, tapi setidaknya bisa jadi icip-icip sambil menunggu situasi kembali aman untuk bepergian. Ini juga mempersiapkan wisatawan membuat rencana perjalanan kelak. Lalu apa saja yang bisa dikunjungi dengan wisata virtual ini?

Candi Borobudur

Ribuan turis Jepang “mampir” ke Candi Borobudur lewat tur virtual yang digelar PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (Persero), Balai Konservasi Borobudur bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia Tokyo.

Para wisatawan menyaksikan keindahan candi yang megah melalui akun media sosial Instagram KBRI Tokyo. Meski tak datang langsung, wisatawan bisa menuntaskan rasa penasaran berkat informasi yang disediakan oleh pemandu wisata yang interaktif.

Pulau Bali

Pulau Dewata yang masyhur juga memberikan tur wisata virtual untuk turis asal Negeri Sakura selama pandemi. Desa Pejeng Kangin, Tampaksiring, Kabupaten Gianyar memperlihatkan aktivitas warga di pedesaan untuk wisatawan Jepang.

Bersama pemandu wisata berbahasa Jepang, turis diajak jalan-jalan dari rumah warga, melintasi hamparan sawah, lalu melihat aktivitas para penenun kain tradisional.

wisata virtual dapat menjadi alternatif jalan-jalan ke sebuah spot wisata tanpa khawatir ketularan penyakit.
Candi Prambanan bisa dinikmati secara virtual dari rumah. Foto:ilustrasi-unsplash

Yogyakarta

Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta membuat virtual tour 360 yang bisa diakses melalui kanal Youtube Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta. Wisatawan bisa mengetahui gambaran terkini kondisi Yogyakarta khususnya fasilitas pendukung pariwisata seperti bandara, stasiun kereta api, akomodasi hotel, dan homestay.

Selain itu juga disajikan video yang menampilkan sejumlah destinasi wisata dan kuliner khas Yogyakarta, termasuk penerapan protokol kesehatan yang wajib diikuti wisatawan saat berkunjung.

Museum-museum

Museum di dalam negeri maupun mancanegara tidak berdiam diri ketika harus menutup akses pengunjung dalam rangka mengurangi risiko penyebaran virus corona. Di Indonesia, beberapa museum menyediakan layanan jalan-jalan virtual. Pusat Penguatan Karakter Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sempat mengajak warganet mempelajari sejarah lewat tur virtual ke beberapa museum, seperti Museum Kebangkitan Bangsa, Museum Sumpah Pemuda, dan Museum Perumusan Naskah Proklamasi.

Luar Angkasa

Tak puas hanya ke pelosok Nusantara atau luar negeri, Wisata Kreatif Jakarta membuat jalan-jalan virtual ke antariksa. para pelancong bersiap ke luar angkasa dan “berkumpul” lewat aplikasi Zoom, mendengarkan penjelasan pemandu mengenai serba-serbi perjalanan luar angkasa.

Mereka diajak ke tempat peluncuran roket Badan Antariksa Amerika Serikat sampai isi pesawat yang dipakai para turis ke antariksa hingga mengenal astronaut perempuan Indonesia Pratiwi Sudarmono yang nyaris berangkat bila pesawat ulang-alik Challenger tidak mengalami kecelakaan.

Selain beberapa di atas, berikut sejumlah tempat yang bisa diakses untuk menikmati wisata virtual. Tempat-tempat seperti museum, konser musik klasik, hingga aktivitas satwa secara langsung bisa disaksikan dari rumah.

Indonesia Monumen Nasional (Monas)

https://artsandculture.google.com/entity/national-monument/m03q7hs

Museum Kepresidenan Balai Kirti

Museum Nasional Indonesia

https://artsandculture.google.com/partner/museum-nasional-indonesia

Museum Sumpah Pemuda

https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/msp/

Museum Kebangkitan Nasional

http://muskitnas.net/

Museum Perumusan Naskah Proklamasi

https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/mpnp/

Museum Basuki Abdullah

http://museumbasoekiabdullah.or.id/

Museum Benteng Vredeburg

http://vredeburg.id/

Galeri Nasional

http://galeri-nasional.or.id/

Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran

https://artsandculture.google.com/partner/sangiran-early-man-museum?hl=id

Balai Konservasi Borobudur

https://artsandculture.google.com/entity/borobudur-temple-compounds/m0805zhg

http://borobudurvirtual.id/

Galeri Batik YBI

https://artsandculture.google.com/partner/galeri-batik-ybi

Yayasan Biennale Yogyakarta

https://artsandculture.google.com/partner/yayasan-biennale-yogyakarta

Agung Rai Museum of Art

https://artsandculture.google.com/partner/arma-museum

Museum Tekstil

https://artsandculture.google.com/streetview/museum-tekstil/fQHU6rG60eHGGw

Jogja Istimewa Unduh aplikasi “Jogja Istimewa” di Play Store atau App Store

5 Makanan Tasikmalaya yang Unik dan Nikmat

5 makanan Tasikmalaya berikut ini adalah masakan dan cemilan atau oleh-oleh dari kota yang sering disebut sebagai mutiara dari Priangan Timur. Sejak zaman Belanda, Tasikmalaya, yang membentang dari Kabupaten Sukabumi hingga Kabupaten Ciamis, menjadi jantung perekonomian di daerah Priangan Timur.

5 Makanan Tasikmalaya

Namun, Tasikmalaya tak hanya kuat di sektor perdagangan, ia juga mutiara yang digemari karena daya tarik wisata kulinernya. Jika sempat main ke kota di Jawa Barat ini, cobalah cicipi satu atau dua makanan di bawah ini.

Nasi Cikur

Jawa Barat memiliki segudang kuliner khas yang patut untuk dicicipi. Salah satunya adalah nasi cikur Tasikmalaya yang pembuatannya dicampur dengan kencur muda. Nasi cikur mungkin belum seterkenal nasi tutug oncom, namun sesungguhnya masakan ini tak kalah nikmatnya.

Nasi ini terbuat dari bumbu biasa seperti garam, bawang putih, cabai merah, serta tentu saja, cikur yang berarti kencur. Kencurnya sendiri dipilih yang masih sangat muda dengan tunas berwarna putih. Ini membuat nasi terasa renyah dan agak getir, memancing selera untuk segera menyantapnya bersama telur dadar, serundeng, atau suwiran daging ayam.

Mungkin banyak yang berpikir cara membuat nasi cikur ini seperti memasak nasi uduk, ternyata tidak demikian. Kebanyakan nasi cikur Tasikmalaya dibuat dengan cara mirip memasak nasi goreng.

Setelah matang, nasi ini biasanya disajikan dengan beberapa lauk pauk berupa tempe orek, ikan asin, irisan tipis telur dadar, ayam, dan lauk lain tergantung keinginan sang penjual. Tidak ketinggalan bawang goreng yang ditabur di atas nasi cikur, tahu goreng, mentimun, kerupuk emping, serta sambal ulek merah yang selalu hadir melengkapi hidangan ini.


Di mana membelinya?

Nasi Cikur Teh Rena, Jl. Panyerutan, Nagarawangi, Kec. Cihideung, Tasikmalaya,

RM To Rahmat, Jl. Cikalang Girang, Kahuripan, Tawang, Kahuripan, Kec. Tawang, Tasikmalaya

Kantin 43, Jalan Tentara Pelajar, Empangsari, Kecamatan Tawang

5 makanan Tasikmalaya yang unik dan nikmat salah satunya nasi Cikur, nasi dengan bumbu khusus kencur.
Masakan khas Tasikmalaya berupa Nasi Cikur. Foto: Ilustrasi

Nasi Tutug Oncom

Sajian yang tidak boleh terlewat saat mengunjungi Tasikmalaya adalah nasi tutug oncom. Makanan ini terdiri atas nasi putih yang dicampur oncom, yang sudah disangrai dan dibumbui. Nasi tutug oncom di sini terkenal karena kenikmatan oncom yang disajikan. Selain itu, ada sambal sebagai penambah kenikmatan tutug oncom. Nasi tutug oncom cocok disajikan dengan gorengan, telur ceplok, dan ayam goreng.

Penggemar hidangan ini kerap menyebutnya dengan nasi TO (Tutug Oncom). Tutug berarti menumbuk. Nasi pada menu ini memang dibuat dengan cara ditumbuk dan diaduk bersama oncom. Selain itu, bawang merah, bawang putih, kencur, cabai rawit, kemangi, garam, dan gula dibubuhkan sebagai penyedapnya.

Di mana membelinya?

Nasi TO Benhil, Jalan Dadaha, Kahuripan, Kecamatan Tawang

TO Kalektoran,Jalan Kalektoran (100 meter dari Masjid Agung Kota Tasikmalaya)

Kupat Tahu

Sesungguhnya menu ini bisa ditemukan di kota-kota lain, namun di Tasikmalaya komposisinya sangat khas. Bumbunya terdiri dari berbagai rempah, seperti daun bawang, kacang tanah, parutan kelapa, cabai, garam, gula aren, asam, dan santan. Kupat berasnya pulen. Kualitas tahunya juga tak sembarangan, biasanya didatangkan dari daerah Nagrog, Kecamatan Indihiang.

Ciri khas kupat tahu ini, tahunya kering dengan bumbu yang lembut di lidah. Pelanggan bisa memesan tahu tersebut digoreng setengah matang, matang, kering, atau kering sekali sampai kriuk. Bumbu kacangnya yang meresap, disajikan dengan kupat beras namun tanpa ada tauge dalam menu ini. Jangan lupa sampingannya, yakni bala-bala, bakwan, dan juga kerupuk.

Di mana membelinya?

Kupat Tahu Kabita, Jalan Tarumanagara Nomor 36, Kecamatan Tawang

Kupat Tahu Mangunreja, Jl. Raya Garut Km 2, Kampung Toblongan

Soto Ayam Pataruman

Soto Ayam Pataruman ini adalah soto ayam ala Tasikmalaya yang disajikan dengan campuran kuah santan yang mirip dengan soto Betawi dengan rasa gurih dan sedap. Bedanya dengan soto Betawi, santannya tipis saja.

Biasanya dalam seporsi soto ayam Pataruman adalah adanya suwiran daging ayam kampung bagian dada, paha, kulit, ati ampela, telor, ceker, bahkan juga kepala. Biasanya akan ada kedelai goreng, irisan daun bawang dan tak ketinggalan juga dengan bawang goreng dan jeruk nipis. Makin enak disantap hangat-hangat dengan pelengkap nasi.

Di mana membelinya?

Soto Ayam Pataruman, Jalan Pataruman Nomor 23, Yudanagara, Cihideung

Kolontong

Kolontong adalah camilan yang berbahan dasar beras ketan. Camilan ini dibuat seperti ketika membuat opak, tetapi proses dilanjutkan dengan pemanasan, biasanya memakai pasir panas. Cocok dijadikan buah tangan bagi keluarga di rumah.

Toko Oleh-oleh Nesa; Jalan Paseh Nomor 106, Tuguraja, Cihideung

agendaIndonesia

*****

Kerak Telor Betawi, Simbol Yang ‘Go Public’ Pada 1970

Kuliner khas Betawi, ada 5 yang diajajakan di Jakarta Fair 2022.

Kerak telor Betawi menjadi salah satu simbol masyarakat Betawi di Jakarta. Ia hampir setara dengan tanjidor dan ondel-ondel, wakil budaya masyarakat Betawi.

Kerak Telor Betawi

Banyak orang Jakarta barangkali baru ngeh kalau ada makanan bernama kerak telor ketika ada hajatan besar ulang tahun DKI Jakarta atau ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia. Di acara-acara raya seperti itu, biasanya para pedagang kerak telor bermunculan. Baik yang memang sehari-hari berdagang kerak telor, ataupun yang cuma musiman.

Sesungguhnya, kapan awal mula makanan yang sangat khas Jakarta ini? Soal waktu yang tepat, belum ada dokumen yang mencatatnya. Namun, kerak telor dipercaya telah ada sejak zaman kolonial Belanda di Indonesia.

Dari cerita yang beredar dari mulut ke mulut, ada dua versi ‘lahirnya’ kerak telor ini. Dikutip dari laman indonesia.go.id, di masa lampau kawasan Menteng merupakan salah satu daerah dengan ketersediaan kelapa yang cukup banyak. Atas dasar kondisi tersebut, masyarakat di sana kemudian mencoba memanfaatkannya sebagai bahan campuran untuk membuat makanan.

Hingga suatu ketika ketika sekelompok masyarakat Betawi di kawasan Menteng tersebut mencoba bereksperimen dengan mencampurkan beberapa bahan dengan kelapa untuk dijadikan sebagai makanan. Mereka mencampurkannya dengan beberapa bahan untuk diolah. Termasuk telur ayam. Setelah itu terciptalah kerak telor yang lezat nan gurih tersebut.

Cerita lain mengisahkan, kerak telor lahir dari atas tantangan warga Belanda di Jakarta yang menginginkan makanan yang sehat dari bangsa pribumi sebagai pembuka. Mengutip dari nativeindonesia.com, atas tantangan tersebut, para ahli masak asal Betawi yang biasa melayani warga Belanda saat itu menawarkan sebuah kreasi omelette, makanan pembuka saat sarapan warga asing. Kali ini para juru masak membuat omelette dengan perpaduan ketan putih yang diracik dengan rempah asli Indonesia.

Tak disangka warga Belanda yang memberi tantangan amat menyukainya. Sejak saat itu kerak telor mulai popular dijadikan sebagai sajian khas dari masyarakat pribumi di Batavia.

Di masa itu, mungkin karena menjadi makanan orang-orang Belanda, kerak telor terus menunjukkan pamornya yang gemilang. Rasanya hampir seluruh warga Belanda di Batavia begitu menyukainya. Bahkan saat itu kudapan tersebut kerap dijadikan makanan pembuka oleh warga Eropa di sana dan dikenal sebagai omelette versi lokal.

Sampai di situ, tak ditemukan penjelasan kapan makanan ini mulai dikenal masyarakat luas. Catatan hanya menyebutkan, pada awal tahun 1970-an, saat DKI Jakarta dipimpin Gubernur Ali Sadikin, dan ia membuat program promosi dalam rangka ulang tahun Jakarta berupa Jakarta Fair, kerak telor disebut mulai go public. Bang Ali memang dikenal gencar mempromosikan Jakarta dengan budaya yang genuine Betawi.

Masyarakat Betawi mulai memberanikan diri menjajakan kerak telor di pasaran. Dan ternyata banyak orang menyukai makanan ini. Bahkan, dulu kerak telor menjadi makanan favorit masyarakat kelas elit atau atas di Jakarta. Dan seiring dengan berkembangnya saat itu, kerak telor menjadi makanan yang disukai semua kalangan masyarakat.

Mengenai kerak telor, kini nampaknya kita tak bisa dengan mudah menemukan makanan khas Betawi ini. Namun jangan sedih dulu, kerak telor bisa ditemukan dengan mudah pada saat ada perayaan besar di Jakarta seperti event Jakarta Fair (Pekan Raya Jakarta). Di Jakarta juga telah ada beberapa warung yang menjajakan kerak telor.

Namun, waktu berjalan, saat ini untuk mendapatkan kerak telor, gampang-gampang susah. Seperti disebut di muka, sekarang ini kerak telor seringnya muncul hanya di perayaan-perayaan. Misalnya di bulan Juni-Juli saat merayakan ulang tahun Jakarta. Atau, kadang jika kampung-kampung di Jakarta ada yang menyelenggarakan pameran atau bazaar, maka penjual kerak telor bermunculan.

kerak telor Betawi awalnya dibuat atas permintaan masyarakat Belanda, sempat dianggap sebagai omellette rasa lokal.
Kerak telor Betawi dibuat oleh pedagangnya di acara-acara bazaar di Jakarta. Foto: ilustrasi

Kerak telor merupakan makanan yang terbuat dari beras ketan dan telur, lalu ebi sangrai, cabai merah, dan bawang goreng sebagai taburan yang kemudian disajikan bersama serundeng juga topping lainnya. Kerak telor umumnya dimasak menggunakan wajan dan dinikmati saat masih hangat agar rasa gurihnya semakin menggugah selera. Dulu pembuat kerak telor menggunakan telur bebek, namun belakangan banyak yang menggunakan telur ayam.

Resep kerak telor sesungguhnya beredar di mana-mana, termasuk di internet. Tapi, ternyata orang awam belum tentu bisa memasak kerak telor, seperti yang dilakukan pedagang kerak telor.

Persiapan untuk membuat kerak telor membutuhkan waktu lebih dari sehari. Terutama di tahap awal saat membuat beras ketannya lunak tanpa dimasak, yaitu dengan cara direndam semalaman. Jika tidak, beras ketan yang hanya dimasak sebentar saat kerak telor dibuat bakal terasa seperti nasi yang belum matang.

Sudah pernah mencoba kerak telor? Sekali-kali agendakan untuk mencicipi kuliner pusaka Nusantara ini.

agendaIndonesia

*****

8 Destinasi Wisata Yang Ramai Selama Pandemi

8 destinasi wisata disebut naik daun selama pandemi Covid-19 ini. Sejak pandemi COVID-19 dan kasusnya muncul di Indonesia sejak Maret 2020 lalu, masyarakat harus tetap berada di rumah. Seluruh kegiatan mereka pun terpaksa berhenti, termasuk pariwisata. Terutama ketika pemerintah menjalankan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang cukup ketat.

8 Destinasi Wisata

Situasi agak berubah ketika peraturan mulai dilonggarkan, dan terdapat sejumlah tempat yang dulunya kurang dilirik tanpa disadari menjadi bersinar. Selain, tentu saja satu-dua destinasi yang sudah unggul sejak dulu.

Pandemi menciptakan sebuah tren baru bagi masyarakat untuk berwisata, seperti wisata alam, staycation (diam saja di suatu tempat) dan roadtrip, yakni perjalanan via jalan darat –umumnya kendaraan pribadi, karena dianggap lebih aman. Beberapa destinasi wisata pun menjadi pilihan favorit selama masa pandemi untuk mereka yang butuh melepaskan penat atau rindu jalan-jalan.

Berikut adalah daftar destinasi wisata yang naik daun sepanjang 2020 versi kantor berita Antara.

Sentul Hill Trekking
Kegiatan mendaki di kawasan Sentul, Bogor, menjadi primadona bagi masyarakat yang rindu berpergian dan melakukan wisata alam. Melintasi jalan setapak yang naik turun, sawah, perbukitan, sungai, goa, dinding bebatuan dan berakhir berendam di curug dengan pemandangan air terjun sangat menggiurkan untuk pelancong.

Tak heran kegiatan trekking di Sentul begitu diminati selama pandemi. Di sini Anda bisa melakukan perjalanan sendiri atau menggunakan jasa pemandu wisata.

Jaraknya yang tak terlalu jauh dari Jakarta pun membuat wisata ini memiliki nilai plus. Belum lagi para selebritas yang kerap mengunggah kegiatan mereka saat melakukan trekking seperti Luna Maya, Dian Sastrowardoyo, Sigi Wimala, Vidi Aldiano, Sophia Latjuba, hingga Wulan Guritno. 

8 destinasi wisata salah satunya ke Puncak  di wilayah Bogor
Trekking di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat.



Curug dan goa di Sentul
Kawasan Sentul, Bogor ternyata memiliki tempat wisata alam yang masih sangat asri, beberapa di antaranya adalah Curug Leuwi Hejo, Curug Kencana, Curug Hordeng, Curug Ciburial dan Curug Kembar.

Untuk dapat mencapai tempat ini, tentu harus melakukan trekking terlebih dahulu. Trekking dengan perjalanan yang cukup berat ini pun akan terbayarkan saat melihat lanskap air terjun dan udaranya yang menyegarkan.

Ada juga Goa Agung Garunggung yang memiliki mulut goa menganga secara vertikal. Tempatnya memang tidak terlalu besar, namun pemandangannya membuat tempat ini menjadi salah satu primadona.

Gunung Pancar Bogor
Sebelum masa pandemi, Gunung Pancar, Sentul, Bogor sudah menjadi favorit masyarakat untuk berwisata singkat. Saat masa PSBB dilonggarkan, tempat yang menawarkan pemandangan hutan pinus ini pun menjadi pilihan utama untuk dikunjungi.

Selain trekking, pengunjung juga bisa menginap dengan mendirikan tenda yang sudah disediakan oleh pengelola. Liburan singkat dengan pemandangan alam pun bisa didapatkan untuk melepaskan penat selama PSBB.

Bagi yang memiliki anggaran lebih, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur juga menjadi primadona saat pandemi COVID-19. Belum lagi tiket murah yang ditawarkan oleh maskapai penerbangan saat jalur kembali dibuka, masyarakat dan juga selebritas berbondong-bondong mengunjungi kawasan tersebut.

Tempat-tempat yang paling menjadi incaran para turis adalah Bukit Cinta untuk menyaksikan sunset, jelajah Pulau Kelor, menyaksikan komodo di Taman Nasional Komodo, berburu foto di bukit Pulau Padar hingga menikmati indahnya Air Terjun Cuanca Wulang.

8 destinasi wisata selama pandemi 2020 adalah satunya wisatawan melakukan perjalanan dengan model roadtrip.
Roadtrip, perjalanan melalui jalur darat dengan kendaraan pribadi menjadi pilihan wisata saat pandemi. Foto:ilustrasi-unsplash



Bali
Sejak pandemi COVID-19, tren terbaru ke Bali tidak lagi menggunakan pesawat terbang, melainkan lewat perjalanan darat. Banyak wisatawan yang berasal dari pulau Jawa berkunjung ke Bali dengan menggunakan mobil pribadi, karena dianggap lebih aman dan tidak berdekatan dengan orang lain di pesawat.

Kelebihan roadtrip menuju Bali ini, wisatawan juga bisa mampir ke destinasi wisata lain seperti Surabaya dan juga Banyuwangi sebelum akhirnya menyeberang Pulau Bali.

Banyuwangi
Untuk yang tidak memiliki banyak waktu menyeberang ke Bali, Banyuwangi adalah pilihan favorit-nya selama pandemi COVID-19. Biasanya wisatawan akan menginap di Hotel Ketapang Indah yang menyajikan panorama Pulau Bali di kejauhan.

Ada beberapa wisatawan yang memilih untuk diam di hotel karena pemandangannya dirasa sudah cukup Indah, tapi ada juga sebagian yang memilih untuk mengeksplorasi wilayah Banyuwangi dengan mendatangi tempat-tempat seperti Kawah Ijen, Jawatan Benculuk, Taman Nasional Baluran, Bangsring Underwater hingga Puncak Sejati, Gunung Rawung. 

Bandung
Alasan utama Bandung menjadi tujuan utama selama pandemi adalah dekat dengan Jakarta. Buat yang ingin menginap atau sekadar perjalanan-pulang pergi untuk menikmati kulinernya serta mendapat suasana baru, Bandung masih menjadi primadona warga Jakarta.

Puncak
Sejak PSBB dilonggarkan, banyak orang yang berkunjung ke puncak untuk melepas penat. Liburan singkat dan mendapat udara segar setelah berbulan-bulan di dalam rumah, membuat puncak tempat idaman masyarakat bahkan bisa dicapai hanya dengan menggunakan motor

agendaIndonesia

Kampung Daun Bandung, Ngariung Sejak 99

Kampung Daun Bandung terselip di antara perumahan, meskipun langsung berhadapan dengan alam.

Kampung Daun Bandung tengah berjalan menjadi legenda wisata kuliner di ibukota Jawa Barat ini. Spot wisata yang terletak di kawasan Lembang ini telah lama menjadi pilihan bagi para pelancong yang ingin menikmati makanan enak dengan suasana tradisional seperti di pedesaan.

Kampung Daun Bandung

Tempat ini awalnya memang merupakan daerah pedesaan asli, yang berada di antara desa Cigugur dan Cihideung. Kalau digambarkan, lokasi ini secara umum merupakan lembah dan hutan yang berada di sekitar area perbukitan setempat. Belakangan lokasi resto ini memang menjadi di dalam sebuah komplek pemukiman.

Pada 1999, lokasi ini kemudian diubah menjadi kafe tempat berkumpul sambil menikmati alam pedesaan. Oleh para pendirinya, Kampung Daun didesain dengan tema Culture Gallery and Café, dengan empat saung utama yang dibuat saat pertama berdiri.

Kampung Daun Bandung tadinya lebih fokus sebagai tempat nongkrong, kini semakin cocok untuk tempat kumpul keluarga.
Salah satu saung di Kampung Daun Bandung. Foto: dok. agendaIndonesia

Kesan yang akan timbul pertama kali adalah nuansa pedesaan yang tradisional, asri dan nyaman dengan pemandangan alam lembah dan hutan. Akan terlihat tebing-tebing berbatu dengan suara latar air terjun yang bergemericik di sekitarnya.

Tak hanya itu, saat cuaca cerah akan terlihat pemandangan gunung Tangkuban Perahu yang tak terlalu jauh dari lokasi tersebut. Dan pada saat malam hari dapat terlihat pula pemandangan kerlap-kerlip sinar kota Bandung.

Ditambah pula, pengunjung akan melihat lampu-lampu bergantungan di sepanjang jalan menuju saung-saung tempat makan. Dulunya di sepanjang jalan ini berjejer di samping kanan kiri lampu oncor atau obor, serta api unggun di area tengah tempat ini. Ini membuat tempat ini semakin indah dan menghangatkan suasana, serta tentunya semakin memberikan nuansa tradisional.

Saat masuk, pengunjung dapat menemukan booth penjual penganan tradisional seperti dodol, kembang gula, serta kue-kue tradisional lainnya. Terdapat pula wahana permainan tradisional seperti congklak.

Sekarang ini ada sekitar 50 saung-saung yang terdapat di tempat ini, yang dibuat dengan detail-detail ornamen bernuansa tradisional. Ukuran tiap saung pun berbeda-beda, sehingga dapat mengakomodasi pengunjung yang datang dalam jumlah kecil maupun besar.

Ini membuat Kampung Daun Bandung juga kerap menjadi tempat pilihan untuk acara-acara gathering seperti arisan, reuni, kumpul keluarga besar dan lain-lain. Maka biasanya kalau penunjung ingin mampir ke tempat ini, direkomendasikan untuk booking terlebih dulu agar kebagian tempat.

Menu makanan dan minumannya pun sekarang semakin beragam. Bila saat pertama kali buka dulu Kampung Daun Bandung hanyalah sebuah kafe tempat nongkrong dengan hidangan cemilan seperti serabi Bandung dan poffertjes, kini sudah ada banyak pilihan makanan yang tersedia.

Kampung Daun Bandung sering dipakai untuk arisan atau acara-acara korporat.
Ada pula gaya makan lesehan dengan menu tradisional Sunda di Kampung Daun Bandung. Foto: dok agendaIndonesia

Mayoritas menu-menu yang disediakan adalah masakan tradisional seperti ayam bakakak goreng dan bakar, nasi tutug oncom, nasi kukus, ikan gurame bakar dan goreng dengan sambal dabu, tumis keciwis bawang putih, tumis toge asin jambal, dan lain sebagainya.

Setiap bulannya mereka juga kerap menghadirkan menu-menu spesial khusus di bulan tersebut, semisal ikan gurame goreng dengan sambal kecombrang, sate ayam dan kambing dengan sambal dabu, hingga dessert seperti es krim cincau hijau.

Selain menu-menu tersebut, tersedia juga ragam pilihan masakan pasta dan pizza. Dan bagi yang hanya ingin makanan ringan, masih tersedia poffertjes, serabi Bandung, cireng, serta gorengan seperti tahu, bakwan dan tempe mendoan.

Menu minuman tradisionalnya yang menghangatkan tubuh pun juga tak kalah menarik. Ada wedang uwuh, wedang bunga telang, wedang jahe serai, bandrek, bajigur, bir pletok, kopi tubruk, kopi bakar dan lainnya.

Namun yang menjadi catatan, harga makanan di tempat ini tak bisa dikatakan terlalu murah. Harga makanan memang mulai dari Rp 15 ribu bagi beberapa pilihan makanan cemilan, tetapi bagi beberapa pilihan main course bisa berkisar dari Rp 40 ribu hingga Rp 150 ribu.

Sambil berkumpul dan menyantap hidangan, biasanya akan ada lantunan musik tradisional khas Sunda. Pada saat malam hari, terkadang juga diadakan pertunjukan live music yang menambah ramai suasana.

Kampung Daun Bandung menyediakan pernak-pernik untuk anak-anak hingga remaja.
Galeri pernak-pernik di Kampung Daun Bandung. Foto: Dok. agendaIndonesia

Dan sesuai dengan konsepnya sebagai Culture Gallery and Café, Kampung Daun Bandung juga menyediakan galeri yang memamerkan dan menjual berbagai jenis souvenir. Bagi pengunjung yang ingin mencari oleh-oleh bisa mendatangi dan melihat-lihat galeri tersebut.

Saat ini, Kampung Daun kini juga menyediakan layanan bagi mereka yang ingin menyelenggarakan sesi foto prewedding maupun perhelatan private wedding. Untuk acara private wedding,tempat ini menyediakan kuota maksimal 150 orang undangan.

Satu hal yang layak untuk dipertimbangkan, direkomendasikan untuk datang ke tempat ini pada sore atau malam hari. Karena selain nuansa pedesaannya, salah satu daya tarik utama tempat ini adalah suasananya di malam hari, dihiasi obor dan api unggun yang terasa indah dan syahdu.

Selain itu, mengingat lokasinya berada di kawasan perbukitan, suhu di tempat ini biasanya cukup dingin, terlebih pada saat malam hari. Sehingga pengunjung disarankan untuk menggunakan pakaian yang hangat agar tak kedinginan.

Kampung Daun Bandung buka setiap hari dari jam 11.00 hingga jam 23.00 pada hari biasa dan jam 00.00 kala weekend. Untuk info lebih lanjut dapat menghubungi (022) 2787915, atau via email cafekampungdaun@gmail.com serta mengunjungi situs resmi kampungdaun.id dan akun resmi Instagram @kampungdaun.

Kampung Daun

Jl. Sersan Bajuri no. 88, Perumahan Villa Triniti, Bandung

agendaIndonesia/Audha Alief P.

*****

Desa Batuan Bali, 1 Relik Sejarah Kuno

Desa Batuan Bali adalah gambaran kehidupan masyarakat Bali sejak zaman dulu.

Desa Batuan Bali merupakan tempat yang tepat bagi pelancong yang ingin melihat dan memahami lebih dekat tentang sejarah dan budaya tradisional masyarakat Bali. Desa yang berada di Kabupaten Gianyar itu hingga kini masih menyimpan beberapa potongan adat dan budaya Bali tempo dulu.

Desa Batuan Bali

Desa ini sejak dulu kala memang sudah identik dengan karya seni dan budayanya. Salah satu bukti kuatnya dapat ditemui dari beberapa peninggalan bangunan candi serta pahatannya yang terdapat di Pura Puseh, salah satu pura tertua di Bali yang usianya sudah sekitar 1.000 tahun.

Ini terdokumentasikan dalam sebuah prasasti yang berada di dalam pura tersebut. Prasasti itu diyakini dibuat pada awal tahun 1020-an, yang memberi gambaran kehidupan dan sistem sosial masyarakat di desa tersebut pada masa itu.

Artefak di utaraPura Puseh Desa Batuan Kemendikbud
Sejumlah artefak di Pura Puseh Desa Batuan Bali. Foto: Dok. Kemendikbud

Diceritakan bahwa desa tersebut awalnya bernama Baturan. Di desa ini terdapat penduduk yang sebagian besar berprofesi dalam bidang seni budaya, seperti citrakara (pelukis), undagi (pengrajin kayu) dan sulpika (pemahat patung).

Disebutkan pula, salah satu alasan utama warga desa ini menekuni seni budaya tersebut adalah sebagai simbol yadnya, yaitu keikhlasan berkarya wujud bersyukur kepada Sang Pencipta. Semangat ini jugalah yang membuat banyak warga desa Batuan Bali masih berkesenian hingga kini.

Salah satu kesenian desa Batuan Bali yang paling terkenal adalah lukisannya. Lukisan dari desa Batuan dikenal memiliki gaya abstrak yang inspirasinya datang dari cerita rakyat, cerita mistis serta mitos sehari-hari yang kadang digambarkan dalam lukisan tentang penyihir atau monster.

Lukisan yang dibuat juga biasanya terlihat ramai dengan detail-detail, yang sering kali berhubungan dengan kisah kehidupan warga sehari-harinya. Begitu detailnya lukisan ini, ia akan terlihat begitu memenuhi kanvas.

Desa Batuan Bali salah satunya dikenal karena karya-karya lukisannya.
Ilustrasi lukisan seniman Bali. Foto: Dok. shutterstock

Dan salah satu ciri khas lukisan desa Batuan Bali adalah dominannya warna hitam dan putih yang menimbulkan kesan kelam dan mencekam. Seni melukis di desa ini disebut telah populer sejak 930-an dan menjadi salah satu seni lukisan Bali paling mahsyur.

Kini pengunjung bisa menemui beberapa galeri-galeri pelukis di desa Batuan. Beragam lukisan dipajang dan bahkan beberapa di antaranya dijual. Harganya pun cukup mahal, paling tidak bisa mencapai jutaan, bahkan puluhan juta rupiah.

Kalau tak punya budget untuk membeli lukisan, ada souvenir seperti cangkang telur yang dilukis ala desa Batuan Bali. Ada yang menggunakan cangkang telur ayam, bebek atau bahkan burung unta asli, ada juga yang hanya tiruan dari kayu. Harganya pun lebih terjangkau, mulai dari Rp 50 ribu.

Desa batuan Bali juga terkenal karena lukisan pada cangkang telur.
Lukisan pada cangkang telur. Foto: dok Tempo dari gettyimage

Selain seni melukis, warga desa Batuan Bali juga merupakan pekerja seni lainnya, seperti memahat patung, mengukir kayu, menenun, dan membuat topeng. Beberapa lainnya juga masih melestarikan budaya tari tradisional.

Salah satu tari tradisional yang identik dengan desa Batuan adalah Tari Gambuh. Seni tari ini kabarnya sudah eksis sejak abad ke-15, yang menggabungkan elemen-elemen seperti tarian, nyanyian, akting dan drama, serta elemen seni visual lainnya.

Tari Gambuh biasanya berisi atraksi tari dengan drama lakon, diiringi oleh seperangkat gamelan yang dinamai gamelan pegambuhan. Tarian ini biasanya dilakukan pada Odalan, salah satu hari raya di Bali yang dirayakan sekitar enam bulan sekali.

Odalan pada dasarnya merupakan perayaan dimana masyarakat Hindu di Bali memohon kepada para dewa agar turun ke Bumi dan memberi rahmatnya kepada Bali dan warganya. Caranya, mereka melakukan beragam ritual dan kesenian tradisional, seperti Tari Gambuh.

Selain itu, Tari Gambuh biasanya juga dilakukan pada festival perayaan bulan purnama, atau di acara-acara seperti pernikahan di desa Batuan Bali. Anda bisa menyaksikan atraksi tari ini kala mereka tampil di sekitar kawasan Pura Puseh.

Rumah-rumah tradisional di sekitar desa ini juga merupakan daya tarik turis lainnya. Rumah tradisional ini bercirikan atap yang terbuat dari rumput ilalang, serta pintu depan berukuran kecil dengan daun pintu yang terbuat dari tanah liat.

Arsitektur rumah tradisional seperti ini menjadi keunikan tersendiri yang tak anda lihat di tempat lainnya. Maka tak jarang beberapa orang melakukan sesi foto seperti pre-wedding dan sebagainya dengan menggunakan latar rumah tradisional ini.

Kurang afdol pula kalau tidak masuk berkeliling di Pura Puseh. Pura yang hingga kini masih digunakan untuk warga setempat sembahyang ini memiliki beragam ornamen ukiran khas Bali, dengan lukisan-lukisan yang menceritakan berbagai lakon cerita rakyat bernapaskan Hindu.

Di Pura Puseh juga pengunjung bisa melihat prosesi sembahyang umat Hindu, serta beragam upacara adat dan keagamaan. Pergelaran tari tradisional seperti Tari Gambus dan sebagainya juga biasa diadakan di sekitar wilayah pura tersebut.

Untuk bisa masuk ke dalam pura, pengunjung akan dikenakan tiket masuk seharga Rp 10 ribu. Selain itu, anda juga diminta untuk menggunakan kain dan menggunakannya dengan cara dililit di pinggang, bagaikan sarung. Kain ini dipakai selama berkunjung ke pura sampai selesai.

Yang perlu diingat, setiap pengunjung diminta untuk tidak menyentuh ukiran, lukisan atau benda-benda yang berkaitan dengan prosesi sembahyang di pura ini. Pengunjung juga diminta berhati-hati untuk tidak melangkahi sesembahan di sekitar area pura.

Di desa ini, pengunjung juga bisa belajar seni melukis, mengukir dan memahat ala desa Batuan. Hanya perlu membayar Rp 100-150 ribu untuk short course. Beragam pilihan guest house sebagai fasilitas penginapan juga tersedia.

Untuk info lebih lanjut bisa menghubungi via email di desabatuan@gmail.com, atau mengunjungi akun Twitter resmi @BatuanDesa serta akun Instagram resmi @desa.batuan.

agendaIndonesia/Audha Alief P.

*****

5 Warung Nasi Pecel Oke di Madiun

Ini 5 warung nasi pecel oke di Madiun. Foto: shutterstock

Ini dia 5 warung nasi pecel oke di Madiun yang paling direkomendasikan bagi wisatawan pecinta kuliner. Sebab, sesuai dengan panggilannya sebagai kota pecel, Madiun kadung identik dengan kuliner nasi pecelnya yang khas, murah meriah dan mudah ditemukan di setiap sudut kota. Ini adalah 5 warung nasi pecel oke, beberapa di antaranya yang dianggap paling terkenal dan legendaris.

Ini 5 warung nasi pecel oke di Madiun, Jawa Timur.

5 Warung Nasi Pecel Oke

  1. Nasi Pecel Pojok Madiun

Bisa dikatakan, Nasi Pecel Pojok Madiun merupakan salah satu dari 5 warung nasi pecel oke di Madiun yang paling terkenal dan melegenda. Maklum, sudah sejak 1965 silam mereka mulai berjualan nasi pecel. Dan sesuai namanya, lokasinya di jalan HOS Cokroaminoto nomor 121 memang berada di satu pojok jalan tersebut.

Secara mendasar, salah satu keunikan nasi pecel khas Madiun adalah cita rasanya yang cenderung lebih gurih dan pedas, sesuai dengan selera orang Jawa Timur pada umumnya. Terlebih bila dibandingkan dengan nasi pecel dari daerah-daerah di Jawa Tengah yang karakter rasanya lebih manis.

Dan karakter tersebut pula yang menjadi daya tarik nasi pecel di warung ini. Nasi pecel disajikan di atas piring dengan bungkus pincuk daun pisang, dengan isian sayur seperti kangkung, daun pepaya, daun singkong, kacang panjang, taoge, dan turi yang kemudian diguyur bumbu kacang yang spicy.

Sebagai teman makan, tersedia lauk seperti tahu dan tempe bacem, lidah dan otak sapi, ati ayam, sate telur puyuh, telur ceplok, dan sebagainya. Setelah memilih lauknya, jangan lupa untuk mengambil rempeyek sebagai pelengkap. Dan sebagai catatan, pengunjung juga bisa meminta kadar pedas bumbu kacangnya sesuai selera, sehingga tak perlu khawatir akan kepedasan.

Selain nasi pecel, tersedia pula dua menu lain yang juga menarik untuk dicoba, yakni nasi rawon dan nasi Bali. Dan yang lebih menarik lagi, harga seporsi nasi pecel di sini hanya Rp 8 ribu saja. Wajar jika kemudian warung yang buka dari jam 05.00 sampai jam 23.00 ini menjadi salah satu tempat santap sarapan, siang dan malam favorit warga setempat.

Nasi Pecel Madiun Enak shuterstock
Ini satu dari 5 warung nasi pecel oke di Madiun, Jawa Timur. Foto shutterstock
  • Depot Nasi Pecel 99

Di kawasan jalan HOS Cokroaminoto tersebut, terdapat pula satu dari 5 warung nasi pecel oke lainnya yang tak kalah hits dan ramai. Depot Nasi Pecel 99, yang alamat persisnya jalan HOS Cokroaminoto nomor 99, juga merupakan destinasi kuliner Madiun yang populer, bahkan kerap dikunjungi figur publik, baik dari dunia hiburan maupun kalangan pemerintahan.

Salah satu nilai jual yang membuatnya digandrungi banyak orang adalah bumbunya yang khas. Sejak mulai berjualan nasi pecel pada 1987, pemilik warung ini selalu konsisten meracik bumbu pecelnya sendiri, yaitu bumbu yang dibuat dari kacang yang disangrai, kemudian dicampur dengan daun jeruk.

Bumbu kacang tersebut melumuri nasi pecel yang berisikan sayur seperti bayam, daun pepaya, taoge, kacang panjang, dan kemangi. Sebagai pelengkap, di atasnya kemudian ditaburi serundeng. Sementara pilihan lauknya meliputi ayam goreng, telur ceplok, telur asin serta olahan sapi seperti daging empal, paru, babat, limpa, otak, dan lain lain.

Tersedia juga varian menu lain seperti nasi rawon, nasi Bali dan garang asem, alias olahan ayam dengan bumbu dan kuah yang bercita rasa asam dan pedas. Kalau masih dirasa kurang lengkap, pengunjung juga bisa menambah rempeyek dan kerupuk puli, kerupuk khas Jawa Timur yang terbuat dari beras atau nasi.

Harganya juga masih tergolong bersahabat. Satu porsi nasi pecel dihargai Rp 10 ribu, sementara pilihan lauknya berkisar dari Rp 2,5 ribu hingga Rp 24 ribu. Warung ini buka dari jam 05.30 sampai 22.30, sehingga Depot Nasi Pecel 99 menjadi opsi menarik baik saat santap sarapan, makan siang atau malam.

  • Nasi Pecel Sri Tanjung

Faktanya, nasi pecel di Madiun bukan hanya jadi santapan favorit kala sarapan atau makan siang saja, tapi juga menjadi bagian kuat dari skena kuliner malam di kota kereta ini. Masih di sekitaran jalan HOS Cokroaminoto, ada sebuah dari 5 warung nasi pecel oke yang khusus berjualan di malam hari, yaitu Nasi Pecel Sri Tanjung.

Warung ini terhitung unik karena hanya mulai berjualan dari jam 18.00 hingga 03.00 dini hari. Wujudnya pun berupa warung tenda sederhana yang memanjang di area trotoar tepi jalan HOS Cokroaminoto nomor 143. Namun jangan salah, warung ini kerap dipadati pengunjung hingga tengah malam.

Banyak yang beranggapan bahwa nasi pecel di sini merupakan salah satu yang terenak di Madiun. Harganya yang seporsi hanya Rp 8 ribu juga tentu menjadi daya tarik lainnya. Apalagi ketika melihat ragam pilihan lauknya, mulai dari ayam bakar, empal, kikil, telur gulung, rolade, paru, babat, sate udang, dan lainnya.

Belum lagi pelengkap seperti rempeyek udang, kerupuk lempeng, atau keripik tempe. Semua lauk dan pelengkap tersebut harganya berkisar dari Rp 2 ribu sampai Rp 22 ribu. Tak hanya itu, pengunjung juga dapat membeli bumbu pecel dari Nasi Pecel Sri Tanjung. Harganya Rp 60 ribu per kg.

  • Nasi Pecel Bu Sugeng

Warung nasi pecel lainnya yang bisa menjadi alternatif wisata kuliner malam di Madiun adalah Nasi Pecel Bu Sugeng. Bukan cuma buka saat malam hari, mereka bahkan buka selama 24 jam setiap harinya. Sehingga sebenarnya warung yang bertempat di jalan Kompol Sunaryo ini bisa saja dikunjungi kapanpun.

Namun karena itu pula, banyak pelanggannya datang saat malam hari, bahkan dini hari. Karena lokasinya berdekatan dengan stasiun kereta api Madiun, tak jarang pengunjungnya adalah penumpang kereta api yang hendak makan malam sebelum berangkat, atau mereka yang baru tiba di Madiun tengah malam atau dini hari.

Keunikan lainnya dari warung ini adalah menu-menunya. Di sini, pengunjung langsung memesan nasi pecel berdasarkan jenis lauknya, seperti misalnya daging empal, paru, limpa, babat, lidah, telur dadar atau telur ceplok. Untuk rentang harganya mulai dari Rp 16 ribu sampai 21 ribu.

Selain nasi pecel, ada pula menu-menu lain seperti nasi rawon, nasi sayur asem dan nasi sayur lodeh, yang semuanya dihargai Rp 8 ribu. Untuk minumannya, mereka mengunggulkan es tomat yang harganya Rp 4 ribu. Pengunjung juga dapat membeli bumbu pecel yang dipakai Nasi Pecel Bu Sugeng, yang dibandrol Rp 80 ribu per kg.

Brem Suling Gading meneruskan tradisi pengolahan makanan khas Madiun. Foto: dok iStock
  • Warung Nasi Pecel Yu Gembrot

Satu lagi warung nasi pecel di Madiun yang legendaris dan jadi rekomendasi bagi wisatawan pecinta kuliner adalah Warung Nasi Pecel Yu Gembrot, yang berada di jalan Imam Bonjol nomor 33. Tempat ini juga jadi salah satu warung nasi pecel favorit banyak figur publik tanah air, yang terlihat dari foto-foto yang terpajang di dinding warung tersebut.

Usut punya usut, usaha nasi pecel ini sudah eksis sejak 1942, ketika nasi pecel masih dijajakan dari rumah ke rumah. Hingga akhirnya sang anak yang akrab dipanggil Yu Gembrot melanjutkan bisnis tersebut dan berjualan di area dekat Pasar Besi Joyo. Dari yang tadinya hanya bersifat warung semi permanen, pada 1990 akhirnya berpindah ke bangunan permanen yang digunakan hingga kini.

Dalam kurun waktu tersebut, Warung Nasi Pecel Yu Gembrot meraih banyak pelanggan dan jadi rekanan di kalangan kantor dinas pemerintah daerah yang kerap memesan untuk acara tertentu. Bahkan, nasi pecel buatan mereka beberapa kali diikutkan dalam lomba festival kuliner di tingkat provinsi dan nasional.

Sepiring nasi pecel yang beralaskan daun pisang berisikan sayur seperti daun singkong, daun pepaya, kacang panjang, taoge, timun krai, dan kembang turi. Bumbu kacangnya kental dan tak berminyak, dengan pilihan rasa pedas, sedang dan tidak pedas, membuatnya lebih bisa diterima banyak lidah.

Menurut mereka, menu-menu yang paling laris dan digandrungi oleh pengunjung adalah nasi pecel empal, nasi pecel lidah, nasi pecel limpa dan nasi pecel telur ceplok. Kendati demikian, mereka juga menyediakan varian lauk lainnya seperti paru, otak, tahu dan tempe bacem, telur dadar, serta tetelan.

Buka dari jam 06.00 hingga 21.30, harga nasi pecel di warung ini berkisar dari Rp 9 ribu hingga 15 ribu, bergantung dari pilihan lauknya. Porsinya yang tergolong pas dan tidak terlalu banyak, membuatnya banyak dipilih sebagai tempat sarapan. Dan untuk melayani lebih banyak pengunjung, kini juga terdapat cabang di jalan HOS Cokroaminoto.

agendaIndonesia/audha alief praditra

—–

Punthuk Setumbu, Keindahan Borobudur Jam 5 Pagi

Punthuk Setumbu adalah sebuah pilihan menikmati ufuk fajar 2021 nanti. Melihat matahari pertama di tahun itu muncul di belakang Candi Borobudur pastilah menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

Punthuk Setumbu

Awalnya, Punthuk Setumbu, yang terletak di Dusun Kerahan, Desa Karangrejo, Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa tengah, hanyalah perbukitan biasa dengan ladang milik masyarakat setempat. Tempat ini menjadi terkenal saat seorang fotografer mengabadikan pemandangan sekitar kawasan ini dan menayangkannya. Pemandangan yang diabadikan itu adalah Candi Borobudur dengan latar belakang matahari terbit.

Namanya makin “mendunia” ketika film Ada Apa Dengan Cinta?2 diputar. Salah satu adegan dalam film tersebut dilakukan di tempat tersebut. Semakin hari, kawasan perbukitan ini semakin ramai oleh pengunjung. Dan hingga saat ini dibuka untuk umum sebagai objek wisata.

Tujuan utama wisatawan datang ke Punthuk Setumbu tentu saja untuk mengambil foto matahari terbit. Tak heran, mereka rela datang di pagi buta supaya tidak terlewat momen tersebut.

Punthuk Setumbu berasal dari bahasa Jawa yang memiliki makna punthuk sebagai gundukan atau perbukitan. Sedangkan setumbu sendiri artinya adalah tumbu atau lebih tepatnya tempat nasi yang terbuat dari anyaman bambu. Jadi nama punthuk setumbu memiliki arti bukit yang bentuknya mirip tempat nasi yang terbuat dari anyaman.

AgendaIndonesia berkesempatan mampir ke tempat ini sekitar empat tahun lalu. Beberapa saat setelah film yang dibintangi Dian Sanstrowardoyo dan Nicolas Saputra itu tayang dan kebetulan ada liputan ke Yogyakarta.

Saat liputan harus terhenti, karena jadwal satu narasumber sedikit mundur karena sedang keluar kota. Apa yang harus dikerjakan? Berpikir cepat, teman fotografer yang menemani mengusulkan mengambil gambar matahari terbit di Punthuk Setumbu.

Diskusinya kemudian, apakah kami berangkat dari Yogya pada pagi-pagi buta, atau memilih menginap di seputaran Borobudur? Kami memilih yang pertama supaya bisa meninggalkan barang-barang di penginapan di Yogya daripada menggotongnya mondar-mandir.

Namun berangkat dari Yogya itu artinya kami harus bangun pagi lewat tengah malam lantas bergegas menembus gelap menuju Muntilan lalu belok ke barat arah Borobudur. Bukan waktu yang nyaman melakukan perjalanan. Terutama karena harus menyetir mobil.

Untungnya perjalanan pagi itu lumayan asyik. Keluar dari hotel jam menunjukkan pukul dua dini hari. Jalanan praktis sepi. Jalur Yogyakarta-Magelang yang biasanya sesak di pagi hingga siang hari, ketika itu nyaris kosong. Jarak dari kota Yogya ke Borobudur sejauh sekitar 40 kilometer yang biasanya ditempuh 1,5 jam, pagi itu cuma dilalap dalam waktu sekitar 35 menit. Itupun dengan kecepatan yang cukup santai.

Pukul 2.35 menit kami sampai di depan Pasar Borobudur. Pasar tradisional yang berjarak sekitar satu kilometer dari candi. Masih cukup sepi, hanya beberapa orang menurunkan dagangan. Kepada mereka kami bertanya soal arah menuju Punthuk Setumbu.

Dari pasar sesungguhnya tak terlalu jauh. Hanya sekitar 2-3 kilometer dan jalanan beraspal halus. Setidaknya ketika itu. Kami sempat berpikir cari kopi dulu di sekitar pasar. Namun para pedagang menyarankan langsung naik saja. Mereka juga menyebut ada warung kopi di titik awal naik.

Kami mengikuti saran tersebut sambil berpikir kemungkinan lokasinya yang sepi dan gelap. Ternyata kami keliru. Menjelang sampai di dekat jalan naik jalanan tampak ramai. Banyak mobil, dari mobil kecil hingga minibus, berjajar parkir. Di bagian lain puluhan sepeda motor juga terparkir cukup rapi. Suasana cukup ramai, dan yang jelas cukup terang.

Loket retribusi naik Punthuk Setumbu ada di dekat warung makan. Satu orang lokal dikenai Rp 20 ribu.

Pukul 3.30-an sejumlah portir meminta kami mulai mendaki. Mendaki? Ya, untuk ke Punthuk Setumbu kami harus menaiki tangga memutari bukit setinggi 400-an meter. Ada deretan anak tangga yang dibagi dalam tiga stage. Di tiap akhir stage ada bordes untuk berhenti sejenak ambil nafas. Di sana biasanya ada portir yang menjaga dan memberi cahaya dari senter. Bersama kami ada sekitar 20-an pengunjung.

Punthuk Setumbu, sebuah bukit di barat candi Borobudur. Sebuah tempat untuk menyaksikan matahari terbit dengan pemandangan Borobudur.
Pengunjung Punthuk Setumbu mengabadikan matahari terbit dengan latar depan candi Borobudur.

Hampir setengah jam berjalan, kami sampai puncak. Ini lebih mencengangkan lagi. Ternyata di puncak hampir mirip pasar malam. Ada sekitar 200-an orang di sana. Masing-masing telah mengambil posisi. Duduk atau berdiri. Entah siapa yang mengatur, tapi posisinya seperti orang duduk di ampitheater. Agak melengkung menatap ke satu arah.

Cukup banyak yang membawa kamera cukup serius (baca: dengan tripod dan lensa tele). Saat itu doa semua orang sama: tidak ada mendung dan matahari muncul dengan ceria.

Dan doa kami semua terwujud. Sekitar 27 menit setelah adzan subuh mengema di lembah, sebaris warna jingga muncul di cakrawala. Menit demi menit matahari beringsut naik. Hingga pada satu ketinggian, secara dramatis siluet Borobudur muncul dari balik kabut pagi dengan cahaya matahari menyorotinya. Luar biasa.

Dan drama itu berlangsung sekitar 30-an menit. Selesai selepas pukul 5 pagi. Maka perlahan para penikmat matahari terbit itu turun bukit.

Teman fotografer menyebut pengalaman itu sebagai cara lain menikmati candi Borobudur. Ia mungkin benar, saya seperti melihat Borobudur yang ‘baru’. Yang berbeda dengan saat masa kanak-kanak dulu.

Ayo, jangan lupa agendakan perjalananmu ke Magelang dan nikmati pesona elok dari perbukitan menoreh. Serta menikmati opera Borobudur di saat fajar menyingsing.

Waktu terbaik untuk datang ke kawasan ini pada adalah saat musim kemarau, yakni mulai Juli hingga Agustus. Pada saat itu, matahari kemungkinan besar tak terhalang awan atau mendung.

agendaIndonesia

****