Remote Control Boat, 1 Balapan Air di Darat

Remote Control Boat adalah permainan di atas air. Biasanya di danau kecil atau sungai yang arusnya tidak terlalu deras. Meskipun permainan air, pemainnya tida berbasah-basah, mereka memacu adrenalin di pinggiran danau.

Remote Control Boat

Perahu mungil itu melesat. Ia membelah permukaan air Danau Sunter, Jakarta Utara,https://jakarta.go.id/ begitu cepat. Beberapa pemancing di pinggir danau seakan tak terganggu dengan kehadiran perahu-perahu mungil berkecepatan tinggi yang mengelilingi danau di Minggu siang itu.

Sesekali, perahu berwarna kuning itu bermanuver lincah. Berbelok mengitari cone di tengah danau dengan tak kalah gesit, lalu kembali melesat. Entah sudah berapa kali mengelilingi arena, perahu tadi kemudian terlihat melaju pelan dan merapat ke dermaga. Sang pemilik yang sudah berada di pinggir dermaga kemudian mengangkatnya ke darat. Aura kepuasan terpancar dari raut wajahnya.

“Ada kenikmatan tersendiri saat memainkan RC (remote control) boat racing ini,” ungkap Abui kepada TL yang menemuinya siang itu. “Saya seakan meraih kepuasan saat memainkan RC boat racing.”

Kepuasan yang tak dapat dijabarkan lewat kata-kata itu dirasakan pula oleh Ivan. Pria ini mengaku mengenal RC boat racing 15 tahun lalu. Sebelumnya, Ivan mengungkapkan sempat memainkanRC car dan RC flight. “Namun sensasi kenikmatan saya rasakan lewat RC boat racing ini,” ujarnya. “Saya memang suka dengan kecepatan,” tuturnya.

Permainan RC boat racing di Indonesia sejatinya sudah dikenal lama. Namun terasa kurang populer dibandingkan dengan RC car atau RC flight. Mungkin karena RC boat racing butuh area khusus, seperti danau untuk dapat memainkannya. Namun, kata Ivan, RC boat racing mulai digemari sekitar dua tahun lalu seiring dengan maraknya pertandingan RC boat racing.

Sekadar informasi, RC Boat International Race pernah digelar di Pontianak, Kalimantan Barat, pada Desember 2015. Ajang berskala internasional itu diikuti oleh peserta dari beberapa negara di Asia Tenggara, seperti Malaysia, Brunei, Singapura, Vietnam, dan Thailand. Pertandingan serupa juga kerap digelar di negara-negara Asia Tenggara tersebut. Ivan mengaku beberapa kali sempat bertanding di negara-negara tersebut.

Atau bisa jadi, karena cara pengoperasian dianggap sulit, RC Boat kurang diminati. “Padahal gampang kok. Pemain hanya cukup mengoperasikannya lewat pengendali jarak jauh alias remote control,” kata Rudy. Pelatuk di remote, katanya, cukup ditekan atau dilepaskan untuk menambah atau mengurangi kecepatan. Sementara tombol putar digunakan untuk mengendalikan arah perahu ke kiri atau ke kanan.

Sedangkan untuk perahu sendiri memang butuh pengetahuan karena menggunakan mesin bermotor jenis dua tak. “Tapi tetap tidak sulit. Paling setahun kita sudah dapat memahaminya,” ujar Abui yang memiliki koleksi enam buah RC boat racing menimpali. Lagipula, menurut Abui, mengutak-atik perahu memberikan keasyikan tersendiri.

Abui menyebutkan, RC boat memiliki beberapa jenis yang disesuaikan dengan umur atau kapasitas penggunaannya. Untuk pemula, ada beberapa varian perahu yang bisa dipilih, di antaranya jenis Catamaranyang mudah dioperasikan. Namun bagi yang sudah mahir, biasanya memilih RC Boat jenis balap yang memilki banyak varian, seperti Formula One.

Harganya pun bervariasi. Harga RC boat racing berkualitas sedang, kata Abui, harganya di bawah Rp 10 juta. Sementara yang berkualitas lebih baik biasanya mencapai Rp 14 juta. Perawatannya relatif mudah dan murah. ”Kocek yang dikeluarkan setidaknya setimpal dengan kepuasan yang kita peroleh,” ujarnya sembari terkekeh.

remote control boat tidak semuanya jenis racing. Ada pula yang lebih santai bermainnya.
Remote control boat tak semuanya jenis racing, ada juga yang lebih santai. Foto: unsplash

Abui, Ivan, dan Rudy merupakan anggota yang tergabung dalam Jakarta Boat Modeling Club (JBMC). Klub yang berdiri pada 2006 ini terus berkembang. Para anggotanya berasal dari berbagai kalangan dan profesi. Saat kopi darat untuk bermain RC boat, mereka biasanya berbagi pengetahuan, pengalaman, dan hal-hal lainnya tentang RC boat. Lewat media sosial, seperti Facebook, anggota JBMC terus bertambah. Hingga kini sudah ada sekitar 700 orang di Indonesia.

”Jerih payah saya bersama teman-teman untuk mengumpulkan para penggila RC boat terealisasi,” kata Andy Lofri, mantan Ketua JBMC yang kini menjabat sebagai bidang organisasi.

Bergabung dengan JBMC tidak sulit. Para penggemar RC boat racing cukup mendaftarkan diri dan membayar iuran setiap bulan sebesar Rp 100 ribu. Uang itu digunakan untuk pengelolaan sarana dan prasarana, misalnya membayar tim penyelamat (rescue team) yang selalu sigap untuk mengambil perahu jika perahu terjungkal atau mati mesin di tengah danau.

Tim penyelamat yang menggunakan perahu bermotor ini jelas sangatlah penting. Kehadiran mereka sangat membantu mewujudkan para penggemar RC boat racing meraih kenikmatan di atas air.

agendaIndonesia/Andry T./ Wisnu AP/untuk TL

*****

Liburan 2 Hari di Tanjung Bira

Liburan 2 hari di Tanjung Bira Suawesi Selatan

Liburan 2 hari di Tanjung Bira mungkin bisa menjadi pilihan liburan. Terletak di ujung selatan Sulawesi Selatan, atau tepatnya berada di Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba, Pantai Tanjung Bira menjanjikan pantai dengan pasir putih lembut.

Liburan 2 Hari di Tanjung Bira

Menuju ke Tanjung Bira memang perlu sedikit usaha karena loksinya yang berada sekitar 40 kilometer dari kota Bulukumba, atau 200 kilometer dari Makassar, ibukota Sulawesi Selatan. Butuh waktu sekitar 3-4 jam atau enam jam melalui jalan darat untuk mengunjunginya.

Menghabiskan waktu pada akhir pekan sebenarnya ada banyak pilihan. Terbang ke Makassar pengunjung tak hanya bisa menikmati satu pantai, tapi dua pantai yang berdekatan, Bira dan Bara. Ini bisa membuat liburan dua-tiga hari jadi luar biasa. Keindahan alam, beragam cita rasa, dan bahkan pesona budayanya menjadi pengalaman nan komplet.

Lalu apa saja yang bisa dilakukan selama liburan 2 hari di Tanjung Bira itu? Ini mungkin bisa menjadi alternatif berlibur.

Hari Pertama: Jeneponto, Bantaeng, dan Pantai Bira

Ada pilihan beragam tiba di Makassar untuk liburan 2 hari di Tanjung Bira dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Hanya dalam waktu 2,5 jam, pengunjung sudah menginjakkan kaki di Bandara Internasional Hasanuddin, Makassar. Dengan penerbangan pukul 05.00 pada pukul 08.30 waktu setempat, Anda sudah bisa ke luar dari bandara dan segera meluncur ke Tanjung Bira di Kabupaten Bulukumba.

Dibutuhkan waktu sekitar enam jam dengan kendaraan roda empat untuk melintasi Takalar-Jeneponto-Bantaeng-Bulukumba hingga tiba di Bira. Saran saja, untuk dapat menikmati keindahan warna langit saat matahari terbenam, sebaiknya memang berangkat ke tempat ini sebelum tengah hari.

Jangan khawatir akan mengalami perjalanan panjang yang membosankan. Justru sebaliknya, pengunjung akan menemukan pemandangan yang berlainan di setiap daerah. Saat melintasi Jeneponto, mungkin pengunjung memang akan menemukan nuansa gersang. Sejauh pandang mata hanya hamparan padang rumput menguning, pepohonan meranggas, serta jajaran pohon Tala. Ini dikenal sebagai pohon siwalan atau lontar. Selain itu ada kuda-kuda berkulit gelap, bahkan ladang-ladang garam.

Bila merasa lelah, pengunjung dapat singgah di warung-warung buah-buahan segar. Di lintasan Jeneponto, kita akan dapat menemukan Ballo: sejenis tuak atau arak tradisional khas Sulawesi Selatan. Rasanya manis, harganya dipatok mulai Rp 15 ribu dalam kemasan botol plastik berukuran besar dan sedang. Dulu minuman itu hanya dinikmati di perjamuan-perjamuan kalangan istana.

Jika masih memiliki waktu, terutama bagi petualang kuliner, jangan lewatkan coto kuda khas Bumi Turatea—sebutan untuk Jeneponto. Konon coto tersebut berkhasiat menyembuhkan sejumlah penyakit. Selain itu, bagi yang percaya, coto itu dapat menghilangkan pegal-pegal dan nyeri tulang serta meningkatkan gairah dan vitalitas tubuh. Seporsi coto kuda itu dihargai Rp 20-25 ribu.

Selepas Jeneponto yang gersang, Butta Toa—julukan untuk Kabupaten Bantaeng—menyambut dengan penuh kesejukan. Jalan-jalan terutama di pusat kota kabupaten dipayungi rimbun pepohonan dan diwarnai hijau persawahan. Tampak sekali daerah ini begitu tertata.

Dalam kisaran 60-90 menit perjalanan dari Bantaeng, pengunjung akan memasuki Kawasan Wisata Tanjung Bira. Setiap pengunjung dikenai biaya retribusi sebesar Rp 5.000 untuk anak-anak, Rp 10 ribu untuk dewasa, dan khusus turis mancanegara harganya berbeda. Apabila membawa mobil pribadi, ada biaya tambahan.

Untuk akomodasi tak perlu khawatir, ada beragam jenis penginapan dalam kawasan Wisata Tanjung Bira. Biaya terendah sekitar Rp 200 ribu untuk satu malam dengan kamar berlantai kayu dan berdinding bambu serta dua tempat tidur. Selain itu, dilengkapi kipas angin dan kamar mandi yang berada dalam, namun tanpa sarapan. Untuk yang ingin kenyamanan tinggi bisa memilih resor dan hotel dengan tarif yang bervariasi

Selanjutnya, saatnya menikmati senja pertama dan malam di Pantai Bira. Selama tidak datang pada masa liburan dan akhir pekan, pengunjung tidak akan terganggu oleh keramaian.

Liburan 2 hari di Tanjung Bira bisa dilakukan juga untuk mengunjungi pembuatan kapal Phinisi.
Kapal Phinisi yang merupakan produksi Tanjung Bira dalam sebuah pelayaran. Foto: Dok. Unsplash-Johny Africa

Hari Kedua: Pantai Bara dan Tana Beru

Hanya dalam 15 menit dari Pantai Bira menuju arah barat bisa ditemukan Pantai Bara. Suasana yang ditemukan sungguh berbanding terbalik: bersih, tenang, tak ada deretan panjang warung, dan keramaian orang.  

Belakangan tak sedikit pengunjung, terutama anak muda, memilih bermalam di tepian Bara. Mereka membawa bekal kantong tidur, tenda, hingga makanan dan minuman. Alasannya sederhana saja, mereka ingin tenggelam dalam suasana dari detik-detik terbenamnya matahari, ketenangan pada malam hari dengan musik debur halus ombak, dan keindahan fajar pada pagi harinya. Tentunya tanpa melewatkan sensasi halus pasir putih yang hangat.

Dan tidak sah rasanya apabila telah datang ke Butta Panritta Lopi—tanah para ahli pembuat Perahu Pinisi—namun tidak menyempatkan singgah di Tana Beru yang merupakan sebuah kelurahan di Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba.

Tana Beru merupakan pusat pembuatan alat transportasi laut terandal. Jika masyarakat setempat sedang mengerjakan pesanan, beruntunglah pengunjung dapat melihat pembuatan perahu pinisi secara langsung.

Liburan 2 hari di Tanjung Bira bisa dilakukan melalui jalan laut dari Pelabuhan Makassar.
UnsPelabuhan Makassar. FotoL Dok. Arif hidayat-unsplash

Selepas makan siang, saatnya kembali ke Makassar. Bila ingin langsung kembali ke Jakarta bisa pilih penerbangan terakhir pada pukul 21.30 WIT. Solusi alternatif dapat menginap semalam di Makassar dan kembali ke Jakarta esok pagi. Bila harus segera kembali bisa pilih jadwal penerbangan paling pagi pukul 06.00.

agendaIndonesia/TL

*****

4 Tempat Belanja Asyik Batik Jambi

Ini 4 tempat belanja asyik batik di Jambi. Dok Tokopedia

ini 4 tempat belanja batik Jambi, daerah ini juga memiliki kultur batik yang cukup kuat. Disinyalir, budaya batik di Jambi sudah ada sejak era Kerajaan Melayu, yang berpusat di wilayah Jambi. Batik dianggap sebagai pakaian adat yang biasa dikenakan oleh kalangan kerajaan dan bangsawan. Bahkan corak batik tersebut juga kerap terlihat pada ornamen rumah adat Jambi, kajang lako.

LD909pkx Bams jambiprov id
Museum Menara Gentala Arasy di Jambi, dari sini bisa ke 4 tempat belnja asyik batik. Foto: dok, bans.jambiprov.go.id

4 Tempat Belanja Asyik Batik

Secara umum, batik Jambi banyak terinspirasi dari lingkungan alam dan makhluk hidup, utamanya flora dan fauna. Pewarnaannya pun bergantung pada bahan alami yang lazim ditemukan di wilayah Jambi, seperti pohon secang yang kayunya cenderung berwarna kuning kemerahan. Bagi yang sedang melancong ke Jambi dan tertarik membeli batik Jambi untuk oleh-oleh, ini adalah 4 tempat belanja batik yang ramai dikunjungi wisatawan.

  1. Batik Jambi Berkah

Salah satu dari 4 tempat belanja asyik batik Jambi yang terhitung cukup legendaris adalah Batik Jambi Berkah, yang terletak di jalan Sumantri Brojonegoro nomor 50-54. Berkah, yang menurut mereka merupakan akronim dari “bersama keluarga akan harmonis” memang merupakan usaha keluarga yang memiliki spesialisasi sebagai fashion designer yang sudah berbisnis batik sejak 1987.

Toko ini secara umum berfokus kepada produk fashion batik yang siap pakai, seperti kemeja, jaket bomber, blouse, mukena dan sebagainya. Produk-produk mereka tergolong stylish dan memadukan motif batik tradisional dengan pakaian bergaya masa kini, sehingga peminatnya tidak hanya kalangan konsumen domestik, namun juga mancanegara.

Meski demikian, mereka juga tetap menyediakan produk kain batik dengan beragam motif klasik khas Jambi seperti Biji Kopi, Durian Pecah, Biji Timun, Daun Keladi dan Angso Duo. Motif-motif tersebut tersedia baik dalam format batik tulis maupun batik cap. Untuk kain batik tulis dihargai Rp 875 ribu, sementara kain batik cap harganya Rp 200 ribu.

Mereka bahkan telah memamerkan produk-produk pakaian pria dan wanita mereka dalam berbagai gelaran fashion show baik di dalam maupun luar negeri. Sehingga toko yang buka setiap hari dari jam 08.00 sampai 21.00 itu menjadi pilihan tepat untuk berbelanja batik Jambi yang otentik dan berkualitas teruji.

Ini 4 tempat belanja asyik batik di Jambi.
Ini 4 tempat belanja asyik batik di Jambi. Foto: Dok. tokopedia
  • Sanggar Batik Selaras Pinang Masak

Sanggar Batik Selaras Pinang Masak adalah toko kerajinan batik Jambi yang terbilang unik, karena arsitekturnya yang mengikuti gaya rumah adat kajang lako. Nuansa di dalamnya pun juga terkesan tradisional dengan penggunaan perabotan antik. Lokasinya berada di jalan KH. Ibrahim, yang berdekatan dengan sungai Batanghari.

Area tersebut, yang dikenal sebagai Desa Mudung Laut, memang dikenal sebagai sentra pengrajin batik Jambi. Banyak sanggar pengrajin batik di desa tersebut yang hingga kini terus eksis memproduksi kain dan produk pakaian batik. Sanggar Batik Selaras Pinang Masak yang didirikan pada 1995 merupakan salah satu sanggar terbesar di sana.

Ada beberapa produk batik yang dapat ditemukan di sini, mulai dari kemeja, kain songket, syal hingga kain bahan. Produk seperti kemeja dihargai Rp 250 ribu, kain songket Rp 365 ribu dan syal Rp 30 ribu. Adapun kain bahan rentang harganya dari Rp 130 ribu hingga 300 ribu, tergantung dari jenis motifnya.

Tak hanya itu, di sanggar ini hampir setiap harinya juga terdapat demo proses pembuatan batik secara tradisional, yang dapat ditonton oleh pengunjung secara langsung. Sebagai catatan, Sanggar Batik Selaras Pinang Masak buka setiap Senin sampai Sabtu dari jam 09.00 hingga 16.00, serta tutup setiap hari Minggu.

  • Rumah Batik Azmiah

Toko dan pengrajin batik Jambi lainnya yang legendaris adalah Rumah Batik Azmiah, yang sudah berjualan batik sejak 1985. Berlokasi di jalan KH. Hasan Anang, ini salah satu 4 tempat belanja asyik batik ini juga dikenal dengan produk batiknya yang didominasi warna kemerahan, yang sebenarnya juga merupakan salah satu ciri khas batik Jambi.

Mereka juga dikenal sebagai pengrajin produk batik premium, karena mayoritas produk mereka adalah batik tulis yang butuh waktu pengerjaan antara 1 hingga 2,5 bulan. Meskipun belakangan mereka juga menawarkan produk batik yang mengombinasikan teknik batik tulis dengan teknik baru yang mereka sebut batik tulis digital, atau batik yang dicanting secara digital, alih-alih dicetak atau dicap.

Lini produk mereka juga kebanyakan berfokus pada kain bahan, sarung serta tengkuluk, yakni penutup kepala sejenis hijab tradisional yang populer di Jambi. Menurut adat di sana, pemakaian tengkuluk selain merujuk kepada syariat Islam untuk menutup kepala wanita, juga sebagai penanda status; bagian ujung tengkuluk yang menjuntai ke kanan pertanda sudah menikah, sedangkan kalau ke kiri berarti belum menikah atau sedang single.

Maka jangan heran kalau harga produk mereka juga merefleksikan positioning mereka sebagai pengrajin produk batik premium, yang kisarannya mulai dari Rp 500 ribu hingga 6 juta. Namun dengan kualitas produk yang sudah diakui pada level lokal, nasional dan internasional, tak ada salahnya mampir berkunjung ke toko yang buka setiap hari dari jam 08.00 sampai 17.00.

Ini 4 tempat belanja asyik batik di Jambi. Gunung Kerinci salah satu inspirasi motif batik.
4 Tempat belanja asyik batik di Jambi. Gunung Kerinci salah satu inspirasi motif batik Jambi. Foto: dok unsplash
  • Batik Jambi Ria Lestari

Satu lagi toko batik Jambi yang jadi rekanan adalah Batik Jambi Ria Lestari, yang berada di jalan Sultan Agung Simpang Pulai nomor 5. Buka setiap hari dari jam 09.00 hingga 18.00, toko ini juga sudah berjualan batik selama sekitar 20 tahun lamanya, dengan produk-produk seperti kemeja, selendang, sarung dan kain bahan.

Yang unik, toko ini juga menerima pesanan kain maupun kemeja batik. Pemesan dapat memilih motif yang ingin dipakai, pemakaian untuk seragam atau individu, serta jenis kain yang dipakai, baik itu katun, sutra, semi sutra dan santung. Harga pun bervariasi, semisal untuk kain harganya mulai dari Rp 95 ribu hingga 165 ribu, sementara untuk kemeja Rp 180 ribu sampai 230 ribu.

agendaIndonesia/audha alief praditra

—–

Penyu Belimbing, 2 Pantai Favorit Bertelur

Penyu Belimbing punya tempat bertelur favorit di Tambrauw Papua Barat.

Penyu Belimbing atau dikenal dengan nama latin Dermochelys coriaceadi ternyata punya tempat favorit untuk bertelur, dan itu di Kabupaten Tambrauw, Papua Barat. Taman Pesisir Jeen Womom, yang meliputi wilayah Pantai Jamursba Medi (Jeen Yessa) dan Pantai Warmon (Jeen Syuab), menjadi satu-satunya tempat bertelur rutin penyu Belimbing di Indonesia.

Penyu Belimbing

Berdasar data World Wide Fund for Nature (WWF), misalnya, sepanjang 2017 tercatat 1.240 sarang penyu belimbing ditemukan di pesisir tersebut. Peneliti penyu senior Universitas Udayana, Ida Bagus Windia Adnyana, menyebut jumlah itu tercatat sebagai salah satu yang terbesar di dunia.

Penyu Belimbing yang ditemukan di pesisir Jeen Womom umumnya hanya yang berjenis kelamin betina dan berusia 15-30 tahun. Sepanjang tahun 2019, 281 ekor mendarat di sana untuk menetaskan tukik-tukiknya.

Biasanya setelah bertelur, penyu Belimbing akan kembali ke perairan Samudra Pasifik dan berenang sampai perairan California, Amerika Serikat, tepatnya di Pantai Monterey. Di sana mereka memburu makanan utamanya, yakni ubur-ubur jelly blubber atau Catostylus mosaicus.

Keberadaan penyu belimbing di perairan California itu disebut membantu mengontrol lonjakan populasi ubur-ubur yang sering menguasai kawasan perairan wilayah itu. Karena itu, masyarakat California mesti ikut menjaga kelangsungan hidup penyu belimbing karena kalau punah, lonjakan populasi ubur-ubur tidak terkendali.

Setelah makan dan bereproduksi, penyu Belimbing akan berenang kembali mengikuti arus menuju Pantai Jeen Womom. Mereka berenang kira-kira enam bulan untuk sampai ke perairan Papua Barat. Dalam perjalanannya, penyu itu akan mampir ke feeding ground atau tempat mencari makan. Salah satunya di Pulau Kei, Maluku Tenggara.

Sesampainya di Jeen Womom, penyu belimbing bakal berputar-putar mencari tempat untuk bertelur. Konon, pantai tersebut mereka pilih karena memiliki kualitas pasir yang lembut dan cocok untuk penetasan tukik penyu Belimbing.

Dalam proses bertelur, penyu akan menggali lubang sedalam satu meter. Sekali bertelur, telur penyu belimbing berjumlah lebih-kurang 80 butir. Tukik akan menetas setelah 60 hari.  

Penyu Belimbing memiliki ciri unik. Utamanya tentu soal ukuran tubuhnya yang berukuran paling besar dibanding penyu jenis lainnya. Panjang lengkungan punggungnya mencapai sekitar 1,2-2,4 meter.

Penyu ini juga merupakan penyu satu-satunya yang tidak memiliki karapas keras. Sedangkan bentuk punggungnya menyerupai belimbing yang memiliki uliran tajam.

Adapun rahang penyu sangat lunak. Inilah yang membuat penyu harus menyantap makanan yang juga lunak, seperti ubur-ubur. Telur penyu Belimbing abnormal karena tidak memiliki kuning telur. Ukuran telurnya sebesar bola tenis.

Telur penyu belimbing menjadi incaran utama predator darat. Manusia, babi, dan anjing hutan menjadi ancaman terbesar punahnya penyu belimbing dan tukik-tukiknya.

Di Indonesia, penyu belimbing pernah bertelur di sejumlah tempat. Misalnya di Aceh dan kawasan Sukamade di Jember, Jawa Timur. Namun tidak terprediksi dan tidak rutin. Bisa jadi mereka hanya terbawa arus karena penyu kan berenang mengikuti arus. Jumlah penyu Belimbing di Aceh tak sampai 10 persen. Itupun tak terprediksi selalu ada. 

Banyak wisatawan tertarik menyaksikan penyu yang konon telah langka itu. Penyu ini bertelur sepanjang tahun. Pada Januari sampai Juni, penyu akan bertelur di Pantai Jamursba Medi. Sedangkan pada Juli sampai Desember, penyu akan bertelur di Pantai Warmon.

Dinas Perikanan Kabupaten Tambrauw menerapkan aturan khusus apabila ada wisatawan ingin mengamati penyu bertelur. Sebab, penyu sangat sensitif. Ada beberapa hal yang wajib diperhatikan, seperti berikut ini.

  • Menggunakan Senter Merah

Wisatwan wajib menggunakan senter atau lampu berwarna merah. Lampu itu hanya dinyalakan seperlunya. Adapun cahaya lampu tak boleh langsung ditembakkan ke wajah penyu. Bila terkena cahaya, penyu akan kehilangan orientasi arah.

  • Mendekat dari Belakang

Cara mendekati penyu adalah dari belakang dengan mengikuti bekas jejaknya. Usahakan merunduk dekat pasir. Anda harus menjauh apabila penyu menunjukkan tanda-tanda terganggu.

  • Waktu Mengamati

Waktu mengamati penyu tak boleh lebih dari 30 menit. Selama mengamati itu pula, Anda tidak boleh bersuara dan harus bergerak sangat pelan.

  • Etika Memotret

Anda tidak diperkenankan memotret penyu yang sedang mengeluarkan telur. Pemotretan hanya boleh dilakukan ketika penyu telah selesai bertelur. Hindari pemotretan yang terlampau lama karena akan membuat penyu tidak nyaman.

  • Etika melihat Tukik yang menetas

Tukik yang baru menetas harus terhidar dari lampu senter dan blitz kamera. Maka itu, wisatawan tidak dibolehkan menyalakan lampu selama tukik berjalan di pantai hingga masuk ke laut.

  • Cara bertemu Penyu di Laut

Saat di laut, wisatawan harus menjaga jarak aman dengan penyu. Mereka tidak boleh mengganggu penyu yang sedang istirahat, kawin, atau makan. Penyu harus didekati dengan pelan-pelan. Anda juga harus menjauh bila penyu merasa terganggu. Selain itu, dilarang melempar, menembak, menangkap atau menunggangi penyu. Penyu juga tak boleh diberi makan.

  • Berkemah di Pantai Tempat Penyu Bertelur

Bila wisatawan membuka tenda di wilayah tempat bertelurnya penyu, mereka tidak boleh menyalakan api unggun. Sampah pun tidak boleh ditinggalkan. Semua harus dibawa pulang kembali karena dapat mengancam ekosistem penyu.

agendaIndonesia/Rosana

Melompat Spin 180 Derajat Pada Wakeboarding

Melompat spin 180 derajat atau 360 derajat (spin di sini artinya badan berputar) dalam permainan boat wakeboarding (wakeboarding dengan ditarik perahu) sangat sulit dilakukan. Harus dilakukan cepat, pada kecepatan perahu rendah. Demikian juga dalam permainan skateboarding, bahkan lebih beresiko fatal, karena kalau gagal akan jatuh terhempas ke lantai. Namun, kesulitan itu tidak akan banyak berarti di arena permainan kabel wakeboarding. Semua bisa dilakukan mudah, dan yang pasti lebih aman, karena kalaupun gagal resikonya hanya akan jatuh tercebur air.

Melompat Spin 180 Derajat

Semua seni akrobat dalam wakeboarding, skateboarding, atau kitesurfing, bisa dilakukan dengan lebih mudah di kabel wakeboarding. Ini cocok bagi awam karena aman dan tidak perlu belajar lama. “Satu jam mencoba, pasti sudah bisa. Juga tidak perlu harus bisa berenang, karena semua pemain dilengkapi pelampung,” ujar Carlos Pangemanan, atlet nasional boat wakeboarding, di Epic Cable Park, Ancol, Jakarta Utara, satu-satunya arena kabel wakeboarding di Jakarta.

Di kota-kota negara tetangga, seperti Singapore, Kuala Lumpur, Bangkok, dan Phuket, ini permainan yang sudah sangat populer. Disukai untuk leisure, karena praktis, aman, singkat, dan penuh tantangan.

Penasaran, saya pun mencobanya bulan lalu di Ancol. Dengan membayar Rp 175 ribu untuk bermain selama dua jam (paket termurah), semua peralatan main sudah disediakan, yakni boarding binding (papan selancar dengan sepatu), pelampung, helm, dan handle (pegangan yang terhubung ke kabel penarik). Dengan bantuan kru, saya memakai semua perlengkapan, dan kemudian mencebur ke laut, mengapung dengan posisi seperti tengah jongkok. Berhenti sebentar untuk penyesuaian diri dengan lingkuangan air yang dingin. Dengan bantuan remote control wireless, operator pun memberi aba-aba siap meluncur.

Secara perlahan, dimulai pada kecepatan sekitar 20 mph (meters per hour), kabel layang pun mulai menarik handle di tangan, dan secara perlahan-lahan badan dengan kaki terikat papan luncur, tertarik ke atas untuk mendapatkan posisi berdiri. Setelah berdiri di atas papan dengan stabil, kecepatan luncuran pun akan ditingkatkan hingga sekitar 25 mph. Maka meluncurlah saya di atas air dengan santai. Dengan panjang lintasan sekitar 140 meter, saya pun bolak-balik menikmati boarding sailing. Kadang kaki kanan pada posisi di muka, kadang di kiri, bolak-balik ketika berganti arah. Rasanya sungguh sensasional, meluncur di atas air arena terbuka, membelah hembusan angin. Berkelok-kelok melintasi berbagai halang rintang yang dipasang di tengah danau.

Merasa posisi stabil dan bisa melaju dengan nyaman, saya pun minta operator meningkatkan kecepatan hingga 30 mph. Tangan mesti tetap stabil memegang handle, dan jaga jangan sampai badan terjatuh. Kaki mesti kuat berpijak di papan luncur, namun juga mesti santai dan rileks buat bergerak. Posisi badan pun dibuat stabil mengikuti irama gerakan kaki. Wow, hati berdesir. Adrenalin meningkat, dan seakan tubuh keranjingan tidak ingin berhenti meluncur.

Pelan-pelan, saya pun mencoba adegan relay, yakni adegan terbang ditarik kabel seperti seorang superman sedang terbang. Ini seni akrobat paling sederhana dalam permainan wakeboarding. Dengan kecepatan sekitar 25–30 mph sebenarnya mudah dapat dilakukan dengan meningkatkan tekanan pijakan pada boarding, sambil melompat tinggi, dan turun lagi dengan pinjakan yang lebih kuat menahan hentakan air, sambil tetap menjaga keseimbangan tubuh. Sayang, tampaknya saya masih belum cukup jam terbang dalam adegan ini.

Melompat spin 180 derajat dalam wakeboarding membutuhkan konsentrasi dan ketrampilan yang tinggi.
Melompat spin 180 derajat dalam wakeboarding membutuhkan ketrampilan yang tinggi. Foto: Ilustrasi-unsplash

Dalam permainan wakeboarding, ada tiga unsur dasar gerakan akrobat yang biasanya dimainkan, yakni relay (terbang melayang), spin (badan berputar 180 derajat atau 360 derajat), dan invert (salto). Dan varian-varian lain yang menggabungkan ketiga unsur gerakan ini.

“Dulu dengan boat wakeboarding saya bertahun-tahun belajar gerakan-gerakan akrobatik ini. Sekarang dengan kabel wakeboarding, dalam tiga bulan para pemula sudah menguasai bisa melakukan berbagai gerakan sulit,” ujar Carlos Pangemanan, yang dua tahun lalu ketika saya temui sedang belajar gerakan spin 360 derajat sambil salto (backroll), namun kini sudah mahir melakukan gerakan spin 720 derajat sambil salto. Salah satu gerakan tersulit dalam wakeboarding, karena pemain harus cekatan memutar badan sambil memindahkan handle tali penarik dari tangan kanan ke tangan kiri dan sebaliknya secara cepat sambil tetap melaju dan melompat.

Di Epic Cable Park, Ancol, selain tersedia permainan kabel wakeboarding jenis lintasan pendek sepanjang 140 meter, juga ada lintasan penuh System 2.0 Full sepanjang 800 meter, berputar mengeliling seluruh danau area permainan. Bermain di lintasan 800 meter tentu lebih seru dibanding lintasan pendek 140 meter. Di lintasan pendek hanya tersedia dua obstacles (halang rintang), sedangkan di lintasan panjang 800 meter tersedia enam obstacles yang beraneka macam bentuk. Beragam akrobat pun bisa dilakukan lebih banyak di lintasan pannjang dibanding lintasan pendek. Di area panjang, juga bisa dilakukan seri balapan antarpemain dalam area lintasan yang sama.

Secara periodik, juga dilakukan kompetisi terbuka di Epic Cable Park, Ancol. “Ini olahraga freestyle. Dalam kompetisi, kemampuan kreativitas dan keberanian seni akrobatiknya yang dinilai. Sangat menguras energi. Main 30 menit sampai 1 jam saja sudah capek. Di kompetisi, setiap pemain paling hanya tampil sekitar 10-15 menit saja,” ujar Carlos. Permainan adrenalin ini benar-benar menyerap energi. Saya bermain dua jam saja rasanya sudah setengah mati menguras energi. Kalau di boat wakeboarding atraksi-atraksi dilakukan dengan memanfaatkan lintasan-lintasan ombak yang tercipta dari laju perahu, di kabel wakeboarding atraksi dilakukan dengan memanfaatkan tarikan kabel yang stabil.

Karena dilakukan di atas air banyak orang takut mencoba permainan ini. Padahal semua pemain dilengkapi dengan pelampung dan helm sebagai standar keselamatan. “Tidak harus bisa berenang, minimal harus bermental air. Ada banyak kru yang mengawasi,” ujar Carlos.

Danau tertutup di Ancol untuk permainan ini memang cukup dalam, sekitar 3-4 meter, tetapi perlengkapan pelampung sudah cukup menjamin keselamatan pemain dari risiko tenggelam. Perlengkapan pun juga sudah tersedia lengkap. Meski di sini juga tersedia toko yang menjual berbagai perlengkapannya.

Buka setiap hari, ada banyak paket permainan yang tersedia, dari yang seharga Rp 175ribu untuk dua jam permainan pada lintasan pendek, hingga Rp 500 ribu bermain sehari pada lintasan penuh (800 meter). Libur akhir pekan ada banyak orang yang rela mengantri untuk permainan segala umur dan segala gender ini, sedang di hari biasa umumnya hanya ada sekitar belasan orang. Datang bermain bersama grup tentu akan lebih seru dan membuat tenang. Kalau ingin lebih menantang, juga tersedia paket boat wakeboarding di lautan lepas.

agendaIndonesia/Wahyuana untuk TL

Layang-layang Tali 4, Bermain Lawan Angin

layang-layang 4 tali bukanlah permainan iseng. Ia bahkan dikompetisikan di tingkat internasional

Layang-layang tali 4 atau Quadline Kite bukanlah permainan layang-layang biasa. Ini bukan jenis mainan senggang di sore hari, namun butuh ketrampilan yang mumpuni.

Layang-layang Tali 4

Permainan layang-layang sepintas tampak sederhana dan gampang. Tangan seperti tinggal menarik ulur benang atau kenur, sambil bersenang-senang melihat layang-layang bergoyang di angkasa. Ternyata tidak semudah itu. “Perlu tenaga, konsentrasi, ketrampilan, dan mengenali alam,” kata Mutiara Proehoeman, atlet layang-layang independen, yang dalam beberapa tahun terakhir ini aktif di berbagai festival layang-layang di berbagai negara.

Memainkan layang-layang model Quadline Kite atau layangan bertali empat seperti jenis Revolution, misalnya, pemain tidak hanya dituntut mahir mengocek kenur menahan angin, tapi juga harus kuat secara fisik dan mental. Ini jenis layangan olahraga, bisa terbang pada kecepatan angin 0–15 knot, tapi idealnya terbang pada sekitar 8-10 knot. Pada kecepatan itu, tarikan layangan bisa menyeret pemain kalau kuda-kudanya tidak kuat. Pemain biasanya juga menggunakan tangkai kemudi tali, dan kalau mungkin juga harness di badan untuk mengaitkan tangkai kemudi. “Harus diterbangkan di area terbuka luas sehingga minim risiko kecelakaan, karena pemain bisa terseret atau terbawa terbang,” kata Mutiara.

Ada berbagai model dan ukuran layangan Quadline Kite ini, dan masing-masing mempunyai karakteristik. Di pantai lebih cocok memainkan layangan ini karena biasanya kecepatan angin lebih stabil. Di berbagai kompetisi, para pemain diminta melakukan berbagai atraksi udara dalam jangka waktu tertentu. Bisa membentuk formasi angka 8, formasi lingkaran, dan lainnya. “Dalam enam menit bermain, saya biasanya melakukan 5–8 formasi,” ujar Mutiara tertawa.

Tantangan dan kenikmatan bermain Quadline akan sangat berbeda jika bermain dengan layang-layang tipe Dualline Kite, atau layangan bertali dua. Memainkan layang-layang tipe dua tali seperti Stunt Kite tidak terlalu menguras tenaga dibandingkan dengan layangan Revolution. Layangan Stunt Kite ini juga bisa dimainkan pada kecepatan angin 0 – 15 knot. “Bedanya, layangan dualline lebih ringan dan menyenangkan untuk dibuat tricking berbagai formasi atraksi udara,” ujar Mutiara yang kini tergabung dalam klub layang-layang Kite Bros yang berbasis di Singapura.

Di rumahnya di Jakarta Timur ia mempunyai 20 koleksi layangan modern berbagai jenis, dari yang bertipe Single Line (satu tali), dualline, hingga quadline. Dari yang seharga Rp 500 ribu hingga Rp 8 juta.

Mutiara lebih menggeluti bermain layangan modern. Layangan tradisional biasanya dibuat dari bahan-bahan sederhana seperti kertas dan bambu. Layangan modern biasanya dibuat dari bahan-bahan seperti kain parasut, bingkai rangkaian dari logam karbon, dan tali kenur berbahan sintetis yang kuat. Desainnya juga lebih beragam, dan komposisi masing-masing bagian telah dihitung secara matematis. “Sehingga bisa dimainkan untuk berbagai kategori angin,” ujarnya, yang berbelanja layang-layangnya mesti ke Singapura sebab hingga kini belum ada industri layang-layang modern di Indonesia.

Layang-layang tali 4 merupakan permainan yang membutuhkan skill yang mumpuni untuk dapat menguasai layang-layang yang menudara melawan angin.
Layang-layang tali 4 menjadi kesenangan karena memiliki tantangan dalam mengendalikannya. Foto: ilustrasi-unsplash

Selain menyenangkan, sensasi adrenalin ketika bermain yang membuatnya merasa terus keranjingan bermain layang-layang. Kalau layangan sudah terbang, rasanya tangan dan perasaan seperti ikut melayang. Tegang dan menyenangkan. “Saya bisa seharian bermain layangan, kalau tidak dingatkan, bisa sampe lupa makan,” katanya.

Ia pun melengkapi diri dengan sejumlah peralatan keselamatan untuk bermain, seperti sarung tangan, topi, kacamata, sepatu, hingga pelindung lutut. Menurutnya, bermain layang-layang juga tidak perlu memaksakan diri, jika angin dan kondisi lingkungan tidak memungkinkan sebaiknya tidak bermain.  Perlu area minimal sekitar 20 meter persegi untuk bermain secara nyaman, dan pada jenis-jenis layangan seperti parafoil perlu area yang lebih luas. “Bermain dari atap-atap gedung, seperti di Jakarta, sangat berbahaya, sebaiknya jangan dilakukan,” ujarnya. Dia juga tidak akan bermain ketika kecepatan angin telah lebih dari 15 knot, karena sangat berbahaya bagi layangan-layangan ukuran besar. 

Salah satu koleksinya yang istimewa, layangan NPW (Nasa Para Wing), tipe tali empat yang sangat populer di dunia. Bahannya dibuat dari parasut pesawat luar angkasa NASA, harganya Rp 4 juta.  Biasa dimainkan Mutiara di Lapangan Ancol atau Lapangan Jababeka, Bekasi, dua lokasi favoritnya bermain layang-layang di Jakarta. Selain Revolution dan Stunt Kite, koleksi lain di antaranya: layangan Rokkaku, layangan tipe satu tali yang sangat lincah buat manuver-manuver di udara; Delta, layangan berbentuk diamond, juga tipe satu tali; Wala, layangan tipe satu tali yang bisa dimainkan pada ruang tertutup maupun terbuka, ditangan Mutiara layangan bahkan bisa dimainkan ketika tidak ada angin sekalipun; Inflatable, layangan bertipe tiga dimensi seperti barongsai yang ia beli Rp 1,5 juta;  dan layangan Parafoil  tipe 4 tali yang biasanya digunakan oleh para pemula permainan Selancar Layang (Kitesurfing).  “Favoritku Wala dan Revolution,” ujar Mutiara, 32 tahun,  karyawan sebuah perusahaan energi swasta di Jakarta Selatan. 

Layang-layang telah membawa Mutiara mengunjungi berbagai negara, memenuhi undangan berbagai festival layang-layang. Ada beberapa festival layang internasional, di antaranya India International Kite Festival, Singapore International Kite Festival, Malaysia International Kite Festival, dan Thailand International Kite Festival. “Di Indonesia sendiri belum ada kompetisi layangan modern, yang ada baru festival-festival layangan tradisional,” ujarnya.   

agendaIndonesia/Wahyuana for TL

Saung Angklung Udjo, Bergoyang Mulai 1966

Saung Angklung Udjo Bandung melestarikan budaya dengan cara gembira. Foto: Saung Angklung Udjo

Saung Angklung Udjo puluhan tahun menjadi salah satu identitas budaya tradisional Sunda di Bandung, Jawa Barat. Utamanya, tentu, mengenalkan alat musik khas masyarakat Sunda, yakni angklung. Di sini tak sekadar pertunjukan, pengunjung juga dapat belajar tentang sejarah angklung, cara memainkannya, serta menonton beragam pertunjukan seni tradisional Sunda.

Saung Angklung Udjo

Sejatinya, tempat ini didirikan sebagai upaya edukasi dan pelestarian budaya tradisional Sunda, termasuk seni musik angklung. Dengan format yang ringan, sederhana dan menyenangkan bagi pengunjungnya, diharapkan semakin banyak yang tertarik melestarikan budaya tersebut.

Didirikan pada 1966, tempat ini memiliki panggung serta etalase untuk memamerkan alat musik tradisional seperti angklung, calung, arumba dan lain lainnya. Selain itu, karya seni lainnya seperti lukisan dan sebagainya kerap dipamerkan pula di sini.

Adalah seorang seniman tradisional Sunda bernama Udjo Ngalagena yang merasa tergerak untuk berkontribusi lebih besar pada kesenian yang membesarkan namanya serta memberinya penghidupan. Sebagai tanda kontribusinya, ia pun mendirikan tempat ini.

Angklung sendiri merupakan salah satu alat musik tradisional Sunda yang diyakini muncul pertama kali sekitar abad ke-12. Angklung lazim digunakan dalam ritual budaya dan keagamaan di masa kerajaan kala itu.

Saung Angklung Udjo ikut mengembangkan teknik permainan angklung.
Alat musik angklung seperti yang diajarkan di Saung Angklung Udjo Bandung. Foto: dok. shutterstock

Salah satu ritual tersebut dilakukan bagi para kaum tani. Pada masa kerajaan Hindu, kepercayaan masyarakat kala itu meyakini bahwa permainan angklung akan membawa berkah dari Dewi Sri, dewi kesuburan. Harapannya, pertanian mereka selalu subur dan sukses panen.

Angklung digunakan pula sebagai penanda perang atau keadaan bahaya. Dan pada perkembangannya, ia juga digunakan dalam pertunjukan musik yang diselenggarakan kerajaan saat itu. Dari situlah, budaya seni musik angklung berlanjut hingga kini.

Alat musik ini terbuat dari bambu yang dibuat menyerupai pipa-pipa yang tersangga. Untuk memainkannya, angklung digoyangkan agar badan pipa bambu tersebut berbenturan dan menimbulkan suara.

Setiap angklung memiliki nada yang berbeda-beda, sehingga dibutuhkan lebih dari satu angklung untuk dapat membuat sebuah pertunjukan musik. Oleh karena itulah seni musik angklung biasanya dimainkan secara ensemble.

Nama angklung sendiri disebut berasal dari sebuah istilah dari bahasa Sunda yaitu angkleung-angkleung, yang kurang lebih artinya gerakan yang mengikuti irama. Ini didasari pada cara memainkan angklung yang digoyang-goyangkan.

Secara etimologi, angklung juga disebut berasal dari kata angka yang berarti nada dan kata lung yang berarti patah atau putus. Ini merujuk pada jenis suara yang dikeluarkan oleh alat musik ini biasanya cenderung putus-putus atau hanya satu kali suara.

Walaupun angklung biasanya dimainkan dengan cara digoyangkan, tetapi ada juga teknik-teknik lain, seperti misalnya cetok yang berarti pipa bambu ditarik-tarik dengan cepat. Atau tengkep dimana salah satu pipa bambu ditahan saat digoyangkan.

Pada 1938, seorang maestro angklung bernama Daeng Soetigna menciptakan angklung dengan nada diatonis. Angklung jenis ini dapat memainkan lagu-lagu dengan kunci dan tangga nada pada umumnya, sehingga bisa digunakan pada orkestra sekalipun.

Angklung jenis inilah yang kemudian paling dikenal secara luas hingga kini. Udjo, yang kebetulan merupakan sang murid pada saat itu pun kemudian turut membantu mempopulerkan jenis serta kesenian alat musik ini.

Namun seperti halnya kebanyakan seni budaya tradisional pada umumnya, perkembangan zaman menjadi tantangan berat dalam melestarikannya. Kekhawatiran inilah yang membuat pria yang akrab dipanggil mang Udjo tersebut memutuskan mendirikan Saung Angklung Udjo.

Di tempat ini ia pun mengembangkan teknik-teknik permainan angklung, serta rajin menggelar pertunjukan seni musik angklung. Bersama sang istri, Uum Sumiati, ia dengan giat mengelola tempat ini dalam upaya mempopulerkan kesenian tersebut agar tak punah dimakan waktu.

Baginya, Saung Angklung Udjo didirikan agar menjadi pusat pertunjukan seni budaya tradisional seperti angklung dan lain lainnya yang mampu menarik banyak pengunjung. Tetapi lebih dari itu, ia juga ingin tempat ini berfungsi sebagai media edukasi bagi setiap pengunjungnya.

Pada perkembangannya Saung Angklung Udjo pun menjadi pusat pertunjukan, pengembangan dan edukasi bagi seni musik angklung serta kesenian tradisional Sunda lainnya. Bahkan setelah mang Udjo tutup usia pada tahun 2001, tempat ini terus dikelola oleh anak-anaknya.

Saung Angklung Udjo Konser Saung Angklung Udjo
Salah satu pertunjukan di Saung Angklung Udjo, di mana penonton kadang ikut tampil. Foto: Saung Angklung Udjo

Satu ciri khas dari Saung Angklung Udjo adalah pertunjukan yang biasanya diadakan pada sore hari. Biasanya setiap jam 15.00 hingga jam 17.00 tempat ini mengadakan beragam pagelaran seni budaya Sunda seperti angklung, arumba, tari topeng, sampai wayang golek.

Begitu padatnya pengunjung yang berminat menonton pertunjukan ini, beberapa kali diadakan pula pertunjukan pada pagi atau siang hari. Pada 1995 pun dibangun panggung yang cukup besar yang mampu menampung kapasitas sekitar 500 orang.

Tak hanya itu, beberapa kali seniman-seniman dari Saung Angklung Udjo ditanggap untuk tampil di tempat lain dalam berbagai acara. Yang lebih hebat lagi, beberapa di antaranya bahkan berlangsung di luar negeri.

Selain menghidupi seniman-seniman yang berkarya di sana, Saung Angklung Udjo juga menjadi sumber rejeki bagi para pengrajin alat musik tradisional Sunda. Di tempat ini pengnjung juga bisa membeli dan/atau memesan beragam jenis alat musik tradisional tersebut sebagai souvenir.

Selain menjual dan mempromosikan, tempat ini juga berkomitmen untuk membantu para pengrajin agar senantiasa mendapatkan bahan baku terbaik. Ditambah lagi, mereka juga memberi pelatihan agar kualitas alat musik buatan mereka senantiasa baik.

Sesuai dengan semangat ‘memberi kembali’, banyak warga lokal sekitar yang diberdayakan menjadi pengrajin. Selain itu, beberapa dari penghasilan tempat ini juga disisihkan untuk membiayai pendidikan anak-anak kurang mampu di sekitarnya.

Kalau tertarik untuk berkunjung, harga tiket masuknya Rp 60 ribu untuk hari biasa dan Rp 70 ribu pada akhir pekan. Untuk wisatawan mancanegara, harga tiketnya menjadi 110 ribu saat weekdays dan Rp 120 ribu kala weekend.

Selain pertunjukan seni tradisional Sunda serta edukasi tentang kesenian Sunda, di tempat ini juga disediakan beragam jenis hidangan ala Sunda. Cocok bagi yang ingin santap siang sekaligus menikmati setiap pengalaman yang ditawarkan tempat ini.

Adapun harga souvenir seperti angklung beragam dari ukurannya. Untuk yang berukuran besar dihargai Rp 300 ribu, sedangkan yang berukuran sedang harganya Rp 250 ribu. Selain itu ada pula alat musik lain, misalnya gambang yang dijual Rp 275 ribu.

Saung Angklung Udjo buka dari jam 08.00 hingga jam 17.00. Untuk info lebih lanjut dapat menghubungi (022) 7271714 atau via email info@angklung-udjo.co.id serta mengunjungi situs resmi angklungudjo.com dan akun Instagram resmi @angklungudjo.

Saung Angklung Udjo

Jl. Padasuka no. 118, Bandung

agendaIndonesia/Audha Alief P.

*****

Museum UGM, 1 Kenangan Masa Kecil Obama

Museum UGM Yogyakarta menjadi tempat pembelajaran bagi generasi muda.

Museum UGM atau Museum Universitas Gadjah Mada di kawasan Bulaksumur, Yogyakarta, mungkin nyaris luput dari pantauan wisatawan Indonesia. Bisa jadi karena museum belum merupakan spot destinasi wisata yang digandrungi para pelancong. Bisa pula karena spot ini masih belum banyak yang mengetahuinya.

Museum UGM

Padahal, Museum UGM sudah berdiri dan terbuka untuk umum sejak 2013. Hampir sepuluh tahun. Ada sejumlah atraksi di dalam museum ini yang menarik. Mulai dari sejarah berdirinya salah satu universitas terbesar dan tertua di Indonesia ini, hingga satu spot kecil tentang mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama.

Indonesia sangat lekat dalam ingatan mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama. Sebab ia pernah menikmati masa kecilnya di negeri ini. Kenangan akan jejak-jejak Obama itu terbingkai di beberapa tempat. Misalnya sebuah sekolah dasar di kawasan Menteng, Jakarta. Atau, sebuah rumah di kawasan perumahan dosen Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Museum UGM menjadi saksi pernah disinggahinya kawasan Bulaksumur UGM oleh Obama.
Salah satu kamar tempat Barack Obama pernah menginap. Foto: dok. MuseumUGM.ac.id

Salah satu tempat yang mengabadikan kenangan masa kecilnya adalah Museum Universitas Gadjah Mada (UGM) di Bulak Sumur, Yogyakarta. Eks perumahan dosen  pergutuan tinggi negeri itu yang kini disulap menjadi ruang edukasi. Salah satunya dulu merupakan tempat tinggal paman tiri Obama, Profesor Iman Sutiknjo.

“Dulu, ketika libur sekolah, Obama sering menginap di sini,” kata Uun, edukator Museum UGM, saat ditemui di Yogyakarta. Ia lalu mengantarkan sejumlah tamu menuju sebuah ruangan khusus yang dinamai Ruang Obama.

Ruang yang lebih mirip kamar berukuran 3×4 meter itu seperti mesin waktu. Aura masa lampau alias tempo dulu begitu terasa. Apalagi di dalam kamar ini berisi barang-barang kuno, seperti tempat tidur kayu, kasur ukuran single, meja dan kursi belajar, serta kumpulan foto masa kecil sang mantan presiden.

Konon, kamar itulah yang sering ditinggali Obama selama ia berlibur di kota pelajar. Sebuah ruangan yang sempat disinggahi seorang tokoh dunia.

Museum UGM tak cuma mematri kenangan masa kecil Obama. Ruangan untuk mengenang Prof. Dr. Sardjito juga dihadirkan di dalamnya. Dr Sardjito adalah rektor pertama UGM sekaligus ilmuwan pertama yang menciptakan obat calcusol. Calcusol terkenal sampai sekarang sebagai obat penyembuh batu ginjal berharga murah.

Di Ruangan Sardjito, tertampil benda-benda peninggalannya. Seperti radio lawas, cangkir, mesin ketik, dan meja-kursi. Ada juga patung Sardjito memakai setelan jas yang lengkap di tengah ruangan. Di sampingnya, tergantung toga dan pakaian doktornya. 

Di samping ruang khusus Sardjito, ada ruangan luas yang menyimpan benda-benda ilmiah karya para mahasiswa. Ada pula di dalam Museum UGM itu tempat khusus untuk mengenal perjalanan UGM dari masa dibangun sampai kini. 

Pendirian Museum UGM sendiri berangkat dari pertimbangan bahwa Universitas Gadjah Mada (UGM) adalah universitas negeri tertua dan terbesar di Indonesia. Dalam sejarah pendiriannya, UGM tidak terlepas dari peran para tokoh pejuang dan pendiri bangsa dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan negara Indonesia.

Museum UGM ingin mengabadikan sejumlah karya dan perjalanan universitas ini sejak berdirinya hingga kini.
Salah satu sudut Gedung Pusat UGM Yogyakarta. Foto. Dok. Unsplash

Berbagai tokoh pejuang perang kemerdekaan telah berjasa melahirkan Universitas Gadjah Mada. Maka tidak heran bila Universitas Gadjah Mada dikatakan sebagai Universitas perjuangan dan berkerakyatan.

Di samping itu, UGM juga menjadi media transformatif dalam bidang keilmuan, kemasyarakatan, dan kebangsaan. Dengan peran yang dimiliki oleh UGM tersebut telah mendekatkan diri dengan masyarakat karena telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam perjalanan perjuangan kemerdekaan.

Dokumentasi yang melimpah tentang sumbangsih UGM baik dalam pengabdian masyarakat, pendidikan, dan penelitian perlu dikenalkan, dikelola, dan dibudidayakan supaya tetap terpelihara. Selain itu, dengan dokumentasi di dalam bentuk museum ini masyarakat bisa mengenal lebih dekat lagi melalui rekam jejak UGM dan sumbangsihnya dari masa ke masa.

Museum UGM menempati dua lahan eks perumahan dosen. Museum UGM terletak di Kompleks Bulaksumur, tepatnya di rumah yang berada di Blok D6 dan D7 di Kompleks Bulaksumur. Bulaksumur sendiri adalah kompleks UGM yang berada di sisi Timur Jalan Kaliurang.

Sebelum menjadi museum, kedua rumah ini merupakan tempat tinggal dua orang guru besar Universitas Gadjah Mada. Rumah D6 pernah ditinggali oleh Prof. Kardono Darmojuwono, seorang dekan Fakultas Geografi UGM. Sedangkan rumah D7 pernah ditinggali Prof. Drs. Iman Soetiknjo, seorang dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM.

Museum ini mulai dibuka untuk umum pada 2013. Para wisatawan umumnya datang saat libur lebaran atau akhir tahun. Jumlah pengunjung pada tanggal merah mencapai 100 orang per hari. Tak ada retribusi untuk masuk museum.

Jadi, meskipun bukan alumni universitas ini, tak ada salahnya mengagendakan kunjungan ke Museum UGM sekali-sekali.

agendaIndonesia

*****

Ini 3 Toko Oleh-Oleh Keren di Tasikmalaya

Ladu Tasik yang bisa diperoleh di 3 toko oleh-oleh keren di Tasikmalaya.

Ini adalah 3 toko oleh-oleh keren kala berkunjung ke kota Tasikmalaya. Kota yang dikenal sebagai kota santri itu terletak di wilayah selatan Jawa Barat. Ia dikenal sebagai salah satu pusat keagamaan di provinsi tersebut, serta sarat akan kebudayaannya yang khas, tak terkecuali ragam penganan ringan tradisionalnya yang bisa menjadi oleh-oleh menarik.

Curug Dengdeng Tasikmalaya dirparbud jabarprov
Curug Dengdeng, kalau ke sini jangan lupa mampir ke 3 toko oleh-oleh keren di Tasikmalaya. Foto: disparbud.jabarprov

3 Toko Oleh-oleh Keren di Tasikmalaya

  1. Ladu Tasik Campernik

Salah satu kudapan ringan yang identik dengan Tasikmalaya adalah kue ladu. Ladu adalah penganan bercita rasa manis yang terbuat dari beras ketan hitam, gula aren, dan parutan kelapa. Secara penampilan dan bentuknya, ia terlihat agak mirip seperti dodol Garut, melonjong seperti tabung dan bertekstur lembut.

Ladu biasanya disajikan kalau ada acara tertentu, misalnya ketika perayaan hari raya Idul Fitri. Meski demikian, ia juga nikmat sebagai cemilan saat minum teh atau kopi. Ia termasuk penganan ringan yang populer di Tasikmalaya dan beberapa daerah di Jawa Barat lainnya, namun tak mudah untuk menemukannya di banyak tempat lain, menjadikannya pilihan oleh-oleh khas yang sayang untuk dilewatkan.

Satu dari 3 toko oleh-oleh keren penjual ladu yang paling populer dan ramai dikunjungi di Tasikmalaya adalah Ladu Tasik Campernik. Saat ini ada dua cabang yang tersedia, yakni di jalan A.H. Nasution nomor 172, serta di jalan Yudanegara nomor 55. Kedua toko tersebut buka setiap harinya dari jam 08.00 sampai 19.00.

Secara mendasar, ada tiga paket yang ditawarkan kepada konsumen, yaitu paket Premium Box, Simple Box dan Family Box. Rinciannya, Premium Box yang berisi 10 buah ladu dengan harga Rp 22,5 ribu, Simple Box yang berisi 15 buah ladu dengan harga Rp 31,5 ribu, serta Family Box yang berisi 24 buah ladu dengan harga Rp 46 ribu.

  • Radja Sale

Penganan ringan tradisional lainnya yang terkenal di Tasikmalaya adalah sale pisang. Sale pisang merupakan kudapan yang terbuat dari irisan pisang yang diasapkan dan dikeringkan. Teknik ini dilakukan untuk mengurangi kadar air di dalam pisang, sehingga pisang tersebut lebih tahan lama untuk dikonsumsi.

Pisang Sale shutterstock
Pisang Sale khas Tasikmalaya yang bisa diperoleh di 3 toko oleh-oleh keren. Foto: shutterstock

Secara umum ada dua cara penyajian sale pisang, yakni sale pisang basah yang langsung disajikan setelah proses pembuatan, atau digoreng terlebih dulu dengan dibaluri tepung terigu agar terasa lebih garing. Keduanya dapat ditemukan di 3 toko oleh-oleh keren di sekitaran Tasikmalaya, seperti misal yang populer adalah Radja Sale.

Berlokasi di jalan R.E. Martadinata nomor 30, Radja Sale buka setiap hari dari jam 08.30 hingga 21.00. Tokonya berukuran agak kecil dengan produk dagangan dipajang berjejeran rapat, sehingga harus sedikit berhati-hati dan bersabar manakala toko sedang ramai pengunjung, khususnya pada akhir pekan maupun hari libur.

Produk andalannya tentu saja sale pisang, yang tersedia dalam beberapa bentuk, seperti oval yang pipih, lidah yang memanjang, atau gulung yang berukuran kecil. Sementara varian rasanya terdiri dari original dan pilihan rasa seperti wijen, keju, kacang dan susu. Semuanya dibungkus dalam kemasan berbobot 250 gram dan 500 gram.

Harganya bervariasi, mulai dari Rp 14 ribu sampai 35,5 ribu, tergantung dari pilihan rasa serta bobot kemasannya. Selain itu, terdapat pula produk seperti keripik pisang dengan varian bawang, madu dan mocca dengan harga Rp 14 ribu untuk kemasan 250 gram dan Rp 29 ribu untuk yang 500 gram. Adapun sale pisang basah tersedia dalam kemasan 250 gram seharga Rp 22,5 ribu dan 300 gram seharga 27 ribu.

  • Sentral Kue Aci Sinar Berkat

Kue aci juga termasuk salah satu kudapan yang populer di Tasikmalaya. Kue kering ini dikenal dengan cita rasa manis nan legit, serta karakternya yang renyah di luarnya, namun ketika masuk ke dalam mulut menjadi lumer dan lembut. Aci sendiri merupakan istilah bahasa Sunda bagi tepung tapioka, yang menjadi bahan dasar pembuatan kue kering tersebut.

Kue Asi atau kue Sagu Tasikmalaya IGkuekeringtasik
Kue Aci atau kue sagu khas Tasikmalaya. Foto: IG kuekeringtasik

Di beberapa daerah di Jawa Barat sendiri, aci kerap digunakan untuk membuat beragam jenis penganan ringan tradisional, seperti cilok, cireng dan tentunya kue aci, yang di tempat lain juga dikenal sebagai kue sagu. Di Tasikmalaya, toko penjaja kue aci yang terbilang kondang dan legendaris adalah Sentra Kue Aci Sinar Berkat.

Di toko yang sudah eksis lebih dari 20 tahun ini, terdapat berbagai macam varian kue aci yang dapat dipilih. Mulai dari vanilla, coklat, jahe, mocca, lemon, keju, kopi ginseng hingga susu spesial. Semua varian rasa tersedia dalam pilihan kemasan 250 gram dan 500 gram, yang kisaran harganya mulai dari Rp 19 ribu sampai 52 ribu.

Selain itu, toko yang terletak di jalan R.E. Martadinata nomor 4 itu juga menyediakan berbagai jenis produk oleh-oleh lainnya, seperti opak ketan, opak singkong kecimpring, keripik ubi ungu, keripik sukun, rengginang terasi, comring alias oncom garing, dorokdok atau kerupuk kulit sapi, dan sebagainya. Toko ini buka setiap hari dari jam 08.00 hingga 21.00.

agendaIndonesia/audha alief praditra

—–

Candi Adan-Adan, Situs Dari Abad Ke 11

Candi Adan-Adan di Kediri merupakan peninggalan dari abad 11.

Candi Adan-Adan di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, menjadi penemuan istimewa peninggalan masa lalu selama 10 tahun terakhir. Kabupaten Kediri sendiri memang mempunyai banyak situs candi peninggalan sejarah. Salah satu situs yang istimewa adalah Situs Adan-Adan di Desa Adan-Adan Kecamatan Gurah.

Candi Adan-Adan

Situs Adan-Adan merupakan candi yang memiliki latar belakang agama Budha aliran Mahayana. Diperkirakan ukuran candi induk 28×28 meter dan luas situs diperkirakan mencapai kurang lebih 784 meter persegi, sehingga merupakan candi Budha terbesar di Jawa Timur.

Penelitian terhadap candi ini sudah dilakukan selama lima tahap oleh Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas), sejak 2016 sampai 2021. Dari proses penelitian diketahui bahwa Candi Adan-Adan dibangun dengan dua bahan utama, yakni batu bata dan batu andesit. Candi ini diasumsikan menghadap ke arah barat laut.

“Situs Candi Adan-adan memiliki karakteristik bentuk arsitektur peralihan gaya Jawa Tengah ke Jawa Timur atau ‘mata rantai’ perkembangan arsitektur candi Jawa Tengah ke Jawa Timur,” ujar Adi Suwignyo, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Candi Adan-Adan di Kediri merupakan candi Budha terbesar di Jawa Timur.

Dari sejumlah temuan dari situs, bisa terlihat teknologi pembangunan yang digunakan pendirinta dahulu. Candi ini menyerupai Candi Surowono dan Candi Tegowangi yang juga ada di Kediri. Kedua candi tersebut merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit. 

Candi Adan-Adan yang mempunyai latar belakang agama Buddha Mahayana diperkirakan dibangun pada abad ke-11 Masehi. Namun sumber lain menyebutkan bahwa candi ini didirikan bertepatan dengan masa Kerajaan Mataram Kuno di Jawa Timur.

Sayangnya, situs yang cukup besar ini sampai terpendam terpendam dan baru saja ditemukan. Soal terendamnya ini bisa dipahami sebab di wilayah ini telah mengalami tiga kali bencana alam besar dan tiga kali pembangunan. Kendati demikian, ahli sejarah Belanda sebenarnya telah mencatatkan situs tersebut sebagai temuan candi yang terbuat dari batu bata dan batu andesit pada masa penjajahan.

Candi ini awalnya ditemukan di Kediri di mana lokasinya berdekatan dengan aliran Kali Serinjing yang menjadi aliran lahar dingin Gunung Kelud yang ada di Desa Adan-Adan, Kecamatan Gurah. Oleh sebab itu, ahli sejarah menamainya sebagai Candi Adan-Adan.

Sebelum penemuan itu, ditemukan adanya dua makara yang akhirnya menguatkan asumsi arkeolog bahwa dulunya pernah berdiri sebuah candi di lokasi tersebut. Kemudian, arkeolog pun melakukan ekskavasi pada tahun 2016.

Candi Adan Adan Dinas Pariwisata Kediri
Proses ekskavakasi di Situs Adan-Adan, Kediri. Foto: Dinas Pariwisata Kediri


Sesudah dilakukan penggalian, dua makara tersebut ternyata memiliki bentuk yang sempurna dengan ketinggian 2,3 meter. Makara itu sekaligus menjadi makara tertinggi dan terbesar di Indonesia.

Pada penelitian tahap selanjutnya, peneliti menemukan dua arca Buddha, yakni Arca Amithaba dengan sikap tangan dhyani mudra dan Arca Bodhisattva bagian kepala. Tak hanya itu, terdapat pula lapik arca bagian kaki dengan motif padmasana ganda serta bebatuan pada bagian candi 
Lalu pada tahap selanjutnya, yakni pada tahun 2017, kembali ditemukan Arca Dwarapala dengan ketinggian 180 sentimeter di titik yang tidak jauh dari lokasi ditemukannya dua makara. Arca tersebut terpendam di kedalaman 80 sentimeter dari permukaan tanah.

Jika melihat dari lokasi-lokasi situs yang ditemukan, Candi Adan-Adan awalnya diperkirakan memiliki luas hingga 784 meter persegi. Namun setelah dilaksanakan penelitian lanjutan, luas candi itu diyakini lebih dari luas awal tersebut.


Pada tahun 2021, tim Puslit Arkenas melakukan ekskavasi di tiga sektor, yaitu sektor utama dengan penemuan berupa struktur batu bata kuno yang merupakan bangunan candi induk. Kemudian sektor timur laut ditemukan struktur batu bata kuno yang merupakan bagian dari bangunan pendukung Candi Adan-Adan.

Yang terakhir sektor barat daya dengan hasil temuan struktur batu bata kuno yang diduga sebagai pagar ke dua dari Candi Adan-Adan. Di lokasi tersebut juga ditemukan pecahan keramik Cina abad 13-14 (Dinasti Yuan). Lalu, yang tak kalah menyita perhatian adalah ditemukannya dua buah gentong berbahan batu andesit yang saat ini disimpan di Museum Bagawanta Bhari, Kabupaten Kediri.

Melalui penyajian tiga artefak di situs Adan-adan, masyarakat dapat memperoleh informasi tentang sejarah, kebudayaan, arkeologi, teknologi dan ragam seni rupa Kediri masa lalu sehingga dapat menginspirasi untuk memajukan Kabupaten Kediri di masa depan.

Kegiatan di Situs Candi Adan-Adan saat ini masih mengambil tema Penelitian Arkeologi Situs Candi Adan-Adan Tahap ke-5 (Tinjauan Arsitektur, Religi dan Kronologi).

Situs Adan-Adan sudah tercatat dalam laporan Belanda yang memberitakan adanya gundukan candi berbentuk bata, dan beberapa komponen bangunan candi dari batu andesit berupa Makara, kepala kala, arca dwārāpala dan lain-lain.

agendaIndonesia/berbagai sumber

*****