Hidup Sehat Seri Ke-2 Bangkitkan Wisata Borobudur

Hidup Sehat Seri ke-2 yang diselenggarakan dari Yogya ke kawasan Candi Borobudur diharapkan mampu membangkitkan gairah pariwisata ke Borobudur. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan sport tourism “Hidup Sehat #BarengCitilink #DiIndonesiaAja” series Borobudur.

Hidup Sehat Seri Ke-2

Menteri Sandiaga mengatakan harapannya agar event tersebut tidak hanya sebagai bentuk kegiatan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin. Ia juga berharap kegiatan itu mampu mengangkat kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Destinasi Super Prioritas (DSP) Borobudur. Dengan inovasi, adaptasi, dan kolaborasi yang menghadirkan semangat dan peluang kerja baru hingga dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.

Menparekraf Sandiaga Uno mengikuti kegiatan “Hidup Sehat #BarengCitilink #DiIndonesiaAja” series Borobudur berupa kegiatan bersepeda sejauh 54,83 kilometer, Sabtu 5 Juni 2021. Kegiatan dimulai dari titik start di Hotel Hyatt Yogyakarta, lantas menuju ke Borobudur menyusuri jalan-jalan desa dengan pemandangan indah yang didominasi hijaunya sawah serta keramahan masyarakat setempat.

Jalur yang dilewati juga meliputi berbagai destinasi wisata di sekitar Yogyakarta dan Magelang seperti Candi Borobudur, Bibis serta tiga Balai Ekonomi Desa (Balkondes) yaitu Desa Wisata Candirejo, Desa Wisata Karangrejo, Desa Wisata Tuksongo, dan finish di Manohara Borobudur.

Semua rangkaian kegiatan yang diikuti 100 peserta dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin. Mulai dari tes antigen, penggunaan masker, mencuci tangan, pelepasan peleton sepeda yang dilakukan secara bertahap, serta disinfeksi di seluruh lokasi acara.

“Hari ini kita luncurkan seri kedua dari kegiatan Hidup Sehat #DiIndonesiaAja #BersamaCitilink yang tentunya ini menjadi bagian dari kita melakukan kegiatan yang memadukan wisata dan olahraga (sport tourism), gaya hidup sehat dan juga rekreasional sport,” kata Menparekraf Sandiaga Uno seusai perjalanan dan tiba di garis finish.

Hidup Sehat seri ke-2 yang diselenggarakan Citilink Indonesia bersama Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif diharapkan mendorong bangkitnya pariwisata.
Menteri Pariwisata Sandiaga Uno dalam kegiatan Hidup Sehat seri ke-2 di Borobudur, Jawa Tengah. Foto: Dok. Kemenparekraf

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Direktur Utama PT Citilink Indonesia Juliandra; Direktur Niaga PT Citilink Indonesia Benny Rustanto, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, serta Direktur Event Nasional dan Internasional Kemenparekraf/Baparekraf Dessy Ruhati.

“Hidup Sehat #BarengCitilink #DiIndonesiaAja” series Borobudur merupakan seri kedua dari rangkaian kegiatan yang akan berlangsung di 5 destinasi super prioritas. Setelah Borobudur, kegiatan akan berlangsung di Danau Toba di Sumatera Utara; Likupang di Sulawesi Utara; dan Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur.

“Ini tren baru pariwisata kita yang alam terbuka dan juga berolahraga. Kegiatan ini menjadi bagian utama dari pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif. Bukan hanya kita berolahraga, berwisata, tapi juga mengangkat produk ekonomi kreatif khususnya UMKM seperti medali (finisher) yang merupakan karya pelaku ekonomi kreatif yang akan membangkitkan semangat kita,” kata Sandiaga.

Menurutnya, kegiatan ini sebagai sebuah bentuk inovasi yang menghadirkan travel pattern baru bagi wisatawan dengan menyiapkan paket kegiatan olahraga dan pariwisata. Dilakukan dengan penuh adaptasi dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin, serta kolaborasi yang melibatkan banyak pihak.

“Jadi event ini sangat bermanfaat tidak hanya dari segi kesehatan tapi juga menghidupkan perekonomian. Kalau ada 12 UMKM yang terlibat dan masing-masing ada 10 orang yang bekerja, berarti ada 120 lapangan kerja yang mendapatkan manfaat dari event ini,” kata Sandiaga.

Hidup Sehat Seri ke-2 berupa bersepeda dari Yogya ke kawasan Candi Borobudur.
Peserta kegiatan Hidup Sehat Seri Ke-2 di kawasan Candi Borobudur. Foto: Dok. Kemenparekraf

Direktur Utama PT Citilink Indonesia Juliandra, mengatakan, kegiatan ini secara khusus juga sebagai bagian dalam mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) dengan menggandeng 12 pelaku UMKM ekonomi kreatif lokal Yogyakarta dan sekitarnya. Juga mengangkat dan mempromosikan desa wisata.

Sebanyak 12 pelaku UMKM itu diantaranya menawarkan produk lokal dan kerajinan khas Yogyakarta. Diantaranya kerajinan kulit, logam, batik, aksesoris, serta kuliner seperti bakpia dan wingko.

“Dengan kolaborasi antar sektor antara transportasi udara, pariwisata, dan juga usaha kecil menengah diharapkan mampu berkontribusi dalam menggerakkan kembali perekonomian daerah yang terdampak pandemi COVID-19,” kata Juliandra.

Citilink dikatakannya berkomitmen untuk mendukung penuh program pemerintah termasuk dalam meningkatkan kembali geliat ekonomi masyarakat di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Selain di 5 Destinasi Super Prioritas, kegiatan ini juga akan berlangsung di Bali pada akhir tahun dengan terus melibatkan UMKM.

agendaIndonesia

*****

Food Festival Nusantara Dirancang di Selandia Baru di 2022

Food Festival Nusantara diusulkan digelar di Selandia baru pada 2022. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengajak pelaku ekonomi kreatif subsektor kuliner Indonesia yang tinggal di Selandia baru berkolaborasi memajukan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia. Salah satunya dengan mempromosikan masakan khas nusantara.

Food Festival Nusantara

Gagasan ini mengemuka dalam virtual meeting dengan Dubes RI untuk Selandia Baru Tantowi Yahya dan para pelaku kuliner Selandia Baru, Kamis 3 Juni 2021, bersama pejabat Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia. Menparekraf Sandiaga menjelaskan bahwa kuliner nusantara menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Indonesia. Oleh karenanya, Sandiaga mengajak para pelaku kuliner di Selandia Baru berkolaborasi untuk membuat suatu program yang dapat memperkenalkan wisata dan kuliner Indonesia di Selandia Baru.

“Saya berharap kita semua berkolaborasi, dalam sebuah kolaborasi yang bisa achievable. Jadi, jangan sampai nanti kita bertemu seperti ini namun tidak ditindaklanjuti, nggak ada follow up,” ujar Menparekraf Sandiaga.

Sandiaga mengusulkan agar setelah pertemuan dapat disusun suatu event seperti food festival di Selandia Baru ketika pandemi berakhir sebagai bentuk promosi memperkenalkan wisata dan kuliner Indonesia di sana. Selain itu, Sandiaga juga mengusulkan untuk membuat event secara hybrid dalam waktu dekat agar dapat membangkitkan semangat pelaku usaha kuliner Indonesia di Selandia Baru.

“Namun, dalam jangka waktu dekat ini sambil menunggu tahun 2022 yang mungkin event substansial kita bisa konsepkan event seperti food festival secara hybrid, virtual. Saya dengan Pak Dubes hadir mencicipi makanan di depan kita. Yang dari sana kirim ke sini, yang dari kita kirim ke sana. Kita undang 3.000 orang, universitas-universitas, baik yang di sana atau di Indonesia. Jadi pentahelixnya dapat, dan bisa membangkitkan semangat,” ujarnya.

Turut mendampingi Menparekraf Sandiaga, Direktur Kuliner, Kriya, Desain dan Fesyen Kemenparekraf Yuke Sri Rahayu, Direktur Pemasaran Ekonomi Kreatif Yuana Rochma Astuti, Direktur Event Nasional dan Internasional Dessy Ruhati, Direktur Pemasaran Regional I Sigit Witjaksono. Selain itu hadir juga Dubes RI untuk Selandia Baru Tantowi Yahya, dan 14 pelaku usaha subsektor kuliner di Selandia Baru.

Direktur Kuliner, Kriya, Desain dan Fesyen Kemenparekraf Yuke Sri Rahayu, mengatakan akan mengkolaborasikan pelaku kuliner Indonesia di Selandia Baru dalam program MASAMO (Masak Bersama Master Secara Online), dan juga kegiatan BEDAKAN  (Bedah Desain Kemasan Kuliner Nusantara).

“Kita bisa kaitkan dengan program MASAMO masak bersama master yang selama ini kita mengawal di daerah destinasi pariwisata super prioritas, kita akan go master chef Indonesia ke sana. Lalu, juga bisa coba kegiatan BEDAKAN, dan meminta para desainer dari Asosiasi Desain Indonesia untuk membuatkan desain kemasan yang ada informasi wisata Indonesia untuk pelaku kuliner di Selandia Baru,” ujar Yuke. 

Dubes RI untuk Selandia Baru Tantowi Yahya, menjelaskan bahwa kuliner Indonesia di Selandia cukup berkembang dengan baik, yakni yang semula pada 2017 hanya ada sekitar 3 restoran Indonesia di Selandia Baru, kini pada 2021 ada sebanyak 14 restoran.

“Waktu saya awal bertugas pada April 2017, baru ada 2 atau 3 restoran Indonesia, sekarang berkembang menjadi 14 restoran. Ada yang bentuknya permanen restoran fine dining, ada yang sifatnya cafetaria, food truck, ada yang bentuknya warung. Sebagian besar hasilnya baik, bukan hanya komunitas kita tapi juga orang masyarakat lokal, orang-orang asing pada dasarnya menggemari masakan Indonesia,” ujar Tantowi Yahya.

Lebih lanjut, Tantowi menginginkan pelaku kuliner Indonesia di Selandia Baru dapat berkolaborasi dengan Kemenparekraf sebab semua memiliki misi yang sama yaitu memperkenalkan kuliner dan wisata Indonesia.

“Ini harus ada kolaborasi, harus menjadi sinergi antara kemenparekraf dengan mereka karena lokasi mereka ini bagus-bagus, ada yang di tengah kota, di daerah elit, ada yang food truck yang didatangi ratusan hingga ribuan orang setiap minggunya, sayang kalau tidak dimanfaatkan,” ujarnya.

Food Festival Nusantara dirancang diadakan di Selandia Baru pada 2022 sebagai bagian promosi pariwisata Indonesia.
Menteri Pariwisata Sandiaga Uno dalam sebuah acara pameran kuliner nusantara. Foto: DOk. kemenparekraf

Sementara itu, Pemilik Restoran Garuda di Selandia Baru, Burhan, bercerita usaha kulinernya yang menyajikan menu nasi goreng dan mi goreng dengan cita rasa Indonesia sangat diminati warga Selandia Baru. Oleh karenanya, ia sangat antusias untuk berkolaborasi dengan Kemenparekraf untuk memperkenalkan kuliner dan wisata Indonesia.

“Memang saya sudah lama saya berpikir untuk berkolaborasi karena kita pelaku kuliner ini garda terdepan yang langsung bertemu dengan masyarakat di Selandia Baru, ini bisa menjadi media untuk lebih mengembangkan wisata kuliner Indonesia. Jadi mobile food truck saya saat ini ada tiga dan restoran satu, ini bisa menjadi sebuah media untuk memperkenalkan Indonesia secara gratis,” ujar Burhan.

Burhan berharap Kemenparekraf juga dapat membantunya untuk membuatkan materi promosi wisata Indonesia berupa buku flyer yang menginformasikan dengan lengkap soal destinasi wisata Indonesia.

“Sebab sering sekali banyak yang bertanya kepada kita ketika datang ke restoran atau food truck bagusnya pergi ke mana. Hanya saja saya sulit sekali mengarahkan karena tidak ada bahan seperti ke daerah ini enaknya ke wisata apa ya, naik apa, dan harus mencoba kuliner apa. Jika ada materi promosi akan lebih mudah, kita tinggal berikan dan mempersilakan mereka mempelajarinya,” ujarnya.

agendaIndonesia

*****

Pengembangan Desa Wisata Cibuntu Lewat ADWI 2021

Pengembangan DEsa Wisata Cibuntu bisa dilakukan melalui ADWI 2021

Pengembangan Desa Wisata Cibuntu salah satunya dapat dilakukan dengan mengikuti Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mendukung pengembangan potensi desa wisata Cibuntu, Kuningan, Jawa Barat, melalui Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 sebagai upaya untuk menggerakkan ekonomi masyarakat di masa pandemi COVID-19.

Pengembangan Desa Wisata Cibuntu

Menparekraf saat melakukan kunjungan ke Desa Wisata Cibuntu, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Senin 31 Mei 2021, menjelaskan keberadaan wisata dapat menjadi simbol kebangkitan ekonomi nasional di tengah pandemi COVID-19. Lantaran desa wisata mampu menggerakkan ekonomi masyarakat secara langsung.

“Untuk itu, kami harapkan masyarakat bisa mendukung dan berpartisipasi pada Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional khususnya di bidang kepariwisataan dan ekonomi kreatif,” katanya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, selebritas dan content creator Cinta Laura, Direktur Tata Kelola dan Destinasi Pariwisata Berkelanjutan Kemenparekraf Indra Ni Tua, Bupati Kuningan Acep Purnama, Kadisporapar Kabupaten Kuningan Toto Tohharuddin, dan Kepala Desa Wisata Cibuntu Awam.

Desa wisata Cibuntu yang berjarak 17 kilometer dari Kota Kuningan, Jawa Barat ini terletak di kaki gunung Ciremai yang menyajikan pesona alam hamparan hijau persawahan dan hutan bambu serta daya tarik alam lainnya.

Pengembangan desa wisata Cibuntu didorong melalui keikutsertaan dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021.
Pengembangan Desa Wisata Cibuntu, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, bisa didorong melalui ADWI 2021. Foto: Dok. Kemenparekraf

Potensi desa wisata yang diresmikan pada 2012 itu dikenal dengan keindahan alamnya, mulai dari Air Terjun Gongseng hingga camping ground yang dilengkapi dengan fasilitas toilet bersih yang ramah bagi wisatawan.

Bagi yang menyukai sejarah, Desa Wisata Cibuntu juga terkenal dengan situs Saurip Kidul, Bujal Dayeuh, dan Hulu Dayeuh yang di dalamnya terdapat peninggalan berupa arca pada masa Kerajaan Hindu-Budha.

Yang uniknya lagi, tampak dari kejauhan deretan rumah yang beratap genteng mirip sekali dengan permukiman warga, namun ternyata di sana adalah kandang domba, ternak warga yang dulunya berada di dekat rumah mereka, dipindahkan lantaran terdapat aturan dari pemerintah, masyarakat pun sepakat untuk memindahkan ternaknya ke sana. Alhasil saat ini menjadi daya tarik wisatawan yang datang ke Desa Wisata Cibuntu dengan nama Kampung Domba.

Tidak hanya itu, pada 2016, Desa Wisata Cibuntu meraih penghargaan sebagai salah satu dari 5 Desa Terbaik dalam bidang homestay di tingkat ASEAN, sehingga sampai saat ini masyarakat desa berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan dan penyediaan akomodasi yang tetap menerapkan protokol kesehatan CHSE (Cleanliness, Health, Safety and Environment).

Pada kesempatan yang sama, Bupati Kuningan Acep Purnama mengatakan Desa Wisata yang berhasil meraih penghargaan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagai Desa Wisata yang menerapkan konsep Community Based Tourism (CBT) ke-2 di Indonesia itu merupakan salah satu dari 25 desa wisata yang ditargetkan Pemda Kuningan untuk dikembangkan.

“Kami memiliki target mengembangkan 25 desa wisata. Tapi saat ini sudah melebihi target menjadi 47 desa wisata. Sesuai dengan visi Jawa Barat juara dan bermuara kepada Indonesia maju,” katanya.

Selain itu Acep juga menceritakan, kondisi desa dahulunya adalah tempat eksplorasi atau galian. Lantaran masyarakat sadar dan didukung oleh berbagai pihak maka Desa Wisata Cibuntu bisa menjadi seperti saat ini.

“Walaupun dulu tempat ini menjadi tempat eksplorasi atau galian, tetapi Allah masih memberi keberkahan. Alhamdulillah ditunjang dengan fasilitas yang memadai, ditambah tahun ini akan ada pembangunan fasilitas lainnya, seperti aula, joglo, mushola, dan fasilitas sarana dan prasarana lainnya,”ujarnya.

Anugerah Desa Wisata Indonesia tahun 2021 mengangkat tema Indonesia Bangkit yang diharapkan dapat mendorong semua pelaku wisata dan industri kreatif mampu meningkatkan perekonomian dan kapasitas masyarakat lokal.

ADWI 2021 merupakan sebuah ajang pemberian penghargaan kepada desa-desa wisata di seluruh Indonesia yang memiliki prestasi dengan 7 kategori penilaian yaitu: Kategori Home,stay, Toilet, Suvenir, Desa Digital, CHSE, Konten Kreatif, dan Daya Tarik Wisata.

Pengembangan Desa Wisata Cibuntu selain menggali semua potensi yang ada, juga dapat dilakukan melalui keikutsertaan dalam ADWI 2021.
Produk ekonomi kreatif Jawa Barat, salah satunya berupa batik Cirebon. Foto: Dok. kemenparekraf

Sebelumnya, dalam kesempatan terpisahMenteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menyatakan akan mendorong terus para pelaku ekonomi kreatif di Cirebon, Jawa Barat, untuk meningkatkan kapasitas keterampilan guna mengangkat kembali potensi, semangat, dan pendapatan pelaku ekonomi kreatif (ekraf) yang terdampak pandemi COVID-19.

Menparekraf Sandiaga Uno saat bertemu para pelaku ekraf di Restoran Klapa Manis, Cirebon, Jawa Barat, menjelaskan, pandemi COVID-19 memaksa para pelaku ekraf untuk meningkatkan keterampilan dan beradaptasi dalam mengembangkan usaha. Salah satunya lewat peningkatan keterampilan dengan memanfaatkan marketplace sebagai sarana berjualan, tetapi juga media sosial sebagai wadah pemasaran.

“Keterampilan memasarkan dan menjual barang-barang melalui online sudah menjadi hal yang mutlak bagi para pelaku ekraf saat ini. Tapi tidak hanya itu saja, keterampilan membuat konten-konten produk sekreatif mungkin juga harus ditingkatkan agar minat konsumen semakin tinggi. Untuk itu, Cirebon yang sudah menjadi ikon sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dengan batik dan produk-produk kulinernya harus kita tingkatkan khususnya di tengah pandemi dan kesulitan ekonomi,” katanya.

Sandiaga Uno berharap pelaku ekraf di Kabupaten Cirebon dapat meningkatkan kualitas produknya melalui pelatihan dan pendampingan usaha yang segera digelar di wilayah tersebut.

“Kita harus melakukan inovasi, adaptasi, dan kolaborasi. Kita juga harus lakukan 3G, Gercep, Geber, Gaspol (gerak cepat, gerak bersama, dan garap semua potensi). Dan para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif memiliki satu kebutuhan yang sama yaitu pelatihan, pendampingan, dan akses permodalan. Ini yang akan kita bantu melalui program-program Kemenparekraf untuk membuka lapangan kerja seluas-luasnya,” ujarnya.

agendaIndonesia

*****

AKI 2021 Diharap Angkat Lagi Potensi Ekraf

AKI 2021 diharap angkat lagi potensi ekraf di Indonesia pasca-pandemi Covid-19. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno berharap Apresiasi Kreasi Indonesia 2021 atau AKI 2021 dapat membantu mengangkat kembali potensi, semangat, dan pendapatan pelaku di industri ekonomi kreatif (ekraf) yang terdampak pandemi COVID-19.

AKI 2021

Apresiasi Kreasi Indonesia atau AKI merupakan program Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Baparekraf yang akan memberikan pendampingan kepada pelaku ekonomi kreatif di subsektor kuliner, kriya, fesyen, musik, film, animasi, aplikasi, dan permainan di 20 kota serta kabupaten di Indonesia melalui peningkatan kapasitas pelaku ekonomi kreatif tentang ekosistem ekonomi kreatif serta pameran.

Pelatihan kewirausahaan dan mentoring nantinya akan meliputi materi bisnis model, hak kekayaan intelektual, digital promotion, perencanaan keuangan dan investasi, serta kreativitas.

“Melalui Apresiasi Kreasi Indonesia 2021 diharapkan mampu memberi kesempatan bagi masyarakat untuk bisa mengangkat kembali potensi, semangat, dan pendapatan pelaku di industri kreatif khususnya di subsektor kuliner, kriya, fesyen, musik, aplikasi, permainan, film, dan animasi yang jatuh karena efek pandemi COVID-19 sehingga nantinya dapat meningkatkan daya saing, menghasilkan produk yang siap berkompetisi di pasar produk kreatif baik skala nasional maupun internasional,” kata Menparekraf Sandiaga Uno, saat acara peluncuran program Apresiasi Kreasi Indonesia 2021 di Balairung Soesilo Soedarman, kantor Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Jakarta, Jumat 28 Mei 2021 malam.

Presiden Joko Widodo telah menyampaikan bahwa ekonomi kreatif diharapkan dapat menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia di masa depan. Hal itu mengingat potensi ekonomi kreatif sebagai salah satu alternatif sumber ekonomi baru untuk meningkatkan PDB (produk domestik bruto) dan peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya di era industri 4.0.

“Melalui Apresiasi Kreasi Indonesia 2021 diharapkan muncul sosok dan produk baru penggerak ekonomi kreatif yang bisa membanggakan Indonesia di mata dunia dengan menstimulasi ide, gagasan, kreasi, perluasan jejaring kerja,” kata Mentri Sandiaga.

AKI 2021 diharap angkat lagi potensi ekraf di Indonesia pasca-pandemi Covid-19/
Salah satu pengisi acara saat peluncuran program AKI 2021. Foto: Dok. Kemenparekraf

Saat peluncuran Apresiasi Kreasi Indonesia 2021 tersebut turut hadir Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo, Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Ekonomi Kreatif Muhammad Neil El Himam, Staf Ahli Bidang Reformasi Birokrasi dan Regulasi Ari Juliano Gema, serta beberapa perwakilan dari pelaku ekraf Tanah Air seperti Magdalena Fridawati, Lola Amaria, Keanu AGL, Ivan Nestorman dan Perwakilan Asosiasi di Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif lainnya.

Rangkaian acara Apresiasi Kreasi Indonesia 2021 dimulai dengan kegiatan peluncuran programnya, kemudian dilanjutkan dengan proses registrasi melalui website resmi www.apresiasikreasiindonesia.com. Peserta yang memenuhi syarat akan dikurasi menjadi 20 peserta per masing-masing kota untuk mengikuti pameran dan bootcamp.

Adapun ke 20 kabupaten dan kota yang ikut AKI tersebut yakni Bogor, Tasikmalaya, Bandung, Semarang, Surakarta, Wonosobo, Jepara, Banyumas, Pekalongan, Banyuwangi, Blitar, Surabaya, Malang, Denpasar, Lombok, Medan, Palembang, Lampung, Makassar, dan Balikpapan

“Nantinya acara akan dikemas dalam talkshow kreatif dan workshop dimana peserta dapat hadir secara luring dan daring melalui platform digital, festival film, music live performance dan acara puncaknya yaitu Pekan Apresiasi Kreasi Indonesia 2021 yang akan dilaksanakan pada bulan Desember 2021,” ujar Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf Muhammad Neil El Himam.  

Salah satu perwakilan ekraf dari subsektor film, Lola Amaria menilai potensi yang tinggi dari sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia yang sangat selaras untuk diangkat secara bersama. Ia menceritakan pada tahun 2016 pernah membuat film di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur dengan judul “Labuan Hati” yang mampu mengangkat keindahan wisata yang terkenal dengan Taman Nasional Komodo tersebut.

“Pariwisata, film dan ekonomi kreatif itu adalah tiga hal yang sangat berkaitan. Film ‘Labuan Hati’ tersebut saya bawa ke beberapa negara di Eropa sekaligus untuk mempromosikan pariwisata di Indonesia, agar tidak hanya Bali saja yang terkenal di sana. Saya belajar dari film-film Amerika yang selalu mencantumkan nama kotanya sebagai salah satu upaya promosi seperti ‘Leaving Las Vegas’, ‘New York, I Love You’. Saya harap dengan mencantumkan nama kota di Indonesia juga sebagai upaya promosi wisata di Tanah Air,” katanya.

agendaIndonesia

*****

Wisata Edukasi Ubud Jadi 1 Alternatif Pengembangan

Wisata edukasi Ubud menjadi satu alternatif pengembangan pariwisata di Bali. Ini dikatakan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, dalam kunjungan kerjanya di kawasan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali.

Wisata Edukasi Ubud

Menteri Sandiaga dalam kunjungannya ke Museum Puri Lukisan dan Museum Marketing 3.0 di kawasan Ubud pada Kamis 27 Mei 2021 mengatakan, wisata edukasi seperti kunjungan ke museum yang ada di Ubud sejalan dengan arah pengembangan pariwisata Indonesia yang berkualitas.

“Kami ingin wisata edukasi wisata berbasis budaya berkearifan lokal, dengan penekanan pada wisata berkualitas dan berkelanjutan yang akan menjadi tema utama,” kata Sandiaga. Turut hadir mendampingi Menparekraf Sandiaga Uno, Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Sekretaris Utama Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ni Wayan Giri Adnyani, serta Direktur Event Nasional dan Internasional Dessy Ruhati.

Sandiaga mengatakan, kawasan Ubud memiliki potensi yang besar di bidang pariwisata edukasi berbasis budaya. Selain museum, Ubud juga memiliki sejumlah galeri seni terkemuka dan desa-desa wisata seperti desa adat Mas yang terkenal dengan produk kriya berupa ukiran kayu. Sehingga, ia juga mendorong agar Ubud menjadi destinasi work from gallery sebagai bagian dari Work From Bali.

“Jadi nanti akan disiapkan spot-spot di galeri-galeri dan museum-museum yang tersebar di seluruh Bali untuk menyediakan kepada rekan-rekan yang sudah memutuskan untuk kembali berkegiatan di tengah-tengah alam yang sangat indah dikelilingi oleh artefak-artefak, lukisan-lukisan, serta produk-produk kriya kelas dunia. Kita harapkan work from gallery ini menjadi salah satu pilihan bagi rekan-rekan yang akan memulai work from Bali di Kuartal ketiga (2021),” katanya.

Sandiaga menyebutkan wacana ini merupakan bentuk keberpihakan pemerintah, dalam hal ini Kemenparekraf/Baparekraf untuk menggerakkan dan membangkitkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Pulau Dewata.

“Jadi pemerintah akan hadir dan kementerian kami akan memastikan program kita tepat sasaran dan tepat manfaat. Tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin,” ucap Sandiaga.

Dalam kesempatan tersebut, Sandiaga didampingi Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati. Pria yang akrab disapa Cok Ace itu mengapresiasi rencana pelaksanaan Work From Gallery untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali. “Saya sangat mengapresiasi rencana ini. Saya sangat setuju mudah-mudahan museum-museum ini tidak hanya menjadi bagian dari objek wisata Ubud tapi museum ini betul-betul menjadi tempat untuk menjadi tempat pendidikan,” ujar Cok Ace.

Wisata edukasi Ubud didorong menjadi salah satu pengembangan pariwisata di daerah ini.
Alas Harum, Ubud, Bali. Foto: Dok. Kemenparekraf

Selain ke Museum Marketing 3.0 dan Museum Puri Lukisan, Sandiaga juga menyempatkan diri berkunjung ke Museum Runa yang memamerkan koleksi perhiasan khas Bali.

Pada kesempatan selanjutnya, Menteri Sandiaga Salahuddin Uno juga mengapresiasi penerapan protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability) di destinasi wisata Alas Harum, Ubud.

Dalam kunjungannya ke Alas Harum, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, Menparekraf Sandiaga mengatakan destinasi wisata yang dilengkapi dengan restoran dan sentra produksi kopi luwak ini dinilai berhasil menerapkan protokol CHSE secara ketat dan disiplin.

“COVID-19 ini memaksa kita untuk terus berinovasi dan tadi saya lihat Alas Harum sudah membangun beberapa tambahan layanan, ini adalah bentuk adaptasi kita. Saya juga mengapresiasi penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin di sini karena kita perlu mempersiapkan diri menghadapi beberapa agenda besar yang ada di Bali,” kata Sandiaga.

Beberapa agenda tersebut di antaranya adalah persiapan pembukaan Travel Corridor Arrangement dan pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi G20 pada 2022 mendatang.

“Jadi kami yakin ini akan menjadi destinasi yang akan dikunjungi oleh wisatawan. Sehingga kita perlu berbenah dan mempersiapkan diri,” katanya.

Sandiaga juga mengapresiasi keberhasilan Alam Harum yang mempertahankan 250 karyawannya dari pemutusan hubungan kerja. “Saya ucapkan terima kasih kepada pengelola Alas Harum karena selama pandemi dan sulitnya ekonomi, destinasi wisata terpadu Alas Harum ini tidak melakukan PHK terhadap 250 pegawainya,” ungkap Sandiaga.

Wisata edukasi Ubud dinilai searah dengan pengembangan pariwisata Indonesia yang berkualitas.
Salah satu contoh pelaksanaan CHSE di Alas Harum, Ubud, Bali. Foto: Dok. Kemenparekraf

Hal ini diamini oleh pemilik Alas Harum, Made Ardhana. Menurutnya, hal ini bukanlah sesuatu yang mudah. Ia membeberkan, pihaknya memberlakukan sistem kerja bergantian atau shifting terhadap 250 pegawainya.

“Jadi ada yang 12 hari kerja ada yang 10 hari kerja sesuai dengan kecakapannya dalam bekerja. Jadi kami di manajemen ini menyiapkan bagaimana caranya mereka tidak jenuh di rumah dan kita juga tetap memberikan optimisme terhadap mereka semua. Kita tidak boleh menyerah terhadap situasi, mau separah apapun tetap kita bersyukur,” ujar Made Ardhana.

agendaIndonesia

*****

Menteri Pariwisata Ajak Desa-desa Ikut ADWI 2021

Menteri Pariwisata ajak desa-desa ikut ADWI 2021

Menteri Pariwisata ajak desa-desa ikut ADWI 2021. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengajak lebih banyak lagi desa-desa wisata untuk berpartisipasi dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021. Ini dikatakan Mentri Sandiaga saat melakukan kunjungan ke Desa Adat Mas di Kawasan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, Rabu 26 Mei 2021.

Menteri Pariwisata Ajak Desa-desa Ikut ADWI 2021

Selain melihat langsung potensi desa yang dikenal sebagai desa pemahat tertua yang sudah ada sejak 1930 dan terkenal di pasar Eropa, Sandiaga mengungkapkan kedatangannya ke Desa Wisata Mas sekaligus mensosialisasikan ADWI 2021.

ADWI 2021 merupakan salah satu program unggulan Kemenparekraf/Baparekraf untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia yang terdampak oleh pandemi COVID-19. “Anugerah desa wisata ini adalah bentuk keberpihakan, bentuk ekonomi yang berkeadilan membantu saudara-saudara kita yang betul-betul membutuhkan, yaitu para pelaku wisata dan ekonomi kreatif khususnya yang ada di desa-desa wisata,” kata Menparekraf Sandiaga.

Program ini diharapkan mampu mewujudkan visi “Indonesia sebagai Negara Tujuan Pariwisata Berkelas Dunia, Berdaya Saing, Berkelanjutan dan Mampu Mendorong Pembangunan Daerah dan Kesejahteraan Rakyat”.  

Sandiaga menjelaskan ada tujuh kategori penilaian dalam ajang penghargaan ini. Yaitu penerapan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental sustainability) desa digital; suvenir (kuliner, fesyen, kriya); daya tarik wisata (alam, budaya, buatan); konten kreatif; homestay dan toilet.

Melalui kategori-kategori tersebut, diharapkan mampu mendorong berkembangnya desa wisata menjadi wisata berkelanjutan dan sebagai bahan untuk meningkatkan kualitas yang dapat diikuti oleh semua desa di Indonesia.

Sandiaga menuturkan, desa wisata memiliki potensi yang sangat besar untuk membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Tanah Air.

“Desa wisata ini memberikan begitu banyak lapangan pekerjaan dan membuka peluang usaha. Serta dapat meningkatkan keterampilan masyarakat untuk digitalisasi konten menjual online,” ujar Sandiaga.

Kegiatan ini juga untuk membangun motivasi bagi pengembangan desa dan menjadi penggerak ekonomi tingkat desa melalui desa wisata. “Dengan sosialisasi ini, kita harapkan akan membangkitkan minat dari desa-desa wisata yang ada di seluruh Indonesia untuk mendaftarkan diri. Jadi jangan lupa daftarkan desa anda di Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 di laman www.jadesta.com/adwi2021 sampai 26 Juni 2021,” katanya.

“Anugerah Desa Wisata ini adalah bentuk keberpihakan, ekonomi yang berkeadilan untuk membantu saudara-saudara kita yang betul-betul membutuhkan,” kata Sandiaga Uno saat sosialisasi Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 di Kampung Wisata Banjar Tarukan, Desa Mas, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali.

Sebab itu, Sandiaga berharap kelompok sadar wisata atau Pokdarwis hingga perangkat desa berpartisipasi dalam acara ini. Mereka bisa mendaftarkan desa wisata dan menjadi contoh serta motivasi bagi desa-desa lain. Sandiaga Uno menambahkan, kompetisi ini akan menunjukkan desa mana yang layak untuk dikatakan berkelas dunia, berdaya saing, berkelanjutan, mendorong pembangunan daerah, dan menyejahterakan masyarakat.

Bersama Baim Wong dan YouTuber Yudist Ardhana, Sandiaga Uno berkunjung ke berbagai potensi yang dimiliki desa wisata. Di antaranya potensi seni budaya, kuliner, sampai pengelolaan dan pelestarian alam.

Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menargetkan 500 desa wisata di pelosok Tanah Air turut serta dalam Anugerah Desa Wisata 2021. “Desa wisata membuka banyak lapangan kerja, peluang usaha, dan meningkatkan keterampilan masyarakat untuk digitalisasi,” kata Mentri Sandiaga Uno.

Ia menambahkan, total hadiah yang disediakan bagi para desa pemenang berjumlah hingga miliaran rupiah. Karena itu, katanya, desa-desa wisata bisa mendaftar keikutsertaan mereka di ADWI 2021 di laman www.jadesta.com/adwi2021 sampai 26 Juni 2021.

Menteri Pariwisata ajak desa-desa ikut ADWI 2021 untuk mendorong perekonomian desa.
Menteri Pariwisata dalam kunjungan ke Desa Mas, Ubud, Bali, mengajak desa-desa untuk ikut ADWI 2021. Foto: Dok. Kemenparekraf

Dalam kunjungan ini, Sandiaga didampingi oleh Direktur Tata Kelola Destinasi dan Pariwisata Berkelanjutan Kemenparekraf/Baparekraf, Indra Ni Tua; Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar, Anak Agung Gede Putrawan; Bendesa Adat Mas, I Wayan Gede Arsania; Pemilik Siadja Gallery yang juga warga Desa Adat Mas, Gede Siadja; dan artis sekaligus content creator Baim Wong.

Dalam kesempatan yang sama, Gede Siadja menambahkan Desa Adat Mas  memang dikenal memiliki produk kreatif kriya pahatan kayu yang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan. “Jadi kami bisa memaksimalkan kayu, bahkan limbah kayu yang tergeletak di sungai misalnya menjadi sebuah fine arts,” ucap Gede Siadja. Sandiaga juga menyempatkan diri berkunjung ke Siadja Gallery dan menebar benih ikan di Desa Adat Mas.

agendaIndonesia

****

Nusa Tenggara Timur Juara Umum API 2020

Nusa Tenggara Timur juara umum API 2020

Nusa Tenggara Timur juara umum  API 2020. Dalam pengumuman para pemenang Anugerah Pesona Indonesia (API) 2020, yang pengumumannya dipusatkan di Hotel Inaya Bay, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Jumat 21 Mei 2021, sejumlah spot wisata di provinsi tersebut memenangi kategorinya.

Nusa Tenggara Timur Juara Umum API 2020

Anugerah Pesona Indonesia atau API 2020 merupakan rangkaian kegiatan tahunan yang diadakan untuk membangkitkan apresiasi masyarakat terhadap pariwisata di Indonesia. Kegiatan ini sekaligus mendorong peran serta berbagai pihak, terutama pemerintah daerah, untuk lebih berupaya mempromosikan pariwisata di daerah masing-masing.

Nusa Tenggara Timur menjadi juara umum setelah bersaing ketat dengan provinsi lainnya dengan memenangkan lima kategori yang dilombakan. Ke lima kategori tersebut adalah makan tradisional, yang dimenangkan Daging Se’i. NTT juga memenangkan destisasi belanja dengan Sentra Tenun Ikan Ina Ndao di kota Kupang.

Kategori lain yang dimenangkan NTT adalah wisata Dataran Tinggi yang dimenangkan Fulan Fehan di Kabupaten Belu. Kategori Kampung Tradisional dimenangkan Kampung Adat Namata di Sabua Raijua. Juara pertama kategori lain yang dimenangkan NTT adalah kategori Situs Sejarah, yakni melalui Liang Bua Ruteng di Kabupaten Manggarai.

Selain juara pertama untuk kategori-kategori tersebut, NTT juga meraih tiga juara dua untuk kategori lain. Ke tiganya adalah Surga Tersembunyi untuk destinasi Mulut Seribu di Kabupaten Rote Ndao; kategori Wisata Air untuk Island Hopping Pulau Meko di Flores Timur; dan kategori Destinasi Baru yang diraih Pulau Semau di Kabupaten Kupang.

Berikut daftar lengkap juara Anugerah Pesona Indonesia 2020, sesuai informasi media yang diterbitan penyelanggara API.

Kategori Makanan Tradisional

Juara 1: Sei, Provinsi Nusa Tenggara Timur; Juara 2: Coto Manggala, Kabupaten Kotawaringin Barat ; Juara 3: Pendap, Kabupaten Bengkulu Selatan

Nusa Tenggara Timur menjadi juara umum API 2020 dengan memenangkan 5 kategori.
Minuman jajan Es Dawet menjadi yang terfavorit dalam Anugerah Pesona Indonesia 2020. Foto: Dok. Unsplash

Kategori Minuman Tradisional

Juara 1: Dawet Ayu, Kabupaten Banjarnegara; Juara 2: Kopi Semendo, Kabupaten Muara Enim; Juara 3: Air Mata Bejando, Kabupaten Pelalawan

Kategori Promosi Pariwisata Digital

Juara 1: pariwisatapelalawan.com, Kabupaten Pelalawan; Juara 2: FB@promosipariwisataklungkung, Kabupaten Klungkung; Juara 3: IG@exoticmalukutourism, Provinsi Maluku

Kategori Brand Pariwisata

Juara 1: The Homeland of Melayu, Provinsi Riau; Juara 2: City of Music, Kota Ambon; Juara 3: The Treasure of Sumatera, Provinsi Lampung

Kategori Destinasi Belanja

Juara 1: Sentra Tenun Ikat Ina Ndao, Kota Kupang; Juara 2: Kampung Kerawang Gayo Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah; Juara 3: Tanggo Buntung, Kota Palembang

Kategori Cendera Mata

Juara 1: Rencong Batu, Kabupaten Aceh Selatan; Juara 2: Tenun Tanimbar, Kabupaten Kepulauan Tanimbar; Juara 3: Badak Kayu, Kabupaten Pandeglang

Kategori Olahraga dan Petualangan

Juara 1: Skyland Supermoto, Kabupaten Musi Banyuasin; Juara 2: Panjat Tebing Silokek, Kabupaten Sijunjung; Juara 3: Tarawesi Motocross, Kabupaten Buru

Kategori Atraksi Budaya Terpopuler

Juara 1: Bekarang, Kabupaten Musi Banyuasin; Juara 2: Island Hopping Pulau Mekko, Kabupaten Flores Timur; Juara 3: Surfing Samadua, Kabupaten Aceh Selatan

Kategori Ekowisata

Juara 1: Damaran Baru Ecovillage, Kabupaten Bener Meriah; Juara 2: Desa Burai, Kabupaten Ogan Ilir; Juara 3: Mangrove Banglas, Kabupaten Kepulauan Meranti

Kategori Dataran Tinggi

Juara 1: Fulan Fehan, Kabupaten Belu; Juara 2: Puncak Tempurung Garden, Kabupaten Sarolangun; Juara 3: Bukit Holbung, Kabupaten Samosir
Kategori Atraksi Budaya

Juara 1: Rampoe Aceh, Kota Langsa; Juara 2: Baris Jangkang Pelilit, Kabupaten Klungkung; Juara 3: Bokoba, Kabupaten Rokan Hulu

Kategori Situs sejarah

Juara 1: Liang Bua Ruteng, Kabupaten Manggarai Juara 2: Tugu Radio Perjuangan Rimba Raya, Kabupaten Bener Meriah Juara 3: Kawasan Kota Tua, Provinsi DKI Jakarta

Kategori Kampung Adat

Juara 1: Kampung Namata, Kabupaten Sabu Raijua; Juara 2: Kampung Sarugo, Kabupaten Limapuluh Kota; Juara 3: Pelang Kenidai, Kota Pagar Alam

Kategori Festival Pariwisata

Juara 1: Festival Danau Ranau, Kabupaten OKU Selatan; Juara 2: Seba Baduy, Kabupaten Lebak; Juara 3: Meron, Kabupaten Pati

Kategori Destinasi Kreatif

Juara 1: Rumah Pohon Waai, Kabupaten Maluku Tengah; Juara 2: Jembatan Rawa Karindangan, Kabupaten Tanjung Jabung Barat; Juara 3: Kampung Tridi, Kota Malang

Kategori Destinasi Unik

Juara 1: Museum Tsunami, Kota Banda Aceh; Juara 2: Dusun Sri Pengantin, Kabupaten Musi Rawas; Juara 3: Sungai Tamborasi, Kabupaten Kolaka

Kategori Destinasi Baru

Juara 1: Welora, Kabupaten Maluku Barat Daya; Juara 2: Pulau Semau, Kabupaten Kupang; Juara 3: Bone Labunta, Kabupaten Buton Tengah

Kategori Surga Tersembunyi

Juara 1 : Batu Tilam, Kabupaten Kampar;; Juara 2 : Mulut Seribu, Kabupaten Roe Ndao Juara 3 : Toran Beach, Kabupaten Fakfak

Juara Favorit Dawet Ayu, Kabupaten Banjarnegara

Juara Umum Provinsi Nusa Tenggara Timur

Seleksi Anugerah Pesona Indonesia 2020 dilakukan oleh juri dan voting selama 1 Agustus sampai 31 Desember 2020. Selama masa itu masyarakat bisa memilih melalui You Tube API 2020, laman API 2020, aplikasi Android, dan SMS 99386.

agendaIndonesia

*****

Work From Bali 2021 Dorong Pemulihan Parekraf Bali

Work from Bali 2021 dorong pemulihan parekraf Bali.

Work From Bali 2021 diharapkan membantu mendorong pemulihan sektor pariwisata dan perekonomian kreatif. Tidak saja bagi Bali, namun nantinya juga meluas ke wilayah atau daerah-daerah tujuan wisata lain.

Work From Bali 2021

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menginginkan kebijakan untuk bekerja dari Bali atau Work From Bali bagi aparatur sipil negara (ASN) tepat manfaat untuk membantu dan memulihkan perekonomian sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) di Pulau Dewata yang terpuruk akibat pandemi Covid-19 sejak awal 2020 lalu dan masih berlangsung hingga saat ini.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno dalam acara weekly press briefing di Gedung Sapta Pesona, Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Jakarta, Senin 24 Mei 2021, menjelaskan bahwa beberapa waktu lalu Kemenparekraf ikut hadir dalam nota kesepahaman antara Kementerian Menko Koordinator dan Investasi (Kemenko Marvest) bersama PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) yang merupakan pengelola kawasan Nusa Dua, dan 16 penyedia akomodasi di Nusa Dua.

Selama ini, kata Sandiaga, Bali menjadi primadona pariwisata di Tanah Air sebagai salah satu penyumbang devisa terbesar di sektor pariwisata. Tapi untuk waktu sekarang ini, Bali perlu uluran tangan semua pihak. “Kemenparekraf sudah lebih dahulu melakukan WFB pada kuartal pertama di 2021, kita berharap kebijakan ini bisa tepat manfaat, tepat sasaran, dan tepat waktu untuk mempertahankan perekonomian sektor parekraf di Bali,” katanya.

Kemudian, Menparekraf Sandiaga Uno menjelaskan, terkait Travel Corridor Arrangement (TCA) untuk wisatawan mancanegara harus dipersiapkan dengan matang. Oleh karenanya, WFB untuk lingkup di bawah Kemenko Marvest diharapkan bisa menjadi persiapan agar TCA bisa dilaksanakan.

“Tidak ada alokasi anggaran khusus untuk WFB, masih menggunakan anggaran yang lama sehingga bisa dikelola dengan efisien. Realisasi anggaran belanja pemerintah ini diharapkan dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi Bali secara bertahap yang tumbuh minus 5,24 persen pada kuartal I dibanding pada kuartal IV tahun 2020,” katanya.

Seperti diketahui, pada tahun lalu, perekonomian di Bali turun -12 persen dan pada kuartal pertama tahun 2021 masih minus 9 persen. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) pada Februari 2021 untuk hotel berbintang di Bali sebesar 8,99 persen atau  minus 2,16 poin (m-o-m) dan hotel non bintang 7,70 persen atau plus 1,00 poin (m-o-m)

Skema bekerja di Bali, kata Sandiaga, hingga saat ini masih dalam tahap untuk dirumuskan. Tidak hanya aparat sipil negara (ASN), pihak swasta juga diarahkan untuk dapat menggelar kegiatan atau pertemuan di daerah, termasuk Bali, dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin. Pariwisata merupakan salah satu sektor dengan tingkat multiplier effect yang tinggi. “Sehingga dengan kebijakan work from Bali ini juga diharapkan akan mendongkrak sektor lain, seperti transportasi dan lainnya,” katanya.

Terkait Dana Hibah Pariwisata dan Bantuan Insentif Pemerintah (BIP) Sandiaga Uno juga menjelaskan telah mengusulkan Dana Program Pemulihan Ekonomi (PEN) tahun anggaran 2021 untuk Sektor Pariwisata sebesar Rp 3,7 triliun kepada Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) dengan cakupan penerima hibah yang lebih luas dibandingkan dengan Dana Hibah Pariwisata Tahun 2020.

Untuk BIP yang merupakan merupakan program tahunan yang diselenggarakan sejak 2017 yang bertujuan memberikan tambahan modal kerja dan/atau investasi aktiva tetap kepada pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif. Jumlahnya pun terus bertambah setiap tahun.

“Di tahun 2020, penyaluran BIP dianggarkan sebesar Rp 24 miliar dan di tahun ini sebesar Rp 60 miliar. Selain itu BIP juga tidak ada prioritas destinasi, terbuka untuk seluruh indonesia (tidak ada kuota, batasan) karena sifatnya berupa seleksi, melalui penilaian oleh kurator,” katanya.

Namun bagi usaha di DSP, atau daerah tertentu/memiliki unsur tertentu (seperti sociopreneur, memiliki dampak sosial/lingkungan) bisa menjadi nilai tambah dalam penilaian. Pendaftaran program BIP (open submission) akan dibuka pada 4 Juni 2021 dan ditutup tanggal 4 Juli 2021.

Work From Bali 2021 diharapkan dapat mendorong pemulihan kehiduan pariwisata dan ekonomi kreatif daerah ini.
Work From Bali diharapkan dapat mendorong pemulihan kondisi Parekraf daerah ini. Foto: Dok. Kemenparekraf

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terus mendorong sejumlah kebijakan dan kerja sama dengan banyak pihak untuk mendorong pemulihan pariwisata dan perekonomian kreatif. Minggu sebelumnya, misalnya, Menteri Sandiaga berkolaborasi dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia sebagai upaya untuk memulihkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) yang terdampak pandemi COVID-19.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno saat acara silaturahmi dan diskusi dengan perwakilan Kadin dan asosiasi sektor pariwisata di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Rabu (19/5/2021) menjelaskan, kedudukan Kadin dan Pemerintah dalam menggerakkan perekonomian nasional adalah sebagai mitra yang sejajar dimana Kadin merupakan mitra pemerintah sebagaimana tertuang dalam Undang-undang (UU) Nomor 1 Tahun 1987 Untuk itu perlu kolaborasi ini harus dilaksanakan dengan baik.“Sebagai mitra, kami harap Kadin dan asosiasi mampu meningkatkan kinerja kolaborasi kita bersama, karena COVID-19 ini memberikan dampak kepada 34 juta pelaku parerkaf, dan 90 persen pelaku parekraf ini adalah para pelaku UMKM. Dalam data yang kami terima dari Bank Indonesia, selama pandemi terdapat 72 persen pelaku UMKM mengalami penurunan kerja dan kinerja” ujar Sandiaga.

agendaIndonesia

*****

Pengembangan KEK Singosari 2023 Fokus Ekonomi Kreatif

Pengembangan KEK Singosari pada 2023-2024 didorong fokus dan terkonsentrasi pada sektor ekonomi kreatif. Ini disampaikain Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno, seraya mengharapkan kawasan ekonomi khusus itu mampu membuka peluang dan lapangan pekerjaan seluas-luasnya.

Pengembangan KEK Singosari 2023

“KEK Singosari ini menjadi KEK pariwisata pertama yang dikhususkan fokus dan terkonsentrasi pada sektor ekonomi kreatif. Harapan kita agar KEK ini juga mampu menghadirkan peningkatan keterampilan, upskilling dan reskilling untuk kaum milenial, membuka lapangan kerja seluas-luasnya dan sebesar-besarnya,” kata Menparekraf Sandiaga Uno saat meninjau KEK Singosari, di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu 22 Mei 2021.

Menparekraf meyakini, KEK Singosari dengan target investasi sebesar Rp1 triliun pada 2023-2024 dapat terealisasi lewat koordinasi yang terjalin antara seluruh stakeholder pariwisata hingga pemerintah daerah.

Guna merealisasikan target investasi tersebut, Menparekraf Sandiaga Uno akan berkoordinasi dengan Menteri Investasi Republik Indonesia, Bahlil Lahadalia, untuk mempercepat akselerasi. Tujuannya agar investasi dapat segera membuat peluang usaha serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat di kawasan KEK Singosari ke depannya.

Dalam kesempatan tersebut Menparekraf Sandiaga Uno didampingi Deputi Industri dan Investasi Kemenparekraf Fadjar Hutomo dan Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf Muhammad Neil El Himam.

Menparekraf juga menyebut pihak Kemenparekraf bersama pemerintah daerah serta sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tengah merencanakan sejumlah kegiatan di KEK Singosari.

Serta lewat kegiatan yang diantaranya meliputi pelatihan digital serta penyaluran pembiayaan itu, dirinya berharap lahir semangat para pelaku usaha parekraf untuk terus beradaptasi dan berinovasi.

“Ada dua langkah awal yang saya akan lakukan, pertama adalah mengakselerasi, karena itu kita akan berkoordinasi dengan Satgas Percepatan Investasi yang dikepalai Menteri Investasi. Kedua adalah roadshow yang akan kami gagas di paruh kedua tahun ini dengan penyiapan Investments Memo agar pembukaan lapangan kerja bisa kita lakukan segera,” katanya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak atau Emil Dardak mengapresiasi kehadiran dan dukungan Menparekraf Sandiaga Uno untuk memajukan dan mendukung pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Jawa Timur.

Emil menyebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berupaya keras mempercepat pengembangan KEK Singosari. Terlebih kawasan pariwisata tersebut tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 80 mengenai percepatan pembangunan, KEK Singosari yang diharapkan dapat menyerap banyak tenaga kerja ke depannya.

“Pemprov berencana mengembangkan kelas industri animasi. Para pelaku animasi dan game serta perfilman juga akan segera menempati digital studio yang peletakan batu pertamanya telah dilakukan,“ kata Emil Dardak.

Pengembangan KEK Singosari 2023 di Malang Jawa Timur didorong fokus ke ekonomi kreatif.
Kota Wisata Batu Malang sebagai destinasi bulan madu. Foto: Dok. Kemanparekraf

Batu Malang Destinasi Bulan Madu

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno melanjutkan kunjungan kerja ke Kota Wisata Batu di Jawa Timur. Selain mendorong program-program pemulihan bagi para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf) akibat pandemi COVID-19, Menparekraf juga menyebut keindahan alam kota yang berjarak 17 kilometer dari Kota Malang itu sangat cocok untuk para pasangan yang ingin berbulan madu atau “honeymooners”.

“Hari ini saya realisasikan kunjungan ke Kota Wisata Batu yang menjadi kawasan wisata yang identik dengan beraneka ragam atraksi mulai dari wisata alam budaya dan wisata buatan seperti di Batu Love Garden ini yang lebih dikenal sebagai Jatim Park 4. Belum Lengkap pasangan pernikahan kalau belum ke Batu Love Garden (Baloga). Jadi buat para pasangan yang akan berbulan madu, Kota Batu adalah tempat yang sangat cantik untuk kalian berbulan madu,” katanya.

Menparekraf Sandiaga Uno juga memiliki cara sendiri untuk menikmati keindahan Kota Wisata Batu. Sejuknya udara dan keindahan lanskap dengan berlatar belakangan pegunungan di Batu menjadi cara yang tepat dinikmati, bisa dengan menginap di Hotel Jambuluwuk Batu lalu ke Jatim Park 4 hanya sejauh 6 kilometer.

“Kota Batu ini memiliki sejarah yang bagus terkait pariwisata. Saya yakin setelah pandemi Kota Batu akan kembali memasuki era kemasan sebagai destinasi wisata yang banyak dikunjungi wisatawan. Kami akan selalu mendukung dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk memajukan Kota Batu ini,” ujarnya.

Pengembangan KEK Singosari 2023-2024 diharapkan dapat menarik investasi hingga Rp 1 triliun.
Maket Jatim Park di Batu, Malang, Jawa Timur. Foto: Dok Kemenparekraf

Sandiaga juga mengapresiasi komitmen Pengelola Jatim Park untuk terus berinvestasi membuka lapangan kerja, meningkatkan keterampilan dari para pelaku wisata dan ekonomi kreatif mulai dari aspek digital. Terlebih mereka pun sudah memiliki best practice yang dapat diaplikasikan dan dikembangakan bagi pelaku usaha pariwsata di Tanah Air.

“Kami akan menggunakan lesson and learn kesuksesan dari Jatim Park. Karena Jatim Park ini adalah produk ekonomi kreatif dan destinasi wisata dari Jawa timur yang sudah memiliki best practice, jadi ini akan kita coba kembangkan di beberapa destinasi wisata lain di Indonesia,” katanya.

Menparekraf Sandiaga Uno juga meminta semua pihak untuk bersama-sama mengawal program dana hibah pariwisata. Agar dana tersebut tepat sasaran, tepat manfaat, tempat tujuan, dan tepat waktu.

“Sehingga dapat tereksekusi dengan baik di mana tahun lalu hanya hotel dan restoran, tahun ini akan kami perluas bisa menyentuh juga pelaku pariwisata yang bergerak di destinasi wisata atau taman rekreasi,” katanya.

Sementara itu Walikota Batu Dewanti Rumpoko, mengapresiasi dan berterima kasih atas kehadiran dan dukungan Menparekraf Sandiaga Uno yang berkomitmen mendorong program-program pemulihan bagi Kota Wisata Batu agar segera bangkit dan pulih dari kesulitan ekonomi.

“Saya mengapresiasi dan berterima kasih kepada Menparekraf yang sudah menjadi endorser dan mensupport Kota Batu di tengah pandemi. Dengan dukungan Menparekraf meng-endorse Kota Wisata batu sebagai Honeymoon City diharapkan nantinya para pasangan muda yang sedang ingin berbulan madu akan datang ke Kota Batu tentunya dengan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin,” ujarnya.

agendaIndonesia

*****

Garuda Indonesia Gelar Economy Lite, Diskon 25%

Pesta diskon hingga 80 persen untuk memanjakan para traveler Indonesia

Garuda Indonesia gelar Economy Lite (Eco Lite). Promo khusus maskapai penerbangan nasional dengan tajuk tersebut menghadirkan harga spesial dengan diskon tiket 25 persen. Ini diberlakukan untuk penerbangan kelas ekonomi rute domestik.

Garuda Indonesia Gelar Economy Lite

Promo tersebut berlaku untuk pembelian tiket mulai tanggal 20 Mei – 31 Mei 2021 di seluruh kanal resmi penjualan tiket Garuda Indonesia dengan periode perjalanan hingga 31 Desember 2021 mendatang. Penawaran harga spesial tersebut dihadirkan bagi calon penumpang yang memiliki preferensi atau kebutuhan prioritas dengan memilih untuk duduk berdampingan selama penerbangan, di antaranya bersama keluarga atau rekan terdekat.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengungkapkan, program Economy Lite ini mereka perkenalkan dalam rangka menjawab kebutuhan masyarakat seiring dengan meningkatnya preferensi masyarakat yang mengedepankan added value layanan penerbangan. Dalam hal ini, khususnya melalui pilihan duduk berdampingan, antara lain bersama keluarga atau rekan terdekat di era kenormalan baru seperti saat ini.

“Hal ini tentunya juga sejalan dengan mulai tumbuhnya persepsi dan kepercayaan akan rasa aman dan nyaman masyarakat untuk bepergian menggunakan moda transportasi udara, sejalan dengan momentum program vaksinasi nasional yang tengah dilaksanakan oleh Pemerintah,” papar Irfan.

Adapun dalam pengalokasiannya, promo khusus Economy Lite ini disediakan secara terbatas pada baris penumpang yang terpisah dengan penumpang regular lainnya pada setiap penerbangan. Hal ini dilakukan guna memastikan aspek kenyamanan dan keamanan bagi seluruh penumpang di tiap penerbangannya senantiasa selalu terjaga sesuai dengan kebutuhan dan pilihan masing-masing penumpang.

Irfan menambahkan, “Di tengah berbagai prefensi masyarakat yang semakin beragam dalam memilih layanan penerbangan, Garuda Indonesia berkomitmen untuk selalu menghadirkan pengalaman penerbangan terbaik dengan mengedepankan aspek keamanan dan kenyamanan penumpang sebagai prioritas utama”.

“Garuda Indonesia secara konsisten terus melakukan penyesuaian lini layanan operasional sesuai dengan kebutuhan masyarakat dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, serta ditunjang oleh awak pesawat yang bertugas dalam kondisi “Fit to Fly” termasuk menjalani pemeriksaan COVID-19 dengan hasil negatif, serta telah mendapatkan vaksinasi Covid-19 lengkap. Dalam upaya memastikan penerapan protocol kesehatan berjalan optimal selama penerbangan serta sejalan dengan ketentuan regulator, Garuda Indonesia turut menyediakan area khusus kursi penumpang, bagi mereka sedang dalam kondisi tidak fit ketika melaksanakan penerbangan. Disamping itu, guna memastikan kualitas sirkulasi udara di kabin pesawat terjaga dengan baik, seluruh armada Garuda Indonesia juga telah dilengkapi dengan sistem filtrasi udara yang dapat menyaring bakteri dan virus hingga 99 persen untuk meminimalisir penyebaran virus selama penerbangan.

“Kami berharap melalui rangkaian program yang dihadirkan oleh Garuda Indonesia pada masa kenormalan baru termasuk di antaranya program Economy Lite ini kiranya dapat turut mempercepat upaya pemulihan ekonomi nasional khususnya pada sektor transportasi dan pariwisata Indonesia” tutup Irfan.

Untuk informasi lebih selengkapnya mengenai program khusus Economy Lite ini, penumpang dapat mengunjungi website www.garuda-indonesia.com maupun kanal informasi resmi Garuda Indonesia lainnya seperti Contact Center 24 Jam 021-2351999 atau 0804 180 7807 maupun akun Twitter resmi Garuda Indonesia @IndonesiaGaruda dan @GarudaCares, Facebook Official Garuda Indonesia (Layanan Live Chat), serta akun resmi Instagram @garuda.indonesia.

Garuda Indonesia gelar Economy Lite berupa potongan harga tiket sebesar 25%.
Penandatanganan kerjsa sama Garuda Indonesia dengan KONI tentang Corporate Priviledge di Jakarta. Foto: Dok. Garuda Indonesia

Selain program Eco Lite, sebelumnya Garuda Indonesia bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat telah melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama “Corporate Privilege” pada 7 Mei 2021 di Hangar 2 GMF AeroAsia. Penandatangan Nota Kesepahaman ini disaksikan pula oleh duta KONI, yaitu mantan atlet Bulutangkis peraih Medali Emas Olimpiade 2016, Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir.

Melalui kerjasama ini, Garuda Indonesia resmi menjadi “Official Airline” dan mendukung seluruh kegiatan KONI. Garuda Indonesia akan memberikan manfaat dan nilai tambah layanan penerbangan untuk seluruh pengurus, atlet, kontingen dan official pada 34 KONI Provinsi serta 71 induk cabang olahraga yang berada di bawah naungan KONI Pusat, seperti potongan harga  hingga 20% untuk rute internasional, ,ekstra bagasi 5 kg tiap penumpang, dan berbagai manfaat lainnya.

Pada penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XX di Papua yang akan berlangsung pada tanggal 2-15 Oktober  2021, Garuda Indonesia turut memberikan potongan harga khusus hingga 15% bagi seluruh atlet, kontingen dan official yang akan terbang menuju Papua. Lebih lanjut, Garuda Indonesia juga akan menyediakan dedicated counter check-in untuk mempermudah aksesibilitas proses pre-flight bagi seluruh atlet, kontingen dan official tersebut, bagasi untuk sport equipment saja sebesar 23 kg serta tambahan lagi 5 kg tiap penumpang untuk menunjang para atlet membawa peralatan olahraga.

Mari dukung olahraga nasional yang lebih berdaya saing dengan penyediaan aksesibilitas penerbangan sehat, aman, dan nyaman bagi para atlet nasional yang akan terbang untuk berkompetisi di kancah nasional maupun internasional.

agendaIndonesia

*****