Garuda Indonesia Luncurkan Cinta Indonesia di HUT ke 72

garuda Indonesia luncurkan Cinta Indonesia dalam rangka ulang tahun ke 72.

Garuda Indonesia luncurkan Cinta Indonesia, livery khusus dalam rangka memperingati ulang tahun penerbangan ini yang ke 72. Maskapai nasional Garuda Indonesia meluncurkan livery khusus bertemakan “Cinta Indonesia” pada armada B737-800 NG.

Garuda Indonesia Luncurkan Cinta Indonesia

Livery khusus bertema Cinta Indonesia ini menampilkan beragam berbagai ornamen dan ciri khas Indonesia, mulai dari batik Mega Mendung, flora kebanggaan yaitu Rafflesia Arnoldi dan Amorphophallus Titanum (bunga bangkai), alat musik Sasando dari Nusa Tenggara Timur (NTT), wayang Arjuna, candi Prambanan hingga kekayaan laut Indonesia.

Adapun livery khusus tersebut akan mulai melayani sejumlah rute penerbangan domestik dan internasional mulai Rabu 27 Januari 2021, yang ditandai dengan penerbangan perdana livery khusus tersebut pada rute Jakarta – Batam. Sejumlah rute penerbangan lain yang akan dilayani oleh pesawat dengan livery khusus tersebut di antaranya adalah Jakarta – Surabaya, Jakarta – Banyuwangi, Jakarta – Palangkaraya,  hingga rute Jakarta – Kuala Lumpur.

Selain meluncurkan livery khusus tersebut, Garuda Indonesia turut menghadirkan gelaran promo khusus pada peringatan HUT ke-72 kali ini dengan tema yang sama yakni “Cinta Indonesia”, dengan menghadirkan diskon tiket hingga 60 persen serta harga khusus untuk sejumlah rute penerbangan favorit seperti Jakarta – Denpasar, Jakarta – Yogyakarta, Jakarta – Semarang, Jakarta – Palembang, Jakarta – Surabaya, Jakarta – Malang, Denpasar – Yogyakarta, mulai dari Rp720.000 untuk tiket sekali jalan. Penawaran tersebut berlaku untuk pembelian tiket pada tanggal 25-31 Januari 2021 dengan periode penerbangan 25 Januari hingga 31 Juli 2021.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, mengungkapkan bahwa “Berbagai rangkaian peringatan HUT ke-72 Garuda Indonesia yang mengusung tema kecintaan terhadap Indonesia, menjadi wujud syukur dan kebanggaan kami sebagai national flag carrier atas berbagai kekayaan ragam budaya Indonesia yang secara konsisten turut kami hadirkan pada identitas layanan kami pada seluruh touchpoints layanan penerbangan”.

Lebih lanjut, Irfan memaparkan bahwa dihadirkannya berbagai penawaran promo khusus seperti diskon tiket dan penawaran khusus layanan penerbangan lainnya pada peringatan hari jadi kali ini juga menjadi bentuk apresiasi kami terhadap seluruh pengguna jasa, yang selalu mendukung kiprah Garuda Indonesia hingga memasuki usia ke-72 pada tahun ini. Program promosi khusus “Cinta Indonesia” ini tentunya kami harapkan dapat memberikan nilai tambah bagi pengguna jasa yang senantiasa memilih layanan penerbangan yang aman dan nyaman bersama Garuda Indonesia.

“Selama lebih dari 7 dekade, kami berupaya untuk terus konsisten menghadirkan layanan penerbangan yang mengutamakan keamanan dan kenyamanan bagi para pengguna jasa Garuda Indonesia. Kepercayaan dan dukungan seluruh masyarakat Indonesia tentunya sangatlah berarti bagi kami. Untuk itu, kami akan senantiasa menjaga kepercayaan tersebut dengan selalu menghadirkan layanan terbaik, karena Anda sangat berarti”, tutup Irfan.

Garuda indonesia luncurkan Cinta Indonesia dalam rangka ulang tahun ke 72.
Deretan pesawat Garuda Indonesia di bandar udara. Foto: Ist. Dok.

Pada perayaan ulang tahun ini, Garuda Indonesia juga memberikan berbagai penawaran menarik lainnya bagi para pengguna jasa, di antaranya:

Pertama, diskon untuk penerbangan bersama 3 (tiga) anggota keluarga. Lalu, ke dua diskon 20% penukaran miles menjadi tiket penerbangan pada tanggal 25-31 Januari 2021 bagi anggota GarudaMiles.

Program ke tiga adalah harga spesial Prepaid Baggage sebesar Rp 72 ribu/kg (belum termasuk pajak 10%) bagi penumpang yang membeli paket Prepaid Baggage 5/10/15 kg. Lalu ada  program voucher potongan ongkos kirim dari KirimAja sebesar Rp72 ribu untuk pelanggan yang melakukan transaksi pengiriman paket di periode HUT Garuda Indonesia.

Khusus transaksi melalui www.garuda-indonesia.com atau aplikasi GIA Mobile, penumpang bisa mendapatkan tambahan diskon bank hingga Rp 720 ribu dengan menggunakan kode promo HUTGA72, voucher belanja dari partner hingga Rp 720 ribu, serta kenyamanan cicilan 0% hingga 12 bulan.  

Adapun para pengguna jasa bisa mendapatkan penawaran istimewa ini melalui seluruh channel penjualan Garuda Indonesia, yaitu di situs www.garuda-indonesia.com, aplikasi GIA Mobile, kantor penjualan dan Contact Center di nomor 0804 180 7807 atau (021) 2351-9999.

Selain itu sebagai bagian dari apresiasi perusahaan kepada para pengguna jasa, pada peringatan ulang tahun tersebut, pada puncak perayaan HUT ke-72 Garuda Indonesia, Selasa 26 Januari 2021,  Garuda Indonesia juga memberikan kejutan khusus hadiah ulang tahun berupa voucher diskon tiket bagi 9 penumpang yang beruntung di 7 rute penerbangan domestik dan 2 rute penerbangan internasional. 

agendaIndonesia

KKP Tanam 109 Karang Buatan di Lombok Utara

KKP menanam 109 karang buatan di perairan Gili Meno di Kombok Utara, NTB.

KKP tanam 109 karang buatan di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Ini adalah bagian dari langkah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama-sama Bank Indonesia (BI) membangun kebun karang (Indonesia Coral Reef Garden/ICRG) di perairan Lombok Utara, NTB, dengan mereplikasi dari hal yang sama yang sudah dilakukan di Bali.

KKP Tanam 109 Karang Buatan

“KKP melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut dan Bank Indonesia melakukan replikasi ICRG di perairan Gili Meno Lombok Utara yang didukung oleh Komunitas Penyelam Nusa Tenggara Barat,” kata Dirjen Pengelolaan Ruang Laut KKP Tb Haeru Rahayu sebagaimana dikutip kantor berita Antara di Jakarta, Kamis 28 Januari 2021.

Ia memaparkan, tema desain yang diambil adalah desain patung garuda dilengkapi struktur fishdome dan hexagonal/spider web. Hal ini juga replikasi tema yang terdapat di perairan Nusa Dua, Bali.

Seperti diketahui, ICRG di Bali telah melibatkan sebanyak lebih dari 10 ribu orang dan menghasilkan struktur karang buatan lebih dari 95 Ribu unit di 5 lokasi yaitu Nusa Dua, Pandawa, Sanur, Serangan dan Buleleng.

Tb. Haeru Rahayu menyebutkan kegiatan ini merupakan kolaborasi antara KKP, BI serta masyarakat setempat. Meski belum semasif di Nusa Dua, kebun karang yang dikembangkan di Lombok Utara menjadi Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) melalui Bank Indonesia Cabang NTB.

KKP tanam 109 karang buatan di perairan Gili Meno, Lombok Utara, Nusa tenggara Barat. Ini sebagai bagian membangun kebun koral.
KKP Tanam 109 karang buatan di perairan Gili Meno, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Foto:Ilustrasi–Photo by Mathis Jrdl on Unsplash

“PSBI telah membangun kebun karang dengan struktur garuda 1 unit, fishdome 8 unit, dan hexagonal/spider web 100 unit. Selain itu juga dibuat mooring buoy sebanyak 4 unit dengan 20 buah pemberat sebagai penanda lokasi kebun karang,” ujarnya.

Ia menjelaskan untuk mendukung pemberdayaan masyarakat, diberikan juga sarana bantuan berupa 1 unit kompresor Bauer Junior II dan kamera bawah laut untuk membantu kelompok pengawasan. Bantuan tersebut, lanjutnya, sekaligus melengkapi bantuan yang diberikan KKP kepada Kapela NTB berupa alat selam dan tabung sebanyak 8 unit pada tahun 2019.

“Ini diberikan untuk mendukung visi dan misi mereka sebagai komunitas yang peduli terhadap keberlanjutan ekosistem laut dan pesisir serta pengembangan wisata bahari,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Jasa Kelautan Miftahul Huda menambahkan replikasi ICRG Bali menunjukkan bahwa ICRG membawa pesan positif bagi pelestarian ekosistem karang, atraksi wisata bahari baru dan dampak pada peningkatan pendapatan masyarakat pada masa pandemi.

Pasca pelaksanaan kegiatan pembangunan kebun karang (Indonesia Coral Reef Garden/ICRG) di Bali pada Oktober – Desember 2020, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) dan Bank Indonesia (BI) melakukan replikasi ICRG di perairan Gili Meno Lombok Utara yang didukung oleh Komunitas Penyelam Nusa Tenggara Barat (Kapela NTB).

Upaya membangun kebun karang ini diharapkan memantik pengembangan yang sama di lokasi lainnya. Dirjen PRL, Tb. Haeru Rahayu menyebutkan kegiatan ini merupakan kolaborasi antara KKP, BI serta masyarakat setempat. Meski belum semasif di Nusa Dua, kebun karang yang dikembangkan di Lombok Utara menjadi Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) melalui Bank Indonesia Cabang NTB.

Awal tahun ini, struktur karang yang digarap Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam program Restorasi Terumbu Karang Indonesia Coral Reef Garden (ICRG), mulai menghiasi bawah laut Pulau Bali.Dikutip kantor berita dari Antara Bali, Minggu (3/1), Plt Dirjen PRL, TB Haeru Rahayu dalam sebuah keterangan yang diterima di Kabupaten Badung, Bali, mengatakan pelaksanaan program tersebut telah memasuki tahap akhir, dimana ribuan struktur karang berbagai jenis telah selesai digarap.

Ribuan struktur karang berbagai jenis tersebut juga mulai ditenggelamkan, termasuk sebuah struktur berbentuk burung garuda juga sudah ditenggelamkan. Struktur diharapkan memperkaya ekosistem mahkluk hidup bawah laut serta diharapkan mampu menjadi daya tarik wisata. “Hingga 20 Desember 2020, struktur yang telah ditenggelamkan pada lima lokasi ICRG sebanyak 63.964 unit, terdiri dari Nusa Dua 26.350 unit, Pandawa 10.177 unit, Sanur 7.270 unit, Serangan 7.475 unit dan di Buleleng terdapat 12.692 struktur,” ujar Haeru.

Ia juga mengatakan, setelah kegiatan padat karya membuat struktur karang dan menenggelamkannya ke laut, pekerjaan tak kalah penting yang harus dilakukan bersama adalah pemeliharaan dan pengelolaan struktur.“Kami berharap pemerintah daerah dan masyarakat Bali dapat memanfaatkan kebun atau taman karang hasil dari restorasi ICRG tersebut. Tentunya KKP juga akan tetap mengawal pengembangannya dalam bentuk kegiatan yang diintegrasikan dengan desa wisata bahari,” kata Haeru.

Deputi Bidang Koordinasi Sumberdaya Maritim, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Safri Burhanuddin mengatakan, pihaknya menaruh harapan besar pada program ICRG bisa menjadi pembangkit ekonomi masyarakat Bali yang terdampak pandemi COVID-19.\“Saya berharap masyarakat Bali yang telah terlibat dalam proses pembuatan kebun atau taman karang ini punya kebanggaan bahwa hasil kerja mereka dapat disaksikan oleh orang banyak. Tentunya semua berharap pariwisata di Bali dapat pulih kembali dengan cepat, dan restorasi ini menjadi salah satu yang mendongkrak percepatan tersebut,” ujar Safri.

agendaIndonesia

Menparekraf Ajak Bekerja dari Bali Demi 2 Hal

Menparekraf Ajak Bekerja dari Bali dengan pertimbangan dua hal. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengajak para pengusaha dan kalangan profesional bekerja dari Bali untuk membantu perekonomian sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf) di Pulau Dewata.

Menparekraf Ajak Bekerja Dari Bali

Menparekraf Sandiaga Uno seusai Rapat Pimpinan dengan para pejabat eselon I dan II di lingkungan Kemenparekraf secara hybrid di Politeknik Pariwisata Bali, Kamis 28 Januari 2021, mengajak pengusaha dan para profesional untuk bisa bekerja sambil berwisata di Bali. Hal itu diharapkan dapat membantu membangkitkan perekonomian Bali yang terdampak akibat pandemi. Terlebih sebanyak 80 persen masyarakat Bali bergantung dari sektor parekraf.

“Saya mengajak kalangan pengusaha dan para profesional mulai mempertimbangkan untuk bekerja dari Bali. Karena ada dua fungsi, yang pertama kita bisa lebih efisien dan bisa menikmati keindahan alam Bali, juga kita membantu sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali,” ujarnya.

Menparekraf Sandiaga juga sudah berkoordinasi dengan Pemprov Bali untuk menyiapkan paket-paket “Work From Bali” atau “Study From Bali” yang akan dipasarkan dalam waktu dekat. “Para ekspatriat baik yang ada di Jakarta atau wilayah lainnya, kita akan tawarkan paket-paket bekerja dari Bali. Tentunya dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin,” katanya.

Meskipun bekerja dari Bali, Menparekraf mengingatkan wisatawan untuk mematuhi protokol kesehatan 3M secara disiplin agar bisa lebih aman dan nyaman dalam menjalankan aktivitas. “Hari pertama saya berkantor di Bali sudah ada beberapa kegiatan yang saya lakukan dan sangat efisien sejak pagi. Namun penerapan protokol kesehatan 3M harus diterapkan secara ketat dan disiplin,” katanya.

Menparekraf mengajak bekerja dari Bali bagai para profesional dan pengusaha untuk membantu membangkitkan perekonomian Bali.
Menparekraf bekerja dari Bali selama beberapa hari di akhir Januari 2021. Foto:Dok. Kemenparekraf

Sandiaga Uno, yang akan berkantor di Bali hingga Sabtu 30 Januari 2021 mengungkapkan, salah satu alasannya bekerja di Pulau Dewata adalah untuk mendengar langsung dan memberi motivasi kepada para pelaku parekraf agar tetap semangat dan dapat kembali bangkit pascapandemi COVID-19.

Seperti diketahui, sektor ekonomi di Bali terguncang akibat pandemi. Pada kuartal ke 3 tahun 2020 bahkan minus 12 persen. “Saya harus hadir sendiri mendengarkan langsung dari pelakunya. Karena saat ini seperti kita ketahui banyak pelaku parekraf yang terdampak, kita ingin bergandengan tangan untuk kerja dari Bali dan berwisata di Indonesia saja agar kita bisa segera bangkit,” katanya.

Selain soal bekerja dari Bali, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menginginkan agar pengembangan pariwisata di 5 destinasi super prioritas (DSP) terpantau secara periodik melalui kartu penilaian atau scorecard yang dilaporkan setiap bulan.

Untuk itu, Menparekraf Sandiaga mendorong jajarannya di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bergerak cepat dan menerapkan upaya tersebut. Menparekraf Sandiaga Uno saat Rapat Pimpinan dengan para pejabat eselon I dan II di lingkungan Kemenparekraf secara hybrid di Politeknik Pariwisata Bali, Kamis 28 Januari 2021 menjelaskan, sesuai arahan Presiden Jokowi, Menparekraf diberi waktu satu tahun untuk menyiapkan 5 DSP yaitu Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang.

Menparekraf mengajak bekerjda dari Bali dan meminta jajarannya untuk melakukan pemantauan secara periodik bagi 5 DSP.
Menparekraf mengajak bekerja dari Bali dalam rapat pimpinan antar eselon. Ia juga meminta pemantauan untuk 5 DSP. Foto: Dok. Kemenparekraf

“Genap satu bulan saya dilantik Presiden menjadi Menparekraf, dimana arahannya untuk menyiapkan 5 DSP dalam satu tahun ini. Untuk itu, saya ingin agar disiapkan scorecard perkembangan pembangunan di sana agar bisa kita pantau terus secara periodik. ‘Hijau’ untuk ontrack, ‘Kuning’ yang sedang progres dan perlu di dorong, kemudian ‘Merah’ tidak berjalan atau slow progres. Kita hanya diberikan satu tahun untuk menyiapkan ini,” katanya.

Menparekraf Sandiaga juga menjelaskan scorecard tersebut yang dilaporkan tiap bulan mencakup aspek infrastruktur utama, kedua aspek infrastruktur penunjang, dan ketiga aspek interkoneksi termasuk sisi-sisi konektivitas di 5 DSP.

“Kemudian aspek jaringan sinyal, karena kita sekarang di zaman now, semua harus segera tayang cepat. Kemudian aspek penyelenggaraan events termasuk MICE, dan produk ekonomi kreatif baik dari kuliner, fashion, maupun kriya. Saya harap semua kedeputian bertanggung jawab menyiapkan ini karena kita ingin all out kemudian dilaporkan setiap bulan. Satu bulan ini berlalu cepat sekali, untuk itu kita perlu scorecard supaya kita tidak kehilangan arahan sesuai dengan arahan utama Presiden dan Wakil Presiden,” ujarnya.

Menparekraf juga ingin program unggulan Kemenparekraf di tahun 2021 terus bisa didorong untuk membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang terpuruk akibat pandemi. Program tersebut adalah Desa Wisata yang ditargetkan hingga 2024 mencapai 244 desa wisata maju, mandiri, dan tersertifikasi desa wisata berkelanjutan, sesuai dengan rencana pembangunan jangka menengah nasional RPJMN 2020-2024.

“Kemudian ada Gerakan BISA, Hibah Pariwisata, dan program lainnya. Dan yang perlu diperhatikan adalah toilet bersih di tiap destinasi wisata. Karena antusiasme masyarakat terhadap toilet bersih sangat besar di tingkat kecamatan, hingga tingkat kabupaten/kota. Karena ini bentuknya movement yang dibangun oleh masyarakat,” ujarnya.

agendaIndonesia

Tahun 2021 Pemulihan Ekonomi Kreatif Global

Tahun 2021 pemulihan ekonomi kreatif global yang akan ikut mendorong pertumbuhan ekonomi.

Tahun 2021 Pemulihan Ekonomi Kreatif Global akan berlangsung. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan optimistis tahun 2021 akan menjadi tahun dalam pemulihan sektor ekonomi kreatif secara global.

Tahun 2021 Pemulihan Ekonomi Kreatif Global

Menurut Menteri Sandiaga, tahun internasional ekonomi kreatif untuk pembangunan berkelanjutan 2021, adalah momentum yang tepat untuk melaksanakan pemulihan global. “Ini merupakan salah satu upaya untuk memusatkan kembali sektor ekonomi kreatif, sebagai kontributor penting bagi ekonomi global,” ujar Menparekraf Sandiaga saat memberikan keynote speech, dalam acara “International Year of Creative Economy 2021 (IYoCE 2021)” bertajuk “Creative Economy for Inclusive Development and Global Recovery”, Senin 25 Januari 2021.

International Year of Creative Economy 2021 (IYoCE 2021) merupakan inisiasi pemerintah Indonesia bersama dengan PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) dan komunitas internasional. Kegiatan ini dirancang dengan menekankan peran penting ekonomi kreatif dalam mendorong tujuan pembangunan berkelanjutan serta pentingnya kolaborasi atau kerja sama internasional. Tujuannya adalah agar pembangunan ekonomi kreatif dapat tumbuh lebih cepat.

Menteri Pariwisata Sandiaga mengatakan bahwa dalam melakukan pemulihan ekonomi kreatif secara global di masa pandemi, diperlukan kecermatan dan ketelitian untuk mengubah sebuah tantangan menjadi peluang. Berdasarkan data yang dihimpun dalam Opus Creative Economy Outlook tahun 2019, sektor ekonomi kreatif memberikan kontribusi sebesar Rp 1.105 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Hal ini menjadikan Indonesia berada di urutan ke tiga setelah Amerika Serikat dan Korea Selatan, dalam jumlah kontribusi sektor ekonomi kreatif terhadap PDB negara.

Dari 17 subsektor ekonomi kreatif, tiga di antaranya menjadi penyumbang terbesar PDB dan ekspor. Merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi masing-masing subsektor itu adalah 41 persen untuk kuliner, fashion sebesar 17 persen dan kriya sebesar 14,9 persen.

Selain itu, berdasar data yang sama, selama tahun 2019 sektor ekonomi kreatif juga menyerap sekitar 17 juta tenaga kerja. Dari data tersebut, menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi yang besar dalam bisnis ekonomi kreatif.

“Untuk itu, tahun 2021 memungkinkan kita merumuskan kebijakan yang lebih baik dari pada tahun-tahun sebelumnya, program insentif yang lebih baik, sehingga dapat membuka kembali lapangan kerja. Mengingat sektor ini memiliki potensi untuk menyerap banyak tenaga kerja,” kata Sandiaga.

Menteri Sandiaga Uno mengimbau seluruh pihak yang terlibat di sektor ekonomi kreatif, mulai dari pemerintah, masyarakat, swasta hingga asosiasi-asosiasi agar berkolaborasi dalam memanfaatkan kekuatan ekonomi kreatif agar tujuan agenda pembangunan berkelanjutan dapat tercapai. “Semua orang harus memiliki andil dalam membantu menggeliatkan kembali industri ekonomi kreatif di Indonesia bahkan global,” ujar Menteri Sandiaga.

Menparekraf percaya dengan rasa kebersamaan akan memicu solidaritas dan realisasi global. “Salah satu cara untuk mengatasi dan memecahkan masalah global ini adalah bekerja sebagai satu, yakni perkuat kolaborasi,” ujarnya.

Tahun 2021 pemulihan ekonomi kreatif yang pada gilirannya mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan dunia.
Tahun 2021 merupakan tahun pemulihan ekonomi kreatif global. Ekonomi kreatif sudah terbukti memberikan kontribusi besar dalam pertumbuhan perekonomian. Foto:Dok.Kemenparekraf

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Luar Negeri, Mahendra Siregar mengatakan bahwa 2021 adalah tahun yang penuh harapan. Tahun di mana seluruh pihak harus bergerak cepat dan berkolaborasi. Tahun untuk membuktikan bahwa masyarakat secara global mampu melewati masa pandemi.

“Pandemi ini menghantam sektor ekonomi kreatif dengan sangat keras. Namun, saya percaya bahwa di balik sebuah tantangan, selalu ada kesempatan. Banyak hal yang bisa dilakukan oleh pelaku usaha di sektor ekonomi kreatif ini, seperti memanfaatkan ekosistem digital yang saat ini tengah berkembang sangat pesat,” ujar Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra.

Selain itu, kata Mahendra, karakter yang melekat dengan industri kreatif adalah inovasi. Karena itu, hal tersebut haruslah yang menjadi kekuatan bagi industri ekonomi kreatif untuk bertahan di masa sulit ini dan memberikan kontribusi dalam pemulihan ekonomi global.

“Semangat yang sama harus menjadi inspirasi bagi kita sebagai bentuk implementasi international year of creative economy 2021. Oleh karena, hal tersebut merupakan momentum bagi sektor ekonomi kreatif untuk meningkatkan ownership dan membangun bisnis yang lebih baik untuk menjadi industri yang lebih produktif dan berkelanjutan,” kata Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra.

agendaIndonesia

****

Pantai di Badung Banjir Sampah 200 Ton

Pantai di Badung banjir sampah kiriman akibat arus air laut pada musim angin barat. Diperkirakan setiap harinya ada sekitar 150 hingga 200 ton sampah ‘berlabuh’ di pantai-pantai seperti Petitenget dan lainnya. Pemerintah daerah setempat menyebut ini sebagai kedaruratan sampah.

Pantai di Badung Banjir Sampah

Aksi bersih-bersih di Pantai Petitenget, Kelurahan Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara, Provinsi Bali, dilakukan sejumlah komponen masyarakat, civitas akademika dan mahasiswa Universitas Dwijendra (Undwi). Kegiatan tersebut dipimpin langsung Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa. Turut hadir dalam aksi bersih-bersih di Pantai Petitenget, Kadis Lingkungan Hidup dan Kebersihan (LHK) Badung I Wayan Puja, Camat Kuta Utara Putu Eka Permana, Lurah Kerobokan Kelod Made Wistawan, dan Bendesa Adat Kerobokan AA Putu Sutarja.

Pemerintah Kabupaten Badung, Bali, mengapresiasi berbagai komponen masyarakat yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan bersih-bersih sampah di sejumlah titik kawasan pantai di wilayah itu. Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa di pantai Petitenget, Badung, Minggu, 24 Januari 2021, menyatakan pihaknya mengapresiasi dan berterima kasih kepada masyarakat yang turut berpartisipasi secara bersama-sama melaksanakan kegiatan bersih-bersih lingkungan di sepanjang kawasan pantai.

Suiasa menjelaskan fenomena sampah kiriman yang terbawa arus dan terdampar di pantai memang terjadi setiap tahun di wilayah Badung, pada periode sekitar bulan Oktober hingga Februari. “Fenomena tersebut kami sebut kedaruratan sampah, karena setiap harinya hampir sebanyak 150-200 ton sampah terdampar di sepanjang pantai ini yang terus dibersihkan,” kata Suiasa, sebagaimana dikutip kantor berita Antara.

Dalam kesempatan tersebut, aksi bersih sampah dilakukan oleh Civitas Akademika Universitas Dwijendra Bali. Pada waktu yang bersamaan, Organisasi Amatir Radio Indonesia (Orari), RAPI dan komunitas hotel di Bali juga melakukan aksi bersih sampah di pantai Dreamland Pecatu.

Menanggapi hal ini, Suiasa menyampaikan bahwa selama ini juga hal itu sudah menjadi perhatian serius dari seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Badung, dalam upaya menjaga citra Bali dan Badung khususnya sebagai daerah tujuan wisata. Menurut Suiasa, penanganan sampah sangat perlu dilakukan mengingat kebersihan disamping kesehatan, merupakan isu yang sangat strategis dalam mendukung kenyamanan wisatawan dan menjadi tantangan pemerintah tiap tahun.

“Namun untuk mengatasinya tidak bisa dilakukan pemerintah saja dan diperlukan dukungan dan partisipasi semua komponen masyarakat untuk dalam mengatasi fenomena sampah kiriman ini,” kata Suiasa. Maka untuk kembali memberikan citra positif di lingkungan tersebut, pihaknya mengajak partisipasi dari semua elemen masyarakat ikut mengatasi masalah sampah di sepanjang pantai wilayah Badung.

Sebelumnya pun melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa dalam keterangan media yang dikeluarkan oleh Humas Kabupaten Badung yang diterima di Mangupura, Kamis, 21 Januari 2021 lalu, disampaikan bahwa sampah kiriman ini yang terdampar di berbagai kawasan pantai di wilayah Badung, Bali.

Adi juga mengatakan, pihaknya terus memberikan perhatian dan mengerahkan seluruh sumber daya yang ada untuk menangani fenomena angin barat. Pasalnya fenomena tersebut yang membawa sampah kiriman, ke berbagai titik pantai di sepanjang wilayah Badung.

Sementara itu, Rektor Universitas Dwijendra, Gede Sedana, menjelaskan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat seperti dengan aksi bersih sampah tersebut, ini merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi selain pendidikan dan penelitian.

“Kami akan selalu bersama-sama bersinergi dengan pemerintah, khususnya Pemerintah Kabupaten Badung. Tidak hanya sebatas kegiatan bersih pantai, tapi kegiatan lain khususnya dalam mendukung berbagai program dari pemerintah,” ujar Sedana seusai kegiatan bersih-bersih sampah tersebut.

Pantai di Badung banjir sampah akibat arus air laut di musim angin barat. Sampah kadang mencapai 200 ton sehari.
Pantai di Badung kebanjiran sampah akibat arus air laut di musim angin barat. Foto: ilustrasi-unsplash

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung, Bali, terus melakukan penanganan terhadap sampah kiriman yang dibawa arus gelombang laut ke tepi pantai. Sampah kiriman terdampar di berbagai kawasan pantai di wilayah itu.

“Kegiatan bersih-bersih pantai ini terus dilakukan karena sekarang ini musimnya sampah-sampah kiriman dengan volume yang banyak dan membutuhkan penanganan yang serius dan profesional,” ujar Sekretaris Daerah Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa dalam keterangan Humas Badung yang diterima di Mangupura, Kamis 21 Januari.

Ia mengatakan, DLHK Badung memberikan perhatian dan mengerahkan seluruh sumber daya yang ada untuk menangani fenomena angin barat yang membawa sampah kiriman ke berbagai titik pantai di sepanjang wilayah Badung.

agendaIndonesia

*****

Menparekraf Luncurkan Batam Golf Series 2021

Menparekraf Luncurkan Batam Golf Series 2021

Menparekraf Luncurkan Batam Golf Series 2021 sebagai salah satu upaya memulihkan pariwisata di kawasan ini. “International Batam Golf Championship Series 2021″‘ rencananya akan berlangsung pada 20-21 Maret 2021 untuk Series 1 dan 20-21 November 2021 untuk Series 2.

Menparekraf Luncurkan Batam Golf Series 2021

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, meluncurkan ajang “International Batam Golf Championship Series 2021” yang diharapkan mampu menggeliatkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kota Batam. Sandiaga saat peluncuran “International Batam Golf Championship Series 2021” di Padang Golf Sukajadi, Jumat 22 Januari 2021, mengapresiasi penyelenggaraan event wisata olahraga yang diinisiasi Persatuan Golf Indonesia (PGI) Kota Batam dan Kadin Batam.

“Saya sangat mengapresiasi, ini menunjukkan semangat yang luar biasa dari masyarakat Kota Batam dalam upaya membangkitkan kembali sektor ekonomi melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, khususnya wisata olahraga golf,” kata Sandiaga.

Ia mengatakan, pengembangan pariwisata Indonesia ke depan akan mengedepankan pariwisata berbasis kualitas dan berkelanjutan. Sport tourism seperti olahraga golf dikatakannya merupakan salah satu contoh dari pariwisata berkualitas itu sendiri, yang diharapkan berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat.

Spending rata-rata wisatawan mancanegara yang bermain golf di Indonesia perkunjungan sebesar 5.000 hingga 6.000 dolar AS. Selain itu, wisata golf juga terkait erat dengan gaya hidup sehat. “Dengan potensi sebesar ini tentu kita harus bisa menangkap peluang,” kata Sandiaga.

Ia berharap saat turnamen digelar pada Maret 2021, vaksinasi tahap pertama sudah selesai dilakukan sehingga diperkirakan dapat membuka kesempatan pegolf mancanegara untuk ikut serta.

“Kalau kita lihat potensinya mungkin selain dari negara ASEAN ada beberapa negara lain yang bisa berpartisipasi. Bulan Maret ini kita harapkan tahapan pertama vaksin sudah selesai dan kondisi sudah memungkinkan bisa ada penambahan jumlah kegiatan sehingga mendorong terbukanya peluang usaha dan lapangan pekerjaan,” kata Sandiaga.

Ketua Kadin Kota Batam, Jadi Rajagukguk, mengatakan, wisata golf menjadi salah satu andalan sektor pariwisata di Kota Batam. Dalam sepekan, biasanya terdapat 1.000 sampai 3.000 pegolf yang bermain golf di berbagai tempat golf di Kota Batam. “Dengan event ini kami berharap dapat menumbuhkan kembali geliat perekonomian Kota Batam, kita harus gerak bersama termasuk dalam menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” kata Jadi Rajagukguk.

Menparekraf Luncurkan Batam Golf Series 2021 sebagai salah satu upaya menggairahkan kembali pariwisata di kawasan ini.
Menparekraf Luncurkan Batam Golf Series 2021 lalu melanjutkan kunjungan ke Bintan di Kepulauan Riau. Foto: ilustrasi-unsplash

Dari Batam, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno juga berkunjung ke Bintan di Kepulauan Riau. Di sana ia mengapresiasi penerapan protokol kesehatan yang ketat di destinasi wisata Bintan, Kepri, sehingga dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan penurunan kasus aktif COVID-19.

Dalam kunjungan kerja ke Bintan, Kepulauan Riau, Sabtu 23 Januari 2021, Sandiaga Uno mengatakan penurunan jumlah kasus COVID-19 di wilayah Bintan menjadi kabar baik bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. “Kita melihat protokol kesehatan yang diterapkan dengan sangat ketat dan sangat disiplin dari kita merapat di pelabuhan dan beberapa area yang sudah kita kunjungi. Jadi ini menjadi sinyal yang baik bagi kebangkitan pariwisata dan ekonomi kreatif,” kata Sandiaga di Natra Bintan Resort.

Meski demikian, Lanjut Sandiaga, perlu terus ditekankan komitmen dan konsistensi dari seluruh pelaku parekraf dan masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan. Karena, perlu ada pemantauan lebih lanjut dari sisi angka penyebaran COVID-19 di wilayah tersebut. “Mudah-mudahan kasus COVID-19 di Bintan bisa terjaga dan kondusif karena kita harus utamakan kesehatan warga masyarakat di Bintan dan itu menjadi panduan kita,” katanya.

Selain itu, Sandiaga juga menilai Kepulauan Riau, khususnya Bintan memiliki infrastruktur penunjang yang siap menampung kedatangan wisatawan nusantara maupun wisman. Berdasarkan informasi yang ia peroleh, ada 2.000 kamar hotel yang tengah dibangun di Bintan.

“Ditambah 2.100 kamar yang sudah beroperasi jadi total akan ada 4.100 kamar hotel. Ini merupakan suatu kawasan yang sudah siap untuk beberapa event seperti sport tourism, adventure tourism, maupun MICE. Jadi kami nanti akan bekerja sama dengan stakeholder, Forkominda agar Bintan terutama Lagoi Resorts menjadi venue kelas dunia,” ucap Sandiaga.

Dalam kunjungan ini, Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno didampingi oleh Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf, Hari Santosa Sungkari; Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf/Baparekraf, Fadjar Hutomo; Asisten II Gubernur Kepulauan Riau, Syamsul Bahrum; dan Bupati Bintan, Apri Sujadi. Sandiaga tiba di Bintan menggunakan kapal cepat dari Batam menuju Pelabuhan Bandar Bintan Telani.

Setibanya di Pelabuhan Bandar Bintan Telani, Sandiaga juga menyempatkan diri mengunjungi kapal pesiar MV Doulos Phos yang kini dialihfungsikan menjadi hotel.

agendaIndonesia

*****

KRL Yogya-Solo Beroperasi 10 Februari 2021

KRL Yogya-Solo akan mulai beroperasi pada 10 februari 2021.

KRL Yogya-Solo akan beroperasi normal mulai 10 Februari 2021 setelah selesainya uji coba. Kereta rel listrik atau KRL Jogja-Solo ( KRL Yogyakarta-Solo) diuji coba hingga 7 Februari 2021.

KRL Yogya-Solo

“Insya Allah tanggal 10 Februari sudah melakukan perjalanan untuk umum. Untuk tarif normal, flat Rp 8.000, sama dengan tarif KA Prameks, waktu tempuh lebih cepat dan kereta baru,” kata Direktur Operasi dan Pemasaran PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Wawan Ariyanto dilansir Antara, Jumat 22 januari 2021.

Wawan mengatakan untuk jumlah kereta yang akan dioperasikan nantinya sebanyak 10 rangkaian. Saat ini, sudah siap enam rangkaian kereta. “Masing-masing rangkaian KA ada empat gerbong, tetapi bisa saja dijalankan delapan gerbong,” jelas dia.

Ia mengatakan mengingat saat ini masih ada protokol kesehatan yang harus diterapkan, untuk kapasitas masing-masing gerbong hanya dibatasi maksimum 74 penumpang. “Itu sudah menerapkan jaga jarak, kalau normalnya sebanyak 200 penumpang. Untuk jadwalnya sementara kami menggunakan seperti KA Prameks dulu,” kata Wawan.

Ia mengatakan nantinya untuk Solo-Yogyakarta akan dilakukan perjalanan sebanyak 20 perjalanan atau 10 perjalanan pulang-pergi (PP). Menurut dia, waktu tempuh KRL Solo-Yogyakarta 68 menit atau lebih cepat 20 menit dibandingkan KA Prameks yang mencapai 88 menit.

KRL Yogya-Solo mulai dioperasikan pada 10 Februari 2021. Tiket diberlakukan flat Rp 8 ribu untuk satu kali jalan per orang.
KRL Yogya-Solo mulai beroperasi 10 Februari 2021, dengan tetap melakukan protokol kesehatan dengan melakukan pembatasan jumlah penumpang. Foto: Ist. antara.

“KRL Yogyakarta-Solo ini berhenti di 11 stasiun, sedangkan Prameks hanya berhenti di enam stasiun,” tutur Wawan. Sementara itu, pada uji coba yang sudah dimulai sejak Rabu (20/1/2021), pihaknya sekaligus memberikan edukasi terkait cara menumpang KRL Jogja-Solo.  “Perlu edukasi, biasanya pakai tiket KAI Access sekarang tap in dan out, seperti di jalan tol harus sepasang, baik tap in maupun out. Semua penumpang yang berangkat dari Solo, tap in, sampai di Jogja, harus keluar gate dulu untuk tap out. Kalau mau ke Solo lagi harus tap in dan tap out saat tiba di Solo,” kata Wawan.

Sementara itu, Direktur Utama PT KCI Wiwik Widayanti menjelaskan, untuk panjang yang dilintasi jaringan KRL Solo-Yogyakarta sendiri lebih kurang 60 kilometer. Sedangkan untuk total perjalanan rencananya sebanyak 20 perjalanan per hari dengan waktu tempuh masing-masing sekitar 58 menit.

Untuk stasiun operasional, lanjutnya, pada rute tersebut ada sebanyak 11 stasiun, yaitu Stasiun Yogyakarta, Lempuyangan, Maguwo, Prambanan, Srowot, Klaten, Ceper, Delanggu, Gawok, Purwosari, dan Solobalapan (stasiun KRL Jogja-Solo). Untuk melengkapi pelayanan KRL, kata dia, PT KAI kembali membuka sejumlah stasiun yang sebelumnya tidak melayani pengguna. “Ini diharapkan mampu mendorong perekonomian di wilayah stasiun di tengah upaya pulih dari pandemi,” kata Wiwik.

Dengan beroperasinya KRL dari Jogja hingga Solo, praktis kereta berbasis listrik ini akan menggantikan operasional KA Prambanan Ekspres atau KA Prameks. Rangkaian KA Prameks rencananya direlokasi ke daerah lain sebagai moda transportasi kereta lokal. Nantinya, dengan menggunakan KRL Jogja-Solo (KRL Yogyakarta-Solo), mobilitas warga sepanjang Jogja-Solo akan lebih meningkat dan meningkatkan roda perekonomian di Yogyakarta dan Solo Raya. KRL memiliki beberapa keunggulan di antaranya kapasitas angkut yang lebih banyak dan efisiensi operasional karena listrik yang dianggap lebih murah. Headway kedatangan kereta juga bisa ditingkatkan.

Untuk mengoperasikan KRL ini, disebutkan ada investasi elektrifikasi Kereta Rel Listrik (KRL) Yogyakarta-Solo mencapai Rp1,2 triliun. KRL ditargatkan akan beroperasi pada Februari ini. “Anggaran pembangunan elektrifikasi Rp1,2 triliun dengan kontrak tahun jamak sejak 2019,” ujar Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Jawa Tengah Putu Sumarjaya dalam diskusi virtual yang bertajuk “Hadirnya KRL Yogya-Solo” di Jakarta, Selasa 19 Januari 2021.

Anggaran tersebut untuk pekerjaan yang meliputi pengadaan peralatan dan scada, pengadaan bangunan sipil gardu, serta pekerjaan instalasi. Adapun untuk pekerjaan Listrik Aliran Atas (LAA) yakni material peralatan, instalasi, serta uji coba KRL

Selanjutnya, pekerjaan modifikasi sinyal elektrik Yogyakarta – Lempuyangan dan penggantian persinyalan elektrik di Stasiun Solo Balapan yang elektrifikasi dilakukan sepanjang 60 kilometer jalur Yogyakarta – Solo meliputi 11 stasiun. Secara keseluruhan mulai 2019, dan bisa dioperasikan pada 2021.”Dengan progres fisik mencapai 91 persen menyisakan pekerjaan finishing fasilitas pendukung operasi,” katanya.

KRL Yogyakarta – Solo akan menggantikan operasi kereta api Prambanan Ekspress atau Prameks yang bergerak dengan mesin diesel sejak 1994. Pembangunannya juga menjadi rencana induk kereta api dengan penggunaan energi listrik sebagai penggerak yang efektif, efisien, dan ramah lingkungan. Dengan hadirnya 11 stasiun, diharapkan dapat menambah aksesibilitas dan memudahkan masyarakat sebab pada lintas KA Prameks hanya ada enam stasiun.

agendaIndonesia/antara

*****

Pusat Kebudayaan Bali Berbiaya Rp 2,5 Triliun

Pusat Kebudayaan Bali akan dibangun pemerintah sebagai sebuah mahakarya monumental. Pembangunannya diperkirakan akan menelan biaya Rp 2,5 triliun.

Pusat Kebudayaan Bali

Gubernur Bali Wayan Koster berpandangan pembangunan Pusat Kebudayaan Bali di kawasan eks galian C Gunaksa, Kabupaten Klungkung merupakan sebuah mahakarya monumental pada era terkini. Pembangunan ini hanya akan terjadi dalam satu kali perjalanan hidup, generasi berikutnya hanya perlu memelihara dan memanfaatkan secara bijak.

“Mungkin dalam perjalanan sejarahnya, hanya 500 tahun sekali akan ada pembangunan monumental seperti ini lagi,” kata Koster di Semarapura, Klungkung, Bali, Kamis 21 Januari 2021.

Di hadapan ratusan warga pemilik lahan dalam acara sosialisasi inventarisasi dan identifikasi data penguasaan lahan Pusat Kebudayaan Bali itu, Koster mengatakan layaknya Candi Prambanan atau Borobudur, pembangunan sebuah karya monumental hanya bisa berjalan dengan restu dari alam melalui tangan orang-orang yang punya niat tulus dan lurus.

Menurut dia, sejak dulu lokasi ini akan digunakan untuk berbagai proyek, namun tidak pernah jadi karena niat yang tidak baik dan alam tidak merestui. Tanah eks galian C Gunaksa sudah terhitung terlantar sejak 1963. “Sekarang ini saya ambil langkah, ngayah (mengabdi) total sekala niskala (jasmani dan rohani) dengan niat baik dan konsep yang baik, agar kawasan ini lebih bermanfaat tak hanya bagi Bali, tetapi nasional dan bahkan dunia. Astungkara berjalan dengan mulus,” ujarnya.

Pusat Kebudayaan Bali akan dibangun sebagai mahakarya monumental di era masa kini.
Pusat Kebudayaan Bali akan dibangun pemerintah sebagai sebuah fasilitas seni dan kebudayaan. Gubernur Bali Wayan Koster saat sosialisasi. Foto:. ist. antara.

Sejak awal kepemimpinannya, bahkan sebelum dilantik sebagai gubernur, ia telah meniatkan membangun sebuah fasilitas seni dan budaya yang memadai untuk Bali, dan dalam perjalanan panjangnya, ternyata menemui banyak kemudahan.

“Desainnya dibuat oleh arsitek terkenal, orang Bali. Ngayah tanpa biaya. Demikian pula dengan bantuan normalisasi Tukad Unda oleh Kementerian PU yang menelan dana Rp 270 miliar dilanjutkan dengan pembangunan waduk muara. Jadi nantinya kawasan ini dirancang agar tidak terjadi longsor, banjir aliran lahar, dan lainnya,” ucapnya. Sedangkan untuk biaya pembangunan akan disokong pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp2,5 triliun.

Kawasan Pusat Kebudayaan Bali yang akan berdiri di atas lahan seluas 320 hektare tersebut akan mengandung penjabaran dari visi pembangunan Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.

Pengaplikasian di antaranya melalui hutan buatan, taman, fasilitas seni, pameran, kuliner UMKM hingga waduk dan pelabuhan hingga menjadikan kawasan ini merupakan kawasan lengkap yang mengimplementasikan filosofi dari visi pembangunan Bali tersebut.

Untuk itu pula, Gubernur Koster mengharapkan para warga pemilik lahan yang berasal dari Desa Tangkas, Desa Jumpai, Desa Sampalan Kelod dan Desa Gunaksa turut mendukung pembangunan Pusat kebudayaan Bali melalui peraturan yang berlaku lewat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah untuk Pembangunan Kepentingan Umum.

“Tolong patuh pada aturan, dan saya minta kepada BPN Klungkung untuk bekerja keras dan melengkapi persyaratan dokumen ini sehingga nanti bisa langsung dibayarkan. BPN harus kerja keras karena pemilik lahan ini adalah prioritas,” ujarnya.

Tetapi ditegaskan, jangan ada yang coba-coba bermain, jadi calo, nakal dan berniat buruk lain karena akan berhadapan dengan dirinya dan penegak hukum.

Warga pemilik lahan pun dipastikan tidak hanya mendapat manfaat yang diterima hari ini saja alias hanya sebatas ganti rugi tanah, namun juga manfaat-manfaat lain yang juga akan didapatkan lewat pembangunan fasilitas seni budaya yang diperkirakan menyerap lebih dari 10 ribu tenaga kerja tersebut.

“Untuk tenaga kerjanya diprioritaskan untuk masyarakat sekitar. Belum lagi kesempatan untuk menjual produk kerajinan lokal dan UMKM,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, ratusan warga yang hadir nampak bertepuk tangan dan menyerukan persetujuannya secara serempak. Warga pun secara bulat mendukung program pembangunan ini dan akan menjalankan proses ganti rugi lahan sesuai aturan yang berlaku.

Sementara itu, kepala BPN Klungkung Cok Gede Agung Astawa mengharapkan pemilik tanah mendukung secara proaktif proses inventarisasi yang dilaksanakan BPN Klungkung guna mempercepat proses ganti rugi.

“Kita sudah membentuk satgas dan diarahkan langsung ke lapangan menyasar warga pemilik lahan,” ujarnya.

Hadir pula dalam acara tersebut, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, jajaran pimpinan OPD terkait tingkat provinsi dan kabupaten serta tokoh masyarakat Kabupaten Klungkung.

agendaIndonesia/antara

Program Bangun Desa Wisata Disinergikan 2 Kementrian

Program Bangun Desa termasuk di dalamnya kampung adat di Jawa Barat

Program Bangun Desa Wisata akan Disinergikan dua Kementrian, yakni Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (KemendesPDTT).

Program Bangun Desa Wisata

Ke dua kementrian akan memperkuat kolaborasi dengan bersinergi program dalam upaya mengembangkan desa wisata di Indonesia sehingga dapat membuka lapangan kerja seluas-luasnya dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. Sesuai RPJMN 2020 – 2024, Kemenparekraf/Baparekraf menargetkan sebanyak 244 desa wisata tersertifikasi menjadi desa wisata mandiri hingga 2024.

Dari 244 desa wisata, sebanyak 150 desa wisata berada di 5 Destinasi Super Prioritas dan akan kita perlebar. “Sesuai arahan Presiden, desa wisata ini jadi platform yang akan kita gas pol di tahun 2021,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno

Menteri Sandiaga mengatakan itu saat audiensi dengan Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Budi Arie Setiadi, di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Senin 18 Jnauari 2021. Ia menegaskan, kolaborasi bersama Kemendes PDTT tentu menjadi sangat penting, dan diharapkan adanya kesepakatan terkait daftar 244 desa wisata untuk program pendampingan desa wisata.

Program pembangunan desa wisata program pengembangannya disinergikan dua kementrian.
Program bangun desa wisata disinergikan programnya oleh dua kementrian. Foto: Dok. Kemenparekraf

Mendampingi Menparekraf dalam audiensi tersebut, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Angela Tanoesoedibjo, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur, Hari Santosa Sungkari, Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan, Wisnu Bawa Tarunajaya, dan Deputi Bidang Kebijakan Strategis, Kurleni Ukar.

Menparekraf menjelaskan, Kemenparekraf dan KemendesPDTT sebelumnya telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman di tahun 2016. Sehingga perlu dikaji kembali untuk diperbaharui mengingat situasi saat ini yang sangat dinamis, ataupun melihat mana saja yang memungkinkan untuk ditingkatkan menjadi perjanjian kerja sama.

Desa wisata atau rural tourism, dikatakan Sandiaga, telah menjadi tren pariwisata dunia. Pengalaman liburan otentik di tengah lingkungan yang santai dan sehat, menarik semakin banyak wisatawan.

Di eropa, 15 persen dari total kapasitas amenitas berada di desa-desa wisata yang berkelanjutan berupa homestay. Begitu juga dengan serapan tenaga kerja, desa wisata memiliki potensi yang besar. Di Inggris, desa wisata menyumbang 12 persen lapangan kerja.

Indonesia dengan jumlah desa yang mencapai lebih dari 74 ribu, ditambah dengan kekayaan budaya serta ekonomi kreatif, tentu memiliki peluang besar dalam menghadirkan desa wisata. “Kita ingin program-program bersinergi untuk desa wisata, membuka lapangan kerja seluas-luasnya dan memajukan kesejahteraan umum. Kita mulai Indonesia Maju dari desa wisata,” kata Menparekraf.

Sementara Wamenparekraf Angela Tanosoedibjo, mengatakan, Kemenparekraf/Baparekraf secara umum mengklasifikasikan desa wisata menjadi tiga kategori. Pertama adalah rintisan, yakni desa wisata yang memiliki potensi namun masih terdapat keterbatasan terhadap sarana dan prasarana sehingga belum atau masih sedikit wisatawan yang berkunjung. Sangat diperlukan pendampingan dari pihak-pihak terkait.

Kemudian desa wisata maju dan berkembang, yakni desa wisata yang sudah ada kunjungan wisatawan dari luar daerah maupun wisatawan mancanegara dan memiliki sarana prasarana dan fasilitas pariwisata yang sudah berkembang. Masyarakatnya pun sudah memiliki kesadaran akan wisata dan mampu mengelola usaha pariwisata melalui pokdarwis/kelompok kerja lokal.

Kemudian mandiri, yakni desa wisata yang sudah mampu melakukan inovasi masyarakat dalam pengembangan potensi desa menjadi unit kewirausahaan mandiri. Desa wisata tersebut juga sudah dikenal mancanegara dan menerapkan konsep keberlanjutan yang diakui dunia.

“Dalam pendampingan dan pengembangannya dibutuhkan kerja sama program. Seperti Kemendes yang bisa mendorong infrastruktur, dan Kemenparekraf dalam hal pengembangan sumber daya manusia dan sarana prasarana. Membantu fasilitasi untuk masuk ke platform digital/marketplace sehingga mendorong mereka dalam memperbesar akses terhadap masyarakat dan potensi customer,” kata Angela.

Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Budi Arie Setiadi, menyambut baik sinergi yang akan diperkuat dengan Kemenparekraf/Baparekraf. Desa wisata menjadi salah satu program unggulan KemendesPDTT bersama dengan Desa Digital.

KemendesPDTT saat ini sedang melakukan penyusunan rencana kerja, dimana desa wisata menjadi hal yang utama untuk dikembangkan. Tidak hanya desa wisata di 5 destinasi super prioritas, namun juga di daerah-daerah lain.

“Pembangunan pariwisata juga jangan hanya menjadikan warga desa atau masyarakat sebagai penonton, namun harus dapat melibatkan masyarakat. Sinergi dan kolaborasi sangat penting, karena kita percaya pariwisata akan menjadi leading sector yang bisa membawa Indonesia lebih gemilang dan maju. Pariwisata harus menghadirkan kemakmuran untuk warga desa,” kata Budi Arie Setiadi.

agendaIndonesia

*****

Restorasi Terumbu Karang di Bali Di 5 Lokasi

restorasi terumbu karang di Bali sudah dimulai, termasuk keikutsertaan masyarakat.

Restorasi terumbu karang di Bali mulai dilakukan, dimulai dari inisisasi program Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), dilanjutkan oleh masyarakat Bali.

Restorasi Terumbu Karang di Bali

KKP menyatakan usai pelaksanaan program padat karya Indonesia Coral Reef Garden (ICRG) atau restorasi terumbu karang di Bali, masyarakat mulai merawat dan menyulam kebun karang tersebut. “Selain membersihkan sampah, masyarakat juga melakukan penyulaman bibit karang yang ditanam di struktur,” ujar Direktur Jasa Kelautan KKP Miftahul Huda dalam siaran media di Jakarta, Minggu 17 Januari 2021.

Di salah satu lokasi ICRG yang berada di Buleleng, Pokmaswas Penimbangan Lestari Desa Baktiseraga terpantau sedang melakukan pemeliharaan struktur kebun karang pada Kamis (7/1). Pemeliharaan struktur dilakukan dengan melakukan pembersihan sampah yang tersangkut di struktur heksagonal.

Huda mengungkapkan, sejak awal program ini adalah ditujukan untuk masyarakat di Bali, dikerjakan oleh masyarakat Bali dan akan kembali manfaatnya secara jangka panjang untuk Bali. “Harapannya tentu saja masyarakat bisa menjaga dan merawat kebun karang ICRG yang telah dibangun dan dapat menuai manfaat baik secara langsung maupun tidak langsung,” ucapnya.

Program padat karya yang bergulir sejak Oktober 2020 ini dilakukan di lima lokasi di Bali, yakni Pulau Nusa Dua, Pandawa, Serangan, Sanur, dan Buleleng. Total dana yang digelontorkan untuk menyukseskan ICRG lebih dari Rp 111 miliar, bersumber dari pemerintah pusat dan daerah. Data yang dihimpun menunjukkan tenaga kerja yang terserap dalam kegiatan ICRG ini lebih dari 10.171 orang.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut KKP TB Haeru Rahayu juga menyatakan bahwa sepanjang tahun 2020, pihaknya telah menanam 2.975.129 batang mangrove dengan luas area mencapai 448.18 hektare (ha) di berbagai daerah. “Luasan ini melampaui target yang ditetapkan sebesar 200 ha,” katanya.

Restorasi terumbu karang di Bali dilakukan di 5 lokasi, dimulai oleh KKP dan dilanjutkan oleh masyarakat.
Restorasi terumbu karang di Bali dilakukan di lima lokasi. Foto: Dok. KKP

Penanaman mangrove dilakukan di 18 kabupaten/kota di Indonesia, yaitu Aceh Jaya, Aceh Selatan, Pesisir Selatan, Lampung Timur, Pesawaran, Indramayu, Brebes, Cirebon, Karawang, Sidoarjo, Sampang, Probolinggo, Pasuruan, Rembang, Sambas, Singkawang, Mempawah, dan Penajam Pesisir Utara.

Dirjen Pengelolaan Ruang Laut KKP memaparkan bahwa kegiatan penanaman mangrove di 18 lokasi dilakukan secara padat karya dengan jumlah tenaga kerja yang terserap mencapai 2.645 orang. “Selain bertujuan untuk pemulihan ekosistem pesisir, pada tahun 2020 kegiatan penanaman mangrove disandingkan dengan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Padat Karya,” ujarnya.

Hal itu, ujar dia, bertujuan antara lain untuk membantu masyarakat pesisir yang terdampak pandemi, khususnya masyarakat sekitar hutan mangrove. TB Haeru Rahayu menjelaskan mangrove merupakan salah satu ekosistem pesisir yang memiliki peranan sangat penting bagi kehidupan manusia. Untuk itu, lanjutnya, program penanaman mangrove akan dilanjutkan pada tahun 2021.

Pekan sebelumnya, ribuan struktur karang yang digarap Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam program Restorasi Terumbu Karang Indonesia Coral Reef Garden (ICRG), mulai menghiasi bawah laut Pulau Bali.

Dikutip kantor berita dari Antara Bali, Minggu (3/1), Plt Dirjen PRL, TB Haeru Rahayu dalam sebuah keterangan yang diterima di Kabupaten Badung, Bali, mengatakan pelaksanaan program tersebut telah memasuki tahap akhir, dimana ribuan struktur karang berbagai jenis telah selesai digarap.

Ribuan struktur karang berbagai jenis tersebut juga mulai ditenggelamkan, termasuk sebuah struktur berbentuk burung garuda juga sudah ditenggelamkan. Struktur diharapkan memperkaya ekosistem mahkluk hidup bawah laut serta diharapkan mampu menjadi daya tarik wisata. “Hingga 20 Desember 2020, struktur yang telah ditenggelamkan pada lima lokasi ICRG sebanyak 63.964 unit, terdiri dari Nusa Dua 26.350 unit, Pandawa 10.177 unit, Sanur 7.270 unit, Serangan 7.475 unit dan di Buleleng terdapat 12.692 struktur,” ujar Haeru.

Ia juga mengatakan, setelah kegiatan padat karya membuat struktur karang dan menenggelamkannya ke laut, pekerjaan tak kalah penting yang harus dilakukan bersama adalah pemeliharaan dan pengelolaan struktur.

“Kami berharap pemerintah daerah dan masyarakat Bali dapat memanfaatkan kebun atau taman karang hasil dari restorasi ICRG tersebut. Tentunya KKP juga akan tetap mengawal pengembangannya dalam bentuk kegiatan yang diintegrasikan dengan desa wisata bahari,” kata Haeru.

Deputi Bidang Koordinasi Sumberdaya Maritim, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Safri Burhanuddin mengatakan, pihaknya menaruh harapan besar pada program ICRG bisa menjadi pembangkit ekonomi masyarakat Bali yang terdampak pandemi COVID-19.

“Saya berharap masyarakat Bali yang telah terlibat dalam proses pembuatan kebun atau taman karang ini punya kebanggaan bahwa hasil kerja mereka dapat disaksikan oleh orang banyak. Tentunya semua berharap pariwisata di Bali dapat pulih kembali dengan cepat, dan restorasi ini menjadi salah satu yang mendongkrak percepatan tersebut,” ujar Safri.

Safri Burhanuddin juga menanggapi adanya kekhawatiran kegiatan restorasi ini akan berdampak negatif terhadap ekosistem di bawah laut, pihaknya telah bekerja sama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) selaku otoritas keilmuan atau scientific authority, dalam pelaksanaan Program ICRG dan telah memperhatikan rekomendasi yang diberikan.

“Saya percaya rekomendasi dari scientific authority dan masukan akademisi di Bali ketika menentukan lokasi restorasi terumbu karang ICRG menjadi rel bagi kami untuk melaksanakan program ini,” kata Safri.

Program restorasi terumbu karang ICRG ditujukan untuk masyarakat di Bali, dikerjakan oleh masyarakat Bali, dan diharapkan manfaatnya akan kembali untuk Pulau Bali, secara jangka panjang.

agendaIndonesia

*****