Bengkalis dan Rupat, 2 Keindahan Tersembunyi di Riau

Bengkalis dan Rupat merupakan 2 keindahan tersembunyi di Riau.

Bengkalis dan Rupat rasanya kalah popular dibandingkan Pekanbaru, Siak atau bahkan Dumai. Padahal dua pulau ini tak kalah menariknya. Ke duanya bahkan intan yang belum diasah.

Bengkalis dan Rupat

Senja hampir beranjak pergi, ketika rombongan kecil kami menjejakkan kaki di Dermaga Tanjung Medang, Pulau Rupat Utara, di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, ini. Rasa lelah karena perjalanan dengan speed boat yang ditempuh sekitar 1,5 jam dari Pelabuhan Dumai terhapuskan dan segala rasa penasaran sirna.

Rupat Utara adalah salah satu dari 16 pulau utama yang berada di Kabupaten Bengkalis. Ia sejak lama sudah menjadi buah bibir masyarakat setempat. Pantainya yang berpasir putih, sepanjang kurang lebih 13 kilometer, kerap menjadi persinggahan bagi mereka yang sekadar hendak menikmati suasana santai dan tenang. Untuk menikmati indahnya sunrise di pagi hari pun, di sinilah tempatnya.

Kabupaten Bengkalis yang padasisi utaranya berbatasan dengan Selat Malaka, ini memang tak bisa dipisahkan dengan kehidupan pesisir yang kental. Kabupaten yang berpenduduk sekitar 530 ribu jiwa ini memiliki dua pulau terbesar, yakni Pulau Bengkalis dan Pulau Rupat.

bengkalis dan rupat menyimpan keindahan yang masih tersembunyi, misalnya pantai berpasir putih sepanjang 13 kilometer
Pantai Rupat Utara di kabupaten Bengkalis, Riau, dengan pantai berpasit putih sepanjang 13 kilometer. Foto: Dok. shutterstock

Sungai Siak, yang membentang luas pun menjadi salah satu dari tiga sungai besar yang membelah kabupaten ini. Selain Sungai Siak yang merupakan sungai terdalam di Indonesia, masih ada Sungai Bukit Batu, Sungai Lubuk Muda, dan Sungai Mandau.

Menyebut nama Bukit Batu, bagi mereka yang mengikuti kisah tanah Melayu Sumatera, akan langsung mengingatkan pada sebuah nama besar, tokoh legendaris asal tanah Bengkalis ini. Alkisah, tersebutlah Datuk Laksamana Raja Di Laut, pahlawan Melayu nan sohor. Makam dari Sang Datuk yang amat dihormati masyarakat setempat ini, berada di Kecamatan Bukit Batu. Makam ini, dan kisah sejarah yang melatar belakanginya, menjadi salah satu destinasi wisata utama kabupaten ini.

bengkalis dan rupat merupakan bagia dari Provinsi Riau yang menyimpan potensi pariwisata.
Kota Bengkalis dari udara, menyimpan keindahan. Foto: Dok. shutterstock

Pemerintah Kabupaten Bengkalis terlihat sedang melakukan pembenahan obyek wisata unggulan di daerah tersebut. Sebagai salah satu kabupaten tertua di Riau, Bengkalis punya potensi yang luar biasa dari sisi pengembangan pariwisatanya. Selain obyek wisata sejarah, kulinernya yang khas yakni lempok durian dan ikan terubuk, juga menjadi kekayaan wisata pantai yang siap merebut hati wisatawan baik lokal maupun dari negeri tetangganya, Malaysia.

Pulau Rupat Utara sendiri sejak lama dipersiapkan menjadi pintu gerbang utama masuk ke Provinsi Riau. Eperti disebut di muka, ia terletak di Selat Malaka dan hanya selangkah saja ke Negeri Jiran. Pulau Rupat Utara merupakan salah satu pulau terluar di Kabupaten Bengkalis. Keelokan pantai pasir putihnya sejatinya bisa menjadi daya tarik bagi para wisatawan, dan bukan sekadar ‘keindahan yang tersembunyi’.

Bagi masyarakat Bengkalis, Pulau Rupat disebut pulau harapan. Pulau ini sangat strategis. Karena dari perencanaan ASEAN Bridge, jembatan yang digadang-gadang akan menghubungkan Sumatera dan Semenanjung Malaysia, bakal melewati Pulau Rupat. Rencananya, sekitar 10 kilometer pantainya akan menjadi bagian yang eksklusif.

Bahkan, tarian asli Bengkalis ‘zapin api’ yang berunsur magis, dan amat menarik untuk ditonton, juga merupakan aset wisata budaya pulau ini.

Selain kondisi alamnya, kebudayaan setempat seperti tarian asli daerah ini, Zapin Api yang agak berunsur magis, cukup banyak menarik pengunjung untuk menikmatinya saat datang ke Kabupaten Bengkalis. Rupat sendiri sudah terdaftar di Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagai destinasi pariwisata nasional. Hanya memang persoalan infrastrukturnya yang masih harus banyak dibenahi.

Kondisi Pulau Rupat saat ini, jika membandingan dengan negeri tetangganya di seberang, memang agak ironi. Negeri di seberang sudah terkesan terang benderang, sementara saat kita memandang ke Pulau Rupat, pulau elok ini acapkali menyuguhkan suasana cenderung gelap, seolah tanpa penghuni, dikarenakan masih minimnya fasilitas listrik.

Dari sisi akses pun, jika ingin menyeberang ke Malaka, warga di Pulau Rupat hanya butuh waktu 45 menit untuk sampai ke sana dengan speed boat. Perihal infrastruktur ini, masyarakat setempat menginginkan ada pelabuhan internasional sehingga wisatawan dari Malaysia pun bisa langsung menyeberang ke Pulau Rupat. Karena belum ada, maka semua harus melalui Bengkalis, atau Dumai.

 Nantinya jika sesuai rencana, akan ada feri langsung dari Pelabuhan Pakning (di Pulau Sumatera) dan berhenti di Pelabuhan Bengkalis, dan langsung menuju ke Pelabuhan Rupat Utara. Jika infrastruktur bagus, promosi gencar, maka wisatawan akan banyak yang tertarik.

Saat ini, Bengkalis sedang giat-giatnya menjaring investor. Karena Pulau Rupat masih minim akomodasi, begitu pula resor, resto, tempat-tempat makan yang memadai.

Berbagai kegiatan yang berhubungan dengan wisata pantai dan luar ruang akan dilengkapi di pulau ini. Seperti, motocross pantai, banana boat, sepeda air, outbound dan camping. Termasuk, wind surfing plus perahu kano yang digemari masyarakat dan wisatawan. Diharapkan, fasilitas ini akan menjadi daya tarik tersendiri, dan membawa Pulau Rupat hadir sejajar dengan destinasi favorit dunia lainnya.

Untuk sementara ini, ia masih menjadi permata yang tersembunyi. Tapi buat mereka yang ingin menikmati keindahan yang masih alami, cobalah sekali-kali agendakan kunjungan ke Bengkalis dan Rupat.

agendaIndonesia

*****

Road Trip, 1 Cara Liburan Akhir Tahun

3 Pertimbangan menyewa mobil untukRoad Trip.

Road Trip menjadi salah satu trend perjalanan wisata yang naik daun sejak pandemi COVID-19 pada 2020 lalu. Alternatif wisata satu ini sangat cocok dilakukan bersama keluarga dengan menggunakan kendaraan pribadi, khususnya mobil. Ini terutama sejak infrastruktur jalan tol sudah menghubungkan hampir semua kota di Jawa, dan nantinya Sumatera dan pulau lain.

Road Trip

Secara sekilas trend ini mirip dengan tradisi mudik lebaran di Indonesia di mana orang menggunakan mobil untuk melakukan perjalanan kembali ke kampung halaman. Hanya saja jika mudik Lebaran perjalanan dilakukan dengan menuju ke kampung halaman, maka road trip liburan betul-betul murni perjalanan liburan.

Saat mudik lebaran ini wajar saja dilakukan juga untuk liburan atau jalan-jalan wisata, mengingat di sekitar rute yang kerap dijadikan jalur mudik terdapat banyak destinasi wisata yang menarik untuk disinggahi. Hitung-hitung melakukan mudik sambil road trip sebagai sarana pelepas penat saat berjam-jam di jalan.

Road Trip memiliki banyak pilihan rute dan pilihan tempat untuk dikunjungi.
Perjalanan liburan akhir tahun via jalan darat seperti berpetualang. Foto: unsplash

Lebaran tahun 2022 memang sudah lewat, namun liburan ala-ala road trip bukan tidak mungkin dilakukan. Waktunya bisa dilakukan kapan saja sesungguhnya, namun bisa dicoba untuk menikmati libur akhir tahun ini. Ya, kenapa tidak?

Lalu jalur mana yang layak dicoba untuk jalan-jalan liburan dengan berkendara mobil? Berikut ini ada beberapa pilihan, lupakan sejenak jalan tol dan nikmati jalur konvensional.

Jalur Darat Selatan Jawa

Jalur darat liburan di selatan Pulau Jawa ini memiliki panjang 1.547 kilometer dan melewati 23 Kabupaten. Titik awal Jalur Selatan dimulai dari Kabupaten Serang di Provinsi Banten dan berakhir di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Selama menempuh jalur perjalanan darat Selatan Jawa ini, ada beberpa spot wisata yang layak dikunjungi. Misalnya saja Pantai Pangandaran di perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah. Bisa dijajaki untuk menginap. Ada beberapa hotel dan penginapan yang layak tinggal di sini.

Selain itu, ketika sudah masuk wilayah Jawa Tengah, wisatawan bisa mengunjungi Baturaden di wilayah Kebumen. Kawasan ini menawarkan ragam wisata, seperti air terjun, hutan pinus, kolam pemandian, hingga spot bunga warna-warni. Cocok sekali dijadikan tempat untuk melepas lelah.

Road Trip bisa memilih tempat untuk berhenti di spot wisata yang dikehendaki. Misalnya Air Terjun Tumpak Sewu.
Air Terjun Tumpak Sewu di Lumajang, Jawa Timur. Foto: unsplash

Tidak jauh dari Kebumen ada pula Gua Seplawan di Purworejo yang menjadi lokasi penemuan patung emas Dewa Siwa dan Dewi Parwati. Semakin ke Timur tentu tak perlu disebutkan di jalur ini ada Yogyakarta, Solo atau di selatannya ada Wonogiri terus ke Pacitan. DI Lumajang, Jawa Timur wisatawan dapat singgah ke Air Terjun Tumpak Sewu, yang sekilas menyerupai tirai mirip Air Terjun Niagara.

Jalur Darat Utara Jawa

Jalur Utara Jawa memiliki panjang sekitar 1.300 kilometer dan menjadi salah satu rute terpadat selama ini di Jawa. Jalur ini melewati lima provinsi, yakni Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Road Trip selain perjalanan juga menikmati buadaya seperti batik Trusmi di Cirebon.

Salah satu wisata budaya di rute road trip ini adalah Kampung Batik Trusmi di Cirebon, jawa Barat. DI sini wisatawan dapat mampir belanja batik dengan harga yang lebih miring, sekaligus belajar cara membuat batik. Lumayan untuk kenang-kenangan dari perjalanan liburan.

Lebih ke Timur wisatawan akan melintasi rute ke Pekalongan, satu spot batik terkenal lainnya. Dari Pekalongan rute mengarah ke Semarang dengan ikon bangunan bersejarahnya Lawang Sewu. Keindahan objek wisata ini terletak pada desain interior dan eksterior yang sangat khas bangunan Belanda. Menarik sekali untuk dikunjungi.

Jalur Darat Jawa-Sumatera

Jalur darat ini harus menyeberang pulau menggunakan kapal, namun jalur Jawa-Sumatera juga memiliki beragam destinasi wisata yang menarik. Destinasi wisata pertama yang bisa dikunjungi saat road trip melewati rute Jawa-Sumatera adalah Pantai Krui, Lampung. Menghadap langsung ke samudra, Pantai Krui ini konon memiliki ombak nomor tujuh tertinggi di dunia. 

Semakin ke Barat, Sobat Parekraf akan melintasi daerah Kabupaten Kerinci. Di sini ada Danau Gunung Tujuh yang membawa kita sekilas seperti berada di atas awan. Lalu lanjutkan road trip mudik melewati Kota Bukittinggi, dengan salah satu ikon populernya Jam Gadang dan tentunya kuliner yang lezat.

Jalur Darat Jawa-Bali-Nusa Tenggara

Rute road trip satu ini yang juga mengandalkan transportasi laut untuk menyeberang dari Pulau Jawa ke Pulau Bali. Namun, sebelum menyebrang ke Bali Sobat Parekraf singgah dulu di Banyuwangi dan mengunjungi Hutan De Djawatan. Destinasi wisata ini seakan membawa kita masuk ke dalam hutan Fangorn ala film The Lord of The Rings.

Road trip membawa benefit lain, misalnya mengunjungi tempat-tempat yang tida tejangkau kendaraan umum.
Trees and bale at Kebun Raya Bali – Bali Botanical Garden in Bedugul, Tabanan, Bali, Indonesia.

Setelah memasuki wilayah Bali, destinasi wisata pertama yang bisa disinggahi adalah Taman Nasional Bali Barat yang berada tidak jauh dari pelabuhan Gilimanuk. Hutan satu ini menjadi habitat asli kera dan burung jalak Bali yang sudah mulai langka. 

Kemudian melanjutkan perjalanan menuju ke Pelabuhan Padang Bai dengan pemandangan berupa pantai-pantai yang indah. Setelah itu menyeberang kembali menggunakan kapal laut ke Nusa Tenggara Barat. Salah satu destinasi yang tengah naik daun sudah pasti Mandalika dengan pemandangan laut dan perbukitan yang indah.

Jika mau terus ke Timur, perjalanan bisa dilanjutkan hingga Nusa Tenggara Timur dan menyebarangi sejumlah selat. Bahkan bisa hingga ke Labuan Bajo.

agendaIndonesia/Sumber Kemenparekraf

*****

Pesona Teluk Mandeh, 1 Keindahan Sumatera

Pesona Teluk Mandeh di Sumatera Barat layak dilirik wisatawan.

Pesona Teluk Mandeh rasanya masih jarang dibicarakan jika orang mengobrolkan soal wisata Sumatera Barat. Padahal kawasan wisata ini memiliki sederet pulau kecil dan teluk yang tenang tanpa ombak yang indah. Berikut ini kisah perjalanan ke Mandeh.

Pesona Teluk Mandeh

Kapal motor Barakuda perlahan meninggalkan Pelabuhan Teluk Bayur, Padang. Pagi di akhir April, cuaca begitu cerah. Satu per satu kapal-kapal besar yang membuang jangkar di tengah laut terlampaui. Rombongan hari itu menyasar ke Kawasan Mandeh yang sudah ditetapkan sebagai kawasan wisata baharí beberapa tahun lalu.

Pesona Teluk Mandeh bisa dinikmati dengan jelas dari puncak bukit.
Lanskap Teluk Mandeh dilihat dari ketinggian bukit. Foto: Dok. shutterstock

Terletak di Pantai Carocok, Tarusan, di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, pesona Teluk Mandeh ini terdiri atas teluk yang berlekuk-lekuk dan pulau-pulau kecil di sekelilingnya. Penuh keindahan, airnya bening biru kehijauan, terumbu karang berlimpah, dan pasirnya putih menggoda.

Buat masyarakat yang tinggal di Padang, rasanya pasti mengenal Mandeh. Orang bisa menjajal jalur darat. Jaraknya harus ditempuh dalam satu jam yang kemudian disambung perahu kecil untuk mencapai pulau-pulaunya. Kali ini, mencoba merasakan rute laut langsung. Dari Pelabuhan Bungus yang hanya dalam 30 menit perjalanan, kapal mulai melewati satu per satu pulau-pulau kecil yang termasuk dalam kawasan wisata yang luasnya mencapai 18 ribu hektare ini.

Kemudian, kapal melewati Pulau Pasumpahan dan Pulau Sikuai. Pulau Sikuai sudah dikelola sejak 1994. Di antara jejeran pulau kelapa di pulau ini terlihat puluhan cottages yang dibangun dari pantai hingga bukit-bukit. Ini merupakan pesona Teluk Mandeh.

Sempat menjadi primadona turis lokal maupun asing. Keindahan sekaligus fasilitasnya cukup lengkap. Bahkan ada jalur trekking ke puncak bukit tempat wisatawan bisa menikmati matahari terbenam. Sayangnya, dalam beberapa tahun terakhir berhenti beroperasi karena ada masalah dalam pengelolaan.

Masih banyak pulau tak berpenghuni di sekitar Pulau Sikuai, seperti Pulau Sirandah dan Pulau Bintangor. Saat melewati Pulau Pagang terlihat beberapa penginapan sederhana dengan dermaga kecil.

Kapal juga melewati sebuah tanjung yang menjorok ke laut, nyaris seperti sebuah pulau. Itulah Tanjung Pamutusan. Diberi nama demikian karena memang nyaris putus dari daratan Sumatera dan hanya terhubung dengan pantai sempit berpasir putih, seperti semua jalan ke daratan. Sebuah dermaga kecil dibangun di sana. Begitupn ini merupakan bagian dari pesona Teluk Mandeh.


Di kejauhan juga terlihat Pulau Marak. Enam tahun lalu, pulau itu pernah menjadi kawasan konservasi siamang oleh kelompok konservasi Kalawet. Namun, akhirnya, hewan itu dipindahkan ke daratan Sumatera  karena takut terkena bencana tsunami.

Kapal kembali mengarungi kawasan Mandeh dengan melewati Pulau Cubadak—pulau terluas di kawasan ini. Mencapai 706 hektare, di pulau ini berdiri resor Cubadak Paradiso Village yang dikelola warga Prancis.


Kebanyakan wisatawan Eropa berlibur di sana. Mereka umumnya berburu ketenangan Mandeh sembari menjajal beragam aktivitas. Misalnya, bermain kayak keliling pulau, menyelam, berenang, dan tentu saja menikmati matahari terbenam dari puncak bukit batu di Pulau Cubadak  setiap sore.

Pesona Teluk Mandeh terdisi dari pantai-pantai berpasir putih yang masih sepi, pulau-pulau kecil dan lainya.
Pulau Pagang di kawasan Teluk Mandeh dari atas. Foto: Dok. shutterstock

Masih ada pulau-pulau kecil lain, yakni Pulau Traju, Pulau Sironjong Besar, Sironjong Kecil, Pulau Setan Besar, dan Pulau Setan Kecil. Pada Maret lalu, saya sempat menjejakkan kaki di Pulau Setan Besar—pulau yang tidak terlalu besar. Pantainya berpasir putih serta ditumbuhi berbagai vegetasi mangrove. Di bagian barat pulau terdapat bukit batu.

Akhirnya, di Teluk Mandeh, kapal membuang jangkar. Melalui jalur laut langsung dari Pelabuhan Bungus memerlukan waktu 1,5 jam atau lebih cepat 30 menit dibanding via darat.  Tujuannya adalah Nagari Mandeh dan perjalanan dilanjutkan dengan perahu kecil. Melewati muara sungai yang penuh mangrove. Sekitar 15 menit menyusuri sungai, wisatawan tiba di Mandeh—nama Nagari yang dijadikan nama kawasan wisata ini. Sebenarnya ada tujuh nagari dalam kawasan tersebut.

Rumah-rumah penduduk yang membelakangi tepian sungai kebanyakan terbuat dari kayu. Keasrian begitu kental. Sungai yang jernih dan bukit-bukit dipadati pepohonan. Pengunjung bisa mengamati pembuatan kapal bagan yang biasa digunakan nelayan untuk menangkap ikan.

Kapal itu ternyata dibuat sendiri oleh warga setempat dari kayu. Bentuknya yang unik terdiri atas sepasang perahu setinggi 2 meter dengan panjang 10 meter yang tersambung berjajar dan di kedua sisinya menggunakan cadik.
Pada malam hari, kapal-kapal bagan ini terlihat anggun di tengah laut dengan dilengkapi lampu-lampu petromaks untuk menarik perhatian ikan-ikan. Di Teluk Mandeh ada lokasi kapal tenggelam.

Situs Shipwreck atau kapal tenggelam itu adalah kapal dagang Belanda dengan nama Boelongan Nederland yang dibuat pada 1915. Kapal ini mengangkut hasil bumi Nusantara untuk keperluan Belanda. Kapal itu dibombardir tentara Jepang pada 28 Januari 1942 saat sedang bersembunyi di Teluk  Mandeh. Situs ini bisa dikunjungi para penyelam yang ingin mencermati kapal yang patah dua dengan dinding-dindingnya yang berlubang karena peluru.

Dari teluk, perjalanan dilanjutkan ke Pelabuhan Carocok. Tujuannya memang Puncak Mandeh yang bisa dicapai dari dermaga dengan mobil dalam 15 menit. Jalanan mendaki menuju panorama satu Puncak Mandeh, yang berada di sebuah bukit yang tinggi dan menghadap ke teluk.

Lokasi ini dibangun pemerintah daerah seukuran tiga kali lapangan voli dan bisa digunakan untuk tempat parkir serta memandang lepas ke laut Mandeh. Beberapa pohon pun menjadi peneduh.

Lanskap Mandeh pun terbentang indah di depan mata. Laut tenang dikelilingi bukit-bukit yang berlekuk-lekuk menyerupai pulau. Padahal masih bagian dari daratan Sumatera. Di depannya ada gugusan pulau-pulau kecil yang tersebar. Tak ada ombak di teluk itu karena bukit dan pulau-pulau kecil menghalangi kedatangan ombak dari Samudera Hindia. Teluk itu seperti kolam raksasa dengan air hijau kebiruan. Saat sang surya tepat berada di atas kepala, gradasi warna antara biru dan hijau terlihat lebih jelas.

agendaIndonesia/TL

*****

Desa Adat Tenganan, Tradisi Bali Aga Sejak Abad 11

Desa Adat Tenganan, tradisi Bali Aga dari abad 11

Desa Adat Tenganan Pegringsingan, bagi sebagian wisatawan yang pernah berkunjung, identik dengan upacara adat Perang Pandan. Sebuah tradisi yang digelar rutin setiap tahun.

Desa Adat Tenganan

Desa ini terletak di Kecamatan Mangis, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali, desa ini hanya berjarak 10 kilometer dari obyek wisata Candi Dasa. Dekat juga dengan Pelabuhan Padang Bai.

Lokasinya memang tersembunyi di balik bukit dan hutan, tapi hal tersebut tidak menyurutkan niat wisatawan untuk berkunjung. Apalagi Tenganan adalah satu dari sedikit desa yang masih memegang teguh aturan adat Bali Aga, yang disebut Awig-awig. Sejak abad ke-11, peraturan itu diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan. Kekunoan ini menarik rasa penasaran orang awam untuk bertandang.

Desa Adat Tenganan, Bali, merupakan salah satu desa dengan tradisi Bali Age.
Desa Adat Tenganan Pegringsingan, Bali, bagian dari adat Bali Age. Foto: Dok. shutterstock

Saat ini, terdapat tiga desa Bali Aga. Selain Tenganan, ada Trunyan dan Sembiran. Bali Aga merupakan sebutan bagi desa yang masih mempertahankan aturan tradisional yang diwariskan nenek moyang dalam kehidupan sehari-hari, termasuk soal bentuk dan besar bangunan serta pekarangan. Posisi bangunan dan pura pun dibuat dengan mengikuti aturan yang berlaku turun-temurun itu.

Setiap tahun, desa ini sesak dikunjungi wisatawan lokal dan mancanegara saat digelar Perang Pandan atau dalam bahasa setempat disebut Mekare-kare. Ini adalah prosesi kultural paling ekstrem yang pernah saya saksikan. Dengan bertelanjang dada, bersarung, dan mengenakan udeng khas Bali, dalam sebuah lingkaran kecil dua pemuda saling menyabet punggung lawan menggunakan pandan berduri. Meskipun tangan lain memegang tameng rotan untuk pertahanan, luka dan darah tidak terhindarkan.

Tradisi ini memang tak pernah menyebabkan pertengkaran ataupun memicu dendam berkepanjangan. Sebab, semua merupakan bagiandari upacara Usaba Sambah, yang rutin dilakukan oleh penduduk Desa Tenganan setiap tahun pada sasih kalima penanggalan Bali. Mekare-kare dilakukan sebagai lambang pemujaan dan penghormatan terhadap Dewa Indra, sang Dewa Perang.

Sebagian wisatawan lain mungkin akan mengingat Desa Tenganan sebagai penghasil kain tenun Pegringsingan yang sangat cantik dan bernilai ekonomi tinggi. Sama halnya dengan berbagai daerah lain di Indonesia, proses penenunan bukanlah sesuatu yang mudah dikerjakan dalam waktu singkat. Maka, tak mengherankan jika harga kerajinan ini terkadang membuat mulut menganga. Terlebih, penduduk desa adat ini harus menaati berbagai pakem walaupun hanya untuk membuat sehelai kain.

Kain tenun Pegringsingan dibuat berdasarkan nilai-nilai spiritual Bali Aga, yang mereka anut. Nilai itu diekspresikan dalam warna merah, hitam, dan putih serta motif-motif khas. Pegringsingan atau Gringsing dalam bahasa setempat bermakna “tidak sakit”. Jadi, dalam sehelai kain ini ada doa dan kepercayaan untuk hidup sehat alias waras. Sering kali, kain ini dikenakan para gadis desa saat melangsungkan upacara adat.

Desa Adat Tenganan salah satu dari 3 desa Bali Age di Karangasem, Bali.
Gadis-gadis Desa Tenganan bersiap membawakan tari Rejang Tenganan. Foto: dok. shutterstock

Sunyi dan damai adalah impresi kedua saat saya bertandang ke Desa Tenganan di kala tidak ada ritual tradisional apa pun. Ketika itu, saya memang iseng bergerak ke timur
Bali dengan sepeda motor dari Ubud bersama kawan. Transportasi umum menuju Desa Tenganan memang minim. Biasanya, wisatawan menyewa kendaraan dari Denpasar dan menempuh perjalanan selama 2-3 jam.

Setelah memarkir kendaraan, pengunjung wajib mengisi buku tamu terlebih dulu tepat di sebelah gapura desa. Meskipun tak sedang menggelar prosesi, mesin penenun tetap berputar dan tangan- tangan lincah para perajin masih setia melukis di atas daun lontar.

Tanpa riuh wisatawan, saya lebih bisa menikmati arsitektur kuno Tenganan, yang masih bertahan hingga zaman serba digital ini. Penduduk desa itu memang tak banyak. Mereka tinggal di rumah beratap tumpukan daun rumbia. Para penenun, di bagian pintu masuk rumah, akan menggantung beberapa kain tenun untuk menarik perhatian pengunjung yang datang.

Jika diperhatikan, rumah-rumah ini berukuran relatif sama, pun dengan bentuk dan tata ruang di dalamnya. Hampir semua bangunan dibuat menggunakan batu bata merah dan tanah. Tentu, dalam hal pem- bangunan tempat tinggal, pasti ada aturan adat yang telah disepakati secara turun-temurun.Pada beberapa titik, pengunjung akan melihat beberapa tanda larangan keras untuk memburu burung dan ikan di sekitar desa adat. Sebagai penganut teguh ajaran Tri Hita Karana, masyarakat Desa Tengana memang selalu berusaha menjaga keharmonisan hubungan dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam

TL/agendaIndonesia

****

Wisata Pantai Indah Kapuk, 5 Yang Keren

Wisata Pantai indah kapuk menjadi populer ketika ada pembatasan mobiltas penduduk

Wisata Pantai Indah Kapuk menjadi rumpian banyak orang sepanjang setahun terakhir. Tepatnya saat Jakarta mulai agak melonggarkan aturan pertemuan orang dan perjalanan. Termasuk di dalamnya untuk berolahraga atau makan di luar rumah.

Wisata Pantai Indah Kapuk

Pantai Indah Kapuk atau sering disebut dengan singkatannya, PIK, sejatinya adalah perumahan yang berlokasi di pesisir Jakarta, tepatnya di Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara dan Kelurahan Kapuk di Jakarta Barat. Walaupun sebagian besar diisi perumahan, PIK juga memiliki pertokoan di jalan-jalan utamanya, seperti di Jalan Pantai Indah Utara, Jalan Pantai Indah Selatan, dan Jalan Marina Indah.

Wisata pantai Indah Kapuk menjadi terkenal salah satunya karena pusat kulinarinya yang beraneka dan serba enak.
Kawasan kuliner di PIK 2. Foto: Dok. shutterstock

Belakangan kawasan ini menjadi viral terutama setelah pembukaan area Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 sebagai pengembangan wisata Pantai Indah Kapuk. Tempat ini dibuka sepertinya untuk merespon situasi ketika berwisata keluar kota masih belum diizinkan.

Keterbatasan kegiatan warga Jakarta berwisata membuat opsi liburan semakin terbatas. Alhasil, banyak tempat wisata yang bermunculan di Jakarta. Seperti PIK 2 ini, yang meskpiun aslinya merupakan daerah perumahan, pengembangan beberapa spot di sini menjadikannya sebagai lokasi wisata. Mulai dari wisata pantai sampai wisata kuliner.

Saking hit-nya kawasan ini, bahkan pada saat-saat tertentu sampai diberlakukan akses buka tutup untuk dapat memasuki area PIK 2 dan sekitarnya. Kawasan ini memang memiliki beberapa spot rekreasi yang menarik, mulai dari wisata alam, taman bermain, tempat kuliner sampai pusat perbelanjaan mewah
Lalu apa saja yang layak dikunjungi jika berkunjung ke wisata Pantai Indah Kapuk ini?

Hutan Wisata Manggrove
Hutan wisata mangrove PIK menawarkan suasana hijau dan sejuk dari Jakarta. Di tempat wisata Pantai Indah Kapuk ini, pengunjung juga bisa mengelilingi hutan bakau dengan menaiki perahu yang ditawarkan sejumlah pemiliknya sambil menyusuri danau.
Taman Wisata Alam (TWA) Angke Kapuk merupakan bagian dari kawasan Hutan Angke Kapuk yang berlokasi di Kamal Muara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Taman wisata alam ini dikembangkan sebagai sarana pariwisata alam, sekaligus mempertahankan kelestarian fungsi bakau sebagai penyangga kehidupan.

Dalam kawasan ini, wisatawan dapat melihat berbagai jenis flora dan fauna yang mendominasi kawasan TWA Angke Kapuk. Fauna yang singgah di kawasan hutan bakau ini umumnya jenis burung merandai dan hampir seluruhnya adalah satwa yang dilindungi. Beberapa di antaranya adalah elang laut perut putih, gagang bayam timur, cekakak sungai, dan elang tiram.


Pantai Pasir Putih

Ini spot yang paling hit di PIK, pantai dengan pasir putih. Pantai ini memang hasil rekayasa desain. Pantai Pasir Putih atau White Sand Beach PIK merupakan pantai reklamasi yang pasirnya didatangkan khusus dari Bangka Belitung.
Kawasan pantai reklamasi ini cocok untuk Anda yang ingin bersantai di pantai sambil bermain pasir atau joging sore. Keseruan lain dari Pantai Pasir Putih adalah bisa melihat langsung lalu lalang pesawat yang terbang rendah menuju pendaratan di Bandara Soekarno Hatta. Masuk ke area ini gratis.

Pepohonan palem yang mulai membesar di tepian pantai yang dibuka sejak 2020 ini semakin menambah keindahan. Tak heran bila tempat wisata ini sangat direkomendasikan untuk relaksasi dari kesibukan harian. Garis pantai di kawasan ini sekitar empat kilometer, cukup panjang sehingga terkesan bak hamparan putih perak berkilauan.


Pelataran San Antonio
Ini spot bagi mereka yang ingin olah raga atau sekadar jalan-jalan pagi atau malahan jalan-jalan sore alias JJS. San Antonio Promenade (pelataran tepi laut) termasuk kawasan wisata PIK Jakarta yang tengah populer. Di sini, Anda bisa merasakan sensasi bersepeda atau joging di tepi laut.
Desain area San Antonio Promenade cukup estetik dan memiliki banyak sudut menarik untuk berswafoto. Selain suasana tepi laut yang memanjakan mata, pengunjung juga dapat sekaligus singgah ke deretan resto dan kafe di pinggirnya untuk minum kopi atau menikmati camilan

Kawasan Kuliner Pantjoran PIK
Kawasan wisata kuliner Pantjoran dengan nuansa oriental bisa dinikmati di Golf Island, Pantai Maju, Pantai Indah Kapuk. Pantjoran PIK berada di atas lahan seluas 5.500 meter persegi yang dipenuhi berbagai penjual makanan dan minuman. Berbagai macam makanan ringan hingga berat dapat ditemukan dalam kawasan kuliner ini. Di antaranya ada es campur, bakpao, kopi, dimsum, serta makanan berat seperti nasi hainan, bakmi, dan lontong.


Sejumlah jajanan tersedia dalam bentuk gerobak yang ada di berbagai titik di dalam kawasan Pantjoran. Salah satu tenant makanan yang berada di kawasan ini adalah Kari Lam. Salah satu kuliner ikonik yang sudah ada sejak 1973 di Gang Gloria Glodok.

Wisata pantai Indah kapuk salah satunya asyik dinikmati saat malam hari, sambil menyantap masakan yang lezat.
Salah satu bangunan ikonik di kawasan Pantjoran PIK. Foto: Dok. Unsplash

Sembari berwisata kuliner, wisatawan juga dapat menyaksikan hiburan mingguan seperti tarian seribu tangan, barongsai, dan olahraga tai chi. Kawasan Pantjoran PIK juga dilengkapi dengan sarana pelengkap, salah satunya musala. Sehingga pengunjung Muslim tidak perlu khawatir jika ingin melaksanakan ibadah saat berwisata kuliner.

Urban Farm
Kawasan ini merupakan perpaduan wisata kuliner dan ruang kreatif. Urban Farm berlokasi di Kawasan Pantai Maju, Kamal Muara, Kecamatan Penjaringan. Berdiri di lahan seluas 6.859 meter persegi, Urban Farm juga memiliki banyak spot foto Instagramable. Umumnya wisatawan yang ingin berfoto di tempat ini datang saat petang lantaran sinar mataharinya yang jingga keemasan. 

Wisata Pantai Indah Kapuk tak asyik jika tak mampir mencicipi croissant.
Salah satu kuliner yang sedang digemari adalah menikmati croissant dari The Monsier Spoon Croissant. Foto: Dok. The Monsier Spoon Croissant

Selain itu, di sini pengunjung dapat ngopi-ngopi santai atau menyicipi makanan yang disediakan di kawasan wisata kuliner ini. Salah satu tenant di Urban Farm adalah Monsieur Spoon, toko roti sekaligus restoran yang terkenal di Bali dan kini buka di Jakarta. Menu andalannya adalah The Monsieur Spoon Croissant yang original dengan rasa butter. Varian croissant lainnya, antara lain Black Croissant dan Almond Croissant

Sudah pernah ke Kawasan Pantai Indah Kapuk? Ayo agendakan waktu Anda main ke sini. Bisa piknik dengan membawa bekal makanan sendiri atau paling praktis membelinya di sentra wisata kuliner yang ada di pinggir pantai. Cukup gelar tikar di atas pasirnya yang lembut, Anda sekeluarga langsung bisa menikmati sensasi debur ombak sambil mencicipi bekal. Sayangnya aktivitas bermain air dan berenang di pantai ini belum diperbolehkan.

agendaIndonesia

*****

Air Terjun Anenderat yang Memukau

9. Bukit Teletubies d

Air terjun Anendarat yang memukau mungkin belum banyak diketahui publik. Berada di Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat, wilayah ini memiliki banyak potensi pariwisata.

Kabupaten Tambrauw, Papua Barat, memiliki potensi alam yang belum terkespose. Padahal, tak kalah dengan Raja Ampat, wilayah yang 80 persennya merupakan daerah konservasi ini mempunyai bentang lanskap yang tak nanggung-nanggung. Salah satunya air terjun tujuh tingkat.

Air terjun tujuh tingkat itu adalah Air Terjun Anenderat.  Lokasinya di Distrik Miyah. Distrik ini berada di bagian perut Kabupaten Tambrauw, 3 jam ditempuh dari Fef, ibu kota kabupaten.

Lantaran belum tereksepose, perjalanan mencari air terjun harus melalui medan menantang, yakni berkelok-kelok, berlumpur, berlubang, dan kudu membelah hutan. Air terjun ini tersembunyi di balik perkampungan di Distrik Miyah. Tak ada petunjuk arah. Hanya ada penanda plang semi-permanen yang dibuat warga. Plang itu bertuliskan “Selamat Datang di Air Terjun Anenderat”.

Selamat Datang Air Terjun

Pintu masuk air terjun tepat berada di samping kantor Distrik, Jalan Weku Nomor 1 Kampung Siakwa. Wisatawan bisa memarkirkan kendaraannya di sana, lantas melanjutkan perjalalanan dengan hikkingmelintasi rumah-rumah penduduk lebih-kurang 300 meter.

Di punggung kampung membentang sungai selebar kira-kira 50 meter, yakni Sungai Kamundan. Untuk menuju air terjun, wisatawan harus melewati sungai. Lantaran belum tersedia jembatan peghubung, cara satu-satunya menuju ke sana adalah dengan menyebrangi sungai.

Tinggi rata-rata air Sungai Kamundan pada kondisi normal ialah sebetis orang dewasa. Sedangkan saat hujan turun, debit air naik dan sungai akan meluap. Pengunjung harus menunggu surut untuk menyeberang lantaran arus cukup deras.

Selepas menyebrang, hiking diteruskan dengan memasuki kawasan hutan dengan jalur yang cukup terjal dan licin. Banyak akar pepohonan melintang. Namun, dari situ, suara gerojogan limpahan air terjun sudah jelas terdengar. Suaranya tegas memantik semangat. Semu-semu, limpahan air terjun pun mulai keihatan.

Makin masuk hutan, makin jelas penampakan air terjun tujuh tingkat itu. Tinggi luncuran airnya kira-kira mencapai 200 meter. masing-masing tingkat itu dipisahkan oleh kolam. Kepala Distrik Miyah Sofi, mengatakan di kolam ini penduduk lokal biasa memancing.

“Ada ikan gabus di sana,” ujarnya. Masyarakat sekitar akan memancing dengan cara tradisional menggunakan akar melinjo yang dipilin menjadi benang. Benang inilah yang digunakan untuk memantik sasaran. Fungsinya sama seperti umpan.

 

Air Terjun Miyah
Air Terjun Anenderat di Distrik Miyah. (Rosana)

Air terjun ini oleh masyarakat sekitar dipercaya sebagai sumber kehidupan warisan leluhur yang harus dijaga. Maka itu, masyakarat sangat menjaganya. Tak heran, air terjun dan aliran sungainya bersih dari sampah.

Waktu terbaik mengunjungi Air Terjun Anenderat adalah saat musim kemarau. Pada waktu curah hujan rendah, air sangat jernih. Tidak ada lumpur yang terbawa arus sehingga membuat air keruh seperti saat musim hujan.

Untuk menuju Air Terjun Anenderat, pelancong harus menuju Distrik Miyah. Miyah bisa ditempuh melalui dua pintu masuk, yakni dari Manokwari dan Sorong. Dari Sorong, waktu tempuh ke Miyah berkisar lebih-kurang 10 jam dengan rincian. Sorong – Sausapor (Ibu Kota Sementara Tambrauw) 3-4 jam, Sausapor – Fef (Ibu Kota Tambrauw) 3 jam, dan Fef – Miyah 3 jam.

Sedangkan dari Manokwari, Miyah bisa ditempuh dalam waktu lebih-kurang 5 jam. Adapun ritenya adalah Manokwari – Kebar 3-4 jam dan Kebar – Miyah 1 jam.

 

 

 

Rosana

*****

 

Kereta Api Wisata, Keseruan Di Akhir 2022

Kereta Api wisata untuk liburan akhir tahun.

Kereta Api Wisata bisa menjadi pilihan keseruan liburan akhir tahun ini. Tahun 2022 akan segera berakhir. Akhir tahun nanti akan ada libur Natal dan Tahun Baru yang biasanya dibarengi dengan cuti bersama.

Kereta Api Wisata

Apakah traveler sudah menyiapkan rencana untuk mengisi liburan akhir tahun ini? Bagaimana kalau jalan-jalan saja bersama keluarga atau teman-teman terdekatmu? Kalau itu menjadi pilihan, mungkin jalan-jalan keluar kota naik kereta bisa seru banget.

Sekarang ini kereta api tak cuma jadi alat transportasi. Ada yang berbeda dari salah satu anak usaha PT Kereta Api Indonesua (KAI), yakni KAI Wisata. Mereka punya kereta wisata yang siap membawa wisatawan liburan di berbagai objek wisata di Indonesia. Kerennya lagi, kereta ini dilengkapi berbagai fasilitas yang bikin wisatawan tak akan mati gaya di sepanjang perjalanan. 

Kereta Api Wisata memiliki pilihan ikut pada rangkaian kereta reguler, atau yang KAI Istimewa bisa memilih rute dan jadwal sendiri.
Interior KAI Wisata Bali yang cozy. Foto: DOk. KAI Wisata

Pengen tahu lebih banyak tentang kereta wisata? Yuk cek informasi berikut ini.

Jenis Kereta Wisata

Bicara soal kereta perjalanan khusus ini, apakah wisatawan sudah tahu apa bedanya dengan kereta pada umumnya? Sesuai dengan namanya, kereta ini didesain sebagai alat transportasi sekaligus sarana rekreasi.

Kereta ini sangat cocok untuk wisata secara kelompok karena konsepnya berupa sewa kereta oleh rombongan wisatawan. Saat ini sudah tersedia beberapa jenis kereta khusus ini, seperti Kereta Wisata Nusantara, Kereta Wisata Bali, Kereta Wisata Sumatera, Kereta Wisata Jawa, Kereta Wisata Imperial, Kereta Wisata Priority, Kereta Wisata Toraja, dan Kereta Wisata Retro. Kereta-kereta ini nantinya akan dirangkaikan dengan kereta regular sesuai rute dan waktu perjalanan yang diminta oleh wisatawan. 

Kereta Api Wisata KAI Wisata
Interior lain KAI Wisata. Foto: Dok. KAI Wisata

Selain kereta pariwisata, juga ada kereta istimewa. Kereta ini sedikit berbeda dengan kereta wisata karena tidak dirangkaikan dengan kereta regular dalam perjalanannya. Jadi wisatawan lebih bebas mengatur destinasi dan waktu perjalanan.

Di kereta ini, para wisatwan juga bisa melihat langsung pemandangan dari depan kabin masinis. Wow. Pasti ini akan menjadi pengalaman yang menyenangkan sekali. Melihat rute di depan.

Karena sifat perjalanannya yang fleksibel, pihak KAI-Wisata juga menawarkan beberapa paket wisata untuk berkunjung ke objek-objek yang dilalui selama perjalanan dari titik keberangkatan ke titik tujuan. Hhmm, asyik banget kan? Perjalanan akan lebih mengesankan karena banyak sekali objek wisata yang dapat dikunjungi sepanjang jalur kereta.

Memiliki Fasilitas Lengkap

Wisatawan pengguna kereta ini rasanya tidak akan bosan di sepanjang perjalanan. Ada berbagai aktivitas seru yang bisa dilakukan. Selain memiliki kursi yang lebar dan empuk, buat yang suka nyanyi, penumpang bisa karaoke sepuasnya di ruangan yang sudah tersedia.

Ingin santai sambil nonton film kesayangan? Bisa banget, karena ada juga TV layar lebar dengan audio yang mumpuni yang disediakan khusus buat para penumpang. Prama dan prami, semavam pramugari, di kereta ini juga akan selalu siaga memenuhi kebutuhan kamu selama perjalanan. Semua gerbongnya dilengkapi dengan toilet ekslusif. 

Selain itu, ada beberapa fasilitas tambahan yang membedakan antara satu jenis kereta dengan yang lain. Contohnya, Kereta Retro yang memiliki kapasitas 20 tempat duduk didesain dengan nuansa klasik dan furniture yang sangat retro sehingga memberikan pengalaman perjalanan yang berbeda.

Kereta ini cocok untuk wisatawan yang suka swafoto selama perjalanan karena interiornya sangat instagramable. Kalau mau merasakan nuansa Pulau Sumatera, kamu bisa pilih KW Sumatera yang memiliki interior serta pernak-pernik yang menonjolkan seni dan keindahan budaya Sumatera. Memiliki kapasitas 22 tempat duduk dan dilengkapi dengan ruang serbaguna untuk rapat maupun menjadi meja makan keluarga, seru ya?

Paket Wisata Yang Tersedia

Selain menyediakan keretanya, KAI Wisata juga menyediakan beberapa paket perjalanan ke berbagai destinasi menarik di Indonesia, seperti Lawang Sewu dan Museum Ambarawa. Kedua destinasi tersebut masih menjadi favorit masyarakat untuk menghabiskan liburan akhir tahun bersama keluarga. 

KAI Wisata juga melayani permintaan paket tur khusus sesuai dengan keinginan wisatwan. Jadwal perjalanan dan destinasi wisata serta akomodasinya dapat ditentukan sendiri oleh wisatawan.

Paket perjalanan yang disediakan juga bukan hanya untuk rombongan, bisa juga untuk individual. Untuk ini bisa cek informasi lengkapnya dengan mengunjungi website resmi KAI Wisata di kaiwisata.id.

Perjalanan kereta wisata atau kereta istimewa tentu akan memberikan kesan dan pengalaman yang berbeda dengan kereta regular. Ini dapat menjadi salah satu cara menghabiskan liburan akhir tahun yang unik dan luar biasa yang ditawarkan oleh KAI Grup.

“Kami senantiasa melakukan berbagai inovasi untuk memberikan layanan terbaik bagi para pelanggan dengan adaptif mengakomodasi keinginan masyarakat untuk bertranspotasi terutama di masa liburan Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 nanti.” tutup VP Public Relations KAI, Joni Martinus.

Jadi, sudah siapkah kamu menghabiskan liburan akhir tahunmu dengan cara berbeda bersama kereta api khusus? Rasanya akan menyenangkan karena fasilitas dan pelayanannya yang istimewa.

agendaIndonesia

*****

Bakar Tongkang Bagansiapi-api

Bakar Tongkang1

Bakar tongkang Bagansiapi-api sebuah tradisi yang makin dilirik sebagai atraksi pariwisata Indonesia. Awalnya tradisi ini hanya menjadi atraksi masyarakat Bagansiapi-api. Namun, beberepa tahun terakhir ia menjadi wisata bakar tongkang yang makin banyak diminati untuk disaksikan. Bahkan pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia, juga wisatawan manca negara.

Bakar Tongkang Bagansiapi-api

Masyarakat Bagasiapiapi, Provinsi Riau, memiliki tradisi unik yang diselenggarakan setiap tahun dan selama beberapa tahun terakhir menjadi atraksi menarik bagi wisatawan. Umumnya agenda ini diselenggarakan pada bulan Juni, dan untuk 2019 ini digelar pada 17 hingga 19 Juni lalu. Ritual turun-temurun dari nenek moyang ini memang dilaksanakan selama tiga hari.

Bakar tongkang Bagansiapi-api sebuah tradisi yang makin dilirik sebagai atraksi pariwisata Indonesia. Awalnya tradisi ini hanya menjadi atraksi masyarakat Bagansiapi-api. Namun, beberepa tahun terakhir ia menjadi wisata bakar tongkang yang makin banyak diminati untuk disaksikan. Bahkan pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia, juga wisatawan manca negara.

Menurut Kepala Dinas Provinsi Riau Fahmizal, puluhan ribu paket wisata yang terkait Bakar Tongkang terjual setiap tahunnya. “Tahun lalu 52 ribu kunjungan,” kata Fahmizal di kantor Kementerian Pariwisata, Jakarta Pusat.

Bakar Tongkang2 1
Ornamen pada tongkang dalam Festival Bakar Tongkang Bagansiapi api. (Rosana)

Bakar Tongkang memang berhasil menarik minat kunjungan wisatawan dari tahun ke tahun. Pada 2017, dari 52 ribu kunjungan, 20 ribu di antaranya merupakan kunjungan wisatawan asing atau wisman. “Kebanyakan dari Singapura, Malaysia, Cina,” katanya.

Adapun wisatawan Nusantara yang masuk ke Bagan—sebutan pendek Bagansiapapi—tercatat mencapai 32 ribu. Masuknya wisatawan ke kota bekas persinggahan Cina ini membuat kuota hunian sejumlah homestay dan hotel di kawasan kota Bagan penuh.

Animo turis terhadap agenda budaya pun memacu pemerintah setempat bekerja keras untuk menyiapkan akomodasi. Tak jarang, rumah-rumah warga di sekitar lokasi perayaan dibuka untuk menampung para wisatawan.

Tahun-tahun berikutnya, untuk menyiasati tingginya permintaan terhadap jumlah kamar, pemerintah setempat tengah merancang konsep nomadic tourism. “Bisa dengan konsep nomadic, yaitu dengan tenda atau glamcamp seperti yang tengah dicanangkan Kementerian Pariwisata,” kata Fahmizal.

Bakar tongkang secara turun-temurun diyakini sebagai ritual untuk memperingati hari ulang tahun Dewa Kie Ong Ya, yakni dewa pelindung masyarakat setempat. Perayaannya jatuh pada penanggalan lunar di hari ke-16 bulan kelima, dihitung pasca-Imlek. Secara historis, upacara itu merupakan sebuah penanda untuk memperingati hikayat asal-muasal Kota Bagansiapiapi.

Agenda ini tahun lalu dinobatkan sebagai atraksi budaya terpopuler dalam Anugerah Pesona Indonesia (API). Bakar Tongkang juga berkontribusi mendorong Riau meraih juara umum penghargaan pariwisata berstandar nasional tersebut.

Puncak Festival  Bakar Tongkang merupakan saat yang selalu dinanti warga setempat dan juga wisatawan. Saat itu dilakukan pembakaran replika tongkang, yang diiringi dengan perasaan penasaran warga. Mereka harap-harap cemas, ke mana tiang utama akan jatuh. Warga percaya bahwa arah jatuhnya tiang akan menentukan nasib mereka di tahun mendatang. Jika tiang jatuh ke laut, mereka percaya keberuntungan sebagian besar akan datang dari laut. Tetapi ketika jatuh di darat, maka keberuntungan untuk tahun itu sebagian besar akan datang dari darat.

Festival bakar tongkang selalu digelar secara meriah. Replika kapal dapat berukuran hingga 8,5 meter, lebar 1,7 meter dan berat mencapai 400 kg. Kapal akan disimpan selama satu malam di Kuil Eng Hok King, diberkati, dan kemudian dibawa dalam prosesi melalui kota ke lokasi tempat pembakaran.

Prosesi Tongkang juga melibatkan atraksi Tan Ki. Sejumlah orang menunjukkan kemampuan fisik mereka dengan menusuk diri dengan pisau atau tombak. Namun, aksi tersebut tidak melukai meskipun senjata yang digunakan tajam. Aksi ini agak mirip dengan tradisi Tatung di Singkawang, Kalimantan Barat.

 

 

 

*****

 

Pulau Kelor Labuan Bajo, Bukan Sekadar Persinggahan

Tarian Komodo, Pulau Kelor di labuan Bajo

Pulau Kelor Labuan Bajo punya banyak keindahan, hanya saja selama ini tidak banyak yang langsung mengunjunginya. Ia hanya “kadang-kadang” ikut dikunjungi jika ada wisatawan yang datang ke Pulau Komodo atau kawasan di sekitar itu.

Pulau Kelor Labuan Bajo

 Pernah mendengar gaung Pulau Kelor di Nusa Tenggara Timur? Tentu namanya tak sekondang Pulau Padar atau Pulau Komodo. Julukannya adalah tempat mampir. Citranya sebagai “pulau persinggahan” melekat dalam daftar trip berlayar atau sailing.

Biasanya, pulau ini disinggahi pelancong sebelum mereka kembali mendarat di kota Labuan Bajo. Atau, malah jadi tempat “pemanasan” sebelum berlayar menuju tujuan utama, yakni Pulau Komodo atau Pulau Padar. “Biasanya, para tamu latihan tracking dulu di Pulau Kelor. Baru setelahnya melanjutkan sailing,” kata Lulang, nakhoda kapal, yang mengantar penulisawal Januari lalu di Labuan Bajo.

Padahal, keindahan Kelor patut bersanding dengan pulau-pulau lainnya. Di pulau itu, terdapat sebuah bukit kecil. Pengunjung bisa mendaki. Tak tinggi-tinggi amat, tapi cukup terjal. Kemiringannya hampir 60 derajat.

Cukup sulit untuk pendaki pemula. Bukitnya licin lantaran ditumbuhi rerumputan. Juga tak ada penampangnya di kanan dan kiri. Namun, kalau sudah sampai puncak, hamparan laut bergradasi jadi obat letih.

Puncak Kelor menghadapkan pendakinya pada gugusan Pulau Menjaga. Bentuknya mirip jajaran kerucut yang berbaris dan berlapis-lapis. Pemandangan kapal yang mendarat di bibir pantai juga tak pelak menyempurnakan eksotisme Pulau Kelor.

Pengunjung tak cuma disajikan keindahan dari puncak bukit. Dengan aktivitas snorkeling pun, penampakan biota laut yang sehat turut menjadi “menu” utama. Ratusan jenis ikan berseliweran dan terumbu karang yang berwarna-warni terlihat seperti lukisan bawah laut yang hidup.

Pulau Kelor 02
Pantai Pulau Kelor tempat mendarat

Untuk menikmati Pulau Kelor lebih lama, pengunjung bisa berkemah semalaman dan menggelar tenda dom. Namun, perlu membawa logistik yang lengkap. Sebab, tak ada warung atau rumah penduduk di sini. Pastikan pula membawa kembali sampah-sampah bekas makanan atau minuman, supaya pulau tak ternoda oleh limbah.

Pulau Kelor letaknya cukup dekat dengan Kota Labuan Bajo. Kalau berlayar, waktu tempuhnya tak sampai 30 menit. Bahkan, bisa naik kapal nelayan kecil. Biaya sewa kapal untuk menuju pulau ini berkisar Rp 600 ribu pergi-pulang. Satu kapal muat untuk enam hingga tujuh orang.

 

Rosana

Barapan Kebo Sumbawa, Memacu 2 Kerbau

Barapan kebo Sumnbawa dilakukan setalah panen.

Barapan kebo Sumbawa memang tidak setenar karapan sapi di Madura, Jawa Timur, atau pacu jawi di Sumatera Barat. Namun, soal keseruannya, balapan ini jelas tak kalah. Sawah berlumpur pun menjadi arena pesta. Kerbau berpacu dan penonton pun duduk di pematang sawah.

Barapan Kebo Sumbawa

Buat yang sekali-kali ingin mengagendakan menonton atraksi ini, bisa memulai perjalanan dari pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Dari sana menumpang kapal feri, pengunjung bisa menuju Sumbawa. Sebuah perjalanan yang asyik, sebab di kapal mendekati pulau di timur Lombok ini, terlihat pemandangan yang memukau: Gunung Tambora tampak bagai bayangan tipis, cantik sekaligus penuh misteri.

Gunung jangkung dengan ketinggian hampir mencapai 2.850 meter itu pernah meletus pada 1825, tepatnya dua abad silam. Letusan dengan guncangan penuh abu itu tidak hanya mengubur kerajaan-kerajaan kaya di Sumbawa dan menggelapkan langit Nusantara, tapi juga langit di belahan Barat sana.

Letusan yang membuat sedikitnya satu tahun tanpa sinar matahari di Eropa. Year Without Summer, kata sebuah buku. Letusan yang membuat ribuan ternak mati dan menewaskan hampir 100 ribu jiwa.

Barapan kebo SUmbawa mungkin belum setenar karapan sapi di Madura atau Pacu Jawi di Sumatera Barat. Meskipun atraksinya mirip.
Barapan kebo Sumbawa menjadi atraksi menarik setelah panen. Foto: Dok. shutterstock

Namun kita tak hendak mendaki gunung itu. Panen baru saja selesai di pulau ini dan barapan kebo Sumbawa atau balapan kerbau pun digelar di mana-mana. Atraksi itulah yang mendorong orang berkunjung ke pulau ini.

Dari Poto Tano, pelabuhan di barat Sumbawa, pengunjung bisa menumpang bus melewati jalan berliku serta menyusuri pantai berpasir hitam di barat laut pulau itu. Rumah-rumah beratap tembikar kusam, pohon-pohon bakau tua dengan akar menghunjam ke muara dangkal, serta hamparan sabana luas dipenuhi kerbau dan kuda.

Di petak-petah sawah yang datar karena panen sudah selesai di sebuah desa di Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat, agendaIndonesia melihat sebuah pesta yang bernama barapan kebo Sumbawa baru usai. Penonton telah bubar.  Rupanya, terlambat datang. Tapi jangan khawatir. Cobalah tanya ke masyarakat sekitar, pasti ada informasi di mana lagi barapan kebo digelar. Saat setelah panen, masih banyak acara seperti ini. Dari sana, ada kota kecil di Bima sebuah pesta akbar akan digelar.

Ketika tiba di sana, di tengah lahan datar, sepanjang mata memandang ini, ratusan lelaki telah berkumpul, bergerombol. Sepertinya pesta ini tidak hanya milik kaum lelaki. Di persawahan yang penuh lumpur, perempuan-perempuan berbondong-bondong datang dengan pakaian warna-warni.

Matahari mulai menyengat ketika mobil-mobil serta truk semakin banyak yang dating. Mereka menurunkan kerbau-kerbau lengkap dengan para joki. Ini bintang utama barapan kebo Sumbawa.

Beberapa anak menarik kerbau mengarah ke tempat tenda-tenda gelanggang dan arena pacu yang telah dipenuhi canda-tawa. Para petani Sumbawa sepertinya tengah bergembira. Dan memang, ini hari mereka berpesta, menyenang-nyenangkan hati setelah panen raya.

Barapan kebo Sumbawa menjadi pesta bagi para petani di pulau tersebut. Ada 8 kelas yang dilombakan.
Dua ekor kerbau berpacu di lahan bekan panen. Foto: Dok. Shutterstock

“Beginilah pesta kami seusai panen,” kata seorang tua tengah mendandani kerbaunya dengan tali kekang berwarna mewah. Dalam pesta barapan kebo ini siapa saja boleh melihat dan ikut serta serta tak tertutup kemungkinan ikut bertaruh. Bertaruh tentunya secara sembunyi-sembunyi. Di Kabupaten Sumbawa Barat dan Sumbawa, pesta adu cepat dan akurat lari kerbau ini digelar tiap selesai panen. 

Seorang sandro (sebutan untuk dukun) mulai memacangkan sebuah tiang setinggi 1 meter ke tengah lumpur sawah. Tiang kayu itu dinamai saka—tiang finish yang harus dilewati dua ekor kerbau yang dikendalikan seorang joki. Pengeras suara berteriak keras dari tenda panitia.

Tak berapa lama, para joki mengambil tempat. Sawah sepanjang hampir 100 meter dan lebar 20 meter ini disulap jadi arena lintasan kerbau untuk bertanding. Beberapa sandro telah berdiri menghadap ke hamparan sawah yang penuh genangan air. Juri atau wasit pertandingan ini juga seorang sandro pilihan.

Pengeras suara sejak dari tadi berseru dalam bahasa Sumbawa. Terkadang memakai bahasa Indonesia dengan dialek setempat yang meledak-ledak penuh dengan lelucon dan olok-olok. Entah kenapa, beberapa penonton melawan olok-olokan dari pengeras suara itu juga dengan berolok-olok. 

Lelaki-lelaki yang memenuhi arena duduk bergelantur seadanya, berkelompok-kelompok mengenakan topi dan sarung untuk menghambat terik yang kian menyengat. Gadis-gadis datang memakai payung. Mereka tidak berteriak dan bersorak. Hanya berbisik-bisik satu dan lainnya serta menunjuk-nunjuk kerbau yang tengah dipacu joki di arena.

Seorang sandro tampak sibuk mengelus kepala dua ekor kerbau yang nanti hendak berlaga di gelanggang pacuan. Dengan jamu dan beberapa ramuan, ia membacakan mantra, menghadap ke selatan, dan kemudian meminumkannya pada dua ekor kerbau. Setelah itu, dipasangkan kayu pengepit yang menghubungkan keduanya.

Balapan dibagi dengan delapan kelas yang ditandai pertama dengan kelas paling bawah dengan anak-anak yang menjadi joki. Kelas berikutnya ialah orang dewasa. Setelah empat kelas turun dan selesai, empat kelas berikutnya adalah kelas serius dan sangat dinantikan. Kelas ini menentukan seberapa kaliber kerbau dan seberapa jago jokinya.

Pengeras suara kembali berujar lantang. Ini kelas yang ditunggu-tunggu. Kelas terakhir. “Ini kelas berat sekali,” ucap seorang pria tua lainnya sembari membenarkan posisi duduk di pematang sawah.

Dua ekor kerbau dan jokinya tengah bersiap dan pengeras suara berkoar lagi. Sebuah ledakan berbunyi sebagai penanda balapan dimulai. Penonton mulai berteriak-teriak keras sekali, kadang mengumpat kencang sekali ketika joki jagoan mereka tergelincir atau terjungkir karena lari kerbau yang tak serempak.

Penonton lain tertawa terbahak-bahak secara serempak. Arena riuh sekali hingga petang menjelang. Siapa yang menang? Tidak penting buat penonton. Yang penting adalah kegembiraan setelah panen.

Pulau yang dihuni petani dan penggembala ini mengadakan pesta sederhana yang penuh tawa. Sebuah agenda acara yang layak dipertimbangkan bukan?

agendaIndonesia/Dok. TL

******