2 Wajah Labuan Bajo

labuan Bajo

2 wajah Labuan Bajo mengiringi saya dalam perjalanan ke Nusa Tenggara Timur kali itu. Daratan nan hijau dan laut yang biru.

Jo memegang kendali setir. Tangannya luwes memutar kemudi, ke kiri, lantas ke kanan. Mobil beringsut membelah Bukit Melo, bergeser ke arah timur daratan Flores. Sekonyong-konyong, kakinya menginjak rem.

2 Wajah Labuan Bajo

Tangannya ayal-ayal membuka jendela. “Lihat ke kanan,” katanya. Serentak, tiga orang—saya, Andi, dan Lorens—menggeser pandangan. Karpet-karpet alam bersanding dengan bentangan bahar terhampar membangun komposisi yang pas, biru laut, hijau bukit, dan putih markah cumulonimbus. Lapisan lanskap Labuan Bajo bisa leluasa kami pandang dari ketinggian kurang lebih 700 meter.

Tak lama kemudian, Jo menginjak pedal gas. “Kita harus sampai Cunca Wulang sebelum terik,” ujarnya dengan logat Manggarai. Tempat yang dimaksud adalah air terjun yang berlokasi di Kampung Warsawe. Pamornya memang belum terlampau kesohor layaknya Pulau Komodo atau Rinca. Namun keunikannya tak bisa dipandang sebelah mata.

Menuju ke kepingan nirwana di “tanah bunga” butuh kesabaran. Hampir dua jam kami melewati jalan terjal, berliku, dan hanya bisa dilalui satu mobil. Pemandangan kanan-kiri berupa hutan. Jurang menganga lebar. Jalan hotmix berjawat menjadi aspal rusak. Tak ada kendaraan lalu-lalang, juga warga yang bermukim.

labuan bajo 01
Cunca Wulang di Labuan Bajo. Dok. TL

Kabut pagi luruh. Pendar surya memantul di kaca mobil. Sejangkauan pandang di depan, rumah-rumah penduduk tampak samar-samar. Bentuknya stereotipe, pendek dan beratap seng. Oto—istilah orang Manggarai untuk menyebut mobil—berhenti di depan pondok kecil. Pria berperawakan ceking, berambut ikal, dan berkulit legam mendekat. “Tabe gula (selamat pagi). Dopo no’o kali oto ho’o (mobil hanya bisa sampai sini),” ujarnya sambil menyunggingkan senyum. Tangannya mengajak berjabat. “Siprianus Kabe.”

 Sipri mengajak kami memarkir kendaraan di ujung jalan setapak. Lima meter di depannya, tampak jalan tanah menurun. Hanya bisa dilalui satu orang. Jalurnya licin lantaran hujan menerpa beberapa hari terakhir. “Perjalanan dimulai,” ucap Lorens, local guide yang turut mendampingi, membakar semangat.

Sipri, Lorens, saya, Andi, dan Jo beriringan menyintas medan tak terduga. Sesekali bersiul, lalu berdendang untuk menampik lelah. Pemandangan sana-sini berupa pohon kemiri, komoditas utama warga setempat. Akarnya yang melintang membantu menahan tubuh supaya tak terpeleset jalur berlumpur. Keringat merebas, padahal matahari belum terik. Sraaak. Kaki terperosok. “Tenang, sebentar lagi jalan berbatu,” tutur Sipri.

Sejurus kemudian, jalur yang dimaksud si anak Manggarai itu kami jumpai. Lebih lebar dan mudah dilalui. Orang-orang bilang ini “bonus”. Sayangnya tak terlampau panjang. Sekitar 15 menit melintas, tantangan kembali menghadang. Hutan alami membentang. Derik siye—serangga hutan—lamat-lamat sampai ke kuping. Lorens mengambil posisi paling muka, menuntun rombongan memasuki lorong gelap. “Kalau berjumpa piton, jangan panik. Biasa saja,” ucap Sipri.

Hati berdebar. Bukan lantaran harus menempuh jalur terjal dan berlumpur, melainkan cemas bertemu binatang liar. Selain mungkin menjumpai ular, sewaktu-waktu juga dapat bersemuka dengan babi hutan, babi landak, dan babirusa. Daripada memikirkan kemungkinan yang tidak-tidak, pandangan pun saya alihkan ke kanan-kiri.

Ada yang menarik. Tali-tali alami menjuntai dari pepohonan besar, mirip dengan yang sering dijumpai dalam film Tarzan. Kalau beruntung, monyet-monyet bergelantungan di sana, menemani perjalanan. Gedebuk. Tubuh kembali terantuk akar, menandakan pandangan harus fokus.

Rasanya sudah banyak percakapan dan nyanyian didendangkan, tapi suara air terjun belum terdengar. Malahan jalan yang harus dilewati kian menggila. Kadang membuat kaki terkesot-kesot mengikuti turunan yang kemiringannya nyaris 90 derajat, atau melompat melintasi pohon tumbang.

Peluh mengalir, tuturan melirih. Sengal-sengal napas tertangkap kuping. Gemericik air yang laun terdengar tiba-tiba membangkitkan spirit. Ritme langkah mengencang. Tak sampai seputaran jam, sungai berbatu dialiri air tosca menyapa pandang.

Di ujung sana, air terjun setinggi 70 meter berdiri gagah. Debitnya deras menghantam batu kali. Cipratannya meruap dan airnya meletup-letup laksana kembang api. Di kanan dan kirinya terdapat tebing berjenjang. Umumnya digunakan untuk atraksi lompat. Jebuuur. Lorens menerjunkan badan dari tebing setinggi 30 meter. “Segar,” teriaknya dari bawah.

Bentang yang menawan genap membayar kesulitan kami menjangkau lokasi ini. Angin yang menyapu bambu belang mengiramakan nada alam serta memalingkan kepenatan. Dua turis asal Jerman melucut pakaian, lalu asyik memeragakan gaya katak di sela-sela bebatuan. Menyelam, lantas mentas. Sekejap kemudian, kakinya asyik melompat di bebatuan laksana kancil.

Lanskap yang membikin hati ria kabarnya makin elok saat musim kering tiba. Ada pantulan cahaya membentuk bulan menggantung di atas air terjun kala siang. Itulah yang membuatnya dinamakan Cunca Wulang yang berarti bulan di atas air terjun. Pelangi kadang-kadang muncul melengkung di antara tebing yang mengapit gerojogan.

Sipri mengeluarkan ponsel pintar, lalu mengajak saya menuju spot terbaik untuk berfoto. Meloncat dari satu batu ke batu lain, tibalah kami di titik tengah. Dalam bingkai lensa, saya diapit tebing dengan lata belakang air meluncur hebat.

“Saya unggah di Facebook, ya,” tutur Sipri. Saya heran bagaimana ia bisa mengakses Internet di tengah hutan begini. “Tenang, jaringan Telkom sudah kencang,” ucapnya menyamber. “Kalau ingin lebih kencang, ada Wi-Fi ID, tapi di kota nanti (Labuan Bajo),” tuturnya seakan membaca kerutan tak percaya lawan bicaranya.

Sejurus setelah asyik berselancar di media sosial, Sipri lantas tak henti menyerocos tentang keindahan Labuan Bajo dan titik-titik nirwana yang mengelilinginya. Darat ataupun laut tak terbantahkan keelokannya. “Ini baru darat, besok kau harus ke laut,” katanya. Menggenapi tantangan Sipri, saya lantas gerak cepat. Pulau Kelor ada di angan-angan. Bukan lagi Komodo atau Rinca.

Deru kapal milik Ibrahim, pelaut berusia 60-an, pada pagi selanjutnya mengantarkan kami menuju surga di sisi barat Labuan Bajo. Geber lanskap samudera mulai tersibak. Ikan-ikan melompat mengikuti tarian ombak, mengantarkan kapal menuju lokasi. Di sisi kiri terhampar daratan Flores dengan bukit-bukit membentuk kukusan. Musim hujan membikin barisan kerucut-kerucut alam itu menghijau, membawa ingatan pada bukit Gurten di Swiss.

Kapal kami mengikuti arus, menuju sebuah pulau kecil tak berpenghuni. Selama 2 jam tubuh digoyang ombak di atas dek kayu, hingga akhirnya Ibrahim melemparkan tali, mencari tempat bersandar. Ikan-ikan mendekat, koral warna-warni mengucapkan selamat datang. Di tengah pulau terbentang bukit kerucut. Bentuknya hampir presisi, mendekati sempurna. Ada jalur kecil berbatu kapur untuk mengantarkan kami menuju puncak.

Kemiringan 80 derajat harus ditempuh. Keringat lagi-lagi tak terelak. Kaki harus seimbang menopang bobot tubuh dan menyisihkan batu-batu rapuh. Perjuangan terbayar saat sampai di puncak. Pemandangan laut bersanding dengan gugusan daratan Nusa Tenggara Timur bagian barat menjadi sajian utama. Segaris dengan amatan, tampak gradasi air dengan rona tosca, biru muda, dan biru tua meliuk-liuk mengikuti garis laut.

Tak ingin hanya mengecap keindahan dari atas bukit Pulau Kelor, kaki merayu kembali turun ke bibir pantai. Nemo mengajak menari di dalam air, memaksa badan menceburkan diri dengan alat snorkeling yang lengkap. Tanpa dipantik repih-repih roti atau makanan ikan, para penghuni laut datang mendekat.

Sepi dan sunyi membikin saya merasa memiliki pulau seutuhnya. Di tempat itu memang hanya ada segelintir orang, rombongan kami dan rombongan satu kapal yang baru saja mendarat. Salah satu penumpangnya bernama Carita. Turis asal Jakarta yang lama tinggal di Swedia itu langsung berlari-lari kecil, lantas berteriak histeris melambungkan kegembiraan. “Ah, tidak usah sampai ke tengah laut, di pinggir saja banyak ikan. Cantik sekali,” tuturnya.

Lantaran terlampau antusias, Carita sampai lupa melakoni pemanasan sebelum menceburkan diri di air. “Hati-hati kram dan cedera,” ujar saya berteriak kepadanya. “Sulit mencari pertolongan medis,” ujar saya lagi.

Umar, awak kapal yang mengantarkan Carita sampai di pulau itu, langsung menceletuk. “Soal medis tak usah khawatir, sudah ada rumah sakit di sini. Rumah Sakit Siloam. Baru satu tahun lalu dibuka. Letaknya di Jalan Gabriel Campur,” tuturnya menyamber. Carita dan saya sama-sama menyunggingkan senyum dan sekonyong-konyong merasa aman.

Surya lambat laun meruyup ke barat. Angin sepoi-sepoi berganti lantam. Saatnya kembali ke darat. Ibrahim sudah menghidupkan kembali mesin kapalnya. Biduk yang kami tumpangi berbelot, melawan arus. Sayup-sayup lagu Bandaneira mengiringi perjalanan pulang. Laut dan langit dan hal-hal yang tak kita bicarakan, biar jadi rahasia, menyublim ke udara, hirup dan sesalkan jiwa.

Boks

Akses: Dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta pilih penerbangan langsung ke Bandara Udara Labuan Bajo dengan maskapai penerbangan Garuda Indonesia. Waktu tempuhnya kurang-lebih 2 jam 25 menit. Bisa juga transit melalui Bandara Internasional Ngurah Rai yang berlokasi di Pulau Bali. Maskapai yang tersedia, di antaranya Sriwijaya, Lion Air, Batik Air, AirAsia, dan Garuda, lantas disambung dengan pesawat perintis NAM dan Wings Air.

F. Rosana/A. Prasetyo

Dodol Picnic, 70 Tahun Oleh-oleh Dari Garut

Dodol Picnic sebagai salah satu merek dodol Garut yang terdepan dan menjadi ikon oleh-oleh Garus.

Dodol Picnic pasti bukan nama yang asing buat orang Indonesia. Ini terutama untuk mereka yang senang melakukan perjalanan lewat jalur darat. Baik dengan menggunakan bis antarkota dan, terutama, menumpang kereta api di pulau Jawa.

Dodol Picnic

Orang suka menyebut dodol Garut merek Picnic atau Dodol Picnic dari Garut untuk menyebut penganan yang satu ini. Ia boleh dikata salah satu legenda buah tangan dari mereka yang melakukan perjalanan, boleh dikata ia sama popularnya dengan wingko Babat. Cuma yang terakhir ini tak menyebut merek.

Dodol garut merupakan salah satu makanan tradisional khas Jawa Barat yang sangat terkenal. Makanan ini biasanya memiliki bentuk memanjang atau bulat dengan tekstur yang lembut dan rasa yang manis. Dodol garut biasanya disajikan sebagai camilan di daerah Jawa Barat, terutama sekitar Garut, Tasik, dan Bandung.

Industri dodol Garut mulai berkembang semenjak 1926. Adalah Ibu Karsinah, tokoh di balik berkembangnya popularitas dodol ini. Ia merupakan pengusaha yang memulai usaha dodol tersebut pertama kalinya.

Penganan ini bahan bakunya terbuat dari santan, tepung ketan, parutan kelapa, dan gula merah. Untuk membuat dodol Garut biasanya pemasaknya mencampur tepung ketan, parutan kelapa, santan, dan gula merah serta sedikit garam lalu dipanaskan. Setelah mengental, tambahkan gula pasir, dan kembali rebus hingga adonan benar-benar kental.

Adonan yang kental ini kemudian dituang ke dalam loyang yang sudah diberi minyak goreng. Proses pemasakannya praktis sudah selesai sampai di sini. Tinggal menunggu hingga adonan mengeras.

Jika awalnya dodol Garut hanya memiliki satu rasa, manis gula jawa yang bercampur dengan santan. Dalam perkembangannya, saat ini sudah terdapat dodol dengan berbagai varian rasa, seperti coklat, strawberi, jambu, durian, dan rasa lainnya. Soal rasa coklat, kini ada juga salah satu produsen dodol yang memadukan coklat dan dodol untuk dijadikan oleh-oleh khas dari kota tersebut yang biasa disebut ‘chocodot’ atau cokelat dodol.

Lalu kenapa dodol Garut ini nyaris identik dengan Dodol Picnic? Setelah lama dodol yang memiliki cita rasa yang khas dan digemari masyarakat luas, adalah H. Iton Damiri yang pada 1949 merintis pembuatan usaha dodol Garut. Pada waktu itu perusahaannya masih berskala rumah tangga dengan jumlah tenaga kerja sebanyak lima orang dan daerah pemasarannya masih terbatas di sekitar kota Garut saja dan ia masih menggunakan merek yang “Halimah”.

Dodol Picnic adalah perjalanan panjang mengenalkan penganan lokal menjadi oleh-oleh yang khas.
Pendiri Dodol Picnic. Foto: DOk. Dodol Picnic

Dalam perjalanannya, perusahaan dodol ini mengalami perkembangan yang sangat pesat. Untuk mengantisipasi perkembangan dan untuk makin mendorong kemajuan, pada 1957 Haji Iton mengajak adiknya, Aam MAwardi, bergabung mengelola usaha ini. Pada tahun itu, nama perusahaan pun berubah, mereka menggunakan nama ‘Herlinah’, yang diambil dari salah satu nama anggota keluarga.

Kemajuan bukan sesuatu yang mudah. Di 10 tahun pertama itu, dodol Garut bikinan Herlinah masih cukup sulit menembus pasar. Pertama karena masih dianggap makanan lokal, di mana banyak warga Garut yang juga membuatnya. Dan, ke dua, pemasarannya masih lokal saja.

Pada masa-masa itu, produk ini bahkan sulit untuk menembut toko-toko panganan yang ada di Garut. Dari sana kemudian muncul ide untuk menjual dodol mereka ke salah satu pasar ternama di kota Bandung. Toko itu berada di daerah Pasir Koja, bernama Toko Picnic yang memang merupakan toko penjual makanan terbesar di kota kembang pada masanya. Setelah menimbang soal pemberian nama, maka dijuallah dodol mereka dengan nama Dodol Picnic.

Dari kota Bandung inilah dodol Picnic menyebar ke seluruh Indonesia, yakni dari mereka yang ingin membawa buah tangan khas. Seperti disebut di muka, seperti wingko Babat yang menjadi viral karena ditenteng orang saat naik kereta api, bus antarkota, bahkan pesawat terbang. Hingga saat ini ia sudah terkenal hingga mancanegara, seperti Singapura, Malaysia, atau Brunei Darusalam.

Dodol Picnic adalah ikon buah tangan khas Indnoesia yang sudah melewati tantangan zaman.
Pada masanya, bahkan kemasan dan mereknya ditiru kompetitor. Foto: Dok. Dodol Picnic

Zaman terus berkembang, kian lama semakin banyak buah tangan dari kota-kota besar di Indonesia. Pilihan makin banyak, namun dodol Picnic tetap menjadi salah satu ikon buah tangan. Pada masanya, bahkan banyak produk dodol Garut yang meniri kemasan merek ini.

Nah, jika Anda sedang berwisata ke Garut, jangan lupa untuk membeli makanan ini sebagai buah tangan atau disimpan sebagai camilan di rumah. Untuk mendapatkannya sangatlah mudah. Anda bisa menjumpai toko-toko atau warung yang menjual dodol garut di sepanjang jalan kota di Jawa Barat ini, terutama di jalan-jalan dekat pintu gerbang dari Garut menuju daerah lain sekitarnya.

agendaIndonesia

*****

Dolan Ke Pulau Macan, 2 Jam Dari Jakarta

Dolan ke Pulau Macan bisa menjadi alternatif wisata bahari di sekitar Jakarta.

Dolan ke Pulau Macan di Kepulauan Seribu menjadi salah satu alternatif jika ingin liburan di pantai berpasir putih yang bagus dan tak perlu jauh-jauh dari Jakarta. Berada di kawasan Kepulauan Seribu, Pulau Macan menjanjikan liburan bahari yang asyik.

Dolan Ke Pulau Macan

Di antara barisan pulau di wilayah Kepulauan Seribu, Pulau Macan bisa menjadi pilihan staycation yang tenang di akhir pekan. Pulau ini menawarkan eksklusivitas dibandingkan pulau-pulau lain di kawasan ini.

Dolan ke Pulau Macan ini nyaman untuk yang senang ketenangan, karena setiap hari hanya menerima paling banyak 40 wisatawan.

Pulau ini wajib dikunjungi untuk pelancong yang menyukai wisata alam yang tenang dan privat. Terdiri dari Pulau Macan Besar dan Pulau Macan Kecil, pulau ini menyuguhkan konsep yang unik yaitu eco resort dengan fasilitas lengkap. Banyak kegiatan yang bisa dilakukan di sini.

Dolan ke Pulau Macan cocok untuk yang enang laut dan staycation.
Snorkeling bisa enjadi pilihan ketika dolan ke Pulau Macan. Foto: pulaumacan.id

Secara administratif, Pulau Macan Besar berada di wilayah Kelurahan Pulau Kelapa, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara. Luas pulau hanya sekitar 6,13 hektare. Pulau resort ini dimiliki dan dikelola oleh swasta dan diperuntukkan untuk pariwisata dengan nama Tiger Islands Village and Eco Resort.

Pulau Macan boleh dikatakan merupakan salah satu wisata Pulau Seribu yang paling bagus karena mengusung konsep eco-resort. Meskipun pulau ini tidak begitu luas, namun memiliki  fasilitas yang lengkap, pemandangan keren di pagi dan sore hari, arus laut yang tenang, dan peralatan watersport yang bisa dipergunakan secara gratis.

Soal nama, meskipun namanya Pulau Macan, pengunjung tak perlu membayangkan sesuatu yang ‘sangar’ seperti macan. Jangan khawatir, tidak ada hewan macan di pulau ini. Bahkan, nuansa yang bisa dinikmati selama berwisata di pulau ini jauh dari kata-kata ‘ngeri’.

Salah satu hal unik ketika dolan ke Pulau Macan adalah setiap bangunan kamarnya dibangun di tepian pantai. Ini membuat pengunjung dapat langsung berenang di laut atau duduk santai, bahkan ketika baru bangun tidur.

Dolan ke pulau Macan, bia tidur dengan ilustrasi musik gelombang air laut.
Kamar-kamar yang langsung menhadap ke laut, bangun tidur bisa langsung nyemplung. Foto: dok pulaumacan.id

 

Atau, bisa juga sekadar bermalas-malasan sambil  mata menyapu cahaya matahari terbit dengan laut biru. Hal unik lainnya adalah, pada saat air laut surut, wisatawan akan menemukan sebuah pulau kecil yang diikuti barisan pasir putih memanjang yang menyambung dengan pulau utama. Bisa dikunjungi dengan berjalan kaki, atau menggunakan kayak.


Fasilitas akomodasi yang disediakan oleh pengelola adalah sejumlah cottage privat dengan akses langsung ke laut. Kapasitas cottage bervariasi, mulai dari untuk dua  orang hingga 7 orang.

Nama-nama cottage yang disediakan menunjukkan konsep eco-resort yang diusung, seperti eco cabin, redbrick room, driftwood hut, tropical bungalow, island hut, sunset hut, zet hut, atau coral hut.

Di antara beberapa jenis cottage ini, type Sunset Hut adalah yang paling populer, terutama bagi wisatawan yang senang menikmati matahari tenggalam. Cottage-nya menghadap ke barat dengan pandangan bebas hambatan ke arah matahari terbenam.

Kapasitas cottage ini maksimal untuk empat orang, sehingga ideal untuk keluarga. Di dalamnya juga terdapat kamar mandi utama.

Kapasitas masing-masing cottage yang kecil menunjukkan kalau pulau ini memang mengusung tema eco-wisata yang sangat privat dan eksklusif. Mudah ditebak jika harga paket wisatasaat dolan ke Pulau Macan relatif lebih mahal.

Kayak di Pulau Macan pulaumacanid
Berkayak bia hop in hop off di seputar Pulau Macan. foto: dok. pulaumacan.id

Ketika dolan ke Pulau Macan, pengunjung juga dapat menikmati makanan yang diolah langsung dari hasil kebun organik milik pengelola.  

Pulau Macan yang termasuk dalam gugusan Kepulauan Seribu mudah dijangkau dari ibukota. Pelancong bisa pergi hari Sabtu pagi dan kembali ke Jakarta pada Minggu sore.

Akses akomodasi ke Pulau Macan tidak sulit. Ada dua alternatif keberangkatan kapal yang bisa dipilih wisatawan, yaitu melalui Ancol atau lewat  Muara Angke (Kali Adem). Kedua pemberangkatan tersebut menggunakan jenis kapal yang berbeda, tentu dengan harga yang berbeda pula.


Harga kapal cepat via Ancol bergantung tujuan pulau yang dikehendaki. Semakin jauh pulau yang dituju, maka semakin mahal ongkos yang dikeluarkan. Secara umum, tiket kapal cepat via Ancol berkisar antara Rp125 ribu sampai Rp375 ribu per orang untuk sekali jalan.
Kapal feri mungkin lebih ekonomis. Harganya juga bergantung tujuan pulau yang dituju. Begitupun bila tujuan pulau yang dituju jauh, harga tiket masih cukup terjangkau.


Secara umum, harga tiket kapal feri via Kali Adem Muara Angke berkisar antara Rp85 ribu sampai Rp105 ribu untuk sekali jalan.
Untuk jam keberangkatan kapal, kapal cepat via Ancol berangkat pukul 08.00 WIB dan kapal feri via Muara Angke berangkat pukul 07.30 WIB. Jika berangkat dari Muara Angke, wisatawan sebaiknya datang lebih awal, agar tidak mengantre lama dan panjang.


Bagi Anda yang pergi ke Muara Angke menggunakan kendaraan pribadi, Anda dapat menitipkan kendaraan Anda di lahan parkir khusus yang disediakan. Besaran tarif parkir menginap Rp 25 ribu untuk motor dan Rp 50 ribu untuk mobil.

agendaIndonesia

*****

2 Hari Menikmati Merapi Dari Kaliurang

Gunung Merapi shutterstock

2 hari menikmati Merapi dari Kaliurang, Yogyakarta. Cuaca sejuk, obyek wisata yang beragam, dan camilannya memicu wisatawan ingin kembali.

Gunung Merapi, Yogyakarta, selalu memberikan kesan magis yang bikin tamunya rindu. Tampaknya seperti kekuatan alam besar yang muncul tanpa wujud. Bagi yang sudah pernah datang, mereka akan jatuh cinta. Entah terpikat dengan cuaca yang sejuk, penduduk yang ramah, atau lokasi wisata yang bervariasi. Berakhir pekan di seputar Kaliurang pun bisa memupus kangen.

2 Hari Menikmati Merapi

Hari Pertama

Taman Gardu Pandang Kaliurang

Dengan berkendara 60 menit dari titik nol kilometer, tempat untuk “mengintai” Merapi ini sudah bisa dijangkau. Lanskap utamanya ialah Bukit Turgo, yang berdiri gagah di muka Sang Pasak Bumi. Beberapa langkah dari gerbang masuk, ada sebuah bangunan berpola lingkaran dengan atap membentuk payung. Di sana, pengunjung otomatis bakal mengenang erupsi besar yang terjadi pada 2010. Abu vulkanik di patera pepohonan sudah bertolak diri, tapi aromanya tetap lekat. Setelah erupsi, taman sekaligus gardu pandang ini hancur. Wahana-wahana bermain yang berkarat karena panas, kini telah kembali dipoles sehingga siap menjadi tempat wisata lagi. Tiket masuknya hanya Rp 2.000 per orang dewasa dan Rp 1.000 per anak.

Air Terjun Tlogo Muncar

Berkendara 5 menit dari Gardu Pandang Kaliurang, ada Taman Nasional Kaliurang dengan sejumlah daya tarik. Salah satunya Air Terjun Tlogo Muncar. Lokasinya satu lingkup dengan Terminal Tlogo Putri. Untuk menuju titik gerojokan, pengunjung perlu melewati jalan kecil membelah hutan. Kanan-kiri, beragam pohon besar menyejukkan pandangan. Bertemu dengan puluhan monyet ekor panjang (Macaca fascicularis). Setelah berjalan lebih-kurang 300 meter, suara gemericik air akan terdengar. Mendongakkan kepala sedikit ke ujung jalan, air terjun setinggi lebih-kurang 40 meter sudah dapat dipandang. Sayangnya, kala Travelounge bertandang, debit airnya tak besar. Memang, sejak erupsi, air yang mengalir tak selaju dulu.

Jalur ke Puncak Pronojiwo
Jalur ke Puncak Pronojiwo saat 2 hari menikmati Merapi. Dok TL

Puncak Pronojiwo

Prono berarti terpesona, sedangkan jiwo adalah jiwa. Itu artinya, jiwa orang akan terpana ketika sampai di puncak ini karena melihat pemandangan alam yang indah dari ketinggian 1.040 mdpl. Lokasinya masih di kawasan Taman Nasional Kaliurang. Hanya, untuk menjangkau puncak itu, turis harus trekking melewati hutan dengan jalur menanjak. Di sepanjang jalan menuju puncak, selain bakal menjumpai monyet ekor panjang, pengunjung akan menemukan burung sepah gunung (Pericrocotus miniatus). Suaranya lantang dan menebalkan kesan alam.

Warung Ijo

Di tengah perjalanan dari Gardu Pandang Kaliurang menuju Terminal Tlogo Putri, tepatnya di Jalan Pramuka Nomor 58, ada sebuah warung yang berdiri pada 2013. Lebih terlihat seperti galeri ketimbang tempat makan. Meja dan kursinya terbuat dari batu besar yang dipangkas. “Batu ini bekas erupsi Merapi 2010,” tutur Supardi, si pemilik warung. Ada juga kerajinan tangan berupa tas rotan dan sepatu lukis yang dibikin Supardi sekeluarga. Namun menu yang ditawarkan biasa saja, seperti roti bakar dan nasi goreng. Yang bikin betah memang atmosfer seni bercampur alam. Sambil makan, tamu bisa menikmati pemandangan hutan pakis. Harga menu antara Rp 4.000 hingga Rp 16.500.

Taman Lampion

Sejak 2015, setiap akhir tahun tiba, PT Taman Pelangi menghadirkan ratusan lampion di lereng Merapi. Lokasinya satu kompleks dengan gardu pandang. Lahan seluas 3 hektare itu disulap menjadi wahana lampu yang memukau dengan bentuk yang berlainan. Ada yang menyerupai ular naga, istana boneka, candi, bunga-bunga, juga tokoh-tokoh kartun. Tak heran kalau 4.900 pengunjung datang tiap hari. Festival taman lampion hadir sepanjang Desember hingga Februari setiap hari, dari pukul 17.00 sampai 22.00. Harga tiket Rp 15 ribu pada Senin-Kamis dan Rp 20 ribu pada Jumat-Minggu.

Wedang Ronde Taman Kaliurang

Malam tiba, suhu makin turun. Untuk menghangatkan tubuh, cobalah menepi sejenak ke Taman Kaliurang. Di sepanjang jalan di muka lokasi wisata itu, banyak penjual yang menjajakan wedang ronde istimewa. Mereka mulai menjajarkan gerobaknya pukul 19.00 hingga dinihari.

Rasanya nikmat karena disantap di dataran tinggi dengan suhu di bawah 15 derajat.

Hari kedua

Museum Ullen Sentalu

Museum yang “bersembunyi” di pusar Kaliurang ini memiliki bangunan yang menonjolkan unsur seni bernilai tinggi. Gedungnya serupa kastel dengan pagar menjulang jangkung. Akar-akar pepohonan dibiarkan tumbuh liar di dinding, menorehkan kesan heritage’s class version.

Koleksi berupa kebudayaan Jawa lengkap, dari silsilah sampai kesusastraannya, bikin bulu roma berdiri karena teramat membuka jendela pengetahuan. Terdapat juga kampung kambang, yakni rumah di atas kolam, dengan ruang-ruang yang menyimpan beragam koleksi batik tulis dari Yogyakarta dan Surakarta dengan rentang usia 30-80 tahun. Setengah perjalanan, pemandu bakal mengajak pengunjung menikmati wedang ratumas, minuman racikan kerajaan. Tur Ullen Sentalu berlangsung 50 menit. Sayangnya, pengunjung tak diperkenankan mengambil foto di dalam museum.

Museum Gunung Merapi

Dari Ullen Sentalu, museum ini bisa dijangkau dengan berkendara sekitar 15 menit. Lokasinya di Jalan Boyong, Dusun Banteng. Sejak berdiri pada 2009, Museum Gunung Merapi tak pernah sepi pengunjung. Keberadaannya memang tepat sebagai lokasi wisata edukasi lantaran menyajikan informasi mengenai gunung-gunung api di Indonesia secara lengkap. Selain itu, dipaparkan penjelasan khusus tentang Gunung Merapi, termasuk erupsi yang terjadi dari masa ke masa.

Jadah Tempe Mbah Carik

Bertandang ke lereng Merapi, Pakem, juga sekitarnya, rugi rasanya kalau tidak mencicipi dua sejoli jadah dan tempe masakan Mbah Carik. Sejak 1950, warung di simpang lima patung Kaliurang itu melegenda. Jadahnya yang gurih dan legit cocok dipadu dengan tempe bacem. Rasa dan aromanya istimewa, karena dimasak dengan menggunakan kayu bakar. Cara makannya bak melahap burger. Jadah menjadi roti, sedangkan tempe selayaknya patty. Penganan tradisional ini disajikan bersama wedang teh Poci nasgitel atau panas, legi, kentel. Enak juga disandingkan dengan wajik yang manis dan legit. Seporsi jadah-tempe dihargai Rp 20 ribu (berisi 10 jadah dan 10 tempe). Warung ini buka pukul 07.00-18.00.

Slondok Renteng Pak Mul

Saatnya berburu buah tangan, dan bila mencari yang autentik, Slondok Renteng Pak Mul adalah pilihan tepat. Slondok dirangkai menggunakan bambu yang disayat tipis. Kebiasaan itu diadopsi Pak Mul mulai 1965 hingga generasi ketiganya sekarang. Sebungkus slondok berisi 30 rangkai dihargai Rp 13 ribu. Wisatawan bisa berkunjung langsung ke rumah produksinya, yakni di Boyong RT 01 RW 10, Hargobinangun. Bila hari libur, jangan berkunjung setelah makan siang karena sudah ludes diburu.

F. Rosana/TL

Wisata Sekitar Jalur Kereta, 6 Pilihannya

wisata sekitar jalur kereta belum popular di Indonesia, saatnya mengenalkan ke publik.

Wisata sekitar jalur kereta api belum popular di Indonesia. Umumnya wisatawan baru menikmati moda kereta api untuk menuju ke satu destinasi, baru dari sana mereka menyebar ke spot wisata lain. Di sisi lain, saat ini operator kereta api belum memiliki paket perjalanan yang memberi kesempatan penumpang hop in-hop off di satu spot dari sebuah rute perjalanan tanpa tambahan biaya.

Wisata Sekitar Jalur Kereta

Jadi, misalnya, seorang penumpang membeli tiket rute Jakarta-Surabaya, lalu ia bisa turun di Cirebon untuk menikmati wisata di kota ini satu malam sebelum besoknya melanjutkan perjalanan dengan kereta api yang sama tanpa dikenai charge baru. Tentu ia ketika turun di Cirebon perlu lapor dulu ke sistem KAI. Mudah-mudahan di masa datang ini bisa dilakukan.

Namun liburan ke berbagai kota kini memang semakin mudah dengan beragam pilihan moda transportasi. Salah satu opsi transportasi yang menyenangkan untuk dipilih adalah kereta api.

Wisata sekitar jalur kereta api bisa dinikmati sesaat menjalang perjalanan dengan kereta.
Rangkaian kereta melewati Kampung Jodipan, Malang. Foto: Dok KAI

Ada banyak kota dengan segudang pilihan wisata seru dan menarik yang bisa kamu kunjungi untuk liburan. Kamu bisa menggunakan kereta api yang cepat dan nyaman untuk mengunjungi berbagai tempat wisata tersebut.

Bahkan, ada juga tempat wisata keren yang jaraknya sangat dekat dari stasiun. Jadi, kamu hanya perlu jalan kaki sebentar untuk menikmati liburan seru, baik sendirian maupun ramai-ramai. Ini ada enam rekomendasi tempat wisata dekat stasiun kereta yang bisa kamu kunjungi. Ke enamnya bisa dicoba dinikmati menjelang keberangkatan dengan kereta.

Galeri Nasional Indonesia, Jakarta

Buat mereka yang menyukai dunia seni, tempat wisata sekitar jalur kereta ini bisa jadi pilihan untuk dikunjungi. Wisatawan hanya tinggal naik kereta dengan destinasi Stasiun Gambir, Jakarta. Tepat di seberang Stasiun Gambir ada Museum Galeri Nasional Indonesia. Tempat wisata yang satu ini menjadi sarana pameran seni dan kebudayaan, dari yang antik, kontemporer, sampai modern. Tak cuma pameran saja, kamu pun bisa menikmati seminar, fasilitas perpustakaan, dan laboratorium yang ada di dalamnya.

Kampoeng Plered Purwakarta

Berkunjung dan berjalan-jalan ke Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, sempatkan untuk mampir sejenak ke tempat yang satu ini. Adalah Kampung Maranggi, tempat makan khusus yang menyediakan Sate Maranggi, sebagai makanan khas dari Purwakarta.

Sate Maranggi di Purwakarta bisa jadi wisata sekitar jalur kereta.
Sate Maranggi khas Purwakarta.

Surga wisata kuliner yang berlokasi di alun-alun Kecamatan Plered tepatnya di samping halaman Stasiun Plered bisa jadi tempat menjawab rasa lapar selama perjalanan wisata ke Purwakarta. Untuk menuju Stasiun Plered, kamu bisa menggunakan kereta api Serayu, Garut Cibatuan, dan Bandung Raya Ekonomi.

Benteng Pendem Cilacap

Terletak di Dusun Kebonjati, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Benteng Pendem merupakan peninggalan Belanda di pesisir Pantai Teluk Penyu. Benteng ini dibangun pada 1861 dan dulunya menjadi markas pertahanan tentara Hindia Belanda.

Wisata sekitar jalur kereta salah satunya bisa menikmati spot wisata di sekitar Cilacap
Benteng Pendem Cilacap (Dutch : Kustbatterij op de Landtong te Cilacap ), is a Dutch fortress on the coast of Teluk Penyu in the district of Cilacap , Central Java, which was built in 1861

Di dalamnya terdapat gudang senjata, benteng pengintai, benteng pertahanan, gudang mesiu, penjara, ruang perwira, hingga dapur.
Benteng Pendem Cilacap berjarak kurang lebih tiga kilometer dari Stasiun Cilacap dan dapat ditempuh dalam waktu sekitar 10 menit. Kamu bisa menggunakan kereta api Kamandaka, Wijayakusuma, dan Joglosemarkerto untuk menuju Stasiun Cilacap. Ini bisa menjadi pilihan wisata sekitar jalur kereta.

Pantai Grand Watu Dodol Banyuwangi

Bila kamu memutuskan turun ke stasiun terakhir di Banyuwangi, yakni Stasiun Ketapang bisa coba berkunjung ke Pantai Grand Watu Dodol (GWD). Jarak yang harus ditempuh dari stasiun ke Pantai Grand Watu Dodol (GWD) kurang lebih 6,8 kilometer atau perjalanan sekitar 11 menit. Nah ini pilihan lain wisata sekitar jalur kereta.

Pantai GWD menyajikan wisata snorkeling, diving dan trip naik perahu ke Pulau Tabuhan. Bagi kamu yang dari Semarang ingin menuju Stasiun Ketapang, kamu bisa menggunakan kereta yang baru dijalankan pada momen libur Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 yaitu Blambangan Ekspres relasi Semarang Tawang – Ketapang (Banyuwangi) pp. Selain itu, masih tersedia banyak kereta api dari berbagai daerah yang bisa kamu gunakan menuju ke Stasiun Ketapang.

Wisata Kampung Warna-warni Jodipan Malang

Kampung warna-warni yang ada di Kelurahan Jodipan juga merupakan salah satu tempat wisata Malang yang dekat dengan Stasiun Malang. Buat kamu yang suka foto selfie, di sana ada ratusan rumah yang dicat warna-warni sehingga kampung ini menjadi tampak Instagramable untuk latar belakang berfoto. Lokasinya ada di Jalan Ir. H. Juanda 6, Jodipan, Kota Malang, Jawa Timur. Jaraknya dari Stasiun Malang sekitar 1,5 kilometer. Kamu bisa berkendara selama sekitar 5 menit atau jalan kaki kurang lebih 17 menit. 

Kampung Kuliner Binjai

Tempat wisata di Binjai dekat stasiun adalah Kampung Kuliner. Tempat wisata populer ini hanya berjarak sekitar 100 meter dari Stasiun Binjai. Kamu bisa mencoba berbagai kuliner khas Binjai hingga hidangan khas Sumatera Utara lain di tempat ini.

Tempat ini menawarkan konsep yang unik semacam food court dengan pilihan indoor maupun outdoor. Disini kamu bisa memilih untuk menikmati makanan di luar ruangan (outdoor) di mana tersedia banyak tenda dengan kursi-kursi dengan konsep yang keren. Bagi kamu yang ingin lebih private kamu bisa memlih makan di dalam ruangan (indoor) agar tidak terganggu dengan suasana keramaian.

Itu tadi enam rekomendasi tempat wisata dekat stasiun yang bisa dijangkau dengan kereta. Tak perlu jauh-jauh, kamu bisa hanya berjalan kaki sekitar 5-17 menit untuk mendapatkan pengalaman seru selama liburan.

Selain enam lokasi wisata tersebut, sebenarnya masih banyak lagi tempat-tempat wisata, baik wisata sejarah, seni, alam, hingga wisata kuliner di sekitaran stasiun-stasiun kereta api di berbagai daerah.

“Stasiun kereta api terletak di tempat-tempat strategis, sehingga masyarakat bisa langsung jalan-jalan tanpa menempuh perjalanan panjang lagi. KAI juga menyediakan berbagai tipe kereta yang dapat digunakan. Mulai dari kelas Ekonomi, Bisnis, Eksekutif, dan Luxury,” kata Joni dari PT Kereta Api Indonesia.

agendaIndonesia (sumber PT KAI)

*****

Nasi Goreng Babat Pak Karmin, Lezat 5 Dekade

Nasi Goreng Babat Pak Karmin Semarang jadi salah satu kuliner legendaris

Nasi goreng babat Pak Karmin sudah selayaknya disebut sebagai salah satu ikon kuliner kota Semarang. Maklum, usaha kuliner ini sudah eksis di ibukota provinsi Jawa Tengah tersebut sejak lima dekade lalu. Dan, ini yang perlu dicatat, masih kondang diburu penggemar kuliner hingga kini.

Nasi Goreng Babat Pak Karmin

Berbicara budaya kuliner di tanah air, nasi goreng rasanya sudah erat menjadi bagian hidup masyarakat Indonesia. Nasi goreng telah menjadi ikon kuliner nasional yang dianggap begitu identik dengan Indonesia, bahkan di kalangan masyarakat dunia.

Dengan budaya orang Indonesia yang suka makan nasi sehari-hari, maka menyantap nasi goreng dianggap sudah menjadi hal biasa. Baik itu memasak sendiri, maupun membeli dari penjaja nasi goreng yang menjamur dan mudah ditemukan.

Nasi Goreng Babat Pak Karmin menjadi salah satu ikonik Semarang, selain Tugu Muda dan Lawang Sewu.
Tugu Muda salah satu ikon kota Semarang. Foto shutterstock

Seiring berjalannya waktu, nasi goreng kemudian berevolusi dengan jenis-jenis yang berbeda dan beragam kreasi baru yang unik. Ada yang menambahkan nasi goreng dengan sosis, petai, daging buntut sapi, racikan ikan asin, dan sebagainya.

Dari bermacam-macam kreasi unik tersebut, salah satu yang cukup tersohor adalah nasi goreng babat, yang populer di kota lumpia itu. Sukarmin, atau yang akrab dipanggil pak Karmin, adalah yang turut berandil mempopulerkan resep nasi goreng babat tersebut.

Usaha nasi goreng Pak Karmin sudah berdiri sejak 1971. Kala itu, dirinya masih berusia 22 tahun, baru saja menikah dan punya anak. Berbekal resep turun temurun keluarganya, ia memutuskan untuk membuka warung nasi goreng yang terletak di dekat jembatan Mberok. Di dekat kota lama Semarang.

Awalnya, usaha tersebut tak mendatangkan keuntungan yang banyak, lantaran tak begitu ramai diminati dan minim pelanggan. Tak mau menyerah, Sukarmin lantas mencoba berinovasi dengan nasi goreng buatannya. Kali ini ia menambahkan racikan babat.

Dalam khasanah kuliner Indonesia, babat merupakan salah satu bagian tubuh sapi yang cukup sering dijadikan bahan makanan. Salah satu masakan babat yang cukup populer adalah babat gongso, yang kebetulan juga termasuk kuliner klangenan di Semarang.

Sejatinya, gongso dalam bahasa Jawa adalah sebuah istilah untuk masakan tumis, nyemek atau setengah kering. Sehingga babat gongso pada dasarnya adalah babat yang dimasak dengan cara menumisnya dengan bumbu seperti bawang putih, bawang merah, cabe merah dan kecap.

Membuat babat gongso tak terlalu sulit, karena racikan bumbunya cukup mudah untuk dibuat. Tetapi untuk membuat babat nikmat untuk disantap, perlu dipersiapkan terlebih dulu dengan cara merebusnya. Semakin lama direbus, babat akan semakin halus dan empuk.

Babat gongs Semarang merupakan kuliner kota ini yang wajib dicoba.
Babat gongso di Semarang menjadi sejoli dengan nasi goreng babat. Foto: shutterstock

Hal yang sama juga dilakukan oleh Sukarmin. Sebelum dimasak, babat dicuci dulu hingga berulang kali, agar terasa halus dan bersih. Setelahnya, bagian babat kemudian dipisahkan antara yang sudah halus dengan bagian yang dirasa masih agak kasar.

Bagian babat yang halus lantas direbus dulu dalam kurun waktu setidaknya tiga jam. Adapun untuk beberapa bagian babat yang lebih kasar akan direbus sampai sekitar delapan jam, agar benar-benar menjadi empuk.

Potongan babat tersebut kemudian diracik dengan bumbu-bumbu yang digunakan untuk membuat babat gongso. Namun, alih-alih menumisnya untuk menjadi babat gongso, ia kemudian menyampurkannya ke dalam nasi goreng.

Tak ayal, cita rasa nasi goreng tersebut semakin bertambah dengan sensasi pedas dan manis yang berpadu nikmat. Dari sinilah, nasi goreng babat pak Karmi mulai mendapat perhatian lebih, dan perlahan pelanggan dan pelancong yang penasaran mulai berdatangan.

Ia bahkan kemudian turut menjajakan babat gongso buatannya sebagai menu lauk yang terpisah. Belakangan, menu babat gongso tersebut turut menjadi populer dan kian menambah ramai warungnya.

Nasi goreng babat, ketika babat gongso dikolaborasika dengan nasi goreng.
Nasi goreng babat tengah dimasak. Foto: dok. Paxels

Kini, Suhari sang generasi kedua dari usaha ini yang terus melanjutkan aktivitas bisnis warung Nasi Goreng Babat Pak Karmin tersebut. Dalam sehari, mereka bisa menjual setidaknya sebanyak 600 piring. Oleh karenanya, kemudian dibukalah cabang di jalan M.H. Thamrin, Semarang, untuk dapat mengakomodasi ramainya pengunjung.

Harga satu porsi nasi goreng babat pak Karmin pun terbilang masuk akal. Seporsi nasi goreng babat dihargai Rp 25 ribu, atau Rp 28 ribu kalau pakai tambahan telur dadar maupun ceplok. Pengunjung juga bisa meminta tambahan seperti petai, serta mengatur level rasa pedas sesuai selera.

Sementara kalau ingin mencoba babat gongso, disarankan untuk membeli satu porsi dengan nasi putih hangat dan telur dadar atau ceplok sebagai teman makannya. Harga seporsinya dibandrol Rp 33 ribu.

Bagi yang mungkin tidak begitu menyukai babat, tersedia pula menu-menu seperti nasi goreng ayam, nasi goreng telur, serta racikan ayam atau telur yang digongso. Harganya berkisar dari Rp 18 ribu hingga Rp 28 ribu.

Warung nasi goreng babat pak Karmin sehari-harinya buka dari jam 08.00 hingga jam 22.00, tetapi disarankan untuk datang lebih awal saat waktu makan siang dan malam. Membludaknya pengunjung, terutama saat hari libur, berpotensi sulit mendapat tempat duduk dan kehabisan.

Nasi Goreng Babat Pak Karmin

Jl. Pemuda no. 2, Semarang

Jl. MH. Thamrin no. 84, Semarang

agendaIndonesia/audha alief P.

*****

Solo dan 4 Pilihan Kulinernya

Penjaja makanan di Pasar christian siallagan unsplash

Solo dan 4 pilihan kulinernya. Mulai dari sarapan, makan siang, hingga nglaras sambil makan malam. Orang Solo, seperti juga orang Yogya, senang memanjakan lidahnya. Aksi goyang lidah ini dimulai dari usai subuh, hingga tengah malam menjalang.

Solo dan 4 Pilihan Kulinernya

Solo dan 4 pilihan kulinernya. Mulai dari sarapan, makan siang, hingga nglaras sambil makan malam. Kali ini bukan tengkleng dan sate buntel yang sudah terkenal itu. Ini ada 4 pilihan kuliner yang segar dan sedap, seperti pecel, soto, dan selat. Tentu masih ada pilihan nasi liwet untuk malam hari.

Soto Gading

Jika Anda mengunjungi Solo dan sampai masih dini hari, sementara acara utama masih dua-tiga jam lagi, ini kesempatan menikmati sarapan di kota Batik ini. Pilihan pertamanya adalah soto Gading. Kuah panasnya bisa menghangatkan pagi Anda.

Harganya, seperti juga banyak makanan kota ini, tak sampai puluhan ribu. Namun ia sudah kadung menjadi klangenan para petinggi negeri hingga pesohor. Sederet nama presiden Republik Indonesia dikabarkan gemar menyantap soto gading kala berdinas ke Solo.

Soto berkuah bening ini berisi nasi putih, lembaran sohun, dan suwiran ayam. Tampak sederhana, tapi kuah soto terasa segar dan ringan di lidah. Warung soto ini juga menyediakan berbagai sate sebagai tambahan lauk, seperti sate paru, babat, kikil, usus, dan sebagainya. Walaupun selalu ramai dikunjungi saat jam makan siang, Anda tak perlu khawatir, warung ini memiliki ruangan yang cukup besar.

Soto Gading
Jalan Brigjen Sudiarto Nomor 75, Pasar Kliwon

Solo

Buka mulai pukul 06.00-15.30

Pecel Solo 1
Solo dan 4 pilihan kulinernya. dok TL

Pecel Ndeso

Jika soto masih terlalu berat, wisatawan bisa memulai paginya di Solo dengan sepiring pecel dan segelas teh hangat. Pilihannya adalah Pecel nDeso. Pecel ini dihidangkan dengan nasi merah di atas selembar daun pisang. Sayuran seperti kenikir, taoge, kacang panjang, dan jantung pisang menjadi bahan utamanya.Di Warung Tempoe Doeloe, ada pula lauk sebagai temannya, seperti tempe bacem, berbagai olahan telur, juga sambal goreng ati.

Yang menjadi ciri khas adalah bumbu yang biasanya berbahan dasar kacang digantikan wijen hitam. Jadi jangan kaget bila penampakan nasi pecel lebih legam. Namun soal rasa tak perlu diragukan lagi. Sepiring pecel ndesotanpa lauk dihargai belasan ribu saja.

Waroeng Tempo Doeloe

Jalan Dr Soepomo Nomor 55, Pasar Beling

Solo

Buka pukul 07.30-16.00 dan pukul 18.00-24.00

Selat Bestik

Sore hari ingin menyantap makanan yang tak terlalu berat di perut? Cobalah mampir ke Warung Mbak Lies. Di sini ada sederet hidangan selat, sup, dan bestik yang cukup ringan dikudap sebagai selingan. Pertama kali datang ke Warung Mbak Lies, sudah pasti Anda akan ternganga dengan interiornya yang penuh keramik pecah belah. Tak perlu khawatir takut menyenggol barang-barang unik tersebut, karena keramik sudah ditempel kuat di lantai dan di dinding.

Uniknya lagi, seragam para pramusaji di sini sangat khas Eropa. Kuliner andalan Mbak Lies adalah selat bestik dan galantin. Kata selat sendiri konon merupakan pelesetan dari salad. Sepiring selat bestik berisi sepotong daging sapi empuk, disertai wortel, buncis, kentang, daun selada, acar bawang merah, plus acar mentimun. Kemudian, diguyur kuah berwarna kecokelatan bercita rasa manis dan asam yang menyegarkan. Untuk minumannya, Mbak Lies juga menyediakan beragam es.

Warung Selat Mbak Lies

Jalan Veteran Gang II Nomor 42, Serengan

Buka pukul 09.00-17.00

Nasi Liwet

Kuliner legendaris lain yang bisa dijadikan menu makan malam di Solo adalah nasi liwet Wongso Lemu. Warung nasi ini usianya sudah lebih dari setengah abad. Konon, nasi liwet memang banyak dijajakan secara berkeliling di jalanan di Solo. Itulah penyebab banyak sekali warung nasi liwet bertebaran di kota ini. Nasi liwet bercita rasa gurih karena disiram kuah areh,atau santan kental. Biasa dihidangkan di dalam sepucuk daun pisang, dilengkapi tumis labu siam, suwiran ayam, dan telur rebus.

Dengan komposisi seperti itu, nasi liwet di Warung Wongso Lemu dibanderol Rp 19 ribu. Anda juga bisa meminta lauk tambahan, seperti ati ampela ataupun potongan ayam kampung. Walaupun harganya lebih tinggi dibanding warung nasi liwet lain, setiap malam warung Bu Wongso ini tak pernah sepi dari pengunjung. Sambil melahap nasi liwet, jangan lupa memesan segelas es puter tradisional yang biasa dijual di depan warung. Nikmati juga alunan lagu tradisional dari sepasang penyanyi yang biasa menghibur pengunjung secara live.

Warung Wongso Lemu

Jalan Teuku Umar, Keprabon

Solo

Buka pukul 16.00-01.00

Tenun Sekomandi, Persaudaraan 480 Tahun

Tenun sekomandi berusia sekitar 480 tahun, ternasuk tenun tertua di dunia.

Tenun sekomandi adalah warisan leluhur masyarakat Kalumpang-Mamuju di Sulawesi Barat. Tenun ini  dipercayai sebagai salah satu tenun tertua di dunia dengan rentang usia lebih dari 480 tahun.

Tenun Sekomandi

Nama tenun ini terdiri dari dua kata, yaitu “seko” yang artinya persaudaraan atau kekeluargaan, serta “mandi” yang artinya kuat atau erat. Secara garis besar, tenun sekomandi bermakna ikatan persaudaraan yang kuat. Setiap corak dan warna benang dari tenun sekomandi mengandung makna spiritual. 


Meski sudah berusia ratusan tahun, masih cukup banyak masyarakat yang belum mengenalnya. Padahal, tempat perajin kain tenun sekomandi di Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju, sudah menjadi salah satu destinasi wisata yang sering dikunjungi wisatawan. Di sana, para pelancong dapat menyaksikan langsung proses pewarnaan dan pemintalan benang yang kemudian dijalin menjadi kain tenun sekomandi.

Sesungguhnya ada tiga jenis kain tenun yang dimiliki oleh Provinsi Sulawesi Barat. Ke tiganya masing-masing adalah kain tenun sekomandi yang merupakan warisan masyarakat Kalumpang, Kabupaten Mamuju. Kemudian ada kain tenun Sutera Suku Mandar, dan ke tiga adalah kain tenun Sambu (sarung) dari Kabupaten Mamasa. Ketiganya cukup popular, namun memang masih jarang yang membahas tenun ini.

Tenun sekomandi dari masa ke masa memiliki 11 macam motif.  Namun, motif tenun Mamuju ini yang paling popular ialah motif Ulu Karua. Ada pula motif Baba Deata, atau motif Ulu karua lepo, dan motif lelen sepu.

Motif Ulu Karua bermakna delapan ketua adat atau delapan pemangku adat. Menurut sejarah atau mitosnya, penamaan “Ulu Kalua” berasal dari sejak zaman dahulu, saat nenek moyang mereka pergi berburu dengan anjingnya, lalu masuk ke dalam gua. Ketika keluar gua, anjing itu menggigit daun bermotif. Itulah asal mula motif pertama tenun sekomandi, Ulu Karua.

Proses pembuatannya pun cukup unik. Tenun ini berasal dari kulit kayu yang diproses dengan cara ditumbuk, lalu diolah untuk dipintal. Selanjutnya, bahan tersebut diberi pewarna alami, seperti tanaman cabai yang terlebih dahulu diracik kemudian dicampurkan dengan pewarna lainnya untuk memperindah kain tenun masyarakat Mamuju ini.

Tenun Sukomandi sudah berusia sekitar 480 tahun dan merupakan salah satu tenun tertua di dunia.
Tenun ikat Sukomandi khas Mamuju, Sulawesi Barat. Foto: Dok. Kemanparekraf

Selanjutnya, proses pembuatan kain sekomandi dimulai dengan pemintalan benang yang berasal dari biji pohon kapas yang kadang juga menggunakan kapuk. Benang-benang yang sudah terpintal tersebut kemudian diberi warna sesuai pesanan. Dahulu pemberian warna pada benang sekomandi menggunakan pewarna alami yang berasal dari alam.

Untuk warnanya sendiri, kain tenun Sekomandi didominasi oleh warna coklat, merah dan krem, dengan warna dasar hitam. Pembuatan sehelai kain tenun Sekomandi bisa memakan waktu berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan.

Tenun ikat Sekomandi diperkirakan mulai diproduksi oleh masyarakat adat di wilayah kalumpang yang kini tersebar di kecamatan Bonehau dan Kecamatan Kalumpang Kabupaten Mamuju. Sekomandi oleh masyarakatnya dahulu dipakai untuk acara adat seperti ritual, pesta pernikahan, alat tukar/barter, seserahan mempelai pengantin dan lain sebagainya.

Seiring dengan perkembangan zaman, kain tenun ini kemudian dibuat ke dalam berbagai model fashion, salah satunya jaket bomber yang akan dipakai Menparekraf Sandiaga dalam acara Manakarra Fair 2022 Kamis malam, 14 Juli 2022. Ini adalah berkat inovasi dan kolaborasi yang dilakukan oleh para perajin di Rumah Tenun Sekomandi. Dengan demikian penghasilan para penenun bisa lebih meningkat.

Harga kain tenun sekomandi saat ini semakin tinggi seiring dengan meningkatnya minat masyarakat. Kain tenun sekomandi dengan motif sambo tanete, misalnya, untuk yang ujuran panjang 12 meter bisa dihargai hingga Rp 12 juta.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno berharap dengan bantuan semua pihak, termasuk perbankan dan Kemenparekraf, masyarakat bisa memasukkan Rumah Tenun Ikat Sekomandi ini dalam Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia. “Jadi nanti ke depan baju hari Kamis-nya Pak Gubernur ini mungkin diselipkan ada ornamen Sekomandi. Ini sebagai bagian dari penghargaan kita kepada produk produk tenun lokal kita,” kata Menparekraf Sandiaga.

Buat para pecinta kain tenun tentu bisa langsung datang ke tempat pembuatan kain tenun ini di Kalumpang. Desa itu merupakan salah satu pusat tenun Sekomandi khas Mamuju. Bagi Wisatawan yang ingin berkunjung ke tempat tersebut, dapat menempuh perjalanan sekitar 12 Km dari pusat Kota Mamuju, dengan waktu tempuh kurang lebih 15 menit menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat.

agendaIndonesia

*****

Kapal Phinisi Komodo, Asyik 3 Hari 2 Malam

Kapal phinisi komodo, liburan menikmati Labuan Bajo dengan kapal pribadi.

Kapal phinisi Komodo atau orang juga suka menyebutnya kapal Phinisi Labuan Bajo dua tahun terakhir semakin popular untuk menikmati tur di kawasan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Pilihan tripnya bisa disesuaikan keinginan wisatawan.

Kapal Phinisi Komodo

Ada sejumlah operator kapal phinisi Komodo yang umumnya kesemuanya bisa dikontak di Labuan Bajo. Bisa juga menghubungi melalui tur operator, baik di Labuan Bajo atau di Denpasar.

Kapal phinisi Komodo ini adalah pelayaran pribadi, jadi perjalanan dilakukan dengan cara mencarter satu kapal untuk satu grup pelancong. Kapalnya mulai dari yang berkapasitas enam orang, hingga yang bisa dipakai untuk 40 orang. Tentu harganya bervariasi.

Kapal yang untuk enam orang, misalnya, tarif untuk carter dua hari satu malam mulai dari Rp 12 juta. Sementara untuk yang berkapasitas 40 orang atau biasa disebut 40 pax, harganya mulai dari Rp 90 jutaan. Tapi itu bukan harga yang termahal, sebab ada juga yang tarifnya Rp 90 juta untuk 10 pax.

Kapal Phinisi Komodo bisa dipilih jika ingin mengunjungi kawasan Labuan Bajo

Perbedaan harga tersebut bukan sekadar jumlah kapasitas kapalnya, namun juga terkait jumlah kamar di dalam kapal, kemewahan interior, jenis fasilitas dan menu makan yang dipesan. Juga aktifitas yang dilakukan selama tur.

Jadi tarif tersebut termasuk, kapal Live on Board selama paket waktu yang dipesan dengan kapal Phinisi, kamar termasuk kamar mandi di dalam kamar, makan selama perjalanan, welcome drink, snack sore, air mineral, teh dan kopi. Termasuk pula pemandu wisata, life jacket, asuransi, alat snorkeling, penjemputan di bandara atau hotel. Yang asyik, termasuk dokementasi penuh sepanjang tur, foto dan aerial video (drone).

Perjalanan dengan kapal phinisi komodo ini wisatawan berkesempatan menjelajahi keindahan Labuan Bajo dengan mengunjungi 12 destinasi wisata di sepanjang perjalanan. Snorkeling sambil menjelajahi ekosistem laut yang indah seperti Manta Ray.

Atau trekking mengelilingi bukit-bukit asri sambil ditemani hewan endemik warisan dunia, Komodo. Mengunjungi berbagai destinasi pantai dengan keindahan yang unik, seperti Pink Beach.

Tak kalah menariknya adalah mengamati sunrise dan sunset di atas geladak kapal sambil menikmati hidangan lokal yang ditemani keindahan pantai. Dan yang pasti menikmati indahnya panorama eksklusif sepanjang perjalanan di kapal Phinisi.

Lalu apa saja yang bisa dilakukan sepanjang liburan dengan kapal phinisi Komodo tersebut. Berikut agendaIndonesia pilihkan tur tiga hari dua malam.

HARI PERTAMA

Meeting Point di bandara atau hotel di Labuan Bajo. Biasanya sekitar jam 9 pagi setelah sarapan. Rutenya hari pertama itu adalah Labuan Bajo–Manjarite–Pulau Kelor-Pulau Kalong.

Kapal Phinisi Pelita Arunika Pelni
Kapal phinisi Pelita Arunika milik Pelni ikut berlayar di kawasan Labuan Bajo. Foto: dok Pelni

Dari dermaga perjalanan dimulai menuju Pulau Kelor. Di pulai ini aktifitas yang dilakukan adalah trekking ke puncak bukit dan menikmati pemandangan dari puncak bukit.

Dari Pulau Kelor perjalanan dilanjutkan menuju Manjarite untuk snorkeling menikmati pemandangan bawah laut dan terumbu karang. Dari Manjarite perjalanan dilanjutkan menuju Pulau Kalong untuk menikmati sunset dengan view jutaan kelelawar yang terbang menutupi langit. Makan malam lalu istirahat.

HARI KE DUA 

Setelah sarapan pagi yang asyik dengan pemandangan laut, perjalanan hari ke dua dimulai ke Pulau Padar. Dari sana dilanjutkan menuju ke Pulau Komodo untuk bertemu dengan komodo, trekking sesuai dengan pilihan rute.

Puas kangen-kangenan dengan komodo, dilanjutkan  menuju Pink Beach untuk foto-foto dan bersnorkeling ria di pantai cantik ini. Sebelum malam singgah di Manta Point untuk bertemu dengan ikan pari manta yang besar. Setelah itu makan malam dan istirahat atau santai di kapal.

Kapal phinisi komodo bisa hop in-hop off, salah satunya ke Pulau Kenawa
Pulau Kenawa. Foto: shutterstock

HARI KE TIGA

Setelah sarapan ur dilanjutkan langsung menuju Taka Makassar, dan foto-foto di pulau pasir kecil di tengah laut ini. Puas foto-foto, perjalanan dilanjutkan menuju Pulau Kenawa untuk snorkeling dan menikmati keindahan pulau yang memiliki satu resort ini.

Setelah puas bermain air dan foto-foto di Pulau Kanawa kita siap untuk kembali ke Labuan Bajo. Jika waktu masih memungkinkan kita bisa singgah di Pulau Bidadari untuk santai di pantai dan snorkeling lagi.

Tiba di Labuan Bajo petugas akan mengantarkan tamunya menuju bandara atau hotel tempat menginap masing-masing.

Seluruh pejalanan dengan kapal phinisi Komodo adalah pelayaran pribadi , sehingga bisa saja wisatawan mengajukan opsi lain untuk mengunjungi seluruh destinasi wisata di Labuan Bajo. Semua bisa dilakukan sesuai keinginan perjalanan pelancong.

Bisa saja ada hari yang sepenuhnya berada di Taman Nasional Komodo. Terkenal sebagai warisan dunia, Taman Nasional Komodo menjadi daya tarik yang tidak boleh terlewatkan jika wisatawan berada di kawasan Labuan Bajo.

Wisata dengan kapal phinisi komodo umumnya bersifat  fleksibel sehingga wisatawan dapat menyesuaikan waktu, durasi trip, anggaran, jenis kapal phinisi, jumlah peserta, dan destinasi wisata sesuai keinginan.

agendaIndonesia

*****

Wisata Gunung Berapi, Pesona 4 Kawah

Wisata gunung berapi tak cuma dengan mendaki, tapi juga bisa menikmati kawahnya Kawah Ijen-Foto mario la pergola-unsplash.

Wisata gunung berapi rasanya sudah biasa untuk para penikmat wisata alam. Banyak orang yang tak menyukai pendakian gunungnya, namun sangat bisa menikmati bagian dari gunung. Ya, letusan gunung berapi ternyata menyisakan kawah yang indah.

Wisata Gunung Berapi

Sudah sejak lama kawah Tangkuban Perahu di Jawa Barat menjadi salah satu objek yang menarik bagi wisatawan. Hampir setiap karya wisata yang melibatkan anak-anak sekolah yang berkunjung ke Bandung, dapat dipastikan akan memasukkan spot ini ke dalam jadwalnya.

Di negeri yang kaya dengan gunung berapi seperti Indonesia, salah satu obyek wisata gunung berapi yang unik adalah kawah. Sejatinya, kawah terbentuk dari letusan gunung berapi. Seiring dengan berjalannya waktu, kawah yang terbentuk itu menebarkan pesona keindahan dan keunikan tersendiri.

Ada puluhan kawah yang menjadi tujuan wisata, berikut ini kami pilihkan empat kawah yang menyedot banyak perhatian wisatawan.

Suara Burung di Kamojang

Kawah Kamojang yang terletak di Garut, Jawa Barat, ini memiliki beberapa titik kawah yang diberi nama berdasarkan suaranya yang unik. Ada Kawah Manuk yang jika berada di dekatnya Anda akan mendengar suara seperti burung.

Ada juga Kawah Kereta Api yang memiliki suara seperti kereta api. Bahkan ada juga yang terdengar seperti peluit. Kawah Sakarat merupakan kawah yang suaranya mirip dengan orang sekarat. Selain itu, ada pula Kawah Hujan yang unik. Di kawah ini terasa seperti sedang hujan. Jika berada di dekatnya, Anda akan sedikit basah seperti terkena gerimis.

Selain menikmati keunikan kawahnya, di sini pengunjung juga bisa datang untuk berendam air panas. Lokasi Kawah Kamojang berada di area geothermal PLTU Kamojang, Garut. Tepat berada di area perbatasan kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung.

Berbahaya tapi Elok

Kawah Ijen merupakan pusat danau kawah terbesar di Dunia terletak di Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.

Wisata gunung berapi salah satunya dengan mengunjungi Gunung Ijen di Jawa Timur untuk menikmati pesona kawah Ijen.
Wisata gunung berapi untuk menikmati pesona kawahnya. Foto: Dok. unsplash

. Kawah ini bisa memproduksi 36 juta meter kubik belerang dan hidrogen klorida dengan luas sekitar 5.466 hektare. Meski berbahaya, kawah ini memiliki keindahan yang luar biasa.

Danau Ijen memiliki derajat keasaman nol dan kedalaman 200 meter. Keasamannya yang sangat kuat dapat melarutkan pakaian dan jari manusia.

Saat berada di kawasan Kawah Ijen, pelancong bisa menyaksikan para penambang yang sibuk membawa tumpukan belerang di punggung mereka. Selain itu, menyusuri jalan yang curam dan dipenuhi oleh gas beracun yang berbahaya.

Untuk mencapai Kawah Ijen ada dua jalur yang bisa dilalui. Pertama melalui Banyuwangi. Namun rute praktis lebih sulit dilalui karena kondisi jalan yang tidak terlalu bagus. Jalur ini biasanya digunakan para pendaki untuk rute pendakian wisata gunung berapi Ijen.

Rute kedua melalui Kota Bondowoso. Berangkat dari Bondowoso, lalu menuju Wonosari, dan dilanjutkan ke Sempol dan akhirnya ke Patulding. Dari Patulding tinggal berjalan kaki melewati jalan setapak dan tebing kaldera sejauh 2 kilometer menuju Kawah Ijen. Jalur dari Bondowoso ini lebih baik dari Banyuwangi karena kondisi jalan yang bagus dan relatif mulus. Jarak tempuh jalur Bondowoso ini mencapai 70 kilometer dengan pemandangan pohon kopi dan hutan pinus yang indah.

Danau Kawah

Kawah Putih adalah sebuah danau kawah dari Gunung Patuha yang terletak di daerah selatan Bandung, Jawa Barat. Dulu, sebelum Kawah Putih dibuka untuk umum, masyarakat setempat percaya bahwa Kawah Putih menyimpan misteri dan angker karena banyak burung yang mati saat melintasi Kawah Putih. Namun anggapan itu ternyata salah.

Wisata gunung berapi di selatan Bandung bisa dilakukan dengan mengunjungi Kawah Putih.
Pesona Kawah Putih di Ciwidey, Jawa Barat. Foto: unsplash

Pada 1987, kawasan Kawah Putih dijadikan sebagai obyek wisata gunung berapi. Keindahan danau Kawah Putih memang sangat mempesona. Danau Kawah Putih memiliki ciri khas dan keunikan, yaitu air di danau kawahnya bisa berubah warna, seperti hijau apel, kebiru-biruan bila cuaca terang terkena pantulan matahari, atau cokelat susu.

Namun paling sering terlihat airnya berwarna putih disertai kabut tebal di atasnya. Kawasan ini tidak jarang dijadikan sebagai obyek untuk foto prewedding lantaran pemandangannya yang eksotis.

Kawah Putih Ciwidey Bandung berada di lokasi yang sangat strategis, yakni di tengah kawasan wisata Ciwidey, tepatnya di Jalan Raya Ciwidey Patengan Kilometer 11 Bandung, Jawa Barat.

Berbeda Warna

Kawah lain yang tak kalah indah sekaligus unik adalah Danau Kelimutu yang terletak di dekat Desa Moni, di Pulau Flores. Danau yang menempati kawah ini terdiri atas tiga danau yang masing-masing memiliki warna berbeda. Danau Orang Tua atau Tiwu Ata Mbupu memiliki warna biru.

Wisata gunung berapi yang terkenal adalah ke Gunung Kelimutu untuk menikmati kawahnya yang menjadi danau Kelimutu.
Danau/kawah Tiwu Nua Mori Koo Fai dan Tiwu Ata Polo, di Taman Nasional Kelimutu, Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur. Foto: DOk. TL/Rully

Sedangkan dua danau lain, yakni Muri Koo Fai (Danau Anak Muda dan Perawan) berwarna hijau dan Tiwu Ata Polo (Danau Pikat), berwarna kemerahan. Warna-warni yang terlihat di kawasan Kawah Kelimutu ini ternyata bisa berubah-ubah tanpa bisa diprediksi sebelumnya.

Dari ke empat kawah yang disampaikan di sini, Kelimutu tentu yang cukup sulit dicapai karena berada di Gunung Kelimutu. Perjalanan ke Kelimutu bisa dilakukan melalui kota Ende, bisa pula dicapai melalui Labuan Bajo.

agendaIndonesia

*****