Kerajaan Tarumanagara, Jejak Kebudayaan Nusantara (Bagian 2)

Kerajaan Tarumanagara merupakan sedikit dari kerajaan di Provinsi Jawa Barat yang menorehkan kejayaannya pada catatan peradaban Nusantara. Dari serpihan-serpihan peninggalan yang masih tersisa, para pelancong akan disuguhi keanggunan budaya tradisional dan jejak romantisme masa silam.

Kerajaan Tarumanagara

Tarumanagara pada abad keempat hingga ketujuh, geliat kehidupan penduduk di kawasan ini begitu bergelora. Pembangunan kanal dan penemuan karya sastra pada sejumlah prasasti membuktikan majunya peradabanT arumanagara.

Sejarah mengenai Kerajaan Tarumanagara tercatat secara cukup rinci dalam naskah Wangsakerta. Sayangnya, keaslian tulisan ini masih menjadi perdebatan hingga sekarang. Menurut sumber tersebut, kerajaan didirikan oleh seorang Maharesi sekaligus pengungsi dari India bernama Jayasinghawarman.

Sumber valid mengenai sejarah kerajaan ini hanyalah berasal dari tulisan-tulisan pada prasastinya. Pada Prasasti Ciaruteun misalnya, dibahas mengenai kemiripan kaki Raja Purnawarman dan kaki Dewa Wisnu. Pembandingan dengan sosok dewa menunjukkan kebesaran Sang Raja yang berhasil memimpin rakyat secara bijaksana, baik, dan berani.

Hal itu didukung oleh isi Prasasti Tugu yang mencatat keberhasilan Purnawarman dalam membangun kanal yang menghubungkan Sungai Candrabaga dan Sungai Gomati dengan laut. Beberapa ahli mengkaji infrastruktur ini dibuat untuk menanggulangi banjir. Ada pula yang menduga saluran berguna untuk irigasi pertanian.

Satu hal yang pasti, dari berbagai prasasti, Raja Purnawarman adalah yang paling sering disebut. Dengan begitu pada masa pemerintahannyalah Kerajaan Tarumanagara mencapai masa keemasan.

Isi 7 Prasasti

Tulisan pada prasasti dari era Kerajaan Tarumanagara ditulis menggunakan bahasa Sanskerta dengan huruf Palawa. Terdapat sekitar delapan prasasti yang ditemukan dan dijadikan objek wisata sejarah. Sebagian besar berada di Situs Ciaruteun. Sementara sisanya tersebar di penjuru Kota dan Kabupaten Bogor.

  1. Prasasti Ciaruteun

Prasasti ini memiliki sejumlah gambar, yaitu telapak kaki, laba-laba, umbi, dan sulur-suluran. Teks yang terukir menjelaskan bahwa itu adalah telapak kaki Raja Purnawarman yang mirip dengan kaki Dewa Wisnu. Situs sejarah ini berada di Situs Ciaruteun, Desa Ciaruteun, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor.

Kerajaan Tarumanagara di Jawa Barat sebagai salah satu kerjaan tertua di indonesia merupakan jejak peradaban Nusantara.
Prasasti Tapak Gajah, karena ada jejak sepasang kaki gajah, merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Tarumanagara. Foto: Dok. javalane
  • Prasasti Kebon Kopi

Pada batu besar ini terpahat bentuk sepasang telapak kaki gajah. Di dekatnya terdapat kalimat yang menjelaskan bahwa gambar itu melambangkan Airawata, yaitu gajah penguasa Kerajaan Tarumanagara. Lokasinya berada di seberang jalan masuk ke Prasasti Ciaruteun.

  • Prasasti Muara Cianten

Sampai sekarang teks prasasti belum bisa dibaca atau diartikan oleh para ahli sejarah. Ini karena tulisan tersebut berbentuk ikal atau berupa huruf sangkha. Lokasinya di tepi Sungai Cianten, Desa Ciaruteun dan belum diangkat ke tempat yang lebih aman.

  • Prasasti Tugu

Bentuknya unik, yaitu bulat lonjong seperti telur dengan tinggi kira-kira 1 meter. Isinya pun sangat menarik, yaitu mengenai penggalian sungai sepanjang 6.122 tongkat atau busur agar tersambung ke laut. Proyek berlangsung selama 21 hari. Ada juga penjelasan mengenai pemberian seribu sapi kepada kaum Brahmana. Kini Prasasti Tugu tersimpan di Museum Nasional Indonesia di Jakarta.

Kerajaan Tarumanagara meninggalkan banyak prasasti dan candi, salah satunya Prasasti Jambu yang juga dikenal sebagai Prasasti Pasir Koleangkak.
Prasasti Jambu sebagai salah satu peninggalan Kerajaan Tarumanagara. Foto; Dok. Javalane
  • Prasasti Jambu

Sesuai namanya, prasasti ini ditemukan di perkebunan jambu Bukit Koleangkak, sehingga dikenal juga sebagai Prasasti Pasir Koleangkak. Tulisannya menggambarkan tentang keberanian Raja Purnawarman saat berperang di medan laga.

  • Prasasti Cidanghiyang

Prasasti ini disebut juga Prasasti Lebak karena ditemukan di Desa Lebak, Kabupaten Pandeglang, Banten. Isinya masih menggambarkan tentang keberanian dan kebesaran Raja Purnawarman.

  • Prasasti Pasir Awi

Prasasti Pasir Awi berada di Bukit Pasir Awi, Kawasan Cipamingkis, Kabupaten Bogor. Pada batu tersebut terdapat gambar dahan dan ranting, buah-buahan, dedaunan, serta pahatan sepasang telapak kaki.

Ekspedisi 4 Candi

Sekitar 44 kilometer dari Kota Karawang, jauh dari ingar-bingar aktivitas pabrik, hamparan sawah Kecamatan Batujaya menyimpan romantisme masa silam. Di kompleks tersebut, kurang lebih terdapat 62 candi peninggalan Kerajaan Tarumanagara. Meski identik dengan suhu panas daerah pesisir, Kompleks Percandian Batujaya justru menjadi oasis pariwisata sejarah di sisi utara Jawa Barat.

Dari sekian banyak candi, terdapat empat yang sudah dipugar dan menjadi objek wisata, yakni Candi Jiwa, Blandongan, Serut, dan Telagajaya. Pada proses pemugaran tersebut ditemukan pula benda-benda peninggalan peradaban Hindu-Buddha di Nusantara. Kini warisan sejarah tersebut sudah dipindahkan dan dipajang di Museum Situs Candi Jiwa. Maka selain candi, museum ini juga menjadi daya tarik tersendiri.

Candi Jiwa

Menurut warga sekitar, candi ini diberi nama jiwa karena proses penemuannya cukup mistis. Dulunya, unur atau gundukan tanah yang menutupi candi sering dilewati oleh kambing. Uniknya, beberapa kambing mati tanpa sebab yang jelas. Dari situ masyarakat menganggap tempat itu memiliki jiwa.

Candi Jiwa berbentuk tumpukan lempengan batu yang berukirkan relief Buddha, keramik, serta prasasti berisi mantra Buddha. Ini menunjukkan bahwa bangunan ini merupakan peninggalan agama Buddha. Apalagi bentuk utuhnya mirip bunga teratai yang kemungkinan bagian atasnya terdapat stupa seperti halnya Candi Borobudur.

Kerajaan Tarumanagara meninggalkan sejumlah candi dan prasasi, salah satunya adalah Candi Blandongan.
Candi Blandongan sebagai salah satu jejak peninggalan Kerajaan Tarumanagara. Foto: Dok. Javalane

Candi Blandongan

Berbeda dengan candi lain yang sudah rusak atau terpotong bagian atasnya, Candi Blandongan masih cukup utuh. Bentuknya persegi dengan ukuran 25×25 meter dan anak tangga pada setiap sisinya. Di bagian bawah candi terdapat lorong yang memisahkan antara bangunan dan dinding samping. Di tengah ada bangunan lagi dengan ukuran 12×12 meter. Presisi ukuran ini mencerminkan majunya peradaban saat itu.

Candi Serut

Setelah gundukan tanah diangkat, terlihat beberapa bagian bangunan yang sudah rusak cukup parah. Ada yang tingginya 6 meter, ada juga yang 8 meter. Namun situs ini masih memiliki daya tarik melalui ornamen dan arca yang berbentuk hewan dan manusia. Dilihat dari penampang luar, candi ini mirip dengan pondasi rumah dengan kamar-kamar, sumur, dan lantai papan di dalamnya.

Candi Sumur

Bangunan ini berbentuk persegi panjang dengan panjang sekitar 11 meter dan lebar sekitar 7,5 meter. Dinamakan Candi Sumur karena berupa sebuah kolam dengan kedalaman masih belum diketahui. Tebal dinding sebelah timur mencapai 4 meter dan di dinding lain 1,7 meter.

agendaIndonesia

****

Pilihan Makan Jelang Akhir Tahun, 4 Di Sekitar Jakarta

Pilihan makan jelang kahir tahun 2020 dan tak jauh dari Jakarta.

Pilihan makan jelang akhir tahun 2021 ada banyak pilihan. Namun karena situasi masih belum menentu dan banyak memilih liburan di dekat-dekat Jakarta, berikut alternatif yang bisa dipilih.

Pilihan Makan Jelang Akhir Tahun

Acara makan keluar bagi masyarakat urban sudah menjadi gaya hidup rutin. Sekadar demi relaksasi pikiran, atau untuk bercengkerama bersama kerabat dan relasi. Terlbih di saat menjelang akhir tahun. Semakin nyaman dan terasa seperti rumah sebuah tempat makan, biasanya semakin diburu. Seperti beberapa tempat berikut.

Welfed Bandung

Merenung di Bandung selalu terdengar sebagai pasangan kata impian para pelancong dan petualang kuliner. Kawasan Bandung yang identik punya banyak lokasi untuk merenungi hal yang lalu-lalu sembari bersantap lezat demi masa kini yang penuh semangat. Jika Anda lebih suka melakukan aktivitas santap santai di tengah terpaan udara segar yang meniupi wajah, Anda bisa melipir ke daerah Bandung Barat, tempat restoran bernuansa eklektik klasik ini berada.

Pojok paling favorit di restoran yang sebagian besar menyajikan hidangan ala barat ini adalah bagian teras terbukanya. Duduklah berlama-lama di situ, melemparkan pandangan ke arah rimbun pepohonan di sekitaran restoran, sambil mengiris stik daging empuk yang lembut digigit. Mengundang relasi untuk santap resmi juga bisa dilakukan di bagian dalam restoran yang punya kesan magis tersendiri. Restoran yang sayang untuk dilewatkan. 

Alamat: Villa Triniti, KM. 4,7 No. 88, Jalan Sersan Bajuri, Cihideung, Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Telepon: (022) 2785124

Lemongrass Bogor

Selain menjadi tempat berburu kuliner lezat, Bogor kini juga dikenal sebagai tempat kafe-kafe tematik bertebaran. Satu sama lain saling bersaing dekorasi dan konsep suasana. Salah satu yang populer beberapa waktu belakangan adalah Lemongrass. Anda bahkan harus reservasi jauh-jauh hari jika hendak mampir ke sana bersama keluarga besar atau reuni teman-teman lama.

Lemongrass punya area dalam dan luar yang bisa Anda pilih berdasarkan suasana hati saat datang ke sana. Jika ingin duduk menikmati hidangan sembari menghirup udara segar, area luar yang dihiasi kursi-kursi jalin berwarna-warni serta sepertinya cocok untuk Anda. Pohon-pohon rindang yang menaungi seolah-olah membuat Anda serasa makan di tengah kebun. Apalagi ada pilihan duduk di sofa rotan berbentuk telur yang membuat waktu seolah terhenti sejenak. Lampu-lampu yang ada di sekitar area luar akan bergemerlap terang saat malam tiba. Cocok jadi tempat makan malam romantis dengan seseorang yang spesial.

Area dalam restoran pun tak kalah nyaman, khususnya bagi Anda yang lebih suka suasana sejuk dari pendingin udara dan nuansa hangat dari interior kayu berpadu sentuhan ornamen modern. Pilihan makanannya juga cukup banyak, mulai dari hidangan Indonesia sampai hidangan alat barat dan peranakan. Makan di restoran ini tidak sekadar menjadi pengalaman kuliner, tetapi juga pengalaman bersantap dengan nyaman sambil memanjakan mata.

Alamat: Jalan Raya Pajajaran No.21, Bantarjati, Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat

Jam buka: Senin-Minggu pukul 10.00-23.00

Telepon: (0251) 8328800

Web: lemongrassresto.com

Tekko Grand Kota Bintang Bekasi

Bekasi kerap diidentikkan dengan wilayah yang perlu usaha keras untuk mencapainya. Padahal usaha keras itu bisa berujung manis jika berakhir di tempat makan yang menggugah selera sekaligus nyaman untuk lama-lama bersantap. Salah satunya adalah restoran ini, yang merupakan salah satu cabang dari jaringan restoran Tekko yang tersebar di berbagai kota di Indonesia.

Tekko yang ada di Bekasi Barat ini punya konsep yang cukup berbeda dnegan kebanyakan cabang Tekko lainnya yang biasanya ada di dalam mal. Keunggulan Tekko sebagai salah satu restoran keluarga semakin diperkuat dengan nuansa restoran yang hangat dan akrab. Nuansa ini tercipta sebagai hasil perpaduan furnitur kayu yang memberi kesan rumahan, dinding-dinding model batu bata tak bercat, serta lampu-lampu gantung besar yang klasik sekaligus berlimpah cahaya terang. Keramik lantai pun disesuaikan dengan nuansa klasik Jawa yang membuat pengunjung betah duduk lama menikmati hidangan dan obrolan santai bersama kerabat. Makanan yang tersedia sebagian besar adalah makanan tradisional Indonesia, tentu tetap dengan menu andalah mereka: daging iga sapi.

Karena bagian dalamnya yang cukup luas, dengan meja dan bangku panjang yang lega, restoran ini cocok bagi Anda yang ingin menikmati makan bersama seluruh anggota keluarga, atau kumpul-kumpul bareng teman-teman yang sudah lama tidak bersua.

Alamat: Komplek Grand Kota Bintang Unit W6, Jalan KH. Noer Ali, Jakasampurna, Bekasi Barat, Jawa Barat

Jam buka: 10.00-22.45

Telepon: (021) 22101025

Pilihan makan jelang akhir tahun buat mereka yang ada di sekitar Depok dan Jakarta
Pilihan makan menjelang akhir tahun ada banyak, ini pilihan buat yang sedang di sekitar Depok. Foto: Ilustrasi Bang Dev Cafe

Bang Dev Cafe & Resto Depok

Bosan dengan hidangan tradisional Sunda atau hidangan daging yang itu-itu saja? Sesekali mengubah menu bersantap dan mencicipi makanan dari unggas yang tidak biasa, barangkali akan menjadi selingan yang nikmat.

Jika Anda sedang melintas di daerah Cimanggis, Depok, Anda akan mendapati restoran yang dari luar terlihat bersahabat dan terasa seperti rumah. Unggas yang menjadi hidangan utama di restoran bergaya country ini adalah kalkun. Belum pernah mencoba gurihnya daging kalkun? Tak perlu jauh-jauh ke negara-negara lain yang punya tradisi makan kalkun panggang bersama keluarga, di Depok pun bisa.

Bagi Anda yang belum pernah makan unggas jenis ini, sebaiknya mengawali lewat kalkun panggang dengan kulit yang renyah kecokelatan yang dimakan bersama saus legit menggoda dan setumpuk sayuran rebus. Pilihan olahan kalkun yang dimakan dengan nasi pun tersedia di sini. Nuansa makan terasa lebih lengkap dengan interior restoran yang didominasi kayu serta perabot vintage.

Alamat: Jalan Cimanggis Boulevard No.11, Tapos, Depok, Kota Depok, Jawa Barat 16457

Jam buka: Senin – Minggu pukul 10.00-22.000

Telepon: (021) 83711088

Web: bangdevcaferesto.blogspot.co.id

agendaIndonesia

*****

Dusun Bambu Lembang, Ecopark Di 2050 MDPL

Dusun Bambu Lembang punya danau kecil yang ikonik, Danau Purbasari

Dusun Bambu Lembang bukan spot destinasi baru bagi pecinta jalan-jalan. Begitupun, sejak dibuka pada 2014 lalu, tempat ini masih merupakan salah satu opsi destinasi wisata ketika berlibur ke Lembang di utara Bandung. Spot wisata bertemakan ecopark ini menawarkan beragam daya tarik tersendiri bagi para pengunjungnya.

Dusun Bambu Lembang

Dusun Bambu pada dasarnya merupakan sebuah lahan seluas 15 hektare, didominasi area outdoor yang ditata secara unik dan asri. Lokasi tempat ini tepatnya berada di kawasan kaki gunung Burangrang, dengan ketinggian 2.050 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Dengan hawa yang sejuk dan pemandangan alam yang indah, akan terasa menyenangkan untuk mengeksplorasi area dataran tinggi sebelah utara kota Paris van Java ini. Untuk dapat mengelilingi tempat ini, disediakan fasilitas seperti scooter, shuttle car dan sepeda elektrik.

Dusun Bambu Lembang menjadi pilihan liburan keluarga.
Penunjuk arah di kawasan Dusun Bambu Ecopark. Foto: Dok. agendaIndonesia

Di Dusun Bambu Lembang pengunjung dapat menemukan banyak titik-titik rekreasi yang menarik, misalnya Danau Purbasari. Di sini wisatwan bisa duduk-duduk di tepi danau, atau berkeliling danau dengan menggunakan sampan. Tarif untuk menyewa sampan ini dihargai Rp 25 ribu.

Terdapat pula Taman Arimbi yang merupakan sebuah taman berisi ragam bunga-bunga cantik yang begitu luas. Sebuah jalan setapak sepanjang sekitar empat kilometer membelah taman ini. Anda bisa menikmati jalan-jalan santai, bersepeda, atau berolahraga jogging di sini.

Lalu, ada juga Galeri Flora Indonesia yang memamerkan serta memperjualbelikan beragam jenis-jenis tumbuhan hias yang berasal dari segala penjuru tanah air. Sambil duduk-duduk menikmati pemandangan tanaman hias, pelancong bisa sambil minum teh atau kopi di tempat ini.

Dusun Bambu Lembang menawarkan kegiatan dalam dam luar ruang.
Galery Flora Indonesia di Dusun Bambu Lembang tempat menikmati tanaman hias. Foto: Dok. agendaIndonesia

Bagi pengunjung yang mencari ragam aktifitas fisik, Dusun Bambu Lembang juga memiliki area playground yang menyediakan berbagai wahana permainan. Beberapa di antaranya meliputi trampolin, climbing tower, sliding, panahan, ayunan dan jungkat-jungkit.

Untuk bisa masuk ke area playground wisatawan akan dikenakan tarif sebesar Rp 50 ribu. Setelah membayar, mereka akan mendapatkan akses bermain di berbagai wahana tersebut selama seharian penuh.

Tak hanya itu, Dusun Bambu Lembang juga menyediakan area outdoor Tegal Pangulinan yang luasnya 3.200 meter persegi. Lahan dengan rumput sintetis ini diperuntukkan bagi mereka yang ingin mengadakan acara seperti pernikahan, pameran, outbond dan lain sebagainya.

Tetapi mungkin yang menjadi daya tarik utama Dusun Bambu adalah pilihan restoran-restoran yang tersedia. Bertajuk outdoor dining resort, tempat ini juga ingin menawarkan pengalaman santap siang atau malam yang unik dan spesial.

Salah satunya adalah Purbasari Resto. Restoran ini terletak di area danau Purbasari, berupa saung-saung yang mengelilingi danau tersebut. Menu yang ditawarkan berkisar pada masakan seafood dan Sunda, seperti Nasi Liwet, Gurame Abon Telur, Tahu Lada dan sebagainya.

Saung tersebut biasanya dapat diisi sampai sekitar 10 orang. Di bawah saung tersebut terdapat semacam dermaga kecil untuk anda yang ingin naik sampan mengelilingi danau. Harga menu di restoran sini berkisar dari Rp 15 ribu hingga Rp 120 ribu.

Dusun Bambu Lembang Resto Burangrang
Burangrang Dapur Indonesia di Dusun Bambu Lembang. Foto: dok. agendaIndonesia

Di sekitar danau juga terdapat restoran lainnya, yaitu Burangrang Dapur Indonesia. Lokasinya berada sedikit di ketinggian, dengan pemandangan danau di bawahnya. Gaya arsitektur terlihat modern, elegan dan eco-friendly yang berpadu apik dengan pemandangan alam sekitar.

Di sini terdapat campuran menu Indonesia, Asian dan Western, seperti Bebek Crispy Thai Sauce, Tenderloin Wagyu, Iga Garang Asam, dan lainnya. Harga menu di restoran ini berkisar dari Rp 35 ribu hingga Rp 130 ribu.

Serta yang tak kalah spesial adalah Lembur Urang. Restoran ini berada di bagian yang lebih tinggi dari tempat ini, berupa saung-saung yang menghadap ke sawah. Uniknya, mereka menawarkan kuliner Bali seperti Ayam Betutu, Bebek Sambal Matah, Lawar dan lain lain.

Yang tak kalah menarik dan menjadi catatan, tempat ini awalnya lebih berfokus sebagai tempat rekreasi. Namun sejak pandemi COVID-19 Dusun Bambu sedikit dialihfungsikan dengan bertumpu pada restoran-restoran, serta beberapa wahana dan pusat kegiatan dikurangi.

Selain itu, jika dulunya untuk masuk pengunjung harus membeli tiket terlebih dulu, sekarang setiap pengunjung bisa langsung masuk secara gratis. Hanya perlu membayar karcis parkir bagi pengunjung yang membawa kendaraan pribadi. Oya, parkir mobil terletak agak di bawah, dari tempat parkir ini ada kendaraan yang mondar-mandir mengantar ke venue yang diinginkan di Dusun Bambu Lembang itu.

Dusun Bambu Lembang Lutung Kasarung
Salah satu spot kecil di Dusun Bambu Lembang. Foto: agendaIndonesia

Meski demikian, Dusun Bambu tetap tak melupakan slogannya sebagai outdoor dining resort dengan menawarkan akomodasi penginapan Kampung Layung villa yang berkonsep pedesaan tradisional dan glamping alias glamour camping dengan fasilitas seperti listrik dan air pancuran.

Tarif sewa untuk villa pada hari biasa sekitar Rp 2,6 juta, sedangkan pada akhir pekan menjadi Rp 3,5 juta. Adapun harga sewa glamping pada hari biasa sekitar Rp 970 ribu, sedangkan pada akhir pekan menjadi Rp 1,15 juta.

Dusun Bambu Lembang buka setiap hari dari jam 10.00 hingga jam 18.00 untuk wahana permainannya dan jam 20.00 untuk restorannya. Untuk info lebih lanjut dapat menghubungi 082110006094 atau mengunjungi situs resmi dusunbambu.id serta akun Instagram resmi @dusun_bambu.

Dusun Bambu Family Leisure Park

Jl. Kolonel Masturi Km 11, Lembang, Bandung

agendaIndonesia/Audha Alief P.

*****

Situs Trowulan, Jejak Sejarah Abad 14

Situs Trowulan merupakan jejak Kerajaan Majapahit dari abad 14

Situs Trowulan dikenal sebagai pertanda dan peninggalan dari kejayaan Kerajaan Majapahit. Kerajaan terbesar dari masa lalu, yang membuat jejak wilayah Nusantara hampir seperti Indonesia saat ini.

Situs Trowulan

Situs ini merupakan kawasan kepurbakalaan dari sejarah Indonesia periode klasik. Lokasinya  berada di Kecamatan Trowulan, Kabupten Mojokerto, Jawa Timur. Jika diperluas dari peninggalan-peninggalan yang ada, sebagian lagi lokasinya masuk Kabupaten Jombang di provinsi yang sama.

Berbagai temuan yang ditemukan di kawasan sini menunjukkan ciri-ciri pemukiman atau peradaban yang cukup maju. Sesungguhnya kaitan situs ini dengan Kerajaan Majapahit masih dugaan berdasarkan prasasti, simbol, dan catatan yang ditemukan di sekitar wilayah tersebut.

Luas situs perkotaan masa klasik Indonesia itu sebesar 11 x 9 kilometer itu sebagian terdapatdi Kecamatan Trowulan dan Sooko, sebagian juga ada di Kecamatan Mojoagung dan Mojowarna, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Ada ratusan ribu peninggalan Majapahit terserak di kaki jajaran tiga gunung, yakni Gunung Penanggungan, Gunung Anjasmara, dan Gunung Welirang.

Situs Trowulan bisa membawa kita merasakan keberadaan Kerajaan Majapahit dari abad 14.
Salah satu relief dan patung peninggalan Majapahit di Museum Trowulan. Foto: ist. TL.

Jika mengunjungi Situs Trowulan, kita bisa mencoba merasakan keberadaan Majapahit melalui bangunan batu bata yang terserak, yang terkadang tak utuh. Berdasarkan cerita Empu Prapanca dalam kitab Negarakertagama; keraton Majapahit dikelilingi tembok bata merah yang tinggi dan tebal. Di dekatnya terdapat pos tempat para punggawa berjaga. Gerbang utama menuju keraton atau kompleks istana terletak di sisi utara tembok. 

Dari segi usia peninggalan bisa dilihat dari candi-candi di wilayah itu, Candi Brahu, misalnya. Dari hasil analisis jejak karbon yang dilakukan badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), candi ini berasal dari masa 1410-1646.

Selain itu, dilihat dari gaya bangunan dan profil hiasan pada atap yang diduga berbentuk stupa, candi ini terlihat seperti candi umat Buddha, berbeda dengan candi lain di sekitarnya. Candi tersebut juga berumur lebih tua.

Berdasarkan Prasasti Alsantan yang ditemukan tak jauh dari situsnya, Candi Brahu ini berasal dari kata “waharu
atau warahu” yang difungsikan untuk menyimpan abu jenazah. Candi dengan tinggi 25,7 meter dan lebar 20,7 meter ini terdiri atas kaki, tubuh, dan atap.

Bagian tubuh Candi Brahu sebagian merupakan susunan batu bata baru yang dipasang pada masa pemerintahan Belanda. Bajang Ratu merupakan sebutan bagi candi yang diduga berasal dari abad ke-13 hingga ke-14 itu.

Candi Bajang Ratu memiliki pintu gerbang tipe paduraksa, yaitu gapura beratap. Berbeda dengan candi-candi lain di kawasan Mojokerto yang mempunyai banyak detail. Relief yang dipahat di bagian mahkota candi membuat bangunan terlihat ramping dan feminin.

Relief tersebut bercerita tentang Sri Tanjung dan Sayap Garuda yang mempunyai arti lambang pelepasan Jayanegara kembali ke dunia Wisnu. Candi ini berdiri di atas tanah setinggi 16,5 meter di Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

Pada atap candi ini terdapat hiasan berupa kepala Kala yang diapit singa, relief matahari, naga berkaki, kepala garuda, dan relief bermata satu. Relief tersebut berfungsi sebagai pelindung atau penolak mara bahaya.

Candi lain yang bisa dilihat di situs Trowulan ini adalah Candi Tikus. Ini bukan sekadar candi yang berdiri di atas tanah. Kompleks bangunan ini justru berupa cekungan di bawah tanah di Desa Temon, Kecamatan Trowulan.

Bentuk kompleks candi yang demikian karena dulunya memang berupa tempat pemandian. Menikmati pemandangan di permukaan air yang memantulkan refleksi bangunan setinggi 5,2 meter berbentuk bujur sangkar dengan ukuran 22,5 x 22 meter itu pasti menyenangkan.

Keberadaan air tersebut masih bisa
 kita saksikan hingga sekarang. Membayangkan pada masa itu, tentu airnya tidak berwarna hijau. Pada dinding bagian bawah serta batur candi terdapat jaladwara (pancuran) yang menurut catatan sejarah berjumlah 49 buah. Saat ini tinggal 19 buah. Sisanya tersimpan di Museum Trowulan.

Bentuk pancuran ada dua macam, yaitu bunga lotus dan makara. Semua pancuran ini dulu mendapatkan pasokan air dari saluran yang ada di bagian selatan candi, tepatnya di belakang candi induk. Sedangkan saluran pembuangan terletak di lantai dasar.

Di atas tubuh candi terdapat menara semu, masing-masing berjumlah 5 buah. Di atas tubuh candi terdapat4 buah menara di setiap sudutnya. Puncak menara ini sudah hilang, sehingga tidak diketahui jelas bentuk aslinya. Namun, menara-menara ini melambangkan Gunung Mahameru sebagai pusat makrokosmos.

Situs Trowulan dinamakan demikian karena berada di Kecamatan Trowulan, Jawa Timur.
Kawasan Kabupaten Mojokerto di Jawa Timur sebagai tempat situs Trowulan. Foto: Dok. unsplash

Menapak sisa-sisa Majapahit di situs Trowulan tak lengkap bila tidak mengunjungi Gapura Wringin Lawang di Desa Jatipasar, Kecamatan Trowulan. Kata Jatipasar digunakan oleh Gubernur jendral Inggris Raffles untuk menamai gapura ini. Ini tercantum dalam buku karyanya, History of Java (1815).

Adapun nama Gapura Wringin Lawang diambil dari catatan Knebel pada 1907. Gapura setinggi 15,5 meter dengan panjang 13 meter dan lebar 11,5 meter ini diyakini merupakan pintu masuk Kerajaan Majapahit. Sisa kerajaannya sendiri belum ditemukan karena diduga terbuat dari bahan yang mudah terbakar sehingga tak bersisa. Wringin Lawang merupakan gapura yang tersusun dari batu bata, kecuali anak tangganya yang terbuat dari batu.

Jika punya waktu, kunjungi situs Trowulan untuk mengenal kebesaran Majapahit pada masa lampau.

agendaIndonesia/TL

*****

Wisata Virtual Jadi Alternatif Hindari Covid19

Dolan ke Borobudur juga bisa meniikmati sejumlah desa wisata, taman buah, juga tempat nongkrong.

Wisata virtual setengah tahun terakhir banyak dibicarakan di media massa selama pandemi Covid-19 ini. Memang berbeda jika wisatawan berkunjung langsung ke spot wisata yang dikehendakinya, namun di tengah kondisi yang tidak terlalu kondusif seperti saat ini, wisata virtual bisa menjadi alternatif.

Wisata Virtual

Ketika menghadapi pembatasan bepergian akibat wabah virus corona, orang-orang memutar otak untuk bisa bepergian tanpa menjejakkan kaki ke luar rumah, menghindari risiko tertular Covid-19. Untunglah kita saat ini hidup dalam zaman kemajuan teknologi.

Tur atau wisata virtual menjadi alternatif jalan-jalan yang aman, melepas rindu melancong yang belum sepenuhnya tuntas. Inovasi ini diadaptasi oleh tempat-tempat wisata, museum, juga pemandu wisata yang sepi tawaran kerja karena tidak ada turis yang datang ke tempat mereka.

Selama pandemi, banyak terselenggara wisata virtual, baik gratis maupun berbayar, untuk orang-orang yang sudah tak sabar ingin jalan-jalan. Berbeda dengan mencari-cari informasi atau video secara mandiri, ada pemandu yang bisa menjelaskan informasi menarik seputar tempat yang dikunjungi.

Tur virtual memang tak bisa menggantikan sensasi jalan-jalan langsung, tapi setidaknya bisa jadi icip-icip sambil menunggu situasi kembali aman untuk bepergian. Ini juga mempersiapkan wisatawan membuat rencana perjalanan kelak. Lalu apa saja yang bisa dikunjungi dengan wisata virtual ini?

Candi Borobudur

Ribuan turis Jepang “mampir” ke Candi Borobudur lewat tur virtual yang digelar PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (Persero), Balai Konservasi Borobudur bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia Tokyo.

Para wisatawan menyaksikan keindahan candi yang megah melalui akun media sosial Instagram KBRI Tokyo. Meski tak datang langsung, wisatawan bisa menuntaskan rasa penasaran berkat informasi yang disediakan oleh pemandu wisata yang interaktif.

Pulau Bali

Pulau Dewata yang masyhur juga memberikan tur wisata virtual untuk turis asal Negeri Sakura selama pandemi. Desa Pejeng Kangin, Tampaksiring, Kabupaten Gianyar memperlihatkan aktivitas warga di pedesaan untuk wisatawan Jepang.

Bersama pemandu wisata berbahasa Jepang, turis diajak jalan-jalan dari rumah warga, melintasi hamparan sawah, lalu melihat aktivitas para penenun kain tradisional.

wisata virtual dapat menjadi alternatif jalan-jalan ke sebuah spot wisata tanpa khawatir ketularan penyakit.
Candi Prambanan bisa dinikmati secara virtual dari rumah. Foto:ilustrasi-unsplash

Yogyakarta

Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta membuat virtual tour 360 yang bisa diakses melalui kanal Youtube Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta. Wisatawan bisa mengetahui gambaran terkini kondisi Yogyakarta khususnya fasilitas pendukung pariwisata seperti bandara, stasiun kereta api, akomodasi hotel, dan homestay.

Selain itu juga disajikan video yang menampilkan sejumlah destinasi wisata dan kuliner khas Yogyakarta, termasuk penerapan protokol kesehatan yang wajib diikuti wisatawan saat berkunjung.

Museum-museum

Museum di dalam negeri maupun mancanegara tidak berdiam diri ketika harus menutup akses pengunjung dalam rangka mengurangi risiko penyebaran virus corona. Di Indonesia, beberapa museum menyediakan layanan jalan-jalan virtual. Pusat Penguatan Karakter Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sempat mengajak warganet mempelajari sejarah lewat tur virtual ke beberapa museum, seperti Museum Kebangkitan Bangsa, Museum Sumpah Pemuda, dan Museum Perumusan Naskah Proklamasi.

Luar Angkasa

Tak puas hanya ke pelosok Nusantara atau luar negeri, Wisata Kreatif Jakarta membuat jalan-jalan virtual ke antariksa. para pelancong bersiap ke luar angkasa dan “berkumpul” lewat aplikasi Zoom, mendengarkan penjelasan pemandu mengenai serba-serbi perjalanan luar angkasa.

Mereka diajak ke tempat peluncuran roket Badan Antariksa Amerika Serikat sampai isi pesawat yang dipakai para turis ke antariksa hingga mengenal astronaut perempuan Indonesia Pratiwi Sudarmono yang nyaris berangkat bila pesawat ulang-alik Challenger tidak mengalami kecelakaan.

Selain beberapa di atas, berikut sejumlah tempat yang bisa diakses untuk menikmati wisata virtual. Tempat-tempat seperti museum, konser musik klasik, hingga aktivitas satwa secara langsung bisa disaksikan dari rumah.

Indonesia Monumen Nasional (Monas)

https://artsandculture.google.com/entity/national-monument/m03q7hs

Museum Kepresidenan Balai Kirti

Museum Nasional Indonesia

https://artsandculture.google.com/partner/museum-nasional-indonesia

Museum Sumpah Pemuda

https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/msp/

Museum Kebangkitan Nasional

http://muskitnas.net/

Museum Perumusan Naskah Proklamasi

https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/mpnp/

Museum Basuki Abdullah

http://museumbasoekiabdullah.or.id/

Museum Benteng Vredeburg

http://vredeburg.id/

Galeri Nasional

http://galeri-nasional.or.id/

Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran

https://artsandculture.google.com/partner/sangiran-early-man-museum?hl=id

Balai Konservasi Borobudur

https://artsandculture.google.com/entity/borobudur-temple-compounds/m0805zhg

http://borobudurvirtual.id/

Galeri Batik YBI

https://artsandculture.google.com/partner/galeri-batik-ybi

Yayasan Biennale Yogyakarta

https://artsandculture.google.com/partner/yayasan-biennale-yogyakarta

Agung Rai Museum of Art

https://artsandculture.google.com/partner/arma-museum

Museum Tekstil

https://artsandculture.google.com/streetview/museum-tekstil/fQHU6rG60eHGGw

Jogja Istimewa Unduh aplikasi “Jogja Istimewa” di Play Store atau App Store

5 Makanan Tasikmalaya yang Unik dan Nikmat

5 makanan Tasikmalaya berikut ini adalah masakan dan cemilan atau oleh-oleh dari kota yang sering disebut sebagai mutiara dari Priangan Timur. Sejak zaman Belanda, Tasikmalaya, yang membentang dari Kabupaten Sukabumi hingga Kabupaten Ciamis, menjadi jantung perekonomian di daerah Priangan Timur.

5 Makanan Tasikmalaya

Namun, Tasikmalaya tak hanya kuat di sektor perdagangan, ia juga mutiara yang digemari karena daya tarik wisata kulinernya. Jika sempat main ke kota di Jawa Barat ini, cobalah cicipi satu atau dua makanan di bawah ini.

Nasi Cikur

Jawa Barat memiliki segudang kuliner khas yang patut untuk dicicipi. Salah satunya adalah nasi cikur Tasikmalaya yang pembuatannya dicampur dengan kencur muda. Nasi cikur mungkin belum seterkenal nasi tutug oncom, namun sesungguhnya masakan ini tak kalah nikmatnya.

Nasi ini terbuat dari bumbu biasa seperti garam, bawang putih, cabai merah, serta tentu saja, cikur yang berarti kencur. Kencurnya sendiri dipilih yang masih sangat muda dengan tunas berwarna putih. Ini membuat nasi terasa renyah dan agak getir, memancing selera untuk segera menyantapnya bersama telur dadar, serundeng, atau suwiran daging ayam.

Mungkin banyak yang berpikir cara membuat nasi cikur ini seperti memasak nasi uduk, ternyata tidak demikian. Kebanyakan nasi cikur Tasikmalaya dibuat dengan cara mirip memasak nasi goreng.

Setelah matang, nasi ini biasanya disajikan dengan beberapa lauk pauk berupa tempe orek, ikan asin, irisan tipis telur dadar, ayam, dan lauk lain tergantung keinginan sang penjual. Tidak ketinggalan bawang goreng yang ditabur di atas nasi cikur, tahu goreng, mentimun, kerupuk emping, serta sambal ulek merah yang selalu hadir melengkapi hidangan ini.


Di mana membelinya?

Nasi Cikur Teh Rena, Jl. Panyerutan, Nagarawangi, Kec. Cihideung, Tasikmalaya,

RM To Rahmat, Jl. Cikalang Girang, Kahuripan, Tawang, Kahuripan, Kec. Tawang, Tasikmalaya

Kantin 43, Jalan Tentara Pelajar, Empangsari, Kecamatan Tawang

5 makanan Tasikmalaya yang unik dan nikmat salah satunya nasi Cikur, nasi dengan bumbu khusus kencur.
Masakan khas Tasikmalaya berupa Nasi Cikur. Foto: Ilustrasi

Nasi Tutug Oncom

Sajian yang tidak boleh terlewat saat mengunjungi Tasikmalaya adalah nasi tutug oncom. Makanan ini terdiri atas nasi putih yang dicampur oncom, yang sudah disangrai dan dibumbui. Nasi tutug oncom di sini terkenal karena kenikmatan oncom yang disajikan. Selain itu, ada sambal sebagai penambah kenikmatan tutug oncom. Nasi tutug oncom cocok disajikan dengan gorengan, telur ceplok, dan ayam goreng.

Penggemar hidangan ini kerap menyebutnya dengan nasi TO (Tutug Oncom). Tutug berarti menumbuk. Nasi pada menu ini memang dibuat dengan cara ditumbuk dan diaduk bersama oncom. Selain itu, bawang merah, bawang putih, kencur, cabai rawit, kemangi, garam, dan gula dibubuhkan sebagai penyedapnya.

Di mana membelinya?

Nasi TO Benhil, Jalan Dadaha, Kahuripan, Kecamatan Tawang

TO Kalektoran,Jalan Kalektoran (100 meter dari Masjid Agung Kota Tasikmalaya)

Kupat Tahu

Sesungguhnya menu ini bisa ditemukan di kota-kota lain, namun di Tasikmalaya komposisinya sangat khas. Bumbunya terdiri dari berbagai rempah, seperti daun bawang, kacang tanah, parutan kelapa, cabai, garam, gula aren, asam, dan santan. Kupat berasnya pulen. Kualitas tahunya juga tak sembarangan, biasanya didatangkan dari daerah Nagrog, Kecamatan Indihiang.

Ciri khas kupat tahu ini, tahunya kering dengan bumbu yang lembut di lidah. Pelanggan bisa memesan tahu tersebut digoreng setengah matang, matang, kering, atau kering sekali sampai kriuk. Bumbu kacangnya yang meresap, disajikan dengan kupat beras namun tanpa ada tauge dalam menu ini. Jangan lupa sampingannya, yakni bala-bala, bakwan, dan juga kerupuk.

Di mana membelinya?

Kupat Tahu Kabita, Jalan Tarumanagara Nomor 36, Kecamatan Tawang

Kupat Tahu Mangunreja, Jl. Raya Garut Km 2, Kampung Toblongan

Soto Ayam Pataruman

Soto Ayam Pataruman ini adalah soto ayam ala Tasikmalaya yang disajikan dengan campuran kuah santan yang mirip dengan soto Betawi dengan rasa gurih dan sedap. Bedanya dengan soto Betawi, santannya tipis saja.

Biasanya dalam seporsi soto ayam Pataruman adalah adanya suwiran daging ayam kampung bagian dada, paha, kulit, ati ampela, telor, ceker, bahkan juga kepala. Biasanya akan ada kedelai goreng, irisan daun bawang dan tak ketinggalan juga dengan bawang goreng dan jeruk nipis. Makin enak disantap hangat-hangat dengan pelengkap nasi.

Di mana membelinya?

Soto Ayam Pataruman, Jalan Pataruman Nomor 23, Yudanagara, Cihideung

Kolontong

Kolontong adalah camilan yang berbahan dasar beras ketan. Camilan ini dibuat seperti ketika membuat opak, tetapi proses dilanjutkan dengan pemanasan, biasanya memakai pasir panas. Cocok dijadikan buah tangan bagi keluarga di rumah.

Toko Oleh-oleh Nesa; Jalan Paseh Nomor 106, Tuguraja, Cihideung

agendaIndonesia

*****

Kerak Telor Betawi, Simbol Yang ‘Go Public’ Pada 1970

Kuliner khas Betawi, ada 5 yang diajajakan di Jakarta Fair 2022.

Kerak telor Betawi menjadi salah satu simbol masyarakat Betawi di Jakarta. Ia hampir setara dengan tanjidor dan ondel-ondel, wakil budaya masyarakat Betawi.

Kerak Telor Betawi

Banyak orang Jakarta barangkali baru ngeh kalau ada makanan bernama kerak telor ketika ada hajatan besar ulang tahun DKI Jakarta atau ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia. Di acara-acara raya seperti itu, biasanya para pedagang kerak telor bermunculan. Baik yang memang sehari-hari berdagang kerak telor, ataupun yang cuma musiman.

Sesungguhnya, kapan awal mula makanan yang sangat khas Jakarta ini? Soal waktu yang tepat, belum ada dokumen yang mencatatnya. Namun, kerak telor dipercaya telah ada sejak zaman kolonial Belanda di Indonesia.

Dari cerita yang beredar dari mulut ke mulut, ada dua versi ‘lahirnya’ kerak telor ini. Dikutip dari laman indonesia.go.id, di masa lampau kawasan Menteng merupakan salah satu daerah dengan ketersediaan kelapa yang cukup banyak. Atas dasar kondisi tersebut, masyarakat di sana kemudian mencoba memanfaatkannya sebagai bahan campuran untuk membuat makanan.

Hingga suatu ketika ketika sekelompok masyarakat Betawi di kawasan Menteng tersebut mencoba bereksperimen dengan mencampurkan beberapa bahan dengan kelapa untuk dijadikan sebagai makanan. Mereka mencampurkannya dengan beberapa bahan untuk diolah. Termasuk telur ayam. Setelah itu terciptalah kerak telor yang lezat nan gurih tersebut.

Cerita lain mengisahkan, kerak telor lahir dari atas tantangan warga Belanda di Jakarta yang menginginkan makanan yang sehat dari bangsa pribumi sebagai pembuka. Mengutip dari nativeindonesia.com, atas tantangan tersebut, para ahli masak asal Betawi yang biasa melayani warga Belanda saat itu menawarkan sebuah kreasi omelette, makanan pembuka saat sarapan warga asing. Kali ini para juru masak membuat omelette dengan perpaduan ketan putih yang diracik dengan rempah asli Indonesia.

Tak disangka warga Belanda yang memberi tantangan amat menyukainya. Sejak saat itu kerak telor mulai popular dijadikan sebagai sajian khas dari masyarakat pribumi di Batavia.

Di masa itu, mungkin karena menjadi makanan orang-orang Belanda, kerak telor terus menunjukkan pamornya yang gemilang. Rasanya hampir seluruh warga Belanda di Batavia begitu menyukainya. Bahkan saat itu kudapan tersebut kerap dijadikan makanan pembuka oleh warga Eropa di sana dan dikenal sebagai omelette versi lokal.

Sampai di situ, tak ditemukan penjelasan kapan makanan ini mulai dikenal masyarakat luas. Catatan hanya menyebutkan, pada awal tahun 1970-an, saat DKI Jakarta dipimpin Gubernur Ali Sadikin, dan ia membuat program promosi dalam rangka ulang tahun Jakarta berupa Jakarta Fair, kerak telor disebut mulai go public. Bang Ali memang dikenal gencar mempromosikan Jakarta dengan budaya yang genuine Betawi.

Masyarakat Betawi mulai memberanikan diri menjajakan kerak telor di pasaran. Dan ternyata banyak orang menyukai makanan ini. Bahkan, dulu kerak telor menjadi makanan favorit masyarakat kelas elit atau atas di Jakarta. Dan seiring dengan berkembangnya saat itu, kerak telor menjadi makanan yang disukai semua kalangan masyarakat.

Mengenai kerak telor, kini nampaknya kita tak bisa dengan mudah menemukan makanan khas Betawi ini. Namun jangan sedih dulu, kerak telor bisa ditemukan dengan mudah pada saat ada perayaan besar di Jakarta seperti event Jakarta Fair (Pekan Raya Jakarta). Di Jakarta juga telah ada beberapa warung yang menjajakan kerak telor.

Namun, waktu berjalan, saat ini untuk mendapatkan kerak telor, gampang-gampang susah. Seperti disebut di muka, sekarang ini kerak telor seringnya muncul hanya di perayaan-perayaan. Misalnya di bulan Juni-Juli saat merayakan ulang tahun Jakarta. Atau, kadang jika kampung-kampung di Jakarta ada yang menyelenggarakan pameran atau bazaar, maka penjual kerak telor bermunculan.

kerak telor Betawi awalnya dibuat atas permintaan masyarakat Belanda, sempat dianggap sebagai omellette rasa lokal.
Kerak telor Betawi dibuat oleh pedagangnya di acara-acara bazaar di Jakarta. Foto: ilustrasi

Kerak telor merupakan makanan yang terbuat dari beras ketan dan telur, lalu ebi sangrai, cabai merah, dan bawang goreng sebagai taburan yang kemudian disajikan bersama serundeng juga topping lainnya. Kerak telor umumnya dimasak menggunakan wajan dan dinikmati saat masih hangat agar rasa gurihnya semakin menggugah selera. Dulu pembuat kerak telor menggunakan telur bebek, namun belakangan banyak yang menggunakan telur ayam.

Resep kerak telor sesungguhnya beredar di mana-mana, termasuk di internet. Tapi, ternyata orang awam belum tentu bisa memasak kerak telor, seperti yang dilakukan pedagang kerak telor.

Persiapan untuk membuat kerak telor membutuhkan waktu lebih dari sehari. Terutama di tahap awal saat membuat beras ketannya lunak tanpa dimasak, yaitu dengan cara direndam semalaman. Jika tidak, beras ketan yang hanya dimasak sebentar saat kerak telor dibuat bakal terasa seperti nasi yang belum matang.

Sudah pernah mencoba kerak telor? Sekali-kali agendakan untuk mencicipi kuliner pusaka Nusantara ini.

agendaIndonesia

*****

8 Destinasi Wisata Yang Ramai Selama Pandemi

8 destinasi wisata disebut naik daun selama pandemi Covid-19 ini. Sejak pandemi COVID-19 dan kasusnya muncul di Indonesia sejak Maret 2020 lalu, masyarakat harus tetap berada di rumah. Seluruh kegiatan mereka pun terpaksa berhenti, termasuk pariwisata. Terutama ketika pemerintah menjalankan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang cukup ketat.

8 Destinasi Wisata

Situasi agak berubah ketika peraturan mulai dilonggarkan, dan terdapat sejumlah tempat yang dulunya kurang dilirik tanpa disadari menjadi bersinar. Selain, tentu saja satu-dua destinasi yang sudah unggul sejak dulu.

Pandemi menciptakan sebuah tren baru bagi masyarakat untuk berwisata, seperti wisata alam, staycation (diam saja di suatu tempat) dan roadtrip, yakni perjalanan via jalan darat –umumnya kendaraan pribadi, karena dianggap lebih aman. Beberapa destinasi wisata pun menjadi pilihan favorit selama masa pandemi untuk mereka yang butuh melepaskan penat atau rindu jalan-jalan.

Berikut adalah daftar destinasi wisata yang naik daun sepanjang 2020 versi kantor berita Antara.

Sentul Hill Trekking
Kegiatan mendaki di kawasan Sentul, Bogor, menjadi primadona bagi masyarakat yang rindu berpergian dan melakukan wisata alam. Melintasi jalan setapak yang naik turun, sawah, perbukitan, sungai, goa, dinding bebatuan dan berakhir berendam di curug dengan pemandangan air terjun sangat menggiurkan untuk pelancong.

Tak heran kegiatan trekking di Sentul begitu diminati selama pandemi. Di sini Anda bisa melakukan perjalanan sendiri atau menggunakan jasa pemandu wisata.

Jaraknya yang tak terlalu jauh dari Jakarta pun membuat wisata ini memiliki nilai plus. Belum lagi para selebritas yang kerap mengunggah kegiatan mereka saat melakukan trekking seperti Luna Maya, Dian Sastrowardoyo, Sigi Wimala, Vidi Aldiano, Sophia Latjuba, hingga Wulan Guritno. 

8 destinasi wisata salah satunya ke Puncak  di wilayah Bogor
Trekking di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat.



Curug dan goa di Sentul
Kawasan Sentul, Bogor ternyata memiliki tempat wisata alam yang masih sangat asri, beberapa di antaranya adalah Curug Leuwi Hejo, Curug Kencana, Curug Hordeng, Curug Ciburial dan Curug Kembar.

Untuk dapat mencapai tempat ini, tentu harus melakukan trekking terlebih dahulu. Trekking dengan perjalanan yang cukup berat ini pun akan terbayarkan saat melihat lanskap air terjun dan udaranya yang menyegarkan.

Ada juga Goa Agung Garunggung yang memiliki mulut goa menganga secara vertikal. Tempatnya memang tidak terlalu besar, namun pemandangannya membuat tempat ini menjadi salah satu primadona.

Gunung Pancar Bogor
Sebelum masa pandemi, Gunung Pancar, Sentul, Bogor sudah menjadi favorit masyarakat untuk berwisata singkat. Saat masa PSBB dilonggarkan, tempat yang menawarkan pemandangan hutan pinus ini pun menjadi pilihan utama untuk dikunjungi.

Selain trekking, pengunjung juga bisa menginap dengan mendirikan tenda yang sudah disediakan oleh pengelola. Liburan singkat dengan pemandangan alam pun bisa didapatkan untuk melepaskan penat selama PSBB.

Bagi yang memiliki anggaran lebih, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur juga menjadi primadona saat pandemi COVID-19. Belum lagi tiket murah yang ditawarkan oleh maskapai penerbangan saat jalur kembali dibuka, masyarakat dan juga selebritas berbondong-bondong mengunjungi kawasan tersebut.

Tempat-tempat yang paling menjadi incaran para turis adalah Bukit Cinta untuk menyaksikan sunset, jelajah Pulau Kelor, menyaksikan komodo di Taman Nasional Komodo, berburu foto di bukit Pulau Padar hingga menikmati indahnya Air Terjun Cuanca Wulang.

8 destinasi wisata selama pandemi 2020 adalah satunya wisatawan melakukan perjalanan dengan model roadtrip.
Roadtrip, perjalanan melalui jalur darat dengan kendaraan pribadi menjadi pilihan wisata saat pandemi. Foto:ilustrasi-unsplash



Bali
Sejak pandemi COVID-19, tren terbaru ke Bali tidak lagi menggunakan pesawat terbang, melainkan lewat perjalanan darat. Banyak wisatawan yang berasal dari pulau Jawa berkunjung ke Bali dengan menggunakan mobil pribadi, karena dianggap lebih aman dan tidak berdekatan dengan orang lain di pesawat.

Kelebihan roadtrip menuju Bali ini, wisatawan juga bisa mampir ke destinasi wisata lain seperti Surabaya dan juga Banyuwangi sebelum akhirnya menyeberang Pulau Bali.

Banyuwangi
Untuk yang tidak memiliki banyak waktu menyeberang ke Bali, Banyuwangi adalah pilihan favorit-nya selama pandemi COVID-19. Biasanya wisatawan akan menginap di Hotel Ketapang Indah yang menyajikan panorama Pulau Bali di kejauhan.

Ada beberapa wisatawan yang memilih untuk diam di hotel karena pemandangannya dirasa sudah cukup Indah, tapi ada juga sebagian yang memilih untuk mengeksplorasi wilayah Banyuwangi dengan mendatangi tempat-tempat seperti Kawah Ijen, Jawatan Benculuk, Taman Nasional Baluran, Bangsring Underwater hingga Puncak Sejati, Gunung Rawung. 

Bandung
Alasan utama Bandung menjadi tujuan utama selama pandemi adalah dekat dengan Jakarta. Buat yang ingin menginap atau sekadar perjalanan-pulang pergi untuk menikmati kulinernya serta mendapat suasana baru, Bandung masih menjadi primadona warga Jakarta.

Puncak
Sejak PSBB dilonggarkan, banyak orang yang berkunjung ke puncak untuk melepas penat. Liburan singkat dan mendapat udara segar setelah berbulan-bulan di dalam rumah, membuat puncak tempat idaman masyarakat bahkan bisa dicapai hanya dengan menggunakan motor

agendaIndonesia

Menikmati Eksotisme Banten Dalam 2 hari

menikmati eksotisme Banten salah satunya dengan mengunjungi kampung adat Baduy.

Menikmati eksotisme Banten selama akhir pekan bisa dilakukan dan memperoleh dua suasana yang berbeda. Selama dua hari dengan dua sisi pariwisata di Provinsi Banten.

Menikmati Eksotisme Banten

Potensi wisata Banten tak hanya kekayaan dan keindahan alamnya saja, terutama wisata baharinya. Keindahan pantai daerah ini membentang dari kawasan Anyer yang ada di bagian barat laut provinsi ini hingga di wilayah Bayah di Lebak yang letaknya ada di selatan. Atau menikmati Taman Nasional Ujung Kulon. Wisatawan yang berkunjung ke Banten tentu saja dapat menyelami eksotisme kehidupan di tengah masyarakat Baduy.

Apabila ingin mendapatkan dua hal sekaligus: keindahan alam dan keunikan kampung adat Baduy, wisatawan dapat memadukan kunjungan ke pantai Tanjung Lesung yang berada di barat daya Banten, di mana lokasinya cukup dekat dengan kampung masyarakat Baduy. Dengan cara seperti itu, liburan akhir pekan wisatawan bisa mendapatkan banyak hal sekaligus. Berikut paket liburan dua hari di akhir pekan.

Hari Pertama: Kampung Adat Baduy

Pilihan awal tentu saja mengunjungi Kampung Baduy. Untuk menuju ke wilayah ini, pengunjung dapat melalui Ciboleger yang merupakan gerbang masuk wisata. Tempat ini berjarak 45 kilometer dari Rangkasbitung, ibu kota Kabupaten Lebak. Ini menjadi pilihan awal sebab meski jaraknya lumayan pendek, namun harus ditempuh selama 2-3 jam. Jalan yang dilalui cukup baik, meski harus melewati tikungan-tikungan tajam. Tidak ada angkutan umum dari Rangkasbitung, sehingga wisatawan harus menyewa mobil atau membawa mobil pribadi.

Pengunjung harus trekking di perbukitan untuk mencapai kampung terdekat dalam perjalanan ke perkampungan Baduy Luar. Menuju perkampungan Baduy Dalam tentu butuh jalan lebih jauh lagi. Waktu yang direkomendasikan menuju ke sini adalah pagi hari hingga pukul 12.00 karena perjalanan menuju kampung Cibeo kurang lebih 5 jam. Tidak ada penerangan di sepanjang jalan menuju Baduy Dalam. Karena itu, sebaiknya wisatawan telah tiba sebelum matahari terbenam dan bermalam di rumah penduduk.

Bagi yang tidak ingin bermalam, dapat berjalan satu jam hingga Kampung Gajeboh. Jalannya berbatu dan menanjak. Trek berat, namun pengunjung akan dimanjakan pemandangan dan udara bersih sepanjang perjalanan. Yang menarik, saat kita berpapasan dengan warga Baduy Dalam yang lebih suka disebut Urang Kanekes ini, tidak terlihat lelah sedikit pun.

Dalam perjalanan menuju Kampung Gajeboh, wisatawan akan melewati Kampung Kaduketuk, Balingbing, dan Marengo. Terlihat sejumlah rumah menjajakan kerajinan khas Baduy, salah satunya kain tenun. Sedangkan untuk penggemar durian, dapat menjadwalkan kunjungan pada masa panennya. Masa panen durian biasanya akhir tahun hingga Februari.

Di Kampung Gajeboh, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, wisatawan bisa bermalam di rumah warga. Sayangnya, wisatawan asing dilarang masuk ke wilayah Baduy Dalam. Wajib diingat, pengunjung harus mematuhi sejumlah peraturan adat, seperti dilarang menggunakan sabun dan pencuci rambut karena mengandung zat kimia serta menyalakan alat elektronik, seperti ponsel dan kamera di wilayah Baduy Dalam. Pengunjung juga dilarang masuk wilayah Baduy Dalam saat masa Kawalu atau bulan puasa, menurut penganut kepercayaan Sunda Wiwitan ini.

Menikmati eksotisme Banten dalam dua hari salah satunya bisa dilakukan dengan mengunjungi pantai Tanjung Lesung.
Pantai Tanjung Lesung menjadi salah satu andalan wisata di Provinsi Banten. Foto:Ilustrasi-shutterstock

Hari Kedua: Tanjung Lesung

Pantai Tanjung Lesung terkenal sebagai wisata pantai berpasir putih dan resor mewah di  Pandeglang. Namun, sebenarnya, di kawasan ini bisa ditemukan beragam akomodasi mulai hotel berbintang hingga rumah yang disewakan. Dari Jakarta sekitar 160 kilometer melalui Jalan Tol Merak. Selain membawa kendaraan pribadi, wisatawan dapat menggunakan bis umum menuju Labuan dari Terminal Kalideres, Kampung Rambutan, dan Pulo Gadung, lalu mencari kendaraan yang bisa mengantar hingga Tanjung Lesung.

Jalan menuju Tanjung Lesung cukup mulus dan nyaman. Dari Rangkasbitung dibutuhkan waktu sekitar 4 jam. Bagi yang belum sempat sarapan, dapat mencicipi kue balok yang berbahan dasar singkong sambil menyruput wedang bandrek. Ini bisa diperoleh di Warung Ibu Haji Djamsinah di Jalan Labuan, Menes, Pandeglang.

Memasuki kawasan wisata Tanjung Lesung, pengunjung akan dikenakan tarif Rp 40 ribu per kepala dan mobil Rp 50 ribu. Bagi yang akan bermalam, disediakan sejumlah resor mewah, ada pula vila dengan fasilitas private swimming pool.

Memasuki kawasan ini tempat pertama yang dapat dituju tentu saja Beach Club dengan hamparan pasir putih dan dermaga kayu. Di pantai berpasir putih ini, juga terdapat fasilitas permainan olahraga air, seperti banana boat, slider boat, wake board, dan jet ski. Indahnya pemandangan bawah laut juga dapat dinikmati dengan snorkeling atau glass botom boat. Ada dua lokasi snorkeling yang ditawarkan, Jetty dan Lagoon.

Bukan hanya keindahan di Tanjung Lesung yang dapat dinikmati, pengunjung dapat menyewa kapal menuju pulau-pulau terdekat, seperti Panaitan dan Peucang di kawasan Taman Nasional Ujung Kulon, bahkan menikmati pemandangan di Anak Gunung Krakatau. Bagi yang ingin berkemah di dekat pantai,  disediakan camping ground,  juga tenda dan MCK yang nyaman.

Setelah bermain di Tanjung Lesung, saatnya pulang kembali ke Jakarta.

agendaIndonesia

*****

Kampung Daun Bandung, Ngariung Sejak 99

Kampung Daun Bandung terselip di antara perumahan, meskipun langsung berhadapan dengan alam.

Kampung Daun Bandung tengah berjalan menjadi legenda wisata kuliner di ibukota Jawa Barat ini. Spot wisata yang terletak di kawasan Lembang ini telah lama menjadi pilihan bagi para pelancong yang ingin menikmati makanan enak dengan suasana tradisional seperti di pedesaan.

Kampung Daun Bandung

Tempat ini awalnya memang merupakan daerah pedesaan asli, yang berada di antara desa Cigugur dan Cihideung. Kalau digambarkan, lokasi ini secara umum merupakan lembah dan hutan yang berada di sekitar area perbukitan setempat. Belakangan lokasi resto ini memang menjadi di dalam sebuah komplek pemukiman.

Pada 1999, lokasi ini kemudian diubah menjadi kafe tempat berkumpul sambil menikmati alam pedesaan. Oleh para pendirinya, Kampung Daun didesain dengan tema Culture Gallery and Café, dengan empat saung utama yang dibuat saat pertama berdiri.

Kampung Daun Bandung tadinya lebih fokus sebagai tempat nongkrong, kini semakin cocok untuk tempat kumpul keluarga.
Salah satu saung di Kampung Daun Bandung. Foto: dok. agendaIndonesia

Kesan yang akan timbul pertama kali adalah nuansa pedesaan yang tradisional, asri dan nyaman dengan pemandangan alam lembah dan hutan. Akan terlihat tebing-tebing berbatu dengan suara latar air terjun yang bergemericik di sekitarnya.

Tak hanya itu, saat cuaca cerah akan terlihat pemandangan gunung Tangkuban Perahu yang tak terlalu jauh dari lokasi tersebut. Dan pada saat malam hari dapat terlihat pula pemandangan kerlap-kerlip sinar kota Bandung.

Ditambah pula, pengunjung akan melihat lampu-lampu bergantungan di sepanjang jalan menuju saung-saung tempat makan. Dulunya di sepanjang jalan ini berjejer di samping kanan kiri lampu oncor atau obor, serta api unggun di area tengah tempat ini. Ini membuat tempat ini semakin indah dan menghangatkan suasana, serta tentunya semakin memberikan nuansa tradisional.

Saat masuk, pengunjung dapat menemukan booth penjual penganan tradisional seperti dodol, kembang gula, serta kue-kue tradisional lainnya. Terdapat pula wahana permainan tradisional seperti congklak.

Sekarang ini ada sekitar 50 saung-saung yang terdapat di tempat ini, yang dibuat dengan detail-detail ornamen bernuansa tradisional. Ukuran tiap saung pun berbeda-beda, sehingga dapat mengakomodasi pengunjung yang datang dalam jumlah kecil maupun besar.

Ini membuat Kampung Daun Bandung juga kerap menjadi tempat pilihan untuk acara-acara gathering seperti arisan, reuni, kumpul keluarga besar dan lain-lain. Maka biasanya kalau penunjung ingin mampir ke tempat ini, direkomendasikan untuk booking terlebih dulu agar kebagian tempat.

Menu makanan dan minumannya pun sekarang semakin beragam. Bila saat pertama kali buka dulu Kampung Daun Bandung hanyalah sebuah kafe tempat nongkrong dengan hidangan cemilan seperti serabi Bandung dan poffertjes, kini sudah ada banyak pilihan makanan yang tersedia.

Kampung Daun Bandung sering dipakai untuk arisan atau acara-acara korporat.
Ada pula gaya makan lesehan dengan menu tradisional Sunda di Kampung Daun Bandung. Foto: dok agendaIndonesia

Mayoritas menu-menu yang disediakan adalah masakan tradisional seperti ayam bakakak goreng dan bakar, nasi tutug oncom, nasi kukus, ikan gurame bakar dan goreng dengan sambal dabu, tumis keciwis bawang putih, tumis toge asin jambal, dan lain sebagainya.

Setiap bulannya mereka juga kerap menghadirkan menu-menu spesial khusus di bulan tersebut, semisal ikan gurame goreng dengan sambal kecombrang, sate ayam dan kambing dengan sambal dabu, hingga dessert seperti es krim cincau hijau.

Selain menu-menu tersebut, tersedia juga ragam pilihan masakan pasta dan pizza. Dan bagi yang hanya ingin makanan ringan, masih tersedia poffertjes, serabi Bandung, cireng, serta gorengan seperti tahu, bakwan dan tempe mendoan.

Menu minuman tradisionalnya yang menghangatkan tubuh pun juga tak kalah menarik. Ada wedang uwuh, wedang bunga telang, wedang jahe serai, bandrek, bajigur, bir pletok, kopi tubruk, kopi bakar dan lainnya.

Namun yang menjadi catatan, harga makanan di tempat ini tak bisa dikatakan terlalu murah. Harga makanan memang mulai dari Rp 15 ribu bagi beberapa pilihan makanan cemilan, tetapi bagi beberapa pilihan main course bisa berkisar dari Rp 40 ribu hingga Rp 150 ribu.

Sambil berkumpul dan menyantap hidangan, biasanya akan ada lantunan musik tradisional khas Sunda. Pada saat malam hari, terkadang juga diadakan pertunjukan live music yang menambah ramai suasana.

Kampung Daun Bandung menyediakan pernak-pernik untuk anak-anak hingga remaja.
Galeri pernak-pernik di Kampung Daun Bandung. Foto: Dok. agendaIndonesia

Dan sesuai dengan konsepnya sebagai Culture Gallery and Café, Kampung Daun Bandung juga menyediakan galeri yang memamerkan dan menjual berbagai jenis souvenir. Bagi pengunjung yang ingin mencari oleh-oleh bisa mendatangi dan melihat-lihat galeri tersebut.

Saat ini, Kampung Daun kini juga menyediakan layanan bagi mereka yang ingin menyelenggarakan sesi foto prewedding maupun perhelatan private wedding. Untuk acara private wedding,tempat ini menyediakan kuota maksimal 150 orang undangan.

Satu hal yang layak untuk dipertimbangkan, direkomendasikan untuk datang ke tempat ini pada sore atau malam hari. Karena selain nuansa pedesaannya, salah satu daya tarik utama tempat ini adalah suasananya di malam hari, dihiasi obor dan api unggun yang terasa indah dan syahdu.

Selain itu, mengingat lokasinya berada di kawasan perbukitan, suhu di tempat ini biasanya cukup dingin, terlebih pada saat malam hari. Sehingga pengunjung disarankan untuk menggunakan pakaian yang hangat agar tak kedinginan.

Kampung Daun Bandung buka setiap hari dari jam 11.00 hingga jam 23.00 pada hari biasa dan jam 00.00 kala weekend. Untuk info lebih lanjut dapat menghubungi (022) 2787915, atau via email cafekampungdaun@gmail.com serta mengunjungi situs resmi kampungdaun.id dan akun resmi Instagram @kampungdaun.

Kampung Daun

Jl. Sersan Bajuri no. 88, Perumahan Villa Triniti, Bandung

agendaIndonesia/Audha Alief P.

*****