Banjarmasin Didorong Kembangkan Wisata 1000 Sungai

Banjarmasin didorong kembangkan wisata 1000 sungai

Banjarmasin didorong kembangkan wisata 1000 sungai karena dinilai memiliki potensi itu. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mendorong pengembangan potensi wisata sungai yang ada di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Banjarmasin Didorong Kembangkan Wisata 1000 Sungai

Hal ini disampaikan Sandiaga saat berolahraga pagi di tepian Sungai Martapura, Kamis 2 September 2021. Sandiaga mengatakan, Banjarmasin yang dijuluki “Kota Seribu Sungai” memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan wisata sungai dengan konsep waterfront seperti di Istanbul, Turki dan Bangkok, Thailand.”Banjarmasin ini adalah Kota Seribu Sungai. Jadi sungai ini harus kita gunakan sebagai beranda kita,” kata Sandiaga.

Banjarmasin didorong kembangkan wisata 1000 sungai sebagai kekuatan pariwisata.
Pedagang Sayuran dan buah di Pasar Apung Banjarmasin. Foto: Dok. Kemenparekraf

Dalam upaya pengembangan potensi wisata sungai di Banjarmasin, lanjut Sandiaga, pihaknya memberikan dukungan terhadap program Martapura Bungas. Program yang diinisiasi oleh Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Selatan ini merupakan program revitalisasi dan meningkatkan kualitas air sungai dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2021.

“Ini kita dukung, karena tidak terlalu banyak kota di Indonesia yang mempromosikan sungai sebagai daya tarik utamanya. Jadi untuk wisata sungai ini yang akan kita kedepankan,” katanya.

Sandiaga menuturkan, dari segi atraksi, Banjarmasin memiliki pasar terapung yang menarik untuk dikunjungi oleh para wisatawan. Sehingga, ia pun akan mendorong pola perjalanan menggunakan perahu di sepanjang Sungai Martapura dan Sungai Barito yang melintasi Banjarmasin.

“Saya nanti mendorong travel pattern di Banjarmasin menggunakan perahu-perahu. Agar memberikan kenangan dan pengalaman yang membekas bagi wisatawan karena itulah pariwisata masa depan,” ujar Sandiaga.

Sandiaga juga mengimbau agar masyarakat Banjarmasin tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat dan disiplin serta melakukan vaksinasi di sentra-sentra vaksinasi yang sudah ada. “Kebangkitan pariwisata dan ekonomi kreatif ini harus sejalan dengan pemulihan kesehatan karena yang utama adalah kita tekan penularan COVID-19 dan peningkatan vaksinasi,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini Sandiaga didampingi oleh Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina; Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ariffin Noor; Ketua DPRD Kalimantan Selatan, Sufian HK; Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan, Syariffudin; serta Kepala Dinas Lingkungan Provinsi Kalimantan Selatan, Hanifah Dwi Nirwana. Selain berolahraga, Menparekraf Sandiaga juga menyempatkan diri bercengkrama dengan para pedagang di Pasar Terapung Konoko dan mengunjungi Pusat Riset Bekantan menggunakan perahu cepat.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, optimis kain sasirangan khas masyarakat Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mampu membangkitkan perekonomian di Kalimantan Selatan.

Sasirangan merupakan kain adat Indonesia yang berasal dari Suku Banjar, Kalimantan Selatan. Nama sasirangan diambil dari kata menyirang. Hal ini merujuk pada cara membuat kain sasirangan yang melalui proses menjelujur menggunakan perintangan dan pewarnaan.

Banjarmasin didorong kembangkan wisata 1000 sungai dan dipadu dengan produk-produk kreatif seperti kain sasirangan.
Kain Sasirangan khas Banjarmasin. Foto: Dok. Kemenparekraf

Menparekraf Sandiaga saat kunjungan ke Permodalan Nasional Madani (PNM) cabang Mekaar, Banjarmasin, Kamis 2 September 2021, meninjau sentra inkubasi produk ekonomi kreatif di wilayah itu. Ia menyampaikan bahwa kain sasirangan memiliki potensi yang besar membangkitkan perekonomian Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

“Kalau kita lihat buat sasirangan ini susah buatnya. Jadi kalau lihat sasirangan ini kita harus jadi rombongan yang enggak boleh boleh nawar-nawar dan langsung beli,” ujar Sandiaga.

Menurut cerita adat, kain nusantara ini berasal dari abad ke-12. Kain sasirangan dipercaya memiliki kekuatan magis untuk pengobatan dan perlindungan roh-roh jahat. Hal inilah yang memengaruhi pewarnaan kain sasirangan.

Seperti jika akan digunakan untuk mengobati penyakit kuning, maka warna kain juga dibuat kuning. Dan meski punya warna-warna cantik nan mencolok, semua bahan pewarna kain sasirangan diambil dari alam, seperti kunyit, jahe, biji buah gandaria, dan kulit rambutan.

Sandiaga mengatakan, produk sasirangan memiliki keunikan yang berdaya saing tinggi. Ia mengapresiasi ibu-ibu Mekar yang juga merupakan perajin kain sasirangan.

“Kita harus fokus, saya yakin produk ekonomi kreatif di Kalimantan ini adalah sasirangan. Kita lihat Kalimantan Selatan ingat sasirangan, ingat Banjarmasin Selatan ingat sasirangan. Seperti ibu-ibu di Mekar ini yang dalam waktu 5 tahun mendapatkan 10 juta akses permodalan,” ujar Sandiaga.

Sandiaga menjelaskan, hadirnya Permodalan Nasional Madani dengan layanan permodalan dapat membantu pelaku ekonomi kreatif dalam mengembangkan usahanya. Sehingga turut membangkitkan perekonomian nasional.

“PNM sudah hadir dengan permodalan, saya yakin ini akan menggerakkan ekonomi dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya. Total di Mekar ini sudah 10 juta dalam 5 tahun, ini merupakan suatu prestasi yang luar biasa. Dan di 17 Agustus lalu tembus 10 juta. Jadi kita semua mendukung. Setuju ya ibu-ibu, mudah-mudahan ini tambah sukses ke depan,” ujar Sandiaga.

agendaIndonesia

*****

Trisakti Tourism Award 2021 Diikuti 242 Desa

Trisakti Tourism Award 2021 digelar dan diikuti 242 Desa.

Trisakti Tourism Award 2021 yang mengusung tema Desa Wisata diikuti 242 Desa Wisata Maju dan Desa Wisata Mandiri diumumkan 26 Agustus 2021 lalu. Penghargaan ini dilaksanakan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong pemerintah daerah mampu memajukan pengembangan desa wisata.

Trisakti Tourism Award 2021

Ketua DPP PDIP Wiryanti Sukmadani mengatakan pihaknya ingin mengapresisiasi pemerintah dalam pembangunan kepariwisataan. Mereka juga ingin mendorong pemerintah daerah mengoptimalkandana desa pada desa yang memiliki potensi alam, budaya, dan ekonomi kreatif untuk dijadikan tujuan wisata.

Yanti menjelaskan, penghargaan tahun ini ditetapkan pada empat kategori, yakni desa wisata berbasis alam, desa wisata berbasis budaya, desa wisata berbasis kreatif, dan desa wisata berbasis kuliner. Selain itu, ada dua penghargaan baru, yakni Special Recognition Desa Wisata dan Special Recognition Kepedulian Terhadap Sektor Pariwisata.

Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, memborong sejumlah penghargaan bergengsi dalam Trisakti Tourism Award 2021 yang acara puncaknya digelar di Jakarta. Dalam acara yang di gelar Kamis malam tersebut, Banyuwangi meraih empat piala dari enam kategori penghargaan yang diberikan.

Penghargaan pertama yang diterima Banyuwangi adalah “Special Recognition” sebagai daerah berkomitmen tinggi untuk mengembangkan pariwisata. Dalam kategori ini, Cagar Biosfer Blambangan mendapat penilaian penting para dewan juri.

“Penghargaan ini menjadi kado bagi teman-teman pegiat pariwisata di Banyuwangi. Khususnya bagi pengelola desa wisata. Semoga ini bisa menjadi penyemangat untuk bisa bangkit di tengah pandemi,” ungkap Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dalam rilis yang dikirim ke media massa itu.

Selain penghargaan Special Recognition, Banyuwangi juga meraih juara pertama untuk kategori Desa Wisata Alam. Desa Tamansari, Kecamatan Licin, menjadi andalan bumi Blambangan. Indahnya Kawah Ijen dan perkampungan di lereng pegunungan menjadi suguhan utamanya.

Banyuwangi juga meraih juara II untuk dua kategori sekaligus. Yakni, Desa Wisata Budaya yang diraih Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, dengan berbagai kekayaan budaya Suku Osing; dan Desa Wisata Kreatif untuk Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo dengan Bangsring Underwater-nya.

Ketua Dewan Juri Prof. Sapta Niswandar menyebutkan, penghargaan ini melalui proses penjurian yang ketat dengan jajaran dewan juri yang terdiri atas para praktisi dan akademisi lintas bidang.

“Ada tiga hal yang menjadi unsur penilaian. Mulai aksesibilitas, sumber daya manusianya hingga bagaimana budaya digerakkan,” ungkap Ketua Tourism Forum yang juga Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2011-2014 itu.

Para peserta juga harus mengikuti seleksi dari ratusan nominator dari seluruh Indonesia. “Tidak kurang dari 242 peserta yang mendaftar dalam Trisakti Tourism Award tahun ini. Meningkat 400 persen lebih dari penyelenggaraan sebelumnya,” kata Ketua Panitia Trisakti Tourism Award, Wiryanti Sukamdani.

Trisakti Tourism Award ini sebagai bagian dari upaya membumikan ajaran Trisakti Bung Karno dalam berbagai bidang. “Implementasi Trisakti ini sama halnya dengan Pancasila. Bagaimana kita bisa berdaulat di dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan,” ungkap Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri.

Lebih lanjut Megawati juga mengungkapkan pentingnya peranan desa dalam mentransformasikan nilai-nilai Trisakti tersebut. “Desa harus menjadi sejahtera. Untuk bisa mewujudkan kesejahteraan itu, semuanya harus bergotong royong. Pemimpin harus mengetahui permasalahan di desa. Turun langsung. Tanya kenapa ada masalah di desa. Lalu, selesaikan,” terang Presiden Indonesia keempat itu.

Megawati mencontohkan langkah yang dilakukan oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. Menurutnya, langkah Ipuk dalam program bupati berkantor di desa adalah bagian dari upaya mengembangkan desa.

“Begitu jadi (dilantik), langsung mencurahkan perhatiannya pada desa. Penanganan masalah langsung ke desa. Dia berkantor di situ. Ini bisa ditiru,” pungkasnya.

Trisakti Tourism Award 2021 digelar dan dikuti 242 desa.
Salah satu spot wisata di Desa Mangunan, Dlingo, Bantul, Togyakarta. Foto: Dok. unsplash

Sementara itu, empat desa wisata di Kabupaten bantul, Daerah istimewa Yogyakarta, juga berhasil meraih penghargaan dalam Trisakti Tourism Award 2021.

Wakil Bupati Bantul, Joko Budi Purnomo menyampaikan, empat desa wisata itu adalah Desa Wisata Kaki Langit Mangunan, Dlingo; Desa Wisata Jagalan, Banguntapan; Desa Wisata Wukirsari, Imogiri; dan sentra batik kayu di Krebet, Kasihan. Sejatinya ada lima desa wisata yang mengikuti lomba tersebut.

“Ada satu desa wisata yang tidak menang yaitu sentra jamu Kiringan di Kapanewon Jetis,” ujar Joko di Yogyakarta.

Ada empat kategori yang dilombakan dalam Trisakti Tourism Award tersebut.  Yaitu kategori wisata alam, desa kreatif, wisata kuliner, dan wisata budaya.

agendaIndonesia

****

Kereta Bandara Internasional Yogyakarta Beroperasi 27 Agustus

Kereta Bandara Internasional Yogyakarta beroperasi 27 Agustus 2021

Kereta Bandara Internasional Yogyakarta mulai beroperasi 27 Agustus 2021. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Pandjaitan, bersama Gubernur DI Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, meresmikan kereta bandara dari Stasiun Tugu Yogyakarta ke Yogyakarta International Airport atau YIA di Kabupaten Kulon Progo, Jumat 27 Agustus 2021.

Kereta Bandara Internasional Yogyakarta

“Dengan adanya kereta api bandara ini, jarak tempuh dari Yogyakarta ke Bandara YIA yang sebelumnya sekitar 1,5 jam bisa dipangkas menjadi 40 menit saja,” kata Luhut didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo di Stasiun Tugu Yogyakarta.

Menteri Luhut Pandjaitan mengatakan, kereta api bandara ini termasuk salah satu proyek strategis nasional dengan nilai anggarannya sekitar Rp 1,1 triliun. Proyek ini mulai dikerjakan sejak 2015. “Operasional kereta bandara ini melengkapi sarana pendukung Bandara YIA selain moda transportasi darat lain, seperti taksi dan Bus Damri yang sebelumnya sudah beroperasi,” kata Luhut.

Menurut Luhut, pembenahan sektor perkeretaapian membutuhkan investasi tinggi. Meski begitu, transportasi berbasis rel ini penting karena mampu memangkas waktu perjalanan secara signifikan. Dengan begitu, wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta bisa puas karena hemat waktu. “Bagaimanapun Yogyakarta adalah kota pelajar, destinasi wisata, sehingga kereta bandara ini disiapkan untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisata ke daerah ini,” kata dia.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, meski pandemi Covid-19 belum berlalu, pengerjaan kereta bandara tak berhenti supaya selesai tepat waktu. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Gubernur DI Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, yang membantu menyelesaikan urusan pembebasan tanah dan lainnya, sehingga pengerjaan kereta bandara ini tepat waktu,” kata dia.

Secara terpisah, PT Kereta Api Indonesia (Persero) memberikan dukungan penuh terhadap pengoperasian Kereta Api Bandara Yogyakarta International Airport (YIA). Hal tersebut diwujudkan melalui berbagai persiapan terkait layanan KA bandara yang menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional ini.

Kereta Bandara Internasional Yogyakarta beroperasi 27 Agustus 2021.
Salah satu sudut Stasiun Kereta Bandara Internasional Yogyakarta. Foto: Dok. PT KAI

VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan bahwa sebelumnya pada Mei 2019 KA Bandara YIA beroperasi melalui Stasiun Wojo, nantinya layanan KA Bandara YIA dapat langsung masuk ke dalam Bandara YIA melalui Stasiun Bandara YIA untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat yang akan bepergian dari dan menuju Bandara YIA.

Dalam tahap persiapan ini, KAI sebagai operator memberikan dukungan dengan mempersiapkan area pelayanan pelanggan KA, baik yang berada di Stasiun Bandara YIA maupun di Stasiun Yogyakarta.

Di Stasiun Bandara YIA, telah dibangun ruang tunggu dan pelayanan penumpang yang representatif. Tersedia fasilitas pelayanan loket, Informasi Pelanggan (Customer Service), ruang tunggu yang nyaman, fasilitas ruang kesehatan serta laktasi, dan pos keamanan.

Untuk menuju ke area peron stasiun, nantinya hanya pelanggan KA Bandara yang sudah memiliki tiket yang dapat masuk melalui e-gate yang tersedia ketika KA yang akan dinaiki sudah tersedia.

“Ruang pelayanan penumpang KA di Stasiun Bandara YIA ini memiliki pernik-pernik khas Yogyakarta dan tersedia pelayanan yang representatif, tujuannya untuk memberikan kenyamanan kepada para pelanggan KA Bandara. Sedangkan untuk di Stasiun Yogyakarta, KAI juga sudah menyiapkan ruang tunggu khusus pelanggan KA Bandara,” ungkap Joni.

KAI juga telah mempersiapkan SDM perusahaan yang nantinya akan bertugas untuk melayani pera pelanggan kereta api dan menjalankan operasional KA Bandara yang saat ini masih dalam tahap proses persiapan oleh berbagai pihak.

Joni menjelaskan, terkait detail pengoperasian perjalanan KA Bandara rute Stasiun Yogyakarta – Stasiun Bandara YIA , KAI masih menunggu arahan resmi dari pemerintah.

“Kami klarifikasi bahwa info terkait detail pengoperasian KA Bandara rute Stasiun Yogyakarta-Stasiun Bandara YIA pp sampai dengan saat ini masih belum ditetapkan. Saat ini kami menunggu arahan dan keputusan resmi dari pemerintah. Secara intensif KAI terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait rencana pengoperasian KA tersebut,” tegas Joni.

Nantinya, kehadiran KA Bandara YIA ini diharapkan mampu membantu pemulihan perekonomian masyarakat dan mendukung konektivitas ke berbagai destinasi wisata yang ada di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Hadirnya KA Bandara ini juga melengkapi layanan Kereta Api terintegrasi dengan layanan pesawat di bandara.

“KAI siap mendukung penuh berbagai program pemerintah dalam hal meningkatkan konektivitas masyarakat dalam hal bertransportasi. Hadirnya integrasi antarmoda antara Kereta Api dan Pesawat Terbang ini akan memberikan kemudahan kepada pelanggan melalui moda transportasi yang nyaman dan tepat waktu,” ujar Joni.

agendaIndonesia

*****

Desa Sungai Batang Masuk 50 Besar ADWI 2021

Desa Sungai Batang masuk 50 Besar ADWI 2021.

Desa Sungai Batang masuk 50 Besar ADWI 2021. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno optimistis Desa Wisata Sungai Batang di Kabupaten Agam, Sumatra Barat, mampu menjadi daya ungkit kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di wilayah itu seiring ditetapkannya desa wisata tersebut masuk dalam 50 besar ADWI 2021.

Desa Sungai Batang Masuk 50 Besar ADWI 2021

Ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 merupakan ajang pemberian penghargaan kepada desa-desa wisata yang memiliki prestasi dengan kriteria-kriteria penilaian dari Kemenparekraf/Baparekraf. Event ini bertujuan menjadikan desa wisata Indonesia sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia dan berdaya saing tinggi. Dengan masuknya Wisata Sungai Batang di Kabupaten Agam ke dalam daftar 50 besar ADWI 2021 diharapkan akan memberikan dampak pada pengembangan ekonomi masyarakat yang berkeadilan.

Hal tersebut disampaikan Menparekraf Sandiaga Uno saat melakukan visitasi Desa Wisata Sungai Tanjung. “Ini adalah penghargaan bagi Kabupaten Agam dan juga Desa Wisata Sungai Batang karena tembus dari total 75 ribu desa lebih desa di Indonesia, menjadi 50 desa wisata terbaik. Sungai Batang menjadi bagian dari desa wisata Indonesia Bangkit,” kata Menparekraf Sandiaga Uno, Jumat 27 Agustus 2021.

Desa sungai Batang masuk 50 besar ADWI 2021 dan mulai menjalani masa visitasi.
Menteri Sandiaga Uno saat mengunjungi Museum Tempat Tinggal Buya Hamka di Agam, Sumatera Barat. Foto: Dok. Kemenparekraf

Desa wisata Sungai Batang adalah desa wisata yang terletak di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Terletak di sekitar Danau Maninjau, desa ini memiliki konsep wisata alam dan budaya. Sebagai tempat kelahiran dari tokoh agama, Buya Hamka, Desa Wisata Sungai Batang terasa kental dengan wisata sejarah dan religi.

Situs makam Syekh Muhammad Amrullah, ulama besar sekaligus kakek dari Buya Hamka, menjadi tempat wisata religi yang ditawarkan. Selain itu museum Buya Hamka juga menjadi daya tarik wisata yang sering dikunjungi oleh turis asing.

Desa Sungai Batang juga memiliki potensi alam dengan panorama Danau Maninjau yang begitu memanjakan mata. Berada di dekat persawahan, dengan air yang tenang dan di sana wisatawan juga dapat melihat burung bangau beterbangan. Selain tempat wisata, terdapat homestay dengan desain bangunan khas Minang.

Tidak ketinggalan dari segi kuliner, Desa Sungai Batang berlimpah dengan hasil komoditas ikan kecil berwarna putih kekuningan, yang biasa disebut Rinuak. Ikan ini merupakan hewan endemik Danau Maninjau, ikan ini bisa diolah menjadi berbagai macam makanan dan menjadi salah satu suvenir kuliner khas dari desa Sungai Batang.

“Kami ingin memberikan apresiasi kepada semua yang ada di sini yang sudah menjadikan tempat ini tempat yang berkah dan mudah-mudahan pascapandemi menjadi tujuan wisata tujuan nusantara maupun mancanegara,” kata Sandiaga Uno yang menyempatkan diri singgah di Museum Buya Hamka.

“Saya titip pesan agar protokol kesehatan yang ketat dan disiplin benar-benar diterapkan sehingga kita bisa berharap pada pariwisata dan ekonomi kreatif, juga UMKM di sini segera bangkit,” kata Sandiaga.

Sungai Desa Batang masuk 50 besar ADWI 2021 dan diharapkan bisa mendorong pariwisata di Agam.
Menteri Pariwisata Sandiaga Uno mencoba membatik saat mengunjungi Agam di Sumatera Barat. Foto: Dok. Kemenparekraf

Revitalisasi Danau Maninjau

Dalam kesempatan itu, Menparekraf Sandiaga Uno mengatakan pihaknya bersama pihak terkait juga akan melakukan revitalisasi Danau Maninjau agar bisa menjadi destinasi pariwisata berkelanjutan dan berkualitas. Kawasan Danau Maninjau dinilai sangat penting karena sudah masuk dalam kawasan strategis pariwisata nasional sehingga dapat menunjang potensi pariwisata wilayah sekitar.

Salah satu persoalan yang sedang dihadapi Danau Maninjau adalah sedimentasi yang tinggi akibat banyaknya Keramba Jaring Apung (KJA) yang belum tertata sesuai dengan daya dukung dan daya tampung danau.

“Kami dapat tugas dari Kemenkomarves untuk menata Danau Maninjau seperti kita menata Danau Toba. Berangkat dari pengalaman itu, kita tentunya harus mengutamakan kearifan lokal, kita ajak tokoh-tokoh daerah, tokoh agama, Ketua DPRD, bupati dan wakil bupati, tokoh ulama besar, juga UMKM,” kata Sandiaga.

Ia mengatakan pihaknya akan melakukan pendekatan yang sesuai dengan kearifan lokal, dengan menghadirkan program yang berpihak berkeadilan kepada masyarakat.

“Ini yang akan kami lakukan dengan melakukan diskusi dan melibatkan masyarakat dengan memperhatikan kearifan lokal. Mudah-mudahan bisa segera menemukan solusi,” kata Sandiaga.

Wakil Bupati Agam, Irwan Fikri, menyambut baik kehadiran Menparekraf dan rencana yang akan dilakukan ke depan dalam upaya pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Sumatra Barat, dan Kabupaten Agam pada khususnya.

“Kami berbahagia dengan kunjungan menteri bersama seluruh rombongan, ini jadi penyemangat bagi kami dan mudah-mudahan pariwisata kita akan bangkit ke depan,” kata Irwan Fikri.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kadispar Sumatra Barat, Novrial; Kadisparpora Agam, Syatria; serta Direktur Tata Kelola Destinasi Kemenparekraf/Baparekraf, Indra Ni Tua.

agendaIndonesia

*****

50 Besar ADWI 2021, Desa Wisata Apar Pariaman

50 Besar ADWI 2021, mulai memasuki visitisasi. Dimuali dari Desa Apar Pariaman

50 Besar ADWI 2021 (Ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021) memasuki tahapan desa wisata terbaik. Di tahapan ini, dewan juri melakukan visitasi dan penilaian langsung kepada 50 besar desa wisata yang didasarkan pada tujuh kategori lomba serta klasifikasi desa wisata.

50 Besar ADWI 2021

Desa Wisata Apar di Kota Pariaman, Sumatera Barat, menjadi desa wisata pertama yang divitasi dan dinilai. Visitasi dilakukan langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno bersama dewan juri, Jumat 27 Agustus 2021.

Menparekraf Sandiaga Uno, menjelaskan bahwa ADWI merupakan salah satu upaya yang dilakukan Kemenparekraf dalam mewujudkan desa wisata sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia, berdaya saing, dan berkelanjutan. Desa wisata merupakan simbol kebangkitan ekonomi nasional dan desa wisata merupakan tren terbaru pariwisata pascapandemi yang berbasis nature and culture. Yaitu fokus pada alam terbuka dan budaya.

“Kita bisa lihat Desa Wisata Apar Kota Pariaman, betapa besarnya potensi pariwisata dan ekonomi kreatif. Mulai dari pantainya yang indah dan bersih, track mangrove, konservasi penyu, juga yang tidak kalah menarik adalah STIB (Sekolah Tinggi Ilmu Baruak),” kata Menparekraf Sandiaga Uno.

50 besar ADWI 2021, Menteri Pariwisata melakukan visitasi dan melakukan penanaman pohon.
Menteri Pariwisata Sandiaga uno sedang menanam pohon. Foto: Dok. Kemenparekraf

Desa Wisata Apar memang memiliki berbagai potensi pariwisata dan ekonomi kreatif yang bisa menjadi keunggulan untuk dapat menarik wisatawan sehingga memberikan manfaat ekonomi dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat.

Seperti STIB, yakni di mana masyarakat setempat melatih beruk untuk dapat memetik buah kelapa dan memilihkan yang terbaik dan kemudian diberikan kepada wisatawan. Selain itu, wisatawan juga dapat menikmati rindangnya hutan mangrove yang dilengkapi dengan tracking mangrove, gazebo insta spot, menelusuri hutan mangrove dengan perahu kano, menara pandang, hingga hewan-hewan yang ada di dalam kawasan wisata Apar.

Desa Wisata Apar juga memiliki hamparan pantai yang biru nan bersih, memiliki sunset yang indah dan konservasi penyu. Kuliner yang menjadi ciri khas Desa Wisata Apar adalah mengolah buah mangrove menjadi minuman dan makanan. Untuk kriya atau kerajinan tangan ekonomi kreatif dengan kearifan lokal ada pada menyulam dengan benang emas dan kerajinan batang pisang.

“Jadi kita bisa lihat di desa wisata Apar hari ini, bahwa ini adalah satu program yang sangat menyentuh masyarakat. Desa wisata ini programnya tidak mengawang, tapi konkret serta tepat manfaat, tepat sasaran, dan tepat waktu. Memberikan sentuhan kepada masyarakat yang membutuhkan. Jadi kita sekarang fokus ke desa wisata yang jadi program unggulan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif,” kata Sandiaga.

Desa Wisata Apar diharapkan dapat menjadi daya ungkit bagi ekonomi desa dan sebagai wahana promosi untuk menunjukkan potensi desa-desa wisata di Indonesia kepada wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara. Serta mendorong daerah untuk dapat menciptakan desa wisata-desa wisata baru di wilayahnya yang dapat membangkitkan ekonomi desa.

“Ini adalah simbol kebangkitan kita, dan saya yakin kita akan mampu menghasilkan desa wisata yang memiliki potensi untuk menjadi keunggulan kita ke depan,” kata Sandiaga.

50 Besar ADWI 2021 mulai memasuki masa visitasi, dimulai dari Sumatera Barat.
Menteri Sandiaga menyerahkan piagam penghargaan kepada Wakil Gubernur Sumatera Barat Audy Joinaldy. Foto: Dok. Kemenparekraf

Wakil Gubernur Sumatra Barat, Audy Joinaldy, mengatakan, Sumatra Barat menjadi provinsi yang terbanyak mendaftarkan desa wisatanya di ajang ADWI 2021. Tercatat ada 231 desa wisata yang mendaftar di ajang ADWI 2021.

“Melalui seleksi ini kita berharap Desa Wisata Apar menjadi desa wisata nomor satu di Indonesia. Dan kehadiran Pak Menteri akan membantu mengekspos pariwisata Sumatra Barat secara nasional,” kata Audy Joinaldy.

Sementara Wali Kota Pariaman, Genius Umar, mengatakan, pariwisata menjadi salah satu penunjang yang turut mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Pariaman tumbuh positif sebesar 3 persen di semester I tahun 2021. Hal itu menunjukkan masyarakat Pariaman siap dalam menunjang kebangkitan ekonomi melalui pariwisata.

“Kami harapkan desa wisata ini Apar ini menjadi percontohan. Tidak hanya di Sumatra Barat tapi juga di Indonesia karena di Pariaman ini masyarakatnya memiliki mental juara, juga aktif menjaga lingkungan,” kata Genius Umar.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Pariaman, Madison Mahyuddin;  Kadispar Sumatra Barat, Novrial; Kadisparbud Kota Pariaman, Dwi Marhen Yono; Ketua Dewan Juri ADWI 2021 Azril Azahari; serta Direktur Tata Kelola Destinasi Kemenparekraf/Baparekraf, Indra Ni Tua.

agendaIndonesia

*****

Trail of Civilization 1 Upaya Kembangkan Borobudur

Kupat Tahu Pojok Magelang bisa menjadi alternatif wisata kuliner jika dola ke Candi Borobudur.

Trail of Civilization Candi Borobudur diluncurkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif akhir pekan lalu. Program yang menghadirkan “Trail of Civillization” ini adalah sebagai salah satu upaya untuk mengembangkan travel pattern (pola perjalanan) di kawasan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, yang merupakan salah satu destinasi super prioritas.

Trail of Civilization

“Borobudur Trail of Civilization” merupakan uji coba pelaksanaan pola-pola perjalanan di sekitar kawasan Candi Borobudur yang disusun berdasarkan relief yang terdapat di dinding candi. Di mana pada relief-relief ini menggambarkan peradaban kehidupan masyarakat sejak zaman kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di tanah Jawa maupun Sumatera.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno dalam acara peluncuran “Borobudur Trail of Civilization” di Omah Mbudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Senin 21 Juni 2021 malam, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan uji coba dari pengembangan pola perjalanan di sekitar kawasan Borobudur. Tujuan pelaksanaan program ini nantinya , wisatawan dapat memperoleh pengalaman yang sangat berkesan dalam kunjungannya ke kawasan Candi Borobudur.

trail of civilization diluncurkan Kemenparekraf untuk mengembangkan wisata di Borobudur yang mengadopsi pola-pola perjalanan dari kehidupan di masa lampau.
Relief di Candi Borobudur yang menggambarkan kehidupan di masa lampau. Foto: Dok. Kemenparekraf

“Dalam kunjungan ke Borobudur yang merupakan destinasi super prioritas ini kita harus menghadirkan suatu pengalaman unik,” kata Sandiaga. Harapannya, tentu saja nantinya pengunjung tidak hanya menikmati kemegahan candi terbesar di dunia ini. Namun juga belajar pada kehidupan masa lampau.

Sandiaga menuturkan, uji coba ini merupakan bagian dari langkah mempersiapkan Borobudur sebagai salah satu dari lima destinasi super prioritas dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin.

“Harapannya wisata yang localized, customized, and smaller in size ini bisa kita hadirkan melalui Borobudur Trail of Civilization,” katanya.

Sebagai langkah awal uji coba, acara ini dilaksanakan pada 21-23 Juni dan diisi dengan sejumlah kegiatan dengan peserta berskala kecil. Kegiatan-kegiatan itu  seperti olahraga yoga, bertani, dan membuat kerajinan tangan gerabah.

“Kegiatan ini diharapkan akan memperkaya kunjungan wisatawan, meningkatkan kualitas kunjungan, memperlama durasi tinggal dan juga meningkatkan kualitas belanja wisatawan. Sehingga kita bisa bangkit, menebar semangat dan pelaku-pelaku ekonomi kreatif bisa menggeliat lagi serta membuka lapangan kerja,” ungkap Sandiaga.

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenparekraf/Baparekraf, Rizki Handayani, menjelaskan, dalam kegiatan ini ada lima pola perjalanan yang diujicobakan. Yaitu Ancient Kingdom Trail, Joglosemar Historic Trail, Buddhist Pilgrimage, Edu Trail, dan The Classical Indonesia Batik Route.

Selain itu, uji coba ini juga bertujuan untuk meningkatkan angka kunjungan wisatawan di masa yang akan datang dan menyiapkan atraksi wisata di sekitar kawasan Borobudur. “Jalur wisata tematik heritage ini disusun berdasarkan relief yang ada di Candi Borobudur,” kata Rizki.

Trail of civilization diperkenalkan Kemenparekraf dengan mengembangkan sejumlah pola perjalanan dari masa lampau.
Pembuatan gerabah di sekitar Candi Borobudur. Foto: Dok. Kemenparekraf

Pelaksanan program ini di hari pertama adalah para peserta uji coba diajak merasakan sensasi bercocok tanam di area persawahan yang ada di dekat Balai Ekonomi Desa (Balkondes) Karangrejo. “Jadi peserta diajak merasakan bagaimana kehidupan perekonomian orang-orang zaman dahulu yang berbasis agraria dan besok kita akan merasakan sensasi membuat kerajinan tangan,” jelas Rizki.

Acara ini diikuti oleh sejumlah pejabat eselon I dan II dari Kemenparekraf/Baparekraf serta kementerian dan lembaga lainnya. Di antaranya Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf/Baparekraf, R. Kurleni Ukar; Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf, Vinsensius Jemadu; Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf, Nia Niscaya; serta Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Sekretaris Utama Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ni Wayan Giri Adnyani.

Kemudian ada Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Odo Manuhutu; Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah, Sinoeng Noegroho Rachmadi; Direktur Wisata Alam, Budaya, dan Buatan Kemenparekraf/Baparekraf, Alexander Reyaan; Direktur Pengembangan Destinasi Regional 1 Kemenparekraf/Baparekraf, Harwan Ekon Cahyo; serta Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Kemenparekraf/Baparekraf, Dyah Septiana Isnayarti.

Selain itu, kegiatan olah raga, bertani dan membuat gerabah, para peserta juga menyaksikan penampilan seni tari dan mencoba memainkan alat musik gamelan. Di kawasan Borobudur sendiri selama ini memang dikembangkan desa wisata yang memiliki kegiatan-kegiatan bersama masyarakat setempat. Di antaranya belajar menari dan memainkan gamelan.

agendaIndonesia

*****

244 Desa Wisata Bisa Jadi Lokomotif Ekonomi

Kampanye sadar wisata dikampanyekan juga agar masyarakat desa mendapat manfaat secara ekonomi.

244 Desa wisata bisa  jadi lokomotif perkembangan ekonomi di Indonesia, khususnya saat berusaha bangkit dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengikuti webinar Desa Wisata – Desa Kreatif Sumatera Selatan, secara daring, di Jakarta, Minggu, 20 Juni 2021 malam.

244 Desa Wisata

Dalam webinar tersebut, Menparekraf menuturkan pengembangan desa wisata di Indonesia ini menggunakan tiga platform utama Kemenparekraf yaitu inovasi, adaptasi, dan kolaborasi. Inovasi diantaranya dengan pendekatan 360 derajat dan big data. Adaptasi melalui penerapan protokol CHSE. Dan kolaborasi dengan seluruh stakeholder. Sehingga, desa wisata nantinya dapat menjadi destinasi yang berkelas dunia, berdaya saing, dan berkelanjutan, serta menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya.

“Harapan saya, desa-desa wisata ini mampu menjadi lokomotif dalam meningkatkan perekonomian dan menyejahterakan masyarakat sekitar. Karena, tidak hanya kita berfikir mengenai profit atau keuntungan saja, tetapi juga ekonomi, lingkungan, sosial, dan budaya,” katanya.

Turut hadir Wakil Menteri Desa PDTT Budi Arie Setiadi, Direktur Tata Kelola Kemenparekraf/Baparekraf Indra Ni Tua, Direktur Kuliner, Kriya, Desain, dan Fesyen Kemenparekraf/Baparekraf Yuke Sri Rahayu, Ketua Asosiasi Desa Kreatif Indonesia Fikri El Aziz, Kepala Desa Burai Ogan Ilir Erik Asrillah, dan seluruh jajaran pemerintah di Sumatera Selatan.

Menparekraf menjelaskan untuk mendukung pencapaian RPJMN 2020 – 2024 dalam rangka pembangunan 244 desa wisata, Kemenparekraf/Baparekraf memberikan pelatihan dan peningkatan sumber daya manusia. Selain itu juga peningkatan kompetensi dari aspek wirausaha melalui Gerakan Bangga Buatan Indonesia, serta Bantuan Insentif Pemerintah (BIP) 2021 yang dianggarkan kurang lebih Rp60 miliar.

244 desa wisata bisa menjadi lokomotif perkembangan perekonomian pasca-pandemi covis-19.
Kondisi desa-desa wisata bisa menjadi daya tarik wisatawan dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Foto: Dok. Kemenparekraf

Kemudian, ia juga mendorong pemerintah Sumatera Selatan untuk dapat berpartisipasi secara aktif dalam ajang Anugerah Desa Wisata (ADWI) 2021. Karena ajang bergengsi tersebut dapat membangun motivasi bagi para pengelola desa.

“Mohon sekiranya desa wisata di Sumatera Selatan bisa mendaftarkan diri dalam Anugerah Desa Wisata. Sampai saat ini yang mendaftar sudah di atas 300 lebih. Kita harapkan jumlahnya akan terus meningkat dan dapat menjangkau lebih banyak desa wisata lainnya,” ujar Sandiaga.

“Konsep pengembangan desa wisata yang kami dorong secara holistik yakni berbasis budaya, berbasis alam, berbasis buatan. Kuncinya 3A atraksi, aksesibilitas, dan amenitas, serta branding, advertising, dan selling. Jadi saya suka mengajak beberapa influencer nasional maupun lokal, sehingga desa desa wisata tersebut juga bisa menciptakan konten-konten kreatif,” lanjutnya.

Untuk ajang ADWI 2021 memiliki tujuh kategori penilaian, yang terdiri dari kategori CHSE, konten kreatif, homestay, toilet, desa digital, suvenir, dan daya tarik wisata. Bagi desa wisata yang ingin mendaftar bisa langsung akses melalui www.jadesta.com/adwi2021 dengan waktu pendaftaran hingga 26 Juni 2021.

Dalam kesempatan itu, Direktur Kuliner, Kriya, Desain, dan Fesyen Kemenparekraf/Baparekraf Yuke Sri Rahayu, menambahkan saat ini Kemenparekraf/Baparekraf tengah mengembangkan dua ragam desa, yaitu desa wisata dan desa kreatif. Tujuannya sama untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat melalui pariwisata dan ekonomi kreatif di wilayah desa.  

Kemenparekraf saat ini juga sedang menyusun panduan pengembangan desa kreatif dengan desa percontohan di dua desa di kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM). Kedua desa tersebut yakni Desa Mustika dan Desa Sumber Baru.                                                                         . 
“Untuk desa kreatif sendiri akan difokuskan pada dua hal, yang pertama adalah mendorong transformasi desa berbasis komoditas menjadi desa kreatif, melalui penciptaan nilai tambah produk komoditas tersebut, dengan sentuhan kreativitas. Kemudian yang kedua yaitu mendorong pengembangan desa kreatif unggulan, yang mampu menciptakan produk dan karya kreatif unggulan, berkualitas tinggi,” jelas Yuke.

Wakil Menteri Desa PDTT, Budi Arie Setiadi, mengungkapkan menurut data yang diperoleh Kemendes PDTT jumlah desa yang ada di Indonesia yaitu sebanyak 74.961 desa dan sampai saat ini masih ada sekitar 20 ribu lebih desa dengan status sangat tertinggal dan tertinggal.

“Hal ini merupakan tantangan kita dalam tiga tahun ke depan. Kita mengharapkan di tahun 2024 setidaknya setengah dari desa-desa yang sangat tertinggal dan tertinggal bisa naik kelas,” kata Budi Arie.

Sehari sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menutup rangkaian kunjungan kerjanya di Sulawesi Selatan (Sulsel) dengan mengunjungi Kabupaten Sinjai. Tepatnya ke Kampung Galung, Desa Barania, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai.

244 desa wisata dengan segala mcam produk kreatifnya bisa ikut mendorong tumbuhnya perekonomian.
Produk-produk karya pelaku perekonomian kreatif di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Foto: Dok. Kemanperakraf

Desa Barania merupakan satu dari 11 desa wisata yang tengah dikembangkan Pemerintah Kabupaten setempat yang diharapkan menjadi salah satu potensi pengembangan desa. Desa Barania sendiri dikenal dengan potensi pariwisata berupa panorama sumber daya alam yang memanjakan mata. Mulai dari hamparan sawah yang luas, udara segar, hingga air terjun.

“Di Barania, di Kampung Galung, saya melihat satu harapan, motivasi dan optimisme baru, dan kita mendorong wisata berbasis kelestarian lingkungan, wisata berbasis ekoturisme dan kita lihat hamparan sawahnya yang merupakan daya tarik yang luar biasa,” kata Menparekraf Sandiaga Uno.

Kampung Galung dikatakan Menparekraf memiliki potensi dan daya tarik alam yang indah. Selain itu, produk ekonomi kreatif seperti kuliner khas lokal, juga produk fesyen, serta kegiatan budaya juga menambah potensi Kampung Galung sebagai desa wisata.

Kemenparekraf dikatakannya berkomitmen untuk mendukung pengembangan Desa Wisata Barania untuk masuk ke level nasional. Begitu juga dengan desa-desa wisata lainnya di Kabupaten Sinjai.

Ia berharap kolaborasi Kemenparekraf dengan Pemkab Sinjai ke depan dapat terus membangkitkan harapan dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya dengan menghadirkan kebijakan yang tepat untuk masyarakat yang membutuhkan dan berpihak pada ekonomi yang berkeadilan.

agendaIndonesia

*****

Garuda Indonesia dan Bluebird Group Jalin 1 Kerjasama

Garuda Indonesia dan Bluebird Group secara resmi meluncurkan fitur baru pada aplikasi “Fly Garuda”. Maskapai penerbangan nasional dan perusahaan taksi itu menghadirkan kemudahan layanan transportasi terintegrasi khususnya bagi masyarakat yang memerlukan layanan transportasi dari dan menuju bandara. Melalui fitur baru tersebut, pelanggan Garuda Indonesia dapat melakukan pemesanan taksi Bluebird dan Silverbird pada aplikasi “Fly Garuda”.

Garuda Indonesia dan Bluebird Group

Saat ini, fitur baru pada aplikasi “Fly Garuda” tersebut telah dapat diakses para pengguna jasa yang berada di wilayah jangkauan operasional Bluebird Group dan akan diimplementasikan secara bertahap di kota-kota lainnya.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengungkapkan bahwa pengembangan layanan ini merupakan upaya Garuda Indonesia sebagai national flag carrier untuk terus bergerak adaptif dengan berinovasi memaksimalkan layanan penerbangan yang aman dan nyaman, baik melalui pengembangan transformasi digital berkelanjutan hingga kerja sama dengan para mitra strategis.

“Sejalan dengan peningkatan potensi pasar digital, Garuda Indonesia terus mengoptimalkan layanan digital melalui platform “Fly Garuda” untuk meningkatkan pengalaman terbang bagi pengguna jasa kami – khususnya di masa new normal saat ini. Sejak diperkenalkan kembali pada bulan Maret lalu, aplikasi Fly Garuda terus mengembangkan fitur-fitur yang dapat mendukung kemudahan perjalanan bagi para penumpang.”, tambah Irfan.

“Pengembangan fitur-fitur baru merupakan upaya kami untuk memberikan nilai tambah bagi penumpang, khususnya dalam menghadirkan kemudahan dalam merencanakan perjalanan ke berbagai destinasi Garuda Indonesia dan memberikan pilihan layanan transportasi secara terintegrasi, di mana para pengguna jasa Garuda Indonesia dapat leluasa mengatur sarana transportasi lanjutan setelah melaksanakan penerbangan maupun melanjutkan perjalanan menuju tempat tujuan, dengan menggunakan salah satu transportasi darat terbaik di Indonesia,” jelas Irfan.

“Dengan didukung oleh layanan penerbangan Garuda Indonesia yang menjembatani koneksi antarpulau di Indonesia dan ketersediaan layanan Bluebird yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia, serta dengan penerapan protokol kesehatan yang menyeluruh dan secara konsisten dijalankan oleh Garuda Indonesia dan Bluebird, kami optimistis bahwa kerja sama ini akan dapat memenuhi harapan dan kepercayaan masyarakat akan penyediaan transportasi terintegrasi di Tanah Air yang berkualitas, yang menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat pada era kenormalan baru ini,” papar Irfan.

Garuda Indonesia dan Bluebird Group menjalin kerjasama usaha dalam layanan intermoda transportasi.
Direksi Garuda Indonesia dan Direksi Bluebird seusai penandatanganan kerja sama. Foto: Dok. Bluebird

Untuk menikmati fitur baru tersebut, pengguna jasa dapat menggunakan layanan tersebut melalui aplikasi Fly Garuda pada kategori produk “taxi” dengan mengisi informasi pemesanan secara lengkap seperti data diri (nama, nomor telepon, dan jadwal penjemputan), lokasi penjemputan, dan alamat tujuan. Adapun estimasi harga akan secara otomatis muncul ketika informasi pemesanan telah diisi secara lengkap. Selain itu, layanan ini dapat dipesan paling lambat 15 menit sebelum jadwal penjemputan.

Sementara itu, Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Noni Purnomo menyambut baik kerja sama yang dilakukan bersama Garuda Indonesia. “Bluebird dan Garuda Indonesia memiliki visi dan misi yang sama dalam terus menjadi layanan transportasi terdepan serta kebanggaan dari masyarakat Indonesia. Kami yakin kolaborasi ini akan semakin memperkuat posisi Bluebird sebagai layanan transportasi yang mampu menawarkan solusi mobilitas secara menyeluruh melalui pilar transformasi 3M; multi-channel, multi-payment dan multi-product,” ujar Noni.

“Layanan prima dan kepercayaan masyarakat terhadap Bluebird Group menjadikan kerja sama ini akan menghadirkan keseluruhan pengalaman bepergian yang semakin prima. Selain kemudahan dalam melakukan pemesanan, integrasi kedua layanan juga akan memberikan peace of mind bagi para konsumen melalui transisi penggunaan moda transportasi yang seamless. Oleh karena itu, kami menghadirkan fitur Fixed Price sehingga masyarakat dapat melakukan pembayaran dengan harga pasti, di mana tarif perjalanan yang dibayarkan akan sama dengan nominal yang tertera pada aplikasi Fly Garuda,” terang Noni.

Noni juga menambahkan bahwa aksesibilitas layanan Bluebird Group di aplikasi Fly Garuda adalah langkah awal dari kerja sama dan nantinya para penumpang Bluebird juga akan dapat memesan tiket Garuda Indonesia melalui aplikasi MyBluebird. Ke depannya Garuda Indonesia dan Bluebird akan terus mengembangkan kerja samanya hingga lini bisnis lainnya khususnya kargo melalui anak usaha Garuda Indonesia – Aero Jasa Cargo – sebagai salah satu strategi menangkap opportunity bisnis logistik yang sedang tumbuh pesat di Indonesia saat ini. Selain itu, dari Garuda Indonesia dan Bluebird Group juga bekerja sama secara korporasi untuk pembelian tiket dengan benefit fleksibilitas serta diskon hingga 20% (untuk rute internasional) yang dapat dipergunakan bagi seluruh karyawan Bluebird Group.

agendaIndonesia

*****

Wisata Sumbawa dan Bima Berkembang Dengan 3 Syarat

Wisata Sumbawa dan Bima bisa berkembang dengan baik dengan memperhatikan tiga hal. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, menekankan tiga hal penting untuk mengembangkan potensi wisata di Sumbawa-Bima Raya yaitu peningkatan SDM, mendorong program unggulan tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu, serta pemulihan sektor ekonomi dan pariwisata melalui digitalisasi.

Wisata Sumbawa dan Bima

Dalam acara KolaborAksi dengan Bupati/Walikota Sumbawa-Bima Raya, Nusa Tenggara Barat di Pantai Lawata Kota Bima, Minggu 13 Juni 2021, Sandiaga Uno menjelaskan pihaknya mendorong beberapa program unggulan tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu seperti melakukan pendampingan beberapa event daerah dan program revitalisasi sarana dan prasarana dalam upaya membangkitkan dan memulihkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak pandemi COVID-19.

“Event daerah prinsipnya akan kita dampingi, agar bisa ditingkatkan, event bisa berkembang di tingkat regional, regional bisa nasional, dan seterusnya. Kegiatan event atau revitalisasi dilakukan maka bisa meningkatkan dampak ekonomi masyarakat. Maka setiap kepala daerah diharapkan dapat membuat narasi yang positif dan menunjukkan nilai-nilai optimisme bahwa sektor pariwisata akan bangkit kembali,” ujarnya.

Selain itu, peningkatan SDM di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif melalui peningkatan skill (upskilling dan reskilling) menjadi salah satu upaya untuk memberikan solusi dan mengarahkan sekaligus memberikan pendampingan dalam menguasai keterampilan yang dibutuhkan dimasa pandemi. Ketiga adalah memulihkan sektor ekonomi dan pariwisata sesuai dengan tren yang terbaru, fokus pada wisatawan nusantara.

“Saya mengajak youtuber Atta Halilintar bersama Aurel, mudah-mudahan memberi dampaknya yang luar biasa karena ada puluhan juta mata yang melihat melalui digitalisasi. Dengan keterbatasan yang kita miliki bagaimana desa wisata ini bisa menjadi unggulan karena keindahan alam, produk ekonomi kita akan kita dorong, pariwisata akan sedikit menurun namun potensi ekonomi kreatif harus kita kembangkan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Menparekraf Sandiaga didampingi Direktur Event Daerah Kemenparekraf/Baparekraf Reza Fahlevi, Direktur Tata Kelola Destinasi dan Pariwisata Berkelanjutan Kemenparekraf/Baparekraf Indra Ni Tua, Walikota Bima, Muhammad Lutfi, Bupati Bima, Indah Dhamayanti Putri, Bupati Dompu, Kader Jaelani, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Yusron Hadi, dan Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, Olahraga Kabupaten Sumbawa Barat, Gusti Bagus Sumbawanto.

Menparekraf Sandiaga Uno juga kerap mengungkapkan kekaguman dengan keindahan alam dan budaya yang ada di Bima. Setelah satu hari melakukan kunjungan kerja ke beberapa titik destinasi wisata di Bima Raya, ia mengaku memiliki kesan tersendiri.

“Luar biasa sekali, saya sempat berada di Desa Wisata Maria terpukau bukan hanya alamnya tapi juga budayanya. Terkait kebersihan harus dikelola dengan baik terlebih kalau ingin menjadi perpanjangan Destinasi Super Prioritas,” katanya.

Wisata Sumbawa dan Bima bisa dikembangkan dengan mempertimbangkan 3 hal.
Menteri Pariwisata Sandiaga Uno dan Youtuber Atta Halilintar. Foto: Dok. Kemenparekraf

Selanjutnya terkait produk ekonomi kreatif, Sandiaga berpendapat di Kampung Tenun di Kelurahan Ntobo ada tenun yang memiliki kualitas sangat unik dan bagus. Potensi tersebut dapat dikembangkan sebagai bagian dari ekonomi kreatif lokal yang akan mendukung sektor pariwisata agar lebih mudah berkembang.

“Di Lawata saat malam hari, saya menemukan suatu sensasi tersendiri, acara KolaborAksi yang biasa digelar di Balairung Soesilo Soedarman Jakarta, kini diselenggarakan di tempat terbuka dengan keindahan alam yang luar biasa di Bima ini menjadi daya tarik sendiri,” katanya.

Sebelumnya,Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menggelar Gerakan BISA (Bersih, Indah, Sehat, Aman) dan penerapan protokol kesehatan berbasis CHSE di Taman Renungan Bung Karno, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sebanyak 25 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Diantaranya pengelola Taman Renungan Bung Karno, pengelola Museum Tenun Ikat, pengelola Ende Kreatif Galeri, dan pengelola Pantai Ria.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas daya tarik wisata dan penerapan protokol kesehatan yang berbasis CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability). Sehingga dapat menghadirkan destinasi wisata yang aman dan berkualitas.

Dukungan yang diberikan berupa alat kebersihan, alat kesehatan, dan alat keamanan. Fasilitas kebersihan yang diberikan seperti wastafel, tempat sampah terpilah, dan papan sapta pesona.

Direktur Pengembangan Destinasi II, Kemenparekraf/Baparekraf Wawan Gunawan menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk KolaborAksi Kemenparekraf dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur.

“Saya berharap melalui kegiatan ini dapat meluaskan jejaring stakeholder pariwisata dan ekonomi kreatif, agar kolaborasi ini tidak hanya menjadi symbolic word, sehingga yang paling dinanti oleh para stakeholder adalah peran aktif dari pemerintah pusat maupun daerah,” ujarnya.

Taman Renungan Bung Karno menjadi saksi sejarah lahirnya Pancasila pada 1 Juni 1945. Karena di taman inilah pertama kali Bung Karno merenungkan gagasannya dan melahirkan Pancasila. Ini menjadi keunikan tersendiri dari daya tarik wisata di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur.

Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ende, Martinus Satban, mengatakan dalam menghadapi kenormalan baru banyak penyesuaian-penyesuaian terutama dalam penerapan protokol CHSE. Untuk itu, ia sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas dukungan Kemenparekraf untuk membangkitkan sektor pariwisata di Ende.

agendaIndonesia

*****

Adian Nalambok Diresmikan, 1 dari 34 Titik Danau Toba

Adian Nalambok diresmikan sebagai salah satu tujuan destinasi di Sumatera Utara. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno melakukan peresmian destinasi wisata Adian Nalambok di kawasan Balige, Kabupaten Toba.

Adian Nalambok Diresmikan

Dalam peresmian yang dilaksanakan pada Kamis 10 Juni 2021 ini, Sandiaga mengungkapkan, destinasi ini direnovasi hasil bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) pada Februari 2021. Dengan peresmian ini, Adian Nalombok diharapkan dapat menjadi salah satu titik dari travel pattern yang akan disusun untuk mengembangkan kawasan Danau Toba sebagai salah satu destinasi super prioritas. “Adian Nalambok ini merupakan salah satu dari 34 titik pemandangan yang nantinya akan menjadi travel pattern dalam berwisata di Danau Toba,” ungkap Sandiaga.

Adian Nalambok terletak di punggungan bukit di antara Parapat menuju Balige. Sehingga, Adian Nalambok menjadi salah satu spot terbaik untuk menikmati keindahan Danau Toba.

Sandiaga mengatakan, untuk membangun 33 titik pemandangan lainnya, ia akan merangkul para perantau-perantau yang berasal dari kawasan sekitar Danau Toba untuk ikut serta berkontribusi dalam pembangunan tersebut. “Dalam pembangunan ini kita perlu merangkul seluruh pihak, mungkin polanya dapat berupa kerja sama ataupun CSR (Corporate Social Responsibility),” katanya.

Selain itu, Sandiaga berharap dengan diresmikannya destinasi Adian Nalambok ini dapat membantu menggerakkan perekonomian para pelaku wisata dan ekonomi kreatif yang ada di kawasan tersebut.

Sandiaga juga berpesan agar pengelola dan pengunjung dari Adian Nalambok selalu menerapkan protokol kesehatan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental sustainability) dengan ketat dan disiplin. “Karena proyek ini digagas oleh Kemenparekraf, berarti lokasi ini juga harus menjadi salah satu percontohan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin,” kata Sandiaga.

Adian Nalambok diresmikan sebagai salah satu pusat destinasi untuk menikmati keindahan Danau Toba.
Menteri Pariwisata Sandiaga Uno menandatangani prasasti peresmian Adian Nalambok. Foto: Dok. Kemenparekraf

Turut hadir dalam acara ini Direktur Tata Kelola Destinasi dan Pariwisata Berkelanjutan Kemenparekraf/Baparekraf, Indra Ni Tua; Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Pariwisata Danau Toba (BPOPDT), Jimmy Bernando Panjaitan; Bupati Toba; Poltak Sitorus; dan Sekretaris Daerah Kabupaten Toba, Audy Murphy Sitorus.

Sandiaga juga menyempatkan diri membeli sejumlah produk-produk kuliner olahan dari pelaku UMKM yang berjualan di lokasi Adian Nalambok.

Sehari sebelumnya,Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mendorong pengembangan potensi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang ada di Desa Wisata Denai Lama, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara lewat ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021.

Adian Nalambok diresmikan untuk terus manarik wisatawan datang ke Danau Toba dan sekitarnya. Termasuk ke Desa Denai Lama.
Perajin produk kreatif di Desa Wisata Denai Lama, Sumatera Utara. Foto: Dok. Kemenparekraf,

Dalam kunjungannya ke Desa Denai Lama, Rabu (9/6/2021) Sandiaga mengatakan desa ini memiliki potensi dari segi keindahan alam dan kekayaan tradisi. “Yang paling menarik dari desa wisata Denai Lama ini adalah fokus di wisata edukasi, tadi kita melihat ada kafe baca dan kearifan-kearifan lokal lainnya,” kata Sandiaga.

Sandiaga menyebutkan Desa Denai Lama terkenal dengan literasi adat budayanya, seperti budaya Jawa, Melayu, dan Batak yang juga menghasilkan kerajinan yang beragam. Seperti kain tenun khas Desa Denai Lama, batik jumputan, kopi, dan kerajinan dari batok kelapa.

Selain itu, di desa ini juga terdapat lokasi agrowisata Paloh Naga. Di mana wisatawan dapat menikmati keindahan lahan persawahan dan pertanian.

Sehingga, ia mendorong agar desa wisata Denai Lama berpartisipasi dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 untuk mengembangkan potensi-potensi yang ada di desa tersebut serta menggerakkan perekonomian masyarakat. Hal ini terbukti dengan raihan pendapatan sekitar Rp120 juta-Rp140 juta perminggu dari sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Desa wisata seperti Denai Lama ini harus meningkatkan keterampilan masyarakat untuk menghadapi pariwisata era baru, pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan,” katanya.

Selain itu, Sandiaga juga mendorong agar pengelola desa wisata Denai Lama meningkatkan penerapan protokol kesehatan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability) yang ketat dan disiplin. “Saya mengingatkan untuk keluar dari pandemi kita harus patuh dengan protokol kesehatan dan itu menjadi salah satu kriteria penilaian kami dalam ajang ini,” ujar Sandiaga.

Dalam kunjungan ini Sandiaga hadir bersama Gubernur Sumatra Utara, Edy Rahmayadi; Bupati Deli Serdang, Ashari Tambunan; Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatra Utara, Avon Syafrullah; Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Deli Serdang, Khoirum Rizal.

agendaIndonesia

*****