Kebijakan Baru Pariwisata Yogya Selama 11-25 Januari

Kebijakan baru pariwisata Yogya menyusul adanya keputusan Pemerintah untuk membatasi pergerakan penduduk salama 11-25 Januari 2021

Kebijakan baru pariwisata Yogya diumumkan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta merespon adanya kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat secara serentak di sejumlah wilayah Jawa-Bali pada 11-25 Januari 2021. Sekretaris Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Kadarmanta Baskara Aji menuturkan, wilayah DIY bakal mengikuti instruksi dari pemerintah pusat itu dengan sejumlah modifikasi ketentuan.

Kebijakan Baru Pariwisata Yogya

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X juga telah menerbitkan instruksi bernomor 1/instr/2021 sebagai tindak lanjut PSBB Jawa Bali itu pada Kamis 7 Januari 2021 itu. Dari instruksi itu kebijakan penyekatan atau pembatasan pergerakan orang dari luar daerah keluar masuk DIY dinilai akan tercipta sendirinya. “Dengan adanya kebijakan (PSBB) ini otomatis pembatasan pergerakan masyarakat (keluar masuk DIY) juga akan berlaku,” ujar Aji di Yogyakarta, Kamis 7 Januari 2021.

Hanya saja, ujar Aji, untuk membatasi pergerakan masyarakat khususnya dari luar DIY itu, Pemerintah Daerah DIY tidak akan sampai menjaga perbatasan-perbatasan. “Tidak perlu kita cegat, tetapi mereka (dari luar DIY) sudah tidak punya tujuan karena otomatis pencegatan itu akan berlangsung pada saat mereka memasuki destinasi wisata, juga hotel-hotel,” kata dia.

Aji memastikan dengan kebijakan yang ada, persyaratan wisatawan masuk DIY juga wajib menyertakan rapid tes antigen. Aji mengatakan pembatasan mobilitas ini tidak hanya berlaku di DIY namun juga seluruh wilayah Jawa dan Bali. Sehingga untuk Yogya yang berbatasan dengan Jawa Tengah pergerakan aktivitas keluar masuknya juga diproyeksikan akan berkurang karena masing-masing wilayah akan menerapkan pembatasan itu.

Dalam instruksi Sultan HB X yang terbaru itu, salah satu poin penting meminta pemerintah lima kabupaten/kota di DIY membatasi sejumlah sektor kegiatan. Misalnya operasional pusat perbelanjaan/mall, fasilitas umum hanya sampai pukul 19.00 WIB.

Aji menuturkan untuk pasar tradisonal, destinasi wisata dan hotel di DIY pun akan mengikuti kebijakan pembatasan ini. Dengan kapasitas yang dibolehkan beragam hanya 25 sampai 50 persen saja. “Transportasi umum juga demikian, mulai kereta api, pesawat, bus, travel, juga tidak boleh diisi melebih separo dari kapasitas,” katanya.
Sedangkan untuk kawasan Malioboro juga destinasi khusus seperti Keraton Yogya dan Pur Pakualaman, Aji mengatakan juga berlaku sama. “Malioboro tidak dikecualikan dari pembatasan kunjungan, seperti halnya kawedanan Keraton dan Pura Paku Alaman akan melakukan pembatasan pengunjung dan jam operasional,” ujarnya.
Aji menuturkan, Pemerintah DIY memang tak akan memberlakukan jam malam di masa PSBB ini. Baik di tempat destinasi maupun pusat perbelanjaan serta restoran. Termasuk mereka yang akan melakukan perjalanan malam juga tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Hanya saja, ujar Aji, Pemda DIY tak akan melarang kampung-kampung di Yogya kembali membuat portal-portal seperti saat awal pandemi lalu. “Kami persilakan kalau di kampung dan desa akan memasang portal sebagai pembatasan dan pengawasan mobilitas, tapi tidak boleh menutup wilayah itu secara penuh,” ujarnya.

Kebijakan baru pariwisata Yogya diumumkan menyusul keputusan pemerintah pusat membatasi pergerakan penduduk akibat pandemi.
Kebijakan baru pariwisata Yogya di mana spot-spot wisata diatur untuk kunjungan wisatawan. Foto: unsplash

Menurut Aji, tak masalah jika warga ingin berpartisipasi dalam upaya mengawasi keluar masuk pendatang dalam melakukan skrining agar kasus tak makin meluas. “Justru partisipasi warga seperti itu yang kami inginkan,” ujarnya.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyerukan semua wilayah kabupaten/kota di DIY melakukan pengetatan secara terbatas kegiatan masyarakat atau PTKM sebagai tindak lanjut PSBB Jawa-Bali 11-25 Januari 2021 dari pemerintah pusat.

Sultan meminta lima pemerintah kabupaten/kota se-DIY melakukan pengetatan itu untuk menekan penularan kasus Covid-19 DIY yang per 7 Januari 2021 sudah nyaris tembus 14 ribu kasus. Sultan pun meminta pemerintah lima kabupaten/kota melakukan pengaturan pemberlakuan pembatasan kegiatan restoran (makan/minum) di tempat sebesar 25 persen.

“Untuk layanan makanan melalui pesan-antar/dibawa pulang tetap diizinkan sesuai dengan jam operasional restoran,” ujarnya. Selain itu, pembatasan jam operasional untuk pusat perbelanjaan/mall di DIY hanya diberlakukan sampai dengan pukul 19.00 WIB.

Secara terpisah  Menteri Pariwisata dan Ekonomi Krearif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mendukung pemberlakukan kebijakan Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali pada 11 hingga 25 Januari 2021 untuk menekan penyebaran COVID-19.

Dalam kunjungan kerjanya di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Jumat 8 Januari 2021, Menparekraf Sandiaga Uno mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan kementerian-kementerian terkait pemberlakuan PPKM. “Intinya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif mendukung secara totalitas agar kebijakan yang dilakukan mulai 11 sampai 25 Januari ini mampu memutus mata rantai penyebaran COVID-19,” kata Sandiaga.

Sandiaga menyebutkan pihaknya akan memberikan langkah-langkah nyata dari sektor pariwisata dan ekonomi kreatif untuk mendukung pelaksanaan kebijakan Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat itu. Di antaranya dengan penyiapan kamar-kamar hotel untuk dipergunakan sebagai tempat isolasi mandiri bagi pasien penderita COVID-19 di berbagai daerah di Pulau Jawa dan Bali.

agendaIndonesia

*****

Kunjungan Ke Labuan Bajo Turun 50 Persen

Tarif masuk pulau komodo diberlakujkan untuk menunjang upaya pelsetarian lingkungan.

Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), dalam satu bulan terakhir ini menurun drastis alias anjlok. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat Agustinus Rinus mengatakan, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara itu dihitung mulai dari Februari-Maret 2020.

Kunjungan ke Labuan Bajo Turun


Kondisi itu, kata Agustinus, jauh berbeda dengan kunjungan wisatawan mancanegara pada periode yang sama pada tahun 2019 lalu. “Kunjungan wisatawan mancanegara ke Labuan Bajo, turun hampir 50 persen,”ujar Agustinus di Labuan Bajo, seperti dikutip kantor berita Antara, Rabu 6 Januari 2020.

Agustinus menjelaskan, pada Februari-Maret 2109, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 6.308 orang. Namun, pada Februari-Maret 2020 kunjungan wisatawan asing turun sebesar 3.459 orang, atau lebih dari separuhnya. Hal yang sama, lanjut Agustinus, juga terjadi pada wisatawan lokal. Pada tahun 2019 lalu sebanyak 84 orang, turun menjadi 43 orang pada tahun 2020 ini.

Sementara itu, jumlah kunjungan wisatawan nusantara  justru mengalami kenaikan. Pada Februari-Maret 2019 lalu, kedatangan wisatawan nusantara ke Labuan Bajo sebanyak 2.316 orang. Kemudian naik menjadi 5.536 pada periode yang sama tahun 2020. “Wisatawan mancanegara dan wisatawan lokal menurun cukup signifikan. Sedangkan wisatawan nusantara naik sedikit,” ujar dia.


Dampak dari kunjungan wisatawan mancanegara yang menurun tersebut, kata dia, membuat sejumlah usaha pariwisata di Labuan Bajo menjadi sepi. Penyebab penurunan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara itu adalah akibat merebaknya virus corona. “Ada 4.412 orang yang bekerja di sektor pariwisata, sebagain besarnya dirumahkan karena dampak dari Covid-19 ini,” kata Agustinus. Agustinus berharap, pandemi corona ini bisa segera berakhir di dunia dan Indonesia, sehingga wisatawan bisa kembali berkunjung ke Labuan Bajo.

Kunjungan ke Labuan Bajo turun drastis akibat pandemi.
Kunjungan ke Labuan Bajo Turun drastis akibat pandemi. Pulau Padar di kawasan Labuan Bajo termasuk yang terkena dampak. Foto:sthutterstock


Secara terpisah, dilaporkan bahwa proses pembangunan sarana dan prasarana pariwisata di lembah Loh Buaya, Pulau Rinca, Labuan Bajo yang dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat saat ini sudah mencapai 35 persen.

“Penataan sarana prasarana wisata alam di lembah Loh Buaya, Pulau Rinca sampai 31 Oktober sudah mencapai 35 persen dari rencana yang akan selesai pada Juni 2021,” kata Kepala Balai Taman Nasional Komodo Lukita Awang Nistyantara.

Menurut Lukita, saat ini proses pembangunan tengah memasuki tahap pembongkaran bangunan eksisting dan pembuangan puing, pembersihan pile cap dan tiang pancang. Sebanyak lima sampai 10 ranger per hari ditugaskan untuk mengamankan satwa dan pekerja selama proses pembangunan.

Penataan di lokasi habitat komodo itu antara lain mencakup revitalisasi dermaga Loh Buaya, pengaman pantai, elevated deck, pusat informasi serta pondok ranger, pemandu dan peneliti. Semua fasilitas itu akan dibangun di lokasi lama. Lokasi itu berada pada ruang publik di zona pemanfaatan areal seluas 1,3 hektare.

Sebelumnya terkait pembangunan itu, Balai Taman Nasional Komodo memutuskan untuk menutup sementara pulau Rinca dari kunjungan wisatawan sampai Juni 2021. Penutupan dilakukan demi kelancaran proses pembangunan dan keamanan satwa. 

Balai Taman Nasional (TN) Komodo menyatakan penataan sarana prasarana wisata alam di resor Loh Buaya, Pulau Rinca, yang masuk dalam kawasan TN Komodo dilakukan untuk peningkatan kualitas pelayanan publik secara berkelanjutan. Kepala Balai TN Komodo Lukita Awang mengatakan peningkatan kualitas pelayanan publik itu dilakukan karena melihat tren peningkatan wisatawan selama lima tahun terakhir yang cenderung meningkat.

“Tentunya penataan yang lebih terkonsentrasi pada satu titik akan lebih menjamin proses pelaksanaan ekowisata yang aman untuk jangka panjang,” katanya.

Lukita mengatakan penataan itu juga sudah melalui proses yang cukup panjang, yang mana terkait dengan perizinan dan pertimbangan ilimiahnya. Ia juga mengatakan Balai TN Komodo bersama mitra terus memantau perkembangan penataan setiap harinya guna memastikan agar integritas ekosistem dan kelestarian satwa Komodo (Veranus Komodoensis) tidak terganggu. Protokol Covid-19 pun tetap diterapkan di lapangan.

Ia menjelaskan TN Komodo memiliki luas 173.300 hektare (ha). Dari luas itu 58.499 ha adalah daratan dan 114.801 ha adalah kawasan perairan yang dikelola dengan sistem zonasi dan pendekatan Resort-Based Management.

Resor atau Pos Jaga Loh Buaya adalah salah satu dari 13 resor penjagaan di Taman Nasional Komodo. Loh Buaya sendiri memiliki luas wilayah sebesar 15.059,4 ha, 129.47 ha merupakan zona pemanfaatan wisata daratan atau 0,22 persen dari total luas wilayah daratan Taman Nasional Komodo.

agendaIndonesia

*****

NTT Menjadi Tuan Rumah API 2020

Flobamora, sebuah rangkaian keindahan di Nusa Tenggara Timur

NTT menjadi tuan rumah Anugerah Pesona Indonesia (API) 2020. Program malam penganugerahan ini rencananya akan akan digelar di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat pada pekan ketiga Februari 2020 mendatang.

NTT Menjadi Tuan Rumah API 2020

Kepala Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Rocky Pekudjawang di Kupang, Rabu 6 Januari 2021, mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur menyambut baik kepercayaan sebagai tuan rumah malam API 2020. Menurutnya, karena ini menjadi kesempatan berharga untuk memperkenalkan berbagai produk pariwisata NTT.

“Tidak hanya delapan destinasi wisata NTT yang masuk nominasi API 2020 saja yang akan kita perkenalkan, tetapi segala keindahan keindahan alam dan budaya secara menyeluruh,” katanya.

Rocky mengatakan bahwa malam API 2020 akan dihadiri berbagai kalangan, di antaranya perwakilan dari seluruh destinasi wisata dan industri kreatif di Tanah Air yang masuk nominasi API 2020, para pegiat pariwisata, pelaku industri wisata, kementerian, serta para kepala daerah, dan sebagainya.

Untuk itu momentum ini, kata dia, menjadi kesempatan berharga bagi NTT untuk memperkenalkan berbagai kekayaan pariwisata NTT guna menarik lebih banyak minat kunjungan wisatawan maupun investasi di provinsi tersebut.

NTT sendiri memiliki delapan destinasi wisata yang masuk nominasi API 2020 di antaranya makanan tradisional Daging Se’i dan Sentra Tenun Ikat Ina Ndao di Kota Kupang. Selain itu island hopping Pulau Meko di Kabupaten Flores Timur, dataran tinggi Fulan Fehan di Kabupaten Belu, Kampung Adat Namata di Kabupaten Sabu Raijua, Pulau Semau di Kabupaten Kupang, Mulut Seribu di Kabupaten Rote Ndao, juga situs sejarah Liang Bua Ruteng di Kabupaten Manggarai.

Sejak awal pihaknya betul-betul mengawal proses terpilihnya delapan destinasi tersebut. “Kami juga berharap delapan destinasi pariwisata ini bisa menjadi juara di malam API 2020,” katanya. Pihaknya juga berharap agar para kepala daerah se-NTT terus membenahi potensi pariwisata di daerah masing-masing khususnya dari aspek 5A (Atraksi, Aktivitas, Aksesibilitas, Akomodasi, Amenitas).

Secara terpisah, Pemerintah Sumatera Barat menyambut gembira terpilihanya Desa Silungkang di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, masuk nominasi peraih penghargaan Destinasi Belanja Terpopuler Anugerah Pariwisata Indonesia (API) 2020.

“Desa ini memang sejak dulu telah identik dengan tenun songket. Tidak salah bila masuk nominasi Destinasi Belanja Terpopuler API 2020,” kata Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Novrial di Padang, Minggu 3 Januari 2021.

Ia mengatakan di destinasi belanja tersebut wisatawan bisa mendapatkan berbagai jenis dan motif kerajinan tenun yang amat menarik hati. Selain itu,  saat berbelanja, wisatawan juga bisa menyaksikan secara langsung teknik pembuatan songket dengan menggunakan peralatan tenun tradisional dari kayu. “Atau sekadar berswafoto dengan latar belakang alat tenun yang mulai langka,” katanya menjelaskan.

Menunjang pelestarian tenun dan songket itu, Pemerintah Kota Sawahlunto setiap tahun menggelar Sawahlunto International Songket Carnival (SiSCa). Namun pada 2020 salah satu event yang paling ditunggu di Sumatera Barat itu tidak bisa dihelat karena situasi pandemi. Pada 2015, event SiSCa memecahkan rekor Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI) unutuk kategori jumlah pemakai kain songket terbanyak mencapai 17.290 orang.

“Agar bisa menjadi Destinasi Belanja Terpopuler API 2020, perlu dukungan semua pihak untuk memberikan suara atau vote melalui beberapa cara yang disiapkan panitia,” katanya.

“Vote” bisa diberikan melalui beberapa cara di antaranya melalui SMS Premium dengan mengetik keyword dan mengirim ke 99386. Dengan cara subscribe dan like video pariwisata di youtube channel APIaward. Lalu bisa juga dengan mengikuti akun Instagram @apiaward dan menlike gambar nominasi. Kemudian bisa juga melalui web vote dengan membuka laman anugerahpesonaindonesia.com.

Novrial mengatakan kesempatan untuk “vote” dibuka hingga 31 Desember 2020. Ia berharap masyarakat Sumbar dan diaspora Minang di seluruh dunia bisa membantu agar minuman tradisional itu bisa menjadi jawara pada 2020.

NTT Menjadi Tuan Rumah API 2020, di mana salah satu nominasi destinasi wisata yang menjadi nominasi adalah Wakatobi.
Pantai di kawasan Wakatobi saat senja. (Rendra)

Semangat serupa juga diperlihatkan Pemerintah Kabupaten Wakatobi. Pariwisata Kabupaten Wakatobi sebagai salah satu dari 10 destinasi wisata andalan Indonesia optimistis meraih Nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API) kategori Branding Pariwisata Terpopuler tahun 2020.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Kabupaten Wakatobi, Nadar di Kendari, Rabu mengatakan, pesona terumbu karang Wakatobi sudah tersohor bukan hanya kalangan wisatawan domestik tetapi hingga mancanegara.

Sehingga, keputusan tim Kementerian Pariwisata memberi kesempatan bagi Wakatobi masuk nominasi API 2020 dinilai tepat. “Kemenparekraf melalui program jalan-jalan memberi ruang bagi daerah pemilik destinasi pariwisata untuk berpromosi sesuai kategori,” kata Nadar.

Wakatobi yang masuk Nominasi API tahun 2020 dengan branding ‘ Wakatobi World Marine Heritage.’, bersaing dengan beberapa branding pariwisata daerah lain di Indonesia. Pesaing Wakatobi adalah City of Music Kota Ambon Maluku, Explore Jambi, Kaltim Paradise of The East, Riau the Homeland of Melayu, Bali The Island of Gods, Sleman the Living Culture, Lampung the Treasure of Sumatera, Wonder Riau Islands dari Kepri dan Authentic Minangkabau kategori Brand Pariwisata dari Tanah Datar.

agendaIndonesia

*****

Menparekraf Dan Menhub Bertemu Bahas 5 DSP

Menparekraf dan Menhub bertemu untuk membahas koneksitas di lima destinasi super prioritas (DSP). Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno menyatakan pengembangan pariwisata membutuhkan dukungan semua pihak.

Menparekraf dan Menhub Bertemu

Menparekraf Sandiaga Uno mengatakan hal tersebut saat berkunjung ke Gedung Karsa Kementerian Perhubungan, di Jalan Medan Merdeka Barat Jakarta Pusat, Selasa 5 Januari 2021. Ia menjelaskan pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif membutuhkan dukungan dari sektor lain, termasuk dari sisi transportasi atau konektivitas.

Ia berkoordinasi dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi membahas dukungan pengembangan konektivitas di Tanah Air khususnya di 5 destinasi super prioritas (DSP). “Kami membicarakan arahan Presiden Jokowi terkait pengembangan di 5 DSP. Karena sektor parekraf dan perhubungan ini memiliki hubungan timbal balik. Tadi kita bicara secara jelas terkait Danau Toba, Borobudur, dan destinasi lainnya yang lebih luas lagi,” ujarnya.

Menparekraf juga menjelaskan saat ia meninjau langsung salah satu prasarana transportasi pelabuhan di Danau Toba yaitu Pelabuhan Ajibata yang sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan wisatawan yang ingin ke Pulau Samosir dari Kabupaten Toba Samosir.

Ia mengaku juga sudah melihat salah satu pelabuhan di Danau Toba, yaitu Ajibata. Dengan terbangunnya infrastruktur tersebut dapat memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada masyarakat. “Yang paling penting adalah bagaimana pengelolaan ke depannya berdampak kepada masyarakat dan ini yang terus kita koordinasikan,” ujarnya.

Menparekraf dan menhub bertemu nahas 5 dsp, salah satunya Danau Toba
Danau Toba salah satu dari Destinasi Super Prioritas (DSP). Foto: ilustrasi-unsplash

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pihaknya telah membangun 13 pelabuhan di seputar Danau Toba. Sehingga dengan terbangunnya infrastruktur pelabuhan tersebut diharapkan dapat bermanfaat untuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Apa yang kita bangun sesuai dengan pemanfaatannya dan jelas peruntukannya. Saya yakin kita bisa kolaborasikan antara apa yang kita bangun dan operasikan dapat dimanfaatkan untuk pariwisata,” ujarnya.

Sebagai regulator di bidang transportasi, Kemenhub bertugas menyiapkan prasarana dan sarana yang memadai agar mendukung mobilitas manusia, kelancaran arus barang, dan mewujudkan sistem transportasi yang efisien juga efektif. “Kedatangan Menparekraf Sandiaga ini sangat tepat karena kami membutuhkan link atau jejaring yang kuat dengan pak Menteri Pariwisata,” ujar Menteri Budi Karya Sumadi.

Budi Karya mengatakan, koordinasi dan link ini penting agar apa yang dibangun Kementrian Perhubungan itu memang sesuai dengan pemanfaatannya, outcome-nya jelas. Dan, “Ini demi mewujudkan konektivitas bagi wisatawan yang aman dan nyaman,” ungkap Budi Karya.

Jadi, kata Menteri Budi Karya, ia menyatakan terima kasih atas kedatangan Sandiaga Uno ke kantornya itu. “Saya yakin kami bisa mengkolaborasikan antara apa yang kami bangun dan apa yang dioperasikan oleh Kementerian Pariwisata,” tambahnya.

Sebelumnya, ada pemandangan menarik, rupanya saat berdinas bagi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno tidak berarti selalu mengendarai atau menumpang mobil Selasa 5 Januari 2021 lalu itu ia bahkan berjalan kaki sepanjang 500 meter untuk membicarakan Borobudur dan Dana Toba dengan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi.

Kantor kedua kementerian itu memang sama-sama di Kawasan Merdeka Barat dan hanya terpisah beberapa blok saja. Apalagi ada pedestrian lebar dan nyaman yang menghubungkan keduanya sehingga membuat Sandiaga Uno memutuskan berjalan kaki ke Kementerian Perhubungan.

Mengenakan baju putih dengan bordiran “Wonderful Indonesia” di dada kiri dan berskeaker, Sandi berjalan ditemani seorang ajudan. Ia  santai masuk ke halaman Kementerian Perhubungan lalu langsung rapat dengan Menteri Budi dan jajarannya.

Selain dengan Menteri Perhubungan, Sandi mengungkapkan, pihaknya bersama sejumlah kementerian telah menyusun travel bubble. Travel bubble diketahui merupakan kesepakatan sejumlah negara untuk memulai kembali perjalanan lintas negara di tengah pandemi virus Corona atau Covid-19.

Tahap awal, travel bubble dijelaskan Sandi akan diterapkan di Bali. Alasannya karena Bali yang paling terdampak. Tercatat perekonomian Bali minus 12 persen pada kuartal ketiga tahun 2020. Hal tersebut dipicu karena lebih dari 80 persen masyarakat Bali bergantung kepada pariwisata dan ekonomi kreatif.

Terbangunnya infrastruktur tersebut katanya banyak memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Namun ditegaskan Sandiaga, hal terpenting dari keseluruhan pembangunan tersebut adalah pengelolaan ke depannya, sehingga berdampak kepada kesejahteraan masyarakat. “Dan ini yang terus kita koordinasikan,” imbuh Sandiaga.

agendaIndonesia

*****

Jumlah Wisman Anjlok 86 Persen di November 2020

Jumlah wisman anjlok sebesar 86 persen lebih sepanjang November 2020 jika dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada bulan yang sama tahun sebelumnya.

Jumlah Wisman Anjlok

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia pada November 2020 mencapai 175,31 ribu orang. Angka ini merosot tajam atau turun sebesar 86,31 persen jika dibandingkan November 2019. Pada saat itu wisman yang datang berjumlah 1,28 juta orang.

“Kalau dibandingkan dengan tahun sebelumnya, atau year on year, di mana pada tahun 2019 dan 2018 ini masih normal belum ada wabah Covid-19, maka November 2020 terhadap 2019 ini terjadi minus 86,31 persen,” kata Deputi Bidang Statistik, Distribusi dan Jasa BPS, Setianto di Kantornya, Jakarta, Senin 4 Januari 2021.

Begitupun, kata Setianto, meski mengalami penurunan tajam secara year on year, jumlah wisatawan mancanegara jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya atau Oktober 2020, kunjungan pada November 2020 justru mengalami peningkatan. Dimana peningkatan terjadi sebesar 13,9 persen.

“Dibandingkan dengan bulan sebelunya mengalami peningkatan 13,90 persen. Di mana di Oktober lalu jumlah kunjungan wisman 153,9 ribu orang. Secara bulanan wisatwaan mancanegara menunjukkan tren positif, cenderung meningkat,” kata dia.

Adapun dari jumlah kunjungan wisatawan mancanegara tersebut masuk melalui pintu udara sebanyak 43,39 ribu kunjungan atau sebesar 25 persen, pintu masuk laut sebanyak 43,34 ribu kunjungan atau 25 persen, dan pintu masuk darat sebanyak 88,58 ribu kunjungan atau sekitar 50 persen.

Sementara itu, jika dilihat dari sisi kewarganegaraannya kunjungan wisatawan mancanegara di November 2020 terbanyak dari Timur Leste, yakni 72,9 ribu kunjungan atau 41,6 persen dari total. Posisi selanjutnya diikuti oleh wisatawan dari Malaysia sebesar 41,6 ribu wisatawan atau 23,7 persen, sedangkan wisatawan dari Tiongkok hanya sekitar 3,7 persen.

Sementara jika diakumulasikan pergerakan wisman sejak Januari ke Movember 2020 jumlah wisman yang datang ke Indonesia total jumlahnya hanya sebesar 3,88 juta. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, 2019, menurut Setianto, berarti jumlah tersebut masih menurun sebesar 73,60 persen. “Dibandingkan dengan Januari-November 2019 memang banyak mengalami penurunan, yaitu sebesar 73,6 persen,” imbuh dia.

Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara yang masuk melalui pintu darat dengan angka sebesar 88,6 ribu orang (50 persen). Dari angka tersebut, pintu masuk perbatasan di Entikong, Kalimantan Barat, menjadi pintu darat yang mengalami kenaikan terbesar. “Setelah Entikong disusul Aruk Kalimantan Barat, dan Atambua Nusa Tenggara Timur,” kata Setianto.

Seperti disebut di muka, wisatawan mancanegara yang masuk Indonesia melalui pintu masuk udara November 2020 tercatat sebesar 43,3 ribu orang, atau 25 persen dari keseluruhan. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia melalui pintu udara pada November 2020 itu mengalami penurunan sebesar 94,42 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisatawan asing pada November 2019.

jumlah wisman anjlok hingga 86 persen pada NOvember 2020 berdasar data BPS.
Jumlah Wisatawan mancanegara anjlok berdasar data BPS November 2020. Foto: Ilustrasi-unsplash

Sementara itu, jika dibandingkan dengan kunjungan pada Oktober 2020, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia melalui pintu masuk udara bulan November 2020 mengalami kenaikan pesat sebesar 240,13 persen. “Kenaikan terbesar lewat Bandar udara Juanda, Surabaya, kemudian Bandar Udara Soekarno Hatta. Angkanya secara month to month, November dibanding Oktober mengalami peningkatan,” katanya.

Jumlah wisatawan asing yang masuk ke Indonesia dari pintu masuk laut hampir sama dengan yang melalui pintu udara, yakni sebesar 43ribu orang (25 persen). Jumlah kunjungan wisatawan asing lewat laut mengalami penurunan sebesar 87,90 persen, yaitu dari 358,26 ribu kunjungan pada November 2019 menjadi hanya 43,34 ribu kunjungan pada November 2020.

BPS juga mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) untuk hotel klasifikasi bintang pada November 2020 mencapai rata-rata 40,14 persen atau turun 18,44 poin dibandingkan dengan TPK bulan yang sama pada 2019. Pada tahun tersebut jumlah TPK yang tercatat adalah sebesar 58,58 persen. Sebaliknya, jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, TPK bulan November 2020 mengalami kenaikan sebesar 2,66 persen.

Sementara itu, rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang selama November 2020 tercatat sebesar 1,59 hari, “Atau terjadi penurunan sebesar 0,19 poin jika dibandingkan dengan keadaan November 2019,” kata Setianto.

agendaIndonesia

*****

Sejumlah Program Wisata Bali Untuk Bangkit di 2021

Sejumlah program wisata Bali dirancang untuk membangkitkan perekonomian daerah ini di 2021

Sejumlah program wisata Bali dilaksanakan untuk membangkitkan daerah ini pada 2021. Pemerintah dan pelaku pariwisata serta ekonomi kreatif di Bali bersinergi dan merancang sejumlah program.

Sejumlah Program Wisata Bali

Pada akhir tahun lalu, misalnya, para seniman lukis dan kriya Pulau Dewata ini melakukan kreativitas pameran meskipun di tengah pandemi virus corona atau Covid-19. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno mendukung kiprah para seniman lukis dan kriya tersebut. “Berkesenian dan berbudaya tak boleh surut dengan keadaan ini. Harus semangat dan bangkitkan kembali sektor pariwisata Bali,” kata Sandiaga saat membuka pameran seni lukis dan kriya di Galeri Hotel Geriya Santrian Sanur, Bali, akhir Desember 2020.

Bali, kata dia, merupakan daerah tujuan wisata dunia, sehingga sendi-sendi budaya yang adiluhur wajib dilestarikan generasi muda. Kehidupan masyarakat Bali tak lepas dari seni dan budaya, sehingga ini menjadi salah satu daya tarik para wisatawan datang ke Pulau Dewata.

“Saya salut dan bangga kepada para seniman bisa melakukan pameran di tengah pandemi ini. Meski kondisi pandemi Covid-19 melanda sebagian besar negara di dunia, optimistis kebangkitan pariwisata Bali ke depan akan lebih baik. Karena Bali sebagai destinasi wisata yang sudah mendunia,” paparnya yang pada kesempatan itu didampingi Ketua PHRI Kota Denpasar, IB. Gede Sidharta Putra.

Menyinggung penerapan protokol kesehatan, Menparekraf Sandiaga Uno mengatakan bahwa penerapan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability) atau kebersihan, kesehatan, keamanan dan lingkungan berkelanjutan di Bali sudah sangat baik. Ia juga mengatakan daerah lain diharapkan dapat menjadikan Bali sebagai contoh dalam penerapan CHSE di sektor pariwisata.

Secara terpisah Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) sedang merancang daya tarik wisata baru di kawasan Ubud, Kabupaten Gianyar Bali, seperti Forbidden City atau Kota Terlarang di China. “Bappenas sedang menyusun master plan untuk membantu Bali,” kata Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dalam jumpa pers secara virtual dipantau di Jakarta.

Sejumlah program wisata Bali dirancang untukmembangkitkan kembali perekonomian daerah ini di tahun 2021
Sejumlah program wisata Bali dirancang untuk membangkitkan perekonomian daerah ini. Foto:ilustrasi-unsplash

Menurut Kepala Bappenas itu, rencana induk saat ini sedang dikerjakan dengan menggandeng Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gianyar dan tokoh adat di Ubud yang dikenal sebagai kampung turis mancanegara itu. Ia menargetkan rencana induk Forbidden City di Ubud itu akan selesai pada semester pertama tahun 2021.

Namun, Kepala Bappenas Monoarfa,masih merahasiakan lokasi persis rencana daya tarik wisata baru yang berada di kawasan Ubud, yang berjarak sekitar 22 kilometer arah utara Kota Denpasar. Suharso menambahkan rencananya itu dilakukan untuk mendukung pariwisata berkualitas dan akan menggeser pariwisata massal.

Sebagai gambaran, kata dia, wisata baru seperti Forbidden City itu akan menawarkan wisata budaya yang lebih terbatas atau ditawarkan lebih eksklusif kepada wisatawan dengan menggandeng UMKM sehingga memberikan hasil yang lebih berkualitas.

Bali, kata dia, dinilai lebih siap mengembangkan wisata baru tersebut karena menjadi barometer pariwisata Tanah Air dengan kekayaan wisata alam hingga budayanya. “Jadi nanti Bali akan punya tempat yang berbatas dan dengan segala macam pertunjukan dunia di Ubud,” kata Kepala Bappenas Suharso Monoarfa.

Tak cuma pemerintah pusat, pemerintah daerah juga berderak. Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengatakan Pasar Banyuasri di Singaraja yang rencananya diresmikan awal tahun 2021 akan dirancang menjadi pasar untuk pariwisata atau tourism market.

“Ketika Pasar Banyuasri bisa menjadi tourism market berarti kita akan menampung semaksimal mungkin dagangan tradisional yang sudah memiliki tempat, dan tentu dengan kualitas yang baik,” kata Bupati Putu Agus Suradnyanadi Singaraja, Rabu.

Menurut Bupati, pasar itu nantinya akan dijaga tingkat kebersihannya dengan sistem yang baik. “Di pasar itu juga ada food branded seperti kopi dan itu semua dipetakan atau dizonasi menggunakan peta dengan baik. Bisa ditentukan nomor satu, ada apa, dan seterusnya,” kata Bupati Suradnyana.

Untuk mempersiapkan pasar sebagai destinasi wisata baru, lanjut Bupati, akan dilakukan zonasi yang dapat disimulasikan dengan baik dan dapat dihitung kapasitas orang yang datang, misalnya dihitung dengan baik kecenderungan orang yang datang dan kecenderungan jam berapa pasar buka serta jam berapa lowongnya.

agendaIndonesia

*****

110 Hotel Dan 10 Ribu Kamar Untuk Karantina

110 hotel dan 10 ribu kamar untuk karantina WNI yang kembali dari luar negeri.

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) merilis rekapitulasi daftar hotel untuk repatriasi warga negara Indonesia yang kembali dari luar negeri dan harus menjalani karantina. Menurut pembaruan data PHRI pada 29 Desember 2020, setidaknya ada 110 hotel di DKI Jakarta dan Banten yang turut tergabung dalam program ini.

110 Hotel dan 10 Ribu Kamar

Berdasarkan keterangan pers yang diterima media, sebanyak 104 hotel untuk repatriasi di wilayah DKI Jakarta dengan jumlah keseluruhan 9.521 kamar. Sementara, di Banten ada enam hotel dengan 525 kamar. Hotel untuk akomodasi repatriasi di DKI Jakarta paling banyak terdapat di wilayah Jakarta Pusat, yakni 43 hotel dengan 3.353 kamar. Berlanjut 24 hotel dengan 2.074 kamar di Jakarta Selatan, 16 hotel dengan 1.903 kamar di Jakarta Barat.

Lalu, terdapat 17 hotel dengan 1.967 kamar di Jakarta Timur dan empat hotel dengan 224 kamar di Jakarta Timur. Sementara untuk Banten, ada lima hotel dengan 525 kamar di wilayah Kota Tangerang dan satu hotel dengan 100 kamar di Kota Cilegon. Total keseluruhan hotel di Jakarta dan Banten untuk akomodasi repatriasi adalah 110 hotel dengan 10.046 kamar.

Hotel untuk akomodas repatriasi ini menyusul kebijakan pemerintah menutup sementara pintu masuk bagi warga negara asing (WNA) ke Indonesia mulai 1–14 Januari 2020. Meski begitu, bagi WNI yang ingin pulang, harus menaati sejumlah aturan ketat, seperti diwajibkan memeriksa ulang RT-PCR setibanya di Tanah Air dan harus dikarantika lima hari jika hasil tesnya negatif.

Berdasar keputusan pemerintah, ada sejumlah aturan yang harus dijalani warga negara Indonesia (WNI) yang memilih kembali ke tanah air selama pemberlakuan penutupan ini. Aturan tersebut adalah, pertama, menunjukkan hasil negatif melalui tes RT-PCR di negara asalkeberangkatan yang berlaku maksimal 2 kali 24 jam sebelum jam keberangkatan dan dilampirkan pada saat pemeriksaan kesehatan atau EHAC Internasional Indonesia.

Lalu, ke dua, pada saat kedatangan di Indonesia, yang bersangkutan melakukan pemeriksaan ulang RT-PCR dan apabila menunjukkan hasil negatif, wajib mengkarantina diri selama lima hari, terhitung sejak tanggal kedatangan di tempat akomodasi karantina disediakan oleh pemerintah. Dan ke tiga, setelah karantina 5 hari, WNI melakukan pemeriksaan ulang RT-PCR dan apabila hasil negatif, diperkenankan meneruskan perjalanan.

110 hotel dan 10 ribu kamar disediakan pemerintah bekerja sama dengan PHRI untuk karantina WNI yang  kembali dari luar negeri selama 1 hingga 14 Januari 2021.
Pemerintah bekerja sama dengan PHRI menyediakan 110 hotel dan 10 ribu kamar untuk proses karantina WNI yang kembali dari luar negeri. Foto: ilustrasi-unsplash

Bagi Warga Negara Indonesia (WNI) dari luar negeri, pemerintah sudah menyediakan hotel untuk karantina selama proses repatriasi. Karantina terhadap pelaku perjalanan, termasuk WNI harus dilakukan sebagaimana addendum Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan COVID-19 No. 3 Tahun 2020 terkait protokol kesehatan pelaku perjalanan.

Terkait biaya hotel, Ketua Satgas COVID-19 Doni Monardo mengatakan, khusus pelaku perjalanan WNI akan ditanggung penuh oleh pemerintah. Syaratnya, karantina dilakukan di hotel-hotel yang telah direkomendasikan pemerintah.

“Kalau WNI nanti (biaya hotel untuk karantina) dibiayai oleh pemerintah,” ungkap Doni saat Rapat Koordinasi Penanganan COVID-19 di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Sementara bagi Warga Negara Asing (WNA) yang juga harus melakukan karantina ketika masuk ke Indonesia, biaya dibebankan kepada orang yang bersangkutan.

Untuk para pelaku perjalanan, baik WNI maupun WNA yang tiba dari luar negeri di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta wajib menjalani karantina sementara di 110 hotel kelas bintang dua dan tiga yang sudah mendapatkan rekomendasi dan disiapkan Satgas Penanganan COVID-19 bersama Perhimpunan Hotel dan Restoran Seluruh Indonesia (PHRI).

Apabila WNI atau WNA menghendaki hotel lain untuk karantina di luar 110 hotel yang telah ditentukan oleh pemerintah, biaya dan akomodasinya dibebankan kepada yang bersangkutan. “Apabila ada yang ingin memilih hotel lain, maka pihak yang bersangkutan wajib membiayai diri sendiri,” jelas Doni. Meski pembiayaan hotel di atas dibebankan kepada orang yang bersangkutan, penerapan karantina tetap dipantau dan sesuai kriteria yang telah ditentukan oleh Satgas Penanganan COVID-19.

Adapun karantina sementara dilakukan selama lima hari bagi pelaku perjalanan di hotel. Upaya ini sebagai antisipasi potensi penyebaran jenis varian baru virus Corona VUI-202012/01, dalam garis keturunan strain B-117 yang berasal dari Inggris.

Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo membolehkan pihak hotel yang ditunjuk melayani karantina sementara bagi Warga Negara Asing (WNA) dan Warga Negara Indonesia (WNI) dari luar negeri pada 30-31 Desember 2020, dibuka untuk tamu umum. Kebijakan tersebut diambil menurut hasil kesepakatan antara Satgas Penanganan COVID-19 bersama Perhimpunan Hotel dan Restoran Seluruh Indonesia (PHRI) dalam melaksanakan addendum Surat Edaran Satgas Penanganan COVID-19 No. 3 Tahun 2020.

Kesepakatan ini sekaligus sebagai persiapan implementasi hasil Rapat Kabinet Terbatas tanggal 28 Desember 2020, yang menghasilkan keputusan untuk menutup sementara masuknya WNA dari semua negara ke Indonesia selama periode 1-14 Januari 2021.

“Bahwa hotel yang sudah dipesan (untuk karantina penumpang pesawat dari luar negeri) tetap boleh melayani tamu umum,” ujar Doni saat Rapat Koordinasi Penanganan COVID-19 di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

agendaIndonesia

*****

Penerbangan Akhir Tahun 3 Persen Penumpang Garuda Refund

Pesawat udara adalah pilihan satu dari 4 moda transportasi ke Yogyakarta.

Penerbangan akhir tahun sebanyak 3 persen calon penumpang maskapai Garuda Indonesia mengajukan permintaan pengembalian dana atau refund tiket. Kondisi ini seusai pengumuman pemerintah soal syarat terbang adalah dengan melampirkan surat bukti rapid test antigen Covid-19.

Penerbangan Akhir Tahun

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menjelaskan bahwa hal tersebut disebabkan menyebarnya mispersepsi yang menyangka rapid test antigen Covid-19 sama dengan swab test PCR Covid-19. “Karena tes PCR kan mahal, kalau mereka berlibur satu keluarga jadi khawatir, tapi kami jelaskan bahwa rapid test antigen tidak sama dengan PCR Test,” kata Irfan dalam keterangan pers-nya di Tangerang, Banten.

Di samping refund, permintaan reschedule atau penjadwalan ulang penerbangan juga meningkat. “Permintaan reschedule ada sekitar enam persen,” ucap Irfan. Menurut dia, para calon penumpang memindahkan jadwal penerbangan yang semua dilakukan selama periode libur akhir tahun 2020. “Jadi mereka menjadwal ulang ke penerbangan yang lewat dari tanggal 8 Januari 2021,” ujarnya.

Irfan kemudian menjelaskan bahwa dalam periode libur akhir tahun 2020, banyak calon penumpang yang mudik ke kampung halaman masing-masing karena menunda mudik yang biasanya dilakukan pada Hari Raya Idul Fitri. “Karena yang cukup menarik liburan kali ini bercampur liburan akhir tahun dengan mereka yang menunda mudik, jadi tidak semua ke destinasi wisata,” lanjutnya. Selain itu, ada pula calon penumpang yang batal berangkat karena mendapatkan hasil positif saat menjalankan rapid test antigen Covid-19.

Penerbangan akhir tahun mengalami sejumlah penurunan penumpang. Mereka ada yang melakukan refund, sebagian lainnya menjadwal ulang. Ini efek keputusan pemerintah terkait pemeriksaan Covid-19.
Penerbangan Garuda Indonesia dari Bali. Foto: Ilustrasi–Unsplash


Sementara itu, terkait keputusan pemerintah yang memberlakukan larangan bagi warga negara asing (WNA) untuk masuk ke Indonesia, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, pihaknya menghormati keputusan tersebut.

Keputusan pemerintah tersebut dikeluarkan menyusul munculnya varian mutasi baru virus corona. Langkah ini juga dilakukan sejumlah negara, menyusul ditemukannya varian baru virus corona dengan label nama “VUI-202012/01”, di Inggris. Larangan masuk bagi WNA di Indonesia untuk sementara diberlakukan mulai 1 Januari hingga 14 Januari 2021.

“Kami tentunya menyikapi secara positif upaya yang dijalankan pemerintah dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 serta akan senantiasa patuh terhadap aturan dan upaya preventif yang telah ditetapkan,” tutur Irfan dalam keterangan tertulis untuk media, Selasa 29 Desember 2020.

Untuk memfasilitasi hak penumpang yang terdampak, maskapai penerbangan tersebut menyediakan opsi penjadwalan ulang atau reschedule penerbangan. “Kami harapkan dapat memberikan keleluasan bagi penumpang Garuda yang terdampak pelarangan masuk WNA ke Indonesia untuk dapat kembali merencakan perjalanan dengan sebaik sesuai dengan perkembangan situasi pandemi yang terjadi saat ini,” ujarnya.

Irfan menegaskan, pihaknya akan tetap memprioritaskan mandatnya untuk memfasilitasi moda transportasi masyarakat. “Adapun saat ini kami terus berkoordinasi dengan otoritas terkait guna memastikan hal hal yang perlu diantisipasi terkait kebijakan operasional yang dijalankan perusahaan”, ucap dia.

Garuda Indonesia, kata Irfan, akan terus memantau perkembangan negara-negara yang menjadi tujuan penerbangan di rute internasional, sebagai bentuk antisipasi di tengah pandemi. “Untuk internasional, kita tentu harus selalu waspada mengamati perkembangan yang ada di masing-masing negara yang saat ini jadi tujuan penerbangan Garuda,” kata Irfan.

Dengan berbagai kondisi yang ada saat ini, PT Garuda Indonesia akan mengkaji frekuensi dan rute baru pada 2021. Namun, Irfan tidak menjelaskan rute mana yang kemungkinan akan diubah, bahkan dihapus. Adapun untuk penerbangan domestik, Irfan mengatakan bahwa Garuda Indonesia akan terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan terkait, seperti Kementerian Perhubungan, Kementerian Kesehatan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 dan Kementerian BUMN.

Irfan juga memastikan maskapai atau penerbangan menggunakan Garuda Indonesia tidak memperbesar jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19. “Kami juga selalu ikut dan selalu akan patuh terhadap kesepakatan yang dibuat secara bersama-sama di dalam kaitan dengan penerbangan,” kata dia seraya

Memastikan pihaknya mendukung penuh upaya pemerintah untuk menegakkan protokol kesehatan dalam penerbangan.

Oleh karena itu, Garuda Indonesia menyikapi positif soal perubahan dokumen perjalanan yang dibutuhkan untuk bisa melakukan perjalanan udara karena keselamatan dan kesehatan penumpang merupakan prioritas utama. Ia mengatakan, perubahan syarat dokumen perjalanan dilakukan pemerintah untuk menekan peningkatan kasus Covid-19 terutama di masa libur akhir tahun.


“Kami mendukung penuh, kami juga informasikan penumpang, kami beri pemahaman dan pengertian, kami minta penumpang sama-sama taat bukan hanya untuk mereka tapi juga buat kita semua,” ucap Irfan. “Mohon jangan lihat ini sebagai aturan (syarat dokumen perjalanan) yang hambat perjalanan tapi untuk memastikan semua dalam protokol kesehatan terbaik,” kata dia.

agendaIndonesia

*****

Wisata Danau Toba Didorong Lewat Event Olahraga

Kampanye Sadar Wisata secara daring diluncurkan pemerintah untuk 6 destinasi wisata priorotas seperti Danau Toba, Wakatobo dan lainnya.

Wisata Danau Toba akan didorong pemerintah melalui event-event olah raga. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengatakan peningkatan potensi wisata yang ada di wilayah Destinasi Wisata Super Prioritas (DSP) Danau Toba, Sumatra Utara, bisa dilakukan melalui pelaksanaan event yang berkaitan dengan olahraga.

Wisata Danau Toba

Dalam pertemuan dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pelaku ekonomi kreatif, dan Badan Otorita Pariwisata Danau Toba (BOPDT) di The Kaldera di Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir, Rabu 30 Desember 2020, Sandiaga mengatakan DSP Danau Toba memiliki keindahan alam yang luar biasa. Sehingga, menurutnya event yang berkaitan dengan wisata olahraga dapat menjadi pilihan yang tepat untuk menggaet wisatawan nusantara sebagai upaya membangkitkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia, khususnya di DSP Danau Toba.

“Selagi menunggu vaksin dan kesiapan sektor kesehatan kita bisa bersiap menciptakan event-event untuk wisatawan nusantara. Event itu bisa berkaitan dengan sports tourism seperti olahraga air, ada juga olahraga endurance atau kekuatan tubuh seperti sepeda dan lari yang melibatkan masyarakat juga serta olahraga renang di perairan bebas,” kata Sandiaga.

Menparekraf Sandiaga juga mengatakan pihaknya bersama-sama dengan pihak terkait seperti pemerintah daerah kabupaten di sekitar Danau Toba, BOPDT, dan para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif juga berkomitmen untuk menawarkan wisata berbasis alam dan budaya. “Saya titip kepada para bupati yang hadir di sini untuk kita sama-sama berkolaborasi dan bersinergi menghadirkan suatu destinasi super prioritas yang siap setelah pandemi ini untuk jadi ikon pariwisata baru Indonesia yang berbasis alam dan budaya,” katanya.

Wisata Danau Toba akan didorong kemajuannya melalui event-event olahraga.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno dalam kunjungan kerja di Danau Toba menjelang akhir tahun 2020. Foto: Dok. Kemenparekraf

Sementara, terkait kesiapan infrastruktur di sekitar DSP Danau Toba, Sandiaga menuturkan dirinya telah mendapatkan komitmen dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan dari segi pendanaan dan kesiapan pembangunan infrastruktur di sana. “Saat saya koordinasi dengan Pak Luhut, saya mendapatkan komitmen bahwa dari segi pendanaan dan kesiapan akan diberikan agar infrastruktur ini akan semakin terbangun di wilayah DSP Danau Toba,” ujar Sandiaga.

Selain itu, Sandiaga juga mengungkapkan akan menggali dan mengkurasi berbagai sektor ekonomi kreatif yang ada di sekitar kawasan DSP Danau Toba yang dapat dijadikan produk unggulan sebagai penunjang sektor pariwisata.Pihaknya sudah menerjunkan tim untuk mengkurasi 17 subsektor ekonomi kreatif ini.

“Kalau makanan, saya sudah coba ombus-ombus, mie gomak di Parapat saya coba. Saya dijanjikan oleh Bupati Simalungun, Pak JR Saragih ada beberapa kuliner unggulan. Dari segi busana juga akan dipilih busana unggulan, dari segi kerajinan tangan maupun sampai animasi, film, dan musik kita akan dorong juga nanti akan ada festivalnya. Kita akan dorong e-sport juga karena gaming ini sedang berkembang jadi ekonomi kreatif yang juga akan kita bangkitkan,” tutup Sandiaga.

Sebelumnya di Jakarta, Menteri Sandiaga Uno menyatakan siap menjadi co-fasilitator bagi pemerintah daerah dalam mengembangkan sekaligus menghadapi hambatan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Karena sekarang kita tidak bersekat-sekat di birokrasi, tidak ada egosektoral. Jadi saya akan menjadi co-fasilitator bagi pemerintah daerah,” kata Menparekraf Sandiaga Uno dalam kegiatan “Jumpa Pers Akhir Tahun” yang diselenggarakan Biro Komunikasi Kemenparekraf/Baparekraf di Hutan Kota by Plataran, Senayan, Jakarta.

Sandiaga memberi contoh masalah infrastruktur di dalam dan menuju destinasi pariwisata. Pihaknya akan melakukan koordinasi dengan kementerian/lembaga terkait, dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) untuk mendapatkan dukungan. Atau terkait permasalahan lahan, yang akan dikoordinasikan dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

“Masalah-masalah di daerah ini saya yang akan menjadi seperti LO-nya (Liaison Officer) untuk memastikan jangan sampai sektor pariwisata dan ekonomi kreatif ini mandek karena regulasi,” kata Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini.

Menparekraf Sandiaga Uno sebelumnya mengundang kepala dinas pariwisata seluruh provinsi serta kabupaten/kota untuk berdiskusi dan menghimpun masukan atas kendala-kendala yang dihadapi, agar mendapatkan strategi terbaik ke depan.

“Saya pernah menjalani birokrat di pemerintah provinsi dan memang masalahnya itu tentunya pasti banyak dan kompleks. Tapi kalau kita terus fokus di masalah, enggak akan ada habisnya,” kata Sandiaga.

Tugas pemerintah dikatakannya adalah melayani rakyat. Jangan sampai regulasi yang dibuat justru mempersulit pemerintah untuk melayani rakyat. “Harapan kita terjadi satu kolaborasi dengan pemerintah daerah. Jika ada masalah kita selesaikan segera, jangan pakai lama, pesannya enggak pakai lama sehingga sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dapat segera bangkit dan menciptakan lapangan kerja yang seluas-luasnya,” kata Menparekraf.

agendaIndonesia

*****

Wisata Bahari Sebagai Bagian 5 Destinasi Prioritas

wisata bahari merupakan bagian dari kegiatan 5 destinasi super prioritas.

Wisata Bahari akan dikembangkan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berkolaborasi dengan kementerian/lembaga dan stakeholder terkait untuk mengembangkan wisata bahari bertaraf internasional di Indonesia. Wisata bahari dinilai merupakan bagian dari 5 destinasi prioritas.

Wisata Bahari

Saat mengunjungi Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menyatakan akan menjalin kolaborasi dengan stakeholder untuk pengembangan wisata bahari.

“Wisata bahari sangat bersinggungan dengan Kementerian Perhubungan, Kementerian ESDM, dan Pemda. Nanti akan kita permudah mekanismenya, karena pemerintah harus berkolaborasi dengan kementerian/lembaga terkait,” kata Sandiaga saat berdiskusi dengan anggota Kadin, di Ruang Rapat Mochtar Riady, Menara Kadin Indonesia, Jakarta, Selasa 29 Desember 2020.

Turut hadir, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Angela Tanoesoedibjo, Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf/Baparekraf Fadjar Hutomo, Direktur Akses Pembiayaan Kemenparekraf Hanifah Makarim, dan Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Rosan P. Roeslani.

Menparekraf menjelaskan bahwa pengembangan wisata bahari ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo yang ingin mengembangkan 5 destinasi super prioritas. Karena itu, harus dapat dipastikan agar seluruh aspek dari destinasi tersebut dikemas dengan baik, seperti Labuan Bajo. “Selain itu juga ada beberapa daerah potensial lain seperti Bintan, Belitung, ataupun Jakarta,” kata Sandiaga.

Hal tersebut juga sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas wisata bahari dan juga menciptakan lapangan kerja. “Kita akan bangun wisata laut ini karena memiliki high value khususnya demi membuka lapangan kerja yang luas,” ujar Sandiaga.

Terkait wisata bahari, Ketua Kadin Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, menuturkan minimnya dermaga kapal bertaraf internasional di Indonesia. Hal ini yang membuat minimnya wisatawan mancanegara yang menggunakan kapal mewah atau yacht untuk menghabiskan banyak waktu di Indonesia. Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur pelabuhan juga perlu mendapat perhatian.

“Biasanya wisman parkir kapalnya ataupun sewa kapal di Thailand karena infrastrukturnya lebih baik. Untuk itu, Labuan Bajo, Bali, dan Bintan harus digarap, karena itu semua merupakan jalur pelayaran kapal,” jelas Rosan seraya berharap dengan adanya dermaga yang baik dan berkualitas, nantinya wisatawan akan singgah, lalu berbelanja atau spending money di destinasi wisata yang ada Indonesia.

Wisata bahari merupakan bagian dari 5 destinasi super prioritas yang akan dikembangkan pemerintah pada 2021.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam kunjungan ke Bali. Foto: Dok. Kemenparekraf

Sebelumnya di Bali, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, menyatakan mendukung sepenuhnya arah kebijakan pariwisata dan ekonomi kreatif yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Bali. Ia melakukan kunjungan kerja perdananya sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ke Bali pada 27-28 Desember 2020. Kunjungan itu salah satunya untuk memastikan penerapan protokol kesehatan di berbagai destinasi di momen libur Natal dan Tahun Baru 2020.

Selain itu, Menparekraf juga bertemu dengan jajaran pemerintah daerah di Bali serta industri dan pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif untuk berdiskusi dan mendapat masukan dan kendala-kendala yang dihadapi, agar dapat merumuskan strategi terbaik ke depan.

“Pak Gubernur (I Wayan Koster-Gubernur Bali) sudah menyampaikan bahwa di Bali akan mengedepankan pariwisata berbasis budaya dan kearifan lokal pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan serta memperhatikan penerapan protokol kesehatan,” kata Sandiaga Uno kepada wartawan di Gedung Dharma Negara Alaya, Denpasar, Senin 28 Desember 2020.

Artinya, kata Sandiaga, Kemenparekraf/Baparekraf mendukung sepenuhnya Pemerintah Provinsi Bali dalam menentukan kebijakan sebagai upaya membangkitkan kembali serta mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Sehingga dapat menyerap banyak lapangan kerja dan juga menjadi lokomotif ekonomi Indonesia untuk keluar dari dampak pandemi.

Termasuk soal pengembangan wisata halal dan wisata religi yang menjadi pesan dari Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin. “Kita semua sepakat bahwa Pak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur serta Pak Kadis (Pariwisata) yang akan menentukan kebijakan yang ada di Bali. Dan kita akan mengikuti saja dan mensupport secara penuh. Jadi serahkan sepenuhnya kepada Pak Gubernur dan Wakil Gubernur serta pemerintah daerah,” kata Sandiaga.

Sebelumnya, usai dilantik sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada 23 Desember 2020, Sandiaga mengatakan ia mendapat dua pesan dari Presiden Joko Widodo. Pertama, harus fokus pada 5 Destinasi Super Prioritas dan 5 Super Prioritas yang menyusul untuk dapat dipastikan seluruh aspek dari destinasi tersebut untuk dikemas dengan baik. Mulai dari tari-tarian, kuliner, fesyen, kriya, dan lainnya.

Kedua adalah menyiapkan kalender kegiatan (Calendar of Event) pada setiap destinasi terutama di 5 destinasi super prioritas agar sektor pariwisata bukan hanya bertahan dan pulih, tetapi juga bisa semakin maju dan menjadi lokomotif untuk menciptakan lapangan pekerjaan.

Sementara Wakil Presiden Ma’ruf Amin dalan pesannya menambahkan pentingnya sektor ekonomi kreatif dalam membuka lapangan kerja. Termasuk mendorong wisata halal dan wisata religi, yang ke semuanya dapat tercapai jika seluruh pemangku kepentingan dapat berkolaborasi dengan baik.

“Boleh dibilang ini saat yang sulit bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, tapi kita harus tetap semangat dan kita harus pastikan memiliki komitmen yang kuat dalam membangkitkan pariwisata dan ekonomi kreatif,” kata Sandiaga.

agendaIndonesia

*****