Taman Mini Indonesia Indah, Wajah 38 Daerah

Taman Mini Indoesia Indah menajdi wahana melestarikan kebudayaan Indonesia.

Taman Mini Indonesia Indah atau biasa disebut TMII adalah cara “mudah” mengenal Indonesia dan semua tradisi serta kebudayaannya. Ini adalah taman bagi wajah seluruh provinsi di Indonesia. Sayangnya, hingga Juli 2023 baru ada 33 anjungan dari 38 provinsi yang ada di Indonesia.

Taman Mini Indonesia Indah

Dari Sabang hingga Merauke, ribuan ragam corak adat dan budaya telah melengkapi berbagai aspek kehidupan di Indonesia. Masing-masing adat dan budaya Indonesia ini telah menjadi identitas setiap daerah di seluruh penjuru Nusantara.

Kekayaan Nusantara inilah yang menjadi gagasan pembangunan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) oleh Ibu Negara waktu itu, Siti Hartinah, atau yang lebih dikenal sebagai Tien Soeharto. Berdiri di atas area seluas 150 hektare, Taman Mini hadir sebagai rangkuman kebudayaan 27 provinsi (waktu itu, 1970-an) bangsa Indonesia dalam bentuk miniatur kepulauan.

Taman Mini Indonesia Indah terdiri dari anjungan-anjungan dari 38 daerah.
Rumah Gadang sebagai salah satu simbol budaya Minangkabau. Foto: dok. shutterstock

Taman ini dibangun lengkap dengan anjungan daerah, bangunan dan arsitektur tradisional, kesenian daerah, juga taman rekreasi. Tak luput pula berbagai macam wahana yang menawarkan sarana seni, rekreasi, dan edukasi bagi pengunjung.

Gagasan ini tercetus pada 13 Maret 1970 dan diresmikan pada 1975 dengan harapan agar budaya dan kekayaan Indonesia dapat terus dilestarikan dengan baik. Harapannya agar keunggulan unik masing-masing daerah Nusantara dapat selalu terjaga untuk generasi mendatang.

Semuanya ada yang diwakili oleh anjungan daerah. Ada pula yang hadur melalui sejumlah museum, misalnya Museum Fauna; Dunia Laut Tawar; Taman Burung, atau film yang diputar di Theater Keong Emas.

Anjungan daerah adalah bangunan-bangunan rumah adat yang bercirikan arsitektur tradisional khas daerah Indonesia. Hingga Juli 2023 sudah 33 Anjungan Daerah yang dibangun berderet mengelilingi danau Miniatur Arsipel Indonesia. Ini melambangkan satu kesatuan yang tak terpisahkan.

Tiap provinsi menampilkan sekurangnya tiga bentuk rumah adat khas daerah, berada di satu kawasan yang disediakan untuk provinsi bersangkutan. Ke depan seiring pemekaran provinsi-provinsi di Indonesi, akan dibangun anjungan lainnya.

Indonesia merupakan negara yang kaya akan sejarah dari banyaknya suku bangsa dan budaya yang menghiasi nusantara. Setiap corak peristiwa sejarah kita turut berperan dalam membangun Indonesia menjadi negara yang kini kita kenal. Hal ini menjadi salah satu dari segelintir alasan mengapa melestarikan sejarah Indonesia harus menjadi prioritas generasi sekarang maupun generasi yang akan datang.

Taman Burung TMII dok TMII
Taman Burung TMII menjadi wahana untuk mengamati dan mempelajari burungburung. Foto: dok TMII

Selaras dengan tema yang diusung TMII yaitu tempat wisata edukasi budaya Indonesia, Taman Mini Indonesia Indah menghadirkan 18 museum yang merangkum berbagai sejarah Indonesia melalui wisata edukasi. Setiap museum yang terdapat di Taman Mini Indonesia Indah dibangun untuk memenuhi pengetahuan masyarakat akan sejarah kehidupan, sosial, peradaban, budaya, teknologi Indonesia dan masih banyak lagi.

Mulai dari Museum Keprajuritan, Museum Hakka, Museum Listrik sampai Museum Fauna Indonesia Komodo dan Taman Reptil, setiap museum di TMII memiliki beragam tema dan pameran yang dapat membawa pengunjung merasakan pengalaman belajar sejarah yang unik.

Di sini, pengunjung bisa menambah pengetahuan sambil bermain dengan teknologi interaktif Virtual Reality (VR), menonton film, menyaksikan peragaan ketenagalistrikan, membuat batik, dan masih banyak lagi.

Museum fauna Indonesia “Komodo” memiliki tema dunia satwa Indonesia yang menghadirkan satwa-satwa yang hidup maupun yang telah diawetkan. Bangunan arsitektur dari museum ini berbentuk seperti Komodo, salah satu spesies reptil purba khas Nusa Tenggara Timur, dan menempati lahan seluas 10.120 meter persegi. 

Pameran keanekaragaman fauna nusantara yang terdapat di museum ini disajikan berdasarkan kelompok persebarannya, yakni dari barat ke timur. Ini menunjukkan persebaran hewan dari Sumatera sampai Papua.

Tidak hanya itu, museum ini juga memamerkan keanekaragaman berdasarkan persebaran dari pantai ke pegunungan, untuk menunjukkan habitat masing-masing satwa Indonesia.

Museum Fauna TMII dok TMII
Museum Faunsa TMII. Foto: dok TMII

Taman Reptilia yang menghadirkan koleksi reptil hidup memperbolehkan pengunjung untuk berinteraksi langsung dengan satwa-satwa unik yang terdapat di Taman Mini Indonesia Indah seperti ular sanca, ular berkaki, komodo, biawak, penyu, kura-kura buaya, iguana, dan masih banyak lagi reptil lainnya.

Selain itu, pengunjung anak-anak juga dapat menelusuri rasa ingin tahunya lebih lanjut dengan bermain bersama ular sanca di Taman Sentuh, yang tentunya lengkap dengan pengawasan para ahli dari spesies tersebut.

Sementara itu, mengambil tema Indonesia dan Dunia Air Tawar, taman ini memamerkan keanekaragaman hayati air tawar yang didominasi berbagai ekosistem akuarium untuk sarana rekreasi, pendidikan, penelitian, konservasi alam dan juga atraksi bagi pengunjung.

Menyimpan 6.000 ekor satwa dari 126 spesies yang berbeda, Dunia Air Tawar Taman Mini  merupakan taman biota air tawar terbesar dan terlengkap kedua di dunia serta terbesar di Asia.

Spesies-spesies di taman ini berasal dari berbagai perairan di Indonesia, seperti Arwana (Scleropages formosus), hiu gergaji (Pristis microdon), ikan buntal, dan lain-lain, maupun spesies yang berasal dari belahan dunia lain seperti ikan piranha, ikan kupu-kupu, dan masih banyak lagi.

Selain terdapat koleksi yang menakjubkan, taman ini dilengkapi museum, perpustakaan, auditorium, akuarium Nusantara, Pojok Reptilia, dan ruang karantina untuk pengembangbiakan koleksi dan penampungan hasil petani dan nelayan yang dapat diperjualbelikan kepada masyarakat. Taman ini juga membuka kesempatan bagi masyarakat dan mahasiswa untuk melakukan observasi dan penelitian yang berkaitan dengan edukasi dan peluang bisnis.

Yang tak kalah serunya tentu menonton keindahan Indonesia melalui layar IMEX di Teater Keong Emas. Teknologi ini membuat penontonnya serasa terbang dan menyelam di lokasinya.

Taman Mini Indonesia Indah

Jl Raya Taman Mini, Jakarta Timur. DKI Jakarta, Indonesia.

Senin Sampai Jumat: 6-17

Sabtu Minggu, & libur nasional : 5-17

agendaIndonesia

*****

Liburan Ke Likupang, 1 Destinasi Super

Liburan di Likupang, salah satu surga wisata bahari di Indonesia utara.

Liburan ke Likupang di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, yuk! Inilah salah satu destinasi super prioritas Indonesia yang perlu dilirik buat mereka yang senang dengan wisata bahari.

Liburan ke Likupang

Mungkin sebagian dari kita masih belum begitu familiar dengan surga tersembunyi di Kabupaten Minahasa Utara. Termasuk kenyataan kalau Likupang ini menyimpan banyak sekali tempat wisata alam yang dapat dieksplorasi.

Liburan ke Likupang, salah satu surga wisata bahari di sebelah utara Indonesia.
Wisata pantai di Likupang, Sulawesi Utara. Foto: Dok. shutterstock

Sejak masa kanak-kanan kita, bila menyebut destinasi favorit di Sulawesi Utara, maka nama yang muncul kalua bukan Manado, pastilah Bunaken. Yang terakhir ini bahkan lebih dahulu popular dibandingkan Raja Ampat dan Wakatobi.

Nama Likupang memang masih sangat jarang diketahui wisatawan. Sejatinya Likupang memiliki potensi wisata yang luar biasa indah, dan pastinya tak kalah dari Manado maupun Bunaken.

Bermodalkan keindahan alam yang dimiliki, membuat liburan ke Likupang kian mendapat sorotan dan berpotensi menjadi salah satu destinasi pariwisata unggulan Indonesia kelas dunia. Sebut saja di antaranya hamparan perbukitan hijau, pantai pasir putih yang indah, bawah laut yang masih terjaga, atau kuliner menggugah selera.

Jika berangkat dari Jakarta atau Makassar dengan penerbangan pagi, pengunjung bisa langsung menuju Likupang. Cobalah dulu mengunjungi Desa Bahoi, desa ekowisata yang berada di Kecamatan Likupang Barat. Butuh waktu sekitar 1,5 jam menggunakan mobil dari Bandara Sam Ratulangi di Manado menuju desa ini. Desa Bahoi punya beragam tempat wisata, mulai dari hutan bakau hingga keindahan alam bawah lautnya yang mempesona.

Liburan ke Likupang tak hanya pantai, ada pulau bukit dan danau. Seperti Danau Linau.
Danau Linau di Likupang, Sulawesi Utara. Foto: dok. shutterstock


Masyarakat desa pun sangat sadar akan prinsip-prinsip ekowisata. Ini tampak dari keberadaan ekosistem hutan bakau di Desa Bahoi yang dikelola sendiri oleh masyarakat. Kegiatan lain yang bisa dilakukan di Desa Bahoi adalah snorkeling dan diving.
Pilihan lain adalah ke desa wisata Pulisan di Likupang Timur. Berjarak sekitar 48 km dari Kota Manado, ada banyak hal yang bisa dieksplor di desa ini. Misalnya mengunjungi berbagai destinasi wisata perbukitan di Likupang. Mulai dari Bukit Pulisan hingga Bukit Larata.

Desa wisata Pulisan menawarkan paket wisata laut yang lengkap. Desa ini terletak di jantung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Likupang. Untuk bisa sampai di Pantai Pulisan, meski jaraknya ‘hanya’ sekitar 48 kilomater, wisatawan harus menempuh perjalanan darat selama sekitar dua jam dari kota Manado. Meski cukup jauh, semua terbayar oleh eksotisme pantai berpasir putih ini. Selain terumbu karang beraneka warna, Kamu bisa melihat pemandangan di dalam air dengan jelas. Tak hanya itu, adanya batu karang yang menyerupai gua,menjadi daya tarik tersendiri.

Di kawasan pantai Pulisan juga terdapat bukit padang sabana yang memiliki suasana menyejukkan. Dari bukit yang memperlihatkan hamparan padang rumput dengan pemandangan laut yang indah. Untuk menuju ke puncaknya, wisatawan harus melewati perjalanan yang agak menantang selama satu jam. Namun, saat mencapai puncak, perjuangannya bakal terbayar lunas.

Selain Bukit Pulisan, destinasi wisata perbukitan di Likupang yang bisa dikunjungi adalah Bukit Larata. Tidak kalah memesona, Bukit Larata juga menawarkan keindahan bukit savana dengan padang rumput yang berpadu dengan pemandangan laut.

Tentu saja liburan ke Likupang tetap menjadi surga bagi para pecinta wisata pantai dan bahari. Selain pantai Pulisan, wisata pantai di Likupang berikutnya adalah Pantai Paal. Berlokasi di Desa Marinsow, Kecamatan Likupang Timur, Pantai Paal dikenal dengan pemandangan eksotis dan air laut berwarna gradasi biru tosca yang cantik.

Keindahan pemandangan laut di pantai Pulisan dan Paal sangat cocok untuk snorkeling, berjemur, atau sekadar menikmati hembusan angin dan mendengarkan deburan ombak menenangkan. Jika tak puas dengan ke duanya masih ada Pantai Sampiran, dan Pantai Surabaya.

Jika pun masih tak puas dengan pantai-pantai tersebut, wisayawan bisa menciptakan pengalaman baru berlibur di Likupang dengan mengunjungi Pulau Lihaga, yang dikenal memiliki keindahan bawah laut tiada duanya.

Dari likupang pengunjung bisa naik kapal bermotor ke Pulau Lihaga. Ada dua jenis kapal bermotor yang disewakan. Tarif untuk menyewa kapal bermotor dengan kapasitas penumpang maksimal 15 orang, berkisar Rp100 ribu per orang. Namun bila berkunjung secara rombongan lebih dari 20 orang, bisa juga menyewa kapal dengan tarif sebesar Rp800 ribu hingga Rp1 juta.

Pulau seluas 8 hektare ini memiliki pasir putih lembut dan air laut berwarna biru yang sangat jernih. Air lautnya yang sangat tenang sangat cocok untuk snorkeling sambil menikmati keindahan bawah laut yang menakjubkan.

Setelah keliling ke berbagai destinasi wisata di Likupang, perut terasa lapar dan waktunya mencicipi makanan khas Likupang yang lezat. Bubur tinutuan merupakan makanan khas yang sangat identik dengan kuliner Sulawesi Utara.

Liburan ke Likupang jangan lupa mencicipi kulinernya. Salah satunya ada bubur tinutuan.
Bubur tinutuan atau bubur Manado. Foto: shutterstock

Masyarakat mengenalnya juga dengan sebutan bubur Manado. Namun, bubur ini tak hanyak ada di Manado, melainkan juga di Likupang. Bubur tinutuan sangat khas,di dalamnya ada beragam sayuran segar. Sebut saja kangkung, bayam, kemangi, pipilan jagung, ubi, dan labu kuning. Sebagai pelengkap, biasanya akan ada cakalang atau cacahan daging sapi yang ditaburkan di atas bubur.

Selain itu ada juga milu siram, sup jagung yang dibuat dengan udang atau daging ikan. Cita rasa asam dari jeruk nipis dan pedas dari cabai, jadi kombinasi rasa yang unik untuk melengkapi eksplorasi para wisatawan di Likupang.

Jika ingin yang lain, coba sarapan yang lebih ringan saja yaitu pisang goroho yang dicocol dengan sambal roa. Jenis pisang ini hanya tumbuh di Sulawesi Utara. Bentuknya panjang dan ramping.

Pisang ini diolah dengan cara diiris tipis lalu digoreng. Namun, ada juga yang digoreng dengan baluran tepung. teksturnya akan mirip dengan keripik pisang tetapi dimakan dengan sambal. Sebagai pendamping pisang goroho dan sambal roa, masyarakat lokal biasanya menyeduh secangkir kopi, teh, atau minuman hangat lainnya.

Satu lagi makanan khas Sulawesi Utara yang menggunakan ikan cakalang sebagai bahan untuk mengolahnya. Namanya lalampa. Makanan yang terbuat dari ketan yang diisi dengan ikan cakalang, dan dibungkus dengan daun pisang satu ini memiliki aroma harum dan rasa gurih yang dapat menggoyang lidah.

Lalampa ini mirip dengan lemper. Namun, ada beberapa hal yang membedakan. Pertama, isian lalampa berupa ikan cakalang. Kedua, selain dikukus, lalampa juga harus dibakar. Sebelum dibakar, lalampa diolesi dengan minyak sayur sehingga aromanya dan rasanya lebih kuat.

Ayo agendakan liburan ke Likupang. Nikmati alam dan kulinernya.

agendaIndonesia

*****

Mulang Pekelem 1 Ritual di Danau Segara Anak

Segara Anak Gunung Rinjani

Mulang Pekelem 1 ritual pemeluk agama Hindu di Segara Anak, Gunung Rinjani, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Mungkin belum banyak yang tahu, dan ini bisa dipahami. Sebab ritual ini digelar lima tahunan oleh umat Hindu dan dilakukan tepat di Segara Anak.

Mulang Pakelem 1 Ritual di Gunung Rinjani

Segara Anak adalah danau maar yang berada di ketinggian 2.008 mdpl. Pesona Segara Anak biasanya akan membuat pendaki terpukau lantaran airnya biru seperti laut. Namun tiap lima tahun sekali, Rinjani dan Segara Anak tak cuma pesona alamnya yang menarik. Ritual sakral umat Hindu yang sakral turut menjadi pemandangan yang menyita perhatian.

Umat Hindu, khususnya warga Lombok dan Nusa Tenggara Barat, yang menggelar ritual di Segara Anak membawa hantaran berupa benda berharga dan hewan peliharaan. Misalnya emas, ayam, kambing atau kepala kerbau. Benda dan hewan itu dilarutkan di danau Segara Anak setelah pemangku adat membawanya ke tengah menggunakan getek.

Uniknya, benda-benda berharga, khususnya emas, tak akan bisa dicari setelah dihanyutkan. Sebab, emas telah tenggelam di kedalaman 230 meter air danau.

Ritual pekelem dihelat untuk merefleksikan konsep Tri Hita Karana. Konsep tersebut menggambarkan harmonisasi antara makhluk hidup, alam, dan Sang Pencipta. Sejumlah umat Hindu, pada upacara tersebut, akan menggelar ritus di tempat tertentu yang diyakini merupakan tempat bersemayamnya para dewa, termasuk Segara Anak.

Sejatinya, ritual Mulang Pekelem adalah perjalanan panjang. Pasalnya, selama tiga hari umat Hindu akan mendaki Gunung Rinjani lalu turun ke Danau Segara Anak, yang diyakini sebagai pusat spiritual di Tanah Sasak. Di tempat-tempat yang sudah ditentukan umat akan menjalankan upacara keagamaan.

Gunung Rinjani adalah gunung tertinggi ketiga di Tanah Air dengan ketinggian mencapai 3.726 meter dari permukaan laut. Bagi umat Hindu, gunung ini mempunyai nilai spiritual yang tinggi. Seperti halnya Gunung Himalaya di India atau Gunung Semeru di Pulau Jawa, Rinjani menjadi sebuah tempat yang dianggap mempunyai getar kesucian yang tinggi. Tempat para Dewa kerap berkumpul untuk memberikan anugerah kehidupan.

Di kawasan ini, tumbuh-tumbuhan dan binatang hidup dengan penuh vitalitas. Itu semua dipercaya berkat dukungan energi dari Sang Gunung. Air dari Danau Segara Anak mengairi sebagian besar sawah di Pulau Lombok dan menjadi sumber kehidupan bagi orang Sasak. Tak heran, Gunung Rinjani kerap disebut sebagai gunung kehidupan.

Konon, kesucian Gunung Rinjani telah diyakini umat Hindu sejak abad XVI. Pada kurun waktu itulah Yadnya Mulang Pekelem dan Bumi Sudha pertama kali digelar. Sejak itulah, upacara tersebut hingga kini tetap diteruskan para penganut agama Hindu di Lombok. Kepatuhan dan kesetiaan mutlak atas adanya kehidupan yang lebih agung di luar kehidupan manusia membuat mereka mempertahankan tradisi ini.

Saat ini, setiap kali upacara Pekelem digelar, ada sekitar 5.000 umat Hindu naik melewati jalur pendakian. Mereka berjalan sembari memakai pakain upacara lengkap. Benda-benda hantarannya turut dibawa. “Bahkan kambing pun dituntun naik ke atas gunung,” ujarnya.

Di sepanjang jalan, ia akan mendengarkan gemerincing lonceng sembahyang. “Tepat tengah malam saat gelap gulita, orang-orang akan sembahyang,” katanya. Suasana sakral menderap sepanjang ritual itu berlangsung.

Meskipun upacara ini milik penganut agama Hindu, namun setiap kali ritual ini digelar, ratusan orang akan ikut naik ke Rinjani dan ikut menyaksikan jalannya upacara.

Tenda di Punggung Gunung Rinjani Lombok
Tenda-tenda pengunjung Gunung Rinjani selama upacara keagamaan. Dok. Unsplash

Perjalanan ke danau Segara Anak yang memakan waktu dua hari dari Mataram akan ditempuh. Jika ikut menyaksikan upacara, maka akan memakan waktu 4-5 hari. Umumnya mereka yang menyaksikan adalah para penikmat petualangan di alam bebas dan pecinta alam. Lelah perjalanan rasanya terbayarkan, danau Segara Anak yang begitu luas, cantiknya pemandangan Rinjani, serta pengalaman menjadi saksi ritual lima tahunan menjadi obat.

Beberapa hari sebelum upacara Pekelem berlangsung, biasanya di pinggiran danau Segara Anak sudah banyak berdiri tenda yang digunakan umat Hindu yang akan melaksanakan Mulang Pekelem. Ada ratusan tenda yang tersebar di berbagai tempat t di sekitar danau. Selain tenda untuk menginap, ada pula tenda-tenda yang menjual makanan dan minuman. Sementara itu, pengunjung yang hanya menyaksikan, biasanya membangun tendanya di punggung-punggung bukit.

Buat pengunjung, prosesi upacara adatnya sendiri mungkin biasa saja. Seperti jika mengikuti upacara Kesada di gunung Bromo, Jawa Timur. Begitupun kesakralan yang meruao dari lembah Segara Anak adalah sebuah pengalaman yang tak terlupakan.


Seperti disebut di muka, yang menarik adalah peristiwa keesokan harinya, ketika pemangku adat dan peserta upacara membawa begitu banyak ragam benda berharga seperti emas, perak, tembaga dan uang logam yang dikumpulkan umat Hindu yang akan ditenggelamkan ketengah danau Segara Anak. Ritual penenggelaman benda-benda berharga ini memiliki makna sebuah pengorbanan umat Hindu kepada Dewata.

Seusai upacara, orang-orang akan turun dari Rijani, tentu setelah mendaki dari lembah danau terlebih dahulu. Mereka kembali ke kehidupan dan kegiatan sehari-hari. Aktivitas pendaki pun kembali seperti semula. Yang unik, biasanya setelah upacara seperti itu, Danau Segara Anak bakal menjadi tempat mancing favorit lagi bagi para pendaki. Sebab di danau itu hidup ikan-ikan mujair. Kalau beruntung, konon, pendaki akan memperoleh mujair yang di dalam perutnya terdapat perhiasan emas.

Buat Anda, Rinjani bisa menjadi salah satu pilihan agenda perjalanan untuk menikmati indahnya pulau Lombok. Ayo agendakan Indonesia mu.

F. Rosana

Kebun Raya Cibodas, Konservasi Dari 1852

Kebun Raya Cibodas sudah berusia hampir 200 tahun

Kebun Raya Cibodas mungkin sering terlewatkan oleh banyak wisatawan. Terlebih untuk menuju ke tempat ini harus melalui jalur lalu lintas yang terkenal padat. Padahal di sini orang bisa mendapatkan pengetahuan sekaligus wisata.

Kebun Raya Cibodas

Didirikan pada 11 April 1852 oleh Johannes Ellias Teijsmann, seorang kurator Kebun Raya Bogor pada waktu itu. Namanya pun mulanya adalah Bergtuin te Tjibodas atai Kebun Pegunungan Cibodas.

Pada awalnya kebun ini dimaksudkan sebagai tempat aklimatisasi jenis-jenis tumbuhan asal luar negeri yang mempunyai nilai penting dan ekonomi yang tinggi. Salah satunya adalah pohon Kina (Cinchona calisaya).

Kebun Raya Cibodas memiliki konservatorium.

Tempat ini kemudian berkembang menjadi bagian dari Kebun Raya Bogor dengan nama Cabang Balai Kebun Raya Cibodas. Lalu mulai 2003 status Kebun Raya ini menjadi lebih mandiri sebagai Unit Pelaksana Teknis Balai Konservasi Tumbuhan KRCibodas. Ia berada di bawah Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor dalam kedeputian Ilmu Pengetahuan Hayati Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Lokasi Kebun Raya ini berada di kaki Gunung Gede dan Gunung Pangrango pada ketinggian kurang lebih 1.300 – 1.425 meter di atas permukaan laut. Luasnya mencapai 84,99 hektare.

Temperatur di sini rata-rata 20,06 °C, kelembaban 80,82 persen dan rata-rata curah hujan 2.950 mm per tahun. Kebun Raya Cibodas merupakan tempat yang nyaman untuk beristirahat sambil menikmati keindahan berbagai jenis tumbuhan yang berasal dari Indonesia dan negara-negara lain.

Kebun Raya ini berjarak kurang lebih 100 kilometer dari Jakarta dan sekitar 80 kilometer dari Bandung, Jawa Barat. Dikelilingi oleh pegunungan dan pohon di sekitarnya, kebun ini memiliki padang rumput, kolam besar, dan air terjun.

Area kolam besar Cibodas merupakan area padang rumput dengan kontur pegunungan yang luas. Kolam Besar didirikan pada 1901 oleh Dr. Melichior Treub yang difungsikan untuk menambah keanekaragaman koleksi tumbuhan air.

Taman Mawar Kebun Raya Cibodas KR Cibodas
Taman Mawar sebagai salah satu keragaman Kebun Raya ini. Foto: dok. KR Cibodas

Saat ini Kolam Besar menjadi salah satu daya tarik wisata yang menjadi favorit pengunjung. Di sekitar area ini juga terdapat guest house yang bisa digunakan untuk bermalam di Kebun Raya Cibodas.

Sementara itu, ada pula air terjun Cibogo. Lokasinya sangat mudah dijangkau, hanya 250 meter dari pintu masuk utama atau sekitar 10 menit perjalanan.

Air terjun Cibogo ini bertetangga dengan jalan air di Taman Sakura. Ukuran air terjun Cibogo tidak terlalu besar tapi debit airnya cukup deras. Tinggi air terjun Cibogo antara 15 sampai 18 meter, dan terdapat kolam kecil di bawah air terjun ini. Sehingga sangat aman untuk dikunjungi.

Taman Sakura adalah daya tarik lain dari Kebun Raya Cibodas. Mereka memiliki tujuh jenis Sakura, yaitu Prunus cerasoides, Prunus yedoensis, Prunus yamasakura, Prunus lannesiana, Prunus sp, Prunus arborea dan Prunus costata.

Namun di Sakura Garden ekarang ini baru terdapat 5 jenis Sakura yaitu Prunus cerasoides, Prunus yedoensis, Prunus yamasakura, Prunus lannesiana dan Prunus sp, sedangkan jenis yang dikoleksikan ada tiga jenis, yaitu Prunus arborea dari Java, Prunus costata dari Irian/ Papua dan Prunus cerasoides dari Himalaya.

Taman Rhododendron KR Cibodas KR Cibodas
Koleksi Rhondodendrom Kebun Raya ini. Foto: KR Cibodas

Sakura Garden sendiri dibuat pada Maret 2007 – Desember 2007 dengan luas 6.647 meter persegi dan dibuat untuk memperkaya taman tematik yang ada di Kebun Raya Cibodas. 

Sakura bisa berbunga 2 kali dalam satu tahun, yaitu sekitar bulan Januari-Februari dan Juli-Agustus, suatu hal yang sungguh menakjubkan. Bunga ini mekarnya bisa bertahan sekitar empat hari. Masa yang diperlukan sejak tumbuh kuncup hingga gugur bunga adalah sekitar satu minggu.

Hal lain yang juga menarik adalah jalan Araucaria. Ini adalah tumbuhan runjung yang unik, tidak biasa, dan selalu hijau sehingga terlihat tampak menarik. Karakteristik pohon ini memiliki batang tegak besar yang dapat mencapai ketinggian 30-80 m. Cabangnya menyebar secara horizontal dan ditutupi daun yang kasar terlihat mirip seperti jarum.

Tanaman ini dapat hidup hingga 1000 tahun, meskipun pada faktanya pertumbuhan tanaman ini tergolong lambat. Di habitat aslinya, di benua Amerika, tanaman ini terancam punah karena eksploitasi berlebihan dan seringnya kebakaran hutan. Namun keberadaan tanaman ini dapat ditemui di Kebun Raya Cibodas, yang berlokasi di depan Guest House, tumbuh dengan rapi berjajar membentuk lorong.

Taman tematik lain adalah Taman Liana yang merupakan taman yang dibangun di area seluas 1.200 meter persegi. Taman ini dipenuhi dengan koleksi tumbuhan liana, yakni tumbuhan yang tumbuh memanjat pada tumbuhan lain atau panjatan buatan manusia yang lebih besar atau lebih tinggi, dalam upaya mendapatkan cahaya matahari, tetapi akarnya tetap berada di dalam tanah sebagai sarana untuk mendapatkan makanan.

Koleksi tanaman liana merupakan hasil kegiatan eksplorasi dari kawasan Aceh, Bengkulu, Jambi, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sulawesi Tengah. Dari jenis koleksi tersebut 40-50 persen tanaman liana memiliki fungsi sebagai obat tradisional.

Kadsura menjadi salah satu koleksi menarik di Taman Liana karena sulit diidentifikasi di alam. Kadsura daunnya berbentuk hati, buahnya berwarna merah, berbiji banyak dan merambat di pohon. Taman yang ada di Jawa Barat ini kerap digunakan sebagai obat untuk wanita yang baru saja melahirkan.

Ada pula Taman Mawar di Kebun Raya Cibodas. Tanaman mawar termasuk dalam suku Rosaceae. Karakter tanaman ini memiliki batang berduri dan bunga cantik yang dapat memikat siapapun.

Tanaman ini biasanya diambil manfaatnya untuk dijadikan sebagai tanaman hias dan banyak dijadikan sebagai hadiah simbol kasih sayang. Keberadaan mawar di Kebun Raya Cibodas menampilkan sebanyak 302 pohon dari tujuh hibrid, mulai dari yang berukuran tinggi 50 centimeter sampai 250 centimeter.

Masih banyak lagi keindahan di kebun ini, jadi ayo agendakan perjalananmu ke sini.

Kebun Raya Cibodas

Jl. Kebun Raya Cibodas, Sindangjaya, Kec. Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat,

agendaIndonesia

*****

Kebun Raya Purwodadi, Indah Mulai 1941

Kebun Raya Purwodadi adalah yang terbesar di Jawa Timur.

Kebun Raya Purwodadi tentu saja masih popular dibandingkan Kebun Raya Bogor di Jawa Barat. Padahal, ini merupakan salah satu tempat penelitian terbesar yang ada di Jawa Timur. Tempat ini pun dapat dikunjungi sebagai objek wisata.

Kebun Raya Purwodadi

Selain untuk wisata, Kebun Raya Purwodadi juga menjadi tempat edukasi yang cocok untuk anak-anak, remaja dan orang dewasa. Kebun raya ini menjadi favorit masyarakat Jawa Timur dan sekitarnya karena terletak di lokasi yang strategis dan mudah dijangkau.

Kebun Raya Purwodadi menyajikan pemandangan indah dan suasana yang sangat asri. Kebun Raya ini, yang juga dikenal dengan nama Hortus Ilkim Kering Purwodadi, didirikan pada 30 Januari 1941 oleh Dr. L.G.M. Baas Becking.

Kebun Raya Purwodadi dengan koleksi tanaman palemnya.
Koleksi palem di kebun raya ini. Foto.Dok Kebun Raya Purwodadi

Kebun ini sesungguhnya merupakan salah satu dari tiga cabang Kebun Raya Indonesia, atau Kebun Raya Bogor. Tugas dan fungsi kebun di Purwodadi ini mengkoleksi tumbuhan yang hidup di dataran rendah kering.

Kebun Raya di Jawa Timur ini merupakan Balai Konservasi Tumbuhan yang bernaung dibawah dan bertanggung jawab kepada Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya, Kedeputian Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati-LIPI (Lembaga IImu Pengetahuan Indonesia), saat ini menjadi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Kebun Raya dan fasilitasnya untuk pertama kalinya dibuka bagi umum pada 10 Maret 1963. Setelah pembukaan Kebun Raya untuk umum, pembangunan sarana fisik dan pembangunan sistem pengelolaan kebun semakin digalakkan.

Sejak 1980 sebagian tanaman ditata kembali menurut kelompok suku yang menganut sistem klasifikasi Engler dan Prantl. Penyempurnaan vak koleksi, pembangunan gedung kantor, penambahan koleksi melalui eksplorasi, pertukaran biji menjadi program selanjutnya dari kebun raya ini.

Dalam perkembangannya, UPT Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya diharapkan akan menjadi pusat konservasi dan penelitian tumbuhan dataran rendah kering Indonesia. Di Kebun Raya ini terdapat padang rumput yang luas yang biasa digunakan untuk kegiatan, dan juga rumah kaca yang menyimpan koleksi-koleksi tanaman.

Taman Buah Kebun Raya Purwodadi Dok. KR Purwodadi
Area Taman Buah. Foto. Koleksi KR Purwodadi

Ada beragam koleksi tanaman di kebun raya ini. Misalnya saja koleksi palem, koleksi anggrek, koleksi bambu. Ada pula koleksi buah-buahan tropis, termasuk aneka mangga.

Koleksi Palem Kebun Raya Purwodadi yang paling dekat berada di sebelah kanan pintu masuk. Di sana pengunjung dapat melihat koleksi palem yang menjulang tinggi.

Di sini pengunjung dapat berswafoto dengan latar belakang koleksi palem dengan epic. Palem sendiri termasuk dalam family Arecaceae yang merupakan jenis palem yang dijumpai sejak zaman Cretaceus, sekitar 120 juta tahun yang lalu.

Arecaceae menarik dari segi botani. Keindahan bentuknya, keaneragaman jenis dan kegunaannya. Palem merupakan salah satu kelompok tumbuhan tinggi yang berkeping satu (monocotyledoneae).

Jenis palem tertentu juga mempunyai potensi sebagai sumber karbohidrat yang berupa pati atau gula, nipaj, sagu, kelapa, sumber minyak seperti kelapa dan kelapa sawit, bahan bangunan seperti kelapa, nibung, dan wanga, bahan anyam-anyaman seperti rotan dan lontar dan bahan penyegar seperti pinang sirih.

Gardenia Resto KR Purwodadi
Gardenia Resto untuk ngaso dan makan siang. Foto: KR Purwodadi

Kebun Raya Purwodadi yang mempunyai tugas untuk melaksanakan inventarisasi, eksplorasi, penanaman koleksi, pemeliharaan tumbuhan dataran kering yang memiliki nilai ilmu pengetahuan dan berpotensi untuk di koleksi atau di konservasi.

Untuk Arecaceae sendiri kebun raya ini memiliki koleksi berjumlah 60 marga, 117 jenis, dan 435 individu. Koleksi Palem yang berada di Kebun Raya Purwodadi terdiri dari 12 jenis yang dilindungi. 

Koleksi yang dilindungi itu, misalnya Bindang; Palem Raja; Palem Jawa; Pinang Merah Kalimantan; Pinang Merah Bangka; Bertan; Daun Payung; Palem Kipas Sumatera; Palem Sumatera; Korma Rawa; Manga; dan Pinang Jawa.

Selain palem, seperti disebut di muka, kebun raya ini mempunyai banyak koleksi anggrek dari berbagai jenis dan dari berbagai daerah. Koleksi anggrek tersebut banyak didapat dari hasil eksplorasi dan ada pula dari hasil sumbangan. Koleksi anggrek ditata dengan rapi di rumah kaca khusus anggek.

Salah satu jenis anggrek langka yang dimiliki oleh Kebun Raya Purwodadi adalah anggrek sepatu/selop (Paphiopedilum glaucophyllum). Anggrek langka ini juga menjadi maskot kebun raya di sini.

Daya tarik utama anggrek sepatu terletak pada labellum atau bibir bunganya yang berbentuk kantong, berwarna ungu, dengan ornamen totol-totol di kelopak bunganya. Selain anggrek selop, anggrek hitam juga termasuk ke dalam jenis anggrek langka yang dimiliki kebun ini.

Saat ini buah-buahan segar memang mudah untuk didapat di Supermarket. Tetapi ada yang lebih nikmat yaitu memetik buah sendiri. Kenikmatan itulah yang ditawarkan oleh Kebun Raya Purwodadi.

Berawal dari peresmian 2 Febuari 2020, kebun raya ini memanfaatkan lahan dan sebagai sarana edukasi di dekat Lawn Bungur sebagai Taman Buah Lokal. Pemanfaatan tersebut juga karena pelestarian tanaman, maka pihak dari Kebun Raya Purwodadi membudidayakan aneka tanaman buah lokal mulai dari yang langkah hingga mudah di dapatkan di sekitar masyarakat.

Meskipun saat ini hanya sekedar bibit, namun diperkirakan pada 2025-2026 nanti buahnya akan dapat di petik.

Dalam peresmian Taman Buah Lokal ini ditandai dengan penanaman tanaman Matoa (Pometia Pinnata J.R Forst. & G. Forst) tanaman asli Papua. Taman Buah Lokal sendiri terdapat 30 spesies dari 19 suku tanaman buah lokal.

Ayo agendakan kunjungan kalian ke kebun-kebun raya. 

Kebun Raya Purwodadi

Jl. Raya Surabaya – Malang Kilometer 65, Sembung Lor, Purwodadi,

Pasuruan, Jawa Timur

agendaIndonesia

*****

Desa Dasun Rembang, Jejak Bahari Abad 13

Desa Dasun Rembang adalah salah satu jejak sejarah bahari Indonesia. Foto: Dok. Desa.Dasun.id

Desa Dasun Rembang, Jawa Tengah, belumlah desa wisata yang menjadi favorit dikunjungi wisatawan. Baik domestic dan mancanegara. Mungkin karena publikasinya kurang, mungkin pula disebabkan kalah moncer dari wisata di sekitarnya.

Desa Dasun Rembang

 Dasun di Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah,, merupakan desa kecil yang sesungguhnya memiliki keunggulan dalam sejarah, khususnya di bidang perkapalan. Dahulu tempat ini menjadi tempat pembuatan kapal. Bukan saja di masa pendudukan Belanda, bahkan diperkirakan sejak abad 13. Hingga saat ini masih ditemukan dok-dok kapal di sepanjang SUngai Dasun.

Tak hanya sisa dok dari galangan kapal, di desa ini mata pencarian masyarakatnya juga masih terkait dengan laut. Dasun terkenal sebagai desa penghasil garam dan ikan bandeng di Lasem, Rembang.

Selain itu, kawasan ini juga memiliki hutan mangrove di sepanjang sungai Dasun yang menawan. Puluhan kapal nelayan yang berjajar di tambatan perahu di sungai menandakan desa ini merupakan salah satu desa maritim di Indonesia.

Pada 18 Desember 2016, Desa Dasun Rembang ini telah mendeklarasikan sebagai desa wisata dengan nama Wisata Bahasi Dasunberbasis konservasi dan edukasi. Potensi-potensi wisata unggulannya adalah Situs-situs sejarah, Susur Sungai Dasun, Tambatan Perahu Dasun, Pantai Dasun, Tambak Dasun, Ruang Terbuka Hijau Dasun, dan berbagai macam wisata kuliner.

Keberadaan Desa Dasun Rembang ini, daari catatan sejarah, sudah ada sejak zaman Kerajaan Pucangsulo di abad ke-13. Kerajaan yang disebut sebagai cikal bakal kerajaan-kerajaan di Jawa. Dikutip dari situs Kemenparekraf.go.id, desa ini sudah dikenal dengan potensi baharinya. Sejak abad ke-13, desa ini sudah menjadi pusat produksi kapal bagi Kerajaan Majapahit.

Desa Dasun Rembang pernah dikenal sebagai pusat produksi kapal sejak abad 13 dan era Majapahit.
Peninggalan dok kapal. Foto: Dokumentasi Desa.Dasun.id


Dari catatan itu disebutkan, pembuatan kapal itu diperuntukan bagi keperluan militer dan perdagangan. Pengawasan pembuatan kapal-kapal tersebut langsung dipimpin Prabu Rajasa Wardana yang merupakan suami dari Bhre Lasem dan saat itu menjabat Panglima Angkatan laut Majapahit.


Pada masa Kesultanan Demak, galangan kapal Desa Dasun masih tetap ada dan disebutkan berhasil menyelesaikan 100 kapal bagi Kesultanan Demak. Kapal-kapal inilah yang dipergunakan untuk ekspedisi Adipati Unus ke Malaka untuk melawan Portugis.
Saat ini di tepi sungai Dasun masih terdapat dok kapal peninggalan kolonial Belanda dan masa kependudukan Jepang. Konon, sungai ini juga adalah pintu masuk distribusi candu di masa penjajahan Belanda. Ini dibukitkan dengan adanya Rumah Candu atau Lawang Ombo di Desa Soditan.


Sungai Dasun memang merupakan titik utama bagi desa ini. Sebagai sungai utama di Kecamatan Lasem, keberadaan sungai ini dimanfaatkan masyarakat setempat sebagai lalu lintas perahu. Penduduk Desa Dasun juga memiliki anco yang digunakan untuk mencari udang, rebon, ikan blanak dan ikan bandeng hingga kakap. Selain itu, terdapat juga wahana susur sungai yang menarik.

Desa Dasun Rembang juga punya keistimewaan sebagai tambak garam terbesar di pesisir utara Jawa.
Tumpukan garam hasil tambak garam di Desa Dasun Rembang. Foto: Dok. shutterstok


Hal lain yang tak kalah menarik jika berkunjung ke desa Dasun Rembang ini adalah mengamati dan mempelajari proses pembuatan garam tradisional. Seperti pagi itu, ketika sejumlah wisatawan mengunjungi desa itu.

Tampak tiga petani garam larut dengan pekerjaannya masing-masing. Salah satu di antara mereka terlihat sibuk menyiduk air dari sebuah lahan dan memindahkannya ke lahan yang lain. Dua lainnya memasang terpal di tanah petak selebar kira-kira 5 meter.

Di sekitar ketiga petani itu tampak bertumpuk-tumpuk garam kering siap panen. “Garam ini dipanen pada sore atau pagi,” kata salah satu di antaranya, Sugeng yang berusia 43 tahun.

Inilah pemandangan Desa Dasun Rembang saban pagi. Para warga bekerja serius menambak garam. Tiga petani itu hanya sebagian kecilnya. Desa Dasun memang dikenal sebagai pemroduksi garam terbesar di pesisir pantai utara Jawa.

Wisatawan yang pergi ke Lasem biasanya akan mampir ke Dasun. Mereka bakal disuguhi sajian yang komplet dari sisi visual maupun sosial. Ada hamparan lahan tambak garam luas menyapu mata.

Tak perlu terkejut. Pemandangan ini memang hampir dapat ditemui di semua lokasi di pesisir Lasem. Lanskapnya indah beserta objek yang lengkap: alam, manusia dan aktivitasnya. Apabila beruntung, wisatawan bisa bertemu dengan burung kuntul.

Meski tampak diam dan serius menambak, para petambak garam tak sungkan mengajari orang yang datang untuk ikut menggarap lahan garam. Sugeng tadi misalnya, menjabarkan alur menambak garam.

“Coba lihat, gerojokan itu,” ujarnya sambil menunjuk pipa yang dipompa dengan genset. Tampak air mengalir deras dari pipa itu. Air itu disedot langsung dari laut.

Desa Dasun Rembang merupakan desa wisata bahari, salah satunya adalah atraksi produksi garam tradisional.
Petani memanen garam di tambak. Foto: ilustrasi dok. ANTARA FOTO/Arnas Padda

Air laut yang masuk ke lahan tambak tak langsung bisa mengendap menjadi garam. Petani harus mengukur larutannya menggunakan alat tradisional bernama baumeter. Baumeter ini dimasukkan ke selongsong bambu. “Kalau mau mengukur kadar garamnya, masukkan air ke bambu,” kata Sugeng.

Air tua alias yang telah siap menjadi garam biasanya memiliki kadar kekentalan 22-23. “Kalau masih 0, harus diputer dulu aliran airnya. Caranya ya digayung, dipindah dari satu lahan ke lahan lain,” ujarnya.

Air yang telah tua itu akan dialirkan ke petak-petak lahan beralas terpal. Di sanalah air laut akan mengalami proses pengendapan menjadi garam. “Biasanya 3-7 hari sudah jadi garam,” katanya.

Tiap-tiap petak akan menghasilkan kira-kira 350 kilogram garam. Garam yang baik adalah yang memiliki kristal berukuran besar. Warnanya pun lebih putih dan bersih, tidak tercampur lumpur dan kotoran lainnya.

Keseruan memanen garam ini menurut mereka hanya bisa dirasakan saat musim kemarau. Juni-Juli-Agustus adalah waktu terbaik menambak garam. Sedangkan saat hujan, penambak garam berhenti atau berganti isi tambaknya.

Musim hujan, petani garam rehat dari aktivitasnya. Mereka mencari pekerjaan lain untuk menambah tabungannya.

Sementara itu saat musim hujan, tambak garam dibiarkan terisi air, kemudian ditaburi benih ikan bandeng. Tidak ada perawatan khusus, hanya sebar benih dan dibiarkan saja sampai panen. Untuk makanan, ikan bandeng memakan lumut-lumut yang ada di tambak.

Desa Dasun Rembang menarik untuk dikunjungi. Belajar sejarah, sambal belajar soal garam tradisional dan bandeng.

agendaIndonesia

*****

Pasar Beringharjo Gaya Artdeco 1925

Pasar Beringharjo dibangun dengan gaya artdeco

Pasar Beringharjo di Yogyakarta sejak lama bukan cuma urusan jual beli urusan dapur atau sembako. Ia sudah menjadi ikon kota pelajar ini bahkan sejak Indonesia belum merdeka.

Pasar Beringharjo

Berlokasi di jantung kota, tepatnya di Jalan Pabringan Nomor 1 atau Jalan Ahmad Yani di ujung Selatan Jalan Malioboro dan berdekatan dengan Benteng Vredeburg serta Taman Budaya, Beringharjo jauh dari sepi. Hampir 24 jam, jika pedagang-pedagang makanan malam hari seperti gudeg ikut diperhitungkan.

Menurut sejarahnya, dulunya wilayah pasar Beringharjo adalah hutan beringin yang kemudian berkembang menjadi tempat transaksi ekonomi setelah Kesultanan Ngayogyakarta berdiri pada 1758. Nama ‘Beringharjo’ sendiri diberikan Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Nama ini memiliki arti wilayah yang semula pohon beringin (bering)  dandiharapkan dapat memberikan kesejahteraan (harjo). Kini, para wisatawan memaknai pasar ini sebagai tempat belanja yang menyenangkan.

Pasar Beringharjo menjadi alternatif wisata di kota Yogyakarta
Pedagang batik di Pasar Beringharjo Yogyakarta. Foto: Dok. shutterstock

Pada 24 Maret 1925 Keraton Yogyakarta menugaskan Perusahaan Beton Hindia Belanda membangun 11 kios untuk los-los di pasar tersebut. Pada akhir Agustus 1925, ada 11 kios yang diselesaikan di pasar Beringharjo itu. Salah satu ciri arsitektur bangunnnya adalah campuran antara gaya kolonial dan tradisional Jawa. Bagian gerbang masuknya sendiri bergaya artdeco.

Sejak adanya bangunan-bangunan itulah Beringharjo menjadi pasar tertua yang memiliki nilai sejarah dan tak terpisahkan dari Keraton Yogyakarta. Pasar yang telah berkali-kali dipugar ini melambangkan satu tahapan kehidupan manusia. Dalam konteks Yogyakarta, Beringharjo juga merupakan salah satu pilar dari filsafat ‘Catur Tunggal’, yakni  Kraton, Alun-alun Utara, Masjid Agung, dan Pasar Beringharjo. Jika Kraton melambangkan pemerintahan, alun-alun melambangkan ruang publik, masjid sebagai tempat ibadah, dan pasar untuk fungsi ekonomi.

Mendapat julukan Eender Mooiste Passer Op Java atau pasar terindah di pulau Jawa saat masa kolonial, kini Beringharjo menjadi salah satu pasar yang paling ramai dikunjungi di Yogyakarta. Ia bahkan menjadi salah satu destinasi wisata penting untuk kota ini.

Salah satu daya tarik pasar ini karena ia menyimpan berbagai “harta” terpendam. Ada banyak ragam benda kerajinan unik. Di lantai 3, misalnya, di bagian belakang gedung pasar, ada deretan kios-kios yang menjual barang-barang etnik yang lucu dan menarik. Ada banyak benda anyaman yang terbuat dari rotan dan bahan lainnya dengan bentuk estetik. Selain banyak barang unik, di kios-kios tersebut juga menyediakan barang dengan harga yang terjangkau.

Bagi orang Yogya, pasar ini juga sering disebut sebagai pasar Gedhe, karena memang pasar yang terbesar di kota ini. Selain itu, ragam barang dagangan yang ditawarkan juga beraneka.

Misalnya saja, kini banyak orang yang datang ke beringharjo untuk memanjakan lidah. Di bagian depan dan belakang pasar sebelah barat merupakan tempat yang tepat untuk memanjakan lidah dengan jajanan pasar. Di sebelah utara bagian depan, Orang bisa jajan es cendol khas Yogyakarta adalah adalah pilihan jitu. Es cendol Yogyakarta memiliki citarasa yang lebih kaya. Pilihannya ada Es Cendol Mbah Hari. Minuman lain yang tersedia adalah es kelapa muda dengan sirup gula jawa dan jamu seperti kunyit asam dan beras kencur.

Pasar beringharjo tak hanya soal batik dan kerajinan tapi juga kuliner.
Salah satu kunjungan wisatawan ke Beringharjo adalah menikmati kuliner khas kota ini. Foto: dok. shutterstock

Selain minuman, ada juga makanan besar. Banyak wisatawan atau masyarakat lokal yang datang ke pasar justru untuk menikmati kulinernya. Di selatan area parkir di Lantai 2, misalnya, di sana ada Sego Empal Bu Warno. Atau di dekatnya ada gado-gado Bu Hadi. Ada pula Soto Pithes Mbah Galak. Dan yang tak kalah menarik adalah Sate Kere yang banyak ditemui di dekat pintu selatan.

Serbuan utama wisatawan kalah datang ke Beringharjo tentu saja batik. Pasar ini adalah tempat terbaik karena koleksi batiknya lengkap. Mulai batik kain maupun sudah jadi pakaian, bahan katun hingga sutra, dan harga puluhan ribu sampai hampir sejuta tersedia di pasar ini. Koleksi batik kain dijumpai di los pasar bagian barat sebelah utara. Sementara koleksi pakaian batik dijumpai hampir di seluruh pasar bagian barat. Selain pakaian batik, di bagian barat juga menawarkan baju surjan, blangkon, dan sarung tenun maupun batik.

Pasar ini juga tempat untuk kolektor barang antik berburu. Sentra penjualan barang antik terdapat di lantai 3 pasar bagian timur. Di tempat itu, anda bisa mendapati mesin ketik tua, helm buatan tahun 60-an yang bagian depannya memiliki mika sebatas hidung dan sebagainya. Di lantai itu pula, anda dapat memburu barang bekas berkualitas bila mau. Berbagai macam barang bekas impor seperti sepatu atau tas.

Selain di bagian dalam pasar, sisi luarnya juga menawarkan hal-hal yang tak kalah menarik. Kawasan Lor Pasar, yang dahulu dikenal dengan Kampung Pecinan, adalah wilayah yang paling terkenal. Anda bisa mencari kaset-kaset lawas. Atau mencari barang kerajinan logam juga koleksi uang lama.

Dan seperti disebut di atas, meski pasar resmi tutup pukul lima sore, tapi dinamika pedagang tidak berhenti pada jam itu. Bagian depan pasar masih menawarkan berbagai macam panganan khas. Martabak dengan berbagai isinya, terang bulan yang legit bercampur coklat dan kacang, serta klepon isi gula jawa yang lezat bisa dibeli setiap sorenya.

Ada pula penganan brem bulat dengan tekstur lebih lembut dan krasikan (semacam dodol). Di sebelah selatan, dapat ditemui bakpia isi kacang hijau yang biasa dijual masih hangat dan kue basah seperti hung kwe dan nagasari.

Sekitar magrib hingga lewat tengah malam, biasanya terdapat penjual gudeg di depan pasar yang juga menawarkan kikil dan varian oseng-oseng. Sambil makan, pengunjung bisa mendengarkan musik tradisional Jawa yang diputar atau bercakap dengan penjual tentang kehidupan Yogyakarta.

agendaIndonesia

*****

Wisata Bintan Dengan 3 Wajahnya

Pantai yang bisa dinikmati dalam wisata Bintan

Wisata Bintan dengan 3 wajahnya mungkin tidak sepopular Belitung, meskipun sebagai destinasi wisata, pulau ini lebih dahulu dipromosikan. Namun, kemudian Bintan perkembang menjadi tujuan wisata sedikit eksklusif. Begitupun, Bintan yang berada di Provinsi Kepulauan Riau memang punya pesona alam yang indah. Tak hanya itu, Bintan ternyata juga memiliki sejumlah tempat yang membuatnya layak menjadi pilihan berlibur.

Wisata Bintan Dengan 3 Wajahnya

Kawasan wisata Bintan rasanya kini makin ramah bagi wisatawan Indonesia. Buktinya, saat ini, pulau wisata itu tak hanya ramai dikunjungi turis asing, seperti dari Singapura, Cina, dan Malaysia, tapi juga wisatawan Nusantara atau lokal. Ramainya Pulau Bintan oleh kunjungan turis lokal disebabkan lantaran banyaknya destinasi publik yang kini mulai dipromosikan untuk wisatawan lokal. Terutama 3 wajahnya: sejarah Kesultanan Melayu, budaya religi Budha, dan pantai-pantainya.

Provinsi Kepulauan Riau sendiri seperti miniatur Indonesia, betul-betul wilayah dengan rangkaian pulau-pulau.  Dari catatan, setidaknya ada sekitar 2.408 pulau besar dan kecil di provinsi ini. Tentu saja, yang paling terkenal hanya ada dua, yakni Pulau Batam dan Pulau Bintan.

Pulau Bintan adalah tempat Tanjungpinang ibukota Provinsi Kepulauan Riau berada. Dengan budaya Melayunya yang kental, di sini wisatawan bisa mengenal lebih dekat kesultanan Melayu, mengunjungi vihara unik, dan tentunya menikmati keindahan pantainya. Ayo kita coba jelajahi Bintan.

Yang pertama tentu saja menikmati peninggalan masa lampau Bintan. Sejarah Kesultanan Melayu. Untuk ini wisatawan dari Tanjungpinang harus menyeberang ke Pulau penyengat. Ini bisa dicapai hanya 15 menit perjalanan dengan perahu dari Pelabuhan Sri Bintan Pura di Tanjungpinang.

Di pulau berukuran 3,2 kilometer persegi ini, wisatawan bisa menelusuri sejarah Kesultanan Melayu karena pada abad ke-18 merupakan pusat Kesultanan Johor-Riau. Salah satu peninggalannya adalah Masjid Raya Sultan Riau. Cerita unik tentang masjid ini karena konon dibangun dengan menggunakan perekat berupa putih telur.

Selain masjid, ada beberapa peninggalan lainnya, seperti tempat pemandian Perigi Puteri, gudang mesiu, makam raja, rumah-rumah asli warga melayu, serta meriam di Bukit Kursi. Jika pun ingin bersantai, Pulau Penyengat memiliki pantai berpasir putih yang menakjubkan.

Hal yang tak kalah unik dari Bintan, meskipun asal muasalnya sebagai kesultanan melayu yang kental dengan tradisi Islam, wilayah ini juga mempunyai wajah tradisi Tiongkok. Jika dari penyengat kita kembali ke Tanjung Pinang, di sana terdapat tempat ibadah umat Budha yang menarik untuk dikunjungi, yaitu Vihara Avalokitesvara Graha yang berada di jalur Tanjung Pinang-Uban. Vihara itu disebut-sebut sebagai vihara terbesar se-Asia Tenggara. Di bagian dalamnya, ada patung Dewi Kuan Yin dengan tinggi 16,8 meter dan berlapis emas 22 karat.

Selain itu, ada sejumlah wihara lain yang unik. Misalnya, Vihara Ksitigarbha Bodhisattva alias Patung Seribu Wajah. Disebut demikian karena vihara ini memiliki begitu banyak patung. Ini mungkin masih termasuk merupakan destinasi wisata baru di Bintan.

Dulunya, tempat ini merupakan destinasi religi umat Buddha, tapi sekarang bisa dikunjungi semua umat. Di vihara itu, lebih dari 500 patung Lohan setinggi manusia bisa ditemui. Patung Seribu Wajah tersebut memiliki roman muka berbeda-beda.

Di bawah setiap patung terdapat tulisan Mandarin, yang menjelaskan sosok patung seribu wajah itu beserta namanya. Konon, ratusan patung tersebut merupakan representasi dari para murid Buddha yang disebut Arahat. Bila ingin mengunjungnya, vihara ini terletak di Jalan Asia Afrika KM 14. Waktu tempuhnya sekitar 20 menit berkendara dari Bandar Udara Internasional Raja Haji Fisabilillah.

Pada malam hari, wiatawan bisa menghabiskan dengan menikmati pantai dan hembusan angin laut. Tanjungpinang memiliki garis pantai yang cukup panjang, dan yang menarik adalah pesisir timurnya. Dari mulai Pantai Trikora, pantai yang berpasir putih dengan hiasan batu-batu granit. Selain itu, ada sejumlah akomodasi bagi wisatawan yang ingin mencecap suasana lebih lama dan nyaman.

Jalanan di Kawasan Lagoi Bintan chuttersnap unsplash
Jalanan di Kawasan Lagoi di wisata Bintan. Dok. unsplash

Pantai Trikora membentang mulai Pantai Trikora 1 hingga Pantai Trikora 4. Panjang garis pantainya mencapai 25 kilometer. Di ujung Pantai Trikora, terdapat sebuah perkampungan nelayan yang menjadi tempat bermukimnya Suku Laut. Penduduknya rata-rata menjual ikan segar. Wisatawan bisa datang untuk berbelanja langsung atau sekadar mengobrol dengan para penduduk kampung itu. Mereka tinggal di rumah-rumah apung yang eksotis.

Lokasi Pantai Trikora cukup jauh dengan Bandar Udara Internasional Raja Haji Fisabilillah. Bila ditempuh dengan kendaraan waktunya mencapai 1,5 jam. Namun di sini wisatawan dapat menikmati suasana yang asri dan jauh dari ingar-bingar.

Bila ingin menikmati pantai lain di Bintan, wisatawan harus melangkah lebih jauh lagi atau sekitar 65 kilometer dari Tanjungpinang. Di sana ada Pantai Lagoi yang dipenuhi resor dan hotel berbintang. Akomodasi dan sarananya lengkap, bahkan terdapat lapangan golf. Kawasan wisata di Kabupaten Bintan ini digandrungi turis Korea, Cina, Jepang, dan Singapura. Bagi warga dari Negeri Jiran, Malaysia, dapat mencapainya lebih cepat dengan kapal feri khusus dari Tanah Merah, Singapura, dengan jumlah keberangkatan empat kali dalam sehari.

Spot lain yang bisa dikunjungi wisatawan adalah tur Mangrove. Hutan bakau atau Mangrove Bintan bisa dijumpai di Sungat Sebong. Kawasan ini memisahkan Kampung Lagoi dan Desa Sebong Lagoi. Wisatawan dapat menjelajahi hutan bakau itu dengan perahu motor yang disediakan.

Ada tiga zona hutan yang bisa dikunjungi, yakni zona asin, zona payau, serta zona tawar. Zona asin merupakan tempat untuk menikmati pembuatan dapur arang yang kini menjadi sarang ular. Adapun zona payau merupakan tempat untuk melihat satwa hutan bakau, seperti monyet, lebah, dan ular sanca. Sedangkan zona terakhir, yakni zona tawar, wisatawan bakal menyaksikan beragam flora tumbuh subur.

Satu lagi yang layak dinikmati selagi di Bintan: Gurun Pasir Busung. Tak perlu jauh-jauh ke Timur Tengah untuk mendapatkan foto berlatar gurun pasir yang eksotis. Di Bintan pun ada. Gundukan-gundukan pasir terlihat benar-benar seperti di Gurun Sahara. Gurun pasir ini merupakan bekas tambang yang sudah tidak aktif.

Gurun Pasir Busung berlokasi di Raya Busung, Busung, Seri Kuala Lobam. Jaraknya lebih-kurang 40 kilometer dari Bandar Udara Internasional Raja Haji Fisabilillah. Adapun waktu tempuhnya berkisar 1 jam.

Kalau Anda sempat main ke Bintan, jangan lupa saat perut keroncongan, ada beragam sajian khas kota ini, seperti gonggong, sup ikan, ikan asam pedas, nasi lemak, hingga mi lendir, mi kuning basah yang diguyur dengan kuah kacang encer. Adapun bila ingin bersantai, ada deretan kedai kopi yang biasa dijadikan tempat nongkrong warga.

Jadi, kapan mengagendakan main ke Bintan? Ayo agendakan Indonesia-mu sejak sekarang.

F. Rosana/R. Kesuma/

Ini 4 Pantai Eksotis Dengan Pasir Hitam

Pantai Parangtritis micbima unsplash

Ini 4 pantai eksotis dengan pasir hitam. Banyak orang mungkin terpesona dengan pantai-pantai berpasir putih. Dengan kombinasi air laut yang biru cemerlang, pantai-pantai itu memang mempesona. Tapi pantai yang berpasir hitam pun sesungguhnya tak kalah menawan.

Ini 4 Pantai Eksotis

Putih dalam banyak hal dinilai lebih cantik, bahkan pasir pantai. Biasanya, orang akan berburu pantai-pantai berpasir putih, yang begitu jelas menunjukkan keindahan. Bahkan tak di tempat yang lebih terbatas, ada pantai-pantai dengan pasir berwarna pink akibat ulah ganggang di perairan tersebut.

Begitupun tak berarti pantai-pantai berpasir hitam tak memancarkan pesona. Buktinya, ada sejumlah pantai berpasir hitam yang terkenal di kalangan wisatawan dan dari masa ke masa selalu diburu wisatawan.

Jika sesekali ingin menikmati pantai-pantai berpasir hitan ada sejumlah pilihan. Selain pantai Senggigi di Pulau Lombok, beberapa di antara lainnya berada di sepanjang pesisir selatan Pulau Jawa. Pilihan itu bisa disimak di bawah ini.

Karang Hawu, Pelabuhan Ratu, Sukabumi

Dari Jakarta bisa mengarahkan kendaraan menuju Ciawi, kemudian mengambil arah ke Sukabumi hingga menemukan arah ke Pelabuhan Ratu. Berada di Kecamatan Cisolok, Sukabumi, di tepi pantai terpampang jelas namanya. Namanya juga menunjukkan ciri dari pantai yang memiliki karang menjorok ke laut dan memiliki lubang yang berbentuk seperti tungku memasak. Dalam bahasa Sunda, ‘hawu’ berarti ‘tungku’.

Lekat dengan legenda Nyi Loro Kidul, pantai ini banyak diburu saat liburan, termasuk oleh para peselancar. Sebab, ombaknya yang menggoda. Berkarang dan berpasir hitam ternyata membuahkan pesona tersendiri. Apalagi di kawasan wisata ini dengan mudah ditemukan beragam kelas akomodasi, rumah makan, gerai suvenir, hingga tempat penyewaan perlengkapan berselancar di laut. Di sepanjang jalur Sukabumi selatan pun bisa ditemukan pantai-pantai lain, seperti Cimaja, Pelabuhan Ratu.

Pangandaran

Pantai Pangandaran, yang kini berada di Kabupaten Pangandaran, tidak pernah sepi dari kunjungan turis. Dari waktu ke waktu, wisatawan terus meningkat. Apalagi ditambah pilihan obyek wisatanya. Menyodorkan keindahan mentari terbit dan tenggelam, pantai ini sebagaian memiliki pasir hitam. Meski pasirnya tampak gelap, tidak pernah membuat turis berpaling.

Berjarak sekita 400 kilometer dari Jakarta dan 223 kilometer dari Bandung, perjalanan panjang melalui jalur darat ditempuh untuk mencapai pantai ini. Namun pantai tetap diburu, apalagi ada pilihan singkat dengan penerbangan dari Bandara Halim Perdanakusumah menuju Bandara Nusa Wiru dengan frekueunsi satu kali sehari oleh maskapai Susi Air. Tak hanya menikmati pantai dan keindahan yang bisa dicicipi, ada pengalaman lagi saat menjelajah Cagar Alam Pananjung, Cukang Taneuh, Pantai Batu Karas, dengan segudang kegiatan.

Parang Tritis, Bantul

Pantai yang berjarak sekitar 27 kilometer di selatan Yogyakarta ini dikenal dengan gundukan pasirnya. Hamparan pasirnya yang cokelat kehitaman muncul di beberapa layar lebar. Ini justru menjadi ciri khas dan area untuk mengadakan berbagai kegiatan, selain menjadi lokasi yang nyaman untuk menikmati debur ombak dan keindahan mentari tenggelam.

Di sore hari, pelancong bisa menyusuri pantai dengan berbagai cara, mulai dengan berjalan kaki, naik bendi, menunggang kuda, hingga mengendarai ATV. Pantai ini juga kerap menjadi tempat pemotretan pasangan untuk prewedding. Sebab, kala senja datang, tempat ini terasa romantis. Pantai yang menjadi bagian dari Kabupaten Bantul ini juga kerap dikunjungi para penggemar sandboarding untuk beraksi.  

Senggigi, Lombok Barat

Meski pantai-pantai di Pulau Lombok banyak yang menonjolkan pesona pasir putihnya, pantai Senggigi tetap tak pernah sepi. Apalagi menjadi pintu untuk mencapai tiga pulau kecil atau gili yang sekarang namanya sudah begitu kondang, yakni Meno, Air, dan Trawangan. Dengan keindahan mentari tenggelam, pantai berpasir hitam ini menjadi tempat mengasyikkan untuk menikmati senja.

Apalagi di kawasan Senggigi, telah berjajar hotel-hotel berbintang dan beragam kafe sehingga menjadi kawasan wisata yang hidup dari pagi hingga tengah malam. Bahkan untuk penyuka belanja, khususnya kerajinan tangan, di pantai juga bisa ditemukan pasar seni. Dijual pula aneka kain lokal, kerajinan dari kayu, rotan, dan material lainnya.

Agendakan main ke pantai-pantai berpasir hitam. Dan agendakan Indonesiamu mulai sekarang.

Rita N-TL

Surga Wisata Bali, 3 Butuh Perjuangan

Surga Wisata Bali ternyata tak semuanya tinggal turun mobik dan duduk. Ada juga yabg butuh perjuangan. Foto: shutterstock

Surga wisata Bali mempunyai paket yang komplet. Mulai atraksi berupa garden park, resor-resor mewah, desa-desa wisata, pantai-pantai menawan atau pantai perawan, pertunjukan-pertunjukan budaya, hingga alam pegunungan yang asri.

Surga Wisata Bali

Hampir semua tempat di Bali rasanya telah kondang bagi para wisatawan, domestic maupun manca negara. Aksesnya pun gampang untuk menuju lokasi-lokasi wisata tersebut. Sarana transportasi cukup lengkap, jalan menuju spot-nya pun relatuf gampang.

Namun, bila ada wisatawan yang ingin sensasi liburan yang lain, Bali punya setidaknya tiga surga tersembunyi yang perlu disambangi dengan hiking. Di antaranya tiga tempat berikut ini.

  1. Bukit Campuhan

Pesona Bukit Campuhan, Ubud, semakin viral di dunia maya. Sekitar 11 ribu foto bertagar #bukitcampuhan telah diunggah oleh para pengguna akun Instagram.

Surga Wisata Bali menyimpan banyak keindahan. Ada yang perlu perjuangan untuk mencapainya, seperti Bukit Campuhan di Gianyar.
Bukit Campuhan di Kabupaten Gianyar, Bali. Foto: dok. shutterstock

Sejumlah travel influencer yang sedang naik daun, seperti Kadekarini dan Anggey Anggraini, pun beberapa kali mengunggah foto dengan latar bukit itu. Dalam potret yang ditampilkan di akun berbagi gambar tersebut, keduanya tampak sedang menyusuri Campuhan. Lanskap terasering persawahan di kanan-kiri menjadi ikonnya. Sungguh surga wisata Bali.

Kami lantas mencoba menyambangi bukit itu pada pekan pertama Februari lalu. Ternyata tak mudah menemukan jalan untuk sampai tujuan.

Dari Kota Denpasar, jalan menuju Campuhan harus ditempuh menggunakan kendaraan pribadi dengan waktu perjalanan lebih-kurang 1 jam. Bisa juga menumpang shuttle bus dari Pantai Kuta arah Pasar Ubud dengan waktu tempuh lebih lama, yakni 1,5-2 jam.

Setelah tiba di Pasar Ubud, yang juga merupakan pusat aktivitas daerah itu, tak ada petunjuk pasti menuju Bukit Campuhan. Dalam peta digital pun tak tedapat informasi akses jalan yang bisa dilalui oleh kendaraan bila wisatawan ingin pergi ke sana.

Satu-satunya lokasi terdekat dengan Bukit Campuhan yang bisa diakses kendaraan adalah Kafe Karsa. Kafe Karsa letaknya di balik vila-vila mewah di pedesaan Ubud. Untuk menuju ke sana, wisatawan bisa melewati jalanan berliku serta tanjakan dan jalan menurun cukup terjal.

Selepas sampai di Kafe Karsa, perjalanan dilanjutkan dengan jalan kaki atau hiking. Ada dua jalur yang bisa ditempuh. Jalur pertama melewati pematang sawah di belakang Kafe Karsa. Jalur kedua melewati jalan buntu yang letaknya 500 meter dari kafe itu.

Keduanya sama saja menawarkan trek yang lumayan. Perjalanan sekitar dua  kilometer harus ditempuh dengan medan naik-turun melewati jalan setapak.

Namun, setibanya di Bukit Campuhan, rasa lelah akan terbayar dengan pesona alam Ubud yang masih sangat asri. Panorama bukit hijau membentuk prisma tampak membentang di depan mata.

2. Pantai Nyang Nyang

Surga wisata Bali berupa pantai yang terletak di Desa Pecatu, Kuta Selatan, Badung, ini pernah dinobatkan sebagai Pantai Terbaik Layak Kunjung 2018 oleh CNN Travel International. Pantai tersebut menjadi satu-satunya pantai di Indonesia yang masuk daftar pantai terbaik, bersanding dengan Railay Beach di Thailand, Bazaruto Archipelago di Mozambik, dan Sant Sebastia Beach di Spanyol.

Surga wisata Bali tersedaia dari bukit hingga pantai. Seperti Pantai Nyangnyang.
Pantai Nyangnyang, Bali. Foto: shutterstock

Nyang Nyang masuk jajaran prestasi ini lantaran punya garis pantai yang sangat panjang dengan pasir berwarna keemasan.

Sebelum dinobatkan jadi pantai terbaik, kamipernah mengunjungi Nyang Nyang pada Maret 2017. Warga lokal, Gede Arya, menunjukkan jalan menuju pantai tersebut yang ternyata masih berupa bebatuan kapur yang digempur.

Dari arah Pantai Kuta, jalan menuju Nyang Nyang searah dengan jalur menuju Uluwatu, yakni melewati Jalan Raya Uluwatu Pecatu. Papan petunjuk menuju pantai pun hampir tak terlihat.

Patokan pasti menuju Nyang Nyang adalah Jalan Batu Nunggalan, jalan kecil di tepi Jalan Raya Uluwatu Pecatu. Ujung Jalan Batu Nunggalan adalah jalan buntu. Dari jalan buntu itu tampak garis Pantai Nyang Nyang membentang panjang. Namun letaknya jauh di bawah tebing.

Buat turun ke pantai, wisatawan kudu hiking. Jaraknya tak sampai 1 kilometer, namun kemiringannya cukup bikin kaki gemetar. Disarankan membawa tongkat penopang untuk jalan supaya tak jatuh terperosok saat melewati jalur bebatuan kapur yang terjal dan licin.

3. Green Bowl

Tak jauh dari Nyang Nyang, tepatnya di Desa Ungasan, terdapat pantai yang dulunya merupakan area privat sebuah vila. Pantai ini sekarang dinamai Green Bowl.

Surga wisata Bali tak semuanya bisa dicapai dengan mudah. Ada yang butuh hiking terlebih dahulu, seperti green bowl.
Green Bowl Bali. Foto: Dok. Unsplash-Nigel T.

Mirip dengan Nyang Nyang, Green Bowl terletak jauh di bawah tebing. Buat menuju ke sana, wisatawan kudu menuruni 300 anak tangga dengan pemandangan kanan-kiri berupa semak-semak. Beberapa anak tangga licin karena sudah berlumut. 

Green Bowl, menurut Made, pemilik warung di dekat pantai itu, lebih kondang di kalangan turis asing. Memang, saat itu, pengunjung pantai mayoritas adalah wisatawan mancanegara. 

Wisman tampak mendatangi pantai ini untuk berselancar. Kata Made, Green Bowl memang tempatnya surfer. Tepi pantainya tidak terlalu luas, tapi gelombang lautnya cukup besar. Airnya juga masih sangat jernih.

Gemar petualangan? Mungkin sekali-kali perlu diagendakan kunjunganmu ke tiga tempat tersebut.

agendaIndonesia/Rosana

*****