Tahu telur Pak Jayen beberapa tahun belakangan ini begitu tersohor sebagai salah satu pilihan kuliner malam di Surabaya. Rasanya yang gurih, porsinya yang mengenyangkan, serta harganya yang terjangkau menjadi daya tarik yang membuatnya selalu diburu.
Tahu Telur Pak Jayen
Secara umum, tahu telur memang merupakan salah satu jenis kuliner yang cukup lumrah ditemukan pada berbagai daerah di sekitar Jawa Timur. Juga beberapa daerah di Jawa lainya. Makanan ini juga kerap disebut tahu tek, yang disinyalir berasal dari suara tahu yang dipotong kecil-kecil.
Dari wujudnya, mungkin bisa dikatakan jika makanan ini punya kemiripan dengan ketoprak atau lotek. Ia terdiri dari tahu goreng, telur dadar, potongan timun, taoge, serta lontong dan kentang yang kemudian dilumuri dengan bumbu kacang yang mengandung petis dan bawang putih.
Jembatan Suramadu yang menghubungkan Surabaya dan Pulau Madura Foto: shutterstock
Perpaduan dari tahu yang hangat dan empuk, segarnya taoge dan timun, serta gurihnya bumbu kacang dengan petisnya tersebut begitu menggoda lidah. Porsinya yang biasanya juga cukup banyak membuatnya terbilang cukup mengenyangkan.
Salah satu penjaja tahu telur yang terbilang paling populer saat ini adalah tahu telur Pak Jayen, yang telah melayani pelanggan setianya sejak 2007. Kedai tahu telur tersebut berada di kawasan Gubeng, tepatnya di jalan Dharmahusada.
Lokasinya berada tak jauh dari stasiun kereta api Gubeng dan Rumah Sakit Dr. Soetomo. Awalnya, tempat mereka berjualan digunakan bergantian oleh pedagang gudeg di pagi hari dan jasa pencuci mobil di siang hari, sehingga mereka baru buka saat sore hingga malam.
Hal tersebut justru menjadi peruntungan tersendiri, tatkala pengunjung mulai ramai berdatangan memenuhi kedai ini. Usut punya usut, meski tahu telur sendiri terbilang kuliner yang cukup umum di kota pahlawan tersebut, ada sejumlah keunikan yang dimilikinya.
Yang pertama dan utama adalah cita rasanya yang begitu unik dan nikmat. Paduan bumbu kacang, petis dan bawang putihnya beraroma sangat khas dan terasa kental, gurih nan menggigit di lidah. Cita rasa ini rupanya begitu digemari oleh warga Surabaya.
Cita rasa bumbunya tersebut selalu dijaga agar senantiasa terasa fresh. Kerap kali mereka baru membuat bumbu ketika akan menghidangkan makanan, dengan racikan petis dari Sidoarjo dan bawang putih yang secara khusus sudah disiapkan.
Tahu Telur Surabaya dengan rasa gurih dari petis. Foto: shutterstock
Kemudian porsinya yang terasa pas, tidak terasa kurang maupun berlebihan. Sebagai kuliner malam hari, Tahu Telur Pak Jayen cocok sebagai hidangan main course saat makan malam, tetapi juga masih nikmat sebagai kudapan yang cukup mengisi perut kala malam mulai larut.
Umumnya ada tiga jenis menu tahu telur yang disediakan. Tahu telur komplit, tahu tek tanpa telur, serta tahu telur porsi jumbo. Untuk tahu telur komplit dan tahu tek tanpa telur dihargai Rp 20 ribu, sedangkan untuk yang porsi jumbo harganya Rp 25 ribu.
Lain dari itu, pengunjung juga dapat memesan tahu telurnya sesuai selera. Mulai dari tingkat kepedasan dan jumlah cabe yang digunakan, isi kondimen yang diinginkan atau tidak, sampai detail kecil seperti kerupuk yang digabung atau dipisah.
Satu hal lain yang cukup unik di Tahu Telur Pak Jayen, bila meminta kerupuk untuk dipisah, biasanya pembeli akan diberikan sekantung plastik kerupuk berukuran besar, terutama bagi yang memesan untuk dibawa pulang. Saat masuk ke dalam kedai, kerap terlihat tumpukan plastik berisi kerupuk tersebut.
Beberapa hal tersebut menjadikan tahu telur Pak Jayen sebagai salah satu kuliner tahu telur paling tersohor di Surabaya. Walaupun hanya buka dari sore sampai malam, tak jarang pengunjung hingga mengantri, bahkan mendekati tengah malam.
Tahu telur mirip dengan lontong balap, berbeda dikuahnya. Foto shutterstock
Oleh karenanya, dibuka pula sebuah cabang yang juga masih terletak di area jalan Dharmahusada. Lokasinya kini berupa kedai dengan bangunan permanen, untuk dapat melayani lebih banyak pengunjung.
Kendati terkadang harus antri memesan, begitu makanan telah dipesan biasanya akan datang sekitar 10-15 menit. Setiap pramusaji memiliki perannya sendiri, seperti pembuat bumbu, pemotong, penggoreng, dan seterusnya agar pesanan dapat cepat dihidangkan.
Tahu telur Pak Jayen buka dari jam 17.00 hingga jam 00.00, meski terkadang dikarenakan ramainya pengunjung bisa saja mereka tutup lebih awal karena sudah laris terjual. Sudah jadi maklum bila kedai terlihat ramai hingga jam 22.00 lebih, dipenuhi penggemar kuliner malam.
Selain itu, hingga kini kedai utamanya masih sering penuh hingga harus mengantri, sehingga tak ada salahnya untuk menyambangi cabang yang satu lagi jika sekedar ingin mencobanya. Toh secara cita rasa, tak ada bedanya dan dijamin tetap sama enaknya.
Kerajaan Sunda kuno merupakan sedikit dari kerajaan di Provinsi Jawa Barat yang menorehkan kejayaannya pada catatan peradaban Nusantara. Dari serpihan-serpihan peninggalan yang masih tersisa, para pelancong akan disuguhi keanggunan budaya tradisional dan jejak romantisme masa silam.
Kerajaan Sunda Kuno
Jauh sebelum Kesultanan Cirebon, tersebutlah kerajaan besar yang tak bisa ditaklukkan oleh Majapahit sekalipun. Menurut penulis Portugis, Tome Pires, dalam catatan perjalanannya Summa Oriental, kerajaan ini menguasai separuh Pulau Jawa dan batasnya berada di Sungai Chi Manuk. Itulah Sunda Galuh atau lebih dikenal dengan Kerajaan Pajajaran.
Luasnya meliputi daerah yang sekarang menjadi Provinsi Banten, Jakarta, Jawa Barat, dan sisi barat Jawa Tengah. Hal yang membuatnya begitu besar dikarenakan Sunda Galuh merupakan gabungan dua imperium, yaitu Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. Kerajaan Sunda yang terbentuk sejak abad ke-7 berpusat di Pajajaran dan beribukota di Pakuan (Bogor), sedangkan Kerajaan Galuh yang hadir sejak abad ke-8 beribukota di Kawali (Ciamis).
Pada suatu masa, salah satu putra mahkota, Jayadarma menikah dengan keturunan Kerajaan Singasari, yakni Dyah Lembu Tal. Keduanya memiliki anak bernama Raden Wijaya yang kelak mendirikan Kerajaan Majapahit. Namun apa lacur, justru pada pemerintahan cucu Raden Wijaya, yakni Hayam Wuruk, Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Sunda berseteru dalam Perang Bubat. Sejak itulah, kerabat keraton Sunda ditabukan berjodoh dengan kerabat keraton Majapahit (Jawa).
Perang yang lebih hebat terjadi saat Sunda Galuh didesak oleh kerajaan-kerajaan Islam di sekitarnya, seperti Cirebon, Demak, dan Banten. Untuk memperkuat diri, Sunda Galuh bekerja sama dengan Portugis. Alfonso d’Albouquerque menyambut baik ajakan ini. Namun sayang, Cirebon dan Banten tetap lebih kuat, sehingga Sunda Galuh memasuki era kejatuhannya.
Berikut sejumlah jejak peninggalan Kerajaan Sunda Galuh yang masih ada dan layak dikunjungi.
Candi Cangkuang
Tak banyak peninggalan Kerajaan Sunda Galuh yang tersisa. Namun justru itulah yang membuat perjalanan ke Desa Cangkuang, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut menjadi begitu bermakna. Di sana ada Candi Cangkuang yang telah dibangun pada zaman Kerajaan Galuh pada abad ke delapan.
Dari pintu masuk ke kompleks candi, pengunjung masih harus menyeberangi danau sejauh 250 meter menggunakan rakit yang sudah disediakan. Deretan pepohonan Cangkuang di segala sisi pulau siap memayungi para wisatawan dari terik matahari. Selain itu, ada pemukiman adat Kampung Pulo yang terdiri dari enam rumah yang saling berhadapan.
Ke enam rumah ini mencerminkan jumlah anak dari tokoh pendiri kampung, yaitu Embah Dalem Arief Muhammad. Dia adalah seorang tentara Kerajaan Mataram yang menyebarkan agama Islam pada penduduk Desa Cangkuang. Makamnya pun dapat ditemui di dekat area candi.
Alamat: Leuwigoong, Karanganyar, Cangkuang, Leles, Kabupaten Garut Tarif sewa rakit: Rp 5.000 per orang Akomodasi: Tersedia penginapan dan bungalow dengan tarif mulai Rp 250,000 sampai Rp 300.000 per malam
Situs Ciung Wanara Karangkamulyan
Ciung Wanara adalah tokoh legenda di Jawa Barat. Ia mewarisi kesaktian dari ayahnya, seorang raja yang sudah diambil alih kekuasaannya oleh orang lain. Raja baru dan salah satu permaisuri pun merasa terancam dengan kelahiran Ciung Wanara, sehingga membuangnya ke sungai. Namun bayi itu selamat dan kelak ketika dewasa berjuang menuntut keadilan pada raja dan ratu yang lalim.
Kisah ini berlatar di Kerajaan Galuh. Karenanya, situs Ciung Wanara pun bertempat di Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis yang pernah menjadi pusat aktivitas kerajaan. Begitu menjejakkan kaki di sini, kerimbunan rumpun bambu akan menyambut dengan kesejukannya.
Di balik pepohonan berumur ratusan tahun, terdapat sejumlah bangunan peninggalan Kerajaan Galuh. Di bagian depan ada Pangcalikan, yaitu batuan bertingkat segi empat yang biasanya digunakan sebagai altar pemujaan. Bagian selanjutnya adalah Sahyang Bedil, berupa ruangan batu dengan menhir di dalamnya. Ada pula tempat bernama Lambang Peribadatan dan Panyabungan Hayam, yang digunakan Ciung Wanara untuk menyabung ayam.
Alamat: Jalan Raya Banjar Ciamis, Cijeungjing, Karangkamulyan, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis Jam buka: 07.00–20.00
Prasasti Batutulis yang merupakan salah satu bukti adanya Kerajaan Sunda. Foto: Dok. Javalane
Prasasti Batutulis
Luas kompleks Batutulis hanya sekitar 17 x 15 meter, tetapi nilai historisnya sangat penting. Batu berangka tahun 1455 Saka (1533 Masehi) ini merupakan bukti keberadaan Kerajaan Sunda. Statusnya in situ, yaitu masih terletak di lokasi aslinya alias sama sekali tidak dipindahkan.
Pada batu terukir beberapa baris kalimat dalam bahasa dan aksara Sunda Kuna. Teks tersebut dibuat oleh Prabu Surawisesa untuk mencatatkan jasa dan kebesaran ayahandanya, Sri Baduga Maharaja alias Prabu Siliwangi.
Alamat: Jalan Batutulis Nomor 54, Batutulis, Bogor Jam buka: 08.00–17.00
Jika berkunjung ke Cilacap, Jawa Tengah, ini 5 tempat wisata asyik ketika berkunjung ke kota di pesisir selatan pulau Jawa yang dikenal karena berseberangan dengan pulau Nusakambangan dan menjadi lokasi kilang minyak Pertamina terbesar di Indonesia. Di samping itu, Cilacap juga memiliki beberapa lokasi wisata yang menarik, dan ini adalah beberapa di antaranya.
Benteng Pendem yang merupakan salah satu dari 5 tempat wisata asyik di Cilacap, Jawa Tengah. Foto: Dok. wisata.cilacapkab.go.id
5 Tempat Wisata Asyik di Cilacap
Pantai Teluk Penyu
Berada di area pesisir, Cilacap memiliki setidaknya 5 tempat wisata asyik di pantai yang menarik untuk dikunjungi wisatawan, dan salah satunya yang paling terkenal adalah Pantai Teluk Penyu. Lokasinya berseberangan langsung dengan pulau Nusakambangan, dan berdekatan dengan area penyimpanan minyak milik Pertamina.
Letaknya tidak jauh dari pusat kota, hanya sekitar dua sampai tiga kilometer. Hamparan pasir putih serta deburan ombak pantai yang tenang membuatnya cocok menjadi tempat untuk bersantai, sambil menikmati panorama sekitar. Biasanya, wisatawan bisa melihat pemandangan pulau Nusakambangan, serta perahu nelayan dan kapal tanker minyak yang hilir mudik di sekitarnya.
Seperti namanya, pantai ini juga menjadi salah satu area konservasi penyu, karena kerap menjadi lokasi penyu di sekitar perairan tersebut untuk bertelur. Wisatawan dapat menyaksikan proses tersebut pada musim bertelur penyu di area ini, yang berkisar dari bulan Mei sampai Agustus. Akan ada petugas konservasi penyu yang mengawasi proses tersebut.
Setelah proses bertelur dan penyu kembali ke laut, telur-telur tersebut kemudian diamankan untuk menghindari ancaman seperti predator dan lain lainnya. Telur lantas akan diawasi hingga menetas, sebelum akhirnya dikembalikan ke habitatnya. Ini merupakan bagian dari usaha menjaga populasi penyu, utamanya di perairan tersebut, yang tergolong hewan dilindungi.
Aktivitas lainnya yang dapat dilakukan di pantai ini meliputi memancing, berenang dan bermain di tepi pantai, serta disediakan pula layanan untuk yang ingin menyeberang ke pulau Nusakambangan. Biayanya sekitar Rp 30 ribu hingga 50 ribu untuk sekali antar jemput, dan maksimal beroperasi hingga jam 17.00.
Selain itu, di sekitar area pantai juga terdapat beberapa warung masakan seafood yang menyajikan ikan bakar dan ragam hasil laut lainnya yang fresh. Terdapat pula kios-kios yang menjajakan beragam jenis oleh-oleh, mulai dari ikan asin yang dikeringkan hingga kerajinan tangan yang terbuat dari kerang.
Untuk masuk ke area pantai, dikenakan tarif masuk Rp 8 ribu per orang, sementara tarif parkir untuk motor Rp 3 ribu dan mobil Rp 5 ribu. Sebagai catatan, pantai ini biasanya cenderung lebih ramai ketika pagi dan sore hari, karena banyak warga setempat yang juga pelesiran di area sekitar pantai tersebut, khususnya ketika akhir pekan atau hari libur.
Benteng Pendem
Tak jauh dari Pantai Teluk Penyu, terdapat satu dari 5 tempat wisata asyik yakni sebuah benteng peninggalan dari masa pendudukan Belanda, yang bernama Kustbatterij op de Landtong te Tjilatjap, atau yang biasa disebut Benteng Pendem. Benteng ini dibangun pada 1861, yang digunakan oleh pemerintah Hindia Belanda kala itu sebagai markas pertahanan di wilayah Cilacap.
Benteng Pendem Cilacap (Dutch : Kustbatterij op de Landtong te Cilacap ), satu dari 5 tempat wisata asyik di kota ini. Foto: shutterstock
Benteng dengan luas wilayah 10,5 hektare ini didirikan karena kekhawatiran akan lokasi Cilacap yang dianggap strategis sebagai sebuah pelabuhan. Berfungsi sebagai tempat menyimpan senjata dan berlindung dari potensi serangan, benteng ini juga sempat digunakan oleh Jepang ketika mendarat dan menduduki tanah air pada 1942.
Setelah merdeka, benteng ini sempat diduduki pasukan Belanda dan sekutu semasa Agresi Militer. Setelah Belanda mengakui kedaulatan Indonesia pada 1949, benteng kemudian sempat difungsikan sebagai tempat latihan militer oleh Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD), atau yang kini dikenal sebagai Komando Pasukan Khusus (Kopassus) hingga 1965.
Adapun nama Benteng Pendem berasal dari wujudnya yang dulu sengaja dibangun terpendam oleh tanah agar tak mudah terlihat oleh musuh. Tanah setebal 3,5 meter menimbun benteng hingga hanya kelihatan beberapa bagian pintu dan jendelanya saja. Bahkan ketika Belanda meninggalkan Indonesia, benteng ini juga diisi dengan tanah untuk menghilangkan jejak.
Hingga akhirnya pada 1986, pemerintah daerah Cilacap menggali kembali dan merestorasi area di sekitar benteng, dan setahun setelahnya diresmikan sebagai cagar budaya yang dapat dikunjungi wisatawan. Dari beberapa bangunan yang telah berhasil digali, terdapat beberapa bagian seperti barak, gudang senjata, penjara dan sebagainya.
Pengunjung dapat berkeliling sambil melihat-lihat dan berfoto di sekitar area benteng. Tiket masuk area benteng seharga Rp 7,5 ribu per orang, dan kalau ingin menggunakan jasa pemandu wisata perlu menambah Rp 50 ribu. Kawasan Benteng Pendem buka setiap hari dari jam 08.00 hingga 18.00.
Gunung Selok
Obyek wisata satu ini yang merupakan bagian dari 5 tempat wisata asyik, bisa dikatakan adalah destinasi wisata spiritual, lantaran beberapa kepercayaan relijius warga setempat di dalamnya. Lokasinya berada dekat dengan tepi pantai Sodong, dan di dalamnya terdapat beberapa gua yang dianggap keramat oleh warga setempat, seperti gua Rahayu, gua Naga Raja, gua Pakuwaja, gua Sribolong dan lain lain.
Menurut kepercayaan warga, Gunung Selok yang berketinggian 150 mdpl ini dinamakan berdasarkan istilah Jawa ‘Junggring Seloko’ yang kurang lebih berarti tempat yang tinggi dimana para dewa tinggal dan bersemayam. Oleh karenanya, banyak hal-hal mistik yang diyakini oleh warga terdapat di area Gunung Selok.
Misalnya, air yang jatuh menetes dari atas gua dianggap berkhasiat karena berasal dari akar-akar pohon, dan jika diminum dipercaya dapat membantu menyembuhkan beragam penyakit. Atau sebuah batu besar di dalam gua Rahayu bernama Eyang Kencana Wati, yang menjadi tempat orang berziarah membawa sesajen dan bersemedi ketika memiliki sebuah niat atau rencana, agar dapat terpenuhi dan berjalan lancar.
Kemudian di area puncak gunung, terdapat beberapa petilasan untuk bersemedi seperti Jambe Lima, Jambe Pitu dan padepokan Sang Hyang Gunung Jati, yang biasa digunakan sebagai tempat beribadah bagi penganut agama Buddha. Selain itu, pengunjung juga dapat memandangi dan berfoto dengan panorama sawah, hutan pohon cemara dan pantai Sodong.
Untuk menuju ke Gunung Selok, harus berjalan kaki melewati jembatan yang mengarungi area sungai dan rawa. Adapun jam buka area wisata Gunung Selok dari jam 08.00 sampai 17.00. Meski bersifat destinasi wisata spiritual, jangan heran kalau bertemu dengan kalangan figur publik, terutama dari kalangan pemerintahan yang kerap datang ke sini.
Waduk Kubangkangkung
Destinasi wisata alam lainnya berada di kawasan Cilacap adalah Waduk Kubangkangkung, yang jaraknya sekitar 20-an km dari area pusat kota. Area ini dulunya merupakan tempat penyimpanan air bersih di masa pendudukan Belanda, dan dinamakan demikian karena banyaknya kangkung yang tumbuh di area ini.
Kini tempat ini menjelma menjadi obyek wisata yang asri dan cocok untuk dikunjungi bersama keluarga. Pengunjung dapat mengarungi area waduk dengan menggunakan perahu bebek, atau sambil mengitari jalan setapak yang dirindangi pohon jati, pohon karet dan pohon pinus yang menambah nuansa sejuk.
Terdapat pula jembatan setapak bernama Zazax Koebang yang mengapung dan menghubungkan dua sisi dari waduk tersebut. Di antara jembatan tersebut terdapat beberapa tempat duduk untuk berfoto dan bersantai menikmati suasana. Selain itu, tempat ini juga menyediakan berbagai fasilitas seperti ATV, flying fox, terapi ikan, serta area kolam renang di dekat waduk tersebut.
Area wisata Waduk Kubangkangkung buka setiap hari dari jam 08.00 hingga 17.00. Tiket masuknya seharga Rp 10 ribu per orang, sedangkan untuk mengakses berbagai fasilitas yang disediakan harga tiketnya bervariasi, mulai dari Rp 3 ribu sampai 20 ribu. Dan hampir setiap akhir pekannya akan ada event-event khusus yang diadakan oleh pengelola waduk untuk meramaikan suasana.
Havana Hills
Satu lagi obyek wisata di Cilacap yang pas untuk dikunjungi bersama keluarga adalah Havana Hills, yang berlokasi di jalan Lengkong, kabupaten CIlacap. Lokasinya berdekatan dengan Kawasan Industri Cilacap (KIC) dan berjarak sekitar 15 km dari pusat kota, dengan perjalanan menggunakan kendaraan pribadi kurang lebih ditempuh 30 menit.
Satu spot di Havana Hills, satu dari 5 tempat wisata asyik di Cilacap. Foto: Dok. Havana Hills
Meski baru dibuka pada 2022 lalu, namun tempat ini mampu mencuri perhatian dan menjadi salah satu obyek wisata paling ramai dikunjungi di Cilacap. Baik bagi mereka yang hanya sekedar bersantai menikmati pemandangan, yang ingin bermain di wahana-wahana permainan, maupun yang ingin camping.
Wahana yang tersedia meliputi bioskop VR (virtual reality), mobil RC (radio controlled), Mini Zoo, dan sebagainya. Tersedia pula kolam renang dan wahana air Water Playground, serta area outbond. Harga tiket masuk Rp 15 ribu per orang, sedangkan untuk bisa mengakses beragam wahana tersebut, harga tiketnya berkisar dari Rp 15 ribu hingga 20 ribu.
Sementara bagi yang senang camping, disediakan pula area khusus camping ground. Untuk reservasi tempat dikenakan biaya Rp 75 ribu per orang saat weekdays dan Rp 100 ribu kala weekend. Iklim di sekitar lokasi yang buka setiap hari dari jam 08.00 sampai 22.00 tersebut cenderung sejuk, ditambah pemandangan city view Cilacap baik saat siang maupun malam hari juga jadi daya tarik tersendiri.
Kerajaan Tarumanagara merupakan sedikit dari kerajaan di Provinsi Jawa Barat yang menorehkan kejayaannya pada catatan peradaban Nusantara. Dari serpihan-serpihan peninggalan yang masih tersisa, para pelancong akan disuguhi keanggunan budaya tradisional dan jejak romantisme masa silam.
Kerajaan Tarumanagara
Tarumanagara pada abad keempat hingga ketujuh, geliat kehidupan penduduk di kawasan ini begitu bergelora. Pembangunan kanal dan penemuan karya sastra pada sejumlah prasasti membuktikan majunya peradabanT arumanagara.
Sejarah mengenai Kerajaan Tarumanagara tercatat secara cukup rinci dalam naskah Wangsakerta. Sayangnya, keaslian tulisan ini masih menjadi perdebatan hingga sekarang. Menurut sumber tersebut, kerajaan didirikan oleh seorang Maharesi sekaligus pengungsi dari India bernama Jayasinghawarman.
Sumber valid mengenai sejarah kerajaan ini hanyalah berasal dari tulisan-tulisan pada prasastinya. Pada Prasasti Ciaruteun misalnya, dibahas mengenai kemiripan kaki Raja Purnawarman dan kaki Dewa Wisnu. Pembandingan dengan sosok dewa menunjukkan kebesaran Sang Raja yang berhasil memimpin rakyat secara bijaksana, baik, dan berani.
Hal itu didukung oleh isi Prasasti Tugu yang mencatat keberhasilan Purnawarman dalam membangun kanal yang menghubungkan Sungai Candrabaga dan Sungai Gomati dengan laut. Beberapa ahli mengkaji infrastruktur ini dibuat untuk menanggulangi banjir. Ada pula yang menduga saluran berguna untuk irigasi pertanian.
Satu hal yang pasti, dari berbagai prasasti, Raja Purnawarman adalah yang paling sering disebut. Dengan begitu pada masa pemerintahannyalah Kerajaan Tarumanagara mencapai masa keemasan.
Isi 7 Prasasti
Tulisan pada prasasti dari era Kerajaan Tarumanagara ditulis menggunakan bahasa Sanskerta dengan huruf Palawa. Terdapat sekitar delapan prasasti yang ditemukan dan dijadikan objek wisata sejarah. Sebagian besar berada di Situs Ciaruteun. Sementara sisanya tersebar di penjuru Kota dan Kabupaten Bogor.
Prasasti Ciaruteun
Prasasti ini memiliki sejumlah gambar, yaitu telapak kaki, laba-laba, umbi, dan sulur-suluran. Teks yang terukir menjelaskan bahwa itu adalah telapak kaki Raja Purnawarman yang mirip dengan kaki Dewa Wisnu. Situs sejarah ini berada di Situs Ciaruteun, Desa Ciaruteun, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor.
Prasasti Tapak Gajah, karena ada jejak sepasang kaki gajah, merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Tarumanagara. Foto: Dok. javalane
Prasasti Kebon Kopi
Pada batu besar ini terpahat bentuk sepasang telapak kaki gajah. Di dekatnya terdapat kalimat yang menjelaskan bahwa gambar itu melambangkan Airawata, yaitu gajah penguasa Kerajaan Tarumanagara. Lokasinya berada di seberang jalan masuk ke Prasasti Ciaruteun.
Prasasti Muara Cianten
Sampai sekarang teks prasasti belum bisa dibaca atau diartikan oleh para ahli sejarah. Ini karena tulisan tersebut berbentuk ikal atau berupa huruf sangkha. Lokasinya di tepi Sungai Cianten, Desa Ciaruteun dan belum diangkat ke tempat yang lebih aman.
Prasasti Tugu
Bentuknya unik, yaitu bulat lonjong seperti telur dengan tinggi kira-kira 1 meter. Isinya pun sangat menarik, yaitu mengenai penggalian sungai sepanjang 6.122 tongkat atau busur agar tersambung ke laut. Proyek berlangsung selama 21 hari. Ada juga penjelasan mengenai pemberian seribu sapi kepada kaum Brahmana. Kini Prasasti Tugu tersimpan di Museum Nasional Indonesia di Jakarta.
Prasasti Jambu sebagai salah satu peninggalan Kerajaan Tarumanagara. Foto; Dok. Javalane
Prasasti Jambu
Sesuai namanya, prasasti ini ditemukan di perkebunan jambu Bukit Koleangkak, sehingga dikenal juga sebagai Prasasti Pasir Koleangkak. Tulisannya menggambarkan tentang keberanian Raja Purnawarman saat berperang di medan laga.
Prasasti Cidanghiyang
Prasasti ini disebut juga Prasasti Lebak karena ditemukan di Desa Lebak, Kabupaten Pandeglang, Banten. Isinya masih menggambarkan tentang keberanian dan kebesaran Raja Purnawarman.
Prasasti Pasir Awi
Prasasti Pasir Awi berada di Bukit Pasir Awi, Kawasan Cipamingkis, Kabupaten Bogor. Pada batu tersebut terdapat gambar dahan dan ranting, buah-buahan, dedaunan, serta pahatan sepasang telapak kaki.
Ekspedisi 4 Candi
Sekitar 44 kilometer dari Kota Karawang, jauh dari ingar-bingar aktivitas pabrik, hamparan sawah Kecamatan Batujaya menyimpan romantisme masa silam. Di kompleks tersebut, kurang lebih terdapat 62 candi peninggalan Kerajaan Tarumanagara. Meski identik dengan suhu panas daerah pesisir, Kompleks Percandian Batujaya justru menjadi oasis pariwisata sejarah di sisi utara Jawa Barat.
Dari sekian banyak candi, terdapat empat yang sudah dipugar dan menjadi objek wisata, yakni Candi Jiwa, Blandongan, Serut, dan Telagajaya. Pada proses pemugaran tersebut ditemukan pula benda-benda peninggalan peradaban Hindu-Buddha di Nusantara. Kini warisan sejarah tersebut sudah dipindahkan dan dipajang di Museum Situs Candi Jiwa. Maka selain candi, museum ini juga menjadi daya tarik tersendiri.
Candi Jiwa
Menurut warga sekitar, candi ini diberi nama jiwa karena proses penemuannya cukup mistis. Dulunya, unur atau gundukan tanah yang menutupi candi sering dilewati oleh kambing. Uniknya, beberapa kambing mati tanpa sebab yang jelas. Dari situ masyarakat menganggap tempat itu memiliki jiwa.
Candi Jiwa berbentuk tumpukan lempengan batu yang berukirkan relief Buddha, keramik, serta prasasti berisi mantra Buddha. Ini menunjukkan bahwa bangunan ini merupakan peninggalan agama Buddha. Apalagi bentuk utuhnya mirip bunga teratai yang kemungkinan bagian atasnya terdapat stupa seperti halnya Candi Borobudur.
Candi Blandongan sebagai salah satu jejak peninggalan Kerajaan Tarumanagara. Foto: Dok. Javalane
Candi Blandongan
Berbeda dengan candi lain yang sudah rusak atau terpotong bagian atasnya, Candi Blandongan masih cukup utuh. Bentuknya persegi dengan ukuran 25×25 meter dan anak tangga pada setiap sisinya. Di bagian bawah candi terdapat lorong yang memisahkan antara bangunan dan dinding samping. Di tengah ada bangunan lagi dengan ukuran 12×12 meter. Presisi ukuran ini mencerminkan majunya peradaban saat itu.
Candi Serut
Setelah gundukan tanah diangkat, terlihat beberapa bagian bangunan yang sudah rusak cukup parah. Ada yang tingginya 6 meter, ada juga yang 8 meter. Namun situs ini masih memiliki daya tarik melalui ornamen dan arca yang berbentuk hewan dan manusia. Dilihat dari penampang luar, candi ini mirip dengan pondasi rumah dengan kamar-kamar, sumur, dan lantai papan di dalamnya.
Candi Sumur
Bangunan ini berbentuk persegi panjang dengan panjang sekitar 11 meter dan lebar sekitar 7,5 meter. Dinamakan Candi Sumur karena berupa sebuah kolam dengan kedalaman masih belum diketahui. Tebal dinding sebelah timur mencapai 4 meter dan di dinding lain 1,7 meter.
Pilihan makan jelang akhir tahun 2021 ada banyak pilihan. Namun karena situasi masih belum menentu dan banyak memilih liburan di dekat-dekat Jakarta, berikut alternatif yang bisa dipilih.
Pilihan Makan Jelang Akhir Tahun
Acara makan keluar bagi masyarakat urban sudah menjadi gaya hidup rutin. Sekadar demi relaksasi pikiran, atau untuk bercengkerama bersama kerabat dan relasi. Terlbih di saat menjelang akhir tahun. Semakin nyaman dan terasa seperti rumah sebuah tempat makan, biasanya semakin diburu. Seperti beberapa tempat berikut.
Welfed Bandung
Merenung di Bandung selalu terdengar sebagai pasangan kata impian para pelancong dan petualang kuliner. Kawasan Bandung yang identik punya banyak lokasi untuk merenungi hal yang lalu-lalu sembari bersantap lezat demi masa kini yang penuh semangat. Jika Anda lebih suka melakukan aktivitas santap santai di tengah terpaan udara segar yang meniupi wajah, Anda bisa melipir ke daerah Bandung Barat, tempat restoran bernuansa eklektik klasik ini berada.
Pojok paling favorit di restoran yang sebagian besar menyajikan hidangan ala barat ini adalah bagian teras terbukanya. Duduklah berlama-lama di situ, melemparkan pandangan ke arah rimbun pepohonan di sekitaran restoran, sambil mengiris stik daging empuk yang lembut digigit. Mengundang relasi untuk santap resmi juga bisa dilakukan di bagian dalam restoran yang punya kesan magis tersendiri. Restoran yang sayang untuk dilewatkan.
Alamat: Villa Triniti, KM. 4,7 No. 88, Jalan Sersan Bajuri, Cihideung, Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Telepon: (022) 2785124
Lemongrass Bogor
Selain menjadi tempat berburu kuliner lezat, Bogor kini juga dikenal sebagai tempat kafe-kafe tematik bertebaran. Satu sama lain saling bersaing dekorasi dan konsep suasana. Salah satu yang populer beberapa waktu belakangan adalah Lemongrass. Anda bahkan harus reservasi jauh-jauh hari jika hendak mampir ke sana bersama keluarga besar atau reuni teman-teman lama.
Lemongrass punya area dalam dan luar yang bisa Anda pilih berdasarkan suasana hati saat datang ke sana. Jika ingin duduk menikmati hidangan sembari menghirup udara segar, area luar yang dihiasi kursi-kursi jalin berwarna-warni serta sepertinya cocok untuk Anda. Pohon-pohon rindang yang menaungi seolah-olah membuat Anda serasa makan di tengah kebun. Apalagi ada pilihan duduk di sofa rotan berbentuk telur yang membuat waktu seolah terhenti sejenak. Lampu-lampu yang ada di sekitar area luar akan bergemerlap terang saat malam tiba. Cocok jadi tempat makan malam romantis dengan seseorang yang spesial.
Area dalam restoran pun tak kalah nyaman, khususnya bagi Anda yang lebih suka suasana sejuk dari pendingin udara dan nuansa hangat dari interior kayu berpadu sentuhan ornamen modern. Pilihan makanannya juga cukup banyak, mulai dari hidangan Indonesia sampai hidangan alat barat dan peranakan. Makan di restoran ini tidak sekadar menjadi pengalaman kuliner, tetapi juga pengalaman bersantap dengan nyaman sambil memanjakan mata.
Alamat: Jalan Raya Pajajaran No.21, Bantarjati, Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat
Bekasi kerap diidentikkan dengan wilayah yang perlu usaha keras untuk mencapainya. Padahal usaha keras itu bisa berujung manis jika berakhir di tempat makan yang menggugah selera sekaligus nyaman untuk lama-lama bersantap. Salah satunya adalah restoran ini, yang merupakan salah satu cabang dari jaringan restoran Tekko yang tersebar di berbagai kota di Indonesia.
Tekko yang ada di Bekasi Barat ini punya konsep yang cukup berbeda dnegan kebanyakan cabang Tekko lainnya yang biasanya ada di dalam mal. Keunggulan Tekko sebagai salah satu restoran keluarga semakin diperkuat dengan nuansa restoran yang hangat dan akrab. Nuansa ini tercipta sebagai hasil perpaduan furnitur kayu yang memberi kesan rumahan, dinding-dinding model batu bata tak bercat, serta lampu-lampu gantung besar yang klasik sekaligus berlimpah cahaya terang. Keramik lantai pun disesuaikan dengan nuansa klasik Jawa yang membuat pengunjung betah duduk lama menikmati hidangan dan obrolan santai bersama kerabat. Makanan yang tersedia sebagian besar adalah makanan tradisional Indonesia, tentu tetap dengan menu andalah mereka: daging iga sapi.
Karena bagian dalamnya yang cukup luas, dengan meja dan bangku panjang yang lega, restoran ini cocok bagi Anda yang ingin menikmati makan bersama seluruh anggota keluarga, atau kumpul-kumpul bareng teman-teman yang sudah lama tidak bersua.
Alamat: Komplek Grand Kota Bintang Unit W6, Jalan KH. Noer Ali, Jakasampurna, Bekasi Barat, Jawa Barat
Jam buka: 10.00-22.45
Telepon: (021) 22101025
Pilihan makan menjelang akhir tahun ada banyak, ini pilihan buat yang sedang di sekitar Depok. Foto: Ilustrasi Bang Dev Cafe
Bang Dev Cafe & Resto Depok
Bosan dengan hidangan tradisional Sunda atau hidangan daging yang itu-itu saja? Sesekali mengubah menu bersantap dan mencicipi makanan dari unggas yang tidak biasa, barangkali akan menjadi selingan yang nikmat.
Jika Anda sedang melintas di daerah Cimanggis, Depok, Anda akan mendapati restoran yang dari luar terlihat bersahabat dan terasa seperti rumah. Unggas yang menjadi hidangan utama di restoran bergaya country ini adalah kalkun. Belum pernah mencoba gurihnya daging kalkun? Tak perlu jauh-jauh ke negara-negara lain yang punya tradisi makan kalkun panggang bersama keluarga, di Depok pun bisa.
Bagi Anda yang belum pernah makan unggas jenis ini, sebaiknya mengawali lewat kalkun panggang dengan kulit yang renyah kecokelatan yang dimakan bersama saus legit menggoda dan setumpuk sayuran rebus. Pilihan olahan kalkun yang dimakan dengan nasi pun tersedia di sini. Nuansa makan terasa lebih lengkap dengan interior restoran yang didominasi kayu serta perabot vintage.
Alamat: Jalan Cimanggis Boulevard No.11, Tapos, Depok, Kota Depok, Jawa Barat 16457
Dusun Bambu Lembang bukan spot destinasi baru bagi pecinta jalan-jalan. Begitupun, sejak dibuka pada 2014 lalu, tempat ini masih merupakan salah satu opsi destinasi wisata ketika berlibur ke Lembang di utara Bandung. Spot wisata bertemakan ecopark ini menawarkan beragam daya tarik tersendiri bagi para pengunjungnya.
Dusun Bambu Lembang
Dusun Bambu pada dasarnya merupakan sebuah lahan seluas 15 hektare, didominasi area outdoor yang ditata secara unik dan asri. Lokasi tempat ini tepatnya berada di kawasan kaki gunung Burangrang, dengan ketinggian 2.050 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Dengan hawa yang sejuk dan pemandangan alam yang indah, akan terasa menyenangkan untuk mengeksplorasi area dataran tinggi sebelah utara kota Paris van Java ini. Untuk dapat mengelilingi tempat ini, disediakan fasilitas seperti scooter, shuttle car dan sepeda elektrik.
Penunjuk arah di kawasan Dusun Bambu Ecopark. Foto: Dok. agendaIndonesia
Di Dusun Bambu Lembang pengunjung dapat menemukan banyak titik-titik rekreasi yang menarik, misalnya Danau Purbasari. Di sini wisatwan bisa duduk-duduk di tepi danau, atau berkeliling danau dengan menggunakan sampan. Tarif untuk menyewa sampan ini dihargai Rp 25 ribu.
Terdapat pula Taman Arimbi yang merupakan sebuah taman berisi ragam bunga-bunga cantik yang begitu luas. Sebuah jalan setapak sepanjang sekitar empat kilometer membelah taman ini. Anda bisa menikmati jalan-jalan santai, bersepeda, atau berolahraga jogging di sini.
Lalu, ada juga Galeri Flora Indonesia yang memamerkan serta memperjualbelikan beragam jenis-jenis tumbuhan hias yang berasal dari segala penjuru tanah air. Sambil duduk-duduk menikmati pemandangan tanaman hias, pelancong bisa sambil minum teh atau kopi di tempat ini.
Galery Flora Indonesia di Dusun Bambu Lembang tempat menikmati tanaman hias. Foto: Dok. agendaIndonesia
Bagi pengunjung yang mencari ragam aktifitas fisik, Dusun Bambu Lembang juga memiliki area playground yang menyediakan berbagai wahana permainan. Beberapa di antaranya meliputi trampolin, climbing tower, sliding, panahan, ayunan dan jungkat-jungkit.
Untuk bisa masuk ke area playground wisatawan akan dikenakan tarif sebesar Rp 50 ribu. Setelah membayar, mereka akan mendapatkan akses bermain di berbagai wahana tersebut selama seharian penuh.
Tak hanya itu, Dusun Bambu Lembang juga menyediakan area outdoor Tegal Pangulinan yang luasnya 3.200 meter persegi. Lahan dengan rumput sintetis ini diperuntukkan bagi mereka yang ingin mengadakan acara seperti pernikahan, pameran, outbond dan lain sebagainya.
Tetapi mungkin yang menjadi daya tarik utama Dusun Bambu adalah pilihan restoran-restoran yang tersedia. Bertajuk outdoor dining resort, tempat ini juga ingin menawarkan pengalaman santap siang atau malam yang unik dan spesial.
Salah satunya adalah Purbasari Resto. Restoran ini terletak di area danau Purbasari, berupa saung-saung yang mengelilingi danau tersebut. Menu yang ditawarkan berkisar pada masakan seafood dan Sunda, seperti Nasi Liwet, Gurame Abon Telur, Tahu Lada dan sebagainya.
Saung tersebut biasanya dapat diisi sampai sekitar 10 orang. Di bawah saung tersebut terdapat semacam dermaga kecil untuk anda yang ingin naik sampan mengelilingi danau. Harga menu di restoran sini berkisar dari Rp 15 ribu hingga Rp 120 ribu.
Burangrang Dapur Indonesia di Dusun Bambu Lembang. Foto: dok. agendaIndonesia
Di sekitar danau juga terdapat restoran lainnya, yaitu Burangrang Dapur Indonesia. Lokasinya berada sedikit di ketinggian, dengan pemandangan danau di bawahnya. Gaya arsitektur terlihat modern, elegan dan eco-friendly yang berpadu apik dengan pemandangan alam sekitar.
Di sini terdapat campuran menu Indonesia, Asian dan Western, seperti Bebek Crispy Thai Sauce, Tenderloin Wagyu, Iga Garang Asam, dan lainnya. Harga menu di restoran ini berkisar dari Rp 35 ribu hingga Rp 130 ribu.
Serta yang tak kalah spesial adalah Lembur Urang. Restoran ini berada di bagian yang lebih tinggi dari tempat ini, berupa saung-saung yang menghadap ke sawah. Uniknya, mereka menawarkan kuliner Bali seperti Ayam Betutu, Bebek Sambal Matah, Lawar dan lain lain.
Yang tak kalah menarik dan menjadi catatan, tempat ini awalnya lebih berfokus sebagai tempat rekreasi. Namun sejak pandemi COVID-19 Dusun Bambu sedikit dialihfungsikan dengan bertumpu pada restoran-restoran, serta beberapa wahana dan pusat kegiatan dikurangi.
Selain itu, jika dulunya untuk masuk pengunjung harus membeli tiket terlebih dulu, sekarang setiap pengunjung bisa langsung masuk secara gratis. Hanya perlu membayar karcis parkir bagi pengunjung yang membawa kendaraan pribadi. Oya, parkir mobil terletak agak di bawah, dari tempat parkir ini ada kendaraan yang mondar-mandir mengantar ke venue yang diinginkan di Dusun Bambu Lembang itu.
Salah satu spot kecil di Dusun Bambu Lembang. Foto: agendaIndonesia
Meski demikian, Dusun Bambu tetap tak melupakan slogannya sebagai outdoor dining resort dengan menawarkan akomodasi penginapan Kampung Layung villa yang berkonsep pedesaan tradisional dan glamping alias glamour camping dengan fasilitas seperti listrik dan air pancuran.
Tarif sewa untuk villa pada hari biasa sekitar Rp 2,6 juta, sedangkan pada akhir pekan menjadi Rp 3,5 juta. Adapun harga sewa glamping pada hari biasa sekitar Rp 970 ribu, sedangkan pada akhir pekan menjadi Rp 1,15 juta.
Dusun Bambu Lembang buka setiap hari dari jam 10.00 hingga jam 18.00 untuk wahana permainannya dan jam 20.00 untuk restorannya. Untuk info lebih lanjut dapat menghubungi 082110006094 atau mengunjungi situs resmi dusunbambu.id serta akun Instagram resmi @dusun_bambu.
Situs Trowulan dikenal sebagai pertanda dan peninggalan dari kejayaan Kerajaan Majapahit. Kerajaan terbesar dari masa lalu, yang membuat jejak wilayah Nusantara hampir seperti Indonesia saat ini.
Situs Trowulan
Situs ini merupakan kawasan kepurbakalaan dari sejarah Indonesia periode klasik. Lokasinya berada di Kecamatan Trowulan, Kabupten Mojokerto, Jawa Timur. Jika diperluas dari peninggalan-peninggalan yang ada, sebagian lagi lokasinya masuk Kabupaten Jombang di provinsi yang sama.
Berbagai temuan yang ditemukan di kawasan sini menunjukkan ciri-ciri pemukiman atau peradaban yang cukup maju. Sesungguhnya kaitan situs ini dengan Kerajaan Majapahit masih dugaan berdasarkan prasasti, simbol, dan catatan yang ditemukan di sekitar wilayah tersebut.
Luas situs perkotaan masa klasik Indonesia itu sebesar 11 x 9 kilometer itu sebagian terdapatdi Kecamatan Trowulan dan Sooko, sebagian juga ada di Kecamatan Mojoagung dan Mojowarna, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Ada ratusan ribu peninggalan Majapahit terserak di kaki jajaran tiga gunung, yakni Gunung Penanggungan, Gunung Anjasmara, dan Gunung Welirang.
Salah satu relief dan patung peninggalan Majapahit di Museum Trowulan. Foto: ist. TL.
Jika mengunjungi Situs Trowulan, kita bisa mencoba merasakan keberadaan Majapahit melalui bangunan batu bata yang terserak, yang terkadang tak utuh. Berdasarkan cerita Empu Prapanca dalam kitab Negarakertagama; keraton Majapahit dikelilingi tembok bata merah yang tinggi dan tebal. Di dekatnya terdapat pos tempat para punggawa berjaga. Gerbang utama menuju keraton atau kompleks istana terletak di sisi utara tembok.
Dari segi usia peninggalan bisa dilihat dari candi-candi di wilayah itu, Candi Brahu, misalnya. Dari hasil analisis jejak karbon yang dilakukan badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), candi ini berasal dari masa 1410-1646.
Selain itu, dilihat dari gaya bangunan dan profil hiasan pada atap yang diduga berbentuk stupa, candi ini terlihat seperti candi umat Buddha, berbeda dengan candi lain di sekitarnya. Candi tersebut juga berumur lebih tua.
Berdasarkan Prasasti Alsantan yang ditemukan tak jauh dari situsnya, Candi Brahu ini berasal dari kata “waharu atau warahu” yang difungsikan untuk menyimpan abu jenazah. Candi dengan tinggi 25,7 meter dan lebar 20,7 meter ini terdiri atas kaki, tubuh, dan atap.
Bagian tubuh Candi Brahu sebagian merupakan susunan batu bata baru yang dipasang pada masa pemerintahan Belanda. Bajang Ratu merupakan sebutan bagi candi yang diduga berasal dari abad ke-13 hingga ke-14 itu.
Candi Bajang Ratu memiliki pintu gerbang tipe paduraksa, yaitu gapura beratap. Berbeda dengan candi-candi lain di kawasan Mojokerto yang mempunyai banyak detail. Relief yang dipahat di bagian mahkota candi membuat bangunan terlihat ramping dan feminin.
Relief tersebut bercerita tentang Sri Tanjung dan Sayap Garuda yang mempunyai arti lambang pelepasan Jayanegara kembali ke dunia Wisnu. Candi ini berdiri di atas tanah setinggi 16,5 meter di Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
Pada atap candi ini terdapat hiasan berupa kepala Kala yang diapit singa, relief matahari, naga berkaki, kepala garuda, dan relief bermata satu. Relief tersebut berfungsi sebagai pelindung atau penolak mara bahaya.
Candi lain yang bisa dilihat di situs Trowulan ini adalah Candi Tikus. Ini bukan sekadar candi yang berdiri di atas tanah. Kompleks bangunan ini justru berupa cekungan di bawah tanah di Desa Temon, Kecamatan Trowulan.
Bentuk kompleks candi yang demikian karena dulunya memang berupa tempat pemandian. Menikmati pemandangan di permukaan air yang memantulkan refleksi bangunan setinggi 5,2 meter berbentuk bujur sangkar dengan ukuran 22,5 x 22 meter itu pasti menyenangkan.
Keberadaan air tersebut masih bisa kita saksikan hingga sekarang. Membayangkan pada masa itu, tentu airnya tidak berwarna hijau. Pada dinding bagian bawah serta batur candi terdapat jaladwara (pancuran) yang menurut catatan sejarah berjumlah 49 buah. Saat ini tinggal 19 buah. Sisanya tersimpan di Museum Trowulan.
Bentuk pancuran ada dua macam, yaitu bunga lotus dan makara. Semua pancuran ini dulu mendapatkan pasokan air dari saluran yang ada di bagian selatan candi, tepatnya di belakang candi induk. Sedangkan saluran pembuangan terletak di lantai dasar.
Di atas tubuh candi terdapat menara semu, masing-masing berjumlah 5 buah. Di atas tubuh candi terdapat4 buah menara di setiap sudutnya. Puncak menara ini sudah hilang, sehingga tidak diketahui jelas bentuk aslinya. Namun, menara-menara ini melambangkan Gunung Mahameru sebagai pusat makrokosmos.
Kawasan Kabupaten Mojokerto di Jawa Timur sebagai tempat situs Trowulan. Foto: Dok. unsplash
Menapak sisa-sisa Majapahit di situs Trowulan tak lengkap bila tidak mengunjungi Gapura Wringin Lawang di Desa Jatipasar, Kecamatan Trowulan. Kata Jatipasar digunakan oleh Gubernur jendral Inggris Raffles untuk menamai gapura ini. Ini tercantum dalam buku karyanya, History of Java (1815).
Adapun nama Gapura Wringin Lawang diambil dari catatan Knebel pada 1907. Gapura setinggi 15,5 meter dengan panjang 13 meter dan lebar 11,5 meter ini diyakini merupakan pintu masuk Kerajaan Majapahit. Sisa kerajaannya sendiri belum ditemukan karena diduga terbuat dari bahan yang mudah terbakar sehingga tak bersisa. Wringin Lawang merupakan gapura yang tersusun dari batu bata, kecuali anak tangganya yang terbuat dari batu.
Jika punya waktu, kunjungi situs Trowulan untuk mengenal kebesaran Majapahit pada masa lampau.
Wisata virtual setengah tahun terakhir banyak dibicarakan di media massa selama pandemi Covid-19 ini. Memang berbeda jika wisatawan berkunjung langsung ke spot wisata yang dikehendakinya, namun di tengah kondisi yang tidak terlalu kondusif seperti saat ini, wisata virtual bisa menjadi alternatif.
Wisata Virtual
Ketika menghadapi pembatasan bepergian akibat wabah virus corona, orang-orang memutar otak untuk bisa bepergian tanpa menjejakkan kaki ke luar rumah, menghindari risiko tertular Covid-19. Untunglah kita saat ini hidup dalam zaman kemajuan teknologi.
Tur atau wisata virtual menjadi alternatif jalan-jalan yang aman, melepas rindu melancong yang belum sepenuhnya tuntas. Inovasi ini diadaptasi oleh tempat-tempat wisata, museum, juga pemandu wisata yang sepi tawaran kerja karena tidak ada turis yang datang ke tempat mereka.
Selama pandemi, banyak terselenggara wisata virtual, baik gratis maupun berbayar, untuk orang-orang yang sudah tak sabar ingin jalan-jalan. Berbeda dengan mencari-cari informasi atau video secara mandiri, ada pemandu yang bisa menjelaskan informasi menarik seputar tempat yang dikunjungi.
Tur virtual memang tak bisa menggantikan sensasi jalan-jalan langsung, tapi setidaknya bisa jadi icip-icip sambil menunggu situasi kembali aman untuk bepergian. Ini juga mempersiapkan wisatawan membuat rencana perjalanan kelak. Lalu apa saja yang bisa dikunjungi dengan wisata virtual ini?
Ribuan turis Jepang “mampir” ke Candi Borobudur lewat tur virtual yang digelar PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (Persero), Balai Konservasi Borobudur bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia Tokyo.
Para wisatawan menyaksikan keindahan candi yang megah melalui akun media sosial Instagram KBRI Tokyo. Meski tak datang langsung, wisatawan bisa menuntaskan rasa penasaran berkat informasi yang disediakan oleh pemandu wisata yang interaktif.
Pulau Bali
Pulau Dewata yang masyhur juga memberikan tur wisata virtual untuk turis asal Negeri Sakura selama pandemi. Desa Pejeng Kangin, Tampaksiring, Kabupaten Gianyar memperlihatkan aktivitas warga di pedesaan untuk wisatawan Jepang.
Bersama pemandu wisata berbahasa Jepang, turis diajak jalan-jalan dari rumah warga, melintasi hamparan sawah, lalu melihat aktivitas para penenun kain tradisional.
Candi Prambanan bisa dinikmati secara virtual dari rumah. Foto:ilustrasi-unsplash
Yogyakarta
Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta membuat virtual tour 360 yang bisa diakses melalui kanal Youtube Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta. Wisatawan bisa mengetahui gambaran terkini kondisi Yogyakarta khususnya fasilitas pendukung pariwisata seperti bandara, stasiun kereta api, akomodasi hotel, dan homestay.
Selain itu juga disajikan video yang menampilkan sejumlah destinasi wisata dan kuliner khas Yogyakarta, termasuk penerapan protokol kesehatan yang wajib diikuti wisatawan saat berkunjung.
Museum-museum
Museum di dalam negeri maupun mancanegara tidak berdiam diri ketika harus menutup akses pengunjung dalam rangka mengurangi risiko penyebaran virus corona. Di Indonesia, beberapa museum menyediakan layanan jalan-jalan virtual. Pusat Penguatan Karakter Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sempat mengajak warganet mempelajari sejarah lewat tur virtual ke beberapa museum, seperti Museum Kebangkitan Bangsa, Museum Sumpah Pemuda, dan Museum Perumusan Naskah Proklamasi.
Luar Angkasa
Tak puas hanya ke pelosok Nusantara atau luar negeri, Wisata Kreatif Jakarta membuat jalan-jalan virtual ke antariksa. para pelancong bersiap ke luar angkasa dan “berkumpul” lewat aplikasi Zoom, mendengarkan penjelasan pemandu mengenai serba-serbi perjalanan luar angkasa.
Mereka diajak ke tempat peluncuran roket Badan Antariksa Amerika Serikat sampai isi pesawat yang dipakai para turis ke antariksa hingga mengenal astronaut perempuan Indonesia Pratiwi Sudarmono yang nyaris berangkat bila pesawat ulang-alik Challenger tidak mengalami kecelakaan.
Selain beberapa di atas, berikut sejumlah tempat yang bisa diakses untuk menikmati wisata virtual. Tempat-tempat seperti museum, konser musik klasik, hingga aktivitas satwa secara langsung bisa disaksikan dari rumah.
5 makanan Tasikmalaya berikut ini adalah masakan dan cemilan atau oleh-oleh dari kota yang sering disebut sebagai mutiara dari Priangan Timur. Sejak zaman Belanda, Tasikmalaya, yang membentang dari Kabupaten Sukabumi hingga Kabupaten Ciamis, menjadi jantung perekonomian di daerah Priangan Timur.
5 Makanan Tasikmalaya
Namun, Tasikmalaya tak hanya kuat di sektor perdagangan, ia juga mutiara yang digemari karena daya tarik wisata kulinernya. Jika sempat main ke kota di Jawa Barat ini, cobalah cicipi satu atau dua makanan di bawah ini.
NasiCikur
Jawa Barat memiliki segudang kuliner khas yang patut untuk dicicipi. Salah satunya adalah nasi cikur Tasikmalaya yang pembuatannya dicampur dengan kencur muda. Nasi cikur mungkin belum seterkenal nasi tutug oncom, namun sesungguhnya masakan ini tak kalah nikmatnya.
Nasi ini terbuat dari bumbu biasa seperti garam, bawang putih, cabai merah, serta tentu saja, cikur yang berarti kencur. Kencurnya sendiri dipilih yang masih sangat muda dengan tunas berwarna putih. Ini membuat nasi terasa renyah dan agak getir, memancing selera untuk segera menyantapnya bersama telur dadar, serundeng, atau suwiran daging ayam.
Mungkin banyak yang berpikir cara membuat nasi cikur ini seperti memasak nasi uduk, ternyata tidak demikian. Kebanyakan nasi cikur Tasikmalaya dibuat dengan cara mirip memasak nasi goreng.
Setelah matang, nasi ini biasanya disajikan dengan beberapa lauk pauk berupa tempe orek, ikan asin, irisan tipis telur dadar, ayam, dan lauk lain tergantung keinginan sang penjual. Tidak ketinggalan bawang goreng yang ditabur di atas nasi cikur, tahu goreng, mentimun, kerupuk emping, serta sambal ulek merah yang selalu hadir melengkapi hidangan ini.
Di mana membelinya?
Nasi Cikur Teh Rena, Jl. Panyerutan, Nagarawangi, Kec. Cihideung, Tasikmalaya,
Kantin 43, Jalan Tentara Pelajar, Empangsari, Kecamatan Tawang
Masakan khas Tasikmalaya berupa Nasi Cikur. Foto: Ilustrasi
Nasi TutugOncom
Sajian yang tidak boleh terlewat saat mengunjungi Tasikmalaya adalah nasi tutug oncom. Makanan ini terdiri atas nasi putih yang dicampur oncom, yang sudah disangrai dan dibumbui. Nasi tutug oncom di sini terkenal karena kenikmatan oncom yang disajikan. Selain itu, ada sambal sebagai penambah kenikmatan tutug oncom. Nasi tutug oncom cocok disajikan dengan gorengan, telur ceplok, dan ayam goreng.
Penggemar hidangan ini kerap menyebutnya dengan nasi TO (Tutug Oncom). Tutug berarti menumbuk. Nasi pada menu ini memang dibuat dengan cara ditumbuk dan diaduk bersama oncom. Selain itu, bawang merah, bawang putih, kencur, cabai rawit, kemangi, garam, dan gula dibubuhkan sebagai penyedapnya.
Di mana membelinya?
Nasi TO Benhil, Jalan Dadaha, Kahuripan, Kecamatan Tawang
TO Kalektoran,Jalan Kalektoran (100 meter dari Masjid Agung Kota Tasikmalaya)
KupatTahu
Sesungguhnya menu ini bisa ditemukan di kota-kota lain, namun di Tasikmalaya komposisinya sangat khas. Bumbunya terdiri dari berbagai rempah, seperti daun bawang, kacang tanah, parutan kelapa, cabai, garam, gula aren, asam, dan santan. Kupat berasnya pulen. Kualitas tahunya juga tak sembarangan, biasanya didatangkan dari daerah Nagrog, Kecamatan Indihiang.
Ciri khas kupat tahu ini, tahunya kering dengan bumbu yang lembut di lidah. Pelanggan bisa memesan tahu tersebut digoreng setengah matang, matang, kering, atau kering sekali sampai kriuk. Bumbu kacangnya yang meresap, disajikan dengan kupat beras namun tanpa ada tauge dalam menu ini. Jangan lupa sampingannya, yakni bala-bala, bakwan, dan juga kerupuk.
Di mana membelinya?
Kupat Tahu Kabita, Jalan Tarumanagara Nomor 36, Kecamatan Tawang
Kupat Tahu Mangunreja, Jl. Raya Garut Km 2, Kampung Toblongan
Soto AyamPataruman
Soto Ayam Pataruman ini adalah soto ayam ala Tasikmalaya yang disajikan dengan campuran kuah santan yang mirip dengan soto Betawi dengan rasa gurih dan sedap. Bedanya dengan soto Betawi, santannya tipis saja.
Biasanya dalam seporsi soto ayam Pataruman adalah adanya suwiran daging ayam kampung bagian dada, paha, kulit, ati ampela, telor, ceker, bahkan juga kepala. Biasanya akan ada kedelai goreng, irisan daun bawang dan tak ketinggalan juga dengan bawang goreng dan jeruk nipis. Makin enak disantap hangat-hangat dengan pelengkap nasi.
Di mana membelinya?
Soto Ayam Pataruman, Jalan Pataruman Nomor 23, Yudanagara, Cihideung
Kolontong
Kolontong adalah camilan yang berbahan dasar beras ketan. Camilan ini dibuat seperti ketika membuat opak, tetapi proses dilanjutkan dengan pemanasan, biasanya memakai pasir panas. Cocok dijadikan buah tangan bagi keluarga di rumah.
Toko Oleh-oleh Nesa; Jalan Paseh Nomor 106, Tuguraja, Cihideung
Kerak telor Betawi menjadi salah satu simbol masyarakat Betawi di Jakarta. Ia hampir setara dengan tanjidor dan ondel-ondel, wakil budaya masyarakat Betawi.
Kerak Telor Betawi
Banyak orang Jakarta barangkali baru ngeh kalau ada makanan bernama kerak telor ketika ada hajatan besar ulang tahun DKI Jakarta atau ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia. Di acara-acara raya seperti itu, biasanya para pedagang kerak telor bermunculan. Baik yang memang sehari-hari berdagang kerak telor, ataupun yang cuma musiman.
Sesungguhnya, kapan awal mula makanan yang sangat khas Jakarta ini? Soal waktu yang tepat, belum ada dokumen yang mencatatnya. Namun, kerak telor dipercaya telah ada sejak zaman kolonial Belanda di Indonesia.
Dari cerita yang beredar dari mulut ke mulut, ada dua versi ‘lahirnya’ kerak telor ini. Dikutip dari laman indonesia.go.id, di masa lampau kawasan Menteng merupakan salah satu daerah dengan ketersediaan kelapa yang cukup banyak. Atas dasar kondisi tersebut, masyarakat di sana kemudian mencoba memanfaatkannya sebagai bahan campuran untuk membuat makanan.
Hingga suatu ketika ketika sekelompok masyarakat Betawi di kawasan Menteng tersebut mencoba bereksperimen dengan mencampurkan beberapa bahan dengan kelapa untuk dijadikan sebagai makanan. Mereka mencampurkannya dengan beberapa bahan untuk diolah. Termasuk telur ayam. Setelah itu terciptalah kerak telor yang lezat nan gurih tersebut.
Cerita lain mengisahkan, kerak telor lahir dari atas tantangan warga Belanda di Jakarta yang menginginkan makanan yang sehat dari bangsa pribumi sebagai pembuka. Mengutip dari nativeindonesia.com, atas tantangan tersebut, para ahli masak asal Betawi yang biasa melayani warga Belanda saat itu menawarkan sebuah kreasi omelette, makanan pembuka saat sarapan warga asing. Kali ini para juru masak membuat omelette dengan perpaduan ketan putih yang diracik dengan rempah asli Indonesia.
Tak disangka warga Belanda yang memberi tantangan amat menyukainya. Sejak saat itu kerak telor mulai popular dijadikan sebagai sajian khas dari masyarakat pribumi di Batavia.
Di masa itu, mungkin karena menjadi makanan orang-orang Belanda, kerak telor terus menunjukkan pamornya yang gemilang. Rasanya hampir seluruh warga Belanda di Batavia begitu menyukainya. Bahkan saat itu kudapan tersebut kerap dijadikan makanan pembuka oleh warga Eropa di sana dan dikenal sebagai omelette versi lokal.
Sampai di situ, tak ditemukan penjelasan kapan makanan ini mulai dikenal masyarakat luas. Catatan hanya menyebutkan, pada awal tahun 1970-an, saat DKI Jakarta dipimpin Gubernur Ali Sadikin, dan ia membuat program promosi dalam rangka ulang tahun Jakarta berupa Jakarta Fair, kerak telor disebut mulai go public. Bang Ali memang dikenal gencar mempromosikan Jakarta dengan budaya yang genuine Betawi.
Masyarakat Betawi mulai memberanikan diri menjajakan kerak telor di pasaran. Dan ternyata banyak orang menyukai makanan ini. Bahkan, dulu kerak telor menjadi makanan favorit masyarakat kelas elit atau atas di Jakarta. Dan seiring dengan berkembangnya saat itu, kerak telor menjadi makanan yang disukai semua kalangan masyarakat.
Mengenai kerak telor, kini nampaknya kita tak bisa dengan mudah menemukan makanan khas Betawi ini. Namun jangan sedih dulu, kerak telor bisa ditemukan dengan mudah pada saat ada perayaan besar di Jakarta seperti event Jakarta Fair (Pekan Raya Jakarta). Di Jakarta juga telah ada beberapa warung yang menjajakan kerak telor.
Namun, waktu berjalan, saat ini untuk mendapatkan kerak telor, gampang-gampang susah. Seperti disebut di muka, sekarang ini kerak telor seringnya muncul hanya di perayaan-perayaan. Misalnya di bulan Juni-Juli saat merayakan ulang tahun Jakarta. Atau, kadang jika kampung-kampung di Jakarta ada yang menyelenggarakan pameran atau bazaar, maka penjual kerak telor bermunculan.
Kerak telor Betawi dibuat oleh pedagangnya di acara-acara bazaar di Jakarta. Foto: ilustrasi
Kerak telor merupakan makanan yang terbuat dari beras ketan dan telur, lalu ebi sangrai, cabai merah, dan bawang goreng sebagai taburan yang kemudian disajikan bersama serundeng juga topping lainnya. Kerak telor umumnya dimasak menggunakan wajan dan dinikmati saat masih hangat agar rasa gurihnya semakin menggugah selera. Dulu pembuat kerak telor menggunakan telur bebek, namun belakangan banyak yang menggunakan telur ayam.
Resep kerak telor sesungguhnya beredar di mana-mana, termasuk di internet. Tapi, ternyata orang awam belum tentu bisa memasak kerak telor, seperti yang dilakukan pedagang kerak telor.
Persiapan untuk membuat kerak telor membutuhkan waktu lebih dari sehari. Terutama di tahap awal saat membuat beras ketannya lunak tanpa dimasak, yaitu dengan cara direndam semalaman. Jika tidak, beras ketan yang hanya dimasak sebentar saat kerak telor dibuat bakal terasa seperti nasi yang belum matang.
Sudah pernah mencoba kerak telor? Sekali-kali agendakan untuk mencicipi kuliner pusaka Nusantara ini.